Wednesday, 17 May 2017

[Sinopsis] Princess Hours Thailand Episode 7


Kalau kemarin aku bilang aku kurang puas dengan episode 6, maka di episode 7 ini aku lumayan puas, banyak momen manis ditambah lagi Inn mulai cemburu, karena Khaning sering sama Nakhun. Salah Inn sendiri sih, siapa suruh nyuekin Khaning hehheeh.
BTW baju-baju Khaning memang selalu bagus tiap episodenya tapi aku suka di episode ini pilihan warnanya lebih berani^^


Sinopsis Princess Hours Thailand Episode 7

Episode 7 dimulai dengan acara Art Exhibition yang diselenggarakan oleh Phakin, paman Minnie. Raja dan Ratu Bhutin ada disana dan melakukan pemotongan pita.
Ini adalah bagian dari rencana puteri Chrissana yang datang kesana bersama Nakhun. Raja dan Ratu kelihatan tidak kaget melihat Nakhun dan ibunya datang, mungkin mereka menjaga ekspresi wajah mereka, karena disana ramai dan ada media yang meliput juga.
Puteri Chrissana mengatakan kalau ia tak tahu Raja dan Ratu datang, kalau ia tahu ia akan datang lebih awal. Phakin sengaja memuji kecantikan ibu Nakhun sementara ibu Nakhun mengatakan ratu gorgeous seperti biasanya. Ratu tidak terlihat suka dengan hal itu, karena ia tahu itu bukan pujian.
Phakin meminta Nakhun dan ibunya ikut berfoto bersama mereka, ibu Nakhun meminta Phakin jangan memanggilnya puteri karena ia sudah tak punya jabatan di Bhutin.

Raja menyapa Ibu Nakhun, mengatakan sudah lama mereka tidak bertemu. Ibu Nakhun membenarkan, sudah 14 tahun lamanya mereka tidak bertemu. Ini adalah event pertama yang ia hadiri setelah kembali ke Thailand.
Ratu menyinggung mengatakan kelihatannya waktu dan tempatnya sangat tepat (ia tahu ini memang disengaja karena mereka juga menghadiri event ini).
Ibu Nakhun mengatakan kalau ia sudah mempunyai rencana kapan ia akan memulai, apa yang harus ia lakukan dan kapan ia akan menyelesaikannya.
Ratu diam saja, ia mencoba menjaga ekspresinya.

Acara selesai, raja dan ratu pulang. Ibu Nakhun memberikan bunga pada Phakin atas ucapan selamat. Phakin memanggil Minnie, keponakannya dan memperkenalkan pada ibu Nakhun. Ibu Nakhun merasa ini sangat kebetulan. Minnie tidak mengerti.
Ibu Nakhun mengatakan bukan apa-apa, ia hanya merasa kebetulan ia reuni dengan teman lamanya dan berkenalan dengan keponakannya yang cantik disaat yang sama. Phakin juga memperkenalkan Minnie pada Nakhun.

Malam itu, siaran berita menyiarkan wawancara dengan Nakhun dan ibunya. Reporter bertanya kenapa selama ini puteri Chrissana menghilang dan puteri mengatakan ia tidak menghilang, ia hanya membawa puteranya untuk beajar di Boston. Ia mengatakan mereka hanya 2 anggota keluarga sekarang dan ia tidak mau membicarakan masa lalu, ia ingin menjalani hidup normal bersama puteranya.
Ratu sangat kesal pada Puteri Chrissana yang melakukan interview, menurutnya itu sangat tidak sopan. Ia yakin kalau Puteri Chrissana punya sebuah rencana. Raja mengatakan tidak ada salahnya kalau Puteri Chrissana bicara di depan publik seperti itu karena dia punya hak melakukannya. Bahkan menurutnya mereka sebagai anggota kerajaan harus menjaga Nakhun dan ibunya.
Ibu suri setuju, ia pikir pasti sangat sulit bagi Nakhun dan ibunya berada diluar istana selama 14 tahun. Dayang ratu setuju, 14 tahun adalah waktu yang sangat lama dan ia juga merindukan mereka.
Ratu tidak suka mendengar hal itu dan ia menatap ke arah dayang ibu suri. Tapi ia berusaha tenang, menjaga ekspresinya.

Malam itu, Phakin diwawancara di TV juga. Ia menceritakan mengenai dulunya ia hanya pengusaha parfum kecil-kecilan dan ia sempat bangkrut, tapi kemudian seseorang menolongnya sehingga ia bisa berada ditempat seperti sekarang ini. Ini sepertinya wawancara untuk menarik simpati, memperlihatkan kalau orang itu adalah orang baik.
Phakin mengatakan orang itu menolongnya sekali dan ia akan melakukan apa saja untuk orang itu. Saat pewawancara bertanya siapa orang itu, Phakin menjawab dia adalah Puteri Chrissana dari Bhutin.
Keesokan harinya, ia bertemu dengan ibu Nakhun dan mereka membahas mengenai kejadian semalam. Keluarga kerajaan Bhutin masih diam saja tak ada reaksi dengan apa yang terjadi kemarin, tapi ia yakin kalau mereka tidak tenang.
Dua orang ini beneran cocok banged sama-sama berniat jahat HAHAHHA. Chemistry-nya ada.
Kemudian Ibu Nakhun mendapat tempon dari seseorang, sepertinya orang dalam istana yang memberitahukan kalau putera mahkota Inn menghilang. Ibu Nakhun bingung kenapa tak ada berita sama sekali mengenai hal itu. Dan Phakin berencana untuk membocorkan hal itu ke publik.

Nakhun masuk ke rumah dan ibu memanggilnya. Ibu mengatakan kalau istana belakangan ini kelihatan kesulitan dan ia ingin Nakhun kesana membantu mereka.
Nakhun tidak tersenyum seperti biasanya, ia juga tidak mengatakan apapun. Tapi sepertinya ia akan menuruti ibunya.

Sementara itu di kediaman puteri dan putera mahkota, Khaning keluar dari kamarnya dan bertanya apakah Inn sudah kembali. Ini adalah hari kedua sejak Inn menghilang (atau hari ketiga ya?).
Dayang mengatakan Inn belum kembali. Hari berikutnya, Khaning bertanya lagi dan Inn juga belum kembali.

 
Media sudah tahu kalau putera mahkota menghilang dan Ratu sangat khawatir karena itu akan mempengaruhi reputasi Inn sebagai penerus. Raja kelihatan masih marah dan Ratu mengingatkan Inn adalah anak mereka.
Itu karena keluarga kerajaan akan melakukan konferensi pers, kalau Inn tidak kembali maka rumor akan menyebar jauh sementara Raja sendiri sudah menyerah akan Inn.
Ibu suri akhirnya angkat bicara dan mengatakan kalau mereka perlu memberi Inn waktu untuk menenangkan pikirannya.
Raja akhirnya setuju dan ia memberi waktu 2 hari lagi, Inn harus kembali.
Ratu benar-benar khawatir.

Keesokan harinya, Ibu suri meminta Khaning mencari Inn, tapi Khaning tak tahu mencarinya dimana. Ibu Suri ternyata tahu dimana Inn bersembunyi selama ini dan ia pikir akan sulit kalau Khaning pergi sendirian.
Nakhun ada disana untuk berkunjung dan ia bertanya apakah Nakhun ingat jalan ke istana di hutan, ia yakin Inn disana, karena Inn suka sekali pergi kesana. Karena semua orang tidak berhasil menemukan Inn, jadi ia yakin Inn bersembunyi disana.
Ia ingin Khaning membawa mobilnya kesana jadi tak akan ada yang curiga.
Khaning mengerti. Tapi ia ragu apakah Inn akan mau diajak pulang. Ibu suri mengatakan bagaimanapun Khaning harus membawa Inn kembali, karena masa depan Inn sekarang bergantung pada Khaning.

Mobil yang dimaksud nenek ternyata mobil tua, sejenis dengan yang versi Korea kayaknya.
Khaning menyetir tapi kayaknya ia tidak begitu bisa menyetir dan menyalahkan mobilnya karena sudah tua.
Nakhun yang duduk disampingnya mengatakan kalau ia bisa menggantikan Khaning menyetir. Awalnya Khaning ragu, tapi apa boleh buat karena kali ini mobilnya nggak bisa nyala. Ia kesal dan memukul-mukul mobil.
Saat ia akan keluar, ia bahkan tak bisa membuka pintu mobil, Nakhun membantunya dan eaaaaaaaa, muncullah aroma-aroma romantis karena wajah mereka berdua sangat dekat.
Keduanya saling pandang dan gugup, tapi hanya sebentar saja, karena mereka kembali berusaha bersikap normal. Tapi pintunya tetap tak bisa dibuka dan akhirnya Nakhun memutuskan keluar dan membuka pintu dari luar sementara Khaning bergeser ke bangku penumpang.
Nakhun mengajari Khaning bagaimana cara menyalakan mobilnya dan Nakhun bisa melakukan dengan sekali coba.

Keduanya dalam perjalanan ke istana di hutan, tempatnya lumayan asri, tapi mobil mereka bergerak cukup lambat.
Dalam perjalanan, Khaning mengatakan kalau Inn sekarang pasti tidak tenang dan masih marah, ia kasihan pada Inn, mungkin Inn sudah tak makan benerapa hari, padahal Inn gampang sakit perut.
Nakhun berkomentar, dia banyak membuat kesulitan untukmu, tapi kau masih sangat peduli padanya.
Khaning tersenyum, mengatakan kalau ia hanya sedikit khawatir. Lagi pula Inn melakukan itu padanya tidak disengaja.
Nakhun kemudian menceritakan kalau ayahnya dan ayah Inn suka berburu di hutan ini dan mengajak mereka, tapi mereka berdua tak suka berburu, jadi mereka hanya berlari di sekitar hutan dan menyukainya. Ia mengatakan Inn sangat menyukai tempat ini, setiap kali Inn dimarahi, Inn pasti mengajaknya kesini.
Khaning mengatakan sepertinya Inn dan Nakhun sangat dekat. Nakhun mengatakan mereka memang sangat dekat saat kecil dulu.

Dan tempat Inn bersembunyi itu adalah tempat rahasia Inn yang melakukan hobi memotretnya, dia mencuci foto disana, gaya lama, ruang gelap gitu, apa sih namanya HAHAHHAHAha di versi KOrea Shin juga hobi tuh.
Inn tentu saja pernah mengajak Minnie kesana. Mereka berdua menikmati kebersamaan disana tanpa ada yang mengganggu. Disana juga Inn merasa iri pada Minnie yang bisa mengejar impiannya dan Minnie mengatakan karena Inn adalah seorang putera mahkota Inn juga bisa melakukan apa yang ia inginkan. Tapi Inn mengatakan hanya disini ia bisa melakukan ini.
Dan saat itulah Minnie mengajak Inn untuk ikut bersamanya ke London dan Inn setuju. ITu adalah kenangan mereka sebelum kuliah di luar negeri.

Khaning dan Nakhun tiba di istana dalam hutan itu, terlihat seperti rumah biasa, tapi memang cantik. Khaning melihat motor Inn disana, Inn benar-benar ada disana.
Khaning langsung membuka pintu dan masuk ke dalam, ia akan menyapa Inn tapi ia menghentikan langkahnya. Inn tahu ada yang datang dan mulai kesal mengatakan kalau ia ingin sendiri.
Saat ia berbalik, ia terkejut karena yang datang adalah Khaning. Khaning tidak mengatakan apa-apa dan meliha-lihat tempat itu, sepertinya apa yang ada di dalam jauh dari yang ia bayangkan.
Foto Minnie dimana-mana disana, sepertinya sih semua yang Inn cetak itu foto Minnie dan dirinya.

Inn bertanya bagaimana Khaning bisa kesana dan kenapa ia kesana. Khaning mencoba menjawab, tapi kayaknya fokus Khaning pada hal lain, foto-foto Minnie dan Inn.
Inn kemudian menarik Khaning keluar dari ruangan itu. Ia mengunci pintu dan mengajak Khaning bicara di luar. Ia menyuruh Khaning kembali.
Khaning menolak, ia mengatakan kalau nenek memintanya membawa Inn tepat waktu sebelum konferensi pers.
Nakhun menemui mereka dan mengajak Inn pulang karena semua orang mengkhawatirkan Inn.
Inn kemudian berkata, sepertinya jika nenek tidak menyuruhmu kau tidak akan kesini mencariku.
Nah lho, Inn kelihatan kecewa karena Khaning mencarinya karena perintah nenek bukan inisiatif sendiri. Ia masuk ke dalam rumah.

Khaning kesal dan akan mengejar Inn tapi Nakhun menghentikannya, ia meminta Khaning membiarkan Inn untuk sendirian sebentar.
Nakhun mengatakan saat Inn kecil, tidak ada yang bisa memaksa Inn melakukan sesuatu. Ia hanya menuruti perintah neneknya, tapi kali ini Inn bahkan tidak berpengaruh meski neneknya yang meminta, ia pikir ini diluar kemampuan mereka. Karena ia yakin meski mereka meminta, Inn tidak akan mau pulang.
Khaning akhirnya setuju, lagipula masih ada waktu 2 hari lagi, ia pasti akan mencari cara membawa Inn kembali.
Khaning kemudian menyuruh Nakhun kembali dan Nakhun tampak terkejut + kecewa. Khaning mengatakan ia tak apa-apa, ia meminta NAkhun perca apadanya, ia akan tinggal disana dan membujuk Inn bagaimana pun caranya.
Nakhun hanya bisa menghela nafas dan akhirnya setuju, ia berharap Khaning akan berhasil. Khaning bahkan sangat bersemangat dan menyemangati dirinya sendiri.
Keduanya high five dan tertawa bersama. Keduanya cocok banged jadi sahabat memang.
Setelah Nakhun pergi, Khaning meyakinkan diri kalau ia bisa membujuk Inn dan masuk ke dalam rumah.
Sementara Nakhun menghentikan langkahnya dan melihat kebelakang lagi, ia khawtair pada Khaning.

Khaning menjelajahi rumah itu dan tiba di kamar tidur.
Tempat tidur di kamar itu sangat besar dan kelihatan antik, Khaning menyukainya. Ia memutuskan mencoba berbaring disana.
Inn kemudian masuk dan terkejut melihat Khaning di dalam. Ia menyuruh Khaning pergi karena itu tempat tidurnya.
Khaning diam saja, ia menutup matanya seolah ia tidak mendengar.
Inn mengingatkan lagi pada Khaning untuk turun, Khaning tetap diam saja.
Inn kesal dan tak amu kalah, akhirnya memutuskan tidur bersama Khaning disana.

Inn sengaja masuk ke selimut yang sama dan bergeser mendekat ke arah Khaning dan membuat Khaning jadi tidak nyaman jadi ia bergeser menjauh.
Inn akhirnya bisa merasa tenang meski Khaning masih disana, karena ia yakin lama-lama Khaning juga nggak akan tahan dan pergi.
Tapi Khaning tidak menyerah, ia menarik selimut ke arahnya dan Inn juga tak mau menyerah, ia menarik selimut ke arahnya. Dan akhirnya keduanya saling tarik menarik selimut HAHAHHAHAHA padalah selimutnya lho gede XD
Sampai tiba-tiba Khaning berhenti menarik dan Inn berhasil mendapatkannya, ia jadi tenang.
Khaning menatap ke langit-langit kamar dan eskpresi wajahnya berubah takut. Inn heran dan melihat ke atas juga.

Ternyata ada tokek besar di langit-langit kamar, gila gede banged!!!! HAHAHHAHAHHA.
Khaning takut dan bertanya apa yang harus mereka lakukan, Inn juga ternyata takut sama yang begituan jadi ia tidak tahu apa yang harus mereka lakukan.
api tiba-tiba tokeknya hilang. Khaning masih merasa terancam dan melihat kesana sini,  kemana tokeknya pergi.
Tiba-tiba ia shock karena melihat tokek itu di atas selimut mereka. Inn juga melihatnya dan keduanya berteriak histeris karena tokek gede itu ada di dekat mereka HAHAHHAHAHHAHAAHAHA.
Keduanya melempar selimut dan meninggalkan tempat itu.

Malam semakin larut, Inn memutuskan memasang tenda cantik di luar. Khaning ingin ikut tidur disana, ia berlari membawa bantal untuk tidur di luar bersama Inn. Tapi tentu saja Inn menghentikannya. Ia mengatakan kalau Khaning itu pembawa sial, ia sering bermalam di rumah ini tapi ia tak pernah melihat binatang itu.
Khaning mengatakan kalau begitu sebaiknya ia yang tidur di luar dan Inn bisa tidur di dalam, karena Tokek itu pasti akan mengikutinya nanti. Inn diam saja karena bener juga sih AHHAHAAHAHAHA.
Khaning memakai kesempatan itu untuk masuk ke dalam, tapi Inn menghentikannya, ia mengatakan kalau ia belum selesai membuat tenda darurat dari gorden itu.
Ia menyuruh Khaning duduk dan menunggu di karpet yang dibentang Inn di rerumputan, Khaning menurutinya dan dengan bersemangat duduk disana, menyiapkan bantal dan selimutnya untuk berbaring.

Khaning menatap langit malam itu, sangat indah dan berbintang (Sepertinya sih begitu meski nggak diliatin disini HAHAAAHHA).
Ia kemudian menatap Inn yang menyiapkan tenda dan bertanya kenapa Inn tidak ingin menjadi putera mahkota.
Inn terdiam dan menghela nafas, ia duduk disamping Khaning dan menatap ke langit, menurutmu apa tugas dari bintang-bintang itu?
Khaning menatap bintang dan berfikir, bersinar untuk menerangi pandangan orang-orang?
Inn bertanya, bukankah itu membosankan? Mereka tak bisa pergi kemanapun yang mereka mau.
Khaning berkata, bukannya bintang selalu berpindah tempat? Aku pikir kita bisa memilih bintang mana yang kita inginkan (kita bisa memilih bintang seperti apa kita).
Inn bertanya, kau pikir aku bisa memilih?
Khaning tersenyum dan bertanya, kenapa kau tidak mencobanya?
Inn terdiam mendengar hal itu. Dalam hal ini Khaning benar, Inn belum pernah mencobanya, ia hanya takut akan hasilnya.

Pagi harinya, Khaning terbangun tapi ia belum membuka matanya, badannya terasa pegal dan saat ia menyentuh bantalnya, ia merasakan ada yang berbeda.
Ia membuka matanya dan menyadari kalau ia tidur dilengan Inn semalaman. Khaning tentu saja terkejut dan berbalik. Ia melihat Inn masih tidur dan Khaning sengaja memanfaatkan kesempatan itu untuk berbaring mesra di lengan Inn HAHHAHAHAHAHHA.
Inn akhirnya terbangun dan merasa tangannya berat, ia membuka matanya dan melihat Khaning tapi ia diam saja. Khaning kemudian berbalik dan ia senyam senyum sendiri.
Inn masih diam saja, seolah ia belum bangun, tapi ia penasaran dengan Khaning dan mencoba mengintip tepat saat Khaning juga akan berbalik ke arahnya, jadi mata mereka bertemu satu detik dan melihat ke arah lain lagi.
Khaning terlihat malu karena ia ketahuan sudah bangun. Sementara Inn diam saja, tangannya udah pegel pake banged itu, di tambah jantungnya sepertinya mau copot HAHAHAHHAHA, tapi ia kelihatan sedikit tersenyum?

Khaning pura-pura kalau ia baru bangun dan bicara sendiri. Inn tersenyum dan mulai menggodanya, ia berbisik ke telinga Khaning, semalam kita belum...
Khaning merasakan bahaya mendekatinya. Inn mendekatkan mulutnya ke telinga Khaning dan Khaning panik mencoba menghentikan inn tapi Khaning terkunci di pelukan Inn HAHHAHAHAHHA.
Inn tidak mau melepaskan Khaning semudah itu, Khaning terus berusaha kabur tapi Inn tetap tidak mau membiarkannya sampai Khaning memukulkan kepalanya ke kepala Inn dan ia segera kabur dari sana tapi kepalanya malah terbentur tiang HAHAHHAHAHAHHA.

Inn tertawa melihat Khaning yang kesakitan + malu, untuk pertama kalinya Inn tertawa lepas seperti itu. Khaning kesal dan berusaha kabur menahan sakitnya, merangkak keluar tenda.
Nakhun yang sedari tadi sudah berdiri disana hanya melihat mereka berdua, Khaning terkejut karena Nakhun ada disana.
Nakhun bertanya apa yang mereka lakukan disana dan Khaning menjelaskan dengan dramatis kalau ada tokek yang besar di kamar makanya mereka tidur di luar. Khaning bertanya apakah Nakhun sudah lama disana dan NAkhun mengatakan ia baru saja tiba. Ia bertanya apakah Inn sudah bersedia kembali dan Khaning menjawab dengan berbisik kalau ia tidak tahu, ia akan bertanya pada Inn.

Khaning kemudian bertanya pada Inn dengan bahasa sopan, Dear prince... apakah kau sudah bersedia kembali?
Inn keluar dari dalam tenda dan berdiri di hadapan Khaning, bukannya menjawab Inn malah meniupkan angin ke arah Khaning dan membuat Khaning bingung.
Inn berdiri dengan gaya cool. HAHAHHAHHAAHHAHAHAHAHAHHAH Aku baru ngerti adegan ini setelah nonton dua kali, dahi khaning masih sakit karena terbentur tadi jadi Inn sengaja menghembuskan angin ke dahi Khaning, supaya cepat sembuh, tapi gayanya itu lho HAHHAHAHAHA.

Pengawal Inn kemudian datang dan mengatakan kalau semuanya sudah siap, Khaning terkejut mendengarnya, artinya Inn setuju untuk pulang. Khaning senang banged, ia melompat kegirangan dan mengatakan pada Nakhun kalau Inn bersedia kembali ke istana.
Inn tertawa kecil melihat reaksi Khaning, tapi saat Khaning melihatnya ia mencoba tenang lagi dan Khaning juga berhenti kegirangan. Dahinya masih sakit HAHAHAHAH.

Setelah berganti pakaian dan sebelum pulang, mereka jalan-jalan dulu disekitar hutan.
Pengawal dan Inn jalan duluan, Khaning dan Nakhun di belakang. Khaning kesal sekali karena Inn tidak menunggunya dan mengatakan kalau istana sedang heboh tapi Inn malah asik jalan-jalan begini.
Inn tidak menjawab dan terus berjalan, Khaning makin kesal dan mencoba mengejarnya, jalanan agak tejal dan berbaru jadi Khaning kehilangan keseimbangannya dan untung ada Nakhun di belakangnya dan menangkapnya.
Terjadilah adegan yang agak romantis diantara Nakhun dan Khaning, tapi cuma sebentar karena mereka langsung kembali ke dunia nyata.
Nakhun bertanya apakah Khaning baik-baik saja, dan membantunya duduk. Ia kemudian bersiap mengikat tali sepatu Khaning yang lepas.

Inn melihat hal itu, ia tidak suka melihat keduanya terlalu dekat, apalagi Nakhun sampai mengikatkan tali sepatu istrinya.
Khaning juga merasa nggak enak dan sengaja menarik kakinya. Inn akhirnya mendekati mereka  dan menghentikan Nakhun, ia mengatakan kalau ini adalah tugasnya.
Inn kemudian mengikatkan tali sepatu Khaning dan Khaning cukup kaget Inn mau melakukan hal ini.
Inn bahkan menggenggam tangan Khaning, agar Khaning bisa pegangan padanya. Khaning terlalu kaget untuk merespon karena Inn biasanya tidak begini, jadi ia menurut saja.
Khaning dan Inn berjalan berdua sambil pegangan tangan dan Nakhun melihat keduanya dengan wajah sedikit iri + sedih.

Mereka kemudian tiba di tempat tujuan, sebuah sungai kecil dan air terjun yang indah. Khaning menyukai tempat itu, pemandangan disana sangat indah. Tapi baru sebentar menikmatinya, Khaning tiba-tiba lemas dan terjatuh pingsan. Inn dan Nakhun sama-sama kaget dan berlari ke arah Khaning.
Inn langsung menggendong Khaning dan ia berhadap-hadapan dengan Nakhun. Keduanya saling pandang beberapa saat dan Inn kemudian membawa Khaning melewati Nakhun. Nakhun hanya bisa menatap mereka, ia tak bisa melakukan apa-apa.

Khaning dibawa kembali ke istana. Khaning sakit dan masih tidak sadar. Inn disampingnya menjaganya. Khaning berkeringat dan Inn membersihkannya.
Khaning bermimpi dan bicara dalam tidurnya kalau ia mengkhawatirkan Inn dan ingin Inn agar kembali. Inn menatap istrinya itu dan tersenyum kecil, ia menyentuh wajah Khaninh dan awwwwwwww our crown prince udah jatuh cinta nih kayaknya sama si princess <3 <3
In tersenyum pada Khaning.

Nenek khawatir akan puteri yang sakit dan menyalahkan dirinya kalau ia tak seharusnya meminta Khaning kesana.
Nakhun mengatakan ia yakin kalau Khaning juga akan pergi kesana kalau ia tahu Inn disana tanpa nenek memintanya. Nakhun berkata kalau Khaning melakukan yang terbaik untuk membawa Inn kembali.
Inn turun dari lantai dua dan menemui raja, ratu, nenek dan Nakhun. Raja sepertinya masih marah pada Inn.
Ini adalah hari konferensi pers dan Raja mengatakan untuk masalah ini, orang yang harus disalahkan adalah si pembuat masalah. Dan Inn mengerti karena ia yang menyebabkan masalah ini.
Khaning yang sudah terbangun dari tidurnya pergi ke luar dan mendengarkan hal itu, ia khawatir pada Inn.

Sekretaris datang menjemput Inn untuk konferensi pers.
Inn memasuki ruangan dan para wartawan sudah berkumpul disana. Mereka bertanya kenapa Inn melakukan itu. Inn tidak menjawab pertanyaan dan mengataakn kalau ia ingin menjelaskan ia dan puteri tidak ada masalah sama sekali seperti rumor yang beredar.
Reporter bertanya apakah Inn mengatakan kalau Inn tidak pernah marah dan tidak memukul reporter itu? Inn memukul reporter itu hanya karena reporter menanyakan tentang mantan pacar Inn yang artinya Inn masih sangat mencintai gadis itu.
Reporter lain menambahkan kalau hal ini juga mempengaruhi negara lain dan membuat image Inn jadi memburuk. Inn sepertinya tidak bisa menjawab pertanyaan dan tidak ingin membahasnya, jadi ia berniat meninggalkan ruangan konferensi pers itu meski sekretaris menahannya.

Tapi kemudian Khaning datang dan menghentikan langkah Inn, Inn terlihat cukup kaget. Khaning masih terlihat pucat dan tersenyum padanya. Ia mengulurkan tangan pada Inn. Inn menyambutnya.
Keduanya kemudian duduk kembali. Inn membantu Khaning duduk karena Khaning masih cukup lemah.
Khaning memberi salam pada reporter sementara Inn terus memandanginya.
Khaning mengatakan kalau ia ingin meminta maaf pada mereka karena membuat semuanya khawatir dan tidak tenang, karena mereka belum pernah menghadapi situasi seperti ini. Mereka menikah di usia muda, ada di posisi penting, dan mereka berdua adalah harapan semua orang. Mereka tahu akan hal itu tapi masih membuat kesalahan dan membuat semuanya mengkhawatirkan mereka. Karena itu ia meminta maaf karena mereka belum berpengalaman dan tidak tahu apa-apa. Mulai sekarang, mereka akan melakukan yang terbaik.
Reporter berhenti bertanya. Khaning menatap Inn dan ia mengenggam tangan Inn. Inn memberi hormat pada para reporter. sepertinya reporter mulai menyukai pasangan ini.

Masalah Inn akhirnya selesai dengan baik untuk sementara dan tentu saja Ibu Nakhun tidak menyukai hal itu.
Ia menonton konferensi pers itu dan kesal karena tahu Khaning bukan gadis yang mudah dihadapapi, karena reporter yang datang ternyata yang mereka pilih tapi Khaning berhasil menghadapinya dengan baik.
Phakin mengatakan kalau dari sumber terpercayanya putera mahkota tidak akan bisa kembali tepat waktu saat konferensi pers, tapi pada akhirnya puteri berhasil membawa Inn kembali.
Phakin mengatakan itu karena seseorang menolong mereka.
Ibu Nakhun kesal dan bertanya siapa, Phakin tidak menjawab dan Ibu Nakhun akhirnya mengerti siapa orang itu.

Ibu langsung menemui Nakhun dan Nakhun meminta maaf, ia mengatakan kalau puteri sakit jadi ia tak bisa menahan Inn kembali ke istana.
Ibu mengatakan kalau ia tahu Nakhun adalah anak baik, tapi Nakhun tidak boleh berbuat baik pada lawan mereka. Ia mengingatkan Nakhun kalau mereka tidak pernah berbuat baik pada mereka.
Ia minta Nakhun mengingat apa yang sudah istana lakukan pada mereka Nakhun terdiam dan menunduk.

Minnie ada di ring tinju, tempat latihan pamannya.
Pamannya menanamkan jiwa dendam pada keponakannya untuk tidak kalah dan melawan terus menerus sampai akhirnya ia berhasil.
Ibu Nakhun juga datang kesana, sepertinya ia punya rencana baru dan akan melibatkan Minnie.
Ibu Nakhun mengatakan ia akan mengadakan pesta untuk ulang tahun Nakhun dan ia ingin Minnie datang. Minnie menolak, mengatakan kalau ia sedang tidak ingin datang ke pesta.
Paman kemudian bertanya, apa kau tahu siapa yang akan jadi tamu special disana?
Minnie terdiam, ia mengerti maksud pamannya.

-The End-

Komentar:
Hmmmmmmmmm, jadi alasan Minnie pulang itu bukan karena sudah tahu rencana pamannya ya, oke deh, jadi dia nggak tahu kalau mereka akan menghancurkan Inn. Ambisinya untuk mendapatkan Inn sih bukan menghancurkannya, aku harap kalau dia tahu nanti dia akan berhenti. Karena kalau aku lihat disini dia masih agak nggak nyaman sama ibu Nakhun.
Phakin mengatakan kalau ia punya sumber dari istana, siapa ya?
Kalau ibu Nakhun sih kemungkinan dayang ibu suri, karena di versi Korea juga gitu. Kalau Paman Minnie? Yang tahu kalau puteri sakit dan Nakhun membantu Inn hanya 1 orang, pengawal Inn. Masa pengawal Inn jahat sih? Hmmmmmmmm.

Kalau di versi Korea, nenek menghadiahkan mobil pada Chae Kyeong dan Chae kyeong girang banged tapi taunya mobil tua dia kecewa.
Di versi ini beda ya, oke juga sih. Ada adegan mobil Nakhun dan Khaning di versi Korea juga ada, dengan alasan yang beda sih kayaknya.
BTW itu istana di hutan asri banged, aku suka, tapi apa nggak takut ya, ditengah hutan begitu, nggak ada rumah lain pula kayaknya.
Dan pihak istana kecuali nenek dan pengawal Inn sepertinya tidak ada yang tahu kalau itu markas rahasia Inn.
Aawalnya aku kira hobi Inn itu main biola lho, gantinya fotografi, ternyata Inn memang hobi fotographi juga hehehheh.
Sayangnya kenangannya penuh dengan pacarnya wkkwkwkw.

Di episode ini Inn mulai menunjukkan cemburu dan rasa kasih sayangnya pada sang istri seiring dengan munculnya perasaan suka Nakhun pada Khaning. Enak banged si Khaning wkkwkwkwkw.
Tapi KHaning sepertinya memang hatinya hanya untuk Inn, dia memang gugup kalau dia terlalu dekat dengan Nakhun tapi dia bisa jaga batasnya dan cepat-cepat sadar.
Inn nih, Khaning lho udah baik banged gitu, plis jangan dingin-dingin banged sama dia.
Tahapan tsundere Inn mulai meningkat wkkwkwkwkw.
BTW ternyata yang jatuh bukan ular ya, terlalu ekstrim HAHAHAHAHA.
Ternyata tokek, tapi gede banged sumpah HAHAHAHHAHAHA.

Baju-baju Khaning disini bagus-bagus ya, cantik-cantik dan warna warni juga. Aku suka. Aku ingat pas episode 00, mereka punya tim design sendiri untuk baju Khaning, jadi bukan sponsor. Total banged memang :)
Aku sengaja mengumpulkan baju-baju Khaning episode 1-7 udah banyak aja ❤
Share:

8 comments:

  1. mkasih y min udh upload....seneng bngt liat couple in....semngat trs y min :-D

    ReplyDelete
  2. udh nonton.. tp blom afdol klo blom mmpir kesini n baca komentar... hahahaha
    udh mulai bkin dugeun dugeun ni couple emang xD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya malah sdh nonton 2x tp msh ttp hrs mampir kesini hehe..

      Delete
  3. ahhhhh ni couple emang pling pintar bikin aku baper... n episod ini yg pling sukses bkin aku ngakak. tu yg ekspresinya khaning sama inn wktu liat tokek.. khaning kyk pengen nangis gitu..hhhhh udh nonton ulang2 ttap aja ngakak smpai prut aku skit.
    dn jg kyknya d epsod ini nakhun inn udh mulai suka sma khaning...
    ihhhhhh.... khaning bruntung bnget wkwkwkwkwkwk...
    maaf ya klau commentnya kbnyakan..soalnya this my favorit couple in the lakorn. .
    aku dri pgi bngun lngsung priksa blog ini udh kluar blum bolak balik .tpi eh taunya mlm bru kluar.. tpi nggk papa.. trbyr lunaslah sma episod ini
    fighting buat yg nulis snop nya......

    ReplyDelete
  4. Semangat nulisnya ya min....suka bgt sama mreka kocak 😁😂

    ReplyDelete
  5. Saya suka saya suka...saya lebih suka tokoh inn d banding shin..lebih hidup...
    Ntar buat tulisan perbandingan ma versi korea nya min...kayaknya seru tu...

    ReplyDelete
  6. Suka bgt ama blog ini, jd lbh ngerti ama jalan ceritanya, pasangan ini bikin baper bener, tao cuakep bgt yak.. 😘 Drama thailand pertama yg bikin dag dig dug hahaha.. mian.. coment nya kepanjangan.. semangat terus mimin..

    ReplyDelete
  7. disini benar2 diliatin ya gimana perbedaan antara korean version dan thailand nya, di korea kan wktu konferensi pers biasanya putra mahkota yg selalu ngasih kata2 bijak dan dewasa bgt gtuh, kloputri mh diam aja, kalo disini kebalikannya, hanya pendapag sh, soalnya dri dlu udah suka Princess Hours hehe

    ReplyDelete

Translate

Follow by Email

[Trivia] Japanese Movie Recommendations List

Karena ada banyak yang menanyakan rekomendasi untuk J-Movie, jadi aku memutuskan untuk membuat list rekomendasi Japanese Movi...

Recent Posts

Recent Posts Widget

Popular Posts

Actor / Actress

Ahn Jae Hong Airi Matsui Anna Ishii Aoi Miyazaki Aoi Wakana Aoi Yu Aom Sushar Bae Min Jung Bebe Tanchanok Cha Tae Hyun Chiba Yudai Choi Ara Dori Sakurada Eikura Nana Eita Fukushi Sota Fuma Kikuchi Fumi Nikaido Go Kyung Pyo Gong Yoo Gou Ayano Han Seung Yeon Han Yeri Haruma Miura Haruna Kawaguchi Hashimoto Ai Hayashi Kento Hayato Isomura Hikari Mitsushima Hiroki Narimiya Hirose Alice Hirose Suzu Honoka Miki Horii Arata Hyeri Inoue Mao Ishihara Satomi Ito Risako Jang Se Hyun Jeon Ji Hyun Ji Soo Joo Seung Woo Joo Won Jun Shison Jung Ryu Won Jung So Min Kamiki Ryunosuke Kasumi Arimura kawakami juria Kei Tanaka Kengo Kora Kenichi Matsuyama Kento Hayashi Kento Nagayama Kim Go Eun Kim Ji Won Kim Min Jae Kim Seul Gi Kim So Hyun Kim Soo Hyun Kim Tae Ri Kim Woo Bin Kim Yoo Bin Kim Yoo Jung Kim Yoo Mi Komatsu Nana L Lee Bo Young Lee Chung Ah Lee Da In Lee Dong Hwi Lee Dong Wook Lee Gi Kwang Lee Jong Suk Lee Joon Lee Se Young Lee Soo Hyuk Mackenyu Marie Itoyo Masahiro Higashide Masaki Suda Masataka Kubota Mayu Matsuoka Mei Nagano Mikako Tabe Mike D angelo Min Do Hee Mirai Shida mirai suzuki Mitsuki Takahata Miyu Yoshimoto Mone Kamishiraishi Nadine Lustre Nagasawa Masami Nijiro Murakami Nishikido Ryo Nounen Rena Osamu Mukai Park Bo Gum Park Eun Bin Park Hae Jin Park Seo Joon Park Shin Hye Pattie Ungsumalynn Phan Pagniez Reina Visa Ryo Ryusei Ryo Yoshizawa Ryoma Takeuchi Ryoo Hye Young Ryota Katayose Ryu Jun Yeol Sakaguchi Kentaro Sakuma Yui Sakurako Ohara Sato Kanta Satoshi Tsumabuki Seo Hyun Jin Shim Eun Kyung Shimon Okura Shin Hyun Soo Shuhei Nomura sometani shota Son Seung Won Song Ha Yoon Takuya Kusakawa Tao Phiangphor Tasuku Emoto Tori Matsuzaka Tsubasa Honda Tsuchiya Tao Yamazaki Kento Yoo In Na Yoo Seung Ho Yook Sung Jae Yoon So Hee yua shinkawa Yuina Kuroshima Yuki Furukawa Yuki Izumisawa Yuki Yamada Yuko Oshima Yuta Hiraoka Yuya Yagira

Drama / Movie

A Story of Yonosuke Age of Youth Age of Youth 2 amachan Anikoma Anohana Ao Haru Ride April Fools Arbitratily Fond At Cafe 6 Beppin-San Biscuit Teacher and Star Candy Bittersweet Blindly in Love Boku Dake ga Inai Machi Boku no Ita Jikan Bubblegum Cafe Waiting Love Chihayafuru Crybaby Pierrot's Wedding Daily Lives of High School Boys Dating DNA Departures Eien no Zero Evergreen Love Father is Strange Fleet of Time Forever Young Frankenstein no Koi From Five to Nine Gegege no Nyobo Gochisousan God Gift Gomen Aishiteru Good Morning Call Goon Ju Hana and Alice Her Love Boils Bathwater Himitsu no Akko Chan Hirunaka no Ryuusei Hiyokko Honey and Clover Hot Road Hyouka I Love You in Tokyo I Want to Eat Your Pancreas Isshukan Friend Itakiss LIT Itakiss LIT S2 Itakiss Movie Kahogo no Kahoko Kidnap Tour Kiki Delivery Service Kimi no Na Wa Kingyo Club Kiss Me Thailand Koe no Katachi Koinaka Linda Linda Linda Love Letter Lucky Romance Ma Boy Man From The Stars March Comes in Like a Lion Mare May Who? My Husband Can Not Work My Little Sweet Pea My Old Classmate Nagi no Asukara Nodame Cantabile Oboreru Knife Omotesando On The Wings of Love One Million Yen Girl One Week Friends Operation Love Ore Monogatari Our Little Sister Our Times Pinocchio Princess Hours Thailand Rage Rainbow Song ReLIFE Reply 1988 Romance Full of Life Sakurada Reset Sannin No Papa she was pretty Shigatsu wa Kimi no Uso Sing Salmon Sing Solanin Sound of Your Heart Splish Splash Love Ssam My Way Strobe Edge Sukina Hito ga Iru Koto Teiichi no Kuni The 100th Love The Anthem of the Heart The Best Hit The Great Passage The Left Ear The World of Us Today's Kira-kun Toki wo Kakeru Shojo Tokyo Tarareba Girls Tomorrow Cantabile Tonari no Kaibutsu-kun Toto Nee Chan Twenty Years Old Twilight Saya in Sasara Under the Hawthorn Tree Wakamonotachi Warotenka We All Cry Differently What A Wonderful Family Yellow Elephant Youth Over Flowers

Blog Archive

Recent Comments

Random Posts