Saturday, 17 June 2017

[Sinopsis] Princess Hours Thailand Episode 14 - Part 2


=========================================================


Sinopsis Princess Hours Thailand Episode 14 - Part 2

Khaning kelelahan dan ketiduran dengan naskah didagunya.
Inn melihat hal itu dan sengaja menjatuhkan Naskah Khaning dan membuat Khaning terjatuh, melihat Inn, Khaning bangkit dan memperbaiki wajahnya, ia kesal karena Inn datang menggodanya lagi.
Inn berkata kalau ia pikir Khaning cukup rajin latihan, kenapa malah ketiduran. Khaning membuat alasan, ia tidur dengan naskahnya supaya naskahnya bisa meresap ke dalam otaknya. Inn tertawa, ia berkata jika Khaning melakukan ini, maka sepanjang hidup Khaning tidak akan bisa menghafal naskahnya. Khaning jadi kesal menatap Inn.

 
Inn mengatakan ia akan membantu Khaning latihan. Mendengar itu Khaning jadi bersemangat, karena ia tak percaya Inn yang dingin akan menawarkan diri membantunya. Inn mengatakan ia akan membuat Khaning terinspirasi, dan jika pertunjukan berjalan lancar, ia akan mengabulkan 1 permintaan Khaning.
Khaning agak ragu dan bertanya bagaimana kalau pertunjukannya tidak lancar. Inn terlihat usil dan mengingatkan Khaning kejadian saat mereka pertama kali bertemu, saat Khaning menyemburkan air ke wajahnya, ia akan melakukan hal yang sama.
Khaning jadi tidak percaya diri, karena ia pasti tidak akan melakukannya dengan baik. Inn menatap Khaning dan mendekatkan wajahnya, ia mengulurkan tangannya untuk salaman sebagai tanda kesepakatan, tapi Khaning diam saja.
Inn akhirnya memutuskan pergi, tapi Khaning menahannya dan akhirnya meraih tangan Khaning, ia setuju dengan kesepakatan itu.

Dan dimulailah sesi latihan untuk pertunjukan, Inn mengajari Khaning untuk berakting dan menghafal naskahnya.
Khaning melakukannya cuup baik, karena ia bersemangat Inn mengajarinya, Tapi kalau adegan romatins, Khaning masih kaku HAHAHAHHAHA.
Saat Khaning berhasil melakukannya, ia sangat bahagia dan bahkan berlari memeluk Inn. Inn awalnya cukup kaget tapi ia tersenyum menikmatinya, karena Khaning sangat manis.

Ibu Nakhun menemui Minnie dan ibu Nakhun memberikan sesuatu padanya, sebuah pisau. Ibu Nakhun mengatakan tidak ada yang lebih baik selain menjadi mimpi buruk bagi orang yang menyakiti kita.
Ibu Nakhun mengatakan kalau ini akan sedikit menyakitkan tapi cukup berarti. Minnie mengambil pisau itu dan menggenggamnya, ia penuh dendam kembali.

Hari pertunjukan. Ibu Nakhun menyambut ibu Suri dan puteri Leelawadee, serta menunjukkan tatapan menantang pada Ratu.

Inn terlihat gugup di ruang tunggu. Ibunya datang menyapa. Inn memberi salam. Ibu mengatakan pada Inn ini adalah kesempatan Inn menunjukkan hal yang Inn sukai di depan ayahnya. Ia menggenggam tangan Inn dan meminta Inn melakukan yang terbaik.
Inn mengerti.

Nakhun sendiri entah ngapain berdiri di depan poster pertunjukan dan beberapa orang datang mendekatinya, mereka fans nakhun, minta berfoto.
Lucu banged gadis itu mengatakan kalau dulu ia tim putera mahkota Inn, sekarang ia jadi tim Nakhun wkkwkwkwkw.

Akhirnya pertunjukan akan dimulai. Keluarga kerajaan menonton disana, ada keluarga Khaning juga dibelakang mereka.

Khaning dibelakang panggung sangat gugup sebelum ia masuk ke panggung. Nakhun ada disana dan memberinya semangat.
Khaning akhirnya masuk ke panggung dan penonton memberikan tepuk tangan meriah. Tapi begitu pertunjukannya mulai, Khaning malah terjatuh karena ia menginjak gaunnya sendiri. Ayah Khaning tampak malu, tapi Khaning berhasil mengatasinya dengan pura-pura menganggap itu bagian dari pertunjukkan, ia mengatakan siapa yang melempar kulit pisang disana, dan membuangnya HAHHAHAHAHA.

Khaning memulai aktingnya lagi, aku pikir dia cukup lebay sih HAHAAHAAHA.
Ia mengatakan kalau ia adalah pelayan miskin yang mencari cinta sejati. Tapi tidak ada pria yang jatuh cinta pada pelayan sepertinya. Ia tertarik dengan istana dan berlari ke arah istana dan memeluk dinding memanggil pangeran, beberapa penonton menganggap itu bagus, beberapa menganggap itu boring HAHHAHAHAHAHA.

Setelah bagian perkenalan puteri selesai, sekarang giliran putera mahkota Inn.
Disini pangeran menemui ayahnya dan membicarakan impiannya, bahwa impiannya adalah ingin pergi ke berbagai tempat, tapi ayahnya malah mengurungnya di istana untuk menikah. Ini persis seperti Inn dan Raja, dimana Raja dalam pementasan ini mengatakan kalau ia tidak memaksa pangeran, tapi itu adalah tugasnya sebagai pangeran.
Pangeran mengatakan lalu apa yang harus ia pilih, tugasnya atau impiannya?
Ayahnya mengatakan ada banyak jenis impian, membuat keluarga yang bahagia, membahagiakan rakyat dan lain sebagainya.
Saat itu Inn menatap mata Raja sangat lama, Raja juga tidak mengalihkan pandangannya, yang lain khawatir karena Inn tidak membaca naskahnya. Raja dalam drama ini memberi kode pada Inn dan Inn mulai bicara, kalau itu adalah impian ayahnya. Dan ia meninggalkan panggung.
Yang lain bertepuk tangan.

Lalu adegan pertemuan pangeran dan puteri, dipesta dansa. Keduanya saling jatuh cinta disana.
Inn dan Khaning melakukannya dengan baik, mereka berdua berdansa dan saling menatap mata masing-masing tanpa mengalihkan pandangan.
Adegan ini makin romantis dan sepertinya Inn sudah tidak berakting lagi saat ia akan mencium Khaning, Inn meletakkan hidungnya di hidung Khaning dan akan kissu aaawwwwwwwwwwwwwwww, Inn terbawa suasana, untung Khaning masih ingat adegannya dan menghindar.
puteri mengatakan ini sudah tengah malam dan ia harus pergi, pangeran menahannya tapi dia harus pergi dan meninggalkan sepatunya disana.
Keduanya berpisah, Pangeran mengambil sepatu KHaning dan mengatakan ia pasti akan menemukan gadis itu.

Dan begitulah, adegan dimana pangeran akhirnya menemukan gadis yang cocok dengan sepatu itu.
Pangeran senang karena ia akhirnya menemukan pemilik sepatu itu. Ia meminta gadis itu jangan meninggalkannya lagi. Dulu aku punya sebuah impian, untuk terbang jauh dari tempat ini. Tapi sekarang, mimpiku sudah berubah, Kau adalah impianku. Hanya bersama denganmu, aku tidak menginginkan hal lain.
Khaning dan Inn saling menatap ke mata masing-masing. Khaning bertanya, apakah kau yakin?
Pangeran tersenyum dan mengatakan kalau ia yakin, sejak dulu aku merasa bersalah padamu, aku tidak ingin membuatmu susah atau bingung, perasaaanku sepenuhnya adalah untukmu, sangat jelas sekali dan sederhana dan akan lebih kuat lagi mulai dari sekarang.
* aku nggak tahu ya ini ada di naskah atau tidak, tapi sangat jelas kalau ini adalah perasaan sebenarnya Inn pada Khaning.

Inn menyentuh wajah Khaning, Jika di dunia ini hanya ada kita berdua, hanya ada 3 kata yang bisa aku katakan padamu, Aku mencintimu. Aku mencintaimu.
Khaning tersentuh. IA menatap mata tulus Inn.
Masuk ke adegan terakhir dimana pangeran akan mencium sang puteri dan kelopak mawar beterbangan diantara mereka.
Tentu saja kita nggak melihat kissu mereka karena ketutupan badan mereka HHAHAHAAHHAA.
Tapi semua penonton puas dengan pementasan ini. Happy ending.

Sampai tiba-tiba sebuah bayangan muncul di belakang. Minnie memasuki panggung membuat semuanya terkejut.
Minnie memanggil Inn dan Inn dan Khaning menoleh.
Minnie menggunakan pisau pemberian ibu Nakhun untuk mengiris pergelangan tangannya.
Semuanya terkejut.
Minnie pingsan, Inn berlari menolongnya, Khaning shock.

-The End-

Komentar:

MAKJANG BOOOOOO!!!!!
Gile aja itu si minnie mouse, udah nggak bisa ngedapetin si Inn, tujuan terakhirnya adalah menjadi mimpi buruk bagi Inn dan sengaja bunuh diri disana, ZZzzzzz, supaya dia nggak dilupakan.
Bego banged, mau mau aja dibodohin sama ibunya Nakhun. Apa untungnya coba bagi dia, yang bakalan menderita ya tetap dia, udah sakit, Inn nggak akan kembali padanya, orang-orang juga jadi menganggap dia lebih rendah. Kata orang cinta itu buta, tapi nggak segitunya juga kali.
Percuma punya wajah cantik -__-
Sebel banged sama si Minnie ini. Karakternya makjang banged.

Aku suka adegan pementasan puteri dan pangeran ini, ini sih cerita cinderella, cuma disini nggak dilihatin ibu dan saudara tirinya.
Aku suka degan Inn, dimana ia mengatakan mengenai impiannya dan ayahnya mengurungnya di istana dengan alasan kalau itu adalah tugasnya sebagai pangeran.
Tapi setelah bersama Khaning, impiannya jadi berubah perlahan. Kalau itu adalah naskah dari sutradaranya sih mantap abis ya, tapi kalau misalnya kata-kata Inn itu nggak ada di naskah, aku harap Khaning percaya dan mengerti kalau Inn mencintainya.
Tapi tetap saja Inn harus mengatakan secara langsung pada Khaning, bukan di pementasan.
Kapan gitu bisa lihat Inn jujur sama Khaning. Wanita butuh kepastian HAAHHAHAHAHAHA.

Setidaknya Khaning tidak tergoda dengan kebaikan Nakhun ya. BAgaimanapun Khaning tetap menyukai Inn dan ia menolak kebaikan Nakhun. Saat Khaning  mengatakan kalau Nakhun tidak punya hal melakukan itu padanya, Nakhun beneran terluka. TApi Khaning benar sih, karena dia pada kenyataannya tetap seorang puteri dan istri Inn yang adalah sepupu Nakhun. Nakhun tidak boleh melakukan itu padanya.
Setidaknya di episode ini perasaan Inn sudah mulai kukuh pada Khaning, aku suka saat ia meninggalkan Minnie yang menangis HAHAHAHAHAHAHAHA, akhirnya Inn menolak juga, selama ini ia galau banged sih jadi orang, nggak bisa milih satu.

Tapi Inn juga masih belum nenegaskan perasaannya sih, dia ngomongnya itu pake kode, jadi Khaning juga masih kelihatan ragu, karena Inn belum benar-benar mengatakan perasaannya pada Khaning. Inn memang tipe begitu sih, nggak banyak ngomong. Tapi Khaning ini tipenya kalau nggak diomongin dia nggak akan mengerti. Ya meski dengan tindakan dia kebawa perasaan sih, tapi tetep aja kalau nggak dengan kata-kata yang jelas, ya Khaning juga nggak akan mengerti. Intinya butuh kejelasan sih wkwkwkkw.

BTW dua adegan diatas kok di episode ini aku nggak liat ya? Apakah mereka nge-cut adegan itu?
Aku tebak sih adegan gambar 1 itu sebelum pertunjukan, Nakhun memberi semangat pada Khaning dan seperti biasa, Inn cemburu. Sayang banged di cut.
Adegan Nakhun memeluk Khaning ini sepertinya saat pementasan deh, jadi setelah Minnie bunuh diri, semuanya panik, Khaning mungkin masih shock di panggung dan Nakhun memeluknya. Padahal ini adegan yang bisa dibilang wow buat team Nakhun, sayang sekali di cut huhuhuhuhuhuhu.
KAyaknya banyak adegan yang di cut ya, ingat ga adegan berkuda itu ada banyak stills-nya, awalnya aku pikir bakalan ada adegan berkuda lagi, tapi kok makin kesini makin ragu, karena sepertinya nggak ada ruang buat berkuda lagi wkwwkwkkwkw.

Di akhir episode 13 kemarin aku sudah mengatakan aku akan terlambat membuat sinopsis, tapi ternyata masih aja banyak yang nanya ya hahahhahaha. Aku nggak balas sama sekali karena aku sudah mengingatkan sebelumnya. Makasi buat yang bersabar^^
Kita sama-sama penasaran kok gimana kelanjutannya, suer kalau bisa minggu depan sekalian episode 16-20 aja biar jangan penasaran lagi HAHAHAHHAHAHA.

Share:

3 comments:

  1. mnurut aku kalimat romantis tu dri inn deh. .soalnya ada klmat aku tidak ingin membuatmu susah atau sejak dulu aku merasa bersalah padamu dn mmbuatmu bingung, perasaaanku sepenuhnya adalah untukmu, sangat jelas sekali dan sederhana dan akan lebih kuat lagi mulai dari sekarang.
    emangnya dlm crita cindrella sjk kpn pngrn buat cindrella susah..
    klau nyatanya kan slma ini si inn yg bkin khaning susah,bngung sama tingkh nya yg plin plan n prsaannya kpd minnie...

    tpi sdih juga krna psti si khaning ad rsa brslh juga sama si minnie dn psti inn + perhtian sama minnie....

    smngt kak nulis sinopnyA

    ReplyDelete
  2. Ini udah mau episode akhir ya...hiks..hiks..harusnya 25 episode spt korean version....
    Btw...thanks ya airin sinopsisnya....

    ReplyDelete
  3. Seruan baca sinopsisnya daripada liat filmnya hehe. Aku mah suka aga2 gimana gt sm drakor yg dibikin versi lainnya

    ReplyDelete

Translate

Follow by Email

NOTE:

DILARANG RE-UPLOAD / COPY PASTE TULISAN DI BLOG INI!

JIKA INGIN SHARE, CUKUP LINK KE POSTINGANNYA SAJA, BUKAN ISINYA!


Follow Clover Blossoms on Twitter

[Trivia] Japanese Movie Recommendations List

Karena ada banyak yang menanyakan rekomendasi untuk J-Movie, jadi aku memutuskan untuk membuat list rekomendasi Japanese Movi...

Recent Posts

Recent Posts Widget

Popular Posts This Week

Actor / Actress

Airi Matsui Anna Ishii Aoi Miyazaki Aoi Wakana Aom Sushar Araki Yuko Bebe Tanchanok Chen Duling Chiba Yudai Choi Ara Dori Sakurada Eikura Nana Eita Fukushi Sota Fuma Kikuchi Fumi Nikaido Gao Zhi Ting Go Kyung Pyo Gong Yoo Gou Ayano Han Seung Yeon Han Yeri Hana Sugisaki Haruka Fukuhara Haruma Miura Haruna Kawaguchi Hashimoto Ai Hashimoto Kanna Hayato Isomura Hikari Mitsushima Hirano Sho Hiroki Narimiya Hirose Alice Hirose Suzu Honoka Yahagi Horii Arata Hu Yi Tian Hwang Jung Eum Hyeri Inoue Mao Ishihara Satomi Jang Se Hyun Jeon Ji Hyun Ji Soo Ji Woo Joo Won Jun Shison Jung Ryu Won Jung So Min Kamiki Ryunosuke Kasumi Arimura kawakami juria Kei Tanaka Kengo Kora Kentaro Kento Hayashi Kento Nagayama Kim Go Eun Kim Ji Won Kim So Hyun Kim Soo Hyun Kim Tae Ri Kim Woo Bin Kim Yoo Bin Kim Yoo Jung Kim Yoo Mi Kitamura Takumi Komatsu Nana Kubota Sayu Kudo Asuka L Lee Bo Young Lee Chung Ah Lee Dong Hwi Lee Dong Wook Lee Gi Kwang Lee Jong Suk Lee Joon Lee Soo Hyuk Lee Yoo Jin Mackenyu Mahiro Takasugi Maika Yamamoto Maki Horikita Marie Itoyo Masahiro Higashide Masaki Suda Masataka Kubota Mayu Matsuoka Mei Nagano Mikako Tabe Mike D angelo Min Do Hee Minami Hamabe Mirai Moriyama Mirai Shida mirai suzuki Mitsuki Takahata Miwa Miyu Yoshimoto Moe Arai Mone Kamishiraishi Nadine Lustre Nagasawa Masami Nao Nijiro Murakami Nounen Rena Osamu Mukai Park Bo Gum Park Eun Bin Park Hae Jin Park Seo Joon Park Shin Hye Pattie Ungsumalynn Phan Pagniez Reina Visa Rina Kawaei Ryo Ryusei Ryo Yoshizawa Ryoma Takeuchi Ryota Katayose Ryu Hwa Young Ryu Jun Yeol Sakaguchi Kentaro Sakuma Yui Sakurako Ohara Sato Kanta Satoshi Tsumabuki Seo Hyun Jin Seto Koji Shen Yue Shim Eun Kyung Shimon Okura Shin Hyun Soo Shirota Yuu Shohei Miura Shono Hayama Shuhei Nomura Shunya Shiraishi sometani shota Son Seung Won Song Ha Yoon Sun Woong Suzuki Ryohei Suzy Taishi Nakagawa Takanori Iwata Takeru Sato Takuya Kusakawa Tao Phiangphor Tasuku Emoto Tori Matsuzaka Tsubasa Honda Tsuchiya Tao Yamazaki Kento Yamoto Yuma Yoo In Na Yoo Seung Ho Yook Sung Jae Yoon Park Yoon So Hee Yoshine Kyoko Yosuke Sugino Yu Aoi yua shinkawa Yui Aragaki Yuina Kuroshima Yuki Furukawa Yuki Izumisawa Yuki Yamada Yuko Oshima Yuna Taira Yuriko Yoshitaka Yuta Hiraoka Yuya Matsushita Yuya Yagira

Drama / Movie

A Love So Beautiful A Story of Yonosuke Age of Youth 2 Always Sunset on Third Street Anikoma Anohana Anone Ao Haru Ride Arbitratily Fond Asa ga Kita Ashi Girl At Cafe 6 Beppin-San Biscuit Teacher and Star Candy Bittersweet Boku Dake ga Inai Machi Boku no Ita Jikan Boukyaku no Sachiko Bubblegum Cafe Waiting Love Carnation Chia Dan Chihayafuru Crybaby Pierrot's Wedding Crying Out Love in the Center of the World Daily Lives of High School Boys Dating DNA Departures Eulachacha Waikiki Evergreen Love Father is Strange Fleet of Time Forever Young Frankenstein no Koi From Five to Nine Gakko no Kaidan Gegege no Nyobo Gochisousan God Gift Good Morning Call Good Morning Call 2 Goon Ju Hana and Alice Hana Nochi Hare Hanako to Anne Hanbun Aoi Haruchika Hirunaka no Ryuusei Hirune Hime Hiyokko Honey and Clover Hot Road Hyouka I Love You in Tokyo I Want to Eat Your Pancreas If We Were A Season Itakiss LIT Itakiss LIT S2 Itakiss Movie Kahogo no Kahoko Kaze no Haruka Kidnap Tour Kiki Delivery Service Kimi no Na Wa Kingyo Club Kiss Me Thailand Koe no Katachi Koinaka Kuragehime Linda Linda Linda Little Forest Love Letter Lucky Romance Ma Boy Man From The Stars March Comes in Like a Lion Mare Massan May Who? Moriyamachu Driving School My Huckleberry Friends My Husband Can Not Work My Little Sweet Pea My Old Classmate Nagi no Asukara Narratage Natsuzora Nodame Cantabile Oboreru Knife Ohisama Omotesando On The Wings of Love One Million Yen Girl One Week Friends Operation Love Orange Orange Days Ore Monogatari Our Little Sister Our Times Pinocchio Princess Hours Thailand Rage Rainbow Song ReLIFE Reply 1988 Romance Full of Life Sannin No Papa she was pretty Shigatsu wa Kimi no Uso Sing Salmon Sing Solanin Sound of Your Heart Splish Splash Love Ssam My Way Strobe Edge Sukina Hito ga Iru Koto Teiichi no Kuni The 100th Love The Anthem of the Heart The Best Hit The Great Passage The Left Ear The Woodsman and The Rain The World of Us Today's Kira-kun Todome no Kiss Toki wo Kakeru Shojo Tokyo Tarareba Girls Tomorrow Cantabile Tonari no Kaibutsu-kun Toto Nee Chan Twenty Years Old Twilight Saya in Sasara Under the Hawthorn Tree Wakamonotachi Warotenka We All Cry Differently What A Wonderful Family While You Were Sleeping Wise Prison Life Wood Job Yellow Elephant Yesterday Once More Your Lie in April Youth Over Flowers

Blog Archive

Recent Comments

Random Posts