Friday, 4 August 2017

[Sinopsis] Kahogo no Kahoko Episode 2


Sub Kahogo no Kahoko rilis 2 minggu setelah episodenya tayang, ternyata lumayan lama juga ya, soalnya sub episode 2 rilis pas episode 4 tayang. Syukur juga sih ada yang ngambil proyek sub drama ini, karena sempat khawatir kok nggak ada yang tertarik, padahal dramanya lumayan bikin baper Hehehhehehe.
Kahoko imut banged, Mugino Hajime yang awalnya aku panggil Hajime, sekarang jadi Mugino aja, Mugi Mugi, nggak bisa menolak permintaan kalau udah ditatap dengan tatapan maut Kahoko HAHAHAHHA.


Sinopsis Overprotected Kahoko Episode 2

Kembali ke Kahogo no Kahoko, kali ini di episode 2 kembali di awali dengan narasi dari ayah Kahoko yang menceritakan mengenai keluarganya.
IStrinya terlalu menyayangi anaknya, tapi istrinya sangat tegas padanya. Istrinya mempunyai area dimana kalau ia ada di area itu, maka istrinya seolah-olah bertindak sebagai pemimpin keluarga, dengan rasa percaya diri yang tinggi. Tapi kalau keluar dari areanya, istrinya akan menjadi sangat kalem, pendiam, suaranya kecil dan penurut.
Sementara puterinya yang membuat ia khawatir, karena terlalu dimanjakan, puterinya yang manis tidak bisa mengurus diri sendiri, bahkan memilih baju yang akan dikenakan pun adalah ibunya. Itu membuat ayah khawatir karena puterinya sudah 22 tahun dan akan memasuki masyarakat tapi belum ada perusahaan yang menerimanya bekerja. TApi ayahnya sangat lemah pada tatapan sang puteri dan ujung-ujungnya sang ayah tidak bisa menasehati puterinya atau istrinya.

HAri itu, Kahoko, ibu dan ayah berangkat bekerja mereka membahas mengenai kejadian kemarin dimana untuk pertama kalinya Kahoko tidak pulang ke rumah dan saat pulang KAhoko mengatakan ia ingin mempunyai pekerjaan yang membuat orang lain bahagia. Kahoko mengatakan pada ayahnya itu karena dia melihat lukisan Mugino-kun (Hajime Mugino) dan lukisan itu membuatnya bahagia. Ia pikir ia jadi ingin mempunyai pekerjaan yang memberikan kesan seperti itu, membuat orang lain bahagia. Ibu masih bersikeras ingin Kahoko berlatih jadi ibu rumah tangga yang baik tapi Kahoko kelihatan tidak setuju, karena Mugino mengatakan pekerjaan seperti itu sama sekali tidak bagus. Ibu jadi bingung.
Kahoko menceritakan kejadian kemarin saat Mugino mengatakan padanya kalau ia hanya takut terjun ke masyarakat dan tidak percaya diri, tidak mau keluar dari istana nyamannya.
Ibu yang mendengar hal itu jadi marah dan mulai menjelekkan Mugino, mencurigainya kalau Mugino jangan-jangan sedang melakukan bisnis palsu atau menyebarkan agama baru HAHAHAHHAHAHAH.

Ia kemudian bertanya pada kahoko bagaimana cara Kahoko mencari pekerjaan yang membuat orang lain bahagia itu, pekerjaan itu adalah pekerjaan bagus, tapi pasti sulit ditemukan. Kahoko mengatakan ia merasa kalau ia bisa menemukannya, sesuatu yang hanya Kahoko bisa melakukannya. Ia kemudian mendapat ide untuk mengunjungi perusahaan ayahnya, melihat bagaimana ayahnya bekerja. Ayah sih oke-oke aja dan Kahoko juga berfikir mengunjungi tempat paman-pamannya bekerja, untuk menemukan referensi.
Ibu setuju, tapi ia ingin ikut menemani Kahoko LOL. Ia tak bisa membiarkan Kahoko pergi sendirian. Ayah sih kelihatan tak setuju tapi dia tidak bisa mengatakan apa-apa HAHAHHAHAHAHA.

Dan begitulah keesokan harinya, Kahoko dan ibu mengunjungi perusahaan ayahnya untuk melihat bagaimana pekerjaan ayahnya. Ayah sudah meminta izin pada atasannya dan atasannya cukup kagum karena jarang sekali ada anak yang tertarik melihat pekerjaan ayahnya. Apalagi Kahoko sangatlah imut.
Ayahnya menceritakan mengenai pekerjaannya tapi Kahoko menunjukkan wajah datar, kalau ia sama sekali tidak mengerti mengenai pekerjaan itu, intinya dia tidak cocok bekerja disana.
Ia dan ibu pergi ke tempat kerja pamannya, seorang polisi, tapi mereka merasa Kahoko tidak cocok dibidang pekerjaan itu. Mereka juga mengunjungi paman Kahoko yang bekerja sebagai perawat, mereka juga merasa KAhoko tidak cocok bekerja disana.
Ibu dan KAhoko kemudian mengunjungi rumah kakek dan nenek (dari ayah) untuk bertanya-tanya. Disana Kahoko mendapat sedikit pencerahakan kalau Kahoko tidak boleh berfikir ingin menjadi ibu rumah tangga saja, karena pekerjaan ibu rumah tangga sangatlah sulit.
Ujung-ujungnya Kahoko kehilangan semangat lagi, ia tak tahu pekerjaan apa yang cocok untuknya. Bibinya mengatakan kalau Kahoko tidak perlu buru-buru memikirkannya, nanti Kahoko juga akan menemukannya dengan sendirinya.

Pada akhirnya, Kahoko mengunjungi Mugino yang membuat pria itu shock karena KAhoko tanpa suara muncul di pintu tempat ia biasa melukis. Saat itu Mugino sedang mencoba melukis lagi tapi ia merasa hasilnya tidak memuaskan, ia kemudian melihat lukisannya dimana ia menggambar wajah Kahoko dan mengingat bagaimana Kahoko memujinya dan mengatakan padanya kalau ia pasti bisa menjadi pelukis ternama, tapi Mugino tak mengerti apa bagusnya lukisan itu.
KAhoko datang untuk mengucapkan terima kasih karena sudah mengantarnya pulang malam itu, meski ia tak ingat detail bagaimana ia bisa sampai ke rumah.
Mugino sedang menyiapkan karyanya untuk mencoba mengikuti kompetisi berikutnya, KAhoko menunjukkan wajah kalau lukisan Mugino jelek tapi ia tetap mencoba memujinya mengatakan Mugino pasti bisa selevel Picasso. Khoko ini lucu banged, dia nggak bisa menyembunyikan wajahnya kalau ia memikirkan sesuatu, wajahnya berubah seiring moodnya, jadi langsung ketebak. LOL.
Kemudian Kahoko tertarik dengan lukisan Munch The Scream dan berfikir kalau itu lukisan orang yang berteriak tapi Mugino menjelaskan kalau itu sebenarnya seseorang yang menutup telinganya, karena ada teriakan mengerikan disekitarnya.
KAhoko kemudian bertanya kenapa Mugino ingin menjadi pelukis dan Mugino mengatakan itu karena ia suka melukis dan karena ada seseorang yang mengatakan kalau ia akan menjadi the best artist suatu hari nanti.
Kahoko bingung dan bertanya siapa?
Mugino shock karena KAhoko tidak ingat kata-katanya semalam HAHAHAHAHA. Cieeeeeeh, Mugi Mugi nih ya XD

Mugino bertanya kenapa Kahoko menanyakan hal itu dan Kahoko menjawab kalau ia sedang mencari pekerjaan yang bisa membuat orang bahagia seperti Mugino. Ia sudah mengunjungi tempat kerja keluarganya tapi ia belum mendapatkan petunjuk, Bibinya mengatakan padanya kalau ia butuh kualifikasi untuk melakukannya.
Mugino tidak setuju karena  menurutnya kualifikasi adalah sesuatu yang baru bisa di dapatkan kalau kita sudah memutuskan apa yang harus kita lakukan. KAhoko sama sekali tidak mengerti, melihat wajah Kahoko, Mugino sudah tahu kalau Kahoko bingung HAHAHHAHAHA. KAhoko menunjukkan wajah depresinya dan Mugino mencoba menghiburnya dengan mengatakan kalau Kahoko pasti punya sesuatu yang bisa dilakukan, KAhoko bersemangat lagi da bertanya kira-kira apa itu. Mugino kesal karena itu adalah sesuatu yang harus dipikirkan oleh KAhoko sendiri HAHAHAHHAHA. Kahoko sedih lagi, Mugino menyuruhnya jangan menunjukkan wajah seperti anjing kecil yang diabaikan dan KAhoko mulai tersenyum tapi Mugino tahu Kahoko memaksakan diri tersenyum, jadinya terlihat menyeramkan HAHAHAHAHA. Kahoko kemudian membuat wajah depresi lagi.
MUgino jadi kesal dan akhirnya mengerti, ia memberikan saran pada KAhoko untuk mencoba membaca sebuah buku mengenai pekerjaan yang biasanya dibaca anak usia 13 tahun. Menurutnya buku itu mudah dimengerti untuk orang seperti Kahoko. Kahoko tiba-tiba jadi bersemangat lagi dan langsung meninggalkan Mugino HAHAHAHHAA.
Kahoko berlari secepat kilat ke toko buku untuk membeli buku itu.

Malam harinya, Kahoko asik membaca buku dengan serius. Ayah cukup kagum karena jarang banged KAhoko membaca buku. Ibu yang sedang menyetrika juga awalnya bingung karena Kahoko membeli buku, padahal Kahoko benci membaca.
KAhoko sedang menelusuri berbagai pekerjaan dan bertanya-tanya pekerjaan apa yang cocok untuknya, kalau ia menemukan satu, ia akan berteriak pada ibunya meminta pendapat.
KAhoko bertanya mengenai pekerjaan pramugari, ibunya mengatakan KAhoko punya senyuman manis, jadi ia pikir cocok, tapi sayangnya Kahoko tidak bagus dalam bahasa Inggris.
KAhoko jadi tak bersemangat lagi dan kembali membaca, memikirkan berbagai macam pekejaan, pattisier, guru TK, guru, astronot, tukang bangunan, bahkan biksu.
IA mendapatkan ide bagaimana dengan perangkai bunga dan ibu mengatakan itu pekerjaan bagus, tapi KAhoko kan alergi bunga HAHHAHAHAHAHA.
PAda akhirnya Kahoko tidak menemukan pekerjaan yang cocok dengannya, ibu menyuruhnya makan dulu dan berhenti membaca, ia kembali menyarakan agar Kahoko latihan jadi ibu rumah tangga saja, tapi Kahoko tidak setuju karena nenek mengatakan Kahoko tidak boleh menjadi ibu rumah tangga saja, karena itu pekerjaan yang sulit.

Tiba-tiba ada telpon masuk dan ibu tidak mengenal nomornya, jadi ia meminta ayah menjawabnya. Rupanya itu dari adik ibu  Kahoko yang menelpon dari tempat kerjanya, karena ia tidak mau buang-buang pulsa, ia harus hemat demi menyekolahkan anaknya Ito-chan ke luar negeri untuk menjadi cellist pro.
IA menelpon untuk mengajak keluarga Kahoko melihat kompetisi Ito akhir pekan nanti. Ibu kelihatan tidak terlalu tertarik tapi ia tidak bisa menolak.
KAlau aku lihat sih, ibu Kahoko ini merasa minder karena Ito-chan kelihatan begitu yakin akan impiannya sementara Kahoko sedang kesulitan mencari pekerjaan.

Keesokan harinya, Kahoko mengunjungi Ito-chan dan melihat Ito latihan dari kaca pintu, ia kaget karena Ito kelihatan kesulitan bermain cello, tangannya terluka.
Kahoko sangat khawatir, ia langsung masuk dan menanyakan keadaan Ito. Ito mengatakan kalau ia baik-baik saja, cidera seperti itu biasa bagi pemain cello. Tapi Kahoko tetap khawatir.
Ito meminta Kahoko merahasiakan hal ini dari anggota keluarga lainnya. Kahoko mengerti.
Kahoko datang untuk menanyakan kenapa Ito memutuskan bermain cello dan Ito mengatakan kalau ia memang menyukai musik sejak kecil, tapi saat SD ia mendengar permainan cello seseorang, ia tersentuh dan gemetar, saat itulah ia merasa ia menemukan apa yang ia ingin lakukan. Ia mengatakan ia sangat menyukai cello, asalkan ia mempunyai cello, ia akan baik-baik saja, bahkan jika semua orang menghilang.
Kahoko tersenyum mendengar hal itu, dan bertanya-tanya apakah ia akan menemukan sesuatu seperti itu juga. Ito mengatakan ia yakin kalau Kahoko akan menemukannya.
Kahoko merasa lega setelah bicara dengan Ito, tapi ia tetap khawatir dengan cidera Ito.

Hari kompetisi cello, seluruh keluarga datang mendukung Ito. Semuanya menyemangati Ito. Kahoko sendiri merasa tidak tenang kalau menyimpan rahasia, pikirannya kelihatan tidak ada disana, tapi ia sudah janji kalau ia tidak boleh mengatakan pada keluarga.
Setelah Ito masuk ke ruang tunggu, KAhoko masih kahwatir, ia ragu apakah ia harus menemui Ito atau  ikut keluarga ke tempat duduk penonton. Ia sangat ragu-ragu di pintu, masuk atau tidak dan ternyata Mugino melihat Ito dan menyapanya.
Mugino terkejut karena Kahoko mengenali seorang gadis kelihatan inteligent seperti Ito, ia bahkan mengatakan kalau Ito adalah tipe idelanya HAHAHHAHAHA.
Kahoko tidak terlalu mendengarkan Mugino karena pikirannya ada pada Ito, well, meskipun KAhoko mengatakan kalau Ito adalah sepupunya.
Kahoko bertanya kenapa Mugino ada disana dan Mugino mengatakan kalau ia sedang kerja sambilan disana.
Kahoko kembali tidak peduli dan mulai bergerak ragu akan masuk atau tidak, ia bingung sendiri dan Mugino juga bingung dengan tingkah Kahoko, ia bahkan menirukan KAhoko, tapi belum sempat mereka mengobrol, Mugino dipanggil oleh bosnya dan meninggalkan Kahoko.

Ito ada di ruang tunggu sedang latihan dan pemain yang lain mengatakan padanay untuk tidak perlu terlalu berusaha karena pemenangnya sudah ditentukan. Ito terkejut, yang lain mengatakan mereka mendengar gosip kalau salah satu kepala juri adalah kenalan si gadis dan sudah dipastikan dia akan memenangkan kompetisi ini.

Kahoko akhirnya masuk dan duduk di samping ibunya, ia tidak tenang sama sekali, ia terus melakukan gerakan aneh sehingga ibunya pikir Kahoko kebelet pengen ke toilet HAHAAHAHA.
Akhirnya giliran tampil Ito, Ito memainkan cello-nya dengan sangat baik dan semuanya terpesona, hanya sampai tiba-tiba tangannya sakit dan ia tak bisa meneruskan permainan, membuat semuanya shock.

Ito pingsan dan dibawa ke rumah sakit. seluruh keluarga khawatir dan tidak tahu apa yang harus mereka lakukan. Kahoko masih dalam posisi kebelet ke toilet, karena ia tak tahan menyimpan rahasia.
Orang tua Ito kembali dari ruangan dokter dan mengatakan Ito baik-baik saja, tapi kemungkinan besar Ito tak akan bisa bermain cello lagi dan membuat seluruh anggota keluarga shock. Ibu Ito menangis mengatakan kalau ia selama ini tidak menyadari kalau anaknya memaksakan diri, hal ini membuat KAhoko sebagai satu-satunya yang mengetahui makin merasa tidak tenang.
Dalam situasi itu, Ibu Kahoko satu-satunya yang tidak panik dan ia mulai membagi tugas semua orang, apa yang harus mereka lakukan di hadapan Ito. Tapi untuk hari ini ada baiknya mereka meninggalkan Ito sendirian.

Dan begitulah mereka pulang ke rumah untuk hari itu. TApi memang tidak bisa dipungkiri kalau ibu Kahoko malah kelihatan excited akan sesuatu, mungkin karena berfikir Ito ternyata tak sesempurna yang ia pikirkan? (Aku ga mau mikir jelek kalau ibu Kahoko senang Ito terluka, tapi kelihatan emang begitu sih).
Kahoko sendiri hatinya semakin berat, nafasnya tak tenang, karena menyimpan rahasia itu. KAwaii banged si Kahoko.
Di rumah, saat makan malam, mereka menonton video masa kecil KAhoko dan Ito, Kahoko dan Ito saat kecil sangat sangat manis, mereka berdua sangatlah akrab. Kahoko makin merasa bersalah dan akhirnya ia mengakui pada ibunya kalau sebenarnya ia mengetahui mengenai cidera di lengan Ito, yang membuat ibu terkejut. Kahoko tidak tahu apa yang harus ia lakukan.
Ibu malah mengatakan padanya untuk tetap merahasiakan itu, karena nggak ada gunanya juga kalau Kahoko mengaku sekarang, toh Ito tidak akan kembali seperti semula.
Ayah benar-benar ingin mengatakan sesuatu tapi ujung-ujungnya ia malah berkhayal mengatakan hal baik pada istri dan anaknya LOL. Ini bapak kenapa kagak berani sih XD

Keesokan harinya di kampus, Kahoko makan bareng Mugino dan ia menceritakan mengenai hal itu, ia tak tahu apa yang harus ia lakukan untuk membuat Ito ceria. Mugino menyuruh Kahoko mencari online dan Kahoko mengatakan ia sudah melakukannya, mencari bagaimana cara simpani pada orang yang kesusahan, atau bagaimana cara menghadapi kesulitan. Mugino bertanya apa jawabannya dan Kahoko mengatakan mereka menulis pergi liburan atau melakukan sesuatu yang disukai.
Mugino tertawa, jadi hanya hal seperti itu yang muncul? Apa yang benar-benar ingin kau ketahui mengenai kehidupan, tidak bisa kau temukan di internet. Itulah maksudnya.
Tapi Kahoko tak peduli dengan hal itu dan bertanya pada mUgino apa yang harus ia lakukan. Mugino kesal karena ia baru saja mengatakan sebuah quote yang bagus tapi KAhoko malah nggak mendengarkan HAHAHAHAHAHA.

Tapi tiba-tiba KAhoko mendapat ide yang bagus, ia mendekat ke arah Mugino dan menyuruhnya mengatakan sesuatu yang bagus pada Ito, seperti yang biasa Mugino lakukan padanya. Tentu saja mugino menolak karena ia tidak bagus dalam hal menyemangati orang lain. Kahoko menunjukkan wajah puppy-nya dan meminta Mugino jangan mengatakan hal seperti itu. Mugino jadi panik dan meminta Kahoko jangan menunjukkan wajah seperti itu padanya. Mugino bahkan memalingkan wajahnya, takut tak bisa menolak permintaan Kahoko.
Kahoko tak menyerah dan pergi ke arah satunya, menatap Mugino dengan lebih dekat lagi dengan wajah puppy-nya. Terlalu dekat, Kahoko tak peduli, ia makin mendekatkan sampai Mugino akhirnya mengatakan OK. HAHAHAHHAHAHAHAHAHAH. KAHOKO WHY YOU SO CUTE?!!!!

Mugino dan Kahoko di rumah sakit, takut Mugi kabur, Kahoko mendorongnya dari belakang, lucu bangeeeed, Mugino kok kayak sengaja gitu jadi Kahoko terus mendorongnya, meski Mugino mengatakan berhenti mendorongnya karena ia akan pergi.
Aduh ini yang berdua aku ship juga lama-lama HAHAHAHAHHAHA *tapi Mitsuki udah pacaran sama Sakaken HAHAHAHHA.
begitu sampai ke ruang rawat inap Ito, Kahoko dan Mugino bersembunyi karena keluarga sangat ramai mengunjungi Ito. Mereka menunggu sampai semuanya pulang. Mugino tidak mengerti kenapa mereka bersembunyi, Kahoko mengatakan ia tak tahu harus menunjukkan wajah apa kalau bertemu mereka.

Setelah merasa aman, keduanya mengintip kamar Ito, Kahoko meminta Mugino masuk untuk mengatakan sesuatu pada Ito. Tapi akhirnya Mugino tetap merasa ini tidak benar, ia mengatakan kalau menghibur seseorang yang sedang kesulitan bisa menimbulkan side effect, karena bisa saja kita dianggap menyebalkan. Menurut Mugino mereka harus membiarkan Ito untuk sementara dan jangan menganggunya.
Kahoko sebenarnya nggak terlalu mengerti, meski ia kahwatir tapi ia setuju dengan Mugino.

Kahoko dan Mugino kembali ke ruang seni. Mugino melanjutkan melukis sementara KAhoko mencari sesuatu di internet. Awalnya suasana tenang sampai Kahoko berteriak karena ia menemukan sesuatu, tapi kemudian ia murung lagi karena menurutnya itu tidak bagus.
Mugino sama sekali nggak bisa tenang dan bertanya apa yang sebenarnya Kahoko lakukan. Kahoko ternyata mencari website yang ada quote-nya, ia berfikir ia akan menggunakan quote itu untuk menghibur Ito.
Mugino jadi kesal lagi dan menyuruh Kahoko jangan melakukan hal seperti itu. Kahoko cemberut, bagaimana pun ia ingin melakuakan sesuatu untuk menghibur Ito.
Mugino mengatakan kalau begitu kau bisa membuatkan dia sesuatu, cake misalnya, atau sesuatu yang ia sukai.
Kahoko mengatakan kalau ia tidak pernah membuat sesuatu seperti itu, ia tak percaya diri.
Mugino mengatakan Kahoko bisa meminta mama mengajarinya.
Kahoko menjawab, kalau aku meminta bantuan mama, pada akhirnya mama akan menyelesaikan semuanya sendirian.
Mugino naik darah lagi, oke oke oke, kalau begitu buatlah sesuatu yang bisa kau buat sendiri.

Kahoko menujukkan wajah berfikirnya, ia memainkan bola matanya, mencari sesuatu yang bisa ia buat sendiri. Kahoko berfikir sangat lama jadi Mugino khawatir jangan-jangan Kahoko tak bisa membuat apapun sendirian tapi kemudian Kahoko menemukan ide.
Ia bisa membuat bangau kertas dan ia bersemangat ia akan membuat bangau kertas untuk menyemangati Ito, ia bertanya-tanya kenapa ia nggak kepikiran membuat itu, karena itu kan hal yang biasa dibuat untuk menyemangati seseorang yang sedang sakit.
Mugino mengatakan kalau membuat 1000 bangau kertas butuh waktu lama. Kahoko kemudian terdiam.
Ia mendekati Mugino dan menatap dengan tatapan 'tolong bantu aku'.
Mugino melirik dan mengerti arti tatapan itu, tentu saja ia menolak, ia harus menyelesaikan lukisannya dan ia juga punya pekerjaan paruh waktu.
Kahoko tak peduli dan terus mendekati Mugino dengan tatapan puppy-nya dan Mugino menyuruhnya berheti menatapnya seperti itu.
Tapi Kahoko tidak peduli dan terus berusaha, Akhirnya Mugino menyerah dan mengatakan ia akan membantu Kahoko dengan syarat 100 yen untuk satu bangau kertas. HAHAHHAHAHAHAAHHA.
Untuk 500 bangau, butuh 50000 yen, Mugino yakin Kahoko tak punya uang sebanyak itu. Kahoko hanya terdiam menatap Mugino. Melihat tatapan itu, Mugino yakin Kahoko tidak mau melakukannya.
Jadi ia tenang. LOL.

Malam harinya, Mugino sedang kerja sambilan dan Kahoko tiba-tiba datang berlari dengan kecepatan penuh dan menabrak pagar pembatas jalan saking bersemangatnya HAHAHAHHAHA.
Kahoko membawa kertas untuk membuat bangau dan uang 50000 yen, sesuai janji agar Mugino membantunya. Mugino tentu saja terkejut dari mana Kahoko mendapat uang sebanayak itu. Kahoko mengatakan ia mengambilnya dari tabungannya, ia selalu diberi uang tiap ia mengunjungi rumah kakek dan neneknya dan uangnya terkumpul begitu saja.
Mugino masih tidak mengerti, bagaimana kalau nanti Kahoko ingin membeli baju dan Kahoko menjawab ayahnya akan membelikan untuknya HAHAHHAHAHHAHA.
Pada akhirnya, Mugino tidak bisa menolak permintaan Kahoko.

Malam itu, Mugino membuat 500 bangau kertas, sementara 500 lagi, Kahoko membuatnya dengan melawan rasa kantuknya. Sepertinya ini pertama kalinya KAhoko begadang seumur hidupnya.

Dan begitulah, 1000 bangau kertas selesai dalam semalam, Kahoko dan Mugino membawanya ke rumah sakit.
Kahoko terlihat ngantuk berat, jadi Mugino tahu kalau Kahoko begadang sampai pagi untuk membuat itu. Kahoko lucu banged, jalan sambil tidur hampir nabrak dinding HAHAHAHAHA.
Mugino hanya mengantar Kahoko sampai pintu kamar inap Ito, dan meninggalkannya. Kahoko memanggilnya kenapa Mugino tidak masuk bersamanya. Mugino menggunakan alasan kalau karena membuat bangau itu, proyek lukisannya jadi tertunda, ia harus segera menyelesaikannya.
Kahoko mengerti dan ia meminta maaf dan berterima kasih.
Mugino lemah pada wajah Kahoko yang kelihatan tidak tahu harus melakukan apa-apa dan akhirnya ia kembali mendekati Kahoko dan memberinya sedikit nasehat, setelah memberikan bunga dan bangau kertasnya, KAhoko jangan bicara terlalu banyak dan segera pulang, ia yakin Ito sedang tidak ingin diganggu dan dikasihani. Kahoko mengerti.

Setelah Mugino pulang, Kahoko akhirnya masuk ke kamar Ito.
Ia awalnya melakukan seperti yang disuruh Mugino, masuk memberikan bunga dan bangaunya, bicara sedikit dan akan pulang. Ito meminta Kahoko jangan mengkhawatirkannya karena ia meminta Kahoko merahasiakan cideranya dari keluarga.
Ito mengatakan meski Kahoko mengatakan pada keluarga atau tidak, itu tak akan merubah semuanya. Ia mengatakan saat keluarga mengatakan ia tidak bisa bermain cello lagi, itu membuatnya ingin tertawa, itu sama seperti bertanya padanya apa yang harus ia lakukan sekarang sementara satu-satunya yang ia punya hanya cello.

Kahoko berfikir untuk menanggapi hal itu, tapi ia bingung mau mengatakan apa dan disitulah masalah dimulai, saat Kahoko tidak tahu harus bicara apa, ia mengeluarkan hasil search di internet, ternyata Kahoko sudah membuat kliping quote-quote itu dan memberikan pada Ito, kata-kata penyemangat dan apa yang harus dilakukan kalau kita kehilangan kemampuan, seperti seorang pianis yang tak bisa bermain piano dengan normal tapi bisa melakukan dengan satu tangan, atau mencoba hal lain seperti menyanyi. Tapi KAhoko yakin kalau Ito akan pulih, kakek, nenek, paman, bibi semuanya menyukai permainan Ito dan mereka ingin melihat Ito tampil lagi. Karena Ito pintar, Ito akan baik-baik saja, ia yakin keajaiban akan terjadi dan sesuatu seperti itu.
Hal itu membuat Ito sangat kesal, ia mengatakan ia tahu mengenai hal itu, makanya ia berusaha terlihat baik-baik saja, tapi ia tak suka cara KAhoko yang seolah mengguruinya.
Kahoko terkejut dan bertanya ada apa dengan Ito. Ito mengatakan kalau ini adalah dirinya yang sebenarnya. Karena kau disini aku akan mengatakan padamu, sebenarnya, aku sangat membenci keluarga kita! Ulang tahun, kelulusan, golden week, obon, kita selalu berkumpul, itu sangat menyebalkan! Aku pergi hanya karena aku akan mendapatkan uang disana,  tapi kenapa aku harus memainkan cello di hadapan orang yang tidak tahu apa-apa seperti kalian?! Dan terlebih lagi, kau, kau adalah orang yang paling aku benci! Kau tidak mempunyai kemampuan apapun, mereka selalu memanggilmu cute dan membelikanmu apapun! Seekor ikan mas yang berenang di akuarium nyaman sepertimu, tidak akan mengerti bagaimana rasa sakitku, bagaimana depresinya aku yang berenang di lautan luas! Kau bahkan membawakan benda bodoh seperti ini dan berusaha menghiburku?! PERGI! TINGGALKAN AKU!

Kahoko shock dengan apa yang baru saja ia dengar, Ito yang biasanya manis dan selalu tersenyum mengatakan kalau ia benci keluarga mereka dan membencinya. Kahoko terduduk sambil menutup telinganya, seperti lukisan The Scream Munch.
Ito sangat marah pada KAhoko dan melempar bunga serta 1000 bangau kertas yang dibawakan Kahoko, sementara KAhoko berjongkok di sudut dan masih shock.
Kahoko meninggalkan rumah sakit sambil terus menutup telinganya, kata-kata Ito, teriakan Ito terngiang-ngiang di telinganya.
Ia kembali ke apartemen malam itu, membuat ibunya khawatir karena ibu terus menunggu di stasiun tapi Kahoko tidak kelihatan. Kahoko ingin mengatakan apa yang terjadi pada ibunya, tapi pada akhirnya ia tak bisa mengatakannya.

 
Saat ia masuk ke rumah, ibu Ito ternyata disana sedang berdiskusi dengan ayah mengenai dokter yang akan merawat Ito. Ibu Kahoko mengatakan kalau Kahoko baru menjenguk Ito dan Ibu Ito senang sekali berharap Kahoko terus mengunjungi Ito. Kahoko mengerti, tapi sikapnya aneh, ia seperti kehilangan arah dan tidak tenang, ia masuk ke kamarnya dan membuat semuanay khawatir.
Kahoko kembali menutup telinganya karena suara Ito masih terngiang-ngiang di telinganya.

Tiba-tiba ia mendengar suara seseorang melempar jendelanya dengan kerikil. Kahoko terkejut dan melihat keluar.
Awwwwwwwww, Mugino ada disana dengan kereta pengantar pizza-nya, Kahoko tentu saja kaget. Mugino mengkawatirkan Kahoko, jadi sekalian lewat, ia ingin bertanya bagaimana hasil pertemuan Kahoko dan Ito.
Kahoko ingin mencoba menjelaskan tapi ia tak bisa berteriak karena akan kedengaran orang tuanya, jadi ia menyuruh Mugino menunggunya di kuil dekat rumah.

btw ini nih Munch's 'The Scream' XD
Mugino menunggu Kahoko di kuil dan melihat itu berlari dengan kecepatan tinggi ke arahnya tanpa rem LOL, kebiasaan Kahoko, jadi  Kahoko hampir menabrak Mugino.
Mugino bertanya apa Kahoko keluar diam-diam dan nggak takut dimarahi mama?
Kahoko berfikir tapi lebih penting lagi ia ingin membicarakan masalah Ito. Tapi belum sempat Kahoko bicara, suara Ito kembali muncul dan Kahoko menutup telinganya. Mugino bertanya ada apa. Kahoko membuat ekspresi seperti Munch The Scream dan Mugino berjongkok untuk melihat keadaan Kahoko.
Kahoko mengatakan ini adalah pertama kalinya. Mugino langsung mengerti, Apakah Ito mengatakan sesuatu yang kejam padamu?
Kahoko membenarkan. Mugino mencoba menenangkan KAhoko, saat seseorang kehilangan impian yang ingin mereka raih, mereka akan sangat marah jika seseorang yang carefree sepertimu mencoba menghibur mereka.
Kahoko masih tidak mengerti, tapi... kenapa anak baik seperti Ito... mengatakan hal seperti itu....
Mugino mengatakan kalau itu sama sekali tidak mengejurkan. Setiap orang mempunyai 2 wajah. Kau lah yang aneh karena tidak pernah mengalami pengalaman seperti ini. Sekarang kau mengerti akibat yang kau lakukan kan?

Kahoko masih tidak mengerti, ia mulai jalan sana sini dengan panik, kenapa suara Ito terus terngiang-ngiang di telinganya. Terlebih lagi jika sesuatu terjadi di sekolah, ia akan dengan mudah mengatakannya pada mama, tapi ia tidak bisa mengatakan hal seperti ini pada mamanya. Kalau ia mengatakannya, Mama dan bibinya pasti akan bertengkar.
Mugino mendekati Kahoko dan memegang bahunya, Ia mengatakan ia mengerti. Ia menatap Kahoko dan berkata, untuk sekarang, menangislah.
Kahoko menatap Mugino, huh?
Mugino mengatakan bagaimana Kahoko bertindak sekarang sangatlah tidak dewasa, tapi kau sama sekali tidak melakukan hal yang salah, kan? Merahasian itu dari mama bukanlah sesuatu yang salah. Itu adalah kebaikanmu. Jadi jangan menyalahkan dirimu sendiri. Sekarang kau harusnya sedang shock dan merasa terluka, jadi menangislah dan lupakan hal itu.
Kahoko terdiam. Mugino memukul dadanya sendiri dan menyuruh Kahoko menangis di dadanya, ia akan meminjamkannya pada KAhoko. Kahoko terdiam menatapnya. Mugino mengatakan kalau ia hanya bercanda tapi Kahoko sudah berjalan ke arahnya dan menjatuhkan diri di pelukan Mugino, sampai Mugino jatuh terduduk di kursi.
Dan ia masih sempat berteriak kalau ia bercanda hHAHAHAHAHHAHAHA.

Kahoko tidak peduli dan mulai menangis sekeras-kerasnya di dada Mugino, Mugino masih mencoba membuat Kahoko pulang kerumah untuk menangis HAHHAHAHAHA.
Posisi yang awkward dan Mugino tidak tahu harus bagaimana, orang-orang lewat dan menatap mereka jadi Mugino menyuruh Kahoko menangis dengan suara kecil. Lucunya, Kahoko menurut dan mencoba menangis tanpa suara tapi malah membuatnya jadi mual dan akah muntah HAHAHAHAHHAHAHAHAHA.
Akhirnya Mugino menyuruhnya menangis dengan nyaman dan Kahoko memangis lagi. Mugino hanya bisa menghela nafas menatapnya dan membelai punggung Kahoko. Ia mengatakan, mulai sekarang kalau ada sesuatu yang tidak bisa kau katakan pada mama, aku akan mendengarkanmu, oke.
AWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWW KENAPA SWEET BANGED!!! ADUH MUGI MUGI xd xd

Kahoko terus menangis dan Mugino menepuk punggung Kahoko. Kahoko tiba-tiba mengangkat wajahnya dan menatap ke mata Mugino. Mugino kali ini tidak mengerti apa arti tatapan itu.
Kahoko berkata, Mugino-kun... Cukup mengejutkan kau bisa sebaik ini.
Mugino bingung, Apa?
Kahoko bertanya, apakah ini wajah keduamu?
Kahoko mendekatkan wajahnya ke wajah Mugino. Mugino mengerutkan kening dan menghindari tatapan Kahoko, well, aku rasa kau bisa menyebutnya begitu.
Kahoko tersenyum, ah, jadi begituuuuuuuuuuuuuuuuuuuu....~
Dan Kahoko lanjut menangis di dada Mugino hHAHAHHAHAHHAHA Kali ini tangisan dengan senyuman. Mugino mencoba melepaskan diri tapi ia tak bisa LOL.

Sementara itu di rumah sakit, Ito sepertinya merasa bersalah pada Kahoko, tapi ia tetap terluka karena ia tidak bisa bermain cello lagi.
Ia menangis sendirian di ruangan yang gelap itu.

Sehabis menangis, Kahoko langsung tertidur.
Mugino menjadi korban kedua kalinya untuk mengantar Kahoko ke rumahnya, karena percuma saja membangunkan Kahoko, nggak akan bangun-bangun.
Ia berencana melakukan hal seperti sebelumnya, mengantar Kahoko ke depan pintu rumah, meletakkan Kahoko didepan pintu, menekan bel dan lari. Recana sempurna, sampai tiba-tiba pintu apartemen terbuka, ayah dan ibu Kahoko keluar, melihat puterinya ada di punggung pria yang mereka kenal. Mugino terkejut. Oh. My. God.

-The End-

Komentar:

wkkwkwkwkkwkwkwkwkkwkwkw ini drama makin makin cute!!!
Aku suka banged, drama yang paling aku nantikan setiap minggunya.
Mitsuki Takahatan itu lho, ya ampun, kok cute banged gitu!!! Gemesssssssss!!
Memang tatapannya itu, nggak ada yang bisa melepaskan diri kalau udah di tatap sama Kahoko.

Aku suka banged sama Mugino. Dia sering kesal karena kepolosan Kahoko, tapi ternyata KAhoko menjadi salah satu penyemangatnya untuk tidak berhenti melukis. Selain itu ia jadi nggak bisa membiarkan Kahoko sendirian karena KAhoko tidak tahu apa-apa.
IA juga jadi mengkhawatirkan Kahoko dan mulai membuka hatinya. Saat ia mengatakan kalau ia akan mendengarkan keluh kesah Kahoko, itu sudah lampu hijau ya, cieeeeeeeh, orang kaya Mugino akhirnya tersihir sama Kahoko. LOL.
Mereka berdua cocok banged, tapi kayaknya belum bagus kalau pacaran, hubungan seperti ini aja udah manis HAHAHAHHA, Sedikit spoiler sih episode 3 nanti Kahoko di tolak LOL
Nggak apa sih, asalkan meski ditolak mereka masih menghabiskan waktu bersama.
Cuma karena ini dorama dan bukan romance juga, aku khawatir sampai akhir hubungan mereka berdua gitu-gitu aja wkkkwkwkw.

Kahoko memang polos, nggak punya pengalaman, nggak tahu apa-apa, tapi dia baik banged. Aku penasaran wajah kedua Kahoko seperti apa ya?
Aku suka saat Mugino mengatakan manusia punya 2 wajah dan dia memang benar. Tiap orang, aku rasa memang punya dua wajah. Lihat aja diri sendiri LOL.
MUgino ini Quote-nya asik-asik nih, tapi aku nggak sempat mengumpulkan. Aku suka quote-nya mengenai 'Apa yang sebenarnya ingin kamu ketahui mengenai kehidupan tidak bisa ditemukan di internet'.
Bener banged sih, internet mungkin berisi 1001 lebih informasi, tapi tetap saja, ada hal-hal yang tidak bisa kamu temukan disana. Kita harus mengalaminya dulu baru merasakannya.

Mengenai Ito yang membenci keluarga, aku cukup shock. Sejak awal aku pikir Ito memang tidak menyukai Kahoko, menurutku wajar sih, tapi ternyata ia membenci keluarganya dalam artian, dia males banged kumpul-kumpul disetiap ada kesempatan. Apakah ada ayng begitu?
Kalau memang ada aku rasa perasaan itu dihilangkan deh. Semakin dewasa kamu, maka akan semakin sedikit waktu untuk berkumpul dengan keluarga. Coba bandingkan kamu sekarang dan saat kamu kecil, seberapa sering sih berkumpul bareng keluarga besar?
Kalau aku pribadi, memang semakin dewasa waktu berkumpul dengan keluarga besar memang semakin sangat berkurang, paling tidak itu sekali setahun ya saat lebaran.
Bahkan dengan keluarga sendiri juga begitu, sejak mulai tinggal sendiri, nggak punya banyak waktu, atau saat kamu pulang mungkin saudara yang lain nggak lengkap dan lain sebagainya.
Jadi menurut aku ya, yang masih punya banyak waktu ngumpul bareng keluarga itu harus menghargai waktu itu. Karena bisa jadi itu adalah saat terakhir menghabiskan waktu bersama. Jadi kalau ada kesempatan, jangan cari-cari alasan, apalagi yang berhubungan dengan keluarga ini.

Aku penasaran jadi apa kira-kira pekerjaan yang cocok dengan Kahoko?
Dalam drama ini, dia proses pencarian jati diri, apa yang ia inginkan dan pekerjaan apa yang sesuai dengannya.
Aku penasaran apa yang penulis pikirkan, dia mungkin sudah punya endingnya nanti.
Mugino mungkin akan berhasil dengan kompetisinya ya.
Ito mungkin akan kembali sembuh dan mulai bermain cello dari awal.
Dnn aku harap ibu Kahoko berhenti iri pada It. Atau mungkin ibunya nggak iri, cuma dia khawatirsama Kahoko, kalau Kahoko dan Ito sering bersama nanti Kahoko jadi membandingkan diri?
Dan ayah juga, tolong lebih tegas, kasian keseringan berkhayal memberikan nasehat pada keluarganya, tapi nggak bisa ngomong langsung lol.

Share:

5 comments:

  1. Huft nunggu di dramania blm muncul2 juga,untungnya nemu ep 2 nya di blog airin lumayan banget nih ngobatin rasa penasaran.

    ReplyDelete
  2. Suka bangettt,,semangat nulis sinopsisnya

    ReplyDelete
  3. Airin, nonton yg ada eng sub dimana yaa..? makasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. aq download RAW pake softsub dari mfsubs di d-addict, klo nonton onlinr mungkin di kissasian / dramacools kali y πŸ€”

      Delete
    2. makasih Airin.. udh cari di dramacool.. subs cuma ampe eps 1 yg lain msh raw

      Delete

Translate

Follow by Email

NOTE:

DILARANG RE-UPLOAD / COPY PASTE TULISAN DI BLOG INI!

JIKA INGIN SHARE, CUKUP LINK KE POSTINGANNYA SAJA, BUKAN ISINYA!


Follow Clover Blossoms on Twitter

[Trivia] Japanese Movie Recommendations List

Karena ada banyak yang menanyakan rekomendasi untuk J-Movie, jadi aku memutuskan untuk membuat list rekomendasi Japanese Movi...

Recent Posts

Recent Posts Widget

Popular Posts This Week

Actor / Actress

Airi Matsui Anna Ishii Aoi Miyazaki Aoi Wakana Aom Sushar Araki Yuko Bebe Tanchanok Chen Duling Chiba Yudai Choi Ara Dori Sakurada Eikura Nana Eita Fukushi Sota Fuma Kikuchi Fumi Nikaido Gao Zhi Ting Go Kyung Pyo Gong Yoo Gou Ayano Han Seung Yeon Han Yeri Hana Sugisaki Haruka Fukuhara Haruma Miura Haruna Kawaguchi Hashimoto Ai Hashimoto Kanna Hayato Isomura Hikari Mitsushima Hirano Sho Hiroki Narimiya Hirose Alice Hirose Suzu Honoka Yahagi Horii Arata Hu Yi Tian Hwang Jung Eum Hyeri Inoue Mao Ishihara Satomi Jang Se Hyun Jeon Ji Hyun Ji Soo Ji Woo Joo Won Jun Shison Jung Ryu Won Jung So Min Kamiki Ryunosuke Kasumi Arimura kawakami juria Kei Tanaka Kengo Kora Kentaro Kento Hayashi Kento Nagayama Kim Go Eun Kim Ji Won Kim So Hyun Kim Soo Hyun Kim Tae Ri Kim Woo Bin Kim Yoo Bin Kim Yoo Jung Kim Yoo Mi Kitamura Takumi Komatsu Nana Kubota Sayu Kudo Asuka L Lee Bo Young Lee Chung Ah Lee Dong Hwi Lee Dong Wook Lee Gi Kwang Lee Jong Suk Lee Joon Lee Soo Hyuk Lee Yoo Jin Mackenyu Mahiro Takasugi Maika Yamamoto Maki Horikita Marie Itoyo Masahiro Higashide Masaki Suda Masataka Kubota Mayu Matsuoka Mei Nagano Mikako Tabe Mike D angelo Min Do Hee Minami Hamabe Mirai Moriyama Mirai Shida mirai suzuki Mitsuki Takahata Miwa Miyu Yoshimoto Moe Arai Mone Kamishiraishi Nadine Lustre Nagasawa Masami Nao Nijiro Murakami Nounen Rena Osamu Mukai Park Bo Gum Park Eun Bin Park Hae Jin Park Seo Joon Park Shin Hye Pattie Ungsumalynn Phan Pagniez Reina Visa Rina Kawaei Ryo Ryusei Ryo Yoshizawa Ryoma Takeuchi Ryota Katayose Ryu Hwa Young Ryu Jun Yeol Sakaguchi Kentaro Sakuma Yui Sakurako Ohara Sato Kanta Satoshi Tsumabuki Seo Hyun Jin Seto Koji Shen Yue Shim Eun Kyung Shimon Okura Shin Hyun Soo Shirota Yuu Shohei Miura Shono Hayama Shuhei Nomura Shunya Shiraishi sometani shota Son Seung Won Song Ha Yoon Sun Woong Suzuki Ryohei Suzy Taishi Nakagawa Takanori Iwata Takeru Sato Takuya Kusakawa Tao Phiangphor Tasuku Emoto Tori Matsuzaka Tsubasa Honda Tsuchiya Tao Yamazaki Kento Yamoto Yuma Yoo In Na Yoo Seung Ho Yook Sung Jae Yoon Park Yoon So Hee Yoshine Kyoko Yosuke Sugino Yu Aoi yua shinkawa Yui Aragaki Yuina Kuroshima Yuki Furukawa Yuki Izumisawa Yuki Yamada Yuko Oshima Yuna Taira Yuriko Yoshitaka Yuta Hiraoka Yuya Matsushita Yuya Yagira

Drama / Movie

A Love So Beautiful A Story of Yonosuke Age of Youth 2 Always Sunset on Third Street Anikoma Anohana Anone Ao Haru Ride Arbitratily Fond Asa ga Kita Ashi Girl At Cafe 6 Beppin-San Biscuit Teacher and Star Candy Bittersweet Boku Dake ga Inai Machi Boku no Ita Jikan Boukyaku no Sachiko Bubblegum Cafe Waiting Love Carnation Chia Dan Chihayafuru Crybaby Pierrot's Wedding Crying Out Love in the Center of the World Daily Lives of High School Boys Dating DNA Departures Eulachacha Waikiki Evergreen Love Father is Strange Fleet of Time Forever Young Frankenstein no Koi From Five to Nine Gakko no Kaidan Gegege no Nyobo Gochisousan God Gift Good Morning Call Good Morning Call 2 Goon Ju Hana and Alice Hana Nochi Hare Hanako to Anne Hanbun Aoi Haruchika Hirunaka no Ryuusei Hirune Hime Hiyokko Honey and Clover Hot Road Hyouka I Love You in Tokyo I Want to Eat Your Pancreas If We Were A Season Itakiss LIT Itakiss LIT S2 Itakiss Movie Kahogo no Kahoko Kaze no Haruka Kidnap Tour Kiki Delivery Service Kimi no Na Wa Kingyo Club Kiss Me Thailand Koe no Katachi Koinaka Kuragehime Linda Linda Linda Little Forest Love Letter Lucky Romance Ma Boy Man From The Stars March Comes in Like a Lion Mare Massan May Who? Moriyamachu Driving School My Huckleberry Friends My Husband Can Not Work My Little Sweet Pea My Old Classmate Nagi no Asukara Narratage Natsuzora Nodame Cantabile Oboreru Knife Ohisama Omotesando On The Wings of Love One Million Yen Girl One Week Friends Operation Love Orange Orange Days Ore Monogatari Our Little Sister Our Times Pinocchio Princess Hours Thailand Rage Rainbow Song ReLIFE Reply 1988 Romance Full of Life Sannin No Papa she was pretty Shigatsu wa Kimi no Uso Sing Salmon Sing Solanin Sound of Your Heart Splish Splash Love Ssam My Way Strobe Edge Sukina Hito ga Iru Koto Teiichi no Kuni The 100th Love The Anthem of the Heart The Best Hit The Great Passage The Left Ear The Woodsman and The Rain The World of Us Today's Kira-kun Todome no Kiss Toki wo Kakeru Shojo Tokyo Tarareba Girls Tomorrow Cantabile Tonari no Kaibutsu-kun Toto Nee Chan Twenty Years Old Twilight Saya in Sasara Under the Hawthorn Tree Wakamonotachi Warotenka We All Cry Differently What A Wonderful Family While You Were Sleeping Wise Prison Life Wood Job Yellow Elephant Yesterday Once More Your Lie in April Youth Over Flowers

Blog Archive

Recent Comments

Random Posts