Thursday, 19 October 2017

[Sinopsis] Kahogo no Kahoko Episode 10-1 FINAL


Waaaaaaa akhirnya kita sampai pada episode terakhir. Nggak nyangka aku bisa menyelesaikan sinopsis drama ini, meski sedikit terlambat.
Mungkin karena aku memang menyukai dramanya dan jujur saja, aku selalu menantikannya, bahkan sampai hunting spoiler pas tayang. Tapi setelah episode 10 selesai, aku malah jadi sedih banged, karena nggak akan ada yang menemani rabu malam lagi (drama ini tayang tiap rabu).
Mugino dan Hajime akhirnya mengikat janji mereka, meski awalnya ibu Kahoko tetap tidak menyetujui pernikahan mereka.
Mereka berdua hidup sederhana dan bahagia.

Sinopsis Overprotected Kahoko Episode 10 FINAL

Kahoko yang biasanya tidak bisa bangun kalau tidak dibangunkan ibunya, malam itu ia tidak bisa tidur dan terbangun saat tengah malam.
Nenek yang Kahoko cintai baru saja meninggal dunia, itu sebabnya ia tak bisa tidur dengan nyenyak.
Ia melihat cincin pemberian neneknya, cincin yang diberikan mertua neneknya saat mertuanya menerima nenek secara resmi menjadi menantu keluarga mereka.
Sebelum meninggal, nenek berpesan pada Kahoko untuk hidup dengan baik, makan dengan baik, jangan melepaskan tangan orang yang mencintainya.
Kahoko terlihat pergi ke rumah neneknya dan disambut bahagia oleh kakeknya. Semua orang berkumpul di rumah nenek untuk merayakan ulang tahun Kahoko, bahkan Hajime ada disana.
Nenek seperti biasa memasakkan banyak makanan untuk mereka dan meminta Kahoko duduk.
Tapi Kahoko tahu itu hanya mimpi. Ia memohon pada neneknya untuk tidak pergi, tapi nenek perlahan menghilang.

Kahoko terbangun dari mimpinya dan ia mengecek cincin pemberian neneknya, cincin itu sudah tidak ada di tempatnya.
Kahoko terkejut dan panik, ia segera mencari kemana cincin itu, mengibas selimutnya dan mencoba mencari dibawah tempat tidur.
Tapi kemudian ia menyadari kalau cincin itu terpasang di jarinya.
Kahoko kemudian teringat kejadian semalam, saat Hajime melamarnya di ruang seni.

Kahoko bersiap pagi itu, ia keluar dari kamarnya dan melihat ayahnya memberikan obat pada ibu. Kahoko terkejut karena ibunya sakit.
Ayah mengatakan mama kelelahan karena merawat nenek, jadinya mama sakit. Ibu Kahoko kehilangan suaranya, jadi ia tak bisa bicara dan ayah menggantikannya sebagai penerjemah lol.
Ayah protes karena ibu tidak mau istirahat. Kahoko kemudian mengatakan ia akan ke rumah kakek karena ia mengkhawatirkan kakek.
Ibu ingin ikut, tapi tentu saja ia tak bisa karena ia sakit, mereka melarangnya keluar rumah dan memintanya beristirahat.

Kahoko akan pergi, tapi ia mengingat sesuatu, ia harus mengatakan pada orang tuanya.
Kahoko membahas mengenai pernikahannya dan Hajime, ibu yang tak bisa bicara berbisik pada ayah dan ayah menyampaikan kata-kata ibu dengan gaya ibu, 'Kau masih ingin membicarakan hal itu disaat seperti ini?!' Itu yang mama katakan.
Kahoko mengatakan ia mengerti akan hal itu,tapi ia pikir disaat seperti inilah ia harus menikah dengan Hajime, bersama Hajime tak peduli seberapa sulit keadaan, tetap bahagia dan kuat menghadapinya.
Ibu membisikkan sesuatu pada ayah dan ayah berfikir ibu tak seharusnya mengatakan itu. Kahoko bertanya apa yang mama katakan dan ayah menjawab kalau mama tidak akan merestui hubungan mereka sampai kapanpun. Ia akan memutuskan hubungan ibu dan anak jika Kahoko dan Hajime mendaftarkan pernikahan mereka.
Ibu benar-benar yakin dengan hal ini.

Kahoko mengerutkan keningnya , ia mengatakan meskipun ibu memutuskan hubungan ibu dan anak, ia akan tetap menikah dengan Hajime. Ia ingin sekali melakukan itu, tapi nenek tidak memperbolehkannya, jadi ia tak akan melakukannya.
Ibu lega mendengarnya. Kahoko mengatakan sampai ayah dan ibu merestui hubungan mereka, ia akan berusaha keras. Ia menunjukkan wajah menantang pada ibu dan ayahnya, ia tidak akan menyerah sampai mereka merestui.

Kahoko datang ke rumah kakeknya. Tapi rumah sepi. Kahoko memanggil kakeknya dan mencarinya kesana kemari, tapi ia tak melihat Kakek.
Kahoko mulai khawatir dan mencoba menelpon kakek. Kakek terdengar sangat terpukul dibalik telpon mengatakan kalau ia akan pergi menemui nenek ke tempat dimana ia dan nenek punya banyak kenangan bersama.
Mendengar itu Kahoko panik dan meminta kakek jangan terburu-buru melakukan sesuatu, ia khawatir kakek akan melakukan sesuatu yang menakutkan.
Tapi kakek meminta Kahoko jangan mencarinya lagi dan Kahoko makin panik.

Kahoko segera menelpon Hajime untuk melaporkan mengenai hal itu, Kahoko juga tak bisa menghubungi kakek setelah itu dan khawatir kalau kakek akan bunuh diri. Kahoko panik banged.
Hajime memintanya tenang dan mengatakan padanya untuk memberitahu keluarga yang lain, siapa tahu mereka tahu tempat yang dimaksud kakek. Ia juga meminta Kahoko menelpon paman Mamoru, siapa tahu ada laporan mengenai seseorang yang melakukan percobaan bunuh diri, jadi mereka bisa segera tahu.
Kahoko mengerti. Awww, Hajime tenang banged ya. Memang orang seperti ini yang dibutuhkan Kahoko karena KAhoko orangnya mudah panik.

Kahoko pergi ke kantor polisi dan pamannya membantunya untuk mencari tahu kalau ada laporan kecelakaan atau sebagainya.
Saat itu Ibu Ito dan Tamaki-chan juga datang dengan khawatir, mereka bertanya-tanya kemana perginya kakek. Ibu Ito juga menghubungi suaminya, kalau-kalau kakek terluka dan dibawa ke rumah sakit.
Tamaki dan Mamoru yang baru bercerai dalam posisi awkward, mereka tak bisa menatap mata masing-masing, Tamaki meminta maaf karena keluarganya memberi banyak masalah pada Mamoru.
Mamoru mengatakan Tamaki tidak perlu minta maaf mengenai hal itu dan bertanya apakah asma Tamaki kambuh selama ia tak ada, untuk jaga-jaga ia menambahkan, boleh kan aku bertanya.
Tamaki menanyakan hal yang sama apakah Mamoru belakangan minum-minum lagi.
Kahoko yang ada diantara mereka tak suka dengan suasana ini dan bertanya apakah mereka berdua yakin baik-baik saja dengan keadaan sekarang ini? IA mengatakan pesan nenek untuk tidak melepaskan tangan orang yang mereka cintai.
Tamaki memotong dan mengatakan pada Kahoko jangan memikirkan tentang mereka, karena prioritas utama sekarang adalah menemukan kakek.

Tamaki kemudian meninggalkan mereka menuju ibu Ito dan bertanya apakah ibu Ito tau dimana kira-kira tempat yang punya banyak kenangan bagi ayah dan ibu mereka.
Mereka berfikir mungkin itu tempat honeymoon atau tempat dimana mereka pertama kali bertemu. Tapi mereka berdua sama sekali tidak bisa menebak dimana tempat itu. Ujung-ujungnya mereka meminta Kahoko menghubungi ibunya, karena ibu Kahoko adalah anak tertua, mereka yakin ibu Kahoko tahu lebih banyak mengenai kakek dan nenek.
Kahoko sebenarnya ingin melakukan itu, tapi ibunya sedang sakit dan ia tak ingin membuat ibu khawatir, karena kalau ibu tahu, ibunya pasti akan langsung mencari kakek sendirian.
Ibu Ito terkejut karena ia tak tahu ibu Kahoko sakit, ia sudah terlanjur mengirim pesan pada kakaknya itu.
Kahoko terkejut mendengarnya. Dan beberapa detik kemudian, ponselnya berdering HAHAHAHHAHA.

Terdengar suara ayah yang marah, Kahoko! Kenapa kau tidak menghubungiku?!
Ayah melanjutkan, itu kata-kata mama yang sangat marah pada Kahoko. Kahoko meminta maaf, ia tak bisa memberitahu ibu karena ibu sedang tidak sehat, ia tak ingin ibu khawatir.
Ibu melalui ayah bertanya apakah Kahoko sudah menemukan kakek?
Kahoko mengatakan mereka belum menemukannya dan bertanya apakah ibu kira-kira tahu dimana kakek?
Ibu Kahoko yakin dan mengatakan hanya ada satu tempat dimana kakek dan nenek punya banyak kenangan.
Kahoko terkejut. Ibu membisikkan pada ayah dan ayah juga kaget. Ayah mengatakan tempat itu adalah rumah kakek. Tapi Kahoko yakin ia tak menemukan kakek disana.
Ibu memintanya mencari lebih teliti. Kahoko mengerti dan segera berlari meninggalkan bibi dan pamannya.
Meerka bertanya kemana Kahoko akan pergi dan Kahoko berteriak ke rumah kakek dan nenek.

Kahoko kembali mencari kakek di rumahnya, HAjime juga datang untuk membantu. Hajime lucu banged, dia mencari kakek dan mengatakan kalau dia adalah Hajime, tapi kalau kakek mau, kakek bisa memanggilnya Tamotsu (Lol. Kakek memanggil Hajime dengan Tamotsu di pertemuan pertama mereka).
Kahoko dan Hajime terus mencari kakek di semua sudut rumah, bahkan Hajime ke lantai 2 tapi ia tak berhasil menemukannya. Paman dan bibi datang kemudian dan membantu mencari juga.
Kahoko pergi ke halaman belakang mencari kakek dan tiba-tiba ia mendengarkan suara sesuatu, Kahoko curiga.
Ia mulai mengintip ke semak-semak dan terkejut melihat kakek ada disana. Kahoko lega dan agak marah juga, bertanya kenapa kakek ada disana.
Kakek sendiri balik bertanya, Kahoko... kenapa aku masih merasa kelaparan disaat seperti ini? (HAHAHAHAHAHA Kahoko banged, jadi suara tadi itu suara perut kakek XD).
Kahoko menghela nafas dan meminta kakek keluar, tapi kakek menolak, ia mengatakan ia akan disana selamanya.
Kahoko tidak mengerti.

Beberapa saat kemudian ayah dan ibu Kahoko datang, paman dan bibi juga mendekati tempat ibu. Kahoko mengatakan kakek ingin tinggal disana selamanya.
Ayah tiba-tiba berteriak, kenapa kau mengatakan hal seperti itu, papa!
semuanya terkejut dan menatap ayah Kahoko. Ayah Kahoko kemudian mengatakan kalau itu yang ingin dikatakan istrinya HAHHAHHAHAHA.
Ibu Kahoko mengangguk. Kahoko menjelaskan ibu kehilangan suaranya, jadi ayah menggantikannya bicara.
Mereka kemudian fokus kembali pada kakek yang menolak keluar, kenapa kakek disana.
Kakek mengatakan kalau ia dan nenek sering bermain petak umpet di rumah itu. Saat nenek dibully mertua dan kakak ipar, ia tidak bisa melakukan apapun untuknya, jadi ia bertanya apakah nenek menginginkan sesuatu darinya. Nenek mengatakan ia ingin bermain petak umpet bersama kakek.
Kahoko bertanya apakah karena disini kakek biasanya sembunyi?
Kakek mengatakan tak peduli berapa kali ia memanggil nenek, nenek tidak keluar. Nenek tetap disana, ditempatnya sekarang dan menangis. Nenek mengatakan ia tak akan keluar dari sana selamanya. Dan kakek saat itu akan mengatakan kalau mereka berdua akan bersama selamanya, menatap langit dan meninggal bersama-sama.
Kahoko terkejut mendengarnya.
Kakek kemudian menatap langit dan mulai menangis, Tapi kau malah meninggalkan aku sendirian, Hatsuyooooo! Jika dia tidak bersama denganku, ini mungkin tidak akan pernah terjadi padanya.
Kakek terus menangis dan menangis. Yang lain ikut bersedih.

Kahoko kelihatan tidak menyukai hal itu dan mulai marah pada kakek, kalau itu sama sekali tidak benar.
Ia masuk ke dalam semak itu  dan berjongkok disamping kakek. Ia mengatakan ia bicara pada nenek sampai nafas terakhir nenek dan nenek membicarakan banyak hal padanya. Nenek mengatakan padanya kenapa nenek menyukai kakek.
Nenek mengatakan kalau kakek tidak akan mengerti bagaimana perasaannya pada kakek, ia berfikir mengenai perpisahan berkali-kali, tapi nenek punya lebih banyak kenangan membahagiakan bersama kakek. Berkali-kali lipat dari pada pikiran mengenai perpisahan itu.
Kahoko menceritakan salah satu contohnya, saat nenek sedang menyiram tanaman, ia ragu apakah ia bisa membesarkan anak dengan baik, kakek datang dan menyiramnya dengan air, lalu mereka berdua bermain air bersama-sama. Saat musim gugur, mereka membersihkan taman, kakek juga akan menyiramkan daun kering dan mereka bermain lempar daun.
Nenek mengatakan setiap kali ia bersama kakek, ia bahagia dan tidak memikirkan mengenai masalahnya, masalahnya itu langsung lenyap karena kebahagian, jika ia bersama kakek.
Jadi Kahoko ingin kakek kembali seperti dahulu, selalu bersemangat mengambil foto atau membaca puisi jika keluarga berkumpul.

Kakek masih sedih dan Kahoko mengelus punggung kakek. Ibu Kahoko melalui ayah juga setuju. Tamaki mengatakan kalau ia yakin nenek juga berharap kakek tidak murung. Ibu Ito juga mengatakan hal yang sama, ia ingin kakek kembali seperti yang dulu.
Kakek berfikir sejenak dan ia berdiri. Ia mengerti dan mengajak semuanya untuk mengambil foto bersama. Kahoko dan yang lain senang mendengarnya.

Dan begitulah mereka semuanya berkumpul untuk mengambil foto bersama. Hajime mengatakan ia bisa mengambil foto untuk mereka agar kakek bisa berfoto bersama. Tapi kakek menolak, menurutnya Tamotsu harus masuk dalam foto itu.
Ayah Kahoko berdiri dan menawarkan mengambil foto, tapi Hajime mengatakan ia akan mengambilnya, ayah duduk saja, ia memanggil ayah Kahoko dengan panggilan 'ayah' dan ayah Kahoko mengingatkan Hajime untuk tidak memanggilnya ayah, karena ia belum merestui mereka HAHHAAHAHAHHA.
Tiba-tiba paman Mamoru datang dan menawarkan diri untuk mengambil foto mereka. Kahoko senang sekali melihat paman Mamoru datang. Paman juga bersyukur karena kakek sudah ditemukan.
Kakek meminta maaf pada Mamoru karena sudah membuatnya kahwatir. Kakek kemudian meminta Mamoru untuk ikut berfoto bersama mereka, tapi Mamoru menolak mengatakan kalau dia bukan bagian dari keluarga lagi.
Kahoko tidak menyukai itu dan meminta pamannya jangan mengatakan hal seperti itu. Kahoko juga bertanya pada Tamaki-chan, ia yakin bibinya juga tidak baik-baik saja dengan perpisahan ini.
Tapi Tamaki memalingkan wajahnya.

Kahoko mengatakan kalau mereka berdua meragukan apakah mereka orang baik atau tidak, tapi fokus pada hal negatif hanya merupakan bagian dari manusia normal.  Dan lagi, ia pikir usaha keduanya untuk menjadi orang baik adalah hal yang terpuji. Karena itu... uhmm.... uhm...
Kahoko ingin melanjutkan kata-katanya, tapi ia bingung apa yang akan ia katakan selanjutnya dan malah mengatakan Hajime akan melanjutkan setelah ini.
Hajime tentu saja terkejut karena tiba-tiba. Tapi Kahoko memohon agar Hajime mengatakan sesuatu, karena ia sendiri tidak baik dalam mengatakan hal baik dalam situasi seperti ini.
Hajime akhirnya tidak punya pilihan lain dan mengatakan, Apa yang ingin Kahoko katakan adalah tidak mungkin dalam hidup ini terjadi hal-hal baik selamanya, jadi daripada meragukan masa lalu atau mengkhawatirkan masa depan, bukankah lebih baik untuk hidup menjadi orang penuh cinta hari ini dan percaya pada diri sendiri?
Semuanya terdiam.

Kahoko menatap Hajime dengan senyuman puas, sambil mengangguk-angguk.
Hajime protes, ada apa dengan wajahmu itu yang terlihat seperti seorang istri yang memuji suaminya 'kau melakukannya dengan baik'?!
Kahoko berkata, belakangan aku menyadari sesuatu, setiap kali kau mengatakan sesuatu yang baik, kau akan menunjukkan wajah 'bagaimana kata-kataku tadi, hah?'  (Intinya wajah ingin dipuji? hehhehehhehe).
Tiba-tiba Hajime dan Kahoko malah larut dalam dunia mereka berdua, tak peduli kalau yang lain disana melihat mereka berdua HAHAHAA. Aku pikir bakalan ada yang protes 'kalian berdua ngapain' tapi ternyata nggak ada HAHAHAHA, aku sedikit kecewa.

Kahoko kemudian melanjutkan kalau Hajime pernah mengatakan bersumpah dalam sakit maupun sehat, karena itu ia pikir paman dan bibinya yang mengalami masalah seperti sekarang ini seharusnya tidak berpisah karena hal itu. JIka mereka berdua masih ingin bersama, seharusnya mereka tetap bersama.
Ia mendorong paman untuk duduk disamping Tamaki-chan dan mengatakan kalau mereka berdua kelihatan bagus bersama-sama, bahkan hari ini pakaian mereka sama-sama biru. Tamaki dan Mamoru saling pandang.
Yang lain diam saja menatap keduanya. Kahoko benar-benar berharap mereka berdua akan baikan lagi.
Mamoru tiba-tiba menangis dan Tamaki bertanya kenapa ia menangis.
Mamoru mengatakan ia tak mengerti dirinya sama sekali, tapi sejak ia menyerahkan surat cerai itu, saat ia memikirkan mereka semua, saat ia berfikir kalau mereka bukan lagi keluarga, itu membuatnya menjadi sedih dan kesepian. Kau tahu, Tama-chan, kebiasaan minumku dan kebiasaanmu mencuri di toko, bukankah kau pikir kalau kedua itu yang akan membuat kita selalu bertengkar, karena kita tak bisa menghentikannya? Kalau memang begitu, seperti yang Kahoko dan Hajime katakan, Bukankah kita seharusnya mencoba percaya bahwa akan ada banyak hal-hal baik yang akan datang pada kita selama kita tetap hidup bersama? Apa yang ingin aku katakan adalah, aku ingin selalu bersamamu dan semua orang disini juga!

 
Tamaki terharu mendengarnya, ia menggenggam tangan Mamoru dan mengangguk setuju, ia mengatakan mereka berdua akan menjadi role model untuk Hajime dan Kahoko, mereka akan membuktikan kalau mereka berdua tak akan mudah dipisahkan meski keadaan sesulit apapun.
Pada akhirnya, Mamoru dan Tamaki berbaikan lagi, Kahoko dan yang lain senang sekali.
Kakek kemudian bersemangat untuk mengambil foto semuanya dan mereka bersiap, tapi tiba-tiba Kahoko mengatakan kalau mereka belum boleh melakukannya.
Kakek bertanya kenapa?
Kahoko baru menyadari kalau Ito tidak ada disana. Ayah dan ibu Ito berterima kasih karena Kahoko mengingat Ito. Mereka mengatakan apapun yang terjadi mereka akan membawa Ito kembali. Karena itu mereka meminta kakek menunda pengambilan foto keluarga.
Kakek mengerti. Semuanya juga setuju. Ibu yang biasanya keras bahkan hari ini setuju. Ia dan Kahoko saling pandang dan tersenyum.

Ito sendiri hari itu membawa cello-nya ke toko alat musik, ia akan menjualnya.
Tiba-tiba Kahoko dan Hajime datang dan mengatakan kalau mereka tidaka akan menjual cello itu. Kahoko bahkan mencurinya dan berlari membawa Cello yang tingginya hampir setinggi badannya itu. Pokoknya lucu banged, cello itu gede dan mitsuki kecil hehhehhehe.
Kahoko kabur, Ito mengejarnya. Pada akhirnya Ito bisa menyusulnya dan Kahoko terus berusaha mempertahankan cello itu, Ito tidak boleh menjualnya. tapi Ito mengatakan kalau cello itu adalah miliknya, jadi terserah dia mau menjaulnya atau tidak.
Mereka berdua rebutan cello saat Hajime datang dan mencoba menenangkan mereka, tapi cello itu malah mengenai dagu HAjime dan ia terjatuh ke tanah HAHAHAHA, kayaknya sakit banged.

Kahoko dan Ito masih berebut cello itu dan Kahoko mengatakan kalau Ito memang mau menjualnya maka ia akan membelinya, 1 juta? 2 juta? 3 juta yen? dia tak masalah, dia punya uang sebanyak itu, kalau Ito minta lebih dia bisa meminjam uang.
Ito benar-benar tak mengerti kenapa Kahoko mau membelinya karena KAhoko sendiri tak bisa bermain cello. Kahoko mengatakan ia akan menyimpannya dan kalau Ito membutuhkannya nanti ia akan menjualnya lagi atau ia akan memberikannya secara percuma.
Ito jadi kesal kenapa Kahoko selalu ikut campur urusannya dan Kahoko mengatakan itu karena mereka adalah keluarga.
Ito mengingatkan ia tak pernah menganggap Ito keluarganya dan Kahoko mengatakan ia tak peduli karena ia akan terus menganggap Ito keluarga, tak peduli seberapa besar Ito membencinya ia akan terus melindungi Ito. Karena ia sudah berjanji pada nenek.
Ito mengatakan Kahoko sangat bodoh dan Kahoko mengakuinya, karena itu ia ingin bertengkar dengan Ito ketika mereka sedang merasa buruk, seperti ibunya, ibu Ito dan Tamaki. Karena sama sepertinya, Ito tidak punya saudara.
Ito terdiam.

Hajime yang sakit dagunya sudah sembuh bangkit dan mengatakan setelah ia menjadi bagian dari keluarga mereka, ia juga akan tetap berisik seperti Kahoko. Karena ia menyukai Ito yang bermain cello.
IA sendiri menyadari apa yang ingin ia lukis belakangan ini setelah bertahun-tahun memikirkannya, itu karena Kahoko mengatakan lukisannya membuat orang bahagia, ia juga ingin membuat lukisan yang membuat orang lain bahagia.
Ia yakin Ito juga bisa membuat orang lain bahagia dengan musiknya, bahkan lebih bahagia dari apa yang ia lakukan. Karena itu ia juga tak bisa membiarkan Ito melepaskan mimpinya seperti ini. Jangan membuang apa yang ia sukai.
Ito terdiam mendengarkan keduanya. Kahoko memberikan cello itu kembali pada Ito.

Kahoko dan Hajime pulang berdua, ia bertanya-tanya apakah Ito akan baik-baik saja.
Hajime mengatakan Ito sudah berjanji tidak akan menjual cellonya, yang bisa mereka lakukan sekarang adalah percaya pada Ito.
Kahoko mengerti. Hajime mengatakan sekarang saatnya mereka memikirkan masalah mereka berdua. Ia pikir ia akan meminta izin sekali lagi pada orang tua Kahoko untuk meminta restu, meskipun ia sangat nervous.
Kahoko mengatakan mereka belum bisa melakukan itu. Hajime terkejut, kenapa?
Kahoko mengatakan ada satu lagi yang harus ia lakukan.

Kahoko dan HAjime pergi ke rumah kakek dan nenek Kahoko dari pihak ayah, ia penasaran bagaimana dengan rencana bibinya untuk membuat tempat penitipan anak.
Kakek dan nenek terlihat sangat kelelahan karena bibi terlalu bersemangat mengenai hal itu dan tidak membiarkan mereka istirahat. Ia sudah mengumpulkan berbagai hal dan mengatakan pada Kahoko kalau mendapatkan izin dan sertifikat pelatihan sepertinya tidak akan sulit.
Bibi berterimakasih pada ayah dan ibunya karena sudah melahirkan dan membesarkannya dengan penuh cinta dan itu membuat nenek dan kakek menangis karena ini pertama kalinya anak perempuannya begitu.
Kahoko kemudian bertanya apa yang akan bibi lakukan selanjutnya, mengenai pegawai dan juga tentu saja biaya, mengingat bibi juga masih punya hutang masalah yang dulu. Bibi mengatakan pada Kahoko untuk tidak mengkhawatirkan hal itu, karena ia akan memikirkan solusinya nanti.
Tapi Kahoko mengatakan orang yang bilang 'aku akan memikirkannya nanti/I'll figure something out for that' adalah jawaban orang yang tidak punya solusi.
Kakek akan mengatakan kalau ia akan memikirkannya besok, tapi ia sadar ia tak boleh mengatakan besok dan besok lagi.
Kahoko tersenyum karena kakeknya tidak kembali seperti dahulu dan mengatakan kalau ia punya 2 permintaan.

Permintaan pertama adalah Kahoko ingin mereka menggunakan uang simpananya untuk membayar hutang. Ia mengeluarkan buku tabungannya. Bibi terkejut dan ia bersemangat tapi nenek tentu saja menolak, mereka tak bisa menggunakan uang cucu mereka.
Kahoko mengatakan tidak apa-apa, karena ia tidak pernah menggunakan uang itu. Selain itu ini berhubungan dengan permintaannya yang kedua.
Permintaan kedua Kahoko adalah ia ingin bekerja bersama mereka, ia akan bekerja keras untuk memperoleh sertifikat merawat anak.
Ia bertanya pada Hajime apakah ia bisa melakukannya, dan tentu saja Hajime setuju.
Kahoko senang mendengarnya.

Kahoko kemudian berterima kasih dan berdiri disamping Hajime, dan mengatakan kalau ia akan menikah dengan Hajime, jadi ia ingin mereka memberi restu.
Kakek, nenek dan bibi bahagia mendengarnya. Mereka langsung memberi restu pada Kahoko dan meminta Hajime menjaga Kahoko dengan baik.
Kakek kemudian menanyakan mengenai pesta pernikahan, tapi Kahoko dan Hajime saling pandang. Kahoko mengatakan mereka belum memikirkan hal itu dan Hajime menambahkan kalau mereka hanya akan mendaftarkan pernikahan.
Kakek dan nenek mengatakan itu tidak baik, karena ini adalah event sekali seumur hidup, mereka harus mengadakan pesta.
Kahoko dan Hajime sebenarnya ingin melakukannya, tapi mereka belum mendapatkan restu ayah dan ibu. Kakek mengatakan kalau begitu mereka harus cepat-cepat mendapatkan izin orang tua Kahoko. Selagi mereka minta izin, keluarga kakek akan melakukan sesuatu mengenai pesta pernikahan itu.
Tiba-tiba mereka bertiga jadi bersemangat karena mereka akan semakin sibuk.
Hajime dan Kahoko saling pandang, sekarang tinggal masalah mereka berdua, mereka harus segera mendapatkan restu ayah dan ibu.

Hajime dan Kahoko menemui orang tua Kahoko.
Ibu masih menggunakan masker dan menatap dengan tajam. Sementara Kahoko ingin mengatakan sesuatu tapi ia tak bisa mengatakannya, mulutnya mangap mangap dan ayah berkomentar kalau mulut Kahoko seperti ikan mas yang minta makan HAHHAHAHAHA.
Kahoko menatap Hajime dan keduanya sama-sama mengangguk, untuk mulai bicara. Kahoko bicara pada ayah dan ibunya mengenai ia yang akan mengambil lisensi child care untuk bekerja di penitipan anak (sebenarnya bukan penitipan anak sih, susah menjelaskannya, intinya tempat yang akan dibangun itu merangkap sebagai panti asukan, perawatan anak, sekolah semacam TK / PAUD gitu) milik bibinya. sebagaimana ayah dan ibunya yang melindunginya sampai sekarang, ia juga ingin melakukan hal yang sama untuk anak-anak lain. Ia pernah mengatakan kalau ia ingin bekerja untuk membuat orang lain bahagia, dan ia sudah menemukan apa yang ingin ia lakukan. Ia meminta ayah dan ibunya memberi izin untuk mengambil pekerjaan ini.
Ayah menatap ibu tapi ibu diam tak bereaksi, jadi ayah menjawab kalau ia mengizinkan jika itu yang Kahoko inginkan.

Kemudian Kahoko masuk ke topik kedua, yaitu mengenai pernikahan, ia dan Hajime berencana mendaftarkan pernikahan mereka rabu depan.
Ayah cukup kaget karena keduanya terkesan sangt buru-buru.
Kahoko mengatakan kalau Hajime juga setuju saat ia mengatakan ia ingin pernikahan di daftarkan pada hari itu. Tapi mereka tidak berencana mengadakan pesta pernikahan. Saat ia meminta restu kakek, kakek mengatakan Kahoko harus melakukan pesta pernikahan. Saat ia mengatakan mereka tidak punya waktu mempersiapkan, menyewa tempat dan lain sebagainya, paman Mamoru mengatakan mereka bisa mengadakannya di gereja dekat panti asuhan tempat Hajime dirawat dulu.
Tamaki-chan juga bersemangat untuk mengurus dress dan Ibu Ito bersemangat mengenai wedding cake. Semuanya bersemangat mengenai pernikahan mereka dan pada akhirnya semua rencana selesai dalam 1 pembicaraan.
Ayah kemudian bertanya dimana mereka akan tinggal setelah menikah dan KAhoko menjawab kakek menawarkan untuk tinggal bersamanya. Kahoko juga ingin melakukan itu, ia ingin menjaga kakek dan rumah itu sebagaimana nenek melakukannya.
Ibu terkejut mendengarnya. Kahoko kemudian meminta restu ayah dna ibunya untuk menikah dengan Hajime. Mereka berdua membungkuk.

Ayah menghela nafas, ia menatap ibu dan ibu masih tidak ada reaksi, akhirnya ia mulai bicara, ia akan setuju kalau mama juga setuju. Ia mengatakan kalau ini mungkin terdengar kejam, tapi ia tidak ingin hubungan ibu dan anak putus hanya karena pernikahan mereka.
Kahoko mengerti dan bertanya pada ibu. Ayah ingin mengatakan sesuatu pada ibu tapi tiba-tiba ibu malah menyela dan membuat Kahoko kaget, ternyata mama sudah sembuh dari sakitnya.
Ibu tentu saja menolak pernikahan ini. Ia jelas mengatakan jika Kahoko ingin menikah dengan Hajime maka hubungan mereka akan putus.
Kahoko tahu ibu pernah mengatakan itu dan tentu saja ia tak mau melakukannya. Ibu mengerti dan ia juga tidak ingin melakukannya. Ia kemudian bertanya pada Hajime, Bagaimana denganmu? Kau adalah seseorang yang pandai bicara dan selalu mengatakan hal-hal yang menarik (karena itu Hajime Attractive), meski kalian berdua menikah, bukankah kau hanya akan membuat wanita lain terpesona? Dan aku dengar kau ingin melebihi Picasso, Apakah itu artinya kau juga ingin mempunyai banyak kekasih lebih dari Picasso?
Hajime tentu saja tidak mengerti, Kahoko sendiri juga bingung dengan arah pembicaraan ini.
Ibu melanjutkan kalau ia sudah mencari tahu kalau Picasso itu mempunyai banyak wanita.

Hajime membenarkan masalah picasso, tapi dalam kasusnya, meskipun ia terlihat begini, ia sama sekali tidak populer diantara wanita.
Kahoko membenarkan kalau Hajime tidak populer + tidak bagus dalam hal percintaan.
Hajime sedikit tersinggung dan mengatakan mendengar itu dari Kahoko melukai perasaannya HAHHAHAHAHAHA. (Well, Kahoko bener sih, Hajime ga bagus dalam hal-hal romantis wkkwkkwkw).
Ibu kemudian melanjutkan, ia bertanya apakah Hajime yakin bisa membuat Kahoko bahagia, lebih dari apa yang ia lakukan untuk Kahoko? Ibu mengatakan sangat sulit baginya mendapatkan Kahoko, ia harus melalui banyak treatment hingga akhirnya ia bisa hamil dan melahiran Kahoko. Itu sebabnya jika ia melihat Kahoko diperlakukan dengan tidak baik, ia tak bisa diam saja. Bagi Hajime, jika ia dan Kahoko bercerai, Kahoko hanya akan menjadi orang asing baginya, tapi bagi ibu, dia adalah orang yang akan bertanggungjawab seumur hidup untuk Kahoko.
Ibu bertanya pada HAjime apa yang Hajime bisa lakukan untuk Kahoko? Hal yang bisa kau lakukan padanya hanyalah mencintainya, bukan?

Hajime terdiam. Ia tidak bisa menjawabnya, ia menunduk.
Kahoko terdiam, ia menatap ibunya dan Hajime.
Hajime kemudian mulai bicara, sekarang ini... aku sangat ketakutan sampai aku berfikir untuk kabur dari sini. Tapi, aku tidak akan melakukannya.  Karena aku tidak ingin berpisah dengan Kahoko-san. Karena aku ingin menjadi keluarga bersama Kahoko-san.
Semuanya terkejut, mereka menatap Hajime.
Hajime melanjutkan, Aku akan terus berada disisinya tak peduli hal apa yang akan datang, Aku tidak akan pernah melepaskan tangannya. Sampai aku mendapatkan restu ibu suatu hari nanti, aku akan bekerja keras.
Hajime kemudian menggenggam tangan Kahoko. Ibu menatap kesungguhan Hajime. Ia kemudian menunduk dan menghela nafas. Ia menyuruh mereka melakukan apa yang mereka suka.
Ibu meninggalkan tempat itu dan masuk ke kamarnya. Ayah khawatir dan mengejarnya. Hajime dan Kahoko saling pandang.

Share:

0 comments:

Post a Comment

Translate

Follow by Email

NOTE:

DILARANG RE-UPLOAD / COPY PASTE TULISAN DI BLOG INI!

JIKA INGIN SHARE, CUKUP LINK KE POSTINGANNYA SAJA, BUKAN ISINYA!


Follow Clover Blossoms on Twitter

[Trivia] Japanese Movie Recommendations List

Karena ada banyak yang menanyakan rekomendasi untuk J-Movie, jadi aku memutuskan untuk membuat list rekomendasi Japanese Movi...

Recent Posts

Recent Posts Widget

Popular Posts This Week

Actor / Actress

Airi Matsui Anna Ishii Aoi Miyazaki Aoi Wakana Aom Sushar Araki Yuko Bebe Tanchanok Chen Duling Chiba Yudai Choi Ara Dori Sakurada Eikura Nana Eita Fukushi Sota Fuma Kikuchi Fumi Nikaido Gao Zhi Ting Go Kyung Pyo Gong Yoo Gou Ayano Han Seung Yeon Han Yeri Hana Sugisaki Haruka Fukuhara Haruma Miura Haruna Kawaguchi Hashimoto Ai Hashimoto Kanna Hayato Isomura Hikari Mitsushima Hirano Sho Hiroki Narimiya Hirose Alice Hirose Suzu Honoka Yahagi Horii Arata Hu Yi Tian Hwang Jung Eum Hyeri Inoue Mao Ishihara Satomi Jang Se Hyun Jeon Ji Hyun Ji Soo Ji Woo Joo Won Jun Shison Jung Ryu Won Jung So Min Kamiki Ryunosuke Kasumi Arimura kawakami juria Kei Tanaka Kengo Kora Kentaro Kento Hayashi Kento Nagayama Kim Go Eun Kim Ji Won Kim So Hyun Kim Soo Hyun Kim Tae Ri Kim Woo Bin Kim Yoo Bin Kim Yoo Jung Kim Yoo Mi Kitamura Takumi Komatsu Nana Kubota Sayu Kudo Asuka L Lee Bo Young Lee Chung Ah Lee Dong Hwi Lee Dong Wook Lee Gi Kwang Lee Jong Suk Lee Joon Lee Soo Hyuk Lee Yoo Jin Mackenyu Mahiro Takasugi Maika Yamamoto Maki Horikita Marie Itoyo Masahiro Higashide Masaki Suda Masataka Kubota Mayu Matsuoka Mei Nagano Mikako Tabe Mike D angelo Min Do Hee Minami Hamabe Mirai Moriyama Mirai Shida mirai suzuki Mitsuki Takahata Miwa Miyu Yoshimoto Moe Arai Mone Kamishiraishi Nadine Lustre Nagasawa Masami Nao Nijiro Murakami Nounen Rena Osamu Mukai Park Bo Gum Park Eun Bin Park Hae Jin Park Seo Joon Park Shin Hye Pattie Ungsumalynn Phan Pagniez Reina Visa Rina Kawaei Ryo Ryusei Ryo Yoshizawa Ryoma Takeuchi Ryota Katayose Ryu Hwa Young Ryu Jun Yeol Sakaguchi Kentaro Sakuma Yui Sakurako Ohara Sato Kanta Satoshi Tsumabuki Seo Hyun Jin Seto Koji Shen Yue Shim Eun Kyung Shimon Okura Shin Hyun Soo Shirota Yuu Shohei Miura Shono Hayama Shuhei Nomura Shunya Shiraishi sometani shota Son Seung Won Song Ha Yoon Sun Woong Suzuki Ryohei Suzy Taishi Nakagawa Takanori Iwata Takeru Sato Takuya Kusakawa Tao Phiangphor Tasuku Emoto Tori Matsuzaka Tsubasa Honda Tsuchiya Tao Yamazaki Kento Yamoto Yuma Yoo In Na Yoo Seung Ho Yook Sung Jae Yoon Park Yoon So Hee Yoshine Kyoko Yosuke Sugino Yu Aoi yua shinkawa Yui Aragaki Yuina Kuroshima Yuki Furukawa Yuki Izumisawa Yuki Yamada Yuko Oshima Yuna Taira Yuriko Yoshitaka Yuta Hiraoka Yuya Matsushita Yuya Yagira

Drama / Movie

A Love So Beautiful A Story of Yonosuke Age of Youth 2 Always Sunset on Third Street Anikoma Anohana Anone Ao Haru Ride Arbitratily Fond Asa ga Kita Ashi Girl At Cafe 6 Beppin-San Biscuit Teacher and Star Candy Bittersweet Boku Dake ga Inai Machi Boku no Ita Jikan Boukyaku no Sachiko Bubblegum Cafe Waiting Love Carnation Chia Dan Chihayafuru Crybaby Pierrot's Wedding Crying Out Love in the Center of the World Daily Lives of High School Boys Dating DNA Departures Eulachacha Waikiki Evergreen Love Father is Strange Fleet of Time Forever Young Frankenstein no Koi From Five to Nine Gakko no Kaidan Gegege no Nyobo Gochisousan God Gift Good Morning Call Good Morning Call 2 Goon Ju Hana and Alice Hana Nochi Hare Hanako to Anne Hanbun Aoi Haruchika Hirunaka no Ryuusei Hirune Hime Hiyokko Honey and Clover Hot Road Hyouka I Love You in Tokyo I Want to Eat Your Pancreas If We Were A Season Itakiss LIT Itakiss LIT S2 Itakiss Movie Kahogo no Kahoko Kaze no Haruka Kidnap Tour Kiki Delivery Service Kimi no Na Wa Kingyo Club Kiss Me Thailand Koe no Katachi Koinaka Kuragehime Linda Linda Linda Little Forest Love Letter Lucky Romance Ma Boy Man From The Stars March Comes in Like a Lion Mare Massan May Who? Moriyamachu Driving School My Huckleberry Friends My Husband Can Not Work My Little Sweet Pea My Old Classmate Nagi no Asukara Narratage Natsuzora Nodame Cantabile Oboreru Knife Ohisama Omotesando On The Wings of Love One Million Yen Girl One Week Friends Operation Love Orange Orange Days Ore Monogatari Our Little Sister Our Times Pinocchio Princess Hours Thailand Rage Rainbow Song ReLIFE Reply 1988 Romance Full of Life Sannin No Papa she was pretty Shigatsu wa Kimi no Uso Sing Salmon Sing Solanin Sound of Your Heart Splish Splash Love Ssam My Way Strobe Edge Sukina Hito ga Iru Koto Teiichi no Kuni The 100th Love The Anthem of the Heart The Best Hit The Great Passage The Left Ear The Woodsman and The Rain The World of Us Today's Kira-kun Todome no Kiss Toki wo Kakeru Shojo Tokyo Tarareba Girls Tomorrow Cantabile Tonari no Kaibutsu-kun Toto Nee Chan Twenty Years Old Twilight Saya in Sasara Under the Hawthorn Tree Wakamonotachi Warotenka We All Cry Differently What A Wonderful Family While You Were Sleeping Wise Prison Life Wood Job Yellow Elephant Yesterday Once More Your Lie in April Youth Over Flowers

Blog Archive

Recent Comments

Random Posts