Thursday, 30 November 2017

[Sinopsis] Good Morning Call - Our Campus Days Episode 3


Episode 3 kali ini aku benar-benar jatuh hati sama Natsume Shu, ya ampuuuuun 😆
Gawat nih belakangan kena 2nd lead male mulu, ga drama ini, ga drama itu, kenapa 2nd lead menggoda ya HAHAHAHAHAHA
Tapi tetep sih lead male masih bikin baper, cuma bawaannya pengen female lead jadian sama 2nd lead aja lol. Suka liat Natsume Shu mencoba menyangka perasaannya pada Nao, hehehehe. Tapi kalo udah cinta memang susah ya 😅

Good Morning Call Season 2 Episode 3

Uehara dan Nao baru saja berbaikan dan berjanji akan pergi kencan hari ini, tapi tiba-tiba bel berbunyi dan seseorang datang menemui Uehara. Dia adalah Saeko.
Uehara terkejut kenapa Saeko ada di rumahnya pagi-pagi sementara Nao shock karena Uehara memanggil Saeko dengan nama kecilnya, padahal Uehara tidak pernah memanggil wanita lain dengan nama kecilnya.
Saeko tahu ia sudah mengganggu pagi-pagi dan meminta maaf pada keduanya karena ini dalam keadaan mendesak, ia mengatakan komputernya error sementara data untuk presentasi besok ada di dalam. Ia meminta Uehara membantunya, ia bahkan akan membayar ekstra.
Uehara ragu karena ia sudah ada janji dengan Nao, ia akan menolak tapi Nao mengatakan tidak apa-apa, karena ini tentang pekerjaan, ia meminta Uehara melakukan yang terbaik.
Saeko memuji Nao sebagai pacar yang pengertian dan sangat baik.

Tapi tentu saja Nao menyesalinya setelah itu, ia mengamuk di rumahnya, marah-marah nggak jelas sambil melempar boneka-bonekanya, tentu saja ia marah pada Uehara.
Tapi yang membuat Nao marah bukan karena membatalkan janji mereka, lebih pada Uehara yang memanggil Saeko dengan nama kecil bukan marganya.
Marina mengerti kenapa Nao tidak suka akan hal itu, karena selama ini satu-satunya yang dipanggil Uehara dengan nama kecil hanya Yuri, istri abangnya alias cinta pertama Uehara. Nao kemudian shock lagi karena ia baru menyadarinya. Marina sadar dia sudah mengatakan sesuatu yang makin membuat Nao galau. Nao kemudian mulai membayangkan Uehara dan Saeko saling memanggil nama kecil dan mesra di laboratorium HAHAHHAHAAHHAA.
Kayo bertanya siapa itu Yuri dan Marina menjelaskan kalau Yuri adalah cinta pertama Uehara, lebih tua beberapa tahun dari mereka. Kayo mengerti ternyata Uehara menyukai wanita dewasa, sangat berlawanan dengan Nao.
Nao makin galau dan bertanya apakah dia benar-benar terlihat seperti anak-anak. Marina mengingatkan Nao dan Uehara sudah pacaran selama 1 setengah tahun dan meminta Nao lebih percaya diri.

Saat mereka bicara, seseorang menelpon Marina. Nao melihat wallpaper ponsel Marina adalah foto Marina dan Micchan, Nao terkejut kapan mereka berdua mengambil foto itu. Marina tertawa dan mengatakan kalau ini hanya foto biasa. Nao shock dan mengecek HP-nya, disana banyak sekali foto Uehara, tapi Uehara sendiri dan Nao mengambilnya diam-diam. Sementara didinding ada foto Nao dan Uehara tapi dalam bentuk group photo alias foto bareng teman-teman. Tidak ada foto Nao dan Uehara yang hanya berdua saja.
Nao benar-benar menyadari kalau hubungannya dan Uehara sama sekali tidak normal, mereka sudah pacaran 1,5 tahun tapi belum pernah selfie. LOL.

Nao memutuskan untuk jalan-jalan sendirian dan memikirkan untuk menjadi wanita yang dewasa dan pengertian. Ia bahkan berjalan dengan gaya lucu, mengatakan kalau itu cara jalan orang dewasa HAHAAHA.
Ia mendapat sms dari Kayo yang memintanya untuk tidak lupa membeli bahan-bahan untuk keperluan klub. Nao kecewa karena itu bukan pesan dari Uehara.
Nao akhirnya pergi ke toko yang menjual bahan-bahan untuk membuat kerajinan tangan dan disana ia tak sengaja ditabrak seorang anak kecil.
Saaat keduanya terjatuh, seseorang menolong anak itu dan Nao terkejut karena itu adalah Natsume Shu. Nao mengerutkan keningnya saat tahu kalau Shu datang bersama anak kecil itu dan mengatakan kalau anak itu terlalu kecil untuk Shu permainkan.
Shu tertawa dan mengatakan kalau anak kecil itu adalah adiknya.

Nao berkenalan dengan adik Shu yang bernama Airi. Airi tampak takut dengan orang asing dan bersembunyi dibelakang kakaknya. Tapi Nao berhasil mendekatinya dengan baik, karena ia memuji tas gambar tupai milik Airi.
Shu dan Airi meninggalkan Nao karena mereka mau membeli sesuatu. Nao sendiri melupakan apa tujuannya ke toko itu dan asik mengintip Shu dan Airi, karena Shu yang bersama Airi hari ini berbeda dengan Shu yang biasanya ia kenal.
Shu sangat protective pada Airi, saat Shu memilihkan sesuatu, Airi kelihatan tidak suka tapi ia mengatakan ia suka, kakaknya langsung tahu dan memutuskan memilih yang lain. Saat ditanya hadiah itu untuk siapa, Airi mengatakan untuk temannya. Shu khawatir kalau yang dimaksud adalah teman laki-laki dan Airi membenarkan.
Shu langsung menasehati Airi untuk memilih laki-laki dengan baik, karena ada 3 tipe laki-laki yang baik, yang jahat dan yang tidak serius. Airi tidak boleh percaya pada laki-laki dan harus bisa memilih yang mana yang baik.
NAo senyam senyum melihat Shu yang sangat protective pada adiknya.

Saat Shu dan Airi akan keluar, Nao berusaha untuk terlihat sibuk karena ia nggak mau ketahuan sedang menguping. Tapi ia nggak tahan pengen mengejek Shu yang terlihat serius dihadapan adiknya HAHHHAAHA. Shu menutup telinga adiknya dan meminta Nao tidak mengatakan hal yang macam-macam.
Nao tertarik untuk membantu mereka mencari hadiah, ia menawarkan diri tapi Shu mengatakan kalau Airi tidak boleh menganggu Nao karena Nao sedang sibuk. Nao sendiri mengatakan ia tidak sibuk, janjinya dibatalkan saat terakhir jadi ia sedang luang.

Uehara sedang sibuk di laboratorium untuk memperbaiki komputer Saeko. Saeko sangat panik karena semua datanya ada disana. Uehara berhasil menyelamatkan data yang disimpan kemarin tapi data sebelumnya sulit mengembalikannya karena Saeko tidak mem-backup datanya.
Uehara berusaha semampunya tapi konsentrasinya juga sedikit terganggu karena ia mengkhawatirkan Nao. Meksipun Nao membiarkannya pergi, ia tahu betul sifat Nao, pasti Nao sedang galau.

Nao menikmati waktunya bersama Airi untuk mencari hadiah, Shu senang karena Nao lebih mengerti perempuan, jadi adiknya terlihat menikmati waktunya juga.
Tapi mereka tidak menemukan yang dicari oleh Airi karena sudah tidak diproduksi lagi. Airi kelihatan kecewa. Shu mengatakan mereka bisa mencarinya lagi, pasti ada disuatu tempat. Nao kahwatir dan menarik Shu menjauh, ia berbisik mengatakan bagaimana jika mereka tidak berhasil menemukannya, pasti Airi akan lebih sedih lagi. Tapi Shu yakin dia akan menemukannya. NAo mengerutkan keningnya, ia bingung kenapa Shu sangat percaya diri.
Nao tetap khawatir dan meminta Shu untuk membiarkannya melakukan sesuatu. Nao kemudian mendekati Airi dan mengatakan mereka sepertinya akan kesulitan untuk menemukan mainan tupai yang diinginkan Airi, bagaimana kalau mereka melihat tupai yang asli saja. Ada taman di dekat sana dan mereka bisa melihat tupai asli, mereka juga menjual beberapa souvenir tupai.
Airi bertanya apakah ia bisa menyentuh mereka dan Nao membenarkan. Airi sangat senang karena ia bisa menyentuh tupai asli disana. Airi sangat menyukai tupai. Keduanya sama-sama menatap Shu, memohon untuk pergi ke sana. Shu akhirnya tidak bisa menolak keduanya.
TAu nggak sih, mereka berdua ini kayak suami istri aaackkk gawat gue baper sama Natsume Shu ~

Nao, Shu dan Airi tiba di taman dan excited dengan tupai-tupai yang ada disana. Airi dan Nao menikmati waktu mereka, sementara Shu mengikuti mereka dari belakang sambil terus menatap Nao. Cieeeeeh tatapannya mulai berbeda nih.
Airi mengatakan pada kakaknya kalau kakaknya boleh mengambil gambarnya, tapi Shu mengatakan ia tidak akan melakukannya. Airi bingung karena selama ini kakaknya selalu banyak memotret dirinya. Shu jadi salah tingkah dan mengatakan hanya kadang-kadang saja. Airi mengatakan setiap hari dan Nao tertawa mendengarnya.
Shu mengatakan pada adiknya agar tidak mengatakan hal seperti itu pada orang lain. Airi bingung kenapa? Dan Shu tidak bisa menjawab, hehehhehhee.
Shu malu dihadapan Nao, Nao sendiri senyam senyum melihatnya.

Uehara terus menatap ponselnya kalau ada kesempatan, karena ia mengkhawatirkan Nao. Saeko melihatnya dan bertanya apakah Uehara mengkhawatirkan Nao. Uehara membantah.
Saeko mengatakan Nao membiarkan Uehara pergi, Nao benar-benar pacar yang pengertian. Uehara hanya tersenyum, karena ia tahu bagaimana Nao, Nao belum dewasa tapi sedang mencoba untuk bersikap dewasa.
Uehara bahkan menceritakan bagaimana kejadian kecoa di rumah Nao semalam, ia membicarakan bagaimana Nao tidak dewasa bertindak tanpa berfikir dan lain lain.
Saeko tersenyum mendengarnya dan memukul Uehara, Saeko mengatakan Uehara benar-benar jatuh cinta pada Nao dan ia jadi merinding mendengarnya.
Uehara sepertinya sedikit malu dan melarikan diri dengan alasan membeli minuman.

Airi meninggalkan Nao dan Uehara karena ia ingin melihat-lihat yang lain. Shu mengingatkan agar Airi jangan pergi jauh-jauh.
Shu dan Nao istirahat, Shu pergi membelikan minuman. Nao mengecek ponselnya, tidak ada pesan sama sekali, ia kecewa.
Nao memutuskan mengirim pesan pada Uehara, Awalnya ia ingin menulis kapan Uehara akan pulang, tapi ia mengurungkan niatnya. Ia ingin menjadi kelihatan dewasa dan mengirimkan pesan kalau ia menikmati harinya jadi Uehara tidak perlu mengkhawatirkannya.

Shu kembali dengan minuman dan Nao terkejut karena Shu membelikan minuman kesukaannya. Shu mengatakan ia melihat Nao minum itu di klub jadi ia pikir Nao pasti menginginkan itu. Nao cukup kaget karena Shu ternyata memperhatikannya.
Tapi tiba-tiba Nao menyadari sesuatu, ia mengerutkan keningnya karena khawatir Shu menyukainya, Ia adalah pacar Uehara, sementara SHu dan Uehara adalah teman. NAo mengatakan kalau Shu tidak boleh menyukainya HAHAHAHAHHA. Nao panik sendiri karena jika Shu menyukainya, ia ada dalam masalah.
Shu tertawa melihat Nao dan mengatakan kalau ia baik pada semua gadis di dunia ini, bukan hanya pada Nao.

Shu kemudian fokus pada ponselnya, ia melihat-lihat foto-foto Airi. Shu tampak sangat menyayangi adiknya.
Nao kemudian bertanya bagaimana caranya mengambil foto seperti itu, foto selfie.
Shu mengatakan ia melakukannya dengan cara biasa, ayo berfoto bersama-sama. Nao tak mengerti dengan cara biasa itu dan Shu bertanya bukannya Nao juga berfoto bersama Uehara.
Nao mendesah dan mengatakan ia tak punya kesempatan melakukannya. Shu terkejut. Nao menunduk sedih mengakui kalau mereka berdua tidak punya satu foto pun, foto berdua.
Shu tak mengerti apa susahnya, bahkan anak SMP sekarang punya banyak foto selfie LOL.

Shu kemudian bertanya apakah sesuatu terjadi antara Nao dan Uehara hari ini?
Nao berbohong mengatakan tidak ada apa-apa. Shu tahu kalau Nao berbohong dan menebak kalau mereka berencana keluar berdua tapi gagal.
Nao terkejut bagaimana Shu bisa tahu akan hal itu. Shu mengatakan sangat mudah menebak hati wanita. Nao menatap Shu dan mengerti kalau Shu memang pencinta wanita.
Nao kemudian bertanya apa Shu memanggil nama wanita yang tidak disukai dengan nama kecil mereka. Shu bingung, tentu saja aku memanggil mereka dengan nama, kalau tidak bagaimana aku memanggil mereka? dengan bersiul?
Nao kesal, dengan marga mereka.
Shu mengerti dan mengatakan ia tak pernah memanggil wanita dengan marga mereka, ia selalu memanggil dengan nama kecil mereka.
Nao menatap Shu dan mengerti ia bertanya pada orang yang salah, karena Uehara jelas berbeda dengan Shu, Uehara tidak pernah memanggil wanita dengan nama kecil mereka.
Nao kemudian jadi khawatir lagi kenapa Uehara memanggil nama kecil Saeko, bukan marganya.

Shu menatap Nao dan kemudian menyadari kekhawatiran Nao. Ia tersenyum dan mengatakan kalau nama asli Saeko adala Kumanomido Saeko. Saeko tidak suka nama marganya, ia tidak menyukai orang memanggil dengan marganya, kalau ada yang memaksa ia akan mengabaikan mereka, karena itu semua orang memanggilnya dengan Saeko.
Shu juga mengatakan kalau Saeko adalah orang yang hanya tertarik pada penelitiannya, dia tidak akan tertarik pada apapun.
Nao terdiam dan rasa lega langsung terlihat diwajahnya.
Shu kemudian menyadari kalau Uehara selalu memanggil NAo dengan marganya 'Yoshikawa' dan Nao mengatakan sejak awal mereka memang begitu.
Shu mengomentari mereka berdua sama sekali belum memperlihatkan perkembangan hubungan sebagai pasangan.
Nao sih nggak masalah dengan cara Uehara memanggil namanya, selama Uehara juga memanggil wanita lain dengan marga mereka lol.

Shu kemudian mengeluarkan ponselnya dan meminta Nao tersenyum. Nao tak mengerti dan hanya tersenyum, kemudian ia sadar ternyata shu sedang mengambil foto bersamanya.
Shu mengatakan ia akan mengirimkan itu pada Uehara. Nao terkejut dan Shu mengatakan kalau mereka berdua itu perlu dipancing, kalau nggak hubungan mereka akan terus seperti sekarang.
Shu senyam senyum mengirim foto itu pada Uehara. Nao mengatakan jika Shu mengirim foto itu, Uehara akan khawatir tapi mungkin saja ia tak peduli.
Shu kesal dan mengatakan ia yakin sepanjang hari ini Uehara mengkhawatirkan Nao. Nao kemudian panik sendiri dan mengatakan ia harus segera mengirim pesan pada Uehara agar Uehara tidak salah paham mengenai foto itu.

Sebelum Nao mengirim pesannya, Shu menyadari kalau Airi tidak ada disekitar mereka dan ia mulai panik. Shu mencari-cari Airi, Nao juga membantunya.
Shu panik kesana kemari untuk mencari Airi, ia terus memanggil namanya. Sementara Nao lebih tenang orangnya, ia langsung ke bagian informasi meminta dibuat pengumuman mengenai anak hilang.
Shu tampak sangat khawatir dan Nao mencoba menenangkannya, mengatakan mereka akan menemukannya.
Tak lama kemudian, Airi ditemukan. Shu benar-benar mengkhawatirkan adiknya dan memandangnya dengan pandangan marah. Airi hanya terdiam menunduk. Shu kemudian memeluk adiknya dan mengatakan kalau ia sangat khawatir. Ia meminta adiknya untuk tidak pergi jauh kalau sendirian lagi. Nao tersenyum menatap keduanya.
Shu berterima kasih pada petugas taman dan petugas mengatakan kalau Airi adalah anak yang baik, mengatakan nama dan alamatnya dengan tenang.
IA juga mengatakan pada Airi yang akhirnya menemukan kakkanya, Airi pasti senang. Shu tersenyum menatap adiknya. Nao senang melihat keduanya.

Daichi dan manager tim handball, Rin, sedang bersama saat mereka bertemu Uehara yang akan membeli minuman. Daichi memperkenalkan Uehara pada Rin dan Rin mengenal Uehara karena memenangkan Mr. Campus.
Uehara nggak terlalu suka karena julukannya si Mr. Campus dan Daichi tertawa. Daichi kemudian bertanya dimana Nao dan Rin langsung berubah ekspresinya.
Uehara mengatakan ia tak bersama Nao, ia sekarang kerja part time di laboratorium dan Daichi protes karena Uehara selalu sibuk. Ia mengingatkan Uehara harus lebih perhatian pada Nao, ia yakin Nao sekarang sedang bersama Marina atau temannya yang lain dan komplain mengenai kesibukan Uehara.
Ia juga mengatakan Nao sekarang punya banyak kesempatan bertemu dengan  orang lain di Universitas ini, jika Uehara tidak memperhatikannya, Nao mungkin akan menemukan orang lain sebagai tempat bersandarnya.
Uehara berterimakasih atas nasehat Daichi dan Daichi protes Uehara selalu begitu.
Rin kemudian mengingatkan Daichi kalau teman-teman mereka sudah menunggu dan mereka berpisah.

Uehara kembali ke laboratorium setelah membeli minuman dan melihat ponselnya. Ia membaca pesan Nao dan kemudian melihat pesan Shu.
Shu mengirim gambar padanya, gambar selfie yang sebenarnya wajah Nao nggak kelihatan, hanya bahu dan sedikit kepala saja, tapi Uehara tahu kalau itu Nao.
Uehara mulai khawatir. Saeko memperhatikan Uehara dan mengatakan agar mereka cepat menyelesaikan tugas hari ini, karena ia tahu Uehara ingin segera bertemu pacarnya.
Hmm, Saeko ini pengertian juga, semoga dia nggak ada love line sama Uehara.

Nao, Airi dan Shu sedang bersama dan mereka diam sepanjang jalan. Airi kelihatan tidak bersemangat dan Nao jadi khawatir. Ia kemudian menyadari ada yang tidak beres dan mendekati airi. Ia menyentuh kening Airi dan menyadari kalau Airi demam.
Shu terkejut mendengarnya dan menyentuh dahi adiknya. Ia bertanya kenapa AIri diam saja, Airi pasti sudah merasa tidak enak badan sepanjang hari. Ia melepaskan cardigan-nya dan memberikan pada Airi. Shu kemudian menggendong adiknya di punggung (piggyback ride).
Nao mengkhawatirkan Airi dan mengatakan pada Shu untuk beristirahat di rumahnya saja, karena demam Airi bisa tambah parah jika mereka pulang sekarang.
Shu mengatakan ia tak enak ke rumah Nao saat Uehara tidak ada disana. Nao kesal dan mengatakan kalau ini bukan saatnya Shu mengkhawatirkan hal itu, kalau Uehara bersama mereka sekarang, ia yakin Uehara juga akan menyuruh Shu melakukan hal yang sama. Shu terdiam menatap Nao.

Akhirnya Shu membawa adiknya ke rumah Nao. Airi sedang tidur. Shu melihat-lihat rumah Nao dan meperhatikan foto Nao bersama teman-temannya di dinding.
NAo sedang memasak bubur dan meminta shu mencobanya, apakah Airi kira-kira biasa memakannya.
Shu mencicipi-nya dan terkejut. Nao khawatir kalau rasanya tidak enak tapi Shu terkejut karena rasanya sangat enak. Nao bersyukur karena memasak adalah satu-satunya keahliannya. Ia juga mengatakan ia senang bisa memasak karena Uehara orangnya suka makan.
Shu bertanya apakah Nao memasak untuk Uehara setiap hari, Nao membenarkan dan mengatakan ia juga membuatkan bekal untuk Uehara saat SMA.
Shu kagum pada Nao, karena memasak adalah hal yang tidak mudah.
Nao mengatakan setiap Uehara makan masakannya, Uehara selalu menunjukkan wajah bahagia, makanya ia selalu berusaha membuatkan masakan enak.
Shu mengatakan ia tidak mengerti akan hal itu karena ia selalu meminta orang lain melakukan sesuatu untuknya lol.
NAo mengatakan kalau Shu berbohong dan Shu terkejut. Nao mengatakan ia tahu tas yang dipakai Airi hari ini yang membuatnya adalah Shu. Shu mengatakan Airi terus memintanya membuatnya, jadi ia terpaksa melakukannya.
Nao tahu kalau Shu berbohong lagi, Nao mengatakan alasan kenapa Shu masuk klub kerajinan tangan adalah karena Airi, Shu ingin melakukan sesuatu untuk Airi. Shu ingin membuat alasan lagi tapi Nao memotongnya mengatakan kalau Shu benar-benar seorang kakak yang baik.
Shu hanya tersenyum dan mengatakan mereka tidak punya ibu jadi ia harus bisa memperlakukan Airi dengan baik. Shu terkejut karena ia keceplosan.
Nao sendiri mengerti dan mengatakan kalau begitu Shu bisa menjadi ibu yang baik.

Shu terdiam dan menatap Nao. Nao bingung dan bertanya kenapa?
Shu bertanya kenapa Nao tidak minta maaf dan NAo bingung.
Shu mengatakan biasanya kalau tidak sengaja bicara topik sensitif begini, para gadis akan meminta maaf padanya, biasanya mereka akan mengatakan 'aku harusnya tidak mengatakan hal seperti itu'.
Nao bingung sendiri dan bertanya apakah ia sudah mengatakan hal yang salah dan meminta maaf.
Shu mengatakan bukan begitu. Nao mengatakan ia sedang memuji Shu saat ia mengatakan Shu adalah ibu yang baik, bukan bermaksud menyinggung Shu feminin atau sejenisnya.
Shu mengatakan ia tahu akan hal itu. Tapi mungkin ia bukan seorang ibu yang baik, ia bahkan tidak tahu kalau adiknya sakit jika Nao tidak mengatakan padanya. Shu mengatakan Airi tidak seperti anak kecil biasanya, dia anak yang kuat.
NAo tersenyum dan mengatakan kalau Airi ingin terlihat kuat dihadapan Shu. Shu tidka mengerti maksudnya.
Nao mengatakan Airi bertemu dengan orang yang ia sukai, tentu saja ia tak boleh cengeng.
Shu masih tidak mengerti, seseorang yang ia sukai?
Nao berkata, kau ingat dia ingin memberikan mainan tupai itu pada seseorang? Airi akan memberikannya padamu. Itu yang dia katakan padaku.

Shu terkejut mendengarnya, ia menatap adiknya yang sedang tertidur. Nao mengatakan ada bagian hari wanita yang tidak bisa diketahui oleh Shu.
Shu terdiam. Nao melanjutkan memasaknya.
Shu terus menatapnya. Awwww man, he is fall in love!

Tiba-tiba pintu rumah Nao terbuka, Uehara masuk dan protes karena Nao tidak mengunci pintu dengan baik.
Nao senang Uehara sudah pulang dan menyambutnya ke pintu. Sementara Uehara terkejut melihat Shu ada di rumah Nao. Shu terdiam dan menunduk.
Uehara teringat kata-kata Daichi mengenai Nao yang punya banyak kesempatan bertemu dengan orang-orang, kalau Uehara tidak perhatian, Nao bisa menemukan orang lain.
Uehara jadi khawatir dan menarik Nao keluar dari rumah Nao dan membawanya ke rumahnya.
NAo terkejut dan bertanya ada apa. Uehara dengan wajah serius meminta Nao untuk menunggu di rumahnya.
Ia kembali ke rumah Nao dan menemui Shu.

Shu yang melihat Uehara langsung membungkuk dan meminta maaf karena ia ada di rumah pacar Uehara saat Uehara tidak ada disana. Ia menjelaskan kalau adiknya sedang sakit dan Nao membiarkannya beristirahat disana.
Uehara terkejut mendengarnya, ia pikir Shu sendirian disana. Ia agak kelihatan lega dan bertanya apakah adik Shu sudah baikan?
Shu mengatakan demamnya sudah turun, mungkin dia berlari terlalu bersemangat di taman tadi.
Uehara mengatakan setiap kakak laki-laki di dunia ini selalu penuh perhatian pada adik-adiknya. Ia mengatakan ia juga punya kakak laki-laki yang protective padanya. Sekarang ia sedang ada di luar negeri dan mengirimkan pesan setiap hari padanya. Mereka tidak punya orang tua, hanya mereka berdua saja.
Shu terkejut dan ia mengerti perasaan itu. Uehara bertanya kenapa Shu diam, apakah Shu kaget karena ia bisa memuji?
Shu mengatakan ia penasaran apakah Airi akan mengatakan hal seperti itu tentangnya suatu hari nanti, karena mereka tidak punya ibu. NAo mengatakan padanya kalau ia ibu yang baik.
Uehara tertawa mendengarnya dan Shu tersinggung. Uehara mengatakan ia tertawa karena membayangkan Shu mengenakan celemek HAHAHHAHHAHA.

Shu berkomentar kalau Uehara dan Nao itu benar-benar berbeda dari orang yang pernah ia temui. Uehara terdiam.
Shu kemudian membahas mengenai Uehara yang membatalkan janji hari ini dan Uehara mengatakan kalau ia harus pergi bekerja dan ia tahu kalau Nao memaksakan diri mengatakan ia baik-baik saja. Ia tahu kalau Nao sebenarnya marah.
Shu mengatakan Nao tidak marah karena Uehara membatalkan janji itu. Uehara terkejut dan menatap Shu. Shu mengatakan kalau Uehara benar-benar tidak mengerti hati wanita. Aku bahkan mengirimkan foto itu berfikir kalau itu akan membantu kalian berdua agar lebih dekat. Tapi kau malah tidak ada reaksi.
Uehara melihat ponselnya dan membuka kembali pesan Shu, ia memperlihatkan foto itu dan berkata kalau hanya dengan foto begini ia tak mungkin tahu kalau yang disamping Shu itu adalah Nao.
Shu terawa dan menyadari kalau Nao terpotong di foto. Keduanya asik bicara dan seikit ribut sehingga Airi hampir terbangun.
Shu kemudian mengatakan setidaknya Uehara dan NAo harus mengambil foto bersama, Nao terganggu karena mereka tak punya foto bersama, itu adalah alasan kenapa Nao marah hari ini. Uehara terdiam.
Shu meminta maaf karena datang hari ini, tapi Uehara tidak perlu khawatir karena Nao bukanlah tipe idealnya, karena ia menyukai wanita yang lebih tua.
Uehara mengatakan Nao itu berubah-ubah tergantung siapa yang memandangnya, bagi sebagian orang, Nao sebenarnya cukup dewasa.
Tapi Shu membantah hal itu, baginya Nao sama sekali tidak dewasa.
Uehara bertanya kemana mereka pergi hari ini tapi Shu tidak mau mengatakannya karena itu rahasia.
*Hayo lohhh, jadi makin suka lho ntar HAHAHAHAH.

Airi dan Shu pulang malam harinya. Nao dan Uehara mengantar sampai ke jalan.
Uehara kemudian mengajak Nao makan sesuatu, sebagai ganti janji yang dibatalkan hari ini. Nao kembali mencoba bersikap dewasa dengan mengatakan kalau ia sama sekali tidak terganggu dengan hal itu. Uehara mengatakan kalau Nao berbohong.
Nao mengatakan kalau ia akan bersikap dewasa dan tidak akan membiarkan hal seperti itu mengganggunya.
Uehara kemudian berkata padahal hari ini ia mendapatkan bayaran ekstra, sayang sekali Nao menolak. Nao terkejut dan pada akhirnya ia mengajak Uehara makan diluar.
Uehara tersenyum dan mengatakan sebaiknya NAo seperti ini, jangan menahan diri padanya.
Nao tersenyum dan Uehara bertanya kemana mereka akan pergi. Nao  bertanya balik bagaimana dengan Uehara, apa yang ingin ia makan?
Uehara berfikir dan mengatakan kalau ia ingin makan makanan rumah.

Dan keduanya berakhir membeli bahan makanan di super market karena Uehara ingin makan masakan Nao. Awwwwww.
Pulang belanja, keduanya singgah dipinggir sungai? Laut? dan Nao menyukai pemadangan malam disana, ia sibuk mengambil foto.
Uehara tersenyum melihat Nao dan mengambil foto Nao diam-diam. Nao terkejut dan mendekati Uehara untuk melihat hasil fotonya. Ia juga melihat foto yang dikirim oleh Shu dan tertawa mengatakan kalau Shu ternyata mengirim foto begitu, mana mungkin Uehara tahu kalau itu dirinya.
Tapi Uehara mengatakan ia langsung tahu kalau itu Nao. Nao terdiam mendengarnya. Uehara berjalan meninggalkannya dan Nao tersenyum bahagia.

Nao meminta Uehara berpose dan ia mengambil foto Uehara, sepertinya ini pertama kalinya ia mengambil foto Uehara dengan izin Uehara alias nggak diam-diam memotret Uehara.
Nao kemudian mendapat telpon dari Marina yang mengatakan kalau ia mendapat pesan dari Micchan. Sepertinya Marina membicarakan masalah Uehara yang tidak memanggil Nao dengan nama kecilnya pada Micchan dan Micchan tahu alasannya.
Marina memberitahu Nao alasan kenapa Uehara tidak memanggil Nao dengan nama kecilnya (Nao) tapi dengan marganya (Yoshikawa),  itu karena Uehara menunggu sampai hari dimana ia tidak bisa memanggil Nao dengan marganya lagi.
Nao bingung dan tidak mengerti maksudnya. Marina terpaksa menjelaskan, sampai uehara tidak bisa memanggilmu dengan Yoshikawa lagi, saat kau mengubah marga-mu, Nao.
Nao terdiam dan setelah Marina menutup telponnya, Nao perlahan tersenyum dan berkata jika itu benar maka tak masalah bagaimana cara Uehara memanggilnya sekarang.

(Awwwww so sweet deh, ngerti kan ya? Jadi Uehara itu akan terus memanggil Nao dengan 'Yoshikawa' (marganya/nama keluarganya) bukan 'Nao' (nama kecilnya) sampai hari dimana Uehara tidak bisa memanggil Nao dengan 'Yoshikawa' lagi, yaitu saat Nao mengubah namanya. Tentu saja saat mereka mendaftarkan pernikahan. Di Jepang, pihak perempuan akan menikah ke pihak laki-laki dan mengubah nama keluarganya menjadi nama keluarga laki-laki (kecuali untuk mukoyoshi, laki-laki yang menikah ke keluarga perempuan, nama laki-laki yang akan berubah). Kalau mereka menikah, nama keluarga pihak perempuan akan berubah menjadi nama keluarga pihak laki-laki, jadi saat 'Yoshikawa Nao' berubah menjadi 'Uehara Nao', saat itulah Uehara akan memanggilnya dengan 'Nao' ^^!)

Uehara memanggil Nao untuk berdiri disampingnya dan melihat ke arah yang ia tunjuk sambil tersenyum, Nao terkejut karena Uehara akan selfie dengannya.
Uehara bertanya apakah NAo tidak mau dan Nao mengatakan tentu saja ia mau.
Akhirnya keduanya bersiap untuk selfie, saat Uehara menekan tombolnya, Nao dengan sigap mendaratkan ciuman ke pipi Uehara. Uehara sampai terkejut.
Nao senang sekali, dan begitulah, selfie pertama keduanya, Nao yang mencium Uehara XD

Uehara dan Nao sama-sama tertawa melihat hasil foto mereka. Uehara memeluk Nao dan mengatakan padanya untuk tidak membiarkan pria selain dirinya masuk ke kamar Nao. Nao tersenyum dan mengatakan kalau ia mengerti.
Keduanya melepaskan pelukan mereka dan saling tatap. Aku pikir bakalan ada kissu, tapi ternyata cuma gitu wkkwkwkkw.
Kemudian keduanya pulang bersama-sama, Nao meminta Uehara mengirim foto itu tapi Uehara menolak dan Nao panik ingin mengambil foto lain dengan ponselnya tapi Uehara nggak mau HAHAHAHAHAHHA.
Dasar Uehara-kun ~

Sementara itu Shu bersama adiknya masih dalam perjalanan. Airi mengatakan hari ini sangat menyenangkan dan Shu setuju.
Airi ingin main lagi dengan Nao suatu hari nanti, ia bertanya apakah mereka bisa bermain dengan Nao lagi dan Shu terdiam. Tapi ia mengatakan kalau mereka bisa melakukannya dilain waktu.
Awwwww, WHY THIS WRITER MAKE ME FALL FOR 2ND LEAD, AGAIN?!

Keesokan harinya, Nao dan Uehara makan siang bersama dikampus Uehara dan rebutan makanan HAHAHAHHAAHA.
Daichi melihat keduanya dan bergabung dengan mereka. Ia bahkan membagi makanannya untuk Nao karena tahu Nao menyukai itu. Tapi Nao merasa tidak enak dan menolak. Saat mereka saling menolak, Uehara mengambil kesempatan itu untuk mengambil makanan itu HAHAHAHAHAHAHA.
Rin melihat mereka bertiga dan kelihatan tidak suka, ia sengaja menyapa Daichi dan Nao menyuruhnya bergabung dengan mereka.
Nao dan Rin kemudian saling berkenalan, Rin adalah manager klub handball dan juga satu jurusan dengan Daichi. Nao senang berkenalan dengan Rin.
Rin kemudian berkomentar kalau Nao pasti senang punya pacar yang keren seperti Uehara.
Pembicaraan mereka terganggu saat Shu melihat mereka dan memanggil uehara, ia kemudian datang dan bergabung dengan mereka berempat.
Daichi bertanya siapa Shu dan Nao menjelaskan kalau dia teman Uehara. Nao memperkenalkan Daichi sebagai teman masa kecilnya pada Shu. Shu mengenal Daichi karena Daichi cukup populer dikampus.

Rin bertanya mengenai masa SMA Daichi dan Nao mengatakan kalau Daichi sangat populer.
Rin kemudian bertanya lagi apakah Daichi punya pacar saat SMA dan semuanya terdiam.
Daichi mengatakan kalau ia tak punya pacar karena ia fokus pada aktivitas klubnya saat SMA.
Suasana tiba-tiba menjadi awkward dan Shu menyadari hal itu. Rin sengaja terus bertanya apakah mereka bertiga sering berkumpul bersama-sama saat SMA dan mereka terdiam.
Rin tidak mengerti padahal mereka bertiga kelihatan cukup dekat. Daichi mengatakan ada banyak alasan jadi mereka tidak terlalu sering berkumpul.
Rin kemudian sampai ke topik utamanya dan bertanya dengan gaya bercanda, Banyak alasan? Jangan-jangan Daichi yang menyukai Nao?
Uehara dan Nao terdiam mendengar pertanyaan itu.
Daichi juga terdiam dan meminum air minumnya.
Shu menatap mereka sati per satu, suasana awkward ini, sepertinya Shu mengerti apa yang terjadi.

Komentar:
Ugh, Nanase Rin, sorry ya saya nggak suka sama kamu, sampai episode 3 ini. Aku selalu merasa dia ini terlalu ikut campur urusan orang lain. Terlalu banyak ingin tahunya. Aku tahu dia suka sama Daichi dan pasti penasaran juga, tiap Daichi membicarakan Nao dia selalu mengubah pembicaraan dan sekarang malah sengaja mengungkitnya.
Aku nggak suka caranya itu. Padahal suasana antara Nao, Daichi dan Uehara sudah membaik, tapi malah jadi buruk lagi. Tapi mungkin ini akan membuat Daichi sepenuhnya melepaskan Nao ya. Karena kelihatannya dia masih belum bisa melupakan Nao.

Aku suka banged sama NAtsume Shuuuuuu!
Aduh, baper lagi deh sama 2nd Lead! Seperti yang kalian ketahui, awalnya aku berfikir Shu ini gay lho, dia suka sama Uehara, karena di deskripsi awal dikatakan dia punya rahasia HAHAHAHHA.
Ternyata rahasianya itu terungkap di episode ini, kalau dia itu sayang banged sama adiknya dan sepertinya hatinya sudah mulai terbuka. Biasanya dia cuma suka tebar pesona sama para wanita, mengatakan ia menyukai dan mengerti hati wanita diseluruh dunia, tapi belakangan sepertinya sudah ada wanita special yang menarik perhatiannya.
Di episode 3 ini, Aku akhirnya bisa melihat tatapan itu, Shu yang menyukai Nao. Meski dia membantahnya tapi aku tahu dia sudah mulai memikirkan NAo. Tapi kasihan juga sih, karena Nao nggak mungkin pindah ke lain hati. Siap-siap patah hati lagi T__T

Nao takut kalau Shu menyukainya, karena ia pacar Uehara dan Uehara teman Shu.  Padahal kalau hatinya nggak berubah sih nggak masalah ya. Mungkin akan ada kesalahpahaman tapi akan cepat selesai kalau Nao nggak ragu-ragu dan hatinya tetap pada Uehara. Aku sih nggak ragu sama Nao yang pasti nggak akan berpaling dari uehara, tapi Nao ini orangnya baik banged, jadi dia juga nggak tega melukai Shu, sama seperti Daichi dulu. Mungkin itu yang dia khawatirkan.
Nao di hadapan Shu menunjukkan sisi keibuannya, dan Shu mulai menyukainya karena NAo berbeda dari gadis lain. Jika mereka tahu ia tidak punya ibu, kebanyakan gadis akan kasihan padanya dan meminta maaf karena menyinggung masalah itu, sementara NAo sama sekali tidak, makanya Shu terkejut.
Orang selalu mengatakan aku tidak akan menyukainya karena dia bukan tipeku, tapi kebanyakan orang berakhir dengan seseorang yang bukan tipenya, kan? HAHAHHAHA

Uehara dan Nao pacaran 1,5 tahun tapi nggak pernah selca banged, Ngakak juga sih, mengingat mereka bahkan tinggal sebelahan rumah, makanya Shu juga nggak percaya LOL.
Tapi itu karena pada dasarnya Uehara tipe cowok yang seperti itu dan dia memang harus banyak belajar hati wanita ya. Tapi Uehara memang hanya akan melihat Nao seorang, jadi Nao nggak perlu khawatir juga. Cuma namanya cewek ya, selalu cemburu melihat pacar dekat dengan wanita lain, meski tahu kalau mereka nggak ada apa-apa.
Aku suka bagian saat Marina menelpon Nao mengatakan kalau alasan kenapa Uehara tidak memanggil Nao dengan nama kecil adalah menunggu saat Uehara tidak bisa memanggilnya dengan Yoshikawa lagi, yaitu saat Nao mengubah namanya. Awwww, saar registrasi pernikahan kan nanti Nao menjadi Uehara Nao, jadi Uehara nggak mungkin manggil Nao dengan Uehara HAHAHAHAHAHAH.
Bagus juga sih, tapi pengen denger sekali Uehara memanggil Nao dengan 'Nao', udah pernah belum sih? Aku lupa lol.
Nao juga kayaknya nggak pernah memanggil Uehara dengan nama kecilnya. Tapi memang lebih enak memanggil dengan uehara sih daripada Hisashi XD


Share:

9 comments:

  1. lanjut,penasaran banget sama kelanjutan hubungan Nao dan Uehara

    ReplyDelete
  2. Yea,,,jangan lama lama min,eps 4 nya

    ReplyDelete
  3. Hazuki download dmna? Di blog sebelah mah msih raw belm nemu sub, padhal pengen nonton bnget 😭
    nonton hana ni kedamono gak kak? Itu yg jadi lead male kan yosuke sugino

    ReplyDelete
  4. Ditunggu kelanjutannya kak.... Ganbatte ^_^

    ReplyDelete
  5. Unni di lnjut truz ya???? Ska ma drama jpang nie

    ReplyDelete
  6. Mbk di tnggu truz next slnjutnya...Smangat truz

    ReplyDelete
  7. Pernah ko..pas ep.13 s1..
    Pas dipenginapan itu..
    Hehe

    ReplyDelete

Translate

Follow by Email

NOTE:

DILARANG RE-UPLOAD / COPY PASTE TULISAN DI BLOG INI!

JIKA INGIN SHARE, CUKUP LINK KE POSTINGANNYA SAJA, BUKAN ISINYA!


Follow Clover Blossoms on Twitter

[Trivia] Japanese Movie Recommendations List

Karena ada banyak yang menanyakan rekomendasi untuk J-Movie, jadi aku memutuskan untuk membuat list rekomendasi Japanese Movi...

Recent Posts

Recent Posts Widget

Popular Posts This Week

Actor / Actress

Airi Matsui Anna Ishii Aoi Miyazaki Aoi Wakana Aom Sushar Araki Yuko Bebe Tanchanok Chen Duling Chiba Yudai Choi Ara Dori Sakurada Eikura Nana Eita Fukushi Sota Fuma Kikuchi Fumi Nikaido Gao Zhi Ting Go Kyung Pyo Gong Yoo Gou Ayano Han Seung Yeon Han Yeri Hana Sugisaki Haruka Fukuhara Haruma Miura Haruna Kawaguchi Hashimoto Ai Hashimoto Kanna Hayato Isomura Hikari Mitsushima Hirano Sho Hiroki Narimiya Hirose Alice Hirose Suzu Honoka Yahagi Horii Arata Hu Yi Tian Hwang Jung Eum Hyeri Inoue Mao Ishihara Satomi Jang Se Hyun Jeon Ji Hyun Ji Soo Ji Woo Joo Won Jun Shison Jung Ryu Won Jung So Min Kamiki Ryunosuke Kasumi Arimura kawakami juria Kei Tanaka Kengo Kora Kentaro Kento Hayashi Kento Nagayama Kim Go Eun Kim Ji Won Kim So Hyun Kim Soo Hyun Kim Tae Ri Kim Woo Bin Kim Yoo Bin Kim Yoo Jung Kim Yoo Mi Kitamura Takumi Komatsu Nana Kubota Sayu Kudo Asuka L Lee Bo Young Lee Chung Ah Lee Dong Hwi Lee Dong Wook Lee Gi Kwang Lee Jong Suk Lee Joon Lee Soo Hyuk Lee Yoo Jin Mackenyu Mahiro Takasugi Maika Yamamoto Maki Horikita Marie Itoyo Masahiro Higashide Masaki Suda Masataka Kubota Mayu Matsuoka Mei Nagano Mikako Tabe Mike D angelo Min Do Hee Minami Hamabe Mirai Moriyama Mirai Shida mirai suzuki Mitsuki Takahata Miwa Miyu Yoshimoto Moe Arai Mone Kamishiraishi Nadine Lustre Nagasawa Masami Nao Nijiro Murakami Nounen Rena Osamu Mukai Park Bo Gum Park Eun Bin Park Hae Jin Park Seo Joon Park Shin Hye Pattie Ungsumalynn Phan Pagniez Reina Visa Rina Kawaei Ryo Ryusei Ryo Yoshizawa Ryoma Takeuchi Ryota Katayose Ryu Hwa Young Ryu Jun Yeol Sakaguchi Kentaro Sakuma Yui Sakurako Ohara Sato Kanta Satoshi Tsumabuki Seo Hyun Jin Seto Koji Shen Yue Shim Eun Kyung Shimon Okura Shin Hyun Soo Shirota Yuu Shohei Miura Shono Hayama Shuhei Nomura Shunya Shiraishi sometani shota Son Seung Won Song Ha Yoon Sun Woong Suzuki Ryohei Suzy Taishi Nakagawa Takanori Iwata Takeru Sato Takuya Kusakawa Tao Phiangphor Tasuku Emoto Tori Matsuzaka Tsubasa Honda Tsuchiya Tao Yamazaki Kento Yamoto Yuma Yoo In Na Yoo Seung Ho Yook Sung Jae Yoon Park Yoon So Hee Yoshine Kyoko Yosuke Sugino Yu Aoi yua shinkawa Yui Aragaki Yuina Kuroshima Yuki Furukawa Yuki Izumisawa Yuki Yamada Yuko Oshima Yuna Taira Yuriko Yoshitaka Yuta Hiraoka Yuya Matsushita Yuya Yagira

Drama / Movie

A Love So Beautiful A Story of Yonosuke Age of Youth 2 Always Sunset on Third Street Anikoma Anohana Anone Ao Haru Ride Arbitratily Fond Asa ga Kita Ashi Girl At Cafe 6 Beppin-San Biscuit Teacher and Star Candy Bittersweet Boku Dake ga Inai Machi Boku no Ita Jikan Boukyaku no Sachiko Bubblegum Cafe Waiting Love Carnation Chia Dan Chihayafuru Crybaby Pierrot's Wedding Crying Out Love in the Center of the World Daily Lives of High School Boys Dating DNA Departures Eulachacha Waikiki Evergreen Love Father is Strange Fleet of Time Forever Young Frankenstein no Koi From Five to Nine Gakko no Kaidan Gegege no Nyobo Gochisousan God Gift Good Morning Call Good Morning Call 2 Goon Ju Hana and Alice Hana Nochi Hare Hanako to Anne Hanbun Aoi Haruchika Hirunaka no Ryuusei Hirune Hime Hiyokko Honey and Clover Hot Road Hyouka I Love You in Tokyo I Want to Eat Your Pancreas If We Were A Season Itakiss LIT Itakiss LIT S2 Itakiss Movie Kahogo no Kahoko Kaze no Haruka Kidnap Tour Kiki Delivery Service Kimi no Na Wa Kingyo Club Kiss Me Thailand Koe no Katachi Koinaka Kuragehime Linda Linda Linda Little Forest Love Letter Lucky Romance Ma Boy Man From The Stars March Comes in Like a Lion Mare Massan May Who? Moriyamachu Driving School My Huckleberry Friends My Husband Can Not Work My Little Sweet Pea My Old Classmate Nagi no Asukara Narratage Natsuzora Nodame Cantabile Oboreru Knife Ohisama Omotesando On The Wings of Love One Million Yen Girl One Week Friends Operation Love Orange Orange Days Ore Monogatari Our Little Sister Our Times Pinocchio Princess Hours Thailand Rage Rainbow Song ReLIFE Reply 1988 Romance Full of Life Sannin No Papa she was pretty Shigatsu wa Kimi no Uso Sing Salmon Sing Solanin Sound of Your Heart Splish Splash Love Ssam My Way Strobe Edge Sukina Hito ga Iru Koto Teiichi no Kuni The 100th Love The Anthem of the Heart The Best Hit The Great Passage The Left Ear The Woodsman and The Rain The World of Us Today's Kira-kun Todome no Kiss Toki wo Kakeru Shojo Tokyo Tarareba Girls Tomorrow Cantabile Tonari no Kaibutsu-kun Toto Nee Chan Twenty Years Old Twilight Saya in Sasara Under the Hawthorn Tree Wakamonotachi Warotenka We All Cry Differently What A Wonderful Family While You Were Sleeping Wise Prison Life Wood Job Yellow Elephant Yesterday Once More Your Lie in April Youth Over Flowers

Blog Archive

Recent Comments

Random Posts