Saturday, 2 December 2017

[Sinopsis] A Love So Beautiful Episode 8-2


-------------------------------------------------------------------------------------------------

To Our Pure Little Beauty Episode 8 Part 2



Wali kelas sedang bersama ayah Bo Song alias pelatih. Ia membicarakan masalah Bo Song dan Xiao Xi, mengingatkan kalau Bo Song adalah seorang atlit peraih medali, yang tak boleh dibebani dengan masalah apapun, apalagi percintaan.
Wali kelas mengatakan kalau ia sudah memanggil Xiao Xi dan Bo Song, meminta pelatih bicara pada mereka nanti.
Xiao Xi datang tak lama kemudian dan wali kelas memperkenalkan pelatih sebagai ayah Bo Song pada Xiao Xi. Xiao Xi shock karena ia baru tahu (aku juga shock pas tau HHAHAHAHHA).
Ayah Bo Song bertanya pada Xiao Xi dimana Bo Song dan Xiao Xi terkejut apakah ayahnya datang untuk membawa Bo Song? Ia juga bertanya apakah BoSong ketahuan bekerja di restoran BBQ?
Ayah tentu saja terkejut karena ia tak tahu hal itu. Xiao Xi panik karena ia salah bicara dan mencoba mencari alasan lain. Wali kelas memarahinya dan meminta Xiao Xi mengatakan hal yang sebenarnya.

Xiao Xi akhirnya mengatakan kalau Bo Song tinggal dan bekerja di restoran BBQ.
Ayah marah mendengar Bo Song menghabiskan waktu untuk melakukan hal yang tidak penting.
Xiao Xi mengatakan pada ayah Bo Song kalau bukan seperti itu. Menurutnya Bo Song itu sangat menakjubkan. Semua orang dalam kelas menghormatinya. Mungkin dari luar Bo Song kelihatan seperti anak yang menganggap remeh sesuatu dan tak peduli pada orang lain, tapi sebenarnya itu karena Bo Song sibuk berenang dan tak punya waktu membuat teman di sekolah, karena itu Bo song merasa ia lebih baik tak peduli pada orang lain.
Ayah Bo Song mengatakan kalau Bo Song hanya perlu fokus pada latihan renangnya.
Xiao Xi mengatakan Bo Song sudah berenang cukup baik, setiap kali ia melihat Bo Song, Bo song selalu akan pergi berenang atau kembali setelah berenang. Bahkan terakhir kali kamu berkumpul dan menulis sesuatu di kertas, dia bahkan menulis kalau dia ingin makan Hot Pot. Itu karena atlet harus mengikuti aturan diet dan tidka boleh makan sembarangan, makanya ia menahannya. Dia udah melakukannya selama bertahun-tahun, mungkin anda berfikir bahwa itu adalah hal yang seharusnya ia lakukan, tapi kan tidka boleh makan hot pot itu keterlaluan, Apakah anda pernah memikirkan tentangnya? Dia ingin berteman, ingin menghabiskan waktu bersama semuanya. Bo Song hanya seorang siswa SMA yang normal.
Ayah Bo Song menyerah. Wali kelas mengatakan sebagai guru ia juga berfikir kalau renang tidak boleh mengambil semua masa muda Bo Song.
Xiao Xi setuju karena Bo Song bukan seekor ikan (HAHAHAHHAHAAHAHA yang kerjaannya berenang terus).



Malam itu Bo Song bekerja di kedai BBQ dan ayahnya datang menemuinya. Awalnya ia tak sadar, ia pikir ayahnya adalah pelanggan biasa. Tapi begitu melihat dengan jelas, ia terkejut.

Ayah menatapnya dan Bo Song terdiam, ia agak takut gitu.

Sementara itu di apartemen, Xiao Xi dan Jiang Chen tak bisa konsentrasi belajar karena kepikiran. Xiao Xi ingin mengirim pesan pada Jiang Chen kalau ia akan memaafkan Jiang Chen kali ini, tapi ia tak bisa melakukannya.
Jiang Chen sendiri menelpon Lu Yang dan bertanya dimana dia bisa mendapatkan 'tiket' itu?
Awwwwwwwww, cieh cieh, umpannya JIng Jing dimakan abis HAHAHHAHHAHA.

Xiao Xi dan ayahnya makan hot pot berdua. Bo Song masih bingung dengan apa yang terjadi, kenapa ayahnya tiba-tiba datang, tidak marah dan malah mengajaknya makan malam bersama, dan makannya adalah hot pot.
Ayah memasukkan beberapa daging ke mangkok Bo Song dan menyuruhnya makan. Bo song bingung dan bertanya bukannya atlet tidak boleh makan hot pot?
Ayah mengatakan mereka bisa makan itu sekali-kali.
Bo Song masih ragu untuk makan, bahkan untuk mencelupkan ke saos dia bertanya pada ayahnya apakah dia boleh melakukannya atau tidak?
Ayah mengatakan dalam waktu dekat tidak ada kompetisi, jadi Bo Song boleh melakukannya.
Bo Song akhirnya makan.
Saat makan, ayah berkata, Bo Song, apakah aku terlalu ketat padamu?
Bo Song terkejut.
Ayah melanjutkan, saat aku seusiamu, aku tidak tahu apa yang aku pikirkan. Tapi diusiaku sekarang, aku selalu merasa harusnya saat itu aku berusaha lebih keras. Alasan kenapa aku begitu padamu adalah karena aku tidak ingin kau menyesalinya.
Bo Song terdiam. Ayah kemudian mengatakan sebaiknya mereka tidak membicarakan hal itu dan terus menaruh daging di mangkuk Bo Song, memintanya makan banyak.
Bo Song makan dengan mata berkaca-kaca dan ayahnya tersenyum. Ayah mengatakan saat Bo Song kembali nanti, jangan biarkan anak-anak lain mencium bau hot pot dari badan Bo Song, ia mengingatkan hidung atlet lain sangat tajam seperti anjing. Bo Song setuju, terustama senior, hidungnya seperti anjing pelacak.
Keduanya tertawa dan menghabiskan malam bersama-sama. Awwwwwwwww, akhirnya, ayah dan anak ini bikin aku terharu T__T
*padahal aku ngarep mereka ngomongin Xiao Xi lho wkkwkwkw, misalnya bapaknya bilang Xiao Xi anak yang baik dan bla bla bla lol.


Di rumah Xiao Xi, restoran ibu belum buka tapi mereka sudah membicarakan untuk membuka cabang baru HAHAAHHAHAA.
Ayah mengatakan mereka bisa membukanya di seluruh negeri dan menjadikan Xiao Xi pewaris kaya restoran (pig trotters restaurant).
Saat mereka membicarakan Xiao Xi, ibu kemudian bertanya hari ini tanggal berapa dan ayah mengatakan tanggal 26. Ibu baru ingat kalau besok adalah ulang tahun Xiao Xi dan memarahi ayah karena melupakan ulang tahun anaknya sendiri. Ayah protes padahal ibu juga lupa wkkkwkwkwk.
Ibu kemudian baru ingat kalau Xiao Xi meminta uang 500 RMB padanya, sepertinya untuk membeli tiket pertandingan, hm... apa ya.... Man... Manchester...
Ayah mengerti dan mengatakan Manchester United. Ibu membenarkan dan meminta suaminya membelikan tiket untuk Xiao Xi.
Ayah mengerti.

Pagi itu, Xiao Xi tidak bersemangat di ruang tamu. Ayah mendekatinya dengan membawa 2 tiket pertandingan MU. Awalnya Xiao Xi malas membuka matanya tapi saat ia membukanya, Xiao Xi terkejut dan langsung bahagia memeluk ayahnya. Ia mengatakan ayahnya sangat menakjubkan bisa mendapatkan tiket itu.
Ayah mengatakan ia adalah fans MU dan akan menceritakan mengenai dirinya tapi Xiao Xi sudah keburu ke kamarnya mengambil tas dan berangkat ke sekolah HAHAHHAHAHHAH.

Di kelas, Xiao Xi baru datang. Xiao Xi akan ke mejanya sementara Jiang Chen akan keluar, keduanya jadi berhadapan. Xiao Xi mau ke kiri, Jiang Chen ke kiri, Xiao Xi mau ke kanan, Jiang Chen ke kanan. Pokoknya akward banged.
Xiao Xi cemberut begitu tiba di kursinya dan Jing Jing bertanya apakah mereka belum baikan?
Xiao Xi mengangguk dan memasang wajah datar.
Li wei masih belum menyerah mendekati Jiang Chen, ia datang lagi meminta diajari soal yang tidak bisa ia kerjakan.
Jiang Chen setuju dan mengajarinya caranya. Xiao Xi dan Jing Jing melihat keduanya. Jiang Chen serius mengajari Li Wei tapi Li Wei malah asik menatap Jiang Chen.
Jing Jing merasa sangat aneh karena itu adalah soal yang sangat mudah, tak mungkin Li Wei tidak bisa mengerjakannya.
Xiao Xi menatap Jing Jing dan berkata, soal itu mudah ya? Aku sama sekali tidak mengerti.
Jing Jing hanya bisa menghela nafas lol.

Bo Song masuk ke kelas mereka dan Xiao Xi langsung menyapanya, bertanya apakah Bo Song pulang ke rumah semalam?
Jiang Chen mendengarkan hal itu selagi ia mengajari li Wei.
Bo Song mengatakan ia pulang. Xiao Xi berkata kalau semalam ia bertemu ayah Bo Song dan membicarakan Bo Song, ia menunjukkan ketulusan hatinya bagaimana ia memikirkan Bo Song.
Bo Song tersenyum bahagia dan mengatakan ia tahu, karena ayahnya menceritakan itu padanya.
Jiang Chen yang diam-diam mendengarkan jadi kesal karena keduanya semakin dekat.
Lu yang sendiri meminta bantuan Xiao Xi karena Jing Jing sudah cuek padanya beberapa hari ini.
Xiao Xi malah berkata, rasakan itu, siapa suruh kau bermain-main dengan uangnya?
Lu Yang kesal + sedih, ia tak bisa mengatakan alasan sebenarnya apa yang terjadi dengan uang itu, karena itu akan membuatnya tampak tidak keren.
Bo Song tersenyum menatap punggung Xiao Xi, ia makin jatuh cinta pada Xiao Xi.
Bo Song kemudian mengajak Xiao Xi untuk hang out bersamanya besok.
Xiao Xi bingung karena ia sudah punya rencana besok meski ia belum yakin apakah si dia akan datang atau tidak.

Xiao Xi sempat ragu sejenak dan berfikir. Jiang Chen yang mendengarkan itu waspada dan tiba-tiba memanggil nama Chen Xiao Xi. (KYAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!! Umpan Jing Jing kena, kemaren Jing Jing bilang kalau sampai Xiao Xi dan Bo Song keluar bersama, Bo Song akan menyatakan perasaan pada Xiao Xi dan Jiang Chen tidak mau itu terjadi wkkwkwkwww).
Xiao Xi terkejut dan berbalik ke arah Jiang Chen. Jing Jing, Lu Yang dan Bo SOng juga kaget. Mereka menatap Jiang Chen.
Jiang Chen terdiam, ia tak tahu harus mengatakan apa, otaknya berfikir cepat dan tiba-tiba ia mengatakan ingin meminjam penghapus HAHAHHAHAHAHAHAHAHHAHAHAHAHA.
Xiao Xi masih shock dan tergesa-gesa mencari penghapus. Lu Yang dan Jing Jing sebenarnya mengharapkan Jiang Chen mengatakan sesuatu yang lain, mereka kemudian fokus pada pekerjaan masing-masing.
Hanya Bo song yang sepertinya tahu alasan Jiang Chen memanggil Xiao Xi bukan karena penghapus.
Xiao Xi masih sibuk mencari penghapus di tas dan lacinya, Bo Song kembali mencoba bicara padanya tapi Xiao Xi mengatakan ia sedang sibuk dan menyuruh Bo Song menunggu.
Bo Song terluka. Awwwwwwwwwww T_______T

Pada akhirnya Xiao Xi tidak menemukan penghapusnya, Jiang Chen sudah sibuk lagi mengajari Li Wei.
Xiao Xi menatap keduanya, ia membuka bukunya dan ada 2 tiket MU disana. Xiao Xi berfikir bagaimana cara memberikannya.

Malam itu, Xiao Xi di kamarnya menatap tiket dan ponselnya. Ia akan menghubungi Jiang Chen.
Sementara itu Jiang Chen sibuk mencari tiket, tapi ia tak bisa menemukannya di tempat resmi. Ia menelpon Lu Yang dan bertanya apakah teman Lu Yang mendapatkan tiketnya.
Tiba-tiba resepsionis mengatakan kalau seseorang mengembalikan tiket, hanya 1 tiket dan bertanya apakah Jiang Chen mau?
Jiang Chen terdiam.
Xiao Xi masih sibuk dengan ponselnya, ia ingin menghubungi Jiang Chen tapi ia tak berani. Saat sedang galau, tiba-tiba ponselnya berbunyi.
Xiao Xi terkejut dan lebih terkejut lagi karena Jiang Chen menelponnya. Xiao Xi langsung memperbaiki suaranya sebelum mengangkat telpon.
Jiang Chen mengatakan kalau besok jam 7 malam ia menunggu Xiao Xi di pintu masuk stadion. Xiao Xi terkejut mendengarnya, ia langsung bahagia banged dan melompat-lompat di tempat tidurnya, meninggalkan ponselnya di meja HAHHAHHAHHAHAH.
Jiang Chen masih diseberang telpon dan memanggil-manggil nama Xiao Xi. Xiao Xi kemudian sadar kalau Jiang Chen belum mematikan ponselnya dan kembali bicara pada Jiang Chen, ia bertanya apakah Jiang Chen berhasil mendapatkan tiketnya, padahal sulit sekali mendapatkan tiket itu.
Jiang chen mengatakan ia berhasil mendapatkan satu. Xiao Xi mengatakan kalau itu tak masalah karena ia juga punya tiket.
Awwwww, dan begitulah Xiao Xi dan Jiang Chen berjanji untuk kencan di malam ulang tahun Xiao Xi.

Keesokan harinya, Xiao Xi mengurung diri dikamar mandi, ibunya protes karena ia sedang sesak ingin ke toilet, kenapa Xiao Xi lama banged di kamar mandi.
Xiao Xi kemudian keluar dengan rambut basah dan mengatakan ia sedang cuci rambut. Ibu bingung karena Xiao Xi tak pernah cuci rambut kalau akhir pekan.
Xiao Xi mengatakan ia hanya mencuci poni-nya saja HAHHAHAHHAHAHAHA.

Xiao Xi ada di pintu masuk stadion untuk acara Manchester United Asian Tour 2006.
Ia menunggu Jiang Chen. Acara sudah hampir dimulai tapi Jiang Chen belum kelihatan. Xiao Xi khawatir.
Sementara itu di lain tempat, Jiang Chen sedang menunggu Xiao Xi di pintu stadion juga, tapi acara yang berbeda HAHAHAHAHHAAHAHHAHA.
Ternyata tiket yang dibeli Jiang Chen adalah tiket konser Chun Chun, jadi maksudnya malam ini mereka nonton konser *NGAKAK!
Diantara banyak wanita fans Chun Chun yang akan masuk ke gedung, Jiang Chen berdiri disana menunggu Xiao Xi. Dia nggak nyaman banged karena terus diperhatikan. Jiang Chen cukup populer karena tampan, dan bahkan ada yang berusaha mengajaknya kenalan wkwkwkkwkwk.
Mereka bertanya apakah Jiang Chen akan menonton konser dengan pacarnya dan Jiang Chen menjawab, iya ((KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAa!!!!!!!!).

Karena yang ditunggu tak juga datang, mereka berdua saling menghubungi. Jiang Chen menelpon Xiao Xi dan bertanya dia ada dimana?
Xiao Xi mengatakan kalau ia ada di stadion. Ia tak mengerti kenapa ia tak melihat Jiang Chen disana, pertandingan akan segera dimulai.
Jiang Chen terkejut, ia mengerutkan keningnya, pertandingan?
Xiao Xi bertanya, bukannya kau ingin melihat pertandingan MU?
Jiang Chen tertawa dan mengerti apa yang terjadi, Ia meminta Xiao Xi menunggu disana dan jangan pindah tempat. Ia akan datang mencari Xiao Xi.

Tak lama kemudian Jiang Chen datang kesana sambil berlari. Xiao Xi khawatir karena Jiang Chen datang telat banged dan segera memberikan tiketnya pada petugas.
Tapi tiket Xiao Xi tidak bisa digunakan dan mereka mengatakan mungkin itu tiket palsu, Xiao Xi kena penipuan. Xiao Xi terkejut, ia tak percaya karena ayahnya yang mencarikan tiket ini, ayahnya menghabiskan banyak uang untuk tiket itu. Ia ingin mereka mencobanya lagi.
Tapi petugas mengatakan ini jelas tiket palsu, karena tak ada barcode-nya.
Xiao Xi sangat kecewa. Jiang Chen hanya sedikit tersenyum dan mengajak Xiao Xi pergi dari sana.

Sementara itu di rumah, ibu Xiao Xi bertanya pada suaminya bagaimana suaminya bisa mendapatkan tiket itu. Karena ia dengar tiketnya sangat mahal dan sulit didapatkan.
Ayah tersenyum dan mengatakan tidak sulit sama sekali, ia bahkan dengan sombong mengatakan kalau ia hanya membelinya dengan harga 150 RMB (300ribu rupiah), beli 1 gratis 1 HAHHAHAHAHAAHHAHAHHAHAHAHA.
Ibu ragu karena itu terdengar sangat murah.

Pada akhirnya Xiao Xi dan Jiang Chen tidak bisa melihat pertandingan Mu dan menghabiskan waktu di luar stadion. Jiang Chen membelikan minuman untuk Xiao Xi, minuman bersoda, dan bahkan membukakannya. Xiao Xi sangat senang.
Xiao Xi meminumnya tapi kemudian ia menutup mulutnya dan mulai khawatir. Jiang Chen bingung dan menatap Xiao Xi. Xiao Xi mengatakan kalau ia ingin bersendawa.
Jiang Chen mendesah dan mengerti. Ia menutup telinganya dan matanya, meski ia mengintip sedikit.
Xiao Xi tersenyum dan bersendawa. Xiao Xi bahagia bangeeeeeeed. Awwwwwwww, Jiang Chen sangat pengertian aaaaackkkkkk!!!
Xiao Xi mengatakan ia sudah selesai dan Jiang Chen tersenyum padanya, keduanya senyum malu-malu.

Tak jauh dari sana, seseorang baru datang dengan setengah berlari, kemudian berhenti saat melihat keduanya.
Dia adalah Wu Bo Song. Ia melihat Xiao Xi dan Jiang Chen menikmati waktu mereka berdua di luar stadion.
Bo Song terluka. Ia berbalik dan membuang tiket yang akhirnya berhasil ia dapatkan OMG!!!!!!!!!
Bo Song pulang dengan langkah berat.
HUWAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA aku nggak tahan liat Bo Song, pengorbanannya itu lho ya ampun, demi tiket itu, tapi malah masuk tempat sampah T____T
Aku suka sama Bo Song tapi baper juga sama Jiang Chen, aku galau T___T

Xiao Xi dan Jiang Chen pulang tak lama kemudian, sepanjang jalan keduanya terlihat sangat dekat dan bahkan mulai bercanda. Xiao Xi yang ingin memasang wig pelangi ke kepala Jiang Chen dan Jiang Chen yang menghindar. Jiang Chen juga udah nggak awkward untuk skinsip, sia kelihatan memperbaiki baju Xiao Xi XD
Pokoknya mereka berdua ini asik banged di kencan pertama mereka.
Sesampai di pintu apartemen, Xiao Xi berterima kasih karena Jiang Chen sudah mengantarnya pulang. Jiang Chen berkata, kalau ia juga tinggal disana dan memecahkan imajinasi Xiao Xi.
Xiao Xi terlihat cemberut. Jiang Chen menahan senyumannya dan sebelum masuk, ia mengucapkan selamat ulang tahun pada Xiao Xi.
Xiao Xi kemudian memanggil Jiang Chen dan Jiang Chen menghentikan langkahnya.
Xiao Xi bertanya apa yang ditulis Jiang Chen di kertasnya waktu itu.
Jiang Chen berfikir dan mengingatkan Xiao Xi kalau itu adalah rahasia.
Xiao Xi tetap ingin tahu dan mengatakan kalau ia akan memberitahu apa yang ia tulis. Xiao Xi mengatakan ia menulis kalau ia menyukai Jiang Chen. Xiao Xi senyam senyum dan Jiang Chen berkomentar kulit Xiao Xi sekarang makin tebal alias nggak ada malu lagi (biasanya kan kalau ngomong suka cewek itu malu-malu AHHAAHAHA, Xiao Xi malah ngomong langsung di depan orangnya lol).
Xiao Xi bertanya apa yang ditulis Jiang Chen dan Jiang Chen mengatakan ia tak ingin bermain permainan ini.

Xiao Xi tak mengerti. Jiang Chen membuka tasnya dan mengeluarkan kertas yang waktu itu. Ia memberikan pada Xiao Xi, kemudian ia masuk ke pintu apartemen.
Xiao Xi menatap kertas yang ada ditangannya, kertas itu bertuliskan 'aku tidak ingin bermain permainan ini'. Ternyata Jiang Chen medapatkan kertas yang ia tulis sendiri.
Xiao Xi terkejut dan mengeluarkan kertas miliknya yang bertuliskan 'aku menyukai Chen Xiao Xi'.
Xiao Xi menahan nafasnya.

Flashback ke malam itu, Bo Song menatap Xiao Xi dengan mata penuh cinta. Ia kemudian menulis 'aku menyukai Chen Xiao Xi' di kertasnya.
Xiao Xi masih berdiri disana dan menghela nafas. Xiao Xi jadi bingung apa yang harus ia lakukan karena ia tahu yang menulis itu ternyata adalah Wu Bo Song.

The End

Epilog.

Dalam perjalanan pulang dari stadion, Xiao mengatakan apa pertanyaannya.
Xiao Xi berkata, saat kita bertengkar waktu itu, kau ingat aku melempar uang padamu, kan? Apakah setelah itu kau kembali dan mengambil uangnya?
Jiang Chen tidak menjawab jadi Xiao Xi berfikir Jiang Chen mengambil uangnya. Jiang Chen membantah, ia tak kembali saat itu.
Xiao Xi cemberut dan mengatakan siswa yang piket hari itu pasti beruntung.
Jiang Chen berfikir kemudian bertanya, Kau... jangan bilang setelah kau menangis seperti itu kau kembali untuk mengambil uangnya?
Xiao Xi mengatakan kalau itu adalah uang, ia tak bisa membiarkannya.
Jiang Chen mendesah dan Xiao Xi tersenyum padanya.

Jadi hari itu setelah Xiao Xi dan Jiang Chen bertengkar dimana Xiao Xi melempar uang saat Jiang Chen memberikannya untuk jersey itu, Xiao Xi menangis terisak.
Tapi kemudian ia menghentikan langkahnya dan berbalik, ia menangis sejadi-jadinya ke tempat ia melempar uang itu. Tapi ia tak menemukan uang itu disana dan menangis lagi.
HAHAHAHAHAHAHA

Komentar:
Awwww baby Xiao Xi memang ya, uang 400 ribu lho, meski marah dan kesal, uang tetap uang. Sayangnya dia terlambat dan sudah ada yang mengambilnya HAHAHHAHAHAHAHAH.

Di episode ini aku kesal banged sama Jiang Chen tapi baper juga ujung-ujungnya. Aku kesal karena dia ini sikapnya seolah merasa Xiao Xi miliknya, hanya karena Xiao Xi suka sama dia seharusnya Xiao Xi hanya melihatnya dan tak boleh dekat dengan pria lain. Seharusnya dia mikir donk ya, Xiao Xi kan bukan pacarnya, dia juga nggak pernah bilang suka sama Xiao Xi, tentu saja Xiao Xi bukan miliknya.
Tapi untungnya, Jing Jing melakukan tugasnya dengan baik, dia berhasil membuat Jiang Chen terbakar api cemburu dan akhirnya melakukan sesuatu untuk Xiao Xi.
Dia nggak mau Xiao Xi dan Bo Song jadian, karena itu dia berusaha mengajak Xiao Xi untuk bersamanya hari itu. Saat dia memanggil nama Xiao Xi untuk meminjam penghapus itu sangat kocak lol. Itu pertama kalinya Jiang Chen panik tapi dalam keadaan kalem ya XD

Aku suka bagaimana Jiang Chen yang pintar ternyata polos juga mengikuti saran Jing Jing untuk membeli tiket konser Chun Chun, daripada mencari tiket MU yang susah didapat. Dan nggak nyangka akhirnya dapat satu, meski akhirnya nggak jadi digunakan karena salah paham. Lucu banged mereka berdua ini tinggal di apartemen yang sama dan ounya nomor masing-masing, kenapa nggak berangkat bareng aja biar jangan salah duga HAHAHHAHAHAHA.
Lagian pas janjian malamnya nggak jelas sih, stadion-nya itu yang mana. Xiao Xi memang nggak kepikiran Chun Chun sama sekali, karena Jiang Chen suka MU sejak awal dia memang menargetkan pertadingan MU HAHAHAHHAA.
Nggak peduli itu ulang tahunnya, pokoknya dia bisa bersama Jiang Chen, meski dia yang bei tiket dan bahkan beli jersey.
Tapi sayang sekali ya, Jiang Chen nggak ngasih kado buat Xiao Xi. Kadonya udah kencan doank berdua hehehhehhehe.

Akhirnya misteri surat itu terungkap di episode ini. Ternyata Jiang Chen tetap Jiang Chen ya, dia nggak akan menulis sesuatu seperti 'aku menyukai Xiao Xi' dan benar banged kalau itu tulisan Bo Song. Awwww, Bo Song jujur banged ya, berharap Xiao Xi yang baca. Xiao Xi memang baca tapi mikirnya malah tulisan Jiang Chen.
Sedih banged pas liat Bo Song melihat Xiao Xi dan Jiang Chen kencan ya ampun, hatiku ikut hancur, apalagi saat ia membuang tiket itu dan berjalan meninggalkan stadion. Punggungnya itu lho T_____T Sedih banged.
Sepertinya kedepannya Bo Song akan makin patah hati, karena dia mencintai Xiao Xi dan nggak bisa berhenti mencintainya, jadi dia mencintai seorang gadis yang mencintai orang lain. Sedih banged T_T
Harus siap-siap nih hati.

Share:

1 comment:

  1. omg kasihan banget bo song :(
    q smpek bayangin kalau diposisi bo song.
    pasti kecewa banget dan nangis pastinya :(
    bikin sebel kan kasihan :(

    ReplyDelete

Translate

Follow by Email

NOTE:

DILARANG RE-UPLOAD / COPY PASTE TULISAN DI BLOG INI!

JIKA INGIN SHARE, CUKUP LINK KE POSTINGANNYA SAJA, BUKAN ISINYA!


Follow Clover Blossoms on Twitter

[Trivia] Japanese Movie Recommendations List

Karena ada banyak yang menanyakan rekomendasi untuk J-Movie, jadi aku memutuskan untuk membuat list rekomendasi Japanese Movi...

Recent Posts

Recent Posts Widget

Popular Posts This Week

Actor / Actress

Airi Matsui Anna Ishii Aoi Miyazaki Aoi Wakana Aom Sushar Araki Yuko Bebe Tanchanok Chen Duling Chiba Yudai Choi Ara Dori Sakurada Eikura Nana Eita Fukushi Sota Fuma Kikuchi Fumi Nikaido Gao Zhi Ting Go Kyung Pyo Gong Yoo Gou Ayano Han Seung Yeon Han Yeri Hana Sugisaki Haruka Fukuhara Haruma Miura Haruna Kawaguchi Hashimoto Ai Hashimoto Kanna Hayato Isomura Hikari Mitsushima Hirano Sho Hiroki Narimiya Hirose Alice Hirose Suzu Honoka Yahagi Horii Arata Hu Yi Tian Hwang Jung Eum Hyeri Inoue Mao Ishihara Satomi Jang Se Hyun Jeon Ji Hyun Ji Soo Ji Woo Joo Won Jun Shison Jung Ryu Won Jung So Min Kamiki Ryunosuke Kasumi Arimura kawakami juria Kei Tanaka Kengo Kora Kentaro Kento Hayashi Kento Nagayama Kim Go Eun Kim Ji Won Kim So Hyun Kim Soo Hyun Kim Tae Ri Kim Woo Bin Kim Yoo Bin Kim Yoo Jung Kim Yoo Mi Kitamura Takumi Komatsu Nana Kubota Sayu Kudo Asuka L Lee Bo Young Lee Chung Ah Lee Dong Hwi Lee Dong Wook Lee Gi Kwang Lee Jong Suk Lee Joon Lee Soo Hyuk Lee Yoo Jin Mackenyu Mahiro Takasugi Maika Yamamoto Maki Horikita Marie Itoyo Masahiro Higashide Masaki Suda Masataka Kubota Mayu Matsuoka Mei Nagano Mikako Tabe Mike D angelo Min Do Hee Minami Hamabe Mirai Moriyama Mirai Shida mirai suzuki Mitsuki Takahata Miwa Miyu Yoshimoto Moe Arai Mone Kamishiraishi Nadine Lustre Nagasawa Masami Nao Nijiro Murakami Nounen Rena Osamu Mukai Park Bo Gum Park Eun Bin Park Hae Jin Park Seo Joon Park Shin Hye Pattie Ungsumalynn Phan Pagniez Reina Visa Rina Kawaei Ryo Ryusei Ryo Yoshizawa Ryoma Takeuchi Ryota Katayose Ryu Hwa Young Ryu Jun Yeol Sakaguchi Kentaro Sakuma Yui Sakurako Ohara Sato Kanta Satoshi Tsumabuki Seo Hyun Jin Seto Koji Shen Yue Shim Eun Kyung Shimon Okura Shin Hyun Soo Shirota Yuu Shohei Miura Shono Hayama Shuhei Nomura Shunya Shiraishi sometani shota Son Seung Won Song Ha Yoon Sun Woong Suzuki Ryohei Suzy Taishi Nakagawa Takanori Iwata Takeru Sato Takuya Kusakawa Tao Phiangphor Tasuku Emoto Tori Matsuzaka Tsubasa Honda Tsuchiya Tao Yamazaki Kento Yamoto Yuma Yoo In Na Yoo Seung Ho Yook Sung Jae Yoon Park Yoon So Hee Yoshine Kyoko Yosuke Sugino Yu Aoi yua shinkawa Yui Aragaki Yuina Kuroshima Yuki Furukawa Yuki Izumisawa Yuki Yamada Yuko Oshima Yuna Taira Yuriko Yoshitaka Yuta Hiraoka Yuya Matsushita Yuya Yagira

Drama / Movie

A Love So Beautiful A Story of Yonosuke Age of Youth 2 Always Sunset on Third Street Anikoma Anohana Anone Ao Haru Ride Arbitratily Fond Asa ga Kita Ashi Girl At Cafe 6 Beppin-San Biscuit Teacher and Star Candy Bittersweet Boku Dake ga Inai Machi Boku no Ita Jikan Boukyaku no Sachiko Bubblegum Cafe Waiting Love Carnation Chia Dan Chihayafuru Crybaby Pierrot's Wedding Crying Out Love in the Center of the World Daily Lives of High School Boys Dating DNA Departures Eulachacha Waikiki Evergreen Love Father is Strange Fleet of Time Forever Young Frankenstein no Koi From Five to Nine Gakko no Kaidan Gegege no Nyobo Gochisousan God Gift Good Morning Call Good Morning Call 2 Goon Ju Hana and Alice Hana Nochi Hare Hanako to Anne Hanbun Aoi Haruchika Hirunaka no Ryuusei Hirune Hime Hiyokko Honey and Clover Hot Road Hyouka I Love You in Tokyo I Want to Eat Your Pancreas If We Were A Season Itakiss LIT Itakiss LIT S2 Itakiss Movie Kahogo no Kahoko Kaze no Haruka Kidnap Tour Kiki Delivery Service Kimi no Na Wa Kingyo Club Kiss Me Thailand Koe no Katachi Koinaka Kuragehime Linda Linda Linda Little Forest Love Letter Lucky Romance Ma Boy Man From The Stars March Comes in Like a Lion Mare Massan May Who? Moriyamachu Driving School My Huckleberry Friends My Husband Can Not Work My Little Sweet Pea My Old Classmate Nagi no Asukara Narratage Natsuzora Nodame Cantabile Oboreru Knife Ohisama Omotesando On The Wings of Love One Million Yen Girl One Week Friends Operation Love Orange Orange Days Ore Monogatari Our Little Sister Our Times Pinocchio Princess Hours Thailand Rage Rainbow Song ReLIFE Reply 1988 Romance Full of Life Sannin No Papa she was pretty Shigatsu wa Kimi no Uso Sing Salmon Sing Solanin Sound of Your Heart Splish Splash Love Ssam My Way Strobe Edge Sukina Hito ga Iru Koto Teiichi no Kuni The 100th Love The Anthem of the Heart The Best Hit The Great Passage The Left Ear The Woodsman and The Rain The World of Us Today's Kira-kun Todome no Kiss Toki wo Kakeru Shojo Tokyo Tarareba Girls Tomorrow Cantabile Tonari no Kaibutsu-kun Toto Nee Chan Twenty Years Old Twilight Saya in Sasara Under the Hawthorn Tree Wakamonotachi Warotenka We All Cry Differently What A Wonderful Family While You Were Sleeping Wise Prison Life Wood Job Yellow Elephant Yesterday Once More Your Lie in April Youth Over Flowers

Blog Archive

Recent Comments

Random Posts