Tuesday, 9 January 2018

[Review] Drama Special: Boukyaku no Sachiko (2018)


Boukyaku no Sachiko atau A Meal Makes Her Forget adalah sebuah drama special yang tayang sebanyak 1 episode pada 2 Januari 2018 lalu di stasiun TV Tokyo. Ini adalah sebuah drama tahun baru yang dibintangi oleh Takahata Mitsuki (Kahogo no Kahoko, Toto Nee-chan, Evergreen Love). Drama ini diangkat dari sebuah manga berjudul sama yang disutradarai oleh Yamagishi Santa (Zenin Kataomoi, Shimokitazawa Die Hard) dan naskahnya ditulis oleh Oshima Satomi (1 Litre of Tears, Hanamoyu, The 100th Love with You).

Seperti judulnya, drama ini adalah mengenai makanan, atau lebih tepatnya bagaimana makanan yang lezat bisa membuat kita melupakan masalah dalam sejenak. Dan tentu saja disini kita akan melihat banyak makanan yang enak, terutama menu makan siang yang pastinya membuat kita sangat berselera.
Aku sarankan sih nonton drama ini sambil makan, karena meski durasinya kurang dari 1 jam, melihat Mitsuki makan dan makan bikin kita lapeeeer HAHAHHAHA.


Alasan aku memilih drama ini sebagai drama pertama yang aku tonton ditahun 2018 (lebih tepatnya drama 2018 pertama yang aku tonton) adalah karena yang main Takahatan Mitsuki. Aku suka banged sama Mitsuki, image Kahoko masih sangat kental dalam diri Mitsuki, jadi dalam drama ini aku seperti melihat 'another Kahoko' tentu saja dengan sifat yang berbeda LOL. MItsuki cute banged, meski di drama ini dia jarang tersenyum, atau mungkin hanya 1 kali tersenyum? HAHHAAHHHA.
Cinematography drama ini sangat baguuuuuuuus, keren banged, cara pengambilan gambarnya, coloringnya bikin mata nyaman dan betah menontonnya, makanya aku sangat berharap ini drama bakalan ada seriesnya. Mungkin ga ya? Karena rasanya nggak puas banged cuma 55 menit, apalagi wajah cowoknya ga kelihatan jelas dan bikin penasaran + adegan terakhir juga agak menggantung.
Semoga TV Tokyo testing water ya, dan membuat series untuk drama ini XD

Oke, berkut ini aku akan menceritakan secara singkat mengenai drama ini. Dan awas spoiler, karena tulisan dibawah ini akan berisi spoiler 100% XD

Fokus utama drama ini adalah Sasaki Sachiko (Takahata Mitsuki) yang bekerja sebagai editor sebuah majalah sastra. Dia adalah seorang karyawan yang perfeksionis, mejanya selalu rapi, peralatannya disusun dengan sangat sangat sangat rapi, ia bekerja dengan perfect, selalu hanya menunjukkan 1 ekspresi, sangat kaku, selalu bicara formal dan tidak terlalu dekat dengan rekan kerjanya. Ia tidak pernah makan siang dengan rekan kerjanya, karena makan siangnya adalah suplemen energi yang akan ia habiskan dalam waktu kurang dari 5 menit. Jadi selama bekerja Sachiko istirahat makan siang itu paling lama cuma 10 menit.

Rekan kerjanya berfikir kalau Sachiko bukan tipe yang disukai laki-laki, mereka yakin Sachiko adalah single, tapi ternyata Sachiko mengundang mereka ke pesta pernikahannya. Manager dan rekan kerjanya tentu saja terkejut gadis yang seperti Sachiko ternyata sudah punya rencana masa depan, bahkan saat pernikahannya, Sachiko menunjukkan wajah yang biasa, nggak senyum bahagia sama sekali. Bagi Sachiko hal yang ia lakukan adalah hal biasa, bertemu seorang pria, pacaran 2 tahun dan menikah, itu hanya kehidupan biasa yang ia jalani.

Tapi, sesuatu terjadi dihari pernikahannya. Acara pernikahan dibagi menjadi 2, dimana saat Sachiko mengenakan wedding dress gaya barat dan pakaian pernikahan tradisional. Saat akan ganti pakaian ke pakaian tradisional, Sachiko dan mempelai pria berpisah ruang ganti. Saat Sachiko kembali, sang mempelai belum juga kembali. Para undangan juga cukup kaget karena waktu ganti baju mempelai pria lebih lama dari mempelai wanita.
Tiba-tiba seorang anak masuk ke dalam ruangan dan memberikan secarik kertas pada Sachiko. Semuanya berfikir itu surprise dari mempelai pria, tapi ternyata itu adalah pesan perpisahan dari mempelai pria yang dibacakan oleh Sachiko sendiri, isinya, 'Sachiko, Maaf.'
Mempelai pria alias tunangan Sachiko, meninggalkannya di hari pernikahannya.

Sachiko menanggapi hal itu dengan kalem, seolah-olah itu bukan masalah besar. Ia bahkan memberikan pidatonya dengan tenang,mengatakan mereka belum mendaftarkan pernikahan dan lain-lain. Keesokan harinya ia juga masuk dan bekerja seperti biasa.
Manager dan rekan kerjanya cukup kagum karena Sachiko benar-benar kelihatan tenang dan baik-baik saja.
TApi tentu saja Sachiko tidak baik-baik saja. Saat mengantarkan laporan pada managernya, ia mengklip seluruh bagian laporan, nama manager yang harus ia tulis malah ia tulis dengan nama 'Shungo', nama tunangannya dan bahkan mengenakan sepatu berlainan ke kantor. Jadi manager dan rekan kerjanya tentu saja khawatir, Sachiko sebenarnya shock karena kejadian di hari pernikahannya tapi nggak sadar kalau ia shock. JAdi manager menyuruh Sachiko untuk libur 3 hari.

Dalam perjalanan pulang, Sachiko berjalan sambil teringat kenangannya bersama Shungo, itu adalah karena kartu namanya. Saat itu hujan dan ia berlindung di bawah jembatan. Kartu namanya ada di punggungnya saat itu dan Shungo yang berlindung dari hujan melihatnya dan memanggil nama Sachiko untuk pertama kalinya. Disana adalah pertemuan pertama mereka dan keduanya menjadi dekat kemudian berpacaran.
Sachiko menyadari ia shock berat saat ia membantu seorang nenek yang menyeberang dan nenek itu membicarakan buah kesemek kering, ia teringat kenangannya bersama Shungo, karena Shungo pernah mengeringkan kesemek untuknya. Suara Shungo memanggil namanya, saat bertanya apakah ia lapar, mengajaknya menonton movie, memujinya saat makan, mengajaknya kissu, suara Shungo terbayang-bayang dibenaknya.
Saat itulah Sachiko jadi lemas dan terjatuh kemudian menyadari kalau ia shock ditinggalkan oleh Shungo.

Sachiko kelaparan karena ternyata ia belum makan sejak acara pernikahan kemarin. Ia singgah disebuah kedai dan memesan menu makan siang. Saat menunggu, Sachiko mulai salah dengar mendengar pelanggan yang berbicara kata-kata yang pengucapannya mirip 'Shungo'. Sachiko benar-benar merasa shock karena ia terus mengingat nama Shungo, karena kalau terus kepikiran, Sachiko merasa ia tak akan bisa melakukan sesuatu seperti biasa, ia harus segera melupakan Shungo. Dan hal itu terjadi saat makanan yang dipesan Sachiko datang. Saat Sachiko mulai makan, makan siang biasa tapi sangat enak, ia melupakan Shungo. YAng ada dipikirannya saat makan adalah makanan enak yang ada dihadapannya, makerel dengan miso, sup miso dengan nasi putih dan lain-lain, pokoknya dipikirannya hanya ada makanan.
Setelah makanannya habis, Sachiko benar-benar merasa seperti disurga, ia bahkan keluar dari restoran dengan wajah puas sampai lupa membayar HAHAHAHHAHAHA. Yang ia ingat saat tiba diluar bukannya ia belum bayar, tapi bagaimana makanan bisa membuatnya melupakan Shungo sejenak.

Berkat rekan kerjanya, Sachiko jadi mengerti kalau makanan enak-lah yang membuatnya bisa melupakan Shungo, bahwa dengan makan makanan enak, Sachiko akan baik-baik saja dan bisa melupakan luka hatinya.
Sehari setelah pernikahan, Sachiko bangun seperti biasa hari itu, tapi ia mulai berdoa di depan foto Shungo, seolah-olah ia mmebuatkan altar untuk Shungo. Itu adalah bukti kekesalan Sachiko karena ditinggalkan, tapi Sachiko membuatnya dengan gayanya sendiri dan dia nggak sadar kalau dia itu terluka, dia selalu merasa kalau dia baik-baik saja.
Sachiko sendiri nggak jadi mengambil hari libur dan masuk kerja keesokan harinya, ia mengenakan sepatu berbeda disebelah kiri dan kanan, bukti kalau ia masih shock. JAdi ia berencana makan makanan kemarin untuk melupakan Shungo, tapi anehnya, saat ia makan, kali ini ia tidak bisa melupakan Shungo, saat makan ia masih teringat Shungo. Sachiko juga merasa aneh dengan hal itu.
Sachiko bahkan mulai menulis surat untuk Shungo dalam pikirannya saat ia akan melakukan sesuatu untuk penulis majalah mereka. Saat melihat foto Shungo di ponselnya, ia kembali teringat Shungo, bagaimana mereka berdua mulai pacaran dan tinggal serumah, kenangan-kenangan bersama Shungo muncul dan terus muncul, Sachiko panik sendiri dan berfikir untuk makan demi melupakan Shungo.

Saat Sachiko melihat sebuah makanan yang sepertinya enak, ia siap memesan, tapi baru ingat kalau ia habis makan, jadi ia berusaha membuat dirinya lapar. IA berlari bolak balik naik turun bukit agar perutnya KOsong HAHAHAHAHAHHA. Tapi tentu saja tidak semudah itu, justru ia makin teringat Shungo. Jadinya saat melihat sekelompok anak sedang latihan lari, Sachiko ikutan lari dengan mereka.
Dan itu berhasil membuat Sachiko kelelahan dan ia kembali ke restoran dan makan dengan lahap. DAn makanan kali ini, sukses membuat dia melupakan Shungo sejenak saat ia menikmati makanan itu.
TApi melupakan ternyata memang hal yang sulit. Sachiko kembali teringat Shungo saat ia pulang ke rumah dan ia bertanya-tanya apakah dirinya akan bisa melupakan Shungo atau tidak. Sachiko bahkan mulai merasa Shungo lewat disampingnya dan mengejar orang yang ia pikir Shungo itu, tapi tentu saja tidak ada Shungo disana.

Acara pesta akhir tahun majalah mereka, dimana para penulis diundang, Sachiko melakukan pekerjaannya dengan baik. TApi Sachiko orangnya sangat tegas, kalau pidato 3 menit, selesai nggak selesai pasti dia langsung potong dan masuk ke acara selanjutnya, pokoknya dia tepat waktu banged. Sachiko bahkan dimarahi oleh salah satu penulis karena sikap Sachiko itu.
Penulis itu tahu kalau Sachiko sedang galau karena pernikahannya yang gagal dan bertanya pada Sachiko kenapa Sachiko tidak menangis dan marah karena hal itu. Sachiko mengatakan karena itu adalah pilihan pacarnya dan penulis itu menebak kalau Sachiko menganggap menangis dan marah itu adalah hal yang nggak berguna dan Sachiko sangat membenci hal yang nggak berguna.
Penulis itu membawa Sachiko ke suatu tempat dimana disana ia menjelaskan kalau orang itu tidak seperti apa yang kelihatan dan tidak sesederhana yang kita pikirkan. Ada banyak hal di dunia ini yang tidak akan mengikuti sinopsisnya. BAnyak hal di dunia ini yang tidak bisa kita mengerti tanpa mengalaminya dan merasakannya sendiri.

Kata-kata itu terus terngiang di telinga Sachiko saat Sachiko akan pulang ke rumah pagi harinya, bersamaan dengan suara Shungo yang memanggil namanya. Sebuah kenangan muncul dibenak Sachiko, saat Shungo menunggu Sachiko dan Sachiko bertanya kenapa Shungo menunggunya, mereka sekarang bertemu itu karena ia tugas diluar, bagaimana jika ia tidak keluar kantor hari ini , mereka mungkin tak akan bertemu. Shungo mengatakan kalau ia mungkin akan tetap menunggu Sachiko disana.  Sachiko bertanya apa tidak masalah Shungo menyia-nyiakan waktunya seperti itu dan Shungo mengatakan menghabiskan waktu menunggu saat ia ingin bertemu Sachiko bukanlah membuang-buang waktu baginya. Saat itu Sachiko terdiam, begitu juga dengan Sachiko yang sekarang.
Saat Sachiko terdiam, nenek yang dulu ia bantu memanggil Sachiko dan mengajak Sachiko sarapan bersama-sama. Keduanya menunggu makanan dimeja dan perut Sachiko berbunyi karena lapar, nenek kemudian mengeluarkan kesemek kering dan memberikan pada Sachiko.
Saat makan kesemek itu, Sachiko teringat Shungo lagi, Shungo yang mengajaknya makan kesemek kering yang ia keringkan di kamar Sachiko. Sachiko mulai menangis dan menyadari kalau semua itu tidak sia-sia, menyukai dan mencintai Shungo selama ini, bukan-lah hal yang sia-sia meski berakhir seperti ini. Sachiko menangis untuk pertama kalinya setelah pernikahannya dan menyadari betapa ia mencintai Shungo.

Saat makanan mereka datang, nenek mengatakan kalau Sachiko sudah bekerja keras tahun ini. Apapun yang terjadi, manusia akan selalu lapar, sesedih apapun perasaan itu, manusia akan lapar. Nenek menyuruh Sachiko untuk makan dan melupakan semuanya.
Sachiko mengerti dan mulai makan dengan lahap.
Sachiko mulai membaik setelah saat itu, meski ia belum bisa melupakan Shungo 100%, ia sudah melangkah kedepan dan sejak saat itu, Sachiko selalu tidak lupa untuk menikmati setiap makanan yang ia makan.

Drama ini bagus banged, temanya juga bagus, jadi aku sangat menyukainya dan berharap ada seriesnya LOL.
Ending yang aku bilang menggantung itu adalah setelah lagu ending, ada adegan Shungo disebuah pulau gitu, memandang ke arah laut.
Alasan kenapa Shungo meninggalkan Sachiko, aku masih tidak paham sama sekali, tapi saat adegan ending, Shungo kelihatan mengenakan pakaian kerjanya, kayaknya sih dia kerja di onsen gitu. DAn ia memanggil nama Sachiko-san.
Aku rasa dia juga tidak bisa melupakan Sachiko dan terus teringat padanya. Tapi kenapa dia meninggalkan Sachiko ya? Karena saat Sachiko akan pergi ganti baju di hari perniakhan itu, Shungo masih tersenyum melihatnya.
Apakah dia nggak yakin bisa menikah dengan sachiko makanya dia pergi? Tapi kenapa pas pernikahan? Kejam bangeeeeeed huhuhuhu..

Mitsuki cocok banged memerankan karakter seperti ini. Wajah Mitsuki itu imut banged, padahal dia udah 26 tapi wajahnya masih kayak anak-anak, tapi aku suka Mitsuki tidak mengambil peran-peran remaja. hehehehhee.
Karakter ini sebenarnya agak mirip sama Kahoko, entah kenapa terasa banged image Kahoko-nya, mungkin dalam versi kaku LOL.

 
Skor:

 Story: 4/5
Acting: 5/5
Cinematography: 5/5
Music: 3/5
Opening: 4/5
Ending: 3,5/5

FAQ.

Dimana Aku mendownload drama ini?

- download raw-nya piratefiles.org
- download subtitlenya di d-addict (engsub)

Share:

0 comments:

Post a Comment

Translate

Follow by Email

NOTE:

DILARANG RE-UPLOAD / COPY PASTE TULISAN DI BLOG INI!

JIKA INGIN SHARE, CUKUP LINK KE POSTINGANNYA SAJA, BUKAN ISINYA!


Follow Clover Blossoms on Twitter

[Trivia] Japanese Movie Recommendations List

Karena ada banyak yang menanyakan rekomendasi untuk J-Movie, jadi aku memutuskan untuk membuat list rekomendasi Japanese Movi...

Recent Posts

Recent Posts Widget

Popular Posts This Week

Actor / Actress

Airi Matsui Ando Sakura Anna Ishii Aoi Miyazaki Aoi Morikawa Aoi Wakana Aoi Yu Aom Sushar Araki Yuko Bebe Tanchanok Chen Duling Chiba Yudai Chinen Yuri Choi Ara Daiki Shigeoka Dori Sakurada Eikura Nana Eita Elaiza Ikeda Fukushi Sota Fuma Kikuchi Fumi Nikaido Furuhata Seika Gao Zhi Ting Go Kyung Pyo Gong Yoo Gou Ayano Han Seung Yeon Han Yeri Hana Sugisaki Haru Kuroki Haruka Fukuhara Haruma Miura Haruna Kawaguchi Hasegawa Hiroki Hashimoto Ai Hashimoto Kanna Hayami Akari Hayato Isomura Hikari Mitsushima Hirano Sho Hiroki Narimiya Hirose Alice Hirose Suzu Honoka Yahagi Horii Arata Hu Yi Tian Hwang Jung Eum Hyeri Igawa Haruka Imada Mio Inoue Mao Ishihara Satomi Jang Se Hyun Jeon Ji Hyun Ji Soo Ji Woo Joo Won Jun Shison Jung Ryu Won Jung So Min Kaku Kento Kamiki Ryunosuke Kaname Jun Kanichiro Kasumi Arimura kawakami juria Kei Tanaka Kengo Kora Kentaro Kento Hayashi Kento Nagayama Kim Go Eun Kim Ji Won Kim Min Suk Kim So Hyun Kim Soo Hyun Kim Tae Ri Kim Woo Bin Kim Yoo Bin Kim Yoo Jung Kim Yoo Mi Kinami Haruka Kitamura Takumi Kiyohara Kaya Kiyohara Sho Komatsu Nana Koseki Yuta Kou Shibasaki Kubota Sayu Kudo Asuka L Lee Bo Young Lee Chung Ah Lee Dong Hwi Lee Dong Wook Lee Gi Kwang Lee Jong Suk Lee Joon Lee Soo Hyuk Lee Yoo Jin Mackenyu Mahiro Takasugi Maika Yamamoto Maki Horikita Mamiya Shotaro Marie Itoyo Masahiro Higashide Masaki Okada Masaki Suda Masataka Kubota Matsumoto Jun Mayu Matsuoka Mei Nagano Mikako Tabe Mike D angelo Min Do Hee Minami Hamabe Mio Yuki Mirai Moriyama Mirai Shida mirai suzuki Mitsuki Takahata Mitsushima Shinnosuke Miwa Miyu Yoshimoto Mizuki Yamamoto Moe Arai Mone Kamishiraishi Mugi Kadowaki Nadine Lustre Nagasawa Masami Nakajima Kento Nakamura Tomoya Nao Nao Matsushita Nijiro Murakami Nounen Rena Osamu Mukai Otani Ryohei Park Bo Gum Park Eun Bin Park Hae Jin Park Seo Joon Park Shin Hye Pattie Ungsumalynn Phan Pagniez Reina Visa Rena Matsui Riho Yoshioka Rina Kawaei Ryo Ryusei Ryo Yoshizawa Ryoma Takeuchi Ryota Katayose Ryu Hwa Young Ryu Jun Yeol Sagara Itsuki Sairi Itoh Saito Takumi Sakaguchi Kentaro Sakuma Yui Sakurako Ohara Sato Kanta Satoshi Tsumabuki Seino Nana Seo Hyun Jin Seto Koji Shen Yue Shim Eun Kyung Shimon Okura Shin Hyun Soo Shirota Yuu Shohei Miura Shono Hayama Shuhei Nomura Shunya Shiraishi sometani shota Son Seung Won Song Ha Yoon Suga Kenta Sun Woong Suzuki Ryohei Suzy Taiga Taishi Nakagawa Takahashi Issei Takanori Iwata Takayuki Yamada Takeru Sato Takuya Kusakawa Tamaki Hiroshi Tao Phiangphor Tasuku Emoto Tomoshita Yamashita Tori Matsuzaka Toyokawa Etsushi Tsubasa Honda Tsuchiya Tao Ueno Juri Yamazaki Kento Yamoto Yuma Yo Oizumi Yoo In Na Yoo Seung Ho Yook Sung Jae Yoon Park Yoon So Hee Yoshine Kyoko Yosuke Sugino Yu Aoi yua shinkawa Yui Aragaki Yuina Kuroshima Yuki Furukawa Yuki Izumisawa Yuki Yamada Yukino Kishii Yuko Oshima Yuna Taira Yuriko Yoshitaka Yuta Hiraoka Yuya Matsushita Yuya Yagira

Drama / Movie

99.9 A Love So Beautiful A Story of Yonosuke Age of Youth 2 Always Sunset on Third Street amachan Anikoma Anohana Anone Ao Haru Ride Arbitratily Fond Asa ga Kita Ashi Girl At Cafe 6 Beppin-San Biscuit Teacher and Star Candy Bittersweet Boku Dake ga Inai Machi Boku no Ita Jikan Boukyaku no Sachiko Bubblegum Cafe Waiting Love Carnation Chia Dan Chihayafuru Chugakusei Nikki Churasan Crybaby Pierrot's Wedding Crying Out Love in the Center of the World Daily Lives of High School Boys Dating DNA Departures Eulachacha Waikiki Evergreen Love Father is Strange Fight Fleet of Time Forever Young Frankenstein no Koi From Five to Nine Gakko no Kaidan Gegege no Nyobo Gochisousan God Gift Good Morning Call Good Morning Call 2 Goon Ju Hana and Alice Hana Nochi Hare Hanako to Anne Hanbun Aoi Haruchika Hirunaka no Ryuusei Hirune Hime Hiyokko Honey and Clover Hot Road Hyouka I Love You in Tokyo I Want to Eat Your Pancreas If We Were A Season Itakiss LIT Itakiss LIT S2 Itakiss Movie Kahogo no Kahoko Kakegurui Kaze no Haruka Keiji Yugami Kidnap Tour Kiki Delivery Service Kimi no Na Wa Kingyo Club Kiss Me Thailand Koe no Katachi Koinaka Kuragehime Linda Linda Linda Little Forest Love Letter Lucky Romance Ma Boy Man From The Stars Manpuku March Comes in Like a Lion Mare Massan May Who? Meteor Garden 2018 Moriyamachu Driving School My Huckleberry Friends My Husband Can Not Work My Little Sweet Pea My Old Classmate Nagi no Asukara Narratage Natsuzora Nodame Cantabile Oboreru Knife Ohisama Omotesando On The Wings of Love One Million Yen Girl One Week Friends Operation Love Orange Orange Days Ore Monogatari Our Little Sister Our Times Peach Girl Pinocchio Princess Hours Thailand Rage Rainbow Song ReLIFE Reply 1988 Romance Full of Life Sannin No Papa she was pretty Shigatsu wa Kimi no Uso Sing Salmon Sing Solanin Sound of Your Heart Splish Splash Love Ssam My Way Strobe Edge Sukina Hito ga Iru Koto Teiichi no Kuni Tenno no Ryoriban The 100th Love The Anthem of the Heart The Best Hit The Great Passage The Left Ear The Woodsman and The Rain The World of Us Today's Kira-kun Todome no Kiss Toki wo Kakeru Shojo Tokyo Tarareba Girls Tomorrow Cantabile Tonari no Kaibutsu-kun Toto Nee Chan Twenty Years Old Twilight Saya in Sasara Uchiage Hanabi Under the Hawthorn Tree Unnatural Wakamonotachi Warotenka We All Cry Differently What A Wonderful Family While You Were Sleeping Wise Prison Life Wood Job Yellow Elephant Yesterday Once More Your Lie in April Youth Over Flowers

Blog Archive

Recent Comments

Random Posts