Sunday, 14 January 2018

[Review] J-Movie: I Want to Eat Your Pancreas (2017)

Awal pertama tahu movie ini adalah saat pengumuman cast, saat nama Oguri Shun,  Kitagawa Keiko, Hamabe Minami dan Kitamura Takumi diumumkan akan membintangi movie yang diangkat dari novel best-seller ini.
Judul awalnya adalah I Want to Eat Your Pancreas, atau dalam bahasa indonesianya bisa di artikan sebagai 'Aku ingin memakan pankreasmu'.
Karena sama sekali nggak tahu ini movie apa dan bagaimana, dari judulnya, aku pikir ini adalah movie zombie, thriller atau semacamnya LOL. Aku agak menyayangkan, karea aku suka 4 tokoh utamanya, tapi kalau movienya thriller aku nggak mau nonton HAHAHAHHAHA.
Tapi ternyata ini jauh dari thriller wkkwkkkwkw, cuma judulnya aja yang memang membuat kita berfikir ini movie serem XD

I Want to Eat Your Pancreas / Let Me Eat Your Pancreas / Kimi no Suizou wo Tabetai adalah sebuah movie yang diangkat dari novel best-seller karya Sumino Yoru yang rilis pada Juli 2017 lalu. Movie berdurasi 115 menit ini disutradarai oleh Tsukikawa Sho (The 100th Love with You, Kurosaki-kun no iinari ni Nante Naranai, Tonari no Seki-kun to Rumi-chan) dan naskahnya ditulis oleh Yoshida Tomoko (Tomorrow I will Date with Yesterday's You, Ao Haru Ride, Hot Road).
Movie yang biasa disingkat dengan KimiSui ini dibintangi oleh Kitamura Takumi (Hidamari no Kanojo, Destruction Babies, Koi to Uso), Hamabe Minami (Anohana, Boku no Ita Jikan, Saki), Oguri Shun (Gintama, Lupin The Third, Rich Man Poor Woman), Keiko Kitagawa (Dakishimetai, Paradise Kiss, Hero), Otomo Karen (Koe Koi, Omukae Death, Koinaka), Morishita Daichi (Asa ga Kita), Yamoto Yuma (Chihayafuru, Silver Spoon, Gomen ne Seishun!), Sakurada Dori (Orange, Koe Koi, Kuzu no Honkai) dan cast lainnya.

Melihat dari sinopsis dan stills-nya, awalnya aku pikir ini adalah movie youth-romance dan pastinya udah ketebak garis besar endingnya bagaimana. Tapi meski kita sudah bisa menduga-duga, ternyata ada banyak plot twist didalamnya dan movienya nggak seringan yang kita pikirkan. Meski sebenarnya aku bisa bilang ini termasuk sebuah movie yang ringan sih lol.
Aku pribadi belum membaca novelnya, jadi ini memang pertama kalinya aku tahu cerita movie ini dan menurut aku sangat menarik. Lebih baik dari yang aku harapkan. Biasanya kan movie begini karena udah ketebak jadinya nontonnya biasa aja, ternyata movie ini justru membuat kita makin penasaran dan menurutku nggak ada bagian membosankan didalamnya, aku nonton tanpa skip, bahkan kadang aku pause sebentar untuk memahami kalimatnya.
Karena jujur saja, ini movie banyak sekali quote-nya, kata-katanya sangat dalam, apalagi yang diucapkan oleh Sakura (Hamabe Minami).

Movie ini memang movie tentang dua sejoli, remaja dimasa SMA mereka, tapi kisah mereka berdua lebih dari pada sekedar itu. Ini bukan movie romance, jadi jangan berharap ada lovey dovey OTP. Takumi dan Minami chemistry-nya bagus banged, mereka berdua cocok banged dan scene mereka selalu membuat aku merasa adem. Hubungan mereka bukan pacar, bukan teman sekelas biasa, bukan sahabat, tapi lebih daripada sekedar teman. Mereka masuk ke dalam kehidupan masing-masing yang mampu mengubah kehidupan mereka yang biasanya. Pertemuan mereka bukan kebetulan, bukan juga takdir, bukan terbawa arus, tapi karena pilihan mereka sendiri, begitulah kata Sakura pada sang tokoh utama yang diperankan oleh Takumi.
Movie ini banyak menceritakan tentang makna hidup dan kehidupan. Bukan kisah tentang seorang gadis dan penyakit mematikannya seperti yang biasa kita temui dalam movie lain, ada sesuatu dalam movie ini yang membuat kisah movie ini berbeda dan punya keunikannya tersendiri. MUngkin temanya sama dengan movie lainnya, seorang gadis yang penyakitan dan keinginan-keinginan terakhirnya, tapi kisahnya dirangkai sedemikian rupa, dengan lead male yang jujur dan sangat baik, awalnya ia tak yakin dengan hubungan mereka, tapi ia tak bisa menolak setiap kali sang gadis meminta. Mereka sebenarnya bisa menjadi pasangan yang manis, tapi sang gadis menolak mempunyai hubungan lebih dengan si anak laki-laki karena ia tahu hidupnya tidak lama lagi.
Aku juga suka bagaimana penulis tidak memberitahu nama karakter Takumi sampai menut terakhir drama ini. JIka kalian cek plot di asianwiki, kalia bisa melihat nama karakter Takumi dan Shun ditulis dengan 'I' atau 'Aku' atau 'Boku', karena memang nama kecil karakter mereka tidak disebutkan diawal, dan uniknya juga karakter mereka tidak pernah memanggil nama 'Sakura' pasti selalu 'Kimi' atau 'Kamu'.

Kitamura Takumi dan Hamabe Minami menunjukkan kemampuan akting yang bagus disini. Aku sangat suka akting Takumi disini, seorang anak laki-laki yang tidak tertarik bersosialisasi tiba-tiba ditarik masuk ke dunia gadis populer. Dengan penuh kebingungan dan ketidakyakinan, ia terus berada disisi sang gadis sebagai satu-satunya orang yang tahu penyakit gadis itu. Dia tidak menunjukkan belas kasihan, dia hanya menjadi dirinya yang biasa, tapi perlahan dia mulai merasa kalau gadis itu menjadi bagian dari kesehariannya yang biasanya. Tokoh dewasa-nya adalah Oguri Shun, yang screentime-nya lumayan sedikit tapi dia mampu mencuri hatiku, senior aktingnya memang luar biasa.
Hamabe Minami sendiri sudah membuatku menangis di SP Drama Anohana tahun 2015 lalu dan kali ini dia membuatku menangis lagi. Aktingnya bagus, tapi ada beberapa bagian yang awkward menurutku pribadi meski tidak mengubah kualitas dramanya.
Kitagawa Keiko, scene-nya lebih sedikit dari Shun tapi setiap dia muncul selalu membuatku penasaran dan scene terakhirnya adalah scene yang paling membuat aku menangis. Aku menangis juga sih pas scene Takumi menangis, tapi nggak separah pas Keiko menangis HAHHAHAHAHA.

Selain plot, kisahnya dan akting para pemainnya, cinematography movie ini indah bangeeeeeeeeeed!
Aku suka banged cara pengalihan adegan dari masa lalu ke masa depan, cara pengambilan gambarnya, pemandangan-pemandangan yang ada di drama ini, pokoknya indah banged, pemilihan warna dan baju para tokoh aku juga suka. Kayaknya ini movie memang total banged, bahkan dengan scene yang durasinya hanya beberapa detik sekali-pun.
Pantes banged ini drama masuk dalam TOP 10 Box Office Movie Jepang 2017 dengan penghasilan terbanyak. Diantara TOP 10, KimiSui ini adalah satu-satunya youth movie.
Berkat aktingnya, Minami Hamabe dan Kitamura Takumi juga memenangkan penghargaan Newcomer dalam Hochi Film Awards dan Nikkan Sports Film Awards.

Berikut ini aku akan menceritakan isi dari movie I Want to Eat Your Pancreas secara singkat tapi penuh dengan spoiler^^~
Bagi yang nggak suka spoiler, monggo di skip aja~

SINOPSIS
~spoiler alert~

Kisah movie ini dimulai dari tahun 2017, seorang guru yang tidak bersemangat mengajar di kelas, dia adalah tokoh utama movie ini(Present: Oguri Shun, Past: Kitamura Takumi), yang nama kecilnya tidak pernah disebutkan sampai 1/4 terakhir movie ini. Dia terlihat tidak menikmati pekerjaannya sebagai guru dan bahkan sudah mempersiapkan surat pengunduran diri. Tapi kemudian ia malah ditunjuk secara paksa oleh kepala sekolah untuk menjadi guru penasehat di perpustakaan sekolah.
Gedung perpustakaan sekolah mereka sangatlah indah dan akan segera di renovasi. Sang guru punya kenangan tersendiri di gedung perpustakaan sekolah itu. Mungkin itu juga yang menjadi alasan kenapa dia menjadi guru di SMA itu, tempat dimana ia bersekolah dulu.
Dia pada dasarnya adalah seorang pria yang penakut yang tidak bisa menolak jadi mau tak mau, dia akhirnya masuk ke gedung perpustakaan itu untu pertama kalinya sejak ia lulus dulu dan menjadi guru pembimbing disana.
Ia membantu petugas perpustakaan yang akan mengemasi buku-buku karena gedung itu akan direnovasi. Disana ia bertemu dengan seorang anak bernama Kuriyama, yang mirip sekali dengannya saat ia masih SMP dulu.
Karena Kuriyama-lah, dia akhirnya menceritakan masa SMA-nya dulu, saat ia menjadi petugas perpustakaan dan berkenalan dengan seorang gadis yang tidak pernah bisa ia lupakan.

Saat duduk di bangku SMA, dia adalah anak laki-laki pendiam dan kutu buku. Ia tidak mempunyai teman dan juga tak mau berinteraksi dengan teman sekelas yang lain. Dia bekerja sebagai petugas perpustakaan dan menghabiskan banyak waktunya disana, sendirian.
Suatu hari, saat check up ke rumah sakit karena ia pernah menjalani operasi usus buntu, ia melihat sebuah buku harian yang terjatuh dan mengambilnya. Ia membuka lembar pertama buku itu dan tertulis 'Jurnal Harian', ia membuka halaman selanjutnya dan membaca kalau pemilik buku itu punya penyakit pankreas.
Masih terkejut dengan apa yang ia baca, sang pemilik buku tersebut datang dan meski dengan wajah kalem, dia cukup kaget karena pemilik buku itu adalah Yamauchi Sakura, siswi paling populer di kelasnya.
Yamauchi Sakura sangat populer, punya banyak teman, selalu tersenyum, bahkan saat tahu kalau dia membaca buku harian itu, Sakura tetap tersenyum seperti biasa.

Karena dia mengetahui rahasia Sakura, Sakura kemudian jadi tertarik padanya dan mulai mendekatinya. Sakura awalnya memanggilnya dengan 'teman sekelas' tapi kemudian panggilannya berubah menjadi 'Nakayoshi-kun'.
Sakura bahkan mendaftar menjadi pengurus perpustakaan agar bisa dekat dengan Nakayoshi-kun. Nakayoshi-kun awalnya mengira kalau Sakura mendekatinya karena takut rahasianya terbongkar, tapi Nakayoshi-kun janji dia akan menjaga rahasia itu. Karena Sakura mengatakan yang tahu mengenai penyakitnya hanya dokter dan orang tuanya. Tidak ada seorangpun teman sekelasnya, bahkan sahabatnya yang tahu mengenai penyakitnya.
Nakayoshi-kun awalnya agak bingung dengan Sakura, dia selalu tersenyum meski ia tahu ia akan meninggal 1 tahun lagi, tidak menceritakan pada temannya yang artinya dia tidak punya teman curhat dan kenapa Sakura mendaftar menjadi petugas perpustakaan padahal dia seharusnya melakukan hal-hal yang biasa dilakukan orang, misalnya, pergi ke tempat yang ingin ia kunjungi sebelum meninggal, melakukan hal-hal yang ingin dilakukan sebelum meninggal dan lain sebagainya.
HAl itu malah memberi Sakura ide, karena Nakayoshi-kun yang memberi ide itu, jadi Nakayoshi-kun harus menemaninya ke tempat yang ingin ia kunjungi sebelum meninggal.

Nakayoshi-kun ini pada dasarnya orangnya baik, dia bisa saja menolak permintaan itu, tapi dia benar-benar datang saat hari janjian. Sakura menyukai Nakayoshi-kun karena Nakayoshi-kun bersikap biasa saja saat mengetahui penyakitnya dan Nakayoshi-kun sendiri saat ditanya kenapa dia bersikap biasa, ia mengatakan ia tak bisa menunjukkan wajah sedih atau simpati sementara orang yang bersangkutan selau tersenyum.
Tempat yang ingin dikunjungi oleh Sakura adalah sebuah cafe yang direkomendasikan sahabatnya, Kyoko. Sakura mengatakan kalau Kyoko tahu ia pergi bersama Nakayoshi-kun, Kyoko akan sangat marah dan mungkin membunuh Nakayoshi-kun. Nakayoshi-kun orangnya penakut dan benar-benar takut, jadi meminta Sakura menjelaskan pada Kyoko nantinya.
Di kencan pertama mereka itu, Sakura menceritakan persahabatannya dan Kyoko, mereka berteman sejak SMP dan persahabatan antara wanita itu sama seperti orang pacaran, Kyoko akan cemburu kalau tahu Sakura jalan dengan pria lain. Alasan kenapa Sakura tidak mau memberitahu Kyoko mengenai penyakitnya adalah karena ia tidak mau mengubah keseharian mereka berdua. Sakura juga menceritakan mengenai mantan pacarnya yang posesif.
Sakura juga ingin  mengenal Nakayoshi-kun lebih jauh, tapai kalau ditanya, Nakayoshi-kun selalu menolak dan membuat Sakura marah. Sakura marahnya lucu banged dan semua orang berfikir mereka itu pasangan kekasih yang sedang bertengkar lol.
Karena nggak mau jadi bahan gosip pengunjung cafe, akhirnya Nakayoshi-kun menjawab pertanyaan-pertanyaan Sakura.
Yang menarik adalah saat Sakura bertanya apakah Nakayoshi-kun pernah menyukai seseorang dan awalnya Nakayoshi-kun menolak menjawab, tapi akhirnya dia mengatakan kalau ia pernah menyukai seseorang yang menggunakan bahasa formal pada apa saja, bahkan makanan.
Hal itu cukup membuat Sakura terpesona, menurut Sakura, alasan Nakayoshi-kun menyukai wanita itu sangatlah indah.

Kencan sehari mereka itu ternyata menimbulkan gosip heboh di kelas. Anak-anak kelas nggak percaya gadis populer Sakura kencan dengan si kutu buku. Kyoko tentu saja langsung melabrak Nakayoshi-kun dan Sakura sama sekali nggak menyembunyikan hubungan mereka. IA membenarkan mereka kencan dan saat ditanya hubungan Sakura dan dia, Sakura menjawab mereka adalah teman baik (Nakayoshi). Seluruh kelas langsung heboh.
Nakayoshi-kun tidak menyukai suasana itu dan langsung keluar dari kelas, Sakura mengejarnya.
Di atas sekolah, Nakayoshi-kun bertanya kenapa Sakura melakukan itu, intinya dia bukanlah orang yang cocok bergaul dengan Sakura, karena itu muncul gosip seperti itu. Ia juga tak mengerti kenapa Sakura mendekatinya.
Sakura mengatakan kalau dia adalah orang yang pandai menilai seseorang dan ia tahu Nakayoshi-kun orang baik. Saat Nakayoshi-kun bertanya apakah Sakura benar0benar akan mati, Sakura dengan senyumannya menjawab benar, ia akan mati. Manusia pada dasarnya akan mati suatu hari nanti dan itu bukanlah hal yang aneh. Kita tak tahu apa yang akan terjadi hari esok.

Sejak anak sekelas tahu kalau Nakayoshi-kun dekat dengan Sakura, keadaan berubah disekitar NAkayoshi-kun. Tentu saja Kyoko selalu menatap tajam padanya, karena Kyoko tidak suka Nakayoshi-kun dekat dengan Sakura, ia merasa kalau Nakayoshi-kun itu orang yang mencurigakan.
Nakayoshi-kun juga mulai dibully, sepatunya yang hilang-lah, buku pemberian Sakura berjudul 'La Petit Prince' juga menghilang.
Tapi sejak itu juga, Nakayoshi-kun mulai punya teman, teman sekelas yang memanggil namanya untuk pertama kalinya. Awalnya sih dia mendekati Nakayoshi-kun karena penasaran apakah benar Nakayoshi-kun pacaran dengan Sakura.

Akhir pekan, Sakura kembali mengajak Nakayoshi-kun untuk jalan-jalan berdua. Nakayoshi-kun lagi-lagi nggak menolak dan setuju tanpa tahu tujuan mereka kemana dan ia juga tak tahu kalau itu perjalanan 2 hari semalam lol.
Mereka menghabiskan waktu di Kyushu, pergi ke sana dan kemari, makan ini dan itu. Saat malam tiba, keduanya menginap di sebuah hotel mewah. Sakura mengatakan ada kesalahan saat reservasi dan pihak hotel memberikan mereka kamar terbaik di hotel itu, tapi hanya 1 kamar.
Nakayoshi-kun ragu kalau itu kesalahan pihak hotel dan berfikir kalau Sakura sengaja melakukannya. Sakura sih nggak peduli, begitu masuk kamar dia sibuk lari kesana dan kemari, dia juga asik mandi dan sengaja menyuruh Nakayoshi-kun membawakan krim wajahnya ke kamar mandi saat ia berendam HAHAHHAHAHAHAHHA.
Menghabiskan malam bersama, mereka main kartu, 'jujur atau tantangan'. Mereka mengambil kartu acak dan nomor tertinggi adalah pemenangnya, pemenang akan menantang yang kalah, jika yang kalah memilih jujur, maka pemenang memberikan pertanyaan dan harus dijawab dengan jujur, kalau yang kalah memilih tantangan, maka yang menang menyuruh yang kalah melakukan sesuatu dan yang kalah harus melakukan tantangan itu.
Melalui permainan itu, keduanya semakin dekat. Jika Sakura menang, dia banyak bertanya menggoda Nakayoshi-kun, misalnya dikelas mereka siapa yang menurut Nakayoshi-kun paling imut, dia ada diurutan keberapa dll.
Kalau Nakayoshi-kun menang, Nakayoshi-kun lebih banyak menanyakan pertanyaan dasar dan Sakura kadang kesal karena ia merasa seperti sedang diwawancarai.

Saat Sakura meminta Nakayoshi-kun menyebutkan 3 bagian dari dirinya yang menurut Nakayoshi-kun imut, Nakayoshi-kun tidak menjawab dan malah memilih tantangan, jadi Sakura minta digendong ke tempat tidur HAHHAHHAHAHA. Sakura ini orangnya asik XD
Ronde terakhir saat mereka di tempat tidur, Sakura menang dan meminta Nakayoshi-kun menjawab dengan jujur apa yang akan Nakayoshi-kun lakukan jika ia nanti meninggal dunia. Nakayoshi-kun tidak menjawab dan memilih tantangan. Sakura kecewa, karena sebenarnya ia ingin mendengar jawabannya. Karena itu tantangan bagi Nakayoshi-kun adalah tidur di tempat tidur yang sama dengannya malam itu.
Saat pagi hari tiba, Sakura mendapat telpon dari Kyoko yang bertanya kemana Sakura pergu, karena Sakura berbohong pada orang tuanya, mengatakan ia menginap di rumah Kyoko. Sakura sama sekali tidak berbohong pada Kyoko, ia mengatakan dengan jujur kalau ia ke Kyushu bersama Nakayoshi-kun. Kyoko tentu saja langsung mengamuk HAHAHHAHAHA.

Dalam perjalanan pulang, Nakayoshi-kun sedikit berubah pada Sakura. Biasanya ia akan menolak sebelum mengiyakan permintaan Sakura, tapi hari itu Nakayoshi-kun setuju-setuju saja. Misalnya saat Sakura mengatakan lain kali mereka harus tamasya lagi, biasanya Nakayoshi-kun pasti bilang, kenapa harus aku atau tidak terima kasih atau alasan lainnya, tapi kali ini Nakayoshi-kun langsung setuju.
Sebenarnya Sakura sangat tersentuh dengan hal itu, meski ia berakhir dengan menggoda Nakayoshi-kun. Sakura mengatakan jika ia meninggal nanti, Nakayoshi-kun boleh memakan pankreasnya dan Nakayoshi-kun menolak. Sakura mengatakan itu karena ia ingin selalu ada dalam hati Nakayoshi-kun, jika Nakayoshi-kun memakan pankreasnya, maka ia akan selalu berada di hati Nakayoshi-kun, atau lebih tepatnya, tidak akan melupakan Sakura.
Sakura sangat takut dilupakan oleh orang disekitarnya.

Setelah hari itu, Nakayoshi-kun mulai dikerjai di kelasnya, sepatunya bahkan menghilang dimana akhirnya ditemukan oleh teman yang menyapanya waktu itu, namnaya Gamu-kun, selalu makan permen karet dan selalu menawarkan permen karet pada Nakayoshi-kun. Nakayoshi-kun juga kehilangan buku yang dipinjamkan Sakura padanya.
Sakura juga jadi jarang bicara dengan Nakayoshi-kun, karena dia tak ingin menimbulkan makin banyak gosip disekolah. Karena itu Sakura mengundang Nakayoshi-kun ke rumahnya. Nakayoshi-kun sama sekali nggak curiga dan datang ke rumah Sakura, aku rasa tujuannya adalah untuk meminta maaf karena ia menghilangkan buku Sakura. Awalnya ia ragu menekan bel tapi karena hujan turun, dia akhirnya menekan bel.
Hari itu orang tua Sakura tak ada di rumah dan Sakura mengatakan kalau hubungannya dan Nakayoshi-kun bukanlah pacar, dalam list hal yang ingin ia lakukan, ia ingin melakukan itu dengan orang yang bukan pacarnya. Tentu saja Nakayoshi-kun terkejut karena hal itu.
Saat Sakura mulai memeluknya, Nakayoshi-kun diam saja, tapi pada akhirnya ia menolak Sakura. Sakura malah tertawa dan mengatakan kalau ia hanya bercanda. Nakayoshi-kun meski kalem, tapi juga seorang lelaki dan sepertinya ia kesal karena Sakura tertawa dan seolah mempermainkannya, jadi Nakayoshi-kun mulai menyerang Sakura *Lol bahasanya*
Saat itu Sakura tampak ketakutan dan bahkan Nakayoshi-kun tak sengaja menjatuhkan Sakura ke lantai. Nakayoshi-kun sadar dengan apa yang sudah ia lakukan, akhirnya meminta maaf dan keluar dari rumah Sakura ditengah hujan.
Diluar sakura bertemu dengan ketua kelas yang marah karena Nakayoshi-kun dekat dengan Sakura dan bahkan main ke rumahnya. Ternyata dia adalah mantan pacar Sakura dulu yang masih selalu mengkuti Sakura. Dia juga yang membuang sepatu Nakayoshi-kun dan mencuri buku yang dipinjamkan Sakura pada Nakayoshi-kun.

Sakura yang mengejar Nakayoshi-kun melihat keduanya dan ia menolong Nakayoshi-kun yang terluka dan membawanya kembali ke rumahnya. Keduanya sama-sama meminta maaf atas kejadian tadi dan Nakayoshi-kun mengembalikan buku yang dipinjamkan Sakura.
Nakayoshi-kun akhirnya mengatakan kegalauan hatinya selama ini, mengenai hubungan mereka berdua. Mereka bertemu secara kebetulan dan ia terbawa arus, makanya mereka sampai pada tahap ini. Tapi bagi sakura, pertemuan mereka bukanlah sebuah kebetulan dan bukan juga takdir. Mereka bertemu di rumah sakit saat itu adalah karena pilihan mereka sendiri, mereka dipertemukan karena pilihan yang mereka buat dan mereka sampai pada tahap ini juga bukan karena terbawa arus, tapi karena pilihan mereka.
Aku menangkap seidkit disini, maksud Sakura dengan pilihan adalah pada saat mereka bertemu, bisa saja Nakayoshi-kun membuat pilihan lain, yaitu mengabaikan buku catatannya yang terjatuh itu, tapi saat itu Nakayoshi-kun membuat pilihan mengambil dan membacanya.
Sakura bisa saja memilih tidak menyapa Nakayoshi-kun saat mengambil bukunya dan membiarkannya, tapi Sakura memilih untuk menyapa Nakayoshi-kun dan mengakuinya.
Sakura bisa saja mengabaikan Nakayoshi-kun dan tidak mendekatinya, tapi Nakayoshi-kun memilih mendekati Nakayoshi-kun. Nakayoshi-kun bisa saja menolaknya dengan tegas, tapi Nakayoshi-kun memilih menyetujui permintaan Sakura dan begitulah mereka menjadi dekat sampai hari ini.
Saat memikirkan ini, aku jadi ngangguk-ngangguk, tidak ada yang namanya takdir, tapi itu adalah pilihan yang kita buat, yang membawa kita ke keadaan seperti sekarang ini.

Keesokan harinya, saat Nakayoshi-kun ke sekolah, di gerbang, Kyoko marah pada Nakayoshi-kun karena sejak Sakura dekat dengan Nakayoshi-kun, Sakura jadi sial dan bahkan sekarang masuk rumah sakit karena usus buntu.
Saat tahu Sakura masuk rumah sakit, Nakayoshi-kun tentu saja terkejut, karena ia tahu itu bukan usus buntu. Nakayoshi-kun tak bisa berhenti khawatir dan mengunjungi Sakura sepulang sekolah, yang membuat Sakura cukup terkejut.
Nakayoshi-kun sangat mengkhawatirkan Sakura dan berusaha bertanya apakah Sakura baik-baik saja dan Sakura mengatakan ia baik-baik saja, ini hanya pemeriksaan biasa. Dia akan keluar dalam 2 minggu.
Nakayoshi-kun menghabiskan waktu bersama Sakura dengan mengajarinya pelajaran hari ini dan disana Sakura mengatakan kalau Nakayoshi-kun sepertinya cocok menjadi guru. Nakayoshi-kun merasa kalau ia tak cocok, ia tidak suka dengan orang banyak dan ia pikir ia lebih cocok bekerja sendirian. Sakura mengatakan ia bisa menilai orang dengan baik, jadi ia tahu Nakayoshi-kun cocok menjadi guru. Gosip yang ada disekolah, itu karena teman-teman tidak mengenal Nakayoshi-kun, jika mereka mengenal Nakayoshi-kun dengan baik, pasti tidak akan ada gosip seperti itu dan Sakura meminta Nakayoshi-kun membuat banyak teman dan bahkan mengajarinya bagaimana cara mengajak seseorang menjadi teman.
Itu hanyalah pembicaraan biasa, tapi Nakayoshi-kun benar-benar memikirkan kata-kata itu dan mungkin itu adalah sebabnya kenapa ia menjadi seorang guru.
Sakura mungkin selain orang tuanya, dia hanya punya 2 orang yang ia sayangi, Kyoko dan Nakayoshi-kun, ia sangat ingin mereka berdua berteman baik tapi sangat sulit melakukannya.

Sakura tidak masuk sekolah sejak hari itu dan suatu malam, Nakayoshi-kun mendapat telpon dari Sakura. Awalnya pembicaraan biasa saja, tapi Nakayoshi-kun merasa kalau ada yang aneh. Tanpa diminta, Nakayoshi-kun datang ke rumah sakit saat tengah malam dan membuat Sakura terkejut.
Nakayoshi-kun sudah menduga ada yang tidak beres dan Sakura mengatakan itu hanya karena masa rawat inap-nya diperpanjang. Sakura ingin menanyakan sesuatu pada Nakayoshi-kun tapi ia mengatakan akan menanyakannya jika ia menang main 'jujur atau tantangan' satu ronde. Nakayoshi-kun tidak mengerti kenapa Sakura ingin main itu lagi, padahal Sakura tinggak bertanya dan ia akan menjawabnya. Sakura mengatakan alasan kenapa permianan seperti itu dibuat adalah karena ada pertanyaan yang sulit ditanyakan, dan dengan bermain itu, pertanyaan itu akan lebih mudah disampaikan.
Tapi sayangnya, saat main, Nakayoshi-kun menang dan Sakura kalah, jadi Nakayoshi-kun yang bertanya. Pertanyaan Nakayoshi-kun adalah menurut Sakura, apa itu artinya hidup.
Sakura menjawab sangat panjang, tapi intinya adalah hidup itu berinteraksi dengan orang lain. Jika kita sendirian, kita tidak akan tahu bahwa kita ada. Perasaan dan tubuh ada karena orang lain ada. Bicara dengan orang lain, menyentuh orang lain, merasakan sesuatu, itu adalah tanda bahwa kita hidup, karena ada orang lain yang berinteraksi dengan kita.

Nakayoshi-kun benar kalau ia merasa ada sesuatu yang aneh pada Sakura malam itu, Sakura yang biasanya ceria berubah menjadi melo. Sakura ingin sekali lagi tamasya dengan Nakayoshi-kun dan Nakayoshi-kun mengajaknya untuk jalan-jalan setelah Sakura keluar dari rumah sakit nanti, dan Sakura harus benar-benar keluar dari rumah sakit.
Itu adalah pertama kalinya Nakayoshi-kun mengatakan hal seperti itu pada Sakura, yang tentu saja membuat Sakura senang, karena Nakayoshi-kun sudah mulai memikirkannya. Mereka berdua berjanji untuk jalan-jalan bersama saat Sakura keluar dari rumah sakit, melihat bunga Sakura.
Berkat janji itu, Sakura berusaha untuk sembuh dan sehat kembali. Selama masa penyembuhan Sakura, Nakayoshi-kun sibuk mencari tahu dimana Sakura biasanya mekar meski tidak musimnya, Gamu-kun membantu Nakayoshi-kun mencari tahu tempatnya.

Dan ternyata hari yang dinanti oleh keduanya telah tiba. Sakura keluar rumah sakit hari itu dimana ia langsung ganti baju dan berdandan cantik. Nakayoshi-kun menunggunya di cafe, mereka berkomunikasi dengan sms.
Nakayoshi-kun sempat menulis pesan yang sangat panjang, memuji bagaimana Sakura yang selau ceria dan tak menunjukkan kesedihannya, bagaimana Sakura menghadapi kehidupan dan membuatnya berfikir kalau ia ingin menjadi Sakura. Intinya begitu. Tapi pada akhirnya ia menghapus pesan itu dan ia hanya mengirim satu kalimat pada Sakura, 'Kimi no Suizou wo Tabetai' atau 'Aku ingin memakan pankreasmu'.
Itu adalah pesan terakhir Nakayoshi-kun pada Sakura, yang tidak pernah mendapat balasan, karena Sakura tidak pernah datang menemui Nakayoshi-kun hari itu.

Nakayoshi-kun pernah membaca jurnal harian Sakura saat ia menemukan jurnal itu, tapi ia hanya membaca halaman pertama saja. Ia tahu Sakura selalu menulis setiap hari disana dan Sakura pernah mengatakan kalau Nakayoshi-kun boleh membacanya nanti, setelah ia meninggal dunia.
Nakayoshi-kun datang ke rumah sakura 1 bulan setelah kejadian itu, Nakayoshi-kun mengaku pada ibu Sakura kalau dia tahu mengenai penyakit Sakura dan mengatakan kalau ia ingin membaca jurnal Sakura. Ibu sudah menduga kalau Nakayoshi-kun adalah anak laki-laki yang sering dibicarakan anaknya dan Sakura pernah berpesan padanya, Nakayoshi-kun itu anak yang penakut, dia tak akan datang saat pemakamannya tapi Nakayoshi-kun pasti akan datang menjemput jurnal itu.
Nakayoshi-kun akhirnya membaca jurnal harian Sakura, mulai saat sejak Sakura dan dia bertemu. Sakura menulis nama Nakayoshi-kun di jurnalnya, tapi karena Nakayoshi-kun tidak mau Sakura menulis namanya, sakura mencoretnya.
Jurnal itu berisi keseharian Sakura dan Nakayoshi-kun, tentu saja dari sudut pandang Sakura. Bagaimana pendapat Sakura saat Nakayoshi-kun tahu penyakitnya, wajah tenang Nakayoshi-kun membuat Sakura tertarik, tapi sebenarnya sebelum itu Sakura sudah lama tertarik pada Nakayoshi-kun yang selalu sendirian membaca buku dan diam-diam menatapnya. Mengenai kencan pertama mereka, perjalanan sehari mereka, hal-hal yang ingin ia lakukan. Saat ia menangis karena Nakayoshi-kun mengunjunginya di rumah sakit, Saat ia tak bisa memegang barang dengan baik, saat nafsu makannya berkurang, saat ia ingin menanyakan sesuatu pada Nakayoshi-kun, saat mereka berjanji akan liburan bersama sampai hari terakhir dimana Sakura sangat senang karena ia akan menemui Nakayoshi-kun.
Disini Nakayoshi-kun menangis sejadi-jadinya, ia menangis untuk pertama kalinya sejak kepergian Sakura. Sakura pernah mengatakan kalau kita tak tahu apa yang akan terjadi hari esok dan itu adalah apa yang terjadi pada Sakura, pada akhirnya, dia tidak meninggalkan dunia ini karena penyakitnya, tapi karena hal lain.

Di tahun 2017, Nakayoshi-kun yang sudah menjadi guru sebenarnya masih menyimpan jurnal itu dan setiap kali membacanya, ia akan menangis. Ia mendapat undangan pernikahan dari Kyoko tapi ia tak pernah membalasnya apakah ia akan datang atau tidak.
Di hari terakhir mengemas buku perpustakaan, Kuriyama menemukan sebuah kartu perpustakaan yang dicoret dengan gambar senyuman khas Sakura. Nakayoshi-kun mengetahui kalau itu adalah buku yang pernah dipinjam Sakura dan ia dengan panik sendiri mencoba mencari buku itu.
Tapi kemudian ia menyadari kalau bukan itu yang ingin Sakura katakan padanya. Sakura sejak dulu suka salah menaruh buku, ia sebenarnya sengaja, untuk menarik perhatian Nakayoshi-kun. IA mengatakan jika mencari buku yang ingin dicari seperti mencari harta karun, pasti menyenangkan.
Kenangan itu membawa Nakayoshi-kun masuk ke ruangan khusus di perpustakaan dan ia menemukan buku La Petit Prince disana, Sakura meletakkan buku itu disana karena yakin Nakayoshi-kun akan menemukan buku itu suatu hari nanti.
DAlam buku itu, ada 2 surat, 1 untuk Kyoko dan satu lagi untuk Nakayoshi-kun.

Nakayoshi-kun yang rencananya tidak akan datang ke pernikahan Kyoko, hari itu berlari sekencang-kencangnya menemui Kyoko untuk menyampaikan surat terakhir Sakura, yang membuat Kyoko menangis dalam balutan gaun pengantinnya. Dalam suratnya, Sakura akhirnya mengatakan mengenai penyakitnya, alasan kenapa ia tidak mengatakannya pada Kyoko adalah karena ia sangat menyayangi Kyoko, ia tak mau mengubah hari-hari menyenangkan mereka menjadi hari menyedihkan karena kekhawatiran. Ia juga ingin Kyoko berteman dengan si pembawa surat itu, Nakayoshi-kun.
Itu adalah permintaan terakhir Sakura bagi keduanya, agar mereka berdua berteman. Nakayoshi-kun mengajak Kyoko untuk berteman dan Kyoko jadi ingat saat ia mendengar Nakayoshi-kun dan Sakura latihan berteman di rumah sakit dulu.
Ini beneran mirip ending One Weeks Friends HAHHAHAHAHAH.

Dan apa isi surat terakhir Sakura untuk Nakayoshi-kun?
Dalam surat itu, Sakura untuk pertama kalinya memanggil nama kecil Nakayoshi-kun, yaitu Haruki. Ia juga mengatakan apa yang sebenarnya ia ingin tanyakan waktu mereka bermain permainan jujut atau tantangan satu ronde. YAng ingin ditanyakan oleh Sakura adalah Kenapa selama ini HAruki tidak pernah memanggil namanya, Haruki selalu memanggilnya dengan kimi, kimi dan kimi.
Isi surat terakhir Sakura ini mirip dengan isi sms yang pernah diketikkan oleh Nakayoshi-kun saat ia menunggu Sakuta,  hanya saja dia tidak jadi mengirimnya. Dalam pesan SMS itu, Haruki merasa iri pada Sakura dan ingin menjadi Sakura.
DAn ternyata isi surat Sakura ini adalah perasaan Sakura selama ini, kalau ia juga ingin menjadi Haruki yang tenang dalam menghadapi sesuatu, terlihat dewasa. Ia ingn menjadi seperti Haruki. Ia ingin hidup dalam diri Haruki. Ia ingin memakan pankreas HAruki.
Sebuah surat yang sangat indah, aku langsung sadar kalau perasaan keduanya itu sama karena diakhiri dengan I want to eat your pancreas *sobs*

Jadi, apa itu I Want to eat Your Pancreas?
KAlau nggak salah orang-orang dulu atau hewan apa gimana, jika satu bagian tubuh mereka sakit, jika mereka memakan bagian tubuh orang lain, mereka akan sembuh. JAdi jika sakit pankreas, makan pankreas orang lain, sakit kita akan sembuh. Jika kita sakit hari, makan hati orang lain akan sembuh, begitu. Makanya pada awalnya Sakura ingin makan pankreas Haruki, supaya dia bisa sembuh.
Tapi ada bagian dimana Sakura meminta Haruki memakan pankreasnya, yang artinya adalah jika Haruki memakan pankreas Sakura, maka Sakura akan tetap hidup dalam diri HAruki atau Haruki tidak akan melupakan Sakura.
Jadi begitulah arti dari judul movie ini, menurut pendapatku HAHHAHAHAHA.

Movie ini indah banged, masih banyak bagian yang tidak aku ceritakan diatas, terutama plot twist dari movie ini.
Jika ditanya apakah ini movie sad ending, aku sih jawabnya bittersweet ending. Sejak awal Sakura memang sakit, dan kita sudah bisa menebak dia akan meninggal di akhir. Tapi ternyata Sakura meninggal dunia bukan karena penyakitnya, tapi karena kita nggak bisa meramalkan apa yang akan terjadi besok. Sakura pernah mengatakan itu pada Nakayoshi-kun dan ingin Nakayoshi-kun menghargai hidupnya disetiap harinya.
Keinginan Sakura tercapai, ia tetap hidup dalam diri dua orang yang ia cintai, Haruki dan Kyoko dan dua orang ia cintai itu akhirnya berteman.
Haruki yang awalnya ingin mengundurkan diri dari pekerjaannya sebagai guru, mengurungkan niatnya dan mulai bekerja sepenuh hati lagi.

PAda akhirnya, Sakura memang membawa perubahan pada diri Haruki yang awalnya tidak peduli pada keadaan disekitarnya. Ia anak baik sejak awal, tapi tak suka berinteraksi dengan orang lain.
Kehadiran Haruki juga membawa perubahan pada Sakura. Sakura yang selalu tersenyum dihadapan orang lain, sebenarnya sangat takut akan kematiannya. Sejak bertemu Haruki, ia punya alasan untuk berusaha tetap hidup dan hari-hari yang ia lalui bersama HAruki sangat menyenangkan baginya. Ibu Sakura tahu akan hal itu, sejak mengenal Haruki, Sakura jadi lebih hidup.

Kabarnya movie ini akan mendapatkan anime movie yang sedang digarap dan mungkin akan rilis tahun ini. Aku sangat menantikan anime movienya, biasanya feel-nya lebih terasa yang versi anime hohohohohoho. Aku rasa aku juga pernah membaca beberapa chapter manga-nya, ada yang membuatnya versi manga, tapi aku belum lanjut.
Untuk novelnya sendiri, aku belum baca nih, ada sih rencananya pengen beli, tapi belum sempat ke toko buku 😓
Aku juga nggak bisa membandingkan versi movienya dan novelnya, karena belum baca. Yang udah baca novelnya gimana ya, puas nggak sama movienya. Kalau sebagai yang belum baca novelnya,a ku cukup puas dengan movienya 😊 Setidaknya lebih bagus dari yang aku harapkan :)

 
 Skor:

Story: 5/5
Acting: 4,5/5
Character: 4/5
Cinematography: 5/5
Music: 4/5
Opening: 4/5
Ending: 4/5

Recommended!
 

Share:

5 comments:

  1. arigatou buat reviewnya, jadi makin2 pingin nonton ^^

    ReplyDelete
  2. Saya sebagai penggemar novelnya cukup puaslah sama movienya 😍 Minami & Takumi chemistry nya bagus & cocok sama imajinasi saya ttg tokoh Sakura dan boku

    ReplyDelete
  3. itu yg sering ngasih permen karet jadi suaminya Kyoko saat dewasa haha...

    ReplyDelete
  4. anak yg sering menawarkan permen karet ternyata jadi suaminya Kyoko saat dewasa haha...lol

    ReplyDelete

Translate

Follow by Email

NOTE:

DILARANG RE-UPLOAD / COPY PASTE TULISAN DI BLOG INI!

JIKA INGIN SHARE, CUKUP LINK KE POSTINGANNYA SAJA, BUKAN ISINYA!


Follow Clover Blossoms on Twitter

[Trivia] Japanese Movie Recommendations List

Karena ada banyak yang menanyakan rekomendasi untuk J-Movie, jadi aku memutuskan untuk membuat list rekomendasi Japanese Movi...

Recent Posts

Recent Posts Widget

Popular Posts This Week

Actor / Actress

Airi Matsui Anna Ishii Aoi Miyazaki Aoi Wakana Aom Sushar Araki Yuko Bebe Tanchanok Chen Duling Chiba Yudai Choi Ara Dori Sakurada Eikura Nana Eita Fukushi Sota Fuma Kikuchi Fumi Nikaido Gao Zhi Ting Go Kyung Pyo Gong Yoo Gou Ayano Han Seung Yeon Han Yeri Hana Sugisaki Haruka Fukuhara Haruma Miura Haruna Kawaguchi Hashimoto Ai Hashimoto Kanna Hayato Isomura Hikari Mitsushima Hirano Sho Hiroki Narimiya Hirose Alice Hirose Suzu Honoka Yahagi Horii Arata Hu Yi Tian Hwang Jung Eum Hyeri Inoue Mao Ishihara Satomi Jang Se Hyun Jeon Ji Hyun Ji Soo Ji Woo Joo Won Jun Shison Jung Ryu Won Jung So Min Kamiki Ryunosuke Kasumi Arimura kawakami juria Kei Tanaka Kengo Kora Kentaro Kento Hayashi Kento Nagayama Kim Go Eun Kim Ji Won Kim So Hyun Kim Soo Hyun Kim Tae Ri Kim Woo Bin Kim Yoo Bin Kim Yoo Jung Kim Yoo Mi Kitamura Takumi Komatsu Nana Kubota Sayu Kudo Asuka L Lee Bo Young Lee Chung Ah Lee Dong Hwi Lee Dong Wook Lee Gi Kwang Lee Jong Suk Lee Joon Lee Soo Hyuk Lee Yoo Jin Mackenyu Mahiro Takasugi Maika Yamamoto Maki Horikita Marie Itoyo Masahiro Higashide Masaki Suda Masataka Kubota Mayu Matsuoka Mei Nagano Mikako Tabe Mike D angelo Min Do Hee Minami Hamabe Mirai Moriyama Mirai Shida mirai suzuki Mitsuki Takahata Miwa Miyu Yoshimoto Moe Arai Mone Kamishiraishi Nadine Lustre Nagasawa Masami Nao Nijiro Murakami Nounen Rena Osamu Mukai Park Bo Gum Park Eun Bin Park Hae Jin Park Seo Joon Park Shin Hye Pattie Ungsumalynn Phan Pagniez Reina Visa Rina Kawaei Ryo Ryusei Ryo Yoshizawa Ryoma Takeuchi Ryota Katayose Ryu Hwa Young Ryu Jun Yeol Sakaguchi Kentaro Sakuma Yui Sakurako Ohara Sato Kanta Satoshi Tsumabuki Seo Hyun Jin Seto Koji Shen Yue Shim Eun Kyung Shimon Okura Shin Hyun Soo Shirota Yuu Shohei Miura Shono Hayama Shuhei Nomura Shunya Shiraishi sometani shota Son Seung Won Song Ha Yoon Sun Woong Suzuki Ryohei Suzy Taishi Nakagawa Takanori Iwata Takeru Sato Takuya Kusakawa Tao Phiangphor Tasuku Emoto Tori Matsuzaka Tsubasa Honda Tsuchiya Tao Yamazaki Kento Yamoto Yuma Yoo In Na Yoo Seung Ho Yook Sung Jae Yoon Park Yoon So Hee Yoshine Kyoko Yosuke Sugino Yu Aoi yua shinkawa Yui Aragaki Yuina Kuroshima Yuki Furukawa Yuki Izumisawa Yuki Yamada Yuko Oshima Yuna Taira Yuriko Yoshitaka Yuta Hiraoka Yuya Matsushita Yuya Yagira

Drama / Movie

A Love So Beautiful A Story of Yonosuke Age of Youth 2 Always Sunset on Third Street Anikoma Anohana Anone Ao Haru Ride Arbitratily Fond Asa ga Kita Ashi Girl At Cafe 6 Beppin-San Biscuit Teacher and Star Candy Bittersweet Boku Dake ga Inai Machi Boku no Ita Jikan Boukyaku no Sachiko Bubblegum Cafe Waiting Love Carnation Chia Dan Chihayafuru Crybaby Pierrot's Wedding Crying Out Love in the Center of the World Daily Lives of High School Boys Dating DNA Departures Eulachacha Waikiki Evergreen Love Father is Strange Fleet of Time Forever Young Frankenstein no Koi From Five to Nine Gakko no Kaidan Gegege no Nyobo Gochisousan God Gift Good Morning Call Good Morning Call 2 Goon Ju Hana and Alice Hana Nochi Hare Hanako to Anne Hanbun Aoi Haruchika Hirunaka no Ryuusei Hirune Hime Hiyokko Honey and Clover Hot Road Hyouka I Love You in Tokyo I Want to Eat Your Pancreas If We Were A Season Itakiss LIT Itakiss LIT S2 Itakiss Movie Kahogo no Kahoko Kaze no Haruka Kidnap Tour Kiki Delivery Service Kimi no Na Wa Kingyo Club Kiss Me Thailand Koe no Katachi Koinaka Kuragehime Linda Linda Linda Little Forest Love Letter Lucky Romance Ma Boy Man From The Stars March Comes in Like a Lion Mare Massan May Who? Moriyamachu Driving School My Huckleberry Friends My Husband Can Not Work My Little Sweet Pea My Old Classmate Nagi no Asukara Narratage Natsuzora Nodame Cantabile Oboreru Knife Ohisama Omotesando On The Wings of Love One Million Yen Girl One Week Friends Operation Love Orange Orange Days Ore Monogatari Our Little Sister Our Times Pinocchio Princess Hours Thailand Rage Rainbow Song ReLIFE Reply 1988 Romance Full of Life Sannin No Papa she was pretty Shigatsu wa Kimi no Uso Sing Salmon Sing Solanin Sound of Your Heart Splish Splash Love Ssam My Way Strobe Edge Sukina Hito ga Iru Koto Teiichi no Kuni The 100th Love The Anthem of the Heart The Best Hit The Great Passage The Left Ear The Woodsman and The Rain The World of Us Today's Kira-kun Todome no Kiss Toki wo Kakeru Shojo Tokyo Tarareba Girls Tomorrow Cantabile Tonari no Kaibutsu-kun Toto Nee Chan Twenty Years Old Twilight Saya in Sasara Under the Hawthorn Tree Wakamonotachi Warotenka We All Cry Differently What A Wonderful Family While You Were Sleeping Wise Prison Life Wood Job Yellow Elephant Yesterday Once More Your Lie in April Youth Over Flowers

Blog Archive

Recent Comments

Random Posts