Saturday, 27 January 2018

[Sinopsis] Kuragehime Episode 2-1


Aku sudah menonton ulang episode sebelumnya dan episode 2 ini aku menonton 2 kali, tapi aku rasa aku memang nggak salah, karena Kuranosuke memang sama sekali belum menyebutkan namanya. Para penghuni Amamizukan selalu memanggilnya dengan 'wanita itu', bukan namanya, mereka juga entah kenapa nggak penasaran sama nama Kuranosuke. Aku sendiri nggak mengerti HAHAHHAHAH

Aku sangat menyukai drama ini, entah kenapa menonton ulang terus nggak bosen, menghibur banged pokoknya^^


Sinopsis Princess Jellyfish Episode 1 Bagian 1

Episode 2 dimulai dengan Yoshimi yang berlari menemui teman-teman yang sedang menonton TV, ia membawa sebuah kertas yang berisi perintah dari Mejiro-san (manga-ka yang tinggal di Amamizu-kan tpi nggak pernah kelihatan).
Itu adalah perintah agar mereka menyelesaikan manga minggu ini dan mereka pun mulai sibuk untuk membantu Mejir-san sebagai asisten. Mejiro-san itu mangaka BL klo ga salah dan Tsukimi dkk biasanya membantu dengan menjadi asisten.
Saat itu, Tsukimi melihat sebuah adegan dimana tokoh dalam manga berpelukan dan ia jadi ingat pelukan dengan Shu waktu itu. Ia mulai mendramatisir bagaimana perasaannya saat itu dan yang lain nggak terlalu memperhatikan karena mereka sibuk dengan halaman manga masing-masing.
Chieko kemudian bertanya ada apa dan Tsukimi ingin mengaku kalau adik Kuranosuke memeluknya, tapi ia tak bisa mengatakannya.

Tiba-tiba Kuranosuke sudah tiba dibelakang Tsukimi dan melanjutkan perkatakan Tsukimi, dia memelukmu dengan sangat erat. Dan Tsukimi langsung berteriak dalam hatinya HHAHHAHAAHA.
Yang lain nggak peduli dengan isi pembicaraan Tsukimi dan Kuranosuke, mereka lebih peduli pada daging yang dibawa Kuranosuke dan Kuranosuke mengatakan pada Tsukimi kenapa membesar-besarkan masalah itu, padahal itu hanya sebuah pelukan saja.
Tsukimi sendiri tidak mengerti kenapa ia mengingat itu lagi, padahal itu adalah pelukan dari seseorang yang mengatakan kalau ia menjijikan. Tsukimi sampai mencoret manganya sendiri dan Chieko berusaha menghentikannya.
Tapi kemudian TSukimi sadar, mungkin Shu melakukannya karena ia menangis seperti orang bodoh, Shu memeluknya agar jangan berbuat onar disana.
Jiji kemudian berkomentar kalau itu seperti pelukan majikan pada peliharaannya agar bisa tenang. Tsikimi langsung menangis lucu mendengarnya dan memeluk Jiji-sama HHAHAHAHAHAHAHHA.

Kuranosuke hanya mendengarkan celotehan Tsukimi dan ia tak mengerti apa yang Tsukimi bicarakan. Tangan Kuranosuke terkena tinta karena anak-anak pada heboh, jadi ia pergi ke dapur untuk cuci tangan. Hanya saja airnya nggak keluar dan begitu ia mengecek pipa, pipanya bocor dan air langsung keluar dan membasahi Kuranosuke.
Kuranosuke ganti baju di kamar Tsukimi, tentu saja ia nggak pake baju dan Tsukimi berusaha menutup matanya dibelakang.
Kuranosuke selari mengeringkan rambutnya, melihat lukisan ubur-ubur milik Tsukimi dan mengatakan kalau Shu memberitahu alasan kenapa Tsukimi menangis waktu itu.
Jika di versi movie kehadiran Kuranosuke menganggu pelukan keduanya, maka di versi drama, Tsukimi sadra duluan dan karena malu, dia pergi ke toilet. Waktu itulah Kuranosuke datang dan menendang b*k*ng adiknya HAHHAHAHAHA, ia bertanya apa yang dilakukan Shu pada Tsukimi.
Shu mencoba menjelaskan kalau Kuranosuke salah paham, ia mengatakan Tsukimi teringat mendiang ibunya saat melihat ubur-ubur yang ada disana.
Kembali ke saat sekarang, Kuranosuke mengatakan kalau Tsukimi ternyata kesepian selama ini dan ia tahu bagaimana perasaan Tsukimi. Kuranosuke kemudian sibuk mengenakan baju pinjaman dari Tsukimi dan bahkan akan buka celana disana, untungnya Tsukimi menghentikannya dan segera kabur HAHAHAHAHHA.
Kuranosuke ini orangnya aneh, jelas itu Tsukimi cewek, masa buka bukaan dihadapannya. Dan juga Kuranosuke ini normal lho, dia suka sama wanita, cuma dia hobi croosdressing aja XD

Yang lain sedang mengepel lantai dan mereka terkejut karena butuh 200.000 yen untuk memperbaiki pipa air itu. Mereka menuntut Kuranosuke yang membayarnya, karena dia yang merusaknya. Kuranosuke merasa nggak bersalah karena dia cuma ingin cuci tangan tapi pipanya ternyata bocor.
Mayaya memperhatikan Kuranosuke yang memakai pakaian milik Tsukimi dan Kuranosuke mengamankan dadanya, takut ketahuan HAHHAHHAAHHA.
Jiji khawatir, mereka nggak bisa masak kalau nggak ada air dan Chieko mengatakan mereka harus memperbaikinya secepat mungkin. Jadi mereka patungan, dan mengeluarkan tabungan masing-masing.
Sayangnya walaupun dijumlahkan, nggak nyampe 5000 yen HAHAHHAAHAHA.
Kuranosuke shock banged melihat mereka nggak punya simpanan. Tsukimi mengatakan mereka tidak punya penghasilan lain selain uang kiriman dari rumah diakhir bulan.

Kuranosuke protes karena mereka hanya otaku dan kemudian ingat kalau otaku biasanya pasti punya koleksi, jadi Kuranosuke masuk ke salah stau kamar, kamar Chieko dan menemukan banyak boneka anak-anak khas Jepang disana. Kuranosuke berfikir mereka harus menjual itu dan mengambil salah satu boneka. Chieko langsung berteriak menolak, karena bineka itu, Sakurako sudah seperti keluarga baginya HAHAHHAHAHAAHHAHA.
Yang lain juga mencoba menahan Kuranosuke untuk mengambil barang kesayangan mereka. HAHAHAHAA

Tapi memang nggak ada cara lain, jadi mereka terpaksa mengumpulkan barang dengan berat hati dan membuka stand untuk jualan. Lebih tepatnya, Kuranosuke yang jualan sementara yang lain meringkuk ketakuan dibelakang, karena mereka tak biasa dengan orang ramai. Sayangnya barang itu aneh semuanya jadi nggak ada yang tertarik.
Kemudian ada anak muda yang lewat dan mulai menggosipkan mereka, terutama Banba si kribo. Yang lain jadi nggak tahan lagi tetap disana dan memutuskan untuk kabur. Kuranosuke berhasil menahan Tsukimi untuk tetao tinggal disana hHAHAAHAHA.
Kemudian tiba-tiba ada pasangan ibu dan anak yang tertarik dengan boneka ubur-ubur buatan TSukimi dan membelinya. Remaja lain melihat boneka itu dan menurut mereka itu lucu, jadi mereka juga membelinya.
Kuranosuke kemudian menemukan ide lainnya dan meminta TSukimi membuat design yang lebih banyak. Ia juga berfikir sangat disayangkan kalau hanya dijual di stand, ia berniat menjualnya di internet.

Dan begitulah Kuranosuke menjadi pengawas mereka untuk membuat beragam boneka ubur-ubur. Tsukimi bertugas membuat design, Chieko dan Banba bertugas menjahir, Mayaya mengisi busa dalam bonekanya sementara Jiji bertugas mengupload ke website.
Kuranosuke benar-benar bersemangat dengan hal itu, ia bahkan melarang mereka tidur sebelum membuat sebanyak 100 buah. Mereka begadang semalaman dan pagi harinya, boneka yang mereka jual di internet sudah sold out. Mereka cukup terkejut karena boneka itu populer, mereka bahkan mendapatkan uang 50ribu yen dari menjual boneka-boneka itu.
Tapi untuk biaya perbaikam pipa air, mereka harus membuat setidaknya 300 boneka lagi dan yang lain langsung pingsan karena kelelahan HAHAHAHHAHAHA.
Toba-tiba Chieko datang dan mengatakan kalau mereka tak perlu melakukan itu, karena ia sudah menjual Sakurako dengan harga 150rbu yen. Yang lain merasa tak enak karena tahu Chieko sangat menyukai Sakurako. Chieko mengatakan ia sangat suka melihat orang yang bekerja keras dan ia tersentuh melihat semuanya.
Jiji mengatakan ini pertama kalinya mereka menghasilkan uang dengan sesuatu yang mereka buat dan semuanya kelihatan senang dan tersenyum.
Kuranosuke senang melihat masalah sudah teratasi, ia kemudian meninggalkan Amamizu-kan untuk mandi dan tidur. Chieko melihat kepergian Kuranosuke dan mengatakan kalau sepertinya sekali-kali mereka harus mendengarkan perkataan 'wanita trendi' itu.
Banba tak setuju, menurutnya Kuranosuke bersikap baik untuk bisa dekat dengan mereka. Mayaya setuju, jika mereka mempercayai Kuranosuke, Kuranosuke bisa saja mengendalikan mereka.
Tsukimi sendiri hanya terdiam mendengarkan mereka dan berfikir.


Kuranosuke kembali ke rumah sambil mengendap-endap, tapi saat tahu ayah tak dirumah, ia lega dan mulai bersikap biasa.
Shu ada di ruang tamu dan protes karena Kuranosuke masih berkeliaran dengan pakaian seperti itu.
Ayah mereka pergi ke luar kota dan Kuranosuke bertanya kenapa Shu tidak ikut. Shu mengatakan kalau ia punya tugas lain, ia harus ikut rapat untuk rencana pembangunan kota Amamizu.
Kuranosuke tidak tahu apa itu dan Shu memberikan proposalnya pada Kuranosuke. Shu terkejut melihatnya dan langsung mengkhawatirkan Amamizu-kan. Shu mengatakan kalau pemerintah akan membangun hotel di sana. Kuranosuke terkejut.
Shu kemudian mulai membicarakan mengenai Tsukimi, ia bertanya apa pendapat Tsukimi tentangnya setelah kejadian itu, apakah Tsukimi bertanya tentangnya atau bagaimana. Shu sudah malu-malu duluan, tapi begitu dia melihat ke arah Kuranosuke, Kuranosuke sudah menghilang AHHAHAHHAHAHAHAH. Malah ibunya Shu yang berdiri disana XD

Penghuni Amamizu-kan sedang pesta Sukiyaki saat Kuranosuke datang dan mengatakan ini bukan saatnya untuk makan. Ia menyuruh mereka meletakkan makanan dan semuanya menurut. Kuranosuke kemudian membuka proyek pembangunan kota Amamizu itu dan mengatakan kalau tempat ini nantinya akan dibangun sebuah hotel, apakah mereka tak keberatan dengan hal itu. Yang lain hanya diam dan Kuranosuke tak mengerti kenapa mereka tidak terkejut, ia mengingatkan kalau Amamizu-kan akan menghilang.
Akhirnya Banba dan Mayaya tertawa dan mengatakan tidak apa-apa. Tsukimi mengatakan itu masih dalam tahap perencanaan dan pasti ada yang menolak nantinya. Yang lain juga nggak begitu kelihatan khawatir karena mereka tak berencana pindah.
Tiba-tiba Chieko meminta maaf pada semuanya, sebenarnya ada yang ia rahasiakan. Ia mengatakan kalau beberapa hari yang lalu ibunya menelpon dan mengatakan akan menjual Amamizu-kan (Ibu Chieko adalah pemilik Amamizu-kan).
Semuanya tentu saja terkejut dan bertanya kenapa Chieko diam saja. Alasan Chieko sih mudah, karena dia lupa HAHAHHAHAHAHA.

Kuranosuke mengatakan kalau semua yang tinggal disana adalah otaku, apa yang akan mereka lakukan kalau Amamizu-kan lenyap? Apakah mereka akan baik-baik saja jika tak tinggal bersama?
Yang lain terdiam dan kemudian berkata kalau mereka ingin tinggal bersama-sama dan tak punya pikirna untuk tinggal bersama orang lain. Kuranosuke mengatakan saat ini ada pertemuan di balai kota dan ia ingin mereka semuanya pergi ke sana untuk menyampaikan pendapat alias menolak pembangunan kota.
Yang lain terdiam lagi, karena mereka tak suka keramaian apalagi perkumpulan seperti itu. Tapi kemudian Jiji-san mulai bicara dan mengajak semuanya untuk pergi, mereka harus melindungi rumah mereka.
Yang lain tersentuh dan setuju untuk pergi.

Tapi lucunya, yang pergi hanya berempat dan Jiji-san nggak ikut HAHAHHAHHAAHAH. Mereka sadar pas dipintu masuk dan Tsukimi ingat ini adalah waktu Jiji nonton drama LOL.
Di dalam sangat ramai, mereka jadi gugup dan takut, jadi mereka memutuskan untuk tidak ikut dan akan pulang. Tapi pihak pembangunan kota sudah ada dibelakang mereka dan mengatakan acara akan segera di mulai, mereka harus masuk. Tsukimi melihat ke tempat duduk kosong dan shock karena SHu ada disana.
Bapak itu harus menutup pintu jadi ia mendorong mereka masuk. Yang lain tak mau duduk disamping orang asing dan mendorong Tsukimi untuk duduk duluan. Tsukimi dan Tsukimi duduk tepat disamping Shu, lebih tepatya ia jatuh di meja dan Shu sampai kaget melihatnya.

Tsukimi deg degan banged, jantungnya tak mau berhenti. Setelah ia merasa tenang sedikit ia menyapa Shu tapi dengan suara keciiiiiil banged, jadi Shu tidak mendengarnya dengan jelas. Shu sendiri nggak mengenal Tsukimi dan malah bertanya pada mereka kenapa Tsukimi nggak ikut HAHHAHAHAHA.
Tsukimi ingin menjelaskan siapa dirinya, tapi lampu tiba-tiba mati, karena acara akan dimulai.
Inari-san adalah perwakilan dari pihak pembangunan kembali kota Amamizu dan ia berdiri di panggung untuk memulai presentasinya. Anak-anak Amamizu-kan tidak menyukainya dan memanggilnya penyihir wanita, Banba dan Mayaya mulai bergosip saat Inari bicara dan itu membuat Inari kesal.
Inari kemudian mencoba bersikap manis dan menyuruh mereka diam, kalau ada yang mau dikatakan, mereka bisa bicara. Tapi  tentu saja Mayaya dan Banba diam saja, sementara Inari terus menyuruh mereka bicara dengan gaya bicaranya yang memaksa dan kesal, tapi tentu saja nggak kelihatan HAHAHAHAHA.
Karena takut dan juga malu dengan pandangan orang-orang, anak-anak Amamizukan memutuskan kabur dari tempat itu, termasuk Tsukimi.

Hari hujan deras dan mereka berempat berlari ngos-ngosan. Mereka kesla sekali karena wanita jahat itu mempermalukan mereka disana. Chieko sendiri menyalahkan Mayaya dan BAnba, itu karena mereka berdua bicara saat Inari sedang bicara.
Chieko kemudian sadar kalau ia melupakan payungnya di balai kota dan Tsukimi menawarkan diri untuk mengambilnya.

Inari adalah wanita berwajah dua, ia kelihatan baik tapi sebenarnya ia ular berbisa. Ia senang karena dalam pertemuan hari ini, Koibuchi Junior alias Shu hadir. Inari memang mengincar Shu sejak awal, karena Shu adalah anak dari konglomerat Koibuchi. Ia berniat merayu Shu agar proyek pembangunan kota lancar. Intinya sih, kalau Shu sudah ada di tangannya dan menjadi pendukungnya, ia yakin warga Amamizukan lain tidak akan menolak pembangunan kota. Sepertinya sih keluarga Koibuchi adalah keluarga berpengaruh disana, keluarga paling kaya dan bekerja di pemerintahan. Kalau nggak salah ayahnya akan mencalonkan diri menjadi walikota selanjutnya, atau sudah jadi ya? HAHAAHHAHA.

Tsukimi berlari menembus hujan menuju balai kota untuk mengambil payung Chieko, tapi dalam pikirannya, ia memikirkan Shu yang saat itu sama sekali tidak memandangnya dan hanya fokus pada wanita cantik dipanggung, yaitu Inari-san.
Tsukimi menyadari kalau ia sangat kecewa dengan hal itu. Dan begitu Tsukimi tiba di balai desa, ia terkejut melihat Shu membukakan payung untuk Inari. Ia melihat keduanya berjalan dibawah payung yang sama. Tsukimi patah hati.

Kuranosuke menunggu Tsukimi di Amamizukan sambil bertanya pada Kurara/Clara kenapa Tsukimi belum pulang juga, karena yang lain sudah tiba di rumah.
Tiba-tiba Tsukimi membuka pintu, badannya basah kuyup. Kuranosuke menyapanya dan bertanya kenapa Tsukimi bahsah kuyup begitu. Tsukimi tak menjawab dan hanya berjalan menuju kamarnya, kemudian mengunci pintu.
Kuranosuke heran melihat Tsukimi dan bertanya apakah terjadi sesuatu di balai kota tadi?
Yang lain mengatakan Tsukimi menawarkan diri mengambil payung Chieko. Kuranosuke kemudian bertanya apakah mereka sudah protes di pertemuan tadi dan yang lain mulai mencari alasan untuk menghindari pertanyaan itu.
Melihat sikap mereka, Kuranosuke sudah tahu kalau tadi mereka diam saja. Ia bertanya kenapa mereka tak bicara?
Banba bergumam kenapa bukan Kuranosuke saja yang bicara. Kuranosuke mengingatkan kalau ia tak tinggal di Amamizukan, tentu saja pendapatnya nggak akan didengar.

Kuranosuke khawatir melihat mereka dan juga Tsukimi. Ia mencoba mengetuk kamar TSukimi tapi Tsukimi diam saja. Tsukimi masih shock dengan apa yang ia lihat tadi dan ia bahkan tiduran di lantai karena shock. Ia tak peduli Kuranosuke yang terus mengetuk kamarnya.
Kuranosuke kesal karena Tsukimi tidak membuka pintu. Ia kemudian mulai menjauh dari pintu, dan berlari menuju pintu Tsukimi, untuk mendobraknya dengan kakinya, sayang banged, pintunya terlalu keras dan Kuranosuke malah kesakitan HAHAHHAAHAHAHAHAHA.
Karena diluar ribut banged dengan Kuranosuke yang berteriak kesakitan dan yang lain yang mengkhawatirkan Kuranosuke, Tsukimi akhirnya membuka pintu dan bertanya apa yang mereka lakukan.

Shu dan Inari tiba di suatu tempat, bar?
Shu sebenarnya hanya mengantar Inari, karena Inari tidak punya payung. Tapi tentu saja itu taktik Inari untuk dekat dengan Shu. ia bahkan sengaja membersihkan jas Shu yang terkena air hujan.
Kemudian entah itu akting atau beneran, seseorang menelponnya dan membatalkan janji. Inari sengaja bicara dengan nada keras dan manja, mengeluh apa yang harus ia lakukan, karena pesanananya tak bisa dibatalkan.
Shu mengerutkan kening mendengar hal itu. Inari sendiri mengatakan pada orang dibalik telpon kalau ia akan mengajak orang lain saja dan mata Inari langsung tertuju pada Shu/
Shu shock dan berusaha kabur, tapi Inari berhasil menahannya HAHAHHHAAHHA.

Kuranosuke sendiri memarahi anak-anak Amamizukan karena mereka tak mau melakukan sesuatu demi Amamizukan, padahal ini adalah rumah mereka. Saking marahnya, Kuranosuke mengeluarkan suara prianya dan Chieko menyadari itu, tapi Kuranosuke tak peduli.
Kuranosuke kemudian mengatakan kalau ia akan pulang dan selama ia pulang, ia ingin mereka mandi dan mengganti pakaian lusuh mereka, ia akan melakukan sesuatu pada mereka.
Mayaya selesai mandi dan saat ia berjalan di lorong, ia melihat sesuatu di lantai, itu adalah boneka Tuan Ryoho-nya yang berharga dan boneka itu diikat benang, tentu saja oleh Kuranosuke, agar Mayaya mengikuti boneka itu dan masuk ke sebuah ruangan.
Yang lain melihat Mayaya masuk ke ruangan itu dan terkejut mendengar mayaya berteriak-teriak di dalam ruangan itu.
Karena khawatir, mereka saling menyuruh untuk membuka pintu, tapi tak ada yang berani. Tsukimi jadi korban karena dia adalah maknae disana.
Saat Tsukimi membuka pintu, Tsukimi melihat ke dalam dan menutupnya lagi. Yang lain bertanya ada apa di dalam?
Tsukimi mengatakan sepertinya ada orang asing disana.
Yang lain tentu saja terkejut karena itu adalah ruang kimono milik Chieko, tak mungkin ada orang asing disana. Jadi mereka berempat membuka pintu.

Mereka berempat masuk ke dalam kamar dan terkejut dengan apa yang ada di hadapan mereka.
Disana ada seorang gadis tak dikenal dan Kuranosuke. Gadis itu adalah Mayaya yang sudah didandani oleh Kuranosuke. Awalnya mereka ragu kalau wanita modis itu adalah Mayaya, tapi Mayaya masih dengan gayanya yang khas.
Kuranosuke kemudian bersemangat untuk mendandani mereka semuanya.
Dan begitulah, para Amars Amamizukan mulai berdandan modis banged, kecuali Chieko yang masih dengan kimononya. Ia agak protes sih kenapa hanya dia yang masih berpakaian sama.
Kuranosuke menjelaskan gaya berpakaian Chieko sudah bagus dengan kimono. Jika Chieko ada diantara anak Amamizukan yang tidak dandan, Chieko kelihatan sama dengan mereka, seorang otaku. Tapi jika Chieko ada diantara anak Amamizukan yang berdandan, Chieko berubah menjadi wanita kaya yang mengenakan kimono, meski pakaiannya sama AHHAHAAHHA. Intinya, image Chieko akan berubah kalau gaya anak-anak lain diubah, jadi Chieko nggak perlu dandan LOL.

Kuranosuke menjelaskan mereka hanya butuh 1 set pakaian untuk sebuah perubahan yang dramatis. Ia tidak memaksa mereka untuk mengubah gaya mereka, tapi ia hanya ingin mereka tahu kalau mereka tak akan bisa melawab musuh dengan tampil apa adanya. Fakta memang menyedihkan, tapi itu benar bahwa di zaman sekarang ini masyarakat menilai sesuatu dari penampilannya. Tampil trendi adalah senjata anak-anak Amamizukan untuk melawan musuh.
Tsukimi tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Kuranosuke dan Kuranosuke mengatakan ia akan mencegah lenyapnya Amamizukan.
Tsukimi bertanya bagaimana Kuranosuke akan melakukannya dan Kuranosuke berfikir sejenak dan mengatakan ia belum menemukan caranya HAHAHAHAHAHA.
Banba kesal dan mulai menyerang Kuranosuke dengan kepalanya, Kuranosuke langsung bisa menangkapnya dan anak-anak Amamizukan mulai bercanda dengan Kuranosuke.
Tsukimi tersenyum melihatnya. Tsukimi kemudian menyadari kalau tadi ia sedih banged, tapi sekarang melihat teman-temannya teryawa, ia melupakan kesedihannya.

Shu ada di bar bersama Inari, mereka mengobrol mengenai pembangunan kota dan bla bla bla.
Kemudian ada yang menelpon Shu dan Shu harus meninggalkan tempat duduknya sebentar. Setelah Shu pergi, INari yang manis berubah menjadi Inari yang berwajah kesal karena Shu sama sekali tidak menyentuh alkoholnya. Inari sengaja memesan alkohol agar Shu minum dan mabuk.
Karena rencana itu gagal, ia terpaksa menggunakan rencana andalannya dan itu membuat sekretarisnya takut. Aku pkir Inari akan menggunakan obat tidur atau sesuatu seperti itu, ternyata ia malah mengeluarkan sebuah kalung hipnotis dan menghipnotis Shu HAHAHAHAHA.
Lucunya, Shu benar-benar tidur hanya dengan beberapa detik mantranya, sampai Inari juga shock melihatnya XD

Inari dan sekretarisnya membawa Shu ke kamar hotel dengan susah payah, si sekretaris tak percaya kalau Inari belajar hipnotis untuk misinya AHHAAHAHA.
Ia sendiri khawatir Inari akan melakukan sesuatu yang gawat jadi ia mengingatkan Inari jangan melakukan sesuatu yang berlebihan.
Setelah sekretarisnya keluar, Inari mulai membuka bajunya dan tidur dekat Shu.
Keesokan harinya, Shu terbangun dari tidurnya dan shock melihat Inari ada disampingnya. Inari sendiri senyam senyum dan mencium Shu, Shu shock banged dan langsung mendorong Inari sehingga Inari jatuh dari tempat tidur HAHAHAHAAAHHAHA.
Shu langsung kabur, ia mengambil pakaiannya dan meninggalkan Inari yang shock dengan perlakukan Shu HAHAHAAHAHA.

Share:

1 comment:

Translate

Follow by Email

NOTE:

DILARANG RE-UPLOAD / COPY PASTE TULISAN DI BLOG INI!

JIKA INGIN SHARE, CUKUP LINK KE POSTINGANNYA SAJA, BUKAN ISINYA!


Follow Clover Blossoms on Twitter

[Trivia] Japanese Movie Recommendations List

Karena ada banyak yang menanyakan rekomendasi untuk J-Movie, jadi aku memutuskan untuk membuat list rekomendasi Japanese Movi...

Recent Posts

Recent Posts Widget

Popular Posts This Week

Actor / Actress

Airi Matsui Anna Ishii Aoi Miyazaki Aoi Wakana Aom Sushar Araki Yuko Bebe Tanchanok Chen Duling Chiba Yudai Choi Ara Dori Sakurada Eikura Nana Eita Fukushi Sota Fuma Kikuchi Fumi Nikaido Gao Zhi Ting Go Kyung Pyo Gong Yoo Gou Ayano Han Seung Yeon Han Yeri Hana Sugisaki Haruka Fukuhara Haruma Miura Haruna Kawaguchi Hashimoto Ai Hashimoto Kanna Hayato Isomura Hikari Mitsushima Hirano Sho Hiroki Narimiya Hirose Alice Hirose Suzu Honoka Yahagi Horii Arata Hu Yi Tian Hwang Jung Eum Hyeri Inoue Mao Ishihara Satomi Jang Se Hyun Jeon Ji Hyun Ji Soo Ji Woo Joo Won Jun Shison Jung Ryu Won Jung So Min Kamiki Ryunosuke Kasumi Arimura kawakami juria Kei Tanaka Kengo Kora Kentaro Kento Hayashi Kento Nagayama Kim Go Eun Kim Ji Won Kim So Hyun Kim Soo Hyun Kim Tae Ri Kim Woo Bin Kim Yoo Bin Kim Yoo Jung Kim Yoo Mi Kitamura Takumi Komatsu Nana Kubota Sayu Kudo Asuka L Lee Bo Young Lee Chung Ah Lee Dong Hwi Lee Dong Wook Lee Gi Kwang Lee Jong Suk Lee Joon Lee Soo Hyuk Lee Yoo Jin Mackenyu Mahiro Takasugi Maika Yamamoto Maki Horikita Marie Itoyo Masahiro Higashide Masaki Suda Masataka Kubota Mayu Matsuoka Mei Nagano Mikako Tabe Mike D angelo Min Do Hee Minami Hamabe Mirai Moriyama Mirai Shida mirai suzuki Mitsuki Takahata Miwa Miyu Yoshimoto Moe Arai Mone Kamishiraishi Nadine Lustre Nagasawa Masami Nao Nijiro Murakami Nounen Rena Osamu Mukai Park Bo Gum Park Eun Bin Park Hae Jin Park Seo Joon Park Shin Hye Pattie Ungsumalynn Phan Pagniez Reina Visa Rina Kawaei Ryo Ryusei Ryo Yoshizawa Ryoma Takeuchi Ryota Katayose Ryu Hwa Young Ryu Jun Yeol Sakaguchi Kentaro Sakuma Yui Sakurako Ohara Sato Kanta Satoshi Tsumabuki Seo Hyun Jin Seto Koji Shen Yue Shim Eun Kyung Shimon Okura Shin Hyun Soo Shirota Yuu Shohei Miura Shono Hayama Shuhei Nomura Shunya Shiraishi sometani shota Son Seung Won Song Ha Yoon Sun Woong Suzuki Ryohei Suzy Taishi Nakagawa Takanori Iwata Takeru Sato Takuya Kusakawa Tao Phiangphor Tasuku Emoto Tori Matsuzaka Tsubasa Honda Tsuchiya Tao Yamazaki Kento Yamoto Yuma Yoo In Na Yoo Seung Ho Yook Sung Jae Yoon Park Yoon So Hee Yoshine Kyoko Yosuke Sugino Yu Aoi yua shinkawa Yui Aragaki Yuina Kuroshima Yuki Furukawa Yuki Izumisawa Yuki Yamada Yuko Oshima Yuna Taira Yuriko Yoshitaka Yuta Hiraoka Yuya Matsushita Yuya Yagira

Drama / Movie

A Love So Beautiful A Story of Yonosuke Age of Youth 2 Always Sunset on Third Street Anikoma Anohana Anone Ao Haru Ride Arbitratily Fond Asa ga Kita Ashi Girl At Cafe 6 Beppin-San Biscuit Teacher and Star Candy Bittersweet Boku Dake ga Inai Machi Boku no Ita Jikan Boukyaku no Sachiko Bubblegum Cafe Waiting Love Carnation Chia Dan Chihayafuru Crybaby Pierrot's Wedding Crying Out Love in the Center of the World Daily Lives of High School Boys Dating DNA Departures Eulachacha Waikiki Evergreen Love Father is Strange Fleet of Time Forever Young Frankenstein no Koi From Five to Nine Gakko no Kaidan Gegege no Nyobo Gochisousan God Gift Good Morning Call Good Morning Call 2 Goon Ju Hana and Alice Hana Nochi Hare Hanako to Anne Hanbun Aoi Haruchika Hirunaka no Ryuusei Hirune Hime Hiyokko Honey and Clover Hot Road Hyouka I Love You in Tokyo I Want to Eat Your Pancreas If We Were A Season Itakiss LIT Itakiss LIT S2 Itakiss Movie Kahogo no Kahoko Kaze no Haruka Kidnap Tour Kiki Delivery Service Kimi no Na Wa Kingyo Club Kiss Me Thailand Koe no Katachi Koinaka Kuragehime Linda Linda Linda Little Forest Love Letter Lucky Romance Ma Boy Man From The Stars March Comes in Like a Lion Mare Massan May Who? Moriyamachu Driving School My Huckleberry Friends My Husband Can Not Work My Little Sweet Pea My Old Classmate Nagi no Asukara Narratage Natsuzora Nodame Cantabile Oboreru Knife Ohisama Omotesando On The Wings of Love One Million Yen Girl One Week Friends Operation Love Orange Orange Days Ore Monogatari Our Little Sister Our Times Pinocchio Princess Hours Thailand Rage Rainbow Song ReLIFE Reply 1988 Romance Full of Life Sannin No Papa she was pretty Shigatsu wa Kimi no Uso Sing Salmon Sing Solanin Sound of Your Heart Splish Splash Love Ssam My Way Strobe Edge Sukina Hito ga Iru Koto Teiichi no Kuni The 100th Love The Anthem of the Heart The Best Hit The Great Passage The Left Ear The Woodsman and The Rain The World of Us Today's Kira-kun Todome no Kiss Toki wo Kakeru Shojo Tokyo Tarareba Girls Tomorrow Cantabile Tonari no Kaibutsu-kun Toto Nee Chan Twenty Years Old Twilight Saya in Sasara Under the Hawthorn Tree Wakamonotachi Warotenka We All Cry Differently What A Wonderful Family While You Were Sleeping Wise Prison Life Wood Job Yellow Elephant Yesterday Once More Your Lie in April Youth Over Flowers

Blog Archive

Recent Comments

Random Posts