Saturday, 28 April 2018

[Recap] Hanbun, Aoi Week 4 (Ep 19-24)

Minggu ke-4 (episode 18-24) Hanbun, Aoi adalah tentang impian dan masa depan. Suzume tidak punya impian dan ia kesulitan mendapatkan pekerjaan karena telinga kirinya tidak bisa mendengar. Teman-temannya sudah selangkah didepannya. Ritsu temannya sejak lahir pasti akan melanjutkan ke bangku kuliah, masuk universitas paling top di Jepang sementara Nao yang selama ini kelihatan tidak terlalu memikirkan masalah masa depan ternyata sudah punya rencananya sendiri untuk membantu usaha keluarganya. Musim panas terakhir 4 sekawan akan berakhir...

Sinopsis Half, Blue Week 4: Yume Mitai!

Suzume dan Kobayashi sedang menikmati kencan mereka. Karena Suzume tidak bisa mendengar dengan telinga kirinya, jadi ia selalu pindah ke sebelah kiri lawan bicaranya. Suzume mengatakan dengan jujur pada Kobayashi kalau ia tak bisa mendengar dengan telinga kirinya dan itu membuat Kobayashi mengatakan kalau ia akan melindungi Suzume dan menjadi telinga kiri bagi Suzume. Suzume hanya terdiam menatap Kobayashi.

Saat Suzume menikmati kencannya bersama Kobayashi, Ritsu benar-benar sangat bosan di rumahnya. Ia melakukan hal-hal aneh seperti bermain dengan Furansowa ditumpukan buku dan itu membuat ibunya khawatir. Ibu mengatakan pada Ritsu, cuaca diluar sedang cerah dan kenapa Ritsu hanya bermalas-malasan di kamar, sebaiknya Ritsu main ke luar atau belajar. Ritsu hanya menatap ibunya.
Beberapa menit kemudian, Ritsu terlihat belajar dengan gaya santai dibawah sinar matahari yang menyinari kamarnya, menggunakan sunglass HAHAHAHAHAHAHAHAAHHA.
Ibu yang sedang sibuk kesana kemari beres-beres rumah hanya bisa geleng-geleng melihat Ritsu yang sangat aneh hari ini.

Saat telpon berdering di rumah Ritsu, Ritsu langsung berlari ke lantai 1, tapi ibu sudah mengangkatnya. Ibu menikmati pembicaraan di telpon dan Ritsu tahu kalau ibunya bicara maka nggak akan berhenti, karena tahu kalau itu pasti dari Suzume, Ritsu langsung mengambil telponnya.
Itu memang Suzume yang menelpon Ritsu karena ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan karena Ritsu melarangnya banyak bicara saat kencan LOL. Suzume sempat-sempatnya minta saran pada Ritsu ditengah kencan.
Ritsu kemudian memberikan saran lainnya pada Suzume.

Suzume melanjutkan kencannya bersama Kobayashi dan Suzume lagi-lagi tidak bersikap natural, dia sangat berusaha terlihat imut. Suzume menanyakan mengenai kaset tape milik Kobayashi yang terjatuh waktu itu (saran dari Ritsu bahas kaset aja). Kobayashi bertanya apakah Suzume mau mendengarnya dan Suzume tentu saja mau.
Suzume sudah bertanya-tanya lagu seperti apa yang ada dalam kaset itu dan ia langsung shock saat tahu ternyata itu bukan lagu, melainkan rekaman rakugo HAHHAAHAHAHAH. Rakugo adalah seni bercerita tradisional Jepang yang mengisahkan cerita humor. Rakugo merupakan tema dari asadora ke-77, Chiritotechin. Kalau aku nggak salah itu rekaman rakugo judulnya Jugemu gitu.
Awalnya Suzume memang terkejut, tapi ia menikmati mendengar rekaman itu.

Ritsu benar-benar bosan di rumah, dia nggak tau mau ngapain. Setelah mengangkat telpon Suzume tadi, dia hanya tiduran di sofa LOL. Saat terlpon berdering lagi, dia langsung bangkit mengangkat telpon. HAHAHHAAHAHA.
Ritsu lucu banged XD

Suzume dan Kobayashi makan di sebuah restoran, disana Suzume mengeluarkan telinga bantuannya dan ia tak menyadari kalau Kobayashi sudah menatapnya dengan cara berbeda. Suzume mulai kehilangan pengendalian dirinya saat mereka jalan-jalan ke suatu tempat, disana Suzume heboh banged, dia bicara dan terus bicara, keanggunannya hilang dan wajah Kobayashi menunjukkan kalau Suzume bukan seperti yang ia bayangkan. Tentu saja Suzume nggak menyadarinya karena dia sibuk berlari kesana dan kemari.

Waktu berlalu setelah kencan pertama Suzume dan Kobayashi tidak pernah menghubunginya sejak saat itu. Suzume sangat kecewa dan ia curhat pada Nao, tapi Ritsu dan Butcha ikutan. Butcha kayaknya yang paling senang karena kencan Suzume tidak berjalan dengan lancar. Ritsu sih kelihatan kalem aja, tapi aku bisa lihat kalau dia juga sebenarnya lega. Nao percaya kalau Suzume pasti akan bertemu Kobayashi lagi, tapi Butcha yakin Suzume nggak akan bertemu dengan si Kobayashi lagi, intinya ia menganggap Suzume dan Kobayashi itu nggak ditakdirkan bersama.
Kalau Ritsu kayaknya bilang kalau keduanya ditakdirkan pasti bertemu lagi. Suzume sangat kesal pada Butcha, tapi ia lebih kesal pada Ritsu karena Ritsu ini mendukungnya tapi sebenarnya ragu juga pada nasib cinta Suzume, jadi saking kesalnya ia bahkan mencuri makanan Ritsu HAHAHAHAHA.
Banyak yang tidak berjalan lancar di Fukurocho. Samba land tidak jadi dibangun karena pihak yang bersangkutan kehilangan sponsor, hal itu karena keadaan ekonomi sedang memburuk.

Suzume selalu menunggu Kobayashi di stasiun bus, berharap dia akan muncul, tapi Kobayashi tidak pernah muncul. Saat jam pelajaran, Suzume curhat pada Nao melalui surat kertas yang dikirim melalui teman-temannya. Selama jam pelajaran mereka berdua sibuk curhat mengenai Kobayashi karena Suzume sangat berharap pada Kobayashi. Suzume terlalu asik surat-suratan sampai nggak melihat kalau guru ada di dekatnya dan akhirnya ia dimarahi oleh guru dan guru membacakan curhatan Suzume pada seluruh kelas dan membuat semuanya tertawa. LOL.

Sore harinya, Suzume main ke rumah Ritsu dan membawakan makanan untuk Furansowa. Ia dan Ritsu curhat di kamar Ritsu, Suzume sebenarnya belum menemukan impiannya saat itu, jadi ia cukup iri pada mereka yang sudah tahu akan melakukan apa dimasa depan. Suzume datang untuk mengajak Ritsu main saat liburan musim panas, seperti melihat kembang api bersama dan menghabiskan waktu bersama-sama dengan Nao dan Butcha, karena ini adalah musim panas terakhir mereka di masa SMA. Tapi Ritsu sedang mendapat masalah dalam pelajarannya. Nilainya tidak cukup bagus dan ia harus belajar sepanjang liburan musim panas. Tujuan Ritsu adalah masuk ke Todai (Tokyo Daigaku/Universitas Tokyo), dengan nilainya yang sekarang ia tak akan bisa masuk, jadi ia harus belajar keras. Ia meminta maaf pada Suzume dan mengatakan tahun depan mereka bisa berkumpul bersama-sama.
Tapi Suzume mengatakan kalau tahun depan mungkin mereka tak akan bisa melakukannya lagi, karena semuanya akan berpisah. Ritsu hanya terdiam menatap Suzume yang tersenyum menatap foto mereka berempat.
Mereka berempat akan lulus tahun depan dan berpisah karena mereka mengambil jalan yang berbeda, jadi akan sulit berkumpul.
*bener banged, kalau mau ngumpul-ngumpul ya sekarang, jangan ragu, karena kalau udah pisah, bakalan susah ngumpulnya. Saat sudah lulus SMA, mikirnya nanti pas kuliah kita ketemu lagi ya, sekarang sih bilangnya iya, tapi pas hari H, yakin nggak 100% dateng. Karena kalau udah beda jalan, kesibukan beda-beda, jadwal libur juga beda-beda, pas kuliah masih mending, kalau udah kerja, aduh, susah banged ngumpulnya.

Saat Suzume akan pulang dari rumah Ritsu, Ritsu memanggilnya dari jendela dan menunjukkan beberapa shoujo manga, ia meminjamkannya pada Suzume.
Manga itu adalah manga 'Itsumo Pocket ni Chopin' karya Akikase Haori. Suzume memang menyukai manga sejak kecil karena ayahnya juga pencinta manga, tapi manga yang selalu ia baca adalah manga genre shounen. Ini pertama kalinya Suzume membaca manga shoujo dan ia jatuh cinta pada manga tersebut.
Suzume tak pernah lepas dari manga Akikase Haori sejak saat itu, saat manga pertama selesai, ia akan meminjam judul lainnya pada Ritsu. Suzume menghabiskan liburan musim panasnya dengan membaca manga Akikaze Haori dan menemukan dunia lain dalam manga tersebut. Dunia yang diciptakan oleh Akikaze Haori seperti angin musim semi baginya.

Setelah liburan musim panas selesai, siswa kelas 3 disibukkan dengan ujian dan konsultasi karir mereka. Suzume tidak akan kuliah, dia akan bekerja dan hari itu ia mengikuti wawancara kerja yang disiapkan oleh pihak sekolah.
Setelah beberapa kali nonton asadora awal-awal tahun showa, aku melihat biasanya yang mencarikan pekerjaan untuk siswanya adalah dari pihak sekolah. Jadi pihak sekolah mengaturkan wawancara bagi pada siswanya dimana mereka bisa mendaftar ke banyak perusahaan. Suzume cukup gugup saat wawancara, ia bahkan tersandung dan jatuh, tapi ia melakukan wawancaranya dengan cukup baik.
Hanya saja, Suzume kesulitan mendapatkan pekerjaan, sebenarnya karena telinga kirinya yang tidak bisa mendengar. Dari sekitar 10 perusahaan tempat ia mendaftar, Suzume tidak lulus (btw perusahaan-perusahaan tempat Suzume mendaftar adalah usaha yang pernah ada di asadora, misalnya bank di Asa ga Kita, toko kue Mare, percetakan Muraoka di Hanako to Anne, pabrik wiski di Massan, menjadi Ama di Amachan, kiaris di Beppinsan, klinik Shimomura di Umechan Sensei dll LOL).

Suzume sedang stress karena nggak ada yang menerimanya bekerja saat adiknya masuk ke kamarnya. Sota khawatir pada Suzume, karena tinggal 1 perusahaan lagi yang belum memberi jawaban pada Suzume.
sota kemudian mengajak Suzume bicara dan mengatakan pada Suzume untuk tidak perlu memikirkan dirinya, ia tahu Suzume tidak mau kuliah karena memikirkan keuangan keluarga mereka dan dirinya. Maksud Sota adalah Suzume tidak perlu stress karena ia tak mendapatkan pekerjaan.
Suzume kemudian curhat pada Sota, mengatakan ia tahu alasan ia ditolak adalah karena telinga kirinya, tapi ia tak mau mengatakan pada ayah dan ibu karena mereka akan sedih. Ia juga tak berniat kuliah karena dia tidak pintar dan ia juga tidak tahu apa yang harus ia lakukan dimasa depan. Ritsu sejak awal mengatakan ia akan menjadi penemu dan pasti akan kuliah di Todai, Butcha anak orang kaya jadi nggak perlu dikhawatirkan. Nao sendiri yang tidak pernah mengatakan apapun bahkan sudah punya rencana untuk belajar fashion dan mengembangkan usaha orang tuanya. Suzume tidak punya keahlian apapun, karena itu pilihan terbaik memang bekerja.
Suzume tahu adiknya sangat menyayanginya dan ia teringat bagaimana saat kecil adiknya mengeluarkan uang tabungannya untuk membelikannya sesuatu saat ia kehilangan pendengaran di telinga kirinya. Tentu saja Suzume tidak mengatakan salah satu alasan ia ingin bekerja adalah untuk meringankan beban orang tua dan agar Sota bisa kuliah, karena tahun depan Sota akan lulus SMA.

Sota menceritakan hal itu pada ayah, ibu dan kakek meskipun tadi Suzume meminta Sota merahasiakan hal itu dari orangtuanya.
Ayah dan ibu mengerti keresahan hati Suzume dan tiba-tiba telpon berdering. Ibu mengangkat telpon dan ia tampak sangat senang. Ternyata itu adalah telpon dari sebuah perusahaan yang menerima Suzume bekerja disana. Mereka segera memanggil Suzume dan Suzume benar-benar sangat bahagia, akhirnya ia mendapatkan pekerjaan setelah lulus nanti. Suzume langsung memeluk ibunya dengan erat.

Malam itu, Suzume datang ke rumah Ritsu dan sepertinya mereka berdua sudah janjian akan keluar bersama merayakan Suzume yang sudah mendapatkan pekerjaan.
Mereka berjalan disekitar Fukurocho dan duduk berdua ditangga sambil minum. Suzume mengembalikan manga yang ia pinjam dari Ritsu. Awalnya aku pikir Ritsu beneran baca shoujo manga, ternyata itu milik ibunya, ibu Ritsu adalah penggemar manga Akikaze Haori LOL.
Suzume menceritakan pada Ritsu betapa hebatnya Akikaze Haori dan manganya yang mampu menciptakan dunia sendiri dan pembaca terlarut dalam dunia tersebut, Suzume jadi kagum pada Akikaze Haori. Suzume bahkan mencoba menggambar meniru cover manga Akikaze Haori dan saat Ristu melihat gambar itu, Ritsu memuji Suzume memang hebat menggambar seperti biasa.
Kemudian sebuah pikiran terbesit di benak Ritsu, selama ini Suzume mengatakan ia tak punya impian dan bertanya pada Suzume kenapa Suzume tidak mencoba menjadi manga-ka saja. Suzume tentu saja nggak yakin dan mengatakan ia tak mungkin bisa melakukannya.
Suzume kemudian bertanya-tanya kira-kira orang seperti apa Akikaze Haori itu. Ritsu menebak kalau Akikaze pasti orangnya cantik, sementara Suzume menebak kalau Akikaze pasti tampan.

Dan ternyata Akikaze Haori adalah seorang pria tua (ossan) yang agak aneh HAHAHHAHAHAHA.
Di episode ini diperlihatkan studio tempat Akikaze Haori bekerja bersama timnya. Studionya bernama 'Tinkerbell' dan ia punya 4 asisten + 1 editor? manager? lol.
Akikaze Haori punya sifat yang sangat aneh, dia suka bicara sendiri yang orang lain sulit mengerti, tapi karena para asisten sudah biasa jadi mereka nggak terlalu kaget, cuma masih aja bingung kalau Akikaze Haori sudah bicara.
Sepertinya karakter Akikaze Haori ini unik banged, nggak sabar melihat Suzume akan menghabiskan waktu bersamanya.

Sejak Ritsu mengatakan pada Suzume untuk menjadi manga-ka, Suzume mulai berfikir untuk mencoba membuat manganya sendiri. Suzume tidak tahu apapun mengenai teknik membuat manga. Dia pintar menggambar wajah, tapi tidak tahu yang namanya beta, tone dll. Misalnya dalam manga kan ada tone yang dibuat dengan kotak-kotak atau titik-titik, Suzume menggambar itu dengan pensil, padahal kan tone yang dijual ada, biasanya manga-ka menggunakan tone yang udah jadi dan mengirisnya menikuti gambar yang akan diberi tone. (Persis kayak aku dulu pas awal-awal membuat manga, aku beneran bikin manual semuanya huhuhuhuhuhu, jadi kangen masa-masa aku terpesona sama manga dan bahkan membuat manga sendiri).

Ritsu mulai ragu akan masa depannya. Orang tuanya berharap ia masuk ke Todai, terutama sang ibu yang berharap Ritsu menjadi penemu. Ibu Ritsu ini sejak Ritsu kecil selalu berharap Ritsu jadi sesuatu, ia membeli piano dengan harapan Ritsu menjadi pianis, ia membaca novel berharap Ritsu jadi novelis dll HAHAHAHHA.
Ritsu sejak kecil memang berencana masuk Todai dan akan menjadi peraih nobel (dulu aku bilang  Ritsu kecil punya impian mau jadi novelist, ternyata salah, bukan novelist tapi Nobelist, aku salah dengar karena pengucapannya hampir sama).
Ritsu untuk pertama kalinya curhat mengenai hal itu pada orang lain dan orang itu adalah Butcha. Ia mengatakan pada Butcha kalau sepertinya ia tak akan masuk Todai, karena ia tidak yakin akan lulus. Ritsu berfikir sebaiknya ia masuk Kyodai (Kyoto Daigaku/Universitas Kyoto saja.
Butcha sih nggak masalah Ritsu mau masuk kemana, asalkan itu memang keinginan Ritsu, dan Butcha mengatakan ia akan ikut kemana Ritsu pergi. Ritsu meminta Butcha jangan melakukan hal itu karena seolah-olah Butcha mengkhawatirkan ia tak akan bisa punya teman nantinya. Tapi Butcha memang sudah membuat keputusan sejak awal, kalau Ritsu ke Tokyo dia akan ke Tokyo, kalau Ritsu ke Kyoto, dia akan ke Kyoto HAHAHHAHAHA.
Ritsu sebenarnya cukup lega karena Butcha mengatakan hal seperti itu.

Suzume melupakan segala hal saat ia mulai menggambar manga. Ia menggambar dari pagi sampai malam. Ayahnya cukup khawatir karena Suzume terus mengurung diri dikamarnya dan mengatakan pada istrinya kalau Suzume kelihatan aneh belakangan ini.
Suzume menyelesaikan manganya keesokan harinya dan ia sangat puas dengan hasilnya.
Suzume langsung ke rumah Ritsu begitu manganya selesai, pagi-pagi buta dia sudah ada dibawah jendela kamar Ritsu HAHAHAHHAHA. Ritsu meski mengantuk berat tetap membuka jendela menyapa Ritsu meski akhirnya dia pingsan karena tidur lagi wkwkwkkwkwkwkw.

Suzume terus memanggil Ritsu karena Ritsu menghilang dari jendela kamarnya dilantai 2. Ibu Ritsu kemudian menemui Suzume diluar dan bertanya kenapa Suzume datang pagi-pagi sekali. Suzume dengan bersemangat menunjukkan manga-nya pada ibu dan mengatakan dia berhasil menyelesaikannya dan akan menunjukkannya pada Ritsu.
Ibu mengajak Suzume ke rumah dan melihat-lihat manga Suzume. Ibu memuji Suzume sangat pintar membuat manga. Ayah Ritsu juga datang menemui mereka dan Suzume menunjukkan manganya pada ayah. Ayah kemudian paham Suzume baru menyelesaikan manganya dan ingin menunjukkannya pada Ritsu, jadi ia menolak membaca manga itu karena seharusnya Ritsu yang pertama kali membacanya. Awwwwww.

Ibu dan Suzume ke kamar Ritsu dan Ritsu sudah kembali ke tempat tidurnya. Ibu berusaha membangunkan Ritsu dengan menarik selimutnya tapi Ritsu menolak bangun. Suzume terkejut melihat Ritsu ternyata anaknya susah dibangunkan, dia baru tahu akan hal itu HAHAHHAHAHA.
Bahkan saat Ritsu duduk, dia masih menutup matanya. Suzume mendekatinya dan memberikan manganya pada Ritsu. Ritsu mengambilnya dan membuka matanya sedikit kemudian menutupnya lagi, sumpah deh, Ritsu ini ngantuk berat LOL.
Ritsu bertanya ini jam berapa dan apakah tidak apa-apa Suzume ada di rumahnya jam segini. Butuh waktu agak lama bagi Suzume untuk mencerna hal itu, dia lupa kalau dia harus bersiap-siap ke sekolah HAHAHAHAHA.
Suzume mengambil manganya lagi dan segera pulang LOL. Pada akhirnya Ritsu nggak sempat membacanya.

Sepulang sekolah, 4 sekawan berkumpul di cafe dan Suzume memperlihatkan manga pertamanya pada mereka. Manga itu mengisahkan mengenai Suzume dan Kobayashi. Disana Suzume juga memberi nama geng mereka berempat, namanya adalah 'Fukurokai' dan Ritsu tidak suka, ia protes karena namanya tidak bagus. LOL
Di rumah, Suzume juga memperlihatkan pada ayah, ibu, kakek dan adiknya. Dia sangat puas karena mereka memuji Suzume, mereka tak percaya Suzume bisa menggambar manga. Ayah sangat terharu.

Telpon berdering di rumah Suzume dan Suzume mengangkatnya, itu adalah telpon dari Ritsu.
Suzume dan Ritsu sepertinya nggak biasa telponan malam-malam jadi Suzume bertanya kenapa Ritsu menelponnya, apakah Ritsu ingin menyatakan perasaan padanya.
Ritsu malah ikut permainan dan mengatakan kalau ia menyukai Suzume, tapi Suzume tahu Ritsu hanya bercanda dan Ritsu membenarkan HAHAHHAHAHAAHH.
Ritsu ternyata menelpon untuk curhat pada Suzume sekaligus meminta maaf karena sepertinya ia tak akan bisa jadi nobelist, padahal itu adalah salah satu impian Suzume saat mereka masih kecil, bahwa ia akan menjadi penerima nobel suatu hari nanti.
Suzume mengoreksi hal itu dan mengatakan ia tak pernah mengharapkan Ritsu menjadi nobelist, ibu Ritsu-lah yang berharap begitu. Dia sendiri akan mendukung apapun pilihan Suzume.
Ritsu kemudian mengatakan kalau ia mungkin akan masuk ke Kyodai dan itu membuat Suzume sedikit terkejut, karena ia pikir Ritsu akan ke Todai. Ritsu bingung bagaimana memberitahu orang tuanya mengenai hal ini, ia yakin ibunya akan sangat sedih dan Suzume memberikan beberapa saran pada Ritsu.

Malam itu Ritsu mengatakan keinginannya untuk masuk ke Universitas Kyoto pada orang tuanya. Ayah oke-oke aja, karena sejak awal ia tak masalah Ritsu mau kuliah dimana sementara ibu shock banged dan bahkan tak bisa mengatakan apapun.
Ibu sangat berharap Ritsu masuk ke Universitas Tokyo dan menjadi penemu kemudian menerima nobel dll. Ritsu kemudian mengatakan pada ibu mengenai sesuatu, seperti saran Suzume. Jadi karena nggak ada subtitle, aku nggak yakin siapa yang Ritsu bicarakan, apakah novelis kesukaan ibu atau nobelis favorit ibu, intinya orang itu adalah lulusan Universitas Kyoto dan ibu langsung setuju Ritsu masuk Universitas Kyoto HAHAHHAHAHAHAHAHAHHAA.

Suzume sangat menikmati waktunya membuat manga, kali ini ia mulai membuat manga keduanya, yaitu kisah cinta Ritsu dan Saya. Suzume senyam senyum saa ia menggambar manga itu dan memikirkan percakapan antar tokoh dan jalan ceritanya. Ia menyelesaikan manga  itu dalam 2 hari dan seperti biasa, saat matahari terbit, ia sudah ada dibawah jendela kamar Ritsu, meniup peluitnya dan menunggu Ritsu membuka pintu untuknya.
Ritsu benar-benar mengantuk saat ia terbangun dan melihat jam, hari ini Suzume datang lebih awal dari waktu itu HAHAHHAHAHAH. Lalu kamera meperlihatkan dinding kamar Ritsu dimana foto mereka berempat tertempel disana dan ada tulisan 'Fukurokai'. Ritsu yang awalnya protes, tapi tetap setuju ya dengan namanya^^~

Setelah musim semi, Suzume akan bekerja di sebuah perusahaan dan ternyata perusahaan itu adalah milik junior kakek, kakek sengaja menelpon juniornya untuk menerima Suzume bekerja disana. Tentu saja mereka tidak memberitahu Suzume mengenai hal itu, karena kalau Suzume tahu, Suzume mungkin akan menolak karena ia lulus melalui koneksi, bukan karena perusahaan menginginkannya.
Ibu Suzume meminta ibu Nao membuatkan pakaian kerja khusus untuk Suzume dan hari itu Suzume mencobanya. Pakaiannya sangat bagus tapi Suzume khawatir pakaian itu mahal.

Untuk merayakan Suzume yang akhirnya mendapat pekerjaan, diadakan pesta di kedai milik keluarga Noreno. Para tetangga dan Fukurokai diundang. Mereka menghabiskan waktu mengobrol, makan-makan dan melihat penampilan special dari band kakek. Kakek Suzume memang sangat pandai menyanyi dan bermain gitar. Dia menyanyi menghibur semua yang ada disana, Ritsu dan Butcha juga ikutan menjadi back vocal atas permintaan kakek.
Aku pikir lagu itu lagu perpisahaan dengan teman-teman, keluarga dan kampung halaman, jadi lama kelamaan Suzume meneteskan air mata mendengar lagi itu, meski senyuman ada diwajahnya.  Ia juga saling tukar pandang dengan Ritsu dan teringat kenangannya bersama Ritsu selama ini. Suzume dan Ritsu selalu bersama-sama sejak mereka dilahirkan tapi musim semi nanti mereka berdua akan berpisah, juga dengan keluarga dan teman-teman, tentu saja Suzume sangat sedih.

Setelah acara selesai, Ritsu bicara berdua dengan Suzume. Ritsu memberikan hadiah pada Suzume, tiket talk show Akikaze Haori. Suzume kemudian shock saat tahu kalau Akikaze Haori ternyata seorang pria tua HAHHAHAHAHA.
Sebenarnya tiket itu dibelikan oleh ayah Ritsu untk ibu karena ia tahu ibu fans Akikaze Haori. Tapi sepertinya ibu memberikan pada Ritsu.
Suzume tentu saja sangat senang karena akan bertemu dengan idolanya dan bertanya apakah Ritsu juga akan pergi. Ritsu hanya menatap sambil berfikir kemudian ia tersenyum pada Suzume dan Suzume membalas senyuman itu, karena itu tandanya Ritsu juga akan pergi.

Hari H, Talk Show Akikaze Haori. Namanya talk show tapi suasananya sangat suram. Pembawa acara kesulitan karena Akikaze Haori orangnya pendiam, jawabannya selalu singkat, padat dan membingungkan.
Suzume dan Ritsu yang datang menonton bahkan tidak mengerti apa yang sedang dibicarakan di depan HAHAHAHAHA. Pokoknya Akikaze Haori ini jauh dari banyangan Suzume, jadi dia hanya bisa bengong.
Yang mengadakan acara juga agak kesal karena suasana benar-benar tidak bersemangat tapi manager Akikaze Haori biasa-biasa aja sih LOL.
Akikaze Haori bahkan akan mengakhiri talshow-nya tanpa mengatakan apapun, tapi kemudian ia berbalik dan mengatakan sesuatu yang membuat semuanya terkagum-kagum dan bertepuk tangan, termasuk Suzume.
Suzume tidak ingin kehilangan kesempatan bertemu dengan Akikaze Haori, jadi setelah acara selesai, ia menemui Akikaze Haori dibelakang panggung, ia memberikan oleh-oleh dari kedai keluarganya. Ia terpesona pada Akikaze Haori karena Akikaze Haori sangat cool, tidak seperti ayahnya HAHAHHAHA.

Akikaze Haori kembali ke ruangannya dan membuka pemberian Suzume. Aku nggak tau namanya apa, tapi sepertinya itu khas Gifu, bahannya dari nasi yang dipadatkan kemudian diberi bumbu, bentuknya kayak es krim gitu.
Akikaze Haori awalnya bingung dengan makanan itu, tapi begitu ia mencobanya ia terpesona dan mengatakan itu makanan sangat enak. Ia bahkan meminta managernya keluar mencari gadis yang memberikannya makanan itu. Manager mengatakan ia tak mungkin menemukan gadis itu tapi Akikaze Haori tidak peduli.
Manager pergi mencari Suzume dan untungnya fans Akikaze Haori masih berkumpul, jadi ia bertanya siapa yang memberikan hadiah makanan pada Akikaze Haori tadi. Suzume menunjuk tangannya.

Suzume dibawa menemui Akikaze Haori dan tentu saja Ritsu ikut.
Suzume memperkenalkan dirinya dan Akikaze Haori juga memperkenalkan dirinya.
Ritsu ikutan memperkenalkan diri dan Akikaze Haori bertanya, kenapa kau ikut kesini?
Ritsu menjawab dengan wajah datar, nantonaku (somehow/entah bagaimana).

-To Be Continued-

Komentar:
Cast untuk bagian Tokyo sudah mulai muncul di minggu keempat ini, Akikaze Haori dan para staff-nya di Tinkerbell Office.
Akikaze Haori ternyata seorang ossan yang agak aneh. Dia kelihatan menyeramkan dan nggak suka bertele-tele, tapi dia orangnya baik. Aku bisa melihat dia tipe yang sangat sulit dihadapi oleh para editor manga. Makanya di episode ini ada bagian dia bertengkar dengan editornya.
Suzume kayaknya bakalan cocok sama Akikaze Haori ini. TApi Suzume harus kuat hatinya, karena sepertinya Akikaze Haori mulutnya tajam.

Nantinya, Suzume akan bekerja sebagai asisten Akikaze Haori, jadi ia akan bergabung dalam Tinkerbell Office. Aku rasa diminggu ke-6 baru deh semua cast Tokyo akan muncul, karena Suzume pindah ke Tokyo. Dan saat itu juga, durasi cast Gifu akan sangat berkurang, bahkan mungkin ada yang nggak kelihatan.
Para cast bagian Tokyo ini cukup banyak, tapi yang aku ingat ada beberapa, di Tinkerbell Office ada Seino Nana dan Shison Jun. Katanya nanti Suzume akan berteman baik dengan karakter Shison Jun.
Selain orang-orang di Tinkerbell Office, Suzume juga nantinya akan berkenalan dengan casts tambahan untuk bagian Tokyo yang lain, diantaranya ada Shitaro Mamiya dan Saito Takumi. Sepertinya Suzume akan dikelilingi para pria, cast tambahan yang lain soalnya nggak ada wanita muda yang seumuran Suzume.

Di episode ini, Suzume satu-satunya yang belum punya impian dan tidak punya sesuatu yang ingin dilakukan. Sebenarnya saat kita ada diposisi Suzume itu, sangat sulit lho untuk melangkah karena kita nggak tahu mau dibawa kemana. Saat yang lain setidaknya punya tujuan yang ingin diraih, Suzume hanya fokus pada mencari pekerjaan dan karena kekurangan yang ia miliki, ia kesulitan mendapatkannya.
Ritsu selalu memperhatikan Suzume sejak kecil dan aku senang dia selalu ada untuk Suzume dan diam-diam selalu memperhatikan Suzume. Alasan kenapa ia memberikan manga pada Suzume adalah karena ia merasa sedih ia tak bisa main dengan Suzume saat liburan karena ia harus belajar, jadi supaya Suzume nggak bosan, makanya ia meminjamkan manga. Dan manga itu ternyata akan mengubah kehidupan Suzume.
Aku lihat di previewnya, semua orang menentang saat Suzume mengatakan ia akan menjadi manga-ka, kecuali Ritsu yang mendukung apapun impian Suzume. Awwwwww.
Aku jadi sedih harus berpisah dari Ritsu.

Awalnya aku pikir Ritsu beneran akan ke Tokyo lho, aku kaget saat dia memilih Kyoto, artinya keduanya akan berpisah. Jadi selama Suzume di Tokyo, mungkin kita nggak akan lihat wajah Takeru Sato selama beberapa episode HAAAHAAHAH.
Tapi Ritsu juga akan punya kisahnya sendiri sih, terutama pertemuan kembali dengan Saya nantinya.
Tokyo-Kyoto itu jauh nggak sih, karena masa nanti Suzume dan Ritsu nggak ada satu adegan HAHAHAHHAHA.

Melihat Suzume menggambar manga, aku jadi ingat saat aku sangat menyukai manga dimasa SMP dan SMA. Saat itu harga manga masih lumayan murah, jadi aku sering beli, tapi sekarang harga manga mahal banged, nggak kebeli jadi baca online aja lol.
Dulu aku mirip dengan Suzume, jatuh cinta pada manga saat pertama kali membacanya dan mulai membaca manga-manga lainnya. Aku bahkan punya lemari khusus manga di rumah LOL.
Aku juga membuat manga-ku sendiri, tentu saja sederhana banged, dikertas HVS dan ceritanya memang original dari pikiran aku, tapi karakternya kadang aku meniru dari manga lain HAHAAHHAAHHAHA.
Aku ingat banged sih saat itu ujian tapi kerjaan aku malah bikin manga, bukan belajar HAHAHAHHAHAA. Asik banged lho, membuat manga sendiri, tapi sekarang kalau aku baca lagi aku mau ketawa melihatnya hehhehehehhee.

Share:

0 comments:

Post a Comment

Translate

Follow by Email

NOTE:

DILARANG RE-UPLOAD / COPY PASTE TULISAN DI BLOG INI!

JIKA INGIN SHARE, CUKUP LINK KE POSTINGANNYA SAJA, BUKAN ISINYA!


Follow Clover Blossoms on Twitter

[Trivia] Japanese Movie Recommendations List

Karena ada banyak yang menanyakan rekomendasi untuk J-Movie, jadi aku memutuskan untuk membuat list rekomendasi Japanese Movi...

Recent Posts

Recent Posts Widget

Popular Posts This Week

Actor / Actress

Airi Matsui Anna Ishii Aoi Miyazaki Aoi Wakana Aom Sushar Araki Yuko Bebe Tanchanok Chen Duling Chiba Yudai Choi Ara Dori Sakurada Eikura Nana Eita Fukushi Sota Fuma Kikuchi Fumi Nikaido Gao Zhi Ting Go Kyung Pyo Gong Yoo Gou Ayano Han Seung Yeon Han Yeri Hana Sugisaki Haruka Fukuhara Haruma Miura Haruna Kawaguchi Hashimoto Ai Hashimoto Kanna Hayato Isomura Hikari Mitsushima Hirano Sho Hiroki Narimiya Hirose Alice Hirose Suzu Honoka Yahagi Horii Arata Hu Yi Tian Hwang Jung Eum Hyeri Inoue Mao Ishihara Satomi Jang Se Hyun Jeon Ji Hyun Ji Soo Ji Woo Joo Won Jun Shison Jung Ryu Won Jung So Min Kamiki Ryunosuke Kasumi Arimura kawakami juria Kei Tanaka Kengo Kora Kentaro Kento Hayashi Kento Nagayama Kim Go Eun Kim Ji Won Kim So Hyun Kim Soo Hyun Kim Tae Ri Kim Woo Bin Kim Yoo Bin Kim Yoo Jung Kim Yoo Mi Kitamura Takumi Komatsu Nana Kubota Sayu Kudo Asuka L Lee Bo Young Lee Chung Ah Lee Dong Hwi Lee Dong Wook Lee Gi Kwang Lee Jong Suk Lee Joon Lee Soo Hyuk Lee Yoo Jin Mackenyu Mahiro Takasugi Maika Yamamoto Maki Horikita Marie Itoyo Masahiro Higashide Masaki Suda Masataka Kubota Mayu Matsuoka Mei Nagano Mikako Tabe Mike D angelo Min Do Hee Minami Hamabe Mirai Moriyama Mirai Shida mirai suzuki Mitsuki Takahata Miwa Miyu Yoshimoto Moe Arai Mone Kamishiraishi Nadine Lustre Nagasawa Masami Nao Nijiro Murakami Nounen Rena Osamu Mukai Park Bo Gum Park Eun Bin Park Hae Jin Park Seo Joon Park Shin Hye Pattie Ungsumalynn Phan Pagniez Reina Visa Rina Kawaei Ryo Ryusei Ryo Yoshizawa Ryoma Takeuchi Ryota Katayose Ryu Hwa Young Ryu Jun Yeol Sakaguchi Kentaro Sakuma Yui Sakurako Ohara Sato Kanta Satoshi Tsumabuki Seo Hyun Jin Seto Koji Shen Yue Shim Eun Kyung Shimon Okura Shin Hyun Soo Shirota Yuu Shohei Miura Shono Hayama Shuhei Nomura Shunya Shiraishi sometani shota Son Seung Won Song Ha Yoon Sun Woong Suzuki Ryohei Suzy Taishi Nakagawa Takanori Iwata Takeru Sato Takuya Kusakawa Tao Phiangphor Tasuku Emoto Tori Matsuzaka Tsubasa Honda Tsuchiya Tao Yamazaki Kento Yamoto Yuma Yoo In Na Yoo Seung Ho Yook Sung Jae Yoon Park Yoon So Hee Yoshine Kyoko Yosuke Sugino Yu Aoi yua shinkawa Yui Aragaki Yuina Kuroshima Yuki Furukawa Yuki Izumisawa Yuki Yamada Yuko Oshima Yuna Taira Yuriko Yoshitaka Yuta Hiraoka Yuya Matsushita Yuya Yagira

Drama / Movie

A Love So Beautiful A Story of Yonosuke Age of Youth 2 Always Sunset on Third Street Anikoma Anohana Anone Ao Haru Ride Arbitratily Fond Asa ga Kita Ashi Girl At Cafe 6 Beppin-San Biscuit Teacher and Star Candy Bittersweet Boku Dake ga Inai Machi Boku no Ita Jikan Boukyaku no Sachiko Bubblegum Cafe Waiting Love Carnation Chia Dan Chihayafuru Crybaby Pierrot's Wedding Crying Out Love in the Center of the World Daily Lives of High School Boys Dating DNA Departures Eulachacha Waikiki Evergreen Love Father is Strange Fleet of Time Forever Young Frankenstein no Koi From Five to Nine Gakko no Kaidan Gegege no Nyobo Gochisousan God Gift Good Morning Call Good Morning Call 2 Goon Ju Hana and Alice Hana Nochi Hare Hanako to Anne Hanbun Aoi Haruchika Hirunaka no Ryuusei Hirune Hime Hiyokko Honey and Clover Hot Road Hyouka I Love You in Tokyo I Want to Eat Your Pancreas If We Were A Season Itakiss LIT Itakiss LIT S2 Itakiss Movie Kahogo no Kahoko Kaze no Haruka Kidnap Tour Kiki Delivery Service Kimi no Na Wa Kingyo Club Kiss Me Thailand Koe no Katachi Koinaka Kuragehime Linda Linda Linda Little Forest Love Letter Lucky Romance Ma Boy Man From The Stars March Comes in Like a Lion Mare Massan May Who? Moriyamachu Driving School My Huckleberry Friends My Husband Can Not Work My Little Sweet Pea My Old Classmate Nagi no Asukara Narratage Natsuzora Nodame Cantabile Oboreru Knife Ohisama Omotesando On The Wings of Love One Million Yen Girl One Week Friends Operation Love Orange Orange Days Ore Monogatari Our Little Sister Our Times Pinocchio Princess Hours Thailand Rage Rainbow Song ReLIFE Reply 1988 Romance Full of Life Sannin No Papa she was pretty Shigatsu wa Kimi no Uso Sing Salmon Sing Solanin Sound of Your Heart Splish Splash Love Ssam My Way Strobe Edge Sukina Hito ga Iru Koto Teiichi no Kuni The 100th Love The Anthem of the Heart The Best Hit The Great Passage The Left Ear The Woodsman and The Rain The World of Us Today's Kira-kun Todome no Kiss Toki wo Kakeru Shojo Tokyo Tarareba Girls Tomorrow Cantabile Tonari no Kaibutsu-kun Toto Nee Chan Twenty Years Old Twilight Saya in Sasara Under the Hawthorn Tree Wakamonotachi Warotenka We All Cry Differently What A Wonderful Family While You Were Sleeping Wise Prison Life Wood Job Yellow Elephant Yesterday Once More Your Lie in April Youth Over Flowers

Blog Archive

Recent Comments

Random Posts