Friday, 20 April 2018

[Review] 93rd NHK Asadora: Asa ga Kita / あさが来た (2015)


Asa ga Kita adalah NHK asadora ke-12 yang aku selesaikan. Sebenarnya aku menyelesaikan asadora ini tahun lalu, tapi sengaka membuat postingannya agak lama karena aku mau memposting review asadora sesuai dengan urutan aku menyelesaikannya hehehehehhe. Sudah banyak yang merekomendasikan asadora ini saat aku mulai mengikuti asadora, tapi aku masih agak malas menontonnya lol. Dan setelah aku menyelesaikannya, aku merasa sangat puas dengan asadora ini. Sebuah asadora yang menurut aku tidak ada bagian membosankan, tidak ada bagian yang terburu-buru, tidak ada bagian yang seolah ditambah untuk memperpanjang episode, ceritanya mengalir dari awal sampai akhir dan terstruktur dengan sangat baik. Aku bisa mengatakan ini adalah asadora terbaik yang pernah aku tonton.

Kenapa awalnya aku ragu menonton asadora ini?
Pertama adalah karena ceritanya tentang bisnis, aku tidak terlalu mengerti masalah bisnis dan aku tidak tertarik dengan temanya, jujur saja, saat menonton asadora ini ada banyak masalah bisnis yang aku kurang mengerti ahhahahhaha. Tapi tetap asik saat mengikutinya karena tokoh utamanya sangat menarik.
Kedua adalah karena aku tidak terlalu mengenal Haru dan bertanya-tanya kenapa dia yang jadi tokoh utama, kenapa nggak Tamaki Hiroshi dan Aoi Miyazaki saja LOL. Karena aku kan excited dengan reuni Aoi dan Tamaki dari Heavenly Forest dan aku khawatir aku malah nge-ship mereka di drama ini AHHAHAHAHAHAHA.
Jadi aku sebenarnya sudah lama menunda-nunda menonton asadora ini. Karena itu saat aku kehabisan asadora yang ingin aku tonton, akhirnya aku menonton Asa ga Kita dan aku menyesal kenapa nggak dari dulu menonton asadora ini. Karena BAGUUUUSSSSSSS BANNGED!!!!!!!!!!

Asa ga Kita adalah NHK asadora ke-93 yang tayang sebanyak 156 episode mulai September 2015 sampai April 2016. Asa ga Kita tayang menggantikan asadora Mare (Tsuchiya Tao) dan digantikan oleh Toto Nee Chan (Takahata Mitsuki).
Selama masa penayangannya, Asa ga Kita berhasil memperoleh rating rata-rata 23,5% dimana salah satu episodenya berhasil memperoleh rating 27%. Sejak tahun 2003, mulai dari Teru Teru Kazoku (Ishihara Satomi), asadora kesulitan mendapat rating rata-rata diatas 20%. Pada tahun 2012 saat Umechan Sensei (Horikita Maki) tayang, barulah asadora kembali meraih rating rata-rata diatas 20% (rating rata-rata Umechan Sensei adalah 20,7%). Tapi asadora setelah itu yaitu Jun to Ai (Natsuna) hanya mendapat rating 17,1% dan barulah Amachan (Non) tayang dengan rating rata-rata 20,6%. Asadora setelah Amachan berhasil bertahan dengan rating rata-rata diatas 20% (paling tinggi Hanako to Anne (Yoshitaka Yuriko) 22,6%, tapi saat Mare tayang,  hanya mendapat rating rata-rata 19,1%. Kemudian Asa ga Kita tayang menggantikan asadora Mare dan berhasil membuat rating rata-rata asadora diatas 20% dan nggak tanggung-tanggung, Asa ga Kita selama masa penayangannya berhasil mendapatkan rating rata-rata 23,5% yaitu rating rata-rata tertinggi sejak tahun 2002. Dan setelah Asa ga Kita, NHK asadora kembali stabil diatas 20% sampai asadora terbaru yang tamat, yaitu Warotenka (Aoi Wakana) dengan rating rata-rata 20,1%.
Tapi sebenarnya rating asadora udah turun jauh banged, karena pada tahun-tahun awal penayangannya, asadora setidaknya mendapat rating diatas 30%. Tapi mungkin karena perkembangan zaman kali ya, udah banyak yang nonton streaming dan siaran ulangnya.

Asa ga Kita diangkat dari novel 'Shosetsu Tosaborigawa Josei Jitsugyoka Hirooka Asako no Shogai' karya Chieko Furukawa, yaitu kisah nyata Hirooka Asako, seorang pebisnis wanita pertama di Jepang (?) yang berhasil dengan bisnis batu bara, bank, asuransi jiwa dan bahkan membantu dibukanya Universitas Wanita pertama di Jepang. Naskah drama ini ditulis oleh Omori Mika (Hungry, My Bos My Hero, Kaze no Haruka) dan disutradarai oleh Nishitani Shinichi (Futarikko, Tsubasa, Shijukunichi no Recipe), Nitta Shinzo (Beppin-san, Sleeping Jokujo, Madoken Quill no Issho) dan Yoshiharu Sasaki (Gochisousan, Yae no Sakura, Copyface).

 
Drama ini menceritakan kehidupan Hirooka Asako yang dalam drama ini namanya diubah menjadi Shirooka Asa, seorang wanita hebat yang hidup pada masa restorasi dari Tokugawa Era ke Meiji Era, seorang wanita yang melawan arus dimana pada masa itu wanita sangat direndahkan dan tidak diperbolehkan mendapatkan pendidikan. Ia menikah diusia muda karena perjodohan tapi itu tidak membuatnya menyerah untuk belajar. Atas pengertian sang suami dan ayah mertuanya yang mendukungnya, ia mulai masuk dalam bisnis keluarga. Awalnya ia hanya ingin melindungi bisnis keluarga seperti pesan ibunya sebelum ia menikah, tapi lama kelamaan ia menyadari kalau ia menyukai bisnis dan mulai mengembangkan bisnis keluarganya.

Asa ga Kita dibintangi oleh Haru (Border, Anata no Koto wa Sorehodo, The Most Difficult Romance) sebagai heroine, Asa Shirooka, yang tentu saja lulus melalui audisi.
Cast lainnya adalah Tamaki Hiroshi (Nodame Cantabile, Disappointing Husband, Tada Kimi Wo Aishiteru), Aoi Miyazaki (Tada Kimi Wo Aishiteru, Junjo Kirari, Yellow Elephant), Tomochika (Legal High, Umareru, Double Tone Two Yumi), Tasuku Emoto (Tenno no Ryoriban, Crying Out Love in The Center of World, Wakamonotachi), Dean Fujioka (May I Blackmail You?, IQ246, Please Love Me), Hitoki Miyake (The Most Difficult Romance, May I Blackmail You, Winter Grasping Love), Koshiba Fuka (Kiki's Delivery Service, Girls Step, Joshiteki Seikatsu), Yoshioka Riho (Gomen Aishiteru, Quartet, Yutori Desu Ga Nani ka?), Kudo Asuka (Mikaiketsu Onna, Kuragehime, Kanna-san), Akito Kiriyama (Gokusen 3, Hope, Hono no Tenkosei: Reborn), Miyu Yagyu (My Loser Husband, Carnatioan, Sutekina Sen Taxi), Koji Seto (Hope, Kuragehime, Atashinchi no Danshi), Kiyohara Kaya (March Comes in Like A Lion, Chihayafuru 3, Setoutsumi) dan masih banyak cast lainnya.

Menurut aku, Asa ga Kita merupakan asadora terbaik yang pernah aku tonton, aku kaget banged lho, sebelumnya aku merasa Gegege no Nyobo adalah asadora terbaik, tapi ternyata Asa ga Kita langsung mengalahkannya. Dalam asadora ini, humor, ketegangan, rasa kesal, tokoh yang baik, tokoh yang jahat, tokoh yang penuh semangat dan tokoh yang tidak bersemangat, porsinya pas banged. Jadi setiap karakternya sangat menarik. Karena diangakat dari kisah nyata, ceritanya juga fokus dan nggak lari-lari, padat gitu deh. Kita bisa menangis dan tertawa dalam satu episode. Intinya sih selama aku menonton Asa ga Kita ini aku enjoy banged, nggak ada perasaan ceritanya dibuat buru-buru atau perasaan 'kok tiba-tiba ada adegan ini, apa karena memperpanjang episode' atau adegan yang nggak nyambung hanya untuk menambah durasi.
Sang tokoh utama juga sangat menarik, ia wanita yang ceria dan selalu berjalan lurus di jalan yang ia ambil, tapi ia bukan tokoh yang selalu disukai oleh orang-orang disekitarnya, alias dia bukan tokoh malaikat gitu. Ia juga mempunyai orang yang membencinya, orang yang tidak mengerti dirinya dan orang-orang menganggapnya menyebalkan. Tapi tentu saja ada orang-orang yang kagum padanya, yang baik dan yang menerimanya apa adanya.

Tapi menurut aku yang membuat asadora ini menarik dan unik bukanlah sang tokoh utama, melainkan sang suami, Shinjiro Shirooka yang diperankan oleh Tamaki Hiroshi. Aku selalu menantikan tampilnya Shinjiro karena dia adalah tokoh yang selalu membuat kita tertawa + kesal HAHAHHAHAHA. Kadang aku selalu berfikir dia adalah suami yang nggak ada gunanya, karena semua pekerjaan dia serahkan pada istrinya, dia asik minum, main samisen, acara munum teh, nyanyi Noh. Dia bukan tokoh suami idaman,  aku pikir dia benar-benar menjadi suami yang nggak berguna, yang selalu berusaha kabur kalau malam. Tapi disaat dibutuhkan, dia selalu bisa diandalkan dan uniknya, dia lebih suka mendukung dibelakang dan tidak memperlihatkan pada publik mengenai hasil ekerjaannya. Dia juga menjadi alasan kenapa Asa bisa belajar bisnis dan menjadi sangat menyukai bisnis. Kalau kata orang dibalik kesuksesan seorang suami, ada istri yang hebat, maka disini dibalik kesuksesan seorang istri, ada suami yang hebat disampingnya.
Shinjiro adalah satu-satunya yang tidak pernah meragukan Asa. Ia selalu mendukung semua keputusan Asa dan membantunya dari belakang. Ia selalu membuat kita terkejut dengan apa yang ia lakukan. Awalnya kita pikir dia hanya bermalas-malasan tapi ternyata ia melakukan caranya sendiri untuk mendukung Asa dan keluarganya.

Asa adalah wanita hebat yang berjuang melawan arus. Pada masa itu wanita dilarang untuk belajar, hanya diminta menjadi istri yang baik, mengurus suami, mengurus rumah. Tapi Asa tidak menyerah untuk belajar dan berkat dukungan suaminya ia berhasil belajar bisnis. Ayah mertuanya juga sangat baik dan selalu mempercayai Asa. Asa sangat beruntung menikah ke keluarga Shinjiro, meski ia tak bisa menjadi menantu yang baik, tapi ia berhasil menyelamatkan bisnis keluarganya dimasa restorasi Meiji, dimana banyak bisnis yang bangkrut. Ia benar-benar melawan kebiasaan, saat diremehkan ia tidak gentar dan selalu bicara apa adanya. Perlahan ia mendapatkan kepercayaan dari orang disekitarnya. Tapi uniknya Asa adalah ia selalu mengakui kalau dirinya salah jika ia salah dan tidak malu untuk meminta maaf. Ia juga menyadari kalau ia cerewet dan banyak bicara. Kalau ada yang tidak ia tahu ia selalu mencari tahu, ia tidak bisa hanya duduk diam, mottonya adalah 'Jika kau jatuh 8 kali, maka bangkitlah 10 kali'.
Selama menjalankan bisnisnya, Asa selalu percaya diri, ia sangat berani mengambil resiko, meski ia tak yakin tapi ia tetap melakukannya, ia adalah orang yang selalu memandang ke depan. Saat orang disekitarnya hanya memandang prospek bisnis tahun ini dan tahun depan, Asa sudah memandangnya ke 10 tahun yang akan datang. Tapi ada seseorang yang memandang 20 30 tahun yang akan datang dimana Asa tidak pernah bisa mengalahkannya, dia kelak menjadi teman dan orang yang berarti bagi Asa.

Selain mengenai bisnis, Asadora ini juga memperlihatkan ikatan yang kuat antara Asa dan kakaknya, Hatsu. Aku sangat menyukai hubungan Asa dan Natsu. Mereka berdua sangat akrab dan sangat dekat, tapi sifat mereka benar-benar berbeda dan itu juga membawa keduanya ke nasib yang sangat berbeda.
Tapi aku sangat senang tujuan mereka selalu sama, yaitu melindungi keluarga seperti pesan ibu mereka. Awalnya aku sangat kasihan pada nasib Hatsu, tapi setelah ceritanya berjalan aku sangat bahagia, meski ia hidup miskin tapi itu adalah hidup paling membahagiakan baginya.

Saat membaca di wikipedia, penulis membuat kisah Asa ga Kita berbeda dari kisah aslinya dan aku senang dia melakukannya. Dalam kisah nyatanya, sebenarnya Hatsu, kakak Asa meninggal di usia muda, yaitu 25 tahun. Tapi di asadora ini mereka membuat Hatsu hidup lama, bahkan sampai mempunyai cucu. Asa sebenarnya adalah anak selir, bukan anak dari istri sah. Sementara Hatsu adalah anak dari selir lainnya. Kalau dalam drama ini mereka saudara kandung.
Suami Asa, Shinjiro dalam kisah aslinya 8 tahun lebih tua dari Asa, tapi di asadora ini mereka membuat Shinjiro 11 tahun lebih tua dari Asa. Dalam kisah nyatanya, Shinjiro menikah dengan pelayan yang merawat Asa sejak kecil. Aku awalnya sangat khawatir kalau mereka mengikuti kisah aslinya meski saat itu, itu adalah hal yang biasa. Aku bersiap drop drama ini kalau mereka melakukannya HAAHAHAHAHAA. Untung ceritanya diubah LOL.

Oke berikut sinopsis singkat Asa ga Kita, aku menulis ini sambil mencoba mengingat-ingat alurnya. Ada bagian yang tidak sesuai dengan alurnya jadi harap dimaklumi.

SINOPSIS
-spoiler alert-

Kyoto Part

Asa dan Hatsu kecil. Sejak kecil Asa sangat tomboi.
Asa ga Kita mengambil kisah beberapa tahun sebelum restorasi dari era Tokugawa (Edo) ke era Meiji. Aku lupa tahun berapa tepatnya, tapi drama ini dimulai tahun 1800-an. Edo era adalah era dimana masih banyak samurai dan Jepang dibagi menjadi beberapa klan samurai sementara era Meiji itu adalah era dimana Jepang mulai terbuka, kebudayaan asing mulai masuk dan jatuhnya era para samurai.

Asa lahir sebagai anak kedua dari keluarga Imai, keluarga pedagang/merchant/pebisnis kaya di Kyoto. Ayah Asa, Tadamasa Imai mempunyai bisnis money changer, semacam bisnis peminjaman uang berdasarkan rasa kekeluargaan dan kepercayaan. Bisnis ini sangat berkembang pada Edo Era, kebanyakan peminjam adalah para samurai.
Asa lahir sebagai anak yang tomboi, sangat tomboi. Ia suka memanjat pohon dan berusaha terbang seperti burung, tapi tentu saja ia jatuh. Ia lebih kuat dari anak seusianya, ia tidak pernah kalah dalam main sumo, ia selalu berhasil menangkap ular dan menakut-nakuti teman-temannya. Ia adalah anak yang paling ditakuti disana. Asa tidak suka diremehkan hanya karena ia wanita.
Berbeda dengan Asa, Hatsu sang kakak sangat elegan dan feminin. Ia bermain koto dengan sangat baik, ia juga menjahit dengan sangat baik. Ia berjalan dengan anggun sementara Asa selalu berlari dengan kaki terbuka di rumahnya dan ia selalu dimarahi ayahnya. Asa dan Hatsu sangat dekat. Mereka berdua adalah kakak adik yang tidak pernah bertengkar, mereka selalu curhat dan menikmati waktu mereka bersama.
Adik mereka, Kyutaro adalah pewaris bisnis keluarga, jadi sejak kecil ia sudah dilatih menggunakan sempoa, belajar bisnis ini dan itu. Asa sangat iri pada adiknya yang bisa belajar, sementara ia selalu dilarang oleh ayahnya. Ia selalu berusaha diam-diam ikut belajar dan selalu dimarahi.

Asa sejak awal tidak terlalu menyukai Shinjiro karena menurutnya sangat kasar, tapi semuanya mulai berusah setelah Shinjiro menghadiahkan sempoa padanya, sempoa itu selalu digunakan Asa sampai akhir hayatnya.
Asa jatuh cinta pada sempoa saat pertama kali ia menyentuhnya, ia sangat menyukai suara sempoa yang ia sebuh dengan click click karena suaranya begitu. Karena ayahnya tahu ia diam-diam masuk ke ruang belajar adiknya, Asa dihukum oleh ayahnya, ayahnya sangat suka menghukum asa dengan memukul bokongnya. Dan saat itulah Asa bertemu dengan Shinjiro Shirooka, calon suaminya.
Pada masa itu, menjodohkan anak demi kelangsungan bisnis keluarga adalah hal biasa. Asa dan Hatsu sudah punya tunangan sejak mereka masih bayi. Hatsu dijodohkan dengan pewaris bisnis money changer Sanouji-ya bernama Sobei Mayuyama, sementara Asa dijodohkan dengan anak kedua pebisnis money changer Kano-ya, bernama Shinjiro Shirooka.
Sanouji-ya dan Kano-ya adalah saingan bisnis di Osaka. Sebenarnya ada yang tidak diketahui oleh Asa dan Hatsu (dimana mereka akan tahu kemudian). Awalnya Hatsu dijodohkan dengan Shinjiro sementara Asa dijodohkan dengan Sobei. Tapi saat terdengar kabar mengenai anak kedua keluarga Imai yang jatuh dari pohon, keluarga Mayuyama ingin menukar Asa dengan Hatsu, karena mereka tidak ingin mempunyai menantu yang tomboi. Awalnya keluarga Shirooka menolak, tapi Shinjiro mengatakan ia tidak masalah, karena ia sebenarnya menyukai Asa. Dan begitulah, Asa menjadi tunangan Shinjiro.

Hari pertama Asa dan Shinjiro bertemu, Shinjiro tak sengaja melihat Asa ada di ruang belajar dan menari sambil menyanyi dengan memainkan sempoa. Asa yang ketahuan ayahnya sangat marah dan memukulnya.
Shinjiro malah membahas bokong Asa yang baru kena pukul dan Asa sangat kesal pada Shinjiro dan menganggapnya pria yang kasar. Awalnya Asa tidak menyukai Shinjiro.
Tapi kemudian Shinjiro datang berkunjung lagi dan memberikan hadiah pertamanya pada Asa, sebuah sempoa. Asa benar-benar sangat bahagia karena hal itu, karena ia sudah lama ingin belajar sempoa. Ia jatuh cinta pasa Shinjiro saat itu.
Karena sempoa itu adalah hadiah dari tunangannya, Asa kemudian diperbolehkan belajar sempoa oleh ayahnya. Asa belajar sangat cepat, ia menghitung dengan sangat baik dan tidak pernah salah. Asa sudah menunjukkan kemampuannya sejak kecil. Hal itu mengingatkan ayahnya pada kata-kata kakek yang pernah mengatakan bagaimana jika keluarga Imai membesarkan Asa sebagai seorang pria dan membuat Asa menjadi pewaris keluarga Imai. Tapi Ayah Asa tentu saja menolak, karena Asa adalah seorang wanita yang tomboi, ia sangat mengkhawatirkan Asa.

Asa membuat kegaduhan saat pertama ia bertemu Sobei.
Berbeda dengan Shinjiro yang mempunyai senyuman manis dan terlihat bersahabat, tunangan Hatsu, Sobei sangatlah dingin. Saat Hatsu dan Sobei pertama kali bertemu, Sobei sama sekali tidak bicara, wajahnya menyeramkan dengan mata sipitnya, ia bahkan tak pernah tersenyum. Saat Asa melakukan kesalahan dengan tergelincir di hadapan Sobei, Sobei juga sama sekali tidak menunjukkan banyak reaksi.
Asa sangat khawatir dengan sifat Sobei itu dan ternyata Hatsu juga menyimpan kekhawatiran yang sama. Selama ini, Hatsu adalah anak baik dan selalu menuruti apa kata ibu dan ayahnya, tapi malam itu ia menangis karena ternyata ia takut untuk menikah dengan Sobei, ia tak bisa membayangkan berpisah dengan keluarganya.
Asa yang merasakan kesedihan kakaknya menangis juga dan mereka berpelukan pada malam itu.
Tapi keesokan harinya, Hatsu kembali normal. Asa berusaha meminta ibu dan ayahnya membatalkan pertunangan mereka, tapi Hatsu malah melarang adiknya dan mengatakan kalau ia baik-baik saja.

Waktu berlalu setelah itu. Hatsu dan Asa sudah menjadi remaja dan akan menikah dalam beberapa minggu. Selama waktu berlalu itu, Shinjiro selalu datang menemui Asa, keduanya selalu kencan dengan bahagia, Asa benar-benar menyukai Shinjiro.
Sementara Sobei sangat jarang datang mengunjungi Hatsu. Suatu hari saat ia datang, Asa meminta Sobei untuk tersenyum sekali saja dihadapan kakaknya, tapi Sobei malah menertawakan Asa.
Meski sudah remaja, Hatsu tak bisa menahan rasa khawatirnya, ia tetap merasa kalau ia tak akan bahagia menikah ke keluarga Mayuyama. TApi sampai akhir Hatsu tetap menjadi anak yang baik, karena ia yakin itu keputusan terbaik yang dibuat ayah mereka, karena ia yakin ayah ingin dia bahagia.
Sebenarnya ayah dan ibu Asa juga merasakan hal yang sama, mereka merasa Sobei sangat tidak ramah, dan khawatir dengan nasib Hatsu. Tapi Ayah berusaha mengabaikan perasaan itu dan tetap melaksanakan pernikahan sesuai janji.
Pada masa itu, setiap anak perempuan menikah, mereka boleh membawa pelayan/maid bersama mereka. Karena ibu sangat mengkhawatirkan Hatsu, jadi ibu ingin maid senior yang merawat Hatsu dan Asa sejak kecil, bernama Ume, untuk menjadi maid Hatsu. Tapi ayah tidak setuju, ayah masih sangat khawatir dengan Asa yang tidak dewasa dan tomboi, jadi untuk mengawasi Asa, mereka butuh Ume mendampingi Asa.
HAl itu sampai ke telinga Hatsu dan ia tetap pada keputusan awal, Ume akan bersama Asa, sementara yang mendampinginya adalah Fuyu, maid yang lebih muda dari Hatsu dan Asa.

Asa dan keluarganya mengantar Haru yang menikah ke keluarga Mayuyama
Masalah terjadi saat keluarga Shirooka datang menemui keluarga Imai untuk menunda pernikahan anak-anak mereka, karena ada masalah dengan keluarga Imai. Pewaris keluarga Imai, kakak Shinjiro sedang sakit parah, jadi mereka tidak bisa melakukan pernikahan dalam waktu dekat. Shinjiro tidak mau menjadi pewaris keluarganya karena ia tidak tertarik dengan bisnis, jadi ayah Shinjiro harus melatih anak bungsunya yang masih kecil untuk menjadi pewaris.
Karena itu pernikahan Shinjiro dan Asa akhirnya ditunda. Beberapa hari kemudian, Hatsu akhirnya berangkat ke Osaka dan menikah dengan keluarga Mayuyama.
Setelah waktu berlalu, akhirnya pernikahan Asa bisa dilaksanakan. Ia diantar ke Osaka bersama keluarganya, tapi di hari pernikahannya, Shinjiro malah pergi melihat daun musim gugur sambil main Samisen dan melupakan hari pernikahannya HAHAHAHAHAHAHAHAAH.
Sebelum kedua anaknya menikah, ibu memberikan jimat pada mereka berdua dan berpesan pada mereka, kalau seorang istri bertugas melindungi keluarga baru mereka. Jadi ibu ingin Hatsu dan Asa melindungi keluarga barunya mulai dari sekarang.

Osaka Part: Kehidupan Asa & Kano-ya

Hari pernikahan dan malam pertama Asa dan Shinjiro
Asa yang menikah ke keluarga Shirooka dipanggil dengan sebutan nyonya muda. Ia adalah menantu pertama keluarga Shirooka, jadi ibu mertuanya penuh harapan padanya, meski ia tahu Asa adalah gadis yang tomboi. Asa sebenarnya gadis baik, tapi dia memang bukan lady like, ia masih saja tomboi dan berusaha menahan diri, ia juga selalu mengingatkan dirinya jangan banyak bicara. Tapi kalau Asa sudah asik dalam obrolan, ia sering keceplosan dan bicara ini dan itu.
Awal menikah, Asa yang 11 tahun lebih muda dari Shinjiro belum berpengalaman. Di malam pertama Asa dan Shinjiro, saat Shinjiro memeluknya, Asa melempar Shinjiro dengan jurus sumo-nya HAAHAHAHAHAA. Shinjiro tidak bisa melupakan malam itu.
Tahu kalau istrinya masih anak-anak, Shinjiro selalu pergi keluar kalau malam dan pulang menjelang subuh bahkan pagi hari, intinya mereka tidak melakukan hubungan suami istri, kalau nggak salah sih 1 bulan setelah menikah.
Asa sendiri orangnya nggak terlalu kepikiran mengenai hal itu, kalau suaminya selalu mencari cara membuat alasan agar bisa main di luar, kalau ia tahu ia akan mengajak suaminya bicara tapi kalau suaminya udah kabur dia cuma bisa menghela nafas.
Ibu mertuanya sangat khawatir dengan Asa yang seperti itu. Ibu mertuanya sering menasehatinya tapi ibu mertuanya ini lucu, ia selalu mengatakan kalau ia bukan ibu mertua yang jahat dan tidak ingin menjadi ibu mertua yang jahat.

Asa sendiri sejak awal mengatakan pada suaminya kalau ia ingin belajar bisnis. Shinjiro sama sekali tidak tertarik bisnis dan membiarkan asa membaca buku-buku bisnis milik keluarganya. Asa belajar dengan sangat cepat dan bahkan meminta izin pada ayah mertuanya agar ia diperbolehkan bekerja di Kano-ya.
Awalnya ibu mertua Asa menolak, karena menantu keluarga Kano-ya seharusnya didapur dan mengurus rumah, bukannya berbisnis. Tapi ayah mertuanya tertarik pada Asa dan memperbolehkan Asa bekerja setelah melalui tes. Tes-nya kalo nggak salah ia menghitung dengan sempoa dan sama sekali tidak ada kesalahan hitungan, jadi Asa diperbolehkan bekerja disana.
Asa juga tampil bicara dihadapan samurai saat ada sekelompok samurai ingin meminjam uang di Kano-ya. Shinjiro terlalu takut bicara dan malah menyerahkan pada Asa. Asa mampu mengatasinya.

Asa yang sangat tertarik dengan bisnis memulai langkahnya dengan membeli tambang batu bara
Pada masa itu, bisnis money changer sedang dalam kesulitan karena restorasi Edo ke Meiji. Banyak money changer yang sedang dalam bahaya bahkan banyak yang tutup karena krisis Ekonomi.
Kano-ya merupakan bisnis money changer terbesar di Osaka saat itu dan sebagai menantu keluarga, Asa merasa ia harus melindungi bisnis keluarganya. Sistem money changer hanya mengandalkan kepercayaan, jadi ada sangat banyak peminjam yang tidak mengembalikan uang mereka. Asa muncul dengan ide menagih hutang, tapi awalnya ia dilarang melakukannya karena jika Asa melakukan itu artinya KAno-ya tidak percaya pada peminjam. Tapi Asa bersikeras dan akhirnya ayah mertuanya memberi izin Asa untuk melakukannya. Meski sangat sulit, Asa akhirnya berhasil menagih hutang pada peminjam, meski tidak dibayar penuh. Jadi Asa bekerja di KAno-ya sebagai penagih yang mengunjungi rumah-rumah peminjam.
Dari suaminya ia kemudian mendengar mengenai 'batu bara', sebuah bahan bakar yang akan berguna dalam beberapa tahun ke depan, karena saat itu kebudayaan asing sudah mulai masuk ke Jepang, pemerintah baru juga akan dibentuk, artinya jalanan akan dibangun dan tentu saja kereta api akan masuk dan saat itu kereta masih menggunakan mesin uap yang membutuhkan batu bara.
Asa adalah orang yang menemukan ide untuk membeli sebuah gunung dimana terdapat tambang batu bara disana.

Semua orang menganggap remeh hal itu dan tidak ada yang setuju, karena tidak mungkin sebuah batu bisa menghasilkan uang. Tapi ayah mertua Asa merasa kalau ide Asa itu bisa menyelamatkan Kano-ya.
Ia mempercayakan hal itu pada Asa dan mengizinkannya untuk membeli gunung itu, tapi keuangan Kano-ya sedang sulit. Demi ide bisnisnya, Asa menjual kimono-kimono-nya untuk tambahan uang dan meminjam uang kepada seseorang yang terkenal tidak akan meminjamkan uangnya. Tapi orang itu tertarik pada Asa karena kalau bicara Asa menatap mata lawan bicaranya dan sama sekali tidak gentar.
Meski karyawan di Kano-ya penuh keraguan, Asa akhirnya berhasil membeli gunung itu. Yang menjual gunung itu adalah seorang wanita yang baru kehilangan suaminya. Ia mau menjualnya pada Asa karena ia percaya pada Asa. Ia merasa suatu hari nanti Asa akan menjadi wanita yang dihormati.

Asa bekerja keras ditambang batu bara setelah berhasil mendapatkan kepercayaan dari pada penambang
Tapi mengurus tambang batu bara bukanlah hal yang mudah. Tambang batu bara itu ada di Kyushu dan Asa sengaja datang kesana setelah ia membelinya. Pada masa itu, belum ada angkutan jadi perjalanan dari OSaka ke Kyushu harus melewati gunung dan butuh waktu 3 hari.
Asa pergi kesana bersama Kisuke, salah satu karyawan di Kano-ya. Pekerja tambang menolak untuk bekerja karena pemilik gunung sudah berbeda. Saat Asa datang, mereka menolak bicara karena tidak mau mendengarkan perempuan. Mereka ingin perwakilan Kano-ya yang pria yang datang.
Tapi Asa tipe yang tidak suka diremehkan dan ia tinggal selama beberapa hari disana sampai mereka mau bicara padanya.
Di tambang batu bara itu, pekerjanya bukan hanya pria, tapi ada wanita juga dan mereka adalah istri-istri para penambang pria. Istri dari bos disana sangat baik pada Asa dan ia mempercayai Asa.
Ketakutan para penambang adalah, orang-orang hanya menginginkan uang saja dan kalau sudah tak berguna maka mereka akan dibuang, karena itu mereka tidak percaya pada KAno-ya.
Tapi Asa meyakinkan mereka kalau KAno-ya akan membayar mereka secara rutin dan tidak akan membuang mereka, ia juga akan menjadikan gunung itu sebagai tempat tambang batu bara yang terkenal.
Penambang akhirnya mempercayai Kano-ya setelah Asa hampir membuat masalah dengan membawa api ke dalam tambang dan memenangkan pertandingan Sumo melawan manager tambang batu bara itu.

Setelah berhasil meyakinkan karyawan tambang batu bara itu, Asa mulai belajar naik kuda agar mudah baginya untuk pergi ke Kyushu saat dibutuhkan. Seperti dugaan Asa, bisnis batu bara benar-benar membuahkan hasil. KAno-ya mendapatkan keuntungan dari batu bara itu dan berhasil melalui masa krisis mereka. Beberapa pengusaha juga kagum pada Asa dan sering datang untuk diskusi mengenai batu bara dan bagaimana Asa memilih tambang yang bagus.
Asa juga rutin datang ke tambang batu bara itu dan bahkan bekerja bersama mereka, membuat Asa sangat dekat dengan mereka dan Asa mulai disukai oleh para penambang.
Kecuali satu orang. Orang itu adalah teman masa kecil Shinjiro yang membuat Shinjiro jadi tidak suka berbisnis. Dulu saat ayah orang itu bangkrut, Kano-ya menolak membantu mereka dan ia dendam pada Kano-ya, ia bahkan memanggil Shinjiro seorang pembunuh. Pria itu penuh dendam pada Kano-ya dan membuat rencana untuk menghancurkan Kano-ya.
Ia sengaja menyalakan peledak dalam tambang batu bara dan saat itu bos terluka karena ia berada di dalam. Setelah kejadian itu ia menghilang dan Shinjiro berhasil menemukannya di Osaka. Kesalah pahaman mereka setelai setelah ayah Shinjiro meminta maaf pada pria itu mengenai kejadian masa lalu.
PAda saat tambang batu bara tidak beroperasi karena insiden itu, Kano-ya mengusulkan untuk menjual tambang batu bara, tapi Asa menolaknya, ia sudah berjanji tidak akan mengabaikan tambang itu pada pemilik sebelumnya jadi ia tidak setuju menjual tambang itu. Ayah mertuanya juga setuju dengan asa dan mengirimkan orang kepercayaannya, Ginsuke untuk mengurus tambang batu bara itu.

Asa akhirnya hamil setelah menikah selama 11 tahun
Asa dan Shinjiro sudah menikah selama 11 tahun, tapi Asa sama sekali belum mempunyai keturunan. Ibu mertua Asa jadi sangat khawatir karena ia butuh penerus Kano-ya, jadi ia menyarankan Shinjiro untuk mengambil selir.
Hal itu membuat Asa cukup panik, apalagi saat ia tahu orang yang ibu mertuanya inginkan menjadi istri kedua Shinjiro asalah Miwa-san, guru Shimasen Shinjiro. Shinjiro sangat menyukai Shimasen dan sering bermain di rumah Miwa. Asa juga kesal karena Miwa memang lady like yang cantik banged.
Shinjiro ini orangnya sangat lucu, kalau aku nggak salah dia sama sekali tidak menunjukkan penolakan yang berarti meski ia sebenarnya tidak berniat menikah lagi. Ia malah suka menggoda Asa dan suka melihat Asa cemburu padanya.
Tapi untung saja Miwa menolak, karena ibu Shinjiro ingin Miwa meninggalkan Shamisen-nya kalau menikah dengan Shinjiro.

Fuyu, maid Hatsu bekerja di Kano-ya setelah Hatsu meminta Asa mempekerjakannya, karena ini waktunya Fuyu untuk menikah. Ia harap Asa bisa menemukan jodoh yang bagus untuk Fuyu.
Tapi siapa sangka ternyata Fuyu justru jatuh cinta pada Shinjiro, karena kebaikan Shinjiro. Ume mengetahui hal itu dan meminta Fuyu untuk tidak melakukan hal aneh, karena Shinjiro adalah suami Asa.
Sementara itu, salah satu karyawan, yaitu Kisuke sudah lama menyimpan perasaan pada Fuyu. Hanya saja ia tak bisa mengatakannya meski semua pegawai sudah tahu mengenai hal itu.
Shinjiro dkk berusaha menyatukan Kisuke dan Fuyu, tapi sangat sulit karena Kisuke tidak bisa mengatakan perasaannya sebenarnya.
Suatu hari ayah Fuyu akan menjodohkan anaknya dengan seseorang dan Kisuke akhirnya menyeraha akan Fuyu. Sebagai kenangan terakhir, Fuyu dan Shinjiro berkencan sehari dan Fuyu akhirnya menyatakan perasaannya pada Shinjiro. Shinjiro menolak dan membuat Fuyu patah hati.
Saat itulah ia memanggil Kisuke untuk menghibur Fuyu. Ayah Fuyu adalah orang yang keras dan sering memukul anak-anaknya, ia sangat marah saat Fuyu menolak perjodohan itu dan memukulnya. Untung saja Kisuke dan yang lain menyelamatkan Fuyu.
Setelah itu, Kisuke akhirnya melamar Fuyu dan mereka berdua menikah. Selanjutnya, Kisuke dan Fuyu pindah ke Kyushu dimana Kisuke menjadi head manager di tambang batu bara.

Asa dan Shinjiro sangat bahagia saat Chiyo lahir
Tak lama setelah itu, Asa akhirnya hamil. Ia ketahuan hamil saat Asa ada ditambang batu bara. Shinjiro benar-benar sangat bahagia, karena selama ini ia sebenarnya iri pada Hatsu yang sudah mempunyai anak. Shinjiro sering main ke tempat Hatsu.
Ia sebenarnya sudah menyerah dan tidak berharap lagi memiliki keturunan, tapi kemudian Asa hamil dan ia benar-benar tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Shinjiro selalu mengatakan kalau ia adalah pria hujan dimana jika ia bahagia, maka akan turun hujan.
Setelah Asa hamil, Asa fokus di Kano-ya, ia memang tidak bisa berhenti bekerja, ia terus bekerja meski perutnya semakin besar. Asa sebenarnya mengalami morning sick yang sangat parah, ia sensitif terhadap bau-bauan, terutama bau rambut Shinjiro. Karena itu Shinjiro memutuskan untuk mengubah gaya rambutnya, jadi bukan gaya lama lagi, melainkan menumbuhkan rambutnya. Lucunya, dia nggak mau sendirian, jadi dia mengajak adiknya HAHAHHAHA.
Asa melahirkan seorang anak perempuan yang diberi nama Chiyo. Setelah melahirkan, Asa ingin kembali bekerja karena khawatir dengan tambang batu bara. Ia berniat membawa Chiyo karena Chiyo masih kecil dan butuh Asi. Suaminya tentu saja melarang Asa melakukannya. Tapi suaminya penuh pengertian dan membiarkan istrinya bekerja, karena ia yang akan merawat Chiyo.
Aku rasa sejak Chiyo lahir, Shinjiro jadi jarang main diluar.

Saat masih kecil, asa pernah bertemu dengan Saisuke Godai yang merupakan seorang samurai. Pertemuan pertama mereka dimana Asa membentak Godai, membuat Asa berkesan di hati Godai.
Godai berangkat ke Inggris untuk belajar saat ia mengirimkan surat pada Asa. Ia kembali bertemu dengan Asa di Osaka, setelah Asa menikah. Godai menyukai Asa tapi sayang sekali, Asa sudah menikah.
Godai tidak menyukai Shinjiro karena menurutnya Asa terlalu baik untuk Shinjiro, pendapat pertamanya tentang Shinjiro adalah dia sangat pemalas HAHAAHHAHAHA.

Asa bersahabat baik dengan Godai. Godai menyukai Asa dan Shinjiro tahu itu, makanya ia tidak terlalu menyukai Godai tapi ia menghargai persahabatan keduanya.
Godai adalah orang yang membuat Asa semakin bersemangat dalam bisnis. Asa adalah wanita dengan pandangan kedepan, berani mengambil resiko untuk melindungi bisnis keluarganya. Tapi Godai ada jauh di depan Asa, dimana jika Asa memandang untuk 10 tahun kedepan, maka Godai sudah memandang ke 20 tahun kedepan.
Godai menganggap Asa sebagai pingun pertama. Dahulu kala, ada seekor pingun diantara pingun lainnya. Pinguin adalah sejenis burung yang tidak bisa terbang dan Pinguin itu menjadi pingun pertama yang melompat ke lautan untuk berenang, melawan arus. Meski ia kesulitan saat pertama, tapi setelah terbiasa, ia bisa melaluinya.
Diantara banyaknya pebisnis pria, Asa adalah satu-satunya pebisnis wanita yang ia kenal, yang pernuh percaya diri. Godai selalu mengagumi Asa dan selalu memberikan ide ide pada Asa.
Godai awalnya bekerja untuk pemerintahan baru, tapi kemudian ia berhenti dan memulai bisnis di Osaka.
Tujuan Godai adalah ingin mengubah Jepang dan memajukan Osaka sebagai daerah Industri yang tidak boleh kalah dari Tokyo.
Ia mengumpulkan para pengusaha di Osaka tapi awalnya ia tidak disambut baik. Hanya Asa-lah yang percaya padanya dan bergabung dengan Godai. Karena Kano-ya bergabung dengan Godai, pengusaha yang lain ikut bergabung.
Di kediamannya, para pengusaha Osaka sering melakukan diskusi bisnis dan Asa adalah satu-satunya perempuan.

Godai meninggal dunia di usia yang cukup muda. Ia menghabiskan tenaganya untuk pemerintahan baru dan pembangunan di Jepang. Sampai saat terakhir, ia bahkan masih bekerja.
Shinjiro mengetahui mengenai penyakit Godai tapi Godai memintanya merahasiakan hal itu dari Asa. Tapi pada akhirnya Shinjiro memberi tahu Asa. Ia membiarkan keduanya menghabiskan waktu bersama-sama, sementara ia diluar mendengarkan.
Hal terakhir yang dibicarakan Asa dan Godai adalah pinguin. Bagi Godai, pinguin pertama yang ia kenal adalah Asa, sementara bagi Asa, Godai adalah pinguin pertama itu, karena Godai mengambil banyak resiko dan mencurahkan segalanya demi pembangunan Jepang.
Godai adalah tokoh pembangunan di Jepang, yang membangun Jepang diawal Meiji Era dengan memusatkan pada bisnis.

Chiyo sangat sibuk dengan bisnisnya, jika memungkinkan ia selalu membawa Chiyo bersamanya, tapi jika tidak Shinjiro akan menjaga puteri mereka.
Shinjiro tidak begitu menyukai Godai. Ia tahu Godai tertarik pada Asa. Tapi Shinjiro dan Godai ini bisa berteman dengan baik, mereka bahkan memanggil masing-masing dengan Tomo-chan dan Shin-chan.
Karena setelah mengenal lebih dalam, mereka sama-sama tahu kalau keduanya tidak seperti apa yang mereka pikirkan pada awalnya. Godai yang awalnya berfikir Shinjiro adalah suami malas, ternyata adalah seorang suami yang mendukung istrinya dari belakang. Shinjiro selalu melakukan sesuatu jika ia atau Asa dalam masalah, ia melakuaknnya dibelakang dan dengan caranya sendiri jadi ia selalu bisa menghindar kalau mendapat pujian.

Setelah Chiyo lahir, Godai mengajak Asa ke Tokyo untuk belajar bisnis. Awalnya Asa menolak, karena Chiyo masih kecil. Tapi Shinjiro sangat tahu kalau Asa menyukai bisnis dan ini adalah kesempatan bagus. Jadi ia memperbolehkan Asa pergi.
Di Tokyo, Asa bertemu dengan Kyutaro adiknya. Saat restorasi, keluarga Imai pindah ke Tokyo dan memulai bisnis baru disana dengan bekerja pada pemerintah baru. Keluarga Imai berhasil dalam bisnisnya dan menjadi pebisnis terkenal di Tokyo. Bisnis mereka adalah mengubah money changer menjadi Bank. Bank Imai adalah bank paling terkenal di Jepang pada masa itu, kalau nggak salah sih bank pertama juga.
Saat itu Asa tidak sengaja bertemu dengan seseorang yang tiba-tiba datang kemeja mereka mengatakan kalau Asa suatu saat nanti akan menjadi orang berpengaruh di Jepang. Orang itu adalah seorang penulis buku motivasi untuk wanita, sebenarnya buku orang itu adalah buku favorite Asa, tapi Asa tidak mengenali wajah penulisnya.

Kebersamaan Godai dan Asa yang sangat menyentuh. Bagi Godai, Asa adalah pinguin pertamanya, bagi Asa, Godai adalah pinguin pertama itu.
Saat berada di Tokyo, Asa dan Godai menikmati waktu mereka melihat-lihat Tokyo. Itu adalah kencan pertama mereka. Saat akan pulang ke Osaka, Asa mendapatkan kabar mengenai teman baik Godai yang tertembak.
Sebenarnya malam sebelum itu, Godai dan temannya yang merupakan orang penting di pemerintahan minum bersama, dan tentu saja Godai shock saat mendapat kabar itu. Godai sangat rapuh dan terluka.
Asa adalah orang yang berada disampingnya saat hatinya remuk. Asa juga adalah orang yang kembali memberi Godai semangat untuk melanjutkan impian temannya dan impian Godai untuk membangun Jepang.

Keinginan Asa untuk mengubah Kano-ya menjadi bank semakin besar setelah pulang dari Tokyo. Sebenarnya Asa sudah lama memberikan ide itu pada Kano-ya. Tapi Kano-ya adalah bisnis sejak 250 tahun lalu dan tidak semudah itu mengubahnya menjadi bank. Hal itu juga sangat ditentang oleh Gansuke sebagai orang kepercayaan ayah mertua Asa. Tapi untung saja Gansuke dan Eizaburo, adik Shinjiro sang pewaris menolak ide itu, karena tak lama setelah itu ternyata banyak bank yang bangkrut.
Masalahnya adalah karena tidak ada manajemen yang bagus saat itu, jadi kalau mengubah bisnis hanya dengan title bank tanpa tahu bank itu apa, hanya akan membuat bisnis bangkrut. Karena itu Asa akhirnya menangguhkan ide bank itu, bukan berarti ia menyerah.
Ayah mertua Asa meninggal dunia tak lama setelah itu, setelah ia berpesan pada keluarganya, kalau mereka harus bersatu melindungi Kano-ya. Jika Shinjiro, Asa dan Eizaburo saling bahu membahu, maka semuanya akan baik-baik saja.

Setelah memasuki usia remaja, Chiyo sangat dingin pada ibunya tapi Asa selalu berusaha dekat dengannya.
Setelah ayah Shinjiro meninggal dunia, Eizaburo menjadi pemimpin keluarga dimana Shinjiro terus menjadi pengawasnya. Mereka menjalankan bisnis bersama-sama. Bisnis Kano-ya semakin besar karena Asa membeli tambang batu bara lainnya.
Karena nasehat seseorang yang mengatakan banyak money changer yang bangrut setelah menjadi bank, tapi money changer yang tidak diubah menjadi bank akan bangkrut juga, akhirnya Kano-ya membuat keputusan besar untuk mengubah Kano-ya menjadi bank.
Saat itu, salah seorang pelanggan setia mereka bernama Hei-san melamar kerja di Kano-ya, ia pernah bekerja di pemerintangan dan punya pengetahuan tentang bank.
Ia kemudian diterima bekerja dan menjadi orang penting di Kano-ya.

Kano-ya yang berubah menjadi bank, punya bisnis lain yaitu batu bara, jadi Kano-ya saat itu bank Kano dan perusahaan Kano. Bank Kano presidennya adalah Eizaburo sementara yang mengurus bisnis batubara, presidennya adalah Shinjiro. Awalnya Shinjiro menolak keras karena ia tidak tertarik dengan bisnis, ia pikir Asa akan menjadi presidennya. Tapi Asa mengatakan Shinjiro adalah orang yang cocok, karena Shinjiro mengenal banyak orang, punya jaringan yang luas dan mendapat kepercayaan dari banyak pebisnis.
Asa sendiri mempunyai mejanya sendiri di kantor utama, ia bekerja mengurus bank + tambang batu bara.

Karena Chiyo jarang bersama ibunya, ia jadi dekat dengan sang nenek dan Chiyo sangat menyukai neneknya, karena itu ia ingin menjadi seorang istri yang baik bagi neneknya. Chiyo menyukai pakaian barat tapi karena ibunya mulai mengenakan pakaian barat, ia jadi membencinya. Gambar dikanan adalah saat Chiyo pertama kali mengenakan pakaian barat.
Menjadi pebisnis wanita, tentu saja Asa sangat sibuk. Sebentar di Osaka, kemudian ke Kyushu, ke Tokyo, pertemuan ini dan itu, mengurus ini dan itu. Ia benar-benar sangat sibuk.
Hal itu membawa pengaruh pada puterinya Chiyo. Sejak kecil Chiyo dibawah asuhan neneknya, ia sangat jarang bersama ibunya, jadi ia tumbuh dengan membenci bisnis yang sangat disukai ibunya. Ia juga tidak menyukai ibunya.
Setiap Chiyo dan Asa bertemu, keduanya pasti beradu mulut dan itu membuat Nenek dan Shinjiro khawatir.
Asa sebenarnya bukannya tidak sayang pada Chiyo, tapi karena ia memang sibuk. Ia selalu berusaha untuk bermain dengan Chiyo kalau ada waktu, berusaha makan bersama juga. Tapi semakin Chiyo dewasa, Chiyo memang semakin jarang bersama ibunya.

Asa sangat ingin Chiyo tumbuh menjadi anak yang suka belajar dan punya impian untuk berbisnis bersamanya nanti.
Tapi ternyata Chiyo tumbuh menjadi anak yang tidak suka belajar dan tidak ingin berbisnis. Chiyo tidak mempunya impian besar seperti ibunya. Ia hanya ingin menjadi ibu rumah tangga yang baik seperti neneknya. Hal itu tentu saja membuat Asa sangat khawatir dan ingin Chiyo terus belajar. Sebenarnya itu juga salah satu yang menyebabkan mereka terus bertengkar.
Shinjiro sendiri selalu menjadi penengah mereka, ia menghadapi keduanya dengan kepala dingin, ia mendengarkan kedua belah pihak dengan baik.
Pada masa itu, kalau sudah lulus SMP, anak gadis akan dipersiapkan untuk menikah dan Chiyo ingin cepat menikah tapi ibunya melarang. Shinjiro juga sebenarnya tidak mau ankanya cepat menikah, tapi ia menggunakan cara lain untuk melarang Chiyo, yaitu memintanya masuk ke Sekolah Gadis (SMA).
Awalnya Chiyo menolak, tapi setelah nenek membawanya untuk melihat-lihat sekolah itu, akhirnya Chiyo setuju sekolah disana.

Asa terluka setelah bertengkar dengan Chiyo dan Chiyo merasa sangat bersalah
Pada saat itu, sudah ada kereta api, jadi dari Kyoto ke Osaka, Chiyo bisa pulang kalau akhir pekan.
Chiyo sekamar dengan Nobu, seorang gadis yang bertolak belakang dengannya. Nobu sangat suka membaca, ia sangat suka belajar dan ia sangat kagum pada Asa Shirooka. Awalnya Nobu tidak tahu kalau Chiyo adalah anak Asa.
Pada saat itu koran-koran memuat berita tentang Asa dimana beritanya simpang siur dan tak sesuai kenyataan, membuat Chiyo kesal dan menjelaskan yang sebenarnya pada Nobu, saat itulah Nobu tahu kalau Chiyo adalah anak Asa yang ia kagumi.
Chiyo dan Nobu kemudian menjadi akrab dan sering mengajak Nobu main ke rumahnya kalau akhir pekan.

Hubungan Chiyo dan Asa masih saja tidak baik. Chiyo merasa ibunya memaksakan impiannya padanya, sementara ia sama sekali tidak suka belajar dan tak ingin menikah, ia hanya ingin menjadi istri yang baik.
Saat itu keadaan di bank juga sedang buruk, ada seorang pria yang selalu datang meminjam uang pada KAno-ya tapi selalu ditolak, karena sekarang Kano-ya bukan lagi money changer melainkan bank, jadi mereka tak bisa meminjamkan uang pada sembarangan orang.
Pria itu jadi dendam pada Asa karena Asalah yang terang-terangan menolaknya. Karena dendam itu, si pria melakukan tindakan kriminal dengan menusuk Asa dan hal itu dilihat oleh Chiyo, saat itu keduanya sedang bertengkar.
Chiyo tentu saja sangat shock dan berteriak.

Pertemuan pertama chiyo dan Keisuke
Karena kejadian itu, Asa dalam keadaan kritis. Ia kehilangan banyak darah dan dokter meminta mereka mempersiapkan kemungkinan terburuk. Chiyo merasa semua itu adalah salahnya, karena saat itu ia bertengkar dengan ibunya dan tidak mau mendengarkan ibunya. Ia menangis memegang tangan ibunya. Asa tidak sadarkan diri selama beberapa hari. Shinjiro selalu ada disampingnya. Shinjiro bersikap tegar, tapi saat ia tinggal berdua dengan Asa, ia menangis. Ia mengatakan ia tidak akan memaafkan Asa kalau Asa meninggalkannya terlebih dahulu. Saat itulah keajaiban terjadi, Asa terbangun dari komanya.
Dokter sendiri tidak percaya Asa sadar dan kelihatan baik-baik saja, meski lukanya masih sakit. Semua orang berbahagia karena Asa kembali sadar, tapi kemudian kerepotan karena Asa meminta cepat pulang HAHHAHAHAHA. Ia nggak tahan terus ditempat tidur dan tidak melakukan apa-apa, ia ingin bekerja. Tapi tentu saja tidak diperbolehkan oleh Shinjiro.
Malam dihari Asa sadar, Shinjiro dan Chiyo menemaninya dan mereka tidur bersama. Untuk pertama kalinya setelah Chiyo remaja, Chiyo tidur disamping ibunya.
Setelah kejadian itu, Asa menyadari kalau ia terlalu memaksa Chiyo untuk mengikuti jalannya dan akhirnya membiarkan Chiyo memilih jalannya sendiri.
Awalnya aku berfikir kalau Chiyo akan seperti anak heroine asadora lainnya, yang kemudian akan sadar dan mulai belajar dan menjadi seperti ibunya, tapi Chiyo cukup konsisten, ia tidak mau melanjutkan sekolah dan mulai ditraining menjadi ibu rumah tangga. Ia ingin menikah.

Setelah keluar dari rumah sakit, Asa kembali melanjutkan pekerjaannya. Sebenarnya sebelum kejadian itu, Asa berkenalan dengan Izumi Narusawa, seorang mantan guru yang belajar di Amerika dan mempunyai ide untuk membuka Universitas Wanita di Jepang. Penampilan Narusawa awalnya sangat menyedihkan, ia kelihatan seperti pengemis yang senyam senyum melihat pegawai wanita di Kano-ya. Pada saat itu Kano-ya adalah bank pertama yang mempekerjakan wanita. Tentu saja itu adalah ide dari Asa yang awalnya ditentang, tapi karena kegigihan Asa, ia memilih 4 wanita dengan baik dan mempekerjakan mereka di Bank Kano. Sejak itu Bank Kano jadi terkenal.
Narusawa membuat sebuah manusript dan ingin Asa membacanya, Asa sangat tersentuh dan sampai menangis saat membaca itu, bagaimana Narusawa dalam tulisannya memikirkan bagaimana wanita harus diberi pendidikan dan disetarakan derajatnya dengan pria. Asa sebenarnya selalu mencari-cari hal seperti ini selama ini, dan tentu saja ia setuju untuk membantu Narusawa.
Tapi pada saat itu mereka kesulitan karena untuk membangun Universitas butuh uang yang tidak sedikit. Narusawa muncul dengan ide mendapatkan donasi seperti sekolah-sekolah di Amerika dan Asa menyukai ide itu.
Asa dan Narusawa membuat rencana untuk merealisasikan Universitas Wanita di Jepang. Asa memegang bagian pengumpulan donasi alias masalah uang, karena ia seorang pebisnis, sementara NArusawa memegang bagian yang berhubungan dengan surat izin, pidato-pidato dan lain sebagainya.

Asa dan Narusawa, Asa akan membantu Narusawa membuka universitas wanita pertama di Jepang
Bukanlah perjuangan yang mudah bagi Asa untuk mendapatkan donasi dari orang yang ia kenal, karena pada masa itu orang tidak ingin memberikan uang mereka secara cuma-cuma. IA menjadi bahan tertawaan. Tapi Asa sama sekali tidak menyerah. Ia sudah melalui berbagai hal selama hidupnya, jadi ia sama sekali tidak gentar dan bersikap tenang. Perkenalannya dengan Tuan Okuma membuka jalan bagi Asa dan Narusawa. Tuan Okuma menyukai rasa percaya diri Asa dan bagaimana kegigihannya meyakinkannya. Istri Okuma juga menyukai Asa, karena ia merasa Asa bisa menggerakkan hati suaminya. Tuan Okuma dulunya bekerja di pemerintahan tapi ia sudah berhenti.
Saat mengurus masalah Universitas itulah Asa ditusuk oleh orang yang tidak menyukainya dan masuk rumah sakit. Karena itu juga tuan Okuma merasa perjuangan Asa ini butuh seseorang yang lebih tinggi jabatannya, jadi ia sekali lagi ingin terjun ke dua Politik.
Dengan bantaun nyonya Okuma, Asa berhasil mendapatkan donasi sedikit demi sedikit dari istri para pebisnis yang menyukai ide Asa.
Asa juga menjadikan Nobu sebagai sekretarisnya selama mengurus mengenai Universitas itu. Ia meyakinkan ibu Nobu untuk membiarkan anaknya terus belajar, karena ibu Nobu ingin anaknya segera menikah.

Saat Nobu bekerja pada Asa, ia tinggal sekamar dengan Chiyo. Nobu menemukan jalannya dengan bekerja pada Asa dan terus belajar, sementara itu Chiyo merasa ia juga harus menggapai impiannya. Nenek menyukai Chiyo yang ingin menikah dan segera mencari pasangan Chiyo yang mau menikah ke keluarga Shirooka, karena Chiyo anak satu-satunya jadi mereka harus mencari mukoyoshi.
TApi ternyata Chiyo tidak mau menikah cepat, ia ingin lulus sekolah dulu dan menunggu beberapa tahun, barulah menikah. Nenek mengerti dan tidak memaksanya.
Tapi sebenarnya, Chiyo menyimpan sebuah rahasia. Saat ibunya masih dirumah sakit, Chiyo bertemu dengan seorang mahasiswa yang membuka apel di tempat cuci piring. Chiyo yang masih trauma dengan pisau, lututnya lemas karena pisau itu.
Kemudian di pertemuan selanjutnya di tempat yang sama, Chiyo membantu pria itu membuka apel dan si pria jatuh cinta pada Chiyo, tapi ia harus kembali ke Tokyo dan berharap mereka bertemu lagi.
Hanya 2 kali pertemuan itu, Chiyo benar-benar jatuh cinta padanya. Tapi saat itu Chiyo tidak tahu itu adalah cinta, sampai Nobu menyadarkannya.

Keisuke dan Chiyo bertemu kembali, jodoh emang nggak kemana lol
Setelah waktu berlalu cukup lama, Chiyo benar-benar kecewa karena tidak pernah bertemu dengan pria itu lagi. Setiap kali ia melihat apel, Chiyo pasti teringat pria itu, yang namanya bahkan ia tidak tahu. Suatu hari sepulang dari pasar, Chiyo menjatuhkan apel dan ditangkap oleh seseorang yang ternyata adalah pria itu. Chiyo tentu sangat terkejut melihat pria itu ada di depan rumahnya.
Nobu langsung tahu kalau itu adalah pria yang disukai Chiyo dan nenek excited mengajaknya ke rumah HAHAHAHAHAH.
Pria itu bernama Keisuke, ia adalah mahasiswa di Tokyo yang katanya ada urusan di Osaka dan sekalian singgah ke Kano-ya untuk melihat Chiyo.
Nenek menyukai pria itu karena pria itu terlihat baik, ia sudah memutuskan akan menjodohkan mereka. Tapi si pria itu pergi dengan cepat saat mendengar Asa sedang memarahi seseorang. Keisuke kelihatannya kaget gitu ada perempuan seperti Asa, ia takut HAHAHHAHAHA.

Beberapa waktu kemudian nenek dan pelayannya mencari tahu mengenai pria itu dan mengetahui kalau pria itu adalah anak kedua dari keluarga cukup terpandang. Bisanya anak kedua mau menjadi mukoyoshi.
Shinjiro sendiri sangat galau saat tahu anaknya jatuh cinta pada pria lain. Ia benar-benar kelihatan tidak bersemangat HAHAHAHAHA. Sementara itu Asa biasa aja dan sepertinya ia setuju menjodohkan Chiyo dengan Keisuke karena ia tahu Chiyo menyukai Keisuke.
Asa meminta bantuan pada nyonya Okuma, kenalannya di Tokyo untuk menjodohkan Chiyo dan Keisuke. Tapi tanpa di duga, Keisuke menolak perjodohan itu dan membuat Chiyo benar-benar terluka.
Tapi meski begitu ia berusaha terlihat baik-baik saja, padahal Chiyo benar-benar terluka.

Chiyo dan Keisuke mulai berpacaran dan menikah.
Pada kesempatan berikutnya, Shinjiro dan Asa menemui Keisuke dan bertanya kenapa Keisuke tidak mau menikah dengan Chiyo. Ternyata Keisuke sejak dulu punya impian bekerja di pemerintahan, jadi ia tak bisa menikah dengan Chiyo, karena menikah dengan Chiyo artinya ia harus menjadi mukoyoshi, dimana ia harus membantu bisnis keluarga. Keisuke tidak menyukai bisnis.
Awalnya Asa berfikir itu adalah kesalahannya, karena Keisuke melihatnya marah-marah waktu pertama kali datang kerumah, jadi ia berusaha menjelaskan kalau Chiyo bukan gadis kasar seperti dirinya HAHAHAHHAHA.
Shinjiro sendiri yang tidak rela puterinya diambil laki-laki lain ternyata cukup sedih saat anaknya terluka karena patah hati. TApi ia juga tak bisa memaksa Keisuke.
Kalau nggak salah Keisuke suatu hari datang ke rumah keluarga Shirooka dan mengatakan perasaannya kalau ia sebenarnya menyukai Chiyo, tapi ia juga punya impian yang ingin ia raih. Nenek yang tak tega cucunya terluka bahkan meminta Keisuke tetap menikah dengan Chiyo, biarlah Chiyo menikah ke keluarga Keisuke.
Saat itu terjadi sesuatu di Bank Kano yang membuat Asa harus mengurusnya dan hal itu dilihat oleh Keisuke. Melihat bagaimana cara kerja Bank Kano, tiba-tiba membuatnya ingin berbisnis.

Pada akhirnya Keisuke setuju untuk menikah ke keluarga Shirooka. Tapi ia ingin menyelesaikan kuliahnya terlebih dahulu. Chiyo selagi menunggu Keisuke selesai kuliah, ia terus berlatih menjadi istri yang baik.
Pada akhirnya Keisuke dan Chiyo menikah. Keduanya menyewa rumah dekat Kano-ya. Keisuke bekerja di Bank Kano. Lucunya setelah Keisuke bekerja, Shinjiro berhenti menjadi presiden dan mulai asik bermain-main lagi seperti dulu. Ia pindah jabatan dari presiden menjadi penasehat. LOL.
Chiyo dan Keisuke dikaruniai anak pertama mereka, seorang bayi perempuan, tepat sebelum nenek Chiyo meninggal dunia.
Keduanya hidup dengan bahagia, Chiyo benar-benar menjadi istri dan ibu yang baik. Ia bahkan sampai ending drama ini melahirkan 3 anak perempuan dan sedang mengandung anak keempatnya.

Asa menjadi pebisnis wanita yang sangat sibuk
Selagi mengurus Universitas wanita, Eizaburo memberi ide pada Asa untuk membuka bisnis baru, yaitu asuransi jiwa. Ia sudah menyelidiki mengenai berbagai hal dan bisnis itu kelihatan menjanjikan. Ini adalah pertama kalinya Eizaburo memberi ide bisnis dan mereka menyukainya.
Asa selalu terbuka dengan ide bisnis baru, jadi ia benar-benar sibuk mengurus ini dan itu. Krisis Ekonomi kembali terjadi saat beberapa bank besar bangkrut dan pelanggan berbondong-bondong menarik uang mereka dari Kano-ya, karena kabarnya Bank Kano adalah bank berikutnya yang akan bangkrut. Sebenarnya kabar bangkrut ini sudah selalu ada sejak Asa baru menikah dengan Shinjiro, tapi buktinya, mereka masih bertahan.
Sebelum hal itu terjadi, Asa sebenarnya sudah menjual tambang batu bara di Kyushu. Pada saat itu batu bara masih sangat laris dan menguntungkan, yang lain tidak mau melepaskannya. Tapi Asa merasa ini saat yang baik melepaskannya, mereka bisa mendapatkan harga tinggi + karena itu sangat menguntungkan, ia yakin pemilik baru akan baik-baik pada pekerja disana.
Dan Asa menggunakan uang hasil menjual tambang itu untuk persiapan krisis Ekonomi. Jadi Kano-ya lagi-lagi berhasil melaluinya, karena prediksi Asa selalu benar.

Asa masih tidak menyerah untuk memperbesar Kano-ya dan muncul dengan ide merger perusahaan. Ia mendapatkan ide itu untuk bisnis asuransi mereka. Dimana mereka mengumpulkan nama perusahaan asuransi yang bagus tapi akan bangkrut dan menawarkan untuk merger dengan Kano-ya.
Bisnis Asuransi mereka benar-benar berjalan sangat lancar dengan pusatnya di Kano-ya dan 2 kantor cabang. Kano-ya sampai akhir drama ini, mempunyai 3 bisnis yaitu Bank Kano, Tambang Batu Bara (masih ada satu tambang batu bara milik Kano-ya, yang dibeli Asa dipertengahan episode, yang pertama ia beli sudah ia jual) dan Bisnis Asuransi.

Suksesnya pembukaan Universitas Wanita pertama di Jepang
Mengenai Universitas Wanita pertama di Jepang, Asa dan Narusawa ingin membuat pusatnya di Osaka. Tapi kemudian ia mendapat tawaran dari ayahnya di Tokyo. Ibu dan Ayah Asa sudah sangat tua, Ibu Asa meninggal terlebih dahulu dan saat Asa berkunjung kesana, Ayah memberikan surat tanah villa milik keluarga Imai, jika Asa mau, Asa bisa membangun Universitas itu disana.
Awalnya Asa merasa para donatur akan menolak, karena rencana awal Universitas akan ada di Osaka. Tapi mengingat waktu semakin sedikit, uang yang terkumpul belum cukup dan Asa merasa harus segera melakukannya, ia akhirnya mengumpulkan timnya dan mengatakan mengenai tanah pemberian ayahnya di Tokyo. Semuanya cukup kaget saat tahu Asa adalah anak pemilik Imai Bank yang terkenal di Tokyo. LOL.
Mereka akhirnya setuju untuk mendirikan Universitas di tanah keluarga Imai, tanahnya sangatlah luas, jadi mereka bisa membangun sebanyak yang mereka inginkan.
Dan akhirnya Universitas Wanita Pertama di Jepang sudah diputuskan.
Masalahnya adalah apakah ada yang ingin mendaftar di Universitas itu. Asa sengaja membuat iklan di Koran dan mereka berharap bisa mengumpulkan setidaknya 100 orang. Tapi siapa sangka antusias masyarakat cukup besar, mereka mendapatkan 200 mahasiswi ditahun pertama mereka.
Nobu adalah salah satunya. TApi kemudian Narusawa ingin Nobu belajar di luar negeri demi Universitas mereka, dan Nobu menyanggupinya. Ia kembali di minggu terakhir drama ini.

Sebelum universitas dibangun, Asa pernah mengatakan kalau suatu hari nanti ia ingin belajar bersama para mahasiswi di Universitas itu dan Asa benar-benar melakukannya. Ia sepertinya datang setiap minggu untuk belajar disana.
Waktu berlalu setelah itu dan Shinjiro juga semakin tua dan mulai sakit-sakitan. Asa sudah merasa aneh karena belakangan suaminya tidak terlihat sehat. Asa memutuskan pensiun dari bisnis dan menyerahkan semuanya pada Eizaburo, Keisuke dan pegawai lainnya. Ia memutuskan menghabiskan waktu bersama suaminya, karena selama menikah ia belum merasa menjadi istri yang baik.
Awalnya Shinjiro menolak, ia tidak ingin Asa berhenti dari pekerjaan yang ia sukai demi dirinya. Tapi Asa sudah membuat keputusan.
Sejak itu Asa dan Shinjiro menghabiskan waktu bersama-sama setiap hari setelah sekian lama. Shinjiro meminta Asa memilih pohon untuk ditanam di halaman dan Asa memilih pohon pulm. Awalnya ia tak tahu, setelah musim semi dan berbunga barulah mereka tahu itu pulm.
Pulm adalah kayu yang digunakan untuk membuat sempoa pemberian Shinjiro pada Asa, sempoa yang terus digunakan Asa sampai ia pensiun.

Asa menghabiskan masa pensiunnya bersama sang suami yang kesehatannya sudah memburuk. Hari-hari terakhir mereka sangat berarti
Shinjiro menghembuskan nafas terakhirnya dipelukan istrinya. Asa yang merasa ia sudah mempersiapkan diri ternyata sangat kehilangan suaminya. Ia jadi tidak bersemangat dan terus memikirkan Shinjiro setelah kepergian Shinjiro.
Aku sangat menyukai adegan saat Asa menangis di halaman karena ia tak bisa berhenti memikirkan Shinjiro, kemudian hujan turun dengan deras dan Asa mengingat kalau suaminya adalah pembawa hujan, kalau hujan turun, artinya suaminya sangat bahagia.
Asa tersenyum sendiri karena ia tahu suaminya bahagia karena ia memikirkannya, ia yakin suaminya juga bahagia di alam sana.

Hatsu's Family

Hatsu benar-benar seorang istri yang setia pada keluarga yang awalnya tidak menganggapnya.
Aku sengaja memisahkan kisah Hatsu dan Asa, karena kisah mereka berdua mempunyai sisi menarik masing-masing.
Kisah Hatsu dimulai saat ia menjadi menantu keluarga Mayuyama. Hatsu tidaklah bahagia. Hatsu memang menantu impian para ibu mertua pada masa itu, anggun, sopan, ladylike. Tapi Hatsu sama sekali tidak mengerti apa-apa tentang bisnis. Itu membuatnya sangat kesepian, karena kerjaannya hanya dirumah, sementara yang lain bekerja. Ia bahkan tidak pernah keluar rumah jadi ia tidak tahu perkembangan dunia.
Setelah menikah sekian lama, ia belum dikaruniai anak, membuat ibu mertuanya jadi tidak menyukai Hatsu. Ibu mertuanya bahkan pernah mengurung Hatsu di gudang. Hatsu diawal pernikahan benar-benar menderita, ia tidak mendapatkan cinta dari keluarga suaminya, bahkan suaminya tidak pernah tersenyum padanya.

Saat ibunya datang berkunjung, Hatsu juga tidak diperbolehkan bertemu. Saat Asa berkunjung, ibu mertuanya juga melarang Hatsu bertemu. Hatsu sangat depresi saat itu.
Asa tahu ada yang tidak beres, jadi ia sengaja menitip pesan pada Fuyu yang saat itu masih menjadi pelayan Hatsu. Tapi Fuyu ketahuan oleh ibu mertuanya, saat ibu mertuanya ingin merebut pesan itu, Fuyu menjatuhkannya ke sumur di halaman.
Hatsu selalu penasaran apa pesan dari adiknya itu, ia selalu menatap sumur itu saat ia kesepian. Dan suatu hari ia melihat pesan itu masih ada disumur dan berusaha mengambilnya, tapi Hatsu malah terjatuh ke dalam sumur.
Saat pelayan panik, Sobei suaminya ada di rumah dan mengetahui hal itu, ia sangat panik dan segera menyelamatkan Hatsu.
Saat itulah aku tahu kalau sebenarnya suami Hatsu itu menyukai Hatsu, ia menunjukkan kekhawatirannya, wajahnya yang sebenarnya saat itu.
Pesan yang dituliskan Asa sendiri sebenarnya hanya gambar heno heno moheji dan meminta kakaknya untuk tertawa. Hatsu menyadari ia tidak pernah tersenyum atau tertawa selama menikah ke keluarga Mayuyama dan akhirnya ia bisa tertawa.
Ia juga tertawa saat melihat wajah heno heno moheji itu mirip wajah suaminya.

Hatsu bersama ayah mertuanya, mereka bertani setelah keluarga bangkrut.
Krisis ekonomi dimana banyak money changer yang bankrut akhirnya sampai ke Sanouji-ya. Keluarga Asa berhasil menghadapi krisis itu karena ada Asa disana yang muncul dengan ide menagih hutang pada para peminjam dan membeli tambang batu bara.
Sanouji-ya sendiri tidak tahu harus melakukan apa, mereka memutuskan meminjam uang ke keluarga Imai yang saat itu keadaan bisnisnya stabil. Tapi ayah Hatsu menolak membantu mereka. Hatsu dan Sobei sebenarnya juga tidak enak meminta bantuan keluarga Imai, tapi mereka pergi karena ibu memaksa. JAdi saat ditolak, mereka berdua cukup lega,
Tapi karena hal itu Sanouji-ya bangkrut dan keluarga Mayuyama meninggalkan rumah mereka saat tengah malam, alias kabur. Sobei pernah mengatakan kpada Shinjiro kalau suatu hari nanti ia akan membunuh ibunya, dan Sobei hampir melakukan itu dalam perjalanan mereka saat kabur, tapi Hatsu menghalanginya, dan Hatsu yang terluka karenanya.
Asa sangat terpukul saat itu, ia tidak mengetahui kalau kakaknya ternyata kesulitan dan menyalahkan dirinya sendiri. Ia ingin mencari kemana keluarga Mayuyama pergi, tapi ia tidak bisa menemukannya. Asa keluar setiap hari untuk mencari petunjuk tapi ia tidak menemukan apapun.
Shinjiro mungkin kelihatan santai banged orangnya, selalu main-main tapi sebenarnya ia pergi mencari keluarga Mayuyama dan berhasil menemukan tempat tinggal mereka.

Keluarga Mayuyama hidup di gunung dan bertahan hidup dengan bertani. Saat Shinjiro datang, Hatsu meminta Shinjiro merahasiakan dari Asa, karena ia tidak ingin dikasihani. Tapi Shinjiro tak bisa lama-lama merahasiakannya, karena Asa kelihatan sangat khawatir. Jadi ia mengajak Asa jalan-jalan suatu hari tanpa mengatakannya pada Asa mereka mau kemana. Asa sangat terkejut melihat Hatsu disana dan kedua kakak adik itu reunian.
Asa dan Hatsu kemudian bercerita banyak hal, ini dan itu, keduanya terus bicara tanpa merasa bosan. sementara Shinjiro menikmati waktunya bersama Sobei.
Setelah tahu dimana Hatsu tinggal, Asa selalu datang menemuinya jika ia punya waktu senggang, ia membawakan mereka makanan dan lain sebagainya.
Ayah dan ibu Asa juga tahu masalah keluarga Hatsu dan pernah mengunjungi mereka, tapi hanya melihat dari jauh saja.

Shinjiro diam-diam mencari keberadaan Hatsu setelah keluarga Mayuyama menghilang. Ia selalu datang kesana membantu Hatsu. Setelah waktu yang tepat tiba, ia baru memberitahu Asa mengenai kakaknya Hatsu.
Sobei yang merasa sudah membuat Hatsu tidak bahagia suatu hari kabur dan meninggalkan keluarganya. Disaat yang sama Hatsu akhirnya hamil. Hatsu percaya kalau suaminya akan kembali suatu hari nanti, ia selalu mempercayainya.
Ibu Sobei menolak bekerja, jadi yang bekerja hanya ayah mertuanya dan Hatsu. Hatsu selain bekerja di ladang juga menjual sayur-sayuran. Asa dengan senang hati menjadi langganan sayur-sayuran Hatsu.
Hatsu melahirkan anak pertamanya, Ainosuke di rumah keluarga Shirooka. Sampai Ainosuke berusia 2 tahun, Sobei belum kembali. Shinjiro selama ini ternyata sellau berusaha mencari Sobei dan akhirnya berhasil menemukannya.
Hatsu menjemput Sobei sendiri ditempat perjudian, ia menyeret suaminya untuk pulang. Saat tiba di rumah, ia baru tahu kalau Hatsu membesarkan anak mereka sendirian, bahkan Ainosuke memanggil Shinjiro sebagai ayahnya, karena Shinjiro selalu main kesana kalau Asa sibuk di tambang batu bara.
Setelah sobei kembali ke keluarga Mayuyama, ia bekerja dengan sangat giat demi anak mereka. Tak lama kemudian Hatsu mengandung anak kedua yang membuat Shinjiro jadi iri karena HAtsu sudah akan melahirkan anak kedua sementara Asa nggak hamil-hamil AHHAHAAHAHAHA.

Hidup bertani dengan rumah kecil, meskipun mereka hidup miskin, Sobei menyukainya. Selama ini Sobei tumbuh dibawah bayang-bayang ibunya dan selalu menuruti apa kata ibunya, ia sebenarnya tidak bahagia. Alasan kenapa ia meninggalkan keluarganya saat itu adalah berharap Hatsu kembali pada orang tuanya. Tapi ternyata Hatsu setia pada keluarga Mayuyama dan membuat ia tersentuh.
Ibu Asa selalu merasa hidup HAtsu jadi seperti itu karena keluarga mereka tidak membantunya, jadi ia ingin memberikan hadiah terakhir pada Hatsu. Keluarga Imai mempunyai sebuah gunung di Wagayama dan ia ingin memberikan itu pada Hatsu. Awalnya Hatsu menolak, tapi karena itu hadiah terakhir ibu, Asa berharap HAtsu menerimanya.
HAtsu kemudian membicarakan itu pada keluarganya dan tentu saja ibu Sobei menolak meninggalkan Osaka karena suatu hari nanti ia akan menghidupkan Sanouji-ya kembali.
Sobei kembali menghilang selama beberapa bulan dan Hatsu berfikir suaminya kabur lagi. Ternyata Sobei pergi memeriksa gunung di Wagayama dan setelah menelitinya, ia pikir akan sulit hidup bertani disana, tapi ia yakin mereka bisa melakukannya.
Setelah Hatsu dan Sobei memohon, akhirnya ibu mau ikut ke Wagayama dan begitulah keluarga Mayuyama pindah ke Wagayama. Keluarga Mayuyama kemudian mulai membuka kebun jeruk disana.

Hatsu datang untuk pertama kalinya ke Osaka setelah sekian lama membawa puteranya Ainosuke yang nantinya tertarik pada bisnis dan bekerja di Kano-ya.
Waktu berlalu setelah itu, Asa dan Hatsu kembali bertemu 10 tahun kemudian. Hatsu datang berkunjung ke Osaka bersama Ainosuke. Saat itulah Ainosuke terpesona dengan bisnis dan ingin bekerja disana. Ainosuke pada dasarnya adalah anak yang pintar tapi karena keluarga mereka miskin, ia tak bisa melanjutkan sekolah. Ia merasa tidak ingin menghabiskan waktunya dengan berkebun jeruk dan memutuskan kabur dari rumah. Ia berbohong saat tiba di Kano-ya, mengatakan kalau orang tuanya mengizinkannya. Asa sepertinya tahu kalau ia berbohong, tapi tetap mempekerjakan Ainosuke disana.
TAk lama setelah itu, Hatsu datang menjemput Ainosuke, awalnya Ainosuke menolak tapi Shinjiro dan Asa meminta Ainosuke kembali, setelah mendapatkan izin dari orang tuanya, maka Ainosuke diterima kapan saja di Kano-ya.
Sebelum kabur, ternyata Ainosuke bertengkar dengan ayahnya dan menghina ayahnya yang dulu seorang pebisnis kenapa sekarang jadi bertani, hal ini dipengaruhi karena ibu Sobei selalu menceritakan mengenai Sanouji-ya pada Ainosuke dan mengatakan Ainosuke adalah pewaris Sanouji-ya dengan harapan Ainosuke nanti akan menghidupkan nama Sanouji-ya lagi.
HAtsu tentu saja marah karena Ainosuke mengatakan hal seperti itu pada suaminya, karena ia tahu betul bagaimana mereka sampai pada titik ini, dan bagaimana Sobei menyukai pekerjaan pertanian.

Asa dan Shinjiro datang kemudian untuk liburan, itu adalah perjalan pertama mereka setelah menikah, mereka mengunjungi keluarga Mayuyama dan menikmati waktu disana.
Asa dan shinjiro sangat menikmati pemandangan dan aroma jeruk di kebun jeruk milik keluarga Mayuyama. Mereka datang tentu saja tidak ada hubungannya dengan Ainosuke, tapi saat mereka ada disana, kesalahpahaman akhirnya selesai dan Hatsu memperbolehkan Ainosuke untuk bekerja di Kano-ya lagi.
Aku sangat menyukai perjalanan Asa dan shinjiro disini, memang benar setelah menikah mereka tidak pernah melakukan perjalanan berdua. Dalam perjalanan itu mereka mengunjungi rumah Hatsu di Wagayama untuk pertama kalinya dan berkenalan dengan Yonosuke, anak kedua Hatsu.
Sepulang dari sana mereka berdua juga singgah di onsen dan menikmati waktu mereka bersama.

Hatsu dan keluarganya hidup dengan bahagia bertani jeruk, meski kehidupan mereka sulit, mereka menyukai pekerjaan itu.
Tak lama setelah itu, nenek Ainosuke, ibu Sobei menghembuskan nafas terakhirnya. Momen terakhirnya bersama keluarganya dan bagaimana ia akhirnya mengatakan kalau ia menyukai Hatsu sangat mengharukan. Ia bersyukur Hatsu menikah ke keluarga mereka dan tetap bersama mereka sampai akhir.
Ainosuke pulang saat itu, tapi sudah terlambat baginya, karena neneknya sudah meninggal dunia. Ainosuke menyalahkan dirinya atas meninggalnya neneknya, karena sebelumnya ia menitipkan pesan untuk neneknya, kalau sudah tidak mungkin membangun Sanouji-ya kembali.
Tapi Yonosuke mengatakan momen terakhir neneknya tidak sesedih itu, neneknya meninggal setelah mereka berbincang-bincang sambil menatap pegunungan. Nenek tersenyum saat momen terakhirnya.
Tak lama setelah nenek meninggal dunia, Ibu Hatsu juga meninggal dunia saat itu Hatsu dan Asa pergi ke Tokyo. TAk lama kemudian ayah Hatsu dan ayah Sobei meninggal dunia.

Setelah itu waktu berlalu lagi, Yonosuke sangat menyukai pekerjaan pertanian dan berjanji akan selalu ada digunung bersama keluarganya. Yonosuke sudah populer sejak kecil dan ia akan menikah setelah ia menginjak usia 20 tahun.
Tapi baru sehari menikah, Yonosuke mendapatkan surat panggilan untuk berperang. HAtsu benar-benar terpukul saat itu. TApi Yonosuke berhasil kembali dengan selamat. Ia kemudian menjalani kehidupannya seperti biasa dan berbahagia dengan istrinya, mereka dikaruniai 2 orang anak.

Shinjiro dan Asa tidak pernah berbulan madu, perjalanan pertama mereka berdua adalah ke tempat Hatsu, mereka menghabiskan waktu seharian disana.
Karena Asa sangat sibuk, Shinjiro selalu berkunjung ke Wagayama, dulu ia benci pegunungan tapi semakin tua ia menyukai pegunungan. Ia suka berbincang dengan Sobei.
Tak lama kemudian, Sobei jatuh sakit. Ia mengatakan pada kedua anaknya kalau ia sangat suka bertani, dan hidup bertani jeruk adalah kebanggaan baginya.
Ia meninggal dengan tenang sambil mendengarkan irama Koto yang dimainkan oleh Hatsu.
Setelah sobei meninggal dunia, Hatsu jadi sangat murung. Ia selalu menatap kosong. Asa datang mengunjunginya kemudian dan untuk pertama kalinya ia memperlihatkan ekspresi berbeda.
Asa menceritakan pada Hatsu mengenai apa yang dikatakan Sobei pada Shinjiro, kalau Sobei sebenarnya jatuh cinta pada pandangan pertama pada Hatsu, saat pertama kali ia melihat Hatsu kecil. Ia juga menyukai permainan Koto Hatsu, karena itu ia pernah mengatakan kalau penyesalan terbesarnya adalah menjual koto milik Hatsu, dan Shinjiro berhasil menemukannya untuk Sobei dulu.
Asa juga mengatakan kalau Sobei menyukai senyuman Hatsu, senyuman Hatsu selalu menjadi penyemangat baginya.
Karena itulah Hatsu tak punya pilihan lain selain tersenyum.

Hatsu melanjutkan hidupnya di Wagayama bersama Yonosuke, menantu dan cucunya. Ia kembali ke Osaka saat Shinjiro meninggal dunia.
Ia dan Asa mengeluarkan jimat pemberian ibu mereka sebelum mereka menikah dulu, janji kalau mereka akan melindungi keluarga mereka dan mereka berdua berhasil melakukannya.

Asa dan Shinjiro dimasa tua mereka.
Ending drama ini adalah Asa sudah menjadi nenek dan masih tetap belajar. Ia menghabiskan waktunya membaca banyak buku dan tak pernah berhenti belajar. Ia selalu mengaadakan seminar yang dihadiri oleh keluarga dan orang-orang terdekatnya.
Untuk adegan akhir, kita diperlihatkan Setelah menyelesaikan smeinarnya, Asa melihat shinjiro menunggunya dan ia berlari ke arah Shinjiro dan keduanya berpelukan, Asa berubah menjadi muda dan akhirnya keduanya bersama kembali.
Bisa diartikan Asa Shirooka meninggal dunia dan bertemu dengan Shinjiro di alam lain. Dalam kisah aslinya, Asako Hirooka meninggal pada tahun 1919, usia 69 tahun, di Tokyo karena flu.
Aku sangat menyukai couple Asa dan Shinjiro. Mereka berdua adalah couple yang selalu membuat aku terawa, terutama karena Shinjiro jauh dari kata keren tapi sebenarnya keren banged.
Bayangin aja, dia itu hidupnya kelihatan paling nggak ada beban, dia selalu main keluar kalau malam, mencari alasan untuk keluar atau keluar diam-diam, ia sellau malas bekerja, meski ia punya tempat di Kano-ya, yang ia lakukan hanya malas-malasan sambil duduk 5 menit kemudian pergi main. Tapi dia adalah pendukung utama Asa dan selalu membantu Asa dari belakang.
Ia mengatakan ia menyukai Asa yang suka berbisnis, ia menyukai Asa yang suka dengan sempoa. Shinjiro adalah orang yang selalu ada dipihak Asa dan menghadapi berbagai masalah dengan kepala dingin.
Shinjiro adalah karakter favorite aku XD

Biasanya dalam asadora yang aku tonton, bagian membosankan itu akan dimulai di episode pertengahan, atau setelah anak tokoh utama besar, pasti melawan pada orang tuanya. Aku sebenarnya khawatir juga aku tidak akan menyukai Chiyo, tapi di drama ini aku malah menikmati pertengkaran Chiyo dan ibunya, karena penulis pandai meringkas ceritanya, jadi masalah mereka itu nggak lama-lama, jadi aku kesalnya juga nggak lama-lama.
Selain itu ada kisah cinta yang menarik disini, yaitu Ume & Gansuke. Keduanya diam-diam saling jatuh cinta tapi tidak pernah mengatakannya karena mereka sudah tahu perasaan masing-masing. Tapi cinta mereka tidak bersatu karena Gansuke harus kembali pada istrinya yang kabur dulu, karena puteri mereka sakit. Setelah itu keduanya menjadi teman. Gansuke adalah karakter yang sangat penting bagi Kano-ya. Ia adalah kepala manajer saat ayah Shinjiro masih hidup, ia membantu asa mengurus tambang batu bara dan bekerja pada mereka sampai ayah Shinjiro meninggal. Dulu ayah Shinjiro berjanji akan memberikan dana pada Gansuke kalau ia akan membuka usaha sendiri, karena itu adalah impian Gansuke, mengurus bisnis sendiri.
Eizaburo sangat menyayangi Gansuke dan selalu ada dipihak Gansuke. Gansuke adalah orang yang tidak menyukai Kano-ya berubah menjadi bank, tapi bukan berarti ia membenci Kano-ya. Dihari Kano-ya diresmikan menjadi bank, Gansuke meninggalkan Kano-ya. Ia kembali bertemu dengan mereka saat ia dalam keadaan koma. Setelah sembuh, ia kemudian berkunjung ke Kano-ya sekali lagi.

Opening Song Asa ga Kita sukses menarik perhatianku, aku biasanya nggak terlalu wah sama opening song Asadora, meski saat menontonnya aku menyukainya. Tapi Opening Asa ga Kita yang dinyanyikan oleh AKB48 ternyata sangat bagus dan sukses menjadi salah satu Opening Asadora terbaik yang pernah aku tonton (nomor 1 masih Opening Mare hehheheheh).
Lirik lagunya benar-benar bagus, tentang pesawat kertas dan bagaimana hari baru akan selalu dimulai, selama 365 hari.
Hal ini juga berhubungan dengan Asa ga Kita yang artinya adalah Asa sudah tiba (Asa bisa juga diartikan sebagai pagi, jadi bisa juga pagi telah tiba). Seberat apapun masalah, sesulit apapun hari, seburuk apapun hari itu, satu yang pasti akan selalu datang adalah pagi.

Aku sangat menyukai Asa merupakan gadis yang dididik untuk bangun pagi sejak ia masih kecil, sementara keluarga Kano-ya saat Asa pertama datang kesana benar-benar malas bangun pagi HAHAHAHAHHA.
Pokoknya sejak Asa masuk ke rumah keluarga Shirooka, semuanya memang berubah karena Asa adalah seorang gadis yang membawa perubahan.
Dia sangat menyukai tantangan dan kecintaannya pada bisnis, prediksinya yang selalu tepat dan tentu saja dengan dukungan sang suami, Asa benar-benar menjadi wanita yang sangat sukses.
Biasanya dalam drama, suami selalu menjadi orang yang bekerja, tapi di Asa ga Kita, suami Asa justru yang mengurus anak dirumah, pokoknya seru. Tapi bukan berarti suaminya cuma dirumah aja sih.  Shinjiro, sangat mencintai Asa.

Pengalaman aku dalam asadora, setiap pertengahan menjelang ending, selalu ada bagian membosankan. Apalagi saat anak sang heroine mulai remaja dan masalah akan fokus pada anaknya. Seperti yang aku katakan diatas, awalnya aku sangat mengkhawatirkan hal itu terjadi pada Asa ga Kita. Formatnya tetap sama sih, anaknya ga suka ibunya terlalu sibuk dan hubungan mereka menjadi dingin, pertengkaran dan impian anaknya akan dibahas. Tapi uniknya di drama ini aku sama sekali nggak bosan menontonnya. Selalu ada hal unik yang membuat aku tetap enjoy mengikutinya. Itu adalah salah satu kelebihan Asa ga Kita. Aku sempat cek komentar-komentar netizen saat asadora ini tayang dan ternyata pendapat kami sama. Mereka juga awalnya khawatir saat kisah Chiyo mulai dibahas, akan mulai membosankan, ternyata malah enjoy menontonnya.
Aku suka Chiyo memilih tidak menjadi seperti ibunya, ia memilih menjadi seperti neneknya.

Aku sangat merekomendasikan Asa ga Kita untuk ditonton, kalau bisa abaikan asadora lain dan mulailah menonton drama ini, dijamin nggak akan menyesal HAHAHAHAHAH. Beruntung banged sih saat aku mengikuti asadora ini, subtitlenya udah full, karena saat awal-awal aku tertarik dulu, subtitlenya belum selesai. Jadi meski terlambat, ada untungnya juga. Kadang aku memang males nunggu subtitle HAHAHHAHHA.

Sekali lagi, ini drama benar-benar bagus dan wajib ditonton!
Dari semua asadora yang aku tonton, anggap aja bintang tertinggi adalah 5 bintang, maka asadora ini aku beri 5 bintang. Dari semua asadora yang aku tonton, aku hanya memberi 5 bintang pada 2 judul, yaitu Asa ga Kita dan Fight. Untuk review asadora Fight, ditunggu ya~

Share:

1 comment:

  1. Saya bisa bilang ini drama paling sempurna yang pernah saya tonton
    Semua emosi dapet dan yang paling penting hampir semua karakter penting dan dijelaskan dengan baik
    Suka lah pokoknya, dan gagal move on lagi dari asadora

    ReplyDelete

Translate

Follow by Email

NOTE:

DILARANG RE-UPLOAD / COPY PASTE TULISAN DI BLOG INI!

JIKA INGIN SHARE, CUKUP LINK KE POSTINGANNYA SAJA, BUKAN ISINYA!


Follow Clover Blossoms on Twitter

[Trivia] Japanese Movie Recommendations List

Karena ada banyak yang menanyakan rekomendasi untuk J-Movie, jadi aku memutuskan untuk membuat list rekomendasi Japanese Movi...

Recent Posts

Recent Posts Widget

Popular Posts This Week

Actor / Actress

Airi Matsui Anna Ishii Aoi Miyazaki Aoi Wakana Aom Sushar Araki Yuko Bebe Tanchanok Chen Duling Chiba Yudai Choi Ara Dori Sakurada Eikura Nana Eita Fukushi Sota Fuma Kikuchi Fumi Nikaido Gao Zhi Ting Go Kyung Pyo Gong Yoo Gou Ayano Han Seung Yeon Han Yeri Hana Sugisaki Haruka Fukuhara Haruma Miura Haruna Kawaguchi Hashimoto Ai Hashimoto Kanna Hayato Isomura Hikari Mitsushima Hirano Sho Hiroki Narimiya Hirose Alice Hirose Suzu Honoka Yahagi Horii Arata Hu Yi Tian Hwang Jung Eum Hyeri Inoue Mao Ishihara Satomi Jang Se Hyun Jeon Ji Hyun Ji Soo Ji Woo Joo Won Jun Shison Jung Ryu Won Jung So Min Kamiki Ryunosuke Kasumi Arimura kawakami juria Kei Tanaka Kengo Kora Kentaro Kento Hayashi Kento Nagayama Kim Go Eun Kim Ji Won Kim So Hyun Kim Soo Hyun Kim Tae Ri Kim Woo Bin Kim Yoo Bin Kim Yoo Jung Kim Yoo Mi Kitamura Takumi Komatsu Nana Kubota Sayu Kudo Asuka L Lee Bo Young Lee Chung Ah Lee Dong Hwi Lee Dong Wook Lee Gi Kwang Lee Jong Suk Lee Joon Lee Soo Hyuk Lee Yoo Jin Mackenyu Mahiro Takasugi Maika Yamamoto Maki Horikita Marie Itoyo Masahiro Higashide Masaki Suda Masataka Kubota Mayu Matsuoka Mei Nagano Mikako Tabe Mike D angelo Min Do Hee Minami Hamabe Mirai Moriyama Mirai Shida mirai suzuki Mitsuki Takahata Miwa Miyu Yoshimoto Moe Arai Mone Kamishiraishi Nadine Lustre Nagasawa Masami Nao Nijiro Murakami Nounen Rena Osamu Mukai Park Bo Gum Park Eun Bin Park Hae Jin Park Seo Joon Park Shin Hye Pattie Ungsumalynn Phan Pagniez Reina Visa Rina Kawaei Ryo Ryusei Ryo Yoshizawa Ryoma Takeuchi Ryota Katayose Ryu Hwa Young Ryu Jun Yeol Sakaguchi Kentaro Sakuma Yui Sakurako Ohara Sato Kanta Satoshi Tsumabuki Seo Hyun Jin Seto Koji Shen Yue Shim Eun Kyung Shimon Okura Shin Hyun Soo Shirota Yuu Shohei Miura Shono Hayama Shuhei Nomura Shunya Shiraishi sometani shota Son Seung Won Song Ha Yoon Sun Woong Suzuki Ryohei Suzy Taishi Nakagawa Takanori Iwata Takeru Sato Takuya Kusakawa Tao Phiangphor Tasuku Emoto Tori Matsuzaka Tsubasa Honda Tsuchiya Tao Yamazaki Kento Yamoto Yuma Yoo In Na Yoo Seung Ho Yook Sung Jae Yoon Park Yoon So Hee Yoshine Kyoko Yosuke Sugino Yu Aoi yua shinkawa Yui Aragaki Yuina Kuroshima Yuki Furukawa Yuki Izumisawa Yuki Yamada Yuko Oshima Yuna Taira Yuriko Yoshitaka Yuta Hiraoka Yuya Matsushita Yuya Yagira

Drama / Movie

A Love So Beautiful A Story of Yonosuke Age of Youth 2 Always Sunset on Third Street Anikoma Anohana Anone Ao Haru Ride Arbitratily Fond Asa ga Kita Ashi Girl At Cafe 6 Beppin-San Biscuit Teacher and Star Candy Bittersweet Boku Dake ga Inai Machi Boku no Ita Jikan Boukyaku no Sachiko Bubblegum Cafe Waiting Love Carnation Chia Dan Chihayafuru Crybaby Pierrot's Wedding Crying Out Love in the Center of the World Daily Lives of High School Boys Dating DNA Departures Eulachacha Waikiki Evergreen Love Father is Strange Fleet of Time Forever Young Frankenstein no Koi From Five to Nine Gakko no Kaidan Gegege no Nyobo Gochisousan God Gift Good Morning Call Good Morning Call 2 Goon Ju Hana and Alice Hana Nochi Hare Hanako to Anne Hanbun Aoi Haruchika Hirunaka no Ryuusei Hirune Hime Hiyokko Honey and Clover Hot Road Hyouka I Love You in Tokyo I Want to Eat Your Pancreas If We Were A Season Itakiss LIT Itakiss LIT S2 Itakiss Movie Kahogo no Kahoko Kaze no Haruka Kidnap Tour Kiki Delivery Service Kimi no Na Wa Kingyo Club Kiss Me Thailand Koe no Katachi Koinaka Kuragehime Linda Linda Linda Little Forest Love Letter Lucky Romance Ma Boy Man From The Stars March Comes in Like a Lion Mare Massan May Who? Moriyamachu Driving School My Huckleberry Friends My Husband Can Not Work My Little Sweet Pea My Old Classmate Nagi no Asukara Narratage Natsuzora Nodame Cantabile Oboreru Knife Ohisama Omotesando On The Wings of Love One Million Yen Girl One Week Friends Operation Love Orange Orange Days Ore Monogatari Our Little Sister Our Times Pinocchio Princess Hours Thailand Rage Rainbow Song ReLIFE Reply 1988 Romance Full of Life Sannin No Papa she was pretty Shigatsu wa Kimi no Uso Sing Salmon Sing Solanin Sound of Your Heart Splish Splash Love Ssam My Way Strobe Edge Sukina Hito ga Iru Koto Teiichi no Kuni The 100th Love The Anthem of the Heart The Best Hit The Great Passage The Left Ear The Woodsman and The Rain The World of Us Today's Kira-kun Todome no Kiss Toki wo Kakeru Shojo Tokyo Tarareba Girls Tomorrow Cantabile Tonari no Kaibutsu-kun Toto Nee Chan Twenty Years Old Twilight Saya in Sasara Under the Hawthorn Tree Wakamonotachi Warotenka We All Cry Differently What A Wonderful Family While You Were Sleeping Wise Prison Life Wood Job Yellow Elephant Yesterday Once More Your Lie in April Youth Over Flowers

Blog Archive

Recent Comments

Random Posts