Saturday, 26 May 2018

[Recap] Hanbun, Aoi Week 8 (Episode 43-48)

Diminggu ke-8 ini Suzume kembali ke kampung halamannya dan sesuai dengan tebakan, semua itu hanya salah paham jadi Akikaze menjemput Suzume kembali. Masato mulai mendekati Suzume dengan perlahan tapi pasti dan aku bisa melihat kalau matanya menunjukkan rasa ketertarikan yang berbeda pada Suzume. Lalu bagaimana dengan Suzume? Ia tak bisa membuat kisah manga dengan lancar karena pengalaman mengenai percintaannya sedikit. Dia harus punya pengalaman cinta agar dia bisa membuat manga dengan baik.

Note: karena ga ada subtitle jadi kemungkinan banyak kesalahan dalam recap ini. Salah satunya adalah mengenai penyakit Akikaze Haori. Aku menulis dibawah penyakitnya adalah asma (karena Suzume meminta saran pada ibu Ritsu), tapi ada netizen yang bilang sakitnya itu kanker. Nanti kalau udah ada sub aku perbaiki^^

Half, Blue Week 8: Tsuketai!
-I want to help!-

Akikaze Haori menemukan name yang hilang dalam microwive dan ia terkejut sendiri, ia mencoba mengingat apa yang terjadi.
Malaam itu, Akikaze terpesona dengan name yang ia buat sendiri dan terus memuji kejeniusannya. Ia sepertinya ingin main-main gitu, jadi mencari tempat penyimpanan untuk name itu dan menemukan ide yang bagus, jadi ia memasukkannya dalam microwive. LOL, ada-ada aja.

Sementara itu Suzume sudah kembali ke Gifu dan membuat orang tuanya terkejut melihat Suzume datang ke rumah tanpa pemberitahuan. Suzume tampak sangat lelah dan sedang malas untuk membicarakan apa yang terjadi, sementara itu seluruh keluarga hanya bengong menatap Suzume.
Saat Suzume akan naik ke lantai atas, ia memutuskan kembali menemui orang tuanya yang masih mematung di kedai dan menjelaskan kalau ia kembali ke Gifu karena ia dipecat oleh Akikaze. Suzume mengatakan itu dengan wajah tenang dan pergi ke kamarnya.

Wakana yang mengetahui akan hal itu langsung menatap Akikaze dengan tatapan tajam dan Akikaze menghindari tatapannya. Ia bertanya apa yang akan Akikaze lakukan sekarang dan menunjukkan kakeami buatan Suzume yang sangat sempurna. Tapi Akikaze malah mencoba mengalihkan pembicaraan dan itu membuat Akikaze kesal.
Harga diri Akikaze ini memang tinggi, jadi dia selalu mengalihkan pembicaraan kalau arah pembicaraan Wakana mulai pada Akikaze harus meminta maaf pada Suzume dan memanggilnya kembali.
Wakana juga sempat bertanya apakah benar Akikaze meminta Suzume jadi asistennya hanya karena gohei mochi, apakah Suzume benar-benar tak berbakat padahal waktu itu Akikaze tampak tertarik pada manga Suzume.
Akikaze malah bingung dan mengatakan ia tak pernah membaca manga Suzume. Wakana benar-benar menahan emosinya karena jelas saat itu Akikaze membaca manga Suzume. Ia bahkan harus mengambilkan manga Suzume lagi dan Akikaze membacanya sekali lagi.
Akhirnya Akikaze memutuskan untuk setuju pergi ke Gifu dan meminta maaf.

Suzume berdiam diri di kamarnya seharian, dia tidak mau keluar. Sota yang baru pulang sekolah mengkhawatirkannya dan melihat kakaknya di kamar.
Tiba-tiba ada yang datang ke rumah mereka dan suara itu adalah suara yang sangat mereka kenali. Ritsu.
Ibu tentu saja terkejut melihat Ritsu ada di Gifu dan ternyata Ritsu datang bersama Akikaze, Akikaze meminta Ritsu mengantarnya ke rumah Suzume HHAHAHAHAHA.
Akikaze hari itu mengenakan pakaian tradisional jepang, tapi dengan kaca mata hitamnya yang biasanya. Ibu terkejut sekali melihat Akikaze ada di rumah mereka.
Masato juga ikut bersama Ritsu dan Akikaze tapi Masato hanya menunggu di luar, dia tak masuk ke rumah Suzume, jadi nggak sempat ketemu sama calon mertua HAHAAHAHAHA.
Setelah mengantar Akikaze, Ritsu pulang ke rumahnya bersama Masato.

Seluruh keluarga duduk dihadapan Akikaze dan bertanya-tanya kenapa Akikaze datang ke rumah mereka. Ibu bahkan berfikir kalau Akikaze sangat marah pada Suzume karena sudah menghilangkan name berharga Akikaze jadi ia bersujud diikuti ayah, kakek dan bahkan Sota HAHAHAH.
Hal ini membuat Akikaze semakin sulit untuk meminta maaf karena sebenarnya semua ini salahnya. Ia memutuskan mengalihkan pembicaraan terlebih dahulu dengan memberikan oleh-oleh yang ia bawa. Ia meminta ibu memanggilkan Suzume.

Ibu ke kamar Suzume dan mencoba membangunkan Suzume, ia bahkan menarik selimut Suzume sampai Suzume jatuh dari tempat tidurnya. Ibu mengatakan kalau Akikaze-sensei datang ke rumah mereka dan Suzume terkejut. Suzume bahkan berfikir kalau Akikaze akan membunuhnya karena masalah name itu dan Ibu benar-benar khawatir Akikaze akan melakukan sesuatu pada Suzume.

Saat Suzume turun ke bawah dan ikut duduk bersama keluarganya, mereka sama-sama membungkuk pada Akikaze dan lagi-lagi Akikaze makin kesulitan menyampaikan niatnya HAHAHAAAHHA.
Tapi setelah Akikaze tenang, akhirnya ia meminta maaf pada Suzume karena ternyata name itu tidak hilang, tapi ia salah letak. Suzume terkejut mendengarnya.

Ritsu dan Masato datang ke rumah Ritsu, karena Ritsu tidak mengatakan ia akan datang, ibu terbelalak melihat putera yang ia rindukan ada di pintu rumah mereka.
Ritsu memperkenalkan temannya MAsato pada ibu dan Ibu hanya menatap mereka dalam diam. Ritsu bingung kenapa ibunya begitu dan tiba-tiba ibu menutup mulutnya dan lari ke belakang HAHAHAHAAH. Ibu excited banged karena Ritsu pulang.
Ibu, Ayah, Ritsu dan Masato duduk di ruang tamu, mengobrol sambil minum teh. Suasana sangat menyenangkan ternyata ibu yang kelihatan bahagia dan selalu tersenyum. Ibu bahkan sudah memikirkan akan memasak apa dan tiba-tiba banyak ide masakan yang muncul dalam benaknya, seolah ia ingin memasak semuanya.
Ibu benar-benar senang Ritsu pulang.

Kembali ke rumah Suzume, Akikaze bersujud meminta maaf pada Suzume dan Suzume menggunakan kesempatan itu untuk memotret Akikaze, sebagai bukti dan tentu saja Suzume ingin memegang kelemahan Akikaze.
Suzume akan memaafkan Akikaze jika Akikaze setuju dengan syaratnya. Ia datang ke Tokyo untuk menjadi mangaka dan ia ingin Akikaze serius melatihnya menjadi mangaka dan menjadikannya asisten. Ia juga ingin Akikaze berhenti memanggilnya Gifu Saru karena namanya adalah Nireno Suzume.
Keluarga Suzume cuma diam aja mendengarkan Suzume, mereka nggak mengerti apa yang Suzume bicarakan karena memang mereka nggak tahu bagaimana Suzume di Tokyo.
Wajah Akikaze memperlihatkan ia sangat keberatan dengan hal itu, karena menggoda Suzume memang adalah hobinya HAHAHAHHAHA. Tapi akhirnya ia setuju.

Setelah urusannya selesai, Akikaze akhirnya akan kembali ke Tokyo dan kakek memberikan oleh-oleh gohei mochi untuk Akikaze.
Suzume awalnya tidak mengantar kepergian Akikaze, tapi kemudian ia memutuskan keluar mengantar Akikaze. Saat itu Akikaze sudah berjalan agak jauh dan Suzume memanggilnya. Ia berterima kasih pada Akikaze karena sudah jauh-jauh datang ke Gifu.
Suzume sangat senang karena impiannya masih belum berakhir.

Ritsu menatap foto fukurokai kecil di rumahnya dan ia tersenyum melihatnya. Ritsu kemudian melihat ada bungkus obat disana dan kebetulan ayah baru selesai mandi lewat. Ritsu bertanya apakah ibu sakit?
Ayah mengatakan ibu sedikit sakit sejak Ritsu pindah ke Tokyo, itu karena ibu sangat mengkhawatirkan Ritsu. Ayah meminta Ritsu untuk lebih sering menelpon dan sesekali pulang ke rumah. Ritsu mengerti.

Keesokan harinya, Ritsu membawa Masato ke sungai tempat ia dan Suzume biasa main. Ia menceritakan dulu dia bersama Suzume dan dua teman mereka bermain telpon benang yang melintasi sungai, sebuah kenangan yang tidak akan pernah ia lupakan.
MAsato mengkhawatirkan Suzume dan bertanya apakah Suzume akan baik-baik saja. Ritsu mengatakan Suzume akan baik-baik saja karena Suzume selalu baik-baik saja.
Masato menatap Ritsu dan bertanya kenapa dia dan Suzume tidak berpacaran. Ritsu mengatakan ia sama sekali tidak pernah berfikir ke arah sana, baginya hubungannya dan Suzume yang sekarang adalah yang terbaik, yang ternyaman.
Masato ingin mengatakan sesuatu tapi ia akhirnya mengurungkan niatnya dan hanya tersenyum. Ritsu mengatakan alasan lainnya adalah karena ia menyukai seseorang dan itu membuat Masato terkejut karena Ritsu tak pernah menceritakan hal itu padanya.
Ritsu menceritakan mengenai Ito Saya, ia jatuh cinta pada pandangan pertama dan percaya jika mereka ditakdirkan maka mereka akan bertemu lagi suatu hari nanti.

Suzume bersiap berangkat ke Tokyo. Ibu mengantarnya sampai ke depan rumah, ibu tak lupa memberikan uang saku pada Suzume. Suzume awalnya menolak, tapi ibu memaksa.
Suzume akhirnya menerimanya. Ibu selalu menunjukkan wajah sedih saat puterinya akan pergi dan itu membuat Suzume tak bisa menahan air matanya. Suzume akan berjuang kembali menjadi seorang mangaka dan berjanji pada ibunya kalau dia akan debut.

Setelah kejadian itu, Suzume menghabiskan hari-harinya sebagai asisten Akikaze secara resmi bersama Bokute dan Yuko. Menjadi asisten ternyata lebih sulit dari yang Suzume bayangkan, saat deadline semakin dekat, mereka bahkan tak punya waktu tidur di rumah, mereka tidur di kantong tidur yang sudah disediakan di kantor Akikaze. Tapi Suzume sangat menikmatinya.
Untuk urusan memasak, Akikaze menyewa 2 pelayan yang mengurus makanan dan bersih-bersih kantor. Akikaze juga memberikan pelajaran bagi para asistennya setiap minggunya.
Suatu hari, Akikaze membutuhkan orang untuk dijadikan model dan Suzume tiba-tiba punya ide.

Suzume menghubungi Ritsu untuk menjadi model sesi latihan mereka, tentu saja itu pekerjaan paruh waktu dengan gaji yang lumayan. Ritsu langsung setuju. Kebetulan saat itu Masato juga ada bersama Ritsu jadi Masato ingin ikut juga.
Suzume dengan semangat memperkenalkan model sesi latihan pada yang lain, ia memperkenalkan Ritsu dan Masato pada Bokute dan Yuko serta akan memperkenalkan Bokute dan Yuko pada Ritsu dan Masato tapi Akikaze menyuruhnya berhenti karena ini bukan acara perjodohan (gokon) HAHAHHAAHHAAHAA.

Jadi, sesi latihan ini adalah khusus untuk asisten Akikaze, melatih kecepatan menggambar mereka. Akikaze akan menyuruh model untuk berpose dan ia meminta asisten menggambar dalam waktu yang ia tetapkan. Semakin lama semakin singkat.
Dari pada Ritsu, ternyata Masato lebih cocok dengan pekerjaan itu. Masato kelihatan menikmati pekerjaan itu meski ia diminta berpose yang aneh HAHAHAHAHHA.
Akikaze orangnya memang agak jahil atau memang itu bagian dari sesi latihan, tapi sepertinya dia suka dua ikemen menjadi model dan memintanya melakukan pose menantang dan malah kelihatan seperti boys love HAHHAHAHAH.
Awalnya sih pose keren ya, tapi lama-lama Ritsu dan Masato malah makin mesra HAHAHAHAHAHAHA. Mereka bergandengan tangan,  memeluk dari belakang,  tidur di pangkuan HAHAHAHHAHAHA.
Suzume selalu mengerutkan kening setiap melihat pose seperti itu sementara Bokute yang memang seorang gay malah menyukainya wkkkwkwkwkwkkw.
Lucunya, Masato benar-benar menikmatinya sementara Ritsu yang awalnya agak awkward lama-lama benar-benar terbiasa dan malah jadi ikutan menikmatinya.

Mereka sempat istirahat sebentar saat Yuko mimisan. Yuko ternyata bertubuh lemah, dia nggak boleh terlalu capek.
Sesi latihan mereka lanjut sampai malam dan kalau ada pose-pose yang agak aneh, maka Suzume akan angkat tangan meminta Akikaze untuk tidak melakukan lebih dari itu HAHAHAHHAHAHA. Suzume kasihan sama Ritsu LOL.
Sesi latihan akhirnya berakhir, mereka semuanya bersulang minuman kaleng untuk melepaskan lelah mereka karena seharian bekerja. Akikaze memberikan buku sketsa pada mereka satu per satu termasuk Ritsu dan MAsato. Ia berpesan agar mereka tidak berhenti menggambar, gambarlah apa yang mereka lihat.

Saat Ritsu menghirup udara segar di halaman apartemen Suzume dkk, Akikaze datang menemuinya.
Ritsu dan Akikaze sempat mengobrol, ia mengatakan kalau Akikaze sangat hebat dan ia sedikit iri pada temannya Suzume, karena Suzume menemukan apa yang ingin ia lakukan dan serius menggapai impiannya.
Akikaze mengatakan ia dulunya juga terlambat masuk ke dunia manga tapi dengan kerja keras dan ketekunan, ia bisa melalui semuanya. Ia mengatakan pada Ritsu kalau suatu hari Ritsu akan menemukan apa yang ingin ia lakukan dan meminta Ritsu jangan menyerah untuk mencarinya serta menikmati proses pencarian itu.

Suzume datang tak lama kemudian dan bertanya apa yang mereka bicarakan. Akikaze meninggalkan keduanya agar bisa mengobrol lebih leluasa dan Ritsu mengatakan pada Suzume kalau mereka membicarakan mengenai Suzume dan dirinya. Suzume tak mengerti.
Ritsu mengatakan tidak seperti Suzume, ia belum tahu apa yang ingin ia lakukan dan ia juga belum punya impian. Suzume mengerti dan mengatakan ia yakin Ritsu akan segera menemukannya. Ritsu lebih pintar darinya dan ia yakin kalau Ritsu akan segera menemukannya. Ritsu tersenyum.
Ritsu kemudian mengatakan kalau hari seperti ini sangat menyenangkan, ia menyukai pekerjaan paruh waktunya, kehidupan kampusnya juga menyenangkan, ia juga senang tinggal di Tokyo. Suzume mengatakan lalau Ritsu itu jenius, seorang jenius yang bisa menemukan kebahagiaan.
Ritsu hanya tersenyum.

Keesokan harinya, Suzume datang ke cafe untuk numpang menelpon seseorang. Ia sudah punya kartu telpon sendiri dan ia bangga.
Suzume menelpon Nao dan NAo sangat senang menerima telpon dari Suzume. Suzume meminta maaf karena saat ia pulang ke Gifu ia tak sempat bertemu Nao tapi Nao mengatakan tak apa-apa karena Suzume sangat sibuk.
Mereka juga membicarakan mengenai one piece yang diberikan Nao saat Suzume berangkat ke Tokyo, Suzume mengatakan ia sudah memutuskan akan mengenakan one piece itu saat kencan pertamanya nanti.
Nao terkejut mendengarnya dan bertanya apakah Suzume sudah punya pacar. Suzume mengatakan belum tapi ia sedang mencarinya HAHAHAHHA. Nao kelihatannya lega Suzume masih jomblo, karena diam-diam Nao kan shipper Suzume-Ritsu wkwkkkwwkw.
Saat telpon akan mati, Suzume akan mengambil koin tambahan, tiba-tiba seseorang memasukkan koin ke telpon dan Suzume terkejut. Orang itu adalah Masato yang tersenyum padanya dan Suzume terdiam menatap Masato.

Setelah selesai menelpon, Suzume menemui Masato dan memberikan koin untuk bayaran telpon tadi. Masato kemudian mengatakan ia ingin melihat Suzume mengenakan one piece yang ia maksud tadi dan Suzume terkejut karena ternyata Masato mendengarkan pembicaraannya.
Suzume sebenarnya agak bingung, ia duduk di depan Masato dan bertanya lagi untuk menyakinkan dan Masato membenarkan ia ingin melihat Suzume mengenakan one piece itu.
Sebenarnya disini aku agak sedikit bingung, mungkin nanti kalau subnya keluar baru lebih jelas lagi. Soalnya kan Suzume bilang dia akan mengenakannya pas kencan, kalau dia memperlihatkan pada Masato artinya dia kencan sama Masato donk? LOL

Ritsu ada di kantor Akikaze dan menerima bayaran kerja sambilannya. Ritsu meminta izin pada Wakana untuk bertemu dengan Akikaze jadi Wakana pergi ke kamar Akikaze untuk memanggilnya. Tapi Akikaze tidak ada disana. Hanya sebuah memo tergeletak dimeja. Akikaze menulis ia akan pergi sebentar dan itu membuat Wakana khawatir.
Wakana cukup lama terdiam di kamar Akikaze karena memo itu. Semalam, sebenarnya Akikaze bersikap aneh di kamarnya setelah Akikaze bicara pada Ritsu di halaman apartemen para asisten.
Ritsu yang merasa Wakana sangat lama, melihatnya ke kamar Akikaze dan Wakana sampai lupa kalau Ritsu menunggunya.

Sementara itu, Akikaze ternyata pergi ke Gifu, ia mengunjungi keluarga Nireno. Ibu sampai kaget karena Akikaze datang dan berfikir kalau Suzume membuat masalah lagi.
Akikaze ternyata datang untuk makan di kedai keluarga Nireno, ia sangat menyukai masakan keluarga Nireno. Ibu bahkan menyajikan makanan yang cukup mewah tak seperti biasanya dan Akikaze sampai menangis saat memakannya.
Ibu berfikir itu karena masakannya nggak enak, tapi ternyata karena Akikaze menyukainya. Ia mengatakan kalau ia tak punya kampung halaman dan masakan Gifu seperti masakan dari kampung halaman baginya.

Suzume kembali ke apartemen saat telpon berdering. Itu adalah telpon dari ibu yang mengatakan kalau Akikaze ada di rumah mereka. Suzume tentu saja terkejut dan ia lebih terkejut lagi saat tahu kalau Akikaze menangis saat makan masakan mereka.

Sementara itu di kantor, Ritsu dan Wakana sedang minum. Wakana curhat pada Ritsu mengenai Akikaze. Sepertinya Akikaze punya penyakit gitu dan Akikaze tidak mau berobat. Kalau aku nggak salah sih penyakitnya itu asma, sama kayak Ritsu.
Wakana satu-satunya yang tahu dan itu membuatnya sangat sedih, ia bahkan menangis dan Ritsu berusaha menenangkannya. Ia duduk disamping Wakana dan menepuk punggungnya tepat saat Suzume datang ke kantor.
Suzume terkejut melihat keduanya. Ritsu menyadari kehadiran seseorang dan terkejut melihat Suzume. Suzume merasa kalau ia menganggu dan akan pergi dari sana tapi Wakana menahannya.

Suzume terkejut melihat Wakana menangis dan berfikir kalau itu adalah ulah Ritsu HAHHAHAA.
Wakana akhirnya menceritakan apa yang terjadi dan memperlihatkan memo yang ditinggalkan Akikaze. Ia merasa kalau pasti terjadi sesuatu pada Akikaze, makanya ia meninggalkan memo seperti itu.
Suzume terdiam melihat memo itu cukup lama kemudian ia baru ingat kalau ia sebenarnya punya tujuan kenapa ia ke kantor LOL.
Suzume mengatakan pada Wakana dan Ritsu kalau Akikaze ada di rumahnya di Gifu HAHAHHAAAHAHHAA.

Setelah mengetahui Akikaze sedang sakit, Suzume menelpon ibunya dan ibu menelpon ibu Ritsu. Suzume ternyata meminta ibu Ritsu untuk memberitahukan obat yang ibu berikan pada Ritsu saat Ritsu sakit asma.
Suzume berniat membelikan obat yang sama untuk Akikaze, karena Ritsu sangat sehat dengan metode pengobatan ibu Ritsu, jadi Suzume yakin obatnya akan bekerja pada Akikaze.
Tapi karena Suzume tidak punya banyak uang, ia meminta bantuan pada Bokute dan Yuko dan keduanya dengan senang membantu Suzume.

Keesokan harinya, ibu Ritsu menelpon Ritsu dan menceritakan mengenai Suzume yang meminta resep obat padanya karena penyakit Akikaze. Ritsu terkejut karena ibunya tahu.
Ritsu kemudian pergi ke kantor Akikaze untuk bicara pada Suzume. Awalnya dia bicara bisik-bisik agar tidak menganggu yang lain tapi karena ternyata pembicaraan itu berubah jadi pertengkaran, suaranya nggak bisa pelan lagi.
Intinya, Ritsu ini tidak suka dengan cara Suzume yang menyebarkan penyakit Akikaze pada semua orang. IA yakin Akikaze juga punya privasi sendiri dan tak ingin menyebarkannya, tapi Suzume malah menceritakan pada semuanya mengenai privasi seseorang.
Suzume memang tidak memikirkan tentang hal itu, karena hal yang paling utama baginya adalah menyembuhkan Akikaze, ia berusaha meminta bantuan orang lain untuk menyembuhkan Akikaze, karena Akikaze menolak ke rumah sakit.
Ini pertama kalinya aku melihat Suzume dan Ritsu bertengkar. Suzume ternyata anaknya memang keras kepala dan nggak mau kalah kalau adu mulut sementara meski bertengkar suara Ritsu tetap pelan tapi kelihatan wajahnya sangat marah.
Yang lain hanya terdiam melihat keduanya. Awalnya Ritsu mengajak Suzume bertengkar di luar saja tapi Bokute mengatakan kalau mereka sudah tahu mengenai masalah Akikaze jadi tak apa-apa jika mereka mau lanjut bertengkar lol.

Pada akhirnya, Suzume memang nggak mau kalah dan terus melawan, Ritsu jadi harus menghela nafas dalam. Wakana kemudian mulai bicara. Ia mengeluarkan sesuatu yang menjadi alasan kenapa Akikaze tidak mau ke rumah sakit (itu hanya tebakannya saja sih).
Menurutnya alasan Akikaze tidak mau ke rumah sakit adalah karena nama asli Akikaze sangat aneh. Akikaze Haori adalah nama pena Akikaze, nama aslinya adalah Mino Gonta.
Suzume shock banged saat mengetahuinya LOL

Wakana menemui Akikaze dan mengajaknya untuk pergi ke rumah sakit tapi Akikaze menolak seperti biasa. Wakana tak bisa membiarkan Akikaze terus menolak dan akhirnya bertanya apakah alasan Akikaze tidak mau ke rumah sakit itu karena malu dengan namanya 'Mino Gonta', karena pasti nanti saat menunggu susternya akan memanggil begitu.
Akikaze diam saja. Wakana mengatakan ia akan menemani Akikaze ke rumah sakit jadi Akikaze tidak perlu khawatir. Ia mengingatkan kalau tubuh Akikaze bukan hanya milik Akikaze seorang. Tubuh Akikaze adalah milik para penggemarnya dan juga demi masa depan para asisten yang bahkan belum berusia 20 tahun, Akikaze harus tetap sehat.
Hati Akikaze akhirnya melunak dan setuju ke rumah sakit bersama wakana.

Suzume main ke cafe dan terkejut karena Masato ada disana. Masato ternyata bekerja sambilan di cafe itu setelah mengetahui kalau pemilik mencari pekerja sambilan.
Suzume tidak kelihatan bersemangat hari itu dan Masato terus memperhatikannya. Hari itu adalah hari dimana Akikaze dan Wakana ke rumah sakit, jadi Suzume khawatir.

Di rumah sakit, dokter menjelaskan sesuatu pada Akikaze dan Wakana. Akikaze tampak sangat gugup dan Wakana mengenggam tangan Akikaze awwwwww (Sebenarnya nggak menggenggam sih, cuma meletakkan tangan di atas tangan Akikaze, menenangkannya).
Dan untung saja Akikaze sepertinya baik-baik saja.

Suzume sedang mengerjakan name untuk manganya dan ia kehilangan ide. Ia terus kepikiran Akikaze dan saat MAsato bertanya kenapa Suzume kelihatan nggak semangat hari ini, Suzume akan menceritakannya pada Masato. Tapi ia ingat bagaimana Ritsu memarahinya karena menceritakan privasi orang lain, jadi Suzume mengurungkan niatnya.
Ia menahan diri untuk tidak menceritakannya semnetara MAsato terus menunggu Suzume menceritakannya LOL. Masato terus menatap Suzume dan Suzume bertanya apakah Masato tidak bekerja. MAsato mengatakan ia sedang tidak sibuk. Lalu salah seorang pelanggan memanggil Masato dan Masato pura-pura nggak dengar.
Suzume mengatakan pada Masato kalau ada pelanggan yang memanggil dan Masato hanya tersenyum kecewa wkkwkkwkw, ia lanjut bekerja HAHAHAHAA.
*aduh, lama-lama Masato benar-benar mencuri hatikuuuuuuuuuuu.

Wakana dan Akikaze kembali ke rumah dan di ruangan Akikaze, Suzume sudah meletakkan obat-obatan yang disarankan ibu Ritsu yang ia beli dengan uang yang ia kumpulkan bersama Yuko dan Bokute.
Akikaze orangnya nggak mudah tersentuh dan ia akan mengejek meski ia sebenarnya terharu. Wakana tahu akan hal itu.
Akikaze kemudian mengumpulkan para asisten + Ritsu dan Masato. Ia membicarakan mengenai penyakitnya dan mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkan kalau ia baik-baik saja. Semuanya sangat lega mendengar hal itu.
Akikaze kemudian mulai bicara panjang lebar mengenai impian sementara Suzume sedang memikirkan sesuatu yang lain. Suzume orangnya memang selalu lupa jika ia akan melakukan sesuatu dan ingat saat-saat terakhir.
Saat Akikaze bicara, ia sibuk berfikir dan saat Akikaze sampai pada puncaknya, Suzume baru ingat apa yang ingin ia lakukan dan berteriak memotong ceramah Akikaze.
Ia mengatakan kalau ia harus menelpon ibunya, ibu Ritsu bahkan Butcha, karena mereka sangat khawatir mengenai Akikaze. Ritsu shock karena Suzume bahkan memberitahu Butcha masalah Akikaze LOL.
Suzume segera berlari ke luar tapi sebelum itu ia malah sempat-sempatnya meminta Akikaze melanjutkan ceramahnya HAHAHAHHAAAHHA.

Setelah itu kehidupan Suzume kembali disibukkan dengan pekerjaannya sebagai asisten. Pekerjaan Suzume mulai tambah banyak meski masih tidak sebanyak dan sesulit Bokute dan Yuko, tapi Suzume banyak belajar.
Seperti biasa disaat sibuk mereka akan tidur di lantai kantor dengan kantong tidur.
Suzume akhirnya menyelesaikan name-nya disaat yang tepat dan saat pemeriksaan, name-nay dilempar oleh Akikaze karena name Suzume sangat buruk. Akikaze merinding membaca name milik Suzume karena kalimatnya sangat cheesy.
Ada kalimat 'kau adalah pangeranku' dan Akikaze tidak suka akan hal itu karena di dunia nyata nggak akan ada yang mengatakan hal seperti itu, ia bahkan bertanya apakah Suzume akan mengatakan hal itu pada orang lain dan Suzume menggeleng.
Intinya, Suzume ini kurang banyak pengalaman, jadi ia tak bisa membuat cerita dengan baik. Untuk membuat sebuah manga romance, tentu saja Suzume harus jatuh cinta terlebih dahulu.

Suzume jadi tidak bersemangat karena hal itu. Ia datang ke cafe dan merenung disana. Melihat Suzume lagi-lagi tidak bersemangat, Masato menghidangkan sesuatu untuk Suzume dan Suzume terkejut karena ia tidak pernah melihat menu itu (parfait?).
Masato mengatakan ia yang membuatnya, sepertinya ia masih dalam masa latihan membuatnya. Ia melakukannya agar Suzume bersemangat lagi.
Suzume menatap Masato dan tiba-tiba ia bergumam, Masato-kun... kau adalah pangeranku.
Masato terkejut mendengarnya. Suzume juga terkejut dengan apa yang baru saja ia katakan.
Masato kemudian tersenyum dan Suzume terlihat malu.

-To Be Continued-

Komentar:
Aseeeeeeeeeeeeeeekkk, apakah kisah cinta baru akan dimulai????????
Suzume memang butuh pengalaman cinta dan akhirnya seseorang itu akan datang mengisi kehidupannya.
Masato sejak awal memang terlihat tertarik pada Suzume tapi karena dia orangnya agak playboy, jadi terlihat seolah-olah dia sedang main-main gitu. Masato memang mulutnya manis banged, makanya banyak cewek yang salah paham. Tapi aku nggak menyangka kalau ternyata yang mulai duluan itu Suzume HAHHAHAHAHAHA.

Gara-gara 'anata ga watashi no ouji-sama' Suzume jadi kepikiran apakah di dunia nyata orang nggak akan bilang hal seperti itu. PAs ditanya Akikaze, dia juga bilang nggak akan bilang hal itu pada orang lain, tapi kok tiba-tiba keceplosan ya? HAHAHHAHAHHA. Sepertinya sih Suzume juga nggak sadar tuh kalau dia keceplosan. Masato kelihatan seneng banged malahan.
Aku rasa hubungan mereka akan dimulai dari sini. Di preview minggu ke-9, Suzume mengenakan one piece pemberian Nao dan kencan dengan Masato hmmmmmmmmm, mana ada adegan kissu juga wahaaaaaaaaa. Apakah benar akan terjadi atau hanya bayangan Suzume? LOL.
Tapi kalau mereka jadian disana, cepet juga ya, atau jangan-jangan yang jadi suami Suzume itu bukan Masato?

Lalu bagaimana dengan Ritsu?
Ritsu juga akan memulai kisah cintanya lagi karena di preview minggu ke-9, Ito Saya akhirnya muncul. Mereka ternyata satu kampus dan satu klub panahan. Wah wah. Aku bertanya-tanya apakah Suzume kencan dengan Masato itu karena Ritsu ketemu lagi dengan Ito Saya, atau memang keinginannya sejak awal? hmmmmmmm Sepertinya minggu depan akan semakin menarik.
Ritsu akhirnya mengatakan kenapa dia dan Suzume tidak berpacaran, katanya dia nggak pernah kepikiran mengarah kesana. Benarkah? Kalau Suzume kan mencoba menghilangkan perasaannya karena itu hanya perasaan yang menganggu hubungannya dan Ritsu. Intinya sih keduanya nyaman dengan hubungan mereka saat ini dan kalau udah deket banged kayak Suzume Ritsu memang susah sih ya. 

Masato benar-benar membuat Hanbun, Aoi lebih berwarna bagiku, karena aku menyukai karakternya yang kadang aneh, kadang bikin baper, kadang nyebelin HAHAHAHAHA.
Dia cocok banged jadi teman Ritsu yang hampir nggak ada ekspresi dan selalu kalem. Saat mereka menjadi model Akikaze itu memang luar biasa banged deh, kayaknya Akikaze sengaja pengen liat mereka berdua bermesraan HAHAHAHAHAHA. Untung ada Suzume yang segera menghentikan pose pose aneh mereka. LOL.

Diantara 48 episode yang sudah tayang sebenarnya minggu ke-8 adalah minggu yang paling sulit untuk ditulis karena banyak bagian yang aku tidak mengerti. Banyak bagian yang aku tebak jadi mungkin akan ada banyak kesalahan di recap ini. Nanti akan aku perbaiki saat subtitlenya keluar.
Tapi makin lama, subtitle drama ini makin lama rilis-nya, aku khawatir drama ini akan seperti Toto Nee-chan, yang sampai saat ini dramanya belum lengkap subnya, padahal tayang 2016 lho.
Saat Toto Nee Chan, aku menontonnya menunggu subtitle dan karena sudah bosan menunggu, akhirnya aku lanjut tanpa sub tahun lalu. Makanya untuk Hanbun Aoi ini aku langsung aja nonton tanpa sub, karena kalau nungguin subtitle bisa berjamur HAHAHAHAHA..
Tapi semoga ada yang membantu subbernya jadi kerjanya lebih cepat^^~

Share:

3 comments:

  1. Makasih ya kak, udah bikin sinopsisnya. Perjuangan bgt bikinnya ya. Semangat ya kak ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

    ReplyDelete
  2. Kak memang ada yang udah ada subtitlenya ya sampe week 7? Aku cari2 baru sampe episode 6 alias week 1 yg baru ada subtitlenya. Btw makasihhh ya kak sinopsisnya. Tetap semangat!

    ReplyDelete
    Replies
    1. belum ada, sejauh ini masih minggu pertama yang ada subtitlenya.

      Delete

Translate

Follow by Email

NOTE:

DILARANG RE-UPLOAD / COPY PASTE TULISAN DI BLOG INI!

JIKA INGIN SHARE, CUKUP LINK KE POSTINGANNYA SAJA, BUKAN ISINYA!


Follow Clover Blossoms on Twitter

[Trivia] Japanese Movie Recommendations List

Karena ada banyak yang menanyakan rekomendasi untuk J-Movie, jadi aku memutuskan untuk membuat list rekomendasi Japanese Movi...

Recent Posts

Recent Posts Widget

Popular Posts This Week

Actor / Actress

Airi Matsui Anna Ishii Aoi Miyazaki Aoi Wakana Aom Sushar Araki Yuko Bebe Tanchanok Chen Duling Chiba Yudai Choi Ara Dori Sakurada Eikura Nana Eita Fukushi Sota Fuma Kikuchi Fumi Nikaido Gao Zhi Ting Go Kyung Pyo Gong Yoo Gou Ayano Han Seung Yeon Han Yeri Hana Sugisaki Haruka Fukuhara Haruma Miura Haruna Kawaguchi Hashimoto Ai Hashimoto Kanna Hayato Isomura Hikari Mitsushima Hirano Sho Hiroki Narimiya Hirose Alice Hirose Suzu Honoka Yahagi Horii Arata Hu Yi Tian Hwang Jung Eum Hyeri Inoue Mao Ishihara Satomi Jang Se Hyun Jeon Ji Hyun Ji Soo Ji Woo Joo Won Jun Shison Jung Ryu Won Jung So Min Kamiki Ryunosuke Kasumi Arimura kawakami juria Kei Tanaka Kengo Kora Kentaro Kento Hayashi Kento Nagayama Kim Go Eun Kim Ji Won Kim So Hyun Kim Soo Hyun Kim Tae Ri Kim Woo Bin Kim Yoo Bin Kim Yoo Jung Kim Yoo Mi Kitamura Takumi Komatsu Nana Kubota Sayu Kudo Asuka L Lee Bo Young Lee Chung Ah Lee Dong Hwi Lee Dong Wook Lee Gi Kwang Lee Jong Suk Lee Joon Lee Soo Hyuk Lee Yoo Jin Mackenyu Mahiro Takasugi Maika Yamamoto Maki Horikita Marie Itoyo Masahiro Higashide Masaki Suda Masataka Kubota Mayu Matsuoka Mei Nagano Mikako Tabe Mike D angelo Min Do Hee Minami Hamabe Mirai Moriyama Mirai Shida mirai suzuki Mitsuki Takahata Miwa Miyu Yoshimoto Moe Arai Mone Kamishiraishi Nadine Lustre Nagasawa Masami Nao Nijiro Murakami Nounen Rena Osamu Mukai Park Bo Gum Park Eun Bin Park Hae Jin Park Seo Joon Park Shin Hye Pattie Ungsumalynn Phan Pagniez Reina Visa Rina Kawaei Ryo Ryusei Ryo Yoshizawa Ryoma Takeuchi Ryota Katayose Ryu Hwa Young Ryu Jun Yeol Sakaguchi Kentaro Sakuma Yui Sakurako Ohara Sato Kanta Satoshi Tsumabuki Seo Hyun Jin Seto Koji Shen Yue Shim Eun Kyung Shimon Okura Shin Hyun Soo Shirota Yuu Shohei Miura Shono Hayama Shuhei Nomura Shunya Shiraishi sometani shota Son Seung Won Song Ha Yoon Sun Woong Suzuki Ryohei Suzy Taishi Nakagawa Takanori Iwata Takeru Sato Takuya Kusakawa Tao Phiangphor Tasuku Emoto Tori Matsuzaka Tsubasa Honda Tsuchiya Tao Yamazaki Kento Yamoto Yuma Yoo In Na Yoo Seung Ho Yook Sung Jae Yoon Park Yoon So Hee Yoshine Kyoko Yosuke Sugino Yu Aoi yua shinkawa Yui Aragaki Yuina Kuroshima Yuki Furukawa Yuki Izumisawa Yuki Yamada Yuko Oshima Yuna Taira Yuriko Yoshitaka Yuta Hiraoka Yuya Matsushita Yuya Yagira

Drama / Movie

A Love So Beautiful A Story of Yonosuke Age of Youth 2 Always Sunset on Third Street Anikoma Anohana Anone Ao Haru Ride Arbitratily Fond Asa ga Kita Ashi Girl At Cafe 6 Beppin-San Biscuit Teacher and Star Candy Bittersweet Boku Dake ga Inai Machi Boku no Ita Jikan Boukyaku no Sachiko Bubblegum Cafe Waiting Love Carnation Chia Dan Chihayafuru Crybaby Pierrot's Wedding Crying Out Love in the Center of the World Daily Lives of High School Boys Dating DNA Departures Eulachacha Waikiki Evergreen Love Father is Strange Fleet of Time Forever Young Frankenstein no Koi From Five to Nine Gakko no Kaidan Gegege no Nyobo Gochisousan God Gift Good Morning Call Good Morning Call 2 Goon Ju Hana and Alice Hana Nochi Hare Hanako to Anne Hanbun Aoi Haruchika Hirunaka no Ryuusei Hirune Hime Hiyokko Honey and Clover Hot Road Hyouka I Love You in Tokyo I Want to Eat Your Pancreas If We Were A Season Itakiss LIT Itakiss LIT S2 Itakiss Movie Kahogo no Kahoko Kaze no Haruka Kidnap Tour Kiki Delivery Service Kimi no Na Wa Kingyo Club Kiss Me Thailand Koe no Katachi Koinaka Kuragehime Linda Linda Linda Little Forest Love Letter Lucky Romance Ma Boy Man From The Stars March Comes in Like a Lion Mare Massan May Who? Moriyamachu Driving School My Huckleberry Friends My Husband Can Not Work My Little Sweet Pea My Old Classmate Nagi no Asukara Narratage Natsuzora Nodame Cantabile Oboreru Knife Ohisama Omotesando On The Wings of Love One Million Yen Girl One Week Friends Operation Love Orange Orange Days Ore Monogatari Our Little Sister Our Times Pinocchio Princess Hours Thailand Rage Rainbow Song ReLIFE Reply 1988 Romance Full of Life Sannin No Papa she was pretty Shigatsu wa Kimi no Uso Sing Salmon Sing Solanin Sound of Your Heart Splish Splash Love Ssam My Way Strobe Edge Sukina Hito ga Iru Koto Teiichi no Kuni The 100th Love The Anthem of the Heart The Best Hit The Great Passage The Left Ear The Woodsman and The Rain The World of Us Today's Kira-kun Todome no Kiss Toki wo Kakeru Shojo Tokyo Tarareba Girls Tomorrow Cantabile Tonari no Kaibutsu-kun Toto Nee Chan Twenty Years Old Twilight Saya in Sasara Under the Hawthorn Tree Wakamonotachi Warotenka We All Cry Differently What A Wonderful Family While You Were Sleeping Wise Prison Life Wood Job Yellow Elephant Yesterday Once More Your Lie in April Youth Over Flowers

Blog Archive

Recent Comments

Random Posts