Sabtu, 28 Juli 2018

[Recap] Hanbun, Aoi Week 17 (Episode 97-102)

Minggu ke-17 ini waktu cepat sekali berlalu. Tidak terasa sudah 2 tahun sejak pernikahan Suzume dan Ryoji. Ryoji mengalami masalah dalam pekerjaannya dan Suzume berusaha untuk tetap berada disampingnya dan mendukungnya. Suzume akhirnya hamil setelah 2 tahun menikah dan ia sangat cemas karena ia merasa ini bukan saat yang tepat untuk mempunyai bayi. Tapi reaksi Ryoji saat mengetahui ia hamil menghilangkan semua keresahan hati Suzume.

Sinopsis Half, Blue Week 17: Sasaetai!
-I want to support!-

Mitsue-san ingin memberikan Dainagon pada Suzume dan menjadikannya CEO. Hal itu didengar oleh Mugi dan Meari, mereka langsung menerobos masuk ke kamar Mitsue-san dan menolak hal itu.
Mitsue-san sudah membuat keputusan karena ia percaya pada Suzume, Mitsue-san selalu berusaha menjaga peninggalan orang tua mereka tapi dua adiknya selalu saja tidak setuju padanya makanya ia akan mempercayakan semuanya pada Suzume. Hal itu membuat 3 bersaudara bertengkar jambak-jambakan.
Suzume yang berada diantara mereka jadi bingung mau ngapain dan berusaha menghentikan mereka wkkwkkwkwkw.

Setelah mereka bertiga tenang, mereka makan bersama-sama. Setelah bertengkar biasanya mereka bertiga kelaparan dan saat makan mereka baikan lagi LOL. Suzume ikut makan malam bersama ketiganya dan mulai mendengarkan masa lalu para bibi.
Mitsue-san ternyata sudah menikah, tapi bercerai dengan suaminya dan kembali ke Tokyo. Mugi-san belum menikah karena ia hanya tertarik pada burung. Lucu banged pas Suzume mengatakan kalau Mitsue-san orang yang sudah pernah menikah, Mugi-san orang yang yang tidak akan menikah dan Meari orang yang akan menikah, sementara dirinya orang yang sudah/sedang menikah.
Suzume berfikir kalau Meari belum menikah, dan Meari mengoreksi kalau dia sudah menikah dan belum bercerai. Ia ada di rumah Mitsue-san karena ia kabur dari rumah. Ia bertengkar dengan suaminya dan berharap suaminya menjemputnya dan meminta maaf padanya seperti dalam dorama HAHAHHAHAHA. Tapi yang ditunggu tidak kunjung datang LOL. Ia berfikir suaminya mungkin sibuk dengan pekerjaannya tapi Suzume tentu saja berfikir hal lain karena rumah suami Meari nggak terlalu jauh + sudah 2 tahun. Suzume hanya bisa terdiam dan menyadari kalau para bibi dihadapannya punya nasib yang menyedihkan.

Ryoji sedang bekerja bersama Shohei. Saat mereka sedang istirahat, Shohei bertanya mengenai naskah Ryoji, apakah Ryoji sudah menyelesaikannya atau belum, karena Ryoji tak pernah memperlihatkan padanya.
Ryoji sebenarya sudah menulis banyak naskah (yang dia simpan dalam tempat penyimpanan yang dibuka Suzume dan para bibi waktu itu) tapi sepertinya ia tak pernah memperlihatkannya pada Shohei. Ternyata Ryoji punya masalah sendiri dalam menulis naskah, ia bisa membuatnya tapi tidak pernah sampai ending. Ia selalu kesulitan menulis endingnya karena ia tidak ingin kisah yang ia buat berakhir. Ia selalu sedih jika ia mulai masuk bagian ending dan akhirnya malah tidak lanjut menulisnya. Shohei kemudian memberi ide pada Ryoji bagaimana jika Ryoji mengadaptasi sebuah buku/novel yang sudah selesai menjadi naskah film, tapi Ryoji tak punya rasa percaya diri untuk mengadaptasi sebuah novel. Shohei percaya dengan kemampuan Ryoji dan memintanya mencoba menulis.

Saat Ryoji kembali ke rumah, Suzume tidak ada disana dan meninggalkan note kalau ia ada di rumah sebelah + ia sudah menyiapkan makanan untuk Ryoji.
Suzume masih bersama para bibi dan Mitsue-san masih meminta Suzume untuk mengambil alih Dainagon. Mugi masih tidak setuju. Suzume kemudian mengatakan kalau ia berterima kasih pada Mitsue-san karena memberinya kesempatan, tapi ia tak bisa melakukannya, ia suka bekerja dan untuk selanjutnya ia akan tetap bekerja sebagai pegawai di Dainagon. Suzume mengatakan setelah ia berhenti menjadi mangaka dan tak tahu apa yang harus ia lakukan selanjutnya, ia bertemu dengan Ryoji. Ryoji mempunyai impian yang besar untuk menjadi seorang sutradara. Ia pernah punya impian jadi ia tahu bagaimana rasanya mengejar mimpi, punya orang yang memperhatikan dan selalu ada disamping kita adalah hal yang sangat membahagiakan, jadi ia ingin menjadi orang yang seperti itu. Ia ingin mendukung Ryoji. Selama ini ia hidup demi dirinya sendiri dan kali ini ia ingin hidup demi orang lain. Ia ingin mendukung Ryoji untuk terbang di langit dimana ia tak bisa terbang disana.
Para bibi hanya senyam senyum mendengarkan Suzume.

Ryoji sudah ada di depan pintu rumah bibinya dan mendengarkan apa yang Suzume katakan. Ryoji masuk dan berterima kasih pada Suzume. Ia akan berusaha keras dan menjadi seorang sutradara. Ia akan berjuang sampai akhir kali ini. Ia tahu kalau Suzume dan para bibi melihat naskahnya yang tidak selesai dan kali ini ia yakin akan berjuang menulis sampai akhir karena ia sudah punya sesuatu.
Ryoji mengeluarkan sebuah novel dari dalam tasnya, "Namae no nai Tori". Ia akan membuat novel itu menjadi sebuah skenario dan akan menjadikan naskah itu sebagai naskah debutnya.
Para bibi langsung tepuk tangan dan meminta Ryoji untuk berjuang. Ryoji sangat bersemangat kali ini.

Sejak saat itu Ryoji menghabiskan waktunya untuk menulis naskah. Ia menulis dan menulis, memperlihatkan pada Shohei. Shohei mengoreksi dan Ryoji memperbaiki yang salah. Kadang Suzume atau para bibi akan membacanya dan memberikan pendapat. Ryoji terus berjuang selama 2 tahun untuk menulis naskah "Namae no nai Tori" dan akhirnya naskah tersebut selesai pada tahun 2002.
Selama Ryoji berjuang menulis naskahnya, Suzume satu-satunya yang bekerja. Tapi ia tidak pernah mengeluh demi Ryoji. Setelah Ryoji menyelesaikan naskahnya, Suzume sangat senang dan tidak sabar untuk membacanya. Ryoji juga nggak sabar untuk memperlihatkan pada Suzume.
Tapi begitu ia akan memberikan naskahnya pada Suzume, Ryoji jadi ragu. Suzume mengerti kalau Ryoji ingin Shohei menjadi orang pertama yang membaca naskah itu dan ia tak masalah jika Ryoji ingin memperlihatkan itu pada SHohei terlebih dahulu, tapi Ryoji harus janji dia akan menjadi orang kedua yang melihat naskahnya. Ryoji mengerti dan berterima kasih atas pengertian Suzume.

Tahun 2002 adalah tahun dimana Jepang heboh dengan piala dunia, suasana piala dunia sangat terasa baik di Tokyo maupun di Gifu.
Suzume bertemu dengan Yuko dan Bokute, ia memberitahu mereka kalau Ryoji akhirnya menyelesaikan naskahnya dan akan memulai debutnya sebagai sutradara. Keduanya ikut senang mendengarnya. Sementara itu Ryoji menemui Shohei untuk memperlihatkan naskahnya dan Shohei memuji naskah Ryoji yang sangat bagus. Tapi 2 tahun telah berlalu sejak Shohei membuat film Siput season 2-nya dan film itu gagal. Shohei tidak punya pekerjaan setelah itu dan ia juga kelihatan berubah, Shohei tidak terlihat seperti sutradara yang dikagumi Ryoji lagi. Ryoji kadang tak enak melihat hal itu.

Malam harinya, Suzume akhirnya membaca naskah Ryoji. Heroine dalam naskah Ryoji mirip dengan Suzume dan Suzume menyukai hal itu. Sepertinya Ryoji menggunakan Suzume sebagai modelnya. Suzume mengatakan naskah Ryoji ini sangat menarik dan ia yakin semuanya akan berjalan dengan lancar. Ryoji tersenyum dan berharap semuanya akan berjalan dengan lancar.

Suatu hari, penulis novel "Namae no inai Tori" datang ke Cool Flat untuk menemui Shohei. Ia adalah fans Shohei, ia sangat menyukai film siput Shohei yang pertama.
Tujuan penulis datang hari itu adalah untuk melihat naskah film yang dibuat oleh Ryoji. Tentu saja ia harus mereviewnya, jika menurutnya bagus ia akan mengizinkannya untuk dibuat menjadi sebuah film.
Setelah membaca beberapa halaman, penulis sepertinya menyukai naskah tersebut dan memutuskan untuk membacanya sampai habis. IA permisi pada mereka karena ingin membacanya di cafe.
Tak lama kemudian, penulis kembali ke kantor Shohei, tapi produser dan managernya sudah pulang. Ia tinggal berdua dengan Shohei dan mengatakan pada Shohei kalau naskah tersebut sangat menarik dan ia menyukainya.
Ia memutuskan untuk menyetujui novelnya diadaptasi menjadi film karena ia juga ingin melihat bagaimana novelnya menjadi film. Shohei kelihatan senang dengan hal itu dan mengatakan kalau Moriyama Ryoji pasti senang.
Penulis mengatakan kalau Moriyama Ryoji punya bakat dalam menulis naskah dan terus terkgum-kagum pada naskah itu. Shohei kemudian terdiam mendengarnya dan tiba-tiba pandangannya berubah. Ia kemudian tanya pada penulis apakah ia boleh menjadi sutradara untuk film itu. Penulis terdiam. Penulis menatap Shohei dan ia tertarik dengan tatapan mata Shohei, penulis mengatakan kalau ia tak masalah dengan siapapun yang akan menyutradarai film tersebut.

Keesokan harinya, Shohei memanggil Ryoji dan mengatakan kalau penulis ingin ia yang menyutradarai film tersebut bukan Ryoji. Ryoji tentu saja terkejut mendengarnya dan bertanya apakah dia tidak berbakat menjadi sutradara makanya penulis novel memilih Shohei menjadi sutradara. Ryoji benar-benar sedih tapi ia tak bisa melakukan apapun, akhirnya ia menyerahkan naskah itu pada Shohei.
Suzume yang mendengar hal itu tentu saja terkejut. Ia tak setuju Ryoji melepaskan naskahnya untuk orang lain begitu saja, karena Ryoji sudah berjuang selama 2 tahun untuk membuat naskah itu. Selama 2 tahun itu Ryoji tak pernah bekerja dan hanya Suzume yang bekerja untuk menghidupi mereka, tentu saja suzume merasa itu tidak adil, karena pengorbanannya selama ini orang lain yang mendapat untung dari hal itu.
Tapi Ryoji sudah membuat keputusannya dan meminta Suzume untuk tidak mengatakan hal buruk mengenai Shohei. Ia sudah cukup senang naskahnya dibuat menjadi sebuah film, meski ia tidak menjadi sutradara. Meski Ryoji tersenyum dihadapannya, Suzume tahu kalau Ryoji tidak baik-baik saja.

Waktu cepat berlalu setelah kejadian itu. Shohei dan penulis novel sudah melakukan konferensi pers mengenai adaptasi novel "Namae no nai Tori". Persiapan untuk produksi film juga berjalan dengan lancar.
Karena filmnya akan berhubungan dengan burung, jadi Shohei meminta bantuan Mugi yang merupakan otaku burung untuk memberikan saran-saran. Mugi adalah fans Shohei dan ia tentu saja senang bekerja dengan Shohei, tapi ia juga agak nggak enak mengingat harusnya Ryoji yang menjadi sutradara film itu.
Ryoji kelihatan baik-baik saja jika ia berkumpul dengan semuanya, tapi jika ia sendirian, ia selalu melihat naskah yang ia kerjakan selama 2 tahun dan kadang ia stress sendiri. Kadang Suzume memergoki Ryoji tapi Ryoji selalu berusaha terlihat baik-baik saja. Suzume sangat mengkhawatirkan Ryoji.

Shohei kemudian akhirnya sadar kalau apa yang ia lakukan salah, mengambil naskah milik juniornya. Ia tak bisa tenang dalam beberapa hari dan akhirnya memutuskan untuk menemui penulis novel dan memohon padanya agar Moriyama Ryoji menyutradarai film tersebut. Ia bahkan berlutut pada penulis.
Tapi penulis menolak karena semuanya sudah terlambat, ia mengingatkan Shohei kalau Shohei sendirilah yang pertama kali memintanya untuk memilih Shohei. Ia mengatakan kalau beginilah di dunia entertaiment, Shohei harus bisa berjuang sendirian, tidak ada yang namanya teman dan kadang-kadang harus mengkhianati dan shohei sudah melakukannya. Jika tidak begitu, Shohei tak akan bia bertahan. Shohei terdiam mendengar hal itu.

Suzume dan Ryoji makan malam bersama dalam suasana awkward. Tiba-tiba ponsel Ryoji berdering dan Ryoji mengangkatnya. Itu adalah telpon dari Shohei yang meminta maaf pada Ryoji dan kemudian langsung mematikan telponnya. Ryoji bingung.
Malam itu hujan lebat, Shohei berdiri di beranda apartemennya dan menatap langit malam. Ia kelihatan sudah ada diujung jalan dan bersiap melompat dari apartemennya.
Mugi datang ke rumah Shohei, ia melihat pintu tidak dikunci jadi ia masuk ke dalam rumah. Rumah itu gelap dan ia memanggil Shohei tapi tak ada jawaban. Mugi terkejut melihat jendela terbuka dan dengan panik ia berlari ke arah jendela, melihat kebawah. Tapi tidak ada apa-apa disana.
Shohei kemudian keluar dari bawah meja dan membuat Mugi terkejut. Shohei menangis. Shohei tidak jadi bunuh diri karena ia takut.

Keesokan harinya, pak produser datang ke rumah keluarga Fujimura. Suzume dan Ryoji ada disana. Suzume masih marah dengan apa yang mereka lakukan pada Ryoji tapi Ryoji tetap berusaha menjadi orang baik disaat seperti itu. Suzume sebenarnya agak kesal karena Ryoji dengan mudah memaafkan mereka.
Shohei datang tak lama kemudian dan meminta maaf pada Ryoji. Ryoji bertanya pada Shohei apakah naskah yang ia buat benar-benar bagus menurut Shohei dan Shohei mengatakan kalau naskah itu benar-benar bagus. Ryoji lega karena Shohei tidak berbohong padanya saat mengatakan naskahnya bagus.
Produser berencana untuk menghentikan produksi film tersebut tapi Ryoji mengatakan pada Shohei untuk tetap menyutradarai film itu, karena ia sudah merelakan naskahnya. Ia ingin shohei membuat film yang bagus dari naskahnya. Ryoji bahkan sampai bersujud pada Shohei dan wajah Suzume menunjukkan perasaan campur aduk mengenai sikap Ryoji itu. Disatu sisi, ia sangat sedih karena Ryoji merelakan naskah yang sudah ia buat selama 2 tahun, disisi lain ia marah pada Ryoji yang dengan mudah memaafkan Shohei.

Sejak saat itu, Ryoji mulai berubah. Ryoji menjadi pengangguran yang tidak mau keluar rumah. Hari-harinya dihabiskan dengan membaca manga, menonton TV, makan dan guling-guling di rumah. Sementara itu Suzume harus tetap bekerja mencari nafkah dan ia menahan diri untuk tidak marah pada suaminya karena ia tahu bagaimana perasaan Ryoji yang baru kehilangan kesempatan debutnya.
Tapi kadang Suzume sangat kesal karena kalau ia bicara Ryoji tidak mendengarkannya.
Suzume curhat pada Yuko dan Bokute mengenai hal itu dan Yuko meminta Suzume untuk terus mendukung dan berada disisi suaminya karena itu adalah saat-saat sulit bagi Ryoji. Ia yakin Suzume tahu bagaimana perasaan Ryoji karena mereka berdua pernah berada diposisi yang sama denga Ryoji.
Pemilik cafe yang diam-diam mendengarkan pembicaraan mereka merasa kasihan dan memberikan cake sebagai service untuk 3 langganannya itu. Suzume yang melihat cake ber krim langsung mual dan permisi ke kamar mandi.

Tak berapa lama kemudian, Suzume kembali dan memanggil Yuko dengan wajah panik. Yuko bingung dan Suzume berbisik pada Yuko kalau sepertinya ia sedang hamil. Lucunya, Suzume niatnya berbisik tapi suaranya terlalu besar jadi seluruh cafe mendengar hal itu wkwkwkkwkw.
Suzume panik sendiri dan Yuko juga bingung, ia bertanya apakah Suzume yakin dan suzume mengatakan kalau ia belum periksa, tapi itu adalah firasatnya.

Ryoji masih malas-malasan di rumah dan membaca surat kabar yang memuat berita mengenai Shohei, ia kelihatan kesal. Suzume kembali ke rumah dan Ryoji meminta uang padanya karena ia ingin keluar sebentar. Suzume memberikan uang pada Ryoji sambil berfikir apa yang harus ia katakan pada Ryoji. Suzume kemudian mengatakan pada Ryoji kalau sepertinya Ryoji harus mulai bekerja, misalnya menjadi asisten sutradara lagi. Tapi Ryoji mengatakan ia tak akan pernah bisa menjadi sutradara kalau terus menjadi asisten. Ryoji merasa tersinggung karena hal itu dan melempar uang yang diberikan Suzume. Suzume berusaha menahan air matanya dan memungut uangnya kembali. Uang yang dilempar Ryoji hanya beberapa lembar dan itu adalah hasil dari gajinya yang sangat sedikit di Dainagon.
Ryoji keluar dari rumah karena marah pada Suzume sementara itu Suzume merasa perutnya agak sakit. Saat itu Mitsue-san datang ke rumah Suzume dan terkejut melihat Suzume kesakitan.

Ryoji kembali ke rumah malam harinya, rumah kosong, tidak ada siapa-siapa disana. Ryoji datang membawa hadiah untuk Suzume, hadiah permintaan maaf karena pertengkaran mereka tadi.
Suzume kembali ke rumah bersama Mitsue-san, Mugi dan Meari. Ryoji sudah menunggu di depan rumah. Suzume mengatakan ia ingin bicara pada Ryoji dan mereka masuk ke rumah keluarga Fujimura bersama-sama.
Ryoji sudah mulai khawatir dan berfikir kalau Suzume akan meminta cerai padanya, ia langsung mengatakan kalau ia tak mau bercerai dengan Suzume. Suzume mengatakan bukan itu yang ingin ia katakan.
Karena ini pembicaraan suami istri, Mitsue-san berfikir sebaiknya mereka tidak ada disana dan mengajak adik-adiknya meninggalkan mereka berdua, tapi Suzume meminta mereka tetap disana.

Suzume kemudian menatap Ryoji dengan serius dan mengatakan pada Ryoji kalau dia sedang mengandung. Ryoji terkejut mendengarnya. Ia menatap Suzume dalam diam dan tiba-tiba Ryoji berteriak sekencang-kencangnya, bahagia karena Suzume hamil. Ryoji sangat sangat bahagia mendengar kabar itu, ia langsung mendekati Suzume dan menggenggam tangan Suzume.
Suzume terkejut dengan reaksi Ryoji yang seperti itu, ia tak bisa menahan air matanya. Mitsue-san mengatakan pada Suzume kalau ia tadi sudah bilang Ryoji akan senang dengan kabar itu. Mitsue-san mengatakan mengatakan kalau awalnya Suzume ingin merahasiakan hal itu untuk sementara waktu dan Ryoji terkejut kenapa Suzume mau melakukan hal itu padahal itu adalah kabar bahagia.
Suzume menghapus air matanya dan mengatakan kalau Ryoji sedang ada dalam masa sulit, jadi ia pikir kalau Ryoji tahu ia hamil, maka Ryoji akan menganggap itu menganggu.  Ryoji mengatakan tentu saja ia tak akan mengatakan hal seperti itu. Ryoji sangat bahagia karena ia akan menjadi ayah dan memeluk Suzume dengan erat.
Ia mengatakan pada Suzume kalau ia akan berubah,ia akan berhenti menjadi sutradara dan bekerja dengan baik demi Suzume dan calon bayi mereka.

Ryoji tak bisa berhenti mengagumi hasil USG bayi mereka sementara itu Suzume terus melihat kaleidoskop hadiah dari Ryoji.
Ryoji dan Suzume benar-benar bahagia dengan calon bayi mereka.
Keesokan harinya, keduanya menemui Shohei dan Ryoji mengatakan kalau ia akan berhenti menjadi sutradara. Shohei merasa nggak enak karena ia pikir itu karena dirinya, tapi saat tahu kalau Shohei ingin serius bekerja demi calon bayi mereka, Shohei lega.
Ryoji berterima kasih karena selama ini ia ada dibawah bimbingan Shohei dan ia sudah mendapatkan banyak bantuan Shohei. Suzume sebenarnya merasa khawatir dengan keputusan Ryoji itu, tapi ia mempercayai suaminya.
Keduanya bergandengan tangan saat meninggalkan rumah Shohei.

Desember 2002. Suzume dan Ryoji datang ke Gifu. Suzume sedang hamil tua dan rencananya ia akan melahirkan di Gifu. Ryoji merawat Suzume dengan baik dan ibu kadang protes karena Suzume terlalu manja pada Ryoji, ibu jadi nggak enak pada Ryoji.
Saat Suzume masih dalam kandungan, ayah dan ibu bicara pada janin Suzume dengan menggunakan telpon benang, kali ini, Suzume dan Ryoji juga melakukan hal yang sama pada calon bayi mereka. Suzume dan Ryoji, serta seluruh keluarga kelihatan bahagia menantikan anggota baru keluarga mereka.

Suzume reuni dengan Nao dan Butcha di Gifu. Butcha kagum dengan kehamilan Suzume dan nggak percaya ada bayi dalam kandungan Suzume.
Nao iri banged sama Suzume dan ia mengatakan kalau ia juga ingin punya anak, ia melirik Butcha. Butcha dan Nao selama ini selalu putus nyambung, narator memberitahu berapa kali mereka putus nyambungnya, tapi aku lupa, kayaknya lebih dari 5 kali sih.
Nao kayaknya udah nyaman banged sama Butcha an bertanya pada Butcha kapan mereka akan menikah, tapi Butcha nggak bisa menjawab. WHYYY?
Mereka juga membicarakan mengenai Ritsu saat itu dan Butcha mengatakan sepertinya hubungan Ritsu dan istrinya sedang tidak baik.

Karena pada masa itu USG sudah ada, jadi Suzume dan Ryoji sudah tahu jenis kelamin calon bayi mereka. Ibu sudah menyiapkan baju bayi untuk calon bayi yang berjenis kelamin perempuan itu.
Sota juga nggak mau ketinggalan memberikan hadiah untuk calon keponakannya, ia memberikan ayunan bayi untuk Suzume. Btw, hubungan Sota dan pacarnya kelihatan baik-baik saja. Pacar Sota sekarang sudah jadi tunangannya dan kelihatan sangat cantik dan masih muda. Ia dan kakek masih merahasiakan mengenai sesuatu tentang tunangan Sota itu dari orang tua Sota (yang 10 waktu itu, kata salah satu pembaca disini jarak usia mereka 10 tahun + pernah cerai 1 kali. BTw kalau nggak salah ingat namanya Hikari, tapi kok di episode ini namanya beda ya, apakah orangnya beda? lol).

Suzume dan Ryoji masih belum tidur karena Ryoji sibuk bicara pada calon bayi mereka hehhehehheeh. Ryoji mendengar cerita dari ibu Suzume kalau sebelum Suzume lahir, ayah dan ibu saling memanggil nama, sama sepertinya dan Suzume, tapi setelah Suzume lahir, nama panggilan berubah menjadi Oto-san dan Oka-san. Ia juga ingin melakukan hal yang sama dengan Suzume setelah puteri mereka lahir. Dan Suzume setuju.

Malam itu, ibu akan ke kamar mandi dan terkejut melihat Suzume kesakitan di lorong. Suzume mengatakan pada ibunya sepertinya ia akan segera melahirkan, ibu langsung panik.
Di Tokyo, keluarga Fujimura mendapat telpon dari Gifu kalau Suzume sudah masuk rumah sakit malam itu. Meari yang menerima telpon berusaha bersikap tenang. Saat tahu Suzume akan melahirkan, Mitsue-san langsung panik dan mengatakan kalau ia akan segera ke Gifu, ia menyuruh Mugi dan Meari memesan tiket. Meari awalnya nggak kelihatan tertarik untuk ke Gifu tapi karena Mugi juga sibuk untuk berangkat, ia akhirnya ingin ikut juga.

Pagi harinya di Gifu, Suzume masih belum melahirkan. Perut Suzume sudah tenang dan ia berfikir sejenak. Ia kemudian mengatakan pada ibunya kalau ia ingin pulang, ia ingin melahirkan besok saja. Ibu tentu saja tertawa karena nggak mungkin Suzume bisa memilih kapan ia akan melahirkan. Ryoji sendiri tahu kenapa Suzume ingin melahirkan besok, karena besok adalah malam natal. Suzume senang karena Ryoji bisa menebak pikirannya dengan baik, ia ingin puterinya lahir dimalam natal. LOL.
Tapi kemudian perut Suzume kembali sakit.

Ayah tidak melepaskan pandnagannya dari telpon, ia menunggu kabar dari rumah sakit. Kakek bersikap tenang dan memberikan minuman untuk ayah. Kakek teringat kenangan saat Suzume lahir, ia sama paniknya dengan ayah, ia terus menatap telpon dan tak konsen membuka toko.
Ayah kemudian nggak tahan lagi dan mengajak kakek ke rumah sakit. kakek setuju. Sebelum pergi, mereka berdoa terlebih dahulu.

Di rumah sakit, Suzume sudah sangat kesakitan, ia terus berteriak dan Ryoji mengenggam tangannya dengan erat. Ryoji ternyata cukup lemah karena tak lama kemudian ia pingsan sendiri melihat istrinya kesakitan HAHAHAHAHAHAHAHAHA. Para perawat harus mengangkat Ryoji keluar dari ruangan. Ayah dan Kakek terkejut karena Ryoji sudah pingsan wkwkkwkwkwkw. Tepat disaat yang sama, para bibi datang dengan panik menanyakan kabar Suzume.
TAk lama kemudian suara tangisan bayi terdengar dan semuanya terdiam dengan senyuman mengembang di wajah mereka perlahan-lahan.
Ryoji lansung bangkit dari pingsannya saat mendengar suara tangisan pertama puterinya.

Suzume masih sesak nafas setelah melahirkan dan seolah tak percaya ia bisa melalui hal itu. Ibu menyentuh rambut Suzume dan mengatakan Suzume sudah berjuang dengan baik.
Perawat menggendong bayi Suzume dan menidurkannya di samping Suzume, seorang bayi perempuan yang sehat. Suzume memeluk bayi perempuannya yang mulai menangis, Suzume menyentuhnya dan tersenyum bahagia.
23 Desember 2002, bayi Suzume dan Ryoji lahir dengan sehat.

-To Be Continued-

Komentar:
OMg!!!! Baby Suzume manis bangeeeeeeeeeeeed. Aku sangat bahagia di episode 102 saat Suzume melahirkan, aku meneteskan air mata meski sempat ngakak dulu saat Ryoji pingsan wkkwkwkwkwkwk.
Awwwwww. Aku suka banged sama baby, cute, manis, pure ~
TApi lebih manis baby Suzume dan Ritsu di minggu pertama sih HAHAHAHAHHA.

Aku sebenarnya khawatir dengan minggu ke-17 ini, karena disini Ryoji mulai malas-malasan dirumah. Tapi untung saja penulisnya nggak fokus pada hal itu dan hal itu juga hanya diperlihatkan sekilah saja. Karena aku nggak tahan melihat Suzume harus bekerja dan bekerja demi menghidupi keluarga mereka sementara suaminya nggak kerja. Pengorbanan Suzume nggak terlalu diperlihatkan selama 2 tahun Ryoji nggak kerja itu, padahal akan menarik kalau diperlihatkan. Meskipun aku bersyukur juga sih.
Plotnya memang cepat kalau sudah berhubungan dengan kehamilan dan kelahiran wkwkkwkw, asadora biasanya gitu, tau aja kita nggak sabat pengen liat bayi sang heroine. Oia, spoiler dikit, nama baby Suzume dan Ryoji adalah Moriyama Kano atau Kan-chan.

Aku nggak nyangka Shohei akan mengkhiatani Ryoji dengan cara seperti itu, Sumpah aku sangat kesal pada Shohei dan aku mengerti kenapa Suzume marah-marah dan tidak mau memaafkan Shohei dengan mudah. Ryoji terlalu baik bisa memaafkan Shohei dengan mudah tapi ujung-ujungnya dia stress sendiri karena naskahnya digunakan Shohei.
Ryoji ini nggak memikirkan Suzume yang selama ini bekerja dan bekerja, dia kerjanya cuma minta uang, dirumah, makan, tidur, nonton, malas-malasa, ya ampun, untung Suzume orangnya sabar ya. Awalnya aku pikir mereka akan bercerai saat Ryoji pengangguran begini HAHAHAHAAHHA.

Jadi, apa yang akan terjadi dengan kehidupan Suzume selanjutnya?
Aku mau spoiler untuk munggu ke-18 dan 19 nih. Minggu ke 18 akan menjadi minggu terberat bagi yang suka sama pasangan Suzume-Ryoji, karena mereka akan bercerai di minggu ke-18 T_______________T Aku masih belum siap berpisah dengan Ryoji T_T
Awalnya aku pikir Suzume muak sama Ryoji yang nggak kerja dengan benar dan mulai fokus pada film lagi dan nggak perhatian pada keluarga, makanya dia minta cerai. Tapi dari spoiler yang aku baca, ternyata yang meminta cerai duluan adalah Ryoji OMG!!!! Katanya sih awalnya Ryoji nggak mengatakan alasan kenapa ia meminta cerai dan Suzume masih setia menunggu Ryoji saat Ryoji meninggalkan rumah.
Mitsue-san sampai marah besar sama Ryoji karena hal itu, tapi sepertinya Ryoji punya alasan sendiri. Aku harap Ryoji punya alasan yang bagus kenapa dia minta cerai dan aku rasa sih itu demi kebaikan Suzume dan puteri mereka. Mungkin karena Ryoji mau jadi sutradara lagi, dia akan membuat Suzume dan Kan-chan semakin menderita karena mereka harus hidup miskin karenanya ia melepaskan Suzume?
Tapi aku masih nggak relaaaaaa, Ryoji yang bahagia menikah dengan Suzume, yang menangis saat Suzume hamil, yang bahagia setelah anak mereka lahir, masa minta cerai ? T_________T
Apakah cinta berubah semudah itu????????

Untuk minggu ke-19, sedikit spoiler, Suzume dan Kan-chan kembali ke Gifu dan berbahagialah bagi fans Ritsu, karena Ritsu akan kembali sepenuhnya di minggu ke-19.
Ritsu juga bercerai dengan istrinya dan ia kembali ke Gifu karena ibunya sakit. Suzume ingin mendukung Ritsu lagi, tapi untuk sementara sih masih sebagai teman *katanya*, nggak tahu deh untuk selanjutnya HAHAHAHAHAH..
Aku suka Ritsu, tapi aku rasa dia dan Suzume sebaiknya memang hanya berteman saja, biar drama ini nggak kayak shoujo lainnya HAHAHHAAHAHAHA.

Aku nggak nyangka Hanbun, Aoi sudah memasuki episode 100an, ya ampun! Rasanya baru kemarin episode 1 tayang, sekarang sudah episode 100 ._.
Aku bahkan nggak nyangka aku bisa menulis sampai minggu ke-17 ini LOL. Tinggal 53 episode lagi dan drama ini akan tamat!!!! 2 bulan lagi huuhuhuhuhuhuhu.
A

Share:

1 komentar:

  1. Semangat kkak, slalu ku tunggu sinopsisnya...
    Suka banget tulisan kakak, berasa kayak nnton langsung, baper banget.. 😭😭😭😭😭

    BalasHapus

Translate

Ads Here

NOTE:

DILARANG RE-UPLOAD / COPY PASTE TULISAN DI BLOG INI!

JIKA INGIN SHARE, CUKUP LINK KE POSTINGANNYA SAJA, BUKAN ISINYA!


[Trivia] Japanese Movie Recommendations List

Karena ada banyak yang menanyakan rekomendasi untuk J-Movie, jadi aku memutuskan untuk membuat list rekomendasi Japanese Movi...

Popular Posts This Month

Actor / Actress

Airi Matsui Ando Sakura Anna Ishii Aoi Miyazaki Aoi Morikawa Aoi Wakana Aoi Yu Aom Sushar Araki Yuko Ayase Haruka Bebe Tanchanok Chen Duling Chiba Yudai Chinen Yuri Choi Ara Dai Lu Wa Daiki Shigeoka Darren Wang Dori Sakurada Eikura Nana Eita Elaiza Ikeda Fujiki Naohito Fuka Koshiba Fukagawa Mai Fukatsu Eri Fukuchi Momoko Fukushi Sota Fuma Kikuchi Fumi Nikaido Furuhata Seika Gao Zhi Ting Go Kyung Pyo Gong Yoo Gou Ayano Hamano Kenta Han Seung Yeon Han Yeri Hana Sugisaki Haru Kuroki Haruka Fukuhara Haruma Miura Haruna Kawaguchi Hasegawa Hiroki Hashimoto Ai Hashimoto Kanna Hayami Akari Hayato Isomura Higa Manami Hikari Mitsushima Hirano Sho Hiroki Narimiya Hirose Alice Hirose Suzu Honoka Yahagi Horii Arata Hou Ming Hao Hu Yi Tian Hwang Jung Eum Hyeri Igawa Haruka Imada Mio Inoue Mao Ishihara Satomi Jang Se Hyun Ji Soo Ji Woo Joo Won Jun Shison Jung So Min Kaku Kento Kamiki Ryunosuke Kamishiraishi Moka Kamishiraishi Mone Kaname Jun Kanichiro Kanjiya Shihori Kasumi Arimura kawakami juria Kei Tanaka Kengo Kora Kentaro Kento Hayashi Kento Nagayama Kim Go Eun Kim Ji Won Kim Min Suk Kim So Hyun Kim Soo Hyun Kim Tae Ri Kim Woo Bin Kim Yoo Bin Kim Yoo Jung Kim Yoo Mi Kinami Haruka Kiritani Kenta Kitamura Takumi Kiyohara Kaya Kiyohara Sho Komatsu Nana Koseki Yuta Kou Shibasaki Kubota Sayu Kudo Asuka L Lee Bo Young Lee Chung Ah Lee Dong Hwi Lee Dong Wook Lee Gi Kwang Lee Jong Suk Lee Joon Lee Soo Hyuk Lee Yoo Jin Li Lan Di Lily Franky Mackenyu Mahiro Takasugi Maika Yamamoto Maki Horikita Makita Aju Mamiya Shotaro Marie Itoyo Masahiro Higashide Masaki Okada Masaki Suda Masataka Kubota Matsumoto Jun Matsushima Nanako Mayu Matsuoka Mei Nagano Mikako Tabe Mike D angelo Min Do Hee Minami Hamabe Minami Sara Mio Yuki Mirai Moriyama Mirai Shida mirai suzuki Mitsuki Takahata Mitsushima Shinnosuke Miwa Miyazawa Hio Miyu Yoshimoto Mizuki Yamamoto Moe Arai Mone Kamishiraishi Mugi Kadowaki Nadine Lustre Nagasawa Masami Nagase Ren Nakajima Kento Nakamura Tomoya Nao Nao Matsushita Nijiro Murakami Nounen Rena Okada Kenshi Osamu Mukai Otani Ryohei Park Bo Gum Park Eun Bin Park Hae Jin Park Seo Joon Park Shin Hye Pattie Ungsumalynn Phan Pagniez Reina Visa Rena Matsui Riho Yoshioka Rina Kawaei Ryo Ryusei Ryo Yoshizawa Ryoma Takeuchi Ryota Katayose Ryu Hwa Young Ryu Jun Yeol Sagara Itsuki Sairi Itoh Saito Takumi Sakaguchi Kentaro Sakuma Yui Sakurako Ohara Sato Kanta Satoshi Tsumabuki Seino Nana Seo Hyun Jin Seto Koji Shen Yue Shim Eun Kyung Shimon Okura Shin Hyun Soo Shirota Yuu Shohei Miura Shono Hayama Shuhei Nomura Shunya Shiraishi sometani shota Son Seung Won Song Ha Yoon Suga Kenta Sun Woong Suzuki Ryohei Suzy Taiga Taishi Nakagawa Takahashi Issei Takanori Iwata Takayuki Yamada Takeru Sato Takuya Kusakawa Tamaki Hiroshi Tao Phiangphor Tasuku Emoto Tomita Miu Tomoshita Yamashita Tori Matsuzaka Toyokawa Etsushi Tsubasa Honda Tsuchiya Tao Uchida Rio Ueno Juri Wan Peng Yamazaki Kento Yamoto Yuma Yo Oizumi Yoo In Na Yoo Seung Ho Yook Sung Jae Yoon Park Yoon So Hee Yoshine Kyoko Yosuke Sugino Yu Aoi yua shinkawa Yui Aragaki Yuina Kuroshima Yuki Furukawa Yuki Izumisawa Yuki Yamada Yukino Kishii Yuko Oshima Yuna Taira Yuriko Yoshitaka Yuta Hiraoka Yuya Matsushita Yuya Yagira Zhang Yao

Drama / Movie

3A 99.9 A Love So Beautiful A Story of Yonosuke Age of Youth 2 Always Sunset on Third Street amachan Anikoma Anohana Anone Ao Haru Ride Arbitratily Fond Asa ga Kita Ashi Girl At Cafe 6 Beppin-San Biscuit Teacher and Star Candy Bittersweet Boku Dake ga Inai Machi Boku no Ita Jikan Boukyaku no Sachiko Bubblegum Cafe Waiting Love Carnation Chia Dan Chihayafuru Chimudondon Chugakusei Nikki Churasan Come Come Everybody Crybaby Pierrot's Wedding Crying Out Love in the Center of the World Daily Lives of High School Boys Dating DNA Departures Eulachacha Waikiki Evergreen Love Father is Strange Fight Fleet of Time Forever Young Frankenstein no Koi From Five to Nine Gakko no Kaidan Gegege no Nyobo Gochisousan God Gift Good Morning Call Good Morning Call 2 Goon Ju Hana and Alice Hana Nochi Hare Hanako to Anne Hanbun Aoi Haruchika Hirunaka no Ryuusei Hirune Hime Hiyokko Honey and Clover Hot Road Hyouka I Love You in Tokyo I Want to Eat Your Pancreas If We Were A Season Itakiss LIT Itakiss LIT S2 Itakiss Movie Kahogo no Kahoko Kakegurui Kaze no Haruka Keiji Yugami Kidnap Tour Kiki Delivery Service Kimi no Na Wa Kingyo Club Kiss Me Thailand Koe no Katachi Koinaka Kuragehime Linda Linda Linda Little Forest Love Letter Lucky Romance Ma Boy Maiagare Man From The Stars Manpuku March Comes in Like a Lion Mare Massan May Who? Meteor Garden 2018 Moriyamachu Driving School My Huckleberry Friends My Husband Can Not Work My Little Sweet Pea My Old Classmate Nagi no Asukara Narratage Natsuzora Nodame Cantabile Oboreru Knife Ochoyan Ohisama Okaeri Mone Omotesando On The Wings of Love One Million Yen Girl One Week Friends Operation Love Orange Orange Days Ore Monogatari Our Little Sister Our Times Peach Girl Pinocchio Princess Hours Thailand Rage Rainbow Song ReLIFE Reply 1988 Romance Full of Life Sannin No Papa she was pretty Shigatsu wa Kimi no Uso Sing Salmon Sing Solanin Sound of Your Heart Splish Splash Love Ssam My Way Strobe Edge Sukina Hito ga Iru Koto Teiichi no Kuni Tenno no Ryoriban The 100th Love The Anthem of the Heart The Best Hit The Great Passage The Left Ear The Woodsman and The Rain The World of Us Today's Kira-kun Todome no Kiss Toki wo Kakeru Shojo Tokyo Tarareba Girls Tomorrow Cantabile Tonari no Kaibutsu-kun Toto Nee Chan Twenty Years Old Twilight Saya in Sasara Uchiage Hanabi Under the Hawthorn Tree Unnatural Wakamonotachi Warotenka We All Cry Differently What A Wonderful Family When We Were Young While You Were Sleeping Wise Prison Life Wood Job Yellow Elephant Yesterday Once More Your Lie in April Youth Over Flowers

Blog Archive

Advertise here

Recent Comments

Random Posts