Sunday, 19 August 2018

[Recap] Hanbun, Aoi Week 20 (Episode 115-120)

Minggu ke-20 ini, kita akan kehilangan satu tokoh yang sudah menemani sejak awal drama. Selain itu, fokus utama minggu ke-17 ini adalah kedai baru yang merupakan ide Suzume. Setelah ibu setuju, Suzume sibuk dengan pelatihan membuat gohei mochi sementara ayah sibuk mengurus kedai baru. Kan-chan menikmati hari-harinya di Gifu dan berteman dengan Ritsu. Kan-chan juga bertemu untuk pertama kalinya dengan Tsubasa dan keduanya menuunjukkan chemistry yang bagus^^~

Sinopsis Half, Blue Week 20: Hajimetai!
-I want to start-

Ibu yang marah pada ayah dan Suzume benar-benar meninggalkan rumah malam itu. Sebenarnya sih kalau aku lihat ibu cuma keceplosan aja karena marah, dia nggak ada niat mau kabur tapi karena sudah kejadian akhirnya dia mengemasi barangnya dan pergi dari rumah.
Ibu tidak punya tujuan akan kemana dan ia berakhir di dekat rumah keluarga Hagio. Ayah Ritsu yang sedang beres-beres untuk tutup toko melihat ibu dan mengundangnya masuk ke rumah.
Ibu Suzume benar-benar meminta maaf pada ibu Ritsu, padahal ibu Ritsu sedang sakit tapi ia malah datang menganggu malam-malam begini. Ibu Ritsu tidak ingin diperlakukan sebagai orang sakit dan meminta ibu Suzume bersikap biasa saja padanya.
Ibu Suzume curhat mengenai Suzume dan suaminya. Sebenarnya bukannya ia tidak setuju untuk membuka toko baru, hanya saja ia sangat khawatir apakah semuanya akan berjalan lancar atau tidak. Sebagai seorang ibu, itu adalah hal yang akan selalu mereka pikirkan, seorang ibu memang kuat, tapi ibu juga wanita yang kadang punya kekhawatiran mereka.
Ibu Ritsu mencoba menenangkan hati ibu Suzume dan membuat ibu Suzume tertawa. Ritsu dan ayahnya meninggalkan kedua ibu untuk bicara berdua. Saat mereka mendengar suara tawa ibu, wajah mereka memperlihatkan kalau mereka sangat merindukan suara tawa ibu. Ritsu bahkan mencoba mengenggam suara tawa ibu, ia ingin menyimpannya.

Tak lama kemudian, seseorang datang ke rumah keluarga Hagio. Suzume datang mencari ibunya. Ia dan ayah sudah mencari ibu kemana-mana dan tidak menemukan ibu, jadi ia pikir mungkin saja ibu ada di rumah Ritsu. Dan benar saja, ibu Suzume ada disana.
Suzume benar-benar meminta maaf pada keluarga Hagio karena menganggu malam-malam. Ibu Ritsu teringat kejadian masa lalu saat Suzume kabur dari rumah, Suzume juga datang ke rumah mereka dan kali ini ibu yang kabur dari rumah juga datang ke rumah mereka. Suzume dan ibunya malu karena hal itu Hehehehhehe.

Keesokan harinya, ayah berlutut di hadapan ibu karena ia merasa sangat bersalah (lucu banged Suzume sama sekali nggak ada minta maaf, aku rasa netizen benar sih, Suzume ini jarang minta maaf lol). Ayah mengatakan kalau mereka nggak jadi membuka toko dan akan pergi liburan. Ayah memberikan selebaran liburan kembali pada ibu. Tapi ibu mengatakan kalau ia pikir ide membuka kedai kedua tidaklah buruk dan membuat seluruh keluarga terdiam.
Ibu kemudian mengajak Suzume, ayah dan Sota diskusi di kamar mengenai pembukaan kedai kedua dan ibu kelihatan sangat antusias dengan hal itu membuat ayah dan Suzume lega karena ibu akhirnya setuju.
Kakek juga senang karena ibu setuju, dengan begitu ia bisa membuat gohei mochi lagi.

Ayah bertanggung jawab mengurus tempat untuk membuka kedai kedua sementara itu Suzume mendapat latihan keras dari kakek, untuk membuat gohei mochi yang seenak gohei mochi kakek. Suzume melakukannya dengan baik, tapi sayangnya hasilnya tidak begitu memuaskan. Suzume mungkin tidak akan bisa membuat gohei mochi yang sama enaknya dengan kakek, tapi ia harus membuat gohei mochi yang setidaknya rasanya mendekati milik kakek.
Suzume melakukan trainingnya setiap hari di kedai saat kedai sudah tutup. Waktu berlalu dan Kan-chan sendiri sudah mulai bersekolah di taman kanak-kanak.
Karena Suzume sibuk latihan, yang menjemput Kan-chan ke sekolah biasanya adalah Sota.

Suatu hari, sepulang sekolah, Kan-chan melakukan pengantaran makanan ke rumah keluarga Hagio. Itu adalah pengantaran makanan pertamanya, jadi ibu Suzume sangat khawatir dan menelpon ke rumah keluarga Hagio untuk bertanya apakah Kan-chan sudah sampai. Kan-chan melakukan pengantaran makanan dengan baik, ia tidak tersesat sama sekali dan itu membuat ibu Suzume jadi tenang.
Makanan yang diantar Kan-chan adalah gohei mochi dan beberapa makanan buatan neneknya, ibu Suzume tahu kalau ibu Ritsu tidak selera makan, jadi siapa tahu jika ia memasakkan sesuatu ibu Ritsu mau makan. Ayah Ritsu sangat berterima kasih karena hal itu.
Hari itu adalah hari libur, jadi Ritsu ada di rumah. Kan-chan kaget karena Ritsu ada disana. Ritsu dengan wajah lucu mengingatkan Kan-chan kalau itu adalah rumahnya HAHAHHAHAHA. Kan-chan memang sangat manis, dia selalu tersenyum dan bicara dengan lucu, jadi ayah Ritsu merasa iri karena mempunyai cucu perempuan sepertinya asik.
Ritsu protes mengatakan kalau Tsubasa anaknya juga manis. Kan-chan tidak mengenal siapa itu Tsubasa dan ia baru tahu kalau Ritsu ternyata seorang ayah HAHAHHAAHAHA.

Kan-chan menghabiskan waktu di rumah keluarga Hagio, tentu saja Ritsu mengajaknya bermain. Mereka main piano dan Kan-chan sangat suka permainan piano Ritsu. Tapi mereka harus berhenti main karena ibu Ritsu sedang tidur, mereka nggak mau mengangguk tidur ibu Ritsu.
Ritsu kemudian memberikan buku gambar dan crayon pada Kan-chan dan Kan-chan mulai menggambar. Kan-chan menggambar dirinya dan boneka rubah pemberian ayahnya, nama boneka itu adalah Kokonta. Saat Kan-chan menggambar, Ritsu sibuk mengetik sesuatu di laptopnya, sepertinya sih meski libur dia tetap bekerja.
Kan-chan menyelesaikan gambarnya dan kemudian bertanya pada Ritsu apakah di rumah Ritsu tidak ada manga. Ia mengatakan kalau kakek dan ayah Suzume sering membacakan manga untuknya. Ritsu bertanya manga seperti apa yang ingin Kan-chan baca dan Kan-chan mengatakan judulnya. Tapi Ritsu tidak punya manga seperti itu dan ia ingat kalau manga Akikaze Haori, mereka punya di rumah.
Kan-chan bertanya siapa itu Akikaze Haori dan dengan enteng Ritsu menjawab dia adalah guru manga ibu Kan-chan. Ritsu mengatakan kalau mereka punya semua manga ibu Kan-chan. Kan-chan diam. Ritsu baru sadar kalau dia keceplosan HAHHAHAHAHAHA.
Kan-chan bertanya apakah ibunya menggambar manga dan Ritsu teringat kalau Kan-chan tidak tahu Suzume dulunya adalah seorang mangaka. Ritsu mencoba mengalihkan pembicaraan tapi Kan-chan tidak bisa dibohongi dan meninggalkan Ritsu. HAHAHAHAHHA.

Kan-chan menemui ayah Ritsu dan bertanya dimana tangga ke lantai dua, ayah menunjukkan jalannya tapi meminta Kan-chan tidak ribut karena ibu Ritsu sedang tidur. Kan-chan mengerti. Kan-chan naik ke lantai 2 dengan hati-hati. Saat melewati kamar ibu Ritsu, Kan-chan melihat ibu Ritsu masih bangun dan ia bertanya apakah ibu Ritsu tidak bisa tidur. Ibu membenarkan. Kan-chan kemudian bertanya apakah ibu Ritsu mau dinyanyikan lagu ninabobo, karena kalau ia tak bisa tidur ibu bisanya menyanyi untuknya.
Ibu Ritsu tersenyum dan meminta Kan-chan menyanyi. Tapi karena Kan-chan malu, dia tidak mau masuk ke kamar, ia bernyanyi di depan kamar ibu Ritsu. Kan-chan mulai menyanyikan lagu untuk ibu Ritsu, aku nggak tahu lagu apa tapi kayaknya lagu tentang kampung halaman.
Ritsu naik ke lantai dua dan ikut bernyanyi bersama Kan-chan. Ibu yang mendengarkan keduanya bernyanyi tidak bisa menghentikan air matanya. Ibu menangis diam-diam dikamar. Ritsu menyadari kalau ibunya menangis dna ia tidak mengatakan apapun.

Di rumah keluarga Nireno, Ayah dan ibu mencoba gohei mochi buatan Suzume dan sepertinya hasilnya cukup memuaskan. Saat itu Kan-chan pulang ke rumah sambil berlari dengan manga di tangannya. Suzume bingung karena tapi ibu Ritsu mengatakan kalau Ritsu akan mengantar Kan-chan pulang, tapi kenapa Ritsu nggak kelihatan. Suzume ke kamar bertanya pada Kan-chan dan Kan-chan mengatakan Ritsu hanya mengantar sampai depan dan langsung pulang, dia nggak singgah di rumah dulu wkkwkkwkwkw. Ritsu takut dimarahi Suzume.
Saat itu Kan-chan sedang membaca manga Suzume, lebih tepatnya cuma melihat-lihat gambar aja karena Kan-chan masih belum bisa membaca. Suzume tentu saja kaget melihat manganya dibaca oleh Kan-chan dan Kan-chan mengatakan kalau Ritsu yang memberikan itu padanya. Suzume langsung panik dan mencoba mengambil manganya kembali, tapi Kan-chan terlalu gesit menghindar.
Ritsu sedang melakukan sesuatu di kamarnya saat ia handphone-nya berdering. Saat ia melihat nama Suzume ada dilayar, ia sudah tahu apa yang akan terjadi. Ritsu dengan hati-hati menjawab telpon Suzume dan seperti dugaannya, Suzume sudah marah ditelpon.
Suzume kesal karena Ritsu memberitahu Kan-chan mengenai masa lalunya dan Ritsu mengatakan ia tak punya pilihan lain. Lagi pula pekerjaan masa lalu Suzume bukan sesuatu hal yang memalukan, kenapa Suzume harus malu kalau puterinya tahu. Ritsu juga mendengar dari Kan-chan kalau Suzume selama ini tidak pernah menggambar lagi dan Ritsu mengatakan tidak ada salahnya jika Suzume menggambar, karena Suzume sejak dulu suka menggambar.
Suzume tidak peduli dan mengingatkan Ritsu meski mereka dekat, Ritsu seharusnya tahu apa hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan. LOL
Suzume langsung menutup telpon dan Ritsu sudah menduga sih, dari dulu kalau Suzume marah dia selalu begitu.

Malam itu Suzume merenung sendirian dan teringat kata-kata Ritsu. Setelah berhenti menjadi mangaka, menggambar sepertinya hal yang tabu baginya. Malam itu untuk pertama kalinya, Suzume menggoreskan pensil dan menggambar lagi. Ia menggambar karakter-karakter manga miliknya sambil tersenyum. Sepertinya Suzume merindukan mereka.
Kakek melihat Suzume dan mendekatinya. Ia mengatakan kalau pekerjaan masa lalu Suzume bukanlah hal yang memalukan, kakek tahu seberapa keras Suzume berjuang menjadi seorang mangaka. Ia dulu juga pernah mengalami banyak kegagalan dan menurutnya kegagalan bukanlah sesuatu hal yang memalukan. Suzume terdiam.

Suzume menggambar sesuatu untuk puterinya, seekor anjing. Ia akan memberikan gambar pertamanya itu pada Kan-chan dan mencari Kan-chan di kamar, tapi Kan-chan tidak ada disana.
Kan-chan ternyata ada di kamar orang tuanya, ayahnya membacakan manganya untuk Kan-chan dan saat Suzume melihatnya, Suzume mencoba menghentikan mereka. Suzume sangat malu karena hal itu. Tapi Kan-chan mengatakan pada ibunya kalau manga ibunya sangat keren dan ia menyukainya.
Suzume terdiam mendengarnya.

Keesokan harinya, karena bahagia, Suzume memasak untuk keluarga. Aku nggak ngerti kenapa Sota pagi-pagi makan di rumah keluarga Nireno, padahal dia punya keluarga sendiri wkwkwkwkwkw.
Sebelum berangkat ke sekolah TK-nya, Kan-chan mampir di rumah Ritsu. Ia meniup peluit milik Suzume dan membuat Ritsu terbangun. Saat ia membuka jendela, ia melihat Kan-chan dibawah dan memamerkan gambar anjing yang digambar ibunya. Kan-chan mengatakan itu adalah gambar pertama ibunya untuknya dan Ritsu ikut senang.
Sebenarnya Ritsu setengah mengantuk mengatakan kalau ia merasa kembali ke masa lalu mendengar suara peluit itu lol. Suzume memberikan peluit Ritsu pada puterinya.

Kakek yang sudah pensiun lebih banyak menghabiskan waktu di rumah dan membaca. Kadang Suzume akan memanggilnya untuk mencicipi gohei mochi, kadang kakek akan merenung sendirian memikirkan masa lalu, atau memikirkan anak cucunya.
Kan-chan satu sekolah dengan putera Sota, Daichi dan saat pulang ke rumah, mereka akan menyapa kakek terlebih dahulu. Mereka berdua sangat ribut kalau sudah di rumah. Istri Sota yang menjemput mereka ke sekolah dan mengantarkan Kan-chan ke rumah.
Sepertinya yang mengurus Kan-chan kebanyakan adalah keluarganya, dia jarang kelihatan bersama puterinya lol. Sore itu, Kan-chan bersama kakek dan kokonta, boneka rubanhnya. Kan-chan sendirilah yang menamai boneka rubahnya dan kakek jadi teringat masa lalu, ia tak pernah berhasil memberikan nama untuk anak cucunya.
Tapi kali ini, kakek sudah memikirkan nama untuk kedai baru mereka. Tapi kakek tidak percaya diri dan membisikkan pada Kan-chan. Ia meminta Kan-chan merahasiakan hal itu dari yang lain dan Kan-chan mengerti.
Setelah itu, keduanya kemudian tidur siang bersama-sama.

Suzume selesai membuat gohei mochi dan kali ini ia meminta Sota dan Kento mecicipinya. Keduanya terkejut karena Gohei mochi buatan Suzume sangat enak. Suzume senang mendengarnya.
Suzume langsung berlari ke rumah untuk meminta kakek mencobanya. Ia melihat kakek tidur bersama Kan-chan dan berusaha membangunkan mereka. Suzume memanggil Kan-chan dan Kan-chan langsung bangun. Suzume merasa aneh karena kakek tidak bergerak dan mencoba membangunkan kakek tapi tidak ada jawaban.
Suzume terduduk dan Kan-chan duduk di pangkuan ibunya. Suzume terdiam menatap kakek.
Hari itu adalah hari yang cerah dimana kakek menghembuskan nafas terakhir dalam tidurnya diusia 88 tahun.

Upacara penghormatan terakhir dilakukan malam itu, Ritsu juga datang memberikan penghormatan terakhirnya. Kan-chan sempat menghilang dari tempat duduknya dan membuat semuanya panik. Ternyata ia tidur disamping almarhum kakek dan membuat semuanya terkejut saat Kan-chan keluar dari balik selimut. (Bagian ini sempat diprotes oleh netizen, katanya Kan-chan nggak sopan banged, seharusnya ibunya lebih mengajari hal yang boleh dan tak boleh dilakukan. Sebenarnya sih ini untuk komedi, tapi memang sih menurutku penulisnya terlalu berlebihan).
Kan-chan masih tidak tahu apa yang terjadi pada kakek dan bertanya pada ibu kenapa badan kakek dingin sekali. Suzume mencoba menjelaskan kalau kakek sudah tidak ada di dunia ini lagi dan Kan-chan tidak mengerti. Ibu Suzume menegur Suzume untuk menjelaskan dengan baik agar Kan-chan mengerti, jangan to the point.
Sebelum jenazag di kremasi, para keluarga berkumpul untuk melihat wajah kakek terakhir kalinya. Semuanya menahan air mata, tapi Kento tak bisa melakukannya, dia menangis paling keras diantara seluruh keluarga dan ibu membuat ayah ikut menangis. Wajah kakek memperlihatkan senyuman untuk terakhir kalinya.

Sejak kakek meninggal dunia, Kan-chan kelihatan sedikit aneh. Kan-chan adalah orang yang paling dekat dengan kakek, jadi sepertinya kepergian kakek sangat mempengaruhinya.
Kan-chan tidak bisa tidur sendirian dan kalau sendirian, ia akan mencari ibunya. Kalau ibunya telat datang sedikit saja, Kan-chan akan berteriak memanggil ibunya dan protes kalau ia meminta ibu datang ibu harus datang cepat.
Malam itu, Suzume menemani Kan-chan tidur sambil membicarakan kakek. Ia menjelaskan apa yag terjadi pada orang yang sudah meninggal pada Kan-chan.

Ibu Ritsu datang ke rumah keluarga Nireno bersama Ritsu. Ibu Ritsu ingin memberikan penghormatan pada kakek. Yang ada dirumah hanya ibu Suzume.
Anggota keluarga yang lain pergi ke lokasi kedai kedua yang ternyata sudah selesai. Jadi, ayah Butcha adalah orang yang diminta ayah Suzume untuk mengurus semuanya. Kedai kedua ini, lebih mirip sebuah cafe. Seperti permintaan ayah, ada gerbong kereta api disana, dapurnya juga cukup luas. Keluarga Nireno sangat puas dengan kedai kedua itu.
Tapi masalahnya adalah nama kedainya.

Saat makan malam, keluarga membicarakan nama untuk kedai kedua dan Kan-chan mengatakan kalau kakek memberitahukan nama kedai kedua itu padanya. Semuanya terkejut mendengarnya.  Mereka meminta Kan-chan memberitahu nama kedai itu tapi Kan-chan mengatakan ia sudah janji pada kakek kalau ia tak akan memberitahukan pada siapapun.
Suzume menelpon Ritsu untuk meminta bantuan. Suzume tahu kalau Kan-chan sangat menyukai Ritsu dan jika Ritsu merayu Kan-chan, Kan-chan pasti akan bicara. Ritsu tidak yakin mengenai hal itu, tapi ia mengatakan ia akan mencobanya.
Saat Kan-chan datang, Suzume mengatakan kalau Ritsu ingin bicara sesuatu pada Kan-chan dan memberi telponnya pada Kan-chan.
Kan-chan menerima telpon dan Suzume menguping, Kan-chan melirik ibunya seolah-olah bertanya kenapa ibu menguping lol. Suzume langsung mengatakan kalau ia ingin mendengar pembicaraan mereka HAHAHHAHAAH.

Kan-chan tanpa basa basi langsung bertanya apakah Kan-chan mau memberitahunya nama toko yang kakek sebutkan dan Suzume terkejut, ia langsung mengambil telpon dan protes kenapa Ritsu to the point begitu, harusnya Ritsu merayu Kan-chan terlebih dahulu.
Tapi lucunya, Kan-chan langsung luluh pada Ritsu dan mengatakan kalau ia akan mengatakannya. Suzume sampai shock, karena saat keluarga yang meminta Kan-chan tidak mau mengatakannya, tapi saat Ritsu bicara, Kan-chan langsung oke wkwkkwkkw. Ritsu sebenarnya kaget juga sih karena Kan-chan mau bicara.
Jadi Kan-chan mulai mengatakan nama kedai yang ditinggalkan oleh kakek, tapi saat itu Kan-chan masih diluputi rasa nggak enak, padahal ia sudah janji pada kakek untuk merahasiakannya.
Pada akhirnya, Kan-chan hanya mengatakan petunjuk saja, ia tak mengatakan semuanya karena ia tak bisa melanggar janjinya dengan kakek.

Suzume jadi bingung sendiri, keluarga Nireno ingin nama kedai adalah nama pemberian kakek, karena mereka merasa nggak enak selama ini kakek selalu gagal memberi nama. Tapi untuk membuat Kan-chan bicara, sangatlah sulit.
Kento bahkan berusaha untuk merayu Kan-chan dengan membuatkan es serut warna warni untuknya. Kan-chan sangat senang tapi begitu Kento meminta Kan-chan memberi tahu nama kedai, Kan-chan jadi nggak semangat. Ia mengatakan kalau Kento membuatkan es serut untuknya hanya demi nama kedai, ia tak mau melakukannya HAHAHAHHAHA.
Kento jadi merasa bersalah dan tak ingin Kan-chan jadi membencinya karena hal itu.

Tsubasa datang berkunjung ke rumah kakeknya dan kakek dengan semangat menjelaskan mengenai kamera pada Tsubasa. Tsubasa sepertinya tertarik dengan fotografi.
Saat kakek meninggalkannya, Tsubasa mencoba kamera kakeknya. Saat itu, Kan-chan masuk ke rumah dan Tsubasa tak sengaja memotretnya. Itu adalah pertemuan pertama Kan-chan dan Tsubasa, keduanya kelihatan saling tersenyum.
Kakek membawa keduanya ke ruang gelap untuk mencetak foto dan mereka mencetak foto pertama Tsubasa, yaitu foto Kan-chan. Kakek bertanya apakah mereka ingin mencoba mencetak foto dan Tsubasa membiarkan Kan-chan yang mencoba. Saat kakek mengatakan kalau foto pertama yang dipotret Tsubasa adalah foto Kan-chan, Tsubasa senyam senyum gitu.
Awwww, aku merasakan chemistry yang kuat antara Kan-chan dan Tsubasa.

Ibu mencoba mencari buku yang biasanya di corat-coret oleh kakek saat kakek memikirkan nama untuk cucu-cucunya. Ibu berfikir mungkin mereka bisa menemukan petunjuk disana. Suzume mencoba membacanya satu per satu tapi ia benar-benar tidak bisa menemukan petunjuk.
Sota datang menemui kakaknya meminta Suzume untuk menelpon ponselnya, karena ia kehilangan ponselnya. Suzume kemudian menelpon dan ternyata ponselnya ada di kedai.
Suzume kemudian merasa kalau ia menemukan petunjuk penting. Kalau nggak salah petunjuknya adalah ponsel (keitai) dan boneka Kan-chan 'Kokonta'.
Suzume menaruh dua benda itu di meja dan menatapnya, ia memikirkan apa kira-kira nama kedai baru yang dikatakan kakek pada Kan-chan. Suzume berfikir dan berfikir, ia kemudian menemukan sesuatu.

Suzume langsung menelpon rumah keluarga Hagio untuk memberitahu Ritsu. Tapi yang mengangkat telpon adalah ibu Ritsu, Suzume bertanya apakah Ritsu ada di rumah dan ibu Ritsu mengatakan Ritsu ada tapi......
Ibu Ritsu ragu akan sesuatu. Ternyata itu karena istri Ritsu ada rumah, jadi dia nggak enak memberikan telpon dari seorang wanita pada Ritsu HAHAHHAHHAA.
Istri Ritsu dan Ritsu baru pulang belanja dan istri Ritsu menatap ibu mertuanya dan bertanya siapa yang menelpon. Ibu diam saja.
Istri Ritsu kemudian mengambil ponsel dan Suzume yang berfikir kalau orang yang menerimanya adalah Ritsu tanpa basa-basi lansung mengatakan kalau ia sudah tahu nama kedai baru yang dikatakan kakek pada Kan-chan.
Istri Ritsu kemudian bertanya siapa Suzume dan apa keperluannya dengan suaminya.
Suzume terdiam.

-To Be Continued-

Komentar:
LOL. Istri Ritsu kelihatan agak menyeramkan sih. Tapi kan Suzume nggak ngapa-ngapain, ada baiknya dia langsung menjelaskan dia siapa yang apa tujuannya menelpon. Aku baca di spoiler minggu ke-22, Suzume langsung menutup telponnya. Dan menurutku itu justru lebih membuat Suzume jadi orang mencurigakan.
Btw, Ritsu ini kalau soal wanita agak kurang beruntung ya. Teman masa kecilnya selamanya nggak dewasa, masih kayak anak-anak; pacar pertamanya cemburuan dan muka dua; istrinya kelihatan menyeramkan HAHAHAHAHAHAHA.
Untung Ritsu orangnya agak kalem ya XD

Di minggu ke-20 ini, aku rasa heroinenya berubah dari Suzume ke Kan-chan. Kan-chan benar-benar sangat imut, gaya bicaranya yang alami dan aktingnya juga lumayan bagus. Hanya saja, karakternya menurutku kurang sopan. Dia memanggil orang dewasa hanya dengan nama saja, misalnya Ritsu, Sota dan Kento.
Mungkin penulis ingin memperlihatkan kalau Kan-chan anaknya asik tapi menurutku Suzume sebagai seorang ibu harus mengajari anaknya dengan baik agar memanggil orang dewasa tidak dengan namanya saja, karena memang nggak sopan sih. Banyak juga netizen yang protes mengenai hal itu sampai-sampai mereka mengatakan itu karena Suzume nggak perhatian sama anaknya, karena yang mengurus anaknya itu orang lain lol.
Terlepas dari itu menurutku Kan-chan anaknya baik.

Chemistry Kan-chan dengan Ritsu sangat bagus, aku suka Ritsu yang akrab dengan Kan-chan tapi malah kelihatana kalau Ritsu lebih banyak mengurus Kan-chan ketimbang ibunya sendiri HAHHAHHAHA.
Chemistry Kan-chan dan Tsubasa juga bagus, ya ampun, padahal baru ketemu tapi pas mereka saling senyum itu manis bangeeeeeed. Apa yang akan terjadi kalau Kan-chan dan Tsubasa saling menyukai ya, meski mereka berdua masih kecil sih, tapi menurutku ada baiknya penulis menjodohkan mereka dari pada Ritsu dan Suzume.
Tapi sayang banged, penulisnya sudah menjodohkan Suzume-Ritsu sejak awal. Sayang banged chemistry Kan-chan dan Tsubasa sepertinya harus menjadi kakak dan adik wkkwkwkwkw.

Dari episode ini, aku rasa sudah banyak yang menebak siapa yang akan meninggal minggu depan. Penulis drama ini belakangan membuat banyak tokoh yang meninggal dan dalam beberapa minggu kedepan, akan ada satu tokoh yang meninggal lagi, jadi siap-siap aja + ada satu tokoh yang didiagnosis penyakit kanker. hmmmmmmm.
Adegan kakek meninggal sangat sedih tapi selanjutnya dibuat ada candaan didalamnya, jadi sedihnya bisa membuat kita ketawa. Aku berharap mereka tetap menggunakan nama kedai pemberian kakek jika Suzume memang menebaknya dengan benar, karena kakek sejak dulu selalu ingin menamai sesuatu tapi pada akhirnya ia tak bisa memberikan nama.
Itu adalah peninggalan terakhir kakek dan kau harap mereka memanfaatkannya dengan baik. Kabarnya sih kedai kedua itu nantinya akan sangat populer di Fukurocho dan sepertinya akan jadi tempat kumpul-kumpul yang baru.
Hanya saja Suzume akan kehilangan kedai kedua itu setelah Kento menikah dan kedai itu diwariskan padanya.

Suzume kelihatannya sangat sulit menemukan tempat baginya di Fukurocho dan seikit spoiler, nantinya Ritsu akan meninggalkan Fukurocho lagi untuk waktu yang lama dan Suzume akan kembali ke Tokyo demi impian puterinya.
Aku penasaran apakah selama time jump nantinya pemeran Kan-chan juga akan digantikan oleh orang lain. Wajah Nagano Mei terlalu muda untuk memerankan seorang ibu, apalagi saat dia berusia 40 tahunan nanti. Tapi semoga nggak terlalu kelihatan sih ya. Aku hanya berharap penulis mengembangkan karakter Suzume, karena Suzume sama sekali nggak berubah sejak dia masih belasan tahun. Karakternya masih seperti anak-anak.
Memang sih kata kakek, orang dewasa itu selamanya adalah anak-anak, tapi pasti ada yang membedakan antara seorang remaja dan seseorang yang sudah menjadi ibu. Kalau dibandingkan dengan asadora lain, pasti terasa banged kelemahan Hanbun, Aoi salah satunya ada disana, yang paling utama sih memang naskahnya.
Aku sempat baca artikel oricon yang melakukan survei mengenai tingkat kepuasan Hanbun, Aoi dan tingkat kepuasannya sangat rendah meski ratingnya tinggi. Terutama sejak minggu ke-15, turun drastis tingkat kepuasannya, padahal ratingnya sejak minggu ke-15 itu naik.
Tingkat kepuasan penonton Hanbun, Aoi yang cukup stabil dan tertinggi adalah masa-masa Suzume menjadi seorang mangaka.

Hanbun, Aoi sudah menyelesaikan syuting pada tanggal 17 Agustus 2018 lalu dan fotonya baru dipublikasikan pada 18 Agustus 2018. Scene terakhir tentu saja adegan sang heroine, Nagano Mei yang menyelesaikan syutingnya setelah 10 bulan bersama dengan para kru dan staf Hanbun, Aoi. Nagano Mei terpilih menjadi heroine asadora melalui audisi dan diumumkan pada Juni 2017 dan memulai syuting sejak november 2017. 10 bulan adalah waktu yang sangat panjang dimana Mei memerankan karakter yang sama tapi Mei mengaku kalai itu adalah waktu yang singkat. Itu adalah pertama kalinya ia syuting dalam jangka waktu yang sangat panjang dan ia punya banyak sekali kekhawatiran apakah dia bisa melakukannya dengan baik, apakah ia sudah bisa memerankan heroine dengan baik. Mei mengakui ia mendapat dukungan dari banyak orang dan membuatnya bertahan. Hanbun, Aoi akan menjadi drama yang paling berkesan dalam hidupnya dan sesuatu yang bisa ia banggakan. Ia mengatakan kalau ia ingin sekali lagi memerankan heroine asadora HAAHHAHHAAH. Nggak mungkin sih seorang aktris 2 kali menjadi heroine, meski dulu ada tapi sekarang sepertinya hanya 1 kali kesempatan. Tapi ada kemungkinan dia akan tampail di asadora lainnya meski bukan heroine.
Foto-foto crank-up Hanbun, Aoi ini sedikit sekali, hanya ada 2 foto, foto Suzume dan Ritsu. Aku nggak ngerti kenapa media jepang nggak mau membagikan foto lainnya, apakah karena akhir pekan ya. Mungkin senin nanti baru dirilis foto lainnya.
Aku sudah mengikuti crank-up dari 3 asadora, Beppin-san, Hiyokko dan warotenka, saat crank-up itu ada banyak sekali fotonya, nggak cuma dua. Makanya aku heran juga kok Hanbun, Aoi hanya merilis 2 foto HAHAHAHHAHA.

Share:

1 comment:

  1. Yey akhirnya upload lagi....
    Semangat kakak.... 😍😍😍
    Minggu ini bikin mewek deh, pas adegan kakek meninggal sedih banget...

    ReplyDelete

Translate

Follow by Email

NOTE:

DILARANG RE-UPLOAD / COPY PASTE TULISAN DI BLOG INI!

JIKA INGIN SHARE, CUKUP LINK KE POSTINGANNYA SAJA, BUKAN ISINYA!


Follow Clover Blossoms on Twitter

[Trivia] Japanese Movie Recommendations List

Karena ada banyak yang menanyakan rekomendasi untuk J-Movie, jadi aku memutuskan untuk membuat list rekomendasi Japanese Movi...

Recent Posts

Recent Posts Widget

Popular Posts This Week

Actor / Actress

Airi Matsui Anna Ishii Aoi Miyazaki Aoi Wakana Aom Sushar Araki Yuko Bebe Tanchanok Chen Duling Chiba Yudai Choi Ara Dori Sakurada Eikura Nana Eita Fukushi Sota Fuma Kikuchi Fumi Nikaido Gao Zhi Ting Go Kyung Pyo Gong Yoo Gou Ayano Han Seung Yeon Han Yeri Hana Sugisaki Haruka Fukuhara Haruma Miura Haruna Kawaguchi Hashimoto Ai Hashimoto Kanna Hayato Isomura Hikari Mitsushima Hirano Sho Hiroki Narimiya Hirose Alice Hirose Suzu Honoka Yahagi Horii Arata Hu Yi Tian Hwang Jung Eum Hyeri Inoue Mao Ishihara Satomi Jang Se Hyun Jeon Ji Hyun Ji Soo Ji Woo Joo Won Jun Shison Jung Ryu Won Jung So Min Kamiki Ryunosuke Kasumi Arimura kawakami juria Kei Tanaka Kengo Kora Kentaro Kento Hayashi Kento Nagayama Kim Go Eun Kim Ji Won Kim So Hyun Kim Soo Hyun Kim Tae Ri Kim Woo Bin Kim Yoo Bin Kim Yoo Jung Kim Yoo Mi Kitamura Takumi Komatsu Nana Kubota Sayu Kudo Asuka L Lee Bo Young Lee Chung Ah Lee Dong Hwi Lee Dong Wook Lee Gi Kwang Lee Jong Suk Lee Joon Lee Soo Hyuk Lee Yoo Jin Mackenyu Mahiro Takasugi Maika Yamamoto Maki Horikita Marie Itoyo Masahiro Higashide Masaki Suda Masataka Kubota Mayu Matsuoka Mei Nagano Mikako Tabe Mike D angelo Min Do Hee Minami Hamabe Mirai Moriyama Mirai Shida mirai suzuki Mitsuki Takahata Miwa Miyu Yoshimoto Moe Arai Mone Kamishiraishi Nadine Lustre Nagasawa Masami Nao Nijiro Murakami Nounen Rena Osamu Mukai Park Bo Gum Park Eun Bin Park Hae Jin Park Seo Joon Park Shin Hye Pattie Ungsumalynn Phan Pagniez Reina Visa Rina Kawaei Ryo Ryusei Ryo Yoshizawa Ryoma Takeuchi Ryota Katayose Ryu Hwa Young Ryu Jun Yeol Sakaguchi Kentaro Sakuma Yui Sakurako Ohara Sato Kanta Satoshi Tsumabuki Seo Hyun Jin Seto Koji Shen Yue Shim Eun Kyung Shimon Okura Shin Hyun Soo Shirota Yuu Shohei Miura Shono Hayama Shuhei Nomura Shunya Shiraishi sometani shota Son Seung Won Song Ha Yoon Sun Woong Suzuki Ryohei Suzy Taishi Nakagawa Takanori Iwata Takeru Sato Takuya Kusakawa Tao Phiangphor Tasuku Emoto Tori Matsuzaka Tsubasa Honda Tsuchiya Tao Yamazaki Kento Yamoto Yuma Yoo In Na Yoo Seung Ho Yook Sung Jae Yoon Park Yoon So Hee Yoshine Kyoko Yosuke Sugino Yu Aoi yua shinkawa Yui Aragaki Yuina Kuroshima Yuki Furukawa Yuki Izumisawa Yuki Yamada Yuko Oshima Yuna Taira Yuriko Yoshitaka Yuta Hiraoka Yuya Matsushita Yuya Yagira

Drama / Movie

A Love So Beautiful A Story of Yonosuke Age of Youth 2 Always Sunset on Third Street Anikoma Anohana Anone Ao Haru Ride Arbitratily Fond Asa ga Kita Ashi Girl At Cafe 6 Beppin-San Biscuit Teacher and Star Candy Bittersweet Boku Dake ga Inai Machi Boku no Ita Jikan Boukyaku no Sachiko Bubblegum Cafe Waiting Love Carnation Chia Dan Chihayafuru Crybaby Pierrot's Wedding Crying Out Love in the Center of the World Daily Lives of High School Boys Dating DNA Departures Eulachacha Waikiki Evergreen Love Father is Strange Fleet of Time Forever Young Frankenstein no Koi From Five to Nine Gakko no Kaidan Gegege no Nyobo Gochisousan God Gift Good Morning Call Good Morning Call 2 Goon Ju Hana and Alice Hana Nochi Hare Hanako to Anne Hanbun Aoi Haruchika Hirunaka no Ryuusei Hirune Hime Hiyokko Honey and Clover Hot Road Hyouka I Love You in Tokyo I Want to Eat Your Pancreas If We Were A Season Itakiss LIT Itakiss LIT S2 Itakiss Movie Kahogo no Kahoko Kaze no Haruka Kidnap Tour Kiki Delivery Service Kimi no Na Wa Kingyo Club Kiss Me Thailand Koe no Katachi Koinaka Kuragehime Linda Linda Linda Little Forest Love Letter Lucky Romance Ma Boy Man From The Stars March Comes in Like a Lion Mare Massan May Who? Moriyamachu Driving School My Huckleberry Friends My Husband Can Not Work My Little Sweet Pea My Old Classmate Nagi no Asukara Narratage Natsuzora Nodame Cantabile Oboreru Knife Ohisama Omotesando On The Wings of Love One Million Yen Girl One Week Friends Operation Love Orange Orange Days Ore Monogatari Our Little Sister Our Times Pinocchio Princess Hours Thailand Rage Rainbow Song ReLIFE Reply 1988 Romance Full of Life Sannin No Papa she was pretty Shigatsu wa Kimi no Uso Sing Salmon Sing Solanin Sound of Your Heart Splish Splash Love Ssam My Way Strobe Edge Sukina Hito ga Iru Koto Teiichi no Kuni The 100th Love The Anthem of the Heart The Best Hit The Great Passage The Left Ear The Woodsman and The Rain The World of Us Today's Kira-kun Todome no Kiss Toki wo Kakeru Shojo Tokyo Tarareba Girls Tomorrow Cantabile Tonari no Kaibutsu-kun Toto Nee Chan Twenty Years Old Twilight Saya in Sasara Under the Hawthorn Tree Wakamonotachi Warotenka We All Cry Differently What A Wonderful Family While You Were Sleeping Wise Prison Life Wood Job Yellow Elephant Yesterday Once More Your Lie in April Youth Over Flowers

Blog Archive

Recent Comments

Random Posts