Saturday, 7 July 2018

[Recap] Hanbun, Aoi Week 14 (Episode 79-84)

Minggu ke-14 memasuki paruh kedua drama yang artinya kita sudah melewati setengah dari perjalanan hidup Suzume yang menjadi tema utama drama ini. Di minggu ke-14 ini para karakter baru akan muncul dan aku suka mereka sengaja memunculkannya di pertengahan, biasanya itu pasti karakter baru muncul di akhir minggu atau awal minggu lol. Tentu saja aku excited dengan penampilan Mamiya Shotaro yang akan menjadi kanidat utama suami Suzume XD
Kira-kira seperti apa kisah cinta yang akan disuguhkan oleh penulis?

Sinopsis Half, Blue Week 14: Habatakitai!
-I want to flapping-

Kesempatan terakhir Suzume sebagai seorang mangaka. Dia harus menyelesaikan cerita 'Someday, I will met you'. Suzume menggambar manganya dengan baik dan awalnya kelihatan sangat lancar. Tapi Suzume kembali mengalami slump saat ia akan menggambar halaman terakhir manganya. Ia tidak tahu bagaimana ia harus mengakhiri cerita manganya.
Suzume merenung sepanjang malam dan begitu pagi tiba, Suzume masih tidak bisa menggoreskan penanya. Suzume benar-benar tidak punya ide bagaimana mengakhiri ceritanya.
Suzume kemudian memutuskan untuk tidur dan disana Suzume bermimpi ia ada dipelabuhan dan kapal sudah meninggalkannya. Suzume mencoba untuk berteriak memanggil kapal itu agar menunggunya. Tapi kehidupan tidak akan menunggumu, kau lah yang harus mengejarnya.
Akikaze, Yuko dan Bokute menunggu Suzume menyelesaikan manganya. Mereka sangat mengkhawatirkan Suzume.

Pagi selanjutya, Suzume masih belum bisa menggambar untuk halaman terakhir manganya. Saat itu Suzume mendapat sebuah telpon dari seseorang yang ia rindukan. Ritsu.
Suzume berfikir Ritsu menelponnya karena ia ketahuan saat datang ke rumah Ritsu waktu itu, ia pikir istri Ritsu mungkin menceritakan hal itu pada Ritsu. Tapi ternyata Ritsu menelpon untuk mengabarkan mengenai pernikahannya dan ia mendapat nomor telpon Suzume dari Butcha.
Suzume dan Ritsu bicara di telpon, aku kurang ngerti mereka membicarakan apa, sepertinya sih mengobrol mengenai pekerjaan dan kehidupan mereka sekarang. Ritsu mengatakan ia mendengar dari Akikaze sensei kalau manga Suzume akan terbit bulan depan dan Ritsu menantikan manga Suzume. Suzume meneteskan air mata setelah Ritsu menutup telponnya.
Aku pikir setelah telpon Ritsu itu, Suzume akan menemukan ending untuk manganya, tapi ternyata sampai akhir Suzume tidak bisa menggambar ending manga terakhirnya itu.

Hari itu adalah deadline manga Suzume. Editor sudah menunggu dengan was was karena Suzume belum menampakkan wajahnya di kantor Akikaze. Bokute dan Yuko terpaksa menjemput Suzume di kamarnya. Suzume keluar dengan wajah lusuh membawa manganya. Akikaze memeriksanya terlebih dahulu dan ia terkejut saat melihat Suzume belum menggambar untuk halaman terakhir manganya.
Suzume meminta maaf dan mengatakan kalau kemampuannya hanya sebatas itu. Editor Suzume langsung panik karena ia akan mendapat masalah jika Suzume tidak menyelesaikan manganya. Suzume bahkan sampai berlutut dihadapan editornya.
Akikaze menghela nafas dan sepertinya ia sudah menduga kalau hal itu akan terjadi. Akikaze ternyata sudah mempersiapkan naskah one-shot sebagai pengganti manga Suzume kalau-kalau Suzume tidak menyelesaikan manganya tepat waktu.
Editor sangat senang karena sejak awal dia memang menginginkan manga Akikaze, bukan Suzume.

Suzume menatap manga yang sudah disiapkan oleh Akikaze. Di covernya, Suzume melihat ada namanya, Suzume terkejut.
Akikaze ternyata menggunakan ide cerita Suzume untuk manga tersebut dan di covernya Akikaze ingin nama Suzume dituliskan sebagai pemilik ide cerita.
Suzume menatap manga itu dan mengatakan ia tak percaya namanya ada berada disamping nama Akikaze, mangaka yang sangat ia kagumi. Ini seperti mimpi bagi Suzume tapi tentu saja dia sedih karena ini akan menjadi akhir dirinya sebagai seorang mangaka.

Suzume kembali ke kamarnya ditemani oleh Yuko. Suzume sangat mengantuk dan ia tiduran di tempat tidurnya. Suzume mulai bergumam mengingat hari-harinya sebagai seorang mangaka. Selama 10 tahun ia sudah berjuang dengan keras dan ia tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini.
Yuko memeluk Suzume dan mengatakan kalau Suzume sudah berusaha dengan keras sebagai seorang mangaka. Yuko menangis melihat tangan Suzume bengkak dan terluka karena Suzume terus menulis manga selama ini.

Bokute bicara pada Akikaze mengenai Suzume. Melihat Suzume yang menderita beberapa waktu itu, Bokute merasa hatinya sangat sakit. Ia tahu Suzume berjuang dengan keras demi manga, tapi menurutnya Suzume sudah berjuang terlalu keras dan ia ingin agar Akikaze menghentikan Suzume.
Jika Akikaze merasa Suzume tidak punya harapan, ia ingin Akikaze melepaskan Suzume dan mengakhiri penderitaannya.

Majalah manga edisi terbaru sudah terbit. Di dalamnya ada manga yang digambar Akikaze dengan ide cerita milik Suzume.
Suzume masih menggambar manga, ia berusaha menyelesaikan manga terakhirnya.  Saat akhirnya ia berhasil membuat ending yang menurutnya adalah ending terbaik yang ia bisa berikan, Suzume tersenyum puas.

Hari itu Suzume menelpon kakeknya. Awalnya kakek pikir Suzume ingin bicara pada ibu atau ayah, tapi Suzume mengatakan kali ini ia menelpon ingin bicara pada kakeknya.
Suzume tidak bisa mengatakan mengenai dirinya yang akan berhenti menjadi mangaka pada orang tuanya, jadi Suzume hanya bisa mengatakan pada kakeknya. Suzume mengatakan pada kakek kalau sepertinya ia akan berhenti menjadi mangaka dan kakek bersikap dewasa menanggapinya. Ia tidak bertanya alasannya pada Suzume dan memaklumi keputusan yang dibuat oleh cucunya. Suzume meminta kakek merahasiakannya dari ayah dan ibunya.
Kakek menceritakan saat perang dulu dia terkurung dalam gua selama berhari-hari dan hanya sebuah cahaya yang masuk dari lubang di goa itu yang memberinya semangat untuk tetap hidup. Ia yakin suatu hari nanti Suzume akan menemukan cahaya seperti itu.
Suzume mengatakan kalau ia tidak tahu apa yang akan ia lakukan setelah berhenti menjadi mangaka dan kakek mengatakan kalau itu Suzume, maka Suzume akan baik-baik saja.
Suzume berusaha menahan air matanya saat ia bicara pada kakek. Aku sangat suka adegan Suzume dan kakek ini, rasanya dalam banged. Apalagi saat Suzume meminta kakek menyanyi untuknya dan saat mendengar nyanyian kakeknya, Suzume tersenyum sambil menangis.

Suzume menemui Akikaze sensei dan memperlihatkan manga terakhirnya yang akhirnya bisa ia selesaikan. Akikaze membaca manga itu dan mengatakan manganya cukup bagus. Suzume tahu kalau Akikaze berbohong.
Suzume menatap Akikaze sensei dan meminta Akikaze mengatakan hal yang sebenarnya. Akikaze terdiam. Suzume mengatakan ia tahu kemampuannya hanya sebatas ini dan mengatakan kalau ia akan berhenti menjadi mangaka.
Akikaze dan Wakana yang ada disana terkejut mendengarnya. Suzume mengatakan ia mungkin punya banyak ide tapi ia tak bisa mengembangkannya. Ia adalah seekor burung yang ingin terbang tapi ia tak punya sayap. Sayap yang dibutuhkan oleh seorang mangaka, ia tidak mempunyai itu, makanya ia tak bisa terbang.
Akikaze hanya bisa menatap Suzume karena Suzume sudah membulatkan tekadnya untuk berhenti. Akikaze akhirnya memberi izin pada SUzume untuk berhenti menjadi mangaka.
Suzume menangis dan membungkuk pada Akikaze. Ia sangat berterima kasih karena Akikaze sudah membimbingnya selama kurang lebih 10 tahun.

Hari kepindahan Suzume dari apartemen Akikaze Haori. Cuaca hari itu sangat cerah. Bokute dan Yuko membantu Suzume pindah rumah.
Wakana menemui ketiganya dan memberikan hadiah dari Akikaze untuk mereka. Akikaze memberi mereka kumpulan gambar dari manga-nya yang menjadi favorite mereka. Suzume mulai mengenal Akikaze sejak ia membaca 'Itsumo Pocket no Chopin' dan Suzume mendapat kumpulan gambar dari manga itu. Bokute dan Yuko juga mendapat kumpulan gambar dari manga Akikaze yang mereka sukai. Mereka bertiga tersenyum bahagia dan mengingat kembali perasaan saat pertama mereka jatuh cinta pada manga Akikaze Haori.

Sementara itu dihari kepindahan Suzume, Akikaze ada di rumahnya.
Akikaze tahu kalau sebenarnya keputusan itu adalah keputusan terbaik bagi Suzume, karena itu ia tidak mencoba menghentikan Suzume.
Untuk pertama kalinya Akikaze membuka kaca mata hitam yang selalu ia pakai. Ada sebuah gambar di dinding kantornya dan ia menggambar 3 burung terbang menjauh dari gambar itu dan menambahkan air mata di gambar tersebut.
Itu menunjukkan kesedihan mendalam Akikaze, karakter manga yang menangis itu adalah dirinya dan 3 burung kecil yang terbang itu adalah Suzume, Yuko dan Bokute.
Saat Bokute dan Yuko pergi, Akikaze tidak sesedih ini, mungkin karena Suzume adalah murid terakhirnya dari 3 serangkai dan Suzume pergi menuju kehidupan barunya yang masih tidak jelas. sedih.

Dalam perjalanan ke rumah baru Suzume, Suzume dan Yuko yang duduk di belakang mendengarkan musik sambil menyanyi dengan suara yang keras. Mereka juga singgah di tepi pantai dan berlari sambil menyanyi disana. Bokute juga menyusul mereka.
Suzume, Yuko dan Bokute menyanyi dengan bersemangat seolah-olah itu adalah hari yang paling membahagiakan dalam hidup mereka, padahal sebenarnya itu termasuk hari yang sedih. Dan jujur saja, meski aku senang melihat mereka tertawa bahagia, tapi aku sedih banged melihat adegan itu. T_T
Suzume akan memulai kehidupan barunya setelah ia berhenti menjadi mangaka.

Musim gugur 1999.
Suzume bekerja di toko serba 100-yen bernama "Dainagon". Ia bekerja bersama manager bernama Tanabe Ichiro. Tanabe-san orangnya sangat kaku dan nggak pernah tersenyum, wajahnya menakutkan dan kalau bicara dia irit banged. Pokoknya tipe yang sulit di dekati.
Suzume sangat miskin setelah berhenti menjadi mangaka, bahkan kalau ada tamu ia memastikan membuat kopi satu sendok kecil saja. Bokute dan Yuko masih sering berkunjung ke rumah Suzume. Mereka selalu datang membawakan sesuatu untuk Suzume, seperti hari itu Bokute membawakan beras dan Yuko membawakan pakaian yang sudah tidak dipakai lagi.
Suzume sangat senang karena ia sangat terbantu dengan kebaikan mereka berdua. Keduanya juga senang karena Suzume tidak punya harga diri tinggi menolak pemberian mereka.
Yuko kelihatan paling makmur diantara mereka bertiga, ia sepertinya menikah dengan keluarga yang lumayan kaya, jadi yang mengurus puteranya adalah babysitter, suaminya juga baik banged, jadi Yuko bisa sering datang menemui Suzume.

Suzume masih merahasiakan mengenai dirinya yang berhenti menjadi mangaka dari orang tuanya, tapi orang tua Suzume sudah merasa curiga, termasuk ibunya.
Suzume jarang sekali menelpon akhir-akhir ini dan Ibu sangat khawatir. Tapi ayah Suzume mengatakan ibu terlalu khawatiran, dia yakin Suzume sedang sibuk makanya jarang menelpon dan kartu pos itu mungkin Suzume kirim saat dia sedang ditempat lain. Kira-kira begitu.

Sementara itu di sebuah apartemen kecil, dua pria sedang menonton film aneh yang isinya adalah keong? HAHAHAHHAAHA. Sepertinya film dokumenter gitu.
Dua pria itu adalah karakter baru dalam drama ini. Seorang sutradara pemenang penghargaan internasional bernama Motosumiyoshi Shohei dan seorang sutradara rookie bernama Moriyama Ryoji.
Keduanya membuka kantor di apartemen mereka sendiri, namanya "Cool Flat". Shohei memang sutradara berbakat, tapi sudah 10 tahun berlalu sejak ia memenangkan penghargaan internasional itu dan sekarang sepertinya dia nggak ada pekerjaan.
Sementara itu Ryoji adalah seorang pria yang ingin menjadi sutradara seperti Shohei dan tentu saja mereka tinggal bersama dan Ryoji ingin belajar dari Shohei.
Ryoji kelihatan pintar memasak, dia yang bertugas memasak di kantor Cool Flat.

Di lain tempat yang bernama "Sangatsu Usagi", ada 3 obaa-san yang tinggal bersama. Mereka bertiga sedang menyantap mie dingin dan bahkan bertengkar karenanya.
Mereka bertiga adalah 3 bersaudara yang sepertinya cukup terkenal di lingkungan mereka. Sang kakak bernama Fujimura Mitsue, anak kedua bernama Fujimura Mugi dan anak terakhir bernama Fujimura Meari.
Masih banyak rahasia yang belum terungkap dari mereka bertiga.

Suzume sudah 28 tahun dan karena dia tidak punya pekerjaan tetap, maka pilihan terbaik bagi Suzume adalah menikah. Suzume juga masih belum menyerah untuk mencari belahan jiwanya. Ia ingin bertemu dengan seseorang yang membuatnya berdebar-debar, jatuh cinta seperti kebanyakan orang. Tapi itu mustahil baginya mengingat ia hanya bekerja di toko serba 100-yen yang tidak banyak pelanggannya.
Karena itu saat Yuko berusaha untuk menjodohkan Suzume, Suzume menerimanya. Yuko sudah menyiapkan omiai untuk Suzume, seorang pria mapan yang wajahnya lumayan, saat Yuko menunjukkan foto Suzume, pria itu mengatakan ia ingin bertemu dengan Suzume.

Suzume sedang berdiskusi dengan Tanabe-san mengenai omiai-nya saat seorang pelanggan masuk ke toko serna 100-yen itu. Suzume langsung terpana pada pria itu.
Dia adalah Moriyama Ryoji yang datang untuk membeli stop kontak disana. Mungkin Suzume mikirnya ada cowok yang lumayan juga pembeli disana wkkwkwkwkkw.
Ryoji datang ke toko 100-yen untuk membeli stop kontak. Suzume sepertinya nggak tahu itu stop kontak yang seperti apa dan ia bingung sendiri, si Ryoji juga bingung sendiri wkwkwkkkw.

Tanabe-san yang sudah bekerja disana selama bertahun-tahun juga nggak tahu apakah di toko itu ada stop kontak atau tidak HAHAHAHHAAHHA.
Salah seorang pelanggan disana, seorang nenek-nenek kemudian mendekati mereka dan mengatakan kalau disana tidak menjual stop kontak wkkwkwkkwkw. Pelanggannya malah lebih tahu daripada yang jual lol.
Karena stop kontak yang ia cari tidak ada, Ryoji merasa nggak enak kalau pergi begitu saja, jadi ia memutuskan untuk membeli sesuatu dari toko serna 100-yen itu. Suzume bertanya apakah tidak apa-apa Ryoji membeli sesuatu yang awalnya tidak ingin ia beli?
Ryoji mengatakan nggak apa-apa dan nenek-nenek tadi kelihatan terpesona pada kebaikan Ryoji. Suzume hanya menatap Ryoji dan Tanabe-san dari jauh menatap mereka berdua dengan curiga HAHHAHAHAHAHA. Entah kenapa aku merasa kalau Tanabe-san ini mau menjodohkan Suzume dan Ryoji.

Di Gifu, ibu menerima kartu pos dari Suzume dan ia semakin curiga karena alamat kartu pos itu berbeda dengan alamat yang dulu. Ibu bertanya-tanya apakah Suzume pindah dari apartemen Akikaze. Ayah mengatakan itu tak mungkin terjadi.
Kakek yang diam-diam mendengarkan mereka mulai ikut bicara mencoba untuk membuat alasan bagi Suzume. Tapi ayah dan ibu curiga kalau kakek mengetahui sesuatu.

Suzume akan pergi menemui omiai-nya hari ini dan Tanabe-san menyemangati Suzume. Tapi keesokan harinya Suzume kelihatan nggak bersemangat. Tanabe-san bertanya mengenai omiai Suzume dan Suzume mengatakan orangnya jauh dari yang ia bayangkan.
Suzume dan pria itu makan di restoran yang mewah dan pria itu agak lebay, Suzume merasa nggak cocok dengannya. Saat mereka sedang menyusun barang sambil mengobrol, seorang pelanggan datang ke toko itu.
Suzume menyapanya dan bertanya apa yang dibutuhkan pelanggan itu, tapi pelanggan itu mengatakan dia bukan pelanggan. Dia hanya ingin mengecek keadaan toko. Suzume bingung.

Ternyata toko serba 100-yen itu adalah milik 3 obaa-san dan yang datang ke toko mereka itu adalah anak kedua, Mugi-san. Mugi merupakan seorang otaku burung, dia sangat menyukai burung, bahkan topinya seperti sarang burung. Tanabe-san mengenal Mugi dan bahkan tahu nama-nama burung yang ada di topi Mugi HAHAHAAHAAHA.
Mugi mengatakan dia tak tahu kalau ada pekerja baru di toko mereka dan Tanabe-san mengatakan kalau Mitsue-chan yang memintanya untuk mencari pekerja baru. Mugi bingung karena nggak ada alasannya toko 100 yen butuh pekerja baru. Tanabe-san mengatakan alasannya adalah karena wajahnya yang menakutkan, jadi nggak banyak yang datang ke toko mereka, makanya butuh seseorang yang fresh dan bisa melayani pelanggan wkkwkwkwkwkw.
Mugi entah kenapa nggak terlalu menyukai Suzume, tapi saat tahu nama Suzume adalah nama burung, ia kelihatan mulai menerima Suzume bekerja disana. LOL.
Btw Mitsue adalah kakak Mugi, yang tertua diantara para wanita Fujimura dan merupakan teman sekolah Tanabe-san.

Suatu malam, Suzume mendapat telpon dari Tanabe-san yang meminta Suzume untuk datang ke toko lebih awal dari biasanya karena besok mereka akan mendapatkan seorang pekerja sambilan baru. Suzume tidak mengerti kenapa mereka butuh pekerja sambilan. Tapi Suzume nggak sempat berfikir panjang karena ia sangat kelelahan dan mengantuk.
Keesokan harinya, Suzume datang lebih awal ke toko dan terkejut melihat seorang pria yang ia kenal ada di depan toko mereka. Pria itu adalah pria yang menanyakan stop kontak dulu.
Pria itu memperkenalkan dirinya sebagai Moriyama Ryoji, pekerja sambilan baru di toko serba 100-yen Dainagon. Suzume terkejut.
Keduanya saling membungkuk dan Ryoji ini membungkuknya lamaaaaaaaa banged, jadi setelah Suzume mengangkat kepalanya, Ryoji masih membungkuk, jadinya Suzume membungkuk lagi HAHAHAHAAHAH.

Suzume kemudian menjelaskan banyak hal yang perlu mereka lakukan setiap pagi sebelum membuka toko dan Ryoji mencatat satu per satu. Ryoji kelihatannya rajin gitu dan memperhatikan dengan baik.
Suzume berusaha bersikap sopan pada Ryoji, jadi ia memanggilnya Moriyama-san. Ryoji nggak terlalu suka dipanggil begitu, jadi ia meminta Suzume memanggilnya Ryo-chan, seperti panggilan para wanita padanya. Suzume tentu saja bingung, mengingat hari ini adalah pertemuan pertama mereka secara resmi nggak mungkin dia memanggil nama kecil Ryoji + pake -chan pula.  Karena rasanya nggak enak, jadi Suzume memanggilnya Ryo-chan-san HAHAHAHHAHA.
Ryoji terkagum-kagum dengan toko 100-yen karena ternyata ada banyak jenis barang yang harganya hanya 100-yen. Suzume masih bingung dengan Ryoji ini jadi dia bertanya lebih dalam mengenai Ryoji. Ia bertanya umur Ryoji dan ternyata Ryoji seumuran dengannya. Kalau nggak salah sih Ryoji juga berusia 28 tahun. Terus mereka membicarakan zodiak juga, tapi aku nggak yakin sih zodiak atau apa, soalnya Ryoji mengatakan dia adalah pegasus sementara Suzume adalah serigala. Apaan ya? HAHAHAAHA.
Suzume dan Ryoji ini kelihatan cocok, mungkin karena Suzume dan Ryoji orangnya sama-sama asik kali ya, enak diajak ngobrol gitu.

Ryoji ternyata salah menduga, dia berfikir kalau Suzume adalah manager disana. Suzume mengatakan dia hanya pekerja biasa sama seperti Ryoji dan mengatakan kalau manager ada di dalam. Ryoji ingin menyapa Tanabe-san dan ia masuk ke ruang khusus untuk karyawan, atau mungkin lebih tepatnya rumah Tanabe-san. Ia tersandung di pintu dan shock karena ada mayat di lantai. Ryoji langsung berteriak histeris banged dan membuat Suzume terkejut.
Suzume langsung masuk ke dalam dan berusaha menenangkan Ryoji, ia mengatakan kalau Tanabe-san tidak mati, tapi hanya tertidur wkwkkwkwkwkw.

Setelah Tanabe-san bangun 100%, Ryoji membuatkan teh untuknya. Suzume cukup kaget karena Ryoji bisa membuat teh dan Ryoji mengatakan kalau ia juga bisa memasak meski hanya masakan sederhana, karena orang tuanya sudah tidak ada. Suzume cukup kagum pada pria yang bisa memasak.
Ryoji kemudian memperkenalkan dirinya pada Tanabe-san dan Tanabe-san memintanya bekerja dengan baik. Ryoji juga nggak lupa meminta kerja sama pada Suzume. Keduanya tersenyum.

Ibu masih mengkhawatirkan Suzume dan saat mendengar kalau Sota akan pergi ke Tokyo untuk menghadiri pernikahan temannya, ibu langsung memaksa Sota untuk menginap di rumah Suzume. Ia bahkan menyuruh Sota langsung berangkat hari ini dan menginap di rumah kakaknya malam ini HAHAHAHHAHA.
Ibu menyuruh Sota menelpon Suzume karena telpon ibu nggak diangkat oleh Suzume. Sota berpura-pura menelpon Suzume, tapi kemudian ia mematikannya mengatakan kalau Suzume sepertinya sibuk karena itu telponnya tidak terhubung. Ibu kesal sekali.

Saat itu jam makan siang dan Suzume menatap telponnya. Ryoji bertanya kenapa Suzume menatap telponnya begitu. Suzume mengatakan adik laki-lakinya menelpon dan itu bukan hal yang biasa, jadi ia penasaran apa yang terjadi. Ryoji meminta Suzume untuk menelpon adiknya dengan tenang dan menyerahkan toko padanya. Suzume mengerti.
Suzume kemudian menelpon balik Sota dan Sota mencari tempat yang bebas dari gangguan ibunya. Sota bertanya apa yang sedang dilakukan Suzume dan Suzume mulai mencari alasan kalau ia sedang mengerjakan beta. Sota bertanya apakah Suzume masih mengerjakan hal seperti itu, karena itu biasanya dikerjakan asisten. Suzume mengatakan sekali-kali ia mengerjakannya jika mereka sangat sibuk.

Sota sebenarnya tahu Suzume berbohong dan kemudian mulai bertanya pada kakaknya apakah benar ia sedang bicara pada Suzume si mangaka dan bertanya kapan manga selanjutnya akan terbit.
Suzume menyadari kalau ia sudah ketahuan oleh adiknya, ikatan batin keduanya cukup kuat jadi Sota sebenarnya sudah lama tahu kakaknya tidak menggambar manga lagi.
Selanjutnya aku nggak ngerti apa yang mereka bicarakan, sepertinya sih Suzume akan menceritakan apa yang terjadi tapi Sota menolak untuk mendengarnya karena dia nggak mau punya beban menyimpan rahasia gitu.
Sota ingin agar kakaknya memberitahu orang tua mereka apa yang sebenarnya terjadi karena ibu sangat khawatir. Suzume mengatakan ia sedang mencoba mencari waktu yang tepat untuk menceritakannya.
Sota biasanya akan menertawakan kakaknya kalau ada sesuatu yang tidak berjalan lancar dan kali ini ia ingin Sota tertawa padanya, tapi Sota tidak mengatakan apapun dan Suzume kelihatan sedih. Sepertinya sih kalau Sota tertawa maka Suzume bisa menganggap apa yang terjadi bukan apa-apa.

Suzume dan Ryoji sedang menyusun barang sambil mengobrol. Mereka membicarakan mengenai impian Ryoji yang ingin menjadi sutradara. Ryoji juga membicarakan sutradara yang ia kagumi, Shohei.
Suzume memanggil Ryoji dengan Kantoku-san (Tuan sutradara) dan Ryoji merasa itu nama panggilan yang bagus, dia jadi malu-malu gitu wkkwkwwkwk.
Suzume masih memanggil Ryoji dengan Ryo-chan-san dan Ryoji meminta Suzume untuk berhentinya memanggil dengan -san dan Suzume berusaha memanggil Ryoji dengan Ryo-chan saja hehehehehe.
Aduh ini couple gemessssss.

Ryoji hanya pekerja sambilan di toko itu jadi dia pulang lebih awal dari Suzume. Saat Suzume masuk ke ruang karyawan, Tanabe ada disana. Ryoji sepertinya meninggalkan sesuatu di meja, sebuah note dan Tanabe membukanya. Sebuah kertas jatuh ke lantai.
Suzume mengambil kertas itu dan membacanya. Itu adalah sebuah puisi yang ditulis oleh Ryoji.
Suzume membawa note Ryoji bersama puisi itu pulang ke rumahnya. Malam itu sebelum tidur ia kembali membaca puisi itu dan Suzume meneteskan air mata.
Suzume tersentuh dengan puisi buatan Ryoji, seolah-olah itu menjadi kata penyemangat baginya. Sepertinya Suzume selama ini menunggu ada yang menyemangatinya seperti itu.

"Aku."

Aku mungkin terlambat.
Tapi, aku pikir aku akan berlari.
Aku mungkin sedih.
Tapi, aku pikir aku akan menyembunyikannya.
Aku mungkin kalah.
Tapi, aku pikir aku akan terus berjuang.
Aku mungkin pengecut.
Tapi, aku pikir aku akan menjadi lebih kuat.
Hidup mungkin sangat keras.
Tapi, aku pikir aku akan bermimpi.
Sayapku mungkin patah.
Tapi, aku pikir besok aku akan terbang.
Aku mungkin bukan orang yang kau inginkan.
Tapi saat api yang ada dalam hatimu mulai menghilang,
Genggamlah tanganku dengan lembut.
Genggamlah tanganku selamanya.

-To Be Continued-

Komentar:
GYAAAAAAAAAH!!!!! Puisinya ya ampuuuuuuuuuuun, so sweet banged! Itu adalah penyemangat yang selama ini Suzume inginkan dan juga salah satu alasan kenapa ia ingin adiknya tertawa padanya saat ditelpon.
Yang Suzume inginkan adalah dukungan kalau apa yang terjadi padanya ini bukan apa-apa, seperti yang kakeknya katakan padanya. Aku rasa setelah ini Suzume akan menatap Ryoji dengan tatapan berbeda.
Tapi aku takut banged kalau hubungan mereka buru-buru karena aku lihat di preview minggu ke-15 kok udah membicarakan pernikahan. Aku nggak mau Ryoji menjadi Shimatani kedua, hubungan lancar banged tapi hanya untuk berakhir dengan kejam huhuhuhuhuhu.

Sebenarnya puisi yang ditulis Ryoji itu feel-nya lebih terasa kalau kita mendengarnya dalam bahasa jepang. Aku senyam senyum sendiri saat mendengarkan isi puisinya apalagi saat menerjemahkan artinya. Untung ada yang menulis puisinya di twitter jadi aku bisa dengan mudah menerjemahkannya. Tadi sempat khawatir nggak ada yang share sementara tulisan jepang aku enggak bisa baca hahahaaha.
Ryoji karakternya menurutku manis banged, ya ampun. Dia ini tipe cowok baik, tipe 2nd lead. Belum apa-apa aku udah baper maksimal, padahal aku tahu kalau nanti mereka berdua akan bercerai, ottokheeee.
Entah kenapa aku udah nggak peduli sama Ritsu lagi. Jujur aja, chemistry Mei dan Shotaro ini jauh lebih dapet dari chemistry Mei sama Takeru. Meski chemistry Mei Takeru lumayan sih tapi levelnya beda sama Mei Shotaro.
Mereka berdua maish pandang-pandangan tapi auranya udah terasaaaaaaaaaaaaa.

Aku harus siap-siap patah hati padahal kisah cinta mereka baru dimulai. Aku hanya berharap Suzume mengubah sifat egoisnya kalau marah. Aku takut nanti ada pertengkaran hebat diantara mereka dan Suzume menyakiti Ryoji si little puppy. HAHAHAHHAHA. Ryoji manis banged lho, makanya aku memanggilnya little puppy.
Masih banyak rahasia untuk Hanbun, Aoi part 2 ini dan akan diceritakan perlahan-lahan mulai dari sekarang. Sepertinya sih minggu depan puncaknya ya, dimana semua rahasia mulai akan terbongkar.

Ini adalah ketiga kalinya Nagano Mei dan Mamiya Shotaro menjadi co-star dan ini pertama kalinya mereka menjadi couple. Sebelumnya mereka bermain dalam movie Teiichi no Kuni (bareng Shisun Jun juga) dan drama Bokutachi ga Yarimashita.
Memang ya, kalau jodoh nggak kemana HAHAHAHAHAAHAHA. Aaaccck aku berharap hubungan cinta Suzume dan Ryoji berjalan lancar sampai ending, kalau bisa rujuk lagi huhuhuhhuhu.

Sota makin lama makin ganteng ya ampuuun, tolong beri Sota lebih banyak screentime!!!!
Semoga pas Sota ke Tokyo itu ada adegannya, aku suka banged sama Sota. Hubungan Suzume dan Sota ini kakak adik yang akur dan saling mendukung. Mereka juga punya ikatan batin yang kuat. Jarang-jarang sih kakak adik beda jenis kelamin yang beda umur cuma 1 tahun bisa akur banged.
Kalau yang umur jauh biasanya memang bisa akur banged.

Suzume sudah 28 tahun dan memang harus serius memikirkan mengenai masa depannya. Suzume belum menemukan pria yang cocok dan dia nggak pernah menolak omiai dari Yuko.
Suzume masih merahasiakan mengenai kegagalannya dari orang tuanya mungkin karena dia nggak ingin orang tuanya khawatir. Suzume juga kayaknya nggak punya niat pulang kampung sih, dia masih ingin tetap di Tokyo meski hidup miskin. Tapi selalu ada jalan ya yang membawa seseorang kembali ke kampung halamannya.

Btw, Hari ini, 7 Juli adalah hari ulang tahun Suzume dan Ritsu. Otanjoubi Omedetou~
Suzume dan Ritsu sudah berusia 47 tahun di tahun 2018 HAHHHAHAHAAH
7 Juli merupakan hari tanabata di Jepang, jadi kebiasaan disana menulis permohonan dan menggantungkanya di pohon bambu.
Nagano Mei dan Takeru Satoh juga merayakan tanabata dan di akun official instagram Hanbun, Aoi, keduanya menulis permohonan.
Nagano Mei menulis, 'Semoga aku bisa makan makanan enak setiap hari.'
Takeru Satoh menulis, 'Semoga aku bisa melihat kembang api yang besar.'

Share:

2 comments:

  1. Aku baper tiap minggu kak, nungguin sinopsis hanbun aoi dari kakak...
    Sumpah Q suka banget,, luv luv... 😍😍😍

    ReplyDelete
  2. LANJUTKANN!!👏👏👍👍😊

    ReplyDelete

Translate

Follow by Email

NOTE:

DILARANG RE-UPLOAD / COPY PASTE TULISAN DI BLOG INI!

JIKA INGIN SHARE, CUKUP LINK KE POSTINGANNYA SAJA, BUKAN ISINYA!


Follow Clover Blossoms on Twitter

[Trivia] Japanese Movie Recommendations List

Karena ada banyak yang menanyakan rekomendasi untuk J-Movie, jadi aku memutuskan untuk membuat list rekomendasi Japanese Movi...

Recent Posts

Recent Posts Widget

Popular Posts This Week

Actor / Actress

Airi Matsui Anna Ishii Aoi Miyazaki Aoi Wakana Aom Sushar Araki Yuko Bebe Tanchanok Chen Duling Chiba Yudai Choi Ara Dori Sakurada Eikura Nana Eita Fukushi Sota Fuma Kikuchi Fumi Nikaido Gao Zhi Ting Go Kyung Pyo Gong Yoo Gou Ayano Han Seung Yeon Han Yeri Hana Sugisaki Haruka Fukuhara Haruma Miura Haruna Kawaguchi Hashimoto Ai Hashimoto Kanna Hayato Isomura Hikari Mitsushima Hirano Sho Hiroki Narimiya Hirose Alice Hirose Suzu Honoka Yahagi Horii Arata Hu Yi Tian Hwang Jung Eum Hyeri Inoue Mao Ishihara Satomi Jang Se Hyun Jeon Ji Hyun Ji Soo Ji Woo Joo Won Jun Shison Jung Ryu Won Jung So Min Kamiki Ryunosuke Kasumi Arimura kawakami juria Kei Tanaka Kengo Kora Kentaro Kento Hayashi Kento Nagayama Kim Go Eun Kim Ji Won Kim So Hyun Kim Soo Hyun Kim Tae Ri Kim Woo Bin Kim Yoo Bin Kim Yoo Jung Kim Yoo Mi Kitamura Takumi Komatsu Nana Kubota Sayu Kudo Asuka L Lee Bo Young Lee Chung Ah Lee Dong Hwi Lee Dong Wook Lee Gi Kwang Lee Jong Suk Lee Joon Lee Soo Hyuk Lee Yoo Jin Mackenyu Mahiro Takasugi Maika Yamamoto Maki Horikita Marie Itoyo Masahiro Higashide Masaki Suda Masataka Kubota Mayu Matsuoka Mei Nagano Mikako Tabe Mike D angelo Min Do Hee Minami Hamabe Mirai Moriyama Mirai Shida mirai suzuki Mitsuki Takahata Miwa Miyu Yoshimoto Moe Arai Mone Kamishiraishi Nadine Lustre Nagasawa Masami Nao Nijiro Murakami Nounen Rena Osamu Mukai Park Bo Gum Park Eun Bin Park Hae Jin Park Seo Joon Park Shin Hye Pattie Ungsumalynn Phan Pagniez Reina Visa Rina Kawaei Ryo Ryusei Ryo Yoshizawa Ryoma Takeuchi Ryota Katayose Ryu Hwa Young Ryu Jun Yeol Sakaguchi Kentaro Sakuma Yui Sakurako Ohara Sato Kanta Satoshi Tsumabuki Seo Hyun Jin Seto Koji Shen Yue Shim Eun Kyung Shimon Okura Shin Hyun Soo Shirota Yuu Shohei Miura Shono Hayama Shuhei Nomura Shunya Shiraishi sometani shota Son Seung Won Song Ha Yoon Sun Woong Suzuki Ryohei Suzy Taishi Nakagawa Takanori Iwata Takeru Sato Takuya Kusakawa Tao Phiangphor Tasuku Emoto Tori Matsuzaka Tsubasa Honda Tsuchiya Tao Yamazaki Kento Yamoto Yuma Yoo In Na Yoo Seung Ho Yook Sung Jae Yoon Park Yoon So Hee Yoshine Kyoko Yosuke Sugino Yu Aoi yua shinkawa Yui Aragaki Yuina Kuroshima Yuki Furukawa Yuki Izumisawa Yuki Yamada Yuko Oshima Yuna Taira Yuriko Yoshitaka Yuta Hiraoka Yuya Matsushita Yuya Yagira

Drama / Movie

A Love So Beautiful A Story of Yonosuke Age of Youth 2 Always Sunset on Third Street Anikoma Anohana Anone Ao Haru Ride Arbitratily Fond Asa ga Kita Ashi Girl At Cafe 6 Beppin-San Biscuit Teacher and Star Candy Bittersweet Boku Dake ga Inai Machi Boku no Ita Jikan Boukyaku no Sachiko Bubblegum Cafe Waiting Love Carnation Chia Dan Chihayafuru Crybaby Pierrot's Wedding Crying Out Love in the Center of the World Daily Lives of High School Boys Dating DNA Departures Eulachacha Waikiki Evergreen Love Father is Strange Fleet of Time Forever Young Frankenstein no Koi From Five to Nine Gakko no Kaidan Gegege no Nyobo Gochisousan God Gift Good Morning Call Good Morning Call 2 Goon Ju Hana and Alice Hana Nochi Hare Hanako to Anne Hanbun Aoi Haruchika Hirunaka no Ryuusei Hirune Hime Hiyokko Honey and Clover Hot Road Hyouka I Love You in Tokyo I Want to Eat Your Pancreas If We Were A Season Itakiss LIT Itakiss LIT S2 Itakiss Movie Kahogo no Kahoko Kaze no Haruka Kidnap Tour Kiki Delivery Service Kimi no Na Wa Kingyo Club Kiss Me Thailand Koe no Katachi Koinaka Kuragehime Linda Linda Linda Little Forest Love Letter Lucky Romance Ma Boy Man From The Stars March Comes in Like a Lion Mare Massan May Who? Moriyamachu Driving School My Huckleberry Friends My Husband Can Not Work My Little Sweet Pea My Old Classmate Nagi no Asukara Narratage Natsuzora Nodame Cantabile Oboreru Knife Ohisama Omotesando On The Wings of Love One Million Yen Girl One Week Friends Operation Love Orange Orange Days Ore Monogatari Our Little Sister Our Times Pinocchio Princess Hours Thailand Rage Rainbow Song ReLIFE Reply 1988 Romance Full of Life Sannin No Papa she was pretty Shigatsu wa Kimi no Uso Sing Salmon Sing Solanin Sound of Your Heart Splish Splash Love Ssam My Way Strobe Edge Sukina Hito ga Iru Koto Teiichi no Kuni The 100th Love The Anthem of the Heart The Best Hit The Great Passage The Left Ear The Woodsman and The Rain The World of Us Today's Kira-kun Todome no Kiss Toki wo Kakeru Shojo Tokyo Tarareba Girls Tomorrow Cantabile Tonari no Kaibutsu-kun Toto Nee Chan Twenty Years Old Twilight Saya in Sasara Under the Hawthorn Tree Wakamonotachi Warotenka We All Cry Differently What A Wonderful Family While You Were Sleeping Wise Prison Life Wood Job Yellow Elephant Yesterday Once More Your Lie in April Youth Over Flowers

Blog Archive

Recent Comments

Random Posts