How to Make Millions Before Grandma Dies adalah movie Thailand yang rilis pada 1 April 2024. Movie sempat tayang di bioskop Indonesia pada bulan Mei 2024 dan akhirnya rilis di netflix mulai 12 September 2024. Movie ini disutradarai oleh Pat Boonnitipat (Bad Genius) dan naskahnya ditulis oleh sang sutradara bersama Thodsapon Thiptinnakorn (Homestay, May Who?, The Teacher's Diary).
Tampilkan postingan dengan label Thai Movie. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Thai Movie. Tampilkan semua postingan
Jumat, 27 September 2024
Senin, 27 Mei 2024
[Review] Thai Movie: Not Friends (2023)
Not Friends adalah movie coming-of-age Thailand yang dirilis pada tahun 2023. Movie ini ditulis dan disutradarai oleh Atta Hemwadee, ini adalah karya pertamanya. Movie ini dibintangi oleh Tony Anthony Buisseret (You & Me & Me), Baipor Thitiya Jirapornsilp (You & Me & Me), Jump Pisitpol Ekaphongpisit (The Cliche), Fluke Tanakorn Tiyanont, Fond Natticha Chantaravareelekha (One Take) dan lain-lain.
Selasa, 20 Juni 2023
[Review] Thai Movie: You & Me & Me (2023)
You & Me & Me (เธอกับฉันกับฉัน) adalah movie Thailand yang rilis pada Februari 2023. Diproduksi oleh GDH movie ini sempat rilis di Indonesia pada Maret 2023 dan sepertinya juga resmi rilis di Netflix. Ini adalah youth romance movie yang dibintangi oleh Baipor Thitiya Jirapornsilp dan Tony Anthony Buisseret. Dua-duanya masih aktor baru kayaknya. Aku liat filmography-nya di mydramalist kok sama dan aku sempat cek dua kali untuk memastikannya. Karena keduanya cuma punya 3 filmography, yaitu Your Story (2022), You & Me & Me (2023) dan Not Friends (2023). Sedangkan di Your Story itu judulnya sama dengan movie ini. Dan di Nit Friends sepertinya keduanya reuni lagi dalam movie youth. Menarik.
Jumat, 04 Desember 2020
[Review] Thai Movie: London Sweeties (2019)
London Sweeties adalah movie Thailand yang rilis pada tahun 2019 bergenre romace, komedi, youth, friendship. Movie ini berdurasi 1 jam 32 menit dan seperti judulnya, movie ini mengambil lokasi syuting di London hampir keseluruhan movienya. Hanya ada sedikit part di awal dan akhir movie yang lokasi syutingnya di Thailand. Mungkin itu juga menjadi alasan kenapa aku memilih movie ini untuk ditonton setelah vakum beberapa lama dari dunia per-movie-an HAHAHHAHA.
Kamis, 02 Juli 2020
[Review] Thailand Movie: Classic Again (2020)
"Whenever you look at the window and see tree
branches dancing with the wind, please remember that the one you love is
loving you too."
Baru-baru ini aku tahu kalau 2003 Korean Movie 'The Classic' yang dibintangi oleh Son Ye Jin, Jo In Sung dan Jo Seung Woo mendapat versi remake oleh Thailand dengan judul 'Classic Again'. Aku mengetahui hal ini saat searching di dramacools kolom movie, biasanya disana update movie yang udah ada subnya, jadi pas liat judul dan thumbnailnya, aku tertarik. Langsung download dan nonton donk!!!
Ini rekor banged lho, karena sudah sangat sangat sangat lama aku vakum dari nonton drama dan movie dan ini pertama kalinya setelah sekian lama aku nonton movie lagi. Duh, semoga kedepannya setidaknya movie bisa aku review.
Dan, sebagai salah satu penggemar move The Classic yang meninggalkan bekas medalam dalam hati ini, aku akui kalau Classic Again nggak kalah sama The Classic. Feel-nya dapat banged!!! Aku bahkan masih meneteskan air mata menonton drama ini meskipun aku tahu apa yang terjadi, meski sudah hapal plotnya. Memang sih, akan sangat sulit versi remake mengalahkan versi asli, dan The Classic tetap juara karena klasik, tapi Classic Again juga punya ceritanya tersendiri.
Classic Again adalah movie Thailand yang rilis pada Februari 2020 yang dibintangi oleh Mint Ranchrawee, New Thitiphoom, Gee Sutthirak, Tong Samitpong, Meiko Chonnikan dan lain-lain. Movie ini berdurasi 2 jam 3 menit yang mengisahkan cinta segitiga antara seorang ibu dan cinta segitiga puterinya yang terjadi pada zaman berbeda tapi dengan kisah yang hampir sama.
Formulanya sama dengan The Classic, karena namanya juga remake, tapi ada beberapa bagian yang diubah dalam movie ini.
Yang bikin seru menurutku sih karena ada salah satu OST The Classic yang di remake juga, yaitu OST saat Son Ye Jin lari-lari saat hujan, OST yang penuh kenangan muncul lagi di Classic Again, aduh, nyes banged HAHHAHAHAHA. Kenangannya terasa gitu, kalau ini adalah pengulangan sebuah movie yang sempat sangat membekas di hati ini.
Untuk akting para pemerannya, aku rasa nggak ada masalah. Semuanya dapat feelnya, nggak ada yang berlebihan, nggak ada yang kurang juga. Mint disini memerankan dua karakter, Dalah dan Bota, dia bisa mendalami kedua karakter itu menurutku. Terlihat bedanya saat dia memerankan Dalah dan Bota. Dan Mint cantik banged disini, terutama saat dia jadi Bota, aduh, sempat ngerasa wow banged sama kecantikannya. Aku suka akting New disini sebagai Kajorn, dia kalau dilihat lebih dalam memang agak mirip sama Jo Seung Woo HAHAHHAA. Dan Chemistry-nya dengan Mint itu bagus bageeeeeed!!!
Aku lebih suka pasangan Dalah dan Kajorn daripada pasangan Bota dan Non. Menurutku Bota dan Non chemistry-nya agak gimana gitu, kurang dapet. Beda sama chemistry Jo In Sung dan Son Ye Jin.
Spoiler Sinopsis!!
Bota (Mint) adalah seorang mahasiswa yang tinggal sendirian di Thailand, sedangkan ibunya bekerja di Korea Selatan. Suatu hari ibunya menelpon untuk diambilkan sebuah dokumen di lemari dan memberikannya pada bibi Bota. Saat itulah Bota melihat kotak pandora sang ibu yang berisi banyak surat dan pin. Disana Bota membaca surat cinta sang ibu dengan cinta pertamanya.
Bota menceritakan kisah cinta pertama sang ibu pada sahabatnya Poppy /(Meiko). Poppy tertarik dengan kisah itu dan meminta Bota membuat naskah dramanya. Mereka berdua adalah anggota klub drama yang sebentar lagi akan melakukan pementasan drama. Bota awalnya menolak karena itu adalah rahasia sang ibu, tapi Poppy mengatakan kalau ibu Bota nggak akan tahu, dan lagi ceritanya menarik.
Akhirnya Bota membuat naskahnya dan naskah itu diterima dengan baik oleh klub drama dan lagi ada pria ganteng yang mau memerankan tokoh utama. Pria itu adalah Non (Gee) yang selalu menolak naskah drama yang ditawarkan padanya, tapi saat membaca naskah Bota, Non mau menjadi pemeran utama. Bota tentu saja meminta Poppy merahasiakan kalau dia adalah penulisnya, jadi Non nggak tahu kalau Bota penulisnya. Tapi Bota sering hadir saat mereka latihan drama, karena Poppy adalah pemeran utama wanita. Dan lagi, Bota dan Poppy ini sama-sama naksir Non, mereka jatuh cinta pada pandangan pertama. Poppy nggak menutupinya tapi Bota merahasiakan perasaannya dari Poppy.
Bota menyadari kisah cintanya dan ibunya mirip. Mereka jatuh cinta pada seseorang yang disukai oleh sahabat mereka. Tapi kisah cinta ibunya tidak berakhir bahagia dan Bota tidak mau kisah cintanya sad ending. Makanya Bota menyatakan perasaannya saat pementasan drama, dihadapan semua yang menonton, pemain dan kru. Setelah membuat Poppy marah dan Non bingung, Bota menghilang lol. Bota sebenarnya udah pengen melupakan cintanya, ia sudah kepikiran menyerah aja, karena Non adalah pria yang disukai temannya. Tapi setiap Bota akan menyerah, Non selalu menunjukkan sinyal kalau dia tertarik pada Bota. Misalnya Non ingin merayakan ulang tahun Bota dan Poppy bersama-sama, karena Bota dan Poppy sama tanggal lahirnya; trus ngasih kado spesial buat Bota, sebuah diary yang ada tulisan tangan Non pake puisi; trus pas hujan-hujan sengaja nyamperin Bota, biar bisa payungan pake jaket berdua. duh. Klasik banged adegan itu wkwkkwwkw.
Untuk kisah masa lalu ibu Bota, kisahnya sama dengan The Classic. Dalah (Mint) liburan ke rumah kakeknya di desa dan bertemu dengan Kajorn (New) saat Kajorn dan teman-temannya mencuri ikan di kolam kakek Dalah. Dalah setuju merahasiakan hal itu asalkan Kajorn mau membawanya ke rumah tak berpenghuni di seberang sungai. Dan keesokan harinya mereka pergi kesana untuk melihat hantu dan tidak bisa kembali karena hujan dan perahu mereka terbawa arus. Mereka menghabiskan waktu sambil menunggu hujan berhenti sampai malam tiba. Mereka sempat melihat kunang-kunang bersama dan saat itu Dalah menghadiahkan kalung miliknya pada Kajorn.
Pertemuan kedua mereka adalah saat ada acara di sekolah Dalah. Hal itu karena Kajorn berteman dengan Tanil (Tong). Tanil meminta Kajorn menuliskan surat cinta untuk seorang gadis yang dipilihkan oleh ayahnya, yaitu Dalah. Jadilah Kajorn si penulis surat cinta. Dan berkat itu Kajorn jadi bisa bertemu dengan Dalah. Tentu saja awalnya Kajorn hanya bisa melihat dari jauh saja, tapi karena Dalah juga suka sama Kajorn ya, Dalah diam-diam menemui Kajorn. Tanil juga baik banged kalau mau ketemu Dalah dia selalu mengajak Kajorn. Tapi makin lama cinta mereka menjadi semakin sulit karena pada akhirnya Tanil beneran suka sama Dalah dan karena rasa cintanya yang besar, Kajorn juga jadi nggak enak sama Tanil. Tanil ini baik banged, terlalu baik sama keduanya, makanya Dalah dan Kajorn sama-sama nggak enak ketemu diam-diam gitu.
Dalah memutuskan untuk tidak memilih Kajorn ataupun Tanil, ia menghindari mereka berdua. Tapi Kajorn nggak menyerah, ia terus berusaha menemui Dalah, di depan sekolah, di depan rumah. Karena Dalah juga cinta banged sama Kajorn, hatinya sakit melihat Kajorn hujan-hujanan di depan rumahnya. Akhirnya ia tidak bisa membohongi perasaannya lagi dan menerima Kajorn. Kajorn juga jujur pada Tanil tentang perasaannya dan Tanil nggak terlalu kaget sih, dia juga sudah menduga. Dan dia bahkan meminta Kajorn terus menulis surat untuk Dalah dengan menggunakan namanya, karena kalau nama Tanil yang ditulis kan orang tua Dalah nggak curiga.
Dan begitulah, dua sejoli itu saling berkirim surat, surat cinta penuh dengan puisi tentang bagaimana rindunya mereka satu sama lain. Dalah berjanji akan meminta izin pada ayahnya untuk liburan ke rumah kakeknya agar ia bisa bertemu Kajorn. Sayangnya kebahagiaan mereka nggak lama, ayah Dalah mengetahui hal itu dan Dalah nggak bisa liburan ke tempat kakeknya. Padahal Kajorn sudah menunggu di stasiun. 😭
Hal mengejutkan lainnya terjadi saat Tanil tiba-tiba melakukan percobaan bunuh diri karena ia tidak tahan dengan tekanan dari orang tuanya. Hal itu juga membuat hubungan Dalah dan Kajorn menjadi retak dan Kajorn memutuskan berpisah dari Dalah.
Keduanya bertemu lagi setelah mereka dewasa. Dalah sibuk mencari kerja dan tidak sengaja bertemu dengan Tanil di jalan saat Tanil menolongnya dari gas air mata. Sepertinya Tanil dan Kajorn masih berhubungan setelah kejadian saat mereka SMA dulu, jadi saat Dalah menanyakan tentang Kajorn, Tanil mengatakan kalau Kajorn menjadi tentara dan akan pergi berperang ke medan perang. Hari dimana Kajorn berangkat, Tanil membawa Dalah menemui Kajorn. Kajorn awalnya nggak mau melihat wajah Dalah, padahal Dalah udah nangis dan memelas memanggil Kajorn. Untung dalah sempat memberikan kalung miliknya pada Kajorn sebelum Kajorn berangkat. Sayangnya, Kalung itu membawa mala petaka dan membuat Kajorn kehilangan penglihatannya.
Pertemuan keduanya selanjutnya adalah masa dimana mereka berusia 30an tahun. Mereka bertemu di sebuah restoran dan disana Dalah mengetahui kalau Kajorn kehilangan penglihatannya dan akan segera menikah. Kajorn mengembalikan kalung milik Dalah, tapi Dalah mengatakan kalung itu sudah menjadi milik Kajorn sejak pertama mereka bertemu.
Akhir kisah cinta Kajorn dan Dalah adalah masa tua dimana Kajorn sudah meninggal dunia dan permintaan terakhirnya adalah ia ingin abunya disebar di sebuah sungai yang punya kenangan bersama Dalah. Dan Dalah menyaksikan saat terakhir Kajorn itu dengan penuh air mata.
"When the sun shines in the morning, I think of you. When the moon sparkles at night, I think of you."
Dalam versi Thailand ini, dijelaskan kalau Kajorn menikah dengan kakak teman sepermainannya dan punya 1 anak laki-laki. Anak laki-laki itu ikut saat penyebaran abu ayahnya. Kalau di versi Koream kalau nggak salah, nggak tahu siapa yang menikahi karakter Jo Seung Woo, yang jelas karakter Jo Seung Woo menikah tak lama setelah karakter Son Ye Jin menikah (padahal saat pertemuan terakhir mereka Jo Seung Woo bilang kalau dia akan menikah (eh atau sudah menikah?).
Kalau nggak salah di versi Korea, Son Ye Jin menikah dengan temannya Jo Seung Woo kan ya?
Jika di versi The Classic kita tidak diperlihatkan bagaimana ibu tokoh utama sekarang, maka di Classic Again, meski kita tidak melihat langsung wajah Dalah, tapi setidaknya kita bisa mendengar suaranya dan tahu kalau dia hidup dengan baik di Korea Selatan. Sepertinya ia bekerja di Kedutaan Thailand di Korea Selatan. Karena ada bagian dimana Dalah dewasa pas dia cari kerja menyebutkan kalau dia tertarik dengan pekerjaan di kedutaan, atau sejenis itu.
Di versi Classic Again, Bota menjadi penulis skenario dimana ia menceritakan kembali kisah cinta pertama sang ibu dalam acara pementasan drama di kampusnya, jadi ada adegan yang memperlihatkan adegan drama sama dengan adegan masa lalu sang ibu. Beda dengan versi The Classic, naskah dramanya berbeda. Di The Classic, Jo In Sung menjadi pemeran utama + sutradara, beda dengan di Classic Again, Non adalah aktornya bukan sutradara.
Ada adegan dimana Bota menyatakan perasaannya pada Non setelah pementasan drama berakhir dan itu nggak ada di versi Korea dan menurutku agak lebay sih ya, setelah drama selesai, Bota maju trus bilang suka dihadapan semua pemain dan penonton, bahkan temannya sendiri yang jelas-jelas suka sama Non.
Di versi Classic Again, dua tokoh utama anak-anak, Bota dan Non pernah bertemu saat masih kecil. Saat abu Kajorn disebarkan di sungai tempat kenangan pertamanya dan Dalah, dimana Dalah ada disana bersama Nota kecil. Dan Non kecil juga ada disana bersama pamannya yang menaburkan abu itu. Kalau di versi Korea, hanya Son Ye Jin kecil yang ada disana, Jo In Sung kecil tidak ada saat adegan itu.
Ending movie ini dibuat berbeda dari versi Korea. Kalau versi Korea endingnya adalah di sungai yang ada kunang-kunangnya dan dua tokoh menatap kunang-kunang bersama-sama, kalau di versi Thailand ini endingnya cuma di pinggir sungai dan kissu. Menurutku kurang mantap sih, karena kesannya yang ada kunang-kunangnya itu lebih dalam gitu.
Overall, aku merekomendasikan movie ini untuk ditonton. Nggak akan kecewa meski suka sama versi Koreanya. Dan yang belum nonton versi Koreanya, habis nonton ini, wajib nonton versi Koreanya. Hohohohoho.
Kamis, 06 Februari 2020
[News] First Love's Couple Baifren Pimchanok and Mario Maurer Reunited in New Movie
Hayoooo, ada yang ingat salah satu film Thailand populer berjudul First Love atau Crazy Little Thing Called Love atau A Little Thing Called Love?
Bagi kalian penggemar film asia, aku yakin kalian sudah menonton film itu minimal 2 kali. Itu adalah film Thailand pertama yang aku tonton dan menjadi alasan aku mempertimbangkan menonton film Thailand yang lain. Ceritanya yang menurutku sederhana, suka sama cowok paling populer di sekolah, dekat dengan kehidupan keseharian sebagai remaja kala itu. Film itu masih menjadi favoriteku sampai sekarang, meski sudah 10 tahun berlalu sejak rilis. (Masih inget dulu di kelas nonton film itu pake infokus dong HAHAHAHAA).
Bagi kalian penggemar film asia, aku yakin kalian sudah menonton film itu minimal 2 kali. Itu adalah film Thailand pertama yang aku tonton dan menjadi alasan aku mempertimbangkan menonton film Thailand yang lain. Ceritanya yang menurutku sederhana, suka sama cowok paling populer di sekolah, dekat dengan kehidupan keseharian sebagai remaja kala itu. Film itu masih menjadi favoriteku sampai sekarang, meski sudah 10 tahun berlalu sejak rilis. (Masih inget dulu di kelas nonton film itu pake infokus dong HAHAHAHAA).
Rabu, 04 September 2019
[Review] Thai Movie: Friend Zone (2019)
Friend Zone adalah sebuah film Thailand yang rilis pada 14 Februari 2019 yang dibintangi oleh Baifren Pimchanok Luevisadpaibul dan Nine Naphat SiangSomboon. Film ini sempat tayang di bioskop Indonesia tapi saat itu aku nggak sempat nonton di bioskop, jadi nunggu free link aja.
Movie yang berdurasi sekitar 2 jam ini bergenre romance comedy yang seperti judulnya menceritakan tentang friend zone, yaitu sebuah keadaan dimana kamu cinta sama seseorang tapi kamu tuh cuma dianggap temen aja. Kamu nggak bisa berhenti mencintainya dan harus rela melihat crush bersama pria lain. Sebuah keadaan yang sering banged terjadi di dunia nyata apalagi drama dan movie.
Movie yang berdurasi sekitar 2 jam ini bergenre romance comedy yang seperti judulnya menceritakan tentang friend zone, yaitu sebuah keadaan dimana kamu cinta sama seseorang tapi kamu tuh cuma dianggap temen aja. Kamu nggak bisa berhenti mencintainya dan harus rela melihat crush bersama pria lain. Sebuah keadaan yang sering banged terjadi di dunia nyata apalagi drama dan movie.
Selasa, 13 Maret 2018
[Review] Thai-Movie: Bad Genius (2017)
Berawal dari rasa kangen untuk menonton movie Thailand karena sudah lama nggak nonton, sampai lupa apa movie thai terakhir yang ditonton, akhirnya aku main-main ke thread 'other asian movies' di indowebster.
Tentu saja aku ingin mencari thai movie yang bikin ngakak karena komedi di movie-movie thai itu memang keren banged. Tapi aku bingung memilih yang mana karena aku memang nggak terlalu update sama movie thailand.
Akhirnya aku pilih thread movie baru yang paling populer + yang sudah ada subtitlenya. Sebenarnya saat itu ada 2 movie yang menarik, tapi aku memilih movie Bad Genius ini karena banyak yang memuji movienya.
Senin, 05 Desember 2016
[Trivia + Review] Reference Movies That I Watch Recently - Part 3
Desember 05, 2016Back to the 90s, Blindly in Love, C-Movie, Cafe Waiting Love, Chihayafuru, Eve in love, J-Movie, Reference, Review, Sayonara Debussy, Thai Movie, Trivia
7 komentar
Part 3 ^^
Karena nggak sempat membuat review satu per satu, beberapa movie yang aku tonton, aku rangkum dalam postingan referensi :)
Aku sedang tertarik dengan banyak movie dan sedang excited dengan coming age movie dati movie China dan Taiwan. Aku baru nyadar kalau aku kebanyakan nonton movie jepang HAHAAHHAHA. Coming age movie China bagus-bagus juga XD
Senin, 01 Februari 2016
[Review] Thai Movie - May Who?
It's already February Guys!
Dan akhirnya aku memulai hariku lagi untuk mencari suasana baru dengan dunia per-dramaan. Seperti yang aku katakan di postingan sebelumnya, aku mulai menonton Cheese In The Trap, nggak perlu dibahas lagi karena smeuanya juga jatuh hati sama drama itu.
Kali ini admin mau membahas mengenai Thailand Movie yang baru admin tonton. MAY WHO?
Sangat direkomendasikan bagi kalian yang mencari tontonan ringan penuh komedi.
Bagi penggemar movie thailand, aku yakin kalian udah nggak asing dengan komedi thailand yang mengocok perut dan membuat ketawa-ketawa nggak jelas.
Aku adalah penggemar Thai Movie special komedi LOL.
Nah, diantara banyak pilihan di forum idws, aku akhirnya menemukan yang sudah ada subtitle indonesianya. DAn aku langsung jatuh cinta pada May Who? tanpa tahu siapa yang main, tanpa tahu tim produksinya dan tanpa tahu apa-apa. LOL.
Aku baru searching saat membuat postingan ini kalau ternyata May Who? dibuat oleh
Pantes aja rasanya komedinya nggak asing dan menghibur banged, ternyataaa.
May Who? adalah drama komedi yang diproduksi oleg GTH dengan
*LOL baru nyadar mereka bertiga dari drama Hormones HAHHAHAHAHHA soalnya ane nggak nonton drama Hormones, cuma nonton movienya aja*
May Who? menceritakan tentang kisah kasih disekolah *cieeee* antara 3 bintang utama drama ini, Pong, May dan Fame. Jadi ceritanya ketiganya sekolah disebuah sekolah dimana sekolah itu terbagi antara beberapa kelompok siswa. Sebenarnya yang membaginya adalah tokoh utama kita, Pong. Ia membagi kelompok dengan sangat apik dan aku ketawa ingat masa SMA kalau kelompok-kelompok seperti itu memang ada HAHAHHAHAHHA.
Nah, Pong sendiri masuk dalam kelompok yang nggak populer, bahkan orang ga tau kalau dia ada, intinya kelompok yang biasa aja. Dia ini kutu buku dan suka membaca dan ternyata hobi-nya adalah membuat komik berdasarkan imajinasinya atas kehidupan sehari-harinya. Dan kita tahu kalau Pong ternyata naksir pada ketua pemandu sorak sekolah (kalo ga salah). Dia bahkan membuat komik romantis mengenai dirinya dan pemandu sorak itu.
Nah, masalah dimulai dari sana. Saat ia salah mengumpulkan tugas sekolahnya, karena buku tugas-nya sama dengan buku yang ia gunakan untuk menulis komik, bukunya tertukar dan lucunya komiknya langsung tersebar ke seluruh penjuru sekolah. Malu-nya lagi, isi komik yang ia buat adalah tentang pertemuannya dengan si pemandu sorak itu (lupa namanya) kemarinnya, saat bola sepak mengenai kaki si pemandu sorak dan pemandu sorak menendangnya. Dimana dalam komiknya, Pong membuat kalau ia melihat celana dalam gadis itu dan gadis itu malu-malu gitu dan dia sok cool HAHHAHAHAHHAHAHHAHAHAHAHAHHAHAHAHAHA.
Si Pong galau karena gadis yang ia taksir jadi membencinya dan ingin menemukan siapa yang menyebarkan komiknya. Ia mendapat pencerahan dari teman sesama kutu bukunya, kalau yang menyebarkannya adalah seorang siswi bernama May. Pong bingung, 'May yang mana?'
Rupanya 'May' adalah nama yang umum digunakan di Thailand, sehinga ada banyak siswa yang namanya May dan Pong bingung May yang mana yang dimaksud temannya dan akhirnya mereka menemukan kalau May yang kemungkinan menyebarkan komiknya adalah 'May-Who', seorang siswi bernama May yang tidak populer, tidak masuk dalam kelompok manapun, hampir tak dikenal.
Nah, mulai dari sana-lah Pong mencoba untuk membalas dendam pada May yang sudah membuat hidupnya kacau. Ia membuat komik baru tentang May Who, dimana intinya ia mengejek May dan menyebarkannya. May tentu saja marah dan akhirnya karena pertengkaran mereka di tempat foto copy-an, Pong jadi tahu sebuah rahasia May, bahwa badan May mampu mengeluarkan sengatan listrik. HAHHAHAHHAHA.
Sumpah lucu banged, awalnya Pong mengira May mempunyai semacam alat penyentrum gitu HAHHAHA, tapi ternyata itu bawaan sejak lahir, kalau jantung May berdebar terlalu kencang maka tubuhnya mengeluarkan sengatan listrik. LOL.
Lucu banged saat kita flashback ke masa kecilnya, gimana cara orang tuanya untuk menghentikan hal itu dan menyembunyikan hal itu LOL.
Nah, dari sana-lah mereka berdua mulai menjadi dekat dan Pong juga tahu kalau May menyukai siswa paling populer di sekolah mereka, Fame.
P'Fame sangat kereeeeen, pinter olahraga dan ganteng juga. Dia juga baik. Pantes lah banyak yang tergila-gila sama dia, cuma aku kaget karena ternyata dia juga tertarik pada MAy. WOw.
Jadi bagaimana kisah cinta mereka bertiga?
Tonton aja deh, movienya, di jamin nggak menyesal HAHAHAHHA.
Silakan cek trailernya dibawah ini.
Trailernya bikin aku ngakak LOL.
Kalau menurut aku sih ini movie menghibur banged, ceritanya tidak terlalu berat jadi mengalir begitu saja. Jalan ceritanya cukup mudah ditebak sih, tapi tetep asyik kok. Aku cuma mengharapkan ada beberapa plot twist, sayangnya nggak ada, karena ceritanya mengalir begitu saja.
Aku menyukai tokoh May. Dia nggak cantik, kelihatan pendiam tapi dia suka ribut juga. Dia menghindari orang lain karena 'penyakit' yang ia derita. Aku kasihan banged sama MAy karena udah beberapa kali pindah sekolah gara-gara orang-orang tahu kemampuannya dan menganggapnya aneh. Dia bahkan berencana pindah sekolah lagi setelah Pong mengetahui kemampuannya.
Tapi aku senang akhirnya dia berusaha tetap disana dan melawan Pong.
Kisah cinta disini kisah cinta ya, seperti movie biasanya, mulai dari balas dendam dan bertengkar, akhirnya jadi cinta deh. Aku suka banged sama Pong, dia ini siswa biasa tapi imajinasinya luar biasa HAHHAHAH.
Semuanya berbeda dari apa yang kelihatan di luar.
Intinya movie ini mengajarkan kita untuk menerima kekurangan kita, berkatalah yang jujur dan jangan mudah percaya dan terpengaruh dengan orang lain.
Kalian akan menemukan banyak karakter unik dalam movie ini.
aku menyukai kelompok para cheerleader HAHAHAHAHAHA, lucu banged pas adegan mereka melabrak May tanpa tahu alasan kenapa mereka melakukannya / mereka ga tau kalau yang menyuruh mereka melabrak May ternyata suka sama Fame juga HAHHAAHAH.
Adegan favorite aku adalah adegan lomba lari di akhir episode saat Pong ikutan lari menghentikan May untuk memenangkan pertandingan. Saat itu Pong udah menyadari kalau ia nggak bisa tanpa MAy. Aih, Spoiler!!!!
![]() |
| First Date (?) Lucu banged! |
![]() |
| May Who |
![]() |
| Pong |
![]() |
| Lupa namanya, dia yang ditaksir Pong |
![]() |
| Si ganteng Fame :) |
Semoga kalian juga menyukai movienya hehhehehhe.

























