Monday, 16 July 2018

[Review] J-Drama: Juhan Shuttai! (2016)

Juhan Shuttai! atau Sleepeeer Hit! adalah sebuah drama yang tayang di stasiun TV TBS sebanyak 10 episode pada musim semi 2016. Drama ini disutradarai oleh Nobuhiro Doi (Kounodori, Quartet, Soratobu Kouhoushitsu) dan naskahnya ditulis oleh Nogi Akiko (Unnatural, Nigehaji, Okitegami Kyoko no Biboroku). Aku tertarik menonton drama ini karena penulisnya, Nogi Akiko dan karena ada Sakaguchi Kentaro. Aku biasanya nggak terlalu nge-fans sama penulis drama, tapi karena aku sangat menyukai Nigeru Haji da ga Yaku ni Tatsu dan Unnatural, aku rasa aku perlu mengecek drama-drama Nogi Akiko lainnya. Aku dalam tahap akan menonton semua dramanya dan drama pertama yang aku coba setelah Nigehaji dan Unnatural adalah Juhan Shuttai! ini. Aku sepertinya cocok banged sama drama-drama Nogi Akiko, karena aku sangat sangat menyukainya. Karakter yang ada dalam dramanya selalu unik, scriptnya bagus, castnya keren-keren.
Nogi Akiko dan director Nobuhiro sudah pernah bekerja sama sebelumnya dalam drama Soratobu Kouhoushitsu yang juga ada dalam list drama yang akan aku tonton, hohohoho.

Drama ini dibintangi oleh Kuroki Haru (Hanako to Anne, Tenno no Ryoriban, Segodon) dan ini adalah drama pertama dimana ia menjadi main lead. Haru bukan alasan aku menonton drama ini, tapi setelah menontonnya, ya ampuuun, aku suka banged sama karakternya dalam drama ini. Imut banged, manis, ekspresi-ekspresi wajahnya itu lho. Karakternya juga dibuat menjadi karakter yang mudah disukai, meski tidak sempurna.
Supporting cast drama ini antara lain adalah Odagiri Joe (Keiji Yugami, Okashi no Ie, Yume wo Ataeru), Sakaguchi Kentaro (Signal, Kounodori, Tokyo Tarareba Girls), Matsushige Yutaka (Unnatural, Kodoku no Gurume, Byplayers), Arakawa YosiYosi (Amachan, Umi no Ue no Shinryoujo, Saki ni Umareta Dake no Boku), Kohinata Fumiyo (The Confidence Man JP, Mare, The Last Cop), Yasuda Ken (Seigi no Se, Chiisana Kyojin, ItsukaKoi), Takito Kenichi (Hanbun Aoi, Hana Nochi Hare, Juyo Sankuonin Tantei), Nagayama Kento (Doctor X, Beppin-san, Cold Case), Muro Tsuyoshi (Super Salaryman, Ouroboros, kimi ga Kokoro ni Sumitsuita), Takata Junji (Totto-chan, Yokoso Wagaya e, Mikaiketsu no Onna), Nagaoka Tasuku (Kounodori, Gegege no Nyobo, Yume wo Ataeru), Maeno Tomoya (Warotenka, Koinaka, Soratobu Kouhoushitsu), Mogami Moga (Koisuru Hong Kong, Saikou no Rikon, Apoyan), Hamada Mari (Massan, Kahogo no Kahoko, Sannin no Papa), Kaname Jun (Kuragehime, Universal Koukokusha, Kanna-san), Nakagawa Taishi (Hana Nochi Hare, Kyou no Kira-kun, ReLIFE) dan masih banyak lagi.
List cast drama ini keren-keren, hampir semuanya aku kenal.

Juhan Shuttai! diangkat dari manga berjudul sama karya Matsuda Naoko yang diterbitkan pertama kali pada November 2011 di majalah manga bulanan, Big Comic Spirits.
Drama ini menceritakan tentang kehidupan para editor manga di sebuah perusahaan penerbitan bernama Kantoukan. Setiap episode drama ini membahas hal yang berbeda tapi masih seputar mengenai penerbitan manga seperti masalah antara editor dan mangaka, juga masalah antara sesama mangaka, sesama editor dan kehidupan sehari-hari mereka. Karena tokoh utama drama ini adalah seorang editor, jadi fokus drama ini lebih ke editor mangaka.
Disini juga diceritakan mengenai masa lalu para tokoh, kehidupan pribadi dan masalah pribadi mereka. Para editor yang berjuang demi mangaka dan para pembaca, juga demi buku-buku yang semakin lama kurang populer karena zaman teknologi.
Intinya sih melihat lebih dekat bagaimana proses penerbitan sebuah manga, mulai dari pencarian bakat baru, membantu mangaka dalam membuat manganya agar menarik, proses percetakan, penjualan sampai ke tangan pembaca. Selain itu disini juga dibahas beberapa kisah mengenai mangaka tidak populer, mangaka berbakat, mangaka yang kena slump, mangaka yang dulu populer sekarang tidak bisa membuat manga lagi dan lain sebagainya.
Ini adalah drama kehidupan dengan usur humor yang sangat menghibur.

Kuroki Haru memerankan tokoh utama dalam drama ini, Kurosawa Kokoro, seorang gadis yang masuk ke dunia editor yang hampir seluruh rekan kerjanya adalah pria. Meski awalnya ia diremehkan, tapi Kokoro tidak pernah menyerah dan selalu melakukan yang terbaik. Slogannya adalah selalu melakukan hal baik pada orang lain, menang dengan kebaikan. Ia selalu bersemangat mengenai pekerjaannya, rasa ingin tahunya sangat kuat. Ia mampu bertahan dan mencari tahu seperti apa editor yang baik itu, meski sampai akhir, tidak ada jawaban pasti mengenai editor yang baik.
Yang membuat drama ini seru adalah Kokoro dengan ekspresi wajah yang beragam dan lucu banged, bahkan saat serius, saat kesal, saat menangis, saat excited, ya ampun, aku nggak berhenti screencapture wajahnya dari episode 1-10, cute banged!
Selain itu para supporting cast dalam drama ini juga sangat menghibur dan punya keunikan masing-masing, baik yang kelihatan jahat maupun yang baik. Para aktor udah senior banged memang, jadi karakter yang mereka gambarkan itu menarik. Aku belum membaca manga-nya, jadi aku tak bisa membandingkan karakter manga dan aslinya.
Kalau soal kualitas akting, jangan ditanya ya, yang main disini sudah pada senior semuanya. Nakagawa Taishi kayaknya satu-satunya aktor muda dalam drama ini dan dia juga memerankan karakternya dengan baik.

Untuk scriptnya, tidak diragukan lagi ya, Nogi Akiko memang bagus banged. Aku suka bagaimana episode demi episode berlalu dan nggak terasa sudah masuk ke akhir dramanya. Plot Twist di akhir benar-benar menipu, aku tertipu banged karena aku benar-benar berfikir dia aka pensiun. HAHAHAAHAHA.
Yang paling aku sukai dalam drama ini adalah bagian dari 'kebaikan adalah keberuntunganmu'. Jika kau banyak berbuat baik, maka itu akan terakumulasi menjadi keberuntungan. Jika kau berbuat jahat, maka keberuntunganmu akan habis. Jadi banyak-banyak-lah berbuat baik agar kamu mendapat keberuntungan yang besar.
Buku adalah jendela dunia, jika kamu banyak membaca, kamu akan melihat dunia. Satu buku bisa mengubah kehidupan seseorang. Cintai-lah buku.

CHARACTERS
-Spoiler Alert-

Kuroki Haru as Kurosawa Kokoro (Koguma)

Kurosawa Kokoro adalah mantan atlit judo yang seharusnya memiliki karir yang cemerlang. Tapi karena mengalami cidera, ia harus berhenti menjadi atlit dan mulai mencari pekerjaan. Ia sudah melamar ke berbagai perusahaan tapi ia belum diterima. Tapi ia mendapatkan banyak pengalaman dari hal itu dan ia yakin diwawancaranya kali ini, ia akan menjadi yang terpilih. Ia melamar pekerjaan disebuah perusahaan penerbitan bernama Kantoukan dan ia mengacaukan wawancaranya karena menyerang presiden Kantoukan yang menyamar menjadi cleaning service. Sudah menyerah akan pekerjaannya di perusahaan itu, ternyata sebuah keajaiban terjadi. Ia diterima diperusahaan tersebut dan 3 bulan kemudian, ia ditempatkan si bagian Shuukan Vibes, sebagai editor.
Shuukan Vibes adalah majalah manga bulanan yang pembacanya ditujukan untuk anak muda. Awalnya, ia tak disambut dengan hangat karena ia adalah seorang wanita, tapi Kokoro menunjukkan kemampuannya yang selalu penasaran akan sesuatu, selalu bersemangat, kuat, kemauan belajar yang tinggi. Ia dipanggil dengan panggilan 'koguma' oleh rekan kerjanya. (Koguma = anak beruang).

Kokoro memperlajari bagaimana proses penerbitan sebuah manga, seniornya Iokibe Kei adalah orang yang bertugas untuk mengajarinya. Iokibe sering mengajak Kokoro bertemu mangaka dan melihat proses pembuatan manga, mengajaknya ikut pertemuan dengan mangaka untuk membahas name, mengajaknya ikut rapat ini dan itu. Kokoro sejak kecil menyukai manga, jadi ia tidak kesulitan melihat manga dari sisi pembaca, tapi ia harus banyak belajar melihat manga dari sisi editor. Mempelajari istilah-istilah manga dan lain sebagainya.
Tujuan dari sebuah perusahaan penerbitan adalah 'Juhan Shuttai' yaitu cetakan kedua dan Kokoro menjadikan itu sebagai tujuannya menjadi seorang editor, ia harap mangaka yang ia bantu akan mendapat cetakan kedua. Setiap kali Vibes mendapatkan juhan shuttai, mereka punya tradisi sendiri dan Kokoro membuat tradisinya sendiri, sebuah tarian juhan shuttai yang memalukan bagi yang lain.

Kokoro adalah seorang gadis yang selalu optimis dan baik hati. Ia mau belajar banyak dan mengakui kesalahannya jika ia salah. Ia tak mudah menyerah akan sesuatu, meski ia wanita, hatinya sangat kuat. Ia selalu serius dalam melakukan semua hal dan tidak pernah meremehkan sesuatu. Ia punya mata yang bagus dalam hal manga dan menemukan bakat baru. Ia sangat ramah pada semua orang jadi orang lain selalu menyukainya. Kokoro sangat menyukai buku dan ia selalu mencium aroma buku baru dengan senyuman diwajahnya.

Odagiri Joe as Iokibe Kei

Dia adalah editor senior di Vibes dan bertugas mengajari Kokoro. Kokoro sangat nge-fans pada Iokibe dan bahkan sempat menjadi stalker Iokibe dan menemukan kalau Iokibe ini orangnya sangat baik. Iokibe selalu menolong orang lain dan melakukan kebaikan kecil lainnya. Saat Kokoro bertanya kenapa Iokibe melakukannya, ia mengatakan ia hanya meniru seseorang.
Iokibe adalah editor yang selalu memikirkan mangaka dan editor yang sangat baik. Ia punya masa lalu dimana ia melepaskan seorang mangaka karena ia pikir ceritanya tidak menarik tapi ternyata manga itu kemudian menjadi manga unggulan di majalah manga saingan Vibes. Sejak itu ia belajar banyak dan lebih menghargai cerita para mangaka.

Iokibe selalu berpenampilan keren. Dia adalah seorang duda, kalau nggak salah ia bercerai dengan istrinya karena dia kurang perhatian dan sepertinya dia tidak tertarik dengan percintaan dan fokus pada pekerjaannya.

Sakaguchi Kentaro as Koizumi Jun

Koizumi bekerja di perusahaan yang sama dengan Kokoro, tapi ia ada di bagian penjualan. Koizumi dikenal sebagai hantu dari Kantoukan karena ia selalu kelihatan tidak bersemangat dan suka muncul tiba-tiba. Sebenarnya Koizumi tidak menyukai pekerjaannya dibagian penjualan dan selama 3 tahun ia sudah mengajukan pindah ke departemen lain tapi tidak diterima. Ia awalnya tidak suka pada Kokoro yang dengan mudah masuk ke bagian editorial hanya karena ia wanita. Tapi suatu hari ia dan Kokoro bekerja bersama-sama dan ia mulai melihat sisi lain dari Kokoro.
Kokoro yang selalu ramah pada orang lain, berani untuk mencoba, tidak bermanja-manja dan sangat serius pada semua hal, membuat Koizumi mulai berubah. Ia melihat sisi lain dari pekerjaannya bahwa pekerjaan bagian penjualan tidak seperti yang ia lakukan selama ini. Pekerjaannya adalah bagian yang sangat penting dalam sebuah perusahaan penerbitan.
Sejak bertemu dengan Kokoro, Koizumi mulai mecintai pekerjaannya dan menjadi lebih serius. Ia juga mulai mengeluarkan suara kalau ada rapat dan mau berdiskusi dengan pihak toko, semuanya mulai mengenal namanya.

Koizumi terlihat menyukai Kokoro, ia selalu kelihatan malu dan deg degan kalau Kokoro mengeluarkan wajah lucunya. hehhehe. Ia sempat panik saat tahu kalau Kokoro menyukai seseorang di Vibes, cinta sepihak, mesi itu hanya salah paham saja HAHHAHA.
Sayangnya nggak ada love line dalam drama ini dan menurutku memang ngga perlu love line. Aku suka Koizumi menjadi orang pertama yang menari juhan shuttai bersama Kokoro saat Kokoro mendapat juhan shuttai pertamanya.

Kohinata Fumiyo as Mikurayama Ryu

Mikuriyama-sensei adalah mangaka senior yang sudah menggambar manga selama 40 tahun. Iokibe adalah editor baru Mikuriyama-sensei dan Iokibe membawa Kokoro saat pertemuannya dengan Mikuriyama-sensei, agar Kokoro dapat belajar. Mikuriyama-sensei masih menggunakan peralatan manga manual tanpa elektronik dan ia punya 4 orang asisten.
Aku lupa nama manga Mikuriyama-sensei ini, tapi sempat ada masalah saat salah satu asistennya berkhianat karena sudah muak menjadi asisten dan menyebarkan banyak komentar negatif di internet dan mengirimnya pada Mikuriyama-sensei. Mikuriyama-sensei sempat drop karena hal itu dan berfikir untuk berhenti menjadi mangaka. Tapi Kokoro berhasil menemukan masalah dalam manga Mikuriyama-sensei, bukan karena Mikuriyama-sensei sudah tua dan tak bisa konsisten menggambar lagi, tapi karena Mikuriyama-sensei semakin menunduk dan titik pandang Mikuriyama-sensei mulai berbeda sementara Mikuriyama-sensei masih menggunakan peralatan lama. Berkat itu Mikuriyama-sensei menemukan kembali semangatnya dan mulai mencoba peralatan modern.
Ia sangat mencintai manga dan sangat membantu Kokoro yang merupakan seorang editor muda. Ia banyak memberi nasehat kehidupan pada Kokoro, Iokibe dan para asistennya.

Sampai akhir, Mikuriyama-sensei masih terus menggambar manga, ia bahkan akan merilis sebuah manga baru dan menantang para mangaka muda.

Matsushige Yutaka as Wada Yasuki

Wada-san adalah karakter favorite aku setelah Kokoro. Dia adalah kepala editor di Vibes yang suasana hatinya selalu berubah sesuai dengan keadaan tim baseball favoritenya. Kalau tim baseball-nya menang, dia akan good-mood, tapi kalau tim baseball-nya kalah, dia akan bad-mood. Editor senior sudah bisa menebak suasana hati Wada-san, tapi Kokoro masih harus banyak belajar.
Wada-san suka berjudi dan itu juga mempengaruhi suasana hatinya. Tapi Wada-san adalah orang yang serius memikirkan masa depan Vibes dan para manga-ka yang bekerja untuk Vibes. Ia selalu serius apabila mereka masuk ke medan pertempuran dan selalu punya ide agar pendapatnya menang dalam medan pertempuran alias rapat dengan para ketua departemen lain LOL.

TApi Wada-san punya kelemahan, yaitu microsoft excel HAHHAHAHA. Ia selalu kesal kalau fungsi-nya salah dan sering berteriak memanggil Iokibe kalau ia sudah stress mengurus data LOL.
Arakawa YosiYosi as Mibu Heita

 
Yasuda Ken as Noboru Yasui

Karakter paling misterius dan sering dipanggil sebagai Yasui si penghancur. Sejak awal, hubungan Yasui dan Kokoro tidak bagus dan Kokoro sangat tidak menyukai Yasui yang kelihatan tidak pernah serius. Yasui selalu setengah hati jika berkonsultasi dengan mangaka, bahkan diskusi tak lebih dari 10 menit, ia juga kelihatan tidak serius dengan pekerjaannya dan selalu pulang ke rumah tepat waktu, ia tak pernah lembur. YAsui bahkan pernah mencuri bakat baru yang ditemukan oleh Kokoro dan Kokoro patah hati karena hal itu, saat itu semuanya mengira kalau Kokoro patah hati pada YAsui HAHAHAHAHA.

Tapi dibalik semua itu, YAsui ternyata punya masa lalu yang hanya diketahui oleh Wada-san dan Iokibe. Dulu, Yasui sama seperti Kokoro, selalu bersemangat akan sesuatu. Yasui menyukai karya seorang mangaka dan berharap mangaka itu mau pindah ke majalah mereka, jadi ia selalu datang setiap hari membantu mangaka itu. Sampai akhirnya sang mangaka mau bekerja sama dengan Yasui, Yasui bahkan sampai menangis. Tapi tiba-tiba ada kabar kalau majalah mereka akan dihentikan dan Yasui merahasiakan hal itu dari mangaka tersebut karena ia yakin mereka masih bisa menyelamatkan majalah mereka. Sang mangaka tahu dati orang lain dan marah pada Yasui. Selain itu istri Yasui juga meminta cerai karena Yasui tidak peduli pada keluarga. Sejak saat itu, Yasui mulai berubah, ia tidak mau terlalu memperhatikan mangaka lagi dan selalu pulang tepat waktu, hari libur ia tak mau dihubungi dan selalu menghabiskan waktu bersama keluarganya setiap liburan.

Yasui ini selalu update status di twitter, ia menyamarkan namanya dan selalu mengupdate masalah-masalah di Vibes dengan quote. Tapi saat ia mendengar kalau Kokoro dll mengetahui ada akun editor manga yang mencurigakan, ia segera menghapus akunnya. Yasui ini memang orang yang sangat menyebalkan sejak awal, tapi entah kenapa aku nggak bisa membencinya. Yasuda Ken keren banged jadi Yasui.

Arakawa YosiYosi as Heita Mibu
Nagaoka Tasuku as Kikuchi Fuminori

Senior Kokori di Vibes. Mibu duduk disamping Kokoro, sementara Kikuchi duduk disamping Yasui. Mereka berdua ini kelihatan selalu sehati.
Aku lupa mengenai Kikuchi, sepertinya nggak diceritakan mengenai kehidupan pribadinya, tapi dia adalah editor dari manga Tanpopo yang dibahas di episode pertama kalau aku nggak salah.
Mibu sendiri selalu dibandingkan dengan kakaknya yang pintar, ia juga dibully di sekolah dan sejak kecil pelariannya adalah manga, ia sangat menyukai manga. Awalnya ia meremehkan Kokoro yang selalu membaca surat penggemar, tapi saat ia berhadapan dengan masalah manga yang ia editori yang semakin tidak populer, ia mulai menyadari kalau ia melupakan sesuatu yang penting selama ini.
Ia menyadari entah sejak kapan ia mulai tidak serius menjadi editor dan membuat mangaka kehilangan potensinya. Tapi Mibu berhasil memperbaikinya.

Takada Junji as Kuji Masaru

Dia adalah CEO di Kantoukan dan orang yang diserang oleh Kokoro saat ia wawancara kerja. Sejak melihat cara berjalan Kokoro yang masuk ke ruang tunggu wawancara, Kuji-san sudah tertarik dengannya. Karena itu saat Kokoro sedang diwawancara, ia sengaja masuk ke ruangan seolah akan menyerang para pewawancara dan Kokoro berhasil menghentikannya.
Kuji-san adalah orang yang selalu berbuat baik dan dia adalah yang ditiru oleh Iokibe. Kuji-san punya cerita mengenai masa lalunya sendiri. Ia ditinggalkan oleh ibunya saat ia lulus SMP dan sejak itu ia menghidupi diri sendirian. Ia sempat menjadi preman dan kemudain bertemu dengan seorang bapak yang sedang memancing disungai. Awalnya Kuji-san mengancamnya dengan senjata tajam karena kabarnya bapak itu punya banyak uang. Tapi si bapak tidak panik sama sekali dan justru mengatakan pada Kuji-san kalau Kuji-san melakukan itu, Kuji-san akan kehabisan keberuntungannya. Ia adalah orang yang mengajarkan pada Kuji-san kalau berbuat kebaikan akan meningkatkan keberuntungan.

Setelah itu, Kuji-san meninggalkan kampung halamannya dan mulai bekerja dengan baik di sebuah pabrik. Salah seorang pekerja memberikan sebuah buku padanya, buku kumpulan puisi yang awalnya ia tak yakin ia bisa menyelesaikannya karena ia tak suka buku tebal.
Tapi Kuji-san berhasil menyelesaikan buku itu dalam waktu singkat dan buku itu sudah mengubha hidupnya. Kumpulan puisi dari Miyazawa Kenji membimbingnya untuk melakukan hal-hal yang baik.
Saat ia mulai bekerja di Kantoukan, ia mulai melupakan kebaikan dan terjun dalam perjudian, tapi kemudian sesuatu yang buruk hampir terjadi pada keluarganya. Kuji-san memutuskan untuk berhenti berjudi, ia tak merokok dan tidak membeli mobil, ia terus melakukan kebaikan sepanjang hidupnya setelah itu, mengumpulkan kebaikan demi keberuntungan dan menggunakan keberuntungannya untuk hal yang baik.
Kuji-san memiliki keberuntungan yang baik, begitulah kata orang-orang disekitarnya dan Kuji-san percaya kalau keberuntungannya adalah akumulasi dari perbuatan-perbuatan baik yang ia lakukan. Saat ia memenangkan lotre, ia bahkan tidak mengambil uangnya, karena ia tak mau berjudi dan menyimpan keberuntungan itu agar Kantoukan mendapat juhan shuttai lagi.

Kuji-san selalu punya jadwal tetap setiap tahun, yaitu ke pabrik daur ulang untuk melihat buku-buku Kantoukan yang tidak terjual, didaur ulang. Itu adalah adegan yang membuatku meneteskan air mata. Buku yang mereka buat sepenuh hati, buku yang mampu mengubah kehidupan seseorang, kadang mereka harus mendaur ulangnya karena tidak terjual. Kokoro dan Koizumi ikut melihat hal itu karena Iokibe meminta mereka yang pergi menggantikannya.

Takito Kenichi as Takahata Issun
Mogami Moga as Rinne

Awalnya, editor Takahata-san adalah Iokibe. Tapi setelah Vibes yakin Kokoro bisa memegang seorang mangaka, jadi Kokoro diberi kepercayaan untuk menjadi editor Takahata-san. Wada-san sengaja memberikan Kokoro tantangan, karena Takahata-san orangnya agak sulit.
Mood Takahata-san tergantung pada pacarnya, Rinne. Rinne selalu merasa kesepian karena Takahata-san selalu bekerja, ia kabur kalau sudah mendekati deadline dan itu membuat Kokoro sempat panik karena Takahata-san stress dan nggak mood menggambar manga, meski akhirnya dia menyelesaikan name-nya (Name itu naskah kasar manga yang diperiksa para editor sebelum mangaka menggambar dengan tinta).
Lama kelamaan, Rinne ini makin parah, ia selalu meminta perhatian dan itu membuat Takahata-san mulai kesal. Takahata-san kelihatan nggak bisa hidup tanpa Rinne, tapi ternyata Takahata-san lebih mencintai manga-nya daripada Rinne dan akhirnya membiarkan gadis itu pergi.
Bagi mangaka majalah bulanan, setiap minggu adalah headline, jika berhenti menggambar maka keuangan tidak akan masuk, jadi tentu saja Takahata-san tidak bisa bermain-main.

Ada juga sebuah masalah saat editor dari majalah saingan Vibes mendekati Takahata-san dan itu membuat Iokibe panik. Untungnya Takahata-san tidak jadi pindah ke majalah saingan itu, karena ternyata ia tak bisa menggambar manga baru, hatinya masih untuk manga yang sedang ia kerjakan sekarang. Kalau nggak salah sih judulnya puteri bertanduk gitu dan Kokoro adalah fans manga Takahata-san. Awalnya Takahata-san meminta Iokibe jangan memberitahu Kokoro mengenai rencana kepindahannya karena ia tahu Kokoro akan menangis, tapi ternyata saat Kokoro tahu, Kokoro berusaha menahan kesedihannya dan karena masalah pindah adalah hal mangaka, jadi Kokoro ingin kalau Takahata-san akan mengakhiri manganya, maka buatlah ending yang bagus.

Kaname Jun as Narita Meronnu

Meronnu adalah mangaka dimana Mibu sebagai editornya. Dia mangaka yang cukup populer dikalangan para wanita karena dia sangat tampan. TApi saat ia menyadari kalau manganya mulai tidak bagus, pesonanya menghilang.
Sebenarnya hal ini juga salah Mibu karena kurang membaca name dan kritik penggemar. Mibu berusaha membangkitkan semangat Meronnu kembali dan keduanya mulai bersahabat seperti dulu lagi.

 
Muro Tsuyoshi as Numata Wataru

Numata adalah salah satu asisten Mikuriyama sensei. Ia mememangkan penghargaan pendatang baru terbaik saat ia berusia 20 tahun tapi sejak saat itu ia tidak bisa debut, karena selalu saja ada yang salah dengan name yang ia buat. Tapi meski begitu, ia sama sekali tidak menyerah dan selalu rendah hati pada asisten yang bekerja dengannnya, satu per satu dari mereka mulai debut meninggalkannya.
Semuanya baik-baik saja sampai Nakata Haku bekerja sebagai asisten Mikuriyama Sensei. Nakata selalu fokus pada dunianya sendiri, ia membuat manga dengan cerita menarik tapi gambarnya sangat jelek. NUmata pernah diam-diam membaca manga Nakata dan ia shock karena manganya sangat bagus dan bahkan mampu masuk ke dalam hatinya, meski hal itu membuat sebuah kecelakaan yang cukup besar.

Numata adalah gambaran dari mangaka yang tidak berhasil dalam industri manga. Dalam kasus Numata, bukan karena ia tidak memiliki bakat, tapi karena orang lain tidak mengerti akan manganya karena ceritanya terlalu dalam. Nakata adalah satu-satunya orang yang menangis setelah membaca manga Numata dan ia meinterpretasikan hal yang berbeda dari orang kebanyakan mengenai manga NUmata. Kalau aku nggak salah, saat asisten yang lain membacanya, mereka mengatakan kalau itu manga tentang android tapi bagi Nakata, itu adalah manga tentang pencarian jati diri yang sangat menyentuh. Nakata satu-satunya orang yang mengerti mengenai manganya dan satu orang saja sudah cukup bagi Numata. Setelah itu ia berhenti menjadi mangaka dan kembali ke kampung halamannya untuk membantu bisnis keluarga.
Numata tidak beruntung bertemu dengan editor yang kelihatan tidak serius membaca manganya. Seandainya ia bertemu dengan editor seperti Kokoro, mungkin nasibnya akan berbeda.

 
Nagayama Kento as Nakata Haku 

Nakata Haku adalah seorang mangaka yang sangat berbakat atau bisa dibilang jenius, dalam hal cerita dan imajinasi, tapi cara menggambarnya buruk. Saat ada pameran manga, dimana itu adalah ajang para editor mencari bakat baru, Nakata datang ke setiap stand penerbit dan akhirnya bertemu dengan Kokoro. Kokoro adalah satu-satunya yang membaca manga Nakata dengan serius karena itu ia memilih bekerja sama dengan Vibes. Manga Nakata berhasil memenangkan penghargaan pendatang baru Vibes dan ia bersiap untuk serialisasi, tapi Nakata harus banyak konsultasi dengan Kokoro.
Kokoro selalu berusaha memperbaiki bagian manga Nakata dan membantu Nakata untuk bisa menggambar lebih baik lagi. Ia bahkan memberikan berbagai buku latihan menggambar pada Nakata. Bagi Nakata, Kokoro adalah 'megami' baginya dan ia selalu menuruti Kokoro. Nakata bahkan berhenti dari pekerjaan paruh waktunya dan full time menjadi asisten Mikuriyama sensei.

Nakata tidak pernah megeluh mengenai manga, ia selalu latihan dan hanya hidup untuk manga. Saat masih kecil, ibunya mengontrol dirinya, sering mengunci dan mengikatnya, karena itu Nakata tidak mudah untuk bersosialisasi. Ia benci pada wanita yang bersikap baik padanya kecuali Kokoro. Tapi perlahan ia mulai keluar dari cangkangnya, terutama setelah ia mulai membuka hatinya dan merasakan perasaan orang lain. Saat ia kesulitan membuat karakter wanita, ia melakukan penelitian di jalanan sampai harus dikejar oleh polisi dan akhirnya menemukan gadis yang bisa ia jadikan referensi untuk manganya. (Awalnya Kokoro meminta dirinya saja yang jadi modelnya, sayangnya sifat Kokoro nggak cocok sama imajinasi Nakata HAHAHAHA).
Selagi Nakata belajar dan terus belajar menggambar, Kokoro juga berusaha agar Nakata mendapatkan serialisasi dan saat impian Nakata akhirnya terwujud, ia menangis. Tapi masalah nggak sampai disana. Asisten adalah sesuatu yang dibutuhkan mangaka dan Nakata kesulitan mencari asistennya karena nggak ada yang tahan dengan sifat Nakata, Nakata juga terlalu fokus pada manga bahkan lupa makan dan tidur. Kokoro harus selalu berusaha mengingatkan Nakata sampai terjadi pertengkaran besar diantara mereka.
Tapi kemudian Nakata mulai belajar kalau mangaka tidak bisa bekerja sendirian dan pasti membutuhkan orang lain, ia juga mengetahui impian Kokoro untuk mendapatkan juhan shuttai dan mulai mewujudkan impian itu. Nakata perlahan-lahan mulai berubah.
Nakata adalah mangaka pertama yang ditemukan oleh Kokoro, dimana ia menjadi editor dan menjadikannya terkenal, jadi hubungan Kokoro dan Nakata lebih dalam dari yang terlihat.

Hamada Mari as Kawa Miko

Kawa-san adalah pegawai disebuah toko buku yang cukup besar. Saat Kokoro masih dalam masa pelatihan, ia bekerja disana jadi Kokoro dan Kawa-san sudah cukup dekat. Kawa-san selalu membantu Kokoro dalam memilih buku, juga membantu Kokoro dalam berbagai hal, terutama promosi manga Vibes.
Jika Kokoro ada dibagian editor, Koizumi ada dibagian penjualan, maka Kawa-san ada dibagian Toko dan disana kita bisa melihat bagaimana pegawai toko dengan ide kreatif mereka membuat agar buku-buku mereka terjual.

Nakagawa Taishi disini berperan sebagai mangaka muda, aku lupa nama panjangnya, yang aku ingat adalah nama kecilnya ada Sho-nya lol. Awalnya dia dan 2 mangaka lain terpilih untuk menjadi pendatang baru di Vibes. Iokibe dan Kokoro melakukan wawancara dan Kokoro memilih Sho diantara 3 mangaka yang diwawancara. Iokibe menjadi editor Sho, manganya berjudul KICKS, manga tentang sepak bola. Ia sempat mengalami slump dan tidak bisa membuat name, meski akhirnya ia bisa mengatasinya. Kokoro adalah yang bertugas mengurus volume pertama KICKS dan mempelajari bagaimana membuat sampul manga yang menarik.

Vibes itu adalah majalah manga bulanan, biasanya mangaka menulis per-chapter disana. Jika manganya populer, maka biasanya akan dibuat dalam bentuk buku per volume (biasanya per volume isinya 5-7 chapter). Nah, kalau dalam bentuk buku kan ada sampul depannya tuh, nah itu yang memikirkannya adalah editor dan mangaka, mereka memberi gambaran kasarnya, nanti ada yang mendesign sampulnya agar menjadi lebih menarik. Kalau di indo, yang dijual itu kebanyakan adalah manga per volume. Kalau majalah manga kayak Vibes itu seperti Nakayoshi, Hana to Yume, Shonen Jump dll.
Tujuan mangaka adalah serialisasi alias manga yang bersambung yang nantinya akan dijadikan per-volume. Nah, juhan shuttai terjadi pada manga yang dijual per-volume. Jadi kalau sudah dijadikan per-volume dalam bentuk buku, akan dilihat penjualannya. Jika lebih dari 50% dari cetakan pertama terjual, maka akan mendapatkan cetakan tambahan dan disitulah namanya juhan shuttai!, yang dituju oleh setiap editor.
Kalau penjelasan resminya aku kurang tau ya, karena aku hanya menjelaskan berdasarkan pemahaman aku dari menonton drama ini lol.

Dari semua karakter dalam drama ini, seperti yang aku katakan diatas, aku suka sama Kokoro dan Wada-san, tapi sebenarnya aku sangat kagum pada Nakata yang diperankan oleh Nagayama Kento. Aktingnya bagus banged. Aku kadang kesal pada Nakata tapi untungnya masalah Nakata tidak dibuat panjang lebar, jadi aku nggak sampai gondok sama dia. HAHAHAHAHAHA.

Dari semua manga yang ada di drama ini, aku ingin sekali membaca manga Tanpopo tentang perjalanan seorang pria dalam mencari jati dirinya. Mangaka-nya adalah mantan asisten Mikuriyama sensei dan editornya adalah Kikuchi. Itu adalah masalah manga pertama yang diurus oleh Kokoro.

Cerita yang menarik adalah mengenai seorang kakek 70 tahun, pensiunan yang ingin menjadi mangaka. Ia sempat datang ke Vibes dan Kokoro mewawancarainya. Ceritanya lumayan bagus tapi sayangnya Vibes ditujukan untuk pembaca muda sementara manga buatan kakek itu lebih ke orang tua. Kokoro sebenarnya merasa sedih karena manga kakek itu bagus dan juga kakek itu terlihat serius. Tapi akhirnya ia membantu sang kakek dengan memberikan alamat beberapa perusahaan yang mungkin mau menerbitkan manga kakek itu, karena kalau kakek ke perusahaan besar semuanya pasti akan menolak.
Ternyata manga kakek itu menjadi sangat populer meski diterbitkan oleh perusahaan penerbitan kecil dan Wada-san cukup shock saat tahu kakek itu adalah bakat baru yang dutemukan oleh Kokoro dulu dan ingin Kokoro secepatnya menemukan bakat bau untuk Vibes.

Yang paling menyedihkan yang membuat aku menangis tesedu-sedu adalah mengenai mangaka yang dulunya populer tapi sekarang jadi miskin. Istrinya meninggal. anaknya masih SMP harus bekerja sementra dia minum-minum setiap hari.
Wada-san berencana membuat ebook untuk menerbitkan kembali manga-manga lama yang populer dan ia memilih manga buatan mangaka itu. Awalnya mangaka itu menolak karena ia tak mau manganya dibaca di notebook.
Wada-san kasihan pada puteri bapak itu dan terus berusaha meyakinkan, karena kalau dijadikan ebook, nanti mangaka itu akan mendapatkan royalti yang bisa membiayai hidup mereka.
Sang gadis awalnya membenci manga tapi Kokoro berhasil membuatnya membaca manga setelah ia merekomendasikan sebuah manga yang direkomendasikan oleh Kawa-san, sebuah manga yang pernah mengubah hidup Kawa-san,
Gadis itu juga adalah orang yang memberi Nakata inspirasi untuk karakter wanita dalam manganya.

Aku sangat merekomendasikan drama ini bagi yang belum menontonnya. Kalau kamu suka drama dengan cerita ringan tapi penuh arti, ada humor dan perjuangan, maka ini drama pas banged. Apalagi wajah sang tokoh utama yang memerable pasti bakal bikin kamu menyimpan screenshotnya HAHHAHAHA. Aku rasa aku cocok banged sama drama-drama Nogi Akiko, aku sudah mendownload yang lain dan sedang menunggu giliran untuk menontonnya wkwkkkkw.

Share:

0 comments:

Post a Comment

Translate

Follow by Email

NOTE:

DILARANG RE-UPLOAD / COPY PASTE TULISAN DI BLOG INI!

JIKA INGIN SHARE, CUKUP LINK KE POSTINGANNYA SAJA, BUKAN ISINYA!


Follow Clover Blossoms on Twitter

[Trivia] Japanese Movie Recommendations List

Karena ada banyak yang menanyakan rekomendasi untuk J-Movie, jadi aku memutuskan untuk membuat list rekomendasi Japanese Movi...

Recent Posts

Recent Posts Widget

Popular Posts This Week

Actor / Actress

Airi Matsui Ando Sakura Anna Ishii Aoi Miyazaki Aoi Morikawa Aoi Wakana Aoi Yu Aom Sushar Araki Yuko Bebe Tanchanok Chen Duling Chiba Yudai Chinen Yuri Choi Ara Daiki Shigeoka Dori Sakurada Eikura Nana Eita Elaiza Ikeda Fukushi Sota Fuma Kikuchi Fumi Nikaido Furuhata Seika Gao Zhi Ting Go Kyung Pyo Gong Yoo Gou Ayano Han Seung Yeon Han Yeri Hana Sugisaki Haru Kuroki Haruka Fukuhara Haruma Miura Haruna Kawaguchi Hasegawa Hiroki Hashimoto Ai Hashimoto Kanna Hayami Akari Hayato Isomura Hikari Mitsushima Hirano Sho Hiroki Narimiya Hirose Alice Hirose Suzu Honoka Yahagi Horii Arata Hu Yi Tian Hwang Jung Eum Hyeri Igawa Haruka Imada Mio Inoue Mao Ishihara Satomi Jang Se Hyun Jeon Ji Hyun Ji Soo Ji Woo Joo Won Jun Shison Jung Ryu Won Jung So Min Kaku Kento Kamiki Ryunosuke Kaname Jun Kanichiro Kasumi Arimura kawakami juria Kei Tanaka Kengo Kora Kentaro Kento Hayashi Kento Nagayama Kim Go Eun Kim Ji Won Kim Min Suk Kim So Hyun Kim Soo Hyun Kim Tae Ri Kim Woo Bin Kim Yoo Bin Kim Yoo Jung Kim Yoo Mi Kinami Haruka Kitamura Takumi Kiyohara Kaya Kiyohara Sho Komatsu Nana Koseki Yuta Kou Shibasaki Kubota Sayu Kudo Asuka L Lee Bo Young Lee Chung Ah Lee Dong Hwi Lee Dong Wook Lee Gi Kwang Lee Jong Suk Lee Joon Lee Soo Hyuk Lee Yoo Jin Mackenyu Mahiro Takasugi Maika Yamamoto Maki Horikita Mamiya Shotaro Marie Itoyo Masahiro Higashide Masaki Okada Masaki Suda Masataka Kubota Matsumoto Jun Mayu Matsuoka Mei Nagano Mikako Tabe Mike D angelo Min Do Hee Minami Hamabe Mio Yuki Mirai Moriyama Mirai Shida mirai suzuki Mitsuki Takahata Mitsushima Shinnosuke Miwa Miyu Yoshimoto Mizuki Yamamoto Moe Arai Mone Kamishiraishi Mugi Kadowaki Nadine Lustre Nagasawa Masami Nakajima Kento Nakamura Tomoya Nao Nao Matsushita Nijiro Murakami Nounen Rena Osamu Mukai Otani Ryohei Park Bo Gum Park Eun Bin Park Hae Jin Park Seo Joon Park Shin Hye Pattie Ungsumalynn Phan Pagniez Reina Visa Rena Matsui Riho Yoshioka Rina Kawaei Ryo Ryusei Ryo Yoshizawa Ryoma Takeuchi Ryota Katayose Ryu Hwa Young Ryu Jun Yeol Sagara Itsuki Sairi Itoh Saito Takumi Sakaguchi Kentaro Sakuma Yui Sakurako Ohara Sato Kanta Satoshi Tsumabuki Seino Nana Seo Hyun Jin Seto Koji Shen Yue Shim Eun Kyung Shimon Okura Shin Hyun Soo Shirota Yuu Shohei Miura Shono Hayama Shuhei Nomura Shunya Shiraishi sometani shota Son Seung Won Song Ha Yoon Suga Kenta Sun Woong Suzuki Ryohei Suzy Taiga Taishi Nakagawa Takahashi Issei Takanori Iwata Takayuki Yamada Takeru Sato Takuya Kusakawa Tamaki Hiroshi Tao Phiangphor Tasuku Emoto Tomoshita Yamashita Tori Matsuzaka Toyokawa Etsushi Tsubasa Honda Tsuchiya Tao Ueno Juri Yamazaki Kento Yamoto Yuma Yo Oizumi Yoo In Na Yoo Seung Ho Yook Sung Jae Yoon Park Yoon So Hee Yoshine Kyoko Yosuke Sugino Yu Aoi yua shinkawa Yui Aragaki Yuina Kuroshima Yuki Furukawa Yuki Izumisawa Yuki Yamada Yukino Kishii Yuko Oshima Yuna Taira Yuriko Yoshitaka Yuta Hiraoka Yuya Matsushita Yuya Yagira

Drama / Movie

99.9 A Love So Beautiful A Story of Yonosuke Age of Youth 2 Always Sunset on Third Street amachan Anikoma Anohana Anone Ao Haru Ride Arbitratily Fond Asa ga Kita Ashi Girl At Cafe 6 Beppin-San Biscuit Teacher and Star Candy Bittersweet Boku Dake ga Inai Machi Boku no Ita Jikan Boukyaku no Sachiko Bubblegum Cafe Waiting Love Carnation Chia Dan Chihayafuru Chugakusei Nikki Churasan Crybaby Pierrot's Wedding Crying Out Love in the Center of the World Daily Lives of High School Boys Dating DNA Departures Eulachacha Waikiki Evergreen Love Father is Strange Fight Fleet of Time Forever Young Frankenstein no Koi From Five to Nine Gakko no Kaidan Gegege no Nyobo Gochisousan God Gift Good Morning Call Good Morning Call 2 Goon Ju Hana and Alice Hana Nochi Hare Hanako to Anne Hanbun Aoi Haruchika Hirunaka no Ryuusei Hirune Hime Hiyokko Honey and Clover Hot Road Hyouka I Love You in Tokyo I Want to Eat Your Pancreas If We Were A Season Itakiss LIT Itakiss LIT S2 Itakiss Movie Kahogo no Kahoko Kakegurui Kaze no Haruka Keiji Yugami Kidnap Tour Kiki Delivery Service Kimi no Na Wa Kingyo Club Kiss Me Thailand Koe no Katachi Koinaka Kuragehime Linda Linda Linda Little Forest Love Letter Lucky Romance Ma Boy Man From The Stars Manpuku March Comes in Like a Lion Mare Massan May Who? Meteor Garden 2018 Moriyamachu Driving School My Huckleberry Friends My Husband Can Not Work My Little Sweet Pea My Old Classmate Nagi no Asukara Narratage Natsuzora Nodame Cantabile Oboreru Knife Ohisama Omotesando On The Wings of Love One Million Yen Girl One Week Friends Operation Love Orange Orange Days Ore Monogatari Our Little Sister Our Times Peach Girl Pinocchio Princess Hours Thailand Rage Rainbow Song ReLIFE Reply 1988 Romance Full of Life Sannin No Papa she was pretty Shigatsu wa Kimi no Uso Sing Salmon Sing Solanin Sound of Your Heart Splish Splash Love Ssam My Way Strobe Edge Sukina Hito ga Iru Koto Teiichi no Kuni Tenno no Ryoriban The 100th Love The Anthem of the Heart The Best Hit The Great Passage The Left Ear The Woodsman and The Rain The World of Us Today's Kira-kun Todome no Kiss Toki wo Kakeru Shojo Tokyo Tarareba Girls Tomorrow Cantabile Tonari no Kaibutsu-kun Toto Nee Chan Twenty Years Old Twilight Saya in Sasara Uchiage Hanabi Under the Hawthorn Tree Unnatural Wakamonotachi Warotenka We All Cry Differently What A Wonderful Family While You Were Sleeping Wise Prison Life Wood Job Yellow Elephant Yesterday Once More Your Lie in April Youth Over Flowers

Blog Archive

Recent Comments

Random Posts