Wednesday, 28 February 2018

[Review] Asadora: Hanako to Anne / 花子とアン (2014)


Kembali ke Review Asadora, kali ini aku akan membahas asadora berjudul Hanako to Anne yang menjadi asadora ke-9 yang sudah aku selesaikan setelag Amachan, Mare, Gochisousan, Beppinsan, Gegege no Nyobo, Carnation, Ohisama dan Churasan. BTW aku sengaja me-review berdasarkan urutan asadora yang aku selesaikan ^^~
Menyelesaikan asadora ini butuh perjuangan, awalnya sudah lama tertarik tapi males nonton karena katanya ceritanya tentang perselingkuhan. Kemudian setelah menonton sempat berhenti dipertengahan karena bosan, kemudian lanjut lagi.
Tapi asadora ini nggak seburuk yang aku bayangkan kok. Bahkan perselingkuhannya bisa aku maklumi HAHHAHAHAH.
Ini adalah asadora yang sangat menarik, karena menurut aku kisah teman pemeran utamanya lebih menarik dari kisah pemeran utamanya.

"Hanako to Anne" a.k.a "Hanako and Anne" adalah asadora ke-90 yang tayang mulai 31 Maret 2014 sampai 27 September 2017 sebanyak 156 episode. Hanako to Anne merupakan asadora yang menggantikan Gochisousan dan digantikan oleh Massan.
Drama ini mendapatkan rating rata-rata yang lumayan tinggi selama masa penayangannya, yaitu 22,6%.
Asadora ini diangkat dari novel 'An no Yurikago Muraoka Hanako no Shogai' karya Eri Muraoka, yang merupakan kisah nyata neneknya, Muraoka Hanako, penerjemah pertama 'Anne of Green Gables' ke dalam bahasa Jepang.
Drama ini akan mengisahkan perjalanan hidupnya yang lahir dari keluarga miskin tapi punya keinginan kuat untuk masuk ke sebuah sekolah bergengsi, ia mempelajari bahasa inggris disana. Setelah lulus ia bekerja di perusahaan penerbitan, ia bahkan menulis sebuah novel, menjadi DJ Radio dan akhirnya menemukan kalau apa yang ingin ia lakukan adalah menerjemahkan cerita untuk membuat anak-anak tersenyum. Perjalanan hidup Muraoka Hanako sampai ia bertemu dengan Anne of Green Gables.
Tapi tentu saja ini bukan hanya tentang Muraoka Hanako, tapi juga pertemuannya dengan sahabat sejatinya, Byakuren Yanagiwara, seorang penulis puisi.

Drama ini dibintangi oleh Yoshitaka Yuriko (A Story of Yonosuke, Tokyo Tarareba Girls, Bokura ga Ita) sebagai heroine, Muraoka Hanako. Yoshitaka Yuriko mendapatkan peran ini tanpa proses audisi, dia adalah aktris keempat yang menjadi heroine asadora tanpa audisi setelah Inoue Mao, Horikita Maki dan Anne.
Beberapa cast lain diantaranya adalah Tsuyoshi Ihara (13 Assassins, Hatsukoi, Last Christmas), Shigeru Muroi (Mother Game, Doctor X, Welkame), Kaku Kento (Moriyamachu Driving School, Asuko March, Ranma 1/2), Kuroki Haru (Legal High 2, The Little House, Silver Spoon), Tsuchiya Tao (Anikoma, Orange, Mare), Masataka Kubota (Gegege no Nyobo, Mars, Fugitive Boys), Takanashi Rin (From Five to Nine, Dr. Rintaro, It All Began When I Met You), Suzuki Ryohei (Tokyo Tarareba Girl, My Love Story, Omukae Death), Yukie Nakama (Gokusen, Honey Trap, Beauty and The Fellow), Yuma Yamato (Chihayafuru, Silver Spoon, Naotora) dan lain-lain.

Relationship Chart, sengaja saya edit hanya menggunakan nama karakter saja.
Drama ini memberikan kesan yang dalam setelah aku menontonnya. Aku bahkan sampai mendownload novel Anne of Green Gables setelah menyelesaikan asadora ini (meski pun belum sempat membacanya karena nggak ada waktu LOL).
Selain itu, karena drama ini juga meninggalkan kesan mendalam bagaimana cara anak sekolah puteri menyapa dengan 'Gokigenyo', sampai sekarang masih terngiang-ngiang kalau mereka ketemu pasti menyapanya itu.
Dan 2 kata yang sangat penting dari drama ini adalah 'dokushin' dan 'palpitation'. Dokushin (kalo ga salah sih begitu ya cara menulisnya) adalah sebutan untuk sahabat, tapi dalam arti yang lebih dalam. Dimana dokushin adalah orang yang sangat kamu percayai, masalah yang tidak bisa kamu ceritakan pada orang lain, bahkan keluarga, bisa kamu ceritakan padanya. Berjanji akan bersama selamanya dan selalu saling mempercayai apapun yang terjadi, begitulah kira-kira.
Kemudian palpitation adalah bahasa inggris dari doki-doki alias deg degan. Heroine mengatakan kalau ia ingin menikah dengan orang yang memberinya palpitation itu, membaca buku membuatnya deg degan. Kira-kira begitu sih HAHAHAHHAA.

Yoshitaka Yuriko dan Suzuki Ryohei menjadi pasangan disini dan chemistry mereka baguuuuuuuus banged.
Aku patah hati karena Tokyo Tarareba Girls dan untung aja aku nonton ini setelah TTG, karena setidaknya disini mereka berdua berakhir bahagia, sangat bahagia.
Aku menyukai peran keduanya disini. Mereka berdua saling menyemangati, meski kisah cinta mereka pada awalnya sangat sulit, tapi keduanya tidak pernah berhenti saling mendukung.
Menurut aku alasan kenapa heroine berhasil pada akhirnya adalah karena suaminya yang mendukungnya. Ryohei jadi suami disini pokoknya cinta banged deh.

Berikut ini aku akan memberikan sinopsis singkat Hanako to Anne. Tentu saja ini berisi spoiler dari awal sampai akhir drama.
Aku sebenarnya sudah lama menyelesaikan drama ini sebelum membuat tulisan ini, jadi maaf kalau misalnya ada yang salah hehehehe.

SINOPSIS
-spoiler alert-

Hana adalah gadis yang lahir di keluarga miskin, ia sangat suka belajar dan buku pemberian ayahnya adalah cinta pertamanya.
Kisah ini sebenarnya flashback dari tahun 1945 ke tahun 1903, di daerah Kofu.
Muraoka Hanako sebenarnya adalah seorang anak dari keluarga petani miskin yang mempunyai nama asli Ando Hana (adult: Yoshitaka Yuriko). Ia adalah anak kedua dari 4 bersaudara. Anak pertama, Ando Kichitaro (adult. Kaku Kento) tidak suka sekolah, jadi ia berhenti dan membantu pekerjaan di ladang kakeknya. Anak ketiga adalah Ando Kayo (adult. Haru Kuroki) yang masih kecil, yang menyukai kakaknya dan selalu mengikuti kakaknya. Anak keempat, seorang bayi, Ando Momo (adult. Tsuchiya Tao), Hana selalu membantu menjaga Momo, kadang kalau ia sibuk mengambil air, Kayo akan gantian menjaga Momo.
Ando Hana sendiri adalah anak kedua yang berbeda dari kakak dan adiknya, sejak kecil Hana suka sekali berkhayal. Ia selalu membayangkan sesuatu dan imajinasinya akan selalu membuatnya merasa nyaman. Ia sudah memasuki masa sekolah, tapi ia tidak kesekolah karena pasa masa itu orang miskin berfikiran tak ada gunanya sekolah, apalagi untuk perempuan.
Sejak kecil, Hana selalu meminta orang lain memanggilnya Hanako. Tidak ada alasan khusus, tapi ia memang ingin dipanggil Hanako.
Ada adegan dimana kakek bertanya kenapa Hana sangat ingin dipanggil Hanako, Hana menjawab karena ia menyukai nama itu, ia ingin dipanggil dengan nama itu, rasanya kalau ia dipanggil dengan nama itu, ada sesuatu yang berbeda.

Ayah Hana adalah seorang penjual pernak pernik yang berjualan dari kota satu ke kota lainnya, jadi ia sangat jarang ada di rumah. Ia bisa pulang 6 bulan sekali, bahkan 1 tahun sekali.
Suatu hari ayah pulang ke rumah setelah sekian lama dan membawakan sebuah hadiah untuk Hana. Sebuah buku. Mata Hana berbinar-binar, ia sangat menyukai buku itu meskipun ia tak bisa membacanya. Buku itu adalah cinta pertama Hana.
Saat ayah tahu Hana tidak sekolah, ia memaksa Hana untuk bersekolah, ia dengan koneksinya berhasil memasukkan Hana ke sekolah setempat.
Hana belajar dengan sangat cepat untuk mengejar ketertinggalannya, padahal ia ke sekolah sambil membawa Momo di punggungnya.

Hana saat bersekolah di Shuwa, dia sangat membenci bahasa inggris dan buku yang ada di perpustakaan tempat dimana ia bisa membaca buku sepuasnya adalah berbahasa inggris. Dia tidak menyerah dan mulai belajar bahasa inggris. Saat ia stress akan sekolahnya, ayahnya selalu datang menjenguk diam-diam.
Tapi ayah Hana sama sekali tidak suka dengan kondisi di sekolah itu dan ia berfikir sekolah itu terlalu biasa untuk anak seperti Hana, jadi ia bersemangat akan memasukkan Hana ke sekolah putri bernama Shuwa School for Girls. Ia berhasil mendapatkan kepercayaan untuk memasukkan anaknya kesana dengan program beasiswa. Tapi Ayah mendapat pertentangan dari anggota keluarganya dan juga tetangganya, bahkan Hana sempat tidak mau sekolah ke Tokyo.
Hana adalah anak yang sangat suka membaca, sejak bisa membaca ia dengan cepat membaca buku pertama yang ayahnya berikan, berulang-ulang. Tetangganya sekaligus temannya, Asaichi Kiba (adult. Kubota Masataka) suatu hari membawa Hana ke tempat yang banyak bukunya di desa mereka, yang tak lain adalah sebuah gereja. Tempat itu sebenarnya tidak boleh dimasuki sembarangan orang, jadi malam itu mereka hampir tertangkap.
Ayah Hana tahu betul anaknya suka membaca, jadi ia mengatakan jika Hana masuk ke Sekolah Puteri Shuwa, maka Hana akan bisa membaca buku sebanyak yang ia mau, selama yang ia inginkan.
Keluarga Hana tahu kalau Hana sangat menyukai buku, pada akhirnya memberikan izin Hana untuk bersekolah di Tokyo.
Dan begitulah, Hana yang berusia 10 tahun untuk pertama kalinya menginjakkan kaki di Tokyo, di sebuah sekolah khusus anak-anak orang kaya itu.
Di kereta sebelum mereka tiba di Tokyo, Ayah mengajarkan Hana 3 kalimat bahasa Inggris, kalau Hana tahu 3 kalimat itu, dia akan baik-baik saja. Kalimat itu adalah 'Good Morning, Good Evening, Good Night'. :)

Hana yang tidak menyukai bahasa inggris tumbuh menjadi gadis yang tak bisa lepas dari kamus bahasa inggris.

Dan dimulailah kehidupan Hana di Sekolah Puteri Shuwa. Sekolah yang isinya anak-anak orang kaya, dia satu-satunya anak dari keluarga miskin yang masuk dengan program beasiswa. Di sekolah itu, sistemnya asrama, dimana satu kamar terdiri dari beberapa orang. Saat Hana masuk ke sana, ia menjadi anak baru bersama Ayako Daigo (Adult. Takahashi Rin) dimana Daigo ini akan selalu ada di kehidupan Hanako sampai ia tua nanti.
Seperti kata ayahnya, Sekolah itu dipenuhi dengan buku dan Hana sangat sangat bersemangat. Tapi saat ia membukanya, Hanako shock karena ia tak bisa membacanya, buku itu adalah buku bahasa Inggris. Dan disanalah Hana pertama kali mengenal bahasa Inggris.
Pelajaran Bahasa Inggris adalah pelajaran wajib di Sekolah Puteri Shuwa, karena pendiri sekolah itu adalah orang luar negeri, bahkan kepala sekolahnya juga orang luar negeri. Hanako sama sekali tidak bisa bahasa inggris selain yang diajarkan oleh ayahnya. Ia juga tidak bisa membaca alfabet sama sekali.
Guru bahasa Inggris di Sekolah Puteri Shuwa adalah Taki Fukuyama (Rie Tomosaka), seorang guru yang terkesan kejam dan sangat disiplin. Dan karena Hana tidak bisa mengikuti pelajaran bahasa inggris dengan baik, ia jadi sangat membenci bahasa Inggris. Ia menjadi pemberontak di Sekolah Puteri Shuwa itu.
Tapi suatu malam, saat ia bertemu dengan ayahnya di tempat rahasia mereka, ia mendengar salah seorang guru bernama Miss Scott menyanyi dalam bahasa Inggris dan Hana menyukainya, ia baru menyadari kalau bahasa inggris bisa seindah itu.
Tapi itu juga membuat Hana jadi melakukan hal buruk, saat diminta menulis surat untuk kelapa sekolah dalam bahasa Inggris, Hana malah menulis lirik lagu yang dinyanyikan Miss Scott dan itu membuatnya dalam masalah.

Meski mendapatkan masalah karena bahasa Inggris yang ia benci, Hana tumbuh menjadi anak yang sangat menyukai bahasa Inggris pada akhirnya. Setelah ia beranjak remaja, ia adalah anak yang tidak pernah lepas dari buku, ia berjalan kesana kemari dengan buku dan kalau ada kata yang tidak ia mengerti ia akan segera berlari ke perpustakaan untuk mencari kamus. Saking bersemangatnya, Hana sering ditangkap oleh para guru HAHAHHAHAHA.
Pada masa-masa itulah ia bertemu dengan Hayama Renko (Nakama Yukie) yang akan menjadi sahabat sejatinya selamanya. Renko adalah adik perempuan dari orang yang sangat kaya saat itu dan semuanya juga tidak mengerti kenapa Renko dimasukkan ke Sekolah Puteri Shuwa, mengingat usianya 8 tahun lebih tua dari Hana dan kawan-kawan.
Renko adalah gadis pemberontak, ia tidak takut apapun, ia suka membolos dan berbuat sesukanya, ia terlihat sombong, tapi sangat anggun. Awalnya ia dan Hana sama-sama tidak saling menyukai, Hana bahkan menjadi tukang bersih-bersih kamar Renko.
Tidak ada yang bisa dan berani menghadapi Renko, kecuali Hana. Hana memperlakukan Renko seperti biasa, tidak membedakannya karena status sosialnya. Meskipun Renko berakhir dengan mengerjai Hana sampai Hana ditangkap oleh para guru karena mabuk di sekolah.
Tapi karena kejadian itulah keduanya menjadi dekat. Meski pada saat itu, mereka masih tidak bisa dibilang bersahabat.
Tapi berkat Hana, Renko akhirnya membuka diri pada yang lain, dia yang biasanya makan dan menghabiskan waktu di kamar, akhirnya mau bergabung dengan yang lainnya.

Hana dan sahabat sejatinya, Renko. Hana selalu ingin dipanggil Hanako tapi tidak ada yang mau memanggilnya begitu, jadi Renko mengatakan Hana bisa menggunakan Hanako sebagai nama penanya saat dia menulis buku.
Suatu hari saat pertunjukan sekolah, para anak-anak berencana untuk mementaskan Romeo dan Juliet. Renko ingin menggunakan kesempatan ini untuk memberontak pada kakaknya.
Renko sebenarnya mengalami kehidupan yang sangat sulit dan ia hanya bercerita pada Hana mengenai hal itu. Orang mungkin berfikir kalau Renko adalah anak yang lahir dengan sendok emas dimulutnya, hanya karena ia dari keluarga kaya.
Tapi sebenarnya, ia sangat menderita. Renko lahir bukan dari istri sah ayahnya dan kakaknya memperlakukannya sangat tidak baik. Renko dipaksa menikah diusia 14 tahun demi keluarga, dengan pernikahan itu bisnis keluarga Hayama menjadi lancar. Tapi kemudian Renko bercerai dengan suaminya karena ia tak tahan hidup disana.
Karena keluarganya malu, makanya Renko dimasukkan ke Sekolah Puteri Shuwa, untuk menyembunyikannya. Jadi Renko ingin memberontak saat pementasan nanti, ia ingin menunjukkan kalau Renko ada disini.
Renko berhasil mendapatkan peran dalam pementasan Romeo dan Juliet setelah salah seorang pemerannya terluka dan mereka dengan cepat harus mengganti ide pertama, dimana akhirnya Renko menjadi Juliet dan Daigo menjadi Romeo.
Naskah sendiri diserahkan pada Hana sebagai penerjemahnya.
Pertunjukan Romeo dan Juliet berjalan dengan lancar dan Renko berhasil melakukan niatnya, ia dan Hana kemudian kabur dari Sekolah Puteri Shuwa saat akan ditangkap, mereka berdua naik ke dalam kereta dan disanalah Hana meminta Renko untuk menjadi 'dokushin' atau sahabatnya. Dan Renko menerimanya. Keduanya mulai menjadi sahabat sejati sejak saat itu.

Hana dan Renko adalah sahabat sejati yang terpisahkan beberapa kali. Adegan diatas adalah saat Hana dan Renko kabur dari pementasan Romeo dan Juliet serta Renko yang menangis di hari pernikahannya.
Renko sangat suka menulis puisi, sementara Hana suka menerjemahkan sesuatu dan membuat cerita. Hana masih dengan kebiasaannya jika ada yang memanggilnya Hana, ia meminta dipanggil Hanako, meskipun sama sekali tidak ada yang memanggilnya Hanako.
Renko kemudian memberi ide pada Hana, bagaimana jika Hana membuat pen name-nya adalah Hanako, jika Hana nanti menerjemahkan sesuatu atau menulis sebuah cerita, Hana bisa menggunakan nama Hanako. Dan Hana sangat menyukai hal itu.
Sementara itu, Renko memilih nama penanya sebagai Byakuren / teratai putih.

Tapi kebersamaan keduanya tidak lama. Kalau tidak salah, hanya 6 bulan saja.
Renko diminta oleh kakaknya untuk menikah dengan seseorang, karena keluarga mereka sedang kekurangan uang. Awalnya Renko menolak, tapi karena kakaknya sampai berlutut dihadapannya akhirnya ia menerimanya.
Renko sama sekali tidak mengatakan hal itu pada Hana dan itu membuat Hana sangat marah, karena Renko meninggalkannya tanpa pamit.
Renko kemudian menikah dengan pria yang usianya 25 tahun lebih tua darinya bernama Densuke Kano (Kotaro Yoshida) dan menghilang dari kehidupan Hana.
sebenarnya sebelum memutuskan menikah, Renko ingin Hana mengajaknya ke desanya di Kofu dan Hana membawa Renko kesana. Renko merasakan kehangatan keluarga dalam keluarga Hana yang tak pernah ia rasakan.
Ia juga berkenalan dengan Asaichi dan Kichitaro. Kichitaro jatuh cinta pada Renko saat itu.

Pertemuan pertama Eiji dan Hana. Eiji satu-satunya yang mau memanggil Hana dengan Hanako.
Sebelum kelulusan, Hana sempat membantu bekerja disebuah perusahaan penerbitan. Ia berkenalan dengan Soichiro Kajiwara (Takahiro Fujimoto) yang akan membantunya kelak. Ia juga berkenalan dengan Muraoka Eiji.
Sebenarnya pertemuan pertama mereka adalah saat Eiji masuk ke Sekolah Puteri Showa, dimana seharusnya tidak boleh ada cowok yang masuk kesana, jadi dia dihajar oleh para guru dan murid.
Eiji bekerja di perusahaan percetakan milik keluarganya yang mencetak majalah dari perusahaan penerbitan tempat Hana bekerja.
Hubungan Hana dan Eiji awalnya tidaklah baik, keduanya adalah pasangan yang selalu bertengkar. Tapi kehadiran Eiji di hidup Hana benar-benar sangat bermakna untuk masa depannya nanti.
Saat semua orang menolak memanggil Hana dengan Hanako, Eiji adalah orang yang setia memanggil Hana dengan Hanako. Di perusahaan penerbitan itu, pekerjaan Hana adalah menerjemahkan artikel bahasa inggris ke bahasa Jepang dan ia melakukannya dengan baik.
Setelah pekerjaannya selesai, Eiji memberinya hadiah, sebuah kamus. Hanako sangat menyukai hadiah itu dan menjadikan kamus itu sebagai benda paling berharga dalam hidupnya.
Saat itu kamus sangatlah mahal, Hana tidak bisa membelinya, makanya ia selalu lari ke perpustakaan kalau ada kata yang tidak ia mengerti.

Suatu hari, adik Hana, Kayo muncul di Tokyo. Kayo awalnya bekerja disebuah pabrik, tapi karena hidupnya sangat sulit, jadi ia kabur dari pabrik itu. Hana tidak ingin Kayo kembali ke pabrik itu jadi mengajaknya tinggal bersamanya di Tokyo. Tapi karena Kayo pergi sebelum masa kerjanya habis, jadi keluarga Ando mempunyai hutang pada perusahaan itu dan mereka harus membayarnya.
Hana masih tidak tahu pekerjaan apa yang bisa ia kerjakan di Tokyo dan memutuskan pulang ke kampung halamannya di Kofu. Berkat temannya Asaichi, ia diterima menjadi guru di SD tempat ia bersekolah dulu. Asaichi adalah anak petani miskin sama sepertinya. Awalnya Asaichi membantu ibunya di kebun tapi melihat Hana begitu giat mengejar impiannya, ia jadi tergugah dan tidak ingin hanya menjadi petani, ia kemudian belajar dan belajar sehingga ia mendapatkan sertifikat guru.
Dan begitulah, Hana dan Asaichi menjadi guru di sekolah yang sama.
Tapi saat itu guru wanita sangat direndahkan oleh guru laki-laki. Hana juga tak bisa mengajar dengan baik pada awalnya. Bahasa Inggris yang ia sukai tidak boleh ia ajarkan di sekolah. Ia sering kena marah. Hana mengatakan kalau ia bukan lah seorang guru yang baik selama ia menjadi guru.

Hana saat menjadi guru di kampung halamannya. Ia pernah mengatakan kalau ia bukan guru yang baik. Dua gambar diatas adalah Hana dan Asaichi, sahabartnya.
Adik Hana, Momo ternyata menyukai Asaichi dan Hana tahu akan hal itu, jadi ia berniat menjodohkan keduanya tanpa tahu kalau Asaichi sebenarnya menyukainya.
Momo sendiri akan dijodohkan oleh ayahnya dengan seseorang di Hokkaido (kalau nggak salah). Hana tidak setuju dan berusaha membuat Momo dan Asaichi bersatu. Tapi kemudian Momo mengetahui kenyataan kalau Asaichi menyukai Hana dan Momo menyerah akan cintanya.
Ia akhirnya menerima perjodohan itu dan berangkat ke Hokkaido.
Sebelum itu, sebenarnya kakak Hana, Kichitaro tidak ingin melanjutkan hidup sebagai petani lagi, jadi ia memutuskan untuk menjadi tentara. Meski ayahnya melarang, ia tidak peduli. Hal ini juga dipancing karena patah hatinya pada Renko.
Kemudian kakek Hana meninggal dunia dengan tenang sambil mendengarkan buku cerita kesukaan Hana, yang pertama kali ayahnya beli.
Setelah kakek meninggal dunia, ayah berjanji tidak akan pernah meninggalkan ibu lagi, jadi ia berhenti berdagang dan membantu ibu bertani.

Ibu Hana sangat menyukai Hana tinggal bersama mereka di Kofu, hal itu membuat Hana kesulitan untuk mengatakan kalau ia ingin kembali ke Tokyo untuk menggapai impiannya.
Kedatangan Eiji ke Kofu akhirnya membuat Hana menetapkan niatnya, ditambah pesan kakeknya yang mengatakan ia menyukai buku buatan Hana, akhirnya orang tuanya membiarkan Hana kembali ke Tokyo.
Dan begitulah Hana kembali ke Tokyo dan tinggal bersama Kayo. Ia bekerja di perusahaan penerbitan baru yang didirikan oleh Kajiwara-san. DAigo-san teman sekamarnya di Sekolah Puteri Shuwa juga bekerja disana. Ia cukup kaget karena Daigo adalah orang yang paling bersemangat menemukan calon suami saat mereka masih sekolah, malah menjadi wanita karir.
Hana berhasil membuat fairy-tale pertamanya, dengan bantuan Eiji sebagai ilustrator, HAna menggunakan nama Ando Hanako dan berhasil memenangkan penghargaan.
Ia kemudian melanjutkan pekerjaannya sebagai editor.
Saat menjadi editor, Hana bertemu dengan adik Eiji bernama Ikuya yang memberikan buku The Prince and the Pauper, ia ingin Hana menerjemahkan buku itu. Kajiwara menyetujuinya dan menjadikan cerita bersambung dalam majalah mereka.
Sebenarnya Eiji-lah yang meminta Ikuya memberikan buku itu pada Hana, agar Hana mau menjadi penerjemah lagi, karena Eiji menyukai terjemahan Hana.

Hana dan Renko reuni untuk pertama kalinya setelah Renko menikah dan gambar satunya adalah saat Hana menyatakan perasaan pada Eiji.
Fairy-tale pertama Hana itu berhasil menghubungkan Hana kembali dengan Renko. Renko yang tinggal jauh dari Tokyo membaca majalah itu dan membuat ia ingin melangkah maju juga. HAna sudah mempunyai karya dengan nama Ando Hanako dan ia juga ingin membuat sebuah karya dengan nama teratai putih.
Renko kembali menulis puisi dan berhasil menjadikannya sebuah buku. Ia mengirim buku itu bersama surat pertamanya pada Hana.
Ia juga berkunjung ke Tokyo untuk pertama kalinya dan akan bertemu dengan Hana. Tapi saat itu Hana terlambat, karena pekerjaan Hana sebagai editor cukup berat. Tugas Hana adalah mendapatkan naskah dari seorang penulis yang merupakan pemenang penghargaan yang sama dengannya saat itu. Penulis itu tidak menyukai Hana dan saat mendengar Hana ada kencan, ia sengaja mengulur waktu.
Hana datang sangat terlambat ke cafe tempat Kayo bekerja, tempat ia dan Renko janjian, tapi Renko sudah tidak ada. Hana sangat kecewa tapi ternyata Renko sengaja bersembunyi. Ini adalah waktu yang sudah lama ia tunggu-tunggu, tidak mungkin ia pulang begitu saja sebelum bertemu dengan Hana.
HAna dan Renko reuni setelah sekian lama.

Tapi sebenarnya kejadian Hana yang terlambat itu, membuat Renko berkenalan dengan Miyamoto Ryuichi, seorang mahasiswa hukum. Awalnya Ryuichi tidak menyukai Renko yang hidup dengan kemewahan bersama suaminya yang kaya. Tapi setelah tahu apa yang sebenarnya terjadi, Ryuichi malah jatuh cinta pada Renko yang ternyata adalah wanita yang kuat.
Pernikahan Renko sebenarnya tidaklah bahagia. Di awal pernikahan dikatakan kalau Kano sama sekali tidak punya anak,tapi pada kenyataannya Kano mempunyai anak perempuan. Anak itu perilakunya buruk tapi Renko berhasil mendisiplinkannya. Saat Kano akan menikahkan anaknya, Renko berhasil membuat anak itu masuk ke Shuwa, karena ia tak mau anak itu menderita sepertinya yang menikah muda.
Kano sering keluyuran di rumah geisha dan memperlakukan Renko dengan sangat rendah, hanya karena Kano banyak uang, ia menganggap rendah Renko seolah-olah ia membeli Renko. Para pelayan juga tidak menyukai Renko.
Renko sebenarnya sangat frustasi di rumah itu dan sering merindukan Hana, saat itulah ia membaca tulisan Hana dan mulai menulis puisi lagi.

Pertemuan Hana dan Renko di Tokyo itu membuat Hana menyadari perasaannya pada Eiji. Renko lah yang membuat Hana menyadari kalau Hana menyukai Eiji dan ia juga membuat Eiji menyadari kalau Eiji menyukai Hana.
Sejak itu Hana jadi gugup kalau berada di dekat Eiji, ia jadi tidak konsentrasi bekerja. Suatu hari ia menyatakan perasaannya pada Eiji meskipun akhirnya ia kabur karena malu, tapi Eiji mengejarnya dan memeluknya. Berfikir kalau perasaannya bersambut, Hana sudah senang, tapi Eiji malah memintanya melupakan apa yang terjadi.
Sejak itu Eiji jadi jarang ke perusahaan penerbitan, ia selalu menyuruh adiknya yang kesana. Hana juga jadi serba salah, ia tak mengerti kenapa Eiji memeluknya dan kemudian menyuruhnya melupakannya.
Dan ternyata, tanpa Hana ketahui, Eiji adalah pria yang sudah menikah. Istri Eiji selama ini ada di rumah sakit karena penyakitnya. Setelah pernikahan, istrinya langsung masuk rumah sakit.
Kayo sebenarnya sudah tahu karena Ikuya memberitahunya. Hana benar-benar patah hati saat ia mengetahuinya. Ia ingin melupakan Eiji tapi ia tidak bisa.
Ia bahkan kembali ke Kofu untuk menenangkan diri karena pekerjaan Hana kacau gara-gara patah hati. Ia bahkan akan membuang kamus pemberian Eiji karena ia selalu teringat Eiji setiap melihat kamus itu. Untung Asaichi menghentikannya. Ia tahu bagaimana Hana menyukai kamus itu, membuang benda berharga begitu ia menyadari Hana sedang sangat rapuh.

Setelah patah hatinya sembuh, Hana kembali ke Tokyo. Ia sudah bisa mengatur perasaannya. Hana dan Eiji juga sudah tidak berhubungan setelah itu. Istri Eiji tahu kalau Eiji menyukai seseorang dan ia meminta cerai, tapi Eiji menolak pada awalnya. Hana juga mengatakan pada Eiji kalau Eiji tidak boleh bercerai dengan istrinya.
Tapi pada akhirnya Eiji bercerai dan tak lama kemudian istrinya meninggal dunia. Ikuya sangat menyayangi kakak iparnya karena itu bagaimana pun, ia tidak akan merestui Eiji kalau ingin bersama Hana.
Setelah istrinya meninggal, Eiji juga sama sekali tidak menemui Hana. Hana juga sibuk dengan pekerjaannya. Kalau nggak salah sih selama beberapa tahun.
Sebenarnya Hana masih ada perasaan pada Eiji tapi ia berusaha untuk tidak memikirkannya dan menyibukkan diri dengan bekerja. Ia juga sudah bisa menemui Eiji untuk pekerjaan memintanya membuat ilustrasi untuk novel majalah mereka meskipun ditolak pada awalnya. Karena Eiji ternyata bisa menggambar bagus untuk novel Hana waktu itu karena ia menumpahkan perasaannya pada gambarnya, hanya untuk Hana.
Asaichi juga masih mengkhawtairkan Hana dan sengaja datang ke Tokyo untuk melihat keadaannya. Ia juga bertemu dengan Eiji dan menyadari kalau Eiji adalah pria itu.
Disana Asaichi mengakhiri cintanya pada Hana dengan meminta Eiji untuk menghadapi Hana dan mengatakan dengan jujur mengenai perasaannya.

Hana dan Eiji menikah di Kofu dan dikaruniau anak laki-laki bernama Ayumu.
Eiji yang ternyata memang masih menyukai Hana pada akhirnya menyatakan perasaannya pada Hana. Perasaannya juga bersambut dan keduanya berniat untuk menikah.
Mereka meminta restu pada orang tua Hana yang awalnya menolak hubungan keduanya, mengingat betapa menderitanya HAna saat patah hati dulu.
Tapi kemudian mereka medapat restu dan mereka menikah di Kofu. Ayah Eiji awalnya menolak Hana menjadi menantunya, karena ia tidak ingin punya menantu yang bekerja, ia ingin istri Eiji mengurus rumah. Tapi tekad Eiji dan Hana sudah bulat.
Dan dimulailah kehidupan pernikahan Hana dan Eiji. Hana berhenti menjadi editor dan memilih bekerja di rumah sebagai translator. Ia masih melanjutkan menerjemahkan Prince and the Pauper ke dalam bahasa Jepang.

Ada banyak hal yang terjadi selama pernikahan Hana dan Eiji dan aku lupa urutannya lol.
Setelah pernikahan Hana dan Eiji, Hana mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki yang diberi nama Ayumu. Hana menjadi ibu rumah tangga, mengurus anak dan bekerja disaat bersamaan, tapi ia sangat menikmatinya meskipun ayah mertuanya selalu mengomel. Tapi kebahagiaan itu tak berlangsung lama karena Ayumu kemudian jatuh sakit dan meninggal dunia. Hana sempat kehilangan dunianya dan depresi, tapi kemudian ia bangkit kembali dan mencurahkan pikirannya kedalam pekerjaannya untuk melupakan kesedihannya.
Renko dan Ryuichi akhirnya benar-benar berselingkuh dan Renko kabur dari rumah. Ia membuang segalanya untuk bersama Ryuichi. Awalnya aku takut Ryuichi hanya mempermainkannya, tapi untung saja Ryuichi benar-benar mencintai Renko. Kano-san sempat marah besar dan menuduh Hana menyembunyikan Renko. Hana yang sama sekali tidak tahu apa-apa tentu sangat terkejut. Dengan bantuan kakaknya Kichitaro yang sudah sukses menjadi polisi, ia berhasil mendapatkan alamat Renko dan menemuinya. Renko awalnya ingin memutuskan persahabatan mereka dan itu membuat Hana marah. Padahal mereka berjanji untuk selalu bersama-sama. Hana akan selalu ada dipihak Renko apapun yang terjadi membuat Renko sangat bahagia karena meski semua orang menghujatnya, Hana masih ada untuknya. Renko adalah orang yang membantu Hana saat Hana terpuruk karena kehilangan puteranya. Renko pada akhirnya resmi bercerai dari Kano dan tinggal bersama keluarga Ryuichi. Ia dianugerahi seorang anak laki-laki dan seorang anak perempuan. Anak laki-lakinya seumuran dengan Ayumu. Sebenarnya kisah Renko ini sangat menarik, bagaimana ia bersatu dengan Ryuichi adalah proses yang panjang. Keluarga Muraoka benar-benar membantu Ryuichi dan Renko. Renko bahkan saat melahirkan putera pertamannya tidak diperbolehkan untuk melihat anaknya karena ia dikurung di rumah keluarganya.

Hana sangat terpukul saat Ayumu meninggal dunia.
Gempa Bumi Kanto yang menyebabkan kebakaran yang terjadi di Ginza dan menghanguskan kantor Percetakan Muraoka. Eiji kemudian membuka percetakan kecil di dekat rumahnya.
Saat Gempa Bumi itu, adik Eiji, Ikuya meninggal dunia. Ini juga merupakan kisah yang sangat menyedihkan. Sejak bertemu dengan adik Hana, Kayo, Ikuya sudah menyukainya. Tapi Ikuya selalu bersikap chessy pada Kayo jadi Kayo tidak menganggapnya serius. Meski begitu, Kayo sebenarnya juga menyukai Ikuya. Suatu hari saat Ikuya akan melamar Kayo, Kayo sampai shock dan tidak percaya jadi ia keluar dari Cafe untuk menenangkan pikirannya dan saat itulah terjadi serangan tentara Amerika di Tokyo dan Cafe terbakar hangus. Ikuya meninggal dunia disana dan Kayo selalu menyalahkan diri atas hal itu.
Ayah Eiji juga menjadi muram sejak saat itu, ia merasa dunianya berakhir. Tapi untungnya waktu mengobati luka hati mereka berdua. Kayo bisa melangkah maju kembali dan karena luka itu ia berhasil membuka cafe-nya sendiri. Untuk mengobati luka hatinya ia menghabiskan waktu dengan bekerja bekerja dan bekerja.
Impian Ikuya adalah membuat Prince and the Pauper ke dalam bentuk buku, Hana dan Eiji berusaha untuk mengabulkan impian itu.

Anak Hana dan Eiji, Ayumu meninggal dunia karena disentri dan Hana sempat kehilangan jiwanya. Ia menjadi pemurung dan tidak ingin melakukan apapun. Renko ada disisinya dan mencoba untuk membangkitkan semangat Hana kembali.
Hana bekerja di sebuah radio dimana ia membacakan berita untuk anak-anak. Sebenarnya awalnya ia menolak karena itu membuatnya teringat pada anaknya Ayumu, kalau nggak salah dia diminta bekerja disana beberapa saat setelah kematian Ayumu, jadi Hana masih tidak kuat.
Tapi mengingat Ayumu menyukai radio ia akhirnya bekerja disana. Acaranya sangat populer dan ia terkenal dikalangan anak-anak. Tapi perang dunia 2 semakin mendekat dan berita anak-anak jadi diubah menjadi berita perang, Hana dipaksa untuk membacakan berita dan mengajak anak-anak menjadi heroik, untuk mempersiapkan diri ikut berperang.
Berita itu sering didengar oleh anak laki-laki Renko yang memutuskan untuk berperang meski dilarang oleh ibunya. Anak Renko tidak kembali setelah perang dunia 2 berakhir dan Renko menyalahkan Hana yang membuat anaknya pergi berperang.
Sebenarnya sebelum itu Hana dan Renko juga sudah berbeda pendapat mengenai perang ini dan membuat mereka putus hubungan. Dan makin parah setelah kematian anak Renko. Renko kehilangan dirinya setelah kematian anaknya, ia tak pernah tersenyum dan selalu menatap kosong keluar jendela.
Ryuichi sangat sedih akan hal itu dan meminta Hana untuk menemui Renko sekali lagi, karena hanya Hana yang bisa menyelamatkan Renko. Hana dan Renko akhirnya berbaikan lagi setelah 10 tahun putus hubungan. Renko kembali ke dirinya yang lama dan mulai menulis puisi-puisi lagi.

Adik Hana, Momo tinggal di rumah Hana selama ia di Tokyo dan menemukan jodohnya disana. Mereka berdua dikaruinai anak perempuan bernama Misato.
Adik bungsu Hana juga datang ke Tokyo setelah mengalami kehidupan yang sulit di Hokkaido. Ia sudah tahan lagi dan kabur dari rumah. Ternyata suami Momo meninggal dunia 2 tahun lalu dan Momo diperlakukan tidak baik di rumah keluarga suaminya. Ia bekerja tanpa alas kaki di tengah salju dan bahkan tidur di kandang sapi. Momo sangat menderita dan memutuskan kabur.
Tapi tiba di Tokyo ia merasa dirinya sangat rendah melihat kakaknya Hana hidup dengan baik dan bahkan Kayo membuka cafe sendiri. Momo sangat terpuruk sampai ia bertemu dengan seorang pelukis yang menyembuhkan luka hatinya. Ia dan pelukis itu menikah dan pelukis itu bekerja di percetakan Muraoka bersama Eiji.
Mereka dikaruniai anak perempuan tapi kemudian suaminya sakit dan Momo harus merawatnya di rumah sakit sementara anaknya tidak boleh dibawa karena penyakit suaminya menular. Saat itulah Hana dan Eiji mengadopsi anak perempuan yang diberi nama Misato Muraoka.
Momo kemudian melahirkan anak kedua yang diberi nama Naoko, mereka tinggal di dekat rumah Hana dan Momo membantu pekerjaan rumah di rumah Hana karena Hana sibuk dengan pekerjaannya.

Sebelum perang dunia ke-2, Hana sebagai translator dianggap sebagai pengkhianat negeri, karena ia menggunakan bahasa inggris dan punya teman orang asing dari sekolah puteri Showa. Tidak jarang rumahnya dilempari batu dan ia dipanggil pengkhianat karena hal itu. Ia bahkan dituduh sebagai mata-mata dan mereka ingin membakar semua buku milik Hana, tapi Hana berusaha keras melindungi buku-bukunya. Untungnya kakak laki-lakinya datang disaat yang tepat sebelum mereka berusaha mengambil bukunya. Berkat saran kakaknya, Eiji dan Hana menyembunyikan buku-buku Hana.
Salah seorang guru Hana, Scott Sensei pernah datang ke rumahnya dan memberikan Hana sebuah buku berjudul 'Anne of Green Gables' dimana ia berharap Hana kelak menerjemahkan buku itu agar dibaca oleh banyak orang. Scott sensei menemuinya sebelum dipulangkan ke negaranya karena perang dunia 2.
Selama perang dunia 2, Hana terus menerjemahkan Anne of Green Gables. IA bahkan hampir kehilangan manusripctnya, karena terbakar, tapi ia tidak menyerah dan terus menulisnya.
Ia menyelesaikan tulisannya setelah perang dunia 2 berakhir. Tapi ternyata untuk publikasinya, sangatlah sulit karena penulis Anne of Green Gables bukan penulis terkenal di Jepang. Jadi banyak publisher yang menolaknya.
Sampai suatu hari ada publisher yang datang dan ingin Hana memberikan naskah terjemahan pada mereka. Hana memberikan 2 judul pada mereka, salah satunya adalah Anne of Green Gables. Editor menyukai kisah Anne of Green Gables tapi kepala penerbitan tidak menyukainya dan memutuskan mempublikasikan yang satunya.
Editor itu terus berusaha meyakinkan editor untuk mempublikasikan Anne of Green Gables sampai akhirnya kepala penerbitan mengakui ia belum membaca Anne of Green Gables saat ia menolaknya. Dan saat ia membacanya ia menyukai Anne of Green Gables dan memutuskan menerjemahkannya.
Anne of Green Gables menjadi sangat populer setelah itu.

Hana terus bekerja menerjemahkan novel sampai hari tuanya. Gambar diatas adalah Hana yang menerjemahkan Anne and The Green Gables.
Hana kembali menjadi penyiar radio anak-anak karena ayahnya menantikan siarannya radionya. ayahnya saat itu sedang sakit.
ayah Hana meninggal dunia dengan tenang sambil mendengarkan siaran Radio puterinya.
Hana juga mengajak Renko menjadi guest di acara radionya, untuk menyemangati ibu-ibu yang kehilangan anak mereka karena perang.
Aku sangat menyukai ending drama ini, kalau nggak salah Hana menerima penghargaan dan ia harus memberikan pidato. Sebelum itu, Eiji memberikan padanya buku sekuel Anne of Green Gables yaitu Anne of Avonlea dan Hana langsung membacanya sebelum memberikan pidato yang membuatnya tidak konsen saat berpidato.
Bahkan setelah selesai berpidato, ia langsung lari ke rumah, mencari kamus, karena ada kata yang tidak ia mengerti.
Dan begitulah kisah ini berakhir.

Kisah cinta Kayo dan Ikuya benar-benar indah tapi akhirnya sedih T_T
Sebenarnya masih banyak bagian yang tidak aku ungkapkan diatas, seperti hubungan Daigo dan kakak Hana, Kichitaro, hubungan unik mereka dimana keduanya memutuskan untuk menikah dan Kichitaro kembali ke desa dan bertani. Kichitaro merasa perjuangannya menjadi tentara selama ini nggak ada gunanya karena Jepang kalah, ia bahkan kehilangan jiwanya setelah perang. Untungnya Daigo dengan setia mengikutinya ke Kofu.
Kehidupan Kayo dan cafe barunya dan setelah perang dunia 2 berakhir ia kehilangan cafenya dan mengadopsi 2 anak yang kehilangan keluarganya.
Momo, anaknya dan suaminya, Asaichi yang menikah dan terus menjadi guru, mengenai Misaru, Ryuichi yang sempat dipenjara, serta masih banyak kisah sampingan lainnya.

Kalau membuat review asadora, aku memang mempunyai kesulitan mengingat cerita lengkapnya, karena kisah asadora memang sangat panjang, perjalanan hidup dari kecil sampai tua, jadi banyak hal yang terlewat. Tapi aku sudah berusaha sebaik mungkin HAHAHAHAAH. Maaf kalau ada yang tidak jelas.
Tapi Hanako to Anne adalah salah satu asadora dengan script yang menurut aku mengagumkan. Aku sangat menyukai temanya mengenai penerjemah. Aku jadi ingat dulu saat masih SMP dan SMA aku sangat menyukai kamus. Aku punya kamus kesayangan pemberian bibiku dan sebuah kamus hadiah dari sekolah yang selalu aku bawa. Aku mirip dengan Hana mengenai kamus, kalau ada kata yang nggak aku mengerti aku akan buka kamus dan selalu menulisnya. Pokoknya pas sekolah dulu, aku sangat menyukai bahasa Inggris, tapi hanya belajar otodidak, aku sama sekali nggak ikut les juga. Dan ternyata nonton sebuah drama/film dengan teks bahasa inggris sangat membantu lho. Meskipun masalah to be aku masih minus banged HAHAHHAHAHA.
Intinya, melihat Hana ini jadi ingat pas aku masih kecil, aku suka banged sama buku. HAHAHAAHHA.

Renko adalah karakter yang sangat kuat dan paling berkesan dalam drama ini. Kisah hidupnya sangat menyedihkan, bahkan sampai hari tuanya.
Tapi jujur saja, asadora ini yang membuat menarik itu kisah Renko. Aku sangat menyukai kisah Renko yang membuat keadaan sangat seru saat kisah kehidupan Hana mulai membosankan.
Renko hdiupnya sejak kecil sangat sulit, ia menikah usia 14 tahun dan mempunyai anak usia 16 tahun. Ia kemudian bercerai dan saat berusia 22 tahun, ia bertemu dengan Hana remaja berusia 16 tahun. waktu yang ia habiskan di Showa Girls School adalah masa-masa terindahnya, meskipun itu waktu yang sangat singkat.
Ia menikah lagi dengan pria 25 tahun lebih tua darinya dan harus menjalani hidup yang tak dianggap di rumah penuh kemewahan itu. Impiannya adalah untuk jatuh cinta sekali saja dan ia bertemu Ryuichi. Ia membuang segalanya untuk bersama Ryuichi.
Pada akhirnya Renko memperoleh kebahagiaannya bersama Ryuichi aku benar-benar terharu.

Keluarga dan sahabat Hana membaca rilisan Anne and the Green Grables terkemahan pertama.
Hana sendiri sejak kecil ingin dipanggil Hanako tapi tidak ada yang memanggilnya begitu, kecuali Eiji. Aku sangat menyukai Eiji yang sejak awal menjadi penyemangat Hana. IA menyukai terjemahan Hana yang mudah dimengerti pembaca dan sengaja memnyuruh adiknya memberikan Prince and the Pauper agar Hana kembali menerjemahkan sesuatu.
Saat Hana tak yakin apakah ia bisa menggunakan bahasa Inggris atau tidak lagi, Eiji datang menyemangatinya. Setelah menikah, ia mendukung pekerjaan istrinya yang menjadi penerjemah cerita anak-anak, saat istrinya sibuk, ia akan membantu, mengurus anak, mencuci piring, bahkan memasak. Eiji suami idaman banged XD XD XD
Tapi Hana juga tak melupakan tugasnya sebagai seorang ibu, ia merawat anaknya dengan baik, ia juga mengerjakan pekerjaan rumah tangga dengan baik.
Hana dan Eiji selalu saling membantu.

Aku suka banged Yuriko dan Ryohei disini, chemsitry-nya OKE banged!!!!!!!
Ryohei Suzuki memang bahaya kalau dapat peran seperti ini, tatapannya itu lho HAHAHAHAHAHAHA.
Makanya aku seneng banged saat Ryohei dan Yuriko reuni di Tokyo Tarareba Girls, tapi mereka nggak bersatuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu T________T

Recommended!!!

Share:

1 comment:

Translate

Follow by Email

NOTE:

DILARANG RE-UPLOAD / COPY PASTE TULISAN DI BLOG INI!

JIKA INGIN SHARE, CUKUP LINK KE POSTINGANNYA SAJA, BUKAN ISINYA!


Follow Clover Blossoms on Twitter

[Trivia] Japanese Movie Recommendations List

Karena ada banyak yang menanyakan rekomendasi untuk J-Movie, jadi aku memutuskan untuk membuat list rekomendasi Japanese Movi...

Recent Posts

Recent Posts Widget

Popular Posts This Week

Actor / Actress

Airi Matsui Anna Ishii Aoi Miyazaki Aoi Wakana Aom Sushar Araki Yuko Bebe Tanchanok Chen Duling Chiba Yudai Choi Ara Dori Sakurada Eikura Nana Eita Fukushi Sota Fuma Kikuchi Fumi Nikaido Gao Zhi Ting Go Kyung Pyo Gong Yoo Gou Ayano Han Seung Yeon Han Yeri Hana Sugisaki Haruka Fukuhara Haruma Miura Haruna Kawaguchi Hashimoto Ai Hashimoto Kanna Hayato Isomura Hikari Mitsushima Hirano Sho Hiroki Narimiya Hirose Alice Hirose Suzu Honoka Yahagi Horii Arata Hu Yi Tian Hwang Jung Eum Hyeri Inoue Mao Ishihara Satomi Jang Se Hyun Jeon Ji Hyun Ji Soo Ji Woo Joo Won Jun Shison Jung Ryu Won Jung So Min Kamiki Ryunosuke Kasumi Arimura kawakami juria Kei Tanaka Kengo Kora Kentaro Kento Hayashi Kento Nagayama Kim Go Eun Kim Ji Won Kim So Hyun Kim Soo Hyun Kim Tae Ri Kim Woo Bin Kim Yoo Bin Kim Yoo Jung Kim Yoo Mi Kitamura Takumi Komatsu Nana Kubota Sayu Kudo Asuka L Lee Bo Young Lee Chung Ah Lee Dong Hwi Lee Dong Wook Lee Gi Kwang Lee Jong Suk Lee Joon Lee Soo Hyuk Lee Yoo Jin Mackenyu Mahiro Takasugi Maika Yamamoto Maki Horikita Marie Itoyo Masahiro Higashide Masaki Suda Masataka Kubota Mayu Matsuoka Mei Nagano Mikako Tabe Mike D angelo Min Do Hee Minami Hamabe Mirai Moriyama Mirai Shida mirai suzuki Mitsuki Takahata Miwa Miyu Yoshimoto Moe Arai Mone Kamishiraishi Nadine Lustre Nagasawa Masami Nao Nijiro Murakami Nounen Rena Osamu Mukai Park Bo Gum Park Eun Bin Park Hae Jin Park Seo Joon Park Shin Hye Pattie Ungsumalynn Phan Pagniez Reina Visa Rina Kawaei Ryo Ryusei Ryo Yoshizawa Ryoma Takeuchi Ryota Katayose Ryu Hwa Young Ryu Jun Yeol Sakaguchi Kentaro Sakuma Yui Sakurako Ohara Sato Kanta Satoshi Tsumabuki Seo Hyun Jin Seto Koji Shen Yue Shim Eun Kyung Shimon Okura Shin Hyun Soo Shirota Yuu Shohei Miura Shono Hayama Shuhei Nomura Shunya Shiraishi sometani shota Son Seung Won Song Ha Yoon Sun Woong Suzuki Ryohei Suzy Taishi Nakagawa Takanori Iwata Takeru Sato Takuya Kusakawa Tao Phiangphor Tasuku Emoto Tori Matsuzaka Tsubasa Honda Tsuchiya Tao Yamazaki Kento Yamoto Yuma Yoo In Na Yoo Seung Ho Yook Sung Jae Yoon Park Yoon So Hee Yoshine Kyoko Yosuke Sugino Yu Aoi yua shinkawa Yui Aragaki Yuina Kuroshima Yuki Furukawa Yuki Izumisawa Yuki Yamada Yuko Oshima Yuna Taira Yuriko Yoshitaka Yuta Hiraoka Yuya Matsushita Yuya Yagira

Drama / Movie

A Love So Beautiful A Story of Yonosuke Age of Youth 2 Always Sunset on Third Street Anikoma Anohana Anone Ao Haru Ride Arbitratily Fond Asa ga Kita Ashi Girl At Cafe 6 Beppin-San Biscuit Teacher and Star Candy Bittersweet Boku Dake ga Inai Machi Boku no Ita Jikan Boukyaku no Sachiko Bubblegum Cafe Waiting Love Carnation Chia Dan Chihayafuru Crybaby Pierrot's Wedding Crying Out Love in the Center of the World Daily Lives of High School Boys Dating DNA Departures Eulachacha Waikiki Evergreen Love Father is Strange Fleet of Time Forever Young Frankenstein no Koi From Five to Nine Gakko no Kaidan Gegege no Nyobo Gochisousan God Gift Good Morning Call Good Morning Call 2 Goon Ju Hana and Alice Hana Nochi Hare Hanako to Anne Hanbun Aoi Haruchika Hirunaka no Ryuusei Hirune Hime Hiyokko Honey and Clover Hot Road Hyouka I Love You in Tokyo I Want to Eat Your Pancreas If We Were A Season Itakiss LIT Itakiss LIT S2 Itakiss Movie Kahogo no Kahoko Kaze no Haruka Kidnap Tour Kiki Delivery Service Kimi no Na Wa Kingyo Club Kiss Me Thailand Koe no Katachi Koinaka Kuragehime Linda Linda Linda Little Forest Love Letter Lucky Romance Ma Boy Man From The Stars March Comes in Like a Lion Mare Massan May Who? Moriyamachu Driving School My Huckleberry Friends My Husband Can Not Work My Little Sweet Pea My Old Classmate Nagi no Asukara Narratage Natsuzora Nodame Cantabile Oboreru Knife Ohisama Omotesando On The Wings of Love One Million Yen Girl One Week Friends Operation Love Orange Orange Days Ore Monogatari Our Little Sister Our Times Pinocchio Princess Hours Thailand Rage Rainbow Song ReLIFE Reply 1988 Romance Full of Life Sannin No Papa she was pretty Shigatsu wa Kimi no Uso Sing Salmon Sing Solanin Sound of Your Heart Splish Splash Love Ssam My Way Strobe Edge Sukina Hito ga Iru Koto Teiichi no Kuni The 100th Love The Anthem of the Heart The Best Hit The Great Passage The Left Ear The Woodsman and The Rain The World of Us Today's Kira-kun Todome no Kiss Toki wo Kakeru Shojo Tokyo Tarareba Girls Tomorrow Cantabile Tonari no Kaibutsu-kun Toto Nee Chan Twenty Years Old Twilight Saya in Sasara Under the Hawthorn Tree Wakamonotachi Warotenka We All Cry Differently What A Wonderful Family While You Were Sleeping Wise Prison Life Wood Job Yellow Elephant Yesterday Once More Your Lie in April Youth Over Flowers

Blog Archive

Recent Comments

Random Posts