Tuesday, 15 August 2017

[Review] Asadora: Carnation / カーネーション (2011)


Kembali ke review asadora, kali ini aku akan mereview asadora ke-6 yang sudah aku selesaikan berjudul Carnation. Aku menonton asadora ini bersamaan dengan Gegege no Nyobo, tapi aku memutuskan menyelesaikan Gegege no Nyobo terlebih dahulu. Dan akhirnya beberapa waktu yang lalu aku menyelesaikan Carnation ini.
Sebuah asadora yang sangat menarik dan menurut aku ending Carnation adalah the best ending dari semua asadora yang sudah aku tonton. Meski dari segi cerita, aku lebih memilih Gegege no Nyobo sebagai asadora terbaik yang pernah aku tonton ☺️


(FYI: Asadora yang sudah aku selesaikan adalah Amachan, Mare, Gochisousan, Beppinsan, Gegege no Nyobo dan Carnation. Yang masih dalam tahap ditonton/akan ditonton ada Hiyokko, Toto Nee Chan, Hanako to Anne, Ohisama dan next asadora setelah Hiyokko. Aku sangat ingin menonton Umechan Sensei dan Churasan, tapi sangat sulit mencarinya. Churasan nggak ada file PAHE-nya sementara Umechan Sensei nggak ada yang ngesub 😭).

Carnation adalah asadora ke-85 yang tayang di NHK pada Oktober 2011 sampai dengan Maret 2012 sebanyak 151 episode. Ini adalah salah satu asadora yang diangkat dari kisah nyata, yaitu seorang fashion designer ternama Jepang, Koshino Ayako yang tinggal di Kishiwada, Osaka. Koshino Ayako adalah ibu dari  3 fashion designer ternama dunia, Hiroko Koshino, Junko Koshino dan Michiko Koshino.
Asadora ini mengangkat kisah kehidupan Koshino Ayako sejak ia kecil sampai ia menghembuskan nafas terakhirnya pada tahun 2006. Bagaimana ia mulai mengenal fashion, berjuang melawan tradisi, menghadapi perang dunia II, membesarkan 3 puterinya sebagai ibu tunggal sampai anak-anaknya menjadi fashion designer ternama dunia.

Berbeda dari asadora girl biasanya, Carnation menampilkan seorang gadis yang sangat menyayangi kampung halamannya dan tetap tinggal disana seumur hidupnya. Kebanyakan asadora yang aku tonton menceritakan tentang impian tokoh utama, dimana mereka meninggalkan kampung halaman menuju tempat lain (kebanyakan adalah Tokyo) untuk menggapai impian mereka. Di Carnation, tokoh utama sama sekali tidak tertarik dengan Tokyo dan terus menggapai impiannya di kampung halamannya, tempat ia dilahirkan, dibesarkan sampai ia meninggal dunia, di Osaka.
Karena lokasi asadora ini mengambil latar Osaka, maka dialek osaka sangatlah kental, aku suka banged. Selain itu, karena aku lebih dahulu menonton Gochisousan, jadi latar tempat di asadora ini mirip banged sama Gochisousan. Sungainya, jembatannya, bahkan tempat sang tokoh utama pertama bekerja ^^~

Carnation disutradai oleh Tanaka Kenji (Battery, Nasty Piece of Work) yang selanjutnya akan menyutaradai Asadora 2018, Hanbun Aoi. Sutradara keduanya adalah Fumitaka Kojima (Ginnikan). Sementara naskahnya ditulis oleh Watanabe Aya (A Gentle Breeze in the Village).
Tokoh utama drama ini / asadora girl-nya adalah Machiko Ono (Hajimemashite Aishite Imasu, Summer Rescue, Solomon Prejury) eperti yang lulus audisi mengalahkan 1850 peserta lain untuk peran Ohara Itoko. Selain itu banyak tokoh lainnya, seperti Chiaki Kuriyama (SPEC, Team Batista) pemeran Yoshida Natsu, Ayano Gou (Frankenstein no Koi, Rage, A Story of Yonosuke) pemeran Suo Ryuichi, dan tokoh lainnya yang aku kurang kenal. Untuk. lengkapnya bisa di cek di dramawiki^^

Carnation menceritakan kisah sang tokoh utama sejak ia kecil sampai meninggal dunia, karena itu kita akan melihat 3 wajah yang memerankan tokoh utama dalam asadora ini, tokoh Ohara Itoko. Ohara Itoko kecil diperankan oleh Akari Ninomiya (Doctor X), yang nanti nya dia juga akan memerankan puteri kedua Itoko, Naoko Ohara. Ohara Itoko remaja sampai usia 50an diperankan oleh Machiko Ono. Kabarnya Ono Machiko berasal dari Osaka jadi tidak ada masalah dengan dialek di drama ini, ia benar-benar memerankan karakternya dengan sangat sangat baik. Sementara itu Ohara Itoko 72 tahun dst diperankan oleh Natsuki Mari (Nobuta wo Produce, First Class 2).

Ono Machiko memerankan tokoh Ohara Itoko dengan sangat baik, jadi sedih saat kita ganti cast karena Itoko sudah berusia 72 tahun. Kesan yang diberikan oleh Ono Machiko benar-benar kuat, tapi Natsuki Mari bisa mengimbanginya.
Ohara Itoko ini tokoh yang sangat unik. Aku suka karena dia mengekspresikan dirinya dengan bebas, dia bukan tokoh utama yang 100% baik, dia manusia biasa, punya dendam, pernah gagal, pemarah, berkemauan keras, melawan dan bahkan egois. Tapi tentu saja karena dia tokoh utama pasti lebih banyak hal baik yang ada dalam dirinya. Biasanya kan tokoh utama asadora itu manis, baik banged, polos, tapi Itoko benar-benar seperti antagonis, apalagi pas dia selingkuh, aduh HAHAHAHAHA. Egoisnya keluar disana.

Untuk kisahnya sendiri memang asadora ini nggak diragukan. Aku suka banged sama script drama ini. Tapi sayang sekali, aku menantikan kisah cinta Itoko dan Suo yang katanya bikin baper, aku malah nggak suka sama sekali. Untung mereka nggak berakhir bersama, karena kalau mereka berakhir bersama, aku mungkin akan berhenti menonton drama ini. Kenapa? Aku ga suka cerita tentang selingkuh HAHAHAHAHA.
Tapi selain dari hal itu, Carnation memang asadora yang sangat indah. Pemilihan judulnya adalah karena bunga kesukaan Itoko adalah Carnation.

Opening Song drama ini juga sangat indah dengan suara Sheena Ringo berjudul Carnation dan yang paling keren sih endingnya ya, merinding dibuatnya. Makanya aku bilang ini drama endingnya bagus banged.
Selain itu aku suka kata-kata Itoko mengenai danjiri, apapun yang terjadi dengan dunia, danjiri akan datang setiap tahunnya. Apa itu Danjiri?
Danjiri adalah sebuah festival khas daerah Kishiwada, Osaka, dimana para warga akan menarik dan mendorong sebuah gerobak/cart/danjiri guruma yang berbentuk seperti kuil yang biasanya terbuat dari kayu, dimana diatas danjiri guruma ada penari lelaki yang diberinama carpenter, biasanya orang yang menjadi carpenter adalah pria terbaik di daerah itu.
Drama ini akan banyak membahas danjiri dari awal sampai akhir, dan impian sang tokoh utama juga berawal dari danjiri.

Lalu, bagaimana kisah asadora ini?
Berikut sinopsis singkatnya, hati-hati berisi spoiler. Kalau nggak suka spoiler, cukup sampai disini aja bacanya ya ^^~

SINOPSIS+ SPOILER

"What's your favorite flowers?" 
"Carnations. Unlike the other flowers, carnations dont wither easily. It blooms splendidly and lives admirably."

Carnation dimulai pada tahun 1924, saat Ohara Itoko berusia 11 tahun. Ia tinggal bersama Nenek, Ayah, ibu dan 3 saudara perempuannya. Ia adalah anak pertama keluarga Ohara, Ayahnya menjalankan bisnis bahan kain kimono. Nenek dan Kakek Itoko dari pihak ibunya tinggal di Kobe, merupakan keluarga kaya. Kakek Itoko tidak menyukai ayah Itoko, karena ayah Itoko dulu kawin lari bersama ibu Itoko, saat ayah Itoko membantu memilihkan kimono untuk omiai ibu Itoko. Meski kakek tidak menyukai ayahnya, tapi Itoko adalah cucu kesayangan kakek dan nenek Kobe-nya.
Ayah Itoko ini kurang bisa berbisnis menagih hutang, ia tidak tegas jadi sering mengirim Itoko untuk menagih bayaran pelanggan mereka.

Itoko tidak mempunyai teman perempuan disekitarnya, ia hanya mempunyai teman laki-laki. Pada zaman itu, wanita masih-lah direndahkan dan dianggap lemah. Itoko tidak menyukai akan hal itu dan sering menangis karenanya. Ia ingin dianggap sama dengan pria, jadi kalau ada yang merendahkannya, ia akan bertengkar dengan mereka. Itoko sangat menyukai danjiri. Setiap tahun, danjiri akan lewat di depan rumah mereka dan jalanan akan menjadi ramai, rumahnya juga sangat ramai karena setelah festival warga akan makan-makan di rumahnya.
Melihat Danjiri, hati Itoko berdebar. Karena itu cita-citanya adalah ingin menjadi carpenter, berdiri dan menari di atas danjiri. Tentu saja hal itu ditertawakan teman-temannya karena wanita tidak boleh ikut festival danjiri. Karena hal itu, Itoko bertengkar lagi dan menangis lagi. Tidak sekali dua kali ia menangis karena dilahirkan sebagai seorang wanita.

Tapi meski mengetahui kenyataan kalau wanita tidak boleh naik danjiri, Itoko tetap menyukai danjiri. Taizo nii-chan adalah carpenter pada masa itu, pria tampan dan kuat. Kansuke adalah adik Taizo, seumuran Itoko, yang berteman dengan Itoko + sering bertengkar dengan Itoko. Kanzuke sempat membuat Itoko hanyut disungai tapi untung diselamatkan oleh Taizo. Taizo tahu Itoko sangat menyukai danjiri dan diam-diam mengizinkan Itoko naik ke atas danjiri. Tapi sayang sekali, setelah menaikinya Itoko menyadari kalau hatinya sama sekali tidak berdebar.

Itoko mulai mengenal pakaian barat saat ia mengunjungi Kobe bersama ibu dan adiknya, saat tahun baru. Isamu-kun adalah sepupu nya, anak kakak ibunya. Ia dan Isamu bermain bersama saat keluarga sedang mengobrol, Itoko melihat sebuah boneka menggunakan dress. Karena Itoko sangat terpesona dengan dress itu, Isamu mengajak Itoko ke sebuah tempat dimana sedang diadakan pesta. Itoko dan Isamu mengintip dari luar dan Itoko benar-benar terpesona dengan orang-orang disana yang menari dengan memakai pakaian barat,sesuatu dimana Itoko belum pernah melihatnya.

FYI, pada masa itu, Jepang masih menggunakan kimono untuk pakaian sehari-hari, terutama di Kishiwada Osaka tempat Itoko tinggal, belum ada yang menggunakan pakaian barat. Jadi pakaian barat memang masih sangat baru dan Itoko bahkan tidak tahu namanya pada saat itu. Meski ia sudah diberitahu oleh neneknya, tapi ia lupa namanya.
Sejak melihat pakaian barat, Itoko jatuh cinta pada pakaian barat. Nenek Kobe bahkan mengirimkan pakaian barat pada Itoko sebagai hadiah, meski pakaian itu sangat kecil dan akhirnya yang mengenakannya adalah adiknya.

Karena sangat menyukai pakaian itu, Itoko mulai membuatnya sendiri. Tapi tentu saja hasil pertamanya tidak bagus. Pada saat itu Itoko hanya menggunakan jahit tangan dengan bahan kimono yang tak terjual. Ia menghabiskan malam denhan begadang menjahit, bahkan harus dipaksa tidur oleh neneknya, ia juga dljadi jarang keluar rumah untuk main dan bahkan kelihatan serius di kelas. Pakaian barat adalah hal yang mengubah Itoko.

Satu-satunya teman wanita Itoko adalah Yoshida Natsu. Tapi mereka berdua tidak bisa disebut berteman karena keduanya sering bertengkar dan adu mulut, keduanya tidak saling menyukai tapi tetap mengobrol, tetap penasaran satu sama lain. Kalau dibilang rival, mereka tidak memperebutkan sesuatu. Pokoknya hubungan mereka sangat aneh. Natsu adalah anak orang kaya, anak satu-satunya pemilik sebuah restoran. Ia dididik dengan baik, selalu menggunakan kimoni baru setiap harinya, anggun dan cantik.
Banyak pria yang tertarik pada Natsu, tapi Natsu hanya tertarik pada satu pria, Taizo nii-chan. Kalau ia dan Itoko sedang bersama, Natsu sangat dingin, tapi kalau Taizo lewat dekat mereka ia akan bersikap baik pada Itoko HAHAHAHAHHA.

Setelah menemukan hal yang ia sukai dan hal yang membuat hatinya berdebar, Itoko tumbuh menjadi gadis remaja dan akhirnya menemukan danjiri-nya. Wanita tidak bisa menaiki danjiri dan ia menemukan danjirinya sendiri, dimana ia bisa menaikinya, sebuah mesin jahit. Kalau nggak salah saat ia pergi menagih hutang, ia tak sengaja lewat disebuah tempat menjahit pakain dalam pria dan melihat mesin jahit. Mata Itoko bersinar-sinar saat itu. Ia selalu mengintip dari jendela untuk melihat mesin jahit itu, berharap ia bisa menyentuhnya. Saat ia ketahuan oleh pemilik, ia membiarkan Itoko masuk dan melihat, bahkan belajar menggunakannya. Itoko sangat senang.

Dan karena hal itulah Itoko membulatkan tekad-nya untuk serius dalam bidang yang ia pilih. Ayah Itoko adalah orang yang sangat keras, ia tak segan menedang dan memukul anaknya kalau ia marah. Tapi Itoko menghadapi ayahnya tanpa rasa takut, saat awal dia memang takut, tapi kedua dan ketiga kalinya ia tidak takut lagi. Ayah Itoko sangat tidak menyukai sesuatu yang berhubungan dengan gaya barat dan tentu saja marah besar saat tahu anaknya masih membuat baju barat. Saat kecil ayahnya sudah melarang Itoko menjahit di rumah, tapi Itoko akhirnya melihat mesin jahit dan niatnya makin besar. Ia bahkan memohon pada ayahnya untuk berhenti dari sekolah dan bekerja sambilan di tukang jahit. Tentu saja ayahnya sangat marah, tapi Itoko tetap memohon dan memohon, ia menangis karena ia seorang wanita yang tidak boleh menaiki danjiri, ayahnya melarangnya menjahit di rumah bahkan tidak memperbolehkannya menyukai pakaian barat dan itu membuat ia kehilangan separuh jiwanya. Setelah berjuang memohon, akhirnya ayah Itoko memperbolehkan Itoko keluar dari sekolah dan bekerja disana.

Tapi ternyata perlakuan saat Itoko masih menjadi tamu dan setelah ia jadi karyawan sangat berbeda. Itoko mulai masuk dalam masyarakat di usia 17 tahun, ia bekerja membantu di tempat jahit mulai dari membersihkan jendela, membuat teh, menyapu, sampai akhirnya diperbolehkan menggunakan mesin jahit kalau karyawan sudah pulang. Tapi butuh waktu sekitar 6-12 bulan baru Itoko boleh memegang mesin jahit.
Itoko hanya bisa bekerja disana selama 3 tahun kemudian ia dipecat karena kondisi perekonomian yang sedang memburuk. Itoko kehilangan pekerjaannya disaat bisnis keluarga juga memburuk.
Ayah Itoko masih melarangnya untuk membuat pakaian barat dan itu membuat Itoko menangis lagi. Kemudian Itoko berkenalan dengan seorang guru fashion dari Tokyo yang datang ke Osaka untuk mengajarkan cara menjahit + menjual mesin jahit di Shinsaibashi.

Itoko yang saat itu sedang mencari pekerjaan malah ikut les sensei itu untuk mengetahui cara membuat pakaian barat, tapi sensei menolak, ia hanya mengajarkan pada mereka yang membeli mesin jahit. Harga mesin jahit saat itu sangatlah mahal, jadi Itoko tentu saja tak bisa membelinya.
Tapi ayahnya kemudian membantu Itoko untuk bisa mendapatkan pelajaran dari sensei. Sensei hanya punya waktu 1 minggu untuk mengajari Itoko dan ia hanya mengajari Itoko dasar-dasar membuat pakaian barat dimana ia mengajak Itoko keluar mengenakan pakaian barat. Awalnya Itoko sangat malu karena dilihat oleh banyak. orang dimana disana masih sedikit yang mengenakan pakaian barat. Sensei mengajarkan Itoko mengenai rasa percaya diri saat mengenakan pakaian barat dimana Itoko harus berdiri tegap karena pakaian adalah harga diri seorang wanita. Disana juga sensei menanyakan bunga favorite Itoko, dan Itoko menjawab itu adalah Carnation, yang mekar lebih lama dari bunga lainnya dan Sensei ingin Itoko seperi Carnation.
Berkat pelajaran singkat bersama Sensei, Itoko mendapat banyak ilmu untuk meraih impiannya.
Hal pertama yang Itoko raih adalah berhasil membuatkan design untuk seragam Shinsaibashi Department Store. Sebuah pencapaian yang sangat besar bagi Itoko karena saat itu belum ada yang memikirkan untuk membuat seragam bagi department store.

Saat itu Itoko dibantu oleh istri Taizo yang menyukai fashion juga, ia sering membeli majalah fashion dan Itoko sangat dekat dengannya.
FYI, Saat Taizo menikah, Natsu benar-benar patah hati. Natsu sangat-sangat menyukai Taizo. Ia bahkan sering datang ke salon rambut keluarga Taizo cuma agar Taizo melihatnya. Sayangnya Taizo tidak tertarik padanya.

Dalam hal semangat, Itoko memang nomer 1,tapi jiwa bisnis Itoko masihlah sangat lemah dan itu yang membuat ayahnya khawatir. Karena itu ayahnya bekum bisa menyerahkan toko pada Itoko dan menyuruh Itoko mencari pengalaman dengan bekerja di tempat lain. Itoko ini punya keberuntungan di bidang bisnis, dimana jika ia bekerja disana ia punya pandangan bagus tentang apa yang populer, inovasi yang ia berikan beragam dan secara singkat, ia bisa membuat tempat menjahit keduanya menjadi populer karena saat itu ia mulai membuat dress untuk pelanggan wanita yang sengaja datang mencarinya. Pelanggan wanita itu adalah seorang penari populer di kota mereka yang disukai oleh Kansuke, teman Itoko. Wanita itu punya pendirian teguh dan akan membantu Itoko sampai Itoko sukses nantinya.

Setelah berhenti dari tempat jahit kedua karena perbedaan pendapat dengan bos di tempat itu, Itoko kembali bekerja di toko yang menjual kain. Ini adalah syarat ayahnya, jika Itoko bisa membuat toko kain itu sukses, maka ia akan mewariskan toko kimono mereka pada Itoko. Dalam waktu singkat, Itoko bisa membuat toko kain itu menjadi sangat ramai pelanggan dan keuntungan mereka berlimpah. Karena Itoko membuatkan design dress untuk pelanggan yang bingung ingin menjahit bajunya menjadi model seperti apa. Jadi singkatnya Itoko memilihkan warna kain yang cocok dengan pelanggan dan langsung memilihkan model dress untuk mereka, ia langsung memotong kainnya disana jadi mereka tinggal menjahit sendiri di rumah sesuai pola yang ada.

Dan begitulah, Itoko berhasil membuat toko ke-3 tempat ia bekerja menjadi sukses dan sesuai janji ayahnya, ayahnya mewariskan toko kimono mereka pada Itoko. Adegan saat ayahnya mewariskan sangat menyentuh, karena ayahnya membuatkan papan nama Ohara Dressmaking Store untuk puterinya + meninggalkan rumah bersama ibu dan adik-adiknya, sebagai tanda sekarang rumah itu adalah milik Itoko. Ayah, ibu dan adiknya menyewa rumah lain,sementara Itoko bersama neneknya tinggal disana dan mulai membuka toko membuat pakaian barat.
Tapi tentu saja pada awalnya toko mereka tidak ada pelanggan dan Itoko memutuskan merenovasi bagian depan toko mereka. Pelanggan kemudian mulai datang satu per satu.

Ada adegan yang aku lupa letaknya dimana, saat ayah Itoko membelikan mesin jahit pertama kalinya. Kalau nggak salah semasa Itoko bekerja di luar untuk membantu keuangan keluarga, ia membuat Apappa untuk dijual di rumahnya dan suatu hari ada pesanan sangat banyak dimana ia tak bisa menyelesaikannya kalau nggak ada mesin jahit, jadi ia memutuskan ke Kobe untuk menjahit disana. Saat itu ayah Itoko sedang sangat marah pada Itoko dan pakaian baratnya, juga karena kakek Kobe mengatakan akan membawa Itoko dan adik-adiknya tinggal bersama mereka karena ayah Itoko tak bisa membiayai mereka, jadi saat Itoko ke kobe, ayah benar-benar marah. Itoko kembali ke rumah keesokan harinya karena khawatir ayahnya memukul ibu dan adik-adiknya, tapi ia mendapati kalau lemari kain kimono mereka kosong dan ternyata ayah sudah menjual semuanya untuk membelikannya mesin jahit. Aku menangis saat adegan ini hhhuhuhuhu.

Ohara Dressmaking Store dibuka saat Itoko berusia 21 tahun. Bisnisnya bisa dibilang cukup lancar. Dan saat itu Itoko sudah memasuki masa menikah, meski Itoko belum berniat, tapi ia tak bisa membantah keinginan kakek, ayah dan pamannya yang ingin menjodohkannya. Dan ternyata Itoko dijodohkan dengan Masaru Kawamoto, rekan kerja Itoko di tempat kerja keduanya. Masaru yang akan menikah ke keluarga Ohara.
Itoko sendiri tidak kelihatan excited dengan perjodohan itu tapi ia juga tidak menolak sama sekali. Lucunya, di hari pernikahannya, Itoko sedang mendapat banyak pesananan dan ia begadang menjahit sampai pagi di hari pernikahannya. Selesai menjahit kakinya nggak bisa digerakkan dan ia tidak datang ke pernikahannya sendiri. Tapi pernikahan tetap berjalan meski pengantin wanita tidak ada. Kansuke sibuk diminta menyeret Itoko ke tempat pernikahan, tapi saat itu Natsu menawarkan diri menjemput Itoko karena tempat Itoko menikah adalah di restoran Natsu.
Natsu menggendong Itoko ke rumahnya, ia hampir kehabisan nafas karena Itoko sangat berat. Masalah lainnya ternyata baju pernikahan ketinggalan di rumah dan akhirnya Natsu terpaksa meminjamkan baju pernikahannya pada Itoko.
Saat itu Natsu sudah menikah setelah ayahnya meninggal, ia tak sempat mengenakan pakaian pernikahannya karena masih masa berkabung.
Dan begitulah pada akhirnya pernikahan berjalan lancar.

Tapi masalah lain adalah setelah menikah Itoko dan Masaru tidak seperti pengantin baru. Mereka menghabiskan waktu dengan bekerja, Itoko di lantai 1 membuat baju wanita dan suaminya di lantai 2 membuat baju pria. mereka tidak pernah tidur sekamar, Hubungan mereka tak lebih seperti rekan kerja dan nenek jadi sangat kesal. Ia harus memaksa Itoko dan Masaru untuk tidur sekamar.
Malam itu saat tidur sekamar, Itoko mengatakan isi hatinya kalau ia tak akan bisa seperti istri yang lain yang melayani suami dengan baik dan Masaru mengatakan ia mengerti dan ia sudah tahu, Masaru sejak awal mengenal Itoko sudah jatuh cinta padanya dan ia tahu benar orang seperti apa Itoko, jadi ia tidak mengharapkan lebih.

Dan begitulah waktu berlalu, bisnis Itoko dan suaminya lancar. Itoko sudah punya banyak pelanggan. Adik-adiknya membantu bisnis Itoko,ibunya juga sering datang membantu memasak. Saat Itoko hamil tua ia tetap bekerja. Itoko kemudian melahirkan puteri pertamanya, diberi nama Yuko. Ayahnya sangat menyayangi Yuko, ia bersedia merawat Yuko 24 jam. Yuko sangat dimanjakan oleh kakeknya, sering diajak kesana kemari.
Anak kedua Itoko lahir 3 tahun kemudian, bernama Naoko. Awalnya ayah dan suaminya berharap kalau kali ini adalah anak laki-laki, tapi karena Itoko kesulitan melahirkan anak keduanya, akhirnya para ayah rela kalau anak itu perempuan, mau monyet atau ayam, asalkan lahir dengan selamat. HAHAHAHHAAH

Setelah anak kedua lahir, Itoko mengalami kesulitan.Anak keduanya diberi nama Naoko dengan harapan menjadi anak pendiam dan penurut, tapi ternyata Naoko menjadi anak yang sangat nakal. Ayah tidak bisa merawat Naoko karena ia sudah merawat Yuko, sementara tidak ada orang yang tahan merawat Naoko karena Naoko sangat nakal. Sering sekali perawat Naoko datang sambil menangis mengembalikan Naoko karena mereka tak tahan merawat Naoko. Itoko dan Masatu bahkan harus menitipkan Naoko di keluarga Masaru yang jauh karena mereka sedang dikejar deadline. Mereka terpaksa melakukannya, tapi ternyata mereka benar-benar sangat merindukan Naoko dan bahkan pergi menjenguk Naoko di malam bersalju meski tidak diizinkan melihat wajah Naoko karena Naoko sudah mulai terbiasa di keluarga Masaru.
Setelah pekerjaan mereka selesai, mereka menjemput Naoko dan menyarari betapa mereka sangat merindukannya.
Itoko kemudian melahirkan puteri ketiganya, bernama Satoko.

Pada masa itu, Jepang masih berperang dan sudah banyak yang dikirim untuk berperang. Yang pertama pergi adalah Kansuke, aku lupa apakah Kansuke pergi setelah Itoko menikah atau belum. Setelah Kansuke pulang, Kansuke menjadi orang yang sangat berbeda. Itoko hanya mencoba membantu Kansuke untuk bersemangat lagi, tapi ternyata malah membuat Kansuke ingin bunuh diri. Ibu Kansuke yang bisanya baik pada Itoko sangat marah pada Itoko dan menyalahkan Itoko karena anaknya ingin bunuh diri. Karena itu ia melarang Itoko menemui keluarganya lagi. Merasa tak adil ia disalahkan begitu, Itoko menyanggupi hal itu, sebenarnya Itoko juga marah karena ia disalahkan.

Memasuki perang dunia II, satu per satu pria di Kashiwada dikirimi surat merah dan harus berangkat perang. Kansuke pergi untuk kedua kalinya, bwgitu juga Taizo dan Masaru-san. Sebelum pergi, Masaru sempat mengajak Itoko berkencan seharian, Masaru bersikap sangat manis padanya. Tapi kemudian Itoko tak sengaja melihat foto Masaru dan wanita lain di saku Masaru dan ia jadi tahu kalau Masaru menyukai wanita lain, kemungkinan besar berselingkuh darinya dan pegawai Itoko juga menyadarinya karena Masaru kelihatan berbeda beberapa hari sebelum kencan mereka. Aku penasaran apakah Masaru benar-benar selingkuh, sayangnya kita tidak mendapati jawabannya sampai akhir.
Tapi Itoko kemudian memaafkan suaminya setelah ia mengetahu kalau harta berharga suaminya sampai akhir hayat adalah fotonya dan anak-anak mereka.

Ayah Itoko meninggal dunia setelah sakit-sakitan beberapa lama. Hal itu dipicu saat ayah Itoko tak sengaja menjatuhkan bensin dan terjadi kebakaran di rumah mereka. Ayah Itoko menjadi sangat lemah dan sejak itu sia sakit-sakitan. Ia sempat sembuh dan teelihat sehat, kemudian ia pergi bersama sahabatnya ke pemandian air panas dan meninggal dunia disana.

Sementara perang semakin menjadi, kabar kematian dimana-mana. Kansuke dan Taizo meninggal dunia dalam perang. Begitu juga dengan Masaru, suami Itoko. Itoko selama masa perang berjuang sendirian mempertahankan bisnisnya. Ia menerima barter dari pelanggan seperti membayar mereka dengan sayuran untuk sebuah baju, jadi mereka tidak pernah kekurangan makanan. Tapi orang-orang malah berfikir Itoko mendapatkan makanan dari pasar gelap, karena saat itu bahan makanan sangat sulit dicari.
Pihak pemerintah juga hampir merebut mesin jahitnya karena itu terbuat dari besi, tapi untungnya ia bisa mempertahankannya.
Saat PD II memasuki tahun 1944 dan 45,semua daerah sudah tidak aman, sirine dimana-mana dan mereka hatus kabur kalau mendengar sirine. Karena itu Itoko memutuskan mengungsikan nenek, ibunya dan 3 puterinya di sebuah pondok di hutan karena ia yakin tentara AS hanya akan menyerang rumah penduduk.

Itoko dan pegawai masih tinggal di rumah, bekerja, kalau malam telinga mereka waspada kalau ada sirine, Itoko juga pulang pergi hutan untuk mengantarkan makanan pada ibu dan anak-anaknya.
Tapi ternyata prediksi Itoko salah, yang diserang justru hutan tempat keluarga Itoko mengungsi dan saat mendengar itu Itoko sangat panik dan segara kesana, untung saja keluarganya selamat. Setelah itu, PD II berakhir. Dan masa baru dimulai.

Setelah PD II berakhir, tentara Amerika semakin banyak di Jepang dan masuknya fashion luar ke Jepang bertambah dengan cepat. Meski mencari bahan baju sangatlah sulit, tapi Itoko tidak menyerah, ia pergi ke Black Market untuk mencari kain bagus untuk dress dan akhirnya ia menemukannya setelah beberapa lama, sebuah kain polka-dot yang langsung menjadi sangat populer dimana hampir semua orang memakai drsss dengan bahan kain itu.
Setelah PD II bisnis Itoko masih berjalan dengan lancar.

Masalah lainnya adalah mengenai istri Taizo yang memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya karena ia tak tahan dengan ibu Taizo yang menyalahkannya atas kematian Kansuke dan Taizo, ia mengatakan istri Taizo itu pembawa sial. Ia juga tak. punya pekerjaan untuk membuatnya tetap tinggal disana. Ia berniat meninggalkan ibu mertuanya yang sakit sendirian. Taro, anak Taizo tidak tega membiarkan neneknya sendiri, ia masih kecil dan sudah mencari pekerjaan, ia akan tinggal bersama nenenknya. Melihat itu, Itoko menjadi sedih dan memutuskan mencarikan alat perm untuk istri Taizo. Istri Taizo adalah hairdresser, dan sangat menyukai alat perm. Ia, istri Taizo dan salah satu karyawannya berangkat ke Tokyo untuk mencari alat perm sekaligus mencari kain. Sayang sekali mereka di rampok di Tokyo dan uang untuk kain jadinya hilang.

Selain itu, Itoko juga mendapat kabar mengenai Natsu. Setelah kematian ayahnya, Natsu jadi pemilik restorannya dan menikah dengan suaminya. Tapi suaminya tukang selingkuh dan kabur dengan seorang geisha sementara ibunya sakit-sakitan. Keluarga mereka ounya banyak hutang dan Natsu kabur bersama ibunya. Setelah PD II Itoko mendapat kabar kalau Natsu menjadi PSK. Awalnya Itoko tak percaya, tapi ia menyelidikinya dan mendapati kabar itu benar. Itoko menemui ibu Taizo dan memohon pada ibu Taizo untuk menyelamatkan Natsu. Saat itu ibu Taizo masih sakit dan bingung kenapa Itoko memintanya. Itoko mengatakan sejak dulu Natsu hanya memperlihatkan kelemahan pada ibu Taizo, bahkan saat ayahnya meninggal, Natsu tidak pernah menangis dab hanya menangis di hadapan ibu Taizo.
Akhirnya ibu Taizo berhasil membawa Natsu kembali dan memberikan pekerjaan pada Natsu di salon mereka.

Saat menyelamatkan Natsu, Itoko bersama seseorang bernama Suo Ryuichi (Gou Ayano). Itoko dan Suo ini punya kisahnya sendiri. Suo adalah penjahit dari Nagasaki yang merantau ke Osaka. Saat itu Itoko ikut semacam perkumpulan para pedagang dan ia berkenalan dengan Suo. Itoko yang tak pernah mabuk malam itu mabuk berat karena ia tak ingin minum dengan anggota yang semuanya pria. Suo lah yang membawanya pulang.
Ketua perkumpulan ingin Itoko mempekerjakan Suo di tokonya dan Itoko menyanggupinya. Itoko meminjamkan lantai atas tempat suaminya bekerja. Itoko sangatkah dingin pada Suo selama Suo bekerja disana, ternyata itu karena Itoko menyukai Suo. Suo sendiri sudah punya istri dan 2 anak.
Setelah tugas Suo selesai, mereka tidak bertemu selama 2 tahun. Tapi takdir mempertemukan mereka. kembali saat Itoko menerima kerja sama dengan Kitamura-san untuk membuka bisnis pakaian jadi dimana Itoko sebagai designernya.

Suo ternyata saat itu bekerja dengn Kitamura-san. Pertemuan kembali itu membuat Itoko tak bisa menahan perasaannya. Diharo terakhir mereka bekerja, hari pembukaan Toko, Itoko menyatakan perasaannya pada Suo, ia tak ingin jawaban, hanya ingin menyatakan tapi ternyata Suo mempunyai perasaan yang sama dengannya, bahkan sejak 2 tahun lalu.
Hal itu dilihat oleh Kitamura yang ternyata menyukai Itoko dan dendam pada mereka berdua, ia mulai menyebar gosip kalau Itoko dan Suo bekerja sama menipunya.

Karena gosip itu Suo tak punya pekerjaan lagi dan Itoko bersedia memberikan Suo pekerjaan, seperti dulu, di lantai 2 rumahnya. Tak peduli apa pandangan orang padanya, Itoko tetap memilih Suo. Bahkan saudara-saudara Masaru dan kerabat Itoko datang menasehati  Itoko. Karena yang Itoko sukai bukan pria lajang tapi suami orang. Itoko benar-benar menunjukkan keegosiannya disini, ia tak peduli apa kata orang, ia tetap akan mempertahankan Suo. Ibu Itoko bahkan sampai menangis meminta Itoko mempertimbangkan karena ini bukan hanya tentang Itoko, tapi anak-anak Itoko akan di cap sebagai anak tukang selingkuh. Tapi cukup mengejutkan ternyata 3 puterinya ada dipihak Itoko, mereka ingin ibunya bahagia.

Dan begitulah, Itoko dan Suo mulai pacaran, meski Suo masih tinggal dengan istrinya. Meski gosip disana sini, Itoko tak terpengaruh, bisnisnya juga tidak banyak dipengaruhi oleh gosip itu. Suo juga sempat membantu pacar Natsu membuatkan jas pernikahan dan Itoko membuatkan dress untuk Natsu. Natsu akhirnya menemukan belahan jiwanya tempat ia bisa bersandar.
Aku kasihan pada Yuko, puteri pertama Itoko yang saat itu didatangi oleh anak-anak Suo meminta mereka mengembalikan ayahnya ㅠㅠ

Karena Suo-lah Itoko menjadi lebih kretif lagi, ide ide banya muncul untuk designya, ia bahkan mulai menggunakan pakaian barat sejak pacaran dengan Suo, biasanya Itoko selalu mengenakan Kimono. Aku lupa berapa lama hubungannya dan Suo bertahan, tapi Suo akhirnya memutuskan membuat toko sendiri dan meninggalkan rumah Itoko. Meski ia meminjam uang Itoko sih, tidak ada kata perpisahan diantara mereka berdua, tapi setelah menghabiskan malam bersama-sama untuk pertama kalinya, Itoko dan Suo tak pernah bertemu lagi.

Babak baru kehidupan Itoko dimulai dimana cerita mulai fokus pada anak-anaknya.
Semasa Suo dan Itoko masih pacaran, Itoko kesulitan merawat anak-anaknya, jadi supaya ia tenang bekerja, ia memasukkan anak-anaknya ikut les ini dan itu, termasuk piano. Dan les piano itu membawa mala. pertaka bagi Itoko karena ketiganya jadi minta dibelikan piano. Mereka terus merengek meski Itoko menolak, tapi ketiganya punya banyak cara untuk terus meminta pada ibunya, termasuk membuat label belikan piano di setiap baju Itoko. Akhirnya Itoko menyerah dan membelikan orgen HAHAHAHAHA.

3 puteri Itoko mempunyai kepribadian yang berbeda.
Anak pertama, Yuko, sangat pintar tapi manja dan mudah menangis. Ia dan Naoko sering adu mulut dan bertengkar. Karena ia anak pertama, ia akan mewarisi toko ibunya tapi ia menyukai seni lukis. Awalnya ia ingin masuk sekolah seni, tapi ia tidak bisa mengambil keputusan dan bahkan tidak yakin dengan jalan yang ia pilih. Saat ia mengatakan ia akan ke Tokyo, ibunya melarangnya, ibunya ingin Yuko mengatakan dengan tegas kalau ia ingin pergi tapi Yuko malah merajuk dan ibunya hanya bisa geleng-geleng. Pada akhirnya Yuko masuk sekolah fashion dan mulai menikmatinya. Setelah lulus ia membantu ibunya di Toko. Tapi Yuko punya banyak sekali kekurangan, rasa percaya dirinya sangat rendah, apalagi dibandingkan dengan adiknya Naoko yang jenius, ia selalu merasa iri.

Naoko sendiri, nakal sejak kecil dan sampai besar juga ia serampangan. Tapi Naoko sangat berbakat dalam melukis. Naoko memenangkan banyak penghargaan dari melukis tapi ia tak kelihatan bersemangat jadi pelukis. Karena Yuko selalu mengatakan padanya ia akan mewarisi toko ibu dan membiarkan adiknya mengambil pekerjaan selain designer, Naoko jadi tidak suka. Dan ia berakhir dijalan yang sama dengan Yuko, bersekolah di bidang fashion designer. Naoko jauh lebih berbakat dari Yuko dan setiap ada perlombaan, dimana Yuko dan Naoko ikut, Naoko pasti selalu menang. Yuko tidak sekali duakali merasa iri dan menangis karenanya. Tapi Naoko  termasuk sangat unik, ia selalu mengenakan seragam sekolah ke kampus, ia mengatakam sebelum ia menemukan design yang cocok. untuknya, ia tak mau memakai design orang lain. Intinya dia nggak mau mengenakan baju yang di design orang lain.
Naoko dan Yuko adalah saingan sepanjang hidup mereka, mereka berdua berkembang pesat karena tidak ingin dikalahkan.

Sementara itu Satoko, si anak bungsu, sejak kecil ia selalu menjadi yang paling kalem dan tak pernah membuat masalah. Naoko dan Yuko terkenal sering bertengkar, sementara jika Satoko ada disana ia biasanya diam dan membaca. Satoko menyukai tenis dan sejak kecil. ia sudah latihan tenis dan memenangkan berbagai perlombaan. Bahkan Satoko memenangkan perlombaan sejepang. Tapi di keluarganya tenis tidaklah menarik. Ibunya lebih tertarik pada design. Dikeluarganya, Satu-satunya yang menyelamatinya kalau menang adalah neneknya. Sementara para tetangga bahkan lebih update tentang dirinya daripada ibunya. Karena itu ia merasa kesepian. Setelah pensiun dari dunia tenis, ia memutuskan mengikuti jejak kakaknya masuk sekolah designer. Tapi ia bosan bersekolah disana dan memutuskan keluar, ia membantu pekerjaan ibunya di Toko dan punya pelanggan sendiri.

Anak-anak Itoko sukses dibidangnya masing-masing. Itoko sudah merelakan tokonya untuk di warisan pada anaknya Yuko, tapi ternyata Yuko malah ingin mencoba jalan lain, karena melihat Naoko yang sukses membuka toko sendiri, ia juga ingin membuka Toko sendiri. Hal itu dipicu saat ia membantu di Toko Naoko, ternyata designnya lebih populer dari Naoko dan Naoko merasa kesal padahal itu tokonya. Ia memutuskan memberikan Toko itu pada Yuko dan ia akan membuka Toko lain. Tapi tentu saja Yuko menolak, jadinya ia yang keluar.
Pada akhirnya ia tak jadi menyerahkan tokonya pada Yuko.

Sementara itu saat ia berniat menyerahkan tokonya pada Satoko, Satoko malah sudah punya rencana lain. Ia akan ke London dan memulai dari awal disana tanpa bantuan ibu dan kakaknya.
Dan begitulah, Itoko sudah 2 kali berencana akan pensiun dan bahkan sudah memberitahu tetangga dan rekan bisnisnya tapi pada akhirnya Tokonya tetap ia jalankan.

Waktu berlalu dan 3 puteri Itoko sangatlah sukses. Yuko bahkan punya perusahaan sendiri, Naoko terkenal diluar negeri setelah berhasil memasuki pasar fashion Paris dan Satoko juga terkenal di luar negeri. Saat itu Itoko sudah 72 tahun dan ia masih menjalankan Ohara Dressmaking Store.
Tentu saja Itoko sudah mempunyai cucu jauh sebelum itu, tiga puterinya sudah menikah dan punya kehiduoan masing-masing tapi tetap tergantung padanya. Puterinya hanya pulang setiap kali festival danjiri. Semua disekitar Itoko berubah selama ini, satu-satunya yang tetap sana adalah danjiri yang datang setiap tahunnya.
Ia sering diajak ke Tokyo karena ia sudah semakin tua, tapi Itoko selalu menolak karena menurutnya semua yang berharga baginya ada di Kishiwada.

Memasuki usia tua, Itoko masih populer. Rekan bisnis Itoko juga bertambah, dari yang tua maupun yang mula. Itoko juga terkenal dengan 'boyfriends' nya yang ia ajak makan bersama sekali-kali, perkumoulan ptia yang kehilangan istrinya.
Itoko juga mengadakan fashion show di sebuah rumah sakit dan hal itu membawanya bertemu kembali dengan Natsu, teman lamanya. Keduanya masih sama seperti dulu, tidak berteman, tidak bermusuhan. Tapi kita bisa melihat mereka saling merindukan.
Itoko membuat brand sendiri tak lama setelah itu dibantu oleh banyak orang dan tentu saja 3 puterinya yang sudah populer. Meski awalnya Itoko menolak sih, karena ia sebelumnya mengatakan kalau sesama designer, mereka adalah rival. HAHHHAHAHA.

Itoko semakin sukses setelah fashion brandnya diluncurkan. Ia masih terus bekerja dan mendesign, jadwalnya semakin padat, untuk wawancara atau memberikan pelatihan-pelatihan. Suatu hari ia memberikan pelatihan di Tokyo dan ia bertemu dengan seorang wanita yang ternyata adalah anak Suo. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama rasa bersalah menusuk ke jantungnya. Yuko juga menemui wanita itu dan meminta maaf atas kejadian masa lalu. Wanita itu sudah memaafkan mereka karena menurutnya menyimpan dendam hanya menyakiti diri sendiri.

Itoko sempat merenovasi rumahnya setelah itu, ia merenovasi lantai 2 menjadi sebuah bar kecil, dengan harapan orang yang menonton danjiri akan berkumpul dengan nyaman disana.
Itoko menghembuskan nafas terakhirnya di rumah sakit setelah ia berterima kasih pada semua orang yang mengisi kehidupannya. Saat festival danjiri setelah Itoko meninggal dunia, orang dari stasiun TV datang untuk meminta izin membuat kisah Itoko menjadi sebuah asadora.

Ohara Itoko menolong banyak orang dengan baju rancangannya selama ia masih hidup. Ada banyak orang-orang yang berharga dalan kehidupannya dan yang menganggap dirinya berharga. Pada masa dimana orang-orang masih mengenakan kimono, Itoko membuat gerakan sendiri memperkenalkan pakaian barat dan melawan semua rintangan yang ia hadapi, tentu saja adalah ayahnya yang sangat melarang keras hal itu. Anak penjual kimono malah membuat baju barat, ayahnya tidak suka. Tapi Itoko adalah tioe orang yang kalau sudah ingin melakukan sesuatu, ia harus melakukannya. Hal itu tetap sama sampai ia tua, kalau ia memutuskan sesuatu, maka ia akan melakukannya, apapun halangannya.

Itoko benar-benat belajar dari 0 dalam membuat pakaian barat ini. Bayangkan saya saat itu ia hanya melihat sekali dan ia yang berusia 11 tahun membayangkan dan mulai menjahit sendiri. Hasilnya sangat jauh tapi ia puas karena ia sudah mencoba. Ia juga cukup Beruntung dalam bisnis, ia wanita tapi ia tak ingin diremehkan, ia mengambil sifat ayahnya yang keras, tapi ia tak sekeras ayahnya.
Ia berhasil membesarkan 3 puterinya yang berakhir mengikuti jalannya menjadi fashion designer yang sangat sukses. Tentu saja berkat orang-orang disekitarnya. Para tetangga sahabat ayahnya dulu yang selalu ada membantunya, keluarganya dan bahkan orang asing.

Ternyata aku menulisnya panjang juga ya lol.
Padahal masih banyak sekali bagian yang aku lewatkan lho. Aku sangat menyukai persahabatan Itoko dan Kansuke. Bisanya di asadora persahabatan diperlihatkan sekilas saja tapi disini meski sedikit tapi. mungkin karena chemistri mereka kali ya, jadi rasanya Itoko dan Kansuke ini memang sudah deket banged, sahabat sejati. Karenanya saat perpisahan dengan Kansuke, aku sedih banged. Ditama. Machiko Ono ini nangisnya ya ampuuuuun jleb banged!

Romance Itoko dan suaminya Masaru sedikit banged, padahal sejak pertama ketemu aku udah feeling Masaru ada hati sama Itoko dan ternyata mereka sampai menikah. Masaru nggak pernah menyembunyikan perasaannya, cuma Itoko aja yang nggak nyambung, karena di otaknya cuma ada dress dan dress HAHAHAAHAHAH.
Tapi mengejutkan juga sih masa Masaru selingkuh? Ada foto berdua kayak di penginapan gitu, Itoko juga tahu setelah suaminya berangkat perang dan ia memaafkannya setelah suaminya meninggal.

Tapi yang unik adalah hubungan Itoko dan Kitamura. Ia adalah yang menyebar gosip mnegenai Itoko dan Suo yang menipunya karena ia terbakar cemburu. Setelah Suo pergi dari kehidupan Itoko, Kitamura selalu datang ke keluarga Itoko, Itoko tak menyukainya tapi juga tak membencinya. Anak-anak Itoko sangat menyukai Kitamura. Yuko bahkan memohon Kitamura datang ke pernikahannya.

Bagaimanapun aku memikirkannya, aku masih tidak bisa merasa simpati pada cinta Itoko dan Suo. Aku sebenatnya tertarik dengan hal ini karena di beberapa spoiler dari yang sudah menonton katanya terharu dengan kisah cinta mereka. Tapi aku sama sekali nggak merasakannya. Maaf ye, aku nggak suka karena Suo udah punya anak istri, karena statusnya juga belum cerai. Intinya sih karena cinta mereka perselingkuhan jadi aku nggak simpati. Dan untung aja kisah cinta mereka nggak lama dan nggak berhasil HAHAHAHAHAHHA.
Sedih sih, tapi tetap saja aku nggak setuju, keduanya salah tapi yang lebuh bersalah itu si Suo-nya.

Karena Carnation adalah asadora yang paing banyak dibicarakan pencinta asadora sebagai asadora terbaik, jadi aku bersyukur aku sudah menonton drama ini. Ceritanya memang padat banged, karena berasal dari kisah nyata, tapi aku memang sangat menyukai endingnya. Ending drama ini dibuat sampai episode 1 Carnation tayang. Dimana seseorang menonton episode 1-nya di rumah sakit. Dan dari keterangan subbernya sih, yang menonton itu adalah Natsu.
WOW banged, artinya Natsu masih hidup sampai tahun 2011(Itoko meninggal tahun 2006).
Karenanya aku bilang ini endingnya THE BEST dari semua asadora yang sudah aku tonton 👍

Selain kisah tokoh utama, tokoh favorite aku adalah Natsu dan Kansuke. Hubungan Itoko dan Natsu seperti yang aku sebutkan diatas, sangatlah unik. Dibilang bersahabat, mereka tidak bersahabat. Kalau dibilang berteman, mereka menolak dipanggil teman. Dibilang musuhan, mereka tidak bermusuhan. Dibilang rival, mereka juga tidak bersaing akan sesuatu. Tapi keduanya tahu kalau mereka saling pengertian dan saling membantu meski lain dimulut lain dihati.
Natsu sempat masuk ke jalan yang salah karena kehidupannya dan Itoko berhasil membawanya keluar dari sana dan mendapatkan kehidupan yang layak. Ia tidak ingin berhutang budi pada Natsu yang dulu menyelamatkan pernikahannya. Pada akhirnya keduanyanya berpisah dan bertemu lagi setelah beberapa dekade.

Sementara itu Kansuke adalah salah satu tokoh yang aku suka. Awalnya dia dan Itoko adalah teman tapi sering bertengkar. Itoko sangat dekat dengan ibu Kansuke dan ia mengagumi kakak Kansuke. Sejak Itoko hampir hanyut disungai, Kansuke dan Itoko jadi dekat. Itoko selalu menjadi penyemangat Kansuke kalau ia sedang bersedih. Tapi sayangnya perang mengubah segalanya. Tapi sebelum kematiannya, Kansuke sempat pamitan pada Itoko, meski hanya menatap melalui jendela. Kansuke bahagia jika Itoko bahagia.

Asadora kisahnya memang sangat panjang, apalagi ini berdasarkan kisah nyata jadi memang keren banged, nggak ada part boringnya, plotnya terkendali. Aku sempat searching mengenai Koshino bersaudara dan pemilihan cast untuk Koshino bersaudara memang pas banged, apalagi yang jadi Naoko anak kedua, mirip banged sama aslinya HAHAHAHAHAHA.
Itoko melahirkan anak-anak yang meneruskan jejaknya, ia sama sekali tidak pernah memaksa mereka, ia memberikan kebebasan untuk memilih jalan masing-masing, tapi ketiganya memilih dunia fashion sebagai karir mereka.

Kisah dalam drama ini masih banyak lagi, nggak cuma yang aku ceritakan diatas. Tentu saja para tetangga ikut tampil bagian, teman-teman Itoko, langganannya, cucu-cucunya bahkan cicitnya juga ada porsi sendiri. Juga sedikit kisah mengenai aktor Kabuki yang sejak awal disinggung bahkan sampai akhir drama ini juga. Kisah cinta cucu Itoko yang hanya diperlihatkan sekilas tapi ngena banged juga ada. Intinya sih hal-hal sekecil apapun dalam drama ini disampaikan secara menarik dan berkesan. Pokoknya wajib ditonton :))

Oke, sampai disini dulu review Carnationnya. Sampai jumpa di review lainnya ☺️☺️

"It's okay to cry, but you mustn't cry too much."

"If your life gets a little boring, just go looking for something interesting."

Skor:

Story: 5/5
Characters: 5/5
Cinematography: 4/5
Music: 5/5
Opening: 4/5
Ending: 5/5

Share:

2 comments:

  1. Dengar ryu jun yeol ma hyeri pacaran seketika ingat blog ini..

    ReplyDelete
  2. i come here right after i read the news about jungpal and deokseon. heyyy.. they are real! and that news reminds me about you. hahaha.

    ReplyDelete

Translate

Follow by Email

NOTE:

DILARANG RE-UPLOAD / COPY PASTE TULISAN DI BLOG INI!

JIKA INGIN SHARE, CUKUP LINK KE POSTINGANNYA SAJA, BUKAN ISINYA!


Follow Clover Blossoms on Twitter

[Trivia] Japanese Movie Recommendations List

Karena ada banyak yang menanyakan rekomendasi untuk J-Movie, jadi aku memutuskan untuk membuat list rekomendasi Japanese Movi...

Recent Posts

Recent Posts Widget

Popular Posts This Week

Actor / Actress

Airi Matsui Ando Sakura Anna Ishii Aoi Miyazaki Aoi Morikawa Aoi Wakana Aoi Yu Aom Sushar Araki Yuko Bebe Tanchanok Chen Duling Chiba Yudai Chinen Yuri Choi Ara Daiki Shigeoka Dori Sakurada Eikura Nana Eita Elaiza Ikeda Fukushi Sota Fuma Kikuchi Fumi Nikaido Furuhata Seika Gao Zhi Ting Go Kyung Pyo Gong Yoo Gou Ayano Han Seung Yeon Han Yeri Hana Sugisaki Haru Kuroki Haruka Fukuhara Haruma Miura Haruna Kawaguchi Hasegawa Hiroki Hashimoto Ai Hashimoto Kanna Hayami Akari Hayato Isomura Hikari Mitsushima Hirano Sho Hiroki Narimiya Hirose Alice Hirose Suzu Honoka Yahagi Horii Arata Hu Yi Tian Hwang Jung Eum Hyeri Igawa Haruka Imada Mio Inoue Mao Ishihara Satomi Jang Se Hyun Jeon Ji Hyun Ji Soo Ji Woo Joo Won Jun Shison Jung Ryu Won Jung So Min Kaku Kento Kamiki Ryunosuke Kaname Jun Kanichiro Kasumi Arimura kawakami juria Kei Tanaka Kengo Kora Kentaro Kento Hayashi Kento Nagayama Kim Go Eun Kim Ji Won Kim Min Suk Kim So Hyun Kim Soo Hyun Kim Tae Ri Kim Woo Bin Kim Yoo Bin Kim Yoo Jung Kim Yoo Mi Kinami Haruka Kitamura Takumi Kiyohara Kaya Kiyohara Sho Komatsu Nana Koseki Yuta Kou Shibasaki Kubota Sayu Kudo Asuka L Lee Bo Young Lee Chung Ah Lee Dong Hwi Lee Dong Wook Lee Gi Kwang Lee Jong Suk Lee Joon Lee Soo Hyuk Lee Yoo Jin Mackenyu Mahiro Takasugi Maika Yamamoto Maki Horikita Mamiya Shotaro Marie Itoyo Masahiro Higashide Masaki Okada Masaki Suda Masataka Kubota Matsumoto Jun Mayu Matsuoka Mei Nagano Mikako Tabe Mike D angelo Min Do Hee Minami Hamabe Mio Yuki Mirai Moriyama Mirai Shida mirai suzuki Mitsuki Takahata Mitsushima Shinnosuke Miwa Miyu Yoshimoto Mizuki Yamamoto Moe Arai Mone Kamishiraishi Mugi Kadowaki Nadine Lustre Nagasawa Masami Nakajima Kento Nakamura Tomoya Nao Nao Matsushita Nijiro Murakami Nounen Rena Osamu Mukai Otani Ryohei Park Bo Gum Park Eun Bin Park Hae Jin Park Seo Joon Park Shin Hye Pattie Ungsumalynn Phan Pagniez Reina Visa Rena Matsui Riho Yoshioka Rina Kawaei Ryo Ryusei Ryo Yoshizawa Ryoma Takeuchi Ryota Katayose Ryu Hwa Young Ryu Jun Yeol Sagara Itsuki Sairi Itoh Saito Takumi Sakaguchi Kentaro Sakuma Yui Sakurako Ohara Sato Kanta Satoshi Tsumabuki Seino Nana Seo Hyun Jin Seto Koji Shen Yue Shim Eun Kyung Shimon Okura Shin Hyun Soo Shirota Yuu Shohei Miura Shono Hayama Shuhei Nomura Shunya Shiraishi sometani shota Son Seung Won Song Ha Yoon Suga Kenta Sun Woong Suzuki Ryohei Suzy Taiga Taishi Nakagawa Takahashi Issei Takanori Iwata Takayuki Yamada Takeru Sato Takuya Kusakawa Tamaki Hiroshi Tao Phiangphor Tasuku Emoto Tomoshita Yamashita Tori Matsuzaka Toyokawa Etsushi Tsubasa Honda Tsuchiya Tao Ueno Juri Yamazaki Kento Yamoto Yuma Yo Oizumi Yoo In Na Yoo Seung Ho Yook Sung Jae Yoon Park Yoon So Hee Yoshine Kyoko Yosuke Sugino Yu Aoi yua shinkawa Yui Aragaki Yuina Kuroshima Yuki Furukawa Yuki Izumisawa Yuki Yamada Yukino Kishii Yuko Oshima Yuna Taira Yuriko Yoshitaka Yuta Hiraoka Yuya Matsushita Yuya Yagira

Drama / Movie

99.9 A Love So Beautiful A Story of Yonosuke Age of Youth 2 Always Sunset on Third Street amachan Anikoma Anohana Anone Ao Haru Ride Arbitratily Fond Asa ga Kita Ashi Girl At Cafe 6 Beppin-San Biscuit Teacher and Star Candy Bittersweet Boku Dake ga Inai Machi Boku no Ita Jikan Boukyaku no Sachiko Bubblegum Cafe Waiting Love Carnation Chia Dan Chihayafuru Chugakusei Nikki Churasan Crybaby Pierrot's Wedding Crying Out Love in the Center of the World Daily Lives of High School Boys Dating DNA Departures Eulachacha Waikiki Evergreen Love Father is Strange Fight Fleet of Time Forever Young Frankenstein no Koi From Five to Nine Gakko no Kaidan Gegege no Nyobo Gochisousan God Gift Good Morning Call Good Morning Call 2 Goon Ju Hana and Alice Hana Nochi Hare Hanako to Anne Hanbun Aoi Haruchika Hirunaka no Ryuusei Hirune Hime Hiyokko Honey and Clover Hot Road Hyouka I Love You in Tokyo I Want to Eat Your Pancreas If We Were A Season Itakiss LIT Itakiss LIT S2 Itakiss Movie Kahogo no Kahoko Kakegurui Kaze no Haruka Keiji Yugami Kidnap Tour Kiki Delivery Service Kimi no Na Wa Kingyo Club Kiss Me Thailand Koe no Katachi Koinaka Kuragehime Linda Linda Linda Little Forest Love Letter Lucky Romance Ma Boy Man From The Stars Manpuku March Comes in Like a Lion Mare Massan May Who? Meteor Garden 2018 Moriyamachu Driving School My Huckleberry Friends My Husband Can Not Work My Little Sweet Pea My Old Classmate Nagi no Asukara Narratage Natsuzora Nodame Cantabile Oboreru Knife Ohisama Omotesando On The Wings of Love One Million Yen Girl One Week Friends Operation Love Orange Orange Days Ore Monogatari Our Little Sister Our Times Peach Girl Pinocchio Princess Hours Thailand Rage Rainbow Song ReLIFE Reply 1988 Romance Full of Life Sannin No Papa she was pretty Shigatsu wa Kimi no Uso Sing Salmon Sing Solanin Sound of Your Heart Splish Splash Love Ssam My Way Strobe Edge Sukina Hito ga Iru Koto Teiichi no Kuni Tenno no Ryoriban The 100th Love The Anthem of the Heart The Best Hit The Great Passage The Left Ear The Woodsman and The Rain The World of Us Today's Kira-kun Todome no Kiss Toki wo Kakeru Shojo Tokyo Tarareba Girls Tomorrow Cantabile Tonari no Kaibutsu-kun Toto Nee Chan Twenty Years Old Twilight Saya in Sasara Uchiage Hanabi Under the Hawthorn Tree Unnatural Wakamonotachi Warotenka We All Cry Differently What A Wonderful Family While You Were Sleeping Wise Prison Life Wood Job Yellow Elephant Yesterday Once More Your Lie in April Youth Over Flowers

Blog Archive

Recent Comments

Random Posts