Saturday, 30 September 2017

[Sinopsis] Age of Youth 2 Episode 9-1



Di Episode ini, fokus anak-kost adalah surat pink yang ditemukan oleh Jo Eun. Karena yang sedang bermasalah sekarang adalah Ye Eun, dia langsung berfikir kalau surat itu ditujukan padanya dan dia menjadi tambah murung. Tapi ternyata apa yang terjadi pada Ye Eun dan surat itu tidak ada hubungannya. Pelaku yang meneror Ye Eun terungkap disini dan ia tak pernah membayangkan kalau orang itu adalah pelakunya.

Sinopsis Hello My Twenties 2 Episode 9 Part 1

Episode 8 lalu, Jo Eun akhirnya mengatakan mengenai surat yang ia temukan pada anak-anak Belle Epoque.
Mereka menatap surat yang penuh kebencian itu dan Ye Eun yang memang sedang ada masalah langsung berfikir kalau surat itu ditujukan padanya.
Ia bertanya-tanya apa yang sebenarnya ia lakukan sehingga begitu banyak orang yang membencinya.

Haeimdal masih melakukan aksi demi solo-nya. Karena ia tidak mau menyerah, security mengambil tindakan, kalau Haeimdal mau terus demo maka ia tak boleh menganggu pintu masuk perusahaan. Ia harus berdiri 5 meter dari pintu dan security bahkan membawa meteran kesana untuk mengukur jaraknya.
Haeimdal nurut aja sih, karena menolak juga ia tetap disuruh menjauh, jadinya ia berdiri di pinggir jalan dan ia kesulitan kalau banyak mobil yang lewat.
Tapi kalau security nggak ada dia akan mundur sedikit.
Jin Myung masih cuek pada Haeimdal dan bosnya juga masih marah padanya, tapi ia berusaha melakukan pekerjaannya dengan baik.

Jo Eun murung di kelas hari itu. Yeji terus mengajaknya bicara tapi dijawab dengan tidak bersemangat, bahkan Eun cuek gitu padanya.Yeji jadi kesal dan menggerutu ada masalah apa sih sampai JO Eun muram begitu, apakah Eun putus dengan pacarnya atau bagaimana. Ia penasaran tapi Eun tidak mau mengatakannya.

Ye Eun sendiri mengajak 2 temannya ke kost dan memperlihatkan surat itu.
Tentu saja Ye Eun dan temannya berfikir kalau penulis surat itu adalah orang yang sama dengan pengirim sms. Mereka juga curiga pada Eun. Tapi Ye Eun mengatakan JO Eun tidak akan menulis surat seperti itu, karena JO Eun baru pindah dan mereka juga belum banyak interaksi.
Yoo Kyung malah menggigit jari dan tak tenang, bertanya siapa yang mengirimkan itu, bisa saja itu tidak ditujukan pada Ye Eun, karena disana hanya tertulis alamat surat saja, bisa saja anak kost lainnya.
Tapi dengan kejadian belakangan, Ye Eun yakin itu ditujukan padanya. Temannya bertanya apakah dia mau lapor polisi atau bagaimana dan kalau ibu Ye Eun tahu, bisa terjadi masalah lainnya.
Tapi mereka pikir kalau lapor polisi hanya masalah begini tidak akan ditanggapi dengan serius.
Saat kedua temannya pulang, Yoo Kyung kelihatah khawatir karena Ye Eun kehilangan selera makan dan makin kurus, ia seharusnya membawa makanan untuknya.
Teman satunya diam saja, dia nggak terlalu menanggapi Yoo Kyung.

Eun pulang dan berselisih dengan keduanya tapi mereka tidak mengenali Eun.
Saat Eun masuk ke rumah, Ye Eun sedang menatap surat itu. Ia melihat Eun dan hanya menghela nafas kemudian kembali ke kamarnya.
Suasana Belle Epoque memang sangat suram karena surat itu, Eun masuk ke kamar dan mulai berkemas untuk pindah rumah. Karena barangnya banyak, ia keluar untuk mengambil kardus.
Jang Hoon masih bergelut dengan kursi (yang nggak selesai-selesai) dan melihat Eun, bertanya apakah Eun sedang mengemasi barangnya. Eun membenarkan dan bertanya kapan Jang Hoon akan wamil dan Jang Hoon mengatakan tanggal 23 Oktober.
Eun mengerti dan berharap semuanya berjalan lancar. Saat Eun beranjak, Jang Hoon bertanya apakah Eun beneran akan pindah?
Eun hanya menatapnya saja dan tidak menjawab, tapi tatapannya membenarkan hal itu.

Saat ia masuk ke rumah, ia mendapat telpon dari Ji Won dan sesaat kemudian ia terlihat berlari kencang ke kampus JI Won dkk.
Ia keringatan. Eun Jae sudah menunggu disana dan memberinya tissu karena Eun kelihatan kelelahan, untuk menghaous keringatnya. Eun kelihatannya berlari sekuat tenaga kesana.
Hal itu dilihat oleh teman Jong Yeol yang rambutnya pendek itu.
Eun bertanya dimana Ji Won dan Eun Jae juga nggak tahu karena Ji won hanya menghubunginya minta bertemu disini jam 5.

Sesaat kemudian Ji Won dengan penuh semangat datang dan mengajak mereka pergi. Mereka tanya mau kemana dan Ji won mengatakan ke toko buku bekas tempat Eun menemukan surat itu.
Ji won terlihat tergesa-gesa banged dan bertanya apakah mereka bisa pergi dengan jalan kaki. Eun dan Eun Jae mengikutinya, mengatakan bisa jalan kaki, tapi agak jauh.

Mereka kemudian tiba di toko buku bekas itu dan melihat lokasi tempat buku itu jatuh, Eun mengatakan buku itu jatuh dengan sendirinya dan memberikan bukunya. Mereka kemudian bertanya pada penjualnya mengenai buku itu, siapa tahu pejual itu mengetahui siapa pemilik buku itu, karena Eun membelinya tanggal 18 juli. Mereka juga mengatakan ada surat pemilik di buku itu , mereka ingin mengembalikan surat itu.
Awalnya Ji won dkk ragu penjual akan memberikan informasi pribadi pemilik buku itu sebelumnya, tapi si penjual lumayan baik dan mencarikan struk saat si pemilik buku itu.
Ternyata si penjual ini mengira kalau surat itu adalah surat cinta yang romantis dan ia suka cerita-cerita romantis jadi ia dengan senang hati membantu Ji Won dkk. Ji Won dkk tak bisa bilang kalau itu sebuah surat balas dendam HAHAHAHA.
Sayangnya no telpon pemilik sudah tak aktif lagi dan yang bisa mereka temukan dari struk itu adalah saat itu pemilik menjual 37 buku sekaligus, bersamaan dengan buku yang didalamnya ada surat.

Di perusahaan, Jin Myung punya masalah sendiri.
Ia dan ketua tim memanggil Haeimdal untuk meyakinkannya menandatangani pembatalan kontrak.
Ketua tim berusaha mejelaskan pada HAeimdal bagaimana perusahaan mengalami kerugian mengurus Asgard, biaya ini dan itu menghabiskan 300 juta dan lain sebagainya.
Haeimdal melakukan demo juga tidak ada gunanya, perusahaan tidak akan menginginkannya lagi karena tak mungkin mereka mendukung Haeimdal sendiri, karena untuk mendebutkan sebuah grup itu butuh modal 1 milyar dan bla bla bla. IA bahkan mengatakan Haeimdal pernah jadi bagian keluarga Oh & Park dan ia harap HAeimdal mengerti.
Tapi tentu saja HAeimdal masih tidak terima perusahaan membatalkan kontraknya secara sepihak, karena keluarga tidak akan melakukan hal seperti itu. Jika Asgard populer dan membatalkan kontrak secara sepihak, perusahaan akan marah pada mereka, lalu kenapa ia tak boleh marah saat ia perusahaan membatalkan kontrak karena mereka tak populer?
Ia merasa punya hak untuk marah dan ketua tim jadi kesal dan berkata kasar tentang grup Asgard yang menyalahkan perusahaan karena tidak populer.
Terjadi adu mulut diantara mereka dimana Jin Myung hanya duduk disana mendengarkan. Pada akhirnya Haeimdal tetap menolak menandatangani pemutusan kontrak.

Ia kembali demo solo di depan perusahaan. Disana ada fans remaja yang menunggu idola mereka dan memanggilnya ahjushi, membuat HAeimdal tersinggung. Ia mengatakan kalau ia bukan Ahjushi tapi Oppa.
Ia juga bertanya apakah mereka tidak mengenal Asgard dan bahkan menunjukkan salah satu koreografi dan lagu mereka, tapi anak-anak itu tidak tertarik sama sekali.
Sedih banged T_T

Malam harinya, Ji Won, Eun Jae dan Eun membaca buku satu per satu dari 37 buku yang dijual pemilik untuk menemukan petunjuk.
Jin Myung bergabung dengan mereka. Ji Won mengatakan pemilik toko buku bekas mengatakan ada 3 alasan kenapa orang menjual buku sekaligus dalam jumlah banyak, pertama karena pindah rumah, kedua karena mendapatkan pekerjaan atau wisuda karena ini mengubah suasana dan ketiga adalah karena peninggalan orang lain.
Jin Myung mengerti dan mencoba membuka buku itu, ia bertanya apa yang mereka cari dan yang lain mengatakan petunjuk dalam buku, seperti coretan atau kertas terselip.
Tapi sulit menemukannya. Yang mereka tahu hanyalah si pemilik buku itu suka menggaris bawahi kalimat di buku dan kalimat-kalimat itu adalah kalimat inspiratif, quote-quote gitu.
'Orang yang baik saat bertemu dengan orang yang agresif, pasti akan menganggap ini adalah kesalahannya, Orang jahat sudah pasti tidak akan merasa dirinya bersalah.'
'Yang lebih kejam dari mati adalah pikiran gila jika harus tetap hidup disini.'
'Depresi bukan penyakit jiwa tapi penyakit sistematik. Rajin bergerak akan memperbaiki segalanya.'

Eun Jae mendengarkan semuanya dan mengatakan kalau saat membaca buku ia juga cenderung menggaris bawahi kalimat yang ia suka. Ia pikir jika orang itu mirip dengannya, maka pemiik buku adalah orang yang muram.
Jin Myung mengatakan kalau orang periang tidak mungkin menulis surat seperti itu. Yang lain hanya menghela nafas.
Ye Eun kemudian keluar dari kamar mandi dan beneran kelihatan murung dan tak bersemangat. Eun jadi khawatir melihatnya.

Eun kemudian bertanya kalau ia pindah bagaimana dengan uang sewanya. Eun Jae bertanya apa Eun akan pindah?
Eun berkata tentu saja ia harus pindah. Yang lain bingung dan bertanya kenapa?
Eun juga bingung kenapa mereka bertanya, tentu saja karena ada kejadian begini dan karena surat yang ia bawa, ia harus pindah.
Ji Won mengerti Eun datang karena surat itu, tapi kenapa buru-buru pindah?
Jin Myung mengatakan uang sewa dibayar per-bulan, jadi meski Eun pindah tidak tepat sebulan penuh, Eun tetap harus bayar uang sewa bulan itu.
Eun Jae mengatakan kalau begitu Eun pindah setelah genap sebulan saja.
Eun berfikir dan bertanya apakah itu tidak apa-apa?
Eun Jae mengatakan tentu saja, toh Eun sudah membayar sebulan jadi sampai batas sebulan dia bisa tetap tinggal disana.
TApi maksud Eun adalah apa tidak apa-apa jika ia tak pindah dan yang lain mengatakan tentu saja, itu terserah pada Eun.
Eun khawatir karena ia merasa mereka terganggu karena surat itu dan Jin Myung mengatakan kalau mereka tidak terganggu, untuk apa terganggu karena masalah itu.
JI Won dan Eun Jae melihat ekspresi Eun dan tahu kalau Eun terharu, ia yakin Eun berfikir kalau mereka sangat baik dan Ji Won menggunakan kesempatan itu untuk meminta dimasakkan ramyeon. Eun Jae juga ikutan HAHAHHAHAHA.

Malam itu Eun mengembalikan kardus ke tempat sampah. Jang Hoon ada disana membuang sampah dan protes karena anak kost tidak membagi sampah organik dan anorganik, jadi ia yang harus melakukannya.
Eun sama sekali tidak mengeluh dan melakukan semua yang disuruh Jang Hoon, seperti memintanya membuang kaleng dibawah tong sampah ke tempatnya dan Jang Hoon bingung kenapa Eun begitu tenang malam ini, karena biasanya Eun selalu melawan.
Eun mengatakan dengan wajah bahagia kalau ia tak jadi pindah. Eun kelihatan senang banged, ia bahkan kembali sambil lari-lari kecil dan Jang Hoon menggodanya, apakah kau sesenang itu karena tak jadi berpisah denganku?
Eun tidak menjawab tapi ia hanya tersenyum manis ke arah Jang Hoon dan Jang Hoon cukup kaget dengan sikap Eun, tapi ia menikmatinya.

HAeimdal masih demo solo keesokan harinya. Kali ini ia bahkan tak diizinkan memakai toilet perusahaan, sehingga ia harus pergi ke toilet umum.
Saat ia kembali, 2 temannya member Asgard yang dipertahankan kontraknya oleh perusahaan ada disana. Mereka menasehati Haeimdal untuk tidak melakukan ini karena tidak akan mengubah apapun. Mereka khawatir Haeimdal akan pingsan karena kelelahan dan yang rugi Haeimdal sendiri.
Haeimdal hanya diam saja, tapi ia sudah memutuskan akan terus melakukannya, meski ia mulai merasa kalau ia harus menyerah.
Ya ampun aku sedih banged T__T

Anak kost rapat tanpa Jin Myung, membahas surat itu. Surat itu ditulis saat natal dan orang itu menganggap Ye Eun menghancurkan hidupnya, tapi itu hanya pendapat orang itu saja.
Alamat surat itu adalah alamat kost mereka, Ji Won merasa kalau penulis tidak tahu alamat rumah Ye Eun sebenarnya. Jika tahu, maka ia tak akan terburu-buru mencatat alamat di surat itu (Jadi alamatnya ditulis dibelakang surat, bukan amplop, makanya Ji Won merasa kalau si penulis terburu-buru).
Surat itu ditulis pada bulan desember dan setelah 8 bulan berlalu, teror sms dimulai.
Eun Jae merasa itu aneh, kenapa bersabar menunggu 8 bulan baru mulai mengirim sms?
Mereka juga tak tahu jawabannya dan merenung lagi. Kemudian Ji Won bertanya pada Ye Eun kapan fobia Ye Eun dimulai.
Ye Eun mengatakan itu dimulai bulan Februari tahun ini. Ji Won mengerti, karena saat Ye Eun cuti tahun lalu, Ye Eun bilang dia cuti karena malu, bukan karena sakit. Dan fobia sosial Ye Eun dimulai saat musim semi. Ia berfikir kalau penulis mungkin berfikir Ye Eun tidak bahagia, makanya ia berhenti, tapi kemudian Ye Eun masuk kuliah lagi dan teror sms dimulai.
Eun Jae kemudian bertanya, jadi si peneror terus memperhatikan Ye Eun, karena Ye Eun mulai kembali ke dirinya semula jadi ia mulai mengirim sms?
Ji won tak bisa membenarkan, tapi paling masuk akal sih seperti itu.
Ye Eun malah bersyukur, karena sekarang ia murung jadi dalam waktu dekat tidak akan ada teror lagi.
Eun Jae kemudian memperhatikan surat itu lagi dan menemukan sesuatu disana, merk kertas surat itu Su & Su. Eun mengatakan itu seperti nama salon kecantikan atau cafe, biasanya tempat seperti itu punya note sendiri, ibunya membuka salon jadi ia tahu hal seperti itu karena ibunya suka memesan dan dihadiahkan ke pelanggan atau karyawan.
Ji won dan Eun Jae langsung mengambil ponsel untuk mencari nama itu di internet dan mereka menemukan banyak pencarian tentang itu.

Hari itu anak kost keluar bersama-sama, mereka membawa 37 buku itu dan meminta Jang Hoon membawakan itu dengan sepeda. Sebenarnya nggak minta tolong sih, Jang Hoon lagi sibuk dengan sepedanya saat mereka keluar, ia menyapa mereka dan ketiganya langsung memberikan buku itu padanya wkkwwkkwkwk.
Mereka kemudian berjalan bersama-sama. Jang Hoon Eun Jae didepan, Ji won dan Eun di belakang. Ji Won masih sibuk mencari Su & Su dan bertanya pada Eun apakah ibu Eun bisa membantu mereka mencari pencetak note seperti itu, siapa tahu kalau ahlinya melihat mereka bisa dapat petunjuk. Eun mengerti.
Sementara itu Eun Jae dan Jang Hoon sibuk membicarakan mengenai pacar Eun Jae dan Jang Hoon penasaran seperti apa sih pacar Eun Jae itu. Keduanya sik gitu mengobrol dan sampai ketawa-ketawa, membuat Eun tak tenang dibelakang mereka. Eun bahkan setengah hati bicara pada Ji Won HAAHHAHAHA.
Ji won kemudian menyadari kalau pakaian Eun Jae dan Jang Hoon hari ini serasi, seperti couple. Jang Hoon dan Eun Jae juga baru sadar.
Eun kesal melihatnya wkkwkwkkkwwkkw.

Kelas Eun Jae dkk selesai dan teman Jong Yeol yang rambutnya pendek bertanya pada Eun Jae apakah Eun Jae sudah punya pacar baru. Eun Jae tentu saja terkejut karena ia tidak merasa punya pacar.
Tapi Temannya mengatakan kalau ia melihat mereka waktu itu, ia melihat Eun Jae bersama seorang pria dan tampan. Eun Jae jadi ingat pagi itu Ji won menggodanya dan Jang Hoon terlihat seperti pasangan dan berfikir temannya melihatnya dan JAng Hoon, padahal maksud temannya itu adalah Jo Eun (yang waktu itu menemui Eun Jae dan Ji Won ke kampus).
Karena Eun Jae sadar gosip sudah tersebar, ia melihat reaksi Jong Yeol dan sepertinya Jong Yeol juga terganggu karena hal itu.

Jang Hoon kembali ke rumah setelah mengantar buku bekas itu dan melihat orang mencurugakan di depan pintu belle epoque. Ia menuduh si pria itu sebagai penguntit dan mulai menyerangnya, menyuruhnya mengaku dan ingin mengambil ponselnya karena ia pikir si pria itu mengambil foto disana.
Ye Eun sedang galau di kamarnya dan mendengar keributan dilantai 1, ia merasa mengenal suara itu dan mengintip dari jendela. Ia buru-buru keluar dari rumah dan Jang Hoon mengatakan kalau ia menangkap byeontae dan memperlihatkan wajahnya.
Ternyata dia adalah Ho Chang yang langsung tersenyum menyapa Ye Eun. Jang Hoon menyadari ia salah orang dan memperbaiki kaca mata Ho Chang wkkwkwkw.

Ho Chang dan Ye Eun bicara berdua di luar. Ho Chang mengatakan kalau ia awalnya nggak mau datang, tapi karena ia mengkhawatirkan Ye Eun, ia ingin mengecek apakah Ye Eun baik-baik saja.
Ye Eun mengatakan ia sudah bilang agar Ho Chang tidak udah datang tapi dalam hati ia mengharapkan Ho Chang datang menemuinya.
Ho Chang tidak tahu harus bereaksi bagaimana, jadi Ye Eun mengambil inisiatif duluan. Ia menggenggam tangan Ho Chang dan Ho Chang bingung banged harus bagaimana wkkwkkwwkkwkkw.

Ji won seperti biasa tidak punya tempat nongkrong lain selain di klub. Tapi hari ini ia tidak meribut sama sekali.
Ia ada di ruang rapat sedang sibuk menulis sesuatu dengan serius. Sung Min melihatnya dari luar, ia sepertinya cukup penasaran dengan Ji won hari ini, jadi ia amsuk untuk mengecek.
Ia bertanya apakah Ji Won sudah menemukan sesuatu dan Ji Won mengatakan belum, tapi ia pasti akan menemukan siapa si pengirim surat itu.
Sung Min bertanya bagaimana caranya dan Ji won mengatakan ia akan mempertaruhkan nama baik kakeknya. Sung Min mengingatkan kalau kakek Ji won gara-gara judi sudah menghilangkan rumah mereka. Ji Won kemudian mengoreksi mengatakan kakek dari pihak ibunya HAHHAHAHAHAHAHA.

Sung Min kemudian mengecek buku yang sedang dibaca Ji Won dan juga surat itu, ia bertanya apakah ada orang yang teman Ji Won curigai dan Ji won mengatakan tidak ada.
Sung Min berfikir kalau surat itu mungkin saja ditujukan pada orang lain. Ji Won tertarik dan bertanya siapa?
Sung Min langsung menunjuk Ji won. Ji won tentu saja terkejut, Aku? aku ini orang yang dilahirkan untuk dicintai. (Ji Won lucu banged, ia melindungi dirinya sendiri dengan tangannya.)
Sung Min diam saja dan menatap Ji Won, kemudian ia menyadari kalau junior yang menyukainya itu melihat mereka berdua.
Sung Min kemudian memutuskan mengakhiri pembicaraan ini dan berpesan pada Ji Won untuk menjalani hidupnya seperti biasa, bebas dan tak terkekang.
Sung Min menyemangati Ji Won dengan menepuk pundaknya sebelum pergi. Junior itu menatap Ji won dengan tatapan penuh dendam HAHAHAHAHAHHA.
Lah, gitu aja nih scene OTP? Cuma gitu? Butuh lebih~

Di Oh & Park, Haeimdal masih melakukan demo solonya. Ia berdiri dari pagi sampai malam, tapi tidak ada yang tertarik padanya.
Jin Myung yang akan pulang hari itu, kali ini tidak bisa melewatinya begitu saja, jadia berhenti untuk bicara dengan Haeimdal,kenapa Haeimdal melakukan ini, karena tak akan ada yang berubah meski Haeimdal demo selamanya.
Haeimdal tak peduli dan menyuruh Jin Myung mengurus diri sendiri.
Jin Myung mengatakan melakukan demo itu harus ada tujuannya, apa yang akan Haeimdal dapatkan dengan demo ini.
Haeimdal mengatakan kalau ia akan jadi populer. Jin Myung mengatakan selama 5 tahun Asgard tidak populer lalu apa yang akan mereka peroleh dalam 2 tahun (kalau kontraknya masih diperpanjang).
Haeimdal kesal dan mendekati Jin Myung, ia mengatakan itulah namanya keajaiban, selalu muncul di akhirnya akhirnya akhir dan hanya diberikan pada yang pantang menyerah. Orang ada yang mendadak terkenal setelah 10 tahun lebih tidak sukses. Orang tidak akan tahu kemana nasib membawanya. Itulah namanya kebetulan bertemu keajaiban.
JIn Myung bertanya, kenapa kau yakin kalau keajaiban akan terjadi padamu?
Haeimdal tentu saja mengatakan kalau ia berusaha keras dan JIn Myung mengingatkan bukan berarti semua orang yang berusaha pasti akan mendapatkan keajaiban (karena Jin Myung sudah merasakannya sendiri, bagaimana ia berusaha tapi keajaiban tidak pernah datang padanya).

Haeimdal terdiam dan akhirnya membenarkan Jin Myung, tapi ia tidak akan menyerah dan meminta Jin Myung mengabaikannya.
Jin myung marah dan meminta Haeimdal mempertimbangkan dengan baik, apa yang ia dapatkan dari melakukan ini, berbuat seperti ini apa yang akan berubah. Anggota Asgard ada 7 orang dan 6 orang sudah menerima pembubaran grup ini, tapi hanya kau yang belum sanggup menerimanya, Apa kau merasa kalau kau benar-benar memiliki kemampuan?
Haeimdal mengatakan tentu saja ia punya kemampuan, tapi Jin Myung berkata bukan karena seseorang agak lumayan jadi talentanya akan dikenali banyak orang.
Haeimdal marah dan mengatakan kalau ia punya talenta. Kau tahu apa tentang aku! Kau cuma melakukan apa yang disuruh orang lain.  Kuliah di universitas yang membuat orang lain iri. Orang yang hidup sampai sekarang tapi sama sekali tidak tahu apa yang diinginkannya. Sebaiknya kau khawatirkan dirimu sendiri. Apa yang sungguh-sungguh ingin kau lakukan hingga terasa gila. Upaya perjuangan yang gigih, kau tidak tahu seperti apa tasannya itu.
Jin Myung mengatakan bagaimana ia menjalani hidup, ia tak butuh kritikan Haeimdal.
Haeimdal membalas, Ah begitu, duduk dimeja belajar dan belajar dengan tekun membuatmu sangat menderita? Kau sungguh hebat.

JIn Myung membenarkan kalau ia lebih hebat dari Haeimdal, tahu kelemahan sendiri, hanya tahu bagaimana mengandalkan orang lain, aku lebih hebat darimu. Jika kau memang mempunyai bakat kau pasti sudah mencari bagaimana cara untuk bertahan.  Kau tak punya bakat seperti itu. sekalipun kau tidak ingin mengakuinya, kau adalah yang terburuk diantara yang terburuk.
Haeimdal kesal dan mendorong Jin Myung. Jin Myung jatuh dan tangannya terluka. Security datang dengan cepat menolong Jin Myung dan Haeimdal meninggalkan tempat itu. Jin Myung menatapnya.
(Awwwww, Haeimdal kau nggak tahu gimana Jin Myung menjalani hidupnya selama ini, kau pikir dia cuma duduk dan belajar? Benar kalau Jin Myung sama sekali nggak tahu gimaan Haeimdal menjalani hidup, tapi Haeimdal juga tidak tahu bagaimana Jin Myung menjalani hidup selama ini).

Haeimdal kembali ke asramanya. Rumah yang gelap. Aliran listrik sudah dimatikan ke rumah itu, bahkan air juga. T____T
Haeimdal jadi ingat bagaimana Jin Myung mengatakan ia sama sekali tak punya bakat.

Share:

0 comments:

Post a Comment

Translate

Follow by Email

NOTE:

DILARANG RE-UPLOAD / COPY PASTE TULISAN DI BLOG INI!

JIKA INGIN SHARE, CUKUP LINK KE POSTINGANNYA SAJA, BUKAN ISINYA!


Follow Clover Blossoms on Twitter

[Trivia] Japanese Movie Recommendations List

Karena ada banyak yang menanyakan rekomendasi untuk J-Movie, jadi aku memutuskan untuk membuat list rekomendasi Japanese Movi...

Recent Posts

Recent Posts Widget

Popular Posts This Week

Actor / Actress

Airi Matsui Anna Ishii Aoi Miyazaki Aoi Wakana Aom Sushar Araki Yuko Bebe Tanchanok Chen Duling Chiba Yudai Choi Ara Dori Sakurada Eikura Nana Eita Fukushi Sota Fuma Kikuchi Fumi Nikaido Gao Zhi Ting Go Kyung Pyo Gong Yoo Gou Ayano Han Seung Yeon Han Yeri Hana Sugisaki Haruka Fukuhara Haruma Miura Haruna Kawaguchi Hashimoto Ai Hashimoto Kanna Hayato Isomura Hikari Mitsushima Hirano Sho Hiroki Narimiya Hirose Alice Hirose Suzu Honoka Yahagi Horii Arata Hu Yi Tian Hwang Jung Eum Hyeri Inoue Mao Ishihara Satomi Jang Se Hyun Jeon Ji Hyun Ji Soo Ji Woo Joo Won Jun Shison Jung Ryu Won Jung So Min Kamiki Ryunosuke Kasumi Arimura kawakami juria Kei Tanaka Kengo Kora Kentaro Kento Hayashi Kento Nagayama Kim Go Eun Kim Ji Won Kim So Hyun Kim Soo Hyun Kim Tae Ri Kim Woo Bin Kim Yoo Bin Kim Yoo Jung Kim Yoo Mi Kitamura Takumi Komatsu Nana Kubota Sayu Kudo Asuka L Lee Bo Young Lee Chung Ah Lee Dong Hwi Lee Dong Wook Lee Gi Kwang Lee Jong Suk Lee Joon Lee Soo Hyuk Lee Yoo Jin Mackenyu Mahiro Takasugi Maika Yamamoto Maki Horikita Marie Itoyo Masahiro Higashide Masaki Suda Masataka Kubota Mayu Matsuoka Mei Nagano Mikako Tabe Mike D angelo Min Do Hee Minami Hamabe Mirai Moriyama Mirai Shida mirai suzuki Mitsuki Takahata Miwa Miyu Yoshimoto Moe Arai Mone Kamishiraishi Nadine Lustre Nagasawa Masami Nao Nijiro Murakami Nounen Rena Osamu Mukai Park Bo Gum Park Eun Bin Park Hae Jin Park Seo Joon Park Shin Hye Pattie Ungsumalynn Phan Pagniez Reina Visa Rina Kawaei Ryo Ryusei Ryo Yoshizawa Ryoma Takeuchi Ryota Katayose Ryu Hwa Young Ryu Jun Yeol Sakaguchi Kentaro Sakuma Yui Sakurako Ohara Sato Kanta Satoshi Tsumabuki Seo Hyun Jin Seto Koji Shen Yue Shim Eun Kyung Shimon Okura Shin Hyun Soo Shirota Yuu Shohei Miura Shono Hayama Shuhei Nomura Shunya Shiraishi sometani shota Son Seung Won Song Ha Yoon Sun Woong Suzuki Ryohei Suzy Taishi Nakagawa Takanori Iwata Takeru Sato Takuya Kusakawa Tao Phiangphor Tasuku Emoto Tori Matsuzaka Tsubasa Honda Tsuchiya Tao Yamazaki Kento Yamoto Yuma Yoo In Na Yoo Seung Ho Yook Sung Jae Yoon Park Yoon So Hee Yoshine Kyoko Yosuke Sugino Yu Aoi yua shinkawa Yui Aragaki Yuina Kuroshima Yuki Furukawa Yuki Izumisawa Yuki Yamada Yuko Oshima Yuna Taira Yuriko Yoshitaka Yuta Hiraoka Yuya Matsushita Yuya Yagira

Drama / Movie

A Love So Beautiful A Story of Yonosuke Age of Youth 2 Always Sunset on Third Street Anikoma Anohana Anone Ao Haru Ride Arbitratily Fond Asa ga Kita Ashi Girl At Cafe 6 Beppin-San Biscuit Teacher and Star Candy Bittersweet Boku Dake ga Inai Machi Boku no Ita Jikan Boukyaku no Sachiko Bubblegum Cafe Waiting Love Carnation Chia Dan Chihayafuru Crybaby Pierrot's Wedding Crying Out Love in the Center of the World Daily Lives of High School Boys Dating DNA Departures Eulachacha Waikiki Evergreen Love Father is Strange Fleet of Time Forever Young Frankenstein no Koi From Five to Nine Gakko no Kaidan Gegege no Nyobo Gochisousan God Gift Good Morning Call Good Morning Call 2 Goon Ju Hana and Alice Hana Nochi Hare Hanako to Anne Hanbun Aoi Haruchika Hirunaka no Ryuusei Hirune Hime Hiyokko Honey and Clover Hot Road Hyouka I Love You in Tokyo I Want to Eat Your Pancreas If We Were A Season Itakiss LIT Itakiss LIT S2 Itakiss Movie Kahogo no Kahoko Kaze no Haruka Kidnap Tour Kiki Delivery Service Kimi no Na Wa Kingyo Club Kiss Me Thailand Koe no Katachi Koinaka Kuragehime Linda Linda Linda Little Forest Love Letter Lucky Romance Ma Boy Man From The Stars March Comes in Like a Lion Mare Massan May Who? Moriyamachu Driving School My Huckleberry Friends My Husband Can Not Work My Little Sweet Pea My Old Classmate Nagi no Asukara Narratage Natsuzora Nodame Cantabile Oboreru Knife Ohisama Omotesando On The Wings of Love One Million Yen Girl One Week Friends Operation Love Orange Orange Days Ore Monogatari Our Little Sister Our Times Pinocchio Princess Hours Thailand Rage Rainbow Song ReLIFE Reply 1988 Romance Full of Life Sannin No Papa she was pretty Shigatsu wa Kimi no Uso Sing Salmon Sing Solanin Sound of Your Heart Splish Splash Love Ssam My Way Strobe Edge Sukina Hito ga Iru Koto Teiichi no Kuni The 100th Love The Anthem of the Heart The Best Hit The Great Passage The Left Ear The Woodsman and The Rain The World of Us Today's Kira-kun Todome no Kiss Toki wo Kakeru Shojo Tokyo Tarareba Girls Tomorrow Cantabile Tonari no Kaibutsu-kun Toto Nee Chan Twenty Years Old Twilight Saya in Sasara Under the Hawthorn Tree Wakamonotachi Warotenka We All Cry Differently What A Wonderful Family While You Were Sleeping Wise Prison Life Wood Job Yellow Elephant Yesterday Once More Your Lie in April Youth Over Flowers

Blog Archive

Recent Comments

Random Posts