Wednesday, 6 September 2017

[Sinopsis] Kahogo no Kahoko Episode 6 - 2


--------------------------------------------------------------------------------------


Sinopsis Overprotected Kahoko Episode 6 Bagian 2


Para suami + Kahoko makan malam bersama. Ayah Kahoko bertanya-tanya kenapa hal seperti ini terjadi pada mereka.
Ayah Ito mengatakan kalau mereka bertanya masalahnya pada para istri, mereka akan menyalahkan para ayah.
Suami Tamaki-chan setuju, ia berharap para sitri lebih mengerti mereka dan lebih menghargai kerja keras mereka.
Ayah Kahoko setuju, karena mereka juga melakukan yang terbaik untuk mencari uang.
Suami Tamaki mengatakan setelah menikah ia jadi mengerti bahwa hal yang penting dalam kehidupan berumah tangga adalah mood istri, kalau mood istri baik, maka semuanya akan baik-baik saja.
Yang lain setuju. Ayah Ito juga penasaran kenapa istri mereka memandang rendah pada mereka.
Kakek angkat bicara, benarkah? Aku tidak seperti itu.
Suami Tamaki mengatakan itu karena nenek adalah orang yang serba bisa. Kakek orang yang beruntung. Tapi kakek mengatakan ia paling tidak suka dikatakan begitu, seolah-olah ia tidak bisa apa-apa tanpa istrinya.

Tapi menurut para ayah, kehidupan kakek adalah kehidupan ideal para pria HAHAHHAA. Yang lain setuju, mereka iri pada kakek karena kakek punya istri yang baik.
Kakek tidak suka dibilang begitu dan meminta Kahoko mengatakan pada mereka, karena ia tak mengerti dan Kahoko mengatakan kalau semuanya mengatakan hal seperti itu karena mereka menyukai kakek.
Kakek langsung good mood dan mengatakan kalau Kahoko sangat baik.
Para paman mengatakan mereka ingin Kahoko selalu pure seperti ini, Kahoko pasti akan menjadi istri yang baik. Melihat Kahoko saja mereka sudah tersenyum bahagia, karena Kahoko selalu menyayangi keluarga.
Tiba-tiba para paman mempunyai ide, bagaimana kalau Kahoko yang bicara pada istri mereka. Mereka yakin kalau Kahoko yang bicara pasti mereka akan mengerti. Ayah juga setuju, kalau Kahoko pergi mungkin mama akan pulang.

 
Kahoko hanya diam mendengarkan dan ia merasa tak enak karena tiba-tiba mereka mengalihkan tanggungjawab ke tangannya. Kahoko berdiri dan meminta semuanya berhenti mengatakan hal itu. Asalkan kalian tahu, Kahoko yang sekarang tidak akan bisa menjadi istri yang baik seperti istri kalian yang hebat itu. Aku masih anak-anak, aku tidak bisa melakukan pekerjaan rumah, aku sama sekali tidak berguna.
Yang lain jadi merasa tak enak dan mengatakan kalau mereka tidak berfikir begitu. Kahoko menunjukkan buktinya, nggak ada yang makan ikan yang ia panggang dan para paman langsung memakan ikan itu HAHHAHAHAHAH.
KAhoko melanjutkan, Aku tidak mengerti apa yang kalian bicarakan, tapi bagaimana kalau kalian mengatakan pada mereka betapa bersyukurnya kalian bisa bersama dengan mereka? Aku menyukai kalian semuanya, tapi aku tidak suka kalian ragu dan ragu disini, aku tidak ingin melihat wajah kalian seperti ini.
Mereka mencoba menenangkan Kahoko dan Kahoko nggak tahan lagi, memaksa mereka untuk ke rumah nenek sekarang juga, mereka tidak boleh pulang sebelum baikan dengan sitri mereka. Ia juga membangunkan kakeknya satu lagi dan menyuruhnya pulang, tapi kakek bilang besok aja, dan Kahoko mengatakan haru sekarang HAHAHHAHA.

Dan begitulah, Kakek, suami Tamaki, Ayah Ito, Ayah Kahoko dan Kahoko kembali ke rumah nenek, mereka masuk diam-diam ke rumah dan bertany-tanya siapa yang duluan. Mereka masih takut dan memutuskan untuk mendengarkan percakapan para wanita diam-diam.
Nenek, mama Kahoko, ibu Ito dan Tamaki-chan sedang mengobrol sambil makan semangka. Nenek terharu karena sudah lama mereka tidak berkumpul berempat begini.
Tapi ia masih berusaha menyuruh mereka pulang. Ibu Kahoko setuju dan menyuruh mereka pulang, karena sejak tadi ibu Ito terus melihat ponsel.
Yang lain juga nggak kalah menyuruh ibu Kahoko pulang dan ibu mengatakan kalau Kahoko tidak membutuhkannya lagi di rumah, dan mereka mengatakan itu tidak benar.

Mereka membicarakan kenagan masa kecil mereka dan disini aku baru tahu kalau ibu Ito adalah anak bungsu keluarga ini HAHAHHAHAHAHA. Awalnya aku pikir anak bungsu itu Tamaki-chan.
Sementara itu Tamaki yang alasannya paling tidak masuk akal kabur dari rumah, menurut mereka sangat aneh karena Tamaki mengkhawatirkan hal seperti itu, selama ini Tamaki adalah anak yang baik. Tamaki mengatakan ia bukan anak yang baik, sejak kecil ia sakit-sakitan dan merasa iri pada mereka, kenapa ia yang harus menderita dan mereka bisa main dengan puas. Makanya ia ingin mencari suami yang lebih baik dari suami keduanya, agar ia bisa membanggakannya.
Yang lain mengatakan Tamaki sudah bertemu dengan Mamoru dan Tamaki pernah bilang kalau mereka pasangan yang ditakdirkan, Tamaki mengatakan karena itulah ia merasa ada yang lain dalam dirinya, bahwa ia merasa ia tidak mencintai suaminya dari lubuk hatinya yang terdalam, ia terus menyembunyikannya makanya ia bersikap seperti ini.
YAng lain tertawa dan mengatakan kalau Tamaki-chan terlalu memikirkan hal itu.

Ibu Ito juga curhat mengatakan dulu ia dibully saat sekolah, karena ia selalu dibandingkan dengan kakaknya yang pintar,cantik, cute dan baik, sementara ia bodoh dan jelek.
Tapi Tamaki mengatakan kalau Ibu Ito dulu populer dikalangan pria, Ibu Ito membenarkan hanya saja para pria yang menyukainya itu tidak ada yang bagus, semuanya seperti ayah Ito HAHAHHAHHA.
Nenek mengingatkan kalau mereka akan dihukum jika bicara seperti itu terus, suami ibu Ito adalah orang yang baik.
Ibu Kahoko setuju mengatakan kalau adiknya disayangi oleh keluarganya, berbeda dengannya. Tapi mereka berfikir justru ibu Kahoko lebih baik nasibnya. Ibu Kahoko mengatakan waktu kecil ia selalu ditinggalkan sendiri, sementara 2 adiknya selalu bermain. Adiknya mengatakan itu karena ibu Kahoko tidak memperdulikan mereka. Ibu Kahoko mengatakan kalau nenek paling keras padanya sementara adiknya dimanjakan dan ibu mengatakn itu karena ibu Kahoko sejak kecil keras kepala.
Ibu Kahoko mencari pembelaan lagi dan membahas anjing mereka dulu, ia yang membawanya tapi malah tidak datang kalau ia memanggil dan selalu menghabiskan waktu dengan adik-adiknya.
Mereka semuanya tertawa dan nggak mengingatnya.

 
Ibu Kahoko kemudian mengatakan sejak saat itu ia jadi khawatir, kalau mungkin tidak ada yang akan menyukainya.
Yang lain jadi saling pandang. Ibu kemudian melanjutkan, tapi kalian tahu, Kahoko berbeda. Hanya Kahoko-lah yang tanpa dipanggil akan berlari ke pelukannya dengan senyumannya yang seperti malaikat. Dia akan berlari ke hadapanku dengan tubuhnya yang kecil itu dan memelukku dengan erat. Aku sangat bahagia. Hanya gadis itulah yang mencintaiku tanpa syarat. Apapun yang terjadi, aku percaya akan cintanya.
Kahoko terdiam mendengar hal itu. Nenek kemudian bertanya, Apakah karena itu, kau takut kalau Mugino-kun akan mengambilnya darimu?
Ibu menggeleng dan mengatakan bukan begitu, Aku hanya ingin sedikit lebih lama bersama Kahoko.
Nenek mengatakan ia mengerti perasaan ibu, Jika anak adalah sebuah kapal, suatu hari nanti mereka pasti akan meninggalkan pelabuhan. Jika mereka lelah mengarungi samudera, mereka akan kembali lagi ke pelabuhan.
Semuanya terdiam.

Para pria di persembunyian mereka jadi semakin sulit untuk bergabung dan mulai meributkan siapa yang duluan akan keluar.
Nenek ternyata tahu kalau mereka medengarkan dan menyuruh mereka segera masuk dan jangan bersembunyi lagi. Jadi para pria membuka pintu dan para istri terkejut, tidak ada yang menyadarinya selain nenek.
Kahoko memanggil ibunya dan berlari ke hadapan ibunya. Ibu terkejut.
Kahoko dengan mata berkaca-kaca berkata, Mama... aku... ini adalah pertama kalinya bagiku. Aku menyadari aku tidak mengetahui apapun tentangmu. Sampai sekarang, mama hanyalah mama bagiku, tapi ternyata aku sadar kalau mama juga seorang wanita. Aku selalu bertanya-tanya kenapa mama meninggalkan rumah dan berfikir pasti ada arti dibalik itu semuanya. Dan aku akhirnya mengerti, tuhan ingin mengatakan padaku untuk lebih mengerti mengenai mama. Aku pikir cinta mama adalah cinta sederhana, tapi ternyata tidak sesedehana itu. Itu adalah hal yang sangat menakjubkan, sebuah harta karun berharga. Cinta ibu sangat hebat. Maaf aku tidak menyadarinya sampai sekarang, aku minta maaf karena aku tidak berusaha untuk mengerti dirimu.
Ibu menatap puterinya dan ayah mendekati istrinya,  meminta ibu puang ke rumah, ia juga akan berusaha lebih memahami ibu. Ia juga meminta ibu setidaknya membaca pesan Kahoko selama beberapa hari ini, karena selama ini mereka mengkhawatirkan ibu.

Ibu membuka ponselnya dan membaca pesan-pesan Kahoko yang ia abaikan dan semua pesan Kahoko mengandung kata 'i love you'.
Ibu membaca satu per satu, mama aku mencintaimu, mama aku selalu mencintaimu, mama apapun yang terjadi aku akan selalu mencintaimu, mama aku akan selalu mencintaimu dan pesan lainnya dimana Kahoko tidak pernha lupa mengetikkan i love you.
Ibu tidak bisa menahan tangisnya dan ingin menyentuh wajah puterinya, tapi ia tidak bisa dan memutuskan berlari ke kamar. Ayah ingin mengejarnya dan nenek meminta mereka membiarkan ibu KAhoko untuk hari ini. Ia mengatakan semuanya akan baik-baik, ia yakin ibu akan pulang sendiri ke rumah besok.
Yang lain juga meminta Kahoko jangan khawatir, karena prediksi nenek selalu benar. Nenek tak melupakan 2 puterinya itu dan menyuruh keduanya segera pulang ke rumah masing-masing.

Keesokan harinya, Kahoko menjadi model Hajime lagi dan Hajime bertanya apakah mama sudah pulang. Kahoko mengatakan belum, ia khawatir apakah semuanya akan baik-baik saja.
Hajime mengatakan prediksi nenek selalu benar dan Kahoko harus mempercayai hal itu. Kahoko mengerti.
Meski begitu, Kahoko terus melihat ponselnya dan mengirim pesan pada mama. Hajime jadi penasaran dan melihat apa yang diketikkan Kahoko.
Kahoko mengetik: Hari ini aku juga mencintaimu, mama.
Hajime membaca pesan-pesan Kahoko pada mama dan melihat semua pesannya ada kata 'i love you.'
Hajime diam-diam mengalihkan pandangan dari ponsel ke arah Kahoko. Ia menatap Kahoko yang fokus pada ponselnya.

"Aku menyukaimu, Kahoko."
Kahoko terkejut, ia menatap ke arah Hajime, He?
Hajime cukup mengejutkan, ia tidak mengalihkan pandangannya dan berkata, kok he?
Kahoko masih belum mengerti apa yang terjadi dan terus menatap Hajime dengan tatapan terkejut dan Hajime jadinya sebal,  Apaan sih, jangan tatap aku dengan tatapan seolah-olah kau baru melihat alien!
Kahoko mengatakan kalau ia masih gemetar dengan apa yang baru saja terjadi.
Hajime tak peduli dan mengatakan kalau ia sudah mengabulkan petmintaan Kahoko.

Kahoko pusing dan menutup matanya, ia berdiri dan memohon Hajime mengulanginya sekali lagi karena tadi hatinya belum siap.
Hajime tentu saja menolak, ia tak bisa mengatakan hal seperti itu dua kali. Kahoko tak menyerah dan terus memohon mengikuti Hajime, mereka jadi berkeliling di ruang seni HAHAHHAHAH.
Hajime mengatakan kata-kata seperti itu harus dikatakan dengan natural, kalau tidak dia tidak bisa.
Mendengar itu Kahoko sangat kecewa, ia kembali memasang wajah sedihnya dan menunduk. Hajime kesal Kahoko memasang wajah seperti itu lagi. Kahoko jadinya menatap Hajime dan mulai tersenyum memohon Hajime mengatakannya lagi,
Hajime hanya bisa tersenyum melihat manisnya gadis itu, ia tidak bisa melawan tatapan Kahoko dan memutuskan mengatakannya sekali lagi.

Hajime menatap Kahoko dan dengan serius berkata, Ayo berkencan, Kahoko. Aku akan meminta izin orang tuamu setelah ibumu kembali ke rumah.
Kahoko sangat sangat sangat sangat bahagia mendengar hal itu, Kahoko tersenyum lebar dan mengangguk. Awwwwwwwwwwww SHIAWASEEE!!!!!!!!!!!!!!!!!!! GEMES GEMES GEMES GEMESSSSSSSSSSSSSS!!!!

Malam harinya, Kahoko menunggu kepulangan ibu. Tapi ibu belum juga kembali, bahkan sampai ayah pulang kerja. Kahoko khawatir dan ayah meminta Kahoko jangan khawatir, ibu akan kembali dan menunjukkan wajah biasa jadi mereka juga harus bersikap biasa. Kahoko mengerti.
Tak lama setelah itu pintu terbuka, ibu kembali. Kahoko dan papa berusaha menyambut seperti biasa, tapi ibu langsung masuk ke kamar. Ia ke ruang tengah dan melihat rumah sangat berantakan, Kahoko meminta maaf, ia mengatakan ia akan membersihkannya, ibu ke dapur dan semuanya berantakan. Ibu tak mengatakan sepatah katapun, ia mengambil celemek dan mulai membersihkan rumah, membuang sampah, membersihkan semuanya, mengumpulkan baju kotor, mencuci piring, menyiram tanaman, mengikat koran, membereskan remote tv dan dalam beberapa menit rumah kembali rapi.
Kahoko dan papa kagum dengan kelihaian mama.

Ibu kemudian mengambil sebotol wine dan ayah pikir ibu ingin bersulang merayakan kepulangan ke rumah, tapi ibu mengatakan kalau ia hanya ingin minum sendiri.
Ibu mengatakan mulai sekarang mereka harus bersikap bebas, terutama Kahoko yang ingin mandiri. Ia mengatakan pada Kahoko untuk melakukan apapun yang diinginkan Kahoko, ia tidak akan ikut campur lagi. Tapi Kahoko tidak boleh bergantung padanya lagi.
Ayah khawatir dengan hal itu, karena kalau tiba-tiba KAhoko akan kewalahan. Ibu tak peduli dan mengatakan pada ayah kalau ia juga tak akan menanyakan mengenai makan malam lagi. Ia tidak ingin mereka menganggapnya pembantu di rumah, jika ayah membutuhkan makan malam ayah bisa mengatakan padanya.
Ayah ingin bicara tapi ibu memotongnya, ia mengatakan sampai saat ini, ia tidak berfikir apa yang ia lakukan salah dan ia tidak berfikir untuk merubahnya. Tapi jika mereka berdua menginginkannya, mereka akan melakukannya.
Ayah tidak terlalu setuju, tapi Kahoko mengatakan kalau ia mengerti.

Kahoko mengatakan  ia akan berusaha keras sampai mama mengakuinya.
Kahoko mengambil juice dan mengajak ibu bersulang, one shot!
Ayah khawatir melihat mereka berdua, karena pertarungan ibu dan anak akan dimulai.

Suatu hari di rumah nenek, nenek sedang menelpon seseorang mengatakan untuk tidak mengatakan itu pada suaminya, karena jika suaminya tahu ia akan segera mati, suaminya akan panik. Ia juga akan mengatakan perlahan pada keluarganya.
Ia tidak menyadari kalau Kahoko mendengarkan itu di belakangnya. Saat nenek melihat KAhoko, nenek terkejut dan kertas yang ia pegang terjatuh.
Nenek bertanya kenapa Kahoko disana. Kahoko mengatakan kalau ia ingin berterima kasih karena mama sudah kembali.
Nenek mungkin mencoba untuk bersikap biasa tapi Kahoko sudah mendengarkan semuanya, Kahoko bertanya apakah itu benar, kalau nenek akan meninggal?

-The End-

Komentar:
Hmmmmmmmmmmm.
Aku berharap ini drama seger dan jangan pake penyakit-penyakit segala, ini nih yang malesin kalau udah ada yang sakit T________T
Terlanjur nonton, apa boleh buat HAHHAHAHA.
Semoga semuanya sehat sampai akhir deh, aku nggak mau ada yang meninggal, babaaaaaaa T________T

Mama Kahoko memang sesuatu banged. Aku mengerti perasaannya mengenai Kahoko, dia sangat mencintai Kahoko dan tidak mau Kahoko diambil orang lain, ia ingin lebih lama menghabiskan waktu dengan Kahoko, menjadi orang yang Kahoko paling cintai, tapi ibu seharusnya juga lebh dewasa, karena Kahoko bukan 17 tahun lagi, melainkan 22 tahun, sudah saatnya mandiri.
Karena cinta ibunya, Kahoko jadi seperti itu, nggak bisa apa-apa. Aku melihat banyak anak manja di sekitar aku sih dan aku juga termasuk manja, tapi nggak segitunya juga, Kahoko udah ada di level berbeda, nggak tahu deh kalau memang ada anak seumuran Kahoko yang seperti dia HAHAHAHHA.
Biasanya kalau anak gadis yang overrotective papa-nya kan ya, misalnya anaknya pacaran ayahnya nggak setuju karena nggak mau anaknya diambil pria lain, tapi disini si mama yang berulah.
Setidaknya papa Kahoko ini orangnya kalem dan dia nggak terlalu mempermasalahkan Kahoko dengan siapapun, karena Hajime juga anak baik.

Ngumpul bareng keluarga di episode ini seru banged ya. Menceritakan masa lalu, dan bisa jujur setelah sekian lama menyimpan di dalam hati dan malah jadi bahan candaan.
Kalau anggota keluarga banyak, serunya tuh memang dibagian ngumpul-ngumpul ya.
Aku menyukai keluarga ibu Kahoko, terutama si nenek, orangnya tenang banged, dia bisa menghadapi semuanya dengan mudah. Dan meerka benar sih, kakek beruntung banged karena istrinya nenek. Kata perkumpulan para pria sih, kehidupan ideal para suami HAHAHAHHAHA.
Karena aku udah menonton episode 7 dan 8, jadi aku udah tahu reaksi kakek saat tahu penyakit nenek, intinya sih aku bukannya sedih malah ngakak melihat reaksi kakek. hahahahhaha. gomen ne, nenek.

Kahoko dan Hajime, aduuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuh, aku baper berat sama couple ini!!!!! Gila cemistry mereka berdua itu lho, berlimpah-limpah HAHAHAHAHA.
Cuma adegan 'suki da yo, Kahoko' aku udah teriak-teriak, nggak tau berapa kali itu adegan aku ulangin dan ulangin, suara dalem Hajime itu lho, addduuuuuuuuuh XD XD XD
Ryoma Takeuchi memang pandai banged bikin baper ya. Hajime udah pas buat Kahoko, terutama kalau melihat episode berikutnya, mereka berdua itu klop lah, melengkapi satu sama lain :))
Kahoko emang jagonya membuat wajah sedih dan HAjime nggak bisa menolak kalau dia udah masang wajah begitu, soalnya cute banged heheehehhe.
Hajime yang awalnya nggak bisa bilang suka n manggil nama Kahoko, sekalinya langsung mengabulkan 2 permintaan Kahoko hehehheehhe.
Kahoko seneng banged tuh.

Tapi tentu saja masalah baru akan dimulai dari sana. Kayaknya nggak perlu di spoiler ya, nikmati aja adegan mereka di episode ini. Masih belum move on HAHAHAHA.
Ryoma cocok banged jadi Hajime dan jodohnya sama KAhoko. Untung Ryoma nggak jadi sama Mineko di Hiyokko wkwkwkkwkwkw. Spoile Hiyokko dikit, Mineko jadian sama Hide & sepertinya sih nikah ya, soalnya di syuting terakhir mereka pake cincin couple XD KYAAAAAAAAA, seneng banged saia!!
Makanya, Ryoma memang sama Mitsuki aja, biarin Kasumin sama Hayato wkkwkkwkwkwkw

Share:

2 comments:

  1. Ini drama sampe berapa episode, ya? Makin lama makin suka, baper sama pasangan kahoko- hajime. Suka

    ReplyDelete
  2. Semangat nulisnya kak, makin suka dg critanya. Dri evergreen love aku udh suka meski menrtku g cantik bgt, tp enak diliat, ryoma jg ganteng 😁

    ReplyDelete

Translate

Follow by Email

NOTE:

DILARANG RE-UPLOAD / COPY PASTE TULISAN DI BLOG INI!

JIKA INGIN SHARE, CUKUP LINK KE POSTINGANNYA SAJA, BUKAN ISINYA!


Follow Clover Blossoms on Twitter

[Trivia] Japanese Movie Recommendations List

Karena ada banyak yang menanyakan rekomendasi untuk J-Movie, jadi aku memutuskan untuk membuat list rekomendasi Japanese Movi...

Recent Posts

Recent Posts Widget

Popular Posts This Week

Actor / Actress

Airi Matsui Ando Sakura Anna Ishii Aoi Miyazaki Aoi Morikawa Aoi Wakana Aoi Yu Aom Sushar Araki Yuko Bebe Tanchanok Chen Duling Chiba Yudai Chinen Yuri Choi Ara Daiki Shigeoka Dori Sakurada Eikura Nana Eita Elaiza Ikeda Fukushi Sota Fuma Kikuchi Fumi Nikaido Furuhata Seika Gao Zhi Ting Go Kyung Pyo Gong Yoo Gou Ayano Han Seung Yeon Han Yeri Hana Sugisaki Haru Kuroki Haruka Fukuhara Haruma Miura Haruna Kawaguchi Hasegawa Hiroki Hashimoto Ai Hashimoto Kanna Hayami Akari Hayato Isomura Hikari Mitsushima Hirano Sho Hiroki Narimiya Hirose Alice Hirose Suzu Honoka Yahagi Horii Arata Hu Yi Tian Hwang Jung Eum Hyeri Igawa Haruka Imada Mio Inoue Mao Ishihara Satomi Jang Se Hyun Jeon Ji Hyun Ji Soo Ji Woo Joo Won Jun Shison Jung Ryu Won Jung So Min Kaku Kento Kamiki Ryunosuke Kaname Jun Kanichiro Kasumi Arimura kawakami juria Kei Tanaka Kengo Kora Kentaro Kento Hayashi Kento Nagayama Kim Go Eun Kim Ji Won Kim Min Suk Kim So Hyun Kim Soo Hyun Kim Tae Ri Kim Woo Bin Kim Yoo Bin Kim Yoo Jung Kim Yoo Mi Kinami Haruka Kitamura Takumi Kiyohara Kaya Kiyohara Sho Komatsu Nana Koseki Yuta Kou Shibasaki Kubota Sayu Kudo Asuka L Lee Bo Young Lee Chung Ah Lee Dong Hwi Lee Dong Wook Lee Gi Kwang Lee Jong Suk Lee Joon Lee Soo Hyuk Lee Yoo Jin Mackenyu Mahiro Takasugi Maika Yamamoto Maki Horikita Mamiya Shotaro Marie Itoyo Masahiro Higashide Masaki Okada Masaki Suda Masataka Kubota Matsumoto Jun Mayu Matsuoka Mei Nagano Mikako Tabe Mike D angelo Min Do Hee Minami Hamabe Mio Yuki Mirai Moriyama Mirai Shida mirai suzuki Mitsuki Takahata Mitsushima Shinnosuke Miwa Miyu Yoshimoto Mizuki Yamamoto Moe Arai Mone Kamishiraishi Mugi Kadowaki Nadine Lustre Nagasawa Masami Nakajima Kento Nakamura Tomoya Nao Nao Matsushita Nijiro Murakami Nounen Rena Osamu Mukai Otani Ryohei Park Bo Gum Park Eun Bin Park Hae Jin Park Seo Joon Park Shin Hye Pattie Ungsumalynn Phan Pagniez Reina Visa Rena Matsui Riho Yoshioka Rina Kawaei Ryo Ryusei Ryo Yoshizawa Ryoma Takeuchi Ryota Katayose Ryu Hwa Young Ryu Jun Yeol Sagara Itsuki Sairi Itoh Saito Takumi Sakaguchi Kentaro Sakuma Yui Sakurako Ohara Sato Kanta Satoshi Tsumabuki Seino Nana Seo Hyun Jin Seto Koji Shen Yue Shim Eun Kyung Shimon Okura Shin Hyun Soo Shirota Yuu Shohei Miura Shono Hayama Shuhei Nomura Shunya Shiraishi sometani shota Son Seung Won Song Ha Yoon Suga Kenta Sun Woong Suzuki Ryohei Suzy Taiga Taishi Nakagawa Takahashi Issei Takanori Iwata Takayuki Yamada Takeru Sato Takuya Kusakawa Tamaki Hiroshi Tao Phiangphor Tasuku Emoto Tomoshita Yamashita Tori Matsuzaka Toyokawa Etsushi Tsubasa Honda Tsuchiya Tao Ueno Juri Yamazaki Kento Yamoto Yuma Yo Oizumi Yoo In Na Yoo Seung Ho Yook Sung Jae Yoon Park Yoon So Hee Yoshine Kyoko Yosuke Sugino Yu Aoi yua shinkawa Yui Aragaki Yuina Kuroshima Yuki Furukawa Yuki Izumisawa Yuki Yamada Yukino Kishii Yuko Oshima Yuna Taira Yuriko Yoshitaka Yuta Hiraoka Yuya Matsushita Yuya Yagira

Drama / Movie

99.9 A Love So Beautiful A Story of Yonosuke Age of Youth 2 Always Sunset on Third Street amachan Anikoma Anohana Anone Ao Haru Ride Arbitratily Fond Asa ga Kita Ashi Girl At Cafe 6 Beppin-San Biscuit Teacher and Star Candy Bittersweet Boku Dake ga Inai Machi Boku no Ita Jikan Boukyaku no Sachiko Bubblegum Cafe Waiting Love Carnation Chia Dan Chihayafuru Chugakusei Nikki Churasan Crybaby Pierrot's Wedding Crying Out Love in the Center of the World Daily Lives of High School Boys Dating DNA Departures Eulachacha Waikiki Evergreen Love Father is Strange Fight Fleet of Time Forever Young Frankenstein no Koi From Five to Nine Gakko no Kaidan Gegege no Nyobo Gochisousan God Gift Good Morning Call Good Morning Call 2 Goon Ju Hana and Alice Hana Nochi Hare Hanako to Anne Hanbun Aoi Haruchika Hirunaka no Ryuusei Hirune Hime Hiyokko Honey and Clover Hot Road Hyouka I Love You in Tokyo I Want to Eat Your Pancreas If We Were A Season Itakiss LIT Itakiss LIT S2 Itakiss Movie Kahogo no Kahoko Kakegurui Kaze no Haruka Keiji Yugami Kidnap Tour Kiki Delivery Service Kimi no Na Wa Kingyo Club Kiss Me Thailand Koe no Katachi Koinaka Kuragehime Linda Linda Linda Little Forest Love Letter Lucky Romance Ma Boy Man From The Stars Manpuku March Comes in Like a Lion Mare Massan May Who? Meteor Garden 2018 Moriyamachu Driving School My Huckleberry Friends My Husband Can Not Work My Little Sweet Pea My Old Classmate Nagi no Asukara Narratage Natsuzora Nodame Cantabile Oboreru Knife Ohisama Omotesando On The Wings of Love One Million Yen Girl One Week Friends Operation Love Orange Orange Days Ore Monogatari Our Little Sister Our Times Peach Girl Pinocchio Princess Hours Thailand Rage Rainbow Song ReLIFE Reply 1988 Romance Full of Life Sannin No Papa she was pretty Shigatsu wa Kimi no Uso Sing Salmon Sing Solanin Sound of Your Heart Splish Splash Love Ssam My Way Strobe Edge Sukina Hito ga Iru Koto Teiichi no Kuni Tenno no Ryoriban The 100th Love The Anthem of the Heart The Best Hit The Great Passage The Left Ear The Woodsman and The Rain The World of Us Today's Kira-kun Todome no Kiss Toki wo Kakeru Shojo Tokyo Tarareba Girls Tomorrow Cantabile Tonari no Kaibutsu-kun Toto Nee Chan Twenty Years Old Twilight Saya in Sasara Uchiage Hanabi Under the Hawthorn Tree Unnatural Wakamonotachi Warotenka We All Cry Differently What A Wonderful Family While You Were Sleeping Wise Prison Life Wood Job Yellow Elephant Yesterday Once More Your Lie in April Youth Over Flowers

Blog Archive

Recent Comments

Random Posts