Wednesday, 4 October 2017

[Review] J-Movie: Chia☆Dan / Let's Go Jets! (2017)


Kembali ke review J-Movie, bulan september ini ada banyak sekali movie yang aku tungu-tunggu rilis, dan seperti yang kalian tahu kalau mengikuti twitter aku, aku baru menonton beberapa saja. Mana yang menurut aku lebih menarik ditonton duluan, yang lain nunggu giliran dulu HAHAHA
Nah, kali ini aku akan membahas sebuah movie yang diambil dari kisah nyata. Sebuah movie yang penuh dengan impian, sangat menarik dan menurut aku movie paling menarik yang rilis baru-baru ini.
Aku jujur aja, aku sangat menyukai movie ini, terutama OTP-nya HAHHAHAHAHAHAA.

Chia Dan / Cheerdance / Let's Go Jets! adalah sebuah movie yang rilis pada Maret 2017 yang disutradarai oleh Hayato Kawaii (Anikoma, My Love Story, Close Range Love Drama) dan naskahnya ditulis oleh Tamio Hayashi (The Snow White Murder Case, The Eternal Zero, Usagi Drop).
Movie ini diangkat dari kisah nyata sebuah klub cheerleading bernama JETS yang berasal dari Fukui Commercial High School. JETS memenangkan kompetisi nasional cheerleading di USA pada tahun 2009.
Menurut aku ini movie total banged, mereka bahkan syuting di Universitas San Diego, USA selama Juni 2016.

Movie berdurasi 121 menit ini dibintangi oleh Suzu Hirose (Chihayafuru, Your Lie in April, Rage), Ayami Nakajo (Setoutsumi, Litchi Hikari Club, Miss Double Faced Teacher), Hirona Yamazaki (Orange, Love for Beginners, Mars), Miu Tomita (Solomon Prejury, The Mohican Comes Home, Poetry Angel), Haruka Fukuhara  (Good Morning Call Mars, Pirameki's Children Story), Kentaro (Sakurada Reset, Ashi Girl, Good Morning Call), Mackenyu Arata (Chihayafuru, Bittersweet, Jojo Bizzare Adventure), Yuki Amami (Quartet for Two, Genji A Thousand Year Love) dan cast lainnya.
Movie bergenre Dance, Competition, Teen ini menceritakan tentang sebuah klub cheerdance yang hampir bubar dan guru pembimbing mereka yang sangat keras, bahkan guru itu terkenal akan membawa siswanya ke neraka. Banyak yang takut padanya. Ia membimbing para anggota baru klub cheer dan dalam 3 tahun bimbingannya, mereka berhasil memenangkan national competition cheerdance di USA.

Kenapa aku bilang movie ini paling menarik diantara movie yang rilis baru-baru ini?
Karena movie ini tidak ada titik membosankannya, asik aja gitu mengikutinya mulai awal sampai akhir, benar-benar nggak ada bagian yang pengen di skip. Selain itu love line di movie ini sangat unik dan aku suka. Aku selalu senyam senyum sendiri setiap OTP muncul. Ada dua OTP disini, OTP Suzu-Macken dan OTP Ayami-Kentaro HAHAAAHAHAH. Dua-duanya dituliskan secara unik dan menarik, jadi meski scene mereka tidak banyak, tapi tetap bikin senyam senyum sendiri.
Endingnya juga dituliskan dengan baik dan aku bahkan sampai ketawa dengan endingnya, karena iconic banged XD

Karena tema movie ini adalah cheerleading/cheerdance, jadi ada banyak sekali adegan latihan, adegan para anggota cheer dan masalah-masalah yang mereka hadapi, baik masalah di sekolah maupun di rumah. TApi sangat disayangkan, adegan cheerdance mereka sedikit banged, padahal kayaknya seru kalau setiap pertandingan di perlihatkan. Tapi wajar sih ya, para pemain juga bukan anggota cheer beneran, jadi mereka memang menyimpannya untuk adegan terakhir hehheheeheh. Dan aku mengerti kenapa JETS memenangkan komeptisi di USA, tarian mereka sangat bagus dan membuat kita juga jadi pengen nari. Aku sebenarnya pengen liat aslinya JETS bagaimana, tapi belum sempat searching HAHAHHAAHHA.
Yang unik disini adalah pemeran utamanya, Suzu dan Mackenyu. Mereka berdua bermain bersama di Chihayafuru sebagai Arata dan Chihaya. TApi seperti yang kalian tahu, di Chihayafuru aku 100% tim Taichi HAHAHAHHAHHAHA.
Karena itu pas tahu Suzu dan Mackenyu main bareng disini, aku nggak rela lho LOL, karena menurut aku enak banged, di Chihayafuru Chihaya suka sama Arata dan masa di Chia Dan mereka jadi pasangan juga XD
Tapi ternyata di Chia Dan ini mereka bikin bapeeeeeeeeeeer, padahal scene mereka dikit tapi aduuuhhhh, cocok memang yang berdua ini, mana Mackenyu senyumannya manis banged XD XD.
semoga nanti di Chihayafuru 3 aku nggak pindah ke tim Arata wkwkkwkwkwkwkkwkw.

Selain itu couple kedua juga unik. Couple bertepuk sebelah tangan, tapi si cowok nggak pernah berubah, lucu banged dia selalu menembak si cewek setiap tahun tapi ditolak HAHAHHAHHAHA.
Kalau aku lihat sih kayaknya si cewek suka, cuma karena dia mau fokus pada cheerdance, dia nggak mau pacaran.
Dan scene terakhir mereka sukses bikin aku baper huhuhuhuhuhu, pilot sama pramugari, gimana nggak baper coba HAHHAHAHAHA.
Jadi inget Jung Hwan dan Deok Sun, suer, aku duku berharap Reply 1988 itu seperti ending couple kedua ini T_____T

Kalau soal akting, Suzu nggak perlu diragukan lagi sih. Hanya saja agak aneh mendengar dia pake dialek Fukui. Gimana ya, kayak setengah setengah gitu, nggak kental banged.
Kalau nggak salah dialek-nya ini sama kayak dialek Arata di Chihayafuru, atau mungkin mirip. Jadi aku beneran ketawa kalau Suzu udah bicara pake dialek HAHAHHAHA.
Apalagi disini gaya rambut Suzu sama dengan gaya rambutnya di Chihayafuru (bedanya cuma panjangnya, disini lebih pendek dikit) jadi aku malah nggak bisa lepas memikirkan dia adalah Chihaya cuma ngomong pake dialek Arata HAHHHAHAHAHHA.
Tapi bener banged lho, karena mirip kali ya XD
BtW disini chemistry Suzu dan Mackenyu bagus banged ~~~


Oke, berikutnya aku akan menulis sinopsis singkat movie ini.
Seperti biasa, sinopsis ini berisi 100% spoiler, jadi kalau tidak suka spoiler, bacanya cukup sampai disini saja^^~

SINOPSIS

Movie ini dimulai sesaat sebelum JETS tampil dalam kompetisi cheerdance di USA. Kemudian kita dibawa melihat flashback, 3 tahun sebelum itu, saat semester baru, anggota senior JETS masuk ke SMA Fukui.
Tokoh utama movie ini adalah Hikari Tomonaga (Hirose Suzu) bersama 2 temannya sedang melihat-lihat klub mana yang akan mereka masuki. Seperti anak SMA biasanya, mereka mencari klub yang ada senior tampan atau klub yang pakaiannya cute.
Hikari sendiri tertarik dengan klub cheerdance, katanya karena pakaiannya manis, tapi 2 temannya agak malas karena diklub itu hanya ada para anak perempuan, nggak ada anak laki-laki.
Tapi ternyata alasan Hikari ingin masuk klub itu bukan karena pakaian cantik, melainkan karena seorang anak laki-laki yang ia sukai, Kosuke Yamashita (Mackenyu Arata).
Kosuke dan Hikari adalah teman satu SMA, Hikari jelas suka pada Kosuke dan mengatakan ia akan mendukung Kosuke di tim cheerdance saat bertanding nanti, Kosuke adalah anggota klub sepak bola^^

Dan begitulah Hikari dan 2 temannya masuk ke klub cheer, mereka excited banged dengan baju cantik dan kemungkinan akan punya kesempatan tampil di layar televisi.
Tapi ternyata klub cheer tidaklah semudah itu. GUru pembimbing klub kemudian datang Kaoruko Saotome (Yuki Amami), guru ini dipanggil sebagai guru yang akan membawa siswanya ke neraka, karena pelatihannya yang keras.
Sejak awal Saotome sensei sudah bersemangat akan klub cheer ini dan mengatakan kalau tujuan utama mereka adalah Amerika. Jika klub baseball menuju Koushien, klub Sepak bola menuju stadiun nasional, maka klub cheerdance tujuannya adalah Amerika.
Ia menetapkan banyak peraturan di klub seperti nggak boleh pake poni dan lain-lain. Para senior yang tidak suka pada Saotome sensei bahkan keluar dari klub.
Hikari dkk sendiri merasa kalau klub itu bukan tempat mereka dan mereka jadi nggak semangat dan akan keluar dari klub, tapi Kosuke kemudian muncul di hadapan Hikari dan mengatakan kalau ia menunggu Hikari mendukungnya.
Dan begitulah Hikari nggak jadi keluar klub karena ia sudah keburu janji HAHAHAHHAHAHA.

Anggota klub cheerdance menjadi lebih seikit dari sebelumnya, hari itu Saotome sensei menunjukkan penampilan sebuah grup cheerdance dan mengatakan pada mereka mengenai peraturan-peraturan dalam cheerdance. Ada dua orang anak senam ritmik disana, tau kalau mereka dilarang menggunakan kemampuan senamnya disana, mereka berakhir dengan keluar dari klub.
Kemudian para anggota yang tersisa menunjukkan kemampuan menari mereka, ada yang jago tari balet, ada yang gaya hip hop, ada yang memang sudah berpengalaman cheerdance, ada yang gendut dimana HIkari awalnya meragukannya tapi ternyata ia menari dengan baik, ada yang otaku anime juga, pokoknya kemampuan mereka sangat beragam disana.
Sementara itu Hikari sama sekali nggak pernah menari jadi dia freestyle dengan gaya yang aneh HAHAHHAHAHAH, untungnya dia bukan satu-satunya yang menari seperti itu HAHAHAHAHAH.
Setelah melihat kemampuan mereka, Saotome sensei membuat keputusan presiden klub mereka adalah Ayano Tamaki, karena dia berpengalaman di cheerdance saat SMP dan dia juga paling bagus diantara mereka. Ia diminta melatih si penari balet Reika dan si penari hip hop Yui (Hirona Yamazaki).

Sementara itu, anggota yang lain, sebelum berlatih menari, Saotome sensei melatih hal penting dalam cheerdance yaitu senyuman dan kelenturan tubuh.
Hikari adalah yang paling parah diantara semuanya, tubuhnya benar-benar sangat kaku, ia bahkan berteriak sekencang-kencangnya saat Saotome sensei membantunya untuk melenturkan tubuhnya.
Hikari benar-benar mempunyai kemampuan dibawah teman-temannya yang lain, tapi satu kelebihannya adalah senyumannya, diantara semuanya, senyuman Hikari adalah yang paling ceria, yang paling tulus dan senyuman merupakan hal penting dalam cheerdance.
Tapi Saotome sensei tidak mengatakan itu pada Hikari awalnya, ia malah mengejek Hikari si jelek HAHAHAHAHAH.

Masalah baru bagi Hikari adalah saat ia bersama Kosuke, dimana Kosuke memuji-muji Ayano, katanya Ayano cantik dan pintar. Kosuke secara kebetulan sekelas dengan Ayano.
Hikari tidak suka Kosuke membicarakan dan bahkan memuji gadis lain di hadapannya. Kosuke malah mengejek HIkari dan bertanya, lah memangnya kita pacaran ya?
Hikari menjawab kalau mereka pernah pergi nonton berdua sekali dan Kosuke malah tertawa meninggalkannya. HIkari jadi bengong sendiri.
Dan disanalah aku mengerti kalau selama ini ternyata Hikari menganggap ia dan Kosuke itu pacaran HAHAHAHHAHAHAHAH karena pernah kencan sekali XD

Hikari jadi kehilangan semangatnya, dia benar-benar kehilangan jiwanya, latihan ia tidak bersemangat, bahkan saat makan pun ia tak bersemangat. Ia sudah berniat keluar dari klub cheerdance karena alasan ia masuk klub cheerdance sudah menghilang.
Ia bahkan melihat Kosuke dekat bersama anak cewek lain dan ia jadi kesal sendiri. Ayano sendiri menasehati Hikari untuk tidak berhenti, padahal senyuman Hikari paling manis diantara mereka. Teman-teman yang lain juga mengatakan hal yang sama, Taeko Azuma si gendut (Miu Tomita) dan si Otaku Ayumi Nagai (Haruka Fukuhara) mengatakan padahal Hikari punya senyuman yang manis.
Hikari kesal sekali karena yang ia punya hanya senyumannya jadi mereka menahannya karena senyumannya,bukan bakat atau sebagainya HAHHHAHA
Kosuke yang mendengar pembicaraan mereka malah mengejek Hikari yang sudah mau keluar klub padahal baru masuk HAHAHAAHAHAHA.

Pada akhirnya Hikari tetap masuk ke klub, ia mulai latihan dan latihan, meski ia masih tidak cukup bagus, setidaknya ia ada perkembangan. Ia akhirnya mengerti betapa menyenangkan berkeringat sambil menari dan ia jadi menyukai cheerdance.
Klub mereka sendiri akan mengikuti sebuah kompetisi dalam waktu dekat dan saat Saotome sensei menunjukkan seragam mereka, semangat anggota klub meningkat 100%.
Hikari benar-benar sangat menyukai seragamnya, ia meningkat pesat setelah melihat seragam itu HAHAHAHHAHAHA.
Tapi sayangnya kompetisi mereka tidak berjalan dengan lancar, mereka melakukan banyak sekali kesalahan dalam kompetisi pertama mereka.
Hal itu juga menimbulkan kesalahpahaman diantara mereka dan membuat mereka bertengkar.
Si penari balet Reika sejak awal selalu memandang rendah anggota lainnya hanya karena ia bisa menari lebih baik, ia bahkan memaksa mereka tersenyum dan pokoknya dia kayak pemimpin gitu disana, ada member yang nggak suka dan memutuskan keluar.
Reika juga keluar dari klub dan klub mereka benar-benar kacau setelah kompetisi pertama.

Hari latihan berikutnya setelah kompetisi pertama yang datang hanya 3 orang, Hikari, Ayano dan Ayumi.
Saotome sensei bahkan tidak ada disana dan Hikari benar-benar kesal kenapa Saotome sensei tidak ada disaat seperti ini. Saat ia dan Ayano mencari Saotome sensei, mereka mendengarkan percakapan Saotome sensei dengan kepala dan wakil kepala sekolah.
Disana mereka mengetahui kalau klub cheerdance itu sebenarnya adalah klub baton, tapi Saotome sensei ingin mengubah jadi klub cheerdance setahun sebelum mereka masuk ke SMA itu, dan sekarang kepala sekolah ingin mengembalikan klub itu menjadi klub baton. Saotome sensei tetap mempertahankan klub cheerdance karena ia percaya mereka akan memenangkan kompetisi, tapi melihat kompetisi terakhir, dan banyak anggota klub yang keluar, kepala sekolah ragu. Tapi Saotome sensei ingin mereka memberinya waktu.
Setelah mengetahui akan hal itu, Ayano juga merasa kalau anggota klub banyak yang berhenti itu karena dirinya. Hikari juga jadi nggak semangat lagi, saat ia berkumpul dengan 2 temannya, ia mengetahui kalau klub mereka menjadi bahan tertawaan siswa lain dan ia kelihatan tidak suka akan hal itu.
Keesokan harinya, Ayano juga tak datang ke sekolah, Hikari mencari ke rumah Ayano tapi Ayano juga tidak ada disana.

Ternyata Ayano ke rumah Hikari dan bertemu dengan ayahnya. Disana Ayano mengetahui kalau HIkari sudah kehilangan ibunya, ia tinggal berdua dengan ayahnya. Ibu Hikari dulunya adalah anggota klub cheerdance.
Ayano mengatakan setelah ia berfikir semalaman ia akhirnya menyadari kalau ia hanya punya cheerdance, jadi ia tidak ingin klub bubar. Hikari juga berfikir sama, dan mereka berdua berusaha mencari anggota lain dan memintanya kembali ke klub.
Mereka menemui Yui yang menari sendirian di jalan dan mengetahui alasan Yui sulit tersenyum adalah karena selama ini ia selalu menari sendirian.
Mereka juga menemui Taeko yang ternyata membiayai diri sendiri meski ia masih punya ibu, ibunya tidak mau bertanggungjawab padanya. meski Taeko harus bekerja membiayai dirinya sendiri, ia menyukai cheerdance dan bersedia kembali ke klub.
Mereka menemui si penari balet Reiko yang menolak kembali ke klub, ia mengejek mereka mengatakan ia tak akan berkembang jika satu klub dengan orang seperti mereka.
Karena kata-kara Reiko, mereka berempat jadi kesal dan meyakinkan diri kalau mereka akan berhasil menuju Amerika.

Keesokan harinya 8 anggota cheerdance yang kembali ke klub menemui kepala sekolah, meminta kepala sekolah jangan membubarkan klub mereka.
Mereka mengatakan kalau Saotome sensei memang sangat keras dalam mengajar, tapi itu semuanya demi mereka, sensei memberi mereka tujuan yang akan mereka capai.
Yui bahkan mengatakan kalau mereka adalah teman pertamanya dan ia meminta kepala sekolah jangan mengambil temannya.
Hikari sendiri karena teman-temannya berjuang meyakinkan kepala sekolah, ia tak mau kalah dan mengatakan kalau mereka akan menang di Amerika, meski beberapa detik kemudian ia kaget dengan kata-katanya sendiri HAHAHAHHAHA.
Tapi Saotome sensei ternyata menunggu kata-kata itu dari salah seorang anggota dan semangatnya kembali muncul, saat itulah ia resmi memberi nama klub mereka sebagai JETS.

Sejak saat itu JETS menjadi lebih bersemangat. Saotome sensei bahkan meminta bantuan temannya untuk melatih JETS. Ayano ditunjuk sebagai center JETS. Teman Saotome sensei menemukan sebuah potensi pada HIkari, tapi Saotome sensei khawatir akan hal itu.
Tahun kedua SMA, mereka mendapatkan anggota baru klub, Yui akhirnya punya teman sesama penari hip hop. Anak itu bernama Eri, dia punya kesulitan yang sama dengan Yui waktu itu, sulit tersenyum. Tapi perkembangannya cukup pesat.
Sejak itu mereka mengikuti kompetisi dan berhasil menang. Tapi pada kompetisi berikutnya, Ayumi yang biasanya menjadi penari utama malah digantikan dengan Eri. Meski begitu mereka tetap bersemangat dan kembali memenangkan kompetisi. Hikari sangat senang karena mereka sangat sinkron, tapi itu justru membuat Saotome sensei khawatir. Karena kalau terus begini yang JETS punya hanya sinkronisasi dan tak lebih dari itu.
Jadi ia mulai menetapkan peraturan baru agar masing-masing meningkatkan kemampuan individu bukan teamwork, karena mereka akan bersaing di sebuah kompetisi bukan festival.
Ia juga meminta mereka menulis diari mulai dari sekarang, diari mengenai impian mereka. Dan karena diari itu juga Ayano jadi makin bersemangat dan keadaan klub mulai mengkhawatirkan, karena Ayano mendikte semua kesalahan-kesalahan per individu.

Hikari sendiri sempat cidera dan tak bisa ikut latihan selama 2 bulan, tapi ia tetap datang ke klub. Ia selalu menengahi kalau ada yang bertengkar atau kalau sensei/Ayano memarahi anggota, ia selalu mendekati mereka dan mengatakan alasan kenapa mereka dimarahi.
Saotome sensei tidak suka akan hal itu dan mengatakan alasan kenapa yang lain tidak berkembang adalah karena Hikari, ia meminta Hikari berhenti datang ke klub sampai sembuh.
Hikari benar-benar tertusuk karena hal itu. Saat ia tak bisa ikut latihan, melihat teman-temannya berjuang, kelelahan dan berkeringat, ia sangat iri.
Setelah ia sembuh dan bergabung dengan mereka, Hikari tidak bisa mengikuti mereka, karena itu tarian mereka jadinya lemah karena mereka berusaha menyeimbangkan dengan Hikari.
Saotome sensei pada akhirnya memutuskan Hikari tidak ikut di kompetisi berikutnya. Hikari tentu saja sedih, tapi ia tetap berusaha terlihat baik-baik saja.
Saat teman-temannya bertanding, ia kelihatan seperti akan menangis karena ia tak bisa ikut bersama mereka.

JETS memenangkan pertandingan itu dan mereka mendapat tiket ke Amerika. Sekolah merayakan kemenangan mereka. Bahkan wakil kepala sekolah yang sebelumnya bersikeras membubarkan klub cheerdance sekarang malah mendukung mereka hAHHAHAHAHA.
Kosuke yang ada disana menyadari kalau Hikari tidak ada diantara anggota cheerdance dan menemui Hikari yang latihan sendiri di atap. Hikari benar-benar merasa iri dan sedih karena ia tak bisa ikut teman-temannya, ia mengatakan salah satu temannya berhenti klub tapi memohon masuk kembali dan berjuang membuatnya menyadari kalau ia sangat suka menari (Kosuke).
Hikari kemudian latihan dengan sangat keras di rumah dan di sekolah sehingga pada akhirnya ia bisa mengejar ketertinggalannya dan bergabung dengan semuanya.

JETS berangkat ke Amerika untuk kompetisi cheerdance. Di babak penyisihan JETS tampil dengan baik tapi kemudian Saotome sensei malah membuat keputusan mendadak sebelum final, kalau ia ingin Hikari menggantikan Ayano menjadi center.
Hikari tentu saja menolak karena Ayano adalah center mereka sejak awal, tapi keputusan Saotome sensei sudah bulat. Hal itu menimbulkan perang dingin dalam JETS.
Hikari tidak mau mengambil posisi center dari Ayano, Ayano yang menyukai dance meski menangis ia akhirnya merelakan posisinya pada HIkari.
HIkari yang marah pada sensei mengatakan sensei selama ini tidak melakukan apapun pada mereka, yang berusaha melatih dan memahami mereka adalah Ayano, tapi sensei benar-benar tega pada Ayano.
Sensei sendiri mengatakan jika Ayano menjadi center mereka tidak akan bisa memenangkan kompetisi, tapi jika itu Hikari mereka akan memenangkannya dan ia percaya itu. Ia juga mengatakan ada sebuah pemandangan yang hanya bisa dilihat oleh mereka yang menang dan ia ingin Hikari melihat itu.

Hikari dalam keadaan galau kemudian bertemu dengan teman Saotome sensei pelatih mereka, ia menceritakan bagaimana saotome sensei masuk ke klub dan membentuk klub cheerdance.
Ternyata Saotome sensei dulu memang pelatih klun baton, tapi klub itu sama sekali tak bersemangat dan ia mengubahnya jadi klub cheerdance karena ia melihat penampilan sebuah klub cheerdance di TV. Ia belajar cheerdance dari 0 sama seperti yang lainnya. Ia membaca banyak buku tentang pengembangan diri, ia juga ada diposisi sulit karena ia tak percaya diri, tapi kemudian ia melihat senyuman Hikari dan ia merasakan ada sesuatu dalam diri HIkari yang akan membuat klub cheerdance bersinar.
Ia menjadi bersemangat lagi dan bahkan mengirim banyak surat pada temannya agar mau datang melatih mereka. Ia percaya kalau klub cheerdance mereka akan bisa memenangkan kompetisi.
Salah satu buku yang ia baca mengatakan kau 'kau bisa mengubah semuanya jika kau merasakan itu' dan itu adalah alasan kenapa meminta Hikari menjadi center disaat terakhir.
Teman sensei juga mengatakan kalau sebagai guru, Saotome sensei mudah untuk gemetaran dan rasa percaya diri yang tiba-tiba menghilang, tapi Saotome sensei pernah mengatakan ia tak akan menangis, ia akan menangis bersama-sama dengan anggota JETS saat memenangkan pertandingan.

Hikari akhirnya mengerti kalau Saotome sensei tidak sekuat yang ia bayangkan dan akhirnya setuju menjadi center.
Dan begitulah saat pertandingan final, JETS menampilkan tarian terbaik mereka, ini adalah terakhir kalinya mereka akan menari bersama dan semuanya berjuang melakukan yang terbaik.
Tarian JETS sangatlah indah, bahkan MC, juri, penonton dan peserta yang lain terkagum pada mereka dan ikut menari mengikuti irama.
Sementara para orang tua dan siswa menonton secara langsung di layar di gedung sekolah mereka, tentu saja Kosuke juga ada disana.
Hebatnya tarian JETS selain sinkronisasi mereka yang bagus adalah masing-masing punya part mereka dimana mereka menjadi centernya. Hal yang aku suka adalah saat mereka berganti baju saat menari sebagai bagian dari koreografi. Pokoknya keren banged, aku pengen banged liat JETS asli saat pertandingan ini.
Dan tentu saja sesuai dengan kenyataannya mereka memenangkan kompetisi cheerdance itu^^

Meski ada yang bilang kalau movie ini biasa aja, tapi bagiku movie ini bagus banged. Mungkin nggak luar biasa, tapi aku sangat menikmatinya.
Selain mengenai cheerdance, movie ini juga dihiasi dengan kisah cinta. Meski nggak banyak, seperti yang aku katakan diatas, cukup membuat aku senyam senyum sendiri.
Diatas aku ceritakan sedikit mengenai OTP HIkari dan Kosuke dan disini aku lanjutkan sedikit.
Jadi benang merah diantara mereka kelihatan banged, saat Hikari down, Kosuke juga down, saat Hikari  mulai bersemangat lagi, Kosuke juga.
Jadi saat Hikari bermasalah dengan klub cheerdance, Kosuke juga mengalami masalah di klub sepak bolanya. Ia dipercayakan melakukan tendangan penalti saat pertandingan dan ia gagal melakukannya. Ia sangat terpuruk karena hal itu dan bahkan sampai berhenti dari klub.
Hikari melihat hal itu dan berusaha menemuinya, mengajaknya bicara mengenai keputusan Kosuke itu, karena ia tahu Kosuke sangat menyukai sepak bola.
Lucunya, Kosuke saat itu mengajak Hikari kencan (Let's go somewhere) tapi Hikari balas dendam pada Kosuke mengatakan kenapa Kosuke mengajaknya padahal mereka nggak pacaran HAHAHHAHAHAHA.
Saat Hikari bingung karena Ayano tidak masuk sekolah, ia melihat Kosuke membungkuk pada anggota tim sepak bola, meminta mereka menerimanya kembali karena Kosuke menyadari kalau ia sangat menyukai sepak bola.
Hal itu juga yang membuat Hikari ingin anggota klub Cheerdance kembali.

Tapi pada akhirnya, Hikari tidak bisa mendukung Kosuke saat pertandingannya. Ditahun ketiga mereka, tim sepak bola juga gagal menuju stadium nasional. Sangat disayangkan, tapi KOsuke mengatakan kali ini ia gantian akan mendukung Hikari di klub cheerdancenya hehhehehe.
Aku suka saat Kosuke menjadi anggota tim sepak bola lagi dan Hikari menemuinya, Kosuke mengajak Hikari kencan dan HIkari setuju, setelah pertandingan mereka selesai.
Jadi kata iconic pasangan ini adalah 'Let's go somewehere' dan bahkan sampai adegan terakhir mereka, mereka juga mengatakan itu. Lucu banged XD

Aku suka ending couple ini, Hikari menjadi guru pembimbing klub cheerdance beberapa tahun kemudian dan ia benar-benar jadi mirip Saotome sensei.
Sementara Kousuke tidak bisa lepas dari sepak bola dan menjadi guru olahraga di sekolah yang sama.
Keduanya sepertinya berpacaran pada akhirnya dan tentu saja kata-kata terakhir mereka adalah Let's go somewhere AWWWWWWWWWWWWWWWWWW.

Sementara itu pasangan Ayano dan Hiroshi Yashiro (Kentaro) juga punya keunikan mereka sendiri.
Jadi Hiroshi ini naksir berat pada Ayano, dia selalu menembak Ayano disetiap tahun, musim berbeda dan Ayano selalu menolaknya. Lucunya tempat nembaknya kayaknya sama. Aku suka membandingkan pemandangannya, musim semi tahun pertama, musim panas tahun kedua dan musim dingin tahun ketiga XD
sayang banged Ayano tidak bisa menerima Hiroshi karena ia ingin fokus pada cheerdance. Tapi Hiroshi tak masalah dan mengatakan akan menunggu Ayano sampai kapanpun, ia akan mengikuti Ayano. Ayano bahkan berfikir kalau HIroshi adalah stalkernya.
Tapi Hiroshi memang satu satunya yang mengerti Ayano lho.
Dan sampai saat terakhir, Hiroshi masih mengikuti Ayano, Ayano berhasil menjadi seorang pramugari dan bertemu dengan Hiroshi di bandara, dimana Hiroshi sekarang adalah seorang pilot HAHAHAHAHAHAHAHA Reply 1988 banged! XD

Pokoknya menurut aku ini movie bagus banged. Apa karena aku memang suka sama leadnya ya? Aku memang suka aktingnya Suzu dan ada Mackenyu juga, jadi lengkap memang.
Selain itu scriptnya juga tidak membosankan menurut aku, cara pengambilan gambarnya juga bagus. Kisah cintanya sederhana tapi menarik, punya keunikan sendiri.
Selain itu pesannya juga dalam banged, kita bisa melakukan apapun jika kita berusaha, hal yang kita benci bisa jadi kita menyukainya. Kalau kita percaya kita bisa melakukannya, kita bisa mengubah segala hal jika kita merasakannya.
Aku suka bagaimana Hikari yang awalnya masuk klub cheerdance cuma karena baju yang cantik atau lebih tepatnya untuk mendukung pujaan hati, sempat ingin keluar, selalu menganggap remeh, lama-lama jadi menyukai cheerdance dan bahkan memilih pekerjaan dibidang cheerdance.
Juga ayano yang merasa ia hanya punya cheerdance, menemukan teman disana, melakukan semuanya demi cheerdance dan meski

 Skor:

Story: 4,5/5
Acting/Character: 4/5
Cinematography: 4/5
Music: 4/5
Opening: 4/5
Ending: 4/5

Recommended!

Share:

1 comment:

  1. Yang paling saya suka dari movie ini adalah aksen fukui nya, imut wkwk

    ReplyDelete

Translate

Follow by Email

NOTE:

DILARANG RE-UPLOAD / COPY PASTE TULISAN DI BLOG INI!

JIKA INGIN SHARE, CUKUP LINK KE POSTINGANNYA SAJA, BUKAN ISINYA!


Follow Clover Blossoms on Twitter

[Trivia] Japanese Movie Recommendations List

Karena ada banyak yang menanyakan rekomendasi untuk J-Movie, jadi aku memutuskan untuk membuat list rekomendasi Japanese Movi...

Recent Posts

Recent Posts Widget

Popular Posts This Week

Actor / Actress

Airi Matsui Anna Ishii Aoi Miyazaki Aoi Wakana Aom Sushar Araki Yuko Bebe Tanchanok Chen Duling Chiba Yudai Choi Ara Dori Sakurada Eikura Nana Eita Fukushi Sota Fuma Kikuchi Fumi Nikaido Gao Zhi Ting Go Kyung Pyo Gong Yoo Gou Ayano Han Seung Yeon Han Yeri Hana Sugisaki Haruka Fukuhara Haruma Miura Haruna Kawaguchi Hashimoto Ai Hashimoto Kanna Hayato Isomura Hikari Mitsushima Hirano Sho Hiroki Narimiya Hirose Alice Hirose Suzu Honoka Yahagi Horii Arata Hu Yi Tian Hwang Jung Eum Hyeri Inoue Mao Ishihara Satomi Jang Se Hyun Jeon Ji Hyun Ji Soo Ji Woo Joo Won Jun Shison Jung Ryu Won Jung So Min Kamiki Ryunosuke Kasumi Arimura kawakami juria Kei Tanaka Kengo Kora Kentaro Kento Hayashi Kento Nagayama Kim Go Eun Kim Ji Won Kim So Hyun Kim Soo Hyun Kim Tae Ri Kim Woo Bin Kim Yoo Bin Kim Yoo Jung Kim Yoo Mi Kitamura Takumi Komatsu Nana Kubota Sayu Kudo Asuka L Lee Bo Young Lee Chung Ah Lee Dong Hwi Lee Dong Wook Lee Gi Kwang Lee Jong Suk Lee Joon Lee Soo Hyuk Lee Yoo Jin Mackenyu Mahiro Takasugi Maika Yamamoto Maki Horikita Marie Itoyo Masahiro Higashide Masaki Suda Masataka Kubota Mayu Matsuoka Mei Nagano Mikako Tabe Mike D angelo Min Do Hee Minami Hamabe Mirai Moriyama Mirai Shida mirai suzuki Mitsuki Takahata Miwa Miyu Yoshimoto Moe Arai Mone Kamishiraishi Nadine Lustre Nagasawa Masami Nao Nijiro Murakami Nounen Rena Osamu Mukai Park Bo Gum Park Eun Bin Park Hae Jin Park Seo Joon Park Shin Hye Pattie Ungsumalynn Phan Pagniez Reina Visa Rina Kawaei Ryo Ryusei Ryo Yoshizawa Ryoma Takeuchi Ryota Katayose Ryu Hwa Young Ryu Jun Yeol Sakaguchi Kentaro Sakuma Yui Sakurako Ohara Sato Kanta Satoshi Tsumabuki Seo Hyun Jin Seto Koji Shen Yue Shim Eun Kyung Shimon Okura Shin Hyun Soo Shirota Yuu Shohei Miura Shono Hayama Shuhei Nomura Shunya Shiraishi sometani shota Son Seung Won Song Ha Yoon Sun Woong Suzuki Ryohei Suzy Taishi Nakagawa Takanori Iwata Takeru Sato Takuya Kusakawa Tao Phiangphor Tasuku Emoto Tori Matsuzaka Tsubasa Honda Tsuchiya Tao Yamazaki Kento Yamoto Yuma Yoo In Na Yoo Seung Ho Yook Sung Jae Yoon Park Yoon So Hee Yoshine Kyoko Yosuke Sugino Yu Aoi yua shinkawa Yui Aragaki Yuina Kuroshima Yuki Furukawa Yuki Izumisawa Yuki Yamada Yuko Oshima Yuna Taira Yuriko Yoshitaka Yuta Hiraoka Yuya Matsushita Yuya Yagira

Drama / Movie

A Love So Beautiful A Story of Yonosuke Age of Youth 2 Always Sunset on Third Street Anikoma Anohana Anone Ao Haru Ride Arbitratily Fond Asa ga Kita Ashi Girl At Cafe 6 Beppin-San Biscuit Teacher and Star Candy Bittersweet Boku Dake ga Inai Machi Boku no Ita Jikan Boukyaku no Sachiko Bubblegum Cafe Waiting Love Carnation Chia Dan Chihayafuru Crybaby Pierrot's Wedding Crying Out Love in the Center of the World Daily Lives of High School Boys Dating DNA Departures Eulachacha Waikiki Evergreen Love Father is Strange Fleet of Time Forever Young Frankenstein no Koi From Five to Nine Gakko no Kaidan Gegege no Nyobo Gochisousan God Gift Good Morning Call Good Morning Call 2 Goon Ju Hana and Alice Hana Nochi Hare Hanako to Anne Hanbun Aoi Haruchika Hirunaka no Ryuusei Hirune Hime Hiyokko Honey and Clover Hot Road Hyouka I Love You in Tokyo I Want to Eat Your Pancreas If We Were A Season Itakiss LIT Itakiss LIT S2 Itakiss Movie Kahogo no Kahoko Kaze no Haruka Kidnap Tour Kiki Delivery Service Kimi no Na Wa Kingyo Club Kiss Me Thailand Koe no Katachi Koinaka Kuragehime Linda Linda Linda Little Forest Love Letter Lucky Romance Ma Boy Man From The Stars March Comes in Like a Lion Mare Massan May Who? Moriyamachu Driving School My Huckleberry Friends My Husband Can Not Work My Little Sweet Pea My Old Classmate Nagi no Asukara Narratage Natsuzora Nodame Cantabile Oboreru Knife Ohisama Omotesando On The Wings of Love One Million Yen Girl One Week Friends Operation Love Orange Orange Days Ore Monogatari Our Little Sister Our Times Pinocchio Princess Hours Thailand Rage Rainbow Song ReLIFE Reply 1988 Romance Full of Life Sannin No Papa she was pretty Shigatsu wa Kimi no Uso Sing Salmon Sing Solanin Sound of Your Heart Splish Splash Love Ssam My Way Strobe Edge Sukina Hito ga Iru Koto Teiichi no Kuni The 100th Love The Anthem of the Heart The Best Hit The Great Passage The Left Ear The Woodsman and The Rain The World of Us Today's Kira-kun Todome no Kiss Toki wo Kakeru Shojo Tokyo Tarareba Girls Tomorrow Cantabile Tonari no Kaibutsu-kun Toto Nee Chan Twenty Years Old Twilight Saya in Sasara Under the Hawthorn Tree Wakamonotachi Warotenka We All Cry Differently What A Wonderful Family While You Were Sleeping Wise Prison Life Wood Job Yellow Elephant Yesterday Once More Your Lie in April Youth Over Flowers

Blog Archive

Recent Comments

Random Posts