Thursday, 20 July 2017

[Review] Asadora: Gegege no Nyobo / ゲゲゲの女房 (2010)


Kembali ke review asadora / morning drama. Kali ini aku mau review asadora yang tayang pada tahun 2010 berjudul Gegege no Nyobo. Aku udah lama tahu asadora ini sejak ngefans sama Osamu Mukai dulu, tapi karena saat itu masih ragu dengan 156 episode, aku nggak jadi download.
Nah, sekarang lagi suka-sukanya sama asadora, aku udah download drama ini sejak tahun lalu, tapi baru bisa nonton belakangan ini dan akhirnya selesai juga.
Gegege no Nyobo adalah asadora ke-8 aku (asadora ke-5 yang sudah aku tamatkan^^~).


Gegege no Nyobo merupakan NHK asadora / morning drama ke-82 yang diangkat berdasarkan autobiografi Nonue Mura, istri dari mangaka populer jepang, Mura Shigeru / Mizuki Shigeru, dengan manga populernya Gegege no Kitaro. Jadi bisa dibilang asadora ini based on true story^^~
Gegege no Nyobo tayang sebanyak 156 episode mulai Maret-September 2010, disutradarai oleh Yoshio Watanabe (The Sniffer), Masae Ichiki (Yae no Sakura, Mare) dan Natsuko Katsuta (Umechan Sensei). Naskahnya ditulis oleh Mutsumi Yamamoto (Yae no Sakura) berdasarkan autobiografi Nonue Mura yang dipublikasikan pada tahun 2008.

Tokoh utama drama ini adalah Nao Matsushita (Dear Sister, Koizora, Bitter Sweet Home Kyoto) yang memerankan tokoh Nonue Mura (tapi di drama ini namanya diganti dengan Fumie Iida) dan Osamu Mukai (Hungry, Honey and Clover, Yellow Elephant, Toto Nee Chan) yang memerankan tokoh Mura Shigeru (di drama ini namanya adalah Murai Shigeru).
Untuk tokoh lainnya, ada banyak sekali dan karena ini adalah drama lama, jadi aku hanya kenal beberapa wajah saja, sebut saja ada Gen Hoshino (Nigeru wa Haji da ga Yaku ni Tatsu), Tasuku Emoto (Wakamonotachi) dan Masataka Kubota (Death Note). Sementara tokoh lainnya masih banyak dan aku kurang mengenal mereka 😅
Saking banyaknya tokoh di drama ini, aku bahkan udah lupa siapa nama karakter mereka HAHAHAHAHA
Jadi harap maklum kalau aku nyebutnya si Anu dan si Itu 😂

Sebenarnya aku menonton drama ini bareng dengan asadora Carnation, karena dua-duanya diangkat dari autobiography. Setelah mencoba Week-1, aku lebih tertarik pada Gegege no Nyobo, makanya aku menyelesaikan ini duluan.
Tapi aku sempat tertipu, aku mendownload drama ini dari dramacools, dan ternyata susunan episode dramacools itu salah, makanya aku kaget kok week 1 drama ini langsung nikahan 2 tokoh utama. Ternyata setelah cek dan ricek, susunan episodenya kacau sampai episode 54, jadinya aku download ulang episode 1-54 😂 dimana? di Ainodorama^^~

Jadi, ini dramanya tentang apa?
Drama ini fokus pada istri dari mangaka Mizuki Shigeru (nama penanya), seorang mangaka yang tidak. populer dan tergolong aneh, karena hobiny yang aneh. Ia kehilangan tangan kirinya sat berperang dan melakukan semuanya dengan 1 tangan. Tapi Mizuki Shigeru adalah orang yang sangat optimis akan segala hal, ia tidak pernah malu dengan kondisinya, ia bisa melakukan semuanya seperti manusia biasa. Itu yang membuat istrinya sangat setia pada suaminya. Pada tahun-tahun awal Shigeru mulai debutnya, manganya sama sekali tidak populer, butuh bertahun-tahun agar orang mengerti betapa hebatnya manga yang ia buat. Ia hidup dalam kemiskinan bersama istrinya, tapi sang istri tetap setia mendampingi suaminya. Mereka melewati berbagai hal bersama-sama sampai akhirnya manga Shigeru menarik perhatian perusahaan penerbitan besar dan bahkan dijadikan anime.

Ini tentu saja kisah slice of life. Tapi meski drama ini mengambil pov dari sisi sang istri, kisah yang banyak dibahas memang tentang Murai Shigeru dan dunia manganya. Dia adalah salah satu mangaka yang terkenal akan kisah youkai-nya. Pada masa dimana orang-orang menyukai manga tentang pahlawan, ia tetap dengan manga gelapnya, kisah para hantu/youkai, pokoknya yang berhubungan dengan dunia arwah.
Beberapa judul manganya adalah Akuma-kun, Kappa no Sanpei, Terebi-kun dan yang paling populer adalah Hakaba no Kitaro (Gegege no Kitaro). Uniknya, Hakaba Kitaro adalah manga yang ia tulis dengan sangat bersemangat tapi tidak populer sama sekali, ia sempat berhenti menulis Kitaro dan akhirnya ia menulis kembali setelah perusahaan penerbitan menyetujui syaratnya.

Berikut sinopsis singkat Gegege no Nyobo. Harap di maklumi kalau banyak bagian yang terlewatkan ^^~

SINOPSIS

Fumie Iida (Nao Matsushita) adalah anak ke-4 dari 5 bersaudara keluarga Iida yang tinggal di Yasugi. Sejak kecil ia pemalu, suaranya kecil jadi kalau ia bicara ia sering diabaikan karena suaranya nggak kedengaran. Ia tumbuh menjadi anak yang kurang percaya diri, ditambah lagi, ia lebih tinggi dari anak seusianya dan ia sering di ejek tiang listrik. Ayah Fumie terkenal seram kalau marah, ayahnya selalu gonta ganti usaha keluarga dari jual bahan baju, bisnis ini dan itu, ia mencoba banyak hal. Fumie sangat menyukai neneknya yang sering mendongeng saat ia akan tidur, dongeng seram tapi ia penasaran. Fumie adalah anak yang takut akan cerita yang seram-seram.

Fumie mempunyai 2 kakak perempuan. Kakak pertamanya, Aki-Nee Chan sudah menikah dengan pria pilihan ayah mereka. Kakak keduanya Yukie, seorang guru, ia menolak menikah dengan pria pilihan ayahnya dan bahkan sempat kabur ke tempat bibi mereka sampai ayahnya membatalkan lamaran. Fumie tidak suka ayah dan kakaknya bertengkar, jadi ia memohon pada pria yang melamar kakaknya untuk membatalkan lamarannya. Pria itu ternyata sangat baik dan akhirnya membatalkan lamarannya. Tapi setelah pulang, Yukie malah mengejek si pria itu, menjelek-jelekkannya membuat Fumie kecil merasa sedih karena pria itu sangat baik. Bahkan pria itu ada disana waktu Yukie menjelek-jelekkannya, tapi Yukie nggak tahu kalau itu orang yang dijodohkan dengannya. Kesalahpahaman berakhir dengan pernikahan Yukie dan pria itu.

Sebenarnya masalalu Fumie ini agak membosankan bagi aku, setelah pemeran kecil tumbuh dewasa dan diperankan Nao Matsushita, barulah ceritanya terasa segar. Saat PD II, ibu Fumie melahirkan anak perempuan, adik bungsu Fumie bernama Izumi. Toko keluarga Fumie berubah menjadi toko Sake. Fumie menghabiskan waktu membantu di Toko bersama adiknya Takashi (Hoshino Gen), sementara kakak laki-lakinya menjadi guru (kayaknya sih kakaknya, tapi aku ragu, bisa jadi adiknya).
Fumie juga akhirnya tiba dimana ia akan dijodohkan dan Fumie sangat excited dengan hal itu, ia dan temannya Chiyo bahkan mengintip ke rumah pria yang akan dijodohkan dengannya. Tapi ternyata lamaran ditolak dengan alasan Fumie terlalu tinggi. Fumie tentu saja terluka meski ia tidak memperlihatkannya. Setelah penolakan itu, tidak ada lamaran yang datang pada Fumie. Fumie kini sudah berusia 28 tahun dan ia masih single.

28 tahun tinggal bersama orang tua, Fumie merasa tidak enak. Awalnya ia masih tidak terlalu memikirkannya karena ia banyak membantu di rumah. Tapi lama-lama ia mulai merasa tidak dibutuhkan lagi, karena kakaknya sudah menikah dan istrinya tinggal di rumah membantu pekerjaan, juga di Toko Takashi melakukan pekerjaan dengan baik. Ayah dan ibu juga khawatir tidak ada omiai yang cocok dengan Fumie.
Sampai suatu hari, omiai yang ditunggu akhirnya datang, tapi ayah masih ragu-ragu karena calon Fumie ini tinggal di Tokyo, pekerjaannya adalah mangaka dan tidak mempunyai tangan kiri. Tapi karena di profilenya Shigeru sudah punya rumah sendiri ditambah gaji mangaka cukup besar, jadi ayahnya akhirnya menanyakan pendapat Fumie, apakah ia mau menemuinya atau tidak.
Tapi karena Fumie sudah tidak ingin membebani orang tua, ia akhirnya menerima omiai ini. Bibinya adalah satu-satunya yang menolak omiai ini karena menurutnya ayah Fumie seolah-olah ingin Fumie cepat pergi dari rumah, jadi menjodohkan dengan siapa saja yang mau tanpa pikir panjang.

Dan begitulah, omiai pun dilaksanakan. Ayah mengingatkan Fumie untuk tidak berdiri selama acara perkenalan karena bisa gawat kalau Fumie ditolak lagi karena tubuhnya tinggi.
Calon Fumie adalah Murai Shigeru (Osamu Mukai), 10 tahun lebih tua darinya. Ibu Shigeru sudah muak menyuruh anaknya menikah dan kali ini ia berusaha keras agar omiai ini berhasil. Kalau Shigeru menyukai calonnya, maka ia akan membuat pernikahan mereka berlangsung dalam 5 hari, karena Shigeru memaksa kembali ke Tokyo dalam 5 hari, untuk mengejar deadline manganya.

Pertemuan keduanya berlangsung sangat unik. Keduanya cukup kaku. Fumie sendiri saking penasarannya, ia mengintip dari balik pintu, tapi Shigeru melihatnya. Disanalah Shigeru sepertinya memutuskan kalau ia menyukai Fumie. Ditambah sebuah kejadian terjadi saat omiai yang membuat Fumie berdiri dan keluarga calon laki-laki shock melihat Fumie sangat tinggi, tapi Shigeru malah menyukainya, karena menurutnya Fumie mirip 'Itan Momen' youkai kertas panjang yang terbang. Pertanyaannya saat Omiai cuma 1, apakah Fumie bisa bersepeda dan Fumie menjawab iya.
Dan begitulah omiai berjalan lancar. Keduanya menikah 5 hari setelah pertemuan pertama itu dan langsung berangkat ke Tokyo  setelah pernikahan mereka.
Pernikahan mereka sangatlah lucu, Murai bahkan kentut sangat besar di hari pernikahannya, ia yang nggak bisa minum alkohol bahkan pingsan dan membuat panik semuanya. Pernikahan Shigeru dan Fumie benar-benar kacau, tapi sangat menyentuh saat ayah Fumie yang pemarah bernyanyi di pernikahannya.

Ayah Fumie sebenarnya menerima omiai ini karena ia pikir Shigeru sudah mapan, karena di profilnya profesinya mangaka, mereka pikir duitnya banyak dan sudah punya rumah sendiri pula. Tapi Fumie shock saat melihat tempat tinggal Shigeru, bukan di Kota Tokyo, melainkan di pinggiran Tokyo gitu, dan lagi jauh dari rumah penduduk, jalan ke sana dikelilingi ladang dan rumahnya kayak rumah tertinggal, kecil, nggak terawat dan bahkan kalau jendela dibuka ada kuburan HAHAHAHHAHAHA.
Fumie benar-benar shock.

Masalah lainnya adalah kepribadiannya Shigeru yang benar-benar cuek. Ia selalu menghabiskan waktu bekerja di kamarnya, tidak ingin diganggu siapapun. Ia juga bicara pada Fumie dengan nada agak kasar. Jadi intinya meski sudah menikah, Fumie benar-benar sendirian. Di tempat asing dimana ia tidak mengenal siapapun.

Di hari pertamanya di Tokyo, Fumie bahkan dirampok. Untungnya seseorang menyelamatkannya, pemilik toko rental manga, Michiko-san. Pertemuan Fumie dan Michiko ini membuka lembar baru dalam kehidupan Fumie di Tokyo, dimana ia dan Michiko nantinya akan bersahabat. Fumie sering menghabiskan waktu bersama Michiko dan mulai berteman dengan penduduk di area pasar. Mereka adalah teman, sahabat, senpai Fumie di Tokyo. Tempat Fumie curhat kalau ia ada dalam masalah.

Masalah yang dihadapi Fumie di awal pernikahan sangatlah banyak. Pertama ya karena kepribadian Shigeru itu, Shigeru sangat dingin, tidak ingin diganggu. Ia tidak suka kalau Fumie ikut campur urusannya. Shigeru bukan mangaka populer, ia menggambar manga untuk rental manga, karena pada masa itu buku masih sangat mahal. Bayarannya sangat sedikit. Tapi Shigeru mengatakan selama ia masih menggambar, mereka akan baik-baik saja, Fumie tak perlu khawatir akan keuangan.
Tapi sebagai ibu rumah tangga Fumie tentu saja khawatir karena mereka benar-benar kekurangan uang. Ia bahkan harus meminta resep masa Michiko, bagaimana memasak makanan dengan bahan sedikit. Ia juga berusaha sehemat mungkin. Tapi kadang suaminya malah memakai semua uang untuk sesuatu keperluan, seperti hobinya yang membuat kapal perang dan lain sebagainya. Tapi Fumie memang istri yang penuh kesabaran menghadapi suaminya.

Shigeru tidak punya sisi romantis sama sekali, tapi Shigeru juga perhatian pada istrinya dengan cara yang berbeda. Ia juga sempat membawa Fumie jalan-jalan di kuil dekat rumah, ia bahkan membelikan Fumie hadiah pertama, sebuah sepeda. Hubungan kaku mereka semakin membaik setelah tinggal serumah beberapa lama, Shigeru membuka pintu hatinya, Fumie perlahan diperbolehkan masuk ke ruang kerja, membantu membuat manga dan lain sebagainya. Perlahan pintu hati Shigeru terbuka, kalau sekarang ia tidak lagi hidup sendirian.

Tapi, mangaka pada saat itu benar-benar sangat kesulitan. Bayaran mangaka seharusnya adalah 30000, tapi kadang hanya dibayar 10000,bahkan 5000 atau 3000, atau bahkan tidak dibayar sama sekali. Barang Shigeru juga habis dititipkan di pegadaian karena mereka kehabisan uang, bahkan kimono pemberian ibu Fumie juga harus masuk ke pegadaian. Pekerjaan Shigeru juga tidak lancar, publisher tempat ia bekerja bangkrut, ia harus mencari tempat baru untuk publisher yang mau menerbitkan manganya, ia bahkan rela menggambar manga yang bukan keinginannya dan lain sebagainya. Tapi semua kesulitan itu tidak membuat ia patah semangat. Ia yakin mereka bisa menghadapinya. Fumie juga selalu setia disampingnya tanpa mengeluh, ia yakin mereka bisa menghadapinya.

Masalah lainnya adalah saat Fumie hamil, Shigeru mengatakan kalau anak akan merepotkan karena saat itu mereka miskin. Fumie sampai kabur dari rumah, ke rumah kakaknya Aki yang tinggal di Tokyo. Fumie sedih karena Shigeru sama sekali tidak menelpon, tapi siapa sangka Fumie dijemput ke rumah oleh Shigeru. Dan mereka akhirnya sepakat untuk mempunyai anak. Dan begitulah, ditengah kemiskinan mereka, Fumie melahirkan anak perempuan yang diberi nama Aiko. Shigeru menjadi lebih bersemangat lagi setelah Aiko lahir. Michiko dan para sahabat di pasar juga sering datang ke rumah memberikan Fumie sesuatu sejak ia hamil, misalnya makanan bergizi, garam, gula, baju bayi dan lain sebagainya. Michiko dkk sangat membantu mereka. Tapi kemiskinan Shigeru dan Fumie semakin parah, bahkan sampai listrik akhirnya dicabut dari rumah mereka.
Fumie bukannya tidak khawatir, tentu saja ia khawatir, tapi ia yakin setidaknya Shigeru tidak akan membuat Aiko kelaparan.

Kesulitan datang silih berganti di keluarga Murai, aku lupa berapa tahun mereka ada dalam kemiskinan, entah berapa kali Shigeru ganti publisher untuk manganya dengan bayaran sedikit, ia bahkan tidak dibayar untuk beberapa pekerjaan, ia. melakukan pekerjaan yang tidak ia sukai juga demi bayaran membuat Fumie menyadari betapa suaminya sangat menyukai manga, tapi akhirnya mereka mulai menemukan titik terang saat salah satu publisher terkenal di Jepang mulai tertarik dengan manga Shigeru.
Sebenarnya pada masa itu, manga diperuntukkan untuk anak-anak, jadi manga yang banyak laku itu manga tentang hero, manga shoujo, yang lucu-lucu. Shigeru sendiri, manga yang ia buat adalah dark manga, dimana ceritanya banyak ke youkai/hantu, alam gaib dlsb. Kalau membuat manga perang, ia lebih ke peperangan yang gelap yang tokoh utamanya mati. Ia tidak suka membuat manga tema 'hero' karena ia merasakan sendiri bagaimana peperangan itu, jadi manganya terlihat nyata dan orang tidak suka.

Selain itu rental manga juga sudah mulai berkurang, banyak publisher yang bangkrut dan rental manga juga tidak populer lagi karena TV sudah masuk ke Jepang, jadi anak-anak hobi nonton TV daripada membaca manga. Shigeru bahkan sempat kehilangan semangat untuk berhenti menggambar, karena sebanyak apapun ia menggambar, mereka tetap miskin. Fumie tahu bagaimana suaminya sangat menyukai manga, jadi tentu saja ia sangat sedih mendengarnya. Banyak mangaka yang mereka kenal menyerah akan impian mereka karena berfikir sudah tidak ada masadepan lagi bagi rental manga.

Pada masa itu Kodansha adalah publisher no 2 paling populer se-jepang dan tertarik pada Mizuki Shigeru, salah satu editornya sering mengajukan nama Mizuki Shigeru, tapi selalu ditolak, sampai suatu hari akhirnya ia mendapat persetujuan dan ia datang ke rumah Shigeru membuat Fumie dan Shigeru shock. Kalau nggak salah, awalnya Shigeru menolak bekerja sama yang membuat Fumie kaget, kenapa suaminya menolak kesempatan besar itu. Tapi ternyata karena Shigeru yakin kalau mereka sudah tahu betapa hebatnya manganya, jadi ia yakin pihak Kodansha akan datang lagi. Dan tebakan itu benar, Shigeru menerima kerja sama setelah kedatangan editor Kodansha kedua kalinya. Sejak bekerja sama dengan Kodansha, kehidupan keluarga Murai mulai membaik. Mereka dibayar dengan baik, sampai Fumie pikir pihak penerbitan salah kirim nominal uang, karena biasanya mereka dibayar 3000 dikirim 300000, lol. Mereka juga berhasil membayar kembali barang di pegadaian.

Shigeru tidak bekerja sendiri lagi, ia mulai menyewa asisten untuk membantunya, ada Sugai-san, Kurata-san dan Tomita-san (kalau nggak salah nama mereka begitu). Kurata direkomendasikan oleh Kodansha, Tomita adalah orang yang nggak sengaja ditemui Shigeru di kuburan dan ia tertarik karena lukisan Tomita, sementara Sugai-san orangnya sangat ceroboh, gambarnya jelek tapi ia memaksa bekerja disana sebagai asisten dan Shigeru terpaksa menerimanya.
Rumah kecil mereka tiba-tiba menjadi ramai setiap harinya, saking ramainya malah menjadi sangat ribut, dan Shigeru tak bisa konsentrasi,  jadi Shigeru akhirnya merenovasi rumah menjadi lebih besar lagi.

Shigeru semakin populer dengan manganya, ia sama seklai tidak pernah menolak tawaran dari perusahaan kecil dan karena ia mulai makin sibuk, mereka memutuskan membuat perusahaan sendiri, Perusahaan Mizuki, dimana kakaknya Yuichi dan Istrinya membantu disana. Pekerjaan mereka kejar tayang setiap harinya. Kalau nggak salah Shigeru menjadi sangat populer itu sejak Kodansha ingin Shigeru menggambar manga Terebi-kun yang dijadikan anime dan ia menggambar Kitaro dan dijadikan anime juga. Sebelumnya Akuma-kun di jadikan drama TV. Gomen ne, aku lupa alurnya gimana. Shigeru sangat menyukai Kitaro, tapi karena cerita Kitaro sangat gelap, ia sempat berhenti menulisnya, pada akhirnya Kodansha memberinya kesempatan untuk kembali menggambar Kitaro. Gegege no Kitaro sendiri adalah judul anime TV yang membuat Mizuki Shigeru menjadi sangat populer, ia menulis sendiri lirik untuk lagu anime itu, dan judul Gegege diambil dari nama kecilnya 'Gege'.

Shigeru dan Fumie banyak dibantu oleh orang-orang selama masa sulit mereka. Ada Inui-san, seorang mangaka yang berhenti menulis manga dan membuka rumah produksi sendiri dimana Shigeru setia pada mereka, bahkan setelah ia populer ia tetap menulis untuk mereka. Ada penyewa kamar lantai 2 rumah mereka, seorang mangaka juga, dia sedikit banyak membantu keuangan keluarga Murai saat mereja miskin, tapi kemudian mangaka itu menyerah akan impiannya. Pemilik publisher pertama Shigeru adalah Tomita-san yang sempat kabur tanpa membayarnya, kemudian muncul lagi dan mengajak Shigeru bekerja sama lagi, meski tetap tidak berhasil. Fukuzawa, seorang publisher yang sangat mengerti akan manga, ia menyadari kehebatan mangan Shigeru san sangat senang bekerja sama dengannya, bersama Fukuzawa, kehidupan keluarga Murai cukup baik, tapi kemudian Fukuzawa terserang penyakit dan harus dirawat di rumah sakit. Fukuzawa kembali beberapa tahun kemudian mengajak Shigeru bekerja sama lagi, dimana pada masa itu sedang populer majalah manga. Masih ada banyak orang yang membantu keluarga Murai, yang tidak bisa aku sebut satu per satu.

Tapi yang paling tidak membantu dan selalu membuat masalah adalah Uragi. Uragi adalah teman masa kecil Shigeru yang selalu memanggilnya Gege. Uragi selalu datang dengan ide anehnya pada Shigeru, Shigeru tau kalau itu nggak berhasil tapi ia tak bisa menolak. Ia selalu menghindari Uragi tapi Uragi selalu ada dari awal sampai akhir drama ini. Meski dia menyebalkan aku selalu menantikan kehadirannya HAHAHAHAHAHA. Ia selalu mengejek keluarga Murai yang miskin, selalu punya ide bisnis tapi nggak berhasil, bahkan ia selalu berfikir Shigeru nggak akan sukses HAHAHAHAHAHA.

Fumie juga punya masalahnya sendiri selain manga. Misalnya masalah saat ia hamil seperti yang aku ceritakan diatas. Juga saat ayahnya datang ke Tokyo dan mengetahui kalau puterinya hidup miskin, tapi Fumie berusaha menunjukkan kalau suaminya adalah mangaka sejati dan ia sangat menyayangi suaminya. Fumie yang perlahan-lahan melihat sisi lain dari suaminya, karena memang sejak awal Shigeru ini aneh, dia suka berdiam diri di kuburan, tempat favoritenya adalah kuburan, tapi sekali menggambar manga, Shigeru sangat serius. Fumie juga perlahan-lahan mendengarkan masa lalu Shigeru dari Uragi. Juga Shigeru yang akhirnya menceritakan apa yang terjadi padanya selama perang, bagaimana tangan kirinya hilang karena penyakit malaria, kenapa ia sangat menyukai pisang dan lain sebagainya.

Setelah rumah mereka menjadi besar, Fumie lebih banyak menghabiskan waktu di dapur, membuatkan makanan dan minuman untuk asisten dan para tamu, serta editor yang menunggu manuscript. Fumie hamil anak keduanya saat pekerjaan Shigeru semakin banyak, karena dia nggak menolak tawaran membuat manga, interview dll, jadi Shigeru selalu menghabiskan waktu di ruang kerja. Adik Fumie, Izumi datang ke Tokyo membantu pekerjaannya. Izumi sempat melukai kakaknya mengatakan ia tak ingin seperti Fumie yang mengandalkan gaji suami dan kerjaannya cuma di dapur. Tapi kemudian Izumi menyadari kalau Fumie lebih dari sekedar itu bagi Shigeru. Meski Shigeru terkesan dingin, Shigeru punya sisi hangat juga.

Anak kedua Fumie dan Shigeru adalah Yoshiko, anaknya sangat manis dan bersemangat. Yoshiko mengambil sifat ayahnya yang punya imajinasi tinggi dan penasaran akan segala hal sementara Aiko mengambil sifat ibunya yang pemalu dan tidak percaya diri. Aiko sempat mendapat masalah di sekolah saat anak-anak tau dia adalah puteri Mizuki Shigeru, mereka mengejek Aiko anak Gege dan mengatakan ayahnya menulis cerita bohong. Sementara Yoshiko sendiri penasaran kenapa ayahnya hanya punya satu tangan.
Aiko agak kesulitan menghadapi 2 puterinya karena Shigeru terllau sibuk jadi ia jarang bicara 4 mata dengannya. Fumie bahkan mulai merasa dirinya tak. dibutuhkan lagi karena Shigeru selalu meminta Fumie jangan membahas pekerjaannya, jangan menganggu pekerjaannya, berhenti membuat minuman dan makanan dan lain-lain. Fumie sempat kabur dari rumah. Tapi meski terlihat cuek, ternyata Shigeru juga perhatian, ia mengkhawtirkan Fumie, mengatakan kalau ia tidak mau membawa masalah pekerjaan ke rumah, meski rumah dan tempat kerja mereka satu tempat sih HAHAHAAHAHA.
Mereka juga piknik untuk pertama kalinya, Shigeru langsung membeli vila di gunung, meski vilanya cuma rumah bobrok, dan mereka akhirnya punya waktu bersama-sama satu keluarga.

Shigeru 3 bersaudara dan semuanya ada di Tokyo, hal. ini membuat orang tua Shigeru akan pindah ke Tokyo dari Sakaiminato. Adik dan kakaknya menolak menampung orang tua mereka dengan berbagai alasan, karena ibu Shigeru terkenal sangat berisik. Shigeru juga sebenarnta keberatan sih karena rumahnya dab tempat kerjanya satu tempat, tapi pada akhirnya ia kembali merenovasi rumah dan membuatkan kamar dan dapur baru untuk orang tuanya. Jadi, meski satu rumah, mereka punya privasi masing-masing. Aku suka bagian itu dari Shigeru.

Kisah mereka berlanjut sampai Aiko akan lulus kuliah dan Yoshiko dibangku SMA. Masalah kembali datang, Yoshiko yang dianggap aneh oleh teman-temannya karena menyukai yokai dan ia tak punya teman, tak punya impian. Masalah Aiko sendiri adalah ayahnya mengharapkannya membantu pekerjaan setelah lulus, tapi Aiko malah mendaftar menjadi guru. Pada masa itu, Guru baru sering ditugaskan di daerah terpencil dan Shigeru yang tidak mau berpisah dari anak-anaknya menolak keras Aiko menjadi guru. Ia bahkan kecewa saat Aiko lulus dan meminta Aiko mengundurkan diri.

Drama ini berakhir dengan perayaan 20 tahun Mizuki's Production, dimana semua orang yang pernah bekerja sama dengan Shigeru diundang di acara tersebut dan terjadi reuni besar-besaran. Saat itu, satu-satu-nya yang masih bersama Mizuki's Production dari awal dibentuk sampai akhir adalah Sugai-san, dia bertahan di perusahaan selama 20 tahun itu, sementara yang lain banyak yang keluar dan banyak yang berganti-ganti. Tidak ada yang menyangka Sugai yang ceroboh dan tidak percaya diri berada disana selama 20 tahun.

Setelah perayaan keluarga Murai kembali ke kampung halaman Fumie karena ayah Fumie meninggal dunia. Ayah Fumie adalah orang yang paling khawatir saat menjodohkan Fumie dengan Shigeru saat itu. Meski ia kelihatan ayah yang dingin yang seolah-olah menjodohkan Fumie dengan siapa saja asal menikah, tapi Ayahnya yakin kalau Fumie memilih orang yang tepat karena Fumie menghadapi segala kesulitan yang ada bersama suaminya dan bertahan sampai sekarang. Ia melihat Fumie paling bahagia diantara semuanya.

Begitulah kira-kira sinopsis singkat asadora Gegege no Nyobo ini. Sebenarnya masih banyak hal yang tidak aku masukkan, misalnya mengenai Izumi yang menyukai Kurata, Sugai dan editor Kodansha juga menyukai Izumi, adik Fumie yang meninggal dunia, ayah Fumie yang jatuh sakit, Ayah Shigeru yang meninggal dunia dan bagaimana ibu Shigeru kesepian setelahnya, Ayah Shigeru yang ketahuan berkencan dengan gadis yang lebih muda, bagaimana Uragi selalu datang disaat yang tidak tepat, seorang mangaka muda yang menyukai Shigeru dan Uragi menyukai mangaka itu dan lain sebagainya.

Asadora memang kisahnya sangat banyak dan panjang banged, bukan fokus pada satu tokoh aja. Jadi kalau diceritakan semuanya kayaknya nggak akan habis-habis. Ini aja udah sangat dipersingkat. Ada banyak. momen kecil yang sangat manis sebenarnya, tapi asiknya memang kalau langsung nonton.
Tapi asadora yang tayang sekarang, Hiyokko sepertinya mulai agak kurang sentuhannya karena tokoh lainnya tidak terlalu dubahas dan hanya ada disekitar tokoh utama saja tanpa ada sesuatu yang WAH.

Sebenarnya aku merasa drama ini uniknya adalah waktu kecil Fumie dan Shigeru pernah bertemu, tapi mereka tidak saling mengenal. Dan hal itu bahkan tidak dibahas sampai akhir, maksudnya tidak dibahas panjang lebar, cuma perasaan Fumie yang merasa kalau orang yg ditemuinya saat kecil adalah Shigeru, tapi ia tak pernah bertanya secara langsung. Intinya sih Shigeru tidak mengetahui kalau anak gadis yang ia tolong dulu adalah Fumie dan Fumie hanya menabak dalam hati.

Fumie mungkin kelihatan seperti istri manja yang nggak mau bekerja dan hanya mengandalkan suami saat mereka dalam kemiskinan. Tapi seperti kata Shigeru, kalau bukan karena Fumie, mereka tidak akan sampai sejauh ini. Fumie adalah satu-satunya yang mengerti keanehan suaminya dan bagaimana suaminya, ia sangat setia pada Shigeru meski kehidupan sulit selalu menghalangi jalan mereka. Shigeru orangnya tidak pandai mengekspresikan perasaan sering membuat Fumie salah paham, tapi kita tahu kalau mereka berdua saling mencintai dengan cara mereka sendiri.

Aku menonton 156 episode asadora Gegeg no Nyobo selama 2 minggu dan menurutku asadora ini meninggalkan kesan yang cukup dalam. Karena ini berbeda dengan asadora sebelumnya yang aku tonton dengan tokoh wanita penuh keceriaan. Selain itu meski pov diambil dari sisi Fumie, tapi fokus drama ini adalah sang suami, karena disini kita melihat sang istri yang mendukung suaminya. Fumie beneran istri yang sabar. Aku nggak tau gimana bilangnya tapi kalian harus nonton untuk lebih jelasnya.
Aku sangat menyukai Shigeru dan rasa optimisnya. Ia sama sekali tidak malu dengan keadaannya, ia penuh percaya diri dan bisa melakukan apapun meski ia hanya punya tangan kanan. Tapi ada banyak sisinya yang nyebelin juga sih 😂

Berikutnya selagi masih menonton asadora Ongoing Hiyokko, aku juga akan mencoba asadora Carnation^^~
Dilist aku juga sudah ada Hanako to Anne dan Ohisama. Aku juga ingin menonton Umechan Sensei tapi ga ada subtitlenya 😭

Skor:

Story: 5/5
Acting: 4/5
Cinematography: 4/5
Music: 4/5
Opening: 4/5
Ending: 4/5

Share:

0 comments:

Post a Comment

Translate

Follow by Email

NOTE:

DILARANG RE-UPLOAD / COPY PASTE TULISAN DI BLOG INI!

JIKA INGIN SHARE, CUKUP LINK KE POSTINGANNYA SAJA, BUKAN ISINYA!


Follow Clover Blossoms on Twitter

[Trivia] Japanese Movie Recommendations List

Karena ada banyak yang menanyakan rekomendasi untuk J-Movie, jadi aku memutuskan untuk membuat list rekomendasi Japanese Movi...

Recent Posts

Recent Posts Widget

Popular Posts This Week

Actor / Actress

Airi Matsui Ando Sakura Anna Ishii Aoi Miyazaki Aoi Morikawa Aoi Wakana Aoi Yu Aom Sushar Araki Yuko Bebe Tanchanok Chen Duling Chiba Yudai Chinen Yuri Choi Ara Daiki Shigeoka Dori Sakurada Eikura Nana Eita Elaiza Ikeda Fukushi Sota Fuma Kikuchi Fumi Nikaido Furuhata Seika Gao Zhi Ting Go Kyung Pyo Gong Yoo Gou Ayano Han Seung Yeon Han Yeri Hana Sugisaki Haru Kuroki Haruka Fukuhara Haruma Miura Haruna Kawaguchi Hasegawa Hiroki Hashimoto Ai Hashimoto Kanna Hayami Akari Hayato Isomura Hikari Mitsushima Hirano Sho Hiroki Narimiya Hirose Alice Hirose Suzu Honoka Yahagi Horii Arata Hu Yi Tian Hwang Jung Eum Hyeri Igawa Haruka Imada Mio Inoue Mao Ishihara Satomi Jang Se Hyun Jeon Ji Hyun Ji Soo Ji Woo Joo Won Jun Shison Jung Ryu Won Jung So Min Kaku Kento Kamiki Ryunosuke Kaname Jun Kanichiro Kasumi Arimura kawakami juria Kei Tanaka Kengo Kora Kentaro Kento Hayashi Kento Nagayama Kim Go Eun Kim Ji Won Kim Min Suk Kim So Hyun Kim Soo Hyun Kim Tae Ri Kim Woo Bin Kim Yoo Bin Kim Yoo Jung Kim Yoo Mi Kinami Haruka Kitamura Takumi Kiyohara Kaya Kiyohara Sho Komatsu Nana Koseki Yuta Kou Shibasaki Kubota Sayu Kudo Asuka L Lee Bo Young Lee Chung Ah Lee Dong Hwi Lee Dong Wook Lee Gi Kwang Lee Jong Suk Lee Joon Lee Soo Hyuk Lee Yoo Jin Mackenyu Mahiro Takasugi Maika Yamamoto Maki Horikita Mamiya Shotaro Marie Itoyo Masahiro Higashide Masaki Okada Masaki Suda Masataka Kubota Matsumoto Jun Mayu Matsuoka Mei Nagano Mikako Tabe Mike D angelo Min Do Hee Minami Hamabe Mio Yuki Mirai Moriyama Mirai Shida mirai suzuki Mitsuki Takahata Mitsushima Shinnosuke Miwa Miyu Yoshimoto Mizuki Yamamoto Moe Arai Mone Kamishiraishi Mugi Kadowaki Nadine Lustre Nagasawa Masami Nakajima Kento Nakamura Tomoya Nao Nao Matsushita Nijiro Murakami Nounen Rena Osamu Mukai Otani Ryohei Park Bo Gum Park Eun Bin Park Hae Jin Park Seo Joon Park Shin Hye Pattie Ungsumalynn Phan Pagniez Reina Visa Rena Matsui Riho Yoshioka Rina Kawaei Ryo Ryusei Ryo Yoshizawa Ryoma Takeuchi Ryota Katayose Ryu Hwa Young Ryu Jun Yeol Sagara Itsuki Sairi Itoh Saito Takumi Sakaguchi Kentaro Sakuma Yui Sakurako Ohara Sato Kanta Satoshi Tsumabuki Seino Nana Seo Hyun Jin Seto Koji Shen Yue Shim Eun Kyung Shimon Okura Shin Hyun Soo Shirota Yuu Shohei Miura Shono Hayama Shuhei Nomura Shunya Shiraishi sometani shota Son Seung Won Song Ha Yoon Suga Kenta Sun Woong Suzuki Ryohei Suzy Taiga Taishi Nakagawa Takahashi Issei Takanori Iwata Takayuki Yamada Takeru Sato Takuya Kusakawa Tamaki Hiroshi Tao Phiangphor Tasuku Emoto Tomoshita Yamashita Tori Matsuzaka Toyokawa Etsushi Tsubasa Honda Tsuchiya Tao Ueno Juri Yamazaki Kento Yamoto Yuma Yo Oizumi Yoo In Na Yoo Seung Ho Yook Sung Jae Yoon Park Yoon So Hee Yoshine Kyoko Yosuke Sugino Yu Aoi yua shinkawa Yui Aragaki Yuina Kuroshima Yuki Furukawa Yuki Izumisawa Yuki Yamada Yukino Kishii Yuko Oshima Yuna Taira Yuriko Yoshitaka Yuta Hiraoka Yuya Matsushita Yuya Yagira

Drama / Movie

99.9 A Love So Beautiful A Story of Yonosuke Age of Youth 2 Always Sunset on Third Street amachan Anikoma Anohana Anone Ao Haru Ride Arbitratily Fond Asa ga Kita Ashi Girl At Cafe 6 Beppin-San Biscuit Teacher and Star Candy Bittersweet Boku Dake ga Inai Machi Boku no Ita Jikan Boukyaku no Sachiko Bubblegum Cafe Waiting Love Carnation Chia Dan Chihayafuru Chugakusei Nikki Churasan Crybaby Pierrot's Wedding Crying Out Love in the Center of the World Daily Lives of High School Boys Dating DNA Departures Eulachacha Waikiki Evergreen Love Father is Strange Fight Fleet of Time Forever Young Frankenstein no Koi From Five to Nine Gakko no Kaidan Gegege no Nyobo Gochisousan God Gift Good Morning Call Good Morning Call 2 Goon Ju Hana and Alice Hana Nochi Hare Hanako to Anne Hanbun Aoi Haruchika Hirunaka no Ryuusei Hirune Hime Hiyokko Honey and Clover Hot Road Hyouka I Love You in Tokyo I Want to Eat Your Pancreas If We Were A Season Itakiss LIT Itakiss LIT S2 Itakiss Movie Kahogo no Kahoko Kakegurui Kaze no Haruka Keiji Yugami Kidnap Tour Kiki Delivery Service Kimi no Na Wa Kingyo Club Kiss Me Thailand Koe no Katachi Koinaka Kuragehime Linda Linda Linda Little Forest Love Letter Lucky Romance Ma Boy Man From The Stars Manpuku March Comes in Like a Lion Mare Massan May Who? Meteor Garden 2018 Moriyamachu Driving School My Huckleberry Friends My Husband Can Not Work My Little Sweet Pea My Old Classmate Nagi no Asukara Narratage Natsuzora Nodame Cantabile Oboreru Knife Ohisama Omotesando On The Wings of Love One Million Yen Girl One Week Friends Operation Love Orange Orange Days Ore Monogatari Our Little Sister Our Times Peach Girl Pinocchio Princess Hours Thailand Rage Rainbow Song ReLIFE Reply 1988 Romance Full of Life Sannin No Papa she was pretty Shigatsu wa Kimi no Uso Sing Salmon Sing Solanin Sound of Your Heart Splish Splash Love Ssam My Way Strobe Edge Sukina Hito ga Iru Koto Teiichi no Kuni Tenno no Ryoriban The 100th Love The Anthem of the Heart The Best Hit The Great Passage The Left Ear The Woodsman and The Rain The World of Us Today's Kira-kun Todome no Kiss Toki wo Kakeru Shojo Tokyo Tarareba Girls Tomorrow Cantabile Tonari no Kaibutsu-kun Toto Nee Chan Twenty Years Old Twilight Saya in Sasara Uchiage Hanabi Under the Hawthorn Tree Unnatural Wakamonotachi Warotenka We All Cry Differently What A Wonderful Family While You Were Sleeping Wise Prison Life Wood Job Yellow Elephant Yesterday Once More Your Lie in April Youth Over Flowers

Blog Archive

Recent Comments

Random Posts