Friday, 7 July 2017

[Sinopsis] Princess Hours Thailand Episode 20 FINAL - Part 1


Banyak yang bertanya kenapa sinopsis episode 20 kok lama, itu dikarenakan subtitle episode 20 juga lama keluarnya. Aku sama sekali nggak bisa bikin sinopsis drama thailand kalau nggak ada subtitle. Beda kalau drama korea atau jepang, bantai aja HAHAHHAHAHAHA.
Selain itu, aku sangat sangat sangat kecewa dengan ending drama ini karena terasa memaksa sekali dan banyak hal yang menurut aku kok jadi aneh. Jadi aku butuh banyak waktu untuk memahaminya.


Sinopsis Princess Hours Thailand Episode 20 FINAL Part 1

Hari judgement akhirnya tiba. Inn terlihat sudah bersiap-siap.
Pengawal pribadinya datang memberitahu waktunya pada Inn. Inn kelihatan khawatir jadi pengawal memintanya jangan khawatir karena pihak mereka sudah siap menghadapi semuanya. Mereka menemukan satu bukti penting pagi ini dan mereka sudah mengirimkannya ke parlemen untuk diselidiki.
Inn mengerti. Ia mengatakan selain image dari keluarga kerajaan, ia tidak mengkhawatirkan apapun.

Sementara itu di kediaman Lady Krissana, ia sedang bersiap-siap untuk menghadiri pengadilan parlemen mengenai masalah pembakaran istana hutan. Mereka belum apa-apa sudah merayakannya. Hari yang mereka tunggu sudah tiba. Ibu Nakhun sangat puas dengan hal ini karena keluarga kerajaan akan merasakan penderitaan.
Ibu Nakhun mengatakan kalau tahta harus diduduki oleh orang yang pantas, dan di Bhutin yang pantas menduduki tahta hanya puteranya Nakhun.
Khun Saiyood mengucapkan selamat pada Lady, karena Lady akhirnya berhasil.
Lady mengatakan selanjutnya, ia dan Saiyood akan mengontrol istana barat. Saiyood kelihatan sangat senang.
Nakhun tidak ada disana, jadi ibu bertanya dimana Nakhun dan Saiyood menjawab kalau Nakhun sedang jalan-jalan sebelum kesana. Ibu Nakhun mengerti, ia meminta Khun Saiyood menunggu kabar baik darinya.
*LOL ngakak banged ini dua orang belum menang sudah merayakan duluan HAHAAHAH

Waktu yang ditunggu-tunggu sudah tiba, semua keluarga kerajaan berkumpul untuk mendengar keputusan parlemen. Ini adegannnya cukup panjang, jadi aku persingkat saja.
Disana selain keluarga kerajaan ada pihak parlemen dan kepolisian juga. Mereka membahas mengenai kasus pembakaran istana hutan dimana tersangka utama adalah putera mahkota Inn. Sebelumnya keluarga kerajaan diminta mencari bukti sebelum keputusan dan pagi ini mereka menemukan bukti kuat untuk membuktikan kalau Inn tidak bersalah. Ibu Nakhun kelihatan tidak tenang mendengar itu.
Sekretaris kerajaan kemudian mengambil alih mengatakan kalau istana hutan adalah tempat pribadi untuk keluarga kerajaan dimana dayang dan pengawal tidak diperbolehkan masuk tanpa izin. Tim Investigasi menemukan sebuah bukti penting yang akan mengungkapkan semua, kalau Inn tidak bersalah dan ada tersangka baru.
Ibu Nakhun benar-benar kelihatan tidak tenang.

Lalu pengawal Inn membawakan bukti yang dimaksud, sebuah perhiasan emas ditemukan di tempat kejadian, dimana anggota kerajaan bukan pemilik perhiasan itu, terutama itu bukan milik Inn. Ibu Nakhun terkejut melihat perhiasan itu, ia sangat mengenalinya, tapi ia mencoba bersikap tenang.
Sekretaris kerajaan menduga kalau ada pihak yang terlibat dalam masalah ini, pemilik perhiasan itu yang masuk tanpa izin ke istana hutan. Karena mereka menemukan bukti baru, jadi mereka meminta pendapat parlemen mengenai hal ini.
Pihak parlemen berdiskusi mengenai masalah itu dan mengambil keputusan kalau mereka harus menemukan pemilik perhiasan itu, jadi keputusan hari ini akan ditunda sampai pemilik perhiasan itu ditemukan, mereka melakukan invertigasi ulang.

Keluarga kerajaan lega mendengar hal itu, karena mereka yakin Inn tidak bersalah. Nakhun juga kelihatan tersenyum karena ia tahu kebenaran semuanya. Yang berwajah masam cuma ibunya Nakhun HAHAHHAHAHAHA.

Ibu Nakhun kembali ke kediamannya dengan marah, ia bahkan melempar jubahnya. Nakhun mengikutinya dari belakang. Nakhun menahan ibunya agar tidak mengamuk, tapi ibunya meronta.Khun saiyood datang kemudian, bertanya apa yang terjadi.
Ibu Nakhun sangat marah pada dayangnya, ia bertanya dimana perhiasan yang ia berikan pada dayang sebelumnya. Mendengar itu, Saiyood berlutut meminta maaf pada Ibu Nakhun karena ia kehilangan perhiasan itu, ia sudah lama ingin meminta maaf tapi ia belum menemukan waktu yang tepat. Ia ingin ibu Nakhun mengampuninya.
Ibu Nakhun benar-benar marah dan menampar Saiyood, Nakhun mencoba menghentikan ibunya.


Ibu Nakhun berteriak, bagaimana bisa aku mengampunimu?! Tahtaku! Rencanaku! Semuanya berjalan dengan baik kecuali perhiasan sialan itu! Aku seharusnya tidak memberikan perhiasan itu padamu!
Ibu Nakhun kalau marah sangat menyeramkan, ia seperti akan memakan Saiyood bulat-bulat dan akan membunuhnya, Nakhun mencoba sekuat tenaga mengentikan ibunya, meski tangan kirinya masih di gips.
Ibu Nakhun mengamuk, Nakhun mencoba menghentikannya, meminta ibunya berhenti. Tapi ibunya tetap ingin membunuh saiyood.
Nakhun meminta ibunya mendengarnya, untuk tidak menyalahkan siapapun, ia ingin ibunya menerima kenyataan kalau ibunya lah yang membuat semua masalah ini. Ia memohon pada ibunya untuk tidak menyalahkan siapapun.

Ibu Nakhun masih marah, saking emosinya, ia menangis.
Ibu menangis memanggil nama puteranya. Ibu mengatakan kalau ia juga tidak ingin menjadi seperti ini, tapi semuanya sudah terlambat, mereka sudah gagal.
Ibu lemah, ia menangis dan Nakhun mencoba memeluknya. Ibu terduduk di lantai dan terus menangis.

Ibu Nakhun meminum obatnya agar ia merasa lebih tenang. Setelah mereka cukup tenang, Sekretaris kerajaan datang. Ibu Nakhun benar-benar terlihat takut. Ibu mengatakan melihat sekretaris kerajaan mengunjunginya seperti ini, sepertinya ada masalah yang sangat penting.
Sekretaris kerajaan tahu kalau ibu Nakhun mengerti kenapa ia datang, ia mengatakan kalau ia ingin bicara secara pribadi, jadi Saiyood meninggalkan mereka.
Setelah Saiyood pergi, ia mulai membicarakan masalah putera mahkota Inn yang dituduh sebagai tersangka pembakaran istana hutan...
Tapi belum sempat sekretaris kerajaan menyelesaikan kalimatnya, ibu Nakhun bangkit, karena tersinggung sekretaris kerajaan seolah-olah ingin mengatakan kalau ia menjebak Inn.
Nakhun mencoba menenangkan ibunya.

Sekretaris kerajaan kemudian melanjutkan kalimatnya, kalau mereka juga melakukan inverstigasi pada hal lain, yang menyebarkan gambar dan video mengenai puteri mahkota, mereka sudah mengumpulkan semua dan mengembalikan bukti pada Nakhun. Jadi hal ini tidak akan mempengaruhi image Nakhun kedepannya. Nakhun berterimakasih pada Sekretaris kerajaan. Ia mengatakan kalau ia tidak ingin puteri mendapatkan masalah lagi karena hal itu.
Karena masalah ini sudah menunjukkan titik terangnya, dan siapa pelakunya sudah ketahuan, perdana menteri dan parlemen ingin masalah ini menjadi masalah internal kerajaan, jadi tidak akan disebar keluar. Jadi mereka ingin ibu Nakhun bekerja sama agar tidak keluar istana sebelum masalah ini selesai, termasuk Khun Saiyood.
Ibu Nakhun masih sangat kesal dan marah pada sekretaris kerajaan yang berani memberikan perintah padanya, ia mengatakan kalau Inn lah yang bersalah dan menyuruh mereka untuk mengontrol putera mahkota sebelum berani memerintahnya.
Nakhun benar-benar kesal pada ibunya, ia akhirnya meninggikan suaranya meminta ibunya berhenti. Ia mengatakan mereka harusnya berterimakasih pada sekretaris kerajaan, karena ia mengerti apa yang diinginkan sekretaris kerajaan adalah hal baik untuk mereka.
Ibu Nakhun tidak mengerti kenapa Nakhun malah membela musuh mereka.

Jadi aku nangkepnya gini, pihak kerajaan ingin ini jadi masalah internal, jangan tersebar keluar, karena kalau tersebar keluar image Nakhun dan Lady akan jelek, karena ingin merebut tahta. Jadi mereka ingin Nakhun dan ibunya bekerja sama jangan sampai hal ini bocor ke publik, demi kebaikan mereka juga sih.
Ibu Nakhun benar-benar sesuatu banged. Dia nggak terima kalah, udah bagus mereka nggak dihukum penjara karena kesalahan mereka.

Malam harinya, Raja ada di ruang kerjanya dan Ratu datang menemuinya, karena Raja bekerja sampai larut malam. Raja mengatakan setelah keputusan besok, mereka masih punya hal lain yang harus dilakukan, jadi ia menyiapkan dokumennya.
Ratu mengatakan mengenai hasil keputusan besok, ia harap tidak ada kesalahan. Raja menatap istrinya, meminta maaf dengan apa yang terjadi.
Ratu bertanya kenapa Raja berfikir kalau ini adalah salahnya sampai harus meminta maaf seperti itu.
Raja hanya diam. Ratu menggenggam tangan Raja dan mengatakan kalau mereka semuanya belajar dari masalah ini, terutama Inn. Ia melihat Inn bersikap dewasa belakangan ini.
Raja berkata, kita, sebelum kita tahu mana yang benar dan yang salah, kita menghabiskan banyak waktu untuk itu. Tapi bagi orang lain, mungkin menghabiskan selruh hidupnya untuk mengetahuinya.

Keesokan harinya, keluarga kerajaan minus Ibu Nakhun dan Nakhun berkumpul lagi untuk mendengarkan keputusan parlemen. Karena Inn tersangka, jadi dia tak ada disana.
Mereka memulai pembuktiannya disana, bukti perhiasan di keluarkan, mereka memanggil dayang Khaning, Ratree, Dahla dan Cha Im, ketiganya ditanya apakah mereka pernah melihat perhiasan itu dan ketiganya mengatakan kalau itu adalah milik Khun saiyood. Mereka tahu karena Saiyood selalu mengenakannya.
Inn kemudian masuk ke ruangan untuk ditanyai mengenai alasannya kenapa Inn datang ke istana hutan malam itu. Inn mengatakan kalau ia mendapat pesan dari Khaning memintanya bertemu.
Sekretaris mengatakan kalau mereka sudah mengecek, Khaning tidak mengirim pesan itu pada Inn. Untuk membuktikannya, mereka mengecek CCTV dan kelihatan Saiyood menyentuh HP kHaning di hari kejadian, dimana ia menemui puteri untuk memberikan tonik.
Ibu Suri kelihatan cukup kaget melihat Saiyood terlibat dalam masalah ini.

Parlemen mengatakan kalau urusan itu seharusnya tidak dilakukan oleh Saiyood apalagi mengatasnamakan perintah Lady (mengantar tonik), mereka bertanya-tanya siapa yang memerintahkan Saiyood melakukan itu.
Mereka kemudian membahas mengenai penyebar video dan foto yang menyebabkan masalah pada putera dan puteri mahkota, mereka sudah mengirim ke parlemen untuk ditindak lanjuti.
Untuk saat ini, tugas parlemen adalah mengumumkan pada masyarakat kalau parlemen hanya mengurusi masalah pembakaran istana hutan, jadi Inn dibebaskan dari segala tuduhan. Keluarga kerajaan sangat senang mendengar hal itu, Inn dinyatakan tidak bersalah.
Mengenai masalah Lady, Nakhun dan Saiyood, parlemen meminta keluarga kerajaan untuk ikut ambil bagian mengambil keputusan dan hal itu bisa disampaikan nanti melalui sekretaris kerajaan.
Jadi untuk kasus pembakaran istana hutan sudah selesai.
*sebenarnya aku bingung banged dengan pengadilan di drama ini, aku nggak tahu apakah pengadilan di negara kerajaan begini, tapi panjang banged ceritanya dan menurut aku kok jadi buang-buang waktu gitu (butuh kemesraan otp) HAHHAAHAHAHA. Dan masalahnya juga nggak jelas, di adegan ini, mereka nggak bilang kalau Lady itu bersalah atas kasus ini. Tapi aku nangkepnya sih karena mereka menjadikan ini masalah internal, jadi keluarga kerajaan ikut ambil bagian bagaimana menghukum Lady, Nakhun dan Saiyood.

Raja di ruangan kerjanya, memikirkan mengenai apa yang harus ia lakukan pada Nakhun dan ibunya. Ratu kemudian masuk dan tahu kekahwatiran Raja.
Raja bertanya apa yang harus ia lakukan mengenai masalah ini, ia meminta pendapat Ratu.
Ratu mengatakan ia ingin keputusannya adil, tapi tetap menjaga kehormatan Nakhun dan ibunya. Nakhun dan ibunya adalah keluarga dekat mereka, tapi jika hukumannya terlalu lemah, itu juga tidak baik. Menurutnya Ibu Nakhun memang tidka punya hati melakukan semua ini, tapi jika mereka melihat dari sisi lainnya,  ia hanya seorang ibu yang sangat mencintai puteranya. Meski yang ia lakukan bukan hal baik,  tapi semuanya karena cinta. Orang selalu melakukan hal yang salah jika berhubungan dengan cinta.
Raja tersenyum mendengar pendapat Ratu.
Ia berdiri dan menggenggam tangan Ratu, ia mengerti apa yang Ratu maksud, ia berterima kasih atas kebaikan Ratu padanya selama ini.
Ratu tersenyum dan meminta suaminya menjaga kesehatan.

Di kediaman ibu Nakhun, Saiyood ditangkap.
Pihak pengadilan juga membacakan keputusan mengenai hukuman Nakhun dan ibunya yaitu istana kediaman mereka akan ditutup, sepertinya posisi Nakhun dan ibunya juga dicabut (sebelumnya kan nama mereka dipulihkan jadi boleh tinggal diistana).
Dan keduanya harus meninggalkan Bhutin sesegera mungkin.
Ibu Nakhun sangat shock, ia mulai gemetar dan memanggil puteranya.

Nakhun segera datang untuk menenangkan ibunya. Mereka memberikan dokumen keputusan itu pada Nakhun.

 
Nakhun membaca sendiri keputusan kerajaan, dimana kerajaan memberikan sebuah rumah di Boston untuk ia dan ibunya, mereka harus pindah kesana. Kerajaan akan memberikan tunjangan pada Nakhun sampai Nakhun menyelesaikan sekolahnya.
Ibu Nakhun yang mendengarkan hal itu langsung sesak nafas, Nakhun menenangkan ibunya. Saiyood mengkhawatirkan Ibu Nakhun tapi ia tidak dilepaskan oleh mereka dan menyeretnya keluar.
Ibu Nakhun sakit kepala dan pingsan karena shock. Nakhun  terkejut dan mengkhawatirkan ibunya, ia berteriak pada pengawal untuk meminta pertolongan, tapi tidak ada yang datang. Nakhun terus memanggil ibunya.
*sedih juga sih bagian ini, kasian Nakhun-nya T____T Kenapa nggak ada yang datang HUWAAAAAAAAAAAAAAAAA

Setelah semua masalah selesai dengan baik, akhirnya upcara penyerahan tahta dilaksanakan.
Raja menyerahkan tahtanya pada Inn, Inn resmi menjadi Raja Bhutin. semua keluarga kerajaan sangat senang melihat Inn akhirnya mendapatkan tahtanya.

Share:

2 comments:

  1. endingnya mengecewakan dan aneh.

    ReplyDelete
  2. oh itu penyerahan takhta ya.. kirain mengukuhkan kembali posisi in sbg putra mahkota..
    nah ratunya Inn kok gak dibawa pulang yaa.. hihi

    ReplyDelete

Translate

Follow by Email

NOTE:

DILARANG RE-UPLOAD / COPY PASTE TULISAN DI BLOG INI!

JIKA INGIN SHARE, CUKUP LINK KE POSTINGANNYA SAJA, BUKAN ISINYA!


Follow Clover Blossoms on Twitter

[Trivia] Japanese Movie Recommendations List

Karena ada banyak yang menanyakan rekomendasi untuk J-Movie, jadi aku memutuskan untuk membuat list rekomendasi Japanese Movi...

Recent Posts

Recent Posts Widget

Popular Posts This Week

Actor / Actress

Airi Matsui Ando Sakura Anna Ishii Aoi Miyazaki Aoi Morikawa Aoi Wakana Aoi Yu Aom Sushar Araki Yuko Bebe Tanchanok Chen Duling Chiba Yudai Chinen Yuri Choi Ara Daiki Shigeoka Dori Sakurada Eikura Nana Eita Elaiza Ikeda Fukushi Sota Fuma Kikuchi Fumi Nikaido Furuhata Seika Gao Zhi Ting Go Kyung Pyo Gong Yoo Gou Ayano Han Seung Yeon Han Yeri Hana Sugisaki Haru Kuroki Haruka Fukuhara Haruma Miura Haruna Kawaguchi Hasegawa Hiroki Hashimoto Ai Hashimoto Kanna Hayami Akari Hayato Isomura Hikari Mitsushima Hirano Sho Hiroki Narimiya Hirose Alice Hirose Suzu Honoka Yahagi Horii Arata Hu Yi Tian Hwang Jung Eum Hyeri Igawa Haruka Imada Mio Inoue Mao Ishihara Satomi Jang Se Hyun Jeon Ji Hyun Ji Soo Ji Woo Joo Won Jun Shison Jung Ryu Won Jung So Min Kaku Kento Kamiki Ryunosuke Kaname Jun Kanichiro Kasumi Arimura kawakami juria Kei Tanaka Kengo Kora Kentaro Kento Hayashi Kento Nagayama Kim Go Eun Kim Ji Won Kim Min Suk Kim So Hyun Kim Soo Hyun Kim Tae Ri Kim Woo Bin Kim Yoo Bin Kim Yoo Jung Kim Yoo Mi Kinami Haruka Kitamura Takumi Kiyohara Kaya Kiyohara Sho Komatsu Nana Koseki Yuta Kou Shibasaki Kubota Sayu Kudo Asuka L Lee Bo Young Lee Chung Ah Lee Dong Hwi Lee Dong Wook Lee Gi Kwang Lee Jong Suk Lee Joon Lee Soo Hyuk Lee Yoo Jin Mackenyu Mahiro Takasugi Maika Yamamoto Maki Horikita Mamiya Shotaro Marie Itoyo Masahiro Higashide Masaki Okada Masaki Suda Masataka Kubota Matsumoto Jun Mayu Matsuoka Mei Nagano Mikako Tabe Mike D angelo Min Do Hee Minami Hamabe Mio Yuki Mirai Moriyama Mirai Shida mirai suzuki Mitsuki Takahata Mitsushima Shinnosuke Miwa Miyu Yoshimoto Mizuki Yamamoto Moe Arai Mone Kamishiraishi Mugi Kadowaki Nadine Lustre Nagasawa Masami Nakajima Kento Nakamura Tomoya Nao Nao Matsushita Nijiro Murakami Nounen Rena Osamu Mukai Otani Ryohei Park Bo Gum Park Eun Bin Park Hae Jin Park Seo Joon Park Shin Hye Pattie Ungsumalynn Phan Pagniez Reina Visa Rena Matsui Riho Yoshioka Rina Kawaei Ryo Ryusei Ryo Yoshizawa Ryoma Takeuchi Ryota Katayose Ryu Hwa Young Ryu Jun Yeol Sagara Itsuki Sairi Itoh Saito Takumi Sakaguchi Kentaro Sakuma Yui Sakurako Ohara Sato Kanta Satoshi Tsumabuki Seino Nana Seo Hyun Jin Seto Koji Shen Yue Shim Eun Kyung Shimon Okura Shin Hyun Soo Shirota Yuu Shohei Miura Shono Hayama Shuhei Nomura Shunya Shiraishi sometani shota Son Seung Won Song Ha Yoon Suga Kenta Sun Woong Suzuki Ryohei Suzy Taiga Taishi Nakagawa Takahashi Issei Takanori Iwata Takayuki Yamada Takeru Sato Takuya Kusakawa Tamaki Hiroshi Tao Phiangphor Tasuku Emoto Tomoshita Yamashita Tori Matsuzaka Toyokawa Etsushi Tsubasa Honda Tsuchiya Tao Ueno Juri Yamazaki Kento Yamoto Yuma Yo Oizumi Yoo In Na Yoo Seung Ho Yook Sung Jae Yoon Park Yoon So Hee Yoshine Kyoko Yosuke Sugino Yu Aoi yua shinkawa Yui Aragaki Yuina Kuroshima Yuki Furukawa Yuki Izumisawa Yuki Yamada Yukino Kishii Yuko Oshima Yuna Taira Yuriko Yoshitaka Yuta Hiraoka Yuya Matsushita Yuya Yagira

Drama / Movie

99.9 A Love So Beautiful A Story of Yonosuke Age of Youth 2 Always Sunset on Third Street amachan Anikoma Anohana Anone Ao Haru Ride Arbitratily Fond Asa ga Kita Ashi Girl At Cafe 6 Beppin-San Biscuit Teacher and Star Candy Bittersweet Boku Dake ga Inai Machi Boku no Ita Jikan Boukyaku no Sachiko Bubblegum Cafe Waiting Love Carnation Chia Dan Chihayafuru Chugakusei Nikki Churasan Crybaby Pierrot's Wedding Crying Out Love in the Center of the World Daily Lives of High School Boys Dating DNA Departures Eulachacha Waikiki Evergreen Love Father is Strange Fight Fleet of Time Forever Young Frankenstein no Koi From Five to Nine Gakko no Kaidan Gegege no Nyobo Gochisousan God Gift Good Morning Call Good Morning Call 2 Goon Ju Hana and Alice Hana Nochi Hare Hanako to Anne Hanbun Aoi Haruchika Hirunaka no Ryuusei Hirune Hime Hiyokko Honey and Clover Hot Road Hyouka I Love You in Tokyo I Want to Eat Your Pancreas If We Were A Season Itakiss LIT Itakiss LIT S2 Itakiss Movie Kahogo no Kahoko Kakegurui Kaze no Haruka Keiji Yugami Kidnap Tour Kiki Delivery Service Kimi no Na Wa Kingyo Club Kiss Me Thailand Koe no Katachi Koinaka Kuragehime Linda Linda Linda Little Forest Love Letter Lucky Romance Ma Boy Man From The Stars Manpuku March Comes in Like a Lion Mare Massan May Who? Meteor Garden 2018 Moriyamachu Driving School My Huckleberry Friends My Husband Can Not Work My Little Sweet Pea My Old Classmate Nagi no Asukara Narratage Natsuzora Nodame Cantabile Oboreru Knife Ohisama Omotesando On The Wings of Love One Million Yen Girl One Week Friends Operation Love Orange Orange Days Ore Monogatari Our Little Sister Our Times Peach Girl Pinocchio Princess Hours Thailand Rage Rainbow Song ReLIFE Reply 1988 Romance Full of Life Sannin No Papa she was pretty Shigatsu wa Kimi no Uso Sing Salmon Sing Solanin Sound of Your Heart Splish Splash Love Ssam My Way Strobe Edge Sukina Hito ga Iru Koto Teiichi no Kuni Tenno no Ryoriban The 100th Love The Anthem of the Heart The Best Hit The Great Passage The Left Ear The Woodsman and The Rain The World of Us Today's Kira-kun Todome no Kiss Toki wo Kakeru Shojo Tokyo Tarareba Girls Tomorrow Cantabile Tonari no Kaibutsu-kun Toto Nee Chan Twenty Years Old Twilight Saya in Sasara Uchiage Hanabi Under the Hawthorn Tree Unnatural Wakamonotachi Warotenka We All Cry Differently What A Wonderful Family While You Were Sleeping Wise Prison Life Wood Job Yellow Elephant Yesterday Once More Your Lie in April Youth Over Flowers

Blog Archive

Recent Comments

Random Posts