Sunday, 24 December 2017

[Sinopsis] A Love So Beautiful Episode 20-1


Aku cukup bingung saat menonton episode 20 ini. Banyak bagian yang aku tidak mengerti, bahkan setelah aku renungkan, aku juga nggak ngerti LOL. Apalagi ending episode ini.
Belakangan plot drama ini agak gimanaaaa gitu, rasa kehilangan kendali.


To Our Pure Little Beauty Episode 20: Long Time No See

Episode 20 dimulai dengan adegan Wu Bo Song dibandara, ia dikejar oleh 3 fansnya untuk minta tanda tangan. Tapi Bo Song menolak karena ia sedang buru-buru, ia mengatakan akan bertemu dengan presiden fanclub Bo song yang membuat ketiga fans bingung, karena fanclub Bo Song isinya hanya mereka bertiga HAHAHHAHAHAHAA.
Tentu saja maksud Bo Song adalah Chen Xiao Xi. Bo Song sejak kemenangannya dalam kompetisi nasional menjadi cukup populer dan sibuk. Ia bahkan sekarang sudah punya manager sendiri. Ia sedang dalam mobil bersama managernya dan meminta managernya langsung ke tempat Xiao Xi, ia akan membawa mobil bersamanya. Manager mengeluh karena di daerah sana sulit mendapatkan taksi, tapi ia berharap kencan Bo Song dan Xiao Xi lancar dan mereka segera punya baby HAHAHAAAHHAHA.

Bo Song tiba di perusahaan tempat Xiao Xi bekerja dan langsung menelponnya, ia ingin mengajak Xiao Xi ikut bersamanya, karena Lu Yang mengajaknya memilihkan cincin pernikahan. Xiao Xi mengeluh mengatakan Jing Jing tidak suka hal-hal yang terlalu mewah (cincin pernikahan) dan Bo song bertanya bagaimana dengan Xiao Xi. Xiao Xi langsung menjawab ia suka yang permatanya besar HAHHAHAHA.
Xiao Xi dan Bo Song asik bicara saat ada panggilan masuk ke HP Xiao Xi jadi ia harus memutuskan telpon dengan Bo Song. Tak lama kemudian Xiao Xi tampak berlari menemui Bo Song dengan wajah khawatir, karena ayahnya masuk rumah sakit.
Xiao Xi dan Bo Song langsung ke rumah sakit, Xiao Xi turun duluan karena Bo Song harus memarkir mobilnya. Xiao Xi berlari masuk ke rumah sakit dan ia tampak sangat panik.

Ternyata itu rumah sakit yang sama dengan tempat Jiang Chen sekarang bekerja. Jiang Chen sedang bersama rekan kerjanya yang memujinya karena Jiang Chen sudah dipromosikan menjadi direktur. Saat mereka bicara, Jiang Chen melihat Xiao Xi berlari, tapi saat itu Jiang Chen masih agak ragu, apakah dia salah lihat atau bagaimana.
Jiang Chen dan temannya menghadari rapat tapi Jiang Chen sama sekali tidak konsentrasi karena tadi melihat Xiao Xi. Ia memutuskan keluar untuk mencari Xiao Xi. Jiang Chen berlari kesana kemari mencari Xiao Xi dan tak lama kemudian ia melihat Xiao Xi sedang berjalan dengan sebuah kertas di tangannya.
Keduanya bertemu di lobi rumah sakit, saling menatap satu sama lain.

Bo Song datang setelah memarkir mobilnya dan melihat keduanya. Ia tak peduli pada Jiang Chen dan langsung menemui Xiao Xi untuk bertanya bagaimana keadaan ayah Xiao Xi.
Jiang Chen menyapa mereka dan Bo Song hanya menjawab sudah lama nggak melihat Jiang Chen. Xiao Xi menunduk saja. Seorang perawat mendekati mereka dan Bo Song bertanya dimana tempat pembayaran, tapi si perawat malah mau meminta tanda tangan Bo Song.
Xiao Xi mengatakan kalau ayahnya terluka dan sedang menunggu untuk operasi. Perawat mengatakan kalau mereka tak bisa mendahulukan operasi ayah Xiao Xi karena ruang operasi sudah di booking jadi harus menunggu sekitar seminggu. Xiao Xi dan Bo Song bertanya apakah boleh mendahulukan ayahnya tapi itu diluar kuasa perawat.
Xiao Xi dan Bo Song sibuk dengan perawat dan benar-benar cuek pada Jiang Chen. Jadi Jiang Chen memutuskan meninggalkan mereka. Xiao Xi menatap Jiang Chen yang pergi.

JIang Chen ternyata menemui rekan kerjanya tadi untuk memintanya mengoperasi ayah temannya. Temannya awalnya menolak tapi Jiang Chen mengatakan ia akan menggantikan tugas temannya itu selama seminggu kedepan. Temannya memanfaatkan situsi itu dan meminta 2 minggu pada Jiang Chen. Jiang Chen setuju menggantikan tugas si dokter wanita selama 2 minggu.

Lu Yang dan Jing Jing datang ke rumah sakit untuk menjenguk ayah Xiao Xi, mereka bertemu dengan Jiang Chen di lorong.
Lu Yang menyapanya dengan sedikit kesal, Dokter Jiang, kau ternyata masih tahu jalan pulang?
Jiang Chen menyapa mereka. Jing Jing kelihatan tidak suka pada Jiang Chen.
Lu Yang kesal, karena kau putus dengan Xiao Xi, jadi kau juga putus hubungan dengan kami? (Intinya selama ini Jiang Chen juga ga ada menghubungi Lu Yang dkk).
Jiang Chen berfikir akan awkward kalau menghubungi mereka dan Jing Jing bertanya, apanya yang awkward kalau menghubungi kami? Kau pasti berfikir kalau Xiao Xi dan Bo Song sudah bersama, kan?
Jiang Chen bertanya apakah mereka benar-benar jadian dan Jing Jing mengatakan ia tak akan memberitahu Jiang Chen. Jing Jing mengajak Lu Yang meninggalkan Jiang Chen karena Jing Jing malas melihat Jiang Chen.
JIng Jing dan Lu Yang pergi, Lu Yang masih kesal pada Jiang Chen dan mengatakan kalau Jiang Chen sangat menyebalkan.
*Meh, jadi selama ini Jiang Chen nggak ada menghubungi mereka? PARAH BANGED.

Xiao Xi sedang menunggu taksi saat mobil putih Jiang Chen melewatinya. Jiang Chen berhenti dan bertanya dia mau kemana. Xiao Xi mengatakan ia akan pulang untuk mengambil beberapa barang keperluan ayah dan ibunya.
Jiang Chen menawarkan untuk mengantar Xiao Xi, tapi Xiao Xi menolak. Jiang Chen tetap memaksa dan bahkan bertanya dimana Xiao Xi tinggal sekarang. Xiao Xi kesal dan mengatakan kalau Jiang Chen tak perlu mengantarnya.
Jalan itu hanya satu arah dan hanya muat satu mobil, jadi ada mobil yang mengantri dibelakang dan mulai marah karena mobil Jiang Chen nggak jalan-jalan. Xiao Xi kesal sekali dan terpaksa naik ke mobil Jiang Chen.
Awalnya ia masu duduk di kursi belakang, tapi penuh dengan barang dan ia tak punya pilihan selain duduk di depan.

Xiao Xi dan Jiang Chen dijalan. Xiao Xi terus menatap Jiang Chen yang mengemudi dan Jiang Chen menyuruhnya memakai sabuk pengaman. Xiao Xi akan memakainya tapi ia kesulitan dan Jiang Chen membantunya, tapi Xiao Xi pikir Jiang Chen akan melakukan sesuatu jadi ia teriak HAHAHHAHHAHA. Xiao Xi gugup banged sama mantan pacar. *btw gue benci banged sama mantan pacar yang hadir kembali dalam kehidupan setelah nggak ada kabar bertahun-tahun HAHAHHAHA.
Jiang Chen kembali menyetir dan meminta Xiao Xi mengambilkan obat maag untuknya. Xiao Xi menurut. Xiao Xi terlihat sedikit khawatir pada Jiang Chen yang makan obat maag dan bertanya bagaimana keadaan Jiang Chen.
Jiang Chen mengatakan kalau ia tidak punya waktu untuk makan hari ini, jadi lambungnya sakit. Xiao Xi mengkhawatirkan makan Jiang Chen dan Jiang Chen mengatakan ia akan pulang dan memasak mie malam ini.
*Aigoooo, dokter harusnya tahu kesehatan donk, udah ga makan seharian trus pulang makan mie? ZzzzzzzzZzz

Jiang Chen mengantar Xiao Xi sampai ke apartemen dimana ia tinggal sekarang. Xiao Xi masih mengkhawatirkan Jiang Chen dan memutuskan mengajaknya ke rumah, ia akan memasakkan mie untuk Jiang Chen.
Jiang Chen mengatakan kalau dari sini ke rumahnya hanya butuh waktu 30 menit, jadi ia pulang saja. Xiao Xi sendiri mengatakan dari sini ke rumahnya hanya butuh waktu 1 menit.
Jiang Chen akhirnya setuju makan di rumah Xiao Xi. LOL. Bilang aja lu seneng mas HAHAHHAHAHAHHAHA.

Xiao Xi dan Jiang Chen di rumah Xiao Xi. Xiao Xi memberikan air hangat padanya dan ia mulai memasak mie di dapur. Jiang Chen terus menatap Xiao Xi yang sedang memasak. huhuhuhuhuhu. Jiang Chen ganteng HHAHAAHAHHA.
beberapa menit kemudian, Xiao Xi selesai memasak dan ke ruang tamu menemui Jiang Chen, tapi Jiang Chen sudah tidur di sofa. Xiao Xi menatapnya dan mencoba membangunkannya, tapi Jiang Chen tidak bangun.
Karena Jiang Chen tampak kelelahan, Xiao Xi memutuskan membiarkannya tidur. Xiao Xi duduk menonton acara bola di TV. Sebenarnya Jiang Chen membuka matanya, dia cuma pura-pura tidur saja, ia masih ingin lama-lama disana.

waktu berlalu, Jiang Chen akhirnya bangun. Ia hanya menatap Xiao Xi yang menonton dan aku merasa kalau Xiao Xi pikirannya sama sekali nggak ke Tv.
Suasana sangat awkward saat Jiang Chen mulai makan. Mereka berdua hanya diam saja, seolah banyak yang ingin mereka bicarakan tapi tidak bisa mengatakannya.
Jiang Chen menyelesaikan makannya dengan cepat dan ia akan pulang, sebelum pulang ia mengomentari kalau mie buatan Xiao Xi terlalu asin HAAHHAAHAHHAH.

Keesokan harinya, Jiang Chen menyapa ibu Xiao Xi saat ayah sudah masuk ke ruang operasi. Ibu senang sekali melihat Jiang Chen lagi, karena sudah bertahun-tahun ia tak melihat Jiang Chen, ia memuji Jiang Chen semakin keren sekarang.
Jiang Chen memperkenalkan temannya yang akan mengoperasi ayah Xiao Xi hari ini, ibu terkejut karena dokter itu sangat muda dan terlihat menjanjikan. Dokter wanita itu sepertinya terkenal, dia adalah legenda rumah sakit itu, atau semacamnya HAHHAHAA.
Dia dan Xiao Xi sempat saling pandang dan sepertinya wanita itu cepat paham siapa Xiao Xi.

Saat menunggu ayah dioperasi, Xiao Xi mendapat telpon dari Bo Song. Ia meninggalkan ibunya dan Jiang Chen untuk mengangkat telpon itu. Jiang Chen menatapnya (dia masih penasaran sudah sejauh apa hubungan Xiao Xi dan Bo Song).
Xiao Xi menjawab telpon Bo Song yang menanyakan operasi ayah Xiao Xi dan ingin datang. Xiao Xi mengatakan Bo song tidak perlu datang karena ini hanya operasi kecil. Bo Song tetap ingin datang karena ia merasa tak tenang,
Xiao Xi mengatakan sebaiknya Bo Song jangan datang karena kalau Bo song ke rumah sakit, para perawat muda akan mengelilinginya LOL. Bo Song mengerti.

Xiao Xi kembali ke tempat duduknya saat ibu mendesah karena teringat saat Xiao Xi dan Jiang Chen pacaran dulu, mereka bahkan tak punya waktu untuk mengobrol. Tapi sekarang, mereka malah diberi kesempatan seperti ini. Ibu menyalahkan takdir yang mempermainkan mereka.
Xiao Xi diam saja. Jiang Chen mengatakan saat itu ia masih terlalu muda dan tidak tahu cara lebih menghargai Xiao Xi.
Ibu mengatakan kalau itu bukan kesalahan Jiang Chen, tapi puterinya yang tidak mempunyai keberuntungan. LOL.
Xiao Xi diam saja.

Operasi sudah selesai dan ibu khawatir sekali menunggu di luar. Ibu menggenggam tangan Xiao Xi sangat erat sampai Xiao Xi kesakitan. Saat dokter keluar, dokter mengatakan kalau operasinya sukses. Ibu sangat bersyukur dan berterima kasih pada dokter, ia menggenggam tangan dokter itu.
Jiang Chen mendekati Xiao Xi dan berbisik kalau ibu pasti menggengam tangan dokter dengan erat seperti tadi dan Xiao Xi panik, mengajak ibunya segera melihat keadaan ayah. Tapi ibu malah mengatakan kalau ayah pasti belum sadar, ngapain cepat cepat kesana wkkwkwkwkwkw.
Karena dokter masih ada jadwal operasi, dia pergi duluan dan meninggalkan mereka. Ibu ingin berterima kasih pada dokter dan mengajaknya ke rumah, ia akan memasakkan makanan untuk dokter.
Ibu sepertinya juga ingin mengajak Jiang Chen ke rumah atau mungkin masih ingin membahas hubungan Xiao Xi dan Jiang Chen (?), jadi Jiang Chen berbisik pada Xiao Xi, meminta Xiao Xi menyelamatkannya.
Xiao Xi tak punya pilihan dan mengatakan kalau Jiang Chen masih ada tugas, ia mengajak ibunya segera ke ruangan ayah. Ibu mengerti.
Ayah kemudian keluar dari ruang operasi dan ibu langsung memegang wajah ayah, untuk menyuruhnya bangun HAHAHAHA.

Xiao Xi berterima kasih pada Jiang Chen untuk hari ini. Sepertinya Xiao Xi masih ingin bicara pada Jiang Chen, berdua, tapi Jiang Chen mengatakan kalau ia masih ada tugas dan tersenyum mengejek meninggalkan Xiao Xi (karena tadi Xiao Xi bilang sama ibunya, Jiang Chen masih ada tugas).
Xiao Xi cemberut + kelihatan sedikit malu.

Xiao Xi menemani ayahnya malam itu saat dokter teman Jiang Chen datang menemuinya.
Ia dan Xiao Xi mengobrol di ruangan ayah. Dokter penasaran sejak kapan Xiao Xi dan Jiang Chen saling kenal dan Xiao Xi mengatakan kalau mereka adalah teman satu sekolah sejak TK, SD, SMP, SMA dan Universitas. HAHAHHAAHHAHA.
Dokter cukup kagum karena mereka berdua adalah childhood sweetheart, tumbuh dengan saling melihat satu sama lain alias sama-sama tumbuh dewasa dan nggak pernah berpisah.
Xiao Xi sendiri nggak begitu tertarik membicarakan masalah itu, dan malah menguap HAHAHAHAHHAHA.
Dokter kemudian bertanya apakah Xiao Xi tahu pacar Jiang Chen dan Xiao Xi terkejut karena Jiang Chen sudah punya pacar. Dokter mengatakan kalau mungkin Jiang Chen malu membicarakan pada Xiao Xi mengenai pacarnya, karena Jiang Chen menyukai wanita yang sudah menikah.
Xiao Xi makin shock mendengarnya. Melihat reaksi Xiao Xi, dokter mengatakan ia hanya bercanda dan mengeluh karena Xiao Xi tidak punya sense of humor HAHHAHHAHAHA.

Keesokan harinya, ibu menyuruh Xiao Xi memberikan beberapa buah untuk Jiang Chen dan mengajaknya makan siang. Xiao Xi kelihatan cemberut dan ibu bertanya kenapa Xiao Xi kelihatan tidak senang, padahal ia pikir mungkin saja cinta mereka akan bersemi kembali. LOL.
Ayah menyuruh Xiao Xi jangan mendengarkan ibu, Xiao Xi harus punya harga diri dan jangan menyesali apa yang sudah ia lakukan dimasa lalu.
Xiao Xi diam saja. Ayah mengatakan kalau ia lebih menyukai anak muda yang sekarang menjadi bintang itu (Wu Bo Song). Ibu mengatakan apa bagusnya dia? Kulitnya gelap begitu. (HAHHAHHAHHAHHAHAHAHHA). Ibu juga mengatakan kalau 2 hari yang lalu ia melihat Bo Song menggoda seorang gadis di TV, memakaikan lotion.
Xiao Xi mendesah dan mengingatkan ibu kalau itu adalah pekerjaan Bo Song (bintang iklan lotion HAHHAHAHAHA).
Ibu malah tertarik, hei, dimana aku bisa melamar pekerjaan untuk memakaikan lotion pada pria tampan?
*HAHAAAHAHHAHAHA Ngakak deh mama dan papa Xiao Xi ini, nggak berubah. BTW lucu mama jadi tim Jiang Chen dan ayah jadi tim Bo Song XD

Xiao Xi akhirnya ke ruangan Jiang chen untuk memberikan buah, ia mengatakan ibunya memintanya mengantarkan itu.
Jiang Chen berterima kasih dan mengatakan kalau ia sudah melihat ayah Xiao Xi pagi ini, kondisinya sudah stabil, ayah bisa keluar rumah sakit dalam 2 atau 3 hari.
Xiao Xi mengerti. Xiao Xi meihat-lihat ruangan Jiang Chen dan mengatakan karena Jiang Chen sibuk, ia tak akan menganggu Jiang Chen. Ia berterimakasih pada Jiang Chen karena sudah membantu operasi ayahnya.
Jiang Chen terdiam, ia bahkan berhenti menulis saat Xiao Xi mengatakan itu.
saat Xiao Xi akan keluar, Jiang Chen memanggilnya. Jiang Chen bertanya apakah Xiao Xi pernah menyesali apa yang terjadi diantara mereka?
Xiao Xi mengatakan ia tak menyesalinya dan meninggalkan Jiang Chen. Jiang Chen terus menatapnya.
Jiang Chen jadi kehilangan konsentrasi setelah itu, ia bahkan menuliskan nama Xiao Xi ditempat dimana dia harus menuliskan namanya lol. (ttd laporan pasien kayaknya hHAHAHAA).



Share:

0 comments:

Post a Comment

Translate

Follow by Email

NOTE:

DILARANG RE-UPLOAD / COPY PASTE TULISAN DI BLOG INI!

JIKA INGIN SHARE, CUKUP LINK KE POSTINGANNYA SAJA, BUKAN ISINYA!


Follow Clover Blossoms on Twitter

[Trivia] Japanese Movie Recommendations List

Karena ada banyak yang menanyakan rekomendasi untuk J-Movie, jadi aku memutuskan untuk membuat list rekomendasi Japanese Movi...

Recent Posts

Recent Posts Widget

Popular Posts This Week

Actor / Actress

Airi Matsui Anna Ishii Aoi Miyazaki Aoi Wakana Aom Sushar Araki Yuko Bebe Tanchanok Chen Duling Chiba Yudai Choi Ara Dori Sakurada Eikura Nana Eita Fukushi Sota Fuma Kikuchi Fumi Nikaido Gao Zhi Ting Go Kyung Pyo Gong Yoo Gou Ayano Han Seung Yeon Han Yeri Hana Sugisaki Haruka Fukuhara Haruma Miura Haruna Kawaguchi Hashimoto Ai Hashimoto Kanna Hayato Isomura Hikari Mitsushima Hirano Sho Hiroki Narimiya Hirose Alice Hirose Suzu Honoka Yahagi Horii Arata Hu Yi Tian Hwang Jung Eum Hyeri Inoue Mao Ishihara Satomi Jang Se Hyun Jeon Ji Hyun Ji Soo Ji Woo Joo Won Jun Shison Jung Ryu Won Jung So Min Kamiki Ryunosuke Kasumi Arimura kawakami juria Kei Tanaka Kengo Kora Kentaro Kento Hayashi Kento Nagayama Kim Go Eun Kim Ji Won Kim So Hyun Kim Soo Hyun Kim Tae Ri Kim Woo Bin Kim Yoo Bin Kim Yoo Jung Kim Yoo Mi Kitamura Takumi Komatsu Nana Kubota Sayu Kudo Asuka L Lee Bo Young Lee Chung Ah Lee Dong Hwi Lee Dong Wook Lee Gi Kwang Lee Jong Suk Lee Joon Lee Soo Hyuk Lee Yoo Jin Mackenyu Mahiro Takasugi Maika Yamamoto Maki Horikita Marie Itoyo Masahiro Higashide Masaki Suda Masataka Kubota Mayu Matsuoka Mei Nagano Mikako Tabe Mike D angelo Min Do Hee Minami Hamabe Mirai Moriyama Mirai Shida mirai suzuki Mitsuki Takahata Miwa Miyu Yoshimoto Moe Arai Mone Kamishiraishi Nadine Lustre Nagasawa Masami Nao Nijiro Murakami Nounen Rena Osamu Mukai Park Bo Gum Park Eun Bin Park Hae Jin Park Seo Joon Park Shin Hye Pattie Ungsumalynn Phan Pagniez Reina Visa Rina Kawaei Ryo Ryusei Ryo Yoshizawa Ryoma Takeuchi Ryota Katayose Ryu Hwa Young Ryu Jun Yeol Sakaguchi Kentaro Sakuma Yui Sakurako Ohara Sato Kanta Satoshi Tsumabuki Seo Hyun Jin Seto Koji Shen Yue Shim Eun Kyung Shimon Okura Shin Hyun Soo Shirota Yuu Shohei Miura Shono Hayama Shuhei Nomura Shunya Shiraishi sometani shota Son Seung Won Song Ha Yoon Sun Woong Suzuki Ryohei Suzy Taishi Nakagawa Takanori Iwata Takeru Sato Takuya Kusakawa Tao Phiangphor Tasuku Emoto Tori Matsuzaka Tsubasa Honda Tsuchiya Tao Yamazaki Kento Yamoto Yuma Yoo In Na Yoo Seung Ho Yook Sung Jae Yoon Park Yoon So Hee Yoshine Kyoko Yosuke Sugino Yu Aoi yua shinkawa Yui Aragaki Yuina Kuroshima Yuki Furukawa Yuki Izumisawa Yuki Yamada Yuko Oshima Yuna Taira Yuriko Yoshitaka Yuta Hiraoka Yuya Matsushita Yuya Yagira

Drama / Movie

A Love So Beautiful A Story of Yonosuke Age of Youth 2 Always Sunset on Third Street Anikoma Anohana Anone Ao Haru Ride Arbitratily Fond Asa ga Kita Ashi Girl At Cafe 6 Beppin-San Biscuit Teacher and Star Candy Bittersweet Boku Dake ga Inai Machi Boku no Ita Jikan Boukyaku no Sachiko Bubblegum Cafe Waiting Love Carnation Chia Dan Chihayafuru Crybaby Pierrot's Wedding Crying Out Love in the Center of the World Daily Lives of High School Boys Dating DNA Departures Eulachacha Waikiki Evergreen Love Father is Strange Fleet of Time Forever Young Frankenstein no Koi From Five to Nine Gakko no Kaidan Gegege no Nyobo Gochisousan God Gift Good Morning Call Good Morning Call 2 Goon Ju Hana and Alice Hana Nochi Hare Hanako to Anne Hanbun Aoi Haruchika Hirunaka no Ryuusei Hirune Hime Hiyokko Honey and Clover Hot Road Hyouka I Love You in Tokyo I Want to Eat Your Pancreas If We Were A Season Itakiss LIT Itakiss LIT S2 Itakiss Movie Kahogo no Kahoko Kaze no Haruka Kidnap Tour Kiki Delivery Service Kimi no Na Wa Kingyo Club Kiss Me Thailand Koe no Katachi Koinaka Kuragehime Linda Linda Linda Little Forest Love Letter Lucky Romance Ma Boy Man From The Stars March Comes in Like a Lion Mare Massan May Who? Moriyamachu Driving School My Huckleberry Friends My Husband Can Not Work My Little Sweet Pea My Old Classmate Nagi no Asukara Narratage Natsuzora Nodame Cantabile Oboreru Knife Ohisama Omotesando On The Wings of Love One Million Yen Girl One Week Friends Operation Love Orange Orange Days Ore Monogatari Our Little Sister Our Times Pinocchio Princess Hours Thailand Rage Rainbow Song ReLIFE Reply 1988 Romance Full of Life Sannin No Papa she was pretty Shigatsu wa Kimi no Uso Sing Salmon Sing Solanin Sound of Your Heart Splish Splash Love Ssam My Way Strobe Edge Sukina Hito ga Iru Koto Teiichi no Kuni The 100th Love The Anthem of the Heart The Best Hit The Great Passage The Left Ear The Woodsman and The Rain The World of Us Today's Kira-kun Todome no Kiss Toki wo Kakeru Shojo Tokyo Tarareba Girls Tomorrow Cantabile Tonari no Kaibutsu-kun Toto Nee Chan Twenty Years Old Twilight Saya in Sasara Under the Hawthorn Tree Wakamonotachi Warotenka We All Cry Differently What A Wonderful Family While You Were Sleeping Wise Prison Life Wood Job Yellow Elephant Yesterday Once More Your Lie in April Youth Over Flowers

Blog Archive

Recent Comments

Random Posts