Tuesday, 12 December 2017

[Sinopsis] A Love So Beautiful Episode 13-1


Ini adalah episode dimana Jiang Chen berusaha merebut hati Xiao Xi kembali. Xiao Xi setelah kejadian itu murung banged dan nggak bersemangat, ia jadi nggak pernah tersenyum dan selalu menghindari Jiang Chen. Xiao Xi udah siap move on sih karena ia pikir Jiang Chen suka sama Li Wei, tapi susah memang ya, karena Jiang Chen selalu ada disekitar Xiao Xi dan berusaha mendekatinya lagi dengan kikuk ☺️

To Our Pure Little Beauty Episode 13

Malam harinya, anak-anak ada di bus dalam perjalanan pulang. Xiao Xi duduk disamping Bo Song, ia menangis. Jiang Chen masih duduk sama si rubah Li Wei dan menatap Xiao Xi.
Lu YAng penasaran apa yang terjadi dan akan bertanya pada Xiao Xi tapi Bo Song menatapnya tajam. Lu Yang bertanya pada JIng Jing apa yang terjadi dan Jing Jing juga tidak tahu.
Xiao Xi terus menangis dan menangis. Jiang Chen memandanginya *ck! ugh! Jiang Chen no BAKA!

Bo Song mengantar Xiao Xi pulang malam itu sementara Jiang Chen mengikuti mereka dari belakang. Setelah sampai di depan apartemen, mereka berpisah. Bo SOng mengenyuh rambut Xiao Xi dengan lembut sebelum Xiao Xi masuk ke dalam.
Saat ia akan pulang, ia berselisih dengan Jiang Chen. Bo Song menatap Jiang Chen dan mengatakan kalau ia menyukai Xiao Xi dan ia tahu Xiao Xi menyukai Jiang Chen dan ia tidak akan menahan perasaannya lagi.
Jiang Chen kesal dan menyuruh Bo Song mencobanya kalau ia bisa.
Bo Song hanya tersenyum kecil dan keduanya berpisah.
*you know, kalau akhirnya Xiao Xi sama Bo Song pasti seru banged!

Di kamarnya Xiao Xi masih menangis. Ia melihat gambar yang ia gambar, dirinya dan Jiang Chen. Xiao Xi menangis sambil merobeknya, hatinya hancur. Xiao Xi menangis terisak malam itu, tapi kenapa ortunya nggak denger ya?
Jiang Chen sendiri di kamarnya nggak bisa tidur, dia terus memikirkan Xiao Xi dan akan mengirim pesan padanya, tapi pada akhirnya ia tidak jadi mengirimnya.
Sepertinya malam itu ia tak bisa tidur.

Keesokan harinya, Xiao Xi keluar dari apartemen dengan wajah sedih. Ia membuka kunci sepedanya saat Jiang Chen keluar dari apartemen.
Jiang Chen langsung menuju sepedanya saat itu dan Xiao Xi menatapnya, tapi Xiao Xi masih marah pada Jiang Chen dan langsung meninggalkannya.
Jiang Chen terkejut dengan sikap Xiao Xi yang selama ini apapun yang terjadi selalu menunggunya. Ia sempat memanggil Xiao Xi yang cuek padanya, tapi Xiao Xi tak peduli dan berangkat duluan.

Di kelas, Li Wei membagikan hasil ujian dan seperti biasa ia selalu menuju Jiang Chen dan memujinya. Ia juga memberikan kertas ujian ke Xiao Xi dan Xiao Xi menerimanya dengan wajah cemberut, ia tak peduli pada nilainya dan langsung menutupnya.
Lu Yang melihat nilai ujiannya dan mengintip punya Jing Jing, Jing dapat 132 poin sementara ia hanya 10 poin HAHHAHAHAHAH.
Lu Yang bertanya berapa nilai Xiao Xi dan Jiang Chen menyiapkan telinganya untuk mendengarkan. Lu Yang punya ide untuk meminta Jing Jing dan Jiang Chen mengajarkan mereka, Jiang Chen setuju dengan cepat.
Xiao Xi tidak peduli dan mengatakan ia hanya mendapat 64 poin dan belajar bersama mereka tidak akan mengubah apapun, ia lebih baik belajar sendiri.
Jiang Chen terdiam.
Lu yang berkomentar pada Jing Jing, ia takut dengan suasana ini dan jing menyuruhnya diam.

Xiao Xi sedang menuruni tangga dan Jiang Chen akan naik ke tangga. Jadi ditangga itu ada jendelanya HAHHAHHAa alias lubang gitu, dari sana mereka saling melihat. Jiang Chen mencoba bersikap biasa untuk berselisih dengan Xiao Xi di tangga, tapi Xiao Xi malah kabur melewati jendela itu agar tak berselisih dengan Jiang Chen HAHAHAHAHHAHA.

Jing Jing dan Xiao Xi sedang berbelanja dan Jing Jing bertanya ada apa dengan Xiao Xi dan Jiang Chen, ia meminta Xiao Xi berhenti berpura-pura tak ada apa-apa, karena ia tak buta, ia bisa melihat kalau terjadi sesuatu diantara mereka.
Xiao Xi lemas dan dengan sedih mengatakan kalau ia ingin menyerah akan Jiang Chen. JIng Jing terkejut dan bertanya apa yang terjadi?
Xiao Xi mengatakan bukan apa-apa, ia hanya berfikir kalau Jiang Chen mungkin sudah punya orang yang ia sukai.
JIng Jing kelihatan kesal dan bertanya apakah Li Wei mengganggu mereka lagi?
Xiao Xi menghela nafas dan mengatakan bukan begitu, ia mengajak Jing Jing pergi.

Saat mereka akan keluar mini market sekolah, mereka bertemu dengan JIang Chen dan Lu Yang yang akan masuk. Lu Yang yang nggak sensitif akan situasi ini meminta mereka menunggu.
Xiao Xi yang sedang badmood meninggalkan tempat itu. KAsirnya mengejar Xiao Xi karena Xiao Xi belum membayar cemilannya padahal sudah dibuka. Jiang Chen menghentikannya dan membayarkan untuk Xiao Xi.
HAHAHHAHHAHAh please dont do this, semarah apapun kamu, jangan kabur tanpa bayar.

Xiao Xi menangis di lapangan olahraga dan Jing Jing semakin khawatir, ia meminta Xiao Xi mengatakan apa yang terjadi dan jangan hanya menangis saja.
Xiao Xi menangis sambil mengatakan kalau JIang Chen benar-benar tidak menyukainya, karena Jiang Chen sudah mempunyai seseorang yang ia sukai. Xiao Xi mengatakan ia sudah sangat gigih menunjukkan rasa cintanya tapi Jiang Chen tetap tidak menyukainya. Tak peduli apapun yang ia lakukan, Jiang Chen tidak pernah melihatnya.
Jing Jing hanya bisa menghela nafas melihat Xiao Xi. Ia sendiri juga bingung apa yang harus mereka lakukan. Karena kalau memang JIang Chen nggak suka sama Xiao Xi, mereka juga ga bisa apa-apa, karena perasaan seseorang nggak bisa diubah dengan mudah.

Lu Yang dan Jiang Chen masih di mini market. Lu Yang ingin Jiang Chen membelikannya susu tapi Jiang Chen sedang tak mood mentraktir seseorang.
Lu Yang kemudian mengatakan ia akan mengajarkan Jiang Chen bagaimana caranya menghibur seorang gadis yang sedih. Ia merasa Jiang Chen membutuhkan itu sekarang, melihat situasinya dan Xiao Xi.
Jiang Chen berfikir dan membelikan Lu Yang susu, tandanya ia butuh saran Lu Yang.

Jadi ternyata saran Lu Yang adalah membelikan makanan untuk Xiao Xi, jadi Jiang Chen kembali ke kelas dengan kantong plastik penuh makanan.
Xiao Xi sedang tidur dimejanya saat Jiang Chen datang dan memanggil nama Xiao Xi, ia meletakkan kantong plastik itu dan mengatakan itu untuk Xiao Xi.
Xiao Xi tidak bereaksi, ia terus menutup matanya.
Bo Song kemudian masuk ke kelas saat Xiao Xi terbangun dan menjatuhkan kantong plastik itu karena kena tangannya. Bo Song mencoba mengambilnya dan memberikan pada Xiao Xi. Xiao Xi dengan dingin mengatakan itu milik Jiang Chen dan menyuruh Bo Song memberikan pada Jiang Chen.
Bo Song melirik Jiang Chen dan memberikan padanya sambil tersenyum lol.
Xiao Xi menatap Jiang Chen dengan kesal. Jiang Chen kesal juga dan mengambil kantong plastik itu kemudian melemparnya pada Lu Yang HAHAAHAHHAAHHA.

Teman-teman yang lain sedang melakukan ramalan tanggal pernikahan dan bertanya apakah JIng Jing dan Xiao Xi mau mencobanya.
Awalnya JIng Jing menolak, tapi temannya mengatakan ramalannya akurat dan semua anak perempuan dikelas sudah mencoba, hanya Jing dan Xiao Xi yang belum.
Jing Jing kemudian berfikir dan akhirnya setuju. Jing Jing mendekati mereka. Temannya meminta Jing Jing memberitahu berapa goresan nama Jing Jing dan orang yang ia sukai. Jing Jing mengatakan 14 dan 32.
Temannya mulai melihat buku dan melakukan ramalannya, ia kemudian mengatakan kalau mereka pasangan yang sangat cocok, made in heaven. Jing Jing senang sekali mendengarnya.
Melihat Jing Jing happy, Lu Yang penasaran dan bertanya pada temannya apa yang mereka lakukan. Temannya mengatakan meramal pernikahan dengan goresan nama dan Lu Yang juga ingin mencoba. Ia menyebutkan goresan namanya dan orang yang ia sukai adalah 32 dan 14.

Temannya mulai meramal dan mengatakan kalau mereka ditakdirkan bersama. Lu yang senang mendengarnya. Sementara itu Wang Da yang ada disana menyadari sesuatu dan terlihat kesal.
Temannya juga menyadari sesuatu dan mengatakan kenapa Jing Jing dan Lu Yang menyebutkan jumlah goresan yang sama, ia kemudian mengejek Lu Yang, sepertinya ada sesuatu antara dia dan Jing Jing HAHHAHAHHA.
Lu Yang tentu saja senang mendengarnya. Ia kembali ke kursinya sambil senyam senyum sendiri HAHAAAHAHHA. Lu Yang pikir Jing Jing menyukainya karena orang yang dikasi Jing Jing goresan namanya ada 32, sementara Lu Yang juga ada 32 LOL, emang yang 32 cuma lu Yang? LOL.
Xiao Xi dan Bo Song bingung melihat keduanya yang senyam senyum sendiri.

Jiang Chen, Li Wei dan Jing Jing dipanggil ke ruang guru, mereka menemui wali kelas. Mereka bertiga ada siswa dengan nilai tertinggi disekolah dan sebentar lagi universitas akan membuka siswa undangan yang direkomendasikan oleh sekolah, jadi wali kelas memilih mereka bertiga.
Jing Jing bertanya apakah mereka harus menyiapkan sesuatu dan wali kelas mengatakan biasanya pihak universitas hanya melihat dari nilai ujian bagi siswa undangan. Karena sebentar lagi ada ujian tengah semester, wali kelas ingin mereka melakukan yang terbaik.
Wali kelas mengkhawatirkan Li wei karena nilainya belakangan ini tidak stabil, terakhir kali Li Wei sampai turun peringkat dan tidak ada di peringkat 10 besar. Wali kelas mengatakan kalau ujian tengah semester nanti Li Wei harus melakukan dengan baik karena itu crucial time bagi Li wei.
Ia meminta Jiang Chen dan Jing Jing untuk mengajari Li wei kalau Li wei kesulitan dalam belajarnya.

Xiao Xi sedang belajar di mejanya dan Bo Song bertanya apakah Xiao Xi bisa menyelsaikannya. Xiao Xi memindahkan kertasnya ke meja Bo Song dan mengatakan kalau ia sama sekali tak paham.
Bo Song bertanya pada Lu Yang yang sejak tadi senyam senyum, apakah Lu Yang bisa membantu. Tapi tentu saja percuma bertanya pada Lu Yang HAHAHHAHAHAHA.
Jiang Chen dan Jing Jing kembali ke kelas dan Lu Yang meminta Jiang Chen membantu Xiao Xi tapi Xiao Xi menolak dan mengatakan ia tak butuh, ia keluar meninggalkan kelas. Bo Song mengikutinya.

Bo Song memberikan minuman pada Xiao Xi dan bertanya apakah belakangan ini Xiao Xi tertekan karena belajar?
Xiao Xi khawatir karena nilainya semakin turun setiap kali ada tes. Ia bahkan tidak bisa menjawab pertanyaan umum dengan benar.
Bo Song mengatakan kalau ia akan membantu Xiao Xi dan Xiao Xi tidak terlalu berharap karena Bo Song bahkan tidak pernah ikut tes karena sibuk latihan lol.
Bo Song tertawa dan mengatakan pada Xiao Xi untuk tenang, tidak ada yang tak bisa ia lakukan.
Saat keduanya sedang ngobrol, Li Wei dan Qiao Lu lewat disana dan mepet banged sama Xiao Xi dan Bo Song. Saat itu Xiao Xi memegang botol air mineral yang tutupnya terbuka, Li Wei yang nggak lihat-lihat jalan karena sedang khawatir akan sesuatu, menabrak Xiao Xi.
Air mineral itu mengenai Li Wei, Xiao Xi panik dan segera meminta maaf. Tapi Xiao Xi malah dimarahi karena tidak lihat-lihat ada orang lewat. Bo Song kesal mendengarnya karena itu bukan sepenuhnya kesalahan Xiao Xi.
Jiang Chen yang melihat mereka pergi ke luar dan menyuruh Li Wei kembali ke dalam kelas. Li wei menurut. Xiao Xi kembali sedih dengan sikap Jiang Chen.
Bo Song khawatir dengan Xiao Xi dan mencoba menghiburnya, ia mengatakan akan membantu Xiao Xi masuk ke Universitas  TsungHUa dan Universitas Peking.
Tapi Xiao Xi benar-benar tidak bersemangat karena kejadian belakangan ini, dia sedih banged.
*awwww poor Xiao Xi.

Bo Song kemudian terlihat di ruang guru, ia menemui guru matematika dan meminta guru menjelaskan beberapa pertanyaan soal ujian sebelumnya padanya.
Semua  guru yang ada disana terkejut mendengar itu, seorang Wu Bo Song datang ke ruang guru untuk belajar.
Bo Song sendiri hanya garuk-garuk kepala dan memperkenalkan dirinya HAHHAAHAHHA.
Guru matematika mengatakan kalau menjadi siswa senior memang sangat sulit, ia mulai menjelaskan ini dan itu, Bo Song berusaha memahami dan mencatatnya.
Awwwwww Bo Song aaa~ demi Xiao Xi apapun akan dia lakukan. Tapi aku bingung, apakah yang bisa dimintai tolong cuma Jiang Chen ya, kan Jing Jing ada lol.

Jiang Chen kembali ke kelas, Xiao Xi dan Jing Jing tidak ada dimejanya. Ia menatap ke arah Lu Yang dan Lu Yang tahu apa yang diinginkan Jiang Chen. Ia mengatakan kalau mereka ke perpustakaan.
Lu Yang kemudian mengatakan sesuatu seperti mengejek Jiang Chen, ia mengatakan 'kalian berdua sama-sama menyukaiku dan aku tak bisa memilih diantara kalian.'
Jiang Chen menatap Lu Yang dengan kesal. Lu Yang mendekati Jiang Chen untuk memberi nasehat. Ia bertanya pada Jiang Chen, coba pikir, kenapa Xiao Xi pernah menyukaimu?
Jiang Chen mengerutkan keningnya, dia tak suka Lu Yang menggunakan kata 'pernah' yang artinya itu masa lalu lol.
Lu Yang bertanya, kau pikir dia masih menyukaimu? (setelah semua yang terjadi kau pikir sekarang dia masih menyukaimu?).
Jiang Chen berfikir dan akhirnya setuju HAHAAHHAH.
Lu Yang kembali ke pertanyaannya, coba pikir, kenapa Xiao Xi pernah menyukaimu?
Jiang Chen mengatakan ia tak tahu. Lu Yang tak percaya karena Jiang Chen sama sekali tak yakin kenapa Xiao Xi menyukainya. Ia bahkan mencontohkan dirinya, alasan kenapa Jing menyukainya diam-diam adalah karena dia tampan.
Jiang Chen membuat ekspresi wajah malas mendengarkan Lu Yang yang memuji diri sendiri HAHAAHAHHA.

Lu Yang kemudian melajutkan, semua gadis itu akan jatuh pada visual semua pria. Kau sebagai seorang manusia menurutku tidak punya sesuatu yang special. Tapi kenapa Xiao Xi menyukaimu? Jika bukan karena wajahmu apa kau pikir dia akan menyukaimu?
Jiang Chen diam saja mendengarkan. Lu Yang kemudian melanjutkan, btw, Wu Bo Song juga sama sekali tidak buruk. Terutama badan seorang perenang miliknya.
Jiang Chen kesal karena Lu Yang membicarakan orang lain dan menyuruhnya langsung ke inti pembicaraan ini. HAHHAHAHAHHA.
Lu Yang mengatakan kalau mereka harus menunjukkan sesuatu yang lain, selain wajah Jiang Chen, yang akan membuat Xiao Xi menemukan sesuatu pada Jiang Chen yang akan membuat Xiao Xi jatuh cinta lagi.
Jiang Chen sepertinya setuju dengan ide Lu Yang dan memikirkan pesonanya yang lain HAHAAHHAHAHA

Xiao Xi dan Bo Song sedang belajar di perpustakaan. Bo song mencoba mengajari Xiao Xi tapi tentu saja, hanya dengan sekali penjelasan dari guru Bo SOng tidak mengerti.
Jadi ia mencoba menggambar garis  dan kemudian nggak tahu mau ngapain lagi, pada akhirnya ia menghapus garisnya. HAHAHHAHAHAHA.
Sia-sia saja belajar sama Bo Song, dua orang yang sama-sama nggak mengerti ya sampai akhir juga nggak akan mengerti.

Jiang Chen ada dikamarnya saat adiknya datang dan mengatakan ia akan dikamar Jiang Chen untuk sementara.
JIang Chen menyuruh adiknya ke kamar saja kalau mau belajar tapi adiknya tidak mau karena ibu selalu mengecek kamarnya.
Adik Jiang Chen, Jiang Rui sedang memegang sesuatu dan Jiang Chen bertanya apa itu. Adiknya dengan enteng mengatakan kalau itu surat cinta. Jiang Chen terkejut, kau pikir umurmu berapa sudah menerima surat cinta begitu?
Jiang Rui menjawab enteng kalau ia cukup tampan dan populer disekolahnya HAHAHHAHAHAAH. Karena kakaknya lebih tampan ia yakin Jiang Chen juga menerima banyak surat cinta. Ia mendengar dari Xiao Xi kalau laci kakaknya penuh surat cinta. Ia bertanya bagaimana kakaknya membalas surat cinta itu?
JIang Chen cukup kaget karena adiknya sudah mengenal Xiao Xi dan kalau sampai membicarakan masalah itu artinya mereka cukup dekat.
Jiang Rui mengatakan kalau ia pikir Xiao Xi cukup cute, setelah ia besar nanti ia ingin mencari pacar seperti Xiao Xi. HAHHAHAHAHHA
Jiang Chen diam saja.
Jiang Rui kemudian membuka surat cintanya dan membacanya, Teman sekelas Jiang Rui, apa kau masih mengenalku? Sebenarnya, aku pernah ingin menyerah akan dirimu tapi saat aku melihatmu bermain hari itu....
Tiba-tiba Jiang Chen merampas surat Jiang Rui dan mengatakan kalau ia akan menyimpan itu. Ia menyuruh JIang Rui kembali ke kamarnya dan belajar HAHAHHAHAHA. IA mengatakan untuk anak seumuran Jiang Rui, belajar adalah prioritas utama.
Jiang Rui protes karena kakaknya semakin mirip ibunya. JIang Chen tak peduli dan menyuruhnya kembali ke kamarnya LOL.


Share:

0 comments:

Post a Comment

Translate

Follow by Email

NOTE:

DILARANG RE-UPLOAD / COPY PASTE TULISAN DI BLOG INI!

JIKA INGIN SHARE, CUKUP LINK KE POSTINGANNYA SAJA, BUKAN ISINYA!


Follow Clover Blossoms on Twitter

[Trivia] Japanese Movie Recommendations List

Karena ada banyak yang menanyakan rekomendasi untuk J-Movie, jadi aku memutuskan untuk membuat list rekomendasi Japanese Movi...

Recent Posts

Recent Posts Widget

Popular Posts This Week

Actor / Actress

Airi Matsui Ando Sakura Anna Ishii Aoi Miyazaki Aoi Morikawa Aoi Wakana Aoi Yu Aom Sushar Araki Yuko Bebe Tanchanok Chen Duling Chiba Yudai Chinen Yuri Choi Ara Daiki Shigeoka Dori Sakurada Eikura Nana Eita Elaiza Ikeda Fukushi Sota Fuma Kikuchi Fumi Nikaido Furuhata Seika Gao Zhi Ting Go Kyung Pyo Gong Yoo Gou Ayano Han Seung Yeon Han Yeri Hana Sugisaki Haru Kuroki Haruka Fukuhara Haruma Miura Haruna Kawaguchi Hasegawa Hiroki Hashimoto Ai Hashimoto Kanna Hayami Akari Hayato Isomura Hikari Mitsushima Hirano Sho Hiroki Narimiya Hirose Alice Hirose Suzu Honoka Yahagi Horii Arata Hu Yi Tian Hwang Jung Eum Hyeri Igawa Haruka Imada Mio Inoue Mao Ishihara Satomi Jang Se Hyun Jeon Ji Hyun Ji Soo Ji Woo Joo Won Jun Shison Jung Ryu Won Jung So Min Kaku Kento Kamiki Ryunosuke Kaname Jun Kanichiro Kasumi Arimura kawakami juria Kei Tanaka Kengo Kora Kentaro Kento Hayashi Kento Nagayama Kim Go Eun Kim Ji Won Kim Min Suk Kim So Hyun Kim Soo Hyun Kim Tae Ri Kim Woo Bin Kim Yoo Bin Kim Yoo Jung Kim Yoo Mi Kinami Haruka Kitamura Takumi Kiyohara Kaya Kiyohara Sho Komatsu Nana Koseki Yuta Kou Shibasaki Kubota Sayu Kudo Asuka L Lee Bo Young Lee Chung Ah Lee Dong Hwi Lee Dong Wook Lee Gi Kwang Lee Jong Suk Lee Joon Lee Soo Hyuk Lee Yoo Jin Mackenyu Mahiro Takasugi Maika Yamamoto Maki Horikita Mamiya Shotaro Marie Itoyo Masahiro Higashide Masaki Okada Masaki Suda Masataka Kubota Matsumoto Jun Mayu Matsuoka Mei Nagano Mikako Tabe Mike D angelo Min Do Hee Minami Hamabe Mio Yuki Mirai Moriyama Mirai Shida mirai suzuki Mitsuki Takahata Mitsushima Shinnosuke Miwa Miyu Yoshimoto Mizuki Yamamoto Moe Arai Mone Kamishiraishi Mugi Kadowaki Nadine Lustre Nagasawa Masami Nakajima Kento Nakamura Tomoya Nao Nao Matsushita Nijiro Murakami Nounen Rena Osamu Mukai Otani Ryohei Park Bo Gum Park Eun Bin Park Hae Jin Park Seo Joon Park Shin Hye Pattie Ungsumalynn Phan Pagniez Reina Visa Rena Matsui Riho Yoshioka Rina Kawaei Ryo Ryusei Ryo Yoshizawa Ryoma Takeuchi Ryota Katayose Ryu Hwa Young Ryu Jun Yeol Sagara Itsuki Sairi Itoh Saito Takumi Sakaguchi Kentaro Sakuma Yui Sakurako Ohara Sato Kanta Satoshi Tsumabuki Seino Nana Seo Hyun Jin Seto Koji Shen Yue Shim Eun Kyung Shimon Okura Shin Hyun Soo Shirota Yuu Shohei Miura Shono Hayama Shuhei Nomura Shunya Shiraishi sometani shota Son Seung Won Song Ha Yoon Suga Kenta Sun Woong Suzuki Ryohei Suzy Taiga Taishi Nakagawa Takahashi Issei Takanori Iwata Takayuki Yamada Takeru Sato Takuya Kusakawa Tamaki Hiroshi Tao Phiangphor Tasuku Emoto Tomoshita Yamashita Tori Matsuzaka Toyokawa Etsushi Tsubasa Honda Tsuchiya Tao Ueno Juri Yamazaki Kento Yamoto Yuma Yo Oizumi Yoo In Na Yoo Seung Ho Yook Sung Jae Yoon Park Yoon So Hee Yoshine Kyoko Yosuke Sugino Yu Aoi yua shinkawa Yui Aragaki Yuina Kuroshima Yuki Furukawa Yuki Izumisawa Yuki Yamada Yukino Kishii Yuko Oshima Yuna Taira Yuriko Yoshitaka Yuta Hiraoka Yuya Matsushita Yuya Yagira

Drama / Movie

99.9 A Love So Beautiful A Story of Yonosuke Age of Youth 2 Always Sunset on Third Street amachan Anikoma Anohana Anone Ao Haru Ride Arbitratily Fond Asa ga Kita Ashi Girl At Cafe 6 Beppin-San Biscuit Teacher and Star Candy Bittersweet Boku Dake ga Inai Machi Boku no Ita Jikan Boukyaku no Sachiko Bubblegum Cafe Waiting Love Carnation Chia Dan Chihayafuru Chugakusei Nikki Churasan Crybaby Pierrot's Wedding Crying Out Love in the Center of the World Daily Lives of High School Boys Dating DNA Departures Eulachacha Waikiki Evergreen Love Father is Strange Fight Fleet of Time Forever Young Frankenstein no Koi From Five to Nine Gakko no Kaidan Gegege no Nyobo Gochisousan God Gift Good Morning Call Good Morning Call 2 Goon Ju Hana and Alice Hana Nochi Hare Hanako to Anne Hanbun Aoi Haruchika Hirunaka no Ryuusei Hirune Hime Hiyokko Honey and Clover Hot Road Hyouka I Love You in Tokyo I Want to Eat Your Pancreas If We Were A Season Itakiss LIT Itakiss LIT S2 Itakiss Movie Kahogo no Kahoko Kakegurui Kaze no Haruka Keiji Yugami Kidnap Tour Kiki Delivery Service Kimi no Na Wa Kingyo Club Kiss Me Thailand Koe no Katachi Koinaka Kuragehime Linda Linda Linda Little Forest Love Letter Lucky Romance Ma Boy Man From The Stars Manpuku March Comes in Like a Lion Mare Massan May Who? Meteor Garden 2018 Moriyamachu Driving School My Huckleberry Friends My Husband Can Not Work My Little Sweet Pea My Old Classmate Nagi no Asukara Narratage Natsuzora Nodame Cantabile Oboreru Knife Ohisama Omotesando On The Wings of Love One Million Yen Girl One Week Friends Operation Love Orange Orange Days Ore Monogatari Our Little Sister Our Times Peach Girl Pinocchio Princess Hours Thailand Rage Rainbow Song ReLIFE Reply 1988 Romance Full of Life Sannin No Papa she was pretty Shigatsu wa Kimi no Uso Sing Salmon Sing Solanin Sound of Your Heart Splish Splash Love Ssam My Way Strobe Edge Sukina Hito ga Iru Koto Teiichi no Kuni Tenno no Ryoriban The 100th Love The Anthem of the Heart The Best Hit The Great Passage The Left Ear The Woodsman and The Rain The World of Us Today's Kira-kun Todome no Kiss Toki wo Kakeru Shojo Tokyo Tarareba Girls Tomorrow Cantabile Tonari no Kaibutsu-kun Toto Nee Chan Twenty Years Old Twilight Saya in Sasara Uchiage Hanabi Under the Hawthorn Tree Unnatural Wakamonotachi Warotenka We All Cry Differently What A Wonderful Family While You Were Sleeping Wise Prison Life Wood Job Yellow Elephant Yesterday Once More Your Lie in April Youth Over Flowers

Blog Archive

Recent Comments

Random Posts