Thursday, 11 April 2019

[Review] C-Drama: Wait, My Youth (2019)

Berawal dari sebuah screen capture di weibo oleh sebuah akun yang aku follow, memperlihatkan sepasang sejoli yang sedang main kembang api, karena editannya indah, aku tertarik untuk mengecek drama apakah itu. Aku tersebut membuat hastag, tapi ya tulisan china aku mana bisa baca, meski ditranslate juga biasanya terjemahan beda dengan judul aslinya (meski mirip). Aku sempat cek teasernya dan aku ppikir kok manis + lead malenya mirip banged sama Haruma Miura zaman Kimi ni Todoke. Setelah mencari dan mencari akhirnya aku menemukan judul drama tersebut, "Wait, My Youth!". Aku langsung cek ke youtube dengan low expectation, ternyata ada yang upload. Aku juga sempat mencari versi bersubtitle tapi aku nggak menemukannya saat itu. Dengan rasa penasaran yang amat sangat, aku memutuskan untuk menonton drama ini tanpa subtitle. Aku sudah terbiasa nonton K-Drama dan J-drama tanpa subtitle karena sedikit banyak aku mengerti apa yang mereka bicarakan, tapi untuk C-Drama, aku nggak pernah nonton tanpa subtitle, ini adalah pertama kalinya. Tapi ternyata setelah terbiasa, malah aku semakin menikmati drama ini meski aku hanya mengerti beberapa bagian dari apa yang mereka bicarakan HAHHHAHAHHAHAHAHAHA.

Wait, My Youth atau My Youth adalah sebuah web-drama yang tayang di Youku mulai Maret 2019 lalu. Drama bergenre school-youth yang berjumlah 24 episode ini dibintangi oleh Li Jia Qi (Meteor Garden 2018), Zhao Yi Qin (Accidentally in Love), Li Ge Yang (My Amazing Boyfriend 2), Stephanie Xu (My Huckleberry Friends), Dong Yang Lei (Accidentally in Love), Wei Tian Hao (Fight for Love), Wu Shuang Yi dan masih banyak lagi.
Aku nggak terlalu mengikuti bagaimana proses tayang drama ini karena aku menontonnya setelah drama ini tayang separuh, karena sekali rilis itu 6 episode lol. Durasinya juga cukup pendek, sekitar 30 menit per episode.

Dari sinopsis singkatnya yang beredar, drama ini adalah sebuah coming of age drama tentang cinta masa muda, persahabatan dan kehangatan keluarga. Tokoh utamanya adalah seorang gadis bernama Su Cancan (Li Jia Qi) yang menyukai karya seni yang bertemu dengan satu per satu sahabatnya. Movie ini memperlihatkan perjalanan hidup mereka sejak SMA sampai masuk ke masayarakat. Saat ia berusia 28 tahun, ia menyadari bahwa orang-orang yang ada disekitarnya adalah orang-orang yang sama dengan saat ia berusia 18 tahun.
Menurutku drama ini sih nothing new ya, plotnya sudah tertebak dan mirip dengan coming of age chinese drama yang pernah aku tonton, hanya saja yang ini lebih ringan. Kalau aku bilang sih ini lebih mirip dengan A Love So Beautiful, kisah manis masa-masa saat para karakter masih pure. Cuma tentu saja beda dengan A Love So Beautiful.

Jadi apa sih yang bikin aku betah nonton drama ini?
Seperti yang aku bilang plot drama ini mirip dengan drama-drama coming of age chinese drama yang pernah aku tonton, terutama ALSB. MAsa SMA, Kuliah, Kerja. Tapi yang aku sukai dari drama ini adalah mereka mengatur masa-masa tersebut dengan baik, masa SMA 9 episode, masa kuliah 11 episode dan selebihnya masa udah kerja. Aku pernah curhat beberapa waktu yang lalu kalau nonton drama china tuh kadang aku suka bingung sendiri dengan plotnya yang lompat-lompat, terasa nggak mengalir. Nah, hal itu nggak ditemukan di drama ini, plotnya menurutku cukup mengalir dengan baik, to the point, nggak ada episode yang terasa nggak penting, nggak ada episode yang terasa dipanjang-panjangin.
Chemistry antara OTP benar-benar bagus. Mereka memulai hubungan dengan love-hate relationship, kemudian berteman dan pacaran. Perkembangan perasaan mereka kelihatan banged di drama ini. Selain itu skinship OTP di drama ini terasa natural banged. Bikin aku baper parah, apalagi pas masa mereka udah pacaran aduh XD XD XD Keunggulan coming of age C-Movvie disitu sih menurutku, hubungan OTP nggak banyak drama dan kalau udah masuk arc pacaran ya memang kayak pasangan sesungguhnya hehehhehehehhe.
Dan lagi, drama ini OST-nya bagus-bagus! Aku jatuh cinta pada semua lagu yang diputar di drama ini, tapi yang paling aku sukai adalah lagu yang berjudul 'Find Your Way Home' yang menjadi lagu tema OTP dan di drama ini pernah dinyanyikan lead male.

Meski aku menonton tanpa sub, aku sedikit mengerti apa yang terjadi dan aku juga meminta bantuan google translate jika ada adegan penting yang aku merasa aku harus tahu apa yang mereka bicarakan disana wkkwkkwkkkw. Karena dramanya ringan, jadi nggak kesulitan menonton tanpa sub. Tapi aku dengar sudah ada yang mulai membuat subtitle untuk drama ini, jadi mungkin bisa ditunggu bagi yang berniat menontonnya.
Ini drama menurutku underrated banged, belum banyak yang tertarik karena pas aku cek hastag-nya di twitter juga nggak terlalu banyak yang bahas. Bagi yang suka drama-drama tema anak sekolahan yang manis, drama ini cocok ditonton. Apalagi yang suka sama A Love So Beautiful, maka drama ini wajib ditonton.

Oke, kali ini aku akan masuk ke spoiler drama ini. Aku akan menceritakan drama ini dari awal sampai akhir secara ringkas. Bagi yang nggak suka spoiler mungkin bisa di skip hehehehhehehe.

SPOILER ALERT!!!!

Tokoh utama drama ini adalah Su CanCan (Lin Jia Qi) yang akan masuk ke sebuah SMA untuk mengejar sang pujaan hati Lin JiaZe (Li Ge Yang). Su Cancan berteman baik dengan Xu Meili (Stephanie Xu), sepertinya sih teman SMP dan mereka sama-sama mengecek ke SMA tersebut sebelum upacara masuk sekolah. Saat mereka jalan-jalan di SMA tersebut, Cancan mendapat masalah saat ia ditabrak oleh seorang anak laki-laki bernama Lan Tianye (Zhao Yi Qin) yang dikejar oleh guru dan mulai dari sana-lah takdir mereka dipermainkan.
Karena kejadian itu, Cancan mulai membenci anak laki-laki yang ia masih belum tahu namanya itu karena mereka berdua diminta menulis surat permintaan maaf (pas tabrakan itu, Cancan sedang ganti baju dan Tianye jatuh ke atasnya, jadi guru yang mengejar Tianye berfikir mereka melakukan hal tidak senonoh di sekolah HAHAHAHAHAHA).

Karena tujuan utama Cancan masuk ke sekolah itu adalah agar bisa lebih dekat dengan orang yang ia sukai Jiaze, tentu saja ia sangat bahagia saat tahu kalau ia dan Jiaze ternyata satu kelas. Hanya saja ia shock karena ternyata anak laki-laki yang ia benci itu, Tianye adalah teman baik Jiaze. Saat pembagian tempat duduk, Cancan berdoa sepenuh hati agar ia bisa duduk bersama Jiaze, tapi takdir malah membuat Cancan sebangku dengan Tianye. Keduanya saling tidak menyukai hal itu, tapi mereka nggak bisa apa-apa karena itu sudah keputusan wali kelas. Tianye ini anak pendiam, dia lebih suka mendengarkan musik atau tidur kalau di kelas, dia orangnya cuek aja. Jadi kan bangku mereka di dekat jendela dan Cancan duduk paling pinggir, jadi kalau ia mau keluar susah banged karena Tianye sering tidur + dia sebisa mungkin nggak mau bicara pada Tianye. Tapi keesokan harinya Tianye menyadari hal itu dan ia pindah ke paling ujung. Hal itu sempat membuat Cancan merasa kalau Tianye ini diam-diam ternyata perhatian juga.
Meili membantu Cancan untuk mendekati Jiaze tapi mereka kesulitan karena Tianye selalu saja ada disekitar Jiaze. Misalnya pas Cancan sengaja membuat ban sepedanya bocor agar Jiaze nanti mau memboncengnya pulang, Jiaze malah menyuruh Cancan pulang sama Tianye tapi karena Cancan nggak mau, akhirnya mereka meminjamkan sepeda pada Cancan, Tianye dan Jiaze yang boncengan berdua wkkwkwkkwwkw.
Saat Cancan masuk ke klub siaran karena Jiaze juga masuk ke klub tersebut, ia kesal karena Tianye juga ada di klub itu. Saat Cancan akhirnya mendapat kesempatan bersama Jiaze yang akan mengajarinya main basket, tapi Jiaze dipanggil guru karena sibuk ia menyuruh Tianye yang mengajari Cancan. Awalnya Tianye menolak tapi Jiaze bilang dia nggak akan ke lapangan basket lagi, kasian Cancan yang menunggunya, kalau Tianye nggak mau ya nggak perlu biar Cancan menunggu sendiri, akhirnya Tianye nggak tega dan pergi menggantikan Jiaze mengajari Cancan. Cancan tentu saja kecewa HAHAHAHHAHAHA.

Pokoknya takdir benar-benar mempermainkan Cancan dan Tianye, ada aja momen dimana mereka ditakdirkan bersama meski mereka sebenarnya menghindari hal itu. Mungkin karena jadi sering bersama, diam-diam Tianye ini mulai memperhatikan Cancan. Ia tahu Cancan suka sama temannya Jiaze sejak awal, tapi waktu itu dia masa bodo aja, cuma belakangan karena mereka semakin dekat dan semakin banyak menghabiskan waktu bersama dia sadar kalau Cancan ini benar-benar suka sama Jiaze. Karena itu saat Cancan sengaja baik padanya agar Cancan tahu jurusan apa yang diambil oleh Jiaze, Tianye jadi merasa kesal.
Saat naik kelas 2, Cancan berpisah dengan Jiaze karena Jiaze berada di kelas 2-2 sementara Cancan dan Tianye di kelas 2-1. Tapi mereka masih sering bertemu, selisih jalan misalnya, atau kegiatan di klub siaran. Nah, saat kelas 2 ini hubungan Tianye dan Cancan menjadi semakin dekat. Mereka sudah tidak saling membenci lagi dan berteman baik. Karena Tianye sudah mengetahui bagaimana Cancan lebih dalam lagi, ia juga semakin tertarik pada gadis itu meski saat itu Cancan masih menyukai Jiaze dan kadang aku kasihan melihat Tianye yang harus menahan hati saat melihat mereka berdua. Misalnya saat ulang tahun Cancan, Tianye tahu Cancan sedang suka sama novel Harry Potter dan ia membeli novel itu untuk hadiah ulang tahun Cancan, tapi Jiaze lebih dahulu memberi hadiahnya dan itu adalah novel Harry Potter yang sama. Pada akhirnya Tianye tidak bisa memberi hadiahnya dan membuat Cancan kesal karena Tianye tidak memberinya hadiah ultah.
Seiring berlalunya waktu masa SMA mereka, Tianye makin manis aja sama Cancan meski ia melakukannya diam-diam dan hubungan mereka dari teman biasa berubah menjadi persahabatan. Cancan dan Tianye ini sama-sama menyukai musik dan menciptakan lagi, jadi mereka banyak menghabiskan waktu untuk membuat lagu bersama-sama, atau Tianye yang membelikan tiket konser untuk Cancan. Pokoknya Tianye ini sahabat sejati banged. Dia selalu ada disekitar Cancan, saat gadis itu bahagia atau sedih. Dan karena itu-lah Cancan mulai tertarik pada Tianye. Dalam artian biasanya Cancan cuma berteman biasa sama Tianye, nggak penasaran amat lah, tapi entah sejak kapan dia mulai bergantung pada Tianye dan menatapnya diam-diam.

Lalu masa SMA mereka berlalu dan masuk ke masa kuliah. Meski diatas aku hanya menceritakan Cancan, Tianye dan Jiaze, sebenarnya ada 2 orang lagi, Meili dan Tao Yating (kalau nggak salah namanya itu), mereka berlima bersahabat dan sebelum lulus mereka menanam kapsul waktu di sekolah. Mereka juga masuk ke universitas yang sama di Beijing meski jurusannya berbeda.
Cancan pindah ke asrama kampus dan yang menyambutnya begitu tiba disana adalah Jiaze. Diawal masa kuliahnya, Cancan lebih banyak menghabiskan waktu bersama Jiaze dan sebenarnya saat itu aku mulai khawatir. Tapi untung saja Tianye tidak terlupakan. Cancan masih sering sms-an atau telponan bersama Tianye dan bahkan mengajak Tianye bertemu teman-teman satu kamar asramanya. Tianye menunjukkan perhatian lebih dari teman biasa pada Cancan, dia jadi lebih berani skinship dibanding saat SMA HAHHAHAHAHAA. Pokoknya keduanya manis banged dan teman-teman Cancan sampai nggak yakin mereka cuma berteman.
Saat lulus SMA, Cancan ingin mengakhiri cinta pertamanya pada Jiaze dengan mengirimkan sebuah surat dan Jiaze baru sempat membacanya setelah liburan sebelum masuk kuliah. Hal itu mengubah Jiaze karena sejak ia membaca surat itu ia jadi mulai menyukai Jiaze. Hal itu sebenarnya membuat Tianye khawatir karena ia juga tahu kalau Cancan menyukai Jiaze. Jadi kalau ia melihat mereka berdua bersama-sama, Tianye sering memalingkan wajah pura-pura nggak lihat, atau menatap dengan mata sedih.
Tapi bukan berarti perhatiannya pada Cancan berkurang. Ia justru lebih perhatian pada Cancan. Misalnya saat ia tahu Cancan sedang kedatangan masa bulanan, ia membelikan penghangat perut untuk Cancan. Atau saat mereka main skating, ia tau Cancan akan kedinginan dan membelikan sarung tangan lucu untuknya. Atau saat Cancan sedang sakit, Tianye langsung membelikan obat untuk Cancan. Pokoknya Tianye ini idaman deh HAHAHHAHAHAHA.

Yang selalu ada mulai mengalahkan yang ada di hati, begitulah gejolak hati Cancan. Entah sejak kapan ia mulai memandang Tianye dengan cara yang berbeda. Lebih dari pada sahabat. Jiaze yang menyadari itu mulai semakin mendekati Cancan sementara Meili terus berusaha bagaimana Cancan dan Jiaze bisa bersama karena ia belum tahu kalau perasaan Cancan sudah berubah. Tianye juga nggak bisa apa-apa karena ia tahu Cancan menyukai Jiaze, jadi ia cukup memandang dari jauh aja. Ia tetap betsikap baik pada Cancan tapi nggak mau membebani Cancan dengan perasaannya, gitu. Sampai suatu malam, Tianye membawa teman Cancan yang mabuk pulang ke asrama dan teman Cancan yang mabuk itu mengatakan pada Tianye kalau sepertinya Cancan menyukai Tianye. Ia sekamar dengan Cancan jadi ia bisa melihat bagaimana Cancan selalu memasang wajah bahagia jika menceritakan tentang Tianye, atau saat menerima telpon dan sms dari Tianye. Ia yakin ia tidak salah. Dan karena hal itu, Tianye mulai yakin untuk mulai mendekati Cancan dengan serius, bukan sebagai teman. Skinship Tianye juga makin-makin aja dan aku rasa Tianye sengaja pengen liat bagaimana raut wajah Cancan saat ia melakukannya, untuk meyakinkan dirinya apakah Cancan benar-benar menyukainya.

Jadi, suatu hari Cancan dan Tianye sudah janji akan menonton konser bersama, tapi hari itu bertepatan dengan konser Jiaze (dia pemain piano). Cancan jadi bingung ia harus kemana, siapa yang harus ia pilih. Cancan harus membuat keputusan yang tepat karena pilihan itu membuktikan siapa pria yang ada dihatinya. Jiaze dan Tianye sama-sama menunggu Cancan. Tapi Tianye nggak mau berharap terlalu banyak dan akhirnya menghubungi Cancan karena tahu kalau Cancan kesulitan memilih dan meminta Cancan untuk datang ke konser Jiaze saja. Tapi Cancan ternyata berlari ke tempat Tianye menunggu. Cancan sudah membuat keputusan untuk memilih Tianye dan ia juga sudah menelpon Jiaze mengatakan kalau ia sudah ada janji duluan sma Tianye.
You know, Tianye nggak percaya kalau gadis yang selama ini ia sukai berlari ke arahnya, dia bahagia banged. Mereka terlambat masuk ke tempat konser, jadi mereka menghabiskan waktu bersama-sama berkeliling dengan sepeda motor, makan malam bersama dan juga jalan-jalan ke pantai karena Cancan menolak pulang ke asrama. Mereka main kembang api bersama-sama (Adegan yang membuat aku pengen nonton drama ini HAHAAHAHA).
Mereka berdua sangat bahagia dan menghabiskan malam di pantai. Keesokan harinya, Tianye akhirnya menyatakan cintanya pada Cancan dan mencium gadis itu. Itu adalah ciuman kedua mereka (ciuman pertama adalah accidentally kiss pas SMA).

Besoknya, Tianye udah menunggu Cancan di depan asrama. Ia kembali menyatakan cintanya pada Cancan agar Cancan nggak berfikir semalam itu cuma mimpi hehhehehehehe.
Dan resmilah mereka berdua pacaran. Mereka manis banged sering menghabiskan waktu bersama, skinshipnya juga nggak awkward, natural banged, pokoknya udah kayak orang pacaran beneran.
Awalnya Cancan kesulitan mengatakan hal itu pada Meili, karena Meili masih bersemangat menjodohkan Cancan dan Jiaze. Meili tahu hubungan mereka karena ia memergoki keduanya sedang bersama, ia shock banged dan merasa dikhianati oleh Cancan. Tianye langsung membelikan Meili makanan sebagai permintaan maaf HAHAHAHHAHAHHAA.
Tianye juga sebenarnya merasa nggak enak pada Jiaze, tapi Jiaze udah tahu kalau Cancan memilih Tianye, jadi dia nggak sakit hati. Mereka tetap bersahabat.

Nah, kata orang akan ada badai saat semuanya berjalan dengan lancar. Aku sudah merasakan itu saat melihat hubungan Cancan dan Tianye manis banged, pasti akan terjadi sesuatu. Dan benar saja.
Jadi, Tianye dan Cancan ini kan sama-sama suka musik dan ingin bekerja dibidang musik suatu hari nanti. Mereka kayaknya mendaftar ke universitas musik di Amerika demi impian mereka, tapi sayangnya hanya Tianye yang lulus, Cancan tidak lulus.
Awal masalahnya sih disana, Cancan meminta Tianye untuk tetap pergi dan mendukung kekasihnya itu. Mereka menghabiskan waktu mereka bersama-sama sebelum perpisahan dan Cancan tentu saja sedih berpisah dengan kekasihnya, ia berpesan agar Tainye lebih sering menghubunginya, jangan melupakannya, jangan selingkuh, nggak boleh main sama cewek lain dan masih banyak lagi.
Tianye juga mengerti kesedihan Cancan itu. Jadi ia membelikan sebuah cincin untuk Cancan dan juga kalung yang selalu ia pakai, ia berjanji suatu hari nanti ia akan memasangkan cincin yang sebenarnya di jari manis Cancan.

Dan dimulailah hubungan jarak jauh antara Cancan dan Tianye. Awalnya sih hubungan mereka lancar-lancar aja, mereka masih sering telponan, video call. Tapi ya namanya juga LDR sih ya.
Menuju kelulusan, Cancan masih mencoba mendaftar ke universitas yang sama dengan Tianye. Tapi ia gagal terus, ia sudah 3 kali mendaftar dan gagal. Ia juga kesulitan mendapatkan pekerjaan saat satu per satu teman-temannya sudah diterima di berbagai perusahaan. Cancan kehilangan kepercayaan diri. Hubungannya dan Tianye juga memburuk karena mood Cancan. Cancan nggak menuntut Tianye yang nggak ada disisinya saat masa sulit sih, cuma dia merasa kalau dia nggak pantas untuk Tianye. Apalagi kalung pemberian Tianye dan juga cincinnya menghilang dan itu membuat Cancan sedih banged. Pada akhirnya Cancan meminta putus dari Tianye tanpa penjelasan apapun.
waktu berlalu, dan kemudian hari kelulusan tiba. Cancan, Meili dan teman-temanya lulus dari universitas. Cancan saat itu masih belum mendapatkan pekerjaan dan ia berbohong pada orang tuanya kalau ia sudah bekerja diperusahaan. Cancan tinggal sendiri di asrama karena semuanya sudah pindah ke apartemen mereka masing-masing.

Dan suatu hari, Tianye kembali dari Amerika. Cancan adalah orang pertama yang ia temui. Tianye tentu saja nggak mau berpisah dari Cancan tanpa penjelasan dan mencoba mendapatkan hati gadis itu kembali.
Tapi kemudian Cancan tahu kalau Tianye kembali ke Beijing tanpa permisi dan meninggalkan semua yang ada di Amerika. Jika Tianye nggak kembali, Tianye mungkin nggak akan lulus. Tentu saja Cancan tidak mau itu terjadi dan berusaha membujuk Tianye agar kembali ke Amerika. Tapi Tianye tidak mau, dia ingin berada di Beijing disamping Cancan, ia akan membantu Cancan menemukan pekerjaan. Ia bahkan sudah berniat menyewa apartemen dan tinggal bersama Cancan, tapi Cancan tidak mau Tianye membuang impiannya demi dirinya. Tianye mengatakan kalau Cancan juga adalah impiannya.
Keduanya bertengkar hebat karena hal itu. Pada akhirnya Tianye mengatakan ia akan kembali ke Amerika dan Cancan lega mendengarnya. Keduanya berpisah di bandara sambil menangis, itu adalah terakhir kali mereka bertemu dan berhubungan. Saat mereka mengambil jalan ke arah yang berbeda di bandara itu, mereka putus.

Beberapa tahun kemudian, Cancan sudah menemukan pekerjaan dan menjadi wanita karir seutuhnya. Ia masih bersahabat dengan teman masa SMA-nya, Meili, Yating dan Jiaze. Ia banyak menghabiskan waktu bersama mereka, terutama Jiaze yang semakin yakin untuk mendekati Cancan.
Tapi suatu hari dipesta pernikahan salah seorang guru mereka, Tianye muncul. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, Tianye dan Cancan bertemu. Tapi Tianye berfikir kalau Jiaze sudah bersama Cancan saat itu, karena mereka sering kelihatan bersama.
Mungkin karena Tianye muncul kali ya, jadi Jiaze merasa ini adalah saat yang tepat menyatakan perasaannya pada Cancan. Jiaze menyatakan cintanya pada Cancan saat ia mengantar Cancan ke stasiun bus dan melamarnya secara resmi saat ia makan malam bersama gadis itu. Tapi sesuai dugaannya, Cancan menolak cinta Jiaze, karena bagi Cancan, Jiaze tidak lebih adalah teman baiknya.

Tianye dan Cancan kembali dipermainkan oleh takdir saat keduanya ternyata harus bekerja dalam proyek yang sama. Tapi karena hal itu juga, rasa canggung diantara mereka berakhir. Mereka berdua kembali bisa bicara seperti dulu lagi.
Saat mengantar Cancan pulang, Cancan sempat terluka dan Tianye membawa Cancan ke rumahnya, disanalah semuanya dimulai lagi. Tianye jelas banged masih sangat mencintai Cancan. Ia bahkan sengaja tidak memberitahu Cancan kalau laptop Cancan tertinggal di rumahnya agar Cancan main ke rumahnya lagi wkkwkkwkwkw.
Dan memang sih ya, hati tuh nggak bisa bohong. Keduanya masih saling mencintai satu sama lain meski mereka masih belum menunjukkannya.

Tapi kemudian saat Tianye masuk rumah sakit, Cancan ke rumah Tianye mengambil baju ganti dan melihat sesuatu yang Tianye simpan dibalik bingkai foto. Sebuah surat/lirik yang ditulis Tianye untuknya. Dari situ Cancan menyadari kalau perasaan Tianye sama sekali tidak berubah padanya.
Lalu keduanya mengkonfirmasi perasaan masing-masing saat di rumah sakit dan akhirnya mereka balikan lagi. Saat Tianye di rumah sakit, Cancan juga sempat menulis sebuah lagu dan meminta Tianye memainkannya untuknya setelah Tianye sembuh.

Drama ini berakhir dengan reunian para sahabat yang kembali ke kampung halaman mereka dan mengunjungi sekolah lama mereka. Mereka menggali kembali kapsul waktu yang mereka tanam dan menonton sebuah video yang mereka rekam untuk diri mereka 10 tahun yang akan datang, yaitu diri mereka sekarang.
Pada kesempatan itu, video Tianye terpotong alias tidak terekam. Sepertinya sih di pesan videonya, Tianye menyatakan perasaanya pada Cancan tapi ia memutuskan memotongnya. DAn ia mengatakan kalau ia akan mengatakannya sekarang pada Cancan. Tianye melamar Cancan di ruang siaran tempat mereka banyak menghabiskan waktu bersama.
Cancan dan Tianye sangat bahagia, begitu juga dengan 4 teman mereka yang menyaksikan. Lalu Cancan berjalan ke rumahnya dan melihat bayangan dirinya berusia 18 tahun di kamarnya. Ia mengirim surat pada dirinya dimasa lalu kalau dirinya dimasa lalu harus berjuang dan berjuang, jangan menyerah jika menghadapi kesulitan karena dirinya 10 tahun kemudian akan bahagia bersama orang-orang yang ia cintai.

Masih banyak sebenarnya yang diceritakan di drama ini.
Kisah cinta 2 teman Cancan lainnya. Xu Meili yang jatuh cinta pada orang yang ia temui di aplikasi chatting dan ternyata pria itu adalah teman Tianye yang sangat menyebalkan. Teman Tianye itu salah mengenali Meili pada awalnya karena Meili pernah mengirim fotonya bertiga bersama Cancan dan Yating, teman Tianye itu berfikir kalau teman chatnya adalah Yating karena Yating memang cantik. Tapi pada akhirnya keduanya melihat pesona masing-masing dan jatuh cinta. Saat masa dewasa, teman Tianye dan Meili tinggal serumah dan mereka berdua itu lucu banged. Meili memang anaknya agak keras dan tsundere tapi ia selalu mencoba melakukan yang terbaik demi pacarnya. Kadang ia kelelahan memasak untuk pacarnya dan akhirnya teman Tianye itu memutuskan melamar Meili dan mengajaknya menikah. Manis banged deh.

Lalu kisah cinta Yating juga dibahas disini. Yating kalau nggak salah sih sepupuan sama Cancan atau tetangga gitu, karena Yating sering kelihatan makan di rumah Cancan. Awalnya Yating ini adalah saingan Cancan karena Cancan berfikir kalau Jiaze menyukai Yating. Tapi Yating sejak awal jatuh cinta pada guru seni mereka. Yating memainkan alat musik cello dan guru itu yang mengajarinya, Guru itu juga penasehat klub siaran dimana ia menjadi anggotanya. Tapi kemudian guru itu keluar dari sekolah dan keduanya bertemu lagi di universitas karena guru itu mengajar disana. Yating sangat mencintai gurunya tapi ia tak pernah mengatakannya. Ia tahu gurunya itu punya pacar dan ia pikir ia sudah merelakannya. Tapi saat ia menerima undangan pernikahan sang guru, ternyata Yating masih sangat mencintai guru itu. Ia bahkan meminta Cancan menemaninya saat datang ke pernikahan guru itu karena takut ia tak bisa menahan emosinya disana.
Yating dan Jiaze sejak SMA berteman baik dan selalu bersama-sama, pasangan ideal bagi yang lain. bahkan sampai lulus kuliah dan bekerja, mereka berdua masih sering bersama-sama, tapi mereka berdua tidak ada perasaan apa-apa, hanya berteman saja.

Drama ini benar-benar manis dan bikin baper, pokoknya pencinta drama tema sekolahan wajib menonton drama ini. Persahabatan mereka juga sangat menarik untuk diikuti, mulai dari masa SMA, satu klub bersama, masuk ke universitas yang sama, saat kerja juga mereka juga masih sering bertemu. Mereka punya waktu tertentu yang digunakan untuk ngumpul-ngumpul gitu. Jadi kayaknya sih tiap bulan mereka ngumpul yang satu geng. Tapi persahabatan mereka itu ya gitu, nggak selamanya selalu bersama-sama kemana-mana, cuma kalau ada masalah ya curhat, ngaka makan bareng, gitu. Mereka juga punya waktu masing-masing yang hanya mereka yang tahu. Mereka juga bukan tipe yang karena kau sahabatku aku menceritakan semuanya padamu, gitu. Jadi agak beda dari ALSB dimana persahabatan mereka itu kelihatan selalu bersama-sama, tapi kalau disini seperti ada jarak tapi mereka dekat.

Sayangnya dramanya underrated, nggak banyak yang tertarik. Mungkin karena plotnya memang nothing new. Tapi di youtube udah ada yang membuat subtitle drama ini untuk episode awal, mungkin bisa di cek. Siapa tahu subbernya bertahan seperti drama China yang lain, lama baru complete subnya. Kenapa aku nggak nunggu sampai subnya komplit aja? Karena aku tipe yang mudah hilang mood, nanti kalau nunggu subnya yang entah kapan selesai, malah melupakan dramanya dan nggak mood nonton. Sama kayak drama china yang judulnya Youth juga, aku belum lanjut lagi karena keburu bosan nungguin sub komplit AHAHAHAHAHA.

Sebenarnya aku kurang puas dengan ending drama ini, karena biasa aja dan mirip ALSB. Reuni kembali ke kampung halaman mengenang masa lalu LOL. Tapi setidaknya si Tianye melamar Cancan meski aku berharap ada kehidupan pasca mereka menikah, kilasan dikit aja gitu. Kenapa ya coming of age itu kebanyakan berakhir cuma dengan lamaran HAHAHAHAHHAHA.
Scene terakhir drama ini sebenarnya agak membingungkan sih, seolah-olah Cancan kembali ke masa lalu, melihat dirinya berusia 18 tahun dan mengirim sebuah surat padanya, meminta dirinya dimasa lalu untuk tidak menyerah menghadapi kesulitan yang akan ia hadapi nanti karena ia akan berakhir bersama orang yang ia cintai dan yang mencintainya pada akhirnya.

Mungkin juga itu adalah Cancan yang mengenang masa lalunya, berterima kasih karena ia tidak menyerah dengan kesulitan yang ia hadapi dalam 10 tahun terakhir. Ending drama ini terasa sepi karena hanya Cancan seorang. Kan kalau setelah adegan itu ada adegan lain-nya jadi lebih seru lagi wkkwkwkw. Selalu ya, setiap sesuatu yang berakhir selalu minta lebih XD

Pokoknya drama ini sangat aku rekomendasikan bagi yang mencari tontonan ringan, kisah cinta dan persahabatan anak SMA, masa kuliah dan udah kerja. Tenang aja, dramanya nggak chessy kok, malahan seru melihat hubungan mereka. Kalau untuk keromantisan aku nggak minta lebih karena porsinya udah lumayan banyak wkwkkwkkwkw. Menurutku lebih banyak dari ALSB dan perkembangan karakternya juga lebih bagus dari ALSB ^^~

Share:

1 comment:

Follow by Email

Translate

Vote

Who Is Natsu's Future Husband in Natsuzora?
Yamada Tenyo (Yoshizawa Ryo)
Obata Yukijiro (Yamada Yuki)
Sasaoka Nobuya (Kudo Asuka)
Yamada Yohei (Inukai Atsuhiro)
Sakaba Kazuhisa (Nakagawa Taishi)
Kamiji Kouya (Sometani Shota)
Created with QuizMaker

NOTE:

DILARANG RE-UPLOAD / COPY PASTE TULISAN DI BLOG INI!

JIKA INGIN SHARE, CUKUP LINK KE POSTINGANNYA SAJA, BUKAN ISINYA!


SUPPORT US

Follow Clover Blossoms on Twitter

[Trivia] Japanese Movie Recommendations List

Karena ada banyak yang menanyakan rekomendasi untuk J-Movie, jadi aku memutuskan untuk membuat list rekomendasi Japanese Movi...

Recent Posts

Recent Posts Widget

Popular Posts This Week

Actor / Actress

Airi Matsui Ando Sakura Anna Ishii Aoi Miyazaki Aoi Morikawa Aoi Wakana Aoi Yu Aom Sushar Araki Yuko Ayase Haruka Bebe Tanchanok Chen Duling Chiba Yudai Chinen Yuri Choi Ara Dai Lu Wa Daiki Shigeoka Darren Wang Dori Sakurada Eikura Nana Eita Elaiza Ikeda Fujiki Naohito Fuka Koshiba Fukagawa Mai Fukuchi Momoko Fukushi Sota Fuma Kikuchi Fumi Nikaido Furuhata Seika Gao Zhi Ting Go Kyung Pyo Gong Yoo Gou Ayano Hamano Kenta Han Seung Yeon Han Yeri Hana Sugisaki Haru Kuroki Haruka Fukuhara Haruma Miura Haruna Kawaguchi Hasegawa Hiroki Hashimoto Ai Hashimoto Kanna Hayami Akari Hayato Isomura Higa Manami Hikari Mitsushima Hirano Sho Hiroki Narimiya Hirose Alice Hirose Suzu Honoka Yahagi Horii Arata Hou Ming Hao Hu Yi Tian Hwang Jung Eum Hyeri Igawa Haruka Imada Mio Inoue Mao Ishihara Satomi Jang Se Hyun Ji Soo Ji Woo Joo Won Jun Shison Jung So Min Kaku Kento Kamiki Ryunosuke Kaname Jun Kanichiro Kanjiya Shihori Kasumi Arimura kawakami juria Kei Tanaka Kengo Kora Kentaro Kento Hayashi Kento Nagayama Kim Go Eun Kim Ji Won Kim Min Suk Kim So Hyun Kim Soo Hyun Kim Tae Ri Kim Woo Bin Kim Yoo Bin Kim Yoo Jung Kim Yoo Mi Kinami Haruka Kiritani Kenta Kitamura Takumi Kiyohara Kaya Kiyohara Sho Komatsu Nana Koseki Yuta Kou Shibasaki Kubota Sayu Kudo Asuka L Lee Bo Young Lee Chung Ah Lee Dong Hwi Lee Dong Wook Lee Gi Kwang Lee Jong Suk Lee Joon Lee Soo Hyuk Lee Yoo Jin Li Lan Di Lily Franky Mackenyu Mahiro Takasugi Maika Yamamoto Maki Horikita Mamiya Shotaro Marie Itoyo Masahiro Higashide Masaki Okada Masaki Suda Masataka Kubota Matsumoto Jun Matsushima Nanako Mayu Matsuoka Mei Nagano Mikako Tabe Mike D angelo Min Do Hee Minami Hamabe Minami Sara Mio Yuki Mirai Moriyama Mirai Shida mirai suzuki Mitsuki Takahata Mitsushima Shinnosuke Miwa Miyu Yoshimoto Mizuki Yamamoto Moe Arai Moka Kamishiraishi Mone Kamishiraishi Mugi Kadowaki Nadine Lustre Nagasawa Masami Nakajima Kento Nakamura Tomoya Nao Nao Matsushita Nijiro Murakami Nounen Rena Okada Kenshi Osamu Mukai Otani Ryohei Park Bo Gum Park Eun Bin Park Hae Jin Park Seo Joon Park Shin Hye Pattie Ungsumalynn Phan Pagniez Reina Visa Rena Matsui Riho Yoshioka Rina Kawaei Ryo Ryusei Ryo Yoshizawa Ryoma Takeuchi Ryota Katayose Ryu Hwa Young Ryu Jun Yeol Sagara Itsuki Sairi Itoh Saito Takumi Sakaguchi Kentaro Sakuma Yui Sakurako Ohara Sato Kanta Satoshi Tsumabuki Seino Nana Seo Hyun Jin Seto Koji Shen Yue Shim Eun Kyung Shimon Okura Shin Hyun Soo Shirota Yuu Shohei Miura Shono Hayama Shuhei Nomura Shunya Shiraishi sometani shota Son Seung Won Song Ha Yoon Suga Kenta Sun Woong Suzuki Ryohei Suzy Taiga Taishi Nakagawa Takahashi Issei Takanori Iwata Takayuki Yamada Takeru Sato Takuya Kusakawa Tamaki Hiroshi Tao Phiangphor Tasuku Emoto Tomita Miu Tomoshita Yamashita Tori Matsuzaka Toyokawa Etsushi Tsubasa Honda Tsuchiya Tao Uchida Rio Ueno Juri Wan Peng Yamazaki Kento Yamoto Yuma Yo Oizumi Yoo In Na Yoo Seung Ho Yook Sung Jae Yoon Park Yoon So Hee Yoshine Kyoko Yosuke Sugino Yu Aoi yua shinkawa Yui Aragaki Yuina Kuroshima Yuki Furukawa Yuki Izumisawa Yuki Yamada Yukino Kishii Yuko Oshima Yuna Taira Yuriko Yoshitaka Yuta Hiraoka Yuya Matsushita Yuya Yagira Zhang Yao

Drama / Movie

3A 99.9 A Love So Beautiful A Story of Yonosuke Age of Youth 2 Always Sunset on Third Street amachan Anikoma Anohana Anone Ao Haru Ride Arbitratily Fond Asa ga Kita Ashi Girl At Cafe 6 Beppin-San Biscuit Teacher and Star Candy Bittersweet Boku Dake ga Inai Machi Boku no Ita Jikan Boukyaku no Sachiko Bubblegum Cafe Waiting Love Carnation Chia Dan Chihayafuru Chugakusei Nikki Churasan Crybaby Pierrot's Wedding Crying Out Love in the Center of the World Daily Lives of High School Boys Dating DNA Departures Eulachacha Waikiki Evergreen Love Father is Strange Fight Fleet of Time Forever Young Frankenstein no Koi From Five to Nine Gakko no Kaidan Gegege no Nyobo Gochisousan God Gift Good Morning Call Good Morning Call 2 Goon Ju Hana and Alice Hana Nochi Hare Hanako to Anne Hanbun Aoi Haruchika Hirunaka no Ryuusei Hirune Hime Hiyokko Honey and Clover Hot Road Hyouka I Love You in Tokyo I Want to Eat Your Pancreas If We Were A Season Itakiss LIT Itakiss LIT S2 Itakiss Movie Kahogo no Kahoko Kakegurui Kaze no Haruka Keiji Yugami Kidnap Tour Kiki Delivery Service Kimi no Na Wa Kingyo Club Kiss Me Thailand Koe no Katachi Koinaka Kuragehime Linda Linda Linda Little Forest Love Letter Lucky Romance Ma Boy Man From The Stars Manpuku March Comes in Like a Lion Mare Massan May Who? Meteor Garden 2018 Moriyamachu Driving School My Huckleberry Friends My Husband Can Not Work My Little Sweet Pea My Old Classmate Nagi no Asukara Narratage Natsuzora Nodame Cantabile Oboreru Knife Ohisama Omotesando On The Wings of Love One Million Yen Girl One Week Friends Operation Love Orange Orange Days Ore Monogatari Our Little Sister Our Times Peach Girl Pinocchio Princess Hours Thailand Rage Rainbow Song ReLIFE Reply 1988 Romance Full of Life Sannin No Papa she was pretty Shigatsu wa Kimi no Uso Sing Salmon Sing Solanin Sound of Your Heart Splish Splash Love Ssam My Way Strobe Edge Sukina Hito ga Iru Koto Teiichi no Kuni Tenno no Ryoriban The 100th Love The Anthem of the Heart The Best Hit The Great Passage The Left Ear The Woodsman and The Rain The World of Us Today's Kira-kun Todome no Kiss Toki wo Kakeru Shojo Tokyo Tarareba Girls Tomorrow Cantabile Tonari no Kaibutsu-kun Toto Nee Chan Twenty Years Old Twilight Saya in Sasara Uchiage Hanabi Under the Hawthorn Tree Unnatural Wakamonotachi Warotenka We All Cry Differently What A Wonderful Family When We Were Young While You Were Sleeping Wise Prison Life Wood Job Yellow Elephant Yesterday Once More Your Lie in April Youth Over Flowers

Blog Archive

Recent Comments

Random Posts