Monday, 12 August 2019

[Sinopsis] Natsuzora Week 19: Episode 112-114

Minggu ke-19 bagian 2 ini adalah minggu bahagia bagi pasangan Natsu x Sakaba dan Yumiko x Yukijiro. Awalnya aku ngeship Natsu dan Yukijiro tapi penulis memutuskan mereka menjadi sahabat sejati tanpa ada rasa cinta yang terlibat, aku terharu. Natsu dan Yukijiro sampai akhir saling mendukung satu sama lain, bahkan menikah pun dihari yang sama T_T


Sinopsis Natsuzora Week 19: Natsu yo, Kaitaku-sha no sato e
-Natsu, to the pioneer town-

Natsu dan Sakaba menemui Nobu-san setelah acara selesai. Natsu mengabarkan mengenai rencana pernikahannya dan memperkenalkan Sakaba pada Nobu-san. Nobu-san mengucapkan selamat atas pernikahan keduanya dan meminta Sakaba menjaga Natsu. Natsu mengatakan mereka belum meminta restu pada orang tua sakaba, jadi mereka belum tahu kapan bisa melakukan upacara pernikahan. Sakaba meminta Natsu jangan mengkhawatirkan mengenai keluarganya.
Nobu-san juga mengabarkan kalau sebenarnya tahun lalu ia sudah menikah dan Natsu terkejut mendengarnya, ia bertanya kenapa Nobu-san tidak mengabarinya. Nobu mengatakan kalau ia dan istrinya melakukan pernikahan berdua saja di Sapporo, istrinya tahu ia tidak punya saudara jadi mereka menikah sederhana saja tanpa upacara. Natsu mengerti dan mengucapkan selamat. Nobu-san tampak lega karena Natsu mulai sekarang akan membuat keluarga baru. Natsu dan Nobu tersenyum bahagia.

Natsu dan Sakaba pulang bersama-sama ke rumah keluarga Shibata. Saat di padang rumput, Sakaba memuji kalau Natsu sangat hebat, Natsu mendapat dukungan dari berbagai orang disekitarnya. Natsu mengakui kalau ia juga merasa beruntung hidupnya dikelilingi oleh orang-orang baik.
Sakaba mengatakan setelah datang ke Hokkaido ini dia mengerti dari mana datangnya kekuatan Natsu dalam membuat gambar yang penuh jiwa itu. Kekuatan itu terlahir dari angin yang berhembus di Tokachi, dari orang-orang disekitar Natsu yang mempengaruhi hidupnya. Natsu tertawa karena Sakaba lagi-lagi mengatakan hal yang sulit dimengerti.
Sakaba mengatakan selama ini ia selalu memikirkan kata-kata Natsu, bahwa Natsu menyukainya bukan karena bakatnya, tapi kekuatannya untuk hidup (kekuatan yang dimiliki Sakaba dalam karyanya yang membuat gambar menjadi hidup). Sakaba mengatakan jika ia memang punya kekuatan seperti itu, ia ingin mencobanya sekali lagi, membuat manga eiga. Ia ingin memulainya dari awal lagi, ia ingin kembali menempuh jalan itu. Ia tak bisa memikirkan pekerjaan lain dan mungkin akan membuat Natsu kesulitan nantinya, Sakaba bertanya apakah ia boleh melakukannya?
Natsu tersenyum dan mengatakan tentu saja boleh. Natsu sangat bahagia dan memeluk Sakaba, ia mengatakan dengan begini kekuatan mereka akan menjadi dua kali lipat. Sakaba bahagia karena Natsu mendukungnya sepenuhnya.
Natsu dan Sakaba hari itu terlihat sangat bahagia, keduanya berteriak pada langit musim gugur, kalau semuanya akan baik-baik saja, mereka akan melakukannya.

Malam itu, berita mengenai rencana pembangunan pabrik susu di Tokachi ditayangkan di televisi. Keluarga Shibata menonton karena Natsu, Yumiko bahkan kakek ada disana. Meski singkat, mereka cukup puas. Setelah acara berita, acara ramalan cuaca ditayangkan dan Natsu melihat nama si pembawa berita ramalan cuaca bermarga Sasaoka, Natsu menyadari kalau wanita itu adalah istri Nobu-san. Natsu memberitahu keluarga mengenai pernikahan Nobu-san dan semuanya terkejut mengetahui hal itu, apalagi istri Nobu juga tampil di TV.
Akemi berfikir untuk punya pekerjaan seperti itu, nggak perlu tampil di TV, tapi pekerjaan seperti Nobu-san yang juga bisa dilakukan oleh wanita. Natsu mengatakan Akemi pasti bisa, karena Akemi adalah adiknya dan Yumiko.

Tanabe-san masuk rumah sakit setelah kejadian saat itu, bukan penyakit parah sih yang sebenarnya nggak perlu dirawat di rumah sakit, tapi Yumiko dkk ingin Tanabe-san dirawat di rumah sakit, karena kalau nggak begitu, Tanabe-san nggak akan mau istirahat. Meski begitu, di rumah sakit Tanabe-san juga masih saja bekerja, ia tidak mau diam.
Tanabe-san memanggil Natsu keesokan harinya karena ia ingin meminta bantuan Natsu. Tanabe-san ingin Natsu menggambar design untuk produk butter yang akan mereka buat, merk-nya adalah tanpopo dengan tulisan hiragana. Tanabe-san dan yang lain memilih nama tanpopo atau bunga dandelion karena bunga itu akan mekar sebagai pertanda musim semi telah tiba, sama seperti butter akan menjadi produk olahan susu pertama pabrik mereka nantinya. Dan yang mengajukan nama itu adalah ayah Natsu, Takeo-san yang teringat bagaimana Natsu memakan bunga dandelion saat pertama kali ia datang ke Hokkaido.
Natsu jadi nervous karena design logo itu adalah hal yang besar, apakah mereka yakin menyerahkan itu padanya. TAnabe-san mengatakan kalau NAtsu adalah seorang animator pro dan lagi Natsu berasal dari Tokachi, tanpopo butter akan menjadi prosuk pertama Tokachi, tentu saja Natsu paling cocok untuk pekerjaan ini. Sakaba juga mendukung Natsu untuk melakukannya. Natsu akhirnya mengerti dan akan berusaha memikirkannya.

Sepulang dari rumah sakit, Natsu, Yumiko dan Sakaba datang ke Setsu Getsu atas undangan Yukijiro. Kadokura, Yocchan, Tenyo dan Kurata-sensei juga ada disana. Yukijiro juga mengundang mereka, kecuali Kurata-sensei yang kebetulan ada disana. Semuanya penasaran kenapa Yukijiro mengundang mereka hari ini.
Ternyata Yukijiro sedang membuat produk baru untuk Setsu Getsu, murni hasil pemikiran Yukijiro. Yukijiro menghidangkan produk baru itu, biskuit dengan selai butter (biskuit sandwich), tapi ada yang berbeda, karena Yukijiro mencampurkan butter dengan anko (kacang merah). Biskuitnya kelihatan enak dan Yukijiro juga sudah punya nama untuk produk itu, Obata ansando, ditulis dengan huruf higarana. (O-butter-an-sando; Obata = nama keluarga Obata, butter bisa juga dibaca bata, jadinya 'Obata' lol. An diambil dari 'anko' atau kacang merah, sedangkan sando itu adalah sandwich).
Ayah Yukijiro dan Yukijiro bangga dengan nama itu, sementara nenek dan ibu merasa kok namanya kayak Obasan HAHAHAHHAHHAHA. BTW, butter sandwich ini memang asli ada di Hokkaido lho, oleh-oleh khas Hokkaido. Aslinya itu lonjong, bukan bulat kayak di drama ini.

Kemudian saatnya mencicipi. Natsu dkk mencicipi Obataansando buatan Yukijiro dan mereka terkejut karena rasanya sangat enak. Nenek dan ibu mengatakan kalau mereka nggak perlu memuji kalau rasanya nggak enak, tapi yang lain mengatakan rasanya memang sangat enak. Daripada kue butter buatan ayah Yukijiro, Obataansando buatan Yukijiro lebih lembut gitu.
Yukijiro sebenarnya lebih menunggu komentar dari Yumiko, karena Yumiko asik makan aja, akhirnya Yukijiro bertanya langsung. Yumiko seperti biasa nggak langsung bilang rasanya enak, cuma bilang bisa dimakan dan membuatnya menyadari kalau Yukijiro memang anaknya pemilik kedai cemilan yang artinya pandai membuat makanan. Yukijiro senang karena Yumiko menyukai produk buatannya. KUrata-sensei juga memuji Yukijiro yang tidak kalah dari Tenyo dan Natsu untuk menunjukkan jiwanya pada sesuatu yang ia lakukan.
YAng terakhir mencicipi adalah keluarga Obata. Yukijiro deg degan menunggu hasilnya. Ibu dan nenek menyukai produk buatan Yukijiro, rasanya enak, lembut dan aroma butter juga tertutupi dengan keharuman anko. Sementara itu, sebelum mengomentari produk buatan Yukijiro, ayah Yukijiro bertanya dulu mengenai perbandingan bahan yang digunakan Yukijiro, dan Yukijiro mulai menjelaskan perbandingan butter dan anko, butter seperti apa yang ia gunakan, pokoknya Yukijiro menjawabnya dengan yakin.
Ayah Yukijiro kelihatan berkaca-kaca, ia terharu dan mengakui kalau untuk pertama kalinya ia merasa kalah dari Yukijiro. Yukijiro terharu mendengar itu dan bertanya apakah ia boleh menjualnya di Setsu Getsu. Tentu saja ayahnya memperbolehkan, karena itulah tujuan Yukijiro mengembangkan produk baru. Yukijiro sangat bahagia. Natsu juga bahagia karena Yukijiro berhasil melakukannya.

Yukijiro mengatakan pada Yumiko kalau nantinya, Obataansando akan menggunakan butter dari pabrik Tokachi yang sedang diusahakan Yumiko dan Koperasi Pertanian Tokachi. Butter buatan Yumiko akan menjadi bahan untuk produk Setsu Getsu. Yumiko mengatakan nggak perlu dijelaskan begitu ia juga tahu. Tapi Yukijiro tetap memberi kode, mengatakan kalau butter Yumiko dan Okashi Tokachi akan bergabung menjadi satu. Yumiko tidak mengerti. Yukijiro terus mengatakan kalau Yumiko dan toko okashi mereka akan menjadi satu. NAtsu melirik Yumiko dan sepertinya ia mulai paham apa yang ingin dikatakan oleh Yukijiro.
Yukijiro mengatakan bahwa Yumiko dan Setsu Getsu itu ditakdirkan untuk bersama. Yumiko berkomentar kalau Yukijiro terlalu banyak bicara, dia jadi nggak ngerti apa maksudnya. Semua orang udah diam aja tuh menunggu HAHHAHAHAHAHAHA.
Yukijiro menarik nafas, mempersiapkan dirinya untuk membuat Yumiko mengerti apa maksudnya. Yukijiro nervous banged, mengelus-elus dadanya, ia menarik nafas panjang, menatap Yumiko dan berkata, Yumiko-chan, menikahlah denganku!
Yumiko terkejut. Yukijiro mengatakan sekali lagi sambil membungkuk, tolong menikahlah denganku!!!!
(KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA).

Semua orang terkejut mendengar lamaran tiba-tiba itu, kayaknya nggak ada yang menyangka, aku pikir mereka sudah ngedit wkwkwkkwkw. Ibu dan nenek juga menegur Yukijiro, nggak ngerti kenapa Yukijiro mengatakan hal seperti itu.
Yukijiro mengatakan kalau ia sudah lama menunggu hari ini, hari dimana ia membuat produk baru dan Yumiko menyukai produk itu. Ia juga memanggil teman-temannya untuk berkumpul hari ini demi ini. Yumiko protes apakah Yukijiro harus mengatakannya dihadapan orang banyak. Kadokura mengatakan sejak dulu pria Tokachi melamar dihadapan banyak orang. Yocchan memukul suaminya mengatakan kalau hanya KAdokura yang melakukan itu HAHAHAHHAAHA. Kadokura nggak peduli dan memuji keberanian Yukijiro, meski ditolak Yukijiro nggak boleh menyerah. HAHAHAHA
Yukijiro sudah mempersiapkan dirinya jadi ia ingin YUmiko memberikan jawabannya dengan jelas. Tapi Yumiko terlalu shock dan mengatakan kalau ia tak tahu mengenai hal itu, Yumiko akan kabur dari sana tapi Natsu mencoba menghentikan Yumiko karena ia khawatir pada Yukijiro.
Natsu mengatakan disaat seperti ini, Yumiko tidak boleh kabur.

Yumiko akhirnya berhenti, ia bertanya pada Yukijiro apakah Yukijiro yakin kalau Yukijiro menginginkan dirinya. Yukijiro terkejut saat ditanya begitu. Yumiko bertanya lagi, aku bertanya apakah kau benar-benar yakin dengan diriku?!
Yukijiro langsung menutup mulutnya karena ia bahagia YUmiko nggak menolaknya justru bertanya apakah dia yakin pada Yumiko. Yumiko bertanya pada keluarga Obata apakah mereka yakin menerimanya sebagai menantu, karena ia tidak memenuhi syarat untuk menikahi Yukijiro.
Orang tua Yukijiro mengatakan kalau tidak ada hal seperti itu. Nenek bertanya apakah Yumiko takut tidak memenuhi syarat karena kejadian dia kawin lari ke Tokyo waktu itu?
Yukijiro mengatakan kalau soal syarat, ia juga tidak memenuhi syarat untuk menikah. Kurata sensei mengatakan dalam pernikahan tidak ada syarat seperti itu, yang dibutuhkan adalah keberanian. Natsu bertanya apakah Yumiko punya keberanian untuk melangkah ke jenjang pernikahan?

Yumiko belum sempat menjawab, Yukijiro berteriak kalau ia punya keberanian seperti itu. Setelah menikah, Yumiko boleh melakukan apa yang ingin ia lakukan (tetap bekerja) dan ia berjanji dihadapan keluarganya. Karena ia menyukai Yumiko sejak dulu dan sekarang ia lebih menyukai Yumiko.
Yumiko berkaca-kaca dan mengatakan kalau memang ia harus menikah, ia ingin menikah dengan Yukijiro. Yukijiro terkejut dan bertanya sejak kapan. Yumiko malu ditanya begitu dan memukul Yukijiro, ia tak tahu kapan tapi tiba-tiba pikiran itu sudah ada dalam dirinya.
Yukijiro bahagia banged, ia berteriak YATTA!!!!!! Yukijiro juga menyampaikan kebahagiannya pada Natsu yang sudah terharu disana. NAtsu mengucapkan selama pada Yukijiro dan Yumiko. Yang lain juga bertepuk tangan bahagia.
Nenek juga bahagia karena cucunya akhirnya akan menikah, tapi masalahnya adalah satu, jika Yukijiro dan Yumiko menikah, artinya mereka akan menjadi keluarga bersama kakek Yumiko. HAHHAHAHHA. Melihat ekspresi keluarga Obata, Sakaba bertanya apakah kakek Natsu tidak akur dengan nenek keluarga Obata. NAtsu mengatakan bukan begitu, tapi kepribadian kakek dan nenek terlalu mirip makanya kelihatan nggak akur HAHAHHAHAHA.

Malam harinya, Yukijiro menemui keluarga Shibata untuk mminta restu menikahi Yumiko. Seluruh keluarga ternganga karena benar-benar nggak menduga ini terjadi, dua pernikahan dalam waktu dekat, TAkeo bertanya apakah ini sebuah kebetulan. Natsu membenarkan.
Takeo bertanya sejak kapan Yumiko punya hubungan seperti itu dengan Yukijiro dan Yumiko mengatakan kalau ia tidak tahu. Takeo bingung. Yumiko memperbaiki kata-katanya mengatakan kalau ia tidak tahu sejak kapan ia punya keberanian seperti ini. Takeo bingung nggak ngerti.
Fujiko bertanya pada Yumiko apakah Yumiko yakin dengan Yukijiro. Yukijiro kaget seolah-olah ia tak memenuhi syarat menjadi suami Yumiko. Fujiko meminta Yukijiro jangan salah paham, karena ia bukan tidak merestui mereka. Ia hanya khawatir karena sifat Yumiko, makanya Fujiko harus memastikan apakah Yumiko benar-benar menyukai Yukijiro dan sudah memikirkan pernikahan dengan matang.
Yumiko mengatakan kalau ia belum menikah ya dia nggak tahu. Fujiko ternganga dengan jawaban Yumiko dan Yukijiro mengatakan nggak apa-apa, dengan Yumiko yang seperti inilah ia ingin menikah. Fujiko mendesah mengatakan kalau Yukijiro sudah berubah.
PAda akhirnya Fujiko dan Takeo tidak punya alasan untuk menolak pernikahan mereka, jika keduanya memang sudah yakin. Yukijiro berterima kasih. Natsu bertanya bagaimana pendapat kakek. Kakek seperti biasa nggak bicara panjang lebar, ia cuma mencicipi produk buatan Yukijiro dan kemudian mengatakan kalau rasanya enak, artinya kakek merestui. Yukijiro bahagia banged. TApi kakek merasa khawatir akan satu hal, ia dan nenek Yukijiro akan menjadi keluarga. Sakaba shock karena tadi nenek Yukijiro juga mengkhawatirkan hal yang sama HAHAHHAHAHAHA.

Fujiko dan Takeo bahagia karena musim semi datang bersama-sama pada Natsu dan Yumiko. TAkeo mengucapkan selamat pada puterinya dan Yumiko senyum malu-malu gitu hehehehhehe.
Sakaba kemudian punya ide untuk melakukan upacara pernikahan bersama-sama di Hokkaido, joint wedding. Semuanya terkejut. Natsu juga terkejut karena mereka bahkan belum meminta restu pada keluarga Sakaba. Tapi Sakaba mengatakan Natsu jangan khawatir, keluarganya pasti akan merestui.
Takeo dan Fujiko sih senang-senang aja kalau mereka mau melakukan pernikahan bersama-sama. Yumiko setuju, karena dengan begitu mereka nggak repot dua kali dan dia nggak malu. Natsu protes karena alasan Yumiko itu justru yang memalukan. HAHAHAHAHA.
Semuanya tertawa bahagia dan Yukijiro meminta mereka mencicipi Obataansando yang ia bawa. Mereka makan dengan bahagia.

Keesokan harinya, Natsu menyibukkan diri untuk menggambar design tanpopo butter. Natsu mencoba menggabungkan gambar bunga dandelion dan sapi perah. Saat Natsu asik menggambar, Fujiko datang menemui Natsu dan memberikan sesuatu. Fujiko mencatatkan Natsu resep-resep masakan keluarga Shibata untuk Natsu. Ia yakin Natsu masih mengingat cara memasaknya karena Natsu dulu sering membantu di dapur, tapi kalau-kalau Natsu lupa resepnya, makanya ia membuatkannya untuk Natsu. Natsu melihat buku resep buatan Fujiko dan memuji gambarnya bagus-bagus. Ia mengatakan kalau ibu juga harus membuatkan satu untuk Yumiko, tapi ibu mengatakan untuk Yumiko kalau cuma diberikan resep dia nggak akan paham, harus diajari satu per satu. Keduanya tertawa.
Fujiko masih merasa bahagia karena Natsu dan Yumiko akan menikah, ia merasa sebuah keajaiban YUmiko yang seperti itu berfikir untuk menikah, ia yakin itu adalah salah satu keajaiban yang dibawa Natsu untuk keluarga Shibata. Tapi Natsu justru merasa keluarga Shibata adalah keajaiban baginya. Fujiko berkaca-kaca mengatakan kalau dengan lahirnya Natsu ke dunia ini dan menjadi puterinya, itu sudah menjadi keajaiban.
Natsu memeluk ibunya dan keduanya menangis. Fujiko mengatakan meski sudah menikah, jika terjadi sesuatu, NAtsu jangan menahannya dan boleh kembali kapan saja. Natsu mengerti.
Fujiko sambil menangis mengatakan kalau ia bersyukur Natsu lahir ke dunia ini. Natsu menangis dipelukan Fujiko.

Natsu dan Sakaba datang ke Koperasi Pertanian Tokachi begitu Natsu selesai dengan design logo. Ia menunjukkan design-nya pada Tanabe-san. Design final adalah gambar kepala sapi dengan bunga dandelion di kening sapinya. Tanabe-san menyukai design itu.
Melihat logo itu, Takeo jadi teringat kenangan saat pertama kali Natsu ke Hokkaido, ia tak menyangka waktu cepat sekali berlalu, Natsu kecil saat itu sekarang sudah akan menikah. Ia terharu.

Pulang dari sana, Natsu dan Sakaba pergi ke rumah Tenyo. Sakaba kagum melihat atelier milik Tenyo, banyak lukisan disana. Tenyo sudah mendengar mengenai Sakaba dari kakaknya, kalau Sakaba memuji lukisannya. Sakaba juga tidak menyangka kalau Tenyo adalah teman masa kecil Natsu. Natsu mengatakan setelah melihat gambar Tenyo, ia jadi tersentuh dan mulai menggambar, jika Tenyo tidak ada, mungkin dirinya yang sekarang tidak akan ada. Tenyo merasa kalau Natsu terlalu memujinya.
Sakaba mulai bertanya pada Tenyo, menurut Tenyo menggambar itu apa, karena Tenyo menggambar disela-sela pekerjaan pertaniannya. Natsu mendesah karena Sakaba mulai lagi dan meminta Tenyo jangan menjawab terlalu serius.
Tapi Tenyo benar-benar memikirkan jawabannya, Tenyo mengatakan kalau ia melakukan keduanya untuk hidup, pekerjaan pertanian untuk makan, sementara menggambar untuk pelepasan. Ada masa-masa dimana ia frustasi, dengan menggambar ia merasa lebih bebas dan lepas dari penatnya, baginya seperti itulah gambar.
Sakaba mengerti dan menyukai jawaban Tenyo, menurut Sakaba gambar/lukisan Tenyo itu sangat luar biasa yang tidak hanya punya nilai artistik semata. Tenyo mengatakan itu membosankan jika ia menggambar dengan hanya memikrkan nilai artistik. Meski begitu jika orang memuji lukisannya ia senang tapi jika tidak membuat orang lain puas ia juga kesal.

Sakaba kemudian tertarik melihat sebuah lukisan disana, potret Tenyo di ruang kerjanya. Tenyo tiba-tiba mengatakan kalau ia dan Natsu hidup di tempat yang mereka pilih sendiri, begitulah hidup. Ia tidak tahu mengenai dunia animasi, hanya Sakaba-lah yang bisa menuntun Natsu untuk hidup dengan baik disana, karena itu Tenyo meminta Sakaba untuk menjaga Natsu. Sakaba mengerti.
Tenyo dan Sakaba kayaknya memang cocok bersama-sama, Natsu tersenyum melihat mereka berdua. Natsu dalam hatinya berkata kalau setelah sejauh ini, tidak salah lagi kalau Tenyo akan selalu menjadi tujuan-nya nomor satu (her goal).

Pulang dari rumah Tenyo, Natsu dan Sakaba bergandengan tangan. Natsu dalam hatinya menyapa ayah dan ibunya di surga.
"Ayah dan Ibu di surga, apakah kalian baik-baik saja? Aku akan menikah dengan pria ini yang bernama Sakaba Kazuhisa ini. Aku masih belum tahu apa yang akan terjadi di masa depan, tapi aku bahagia".

Natsu dan Sakaba kembali ke Tokyo beberapa hari kemudian untuk memberi salam pada orang tua Sakaba. Seperti yang Sakaba selalu katakan, Natsu tidak perlu khawatir mengenai orang tuanya. Hari itu mereka makan siang bersama di luar, orang tua Sakaba sangat baik pada NAtsu. Ayah Sakaba benar-benar orang yang suka bicara dan sepanjang pertemuan itu, ayahnya terus membicarakan mengenai pekerjaannya di bidang arkeologi. Ibu Sakaba terus meminta maaf karena suaminya berisik sementara Natsu terus mendengarkan pembicaraan sang ayah sambil menjawab 'haik... haik...' HAHHHAAHA.
Sakaba sendiri nggak banyak bicara dalam pertemuan itu, ia makan, makan, makan dan makan HAHAAAHHAHAHAHAHAHAHAH.

Lalu, musim semi 1967, saat bunga dandelion bermekanaran di padang rumput Tokachi, Hokkaido, Natsu x Sakaba dan Yumiko x Yukijiro melangsungkan upacara pernikahan mereka di rumah keluarga Shibata.
Pagi-pagi sebelum pernikahan, kakek masih bekerja di peternakan. Natsu yang sudah mengenakan pakaian pengantin tradisional menemui kakek disana. Kakek mengatakan NAtsu seharusnya tidak datang ke sini dengan pakaian seperti itu, karena nanti bisa kotor. Natsu protes itu karena kakek tidak juga muncul, Yumiko juga menunggu kakek. Kakek mengatakan ia tak perlu hadir disana dan menyuruh Natsu segera pergi karena upacara akan segera dimulai.
Natsu mengerti sifat kakek yang begitu, ia mengerti. Natsu kemudian mengatakan sesuatu yang biasanya pengantin wanita katakan pada orang tua sebelum menikah 'nagai aida, osewa ni narimashita' atau terima kasih telah membesarkanku selama ini. Natsu membungkuk pada kakek.
Saat itu kakek tiba-tiba meneteskan air mata dan berterima kasih pada Natsu. Natsu terkejut karena seharusnya dia yang berterima kasih, jadi agak aneh kalau malah kakek yang berterima kasih. Kakek mengatakan karena dia merawat Natsu, ia jadi bisa merasakan banyak mimpi, karena itu ia berterima kasih pada Natsu. Kakek menangis saat mengatakan hal itu dan itu juga membuat Natsu berkaca-kaca.
Kakek akhirnya menatap Natsu dan mengucapkan selamat atas pernikahan Natsu dan Natsu menangis, ia berterima kasih banyak pada kakek.

Upacara pernikahan kemudian dimulai. Joint wedding Natsu & Sakaba dan Yumiko & Yukijiro. Tamu undangan nggak banyak, hanya keluarga dekat saja. Keluarga Shibata, Okuhara, Obata dan Sakaba. Special guest Nobu-san bersama istrinya, Tanabe-san, keluarga Yamada, ayah Sara, Yocchan, Kadokura, Kurata-sensei dan Madam yang mendampingi Saitaro.
Kue pernikahan khusus dibuat oleh ayah Yukijiro, 3 tingkat. Para ibu asik mengobrol satu sama lain, Akemi-chan menyapa kakak beradik keluarga Sakaba. Kakek, Yukichi, Kikusuke minum-minum sambil mengenang Natsu dan Yumi yang dulu masih kecil sekarang sudah menikah. Nobu bersama istrinya merasa asik banged pernikahan ini karena keluarga ramai berkumpul.
Ayah Sara asik main sama cucunya ditemani Teruo dan Sara. Takeo menuangkan minuman untuk Tanabe-san. Yohei dan Tenyo duduk berdua memuji Natsu yang cantik dihari pernikahannya. Madam berkomentar kayaknya dia juga pengen menikah trus Saitaro kaget.
Kadokura menangis di pernikahan Natsu dan Kurata-sensei bingung kenapa Kadokura yang menangis HAHAHAHAHHA.

Sementara itu keempat pengantin juga terlihat menikmati pesta pernikahan ini. Yukijiro tampak bahagia meskipun ia tegang, sementara Sakaba nggak peduli dia adalah pengantin pria, dia asik makan, makan dan makan. Natsu cuma bisa mengkhawatirkan Sakaba yang makannya banyak, sampai hampir tersedak HAHAHAHHAHAHA.
Lalu acara terakhir adalah mengambil foto pernikahan seluruh keluarga besar dan tamu undangan. Seluruh anggota keluarga tampak bahagia, tentu saja pengantinnya juga.
Natsu, Sakaba, Yumiko dan Yukijiro, o kekkon omedetou~

-To Be Continued-

Komentar:
Episode 114 atau episode terakhir diminggu ke-19 ini cukup spesial, karena episode ini dimulai tanpa opening song. Opening song baru diputar di akhir drama saat acara pernikahan, dengan credits lengkap. Episode seperti ini biasanya adalah episode terakhir sebuah asadora, jadi nonton episode 114 ini rasa-rasa nonton episode terakhir.

Meskipun Sakaba dan Natsu bukan ship-ku, tapi aku bahagia dengan pernikahan mereka. Aku suka bagaimana Sakaba yakin banged mereka nggak akan susah dapar restu dari orang tuanya dan memang orang tua Sakaba kayaknya terbuka dan asik. Aku berharap melihat mereka di episode kedepannya karena sayang banged cuma muncul sebentar. Bahkan kakak adik Sakaba nggak ada adegan bareng, padahal pengen liat bagaimana keluarga Sakaba kalau berkumpul.
Sakaba adalah nama marga, jadi Okuhara Natsu, mulai episode 114 minggu ini sudah berubah menjadi Sakaba Natsu. Karena itu mulai sinopsis minggu depan, aku akan memanggil Sakaba dengan Kazuhisa atau Ikkyu-san. (Masih belum memutuskan yang mana HAHHAHAAHA).

Meski perjalanan panjang membuat Yukijiro dan Yumiko berpisah kemudian jatuh cinta pada orang lain, tapi kalau jodoh memang nggak kemana ya. Akhirnya mereka berdua dipersatukan di minggu ke-19 ini. Nggak perlu banyak alasan kenapa, asalkan punya keberanian untuk melangkah ke jenjang pernikahan, punya rasa tanggung jawab dan tentu saja kalau hati menerima, maka langsung dihalalkan.
Natsu dan Yumiko sama-sama menikah tanpa pacaran, tapi mereka sudah mengenal calon mereka itu cukup lama, terutama Yumiko, jadi aku pikir nggak akan ada masalah. Yumiko dan Yukijiro punya kepribadian yang berlawanan, tapi itu sebabnya mereka berdua terlihat saling melengkapi. Aku yakin mereka akan menjadi pasangan langgeng. Sementara itu Natsu sepertinya akan menemukan banyak hal baru tentang Sakaba. Misalnya di episode ini aku baru tahu kalau Sakaba itu makannya banyak HAHAHAHAAHAHA.

Saat Natsu dan Sakaba main ke rumah Tenyo dan lukisan potret wajah Tenyo dipelihatkan, rasanya aku pengen nangis. Karena ini adalah episode terakhir dimana kita mungkin akan melihat Tenyo bersama Natsu dalam keadaan sehat. Lukisan potret Tenyo itu juga membuatku sedih membayangkan episode yang akan datang.
Natsu dan Tenyo mempunyai kisah masa kecil yang indah dan kalau shoujo manga biasa memang nggak akan salah lagi mereka berdua akan dipersatukan. Sayangnya, perasaan NAtsu pada Tenyo sejak dulu itu nggak jelas dan perpisahan mereka juga membuat keduanya semakin menjauh. Tapi perasaan satu sama lain yang saling mengagumi dan berjalan di jalan masing-masing dengan saling mendukung tidak patah. Natsu selalu merasa Tenyo adalah tujuan yang ingin ia capai. Tanpa Tenyo, Natsu mungkin tidak akan bisa melangkah sejauh ini. Tenyo adalah yang memperkenalkan Natsu pada gambar dan animasi.
Sangat disayangkan keduanya nggak jodoh.

Minggu depan adalah mengenai kehidupan pernikahan Natsu dan Sakaba, bagaimana Natsu masih bekerja setelah ia menikah dan akan punya baby, apakah dia harus berhenti dari pekerjaannya?
Jangan lupa kalau Sakaba juga masih pengangguran, dia akan ambil alih tugas istri menjadi bapak rumah tangga heheheehhehe. Sebenarnya nggak masalah sih menjadi bapak rumah tangga karena Natsu juga menyukai pekerjaannya dan nggak mau berhenti.
Aku nggak sabar Mako-san kembali dan mengajak Sakaba menjadi salah satu karyawan di perusahaan animasi yang akan ia dirikan.

Share:

0 comments:

Post a Comment

Follow by Email

Translate

NOTE:

DILARANG RE-UPLOAD / COPY PASTE TULISAN DI BLOG INI!

JIKA INGIN SHARE, CUKUP LINK KE POSTINGANNYA SAJA, BUKAN ISINYA!


SUPPORT US

[Trivia] Japanese Movie Recommendations List

Karena ada banyak yang menanyakan rekomendasi untuk J-Movie, jadi aku memutuskan untuk membuat list rekomendasi Japanese Movi...

Recent Posts

Recent Posts Widget

Popular Posts This Week

Actor / Actress

Airi Matsui Ando Sakura Anna Ishii Aoi Miyazaki Aoi Morikawa Aoi Wakana Aoi Yu Aom Sushar Araki Yuko Ayase Haruka Bebe Tanchanok Chen Duling Chiba Yudai Chinen Yuri Choi Ara Dai Lu Wa Daiki Shigeoka Darren Wang Dori Sakurada Eikura Nana Eita Elaiza Ikeda Fujiki Naohito Fuka Koshiba Fukagawa Mai Fukuchi Momoko Fukushi Sota Fuma Kikuchi Fumi Nikaido Furuhata Seika Gao Zhi Ting Go Kyung Pyo Gong Yoo Gou Ayano Hamano Kenta Han Seung Yeon Han Yeri Hana Sugisaki Haru Kuroki Haruka Fukuhara Haruma Miura Haruna Kawaguchi Hasegawa Hiroki Hashimoto Ai Hashimoto Kanna Hayami Akari Hayato Isomura Higa Manami Hikari Mitsushima Hirano Sho Hiroki Narimiya Hirose Alice Hirose Suzu Honoka Yahagi Horii Arata Hou Ming Hao Hu Yi Tian Hwang Jung Eum Hyeri Igawa Haruka Imada Mio Inoue Mao Ishihara Satomi Jang Se Hyun Ji Soo Ji Woo Joo Won Jun Shison Jung So Min Kaku Kento Kamiki Ryunosuke Kaname Jun Kanichiro Kanjiya Shihori Kasumi Arimura kawakami juria Kei Tanaka Kengo Kora Kentaro Kento Hayashi Kento Nagayama Kim Go Eun Kim Ji Won Kim Min Suk Kim So Hyun Kim Soo Hyun Kim Tae Ri Kim Woo Bin Kim Yoo Bin Kim Yoo Jung Kim Yoo Mi Kinami Haruka Kiritani Kenta Kitamura Takumi Kiyohara Kaya Kiyohara Sho Komatsu Nana Koseki Yuta Kou Shibasaki Kubota Sayu Kudo Asuka L Lee Bo Young Lee Chung Ah Lee Dong Hwi Lee Dong Wook Lee Gi Kwang Lee Jong Suk Lee Joon Lee Soo Hyuk Lee Yoo Jin Li Lan Di Lily Franky Mackenyu Mahiro Takasugi Maika Yamamoto Maki Horikita Mamiya Shotaro Marie Itoyo Masahiro Higashide Masaki Okada Masaki Suda Masataka Kubota Matsumoto Jun Matsushima Nanako Mayu Matsuoka Mei Nagano Mikako Tabe Mike D angelo Min Do Hee Minami Hamabe Minami Sara Mio Yuki Mirai Moriyama Mirai Shida mirai suzuki Mitsuki Takahata Mitsushima Shinnosuke Miwa Miyu Yoshimoto Mizuki Yamamoto Moe Arai Moka Kamishiraishi Mone Kamishiraishi Mugi Kadowaki Nadine Lustre Nagasawa Masami Nakajima Kento Nakamura Tomoya Nao Nao Matsushita Nijiro Murakami Nounen Rena Okada Kenshi Osamu Mukai Otani Ryohei Park Bo Gum Park Eun Bin Park Hae Jin Park Seo Joon Park Shin Hye Pattie Ungsumalynn Phan Pagniez Reina Visa Rena Matsui Riho Yoshioka Rina Kawaei Ryo Ryusei Ryo Yoshizawa Ryoma Takeuchi Ryota Katayose Ryu Hwa Young Ryu Jun Yeol Sagara Itsuki Sairi Itoh Saito Takumi Sakaguchi Kentaro Sakuma Yui Sakurako Ohara Sato Kanta Satoshi Tsumabuki Seino Nana Seo Hyun Jin Seto Koji Shen Yue Shim Eun Kyung Shimon Okura Shin Hyun Soo Shirota Yuu Shohei Miura Shono Hayama Shuhei Nomura Shunya Shiraishi sometani shota Son Seung Won Song Ha Yoon Suga Kenta Sun Woong Suzuki Ryohei Suzy Taiga Taishi Nakagawa Takahashi Issei Takanori Iwata Takayuki Yamada Takeru Sato Takuya Kusakawa Tamaki Hiroshi Tao Phiangphor Tasuku Emoto Tomita Miu Tomoshita Yamashita Tori Matsuzaka Toyokawa Etsushi Tsubasa Honda Tsuchiya Tao Uchida Rio Ueno Juri Wan Peng Yamazaki Kento Yamoto Yuma Yo Oizumi Yoo In Na Yoo Seung Ho Yook Sung Jae Yoon Park Yoon So Hee Yoshine Kyoko Yosuke Sugino Yu Aoi yua shinkawa Yui Aragaki Yuina Kuroshima Yuki Furukawa Yuki Izumisawa Yuki Yamada Yukino Kishii Yuko Oshima Yuna Taira Yuriko Yoshitaka Yuta Hiraoka Yuya Matsushita Yuya Yagira Zhang Yao

Drama / Movie

3A 99.9 A Love So Beautiful A Story of Yonosuke Age of Youth 2 Always Sunset on Third Street amachan Anikoma Anohana Anone Ao Haru Ride Arbitratily Fond Asa ga Kita Ashi Girl At Cafe 6 Beppin-San Biscuit Teacher and Star Candy Bittersweet Boku Dake ga Inai Machi Boku no Ita Jikan Boukyaku no Sachiko Bubblegum Cafe Waiting Love Carnation Chia Dan Chihayafuru Chugakusei Nikki Churasan Crybaby Pierrot's Wedding Crying Out Love in the Center of the World Daily Lives of High School Boys Dating DNA Departures Eulachacha Waikiki Evergreen Love Father is Strange Fight Fleet of Time Forever Young Frankenstein no Koi From Five to Nine Gakko no Kaidan Gegege no Nyobo Gochisousan God Gift Good Morning Call Good Morning Call 2 Goon Ju Hana and Alice Hana Nochi Hare Hanako to Anne Hanbun Aoi Haruchika Hirunaka no Ryuusei Hirune Hime Hiyokko Honey and Clover Hot Road Hyouka I Love You in Tokyo I Want to Eat Your Pancreas If We Were A Season Itakiss LIT Itakiss LIT S2 Itakiss Movie Kahogo no Kahoko Kakegurui Kaze no Haruka Keiji Yugami Kidnap Tour Kiki Delivery Service Kimi no Na Wa Kingyo Club Kiss Me Thailand Koe no Katachi Koinaka Kuragehime Linda Linda Linda Little Forest Love Letter Lucky Romance Ma Boy Man From The Stars Manpuku March Comes in Like a Lion Mare Massan May Who? Meteor Garden 2018 Moriyamachu Driving School My Huckleberry Friends My Husband Can Not Work My Little Sweet Pea My Old Classmate Nagi no Asukara Narratage Natsuzora Nodame Cantabile Oboreru Knife Ohisama Omotesando On The Wings of Love One Million Yen Girl One Week Friends Operation Love Orange Orange Days Ore Monogatari Our Little Sister Our Times Peach Girl Pinocchio Princess Hours Thailand Rage Rainbow Song ReLIFE Reply 1988 Romance Full of Life Sannin No Papa she was pretty Shigatsu wa Kimi no Uso Sing Salmon Sing Solanin Sound of Your Heart Splish Splash Love Ssam My Way Strobe Edge Sukina Hito ga Iru Koto Teiichi no Kuni Tenno no Ryoriban The 100th Love The Anthem of the Heart The Best Hit The Great Passage The Left Ear The Woodsman and The Rain The World of Us Today's Kira-kun Todome no Kiss Toki wo Kakeru Shojo Tokyo Tarareba Girls Tomorrow Cantabile Tonari no Kaibutsu-kun Toto Nee Chan Twenty Years Old Twilight Saya in Sasara Uchiage Hanabi Under the Hawthorn Tree Unnatural Wakamonotachi Warotenka We All Cry Differently What A Wonderful Family When We Were Young While You Were Sleeping Wise Prison Life Wood Job Yellow Elephant Yesterday Once More Your Lie in April Youth Over Flowers

Blog Archive

Recent Comments

Random Posts