Saturday, 31 August 2019

[Sinopsis] Nagi no Oitoma Episode 6

Gimana rasanya masih cinta sama mantan dan ingin kembali tapi si mantan udah punya gebetan?
Gimana rasanya susah move on dari mantan, trus ada cewek yang tipe ideal banged datang PDKT?
Gimana rasanya cuma punya 1 tempat curhat dimana bisa jadi diri sendiri taunya mantan kerja disana?
Gimana rasanya, negrasa udah mulai move on tapi hancur pas ketemu mantan lagi?
Gamon Shinji menghadapi masa-masa sulitnya menjaga harga diri di depan mantan lol.

Sinopsis Nagi's Long Vacation Episode 6

Nagi mulai bekerja di bar kedua milik mama, SNACK BLUE. Ia melakukan pekejaannya sebagai pelayan dengan baik tapi Nagi tidak bisa bersosialisai dengan pelanggan, karena Nagi tidak pandai bicara. Misalnya membuat topik pembicaraan, membuat pembicaraan menjadi menarik. Bahkan saat ada pelanggan yang memintanya menyanyi, Nagi tidak bisa melakukannya karena ia tidak tahu lagu apapun. Saat Nagi berusaha menyesuaikan diri dengan keadaan, ada pelanggan yang masuk ke bar tersebut.
Di akhir episode 5, aku berfikir kalau Gamon akhirnya muncul di bar baru mama, tapi ternyata itu bukan Gamon melainkan Sakamoto-san. Sakamoto-san tahu Nagi bekerja disana dari tetangga Nagi dan ia datang untuk meminta maaf karena sudah mengabaikan panggilan Nagi beberapa hari belakangan. Nagi juga meminta maaf karena ia sudah mengatakan hal kasar pada Sakamoto-san waktu itu.
Nagi mengajak Sakamoto-san untuk masuk dan mengobrol dengannya. Sakamoto-san cukup kagum pada Nagi, karena baru beberapa hari tidak bertemu dengan Nagi, Nagi sudah tampak kuat. Nagi mengatakan bukan begitu, ia hanya bangkit dari kegelapan. Ia menceritakan pada Sakamoto-san kalau ia sudah putus dari Gon. Sakamoto-san juga mengatakan ia akhirnya mendapatkan pekerjaan dan memberikan kartu namanya pada Nagi, ia mendapatkan pekerjaan itu dari rekomendasi senior kampusnya yang tidak sengaja bertemu dengannya di job fair. Sakamoto-san menjelaskan kalau pekerjaanya itu sering mengadakan seminar untuk orang-orang yang memikirkan pekerjaan sampingan atau yang ingin mengubah cara kerja. Karena itu adalah pekerjaan yang mensupport impian orang-orang, Sakamoto-san merasa cocok dengannya, karena itu ia menerima pekerjaan tersebut.
Nagi merasa kagum pada Sakamoto-san yang seorang pekerja keras.

Gon sedang galau di kamarnya setelah Nagi mengembalikan kunci rumahnya. Kemarin ada 2 orang yang mengembalikan kunci padanya, mahasiswi seni dan Nagi. Tapi entah kenapa Gon merasa hatinya beda saat Nagi yang mengembalikan kunci itu dan tak bisa berhenti memikirkannya.
Saat mendengar suara tetangga sebelah rumahnya menutup pintu dan akan pergi, Gon langsung melompat keluar rumah dan mengejar Nagi ke halaman. Nagi menyapa Gon dan mengucapkan selamat pagi. Gon tampak bahagia melihat Nagi dan bertanya kemana Nagi akan pergi?
Nagi mengatakan ia akan ke perpustakaan karena ada yang ia akan cek disana. Gon mengerti dan melambaikan tangan pada Nagi kemudian kembali ke kamarnya. Nagi bingung kenapa Gon susah payah keluar hanya menanyakan kemana dia pergi wkwkkwkkwkwkw.

Gon menemui Eri dan mulai curhat mengatakan bagaimana Nagi mengembalikan kunci rumahnya dan ingin kembali menjadi tetangganya tanpa hubungan khusus. Eri mengatakan Gon sudah mematahkan hati banyak gadis, jadi nggak heran ini terjadi. Setidaknya Gon akhirnya merasakan rasa sakitnya patah hati.
Gon mengatakan bicara mengenai rasa sakit, belakangan ini ia merasakannya di dadanya. Gon menyentuh dadanya dan Eri salah paham berfikir Gon sakit jantung atau apa gitu yang berbahaya. Eri bertanya apakah sekarang masih sakit dan Gon menggeleng. Ia mengatakan rasa sakitnya hanya datang saat ia bersama Nagi-chan. Saat mereka berdua saling menatap, ia jadi tidak bisa mengatakan apa yang ingin ia katakan. Saat ia menatap Nagi, hatinya sakit (kayak luka yang dikasih garam).
Eri kesal mendengarnya dan meninju dada Gon HAHHAHAHAHAHAHAHAHAHA. Selamat Gon atas cinta pertama anda.

Gamon belakangan ini Good-Mood di kantor karena ia diam-diam pacaran dengan Madoka wkwkwkkwkwkw. Gamon yang memutuskan untuk move on dari Nagi menerima Madoka yang jelas-jelas mendekatinya. Mereka punya kode pegang hidung kalau mau ketemu, kalau naik lift mereka memilih paling belakang dan diam-diam bergandengan tangan, kalau ada rapat mereka sengaja keluar paling akhir untuk setidaknya kecupan di pipi.  Karena Gamon dan Madoka ada di departemen yang sama, jadi mudah untuk bertemu, kadang kalau mau janjian makan bareng, Madoka menyisipkan pesan di dokumen yang ia minta Gamon untuk mengeceknya LOL.
Gamon dan Madoka menikmati hubungan diam-diam mereka ini HAHAHHAHAHA.

Sakamoto-san melakukan pekerjaannya dengan sepenuh hati meskipun ia belum mendapatkan satu pelanggan-pun, karena Sakamoto-san juga tidak terlalu baik dalam bicara menarik hati pelanggan. Sakamoto-san sempat merasa kalau biaya seminar terlalu tinggi dan dapat menimbulkan kesalahpahaman bagi peserta. Tapi seniornya mengatakan kalau itu pilihan para peserta pengen ikut atau tidak jika biayanya mahal, tugas mereka adalah memberi support pada impian peserta.
Dalam perjalanan pulang, Sakamoto-san bertemu dengan Nagi yang juga baru pulang dari perpustakaan dan kemudian ibu Urara juga, Shiraishi-san. Nagi memperkenalkan Sakamoto-san dan Shirasishi-san yang baru pertama kali bertemu dan Shiraishi-san mengajak mereka untuk minum-minum bersama kalau ada waktu malam ini.
Jadi, malam itu adalah perkumpulan wanita single di halaman apartemen Nagi dan Shiraishi-san. Mereka minum alkohol dengan cemilan yang dimasak oleh Nagi. Shirasihi-san juga menemukan papan permainan kehidupan dan mengajak mereka main itu sambil mengobrol.

The Game of Life atau permainan kehidupan adalah permainan sejenis monopoli gitu, cuma disini kolom-kolomnya adalah mengenai kehidupan, misalnya lulus SMA, lulus kuliah, mendapat pekerjaan, menikah, punya anak dan lain-lain.
Saat milik Sakamoto-san masuk di kolom universitas, Nagi bertanya Sakamoto-san lulusan universitas mana dan saat Sakamoto-san mengatakan Todai (Universitas Tokyo), Nagi dan Sahiraishi-san kaget karena Todai adalah salah satu universitas terbaik di Jepang. Sakamoto-san mengatakan ia nggak sehebat itu, ia tidak punya hobi jadi yang bisa ia lakukan adalah belajar dan karena itu ia lulus, tapi begitu job-hunting dimulai ia mulai kehilangan motivasi, ia selalu gagal dalam wawancara. Setelah ia mendapatkan pekerjaan, rekan kerjanya selalu mengatakan ia tak bisa membaca suasana.
Di permainannya, setelah Sakamoto-san lulus universitas, Sakamoto-san bekerja di bank, kemudian digiliran selanjutnya Sakamoto-san mengalami break down di tempat kerja dan istirahat satu putaran. Sakamoto-san terdiam karena entah kenapa game kehidupan ini mirip dengan nasibnya yang sebenarnya. Shiraishi-san mengatakan Sakamoto-san jangan masukkan ke hati karena ini cuma game.
Tapi digiliran selanjutnya, Sakamoto-san mendapatkan angka tinggi saat memutar, tapi hasilnya nggak bagus, misalnya membuat kesalahan dan istirahat, dipecat dan harus mundur 3 langkah. Suasana jadi nggak enak. Nagi mencoba mengatakan kalau ini cuma game.

Sakamoto-san mengatakan kalau ia baik-baik saja. Ia curhat mengenai ia yang tidak bisa membaca suasana dan memang baginya situasi/suasana/atmosphere yang dikatakan orang-orang tiak terlihat dimatanya. Setiap kali ia membuat kesalahan, orang-orang disekitarnya akan mengatakan kalau pendidikan tinggi nggak ada artinya. Karena itu Sakamoto-san pindah dari pekerjaan satu ke pekerjaan lainnya, tidak mau melihat kebelakang dan terus berusaha melangkah maju. Saat itulah ia bertemu dengan Nagi, melihat Nagi mereset kembali hidupnya, melangkah ke depan dengan pasti, itu memberikan kekuatan baginya.
Nagi jadi malu dibilang begitu oleh Sakamoto-san. Giliran Nagi memutar dan Nagi mendapatkan angka 1, sebenarnya sejak permainan dimulai, Nagi selalu dapat angka satu, jadi dia melangkah pelan banged. Sakamoto-san dan Shiraishi-san sebenarnya menyadari hal itu sejak awal tapi mereka diam aja, lol.

Nagi datang ke tempat kerja 30 menit sebelum bar buka. Ia belajar dengan membaca buku mengenai bagaimana memulai percakapan, bagaimana mempertahankan percakapan, mudah bicara dalam 1 menit dan lain-lain. Nagi mengatakan kalau ia ingin bisa berkomunikasi dengan pelanggan seperti bermain catch ball, jika bola dilempar padanya, ia bisa melempar balik (Soalnya selama ini Nagi nggak nyambung dengan pembicaraan, nggak ngerti mau menanggapi apa).
Mama cukup terkejut Nagi memikirkan sampai kesana karena ia pikir Nagi tidak tertarik dengan orang lain. Nagi tentu saja membantah dan mama kemudian menasehati Nagi kalau begitu mulailah dengan berhenti memberikan senyuman palsu pada orang lain. Mama mengatakan orang lain bisa melihat sesuatu itu dari hati atau tidak. Mama juga nggak mengerti kenapa Nagi berharap orang lain duluan yang melempar bola padanya dan Nagi mengatakan kalau ia yang melempar duluan akan menjadi beban bagi pelanggan. Mama menebak kalau Nagi pasti berfikir ia adalah pendengar yang baik, tapi pendengar yang baik itu adalah mereka yang melemparkan bola yang mudah ditangkap. Tapi dalam kasus Nagi, Nagi hanya memikirkan mengenai ekspresi lawan bicaranya, karena Nagi nggak akan melemparkan bola pertama kali, makanya orang lain-lah yang melempar duluan alias membuka topik pembicaraan. Lalu kenapa NAgi nggak melempar bola duluan?
Nagi tidak bisa menjawab dan mama memberikan jawabannya, itu karena Nagi tidak tertarik dengan orang-orang. Nagi terdiam.

Saat bekerja malam itu, Nagi tak bisa berhenti memikirkan kata-kata mama mengenai dirinya yang nggak pandai bicara karena dia tidak tertarik pada orang-orang. Saat bekerja sambil berfikir dan memaksa hatinya mengatakan kalau ia tertarik pada orang lain, seorang pelanggan masuk ke bar. Pelanggan itu adalah Gamon yang membuka pintu dengan penuh gaya sambil ber-peace mengucapkan cheese!
An dan mama senang melihat Gamon akhirnya muncul pertama kali di bar baru mereka. Nagi saat itu nggak konsen melihat pelanggan dan menyiapkan minuman. Gamon menyapa mama dengan sikap ramah yang tidak ia tunjukkan pada siapapun, ia bahkan memeluk mama. Saat ia melihat Nagi disana Gamon langsung terbelalak, terdiam. Nagi juga terdiam melihat Gamon.
Gamon shock banged, ia melepaskan pelukannya dan berjalan menuju pintu keluar, tapi An menahannya dan menyuruhnya duduk. Nagi juga masih shock jadi saat mama meminta Nagi menyiapkan bir, Nagi tidak mendengarnya, sampai mama mengatakan 2 kali barulah Nagi panik menyiapkan bir.

Mama memperkenalkan Nagi pada Gamon, pekerja paruh waktu yang baru 3 minggu bekerja disana, Boy-san Nagi-chan. Mama juga memperkenalkan Gamon pada Nagi sebagai pelanggan tetap di bar pertama mereka dulu.
Gamon pura-pura tidak mengenal Nagi dan menyapa Nagi seolah-olah itu adalah pertemuan pertama mereka. Ia berkomentar jarang sekali seorang boy-san adalah wanita dan mengatakan kalau mama pasti memperlakukan Nagi seperti budak. Nagi juga ikut akting Gamon mengatakan mama bersikap baik padanya.
Mama mengatakan pada Nagi agar bersikap baik pada Gamon, meski Gamon kadang sangat menyebalkan karena GAmon baru saja patah hati. An menambahkan kalau Gamon diputuskan oleh wanita yang sangat ia cintai dan menangis setiap hari di bar HAHAHHAHAHAHAHHA.
Gamon langsung berwajah aneh dan mengalihkan pandangannya dari Nagi, sengaja mengubah pembicaraan dengan bir dan bir dan bir. Gamon sengaja bicara keras agar suara mama yang masih membahas patah hatinya tidak terdengar oleh Nagi HAHAHHAHAHAHAHAHAHAHAA. Ngakak aku pas adegan ini XD
Mama aja sampai bingung ada apa dengan Gamon malam ini.

Nagi melayani pelanggan di meja lain dan mama berkomentar saat pertama kali ia melihat Nagi, ia sudah yakin Nagi adalah tipe pekerja keras, rajin, Nagi bahkan membersihkan dengan baik dan bahkan datang 30 menit lebih awal meski ia tidak memintanya. Gamon diam saja.
An menyajikan cemilan buatan Nagi, kentang + ayam, ia meminta Gamon mencobanya, tapi entah kenapa Gamon nggak jadi mencobanya padahal ia sudah memegang sumpit.
Gamon sebenarnya kaget melihat Nagi yang kelihatan baik-baik saja, padahal sebelumnya Nagi kayak zombie. Ia juga memperhatikan Nagi yang diganggu oleh pelanggan yang mengejek ikat rambut Nagi dan menyuruhnya menari. Untuk membantu Nagi, Gamon sengaja menanyakan arah mini market pada Nagi, meminta Nagi keluar untuk menunjukkan jalannya.

Tapi tentu saja setelah di luar Gamon sama sekali nggak niat ke mini market. Gamon bicara pada Nagi untuk berhenti dari pekerjaan ini karena Nagi nggak cocok dengan pekerjaan seperti ini karena ini adalah tempat dimana orang-orang merasa bebas mengatakan keresahan hatinya yang selama ini di simpan. Pelayan harus menghibur mereka, karena itu Nagi nggak cocok jadi pelayan. Tadi aja pas Nagi di bully ia melihat wajah Nagi yang tidak suka.
Gamon juga mengatakan kalau Nagi itu tidak tertarik dengan orang lain. Nagi kesal dan bertanya kenapa Gamon mengatakan hal seperti itu padanya. Gamon mengatakan itu karena Nagi hanya menyukai pada orang yang tertarik padanya. Nagi terdiam.
Gamon kembali ke dalam bar dan dengan cepat ia beradaptasi disana, Gamon bahkan duduk dengan pelanggan yang tadinya menganggu Nagi. Mereka akrab dengan cepat dan bahkan cuhat. Nagi hanya memandangi mereka.
Saat pelanggan itu akan pulang, Nagi dan Gamon mengantarnya sampai ke pintu, pelanggan itu memberikan kartu namanya. Pekerjaan pria itu adalah mengadakan seminar-seminar untuk orang-orang yang menginginkan pekerjaan sampingan dan Nagi kemudian mengatakan kalau temannya juga bekerja di bidang yang sama. Ia mengatakan nama perusahaan Sakamoto-san pada pelanggan itu dan pelanggan itu mengatakan kalau perusahaan itu adalah penipu, menipu peserta seminar dengan harga tinggi tanpa hasil. Nagi terkejut.

Nagi dan Gamon pulang bersama. Gamon mengatakan Nagi harusnya mengkhawatirkan dirinya terlebih dahulu baru orang lain. Ia bertanya kenapa Nagi kerja di bar seperti ini, apakah untuk mendukung kehidupan tetangganya itu?
Nagi mengatakan ia sudah putus dari Gon-san. Gamon terkejut. Saat itu, Madoka tiba-tiba muncul dan meminta maaf pada Gamon kalau ia terlambat. Gamon tiba-tiba aja langsung berada diantara 2 wanita, mantan pacar dan pacar baru wkwkkwkw.
Madoka dan Nagi saling pandang menunggu diperkenalkan oleh Gamon. Gamon kebingungan, ia memperkenalkan Nagi sebagai Boy-san di bar temanna. Madoka menyapa Nagi dan mengatakan ia sudah sering mendengar mengenai bar itu dari Gamon.
Lalu saat giliran Gamon memperkenalkan Madoka pada Nagi, Gamon bingung mencari panggilan yang tepat untuk Madoka, apakah ia harus memperkenalkan Madoka sebagai pacar, pacarku atau pacar baruku. Lucunya, tulisan itu muncul di jalan jadi Gamon menggunakan kakinya menghapus tulisan itu dan Gamon jadi bertingkah aneh gitu. Nagi bingung.
Pada akhirnya Gamon memperkenalkan Nagi sebagai rekan kerjanya, itupun dengan gaya yang awkward dan suara kecil. Ia mengatakan kalau Madoka (tanpa menyebutkan namanya) adalah sales terbaik di cabang Osaka yang baru dipindahkan ke kantornya. Gamon juga nggak mau lama-lama disana karena ia bahkan nggak bisa menatap Nagi, ia mengajak Madoka pergi, lain kali aja ke bar karena bar terlalu ramai malam ini.
Madoka tampak kecewa karena Gamon tidak bisa memperkenalkannya sebagai pacar.

Di episode 6 ini, aku baru nyadar nama apartemen Nagi adalah Elegance Palace. Hari itu Nagi main ke rumah Urara-chan untuk meminta bantuan Shiraishi-san mengecek perusahaan tempat Sakamoto-san bekerja, apakah benar punya reputasi yang buruk. Nagi nggak punya laptop dan smartphone, jadi minta bantuan Shiraishi-san. Dan ternyata perusahaan tempat Sakamoto-san bekerja memang mencurigakan, banyak yang merasa tertipu karena seminar itu memperkenalkan mereka pada perusahaan lain yang menipu karyawannya dengan nggak membayar gaji dan bahkan kekerasan di tempat kerja.
Bahkan ada forum kumpulan yang tertipu dengan seminar itu, banyak korbannya. Shiraishi-san merasa bagaimapaun dilihat, perusahaan tempat Sakamoto-san bekerja memang bukan perusahaan yang baik. Nagi semakin khawatir.
Keesokan harinya, Nagi menunggu Sakamoto-san yang akan berangkat bekerja. Ia membicarakan hal itu pada Sakamoto-san, Nagi udah berhati-hati membahas mengenai reputasi perusahaan tempat Sakamoto-san bekerja tidak baik. Sakamoto-san tidak suka Nagi mencurigai perusahaannya seperti itu dan ia pikir Nagi mendukung keputusannya. Pada akhirnya Nagi tidak bisa menghentikan Sakamoto-san.
Sakamoto-san ditempat kerja berusaha tidak memikirkan apa yang dikatakan oleh Nagi, ia juga berfikir untuk bergerak maju, makanya ia meminta pada bos untuk mempercayakan seminar selanjutnya padanya.

Malam itu, Nagi kembali main ke rumah Shiraishi-san. Nagi sudah mencoba menghubungi Sakamoto-san melalui ponsel tapi Sakamoto-san tidak menjawab. Nagi merasa kalau ia sudah dibenci oleh Sakamoto-san.
Urara bertanya orang seperti apa Sakamoto-san itu dan Nagi mengatakan adalah orang yang serius dan sedikit keras kepala, tapi ia pekerja keras dan pure. Ia tidak tahu kenapa tapi Sakamoto-san sepertinya sangat tertarik padanya dan selalu ada disekitarnya. Ia juga tidak tahu kenapa ia tak bisa membiarkan Sakamoto-san sendirian.
Shiraishi-san tersenyum dan mengatakan setelah mereka dewasa, menemukan orang seperti itu sangatlah sulit.

Keesokan harinya, Nagi buru-buru pergi ke suatu tempat. Di depan rumah ia bertemu dengan Gon yang menawarkan semangka padanya, tapi karena Nagi buru-buru ia meminta maaf dan meninggalkan Gon. Gon lagi-lagi merasa dadanya sakit, ia tidak mengerti kenapa HAHAHHAHAA. Gon galau gara-gara dicuekin oleh Nagi. Nenek lantai atas melihat Gon dan ia tertarik pada semangka yang dibawa Gon. Ia mengajak Gon menonton film di kamarnya dan tiketnya adalah semangka itu HAHAHHAHAHAH.
Gon dan nenek menonton film lama, kayaknya Nabi Musa yang membelah laut merah. Nenek ingin mengajarkan kalau Gon adalah pria yang penuh dosa (karena mematahkan hati berbagai wanita nggak peduli, pekerjaan dan usia). Nenek bertanya rasa sakit di dada itu, apakah Gon benar-benar tidak tahu itu?
Gon bingung dan nenek jadi yakin kalau Gon benar-benar nggak tahu. Nenek excited sendiri mengatakan kalau ini adalah cinta pertama Gon. Nenek mengucapkan selamat datang di dunia dimana cinta dan keinginan tidak bisa dikontrol. Ini adalah waktunya Gon yang akan merasakan namanya patah hati HAHAHHAHAHAHA.

Gamon juga diam-diam mengkhawatirkan Nagi dan mencari tahu tentang perusahaan tempat teman Nagi itu bekerja. Ia melihat kalau perusahaan itu akan mengadakan seminar hari ini.
Nagi sudah ada di bawah kantor perusahaan Sakamoto-san tapi ia masih ragu untuk naik ke atas. Tiba-tiba ia mendapat telpon dari Gamon yang mendapat nomor baru Nagi dari mama, ia mengatakan mengenai seminar yang akan diadakan perusahaan itu dan sepertinya perusahaan itu memang berbahaya.
Gamon mengirim link-nya pada Nagi dan Nagi mengeceknya. Penanggung jawab adalah Sakamoto-san dan itu membuat Nagi merasa ia memang harus melakukan sesuatu.

Di tempat seminar, Sakamoto-san memulai pidatonya untuk meyakinkan peserta agar menandatangani berkas, sesuatu seperti itu. Nagi masih dalam perjalanan berlari dan berlari sambil mengkhawatirkan Sakamoto-san.
Saat Nagi masuk, Sakamoto-san terkejut dan berhenti bicara. Nagi berjalan lurus ke arah Sakamoto-san dan Sakamoto-san berusaha tidak terganggu dengan Nagi. Saat Nagi berdiri di hadapan Sakamoto-san, semua orang disana melihat mereka. Nagi tidak mengatakan apapun dan hanya mengulurkan tangan pada Sakamoto-san/ Sakamoto-san terdiam dan menatap tangan Nagi. Sakamoto-san tidak berani meraih tangan itu, karena itu Nagi sendiri yang menarik tangan Sakamoto-san dan membawa Sakamoto-san keluar dari sana. Semua orang terkejut melihat mereka berdua.
Rekan kerja Sakamoto-san berusaha mengejar mereka. Di luar, Gamon yang entah sejak kapan datangnya udah ada disana, ia membantu Nagi dan Sakamoto-san dengan menjaga pintu agar Nagi dan Sakamoto-san bisa kabur. WEW.

Nagi membawa Sakamoto-san ke bar mama. Gamon juga disana dan mengecek ke luar untuk melihat-lihat apakah mereka dikejar sampai ke sana. Mama memuji Nagi-chan ternyata sangat berani dan An berkomentar ia tidak tahu kalau Gamon dekat dengan Nagi. Gamon diam saja.
Gamon, mama dan An membiarkan Nagi dan Sakamoto-san bicara berdua. Nagi mengatakan kalau ia memang tidak pantas ikut campur tapi ia pikir Sakamoto-san harus berhenti bekerja disana. Sakamoto-san mengakui kalau ia tahu betapa berbahayanya perusahaan seniornya itu, tapi ia tak mau mengakuinya karena perusahaan itu membuatnya merasa dibutuhkan. Sakamoto-san mengatakan ia sudah lelah dengan berhenti dan melangkah ke belakang, ia ingin melangkah ke depan dan berfikir positif. Jika tidak ia akan melihat betapa menyedihkannya dirinya.
Nagi mengatakan kalau Sakamoto-san selalu berfikir positif dan menurutnya itu mengagumkan, tapi ada kalanya jika tidak melangkah ke belakang, kita tak akan tahu dimana kita berdiri sekarang. Sakamoto-san meneteskan air mata.
Nagi mengatakan ia ingin memulai kehidupan yang baru, jadi ia mengerti apa yang dirasakan oleh Sakamoto-san. Tapi belakangan, ia bisa melihat ke belakang sedikit. Sampai sekarang, ia selalu berharap seseorang melempar bola padanya pertama kali tanpa menyadari kalau orang itu sangat memikirkannya, tapi ia malah membalas dengan senyuman tidak tulus. Ia malu mengatakan ini, tapi ia tahu alasan kenapa ia tidak punya teman adalah karena orang-orang menyadari hal itu. Mereka menyadari ketidaktulusan hatinya.
Tapi sekarang ia ingin mendengarkan baik-baik cerita Sakamoto-san, meski ia tak bisa membantu apapun, ia akan mendengarkan apapun yang Sakamoto-san katakan karena ia tertarik pada Sakamoto-san, karena Sakamoto-san adalah temannya.
Sakamoto-san bertanya, meski aku tidak bisa membaca suasana?
Nagi tersenyum mengatakan kalau suasana/atsmosphere adalah sesuatu yang mereka hirup dan keluarkan.
Mama meneteskan air mata mendengar pembicaraan keduanya.
Sakamoto-san bertanya apakah Nagi merasa ingin makan makanan yang manis. Nago tersenyum dan mengangguk. Mereka berdua teratwa.

 
Sakamoto-san kemudian memesan banana parfait pada mama. Nagi mengatakan kalau menu itu tidak ada di bar tapi mama mengatakan menu itu ada, kalau cuma banana ya pasti ada lol. Mama juga jadi mood memasak masakan pangsit spesialnya.
Gamon yang melihat suasana sudah membaik memutuskan untuk pergi. Nagi yang melihat itu memanggil nama Gamon dengan 'Shinji' dan berterima kasih pada Gamon.
Mama dan An kaget melihat kok kayaknya mereka berdua lebih dekat dari yang dibayangkan (di Jepang, kalau baru kenal biasanya memanggil dengan marga, jadi Nagi memanggil Gamon dengan nama kecilnya Shinji, artinya mereka sudah sangat dekat).
Gamon mengatakan itu bukan apa-apa, kemudian ia bersiap keluar.
Sakamoto-san yang baru fokus melihat pada Gamon kemudian ingat pada Gamon. Ia mengatakan kalau ia ingat Gamon adalah si 'White Lover'. GAmon bingung.
Sakamoto-san mengatakan kalau ia melihat Gamon sekali di stasiun Tachikawa, Gamon menangis sambil makan White Lover. (HAHAHAHAHHAHA White Lover itu oleh-oleh yang dibelikan Gamon pas dia dinas ke Hokkaido, Nagi mengembalikannya setelah menampar Gamon).
Gamon ingat ia memang pernah menangis sambil makan White LOver, tapi tentu saja dia nggak mau mengakuinya. Tapi Sakamoto-san yakin banged itu adalah Gamon. Gamon akhirnya berteriak 'itu bukan aku!' dan meninggalkan bar.
An dan Mama excited sendiri saat akhirnya mereka menyadari kalau Nagi adalah mantan Gamon yang tinggal di Tachikawa HAHAHHAAHAHAHAHA.

Sejak pertemuan kembali Gamon dan Nagi, Gamon jadi agak dingin gitu sama Madoka, nggak menikmati pacaran diam-diam mereka.
Madoka masih meninggalkan pesan di dokumen yang ia berikan pada Gamon, ia menuliskan menu makan siang yang ingin ia makan.
wajah Gamon memperlihatkan kalau ia harus segera menghentikan hal seperti ini dan Madoka juga seidkit banyak menyadari perubahan Gamon.
Saat Gamon meninggalkan mejanya, mantan rekan kerja Nagi datang ke meja Gamon dan nggak sengaja melihat pesan itu. Ia merasa kalau hal ini menarik dan mengajak 2 temannya makan menu yang sama dengan yang disarankan Madoka.

Hari itu penghuni Elegance Palace Nagi menonton kembang api bersama-sama. Sakamoto-san juga bergabung bersama mereka. Kembang apinya sangat indah, nenek kelihatan paling excited.
Gon sama sekali tidak tertarik dengan kembang api, ia lebih tertarik memandangi Nagi. Jadi saat Nagi bertanya apakah Gon melihat kembang api bentu bunga, Gon nggak bisa menjawabnya.
Nagi menatap wajah Gon dan mendekatkan wajahnya ke arah Gon, ia meminta Gon jangan bergerak. Gon terkejut dan terdiam, ia deg degan mengharapkan sesuatu.
Tapi yang ia dapatkan adalah tamparan di wajahnya, karena ternyata ada nyamuk di pipi Gon dan Nagi memukulnya HAHAHHAHAHAAHAHHA.
Gon kayaknya menahan nafas saat Nagi mendekatkan wajahnya, jadi ia merasa lemas dan jatuh ke pelukan Nagi. Nagi terkejut. Lemas karena cinta ini HAHAHHAHAHAA.
Gon bergumam kalau cinta itu melelahkan. XD
Nagi malah berfkir kalau Gon sakit LOL.

Sementara itu, di sebuah desa, ibu Nagi terlihat sibuk melayani para warga karena mereka sedang berkumpul menonton kembang api juga. Ibu Nagi sepertinya sama dengan Nagi, suka membaca situasi dan selalu memperlihatkan senyuman palsu.
Ibu Nagi kelihatan sudah muak dengan kehidupannya disana, apalagi gosip mengenai dirinya. Itu sebabnya ia ingin Nagi punya pekerjaan bagus dan menikah dengan orang baik, agar Nagi bisa membawanya keluar dari sana.
Ia mencoba menelpon Nagi malam itu tapi Nagi tidak mengangkat telponnya karena telpon Nagi tinggal di rumah.

-To Be Continued-

Komentar:
Aku mengerti kenapa episode 6 ini rating Nagi no Oitoma kembali naik, 2 digit, karena episode 6 memang seru. Aku paling suka adegan saat Gamon melihat Nagi di bar mama HAHAHAHAHAHA.
Gamon cuma punya 1 tempat dimana ia bisa jadi diri sendiri, eh si mantan yang masih ia cintai, yang Gamaon paling nggak mau menunjukkan siapa dia sebenarnya kerja disana. Jadi gimana nasib Gamon nih? Kehilangan tempat curhat? wkkwkwkw.

Mama dan An kayaknya excited banged setelah tahu kalau Nagi adalah mantan Gamon, Nagi adalah orang yang selalu Gamon tangisi selama ini, yang membuat Gamon menjadi gila XD Ngakak banged deh. Jadi nggak sabar melihat apa yang akan terjadi selanjutnya.

Gon akhirnya merasakan cinta pertamanya. Jadi selama ini Gon belum pernah benar-benar jatuh cinta pada seseorang, Nagi adalah yang pertama. Nenek dan Eri sudah merasa kalau Gon akan patah hati karena Nagi, artinya ending Gon nantinya adalah patah hati karena cinta pertama? Trus Nagi sama Gamon donk? LOL
Aku berharap Nagi nggak berakhir dengan siapa-siapa karena sebaiknya Nagi fokus pada libur panjangnya.

Aku mengerti bagaimana perasaan Sakamoto-san saat rekan kerjanya mengatakan kalau orang berpendidikan tinggi itu nggak bisa apa-apa, atau untuk apa IP tinggi kalau nggak bisa ngapa-ngapain. Banyak banged cara bercanda orang yang seperti itu, mereka nggak sadar kalau kata-kata bisa menusuk dan menjadi salah satu sumber trauma atau rasa tidak percaya diri seseorang. Aku sebenarnya bingung kenapa orang lain tuh nggak bisa menjaga kata-katanya.
Sakamoto-san bukannya nggak berusaha, cuma dia mau mencari sesuatu yang baru yang bisa membuatnya berkembang, hanya saja ia tidak bisa menemukannya setelah sekian lama dan lama kelamaan karena ditolak terus, ia terlena pada mereka yang membutuhkannya, makanya Sakamoto-san masuk ke perusahaan mencurigakan itu.
Untungnya Nagi berhasil mengeluarkan Sakamoto-san sebelum Sakamoto-san sempat menipu orang-orang.s

Share:

1 comment:

Follow by Email

Translate

NOTE:

DILARANG RE-UPLOAD / COPY PASTE TULISAN DI BLOG INI!

JIKA INGIN SHARE, CUKUP LINK KE POSTINGANNYA SAJA, BUKAN ISINYA!


SUPPORT US

Follow Clover Blossoms on Twitter

[Trivia] Japanese Movie Recommendations List

Karena ada banyak yang menanyakan rekomendasi untuk J-Movie, jadi aku memutuskan untuk membuat list rekomendasi Japanese Movi...

Recent Posts

Recent Posts Widget

Popular Posts This Week

Actor / Actress

Airi Matsui Ando Sakura Anna Ishii Aoi Miyazaki Aoi Morikawa Aoi Wakana Aoi Yu Aom Sushar Araki Yuko Ayase Haruka Bebe Tanchanok Chen Duling Chiba Yudai Chinen Yuri Choi Ara Dai Lu Wa Daiki Shigeoka Darren Wang Dori Sakurada Eikura Nana Eita Elaiza Ikeda Fujiki Naohito Fuka Koshiba Fukagawa Mai Fukuchi Momoko Fukushi Sota Fuma Kikuchi Fumi Nikaido Furuhata Seika Gao Zhi Ting Go Kyung Pyo Gong Yoo Gou Ayano Hamano Kenta Han Seung Yeon Han Yeri Hana Sugisaki Haru Kuroki Haruka Fukuhara Haruma Miura Haruna Kawaguchi Hasegawa Hiroki Hashimoto Ai Hashimoto Kanna Hayami Akari Hayato Isomura Higa Manami Hikari Mitsushima Hirano Sho Hiroki Narimiya Hirose Alice Hirose Suzu Honoka Yahagi Horii Arata Hou Ming Hao Hu Yi Tian Hwang Jung Eum Hyeri Igawa Haruka Imada Mio Inoue Mao Ishihara Satomi Jang Se Hyun Ji Soo Ji Woo Joo Won Jun Shison Jung So Min Kaku Kento Kamiki Ryunosuke Kaname Jun Kanichiro Kanjiya Shihori Kasumi Arimura kawakami juria Kei Tanaka Kengo Kora Kentaro Kento Hayashi Kento Nagayama Kim Go Eun Kim Ji Won Kim Min Suk Kim So Hyun Kim Soo Hyun Kim Tae Ri Kim Woo Bin Kim Yoo Bin Kim Yoo Jung Kim Yoo Mi Kinami Haruka Kiritani Kenta Kitamura Takumi Kiyohara Kaya Kiyohara Sho Komatsu Nana Koseki Yuta Kou Shibasaki Kubota Sayu Kudo Asuka L Lee Bo Young Lee Chung Ah Lee Dong Hwi Lee Dong Wook Lee Gi Kwang Lee Jong Suk Lee Joon Lee Soo Hyuk Lee Yoo Jin Li Lan Di Lily Franky Mackenyu Mahiro Takasugi Maika Yamamoto Maki Horikita Mamiya Shotaro Marie Itoyo Masahiro Higashide Masaki Okada Masaki Suda Masataka Kubota Matsumoto Jun Matsushima Nanako Mayu Matsuoka Mei Nagano Mikako Tabe Mike D angelo Min Do Hee Minami Hamabe Minami Sara Mio Yuki Mirai Moriyama Mirai Shida mirai suzuki Mitsuki Takahata Mitsushima Shinnosuke Miwa Miyu Yoshimoto Mizuki Yamamoto Moe Arai Moka Kamishiraishi Mone Kamishiraishi Mugi Kadowaki Nadine Lustre Nagasawa Masami Nakajima Kento Nakamura Tomoya Nao Nao Matsushita Nijiro Murakami Nounen Rena Okada Kenshi Osamu Mukai Otani Ryohei Park Bo Gum Park Eun Bin Park Hae Jin Park Seo Joon Park Shin Hye Pattie Ungsumalynn Phan Pagniez Reina Visa Rena Matsui Riho Yoshioka Rina Kawaei Ryo Ryusei Ryo Yoshizawa Ryoma Takeuchi Ryota Katayose Ryu Hwa Young Ryu Jun Yeol Sagara Itsuki Sairi Itoh Saito Takumi Sakaguchi Kentaro Sakuma Yui Sakurako Ohara Sato Kanta Satoshi Tsumabuki Seino Nana Seo Hyun Jin Seto Koji Shen Yue Shim Eun Kyung Shimon Okura Shin Hyun Soo Shirota Yuu Shohei Miura Shono Hayama Shuhei Nomura Shunya Shiraishi sometani shota Son Seung Won Song Ha Yoon Suga Kenta Sun Woong Suzuki Ryohei Suzy Taiga Taishi Nakagawa Takahashi Issei Takanori Iwata Takayuki Yamada Takeru Sato Takuya Kusakawa Tamaki Hiroshi Tao Phiangphor Tasuku Emoto Tomita Miu Tomoshita Yamashita Tori Matsuzaka Toyokawa Etsushi Tsubasa Honda Tsuchiya Tao Uchida Rio Ueno Juri Wan Peng Yamazaki Kento Yamoto Yuma Yo Oizumi Yoo In Na Yoo Seung Ho Yook Sung Jae Yoon Park Yoon So Hee Yoshine Kyoko Yosuke Sugino Yu Aoi yua shinkawa Yui Aragaki Yuina Kuroshima Yuki Furukawa Yuki Izumisawa Yuki Yamada Yukino Kishii Yuko Oshima Yuna Taira Yuriko Yoshitaka Yuta Hiraoka Yuya Matsushita Yuya Yagira Zhang Yao

Drama / Movie

3A 99.9 A Love So Beautiful A Story of Yonosuke Age of Youth 2 Always Sunset on Third Street amachan Anikoma Anohana Anone Ao Haru Ride Arbitratily Fond Asa ga Kita Ashi Girl At Cafe 6 Beppin-San Biscuit Teacher and Star Candy Bittersweet Boku Dake ga Inai Machi Boku no Ita Jikan Boukyaku no Sachiko Bubblegum Cafe Waiting Love Carnation Chia Dan Chihayafuru Chugakusei Nikki Churasan Crybaby Pierrot's Wedding Crying Out Love in the Center of the World Daily Lives of High School Boys Dating DNA Departures Eulachacha Waikiki Evergreen Love Father is Strange Fight Fleet of Time Forever Young Frankenstein no Koi From Five to Nine Gakko no Kaidan Gegege no Nyobo Gochisousan God Gift Good Morning Call Good Morning Call 2 Goon Ju Hana and Alice Hana Nochi Hare Hanako to Anne Hanbun Aoi Haruchika Hirunaka no Ryuusei Hirune Hime Hiyokko Honey and Clover Hot Road Hyouka I Love You in Tokyo I Want to Eat Your Pancreas If We Were A Season Itakiss LIT Itakiss LIT S2 Itakiss Movie Kahogo no Kahoko Kakegurui Kaze no Haruka Keiji Yugami Kidnap Tour Kiki Delivery Service Kimi no Na Wa Kingyo Club Kiss Me Thailand Koe no Katachi Koinaka Kuragehime Linda Linda Linda Little Forest Love Letter Lucky Romance Ma Boy Man From The Stars Manpuku March Comes in Like a Lion Mare Massan May Who? Meteor Garden 2018 Moriyamachu Driving School My Huckleberry Friends My Husband Can Not Work My Little Sweet Pea My Old Classmate Nagi no Asukara Narratage Natsuzora Nodame Cantabile Oboreru Knife Ohisama Omotesando On The Wings of Love One Million Yen Girl One Week Friends Operation Love Orange Orange Days Ore Monogatari Our Little Sister Our Times Peach Girl Pinocchio Princess Hours Thailand Rage Rainbow Song ReLIFE Reply 1988 Romance Full of Life Sannin No Papa she was pretty Shigatsu wa Kimi no Uso Sing Salmon Sing Solanin Sound of Your Heart Splish Splash Love Ssam My Way Strobe Edge Sukina Hito ga Iru Koto Teiichi no Kuni Tenno no Ryoriban The 100th Love The Anthem of the Heart The Best Hit The Great Passage The Left Ear The Woodsman and The Rain The World of Us Today's Kira-kun Todome no Kiss Toki wo Kakeru Shojo Tokyo Tarareba Girls Tomorrow Cantabile Tonari no Kaibutsu-kun Toto Nee Chan Twenty Years Old Twilight Saya in Sasara Uchiage Hanabi Under the Hawthorn Tree Unnatural Wakamonotachi Warotenka We All Cry Differently What A Wonderful Family When We Were Young While You Were Sleeping Wise Prison Life Wood Job Yellow Elephant Yesterday Once More Your Lie in April Youth Over Flowers

Blog Archive

Recent Comments

Random Posts