Tuesday, 13 August 2019

[Sinopsis] Soshite, Ikiru Episode 1

Soshite, Ikiru atau And, Live adalah drama yang tayang di WOWOW mulai 4 Agustus 2019. Drama ini berjumlah 6 episode dan dibintangi oleh Arimura Kasumi, Sakaguchi Kentaro, Kang Ji Young, Okayama Amane, Mitsuishi Ken, Minami Kaho, Hagiwara Masato dan masih banyak lagi. Drama ini ditulis oleh Okada Yoshikazu yang kembali bekerja sama dengan Arimura Kasumi setelah asadora Hiyokko dan disutradarai oleh Tsukikawa Sho yang bekerja sama kembali dengan Sakaguchi Kentaro setelah movie The 100th Love With You. Sementara itu dua tokoh utama Arimura Kasumi dan Sakaguchi Kentaro sebelumnya bekerja sama dalam drama Love That Makes You Cry.

Sejak pertama kali diumumkan, aku memang sudah berencana untuk membuat sinopsis drama ini. Alasannya ya karena aku suka sama tokoh utamanya dan dramanya juga kayaknya bagus, mengingat aku juga menyukai penulisnya Okada Yoshikazu. WOWOW juga jarang-jarang nih membuat drama romance, jadi tertarik.
Setelah menonton episode pertamanya, aku kaget banged karena drama ini pergerakan kameranya bagus, sinematografinya apalagi, serasa nonton movie. Mungkin karena sutradaranya juga berpengalaman di movie kali ya, jadi memang rasanya tuh nggak nonton drama hehehhhehe.

Tapi jangan salah ini drama bukan cuma romance, tapi lebih ke human drama dan bertema keluarga. Aku juga merasakan aura sad ending setelah nonton episode 1 HAHAHHAHAHA.

Sinopsis And, Live Episode 1

Musim Dingin 1994, Ikuta Touko kehilangan kedua orang tuanya dalam sebuah kecelakaan. Ia berada di mobil yang sama tapi ia satu-satunya yang berhasil selamat. Ia kemudian dirawat oleh pamannya (adik/kakak ayahnya) yang tinggal di Morioka. Paman Touko adalah seorang tukang potong rambut yang mempunyai barber shop-nya sendiri. Touko dibesarkan dengan penuh cinta oleh pamannya, tumbuh menjadi seorang gadis yang cantik. Ia menjadi idola lokal di Morioka, model untuk berbagai poster promosi Morioka. Touko juga mengikuti kelas akting di Morioka karena ia punya impian untuk mejadi seorang artis.
Maret 2011, Touko (Arimura Kasumi) akan mengikuti audisi sebuah agensi besar di Tokyo yang diadakan pada 12 Maret 2011. 2 hari sebelum berangkat, Touko masih menghadiri kelas aktingnya. Ia didukung oleh banyak orang untuk mengikuti audisi tersebuh tapi Touko sebenarnya nggak yakin dia bisa lulus. Kalau audisi lokal dia yakin dia bisa lulus, tapi kalau Tokyo, Touko merasa sudah gagal sebelum ia mencoba.

Touko juga masih bekerja sambilan sehari sebelum berangkat, ia bekerja di sebuah cafe bersama seorang wanita bernama Han Yuri (Kang Ji Young). Han Yuri yang lebih sering dipanggil dengan Han-san adalah seorang gadis Korea Selatan yang suka berkelana ke berbagai negara dan Jepang, tepatnya Morioka adalah tempat ia singgah sekarang. Setelah ini ia berniat pergi ke Thailand.
Audisi tersebut adalah audisi nasional pertama yang akan diikuti oleh Touko, meski itu adalah kesempatan pertamanya, ia juga mengatakan ini akan menjadi yang terakhir kali. Padahal Touko masih 19 tahun. Tapi bagi Touko, sebuah impian akan menjadi nggak berguna jika terus mengejarnya padahal tahu hasilnya nggak akan baik. Touko mengakui impiannya memang ingin menjadi seorang artis tapi dia nggak punya motivasi atau alasan tertentu kenapa ia ingin menjadi artis. Ia hanya ingin paman yang membesarkannya yang sekarang dia panggil ayah merasa tenang dan tidak mengkhawatirkannya lagi.
Tapi tentu saja ayahnya khawatir, bertanya apa yang akan dilakukan oleh Touko setelah audisinya berakhir dan Touko protes ayahnya seolah-olah mengatakan itu karena yakin dia akan gagal.
Touko sebenarnya terlihat santai membahas mengenai audisinya itu, kayak nggak ada beban, nggak nervous, meski ia mengatakan kalau audisinya akan sulit dan nggak yakin lulus.

Sementara itu di malam yang sama di Tokyo, Shimizu Kiyotaka (Sakaguchi Kentaro) merayakan ulang tahun ibunya bersama pamannya dan sepupunya (?) disebuah restoran. Kiyotaka adalah seorang mahasiswa tahun ketiga yang harus segera bersiap untuk berburu pekerjaan. Kiyotaka ingin mencari pekerjaan dengan caranya sendiri karena itu ia menolak tawaran pamannya yang ingin Kiyotaka bekerja di perusahaannya. Ibunya sih nggak masalah Kiyotaka ingin mencari pekerjaan yang cocok dengannya, tapi ia berharap KIyotaka mendapatkan pekerjaan yang bagus dan tentu saja ia juga berharap Kiyotaka menemukan wanita yang selevel dengannya. Kasarnya sih gitu, sebenarnya ibunya bilang pengen menantu yang lifestylenya sama dengan mereka.
Keluarga Kiyotaka ini kelihatan berasal dari keluarga yang cukup berada dan bahagia.

Pada tanggal 11 Maret 2011, Touko dikamarnya sedang mempersiapkan barang-barang yang akan ia bawa ke Tokyo dan saat itulah tanah tiba-tiba bergetar dengan hebat. Gempa dan Tsunami Tohoku 2011 terjadi.
September 2011, Touko dan Han-san bergabung dengan tim sukarelawan untuk membantu korban gempa dan tsunami yang ada di daerah Kisennuma. Disanalah Touko untuk pertama kalinya bertemu dengan Kiyotaka yang saat itu juga menjadi sukarelawan dari kelompok mahasiswa.
Touko dan Han-san berada di kelompok yang sama, dipimpin oleh Kiyotaka dan mereka mendapat bagian untuk membantu rumah pemilik barber shop, Sakamoto-san.

Saat menjadi sukarelawan, sebisa mungkin jangan menunjukkan perasaan saat bekerja, jangan terbawa emosi, jangan menangis. Saat Touko membantu di rumah Sakamoto-san, membersihkan sisa-sisa gempa dan tsunami, Touko tidak bisa menahan air matanya saat ia melihat Sakamoto-san menatap tas sekolah puterinya yang penuh lumpur, kebetulan saat itu Touko membersihkan foto keluarga Sakamoto-san.
Karena tidak ingin Sakamoto-san melihatnya menangis, Touko keluar dari sana untuk menenangkan diri. Kiyotaka saat itu bertugas di rumah lain melihat Touko dan memutuskan untuk istirahat juga, memberikan minuman pada Touko.
Touko meminta maaf karena ia malah menjadi beban padahal ia tahu ia tidak seharusnya menangis. Kiyotaka mengatakan pertama kali ia datang menjadi sukarelawan adalah pada awal Mei dan dihari pertama ia kena demam, ia harus istirahat dan orang-orang disana bahkan harus menjaganya.

Touko mengerti dan berterima kasih karena Kiyokata menceritakan itu padanya untuk menghiburnya, ia tahu kalau Kiyotaka ingin mengatakan kalau semua orang pernah mengalami hal yang sama dihari pertama. Kiyotaka mengatakan kalau ia juga mengatakan hal sama dengan Touko saat itu, meminta maaf dan mengatakan ia malah menjadi beban, menambah kerja mereka. Tapi saat itu Sakamaoto-san memintanya jangan mengatakan hal seperti itu karena mereka (penduduk kota) sudah cukup senang dengan adanya mereka (sukarelawan) disana dan itu membuat mereka (penduduk kota) merasa kalau ia tidak sendirian. Kau berada disini saja sudah sangat membantu meski kau tidak melakukan apa-apa.
Touko kemudian mengubah pembicaraan dan bertanya mengenai keluarga Sakamoto-san. Kiyotaka hanya menggeleng, Touko langsung tahu kalau keluarga Sakamoto-san tidak bisa diselamatkan. Kiyotaka mengatakan meski begitu, Sakamoto-san adalah orang paling ceria di kota ini. Touko mengerti dan berterima kasih pada Kiyotaka. Touko seolah menemukan semangatnya lagi, ia kembali ke rumah Sakamoto-san dan dengan wajah ceria menyapa mereka disana. Touko tahu ia tak boleh terbawa emosi dan terus bersedih saat orang yang harusnya paling sedih justru ceria.

Para sukarelawan akan terus bekerja sampai kota itu bisa beroperasi kembali. Touko dkk ada di blok pusat perbelanjaan gitu, jadi tugas mereka adalah memperbaiki rumah, mengecat dinding-dinding, pokoknya sampai rumah warga disana bagus lagi.
Biaya dan bahannya tentu saja datang dari pemerintah, bahkan isi-isi tokonya juga disediakan yang baru. Para sukarelawan bekerja dengan giat setiap giliran mereka perminggu (kayaknya akhir pekan deh). Musim gugur berganti menjadi musim dingin, hubungan para sukarelawan juga semakin dekat satu sama lain. Mereka nggak cuma bekerja, kadang main dengan anak-anak kota itu.
Selama masa itu, Touko sering curi-curi pandang pada Kiyotaka dan begitu juga sebaliknya. Touko menyadari sesuatu dari Kiyotaka selama masa itu, Kiyotaka sering tersenyum tapi entah kenapa dalam senyuman Kiyotaka itu ia merasa ada kesedihan yang mendalam.

Ibu Kiyotaka mengkhawatirkan Kiyotaka karena ia merasa puteranya terlalu fokus pada kegiatan sukarela, sementara teman-teman Kiyotaka sudah banyak yang mendapat pekerjaan. Ibu Kiyotaka ini bicara halus banged tapi menusuk, misalnya ia mengatakan kalau ia tahu kegiatan sosial itu penting dan bagus, tapi ia tak ingin Kiyotaka mengorbankan masa depannya demi orang-orang itu.
Kiyotaka nggak mengatakan apapun, tapi kelihatan kalau dia tidak menyukai kata-kata ibunya dan sepertinya hubungan Kiyotaka dan ibunya tidak begitu baik. Ibu meminta maaf setelah mengatakan hal itu dan mengatakan sesuatu mengenai KIyotaka yang tidak punya banyak waktu. Aku masih bertanya-tanya apa maksudnya itu.
Kiyotaka mengatakan pada ibunya kalau mereka hampir menyelesaikan semuanya, setelah kegiatan sukarelanya ini selesai, ia baru akan fokus pada mencari kerja. Ibunya mengerti dan tidak bisa mengatakan apapun lagi.

Lalu waktu berlalu, akhirnya Shopping Street Kisennuma Minamimachi selesai diperbaiki dan siap beroperasi kembali. Sakamoto-san memimpin warga kota itu mengucapkan terima kasih pada para sukarelawan, tanpa mereka, warga kota tidak akan bisa melakukannya sendirian. Dengan selesainya kegiatan sosial itu, maka itu adalah hari terakhir para sukarelawan bersama-sama. Mereka berpisah dengan warga desa dan sesama sukarelawan, salam-salam dan berpelukan.
Sore harinya, warga kota berpesta makan-makan bersam apara sukarelawan. Mereka BBQ dengan bahan seadanya, juga minum bir bersama-sama. Malam harinya, mereka kumpul-kumpul per-grup gitu untuk curhat bersama-sama atau menyampaikan kata-kata terakhir.
Touko, Han-san, Kiyotaka dan 2 orang lainnya ada di grup yang sama yaitu yang bertugas memperbaiki rumah Sakamoto-san.

Satu per satu berdiri untuk memberikan pidato, misalnya alasan mereka ikut kegiatan sosial atau kehidupan mereka. Han-san mengatakan kalau ia datang dari Korea Selatan ke Morioka untuk menemukan pengalaman hidup baru di negara yang berbeda. Pada saat gempa dan tsunami terjadi, ia sangat takut dan tidak tahu harus melakukan apa. Ia bahkan berfikir untuk kembali ke negaranya. Saat ia masih bingung dan frustasi, ia dan Touko melihat berita mengenai kebutuhan sukarelawan, melihat para pemuda yang menjadi sukarelawan membuatnya kagum dan karena itu ia memutuskan untuk ikut menjadi sukarelawan bersama Touko. Ia merasa lega karena ia tidak jadi pulang ke negaranya, ia sangat senang ia datang ke Kisennuma menjadi sukarelawan.

Saat giliran Touko, Touko menceritakan kisahnya dari awal. Bagaimana ia kehilangan kedua orang tuanya, kemudian pamannya membesarkannya seperti anaknya sendiri sampai pamannya tidak bisa menikah karenanya. Ia sangat berterima kasih. Touko juga mengatakan kalau pamannya pemilik barber shop sama seperti Sakamoto-san dan bagaimana impiannya adalah menjadi artis. Ia sebenarnya akan mengikuti audisi pada 12 Maret, dan meski ia merasa audisi itu bukan sesuatu yang besar dalam hatinya ia sebenarnya sangat takut.
Touko merasa kalau bencana ini adalah kesalahannya dan ia menangis. Ia sangat takut dan tidak ingin pergi audisi itu, karena itu dalam hatinya ia berharap sesuatu yang besar terjadi, sesuatu yang akan membuat audisi itu ditunda. Saat bencana benar-benar terjadi, ia merasa bersalah karena dalam hatinya ia lega impiannya belum berakhir. Ia sangat malu pada dirinya sendiri dan merasa bersalah, karena itu ia ikut menjadi sukarelawan, demi dirinya sendiri, untuk membuat harinya tenang.
Touko menangis saat mengakui hal itu, tapi Sakamoto-san dengan senyuman mengatakan terima kasih pada Touko karena sudah datang membantu.

Saat Touko curhat mengenai perasaannya, Kiyotaka terus menatap gadis itu. Saat tiba giliran Kiyotaka, ia mengatakan ia cukup kaget saat mendengar cerita Touko, karena latar belakang masa lalu mereka cukup mirip. Orang tuanya juga meninggal saat ia masih kecil dan ia dirawat oleh bibinya. Ayahnya sakit dan meninggal dunia saat ia masih kelas 2 SD, kemudian ia hidup berdua dengan ibunya, berjuang setiap hari. Ia mencoba yang terbaik setiap hari tapi kemudian mendapati ibunya bunuh diri. Kiyotaka merasa kalau tidak ada yang membutuhkannya di dunia ini, tidak ada yang peduli padanya.
Lalu saat gempa dan tsunami terjadi, ia saat itu ada di stasiun kereta. Ada seorang wanita tua disampingnya, ketakutan dan tidak bisa bergerak. Ia tanpa berfikir panjang meraih tangan wanita itu dan berhaka pada dirinya sendiri apapun yang terjadi ia akan melindungi wanita itu. Kiyotaka senang saat itu karena ada yang membutuhkannya, keberadaannya ternyata dibutuhkan oleh orang lain. Karena ia ingin merasakan perasaan yang sama lagi, karena ia ingin merasakan rasanya menjadi hidup, ia datang ke sana untuk menjadi sukarelawan.
Sakamoto-san bangga pada Kiyotaka dan berterima kasih karena orang seperti Kiyotaka ada di dunia ini.

Touko menangis saat mendengar kisah Kiyotaka itu, meski kisah mereka yang berbeda dan alasan yang berbeda, mereka menjadi sukarelawan dengan perasaan yang sama, yaitu untuk diri mereka sendiri. Sakamoto-san membuat suasana awkward menjadi lebih ceria setelah itu dan membuat yang lain bisa tertawa. Touko dan Kiyotaka saat itu saling pandang dan tersenyum.

-To Be Continued-

Komentar:
Aku merasa akting Arimura Kasumi memang semakin mantap sejak Hiyokko. Dulu aku kurang sreg sama akting Kasumi apalagi kalau adegan sedih yang butuh kemampuan akting bagus, tapi sekarang dia sudah bisa melakukannya dengan baik. Melihat wajahnya aja udah bikin air mata keluar. Aku terharu melihat akting Kasumi banyak perkembangannya.
Sakaguchi Kentaro disini juga bagus banged, kayaknya sutradara mengarahkan mereka dengan baik.

Chemistry Kasumi dan Kentaro aduhhhhh, belum apa-apa aku udah ngeship mereka ini. Apalagi preview episode 2 keduanya menjadi semakin dekat dan mungkin akan berpacaran. Bapeeeeeeer!!!!
Tapi preview episode 2 kok kayaknya akan banyak pertengkaran, terutama orang tua dan anak. Aku berharap para anak itu tidak mengecewakan orang tua mereka, tapi disatu sisi aku ingin mereka bahagia dengan pilihan mereka masing-masing.

Aku nggak nyangka drama ini banyak air mata. Aku tahu ini melodrama sejak pertama kali diumumkan, tapi nggak nyangka akan sesedih ini. Aku nangis donk nonton episode pertamanya, belum sampai adegan inti, pas pergantian tahun melihat Touko tumbuh aja aku udah nangis HAHHAHAHAHAH. Apalagi pas adegan Touko nangis saat menjadi sukarelawan T_T
Dam jangan tanya, adegan teakhir juga banjir air mata. Drama ini banyak dialog-nya, jadi harus sering di pause biar ngerti apa yang mereka bicarakan HAHAHAHAHAHA. Maklum, nontonnya pake engsub XD XD

Drama ini mantap banged deh cara pengambilan gambarnya, sinematografinya udah sebanding sama movie. Jadi enak banged nontonnya. Selain itu musiknya juga indah banged. Pas banged dengan tema human drama yang diangkat.

Bagi yang ingin menonton, drama ini bisa di download di bagikuy dan subtitlenya di d-addict. Kalau mau streaming di dramacools atau watchasian yang setidaknya menghormati pembuat subtitle dengan tidak menghapus credits-nya seperti di tempat streaming lain

Share:

0 comments:

Post a Comment

Follow by Email

Translate

NOTE:

DILARANG RE-UPLOAD / COPY PASTE TULISAN DI BLOG INI!

JIKA INGIN SHARE, CUKUP LINK KE POSTINGANNYA SAJA, BUKAN ISINYA!


SUPPORT US

Follow Clover Blossoms on Twitter

[Trivia] Japanese Movie Recommendations List

Karena ada banyak yang menanyakan rekomendasi untuk J-Movie, jadi aku memutuskan untuk membuat list rekomendasi Japanese Movi...

Recent Posts

Recent Posts Widget

Popular Posts This Week

Actor / Actress

Airi Matsui Ando Sakura Anna Ishii Aoi Miyazaki Aoi Morikawa Aoi Wakana Aoi Yu Aom Sushar Araki Yuko Ayase Haruka Bebe Tanchanok Chen Duling Chiba Yudai Chinen Yuri Choi Ara Dai Lu Wa Daiki Shigeoka Darren Wang Dori Sakurada Eikura Nana Eita Elaiza Ikeda Fujiki Naohito Fuka Koshiba Fukagawa Mai Fukuchi Momoko Fukushi Sota Fuma Kikuchi Fumi Nikaido Furuhata Seika Gao Zhi Ting Go Kyung Pyo Gong Yoo Gou Ayano Hamano Kenta Han Seung Yeon Han Yeri Hana Sugisaki Haru Kuroki Haruka Fukuhara Haruma Miura Haruna Kawaguchi Hasegawa Hiroki Hashimoto Ai Hashimoto Kanna Hayami Akari Hayato Isomura Higa Manami Hikari Mitsushima Hirano Sho Hiroki Narimiya Hirose Alice Hirose Suzu Honoka Yahagi Horii Arata Hou Ming Hao Hu Yi Tian Hwang Jung Eum Hyeri Igawa Haruka Imada Mio Inoue Mao Ishihara Satomi Jang Se Hyun Ji Soo Ji Woo Joo Won Jun Shison Jung So Min Kaku Kento Kamiki Ryunosuke Kaname Jun Kanichiro Kanjiya Shihori Kasumi Arimura kawakami juria Kei Tanaka Kengo Kora Kentaro Kento Hayashi Kento Nagayama Kim Go Eun Kim Ji Won Kim Min Suk Kim So Hyun Kim Soo Hyun Kim Tae Ri Kim Woo Bin Kim Yoo Bin Kim Yoo Jung Kim Yoo Mi Kinami Haruka Kiritani Kenta Kitamura Takumi Kiyohara Kaya Kiyohara Sho Komatsu Nana Koseki Yuta Kou Shibasaki Kubota Sayu Kudo Asuka L Lee Bo Young Lee Chung Ah Lee Dong Hwi Lee Dong Wook Lee Gi Kwang Lee Jong Suk Lee Joon Lee Soo Hyuk Lee Yoo Jin Li Lan Di Lily Franky Mackenyu Mahiro Takasugi Maika Yamamoto Maki Horikita Mamiya Shotaro Marie Itoyo Masahiro Higashide Masaki Okada Masaki Suda Masataka Kubota Matsumoto Jun Matsushima Nanako Mayu Matsuoka Mei Nagano Mikako Tabe Mike D angelo Min Do Hee Minami Hamabe Minami Sara Mio Yuki Mirai Moriyama Mirai Shida mirai suzuki Mitsuki Takahata Mitsushima Shinnosuke Miwa Miyu Yoshimoto Mizuki Yamamoto Moe Arai Moka Kamishiraishi Mone Kamishiraishi Mugi Kadowaki Nadine Lustre Nagasawa Masami Nakajima Kento Nakamura Tomoya Nao Nao Matsushita Nijiro Murakami Nounen Rena Okada Kenshi Osamu Mukai Otani Ryohei Park Bo Gum Park Eun Bin Park Hae Jin Park Seo Joon Park Shin Hye Pattie Ungsumalynn Phan Pagniez Reina Visa Rena Matsui Riho Yoshioka Rina Kawaei Ryo Ryusei Ryo Yoshizawa Ryoma Takeuchi Ryota Katayose Ryu Hwa Young Ryu Jun Yeol Sagara Itsuki Sairi Itoh Saito Takumi Sakaguchi Kentaro Sakuma Yui Sakurako Ohara Sato Kanta Satoshi Tsumabuki Seino Nana Seo Hyun Jin Seto Koji Shen Yue Shim Eun Kyung Shimon Okura Shin Hyun Soo Shirota Yuu Shohei Miura Shono Hayama Shuhei Nomura Shunya Shiraishi sometani shota Son Seung Won Song Ha Yoon Suga Kenta Sun Woong Suzuki Ryohei Suzy Taiga Taishi Nakagawa Takahashi Issei Takanori Iwata Takayuki Yamada Takeru Sato Takuya Kusakawa Tamaki Hiroshi Tao Phiangphor Tasuku Emoto Tomita Miu Tomoshita Yamashita Tori Matsuzaka Toyokawa Etsushi Tsubasa Honda Tsuchiya Tao Uchida Rio Ueno Juri Wan Peng Yamazaki Kento Yamoto Yuma Yo Oizumi Yoo In Na Yoo Seung Ho Yook Sung Jae Yoon Park Yoon So Hee Yoshine Kyoko Yosuke Sugino Yu Aoi yua shinkawa Yui Aragaki Yuina Kuroshima Yuki Furukawa Yuki Izumisawa Yuki Yamada Yukino Kishii Yuko Oshima Yuna Taira Yuriko Yoshitaka Yuta Hiraoka Yuya Matsushita Yuya Yagira Zhang Yao

Drama / Movie

3A 99.9 A Love So Beautiful A Story of Yonosuke Age of Youth 2 Always Sunset on Third Street amachan Anikoma Anohana Anone Ao Haru Ride Arbitratily Fond Asa ga Kita Ashi Girl At Cafe 6 Beppin-San Biscuit Teacher and Star Candy Bittersweet Boku Dake ga Inai Machi Boku no Ita Jikan Boukyaku no Sachiko Bubblegum Cafe Waiting Love Carnation Chia Dan Chihayafuru Chugakusei Nikki Churasan Crybaby Pierrot's Wedding Crying Out Love in the Center of the World Daily Lives of High School Boys Dating DNA Departures Eulachacha Waikiki Evergreen Love Father is Strange Fight Fleet of Time Forever Young Frankenstein no Koi From Five to Nine Gakko no Kaidan Gegege no Nyobo Gochisousan God Gift Good Morning Call Good Morning Call 2 Goon Ju Hana and Alice Hana Nochi Hare Hanako to Anne Hanbun Aoi Haruchika Hirunaka no Ryuusei Hirune Hime Hiyokko Honey and Clover Hot Road Hyouka I Love You in Tokyo I Want to Eat Your Pancreas If We Were A Season Itakiss LIT Itakiss LIT S2 Itakiss Movie Kahogo no Kahoko Kakegurui Kaze no Haruka Keiji Yugami Kidnap Tour Kiki Delivery Service Kimi no Na Wa Kingyo Club Kiss Me Thailand Koe no Katachi Koinaka Kuragehime Linda Linda Linda Little Forest Love Letter Lucky Romance Ma Boy Man From The Stars Manpuku March Comes in Like a Lion Mare Massan May Who? Meteor Garden 2018 Moriyamachu Driving School My Huckleberry Friends My Husband Can Not Work My Little Sweet Pea My Old Classmate Nagi no Asukara Narratage Natsuzora Nodame Cantabile Oboreru Knife Ohisama Omotesando On The Wings of Love One Million Yen Girl One Week Friends Operation Love Orange Orange Days Ore Monogatari Our Little Sister Our Times Peach Girl Pinocchio Princess Hours Thailand Rage Rainbow Song ReLIFE Reply 1988 Romance Full of Life Sannin No Papa she was pretty Shigatsu wa Kimi no Uso Sing Salmon Sing Solanin Sound of Your Heart Splish Splash Love Ssam My Way Strobe Edge Sukina Hito ga Iru Koto Teiichi no Kuni Tenno no Ryoriban The 100th Love The Anthem of the Heart The Best Hit The Great Passage The Left Ear The Woodsman and The Rain The World of Us Today's Kira-kun Todome no Kiss Toki wo Kakeru Shojo Tokyo Tarareba Girls Tomorrow Cantabile Tonari no Kaibutsu-kun Toto Nee Chan Twenty Years Old Twilight Saya in Sasara Uchiage Hanabi Under the Hawthorn Tree Unnatural Wakamonotachi Warotenka We All Cry Differently What A Wonderful Family When We Were Young While You Were Sleeping Wise Prison Life Wood Job Yellow Elephant Yesterday Once More Your Lie in April Youth Over Flowers

Blog Archive

Recent Comments

Random Posts