Anpan Week 6: To Suffer or To Love?
Musim Semi 1937, Takashi yang diterima di SMA Tokyo Fine Arts berangkat ke Tokyo. Dia diantar oleh keluarganya sampai Stasiun Gomenyo. Semuanya kelihatan bahagia karena Takashi akhirnya diterima di sekolah seni yang cukup bergengsi. Yamonchan datang saat Takashi akan berangkat, memberikan sesuatu pada Takashi, mengatakan kalau Takashi harus membacanya di kereta api nanti. Itu adalah bukti cintanya pada Takashi. Takashi jadi penasaran. Saat dia membuka itu, itu adalah sebuah surat yang ternyata dari Nobu. Nobu mengucapkan selamat atas diterimanya Takashi di SMA itu. Takashi senang sekali menerima surat dari Nobu.
Gedung sekolah Takashi bergaya barat, baju seragam mereka juga udah seragam gaya barat. Seluruh siswa kelas mereka adalah laki-laki dan hanya ada sekitar 20 siswa di kelas itu. Takashi awalnya agak awkward karena dia tidak mengenal siapapun. Lalu tiba-tiba ada yang menyapa Takashi dan Takashi terkejut karena itu adalah teman yang dia temui saat tes masuk SMA dulu. Laki-laki itu adalah Kentaro, Takashi memanggilnya Ken-chan. Takashi kaget melihat Kentaro disana, karena seingatnya saat pengumuman kelulusan waktu itu, Kentaro tidak lulus. Ternyata Kentaro ikut ujian susulan dan akhirnya lulus.
Takashi senang melihat Kentaro, karena setidaknya ada yang dia kenal di kelas-nya.
Guru mereka bernama Zama sensei yang kelihatannya seorang guru yang cukup lucu bagi para siswa.
Meskipun sudah diterima di sekolah seni, Takashi sepertinya masih belum yakin mengenai impiannya karena ada yang bilang dia tidak akan bisa menghasilkan uang dengan menjadi seniman, dia masih tidak tahu seperti apa masa depan di hadapannya. Tapi gurunya mengatakan itu tidak masalah, masa depan itu semuanya putih, itu tergantung kita bagaimana mewarnainya. Hanya karena Takashi masuk jurusan design, belum tentu dia akan menjadi designer nantinya, bisa jadi nanti menjadi novelist atau penari.
Takashi dan Kentaro menikmati hari mereka sepulang sekolah, mereka jalan-jalan ke Ginza, nonton film, ngobrol dll. Pokoknya Takashi sangat menikmati hari-hari pertama di sekolahnya.
Sementara itu di Women Normal School, Nobu masih kehilangan semangatnya. Sekarang dia ada di tahun kedua, dia dan Usako sudah punya junior dan mereka yang mengurus junior. Usako mencoba menjadi ketat seperti senior mereka dulu, sayangnya dia tidak bisa. Nobu juga masih bingung mengenai masa depannya, impiannya memang menjadi guru, tapi menjadi guru seperti apa, dia masih tidak tahu. Saat gurunya bertanya, Nobu mengatakan kalau dia ingin mengajari anak-anak berapa menyenangkannya senam. Gurunya tidak terlalu suka dengan jawaban Nobu, dia bertanya apakah Nobu berfikir kalau dengan mengajari anak-anak betapa menyenangkannya senam, itu membuat Nobu menjadi guru yang baik?
Nobu tidak tahu mau menjawab apa.
Gurunya ini kayaknya adalah tipe yang punya jiwa nasionalisme tinggi, jadi dia mengajak semua muridnya untuk ketat pada diri sendiri dan juga mengajari siswa mereka nantinya agar cinta tanah air. Apalagi perang semakin dekat, banyak pemuda yang dikirim ke medan perang dan Guru mengatakan kalau ini saatnya bagi wanita menjadi pelindung. Tentu saja mereka sebagai guru akan menjadi role model penerus bangsa, jadi mereka harus mempertahankan semangat juang dan patriotisme.
Nobu merasa kurang cocok dengan hal itu dan sering berfikiran kemana-mana karena hatinya kurang menerima menjadi guru yang seperti itu.
Takashi mengirim Nobu surat beberapa hari setelah dia pindah ke Tokyo. Dia menceritakan betapa menyenangkan kondisi sekolahnya, Takashi juga mengirimkan gambar yang dia gambar di Ginza. Nobu kesal sekali mendengar kehidupan Takashi yang menyenagkan, karena berbeda dengan kondisi dia di sekolah yang menurutnya tidak menyenangkan.
Takashi sendiri harusnya tinggal sendirian di kos, tapi Kentaro mulai sering menginap di kos-nya karena rumah tempat Kentaro tinggal jauh dari sekolah. Kamar Takashi sempit banged untuk 2 orang, tapi dia nggak bisa mengusir Kentaro.
Sekolah Takashi juga berjalan dengan lancar, hanya saja karena memang kelas mereka diisi oleh orang berbakat, Takashi mulai kehilangan kepercayaan diri dengan gambarnya. Ada satu orang di kelas mereka yang jenius dan setiap kali Takashi melihat gambar anak itu, dia merasa berkecil hati. Ia bingung bagaimana cara agar bisa sebagus temannya itu.
Suatu hari, guru mereka menuliskan katakana aneh di papan tulis. Katakana seperti random gitu dan semua siswa bingung. Guru mengatakan kalau itu adalah sebuah lagu tapi Kentaro sama sekali tidak mengerti. Guru mencoba menyuruh Takashi menyusun lirik lagu dari kata random itu dan secara mengejutkan, Takashi bisa melakukannya. Ia bahkan dipuji oleh Gurunya. Dan Takashi menemukan bakat barunya dalam membuat lirik dan kata-kata.
Perang semakin mendekati Jepang. Satu per satu pemuda dipanggil ke garis depan. Suatu hari, Gou mendapatkan surat merah, tanda panggilan perang. Dia akan dikirim ke Australia dalam 5 hari. Semua anggota keluarga Asada terkejut tapi pada masa itu, harus berbangga hati jika mendapat surat merah.
Gou sudah tidak punya orang tua, tapi dia punya nenek yang tinggal di suatu tempat. Gou berfikir singgah di sana sebelum berangkat. Jadi keluarga Asada juga ingin mempersiapkan pesta perpisahan untuk Gou.
Nobu pulang ke Gomenyo setelah mendapatkan pesan dari keluarganya kalau Gou akan berangkat perang. Nobu mengkhawatirkan Ranko. Nobu tahu kalau Ranko menyukai seseorang tapi selama ini dia belum berani bertanya apakah itu Gou atau tidak? Dan saat kembali ke rumah, dia akhirnya berani bertanya apakah orang yang disukai Ranko adalah Gou?
Ranko tidak membantah hal itu. Tapi kalaupun iya, mereka tidak bisa melakukan apapun tentang itu.
Nobu mengatakan dia tidak ingin Ranko nantinya menyesal, dan sebelum Gou berangkat, Ranko harus menyatakan perasaannya. Tapi Ranko menolak. Nobu mengatakan jika Gou mengetahui perasaan Ranko, Gou pasti akan berusaha kembali dengan selamat demi. Ranko terdiam.
Nobu mengatakan dia tidak ingin Ranko nantinya menyesal, dan sebelum Gou berangkat, Ranko harus menyatakan perasaannya. Tapi Ranko menolak. Nobu mengatakan jika Gou mengetahui perasaan Ranko, Gou pasti akan berusaha kembali dengan selamat demi. Ranko terdiam.
Malam harinya, Yamonchan tidak bisa tidur dan mengatakan pada Gou untuk tidak pergi berperang. Dia tahu pergi berperang hanya akan mengantarkan nyawa saja. Dia bahkan mengatakan akan membantu Gou kabur. Tapi Gou menolak dan mengatakana dipanggil berperang adalah sebuah kehormatan demi negara.
Besoknya, kakek meminta Gou tidak perlu bekerja membantunya lagi, dia ingin Gou menikmati hari terakhirnya di Gomenyo. Kakek yang selalu bermusuhan bahkan menyuruh Yamonchan untuk mengajak Gou pergi menghabiskan waktu. Gou dan Yamonchan akhirnya pergi memancing.
Yamonchan juga mengatakan pada Gou untuk tidak terlalu stress berangkat perang, yang perlu Gou lakukan adalah lari dan lari, jangan berfikir untuk bertarung dengan gagah. Karena dalam perang, orang baik juga akan mati.
Gou bertanya apakah Yamonchan pernah berperang tapi Yamonchan tidak menjawab.
Yamonchan justru mengatakan sebelum pergi Gou harus melakukan apa yang ingin dia lakukan, misalnya makan makanan yang ingin dia makan atau menemui gadis yang dia sukai.
Gou terdiam. Ia kemudian mengatakan kalau dia melihat gadis itu setiap hari.
Yamonchan terkejut dan bertanya siapa?
Gou tidak mau mengatakan siapa gadis yang dia sukai itu. Yamonchan menebak dan dia sudah yaakin kalau itu bukan Nobu dan Meiko juga terlalu kecil.
Gou menyuruh Yamonchan berhenti menebak.
Tapi Yamonchan ini kayaknya sengaja, dia bertanya, kau suka yang lebih tua? Hatako-san? Ehhhh?!!!
BTW Hatako adalah ibu Nobu 😂
Yamonchan sengaja melakukannya dan keduanya tertawa.
Suatu hari, Takashi dan Kentaro jalan-jalan ke Ginza lagi. Hari panas banged dan Kentaro ingin makan dango, tapi Takashi mengajaknya makan anpan saja. Kentaro heran kenapa Takashi suka sekali anpan. Takashi mengatakan pada Kentaro, dulu waktu kecil dia tinggal di Tokyo tapi setelah ayahnya meninggal dunia, dia pindah ke Kochi. Itu adalah masa yang sulit dalam hidupnya, tapi dia bertemu dengan seorang pria aneh yang bisa memanggang roti disana dan seorang gadis yang dipanggil Hachikin. Jika dia tidak bertemu dengan dua orang itu, dia tidak tahu apa yang akan terjadi padanya.
Takashi dan Kentaro pergi ke toko anpan langganaan Takashi di Ginza. Dia mengatakan dia sudah mencoba banyak toko roti sejak datang ke Tokyo, tapi rasanya berbeda tiap toko. Hanya disitulah yang rasanya sama dengan Asada Pan. Dan itu adalah anpan kesukaannya.
Takashi lagi-lagi melihat foto di dinding toko dan kemudian akhirnya menyadari kalau ada wajah Yamonchan disana. Takashi memandangi foto itu dan yakin sekali dia tidak salah lihat, itu adalah Yamonchan.
Malam itu, Ranko tidak bisa tidur dan menemui ibunya. Ia penasaran bagaimana ibu dan ayah bisa menikah dulu. Ibu kemudian akan menceritakan special pada Ranko. Meiko dan Nobu mengikuti Ranko diam-diam, Meiko merasa nggak adil kalau cuma Ranko yang mendengar cerita itu. Akhirnya ibu tahu kalau mereka menguping. Akhirnya tiga puteri ibu berkumpul untuk mendengara cerita ibu. Nobu pernah mendengar kalau ibu dan ayah menikah karena perjodohan dan ibu membenarkan. Ibu melihata wajah ayah pertama kali saat hari pernikahan. Ayah saat itu sibuk sekali bekerja dan kakek kesal melihatnya dan akhirnya menjodohkannya dengan ibu.
Meiko berkomentar kalau kisah ibu dan ayah tidaka romantis sama sekali. Tapi Ranko mengatakan ayah selalu mengirimi ibu surat setiap kali pergi bekerja.
Ibu membuka kotak tempat dia menyimpan surat-surat dari ayah. Nobu dan Meiko pertama kali melihat surat-surat itu dan mereka excited membacanya. Nobu, Ranko dan Meiko agak geli membaca surat cinta dari ayahnya dan ibu juga malu banged. Jadi ibu segera menyimpan semua suratnya lagi. Dan ibu mengatakan pada Ranko untuk melakukan sesuatu agar dia tidak menyesal nantinya.
Hari pesta perpisahan Gou tiba. Ranko pulang lebih awal dari tempat kerjanya, dia bertemu dengan Nobu di jalan saat Nobu pulang membeli sake. Nobu mengatakan pada aRaanko kalau ini mungkin akan menjadi kesempatan terakhir Ranko, jadi ia tidak ingin Ranko menyesal nantinya. Nobu mmeberitahu tempat Gou dan menyuruh Ranko ke sana. Karena di desak oleh Nobu dan apa yang dikatakan Nobu mungkin ada
benarnya, akhirnya Ranko memberanikan diri bertemu dengan Gou. Ranko
sudah benar-benar berusaha mengatakan perasaanya, tapi ia sangat sulit
mengatakannya. Dan Gou sepertinya juga ingin mengatakan sesuatu, tapi
dia tidak bisa. Pada akhirnya Gou hanya membungkuk mengatakan terima
kasih telah menjaganya selama ini.
Pesta perpisahan Gou malam itu dihadiri oleh para tetangga. Kakek paling sedih dengan kepergian Gou. Dia mengatakan Gou datang ke rumah mereka saat Gou berusia 15 tahun dan dia sudah seperti anaknya sendiri, lebih dari anak kandungnya sendiri.
Semua yang ada di sana menyemangatai Gou, kecuali Yamonchan. Yaamonchan benar-benara badmood dan marah juga malam itu, dia mengatakan nggak ada yang perlu dirayakan atau diucaapkan selamaat, entah itu mereka menang atau kalah, para tentara yang berperang akan mati seperti serangga.
Semuanya terdiam.
Untuk mencairkan suasana, ibu menyuruh Gou untuk mengucapkan sepatah kata. Gou kemudian berdiri dan mulai bicara yang intinya dia mengucapkan terima kasih pada keluarga Asada yang sudah menganggapnya seperti keluarga sendiri. Yang dia sesali adalah dia akan pergi tanpa sempat membayar semua kebaikan keluarga Asada.
Para orang tua yang sebenarnya sedih mulai menghabiskan waktu minum-minum. Nobu, Ranko dan Meiko juga menyanyi menghibur semuanya.
Gou terdiam melihat ketiganya bernyanyi, tapi tatapannya ada pada Ranko. Saat itu diam-diam Gou meninggalkan tempat itu.
Gou ternyata sudah menyiapkan semua yang akan dia bawa dan dia memang berencana berangkat malam itu tanpa mengatakan apapun pada keluarga Asada. Ranko yang melihat Gou pergi, mengejarnya. Gou terkejut melihat Ranko.
Ranko mengatakan kalau Gou adalah pelari yang lambat, dia khawatir Gou akan terkena tembakan. Ranko dengan susah payah mengatakan perasaannya, ia meminta Gou untuk pulang dengan selamat, pokoknya harus kembali dan menemuinya lagi.
Gou terduam, dia melihat wajah Ranko dan mengambil nafas panjang, kemudian mengatakan pada Ranko, dia punya permintaan, jika ia kembali dengan selamat, ia ingin Ranko menjadi istrinya.
Ranko terkejut, dia terdiam. Mungkin karena tidak menyangka Gou akan mengatakan hal seperti itu, jadi perasaan Ranko campur aduk dengan ekspresinya antara bahagia dan sedih, dia mengatakan, ada apa dengan Gou-chan? Kenapa mengatakan itu sekarang?
(Ini akting Kawai Yuumi bagus banged disini, pokoknya kalian harus nonton, karena nggak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Aku shock banged, wow, adegan yang sebenarnya cukup sederhana, tapi Kawai Yuumi membuatnya itu berbeda).
Ternyata Nobu tadi mengikuti Ranko yang mengejar Gou. Ia menyemangati Ranko yang kebingungan dan mengatakan pada Ranko untuk menjawab Gou dengan baik sebelum Gou pergi.
Ranko akhirnya mengatakan perasaannya pada Gou, bahwa ia menyukai Gou. Dia akan menjadi istri Gou, jadi Gou harus kembali dengan selamat. Gou yang mendengar itu merasa senang + sedih, tapi dia berjanji dia akan kembali.
Saat itu tiba-tiba ibu muncul membawa buntelan kain. Ranko bingung. Ibu mengatakan kalau itu adalah baju ganti untuk Ranko. Dia ingin Ranko menghabiskan waktu bersama Gou sebelum Gou berangkat. Ibu juga meminta Gou untuk menjaga Ranko dan meminta maaf karena dia tidak bisa menyediakan baju pernikahan untuk Ranko.
Ranko menangis, Nobu yanag melihatnya juga menangis.
Gou menggenggam tangan Ranko dan keduanya meninggalkan Gomenyo.
Nobu kembali ke asrama setelah Gou pergi berperang. Nobu memikirkan bagaimana para pemuda yaang pergi berperang mempertaruhkan nyawa demi negara dan dia merasa mereka tidak bisa hanya duduk saja. Nobu kemudian mendapatkan ide apa yang bisa dia lakukan untuk membantu, membuat tas kain.
Usako yang ada di sana berfikir itu ide yang bagus, dia pernah dengar neneknya juga membuat tas kain saat perang Rusia. Para tentara bisa menyimpan banyak barang di tas itu.
Nobu kemudian bersemangat mengumumkan idenya itu pada teman sekelasnya. Teman-temannya juga merasa itu ide yang bagus untuk membantu para tentara. Ide Nobu dengan cepat menyebar ke seluruh sekolah dan ada banyak yang membantu membuat, juga membantu memberikan sumbangan. Saat hari libur, para siswa mengumpulkan sumbangan di jalanan kota Kochi. Aksi Nobu dkk ini diliput di Koran Kochi dan Nobu dalam sekejab menjadi role model di sekolahnya. Bahkan kepala sekolah juga memuji aksi Nobu yang cinta tanah air. Nobu yang selama ini selalu ragu-ragu akhirnya merasa menemukan jalannya sendiri dengan penuh kebanggaan.
Nobu pulang ke Gomenyo saat liburan dan dia disambut oleh keluarga. Ternyata berita Nobu yang masuk koran itu juga sudah menyebar. Kakek bahkan menggunting koran dan memajangnya di toko anpan mereka. Salah satu alasan Nobu kembali ke rumah adalah untuk menanyakan sesuatu pada Yamonchan. Takashi mengirim surat pada Nobu mengenai wajah Yamonchan yang ada di salah satu toko roti di Ginza dan meminta Nobu bertanya pada Yamonchan. Tapi Yamonchan membantah dia pernah bekerja di toko roti di Ginza. Dia juga menolak menyumbang, dia mengatakan dia tidak akan memberikan uangnya untuk perang.
Takashi menelpon Chihiro di rumah setelah dia memenangkan kontes design dengan hadiah 50 yen. Takashi sepertinya menikmati harinya di Tokyo dana lebih percaya diri dari sebelumnya. Saat Chihiro mengatakan kalau Nobu muncul di koran, Takashi terkejut dan ingin bicara pada Nobu secara langsung. BTW Nobu muncul di Kochi Shinbun, koran lokal, jadi Takashi nggak tau.
Chihiro sesayang itu sama kakaknya, dia pergi ke rumah Nobu dan memanggil Nobu sebentar karena Takashi ingin bicara padanya. Sepertinya itu pertama kali Nobu menggunakan telpon. Awalnya pembicaraan keduanya santai saja, misalnyaa Takashi yang mrasa kagum Nobu tampil di koran dan Nobu yang membicarakan Yamonchan.
Tapi Takashi saat itu mnelpon dari sebuah cafe dan cukup berisik. Apalagi Kentaro menganggu Takashi yang lama banged menelpon. Nobu mendengar suara berisik banged, ada yang meneyanyi juga. Takashi meminta maaaf mengatakan kalau teman sekelasnya berisik.
Nobu tiba-tiba jadi emosi karena merasa Takashi menikmati harinya disana, menyanyi dan bersenang-senang bersama teman-temannya, padahal kondisi negara sedang perang. Nobu memarahi Takashi mengatakan apa sih yang Takashi lakukan di Tokyo? Sebenarnya untuk apa Takashi ke Tokyo?
Takashi mencoba menjelaskan kalau memang yang dia lakukan tidak membanggakan seperti Nobu yang muncul di koran, tapi jika Nobu datang ke Tokyo, Nobu pasti akan mengerti, semua orang disini sangat mengagumkan dana penuh dengana kebebasan.
Nobu semakin marah mendengarnya.
"Kebebasan? Apakah kamu pernah memikirkan sedikit saja mengenai tentara yang bekerja untuk negara? Bahkan sekarang, para pemuda dikirim satu per satu dan berjuang untuk hidup mereka dalam peperangan! Sedangkan kamu, apa ayang kamu lakukan disaat seperti ini?"
Nobu merasa Takashi terlalu menikmati hidupnya saat negara sedang berperang dan dia jadi emosi pada Takashi. Nobu menutup telponnya. Dia minta maaf pada Chihiro, Bibi dan Uta. Nobu kabur dan menenangkana diri di taman tempat mereka bermain jungkat jungkit.
To Be Continued.
Komentar:
Ini terjadi pada masa-masa PD II sebelum Indonesia merdeka dan yah, salah satu dari para tentaara yang didukung Nobu mungkin membunuh pejuang Indonesia. Tapi begitulah di Jepang tidak diajarkan mengenai sejarah. Yang mereka ajarkan dan yang diketahui generasi sekarang adalah bahwa dulu mereka berjuang untuk negara mereka melawan Amerika. Generasi mereka nggak tahu kalau Jepang menjajah, yang mereka tahu paraa tentara yang dikirim itu adalah menjaga negara mereka.
Di minggu ke-6 ini, episode 29 menurutku adalah episode paling berkesan dengan akting Kawai Yuumi yang luar biasa. Dia baru terkenal beberapa tahun belakangan ini karena banyak menang award sebagai Best Actress dalam film-film yang dia bintangi. Ternyata aktingnya sebagus itu. Adegannya dengan Gou cuma beberapa menit, tapi bagus banged lho. Keren sekali menurutku. Bagaimana dia menggambarkan dunianya sendiri dalam cinta sendiriannya dan ternyata orang itu juga mencintainya.
Katanya sih aktingnya jadi viral di medsos saat episode itu tayang.
Aku baru nyaadar aku belum pernah menonton movie Kawai Yuumi. Mungkin karena kebanyakan movienya adalah movie berat dan kurang cocok sama aku. Tapi aku menonton aktingnya di drama Futekisetsu, cuma disitu aktingnya jadi cewek tomboy, bukan akting nangis-nangis. Makanya ini baru pertama kalinya aku menonton akting emosionalnya. Keren sih. Salah satu aktris muda yang menjanjikan.
0 komentar:
Posting Komentar