Thursday, 14 September 2017

[Sinopsis] Kahogo no Kahoko Episode 7-1

Episode 7 ini episode yang bikin emosi. Kahoko mengetahui mengenai kelemahan masing-maisng keluarganya dan rahasia mereka. Termasuk neneknya yang ternyata sedang sakit. Ia ingin berusaha mengabulkan permintaan neneknya dan malah membuatnya semakin pusing karena semuanya tidak berjalan sesuai rencananya. Keluarganya yang biasanya harmonis malah menjadi penuh pertengkaran dan Kahoko merasa kasihan pada neneknya yang sangat menginginkan perkumpulan keluarga. Hal itu juga membawa pertengkaran dalam hubungan Hajime dan Kahoko yang baru berkencan beberapa hari.

Sinopsis Overprotected Kahoko Episode 7 Bagian 1

Seperti biasa, di awal episode Kahogo no Kahoko dimulai dipagi hari di rumah keluarga Nemoto.
Pagi itu Kahoko masih setengah terbangun dan ia mengingat kejadian semalam dimana ia dan ibunya sudah berjanji tidak akan mencampuri urusan masing-masing, karena Kahoko ingin mandiri.
Jadi, jika biasanya ibunya selalu membangunkan KAhoko, pagi itu Kahoko berusaha bangun sendiri, meski ia sulit bangun dan hampir ketiduran lagi setelah mematikan alarmnya.
Tapi Kahoko lagi-lagi melupakan kalau ia harus mandiri, ia melakukan kebiasaan paginya, mengambil dua pakaian dan bertanya pada ibunya yang mana yang harus ia kenakan hari ini. Saat ia menyadarinya kalau ia sudah menanyakan hal yang tak seharusnya ditanyakan, Kahoko berusaha mengubah topik pembicaraan mengatakan kalau ia sudah memilih sendiri baju mana yang akan ia pakai.
Tapi ibunya sengaja memilih baju yang berlawanan dengan pilihan Kahoko.

Kahoko kembali ke kamarnya dan berusaha memilih baju sendiri di depan kaca.
Karena Kahoko ingin mandiri, jadi ibu juga sengaja tidak memasak untuknya dan tidak membuatkan bekal, hari ini Kahoko membuat bekalnya sendiri.
Kahoko memasak di dapur saat ibu dan ayah sedang sarapan. Kahoko teringat kejadian di rumah neneknya kemarin, mengenai nenek yang mengidap penyakit.
Tapi saat itu nenek mengatakan kalau ia hanya latihan akting, karena ia menyukai sebuah drama dimana tokoh utamanya mengidap penyakit yang sama, karena ia sangat menyukai drama itu, jadi ia sengaja akting mengikuti adegan didalamnya.
Kahoko ragu akan hal itu, ia masih kepikiran dan ingin membahasnya dengan mama. Tapi karena dan mama tidak boleh saling membantu, jadi Kahoko bingung harus bagaimana. Ia bahkan sudah memanggil mama tapi kemudian ia memanggil papa juga dan saat akan membahas mengenai baba, kata-katanya tertahan.
IA kemudian mendapat pesan dari baba yang memintanya bertemu. Kahoko menunjukkan sms itu dan mama ingin ikut, tapi mama kemudian sadar kalau mereka berdua tidak boleh ikut campur urusan masing-masing dan mengurungkan niatnya.

Kahoko ke rumah neneknya sendirian sambil berlari, jadi ia berkeringat tiba disana. Nenek memberinya minum dan mulai menceritakan apa yang sebenarnya terjadi, pertama ia meminta maaf pada Kahoko karena sudah berbohong kemarin.
Nenek mengatakan kalau hati/jantungnya bermasalah, dimana membutuhkan operasi pencangkokan atau sejenisnya. Tapi nenek terlalu tua dan resikonya sangat besar. Kahoko tentu saja terkejut mendengarnya dan ia akan melakukan apapun yang bisa ia lakukan jika itu bisa membantu nenek.
Nenek mengatakan ia punya 2 permintaan, pertama ia meminta Kahoko memeluknya dan Kahoko melakukannya. *SEDIH BANGED*
Permintaan kedua adalah nenek ingin Kahoko merahasiakan hal ini dari keluarga. Kahoko tentu saja terkejut karena hal seperti ini harus dibicarakan bersama keluarga. Tapi nenek mengatakan ia tidak ingin membuat semuanya khawatir, ia ingin menikmati hari-hari bahagia seperti biasa dan lagi, ia ingin meninggal di rumahnya sendiri.
Karena itu ia memohon pada Kahoko untuk mengabulkan permintaannya itu. Kahoko saat itu tidak bisa berfikir banyak karena nenek memang memaksa kalau ia tidak ingin ada yang tahu mengenai penyakitnya. Jadi Kahoko hanya bisa memeluknya.

Kahoko makan siang di kampus dengan bekal buatannya sendiri yang di protes oleh pacarnya Hajime, karena isi bekal Kahoko yang menyedihkan, tidak mewah seperti biasa. Kahoko sih nggak peduli mengenai hal itu. Lucunya, Hajime sekarang selalu mengakhiri kalimatnya dengan 'Kahoko, Kahoko dan KAhoko'.
Kahoko jadi bingung kenapa Hajime terus memanggil namanya. Hajime mengatakan karena ia pemalu, ia akan kesulitan kalau tiba-tiba Kahoko nanti memintanya memanggil nama seperti waktu itu, jadi ia ingin berusaha membiasakannya HAHAHHAAHAH. Dan lagi-lagi ia mengakhirinya dengan 'Kahoko'.
Kahoko malah nggak peduli dan fokus pada HP-nya, membuat Hajime kecewa karena hal itu tidak membuat Kahoko senang. Kahoko meminta maaf, ia mengatakan sekarang kepalanya dipenuhi oleh baba (nenek), jadi ia tidak bisa berkonsentrasi dengan hal lainnya.
Ia bertanya pada Hajime apa yang harus ia lakukan.
Hajime sih menjawab enteng, mengatakan apa yang bisa Kahoko lakukan hanya melakukan apa yang neneknya minta. TApi Hajime cukup binging apa tidak masalah Kahoko mengatakan masalah ini padanya, padahal nenek meminta Kahoko merahasiakan dari keluarga.
Kahoko mengatakan nenek memperbolehkannya menceritakan hal ini pada orang yang ia sukai. Kahoko tersenyum. Hehhhehehehe.

Kemudian Kahoko melihat jam dan menyadari ia hampir terlambat, Kahoko kemudian meminta Hajime bersiap untuk ikut padanya. Hajime bingung. Kahoko menjelaskan kalau baba ingin bertemu dengan Hajime.
Hajime tentu saja terkejut, ia mengatakan ia belum melakukan persiapan -untuk bertemu secara resmi dengan keluarga Kahoko-.
Kahoko memohon pada HAjime karena ia ingin Hajime bertemu dengan nenek secepatnya, memperkenalkan orang yang ia sukai pada neneknya.
Kahoko menatap Hajime dengan tatapan memohonnya yang sudah pasti 100% nggak akan bisa ditolak oleh Hajime HAHHAHAHAHAH.

Dan nggak disangka, Hajime yang biasanya begitu ternyata bisa nervous juga.
Tenggorokannya rasanya kering dan ia bertanya-tanya apakah ia tak apa-apa mengenakan pakaian seperti ini bertemu dengan nenek (pakaian HAjime yang biasanya dari ep 1 nggak ganti-ganti wwkwkwkwwkw).
Kahoko mengatakan kalau nenek tidak akan mempermasalahkan hal seperti itu. Tapi Hajime masih nervous dan bahkan ingin ke toilet. Kahoko bingung karena Hajime baru saja ke toilet tadi HAHHAHAHAHHAHAHAHA.
Hajime beneran lucu, nervous banged, ia sama sekali tidak tenang.
BTW mereka berdua menunggu nenek di rumah sakit, sepertinya nenek melakukan pemeriksaan.

Nenek kemudian muncul dan KAhoko segera mendekati neneknya. Hajime ngikut di belakang.
Nenek menatap Hajime dan berkata, oh, jadi kau orangnya, yang dengan datar mengatakan apa yang tidak bisa kami katakan pada Kahoko?
Hajime tersenyum dan memberi salam, namaku adalah Mugino Hajime, aku merasa terhormat bisa berpacaran dengan Kahoko... san. Well, hari ini cuacanya cerah ya, hahhaahah.
Hajime benar-benar gugup bertemu dengan nenek, ia jadi celoteh sendiri. Nenek sih hanya menatapnya saja dan aku rasa ia menyukai Hajime.

Nenek, Kahoko dan Hajime pergi ke rumah nenek untuk mengobrol.
Nenek mulai menanyakan apakah Hajime menyukai Kahoko dan Hajime membenarkan. Kahoko tersenyum bahagia.
Nenek berkomentar, ini akan sulit bagimu, berpacaran dengan Kahoko, kau mengerti maksudku kan?
Hajime membenarkan, tapi selain sulit, menurutku sangat menarik. Saat kami bersama, ada banyak hal tak terduga yang terjadi.
Nenek menyukai hal itu, ia mengatakan kalau ini saam seperti saat ia pertama kali pacaran dengan kakek.
Hajime mengatakan kalau ia tidak pernah berfikir akan pacaran dengan gadis seperti Kahoko sebelumnya.
Nenek membenarkan, karena hidup ini kadang lucu, banyak hal yang tidak terduga yang

Kahoko tidak tenang dengan pembicaraan ini karena ia masih mengkhawatirkan neneknya. IA bertanya pada neneknya bagaimana kalau mereka berkonsultasi dengan dokter lainnya dan nenek mengatakan kalau ia sudah melakukannya dan hasilnya sama saja.
KAhoko tetap ingin memberitahu keluarga, bagaimana jika ia memberitahu mamanya saja.
Tapi nenek menolak, ia mengatakan ia ingin menjalani kehidupan seperti biasa saja, berkumpul dengan keluarga, merayakan ulang tahun, festival, dan lain-lain seeperti biasanya. Ia tidak ingin semuanya khawatir, ia ingin meninggal dengan tenang di rumahnya. Jadi ia memohon agar Kahoko juga bersikap seperti biasanya.
Ia mengingatkan Kahoko juga ingin menjadi anak yang mandiri dan tidak tergantung pada orang tuanya, jadi Kahoko tidak boleh tergantung pada mama lagi. Ia mengingatkan Kahoko kalau Kahoko lebih kuat dari yang ia pikirkan, karena Kahoko langsung bisa menyadari kalau ada sesuatu yang aneh dengan keluarga, apakah ada yang merasa tidak baik atau khawatir, itu adalah bukti kalau Kahoko sebenarnya anak yang kuat dan bisa melakukan apapun. IA selalu berfikir saat melihat KAhoko seperti itu, bahawa Kahoko adalah anak yang bisa melakukan apapun, lebih dari siapapun untuk bisa membuat orang lain bahagia.
Kahoko hanya terdiam. Nenek meminta pendapat Hajime dan HAjime setuju dengan nenek, bahwa KAhoko memang orang seperti itu.

Tiba-tiba pembicaraan mereka terganggu saat kakek pulang dan nenek meminta mereka bersikap seperti biasa.
Kakek kemudian menyadari ada refreshing-young man disana dan Hajime memperkenalkan diri sebagai pacar KAhoko. Kakek terkejut dan berfikir kalau Kahoko akan menikah, ia mengucapkan selamat HAHAHAHAHHA.
Tapi tentu saja Kahoko mengatakan bukan begitu. Nenek mengatakan kalau ia yang meminta Kahoko membawa pacarnya ke rumah, karena ia ingin melihat langsung.
Kakek kemudian berfikir kalau Kahoko ingin meminta uang, tapi tentu saja Kahoko menolak dan meminta kakek untuk memperlakukan nenek dengan baik dan kakek bingung karena ia selalu memperlakukan nenek dengan baik. KAhoko menatap tajam kakek dan mengatakan harus lebih lebih lebih baik lagi.
Hajime berusaha mencairkan suasana dengan bertanya mengenai kelas puisi yang baru kakek ikuti dan kakek senang ada yang tertarik dengan puisinya, ia mengajak Hajime untuk membicarakan itu berdua. Dan begitulah Hajime langsung klop sama kakek Hehehhehehehhe.

Nenek melihat keduanya dan mengatakan kalau Hajime adalah orang yang baik. Kahoko membenarkan. Nenek meminta Kahoko untuk tersenyum dan jangan membuat wajah sedih, karena kalau Kahoko tidak tersenyum, nenek juga tidak akan merasa bahagia.
Kahoko mencoba untuk tersenyum dan dimulailah senyuman paksaan di wajah Kahoko.

Di rumah, mama sedang menonton video-video Kahoko sendirian, ia khawatir karena sudah larut malam dan Kahoko belum pulang. Begitu ada yang masuk, mama segera mematikan TV dan pura-pura sibuk membaca. Ternyata yang pulang adalah ayah, bukan Kahoko.
Ibu seperti biasa akan menanyakan apakah ayah butuh makan malam besok, tapi kemudian ia menyadari ia tak boleh menanyakan itu, jadi ia mengurungkan niatnya. Ayah menyadari itu dan mengatakan ia tak butuh makan malam besok. Itu mengatakan ia tak peduli HAHAHHAHAH.
Ayah bertanya apakah Kahoko belum pulang, apakah KAhoko menghubungi kalau ia akan pulang telat.
Tapi ibu berusaha terlihat cuek dan tak peduli, padahal ia khawatir.

Kahoko sendiri sudah di depan rumahnya dan ia ingat pesan neneknya untuk selalu tersenyum. Kahoko berusaha membuat wajah tersenyum dengan memaksakan pipinya untuk tersenyum, lucu banged.
Ia kemudian masuk dengan wajah tersenyum yang dipaksakan dan ibu mulai akan mengomel kenapa Kahoko pulang larut malam, tapi diakhiri dengan 'meskipun ia tak peduli alasannya' saat mengingat janji mereka untuk tidak mencampuri urusan masing-masing.
Kahoko hanya menjawab kalau ia punya urusan sedikit dan ibu bertanya, apa kau kencan dengan HAjime? well, meskipun aku tidak peduli.
Kahoko mengatakan bukan begitu dan ibu bertanya lalu kenapa -kahoko pulang telat-?
Kahoko jadi kesal dan mengatakan, nggak masalah kan kalau aku pulang telat -dan nggak mengatakan alasannya-
Keduanya terdiam. Ayah mencoba mencairkan suasana dengan mengajak Kahoko makan malam. Tapi Kahoko mengatakan ia tidak lapar dan akan masuk ke kamar, tapi perutnya bunyi. Kahoko kesal sekali memegang perutnya dan mengeluh kenapa ia masih saja lapar disaat-saat seperti ini HAHAHHAHAHA. Perut mah nggak bisa kompromi.

Kahoko kemudian menatap ibunya dan ingin mengatakan mengenai masalah nenek tapi ia tak bisa mengatakannya karena ia sudah berjanji pada nenek.
Lalu telpon berdering, dari ibu Ito dan ibu mengangkatnya. Ibu Ito ingin membatalkan perayaan ulang tahun di rumah nenek tahun ini, karena Ito sendiri suasana hatinya tidak baik dan bahkan tidak mau bicara, ia juga tidak akan datang ke pesta ulang tahunnya.
Ibu Kahoko mengerti dan mengatakan akan meyakinkan nenek untuk membatalkannya.
Mendengar itu, Kahoko tentu saja menolak dan mematikan telpon, melarang ibu menghubungi nenek. Kahoko ingin mengatakan masalah nenek lagi, kenapa nenek ingin berkumpul dengan keluarga tapi ia tak bisa mengatakannya dan akhirnya membuat alasan kalau nenek ingin membuat Ito bersemangat lagi, siapa tahu dengan pesta ulang tahun ini, Ito kembali seperti biasanya.
Kahoko mengatakan kalau ia akan melakukan sesuatu agar Ito datang ke pesta ulang tahun itu.

Kahoko ada di ruang seni dan menatap ponselnya dengan wajah berkerut.
Hajime yang berusaha menyelesaikan lukisannya bertanya apakah tidak masalah Kahoko mengatakan hal itu? dan Kahoko menjawab kalau ia akan melakukan sesuatu agar Ito datang ke pesta ulang tahun.
Tapi Hajime sudah bisa menebak KAhoko menatap ponselnya dari tadi karena ia mengirim pesan ke Ito tapi sama sekali tidak dijawab. Kahoko mengatakan ia akan melakukan sesuatu mengenai hal itu.
HAjime tak suka mendengar itu dan mengatakan pada Kahoko, jika seseorang mengatakan 'aku akan melakukan sesuatu mengenai hal itu' artinya orang itu sama sekali tidak punya solusi.
Kahoko yang sejak tadi mencoba memasang wajah tersenyumnya jadi tak bersemangat tapi tetap memasang wajah tersenyum dan membuat Hajime bertanya kenapa sejak tadi KAhoko memasang senyuman terpaksa.
Kahoko mengatakan nenek memintanya untuk selalu tersenyum sesulit apapun keadaan dan Hajime mengatakan ia memberi apresiasi pada kegigihan Kahoko, tapi menurutnya senyuman itu sangat tidak natural dan jatuhnya malah terlihat mengerikan.
Kahoko terkejut dan senyumannya menghilang.
Hajime mengatakan menurutnya nenek menyuruh Kahoko tersenyum itu maksudnya adalah hidup seperti biasanya, membuat rencana untuk masa depan juga. Intinya bukan tersenyum paksa begitu.
Kahoko mengerti.

Kemudian Hajime mengubah pembicaraan mengenai mereka berdua, Kau tahu, kita baru mulai pacaran, tapi... kita belum pernah berkencan.
Kahoko membenarkan dan ia makin bingung karena ia melupakan banyak hal karena masalah neneknya.
Hajime mengatakan ia akan membantu Kahoko bersemangat lagi dan bertanya apakah ada tempat yang ingin KAhoko kunjungi, mereka bisa pergi bersama-sama. Ia akan membawa Kahoko kemanapun dan kapanpun.
Tiba-tiba Kahoko mengangkat wajahnya, ia berdiri dan menemukan sesuatu untuk dilakukan. Ia menatap Hajime dengan tatapan, ayo ikut denganku sekarang.

Kahoko dan Hajime pergi ke sebuah kompleks apartemen dan Hajime bingung, ia tak tahu itu dimana. Kahoko mengatakan kalau ini adalah rumah Ito dan Hajime terkejut karena Kahoko berencana menunggu Ito disana. Kahoko mengatakan kalau ia tak tahu cara lain untuk menemui Ito, jadi ia akan menunggu disana.
Hajime mengatakan kalau mereka bahkan tak tahu kapan Ito akan pulang. Kahoko mengatakan ia sudah melakukan persiapan, mengeluarkan makanan dan minuman dari tasnya. Ia mengeluarkan satu per satu dan memberikan pada Hajime, ia meminta maaf karena ia masih belum bisa memikirkan masalah kencan dan lain sebagainya. Hajime mengatakan kalau ia tak masalah, setidaknya mereka masih bisa mengobrol.
Kahoko terus mengeluarkan makanan dan kemudian teringat sesuatu, ia mengambil makanan dari tangan Hajime dan menyuruhnya pulang. Hajime terkejut, Kenapa?
Kahoko mengatakan kalau Ito melihat mereka berdua, Ito akan kesal dan tidak akan mendengarkannya nanti, jadi sebaiknya Hajime pulang saja. Kahoko meminta maaf.
Hajime mengerti meski ia kelihatan kecewa, lol. (Sepertinya Hajime kalau masalah nge-date lebih aktif dari Kahoko, dia sebenarnya pengen banged HAHHAHAHHA).

Kahoko mengirim pesan pada ibunya, mengatakan ia akan menunggu Ito di depan rumah sampai ia bisa bicara dengan Ito dan ibu khawatir.
Kemudian ayah pulang dan ibu ingin menyambutnya tapi ia mengurungkan niatnya.
ayah mengatakan ia tak melihat Kahoko, apakah Kahoko pulang telat lagi. Ibu menceritakan mengenai Kahoko yang menunggu Ito dan Ayah kahwatir apakah Kahoko akan baik-baik saja.
Ibu mengatakan pada ayah kalau ayah Khawatir pergi saja melihatnya, karena ia sedang sibuk.
Ibu kemudian berusaha terlihat sibuk memasak sementara ayah menatapnya dengan senyuman mengejek karena ia tahu kalau ibu lebih khawair daripada dirinya hHAAHAHAHA.

Kahoko menunggu di bawah apartemen Ito sampai malam dan begitu Ito pulang diantara geng-nya, Kahoko langsung mendekatinya, tentu saja Kahoko meminta Ito datang ke acara ulang tahunnya nanti. Tapi Ito menolak mengatakan ia benci keluarga mereka.
Kahoko mencoba meyakinkan Ito, setidaknya Ito tidak boleh membenci nenek, karena nenek ingin menyemangati Ito. Tapi Ito mengatakan nenek adalah orang yang sok tahu semuanya dan sangat menjengkelkan. Kahoko menatap Ito dengan tatapan marah karena kata-kata Ito dan mengatakan padanya untuk tidak mengatakan hal buruk mengenai nenek. Kahoko mengatakan jika Ito bicara baik-baik pada nenek ia yakin Ito akan mengerti bagaimana nenek sangat memikirkan mengenai mereka, dan juga menurutnya keluarga adalah orang yang lebih mengerti akan diri kita dari pada diri kita sendiri.
Kahoko memberi conton mengenai Ito yang menyadarkannya saat Ito berteriak padanya waktu itu, kalau ia adalah ikan mas yang berenang di akuarium dan Ito kesal mengatakan kalau Kahoko salah mengira, ia sama sekali tidak pernah menganggap Kahoko sebagai keluarganya.
Ito kemudian meninggalkan Kahoko.

KAhoko kembali ke rumah dengan tidak bersemangat, seperti biasa ia memaksakan wajahnya untuk tersenyum. Dan saat ia akan masuk ke rumah, pintu terbuka dan kepalanya terbentur, ternyata ayah mengkhawtirkannya dan ingin menyusul.
Ibu tidak mengerti kenapa Kahoko sebegitu inginnya mengadakan pesta ulang tahun, ia tahu kalau Ito pasti menolak. Kahoko mengatakan ia akan tetap berusaha, ia akan membuatkan cookie favorite Ito.
Ibu meminta Kahoko berhenti melakukan itu karena acara tahun ini kemungkinan besar akan batal, Tamaki-chan juga tidak akan hadir di acara ulang tahun Ito.
Kahoko terkejut.

Keesokan harinya, Kahoko ke rumah sakit, ternyata Tamaki-chan masuk rumah sakit karena asma-nya kambuh lagi.
Masalah bertambah banyak saja disekitar Kahoko dan ia mengetahui rahasia mengenai Tamaki-chan dan suaminya yang selama ini selalu mengatakan pertemuan mereka adalah takdir dan selalu terlihat mesra berdua.
Ternyata Tamaki-chan mengatakan kalau ia adalah wanita yang tidak akan pernah bahagia, sejak kecil sakit-sakitan dan ia selalu melakukan sesuatu yang selama ini ia rahasiakan, yaitu mencuri. Selama ini ia tidak ketahuan, sejak kecil ia melakukannya. Suatu hari saat ia mencuri di supermarket, ia ketahuan oleh suaminya dan karena itulah mereka bertemu dan kemudian menikah. Ia berjanji tidak akan melakukannya lagi, tapi belakangan ini ia melakukannya lagi.
Ia mengatakan kalau Kahoko pernah bertanya kenapa mereka menikah dan ia akan memberikan jawaban jujur sekarang, kalau mereka berdua adalah orang lemah, makanya mereka memutuskan menikah, mereka pikir mereka akan bisa mendukung satu sama lain, tapi pada akhirya hal itu sama sekali tidak bekerja, mereka kembali pada diri mereka sebelumnya.
Suami Tamaki-chan meminta mereka tidak menyerah tapi Tamaki mengatakan ia sudah tidak bisa melakukannya. Kahoko hanya terdiam mendengarkan.

Kahoko menghempaskan kepalanya ke sofa di ruang seni dan Hajime berkomentar kalau Kahoko sepertinya makin kesulitan mengatakan masalah baba pada keluarganya karena semuanya punya masalah masing-masing. Ito yang berkumpul dengan orang aneh dan Tamaki yang mempunyai rahasia seperti itu.
Kahoko kemudian menatap Hajime dengan tatapan kosong dan perlahan ia memaksa tersenyum, mengatakan semuanya akan baik-baik saja, ia tidak akan menyerah.
Hajime mengatakan masalah Kahoko semakin berat dan berkomentar kalau tas Kahoko semakin besar, lebih besar dari saat ia membawa makanan di dalamnya.
Kahoko mengatakan ia memakaikan berbagai hal mengenai apa yang harus ia lakukan saat pesta nanti, ia mengeluarkan wig badut dan memakainya sambil tersenyum memaksa.
Hajime meminta Kahoko untuk menyerah, karena semakin Kahoko bersemangat, ia jadi semakin punya perasaan yang buruk mengenai hal ini.
Kahoko mengatakan ia tak akan menyerah, ia ingin membuat keinginan nenek tercapai, melakukan semuanya seperti biasa, mereka biasa merayakan ulang tahun bersama-sama jadi ia akan berusaha agar acara itu berlangsung tahun ini, jika tidak kemungkinan keluarga mereka tidak akan pernah berkumpul lagi.

Hajime tidak bisa membantah lagi. Ia bertanya, apakah berkumpul bersama keluarga itu segitu pentingnya?
Kahoko tidak mengerti, kenapa kau bertanya begitu?
Hajime mengatakan karena kadang-kadang bukankah mereka akan lebih bahagia jika berpisah?
Kahoko sedih mendengarnya, apakah itu menjadi alasanmu selama ini untuk tidak mencari ibumu?
Hajime tak mengerti kenapa pembicaraan berubah pada ibunya dan Kahoko menggunakan kesempatan itu untuk mengajak Hajime mencari ibunya. Tentu saja Hajime menolak.
Kahoko meminta HAjime jangan sok kuat, karena baginya, tidak bertemu dengan ibu selama 1 atau 2 hari, ia akan merasa kesepian, ia tak bisa membayangkan betapa kesepiannya hajime yang tidak bertemu ibunya selama bertahun-tahun.
Hajime meminta Kahoko jangan membicarakan hal itu lagi dan Kahoko bersikeras kalau ibunya adalah satu-satunya keluarga Hajime. Hajime hampir membentak Kahoko mengatakan dia tak punya keluarga, tapi ia kemudian menahannya dan meminta maaf, ia mengatakan nggak ada untungnya mereka bertengkar karena masalah itu.
Kahoko membenarkan dan mencoba kembali tersenyum dan Hajime masih tak suka Kahoko senyum memaksa gitu, ia meminta Kahoko untuk tidak perlu memaksa tersenyum dihadapannya.
Kahoko akhirnya menghentikan senyumannya dan ia memasang wajah yang cocok dengan suasana hatinya saat ini, sedih.

Hajime menasehati Kahoko untuk menangis saat keadaan sulit, karena ia belum pernah melihat Kahoko menangis setelah mengetahui keadaan neneknya.
Kahoko mengatakan kalau ia ingin menjadi orang dewasa dan memutuskan kalau ia tidak akan menangis lagi.
Kahoko kemudian tersenyum lagi. Hajime hanya bisa menghela nafas karena Kahoko tidak akan mendengarkan apa yang ia katakan.

Share:

0 comments:

Post a Comment

Translate

Follow by Email

NOTE:

DILARANG RE-UPLOAD / COPY PASTE TULISAN DI BLOG INI!

JIKA INGIN SHARE, CUKUP LINK KE POSTINGANNYA SAJA, BUKAN ISINYA!


Follow Clover Blossoms on Twitter

[Trivia] Japanese Movie Recommendations List

Karena ada banyak yang menanyakan rekomendasi untuk J-Movie, jadi aku memutuskan untuk membuat list rekomendasi Japanese Movi...

Recent Posts

Recent Posts Widget

Popular Posts This Week

Actor / Actress

Airi Matsui Anna Ishii Aoi Miyazaki Aoi Wakana Aom Sushar Araki Yuko Bebe Tanchanok Chen Duling Chiba Yudai Choi Ara Dori Sakurada Eikura Nana Eita Fukushi Sota Fuma Kikuchi Fumi Nikaido Gao Zhi Ting Go Kyung Pyo Gong Yoo Gou Ayano Han Seung Yeon Han Yeri Hana Sugisaki Haruka Fukuhara Haruma Miura Haruna Kawaguchi Hashimoto Ai Hashimoto Kanna Hayato Isomura Hikari Mitsushima Hirano Sho Hiroki Narimiya Hirose Alice Hirose Suzu Honoka Yahagi Horii Arata Hu Yi Tian Hwang Jung Eum Hyeri Inoue Mao Ishihara Satomi Jang Se Hyun Jeon Ji Hyun Ji Soo Ji Woo Joo Won Jun Shison Jung Ryu Won Jung So Min Kamiki Ryunosuke Kasumi Arimura kawakami juria Kei Tanaka Kengo Kora Kentaro Kento Hayashi Kento Nagayama Kim Go Eun Kim Ji Won Kim So Hyun Kim Soo Hyun Kim Tae Ri Kim Woo Bin Kim Yoo Bin Kim Yoo Jung Kim Yoo Mi Kitamura Takumi Komatsu Nana Kubota Sayu Kudo Asuka L Lee Bo Young Lee Chung Ah Lee Dong Hwi Lee Dong Wook Lee Gi Kwang Lee Jong Suk Lee Joon Lee Soo Hyuk Lee Yoo Jin Mackenyu Mahiro Takasugi Maika Yamamoto Maki Horikita Marie Itoyo Masahiro Higashide Masaki Suda Masataka Kubota Mayu Matsuoka Mei Nagano Mikako Tabe Mike D angelo Min Do Hee Minami Hamabe Mirai Moriyama Mirai Shida mirai suzuki Mitsuki Takahata Miwa Miyu Yoshimoto Moe Arai Mone Kamishiraishi Nadine Lustre Nagasawa Masami Nao Nijiro Murakami Nounen Rena Osamu Mukai Park Bo Gum Park Eun Bin Park Hae Jin Park Seo Joon Park Shin Hye Pattie Ungsumalynn Phan Pagniez Reina Visa Rina Kawaei Ryo Ryusei Ryo Yoshizawa Ryoma Takeuchi Ryota Katayose Ryu Hwa Young Ryu Jun Yeol Sakaguchi Kentaro Sakuma Yui Sakurako Ohara Sato Kanta Satoshi Tsumabuki Seo Hyun Jin Seto Koji Shen Yue Shim Eun Kyung Shimon Okura Shin Hyun Soo Shirota Yuu Shohei Miura Shono Hayama Shuhei Nomura Shunya Shiraishi sometani shota Son Seung Won Song Ha Yoon Sun Woong Suzuki Ryohei Suzy Taishi Nakagawa Takanori Iwata Takeru Sato Takuya Kusakawa Tao Phiangphor Tasuku Emoto Tori Matsuzaka Tsubasa Honda Tsuchiya Tao Yamazaki Kento Yamoto Yuma Yoo In Na Yoo Seung Ho Yook Sung Jae Yoon Park Yoon So Hee Yoshine Kyoko Yosuke Sugino Yu Aoi yua shinkawa Yui Aragaki Yuina Kuroshima Yuki Furukawa Yuki Izumisawa Yuki Yamada Yuko Oshima Yuna Taira Yuriko Yoshitaka Yuta Hiraoka Yuya Matsushita Yuya Yagira

Drama / Movie

A Love So Beautiful A Story of Yonosuke Age of Youth 2 Always Sunset on Third Street Anikoma Anohana Anone Ao Haru Ride Arbitratily Fond Asa ga Kita Ashi Girl At Cafe 6 Beppin-San Biscuit Teacher and Star Candy Bittersweet Boku Dake ga Inai Machi Boku no Ita Jikan Boukyaku no Sachiko Bubblegum Cafe Waiting Love Carnation Chia Dan Chihayafuru Crybaby Pierrot's Wedding Crying Out Love in the Center of the World Daily Lives of High School Boys Dating DNA Departures Eulachacha Waikiki Evergreen Love Father is Strange Fleet of Time Forever Young Frankenstein no Koi From Five to Nine Gakko no Kaidan Gegege no Nyobo Gochisousan God Gift Good Morning Call Good Morning Call 2 Goon Ju Hana and Alice Hana Nochi Hare Hanako to Anne Hanbun Aoi Haruchika Hirunaka no Ryuusei Hirune Hime Hiyokko Honey and Clover Hot Road Hyouka I Love You in Tokyo I Want to Eat Your Pancreas If We Were A Season Itakiss LIT Itakiss LIT S2 Itakiss Movie Kahogo no Kahoko Kaze no Haruka Kidnap Tour Kiki Delivery Service Kimi no Na Wa Kingyo Club Kiss Me Thailand Koe no Katachi Koinaka Kuragehime Linda Linda Linda Little Forest Love Letter Lucky Romance Ma Boy Man From The Stars March Comes in Like a Lion Mare Massan May Who? Moriyamachu Driving School My Huckleberry Friends My Husband Can Not Work My Little Sweet Pea My Old Classmate Nagi no Asukara Narratage Natsuzora Nodame Cantabile Oboreru Knife Ohisama Omotesando On The Wings of Love One Million Yen Girl One Week Friends Operation Love Orange Orange Days Ore Monogatari Our Little Sister Our Times Pinocchio Princess Hours Thailand Rage Rainbow Song ReLIFE Reply 1988 Romance Full of Life Sannin No Papa she was pretty Shigatsu wa Kimi no Uso Sing Salmon Sing Solanin Sound of Your Heart Splish Splash Love Ssam My Way Strobe Edge Sukina Hito ga Iru Koto Teiichi no Kuni The 100th Love The Anthem of the Heart The Best Hit The Great Passage The Left Ear The Woodsman and The Rain The World of Us Today's Kira-kun Todome no Kiss Toki wo Kakeru Shojo Tokyo Tarareba Girls Tomorrow Cantabile Tonari no Kaibutsu-kun Toto Nee Chan Twenty Years Old Twilight Saya in Sasara Under the Hawthorn Tree Wakamonotachi Warotenka We All Cry Differently What A Wonderful Family While You Were Sleeping Wise Prison Life Wood Job Yellow Elephant Yesterday Once More Your Lie in April Youth Over Flowers

Blog Archive

Recent Comments

Random Posts