Tuesday, 13 October 2015

[Sinopsis] Kiss Me Episode 2 ~ Part 1

Sinopsis Kiss Me Episode 2 Part 1

PLEASE DO NOT REPOST MY SYNOPSIS IN OTHER SITE!
PLEASE DO NOT SHARE WITHOUT CREDITS!

Taliw ada di dalam kelas dengan wajah berkerut, ia teringat bagaimana malunya ia karena surat cintanya tertempel rapi di papan pengumaman sekolah. Ungkapan cintanya yang tulus cibaca oleh seluruh siswa disekolah.
Taliw malu sekali, mengingatnya saja membuatnya ingin masuk ke lubang yang dalam sehingga tidak ada yang menyadari keberadaannya.
Kelas Taliw dkk tidak heboh seperti biasanya, mereka semua masih ngobrol, tapi menjaga kata-kata.

Tenten berjalan masuk ke dalam kelas seperti biasa, tidak ada rasa bersalah sama sekali.
Begitu ia muncul, seluruh kelas hening. Tenten menatap semuanya.
King menatap Tenten dengan tatapan permusuhan yang lebih dalam dari sebelumnya.

Paew dan Yuyee menatap Tenten dengan kesal, Yuyee berkomentar, Bukankah seharusnya orang dengan IQ 200 lebih manly?
Yang lain menatap Tenten sambil mengangguk, mereka tidak menyangka pria yang mereka kagumi sekejam itu.
Taliw menatap Tenten dengan sedih, tapi kemudian ia mengatakan pada Yuyee kalau ia baik-baik saja, jadi biarkan saja dia.
Padahal dalam hati Taliw ia menangis menatap pohon takdir, tangisannya lucu, nggak bisa dibilang sedih, tapi ga mungkin juga dia gembira LOL.

Guru HAng masuk dan merusak ketegangan yang terjadi.IA menyuruh Tenten duduk. Taliw menunduk saja.
King yang sejak tadi duduk dekat Taliw berdiri, ia menatap Tenten dengan tatapan sangat sangat tajam yang mengatakan kalau ia tidak akan pernah memaafkan Tenten.
Tenten berjalan ke kursinya dan menyadari tatapan King, ia menatap King balik dan memberi isyarat agar King kembali ke kursinya.
King kembali ke tempat duduknya sambil menatap Tenten..

suasana sangat tidak enak, terutama bagi TAliw, Tenten dan King. Ketiganya sama sekali tidak konsen mendengarkan guru Hang yang sibuk membicarakan tentang klub yang pendaftarannya sudah mulai dibuka.
Taliw sesekali melirik Tenten, Tenten yang sok tidak peduli padahal ia cukup terganggu karena di tatap Taliw dan King yang duduk di kursi depan, pikirannya melayang kemana-mana.

Guru Hang membicarakan tentang klub pertanian, sepertinya ia meminta kelasnya masuk klub pertanian, tapi harus diingat karena tahun ini akan sangat panas, jadi karena klub pertanian ada dalam rumah kaca maka dapat dibayangkan betapa panasnya.
Anak-anak mengeluh karena mereka malas sekali panas-panasan.
Guru Hang juga menyarankan Tenten agar masuk ke klub matematika atau sains saja, karena dia pintar.
Yuyee yang masih dendam langsung bicara menyinggung Tenten, Sepertinya kita harus punya klub moral juga.
Paew ga mau kalah, Atau kita juga bisa membuat klub kemanusiaan.
Tenten diam saja.

Penggemar Tenten ikutan bicara, bagaimana kalau kita membuat klub menulis surat?
Yuyee marah, ia berdiri sambil memukul meja, Bagaimana kalau kau ikut klub menampar wajahmu bersamaku?!
Peaw menunjukkan tinjunya pada cewek itu. Yuyee duduk dengan emosi karena guru menyuruhnya tenang.
King masih dengan ekspresi yang sama (IIIHHHHHH gemeeeeeeeeeesss, pengen aku cubit itu pipinyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa XD )

Tenten menghela nafas. Taliw lagi-lagi menatap Tenten bingung. King melihat keduanya, ia makin makin makin kesal.
Dan seperti itu lah pelajaran dimulai, saling lirik meliriklah mereka.

Taliw tentu saja menjadi populer hari itu, ia menjadi bahan pembicaraan dimana-mana.
Peaw, Yuyee, King dan Arm menjadi bodyguard Taliw dengan Peaw sebagai pemimpin untuk membuka jalan dan Yuyee yang menatap tajam pada siapa saja yang bisik-bisik sambil tertawa.
Taliw berjalan di tengah, manyun, malu tapi juga khawatir. Ada yang menyapa Taliw dan Taliw membalasnya dengan senyuman tanpa tahu itu ejekan. Yuyee kesal sekali dan melabrak mereka.
Peaw menggunakan kuasanya untuk merebut kursi dimana mereka duduk. LOL.

Taliw malah khawatir kalau anak-anak itu akan membenci mereka karena mereka merebut kursinya secara paksa.
Peaw menatap tajam mereka dan bertanya apakah kalian membenci kami???
Yang lain terpaksa menjawab tidak, LOL. Makanya Taliw akhirnya bisa sedikit tenang.
Mereka berlima pun duduk di bangku sekolah.

Taliw tampak mengela nafas, ie mengerutkan keningnya dan membuat ekspresi manyun, ia khawatir, malu tapi merasa tak enak juga.
King menatapnya khawatir dan mengatakan kalau sesekali orang itu harus diberi pelajaran.
Yuyee meminta King, mereka memang harus memberinya pelajaran tapi tidak sekarang. King Bete mendengarnya.
Arm kemudian memberi ide bagaimana kalau mereka pergi ke rumah Taliw.
Mereka menganggap itu ide yang bagus, King bertanya apakah Taliw mau, atau Taliw mau sendirian dulu.
Taliw senang mendengarnya, ia mengatakan ia akan meminta ayahnya memasak resep special untuk mereka.
Semuanya bersemangat.

Arm dan Peaw membuat sedikit lelucon dan mereka semua tertawa kecuali Taliw. Peaw meminta taliw setidaknya tertawa sedikit karena mereka membuat lelucon untuknya. Taliw melongo dan akhirnya tertawa bersama mereka meski ia tidak tahu apa yang lucu. LOL.
Yuyee kemudian bertanya jadi resep apa yang akan dibuat P'Han.
Taliw senyam senyum dan mengatakan kalau resep itu hanya teman baiknya yang boleh memakannya.
Yang lain tersenyum senang mendengarnya. King mengatakan, Kalau begitu aku tidak bisa memakannya.
Yang lain tersenyum penuh arti sambil mengejek, Hmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm

Taliw yang loadingnya lambat bingung, Kenapa???? Kau adalah temanku yang paling aku sayangi. Mengapa kau tidak bisa memakannya?
Yuyee dan Peaw tertawa. King terdiam, ia tertohok LOL.
Arm tertawa, Ok Taliw, aku akan menceritakannya nanti. King kesal dan menutup mulut Arm dengan tangannya. Arm tertawa.
Peaw dan Yuyee gemes melihatnya dan mengatakan biarkan alam yang memutuskannya.
Taliw beneran bingung dan ga mengerti, tapi ia setuju dengan Yuyee.

Yuyee mengatakan, sekarang apakah itu resep 'teman tersayang' atau 'teman yang aku cintai', aku akan memakan semuanya, Karena aku sangat lapar.
Mendengar kata 'teman yang aku cintai' King agak kesal pada Yuyee.
Ia menatap Yuyee dengan tajam. Yuyee ga peduli. LOL.

Pad Thai.
Ayah Taliw, P'Han dan King sedang memasak sambal, mereka batuk-batuk karena aromanya sangat menyengat.
Ayah menyuruh King mendekatinya dan bertanya ada apa dengan Taliw akhir-akhir ini, ia terlihat murung, tidak seperti biasanya.
King diam saja, ia tidak mau mengatakannya.
Ayah curiga melihat ekspresi King dan bertanya lagi, apakah ada yang menggoda anakku? Kalau ada katakan saja, dia sangat lambat dan tidak akan bisa mengejar ketertinggalannya.
King meyakinkah ayah agar tidak khawatir karena ia akan menjaga Taliw. Aku tidak akan membiarkan Taliw sedih seperti hari ini lagi.
Ayah mengerti. King ga tahan lagi dan menjauh karena bau sambal yang menyengat membuatnya terbatuk=batuk lagi.
King kemudian menawarkan diri untuk mengambil kompor gas dirumahnya karena api kompor ayah Taliw kebesaran dan ga bisa dikecilin.

Taliw, Peaw, Yuyee dan Arm duduk di meja menanti resep tersayang, mereka menginterogasi TAliw.
Yuyee bertanya kenapa TAliw menulis surat untuk Tenten. Taliw ga bisa menjawab ia menunduk mencari jawaban. Peaw ikutan, jangan bilang kau masih menyukainya setelah kau diejek begini?
Taliw mengatakan kalau ia tidak tahu, dia masih tidak berfikir tentang apapun.
Pembicaraan mereka terputus saat ayah dan King datang mengantar makanan untuk mereka.

Yuyee memuji masakan ayah Taliw yang kelihatan sangat enak.
Yuyee ingin langsung makan, tapi ayah melarangnya, mereka harus bersulang dulu demi persahabatan mereka.
Mereka mengangkat gelas berisi air putih untuk bersulang dan akhirnya mereka makan masakan special ayah Taliw.
ayah mengatakan ia melihat mereka saling mencintai satu sama lain, ia merasa sangat bahagia melihatnya. 
Peaw ga mengerti, Bahagia gimana maksudnya???

Mata ayah taliw langsung berbinar-binar, aAAAAAAA, berarti kau belum mendengar cerita tentang temanku Bomb????
Mata yang lain terbelalak memandang Peaw, Peaw juga terkejut dan Arm menendangnya. Peaw kesal karena Arm menendangnya, ia mengatakan kalau ia memang belm mendengarnya membuat semuanya kesal.
Ayah bersemangat dan mengatakan ia akan menceritakan tentang temannya Bomb.
Ekspresi semuanya mengisyaratkan kalau mereka sudah berkali-kali mendengar cerita itu. Jadi ga ada yang mendengarkan ayah Taliw yang lagi bicara LOL.

Semuanya tidak bersemangat karena bosan mendengarnya. Yuyee kesal dan berbisik pada Peaw, ini sudah ke 201 kalinya kita mendengarkannya dan semua ini karenamu~!
Ayah mendehem dan mengatakan jika mereka tidak ingin mendengarnya, mereka cukup tutup telinga dan makan saja.
Tapi ujung-ujungnya ayah terus bercerita tentang temannya Bomb. King dibelakang ayah Taliw menunjukkan wajah bosannya sambil joged-joged.

Jadi ceritanya, dulu saat masih muda, Ayah dan ibu Taliw ada di klub malam, menari dan menari dengan asyiknya sampai menyenggol seseorang yang juga menari. Keduanya tampak kesal dan marak-marah dan akan memulai pertengkaran. TApi sebelum itu mereka membuka jaket dulu, dan ternyata baju kaos mereka gambarnya sama , kalo ga salah itu gambar album Westlife.
Eh, mereka ga jadi bertengkar dan malah temenan karena mereka menyukai style yang sama. BTW saat itu Bomb juga membawa pacarnya.
King yang ada dibelakang ayah Taliw ternyata bukan menari tapi menirukan gerakan ayah Taliw LOL.

Bomb memperkenalkan pacarnya, Keaw. Ayah Taliw juga memperkenalkan pacarnya, ibu Taliw, Nuan.
Kemudian ayah sampai pada klimaks cerita. Peaw yang meski udah 201 kali mendengarnya masih penasaran, klimaks? dimana?
Klimaksnya saat ayah Taliw bertanya nama Bomn, karena di klub ribut dengan suara music, jadi dia ga bisa mendengar dengan jelas, jadi Bomb menyebutkan namanya mungkin samapi 10 kali. LOL.
Ayah menceritakannya sampai tertawa terbahak-bahak bahkan air matanya keluar.
Taliw tertawa biasa, Arm tertawa terpaksa, King tertawa menahan, Yuyee malah bengong ga tertawa sama sekali. LOL.
Peaw bingung, mulutnya menganga, Taliw, kenapa ayahmu tertawa???
King yang mendengarnya langsung menghentikan tawanya, LOL.

Ayah menjelaskan, saat Bomb mengatakan kalau namanya adalah Bomb, Bomb menjelaskan, Bomb artinya meledak, tiba-tiba saat itu di klub malam, terjadi konsleting listrik dan meledak. LOL.
Dan lucunya, tiba-tiba tabung gas yang dibawa King mengeluarkan asap dan membuat semuanya panik.

Semuanya berlari ke luar restoran Pad Thai.
Saking lambatnya, Taliw malahan masih duduk aja udah tahu tabung gasnya mau meledak.
Tabung gas terbang kesana kemari, Taliw dkk berlindung di rumah tetangga dan melihat hal itu terjadi.
Tabung gas meledakkan Pad THai dengan dahsyat, meski kita ga bisa melihat ledakannya.
Tapi mata semuanya terbelalak melihatnya.
Musibah paling lucu dalam sejarah Itakiss ckckckkckckkckc.

Malam harinya, tim pemadam kebakaran datang ke lokasi ledakan tabung gas.
Ayah Taliw diwawancarai oleh stasiun TV apakah dia punya musuh atau pesaing bisnis, mereka pikir itu ledakan karena persaingan.
Ayah malah membenarkan dan mengatakan kalau si pelaku penembak bomber yang melakukannya, ia tidak takut sama sekali melawannya. Ayah mengatakan kali ini ia memaafkannya karena tuhan.
Anak-anak bengong melihat ayah.

Tiba-tiba ayah menarik Taliw dan mengatakan kalau ini anak perempuannya dan ia selamat.
Taliw diam saja di syuting, difotoin. Pelanggan Pad Thai mengatakan kalau masalah penembak bomber dipotong saja, karena ag ada pesaing dan ga ada penembak bomber sama sekali. Ia menjelaskan kalau ayah Taliw selalu menggunakan arang Anglo, tapi hari ini ia menggantinya dengan kompor gas. Jadi ia mengkonfirmasi bahwa itu benar-benar ledakan.
Reporter bertanya lagi apakah ayah Taliw yakin kalau gedungnya ga akan roboh karena ledakan ini. Ayah yakin, ia yakin gedungnya ga akan roboh hanya karena ledakan itu, jadi ia membuktikanya.

Ayah mendekati bangunan PAd Thai dan memukul-mukul dindingnya berkali-kali. Anak-anak kelihatan khawatir, kayaknya hanya Taliw yang memang kelihatan bodoh disana, LOL.
Ayah kemudian kembali dengan tepuk tangan yang lain karena bangunannya tidak roboh. Ayah bangga.
Tapi tiba-tiba BRUUUUUUUUUUUUUUUUUUKKKKKKKKKKKKKKKKKK
Bangunan lantai dua roboh mengagetkan semuanya. Ayah dan Taliw saling pandang. Taliw menangis.

[Iklan. Iklan ni mengganggu banged sih, kan jadinya adegan penting sepertinya terpotong T____T]

Keesokan harinya, meski musibah melanda keluarganya, Taliw tetap ke sekolah. Meski ia tahu sepertinya ia akan menjadi bahan gunjingan lagi di sekolah.
Taliw melangkah masuk ke area sekolah setelah menghela nafas, ia mengerutkan wajahnya dan berjalan.
Taliw melewati guru Muay dan memberi salam. Guru Muay menatapnya dengan tatapan kasihan dan seperti akan menangis membuat Taliw ga enak hati.
Apalagi anak-anak yang lain juga menatapnya dengan tatapan kasihan.
Taliw berjalan kekelasnya dengan lemas.

Taliw masuk ke kelasnya, kelasnya masih kosong tidak ada siapapun disana. Taliw duduk sambil menghela nafas dan menjatuhkan kepalanya ke meja.
Guru Hang membuka pintu dan melihatnya disana. Guru Hang bertanya apakah Taliw baik-baik sajja, ia sudah melihat beritanya semalam.
Taliw tersenyum dan mengatakan kalau dirinya baik-baik saja, tidak ada yang terluka dalam kejadian itu.
Guru Hang memberinya semangat dan TAliw tersenyum, ia berterima kasih.

Setelah pak guru pergi, Teman sekelas Taliw masuk ke kelas. Taliw ingin menyapa mereka seperti biasa, tapi teman-temannya malah diam dan menatap TAliw dengan tatapan kasihan, mereka tidak tahu akan mengatakan apa. TAliw merasa tidak enak hati dan akhirnya keluar adri dalam kelas.
Mencoba mencari kenyamanan dan udara segar di luar, Taliw akhirnya bisa bernafas disana, tapi hanya sedetik kemudian ia menyadari ada banyak siswa disana dan semuanya menatapnya dan bergosip tentang diri-nya.
Taliw menunduk lagi. Taliw berjalan melewati mereka sambil mencoba tersenyum tapi ia tetap merasa tak enak ditatapi seperti itu.

Taliw pasrah di tengah jalan dan 4 malaikat pelindungnya muncul. Yuyee, Arm, Peaw dan King datang menyelamatkannya. Tentu saja Yuyee yang paling preman diantara mereka.
Ia mengancam mereka yang menatapi Taliw dan mengajaknya duel di belakang sekolah kalau memang berani.
Sementara itu anak cowok hanya berjalan di belakang Taliw saja. Peaw sih ga udah ditanya, dia jalan aja semuanya udah takut. LOL.
Taliw menghadapi hari yang sulit.

ayah sedang merenung didepan rumah malam itu. Lukisan mama-nya ada disana juga, rusak. Taliw pulang dan menyapa ayahnya, malam ini mereka akan menginap dirumah bibi Dao.
Ayah mengatakan mereka hanya akan tidur sementara disana. TAliw bete karena dia harus tidur dengan seragam sekolah lagi malam ini.
Ayah mengatakan kalau tetangga memberi mereka pakaian untuk ganti, Taliw senang mendengarnya, ia melihat ada bra disana dan main-main dengan bra-nya, meletakkan di kepalanya. Ayah tertawa melihatnya.
Terharu, masih ada tawa disana :'))

Ayah mengatakan mereka akan berusaha lagi, perlahan-lahan ia akan bekerja dan akan membuka toko seperti semual lagi.
Taliw mengatakan mereka pasti bisa melakukannya. Keduanya saling meyakinkan dan tersenyum memandang langit malam.
Ayah menghela nafas menatap lukisan ibu Taliw, ia mengatakan ia kasihan pada lukisan ibu TAliw.
Taliw bertanya apakah ayah bisa menggambarnya lagi?
Ayah menatap puterinya dan tersenyum, ia akan menggambarnya lagi. Karena ada Taliw, ia tak bisa melupakan wajah ibu Taliw sama sekali, karena Taliw sangat mirip dengannya.

Keduanya tersenyum.
Taliw memeluk lengan ayahnya dan bersandar di bahunya.
TAliw bertanya, ibu lebih pintar dariku kan?
Ayah membenarkan, bahkan ibu lebih pintar dari mereka berdua.
TAliw dan ayah tertawa. Taliw bertanya lagi, Bagian mana ibu sukai darimu?
Ayah berfikir dan mengatakan, itu adalah jawaban yang ayah cari selama hidupnya. Mengapa seorang wanita yang baik dan pintar seperti ibumu jatuh cinta pada seseorang seperti ayah? Ayah bodoh, miskin, sok cool, banyak bicara, bau, tidak kuat, suka minum dan punya ingatan yang buruk.

Taliw mengerutkan keningnya, ia juga bingung, LOL. Ayah aku akan menghiburmu, bahwa apa yang kau katakan itu tidak bernar, tapi . . .
Ayah memotong, Tapi itu benar!
Taliw cemberut dan kembali menyandarkan kepalanya, Ayaaahh, aku mencintaimu.
Ayah juga mengatakan ia mencintai Taliw.
Ayah menarik lukisan ibu Taliw yang bolong dan Taliw mengatakan kalau mereka bertiga saling mencintai.

Pagi harinya, King menunggu Taliw dengan sepedanya di depan hotel tempat Taliw menginap. King menunggu seperti seorang pacar yang memunggu kekasihnya.
Taliw keluar buru-buru dan tersenyum melihat King disana. King bertanya kenapa Taliw lama sekali.
Taliw mengatakan kalau bajunya belum kering, jadi ia harus menyetrikanya agak lama. King mengatakan harusnya Taliw membeli yang baru saja. Taliw mengatakan ayahnya sudah memberinya uang, ia tersenyum.
King tampak seperti ingin mengatakan sesuatu, tapi kemudian ia berkata, Jika kau butuh sesuatu, katakan saja padaku.
Taliw berfikir dan mengatakan ia sepertinya harus meminjam buku King untuk sementara karena miliknya hancur karena ledakan itu.
King mengatakan ia juga sudah memikirkannya, katanya kalau membeli 1 set pasti mahal, Taliw cemberut. Tapi ia minta Taliw tenang saja, ia akan mengurusnya untuk Taliw.

Haro International School. King ada didepan papan pengumuman memegang sebuah poster buatan tangan.
King menempelkan poster itu di papan pengumuman. Apa ya? sumbangan?

Taliw masuk ke kelas dan tak sengaja tabrakan dengan Tenten.
Taliw ingin menyapanya, tapi Tenten keburuan pergi, tak peduli pada Tenten.
Taliw kembali ke kursinya dan kaget melihat ada banyak buku disana. Taliw bingung, dari mana asal buku-buku itu, ia berfikir dan mengingat tadi ia berselisih dengan Tenten. Ia berfikir Tenten yang mungkin memberikannya, Taliw tersenyum.

Bersambung ke Part 2

Share:

0 comments:

Post a Comment

Translate

Follow by Email

NOTE:

DILARANG RE-UPLOAD / COPY PASTE TULISAN DI BLOG INI!

JIKA INGIN SHARE, CUKUP LINK KE POSTINGANNYA SAJA, BUKAN ISINYA!


Follow Clover Blossoms on Twitter

[Trivia] Japanese Movie Recommendations List

Karena ada banyak yang menanyakan rekomendasi untuk J-Movie, jadi aku memutuskan untuk membuat list rekomendasi Japanese Movi...

Recent Posts

Recent Posts Widget

Popular Posts This Week

Actor / Actress

Airi Matsui Ando Sakura Anna Ishii Aoi Miyazaki Aoi Morikawa Aoi Wakana Aoi Yu Aom Sushar Araki Yuko Bebe Tanchanok Chen Duling Chiba Yudai Chinen Yuri Choi Ara Daiki Shigeoka Dori Sakurada Eikura Nana Eita Elaiza Ikeda Fukushi Sota Fuma Kikuchi Fumi Nikaido Furuhata Seika Gao Zhi Ting Go Kyung Pyo Gong Yoo Gou Ayano Han Seung Yeon Han Yeri Hana Sugisaki Haru Kuroki Haruka Fukuhara Haruma Miura Haruna Kawaguchi Hasegawa Hiroki Hashimoto Ai Hashimoto Kanna Hayami Akari Hayato Isomura Hikari Mitsushima Hirano Sho Hiroki Narimiya Hirose Alice Hirose Suzu Honoka Yahagi Horii Arata Hu Yi Tian Hwang Jung Eum Hyeri Igawa Haruka Imada Mio Inoue Mao Ishihara Satomi Jang Se Hyun Jeon Ji Hyun Ji Soo Ji Woo Joo Won Jun Shison Jung Ryu Won Jung So Min Kaku Kento Kamiki Ryunosuke Kaname Jun Kanichiro Kasumi Arimura kawakami juria Kei Tanaka Kengo Kora Kentaro Kento Hayashi Kento Nagayama Kim Go Eun Kim Ji Won Kim Min Suk Kim So Hyun Kim Soo Hyun Kim Tae Ri Kim Woo Bin Kim Yoo Bin Kim Yoo Jung Kim Yoo Mi Kinami Haruka Kitamura Takumi Kiyohara Kaya Kiyohara Sho Komatsu Nana Koseki Yuta Kou Shibasaki Kubota Sayu Kudo Asuka L Lee Bo Young Lee Chung Ah Lee Dong Hwi Lee Dong Wook Lee Gi Kwang Lee Jong Suk Lee Joon Lee Soo Hyuk Lee Yoo Jin Mackenyu Mahiro Takasugi Maika Yamamoto Maki Horikita Mamiya Shotaro Marie Itoyo Masahiro Higashide Masaki Okada Masaki Suda Masataka Kubota Matsumoto Jun Mayu Matsuoka Mei Nagano Mikako Tabe Mike D angelo Min Do Hee Minami Hamabe Mio Yuki Mirai Moriyama Mirai Shida mirai suzuki Mitsuki Takahata Mitsushima Shinnosuke Miwa Miyu Yoshimoto Mizuki Yamamoto Moe Arai Mone Kamishiraishi Mugi Kadowaki Nadine Lustre Nagasawa Masami Nakajima Kento Nakamura Tomoya Nao Nao Matsushita Nijiro Murakami Nounen Rena Osamu Mukai Otani Ryohei Park Bo Gum Park Eun Bin Park Hae Jin Park Seo Joon Park Shin Hye Pattie Ungsumalynn Phan Pagniez Reina Visa Rena Matsui Riho Yoshioka Rina Kawaei Ryo Ryusei Ryo Yoshizawa Ryoma Takeuchi Ryota Katayose Ryu Hwa Young Ryu Jun Yeol Sagara Itsuki Sairi Itoh Saito Takumi Sakaguchi Kentaro Sakuma Yui Sakurako Ohara Sato Kanta Satoshi Tsumabuki Seino Nana Seo Hyun Jin Seto Koji Shen Yue Shim Eun Kyung Shimon Okura Shin Hyun Soo Shirota Yuu Shohei Miura Shono Hayama Shuhei Nomura Shunya Shiraishi sometani shota Son Seung Won Song Ha Yoon Suga Kenta Sun Woong Suzuki Ryohei Suzy Taiga Taishi Nakagawa Takahashi Issei Takanori Iwata Takayuki Yamada Takeru Sato Takuya Kusakawa Tamaki Hiroshi Tao Phiangphor Tasuku Emoto Tomoshita Yamashita Tori Matsuzaka Toyokawa Etsushi Tsubasa Honda Tsuchiya Tao Ueno Juri Yamazaki Kento Yamoto Yuma Yo Oizumi Yoo In Na Yoo Seung Ho Yook Sung Jae Yoon Park Yoon So Hee Yoshine Kyoko Yosuke Sugino Yu Aoi yua shinkawa Yui Aragaki Yuina Kuroshima Yuki Furukawa Yuki Izumisawa Yuki Yamada Yukino Kishii Yuko Oshima Yuna Taira Yuriko Yoshitaka Yuta Hiraoka Yuya Matsushita Yuya Yagira

Drama / Movie

99.9 A Love So Beautiful A Story of Yonosuke Age of Youth 2 Always Sunset on Third Street amachan Anikoma Anohana Anone Ao Haru Ride Arbitratily Fond Asa ga Kita Ashi Girl At Cafe 6 Beppin-San Biscuit Teacher and Star Candy Bittersweet Boku Dake ga Inai Machi Boku no Ita Jikan Boukyaku no Sachiko Bubblegum Cafe Waiting Love Carnation Chia Dan Chihayafuru Chugakusei Nikki Churasan Crybaby Pierrot's Wedding Crying Out Love in the Center of the World Daily Lives of High School Boys Dating DNA Departures Eulachacha Waikiki Evergreen Love Father is Strange Fight Fleet of Time Forever Young Frankenstein no Koi From Five to Nine Gakko no Kaidan Gegege no Nyobo Gochisousan God Gift Good Morning Call Good Morning Call 2 Goon Ju Hana and Alice Hana Nochi Hare Hanako to Anne Hanbun Aoi Haruchika Hirunaka no Ryuusei Hirune Hime Hiyokko Honey and Clover Hot Road Hyouka I Love You in Tokyo I Want to Eat Your Pancreas If We Were A Season Itakiss LIT Itakiss LIT S2 Itakiss Movie Kahogo no Kahoko Kakegurui Kaze no Haruka Keiji Yugami Kidnap Tour Kiki Delivery Service Kimi no Na Wa Kingyo Club Kiss Me Thailand Koe no Katachi Koinaka Kuragehime Linda Linda Linda Little Forest Love Letter Lucky Romance Ma Boy Man From The Stars Manpuku March Comes in Like a Lion Mare Massan May Who? Meteor Garden 2018 Moriyamachu Driving School My Huckleberry Friends My Husband Can Not Work My Little Sweet Pea My Old Classmate Nagi no Asukara Narratage Natsuzora Nodame Cantabile Oboreru Knife Ohisama Omotesando On The Wings of Love One Million Yen Girl One Week Friends Operation Love Orange Orange Days Ore Monogatari Our Little Sister Our Times Peach Girl Pinocchio Princess Hours Thailand Rage Rainbow Song ReLIFE Reply 1988 Romance Full of Life Sannin No Papa she was pretty Shigatsu wa Kimi no Uso Sing Salmon Sing Solanin Sound of Your Heart Splish Splash Love Ssam My Way Strobe Edge Sukina Hito ga Iru Koto Teiichi no Kuni Tenno no Ryoriban The 100th Love The Anthem of the Heart The Best Hit The Great Passage The Left Ear The Woodsman and The Rain The World of Us Today's Kira-kun Todome no Kiss Toki wo Kakeru Shojo Tokyo Tarareba Girls Tomorrow Cantabile Tonari no Kaibutsu-kun Toto Nee Chan Twenty Years Old Twilight Saya in Sasara Uchiage Hanabi Under the Hawthorn Tree Unnatural Wakamonotachi Warotenka We All Cry Differently What A Wonderful Family While You Were Sleeping Wise Prison Life Wood Job Yellow Elephant Yesterday Once More Your Lie in April Youth Over Flowers

Blog Archive

Recent Comments

Random Posts