Saturday, 15 April 2017

[Review] J-Movie: Your Lie in April (2016)


Salah satu movie yang sudah lama aku tunggu-tunggu akhirnya rilis juga dan baru sempat menontonnya beberapa waktu yang lalu. Aku cukup kaget karena subtitle-nya rilis sangat cepat HAHAHHAH. Efek Kento kali ya, dan lagi ini movie memang kayaknya most anticipated movie bagi penggemar live action ^^


Your Lie in April / Shigatsu wa Kimi no Uso / KimiUso adalah sebuah movie yang diangkat dari manga berjudul sama yang rilis pada tahun 2016 lalu. Manganya sendiri sudah dijadikan anime series 22 episode oleh A-1 Pictures yang rilis pada musim gugur 2014 dan mendapat banyak perhatian. Anime series-nya sangat populer karena itu banyak yang menantikan live actionnya.

Live action movie berdurasi 122 menit ini disutradarai oleh Takehiko Shinjo (I Give My First Love to You, Heavenly Forest, Kiyoku Yawaku) dan naskahnya ditulis oleh Yukari Tatsui (Love Me Not, Stawberry Night). Dibintangi oleh para bintang muda yang sedang hot saat ini, Yamazaki Kento (Orange, Wolf Girl and Black Prince, No Longer Heroine), Hirose Suzu (Chihayafuru, Our Little Sister, Rage), Nakagawa Taishi (Tsuugaku Series, Prison School, Water Polo Yankees) dan Anna Ishii (Solomon Prejury, Bakaleya High School, Girls Step). Dari deretan cast-nya sendiri udah pengen nonton kan ya HAHAHHAHA.

Bagi aku pribadi, aku sangat menyukai animenya. Aku adalah salah satu yang menantikan movie ini karena aku menyukai animenya. Bohong jika aku bilang aku nggak khawatir dengan movie ini, karena animenya sangat bagus tentu saja karena sudah menonton animenya duluan aku sangat khawatir movienya. Anime 22 episode dan movie hanya 2 jam, pastilah banyak kekurangannya. Biasanya memang begitu, kalau nonton anime duluan atau baca manga duluan, maka live actionnya biasanya memang nggak memuaskan, begitu juga dengan KimiUso live action ini. Tapi bisa aku bilang LA-nya not bad lah.

SINOPSIS

Arima Kousei (Yamazaki Kento) adalah seorang siswa SMA 17 tahun yang sering menghabiskan waktunya di ruang musik. Dulunya, ia seorang pemain piano yang terkenal karena ia meraih banyak penghargaan di usia muda. Tapi sejak ibunya meninggal, ia berhenti bermain piano. Alasannya karena ia tidak bisa mendengarkan suara pianonya lagi. Ia merasa itu adalah hukuman tuhan untuknnya. Karena sehari sebelum ibunya meninggal, ia menyumpahi ibunya. Karena ia sudah tidak tahan lagi dijadikan alat oleh ibunya, sebagai human metronome, dimana ibunya yang sakit menuntutnya bermain piano sesuai dengan partiturnya.

Arima berteman baik dengan Tsubaki Sawabe (Anna Ishii) dari klub baseball dan Ryota Watari (Nakagawa Taishi) dari klub sepak bola. Tsubaki adalah teman Arima sejak kecil, rumahnya ada disebelah rumah Arima. Ia menyukai Arima sejak kecil. Sayangnya di movie ini perasaan Tsubaki pada Arima kurang dibahas, jadi kita nggak bisa simpati padanya. Padahal di versi animenya keren banged lho.
Sementara itu Watari si playboy, dia punya banyak teman wanita dan cukup populer.

Suatu hari, Tsubaki memberitahukan pada Watari dan Arima, kalau teman sekelasnya Kaori Miyazono (Hirose Suzu) ingin diajak bertemu Watari, Kaori menyukai Watari. Watari si pencinta wanita tentu saja excited. Tsubaki tidak ingin pergi sendiri jadi dia mengajak Arima. Arima tentu saja menolak pada awalnya, dia tidak tertarik dengan hal seperti itu. Tapi setelah dipaksa akhirnya ia setuju.

Arima datang lebih awal ke tempat janjian dan tertarik melihat seorang gadis dan pianikanya. Ia melihat gadis itu bermain pianika bersama anak-anak dan ia tertarik merekamnya. Tapi tiba-tiba angin berhembus kencang dan rok gadis itu tertiup angin. Si gadis kaget dan lebih kaget lagi melihat ada yang merekam hal itu. Ia segera berlari ke arah Arima dan menuduhnya si mesum HAHAAHHA.
Dan singkat cerita, kita akhirnya tahu kalau gadis itu adalah Kaori Miyazono.

Kaori adalah seorang pemain biola. Pertemuan mereka hari ini adalah double date dan sekalian mengajak mereka menonton pertandingan biolanya. Arima yang alergi pada musik klasik menolak ikut, tapi Kaori tidak menyerah, ia berhasil membuat Arima ikut ke aula kompetisi.
Arima cukup populer di kalangan pencinta musik klasik, begitu ia masuk semuanya mulai berbisik-bisik mengenalinya.

Kaori hari itu memainkan biolanya dengan baik. Lebih tepatnya ia bermain bukan untuk memenangkan kompetisi, karena itu ia tak mengikuti partiturnya dan bermain dengan bebas. Juri tidak menyukai hal itu tapi para penonton menyukainya. Dan Arima mulai tertarik pada Kaori.
Sejak saat itu, Kaori sering muncul tiba-tiba di harapan Arima dan mengajaknya makan di cafe, bahkan memaksanya bermain piano yang ada di cafe untuk menghibur anak-anak. Bukan hanya itu, ia bahkan menunjuk Arima menjadi pengiringnya karena ia akan melakukan kompetisi lainnya.
Arima cukup kaget karena Kaori ternyata mengenalnya sebagai Arima Kousei yang dulu adalah pemain piano. Ia menceritakan apa yang terjadi padanya, bahwa ia tak bisa mendengar suara pianonya lagi makanya ia tak bisa menjadi pengiring Kaori. Tapi Kaori tak peduli, apa yang ia putuskan maka orang itu harus melakukannya. Ia sudah memutuskan Arima menjadi pengiringnya dan Arima harus mau, Arima tak perlu khawatir dengan traumanya, karena ia ada disana dan Arima tinggal memainkan pianonya.

Tsubaki yang mendengar kabar Arima akan main piano lagi sangat senang dan dengan senang hati ia membantu Kaori. Mereka mulai memainkan lagu pilihan saat jam makan siang, menyerahkan partitur musik pada Arima, menempelkan di buku catatannya, lokernya, papan pengumuman, bahkan rumahnya.
Tapi ternyata Arima tetap menolak tampil bersama Kaori.
Di hari kompetisi, Arima tidak datang. Ia bersembunyi di atap sekolah dan Kaori datang mencarinya. Ia bahkan harus membungkuk dan memohon agar Arima mau tampil bersamanya. Karena Kaori menangis, Arima akhirnya setuju. Dengan bantuan Tsubaki dan Watari, mereka sampai tepat waktu di tempat kompetisi.

Saat penampilan, Awalnya Arima bisa melakukannya dengan baik, karena Arima biasanya bisa mendengar suara pianonya di awal tapi sampai pertengahan, suaranya akan menghilang. Dan tentu saja di pertengahan ia tak bisa mendengar suara pianonya lagi, tapi ia terus bermain dengan mengingat nada di kepalanya, tapi permainannya temponya kacau dan Kaori sulit mengikutinya. Dari pada menyulitkan Kaori, Arima memutuskan berhenti bermain. Tapi Kaori malah berhenti juga. Yang Kaori ingin kan adalah bermain bersama Arima, jadi mereka mengulanginya sekali lagi.

Setelah kompetisi itu, meski mereka mendapat tepuk tangan meriah, kompetisi Kaori sudah berakhir. Tapi Kaori tak peduli pada hasilnya, karena yang ia inginkan adalah orang tidak melupakan penampilan mereka. Kaori masih terus muncul tiba-tiba di hadapan Arima dan bahkan mengajaknya terjun ke sungai. Mereka berdua dalam keadaan basah kembali ke rumah Arima dan disana Kaori lagi-lagi melakukan apa yang ingin ia lakukan, seperti masuk ke kamar Arima dan mencari piano. Arima sudah lama tidak memainkan piano di rumah, pianonya berdebu bahkan terlihat seperti gudang. Kaori membersihkan ruangan itu dan mengambil satu partitur musik, memutuskan kalau ia akan memainkan itu selanjutnya. Kaori di undang untuk kompetisi selanjutnya dan ia ingin Arima tetap menjadi pengiringnya.

Lagu pilihan Kaori itu adalah lagu favorite ibu Arima, tentu saja lagu itu mengingatkan Arima pada ibunya. Saat ia masih kecil ia sering mendengarkan ibunya memaikan itu. Dan itu membuatnya kesulitan berlatih karena ia ingat pada ibunya dan kesalahannya dulu. Meski begitu, ia masih terus berlatih karena ia sudah berjanji dengan Kaori. Hanya saja saat hari kompetisi Kaori tidak datang.
Padahal ini adalah kompetisi Kaori, Arima hanya pengiring. Tapi ia ingin memainkan lagu itu. Dan jadilah Arima main sendiri di panggung kompetisi biola. Di sini Arima akhirnya merelakan kepergian ibunya, lagu selamat tinggal untuk ibunya.

Singkat cerita, ternyata Kaori masuk rumah sakit. Katanya dia jatuh saat itu karena terlalu bersemangat. Tapi tentu saja itu tidak benar. Karena kita bisa melihat kalau penyakit Kaori tidak seringan itu, ia bahkan kehilangan kemampuannya untuk berjalan. Meski begitu keesokan harinya saat ia diizinkan keluar rumah sakit, orang yang ia temui adalah Arima, ia ingin membuat kenangan dengan Arima. Mereka kencan membeli ini dan itu, bahkan ke pantai sampai sore. Dan saat malam mereka ke sekolah. Kaori berbohong kalau tas-nya tinggal disana padahal ia hanya ingin melihat mejanya untuk terakhir kalinya.

Sakit Kaori makin parah, ia bahkan pingsan di lorong. Sayang sekali di versi movie kita nggak diperlihatkan alasan kenapa Arima galau dan menolak bertemu dengan Kaori. Kalau di versi anime dijelaskan alasannya adalah karena ia teringat ibunya, melihat Kaori sakit seperti itu. Dan di versi anime juga Arima mulai mengikuti kompetisi piano lainnya dan Kaori marah-marah pada Arima karena kurang latihan dan bla bla bla jadi Arima trauma ingat sama ibunya lagi, karenanya Kaori bilang seharusnya mereka berdua tidak usah dipertemukan. Di movie kita tidak diperlihatkan adegan itu, jadi menurut aku agak mengambang kenapa Arima menolak menjenguk Kaori di rumah sakit.

Meski pada akhirnya Arima datang menjenguk Kaori untuk terakhir kalinya dan mereka makan di atap gedung. Kaori menangis karena ia tak ingin mati, ia menangis di pelukan Arima.
Di hari operasi Kaori, Arima mengikuti kompetisi. Adegannya sama dengan di movie dimana Kaori muncul di panggung dan bermain bersama Arima. Disana Arima melepaskan kepergian Kaori.

Arima menerima surat terakhir dari Kaori dimana Kaori menjelaskan kebohongannya. Sebenarnya ia sudah mengenal Arima sejak kecil dan Arima adalah alasan kenapa ia ingin bermain biola. Tapi begitu ia bisa bermain, Arima malah berhenti bermain piano. Ia bertemu dengan Arima lagi saat SMA dan ia ingin mendekati Arima tapi Arima sangat akrab dengan Watari dan Tsubaki, karenanya ia merasa tak punya tempat. Karena itu ia berbohong menyukai Watari, sebenarnya ia melakukannya untuk mendekati Arima. Disana kita tahu alasan kenapa selama ini Kaori selalu muncul tiba-tiba di hadapan Arima.

Isi surat Kaori segalanya tentang Arima sih, bagaimana mereka awlanya bertemu dan bagaimana perasaannya. Ia hanya ingin orang tidak melupakannya, terutama Arima. Ia berharap Arima tidak melupakannya meski ia tak ada disana lagi.

Hal yang aku suka dari movie ini adalah mereka membuat penampilan Arima dan Kaori sangat panjang, karena aku suka musik klasik jadi aku sangat menikmatinya. Aku awalnya takut mereka mempersingkat waktu tampil tokoh utama tapi ternyata tidak. Tapi mungkin hal itu lah yang membuat KimiUso kehilangan feel dari beberapa masalah sebenatnya. Kalau aku bilang sih versi movie ini serba nanggung. Dan lagi, kalau kalian nggak suka musik klasik, aku yakin kalian akan bosan menontonnya. Bisa sih di skip skip aja pas penampilannya HAHHAHA. Ah, satu lagi, kalau kalian nggak mengikuti animenya mungkin ada beberapa part yang akan membuat kalian bingung.

Kenapa aku bilang nanggung?
Aku sedikit membahas anime dan movienya aja ya, scara aku nggak baca manganya tapi biasanya manganya 11 12 dengan animenya.
Yang membuat aku kecewa adalah traumanya Arima. Arima di versi aslinya mengalami trauma berat dimana dia nggak bisa mendengarkan suara pianonya lagi karena masalah masa lalunya dengan ibunya. Ibunya membuatnya menjadi human metronome yang bermain piano sesuai partitur-nya dan harus sempurna, salah satu saja dia dipukuli oleh ibunya. Tapi Arima tetap melakukannya karena ia ingin ibunya tersenyum, dalam pikirannya kalau ia melakukan dengan baik akan membantu penyembuhan ibunya.

Nah di versi movienya sendiri hal ini kurang dibahas, hanya diperlihatkan sekilas, jadi kurang dalam. Makanya saat Arima melakukan penampilannya untuk melepas ibunya, jadi rasanya kurang greget. Feel-nya itu kurang terasa gitu.

Kedua, mengenai Kaori dan penyakitnya. Dalam versi anime, Kaori mendekati Arima dengan agresif karena Arima adalah orang yang membuatnya mengenal musik dan ingin mendalami musik. Tapi setelah ia bermain Arima malah berhenti. Karenanya ia berusaha mendekati Arima, memaksanya bermain bersamanya. Itu membuka hati Arima untuk mulai bermain piano lagi dan bahkan mulai ikut kompetisi. Tapi pada akhirnya Arima tahu kalau Kaori sakit dan Kaori tidak bisa bermain lagi dan memaksa Arima untuk terus bermain piano, persis seperti yang dilakukan oleh ibu Arima dulu. Jadi trauma Arima kembali.

Nah di versi movienya, ada sih hal itu di bahas tapi nggak dalam. Saat Kaori mengatakan pada Arima 'seharusnya kita tidak usah bertemu' sebenarnya di versi animenya maksud Kaori itu karena Kaori malah membuat Arima teringat kenangan buruknya, karena ia memaksa Arima terus latihan dan latihan. Arima jadi ingat ibunya dan takut menjenguk Kaori karena ia tak tahu harus bilang apa nantinya.
Di movie apa mungkin mereka ingin membuat pesan tersirat gitu ya, karena tiba-tiba Kaori bilang gitu aku jadi bingung HAHAHHA.

Well, terlepas dari itu semua, aku akui live actionnya cukup bagus. Mungkin karena aku nonton animenya duluan jadi ya biasa lah ya, namanya juga manusia, jadi kurang puas gitu.
Aku nggak masalah dengan akting Suzu dan Kento, dua-duanya udah pas banged. Apalagi mereka bermain piano dan biolanya oke banged, mereka latihan 6 bulan sih untuk movie ini.
Aku cuma agak nggak sreg sama pemeran Tsubaki, kenapa ya? HAHAHHAAHHA

Kaori datang di kehidupan Arima untuk membuat kenangan, ia berharap orang-orang tidak melupakannya dengan cepat, bahwa ia, Kaori Miyazono pernah ada. Tapi pada akhirnya Kaori hanya ingin satu orang yang tidak melupakannya. Arima Kousei. Ia tak ingin Arima melupakannya dan mengingat kalau ia pernah ada. Karena ia menyukai Arima sejak awal.
Bagi Arima sendiri, hadirnya Kaori di musim semi di bulan april itu membawa perubahan besar dalam dirinya. Ia jadi bisa bermain piano lagi dan ingin bermain piano lagi. Ia jelas tak akan bisa melupakan Kaori. Tapi hidupnya akan terus berlanjut. Di versi movienya, yang mengingatkan Arima kalau dia tak sendirian adalah Tsubaki da Watari datang bersamanya.
Kalau di versi animenya, hanya Tsubaki seorang ehehehhehee.

Skor:

Story: 3/5 - kisahnya kurang dibahas jadi beberapa adegan menimbulkan pertanyaan dan ada adegan yang feelnya kurang terasa.
Character/Acting: 4/5 - dari segi akting udah oke sih, Suzu & Kento cocok memerankan Kaori dan Arima.
Cinematography: 4/5 - cara pengambilan gambarnya bagus, aku suka terutama saat penampilan mereka. Lokasi syuting di luar-nya juga bagus. Aku suka bukit kecil dan lokasi kota tempat mereka tinggal di dekat laut.
Music: 5/5 - aku suka banged sama musik movie ini XD XD Aku suka musik klasik HAHAHAHHA
Opening: 3/5 - Openingnya agak kurang gitu, kalau nggak suka live action mungkin udah drop aja ini movie hahahhahaha.
Ending: 4/5 - endingnya oke. Aku suka sama dengan di versi aslinya.

Sayang adegan ini nggak ada di versi movie hehehhehhe.
Harta berharga Kaori :')

Share:

2 comments:

  1. Sya stuju min. Sya jga udah nnton animenya jdi pas nnton movienya jdi kurang greget. Trus ceritanya jga ada yang diubah ubah. Well secara keseluruhan cukup bagus sih. Thanks review nya

    ReplyDelete
  2. Aku gak suka versi live action ini sebagai fansnya tsubaki. Kecewa berat, padahal versi anime sama manga coda nya tuh keliatan loh Kousei sama Tsubaki bakal ada sebuah rasa satu sama lain, kecewa berat sama film ini

    ReplyDelete

Translate

Follow by Email

NOTE:

DILARANG RE-UPLOAD / COPY PASTE TULISAN DI BLOG INI!

JIKA INGIN SHARE, CUKUP LINK KE POSTINGANNYA SAJA, BUKAN ISINYA!


Follow Clover Blossoms on Twitter

[Trivia] Japanese Movie Recommendations List

Karena ada banyak yang menanyakan rekomendasi untuk J-Movie, jadi aku memutuskan untuk membuat list rekomendasi Japanese Movi...

Recent Posts

Recent Posts Widget

Popular Posts This Week

Actor / Actress

Airi Matsui Ando Sakura Anna Ishii Aoi Miyazaki Aoi Morikawa Aoi Wakana Aoi Yu Aom Sushar Araki Yuko Bebe Tanchanok Chen Duling Chiba Yudai Chinen Yuri Choi Ara Daiki Shigeoka Dori Sakurada Eikura Nana Eita Elaiza Ikeda Fukushi Sota Fuma Kikuchi Fumi Nikaido Furuhata Seika Gao Zhi Ting Go Kyung Pyo Gong Yoo Gou Ayano Han Seung Yeon Han Yeri Hana Sugisaki Haru Kuroki Haruka Fukuhara Haruma Miura Haruna Kawaguchi Hasegawa Hiroki Hashimoto Ai Hashimoto Kanna Hayami Akari Hayato Isomura Hikari Mitsushima Hirano Sho Hiroki Narimiya Hirose Alice Hirose Suzu Honoka Yahagi Horii Arata Hu Yi Tian Hwang Jung Eum Hyeri Igawa Haruka Imada Mio Inoue Mao Ishihara Satomi Jang Se Hyun Jeon Ji Hyun Ji Soo Ji Woo Joo Won Jun Shison Jung Ryu Won Jung So Min Kaku Kento Kamiki Ryunosuke Kaname Jun Kanichiro Kasumi Arimura kawakami juria Kei Tanaka Kengo Kora Kentaro Kento Hayashi Kento Nagayama Kim Go Eun Kim Ji Won Kim Min Suk Kim So Hyun Kim Soo Hyun Kim Tae Ri Kim Woo Bin Kim Yoo Bin Kim Yoo Jung Kim Yoo Mi Kinami Haruka Kitamura Takumi Kiyohara Kaya Kiyohara Sho Komatsu Nana Koseki Yuta Kou Shibasaki Kubota Sayu Kudo Asuka L Lee Bo Young Lee Chung Ah Lee Dong Hwi Lee Dong Wook Lee Gi Kwang Lee Jong Suk Lee Joon Lee Soo Hyuk Lee Yoo Jin Mackenyu Mahiro Takasugi Maika Yamamoto Maki Horikita Mamiya Shotaro Marie Itoyo Masahiro Higashide Masaki Okada Masaki Suda Masataka Kubota Matsumoto Jun Mayu Matsuoka Mei Nagano Mikako Tabe Mike D angelo Min Do Hee Minami Hamabe Mio Yuki Mirai Moriyama Mirai Shida mirai suzuki Mitsuki Takahata Mitsushima Shinnosuke Miwa Miyu Yoshimoto Mizuki Yamamoto Moe Arai Mone Kamishiraishi Mugi Kadowaki Nadine Lustre Nagasawa Masami Nakajima Kento Nakamura Tomoya Nao Nao Matsushita Nijiro Murakami Nounen Rena Osamu Mukai Otani Ryohei Park Bo Gum Park Eun Bin Park Hae Jin Park Seo Joon Park Shin Hye Pattie Ungsumalynn Phan Pagniez Reina Visa Rena Matsui Riho Yoshioka Rina Kawaei Ryo Ryusei Ryo Yoshizawa Ryoma Takeuchi Ryota Katayose Ryu Hwa Young Ryu Jun Yeol Sagara Itsuki Sairi Itoh Saito Takumi Sakaguchi Kentaro Sakuma Yui Sakurako Ohara Sato Kanta Satoshi Tsumabuki Seino Nana Seo Hyun Jin Seto Koji Shen Yue Shim Eun Kyung Shimon Okura Shin Hyun Soo Shirota Yuu Shohei Miura Shono Hayama Shuhei Nomura Shunya Shiraishi sometani shota Son Seung Won Song Ha Yoon Suga Kenta Sun Woong Suzuki Ryohei Suzy Taiga Taishi Nakagawa Takahashi Issei Takanori Iwata Takayuki Yamada Takeru Sato Takuya Kusakawa Tamaki Hiroshi Tao Phiangphor Tasuku Emoto Tomoshita Yamashita Tori Matsuzaka Toyokawa Etsushi Tsubasa Honda Tsuchiya Tao Ueno Juri Yamazaki Kento Yamoto Yuma Yo Oizumi Yoo In Na Yoo Seung Ho Yook Sung Jae Yoon Park Yoon So Hee Yoshine Kyoko Yosuke Sugino Yu Aoi yua shinkawa Yui Aragaki Yuina Kuroshima Yuki Furukawa Yuki Izumisawa Yuki Yamada Yukino Kishii Yuko Oshima Yuna Taira Yuriko Yoshitaka Yuta Hiraoka Yuya Matsushita Yuya Yagira

Drama / Movie

99.9 A Love So Beautiful A Story of Yonosuke Age of Youth 2 Always Sunset on Third Street amachan Anikoma Anohana Anone Ao Haru Ride Arbitratily Fond Asa ga Kita Ashi Girl At Cafe 6 Beppin-San Biscuit Teacher and Star Candy Bittersweet Boku Dake ga Inai Machi Boku no Ita Jikan Boukyaku no Sachiko Bubblegum Cafe Waiting Love Carnation Chia Dan Chihayafuru Chugakusei Nikki Churasan Crybaby Pierrot's Wedding Crying Out Love in the Center of the World Daily Lives of High School Boys Dating DNA Departures Eulachacha Waikiki Evergreen Love Father is Strange Fight Fleet of Time Forever Young Frankenstein no Koi From Five to Nine Gakko no Kaidan Gegege no Nyobo Gochisousan God Gift Good Morning Call Good Morning Call 2 Goon Ju Hana and Alice Hana Nochi Hare Hanako to Anne Hanbun Aoi Haruchika Hirunaka no Ryuusei Hirune Hime Hiyokko Honey and Clover Hot Road Hyouka I Love You in Tokyo I Want to Eat Your Pancreas If We Were A Season Itakiss LIT Itakiss LIT S2 Itakiss Movie Kahogo no Kahoko Kakegurui Kaze no Haruka Keiji Yugami Kidnap Tour Kiki Delivery Service Kimi no Na Wa Kingyo Club Kiss Me Thailand Koe no Katachi Koinaka Kuragehime Linda Linda Linda Little Forest Love Letter Lucky Romance Ma Boy Man From The Stars Manpuku March Comes in Like a Lion Mare Massan May Who? Meteor Garden 2018 Moriyamachu Driving School My Huckleberry Friends My Husband Can Not Work My Little Sweet Pea My Old Classmate Nagi no Asukara Narratage Natsuzora Nodame Cantabile Oboreru Knife Ohisama Omotesando On The Wings of Love One Million Yen Girl One Week Friends Operation Love Orange Orange Days Ore Monogatari Our Little Sister Our Times Peach Girl Pinocchio Princess Hours Thailand Rage Rainbow Song ReLIFE Reply 1988 Romance Full of Life Sannin No Papa she was pretty Shigatsu wa Kimi no Uso Sing Salmon Sing Solanin Sound of Your Heart Splish Splash Love Ssam My Way Strobe Edge Sukina Hito ga Iru Koto Teiichi no Kuni Tenno no Ryoriban The 100th Love The Anthem of the Heart The Best Hit The Great Passage The Left Ear The Woodsman and The Rain The World of Us Today's Kira-kun Todome no Kiss Toki wo Kakeru Shojo Tokyo Tarareba Girls Tomorrow Cantabile Tonari no Kaibutsu-kun Toto Nee Chan Twenty Years Old Twilight Saya in Sasara Uchiage Hanabi Under the Hawthorn Tree Unnatural Wakamonotachi Warotenka We All Cry Differently What A Wonderful Family When We Were Young While You Were Sleeping Wise Prison Life Wood Job Yellow Elephant Yesterday Once More Your Lie in April Youth Over Flowers

Blog Archive

Recent Comments

Random Posts