Monday, 10 April 2017

[Recap] Tokyo Tarareba Girls Episode 6


Rinko akhirnya punya pacar dan Okuda-san baik padanya. Tapi yang dicari dalam sebuah hubungan bukan cuma cowok baik aja. Cocok atau tidaknya adalah hal yang penting. Sayangnya mereka berdua tidak berusaha untuk saling mengerti lebih jauh. Menurutku seharusnya mereka berusaha mereka saling berusaha mengerti satu sama lain dulu.  Tapi aku mengerti kenapa Rinko mengambil keputusan itu. Itu adalah hal terbaik, karena pada akhirnya yang ia cari adalah cinta dan begitu ia menemukannya, ia tak bisa bertahan hanya karena ia menerima cinta sementara ia tak mencintai orang itu.


Rinko sudah memantapkan hati untuk berpacaran dengan Okuda-san, karena kesempatan seperti ini tidak datang 2 kali. Kekecewaannya karena script-nya tidak di terima lagi sepertinya sudah sirna saat pagi harinya ia terbangun di kamar Okuda-san. Ia terbangun dengan wajah tersenyum mengingat bagaimana Okuda-san mengajaknya untuk pacaran.
Rinko keluar dari kamar dengan sedikit malu-malu dan Okuda yang sedang memasak menyambutnya. Okuda sudah menyiapkan sarapan sehat untuk Rinko dan Rinko makan dengan sangat bahagia. Ia merasa sangat sangat bahagia hari itu dan Okuda tersenyum melihatnya, ia mengatakan senang melihat wajah bahagia Rinko seperti itu. Ia bahkan mengatakan seandainya ia bisa melihat wajah itu setiap pagi, selamanya. Rinko tentu saja kaget, selamanya = bersama selamanya artinya menikah kan ya?
Rinko langsung terbang ke awan HAHAHHAHAH. Ia berfikir kalau ini adalah momen yang selama ini ia tunggu.

Rinko tentu saja langsung melaporkan hal ini pada 2 temannya. Mereka bertemu di restoran ayah Koyuki. Rinko menceritakan apa yang terjadi dan temannya benar-benar kaget, Kaori mengatakan perkembangan hubungan mereka berdua sangat cepat. Koyuki bahkan mengatakan kalau besok Rinko dan Okuda langsung aja ke kantor KUA HAHAHAHA.
Rinko benar-benar terlihat bahagia, lebih tepatnya saat teman-temannya menggodanya tentang pernikahan, ia malu-malu tapi excited. Koyuki mengatakan kalau Rinko sangat silau, aura kemenangan datang dari tubuhnya. Kaori setuju, Rinko terlihat semakin jauh dari mereka berdua.
Rinko kemudian mengalihkan pembicaraan, bertanya mengenai perkembangan hubungan Koyuki dan Kaori.
Koyuki mengatakan kalau ia tidak bisa putus dari Marui-san, saat ia melihat wajah Marui-san ia jadi lemah karena ia menyukai Marui.
Sementara Kaori mengatakan ia memutuskan tidak berhubungan dengan Ryo lagi, ia sedang persiapan mencari jodoh, ia sudah mendaftar ke biro jodoh dengan biaya yang cukup mahal. Teman-temannya menyemangati Kaori yang ingin punya anak sebelum olimpiade 2020.

Mereka bertiga bersulang untuk kebahagiaan bersama saat tiba-tiba Key dan Ryo datang.
Key seperti biasa mengejek mereka tarareba-san yang menceritakan kisah tarareba setiap hari. Rinko kesan dan memperjelas kalau mereka tidak bertemu setiap hari dan menyuruh Key berhenti memanggil mereka Tarereba-san.
Ryo yang hanya fokus pada KAori langsung duduk disamping Kaori meski Kaori melarangnya karena mereka tidak mau satu meja dengan pria. Ryo tak peduli dan langsung menunjukkan poster konser Bumkeys. Bumkeys akan melakukan tour keliling jepang. Kaori tidak peduli dan langsung bangkit, pindah tempat duduk ke depan Ryo, supaya nggak samping-sampingan dengan Ryo.
Rinko berbisik pada Kaori untuk tidak tergoda oleh Ryo, Kaori tidak boleh goyah dengan rencana mencari pasangan hidupnya.

Karena Koyuki harus membantu ayahnya, jadi mereka tinggal berempat dan Ryo mengatakan kalau mereka seperti double date disana. Tentu saja Rinko dan Kaori tidak setuju, tapi Ryo mengatakan kalau Rinko dan Key sepertinya berhubungan baik dan Kaori sedikit setuju dan ia hampir mengatakan rahasia Rinko yang bermalam dengan Key,untung Rinko menghentikannya HAHAHHAHAA.
Kaori kemudian membahas pernikahan Rinko dan Okuda-san, membuat Rinko malu, karena mereka belum sejauh itu. TApi Kaori yakin mereka akan menikah.
Kaori menceritakan pada Ryo karena ia penasaran dan Ryo yang mendengar hubungan Rinko dan si Okuda sangat cepat perkembangannya, berfikir kalau Okuda itu playboy. Tentu saja KAori dkk marah padanya, Okuda adalah pria baik.
Key tampak diam saja dan tidak tertarik tapi kemudian mengucapkan selamat pada Rinko. Rinko kesal karena ucapan itu tidak terdengar tulus.
Kemudian Rinko mendapat pesan dari Okuda yang memintanya menginap lagi malam ini. Kaori dkk sangat excited dan mengatakan kalau Okuda san pasti sangat menyukai Rinko karena ingin melihat wajahnya setiap hari. Rinko jadi malu.

Rinko kembali ke rumah dan berkemas, kemudian 2 makanan datang lagi menganggunya. Mereka mengatakan kalau Rinko dan Okuda seolah seperti sudah tinggal serumah kalau tiap malam Rinko menginap disana.
Rinko tertawa dan mengatakan kalau terlalu cepat untuk mengatakan hal seperti itu. Tapi ia excited juga sih apalagi saat mereka mengatakan kalau Rinko dan Okuda terlihat seperti pasangan yang sudah menikah, dan dilihat dari situasinya sepertinya pernikahan sudah di depan mata.
Rinko lagi-lag excited sendiri HAHHAHAAHA. Saat ia kembali ke pikiran normalnya, dua makanan sudah hilang LOL.

Malam itu Rinko datang ke bar Okuda dan Okuda sudah menyiapkan minuman hangat dan makanan untuknya. Rinko sangat tersentuh, melihat Okuda yang sangat baik padanya.
Okuda berkata kalau sebentar lagi bar akan tutup dan mereka akan pulang bersama. Ia bertanya apakah Rinko suka film perancis, Rinko membenarkan. OKuda mengajaknya nonton film nanti.
Dan jadilah mereka berdua menonton film perancis saat tiba di rumah. Ternyata Rinko bohong. Ia tidak suka film perancis karena menurutnya itu membosankan dan ia bahkan ngantuk kalau menontonnya.
Tapi karena ada Okuda disampingya ia tak bisa tertidur dan mencoba tetap terjaga, bahkan mencubit badannya sendiri supaya tidak ngantuk HAHAHHAAHAHHAHAHAH.
Sementara Okuda kelihatan sangat serius menontonnya HAHHAHAH

Saat mereka selesai menonton, Rinko ke kamar mandi untuk mandi dan melihat kamar mandi OKuda yang sangat sangat sangat rapi. Ada banyak handuk bersih disana, yang artinya Okuda-san akan mencucinya setelah sekali pakai. Melihat disekitar kamar mandi saja Rinko sudah tahu kalau OKuda ini orangnya rapi banged, pencinta kebersihan.
Saat mereka tidur bersama, Rinko masih terbangun terlihat tersenyum bahagia, sepertinya ia menikmati hari bersama Okuda yang sudah terlelap.
Rinko bersiap tidur, Okuda ini agak lasak juga, Selimut diambil sendiri HAHAHHAHAAHAH, Rinko sampai kedinginan karena nggak kebagian selimut LOL.
Pagi harinya posisi tidur Rinko berubah 180 derajat HAHAHAHAHHAHHA.
OKuda sudah bangun pagi itu dan bersiap lari pagi, berolahraga. Ia mengajak Rinko tapi Rinko menggunakan alasan kalau ia tidak membawa baju lari hari itu. Okuda mengerti dan mengatakan akan memasakkan sarapan setelah ia pulang nanti.
Rinko melanjutkan tidurnya setelah Okuda pergi.

Setibanya di rumah, Rinko menghubungi temannya dan mereka bertemu di rumah Rinko. Rinko menceritakan masalahnya, kebebasan saat dirumah sendiri dan dirumah orang sangat berbeda dan membuatnya tidak nyaman karena harus jaim HAHHAAHHAH.
Biasanya Rinko menggunakan handuk setelah beberapa kali pakai, kalau nggak ada kerjaan ia menonton film sambil makan snack, bahkan sambil tiduran dengan santai.Dirumah sendiri nggak ada yang mengawasi, jadi saat berada di rumah Okuda, ia sama sekali nggak merasa bebas.
Kaori mengatakan itu hal biasa, semua orang juga mengalami hal yang sama, merasa nervous dan tak tenang pada awalnya. Meskipun dia pacarmu, pada awalnya dia tetaplah orang asing.
Koyuki mengatakan kalau Rinko terlalu lama tinggal sendirian, makanya kesulitan beradaptasi.
Rinko akhirnya mengerti, temannya mengingatkan kalau awalnya memang sulit tapi Rinko harus memikirkan akhirnya. Rinko memuji Koyuki dan Kaori terlihat seperti veteran dalam hubungan percintaan dimatanya AAHAHAHAHAHA.
Kaori melihat jam dan ingat ia ada janji dengan perusahaan perjodohan dan ia harus pergi, jadi kedua temannya meninggalkan ruman Rinko. Setelah keduanya pergi, Rinko memantapkan hati kalau ia tak boleh selamanya begini, karena kesempatan tidak datang 2 kali.

Di lokasi syuting Seasons of Love, Key menceritakan mengenai Rinko yang akan menikah pada Tetsuro. Tentu saja Tetsuro terkejut mendengarnya.
Ia langsung bertanya pria seperti apa yang akan menikahi Rinko dan Key mengatakan yang ia tahu pria itu adalah bartender. Tetsuro tampak sangat khawatir.
Key juga mengatakan kemungkinan Rinko akan berhenti menulis setelah menikah. Tetsuro makin khawatir.

Kaori ada di biro jodoh dan terlihat bersemangat mengenai perjodohan ini. Sebenarnya mungkin lebih tepatnya ini agen pernikahan gitu, jadi mereka mencarikan yang benar-benar serius bertemu dan akan menikah, mencocokkan pria seperti apa yang diinginkan Kaori dan mencari pria yang punya kriteria seperti Kaori juga.

Koyuki sendiri kencan di sebuah restoran dengan Marui. Keduanya tampak bahagia sampai salah seorang teman ayah Koyuki datang ke restoran itu dan mereka berdua harus menyembunyikan wajah mereka. Marui minta maaf karena mereka tak bisa kencan secara terbuka tapi Koyuki mengatakan ia tidak masalah.
Tapi Marui tetap merasa tak enak dan mengajaknya kencan secara terbuka lain kali. Koyuki tentu saja senang.

Tetsuro menelpon Rinko untuk menanyakan mengenai kabar yang disampaikan Key.
Rinko mengatakan kalau hal itu belum pasti, tapi ada kemungkinan kalau ia memang akan menikah. Mengenai apakah ia akan lanjut menulis atau tidak, ia ragu, ia sudah kehilangan kepercayaan diri dan bahkan berfikir akan menyerah.
Tetsuro sangat khawatir dan mengingatkan Rinko dulu pernah berkata kalau ia ingin menulis drama seperti Sex and the City. Rinko jadi terdiam.
Tetsuro kemudian tersadar dan minta maaf, karena itu adalah kesalahannya Rinko jadi kehilangan rasa percaya dirinya. Rinko mengatakan kalau itu bukan salah Tetsuro, ia malah senang Tetsuro selama ini selalu memikirkannya.
Tetsuro kemudian harus menutup telponnya karena syuting akan di mulai.

Rinko jadi kepikiran dengan apa yang dikatakan Tetsuro. Malamnya ia pergi ke restoran ayah Koyuki dan tak terlihat bersemangat. Key datang seperti biasa, dan karena nggak ada tempat, ia duduk di samping Rinko.
Para pengunjung di sana membicarakan mengenai Key yang muncul di dorama, mereka tak tahu kalau Key seorang aktor. Key mengatakan ia masih rookie. Rinko berkata kalau ia juga melihat dorama Key dan seperti perkataannya waktu itu, Key sepertinya cocok menjadi aktor.
Key awalnya diam saja, tapi kemudian ia mengatakan kalau membuat drama ternyata sangat menyenangkan. Tiba-tiba Rinko mulai bersemangat, karena ia sependapat dengan Key mengenai hal itu. Ia mulai menceriatakn bagaimana tim membuat sebuah drama, menyiapkan set untuk drama, aktor dan staff yang saling bahu membahu dan bla bla bla.
Tanpa sadar, Rinko memang terlihat bersemangat menceritakan hal itu, lalu kemudian ia berhenti dan mengatakan aneh baginya menceritakan hal itu dengan semangat padahal ia tidak punya pekerjaan sekarang.

Kaori datang ke restoran dan heboh karena sepertinya perjodohan ini akan lancar. Teman-temannya excited dengan kaori yang serius mencari pasangan dan mereka juga membahas Kaori yang ingin punya anak di olimpiade Tokyo 2020.
Seperti biasa, Key kembali memanggil mereka tarareba-san dan Kaori kesal sekali, kali ini ia nggk tahan pengen memukul Key, katanya Key perlu sekali-sekali di pukul karena bicara seperti itu pada orang yang lebih tua darinya.
Melihat ketiganya yang excited dengan pernikahan, Key berkata, Kau tidak akan bahagia hanya karena kau menikah (dia membahas mengenai tarareba-san yang kelihatan mencari kebahagiaan dengan pernikahan, karena menurut Rinko dkk menikah = bahagia, jadi Key mengatakan hanya karena menikah belum tentu kebahagiaan yang mereka cari akan datang, karena pernikahan tidak selamanya bahagia juga).
Kaori tersinggung dan mulai berteriak ia tak mau mendengarkan nasehat dari orang yang belum menikah seperti Key dan Rinko mengingatkan kalau Key sudah menikah HAHAHHAHAHAHA.
Setelah suasana agak tenang, Rinko menatap Key dan kepikiran dengan perkataan Key tadi seolah-olah ia mengatakan pernikahannya tidak bahagia. Ia jadi penasaran kenapa istri Key meninggal apakah karena kecelakaan atau hal lain. Ia sangat ingin bertanya tapi ia tak bisa bertanya.
Key menyadari ia sejak tadi di tatap dan mengatakan pada Rinko kalau ingin bertanya sesuatu maka tanya saja, jangan terus menatapnya begitu karena itu mengganggu HAHAHAAHHHAHA.

Rinko tiba di rumah dan mulai sms sayang-sayangan pada Okuda. OKuda sangat baik dan perhatian padanya. Rinko jadi senang dan bahagia.
Okuda bahkan mengajaknya kencan besok pagi dan Rinko sangat senang.
Tapi ternyata kencan yang dimaksud Okuda adalah lari pagi bersama-sama HAHHAHAAHAH.
Rinko jarang olahraga jadi ia kesulitan LOL. Ia sesak nafas mengikuti Okuda yang berlari dengan bersemangat. Tapi ia harus menahannya demi Okuda.

 
Dan sejak saat itu dimulailah hari-hari Rinko yang penuh dengan kebohongan dan rasa tidak nyaman. Bertemu dengan Okuda, 90% yang mereka bicarakan adalah film HAHAHHAHAHA.
Okuda memberinya setumpuk film perancis dan ingin Rinko menontonnya, kapan-kapan mereka bisa membahasnya, kalau ketemu di rumah mereka akan menonton film yang genrenya nggak disukai Rinko. Kalau sedang menonton, Okuda sangat serius dan tak bicara sepatah katapun, kalau Rinko bicara ia menyuruh Rinko diam, kalau mereka menonton komedi, satu-satunya yang tertawa adalah Rinko sementara Okuda tanpa eskpresi HAHAAHHAHAHAHAHHA.
Bahkan suatu hari Okuda mengatakan kalau Rinko memotong rambutnya seperti gadis di cover film maka ia akan sangat senang HAAHAHA

Rinko menceritakan hal itu pada Koyuki dan Kaori. Meski Okuda tidak menyuruhnya mengubah gaya rambut secara langsung, tapi Okuda mengatakan ia akan sennag jika Rinko melakukannya, itu sama saja. Temannya malah setuju, kalau itu membuat Okuda senang, kenapa enggak. LOL.
Rinko juga mempermasalahkan meskipun ia menyukai movie dan pembicaraan mereka 90% tentang movie, tapi selera mereka berbeda. Dan setiap hari mendengarkan movie yang disukai Okuda tapi ia tak suka, itu membuatnya lelah karena ia harus berpura-pura tertarik.
Kaori mengatakan kalau hanya masalah itu, Rinko bisa menahannya, karena itu juga bukan hobi yang aneh. Rinko mengatakan ia paham akan hal itu, hanya saja.....
Koyuki mengatakan kalau dalam hal ini, Rinko terlihat selfish. Kaori setuju. Pria cool dan baik seperti Okuda memilih wanita seperti Rinko itu merupakan keajaiban. Ia ingin Rinko menahannya dan lebih bersabar, kalau tidak Rinko akan dikutuk.

Rinko pada akhirnya akan mengubah gaya rambutnya, ia sudah kesalon tapi dipikir lagi, ia tak bisa melakukannya.
Saat akan pulang, ia bertemu dengan Mami-chan dan kaget melihat Mamichan sudah berubah, ia bahkan mengganti gaya rambutnya.
Mami-chan mengatakan pacarnya menyarankan gaya rambut itu karena cocok dengannya, jadi ia menggantinya.
Ia mengatakan kalau pacarnya sangat baik, apapun yang dikatakan pacarnya, ia jadi merasa itu benar dan pasti akan mengikutinya.
Mami-chan kemudian meninggalkan Rinko karena Mami sibuk. Rinko menatapnya dari jauh dan melihat Mami terlihat bahagia dengan kekasihnya membuat Rinko berfikir, kalau dulu ia selalu menertawakan gadis yang berubah demi pacarnya tapi sekarang ia merasa mereka adalah wanita yang hebat. Ia iri melihatnya.

Rinko tidak terlihat bersemangat saat ia menemui Okuda di bar. Okuda masih sangat baik padanya, tapi hatinya terasa ada yang mengganjal.
Rinko bertanya pada Okuda, kalau saat itu ia mengatakan ia tidak menyukai Film, apaka Okuda masih akan pacaran dengannya?
Okuda membenarkan, bahkan jika Rinko membenci film, ia pikir jika mereka menontonnya bersama, Rinko akan menyukainya pada akhirnya.
Rinko mengerti dan memaksakan diri untuk tersenyum. Okuda mengatakan impiannya nanti adalah setelah menikah ia ingin menonton 1 film setiap malam, setiap harinya. Rinko hanya bisa tersenyum mendengarnya.
Kemudian Okuda bertanya mengenai film kesukaan Rinko, mereka bisa menontonnya kapan-kapan. Rinko kemudian bersemangat dan mengatakan ia ingin menonton Sex and the City.
Tapi Okuda menolak film itu karena ia tak menyukai genrenya, ia tidak suka film percintaan, ia bertanya pada Rinko apakah ada judul film lainnya.
Rinko terlihat terkejut meskipun senyum ada di wajahnya, ia menyadari kalau mereka melanjutkan hubungan ini, Okuda akan tersakiti, pada akhirnya, Rinko merasa mereka berdua tidak cocok bersama.

Koyuki dan Marui hari itu berkencan di publik.
Marui bahkan menggandeng tangan Koyuki, dan Koyuki tampak bahagia.
Sementara Kaori yang ada di biro perjodohan menemukan pasangan yang cocok 90% dengan kriterianya dan mereka akan segera bertemu. Hanya saja tiba-tiba Ryo menelpon mengatakan ia menunggu Kaori di tempat Kerja Kaori. Meskipun Kaori mengatakan ia tak bisa datang, Ryo mengatakan ia akan menunggu sampai Kaori datang.
Saat berjalan ke ruang pertemuan dengan calon suaminya, Kaori jadi berfikir lagi. Memang kata orang godaan selalu datang ya HAHAHHAHAHA. Tepat sebelum ia melangkah masuk, Kaori membuat keputusan untuk berlari menuju Ryo. Ia meninggalkan perjodohan itu.
Kaori tiba di tempat kerjanya saat sore hari dan Ryo masih menunggu disana. Ryo baru pulang dari tour keliling jepang dan membelikan oleh-oleh untuk Kaori. Hal kecil itu justru membuat Kaori tersentuh.
Kaori menyadari kalau ia benar-benar gadis yang tidak baik, pada akhirnya ia tidak bisa melepaskan Ryo. Ia menyadari kalau ia mencintai Ryo dan memeluknya.

3 sekawan bertemu di restoran ayah Koyuki dan terlihat menghela nafas.
Kaori menceritakan kalau ia kembali bersama Ryo. Ia sudah kehilangan kesempatan punya anak sebelum olimpiade 2020. Koyuki juga menceritakan mengenai ia dan Marui dan tidak bisa meninggalkannya.
Melihat dua temannya yang punya masalah cinta masing-masing dan jujur menceritakannya, Rinko pun akhirnya ingin jujur. Ia bertanya apakah saat Kaori dan Koyuki bersama pacar mereka, mereka merasa lelah.
Tentu saja keduanya menggeleng dan Rinko mengatakan itulah yang ia rasakan. Ia merasa lelah setiap kali bersama Okuda. Awalnya ia berfikir kalau ia bisa menahannya, tapi selera mereka benar-benar tidak cocok dan itu menjadi semakin sulit baginya. Apalagi Okuda tidak menyukai Sex and the City. Rinko sendiri setelah menonton film itu ia memutuskan ingin menjadi penulis dan film itu adalah film yang sangat special baginya. Tapi Okuda tidak menyukai film itu dan ia merasa seperti dirinya ditolak oleh Okuda.

 
Mereka bertiga hanya bisa menghela nafas. Rinko bertanya-tanya mana kira-kira yang lebih baik, seseorang yang sudah mempunyai orang lain, tapi saat bersamanya terasa menyenangkan dan seseorang yang sepenuhnya milikmu, tapi orang itu tidak cocok denganmu.
Ketiganya tidak bisa memberikan jawaban yang pasti mengenai hal itu. Rinko bertanya-tanya sebenarnya pernikahan itu apa dan mereka tak bisa menjawab karena mereka belum pernah melakukannya.
Rinko berkata, saat kita menikah, kita mendapatkan ucapan selamat dari semuanya. Saat kita sudah cukup umur dan belum menikah, orang-orang membicarakan kita dibelakang, mengatakan kalau kita menyedihkan.
Kaori mengatakan saat ia kecil, ia pikir menikah dan mempunyai anak adalah sesuatu yang akan diberikan dari sananya, tapi pada akhirnya ternyata itu tidak diberikan begitu saja.
Koyuki berfikir ia ingin mencari kebahagiaan tanpa menikah, tapi Kaori mengatakan bagaimana pun ia tetap ingin menikah.

Sepulang dari restoran, Rinko bertemu dengan Key di tempat biasa dimana Key melihat menara Tokyo.
Kali ini Rinko akhirnya menanyakan maksud Key waktu itu, 'hanya karena menikah belum tentu kau bahagia'.
Key mengatakan kalau itu bukan dirinya, yang ia maksud. Rinko mengerti dan bertanya orang seperti apa istri Key.
Key mengatakan kalau dia adalah guru saat SMA. Dia tidak punya waktu untuk hidup di dunia ini karena penyakitnya. Saat itulah ia mendengar impian sederhana gurunya adalah menjadi seorang istri dan Key bersedia mengabulkan impian itu.
Key dan gurunya menikah dan gurunya berterima kasih karena mengabulkan impiannya.
Key mengatakan pada Rinko, dari luar, orang-orang menganggap kalau mereka bermain-main. Tapi tentu saja tidak, ia melakukannya untuk mengabulkan keinginan gurunya dan ia berharap gurunya akan mencintainya.
Rinko mengerti sekarang, Key menyukai gurunya, karena itu ia bersedia melakukannya. Key terlihat akan menangis mengingat kenangan itu.
Rinko mengatakan kalau Key sangat mengagumkan, melakukan hal seperti itu untuk orang yang ia cintai.

Rinko kembali ke rumahnya dan masih memikirkan Key. Kemudian ia akhirnya menyadari sesuatu, kalau selama ini ia tidak menyukai Okuda.
Para makanan muncul dan mengatakan akhirnya Rinko menyadarinya. Mereka mengingatkan Rinko saat kencan pertamanya dulu, ia mengatakan kalau ia memutuskan akan jatuh cinta pada Okuda, disanalah kesalahan Rinko.
Cinta tidak bekerja seperti itu. Kau tidak akan jatuh cinta hanya karena kau memutuskan untuk jatuh cinta.
Cinta bukanlah sesuatu yang bisa kita pilih. Itu adalah sesuatu dimana kita terjatuh kedalamnya.

Kaori di rumah bersama Ryo dan bertanya apakah Ryo pernah merasa lelah saat bersamanya.
Ryo mengatakan tentu saja tidak, ia senang saat bersama Kaori dan merasa seperti dirinya sendiri.
Kaori tersentuh karena hal itu, dalam hatinya ia berkata pada Ryo untuk memutuskan pacarnya dan pacaran yang sebenarnya dengannya. Tapi ia tidak bisa mengatakannya pada Ryo.
Koyuki malam itu juga bertemu diam-diam dengan Marui-san.
Kaori dan Koyuki menyadari posisi mereka, dimana mereka menyukai pria ini, tapi pria ini bukan milik mereka, mereka mencintai satu sama lain, tapi mereka tidak bisa menikah.

Rinko juga menyadari kalau ia dan Okuda bisa bersama, tapi mereka tidak cocok.
Keesokan harinya, akhirya Rinko menyampaikan perasaannya pada Okuda. Okuda bertanya apa kesalahannya tapi Rinko mengatakan Okuda tidak salah apa-apa, yang menjadi masalah disini adalah Rinko sendiri.
Ia mengakui kalau ia menggunakan Okuda sebagai alasan, karena kisah cinta dan pekerjaannya sedang buruk, karena alasan itu ia menjadikan Okuda sebagai pelarian.
Rinko menyadari kalau ia sangat jahat dan meminta maaf.
Pada akhirnya keduanya berpisah baik-baik. Saat melihat Okuda meninggalkannya, Rinko berkata dalam hati kalau ia mendengar dirinya dari 10 tahun yang akan datang, berteriak padanya untuk menghentikan pria baik itu, jika tidak ia akan sendirian selama 10 tahun kedepan.
Tapi ia tidak bisa bergerak.

3 sekawan bertemu lagi, kali ini di atap gedung.
Kaori bertanya apakah Rinko tidak menyesalinya:
KOyuki setuju, Rinko baru saja membuang seorang pria yang baik dalam segala hal.
Rinko mengakui ia akan menyesalinya suatu hari nanti, Okuda sangat baik, tapi ia tidak baik untuk Okuda.
Kaori mengatakan kalau itu keputusan yang bodoh tapi itu tidak salah. Karena Rinko tahu bagaimana rasanya dan membuat keputusan yang terbaik menurutnya.
Koyuki setuju, Okuda mungkin akan tersakiti tapi itu lebih baik dari pada terus berkencan dengannya padahal Rinko tahu itu salah.
Kaori mengatakan Rinko sama sekali tidak menyakiti siapapun, ini keputusan terbaik.

Rinko akhirnya bisa tersenyum dan berkata tapi mungkin ia mengganggu seseorang dengan keputusan ini, dirinya di masa depan.
mereka menghela nafas dan mengerti.
Rinko berteriak, Aku minta maaf, Masadepanku!
Ketiganya memandangi langit yang luas.

Mereka bertiga kemudian pulang sambil membicarakan si pirang, apakah mereka ingin Rinko mempertimbangkan si pirang? HAHAHHAHAHA.
Rinko kembali ke rumah dan ia terkejut melihat Tetsuro disana, menunggunya.
Apa yang terjadi?

Hmmmmmmmm.
Well, sebuah keputusan yang bagus sih.
Kalau merasa nggak cocok, sebaiknya mengakhirinya, karena kalau tidak, Rinko akan terus hidup dalam kebohongan, membohongi perasaan sendiri dan akan membuat Okuda semakin terluka nantinya.
Tapi ada masanya pengertian sangat diperlukan ya, Rinko sendiri belum sempat mengatakan masalahnya pada Okuda  dan tidak pernah mengatakan isi hatinya. Mereka juga tidak pernah berdiskusi.
Tapi pada akhirnya, Rinko memang tidak mencintai Okuda, disitu sih masalahnya.

Melupakan memang sangat sulit untuk dilakukan, apalagi saat orang itu selalu ada disekitar kita. Aku mengerti perasaan Kaori. Tapi Ryo ini, bukannya harusnya ia berfikir lebih panjang ya, masa dia nggak ada niat memutuskan pacarnya yang sekarang sih. Karena kalau dilihat-lihat dia beneran cinta sama Kaori. Kalau tersu main dua sih nggak ada yang akan bahagia.
Sama dengan Koyuki, ughhhh, si Marui beneran nggak ada kepikiran sama anaknya ya, misalnya dia memang nggak mencintai istrinya lagi, istrinya baru melahirkan anaknya lho, itu anak dia yang buat juga. TApi malah bilang cinta ke wanita lain, helloooooooo.
Koyuki tahu itu salah tapi tetep aja, katanya cinta, atas nama cinta zz_zzzzzzzzzzzzzzzzzZzZ.
Sulit berkomentar hal seperti ini, karena yang namanya selingkuh itu big NO.
Aku masih maklum sama Kaori dan Ryo, tapi sama Marui aduhhh, aku nggak bisa bilang dia cowok baik, NO!
Kalau dia bisa melakukan itu sama istrinya yang sekarang nggk ada jaminan dia bakalan setia sama Koyuki.

Right, bicara mengenai film, meskipun itu film box office, bagus banged, penerima penghargaan dan lain-lain, kalau kita nggak suka genrenya, filnya akan terasa membosankan dan kita ngantuk. KArena itu selera beda-beda. Aku pernah mengalaminya, karena banyak yang memuji filmnya, tapi sekali nonton maap-maap aja, aku ngan tuk berat HAHAAHAHHAHA. JAdi memang, semuanya masalah selera ya, apalagi bagi kita yang bukan pengkritik film dan hanya menonton karena suka ceritanya, nggak ngerti apa-apa tentang akting ini dan itu.
Aku sering mengatakan kalau selera film aku aneh, karena aku selalu menyukai underrated movie yang kata orang nggak bagus tapi aku menikmatinya, kadang yang bagus banged malah boring. Jadi tergantung genre dan nggak bisa dipaksakan juga.
Ada orang yang nggak suka nonton film percintaan dan aku kalau memilih film kalau nggak ada percintaannya aku nggak nonton, kecuali kalau list film percintaan habis, baru nonton uang nggak ada cinta-cinat HAHAHAHA

Share:

2 comments:

  1. kaaa bikin review-an buat Chicago Typewriter dungs ^^

    ReplyDelete
  2. Ka airin ga ada project bikin sinop drakor..???

    ReplyDelete

Translate

Follow by Email

NOTE:

DILARANG RE-UPLOAD / COPY PASTE TULISAN DI BLOG INI!

JIKA INGIN SHARE, CUKUP LINK KE POSTINGANNYA SAJA, BUKAN ISINYA!


Follow Clover Blossoms on Twitter

[Trivia] Japanese Movie Recommendations List

Karena ada banyak yang menanyakan rekomendasi untuk J-Movie, jadi aku memutuskan untuk membuat list rekomendasi Japanese Movi...

Recent Posts

Recent Posts Widget

Popular Posts This Week

Actor / Actress

Airi Matsui Ando Sakura Anna Ishii Aoi Miyazaki Aoi Morikawa Aoi Wakana Aoi Yu Aom Sushar Araki Yuko Bebe Tanchanok Chen Duling Chiba Yudai Chinen Yuri Choi Ara Daiki Shigeoka Dori Sakurada Eikura Nana Eita Elaiza Ikeda Fukushi Sota Fuma Kikuchi Fumi Nikaido Furuhata Seika Gao Zhi Ting Go Kyung Pyo Gong Yoo Gou Ayano Han Seung Yeon Han Yeri Hana Sugisaki Haru Kuroki Haruka Fukuhara Haruma Miura Haruna Kawaguchi Hasegawa Hiroki Hashimoto Ai Hashimoto Kanna Hayami Akari Hayato Isomura Hikari Mitsushima Hirano Sho Hiroki Narimiya Hirose Alice Hirose Suzu Honoka Yahagi Horii Arata Hu Yi Tian Hwang Jung Eum Hyeri Igawa Haruka Imada Mio Inoue Mao Ishihara Satomi Jang Se Hyun Jeon Ji Hyun Ji Soo Ji Woo Joo Won Jun Shison Jung Ryu Won Jung So Min Kaku Kento Kamiki Ryunosuke Kaname Jun Kanichiro Kasumi Arimura kawakami juria Kei Tanaka Kengo Kora Kentaro Kento Hayashi Kento Nagayama Kim Go Eun Kim Ji Won Kim Min Suk Kim So Hyun Kim Soo Hyun Kim Tae Ri Kim Woo Bin Kim Yoo Bin Kim Yoo Jung Kim Yoo Mi Kinami Haruka Kitamura Takumi Kiyohara Kaya Kiyohara Sho Komatsu Nana Koseki Yuta Kou Shibasaki Kubota Sayu Kudo Asuka L Lee Bo Young Lee Chung Ah Lee Dong Hwi Lee Dong Wook Lee Gi Kwang Lee Jong Suk Lee Joon Lee Soo Hyuk Lee Yoo Jin Mackenyu Mahiro Takasugi Maika Yamamoto Maki Horikita Mamiya Shotaro Marie Itoyo Masahiro Higashide Masaki Okada Masaki Suda Masataka Kubota Matsumoto Jun Mayu Matsuoka Mei Nagano Mikako Tabe Mike D angelo Min Do Hee Minami Hamabe Mio Yuki Mirai Moriyama Mirai Shida mirai suzuki Mitsuki Takahata Mitsushima Shinnosuke Miwa Miyu Yoshimoto Mizuki Yamamoto Moe Arai Mone Kamishiraishi Mugi Kadowaki Nadine Lustre Nagasawa Masami Nakajima Kento Nakamura Tomoya Nao Nao Matsushita Nijiro Murakami Nounen Rena Osamu Mukai Otani Ryohei Park Bo Gum Park Eun Bin Park Hae Jin Park Seo Joon Park Shin Hye Pattie Ungsumalynn Phan Pagniez Reina Visa Rena Matsui Riho Yoshioka Rina Kawaei Ryo Ryusei Ryo Yoshizawa Ryoma Takeuchi Ryota Katayose Ryu Hwa Young Ryu Jun Yeol Sagara Itsuki Sairi Itoh Saito Takumi Sakaguchi Kentaro Sakuma Yui Sakurako Ohara Sato Kanta Satoshi Tsumabuki Seino Nana Seo Hyun Jin Seto Koji Shen Yue Shim Eun Kyung Shimon Okura Shin Hyun Soo Shirota Yuu Shohei Miura Shono Hayama Shuhei Nomura Shunya Shiraishi sometani shota Son Seung Won Song Ha Yoon Suga Kenta Sun Woong Suzuki Ryohei Suzy Taiga Taishi Nakagawa Takahashi Issei Takanori Iwata Takayuki Yamada Takeru Sato Takuya Kusakawa Tamaki Hiroshi Tao Phiangphor Tasuku Emoto Tomoshita Yamashita Tori Matsuzaka Toyokawa Etsushi Tsubasa Honda Tsuchiya Tao Ueno Juri Yamazaki Kento Yamoto Yuma Yo Oizumi Yoo In Na Yoo Seung Ho Yook Sung Jae Yoon Park Yoon So Hee Yoshine Kyoko Yosuke Sugino Yu Aoi yua shinkawa Yui Aragaki Yuina Kuroshima Yuki Furukawa Yuki Izumisawa Yuki Yamada Yukino Kishii Yuko Oshima Yuna Taira Yuriko Yoshitaka Yuta Hiraoka Yuya Matsushita Yuya Yagira

Drama / Movie

99.9 A Love So Beautiful A Story of Yonosuke Age of Youth 2 Always Sunset on Third Street amachan Anikoma Anohana Anone Ao Haru Ride Arbitratily Fond Asa ga Kita Ashi Girl At Cafe 6 Beppin-San Biscuit Teacher and Star Candy Bittersweet Boku Dake ga Inai Machi Boku no Ita Jikan Boukyaku no Sachiko Bubblegum Cafe Waiting Love Carnation Chia Dan Chihayafuru Chugakusei Nikki Churasan Crybaby Pierrot's Wedding Crying Out Love in the Center of the World Daily Lives of High School Boys Dating DNA Departures Eulachacha Waikiki Evergreen Love Father is Strange Fight Fleet of Time Forever Young Frankenstein no Koi From Five to Nine Gakko no Kaidan Gegege no Nyobo Gochisousan God Gift Good Morning Call Good Morning Call 2 Goon Ju Hana and Alice Hana Nochi Hare Hanako to Anne Hanbun Aoi Haruchika Hirunaka no Ryuusei Hirune Hime Hiyokko Honey and Clover Hot Road Hyouka I Love You in Tokyo I Want to Eat Your Pancreas If We Were A Season Itakiss LIT Itakiss LIT S2 Itakiss Movie Kahogo no Kahoko Kakegurui Kaze no Haruka Keiji Yugami Kidnap Tour Kiki Delivery Service Kimi no Na Wa Kingyo Club Kiss Me Thailand Koe no Katachi Koinaka Kuragehime Linda Linda Linda Little Forest Love Letter Lucky Romance Ma Boy Man From The Stars Manpuku March Comes in Like a Lion Mare Massan May Who? Meteor Garden 2018 Moriyamachu Driving School My Huckleberry Friends My Husband Can Not Work My Little Sweet Pea My Old Classmate Nagi no Asukara Narratage Natsuzora Nodame Cantabile Oboreru Knife Ohisama Omotesando On The Wings of Love One Million Yen Girl One Week Friends Operation Love Orange Orange Days Ore Monogatari Our Little Sister Our Times Peach Girl Pinocchio Princess Hours Thailand Rage Rainbow Song ReLIFE Reply 1988 Romance Full of Life Sannin No Papa she was pretty Shigatsu wa Kimi no Uso Sing Salmon Sing Solanin Sound of Your Heart Splish Splash Love Ssam My Way Strobe Edge Sukina Hito ga Iru Koto Teiichi no Kuni Tenno no Ryoriban The 100th Love The Anthem of the Heart The Best Hit The Great Passage The Left Ear The Woodsman and The Rain The World of Us Today's Kira-kun Todome no Kiss Toki wo Kakeru Shojo Tokyo Tarareba Girls Tomorrow Cantabile Tonari no Kaibutsu-kun Toto Nee Chan Twenty Years Old Twilight Saya in Sasara Uchiage Hanabi Under the Hawthorn Tree Unnatural Wakamonotachi Warotenka We All Cry Differently What A Wonderful Family When We Were Young While You Were Sleeping Wise Prison Life Wood Job Yellow Elephant Yesterday Once More Your Lie in April Youth Over Flowers

Blog Archive

Recent Comments

Random Posts