Sunday, 26 August 2018

[Recap] Hanbun, Aoi Week 21 (Episode 121-126)

Di minggu ke-21 ini kita kembali kehilangan karakter kesayangan dalam drama ini. Sedih banged minggu kemarin juga, minggu ini juga. Hal itu akan menjadi pukulan besar pada Ritsu dimana itu akan mengubah jalan hidupnya sepenuhnya. Suzume berhasil membuat sesuatu dengan ide cemerlangnya dan hal itu juga akan mengubah jalan hidupnya sekali lagi.

Sinopsis Half, Blue Week 21: Ikitai!
-I want to life-

Istri Ritsu menjawab telpon dari Suzume yang menjelaskan mengenai ponsel dan kokonta. Saat istri Ritsu mengatakan kalau dia adalah istri Ritsu dan apa keperluan Suzume dengan suaminya, Suzume terdiam. Suzume udah takut duluan jadi dia nggak bisa menjelaskannya dengan baik. Dia terbata-bata dan istri Ritsu juga bingung. PAda akhirnya Suzume mengatakan kalau itu bukan apa-apa dan menutup telponnya. Sementara itu dibelakang ibu menjelaskan pada Ritsu kalau Suzume menelpon mencarinya. Ritsu diam saja lol. Suzume di rumahnya bergumam kalau istri Ritsu menakutkan HAHAHAHHHAHA.

Istri Ritsu di kamar Ritsu menemani Tsubasa belajar, lebih tepatnya ia memeriksa jawaban Tsubasa dan karena banyak yang salah, ibu jadi mengomelinya. Ibu mengatakan pada Tsubasa akhir-akhir ini ia tak mengerti kenapa Tsubasa tidak bisa mengerjakan soal dengan baik padahal biasanya Tsubasa tidak seperti itu.
Ritsu hanya diam melihat keduanya, ia berdiri di pintu. Saat istrinya menyadari kehadirannya, istrinya keluar dari kamar dan sepertinya ia bergumam sesuatu. Kalau nggak salah sih dia mengatakan dia nggak nyaman tinggal di rumah orang lain.
Setelah ibunya pergi, Tsubasa mengatakan pada ayahnya kalau ibunya belakangan sering seperti itu, menakutkan kalau marah, tapi ibunya juga punya masa dimana ibu bersikap baik padanya. Ritsu hanya tersenyum dan menyentuh kepala puteranya itu.

Suzume dan keluarga Nireno mulai melakukan trik mereka untuk membuat Kan-chan mengatakan nama cafe yang ditinggalkan oleh kakek. Jadi, mereka menaruh ponsel di baju kokonta (boneka Kan-chan) dengan mode loundspeaker dan Suzume menelpon ponsel itu dengan ponsel lainnya.
Mereka menaruh makanan di meja bersama kokonta, jadi saat Kan-chan bangun dari tidur siang dan mencari makanan, ia langsung makan makanan yang ada di meja. Saat Kan-chan sibuk makan, Suzume mulai bicara di ponsel dengan mengubah suaranya dan Kan-chan berfikir kalau kokonta yang bicara. Polos banged heehehehe.
Suzume kemudian pura-pura jadi kokonta dan mengatakan kalau ia lupa nama kedai yang dikatakan kakek waktu itu. Ia ingin Kan-chan membisikkan padanya lagi. Kan-chan dengan polos membisikkan pada kokonta nama kedai itu, tentu saja sebelum itu dia melihat ke sekeliling dulu, karean itu rahasianya, kakek dan kokonta hahahhahaha.
Kan-chan kemudian mengatakan nama kedai itu dan Suzume bersama yang lain bergumam kalau namanya ternyata sangat sederhana HAHAHAHAH.

"Senkichi Cafe".
Itu adalah nama kedai makanan keluarga Nireno yang baru. Nama yang dipilih oleh kakek dan sepertinya itu pertama kalinya keluarga Nireno menggunakan nama pilihan kakek. Di hari pembukaan, cafe sangatlah ramai. Seluruh keluarga Nireno menggunakan seragam garis-garis merah putih sebagai seragam pegawai Senkichi Cafe (btw, drama ini suka banged sama motif garis-garis dan kotak-kotak HAHAHHAA).
Suzume diam-diam menantikan kedatangan Ritsu, tapi tentu saja dia tidak mengatakan pada siapapun. Ritsu datang sedikit terlambat, tapi begitu Ritsu datang, Suzume kelihatan bahagia. Ritsu datang membawakan sesuatu sebagai ucapan selamat atas dibukanya Senkichi Cafe. Ritsu datang sendirian, sepertinya istri dan anaknya sudah pulang. Ayah tidak bisa datang karena harus menjaga ibu di rumah.
Menu utama cafe adalah gohei mochi, jadi dihari pertama ini sepertinya memasak gohei mochi pertama adalah acara paling ditunggu, semuanya berkumpul saat Suzume memasak gohei mochi pertama di Senkichi Cafe. Meski sudah latihan berkali-kali sepertinya Suzume masih banyak melakukan kesalahan dan lucu banged foto kakek gerak=gerak gitu protes pada Suzume.

Semua orang menikmati hari pertama dibukanya Senkichi Cafe. Orang-orang yang dekat dengan keluarga Nireno datang dan makan gohei mochi dengan bahagia. Bahkan guru Suzume dkk saat SMA juga datang kesana.
Salah satu pelanggan tak biasa saat itu datang ke Senkichi Cafe, dia adalah Saionji Reiko, kakak Butcha. Begitu dia masuk ke cafe, Reiko langsung menarik perhatian Kento dan disanalah kisah cinta baru dimulai LOL.
Ritsu bicara berdua dengan Kimika sensei, mereka curhat masalah ibu Ritsu. Ibu Ritsu bekalangan ini jauh lebih sehat, tapi ibu terlalu sering tidur. Kimika sensei mengatakan kalau akan lebih bagus jika ibu punya pekerjaan yang tidak terlalu berat, tapi bisa membuat waktu berlalu dengan cepat. Itu akan sangat bagus bagi kesehatan ibu.
Saat Ritsu menemui guru SMA mereka, Suzume bicara pada Kimika Sensei dan saat mendengar hal itu, Suzume menatap punggung Ritsu dan memikirkan sesuatu. Suzume punya ide untuk pekerjaan ibu Ritsu.

Setelah cafe tutup, Suzume bicara pada Ritsu, Nao dan Butcha. Ia mengatakan idenya untuk membuat sebuah Gifu-ken (anjing gifu) yang bisa bicara. Suzume menggunakan design anjing yang ia gambar untuk Kan-chan dan ide yang sama dengan saat ia membuat Kan-chan mengatakan nama cafe.
Yang lain merasa kalau itu ide yang bagus. Ritsu juga setuju, mereka bisa menggunakan wifi untuk komunikasi dengan Gifu-ken itu. Saat Ritsu bertanya siapa yang akan berkomunikasi dengan pelanggan ia menatap Suzume dan saat melihat wajah Suzume, ia sepertinya bisa menebak kalau Suzume akan meminta ibunya melakukan itu.
Jadi ide Suzume itu adalah sebuah boneka anjing yang bisa berkomunikasi dengan pelanggan Senkichi Cafe, jadi mereka bisa curhat pada boneka anjing tersebut.

Ibu dan ayah Ritsu ada di rumah. Ibu Ritsu kelihatan semakin lemah. Ayah bertanya apakah ibu ingin jalan-jalan ke suatu tempat, misalnya liburan, jika ibu punya tempat yang ingin dikunjungi, ia akan menemani ibu.
Tapi ibu mengatakan ia menyukai rumah mereka, ia suka suaminya dan Ritsu disampingnya, ia menyukai Fukurocho dan warga disana, jadi ibu tak ingin kemana-mana. Ayah Ritsu kelihatannya sangat sedih, ia merasa ia tak bisa melakukan apapun untuk ibu.
Ayah ke toko malam itu dan sibuk disana, padahal sebenarnya ia hanya menyibukkan diri. Karena ayah merasa dirinya tidak berguna, ia melempar sesuatu dengan kesal. Ritsu yang baru pulang melihat hal itu, sepertinya itu pertama kalinya ia melihat ayahnya kelihatan seperti akan menangis. IA masuk ke toko dan mengambil apa yang dilempar ayah. Ia mengembalikannya pada ayah dan mereka berdua hanya diam, mereka sama-sama tahu rasa sakit dihati mereka karena tak bisa melakukan apapun demi ibu.

Suzume sibuk membuat Gifu-ken di rumahnya. Nao membantunya untuk membuat Gifu-ken itu, tugas Suzume adalah menjahitnya.
Ada adegan dimana ibu dan Suzume minum teh bersama-sama, mereka membicarakan mengenai ibu Ritsu. Suzume mengatakan kalau ia ingin sekali membantu Ritsu, ia ingin mendukung Ritsu. Ibu mengerti perasaan itu karena Suzume adalah teman masa kecil Ritsu.
Tapi Suzume bergumam sendiri mengatakan kalau sepertinya Ritsu lebih dari sekedar teman masa kecil baginya, Ritsu adalah orang yang special.

Keesokan harinya, seorang wanita datang ke kedai Tsukushi dan membuat ibu dan ayah terlihat sangat senang karena mereka merindukan wanita itu. wanita itu adalah wanita yang muncul di minggu ke-3 drama ini, yang rencananya akan membuat samba-land di Fukurocho.
Wanita itu datang ke Gifu untuk bertemu kakek karena ia merindukan gohei mochi buatan kakek. Ia tidak tahu kalau kakek sudah meninggal dunia, jadi ia berdoa terlebih dahulu di altar kakek. Saat wanita itu menikamti gohei mochi buatan ayah, ayah kemudian memikirkan sebuah ide yang bagus.
Ayah Ritsu sedang tidak bersemangat dan ia ingin menyemangatinya, ia jadi ingat dulu saat wanita itu datang ke gifu, pada ayah berpesta dengan bahagia dan ia pikir itu akan membuat ayah Ritsu ceria lagi.
Jadi, ayah Suzume dan para ayah lainnya menyewa cafe tempat mereka dulu ngumpul dan menghiasnya seperti tempat pesta. Mereka mengundang ayah Ritsu untuk datang kesana. Sementara itu ibu Nao membantu dengan membuatkan baju untuk wanita samba land itu.
Meski ayah Ritsu tidak akan bisa ceria seperti dulu lagi, tapi setidaknya untuk hari itu, ia sejenak melupakan kesedihannya dan berpesta bersama para ayah dan wanita samba land itu.
Saat para ayah sibuk pesta, ibu Suzume dibantu oleh Sota membuat banyak makanan untuk dibawa ke rumah keluarga Hagio. Para ibu juga ingin kumpul-kumpul setelah sekian lama.
Sebenarnya nggak banyak sih, yang kumpul-kumpul cuma ibu Suzume, ibu Ritsu, ibu Nao dan Kimika sensei. Mereka menikmati waktu mereka bersama-sama.

Saat para ibu berkumpul, Ritsu keluar dari rumah, tentu saja dia tidak mau mengganggu mereka. Ia mendengar tawa ibunya dari luar dan ia menunjukkan senyuman kesedihannya.
Ritsu kemudian terlihat berlari sekuat tenaga di jalanan Fukurocho, sepertinya itu adalah caranya untuk menenangkan hatinya. Ritsu tidak bisa atau mungkin tidak boleh menangis saat itu, ia tahu kalau umur ibunya sudah tidak panjang lagi.
Ritsu juga sempat menelpon Suzume saat itu. Aku lupa mereka bicara apa hahahahaha.

Suzume sedang beres-beres karena cafe sudah tutup. Tapi masih ada pelanggan disana, Reiko yang asik pacaran dengan Kento wkwkkwkwkww.
Lucunya, Suzume memberikan aba-aba pada Kento kalau cafe sudah tutup dan Kento memberikan kode meminta Suzume jangan menganggu mereka LOL.
Suzume akhirnya duduk menunggu mereka berdua selesai pacaran. Aku bertanya-tanya kenapa Suzume nggak pulang aja dan membiarkan Kento yang mengurus sisanya, tapi sepertinya dia nggak bisa melakukan itu, jadinya dia jadi obat nyamuk disana wkkwkwkwkkw.
Barang Suzume masih ada disana, dia mau pulang nggak mungkin barangnya ditinggalkan, dia mau mengambilnya nanti malah menganggu keduanya LOL.
Perkembangan Kento dan Reiko ini terlalu cepat, mereka baru ketemu nggak nyampe seminggu tapi udah pacaran aja.

Sementara itu di rumah keluarga Hagio, ibu Ritsu tiduran di kamarnya. Ibu Ritsu nggak bisa duduk lama, jadi ia istirahat sebentar di kamarnya.
Ibu Suzume dan ibu Nao masih mengobrol dibawah, sementara Kimika sensei masuk ke kamar menemani ibu Ritsu.
Ibu Ritsu mengatakan kalau ia sangat bahagia dengan kehidupannya sampai saat ini, ia merasa diberkati punya suami dan anak seperti ayah Ritsu dan Ritsu. Tapi ibu sangat khawatir meninggalkan Ritsu sendirian. Ritsu mungkin terlihat kuat tapi ia tahu kalau Ritsu adalah anak yang cengeng. Ibu meminta Kimika sensei menjaga puteranya setelah ia meninggal nanti.
Kimika sensei mengatakan pada ibu Ritsu kalau sekarang mereka berdua sudah tua, ia bahkan lebih tua dari ibu Ritsu. Itu artinya kalau Ritsu juga sudah dewasa, Ritsu bisa berdiri sendiri dan ia yakin Ritsu akan baik-baik saja.
Ibu tertawa mendengarnya, ia mengatakan ia lupa kalau puteranya sudah dewasa, baginya puteranya selamanya adalah anak-anak.

Gifu-ken akhirnya selesai. Mereka melakukan uji coba dari cafe ke rumah keluarga Nireno dan sepertinya jaringannya lancar. Suara Gifu-ken juga bisa berubah-ubah sesuai dengan keinginan dan itu berkat Ritsu yang mempunyai pengetahuan dibidang itu. Memang sih kelihatannya itu seru banged.
Setelah semua persiapan selesai, Suzume kemudian datang ke rumah keluarag Hagio untuk meminta ibu Ritsu bicara dibalik suara Gifu-ken. Ibu Ritsu menerima pekerjaan itu dengan senang hati.

Kan-chan adalah orang pertama yang mencoba Gifu-ken dan karena suaraya lucu banged, Kan-chan sangat menyukai Gifu-ken, dia bahkan sampai memeluknya dengan gemas. Keluarga Hagio juga menikmati berkomuniasi dengan pelanggan Senkichi Cafe. Dan seperti dugaan, ibu Ritsu jadi lebih ceria setelah itu.
Gifu-ken adalah service untuk pelanggan Senkichi Cafe, jadi yang beli disana gratis curhat pada Gifu-ken. Bisa mengeluarkan unek-unek, bisa juga meminta pendapat/solusi, atau sekedar curhat juga bisa. Ibu Ritsu akan memberikan solusinya atau mendengarkan dengan baik keluhan-keluhan pelanggan.
Suzume senang sekali karena semuanya kelihatan berjalan dengan lancar.

Ritsu menemui Kimika Sensei di rumah sakit, sepertinya ia mengambil obat untuk ibunya. Kimika sensei kemudian mengajak Ritsu bicara. Aku nggak terlalu paham apa yang mereka bicarakan, tapi kayaknya sih masalah perasaan manusia. Saat sakit sudah jelas mengkhawatirkan banyak hal, tapi pasti juga ada masa-masa dimana mereka bahagia, karena mereka juga manusia sama seperti manusia yang sehat.
Mereka juga membicarakan mengenai Ritsu yang sejak kecil sangat tampan, pintar dan baik, dia adalah pangeran ibunya dan bagi Suzume, Ritsu adalah pahlawannya. Ritsu hanya tersenyum mengatakan kalau ia bukan apa-apa. Kimika sensei tahu akan keresahan hati Ritsu dan mengatakan hanya dengan melihat Ritsu ia tahu kalau Ritsu itu rapuh tapi hatinya baik, jadi ia merasa seperti ingin memeluk Ritsu.
Ritsu merenung di tepi sungai setelah pulang dari klinik Kimika sensei. Ia menatap seorang ibu dan anak-anaknya yang bercanda dijalan dan terlihat sedih menatap obat milik ibunya yang ia pegang. Ritsu bergumam sesuatu tapi aku nggak ngerti apa.

Sore itu Suzume datang ke rumah keluarga Hagio membawakan makana untuk ibu Ritsu, makanan yang dimasak oleh Sota. Keadaan ibu Ritsu cukup sehat hari itu jadi ia sempat membuat kukis dan memberikannya pada Suzume. Suzume teringat akan kukis itu, itu adalah kukis kesukaannya, ibu Ritsu selalu memasak itu setiap dia datang ke rumah Ritsu saat ia masih kecil.
Ibu Ritsu memang sangat menyukai Suzume, jadi hari itu ia memutuskan untuk meminta bantuan pada Suzume. Ibu Ritsu mengambil sesuatu dan memperlihatkan pada Suzume. Itu adalah diary pertumbuhan Ritsu sejak Ritsu lahir sampai Ritsu lulus SMA dan meninggalkan Fukurocho. Selama ini ia selalu menyimpan itu dan meminta Suzume menerikan pada Ritsu setelah ia meninggal nanti.
Ia bisa saja memberikan langsung pada Ritsu sekarang atau menitipkan pada suaminya, tapi ia tahu mereka berdua akan menangis, karena itu ia ingin Suzume menyimpannya dan memberikannya nanti. Ia tahu wanita jauh lebih kuat dalam menahan air mata dari pada pria di keluarganya.
suzume sebanarnya sangat sedih, matanya sudah berkaca-kaca tapi ia berusaha menahannya. Ia mengatakan kalau ia adalah anak yang kuat dan akan memberikan itu pada Ritsu juga saatnya tiba nanti, ia tak akan menangis.

Suatu hari, seorang pria asing datang ke Fukurocho. Suzume akan berangkat ke Senkichi Cafe dan merasa mengenai pria itu, tapi ia tidak tahu siapa. Sota juga merasa ia mengenal pria itu dan sempat bertanya apakah pria itu pernah muncul di TV atau bagaimana, tapi pria itu hanya tertawa. Pria itu memberikan kartu nama pada Sota, aku lupa namanya tapi dia dari perusahaan bernama Hit and Run.
Pria itu kemudian muncul di Senkichi Cafe dan tertarik melihat seorang gadis bicara pada boneka anjing disana. Suzume menjelaskan kalau itu adalah service untuk pelanggan cafe mereka. Awalnya pria itu mengejek boneka anjing yang bisa bicara, ia yakin itu hanya kaset. Tapi begitu ia mencoba, si pria itu malah ketagihan karena ada yang menjawab suaranya. Ia penasaran teknologi apa yang digunakan disana.
Saat Pria itu curhat pada ibu Ritsu, tiba-tiba suara ibu Ritsu terdengar aneh. Suzume yang mendengarnya langsung panik dan bertanya apakah ibu baik-baik saja. Tapi suara ibu Ritsu terdengar kesakitan dan Suzume dengan panik melepas celemeknya, berlari meninggalkan Cafe ke rumah keluarga Hagio.

Seperti dugaan, kondisi ibu Ritsu memburuk. Saat Suzume tiba di rumah, Kimika sensei sudah memeriksanya. Ritsu berusaha memasang wajah biasa-biasa saja, tidak menunjukkan kesedihannya dan itu membuat Suzume khawatir. Ibu meminta maaf pada Suzume karena sedang tak enak badan dan Suzume mengatakn ibu tak perlu meminta maaf.
Karena ibu harus istirahat, Suzume kemudian permisi pulang. Ayah Ritsu meminta maaf pada Suzume dan Suzume mengatakan itu bukan apa-apa, ia berharap ibu segera sehat. Setelah Suzume pulang, Kimika sensei bicara dengan serius pada ayah dan Ritsu. Sepertinya keadaan ibu semakin memburuk dan mereka harus bersiap untuk kemungkinan terburuk.

Ritsu masuk ke kamar ibunya dan bicara sebentar kemudian ia meninggalkan rumah. Ia mengatakan pada ayah kalau ibu ingin makan malam bersama-sama malam ini jadi ia akan keluar sebentar.
Ritsu jalan-jalan di Fukurocho dan membeli 2 bungkus strawberry. Ia datang ke Senkichi Cafe tapi kafe sudah tutup. Tidak ada orang disana dan Ritsu masuk meninggalkan catatan disana, sepertinya ia membeli 1 bungkus strawberry untuk Kan-chan.
Aku pikir yang satunya akan diberikan pada ibunya, tapi Ritsu malah makan strawberry-nya disana. Strawberry yang asam tapi terasa manis.
Saat Ritsu mencoba menghabiskan waktu disana, ia menatap Gifu-ken dan tiba-tiba Gifu-ken menyala. Ritsu duduk di hadapan Gifu-ken karena ia tahu yang ada diseberang sana adalah ibunya.
Ritsu curhat pada Gifu-ken mengenai perasaannya. Adegannya lumayan panjang dan membuat air mataku menetes, tapi aku nggak ngerti mereka bicara apa. Yang aku mengerti adalah saat Ritsu mengatakan kalau ia bahagia bisa lahir sebagai putera ibunya dan Ritsu meminta maaf karena dia orangnya cengeng.
Ritsu untuk pertama kalinya menangis, sepertinya ia mencurahkan semua air matanya saat itu dan ibu juga menangis diseberang sana. Ibu kemudian meminta Ritsu untuk pulang karena sudah sore (tapi ibu mengatakan itu sebagai Gifu-ken, kalau nggak salah dia bilang gini 'hari sudah sore, cepat pulang, wang'. Di narasi selanjutnya, sepertinya ibu Ritsu meninggal dunia sore itu.

Di upacara pemakaman ibu Ritsu, istri Ritsu ada disana. Suzume sempat melurik kearahnya, tepat saat istri Ritsu kelihatan sangat bosan dan menguap dibalik sapu tangannya. Suzume hanya diam melihatnya.
Ayah Ritsu kemudian datang mendekati Suzume dan mengatakan pada Suzume kalau ia tak bisa menemukan Ritsu dimanapun. Suzume terdiam dan berfikir, sepertinya ia tahu dimana Ritsu.

Suzume pergi ke pinggir sungai dan sesuai dugaannya ia menemukan Ritsu disana.  Ritsu hanya duduk menatap sungai dalam diam saat Suzume mendekatinya. Ritsu mengatakan kalau ia akan segera kembali.
Suzume hanya diam saja berdiri disamping Ritsu. Ritsu menyuruh Suzume duduk dan Suzume duduk sebentar. Keduanya menatap sungai dalam diam dan kemudian Suzume berdiri. Ia pergi ke sisi lagi dan mulai melempar baru ke sungai.
Suzume ingat kalau hal ini pernah terjadi saat mereka masih kecil. Saat Suzume kehilangan pendnegaran di telinga kirinya, Ritsu hanya diam duduk disampingnya dan menemaninya sampai suasanan hatinya membaik. Jadi Suzume melakukan hal yang sama, ia tidak mengatakan apapun pada Ritsu sampai Ritsu mendekatinya dan keduanya melempar baru bersama-sama ke sungai.

Waktu berlalu setelah hari itu, Suzume kembali ke kehidupan normalnya. Butcha datang ke Senkichi Cafe dan bertanya kenapa hari ini Suzume sendirian, ia tak melihat Kento. Suzume terkejut karena Butcha bertanya seperti itu, apakah Butcha lupa ini hari apa. Butcha kemudian baru ingat.
Hari itu adalah hari dimana Kento dan Reiko meminta izin untuk menikah ke rumah keluarga Nireno. Karena Kento selama ini berada dibawah bimbingan keluarga Nireno, sepertinya Kento ingin ayah dan ibu Suzume untuk menjadi walinya dalam pernikahan nanti. Ayah dan ibu sih dengan senang hati menerimanya jika Kento tidak keberatan.
Kento dan Reiko sepertinya memang sudah deeply in love, nggak ada yang bisa memisahkan mereka. Karena Reiko dan Kento akan menikah, jadi ibu Reiko ingin meminta keluarga Nireno membiarkan Reiko bekerja di cafe, karena katanya Reiko nggak mau pisah dari Kento LOL. Ibu dan ayah nggak bisa menolaknya.

Butcha sedang membaca koran di Senkichi Cafe saat tiba-tiba Suzume merampas koran Butcha karena ia melihat seseorang dalam koran itu. Mantan suami Suzume, Moriyama Ryoji ada di koran itu, sepertinya film Ryohji sukses, jadi dia masuk koran.
Saat Fukurokai ngumpul di cafe tempat biasa mereka ngumpul (lupa lagi namanya lol), Butcha memperlihatkan koran itu pada Nao dan Ritsu. Mereka bertiga memang belum pernah melihat wajah suami Suzume. Suzume kesal sekali karena setelah bercerai dengannya Ryoji kelihatan makin keren HAHAHHAHAHAHA. Butcha mengejek Suzume, mengatakan jangan-jangan Suzume masih menyukai mantan suaminya.
Suzume hanya mendesah mengatakan kalau Ryoji adalah masa lalunya yang menyakitkan. Sepertinya Suzume sudah baik-baik saja karena dia bisa bicara begitu mengenai Ryoji, well, sejak kembali ke Gifu dia udah baik-baik aja sih wkkwkkwkww.
Oia, saat Butcha mengejek Suzume yang sepertinya masih suka sama mantan suaminya, Ritsu melirik gitu wkwkwkkw.
Suzume sebenarnya merasa belakangan Senkichi Cafe kebanyakan pekerja, karena ruangan jadi sempit banged + dia juga malas melihat orang pacaran saat kerja (Kento dan Reiko). Suzume merasa sepertinya dalam waktu dekat ia akan kehilangan pekerjaan lagi, poor Suzume.

Suzume dan Ritsu pulang bersama-sama. Ritsu mengatakan pada Suzume kalau ia akan kembali ke Osaka dan membuat Suzume terdiam. Ritsu mengatakan alasan kenapa ia kembali ke Gifu adalah karena ibunya sakit, jadi sekarang ia sudah seharusnya kembali ke Osaka. Suzume bertanya kapan Ritsu akan pulang dan Ritsu mengatakan harinya, cuma aku lupa hari apa tapi kayaknya dalam beberapa hari.
Suzume dan Ritsu hanya berjalan dalam diam setelah itu.
Aku sebenarnya agak bingung, atau aku yang kurang memperhatikan selama ini. Katanya Ritsu kan kerja di Nagoya, dia pulang balik dari Gifu selama ibunya sakit. Kalau Suzume balik ke Osaka, bukannya makin jauh dari Nagoya ya? Apakah Ritsu juga pulang balik dari sana? Atau Ritsu kerja di Nagoya cuma sebentar aja selama ibunya sakit? atau aku yang salah, rumah Ritsu dan keluarga di Nagoya atau Osaka sih? Dulu sih Osaka lol.

Di rumah keluarga Nireno, Ayah, ibu, Sota, Istri Sota, Daichi dan Kan-chan sedang menonton TV. Sepertinya ada pertandingan figure skating dimana perwakilan Jepang saat itu adalah Asada Mao. Asada Mao terkenal dengan triple axel jumps. Kan-chan jatuh cinta saat melihat lompatan Mao dan mengatakan kalau ia bisa melakukan itu.
Ayah dan ibu hanya tertawa tapi mereka juga ingin melihat Kan-chan yang tertarik pada figure skating. Kan-chan kemudian mencoba lompatan Mao dan seluruh keluarga sangat terkejut karena Kan-chan bisa melakukannya. Kalau nggak salah sih Kan-chan bisa melakukan lompatan khas Mao itu (tapi aku dengar narasi mengatakan double axel jumps gitu, apakah saat itu Mao masih melakukan double axel jumps, atau karena Kan-chan baru bisa melakukan double axel jumps, intinya sih Kan-chan punya bakat gitu).
Tentu saja hal itu membuat keluarga tidak percaya Kan-chan punya bakat dalam figure skating.
Saat Suzume kembali, ayah sudha heboh banged dan dia bingung apa yang terjadi. Narasi akhir minggu ini mengatakan lompatan Kan-chan itu akan mengubah jalan hidup Suzume.

-To Be Continued-

Komentar:
Sebenarnya aku sudah merasa jalan cerita drama ini melebar kemana-mana LOL. Setelah minggu lalu kita kehilangan kakek Suzume, minggu ini kita kehilangan Wako-san atau ibu Ritsu. Tapi beneran sih, adegan ibu Ritsu dan Ritsu minggu ini benar-benar membuat aku menangis. Meski aku nggak terlalu mengerti apa yang mereka bicarakan, tapi karena akting keduanya bagus banged, jadi terasa menusuk hati T_T.
Sedih sekali satu per satu tokoh drama ini mulai menghilang dan akan ada tokoh yang meninggal lagi, sepertinya sih bukan minggu depan, minggu satunya.

Hubungan Ritsu dan Istrinya sudah kelihatan nggak baik sejak beberapa minggu lalu, istri Ritsu nggak peduli sama mertuanya, kelihatan banged. Mungkin itu adalah alasan kenapa mereka bercerai nantinya. Dalam kotak peninggalan ibu Ritsu yang ia titipkan pada Suzume, ada sebuah surat dari ibu Ritsu dan sepertinya itu adalah harapan terakhir sang ibu. Itu juga akan mengubah jalan hidup Ritsu.
Suzume dan Ritsu akan berpisah sekali lagi minggu depan dan seperti preview untuk minggu depan, keduanya pelukan (dan mungkin kissu) sebelum mereka berpisah?
Aku spoiler sedikit, Ritsu akan pergi ke Amerika untuk memenangkan hadiah nobel sementara Suzume akan kembali ke Tokyo demi mendukung impian puterinya yang ingin meraih medali seperti Asada Mao.
Kalau nggak salah sih mereka berpisah selama 2 tahun dan setelah bertemu lagi nantinya, perubahan besar dalam hidup Suzume akan dimulai.

Padahal aku suka banged sama Kan-chan dan Tsubasa, tapi kok adegan mereka berdua dikit banged ya. Padahal aku pengen melihat mereka main berdua gitu. Pengen ada benih cinta baru AHHAAHAAHHA.
Benih cinta baru malah terasa cepat untuk kento dan Reiko, harusnya mereka lebih banyak adegan lagi. Tapi sepertinya sih nanti bakalan ada episode special mereka berdua atau Butcha-Nao. Biasanya setelah asadoranya tamat akan ada episode special gitu, tapi nggak semua asadora sih.
Pria aneh yang muncul di Fukurocho yang tertarik pada Gifu-ken itu nantinya akan mengubah kehidupan Suzume. Pria itu menyukai ide Suzume dan bahkan mau membeli mahal Gifu-ken, tapi kayaknya Suzume nggak mau menjualnya, ia malah meminta hal lain pada pria itu.
Pria itu juga akan sangat membantu kehidupan Suzume di Tokyo nantinya. Tokoh baru akan muncul minggu depan, tentu saja tokoh-tokoh yang mempunyai keunikan masing-masing.

Masato alias Maa-kun akan kembali muncul dalam drama ini. Meski bukan minggu depan sih HAHAHAHA. Suami Suzume juga akan kembali muncul dan minta balikan, nanti setelah Suzume dan Ritsu ketemu lagi hhohohohohoho. Ritsu dan Suzume akan membuat sebuah perusahaan baru nantinya yang akan menutup drama ini. HUWAAAAAAAAAAa, drama ini akan berakhir pada bulan september, tinggal 5 minggu lagi nih.
Tapi aku juga nggak sabar pengen nonton Manpuku XD XD XD
Aku masih ragu apakah aku akan membuat sinopsis Manpuku atau tidak LOL. Membuat sinopsis asadora ini cukup berat HAHAHAHA.


Share:

2 comments:

  1. Seneng banget dapat blog ini karena dari dlu sudah penasaran dan meskipun bisa nonton tapi gak ada subs nya jadi kadang gak ngerti�� Lanjutkan mbak! Semoga yg Manpuku jg sanggup untuk bikin sinopsis nya hehe ��

    ReplyDelete
  2. Salut banget sama kakak, soalnya pasti berat banget bikin sinopsis asadora yg episodenya puanjang, hahhaha...
    Love kakak,, semangat terus. . ❤️❤️❤️❤️

    ReplyDelete

Translate

Follow by Email

NOTE:

DILARANG RE-UPLOAD / COPY PASTE TULISAN DI BLOG INI!

JIKA INGIN SHARE, CUKUP LINK KE POSTINGANNYA SAJA, BUKAN ISINYA!


Follow Clover Blossoms on Twitter

[Trivia] Japanese Movie Recommendations List

Karena ada banyak yang menanyakan rekomendasi untuk J-Movie, jadi aku memutuskan untuk membuat list rekomendasi Japanese Movi...

Recent Posts

Recent Posts Widget

Popular Posts This Week

Actor / Actress

Airi Matsui Ando Sakura Anna Ishii Aoi Miyazaki Aoi Morikawa Aoi Wakana Aoi Yu Aom Sushar Araki Yuko Bebe Tanchanok Chen Duling Chiba Yudai Chinen Yuri Choi Ara Daiki Shigeoka Dori Sakurada Eikura Nana Eita Elaiza Ikeda Fukushi Sota Fuma Kikuchi Fumi Nikaido Furuhata Seika Gao Zhi Ting Go Kyung Pyo Gong Yoo Gou Ayano Han Seung Yeon Han Yeri Hana Sugisaki Haru Kuroki Haruka Fukuhara Haruma Miura Haruna Kawaguchi Hasegawa Hiroki Hashimoto Ai Hashimoto Kanna Hayami Akari Hayato Isomura Hikari Mitsushima Hirano Sho Hiroki Narimiya Hirose Alice Hirose Suzu Honoka Yahagi Horii Arata Hu Yi Tian Hwang Jung Eum Hyeri Igawa Haruka Imada Mio Inoue Mao Ishihara Satomi Jang Se Hyun Jeon Ji Hyun Ji Soo Ji Woo Joo Won Jun Shison Jung Ryu Won Jung So Min Kaku Kento Kamiki Ryunosuke Kaname Jun Kanichiro Kasumi Arimura kawakami juria Kei Tanaka Kengo Kora Kentaro Kento Hayashi Kento Nagayama Kim Go Eun Kim Ji Won Kim Min Suk Kim So Hyun Kim Soo Hyun Kim Tae Ri Kim Woo Bin Kim Yoo Bin Kim Yoo Jung Kim Yoo Mi Kinami Haruka Kitamura Takumi Kiyohara Kaya Kiyohara Sho Komatsu Nana Koseki Yuta Kou Shibasaki Kubota Sayu Kudo Asuka L Lee Bo Young Lee Chung Ah Lee Dong Hwi Lee Dong Wook Lee Gi Kwang Lee Jong Suk Lee Joon Lee Soo Hyuk Lee Yoo Jin Mackenyu Mahiro Takasugi Maika Yamamoto Maki Horikita Mamiya Shotaro Marie Itoyo Masahiro Higashide Masaki Okada Masaki Suda Masataka Kubota Matsumoto Jun Mayu Matsuoka Mei Nagano Mikako Tabe Mike D angelo Min Do Hee Minami Hamabe Mio Yuki Mirai Moriyama Mirai Shida mirai suzuki Mitsuki Takahata Mitsushima Shinnosuke Miwa Miyu Yoshimoto Mizuki Yamamoto Moe Arai Mone Kamishiraishi Mugi Kadowaki Nadine Lustre Nagasawa Masami Nakajima Kento Nakamura Tomoya Nao Nao Matsushita Nijiro Murakami Nounen Rena Osamu Mukai Otani Ryohei Park Bo Gum Park Eun Bin Park Hae Jin Park Seo Joon Park Shin Hye Pattie Ungsumalynn Phan Pagniez Reina Visa Rena Matsui Riho Yoshioka Rina Kawaei Ryo Ryusei Ryo Yoshizawa Ryoma Takeuchi Ryota Katayose Ryu Hwa Young Ryu Jun Yeol Sagara Itsuki Sairi Itoh Saito Takumi Sakaguchi Kentaro Sakuma Yui Sakurako Ohara Sato Kanta Satoshi Tsumabuki Seino Nana Seo Hyun Jin Seto Koji Shen Yue Shim Eun Kyung Shimon Okura Shin Hyun Soo Shirota Yuu Shohei Miura Shono Hayama Shuhei Nomura Shunya Shiraishi sometani shota Son Seung Won Song Ha Yoon Suga Kenta Sun Woong Suzuki Ryohei Suzy Taiga Taishi Nakagawa Takahashi Issei Takanori Iwata Takayuki Yamada Takeru Sato Takuya Kusakawa Tamaki Hiroshi Tao Phiangphor Tasuku Emoto Tomoshita Yamashita Tori Matsuzaka Toyokawa Etsushi Tsubasa Honda Tsuchiya Tao Ueno Juri Yamazaki Kento Yamoto Yuma Yo Oizumi Yoo In Na Yoo Seung Ho Yook Sung Jae Yoon Park Yoon So Hee Yoshine Kyoko Yosuke Sugino Yu Aoi yua shinkawa Yui Aragaki Yuina Kuroshima Yuki Furukawa Yuki Izumisawa Yuki Yamada Yukino Kishii Yuko Oshima Yuna Taira Yuriko Yoshitaka Yuta Hiraoka Yuya Matsushita Yuya Yagira

Drama / Movie

99.9 A Love So Beautiful A Story of Yonosuke Age of Youth 2 Always Sunset on Third Street amachan Anikoma Anohana Anone Ao Haru Ride Arbitratily Fond Asa ga Kita Ashi Girl At Cafe 6 Beppin-San Biscuit Teacher and Star Candy Bittersweet Boku Dake ga Inai Machi Boku no Ita Jikan Boukyaku no Sachiko Bubblegum Cafe Waiting Love Carnation Chia Dan Chihayafuru Chugakusei Nikki Churasan Crybaby Pierrot's Wedding Crying Out Love in the Center of the World Daily Lives of High School Boys Dating DNA Departures Eulachacha Waikiki Evergreen Love Father is Strange Fight Fleet of Time Forever Young Frankenstein no Koi From Five to Nine Gakko no Kaidan Gegege no Nyobo Gochisousan God Gift Good Morning Call Good Morning Call 2 Goon Ju Hana and Alice Hana Nochi Hare Hanako to Anne Hanbun Aoi Haruchika Hirunaka no Ryuusei Hirune Hime Hiyokko Honey and Clover Hot Road Hyouka I Love You in Tokyo I Want to Eat Your Pancreas If We Were A Season Itakiss LIT Itakiss LIT S2 Itakiss Movie Kahogo no Kahoko Kakegurui Kaze no Haruka Keiji Yugami Kidnap Tour Kiki Delivery Service Kimi no Na Wa Kingyo Club Kiss Me Thailand Koe no Katachi Koinaka Kuragehime Linda Linda Linda Little Forest Love Letter Lucky Romance Ma Boy Man From The Stars Manpuku March Comes in Like a Lion Mare Massan May Who? Meteor Garden 2018 Moriyamachu Driving School My Huckleberry Friends My Husband Can Not Work My Little Sweet Pea My Old Classmate Nagi no Asukara Narratage Natsuzora Nodame Cantabile Oboreru Knife Ohisama Omotesando On The Wings of Love One Million Yen Girl One Week Friends Operation Love Orange Orange Days Ore Monogatari Our Little Sister Our Times Peach Girl Pinocchio Princess Hours Thailand Rage Rainbow Song ReLIFE Reply 1988 Romance Full of Life Sannin No Papa she was pretty Shigatsu wa Kimi no Uso Sing Salmon Sing Solanin Sound of Your Heart Splish Splash Love Ssam My Way Strobe Edge Sukina Hito ga Iru Koto Teiichi no Kuni Tenno no Ryoriban The 100th Love The Anthem of the Heart The Best Hit The Great Passage The Left Ear The Woodsman and The Rain The World of Us Today's Kira-kun Todome no Kiss Toki wo Kakeru Shojo Tokyo Tarareba Girls Tomorrow Cantabile Tonari no Kaibutsu-kun Toto Nee Chan Twenty Years Old Twilight Saya in Sasara Uchiage Hanabi Under the Hawthorn Tree Unnatural Wakamonotachi Warotenka We All Cry Differently What A Wonderful Family While You Were Sleeping Wise Prison Life Wood Job Yellow Elephant Yesterday Once More Your Lie in April Youth Over Flowers

Blog Archive

Recent Comments

Random Posts