Tuesday, 29 January 2019

[Sinopsis] When We Were Young Episode 11

Drama ini temanya memang slice of life sih, tapi belakangan terasa banged plotnya makin lambat dan mungkin itu penyebab aku mulai kehilangan mood buat nontonnya. HAHAHAHAHHAHA. Semoga aku masih mood nulis sinopsis sampai akhir, soalnya kurang semangat beberapa waktu belakangan ini. Di episode 11 ini temanya adalah Hero atau pahlawan.

Sinopsis When We Were Young Episode 11: Hero

Yang Xi sedang fokus menonton drama di TV saat Li Yu merengek minta makan. Li Yu masih sakit dan menggunakan alasan itu untuk bermanja-manja pada Yang Xi, katanya dia masih sakit dan nggak bisa berjalan ke dapur. Yang Xi awalnya tetap nggak mau tapi Li Yu terus berteriak memanggil namanya dan Yang Xi jadi kesal sendiri. Akhirnya ia ke dapur mengambil makan, meletakkan di meja dan kabur lagi ke depan TV. Padahal tadinya Li Yu mau minta disuapin LOL.
Saat Yang Xi akan fokus nonton lagi, telpon berdering dan Yang Xi terpaksa mengangkatnya. Itu telpon dari He Mei dan Yang Xi bersemangat apakah He Mei nggak nonton episode 21 dari drama adaptasi novel favorite Yang Xi. Yang Xi sibuk memuji aktor yang main drama itu dan kesal karena artis utamanya kelihatan tua wkkwkwkwkwkkw.
He Mei mengatakan ia tidak bisa menonton hari ini, kemarin ia ketahuan menonton TV dan ibunya memindahkan TV ke rumah bibinya. Parah HAHAHHAHAHA.
Yang Xi bertanya kapan He Mei akan dibebaskan orang tuanya dan He Mei mengatakan wali kelas sudah menemui ibunya dan sepertinya ia akan kembali sekolah setelah liburan selesai (kalau nggak salah sekolah libur karena cacar sedang menyebar).
He Mei mengeluh karena orang tuanya masih saja mencarikannya tutor dan kali ini bahkan ayahnya akan memilih dari rekan kerjanya sendiri.

Saat Yang Xi asik mengobrol di telpon, tiba-tiba Li Yu berteriak minta air minum HAHHAHAHAHA. Yang Xi memainkan matanya, kesal banged sama Li Yu. Yang Xi cuek pada panggilan Li Yu dan suara Li Yu makin keras mengatakan ia ingin ke kamar mandi HAHAHAHHAHAAHA.
He Mei nggak tahu kalau Li Yu menginap di rumah Yang Xi dan bertanya kenapa kok ada suara Li Yu. Yang Xi akhirnya menyerah dan meletakkan telpon, kemudian dengan wajah kesal masuk ke kamarnya dimana Li Yu menginap.
Li Yu takut gitu dengan wajah Yang Xi yang seram. Yang Xi yang kesal menutup Li Yu dengan selimut dan mulai menggelitiknya, menimpanya mengatakan pada Li Yu untuk tidak berteriak seperti tadi lain kali.

Malam harinya, Yang Xi menonton TV lagi dan ada aktor yang main di drama fav-nya itu. Ia bertanya pada ibunya bukankah aktor itu tampan tapi ibu malah bilang dia mirip monyet HAHHAHAHAHA.
Ayah keluar dari kamar mandi dan kipas-kipas biar nggak bau, aku pikir ayah baru BAB, ternyata dia merokok di kamar mandi dan ibu mengomeli ayah karena ayah merokok banyak banged padahal ada anak-anak di rumah.
Tak lama kemudian abang Yang Xi datang membawa sesuatu dalam kardus, kayaknya berat banged jadi Hua Biao yang melihat membantu abang membawa benda itu ke rumah.
Yang Xi senang banged Hua Biao datang dan memperkenalkan Hua Biao pada orang tuanya. Hua Biao datang untuk mengajar Yang Xi, malam itu giliran Yang Xi.
Karena Hua Biao teman Yang Xi, ibu langsung dengan ramah mengajaknya ikut makan malam tapi Hua Biao menolak karena wali kelas sudah mengatakan pada Hua Biao untuk tidak ikut makan malam dengan keluarga dari teman sekelas yang diajarnya.
Ibu Yang Xi tetap memaksa karena Hua Biao butuh tenaga untuk mengajar Yang Xi, karena kalau Hua Biao nggak makan, Hua Biao akan kesulitan mengajar Yang Xi yang punya IQ rendah itu HAHAHAHAHAHAH.
Hua Biao tetap menolak mengatakan kalau dia sudah makan malam di rumah tapi perut Hua Biao nggak mau kerja sama dan malah bunyi kwkkwkwkwkw. Akhirnya ia tetap harus ikut makan malam bersama keluarga Yang Xi.

Li Yu sebenarnya ingin ikut makan malam juga tapi ibu melarang karena Li Yu masih sakit, belum boleh makan makanan berat. Ibu mengatakan ia akan memasakkan Li Yu bubur nanti.
Hua Biao mengingatkan Yang Xi kalau ia dilarang merepotkan keluarga teman sekelas yang ia ajar dan Yang Xi mengatakan kalau ia bukan teman sekelas Hua Biao tapi teman baik.
Keluarga YAng Xi dan Hua Biao makan bersama. Abang Yang Xi suka banged sama Hua Biao karena ini adalah pertemuan pertama mereka tapi Hua Biao mau membantunya membawa barang berat. Abang bahkan membandingkan kebaikan Hua Biao dan Er Tiao yang cuma mau membantu kalau ada maunya wkkkwkwkw.
Yang Xi ikutan nimbrung, kalau ia lebih baik dari Er Tiao, ia tidak akan pernah mendekati abangnya bahkan jika ia menginginkan sesuatu. Abang kesal banged melihat Yang Xi.
Yang Xi merasa ada aroma aneh di rumah mereka dan ibu menatap ayah dengan kesal karena itu aroma asap rokok, ia yakin ayah merokok lebih dari 3 batang di kamar mandi.
Abang Yang Xi menggunakan kesempatan itu untuk mengeluarkan penemuannya, sesuatu seperti rokok yang nggak akan membahayakan kesehatan. Ibu kesal karena abang Yang Xi membuat sesuatu yang nggak berguna lagi dan ingin dia mulai fokus karena tahun depan abang Yang Xi sudah jadi mahasiswa senior, jadi harus fokus skripsi.
Abang yang xi bergumam kalau awalnya sama sekali nggak ada yang mengerti Einstein dan ia merasa kalau ia mengerti perasaan Einstein saat itu lol.

Hua Biao hanya diam saja mendengarkan percakapan keluarga Yang Xi. Ibu baik banged sama Hua Biao, ia bahkan memberikan telur pada Hua Biao dan Yang Xi merasa iri karena ibu nggak mau memberi padanya. Saat Yang Xi meminta ibu malah menyuruh Yang Xi memakan tomat HAHAHAHHAHA.
Abang Yang Xi mengambil limun di kulkas dan memberikan pada Hua Biao dan Yang Xi, kemudian ia merasa ada sesuatu di celananya dan meminta Yang Xi melihatnya. Yang Xi sih percaya aja sampai abangnya buang angin tepat di wajahnya dan Yang Xi kesal banged. Yang Xi marah dan mulai menghajar abangnya, Yang Xi nggak bisa dianggap remeh juga nih, dia kuat HAHAHAHA.
Hua Biao menatap ayah dan ibu apakah keduanya nggak akan menghentikan YAng Xi dan si abang, tapi ayah dan ibu malah sibuk berdua seolah-olah mereka nggak mendengar pertengkaran Yang Xi dan abangnya HAHAHHAHHAHHAHA.
Sepertinya sih hal itu sering terjadi dan ibu menyuruh Hua Biao fokus sama makanannya saja, yang dua itu nggak perlu dipikirkan wkkwkwkw.

Saat keluarga YAng Xi makan malam, Li Yu kembali ke rumahnya untuk menelpon ibunya untuk mengatakan pada ibunya kalau ia sedang sakit dan tinggal di rumah YAng Xi.
Saat ia mengobrol dengan ibunya, ia mendengar suara tawa yAng Xi dan Hua Biao dari rumah Yang Xi. Yang Xi dan Hua Biao sedang main-main saat belajar. Ibu yang mendengar berteriak dari kamar agar keduanya fokus belajar. Jadi keduanya tetap main tanpa suara.
Hua Biao mengatakan kalau ia iri pada keluarga YAng Xi, pasti menyenangkan punya banyak anggota keluarga. Yang Xi mengatakan Hua Biao nggak perlu cemburu, karena lebih banyak anggota keluarga akan lebih banyak mata yang mengawasi.
Abang Yang Xi keluar dari kamarnya dan menyuruh Yang Xi tidur di rumah Li Yu malam ini karena ia ingin menggunakan kamarnya. (Jadi, Li Yu tidur di kamar Yang Xi karena sakit, Yang Xi tidur di kamar kakaknya, karena kakaknya pulang tentu saja kakaknya nggak ada tempat tidur makanya nyuruh Yang Xi tidur di rumah Li Yu aja).
YAng Xi kesal banged dan berteriak pada ibu kalau abang menyuruhnya tidur di rumah Li Yu malam ini dan ibu balik teriak suruh abang tu pulang ke asrama kampus aja HAHHAHAAHAHAHAHAHA.
Abang kesal dan bertanya apakah benar ia anak kandung di rumah ini hehehehehehhe. Abang megingatkan Yang Xi untuk tidak menyentuh barang-barangnya. YAng Xi mengatakan kalau ia juga nggak niat menyentuh apapun karena kamar abangnya seperti rumah anjing. Abang membalas, mending rumah anjing dari pada kamarmu seperti kandang babi HAHAHHAHHAH.

Setelah abang Yang Xi pergi, Hua Biao mengatakan pada YAng Xi kalau Er Tiao sudah sembuh dari cacar dan mengajaknya main game malam ini. Pemilik tempat main game baru beli 4 mesin baru dan Er Tiao sudah merentalnya sepanjang malam. Hua Biao mengatakan kalau Yang Xi nggak bisa keluar siang hari dna bertanya apakah Yang Xi mau keluar malam ini.  YAng Xi berfikir. Hua Biao mengatakan lagi kalau dengan mesin itu, YAng Xi bisa internetan, membaca berita, juga main game dan terlebih lagi bisa chatting. YAng Xi jadi sangat tertarik dan mengatakan kalau ia akan ikut.
Hua Biao kemudian mengatakan kalau Yang Xi harus bosa menjawab 10 pertanyaan dengan benar baru boleh ikut dan Yang Xi setuju. Yang Xi mungkin nggak pintar dalam matematika atau bahasa inggris, tapi dalam pengetahuan sejarah, YAng Xi bisa dibilang nomer 1, karena ia suka baca novel HAHHAAAHAHHHA.
IA bisa menjawab semua pertanyaan sejarah Hua Biao dan bahkan mengajukan pertanyaan pada Hua Biao dan Hua Biao nggak bisa menjawabnya. Hua Biao mengakui kalau Yang Xi akhirnya punya sesuatu untuk dibanggakan wkkwkkwkkww.
Hua Biao jadi tertarik pada novel sejarah dan meminta Yang Xi meminjamkannya novel, Yang Xi setuju.

Tengah malam, jam 12.30 malam, YAng Xi mengendap-endap keluar dari rumahnya. Lucunya, Yang Xi berusaha membuka pintu tapi nggak bisa. Ternyata di luar, abangnya juga berusaha membuka pintu tapi nggak bisa. Karena mereka sama-sama membuka jadi pintunya nggak terbuka HAHAHAHAHA.
Akhirnya Yang Xi menggunakan cara lain untuk keluar rumah, yaitu dari jendela kamarnya. Ia masuk dima-diam dan berusaha tidak membuat suara agar Li Yu yang tidur tidak terbangun.
Ia berhasil keluar dari jendela dan akan turun dengan hati-hati dari atap. Abangnya juga membawa meja dan berusaha masuk ke rumah melewati kamar Yang Xi jadi mereka ketemu disana. Saat Yang Xi akan turun dan abangnya akan naik HAHAHHAHAHA.
Mereka tentu saja sama-sama kaget dan saling bertanya mau kemana malam-malam begini, Yang Xi nggak menjawab dan meminta abangnya jangan mencampuri urusannya.
Hua Biao datang dengan sepeda tak lama kemudian dan Yang Xi memberi aba-aba untuk menunggu. Abangnya melihat hal itu dan berfikir Yang Xi akan kencan sama Hua Biao wkkwkkwkwk.
Yang Xi tentu saja membantah dan meminta abangnya membiarkannya turun, kalau nggak ia akan melapor sama ibu kalau abangnya masuk ke rumah dari jendela kamarnya wkkwkwwwkkw. Abang kesal karena Yang Xi mengancam dan menuduh YangbXi sengaja mengunci pintu, Yang Xi malah menuduh abangnya yang mengunci pintu. Abangnya mengatakan dia nggak gila, nggak mungkin dia mengurung dirinya sendiri di luar. Yang Xi membalas nggak ada yang tahu apa yang ada dipikiran orang gila HAHAHAHAHAHA.
Gara-gara kata 'orang gila' itu, keduanya jadi bertengkar dan Yang Xi menendang kakanya kemudian mereka berdua terjatuh ke bawah HAHAHAHHAAH.

Karena suara ribut itu, Li Yu terbangun dan melihat ke jendela. YAng Xi dan abangnya masih bertengkar karena abangnya mengatakan Yang Xi berat banged kayak babi dan Yang Xi sangat kesal, ia mengatakan ia akan menantang abangnya saat ia pulang nanti.Yang Xi segera berlari ke sepeda Hua Biao dan Li Yu bertanya kemana mereka akan pergi.
Keduanya nggak menjawab dan cuma melambaikan tangan pada Li Yu sementara abang Yang Xi teriak kalau ia akan mengatakan pada ibu Yang Xi pergi nge-date HHAHAAAHHAHA.
Li Yu kayaknya sih percaya kalau keduanya nge-date wkkwkwkkkw
Abang Yang Xi berhasil masuk rumah dan langsung menuju kamarnya. Jadi barang yang ia bawa tadi yang dibantu oleh Hua Biao adalah komputer. Ia cukup cerdik menyembunyikan komputer itu di lemari HAHAHAAHAHHHAHA.

Yang Xi, Hua Biao dan Er Tiao sudah di tempat main game dan mereka asik banged mencoba komputer baru di tempat main game itu. YAng Xi sibuk browsing gambar drama favoritenya, Hua Biao kayaknya browsing pelajaran? dan Er Tiao lebih suka browsing masalah politik.
Mereka benar-benar menghabiskan waktu di tempat main game itu sampai jam 7 pagi, hari sudah terang.
Di rumah, Yang Xi menceritakan apa yang ia lakukan tadi malam, selain browsing, Yang Xi juga chat dengan sesama penggemar drama dan Yang Xi sangat bersemangat menceritakannya pada Li Yu. Li Yu kelihatan nggak ngerti apalagi saat Yang Xi menayakan beberapa istilah dan Li Yu nggak bisa jawab, Yang Xi juga nggak mau mengatakannya.

Li Yu berakhir dengan menceramahi Yang Xi karena selama liburan ini kerjaan Yang Xi nonton TV di siang hari, dan sekarang malam hari dia bahkan ke tempat main game.
Li Yu mengingatkan Yang Xi beberapa hari lagi mereka sekolah dan akan ada ujian. Li Yu mengatakan ia sudah sembuh dan akan mulai mengajari Yang Xi lagi. Yang Xi kesal sekali karena ceramah Li Yu. Li Yu ternyata masih penasaran dengan istilah yang dikatakan Yang Xi dan bertanya apa arti 886. Yang Xi yang sedang kesal mengatakan ia tak akan mengatakan artinya pada Li Yu wkwkkwkwkw.

Kalau Yang Xi sibuk nonton TV saat siang hari, Hua Biao punya kesibukan lain. Ia pergi ke danau? sungai? dan mencari kepiting. Ia bahkan mengganggu orang yang sedang kencan di perahu bebek demi kepiting HAHHAHAAAHHA. Ia juga menemukan beberapa ikan mas kecil di sana dan membawanya pulang.
Malam harinya, Yang Xi datang berkunjung ke rumah Hua Biao dan Hua Biao tampak senang karena ia baru akan ke rumah Yang Xi. Yang Xi mengatakan ia menunggu Hua Biao berjam-jam tapi nggak muncul, ia juga menelpon tapi nggak diangkat. Hua Biao mengatakan ia baru kembali ke rumah dan makan malam, kalau nggak dia pasti akan dipaksa makan malam lagi di rumah Yang Xi. Yang Xi mengatakan sepertinya ibunya benar kalau Hua Biao malu makan di rumah mereka, makanya ibunya membungkuskan makanan untuk Hua Biao. Hua Biao menatap Yang Xi. Yang Xi mengatakan kalau ia sudah jauh-jauh membawanya, kalau dibuang sayang jadi Hua Biao harus memakannya. Hua Biao akhirnya menerimanya.
Hua Biao kemudian memperlihatkan sesuatu, kepiting dan ikan yang ia tangkap tadi. Yang Xi senang banged melihat ikan mas itu. Mereka memasukkan ke tempat kaca gitu dan Hua Biao menceritakan saat pertama kali ia melihat itu ia merasa ikan itu mirip Yang Xi, makanya ia menangkapnya HAHAHAHAHAHAH.
YAng Xi kesal karena itu dan mengatakan kalau ikan satunya kelihatan mirip Hua Biao. Hua Biao mengatakan kalau itu mirip dengannya artinya ikan itu adalah ikan paling tampan di dunia LOL.

Hua Biao mengatakan makanan yang dibawa YAng Xi tadi akan ia berikan pada neneknya. Ia akan memberikan kepiting yang ia tangkap untuk keluarga YAng Xi. Yang Xi awalnya nggak enak dan Hua Biao mengatakan ia selalu menangkap kepiting tiap tahun dan ia sudah bosan memakannya, karena setiap ia menangkapnya ia akan menghabiskan sendiri, neneknya nggak boleh makan kepiting karena penyakit rematik.
YAng Xi mengatakan kalau ia bisa dengan cepat makan kepiting dan mengajak Hua Biao untuk berkompetisi, kalau ia menang maka hari ini nggak ada tutori dan mereka langsung ke game center tapi kalau Hua Biao menang, hari ini mereka nggak akan ke game center. Hua Biao mengatakan YAng Xi sebaiknya jangan menangis kalau ia kalah nanti dan YAng Xi mengatakan ia tak akan kalah.
Jadi mereka mulai lomba makan kepiting dan Yang Xi memenangkan pertandingan itu.

Wali kelas sedang di rumah Huang Cheng Cheng tapi Cheng Cheng nggak pulang-pulang dari tempat les baletnya. Ibu benar-benar merasa bersalah pada wali kelas, karena sudah larut wali kelas harus pulang dan meminta ibu untuk menyuruh  Cheng Cheng mengerjakan soal yang sudah ia tinggalkan.
Cheng Cheng ternyata datang ke rumah Li Yu, Li Yu mneunggunya dibawah. Li Yu kesal sekali karena Cheng Cheng menelpon akan datang padahal ia sudah memberitahu Cheng Cheng ia tinggal di rumah Yang Xi dan orang tua Yang Xi selalu di rumah, jadi jika Cheng Cheng datang ia hanya akan membuat posisinya jadi sulit.
Cheng Cheng mengatakan kalau ia datang hari ini untuk menanyakan sesuatu pada Cheng Cheng. Cheng Cheng mengingatkan Li Yu kalau Li Yu mengatakan ia menyukai seseorang dan  bertanya apakah orang itu adalah Yang Xi?
Li Yu diam saja. Cheng Cheng bertanya lagi dan Li Yu membenarkan. Cheng Cheng kemudian meminta Li Yu untuk menyatakan perasaannya pada Yang Xi.
Cheng Cheng mengatakan pertemuan pertama mereka sebenarnya bukanlah hari pertama masuk sekolah, tapi saat acara bakat para siswa. Hari itu LI Yu berpidato didepan para siswa dan guru, Cheng Cheng mengintip dari luar dan jatuh cinta pada pandangan pertama.
Ia mengatakan pidato Li Yu saat itu sangat jujur dan itu yang membuatnya menyukai Li Yu. Ia tak suka Li Yu yang sekarang tidak jujur, setidaknya dibandingkan dengannya yang jujur pada perasaannya. Ia tidak mengerti kenapa Li Yu takut menyatakan perasaan pada Yang Xi dan memendamnya selama ini. Jika ia jadi Li Yu ia pasti sudah mengatakannya sejak dulu, karena tidak ada alasan untuk tidak jujur.
Meskipun Li Yu nggak bisa mengatakannya dengan kata-kata, Li Yu bisa melakukannya dengan tindakan. Li Yu diam saja.

Cheng Cheng mengatakan ia mengatakan ini bukan berarti ia menyerah akan cintanya pada Li Yu, ia hanya ingin Li Yu jujur pada Yang Xi dan mungkin saja Yang Xi bilang tidak, jadi ia masih ada harapan.
Cheng Cheng bertanya siapa saja yang tahu kalau Li Yu menyukai Yang Xi dan Li Yu mengatakan hanya Cheng Cheng, hal itu saja sudah membuat Cheng Cheng bahagia. Li Yu meminta Cheng Cheng merahasiakan hal itu dan Cheng Cheng menyetujuinya dengan syarat mereka harus menjadi teman, jika LI Yu nggak mau ia akan langsung membongkar rahasia LI Yu HAHAAHHAHA.
Li Yu akhirnya setuju dan Cheng Cheng mengatakan teman itu harus mendukung satu sama lain, jadi mulai sekarang setiap selasa, kamis dan jumat, setelah les balet ia ingin LI Yu mengajarinya. HAHHAHAHAAHAAHAHA. Cerdik banged.
Li Yu bertanya apakah Cheng Cheng sudah pernah kena cacar dan Cheng Cheng mengatakan kalau ia sudah pernah, tapi dari cara bicaranya sih tahu banged Cheng Cheng bohong. Dan begitulah, sepertinya Li Yu akan mengajari Cheng Cheng mulai dari sekarang.

Yang Xi dan Hua Biao tiba di game center dan Er Tiao sudah disana bersama Li Yu. Yang Xi bingung kenapa Li Yu ada disana dan Li Yu mengatakan dia juga ingin ikut main karena penasaran arti 886 itu HAHAHHAHAHAHA.
Dan mereka berempat mulai main komputer, fokus banged. Saat itu pemilik masuk dan melihat mereka kemudian ia menelpon seseorang. Ternyata kepala sekolah sudah bekerja sama dengan pemilik game center kalau ada siswa SMA mereka yang main kesana, pemilik harus menelpon.
Untungnya saat kepala sekolah akan masuk, Li Yu melihatnya dan mengatakan pada yang lain, jadi mereka sembunyi dibawah meja. Karena mereka akan ketahuan kalau terus sembunyi, mereka memutuskan untuk kabur. Cheng Cheng dan Yang Xi menggunakantopi hoodie mereka untuk menutupi kepala dan Hua Biao menghitung untuk memberi aba-aba.
Begitu hitungan 3 2 1, mereka berusaha kabur dari kepala sekolah, tapi sayangnya Er Tiao tersandung dan jatuh. Ketiga temannya udah diluar dan nggak sadar Er Tiao nggak ada, karena mereka fokus pada sepeda masing-masing dan kabur sekuat tenaga dari sana.

Er Tiao tentu saja langsung tertangkap oleh kepala sekolah dan ia diomeli. Er Tiao sempat minta maaf tapi ujung-ujungnya minta izin main lagi karena dia sudah menyewa 4 komputer itu dengan mahal HAHAHAHHAAHHA. Kepala sekolah tentu saja tidak mengizinkan dan menyeret Er Tiao keluar game center.
Kalau nggak salah,  saat Hua Biao, Yang Xi dan Li Yu kabur kaki mereka sempat menyentuh tabung gas gitu trus gasnya bocor. Si pemilik game center kan merokok tuh dan DUAR, terjadi ledakan tabung gas di dalam game center itu, tepat berjarak hanya beberapa meter dari kepsek dan Er Tiao yang sudah berjalan pulang.
Tentu saja keduanya langsung terkejut dan saling pandang.  Er Tiao shock karena kepala sekolah menyelamatkan hidupnya, andai saja kepsek nggak datang, nggak memaksanya keluar, ia mungkin akan mati di dalam.

Hua Biao, Yang Xi dan Li Yu yang kabur dengan sepeda karena ketakutan ternyata nggak kabur searah, mereka terpisah. Saat merasa kalau mereka sudah aman dan mengecek ke belakang, mereka tidak menemukan satu sama lain.
Yang Xi sendirian ketakutan mencari Hua Biao dan Li Yu, ban sepedanya bocor jadi ia harus mengiring sepedanya di gang sempit. Yang Xi tidak tahu itu dimana dan ia mulai merasakan firasat buruk saat seseorang datang mendekatinya dan Yang Xi kaget banged.  Tapi ia lega karena sepertinya itu pria baik yang mengkhawatirkan Yang Xi dan membantunya mendorong sepeda ke jalan utama.
Yang Xi polos banged karena dia sama sekali tidak meragukan pria itu. Sepanjang jalan ia mengobrol dengan pria itu dan menjawab jujur semua pertanyaan dari pria itu, bahkan alamat rumahnya, lengkap pula tuh sampai nomor rumah hmmmmm. Si pria menawarkan diri mengantar YAng Xi sampai ke rumah dan YAng Xi sama sekali nggak curiga.
Yang Xi terus berjalan sambil mengiring sepedanya saat pria itu berhenti dan Yang Xi yang menyadari pria itu tidak ada disampingnya lagi menoleh ke belakang dan shock banged.
Itu adalah pria mesum yang you know, dia puas kalau ada yang ketakutan saat ia memperlihatkan itunya pada wanita. Yang Xi tentu saja langsung shock berat, ia berteriak dan lari sekencang-kencangnya meninggalkan pria itu.

Yang Xi masih berlari ketakutan saat ia menabrak sesuatu dan Yang Xi makin teriak. Tapi untung saja itu adalah Hua Biao yang mencari Yang Xi. Yang Xi ketakutan dan mengatakan ada orang aneh disana, tapi tentu saja si pria itu udah nggak ada disana saat Yang Xi dan Hua Biao melihat ke arah tadi.
Hua Biao mengantar Yang Xi pulang ke rumah dan sepanjang jalan Hua Biao mengejek Yang Xi  karena pria tadi HAHAHAHHAHAHAHAHA. YAng Xi kesal banged.
Hua Biao menunggu sampai Yang Xi beneran masuk ke kamarnya dan saat Yang Xi muncul di jendela kamar, Yang Xi meminta Hua Biao pulangnya hati-hati. Hua Biao masih mengejek Yang Xi bersiul gitu kayak pria tadi wkwkkwkkwkw. Yang Xi memasang wajah kesalnya dan Hua Biao tertawa.
Sementara itu LI Yu masih terus mencari Yang Xi.

Liburan telah usai, hari pertama masuk sekolah, Er Tiao dengan bersemangat menceritakan kejadian paling mengesankan selama hidupnya saat liburan. Ia diselamatkan oleh kepala sekolah. Hua Biao sampai bosan karena sepanjang pagi Er Tiao sudah menceritakan hal itu beberapa kali. Er Tiao mengatakan kalau mereka bertiga juga harus berterima kasih pada kepsek, kalau bukan karena kepsek, mereka mungkin akan mati.
Sementara itu di ruang kepala sekolah, berita mengenai dirinya yang menyelamatkan remaja dari game center itu tertulis di koran. Meski beritanya nggak menyebutkan nama kepsek, hanya kepala skeolah/director sekolah SMA Yu Cai, kepsek udah senang banged. Dia suka banged pahlawan tanpa nama wkkwkwkww.
Saat kepsek sedang senyam senyum, wali kelas dan seorang guru wanita masuk ke ruangan. Si guru wanita ingin protes.
Jadi sekolah mereka akan tampil dalam acara kuis pengetahuan di TV dan sekolah mereka hanya boleh mengirim 1 orang siswa, guru wanita ingin salah satu siswa dari kelasnya yang mewakili sekolah. Sementara wali kelas 3-3 ingin Hua Biao yang ikut. wali kelas berusaha keras meyakinkan kalau Hua Biao selain pintar sains juga pintar dalam seni dan ilmu sosial.
Kepsek mengambil jalan tengah untuk membuat mereka berkompetisi satu sama lain dulu baru yang menang menjadi perwakilan sekolah tapi waktunya sudah tidak banyak lagi. Wali kelas 3-3 mengatakan kalau hadiah juara 1 adalah 800 yuan dan setelah melihat hadiahnya lumayan banyak, kepsek mengambil keputusan kalau Hua Biao yang akan ikut acara itu, alasannya sih karena ia ingin Hua Biao menunjukkan kemampuannya. Guru wanita itu kecewa banged.
Sebenarnya kepsek dan wali kelas sudah bekeja sama, karena hadiahnya uang makanya mereka ingin Hua Biao yang ikut, meski begitu kepsek mengatakan ia bisa memberikan Hua Biao beberapa kesempatan hanya saja ia tak bisa melakukannya selamanya karena nggak adil bagi siswa yang lain. wali kelas mengerti.
Mereka berusaha diam-diam untuk melakukan sesuatu pada Hua Biao karena mereka tahu Hua Biao miskin, kepsek bahkan berusaha ke dinas pendidikan untuk meminta beasiswa untuk Hua Biao.

He Mei sudah diizinkan untuk kembali bersekolah oleh ibunya. Ia kemudian mengajak Yang Xi bicara berdua dan mengatakan kalau sebenarnya belakangan ini dia punya kenalan online. Yang Xi mengatakan itu bukan hal yang bisa disombongkan karena ia juga punya banyak.
He Mei menjelaskan kalau dia punya lebih spesial dan mereka sudah berjanji untuk ketemu di dunia nyata. YAng Xi langsung semangat dan bertanya siapa dia? pria? wanita? dari sekolah mana? usianya berapa?
He Mei mengatakan kalau dia seorang pria berusia 21 tahun dan ia tak tahu hal lain mengenai pria itu, tapi ia yakin pria itu pintar karena bisa menyelesaikan soal yang diberikan ayahnya padanya. He Mei mengatakan ia takut dikira terlalu muda makanya ia berbohong mengatakan usianya 21 tahun juga lol.
Yang Xi berfikir dan mengatakan ia pikir He Mei dalam masalah besar karena siapapun yang bisa menyelesaikan pertanyaan dari ayah He Mei artinya dia pasti berusia 70 tahunan HAHAHHAHAHAHA. YAng Xi bahkan makin menakut-nakuti He Mei dengan mengatakan kalau mungkin pria itu kehilangan istrinya. HAHAHHAAAHHA. He Mei kesal sekali karena YAng Xi menggodanya.

Saat jam pelajaran, Hua Biao dan Yang Xi asik membaca novel lol. Yang Xi memberi pertanyaan dan Hua Biao menjawabnya. Saat wali kelas curiga dan melihat kebelakang, Yang Xi dan Hua Biao dengan sigap memberikan pada LI Yu dan Er Tiao HAHHAHHAHAHAHA.
Setelah wali kelas tenang kembali, Yang Xi bertanya kenapa Hua Biao masih sibuk dengan novel padahal ia harus belajar untuk kuis itu, siarannya disiarkan secara nasional, kalau Hua Biao kalah akan memalukan. Hua Biao mengakui kalau ia jatuh hati pada novel Yang Xi dan nggak bisa berhenti membacanya HAHAHAAHA.

He Mei sudah cantik banged akan ketemuan sama teman onlinenya. Saat itu tiba-tiba abang Yang Xi muncul dan mengenali He Mei. He Mei terkejut. Abang Yang Xi mengatakan He Mei sangat berbeda hari ini, ia hampir tidak bisa mengenali He mei.
Abang He Mei bertanya apa yang dilakukan He mei disana dan He Mei langsung membuat alasan kalau ia mengenal seorang mahasiswi jurusan bahasa china dan sedang menunggunya (kayaknya mereka ketemu di kampusnya abang Yang Xi karena He Mei juga mengaku mahasiswi disana).
He Mei balik bertanya dan abang Yang Xi mengatakan kalau ia sedang menunggu teman onlinenya yang merupakan mahasiswi jurusan bahasa china. Awalnya mereka berencana ketemu di kantin tapi karena terlalu ramai mereka memutuskan ketemu disini. Abang Yang Xi meminta He Mei merahasiakan ini dari Yang Xi.
He Mei langsung shock mendengarnya karena ia sepertinya menyadari kalau teman online yang ia tunggu adalah abang Yang Xi HAHAHAHAHA. He Mei jadi bingung apa yang harus ia lakukan dan terus melirik abang Yang Xi yang menunggu teman online.
Pada akhirnya He Mei menyebutkan nickname teman onlienya si 'Hero' dan abang Yang Xi kaget, ia langsung menyebutkan nickname online He Mei 'Fantasies behind the pearly curtain'.
Keduanya saling menatap dan He Mei jadi nggak enak gitu lah ya karena dia bohong AHHAHAAAHAHHA.

Wali kelas 3-3 sebenarnya juga sedang dilanda cinta. Hari saat ia pulang dari rumah Cheng Cheng saat Cheng Cheng nggak pulang-pulang ke rumah, di bus ia bertemu seorang wanita cantik yang membantunya memungut kertas dan wanita itu adalah seorang guru.
Hari ini, wali kelas sengaja nunggu bus di stasiun dimana si guru cantik naik dan dia deg degan banged nungguin dan saat si wanita muncul wali kelas senang banged tapi wanita itu sepertinya nggak ingat wali kelas.
Saat Wali kelas akan mencoba mendekati si wanita, tiba-tiba 2 orang pria datang menganggu si wanita itu. Si wanita ketakutan dan wali kelas nggak berani, dia nggak tahan melihat wanita itu di ganggu dan berteriak 'HENTIKAN!', tapi ke arah yang lain, jadi baik 2 pria itu dan wanita itu bingung HAHAAHHAAHHAHA.
Pria itu bertanya wali kelas ngomong sama siapa dan wali kelas berbalik menunjuk 2 pria itu dan menyuruh mereka meninggalkan si wanita.
Wanita itu senang banged karena ada yang menolongnya dan langsung berlari ke arah wali kelas meminta perlindungan. Dua pria itu jadi kesal dan mulai melawan, wali kelas mencoba melawan dan saat bus datang, wali kelas menarik si wanita masuk ke dalam bus. Lucunya, wali kelas nggak ikutan masuk ya jelas lah dia dihajar oleh preman-preman itu HAHHAHAAHHAA.

Hari kuis ilmu pengetahuan. Yang Xi menonton dari rumah.
Hua Biao berhasil lolos ke tahap akhir. Dan pertanyaan terakhir adalah siapa guru Cheng YAo Jia dalam Legends of the Condor Heroes.
Kayaknya novel itu adalah salah satu yang dipinjamkan Yang Xi pada Hua Biao dan Hua Biao pernah mendengar Yang Xi bergumam mengenai nama guru Cheng YAo Jia.
2 siswa lain bingung karena nggak tahu jawabannya, mereka nggak tahu kalau soal sejarah akan muncul sementara Hua Biao berusaha mengingat jawabannya. Yang Xi yang nonton dari rumah menahan nafas.
Saat Hua Biao akhirnya ingat dan menjawab dengan benar, Yang Xi bangga banged, seolah-olah Hua Biao adalah muridnya yang berhasil HAHHAHAHAAHAHAHA. Gaya duduknya itu lho nggak nahan.

To Be Continued

Komentar:
Ada juga gunanya Hua Biao membaca novel milik Yang Xi. Dia penasaran sih kayaknya YAng Xi yang nggak pintar pelajaran tapi pintar sejarah karena sering baca novel. LOL.
Tapi memang hati-hati sih, sekali coba pasti ketagihan. Misalnya teman kamu suka drama korea, karena penasaran kamu nyoba, nanti ketagihan HAHAHHAHAAHHA.
Aku banyak punya teman yang gitu dulu, bahkan ada yang cowok juga XD

Episode kali ini adalah tentang pahlawan. Hero. Hero yang terlihat seperti orang biasa, yang muncul bagai dewa, yang melindungi diam-diam, pahlawan tanpa nama.
Aku kaget juga sih kepala sekolah yang selalu nggak suka sama Hua Biao tapi ternyata dibelakang bersikap baik pada Hua Biao. Kayaknya sih sejak Hua Biao ketahuan memberikan les itu dan saat kepsek nanya alasannya, alasannya adalah uang. Makanya kepsek dan wali kelas berusaha membantu keuangan Hua Biao diam-diam. Karena Hua Biao juga orangnya nggak akan mau menerima dengan cuma-cuma.
Hua Biao menjadi pahlawan bagi Yang Xi saat menyelamatkan Yang Xi dari si pria mesum. Sementara He Mei menemukan pahlawan barunya. He Mei sejak awal memang sudah tertarik pada abangnya Yang Xi, tapi cuma gitu aja sih. Kali ini sepertinya takdir membawa mereka untuk lebih dekat lagi.

Ngomong-ngomong soal pria mesum, banyak banged disekitar kita. Hati-hati.
Kalau ada adegan pria mesum aku jadi ingat Age of Youth 2 HAHHAHAHAHAHHAHA. PRia seperti ini menemukan kepuasan kalau ada yang takut, makanya pas karakter Park Eun Bin menunjukkan ketertarikan justru si pria itu yang kabur HAHAHAHAHHA.
Yang diincar biasanya cewek yang kelihatan polos, apalagi mahasiswi baru itu biasanya sering jadi korban. Hati-hati bagi yang sering pulang malam, yang sering ke kampus saat hari libur. Kalau kampusnya bebas dimasuki tanpa scan KTM, itu sering banged kejadian. Yang ngambil jurusan yang banyak praktek dihari libur, sering jadi korban tuh.
Jangan kayak Yang Xi yang nggak ada rasa curigaan, rasa curiga itu kadang perlu, jangan polos banged ngasih tahu nama sebenarnya, no ponsel atau alamat rumah sama orang yang nggak dikenal, bahayaaa guys.

Aku masih SMA saat pertama kali mengenal internet dan menurutku itu waktu yang ideal banged, jadi masa SD dan SMP memang nggak dipengaruhi yang namanya internet. Aku pertama kali bikin blog juga pas masih SMA sih, meski blog tersebut udah dihapus sama google. Aku mirip Yang Xi, kalau ke warnet yang diliatin ya foto artis kesayangan, film yang lagi diikuti. Aku ingat masa itu demam Princess Hours HAHHAHAAH, kebayang dong aku nyariin apa di internet HAHAHHA. Chat online juga pernah sih, zaman itu masih pake yahoo messanger kalau nggak salah, ceritanya chat sama orang luar negeri HAHAHAHAHAH.


Share:

0 comments:

Post a Comment

Follow by Email

Translate

Vote

Who Is Natsu's Future Husband in Natsuzora?
Yamada Tenyo (Yoshizawa Ryo)
Obata Yukijiro (Yamada Yuki)
Sasaoka Nobuya (Kudo Asuka)
Yamada Yohei (Inukai Atsuhiro)
Sakaba Kazuhisa (Nakagawa Taishi)
Kamiji Kouya (Sometani Shota)
Created with QuizMaker

NOTE:

DILARANG RE-UPLOAD / COPY PASTE TULISAN DI BLOG INI!

JIKA INGIN SHARE, CUKUP LINK KE POSTINGANNYA SAJA, BUKAN ISINYA!


SUPPORT US

Follow Clover Blossoms on Twitter

[Trivia] Japanese Movie Recommendations List

Karena ada banyak yang menanyakan rekomendasi untuk J-Movie, jadi aku memutuskan untuk membuat list rekomendasi Japanese Movi...

Recent Posts

Recent Posts Widget

Popular Posts This Week

Actor / Actress

Airi Matsui Ando Sakura Anna Ishii Aoi Miyazaki Aoi Morikawa Aoi Wakana Aoi Yu Aom Sushar Araki Yuko Ayase Haruka Bebe Tanchanok Chen Duling Chiba Yudai Chinen Yuri Choi Ara Dai Lu Wa Daiki Shigeoka Darren Wang Dori Sakurada Eikura Nana Eita Elaiza Ikeda Fujiki Naohito Fuka Koshiba Fukagawa Mai Fukuchi Momoko Fukushi Sota Fuma Kikuchi Fumi Nikaido Furuhata Seika Gao Zhi Ting Go Kyung Pyo Gong Yoo Gou Ayano Hamano Kenta Han Seung Yeon Han Yeri Hana Sugisaki Haru Kuroki Haruka Fukuhara Haruma Miura Haruna Kawaguchi Hasegawa Hiroki Hashimoto Ai Hashimoto Kanna Hayami Akari Hayato Isomura Higa Manami Hikari Mitsushima Hirano Sho Hiroki Narimiya Hirose Alice Hirose Suzu Honoka Yahagi Horii Arata Hou Ming Hao Hu Yi Tian Hwang Jung Eum Hyeri Igawa Haruka Imada Mio Inoue Mao Ishihara Satomi Jang Se Hyun Ji Soo Ji Woo Joo Won Jun Shison Jung So Min Kaku Kento Kamiki Ryunosuke Kaname Jun Kanichiro Kanjiya Shihori Kasumi Arimura kawakami juria Kei Tanaka Kengo Kora Kentaro Kento Hayashi Kento Nagayama Kim Go Eun Kim Ji Won Kim Min Suk Kim So Hyun Kim Soo Hyun Kim Tae Ri Kim Woo Bin Kim Yoo Bin Kim Yoo Jung Kim Yoo Mi Kinami Haruka Kiritani Kenta Kitamura Takumi Kiyohara Kaya Kiyohara Sho Komatsu Nana Koseki Yuta Kou Shibasaki Kubota Sayu Kudo Asuka L Lee Bo Young Lee Chung Ah Lee Dong Hwi Lee Dong Wook Lee Gi Kwang Lee Jong Suk Lee Joon Lee Soo Hyuk Lee Yoo Jin Li Lan Di Lily Franky Mackenyu Mahiro Takasugi Maika Yamamoto Maki Horikita Mamiya Shotaro Marie Itoyo Masahiro Higashide Masaki Okada Masaki Suda Masataka Kubota Matsumoto Jun Matsushima Nanako Mayu Matsuoka Mei Nagano Mikako Tabe Mike D angelo Min Do Hee Minami Hamabe Minami Sara Mio Yuki Mirai Moriyama Mirai Shida mirai suzuki Mitsuki Takahata Mitsushima Shinnosuke Miwa Miyu Yoshimoto Mizuki Yamamoto Moe Arai Moka Kamishiraishi Mone Kamishiraishi Mugi Kadowaki Nadine Lustre Nagasawa Masami Nakajima Kento Nakamura Tomoya Nao Nao Matsushita Nijiro Murakami Nounen Rena Okada Kenshi Osamu Mukai Otani Ryohei Park Bo Gum Park Eun Bin Park Hae Jin Park Seo Joon Park Shin Hye Pattie Ungsumalynn Phan Pagniez Reina Visa Rena Matsui Riho Yoshioka Rina Kawaei Ryo Ryusei Ryo Yoshizawa Ryoma Takeuchi Ryota Katayose Ryu Hwa Young Ryu Jun Yeol Sagara Itsuki Sairi Itoh Saito Takumi Sakaguchi Kentaro Sakuma Yui Sakurako Ohara Sato Kanta Satoshi Tsumabuki Seino Nana Seo Hyun Jin Seto Koji Shen Yue Shim Eun Kyung Shimon Okura Shin Hyun Soo Shirota Yuu Shohei Miura Shono Hayama Shuhei Nomura Shunya Shiraishi sometani shota Son Seung Won Song Ha Yoon Suga Kenta Sun Woong Suzuki Ryohei Suzy Taiga Taishi Nakagawa Takahashi Issei Takanori Iwata Takayuki Yamada Takeru Sato Takuya Kusakawa Tamaki Hiroshi Tao Phiangphor Tasuku Emoto Tomita Miu Tomoshita Yamashita Tori Matsuzaka Toyokawa Etsushi Tsubasa Honda Tsuchiya Tao Uchida Rio Ueno Juri Wan Peng Yamazaki Kento Yamoto Yuma Yo Oizumi Yoo In Na Yoo Seung Ho Yook Sung Jae Yoon Park Yoon So Hee Yoshine Kyoko Yosuke Sugino Yu Aoi yua shinkawa Yui Aragaki Yuina Kuroshima Yuki Furukawa Yuki Izumisawa Yuki Yamada Yukino Kishii Yuko Oshima Yuna Taira Yuriko Yoshitaka Yuta Hiraoka Yuya Matsushita Yuya Yagira Zhang Yao

Drama / Movie

3A 99.9 A Love So Beautiful A Story of Yonosuke Age of Youth 2 Always Sunset on Third Street amachan Anikoma Anohana Anone Ao Haru Ride Arbitratily Fond Asa ga Kita Ashi Girl At Cafe 6 Beppin-San Biscuit Teacher and Star Candy Bittersweet Boku Dake ga Inai Machi Boku no Ita Jikan Boukyaku no Sachiko Bubblegum Cafe Waiting Love Carnation Chia Dan Chihayafuru Chugakusei Nikki Churasan Crybaby Pierrot's Wedding Crying Out Love in the Center of the World Daily Lives of High School Boys Dating DNA Departures Eulachacha Waikiki Evergreen Love Father is Strange Fight Fleet of Time Forever Young Frankenstein no Koi From Five to Nine Gakko no Kaidan Gegege no Nyobo Gochisousan God Gift Good Morning Call Good Morning Call 2 Goon Ju Hana and Alice Hana Nochi Hare Hanako to Anne Hanbun Aoi Haruchika Hirunaka no Ryuusei Hirune Hime Hiyokko Honey and Clover Hot Road Hyouka I Love You in Tokyo I Want to Eat Your Pancreas If We Were A Season Itakiss LIT Itakiss LIT S2 Itakiss Movie Kahogo no Kahoko Kakegurui Kaze no Haruka Keiji Yugami Kidnap Tour Kiki Delivery Service Kimi no Na Wa Kingyo Club Kiss Me Thailand Koe no Katachi Koinaka Kuragehime Linda Linda Linda Little Forest Love Letter Lucky Romance Ma Boy Man From The Stars Manpuku March Comes in Like a Lion Mare Massan May Who? Meteor Garden 2018 Moriyamachu Driving School My Huckleberry Friends My Husband Can Not Work My Little Sweet Pea My Old Classmate Nagi no Asukara Narratage Natsuzora Nodame Cantabile Oboreru Knife Ohisama Omotesando On The Wings of Love One Million Yen Girl One Week Friends Operation Love Orange Orange Days Ore Monogatari Our Little Sister Our Times Peach Girl Pinocchio Princess Hours Thailand Rage Rainbow Song ReLIFE Reply 1988 Romance Full of Life Sannin No Papa she was pretty Shigatsu wa Kimi no Uso Sing Salmon Sing Solanin Sound of Your Heart Splish Splash Love Ssam My Way Strobe Edge Sukina Hito ga Iru Koto Teiichi no Kuni Tenno no Ryoriban The 100th Love The Anthem of the Heart The Best Hit The Great Passage The Left Ear The Woodsman and The Rain The World of Us Today's Kira-kun Todome no Kiss Toki wo Kakeru Shojo Tokyo Tarareba Girls Tomorrow Cantabile Tonari no Kaibutsu-kun Toto Nee Chan Twenty Years Old Twilight Saya in Sasara Uchiage Hanabi Under the Hawthorn Tree Unnatural Wakamonotachi Warotenka We All Cry Differently What A Wonderful Family When We Were Young While You Were Sleeping Wise Prison Life Wood Job Yellow Elephant Yesterday Once More Your Lie in April Youth Over Flowers

Blog Archive

Recent Comments

Random Posts