Friday, 4 January 2019

[Sinopsis] When We Were Young Episode 9

Happy New Year~
Sinopsis ini adalah postingan yang aku tulis pertama kali di tahun 2019 (meskipun aku post pertama di tahun 2019 adalah Recap Manpuku, tapi aku membuat recapnya tahun lalu HAHAHHA).
Perkembangan cerita WWWY ini menurutku kurang sih, udah episode 9 masih gitu2 aja, lebih ke slice of life heheheehhe.


Sinopsis When We Were Young Episode 9

Jadi dari mana Hua Biao mendapatkan uang, yang selama ini masih dirahasiakan adalah Hua Biao yang bekerja sebagai tutor. Hari itu kliennya adalah He MEi dan tentu saja keduanya terkejut saat mereka mengenali wajah masing-masing meski Hua Biao menggunakan kaca mata untuk menyamarkan diri. Begitu Hua Biao sadar itu adalah rumah He Mei, Hua Biao langsung panik dan mengatakan kalau dia salah rumah dan kabur. He Mei mengejarnya sampai ke halaman dan bertanya kenapa Hua Biao lari. Hua Biao mengatakan ia tidak kabur, ia hanya salah alamat saja, tadinya ia akan ke rumah Er Tiao. He Mei tentu saja tidak percaya dan bertanya lalu kenapa Hua Biao menggunkana kaca mata.  Hua Biao kembali membuat alasan kalau pagi ini ia mengetahui bahwa dirinya rabun jauh. He Mei meminta Hua Biao untuk berhenti berbohong padanya  dan bertanya apakah Hua Biao diam-diam bekerja sebagai tutor.
Hua Biao akhirnya tak bisa membuat alasan lagi dan kesal sendiri karena ia sudah mengingatkan temannya untuk tidak memberikan klien dari SMA Yu Cai padanya. He Mei bertanya apakah Hua Biao tidak takut ketahuan guru, karena mereka dilarag untuk kerja sambilan apalagi menjadi tutor yang artinya Hua Biao pasti merahasiakan identitasnya.

Hua Biao kemudian memperlihatkan pada He Mei kartu namanya, sepertinya sih palsu tapi memang kayak beneran. Hua Biao menjelaskan kalau ibu He Mei mengontak temannya dan ibu He Mei tahu kalau tutor He Mei hari ini bernama Chen Ming, nama samaran Hua Biao sebagai tutor.
Hua Biao tidak mau ambil resiko dan meminta He Mei untuk mengatakan kalau yang datang adalah Yang Xi, ia akan mengontak temannya dan meminta mereka mengirimkan tutor baru pada He Mei. He Mei mengatakan kalau orang tuanya tidak mengenal Hua Biao, jadi ia meminta Hua Biao tetap menjadi tutornya. Hua Biao tidak mau karena sebenarnya ia juga takut ketahuan. Tapi He Mei tetap memaksa, karena setiap selesai belajar, ibunya pasti bertanya pada tutor mengenai perkembangan pelajarannya dan ia selalu tidak bisa memenuhi harapan orang tuanya, jika terus seperti itu ia tak akan punya waktu lagi dan akan terus belajar dan belajar. He Mei memohon pada Hua Biao karena Hua Biao tahu sendiri bagaimana orang tuanya, lagipula Hua Biao pintar pasti Hua Biao bisa mengajarinya.
Hua Biao mengatakan kalau He Mei hanya akan membuat dirinya kesulitan, jika nanti ketahuan mereka berdua akan kena masalah besar. He Mei berjanji akan menjaga rahasia, jika ia membocorkannya ia akan mati karena kecelakaan.
Hua Biao berfikir cukup lama dan akhirnya menerima tawaran itu. He Mei sangat lega dan senang.

Sebelum memulai pelajaran, ibu He MEi ini orangnya cukup tajam. Karena Hua Biao alias Chen Ming adalah tutor baru He MEi, jadi ada sesi wawancaranya sebelum ibu memutuskan menerima Chen Ming sebagai tutor He Mei. Hua Biao memperkenalkan dirinya sebagai Chen Ming, mahasiswa jurusan Fisika di Universitas Bei Qing (kok pas aku search nggak ada nama universitas itu ya, yang keluar malah Universitas Tsinghua). Ia mengatakan ia adalah penerima beasiswa selama 4 tahun berturut-turut, salah satu siswa paling pintar dan menjadi wakil siswa selama 3 tahun berturut-turut. Ia juga mengatakan selain sains ia pintar dalam pelajaran sosial karena itu ia juga adalah ketua dari klub puisi luar negeri. Ibu He Mei kemudian menguji Chen Ming apakah ia tahu mengenai JD Classical electrodynamic, sepertinya sih Hua Biao tidak tahu mengenai itu jadi ia dengan alami mengatakan dari pada itu ia lebih merekomendasikan Landauer. Ibu juga menguji Hua Biao dengan puisi terkenal dari Neruda sebuah puisi yang wajib dibaca kalau memang Chen Ming adalah anggota klub puisi.  Hua Biao kelihatannya nggak tahu itu dan ia mulai lagi mengatakan kalau ia lebih menyukai puisi Buffon, In April, come he will, In May sing all day, In June change his tone, In July prepare to fly, In August go he must.
Ibu bingung karena ia belum pernah mendengar pengarang dna puisi itu. Hua Biao dengan yakin mengatakan kalau pengarangnya adalah orag Italia-Inggris yang hanya punya 3 karya semasa hidupnya. Ibu sepertinya puas dengan pengetahuan Chen Ming dan menerima Chen Ming sebagai tutor puterinya.

Setelah ibu He Mei keluar, lutut Hua Biao langsung lemas dan mengatakan pada He Mei kalau He Mei benar-benar harus mengganti tutornya karena ibu He Mei sangat menyeramkan dan dia takut HAHAHAHHAAHHAHHA.
He Mei sebenarnya cukup kaget karena Hua Biao ternyata cukup bagus dalam berbahasa inggris. Hua Biao mengatakan ia sama sekali tidak bagus dalam hal itu, ia hanya pura-pura. Sebenarnya pengarang puisi yang ia katakan adalah penjaga gawang tim sepak bola italia dan puisi yang ia bacakan adalah puisi yang tertulis di kalender meja milik He Mei.
He Mei terkejut saat mengetahui hal itu, ia mengatakan kalau Hua Biao melakukan hal yang bagus. Hua Biao mengingatkan He Mei untuk memanggilnya Chen Ming. He Mei mengerti.

Malam yang sama di rumah Li Yu, dia kedatangan tamu tak di undang, Huang Cheng Cheng. Li Yu tentu saja terkejut karena Cheng Cheng datang malam-malam dan bertanya kenapa dia datang. Cheng Cheng mengingatkan Li Yu kalau dia adalah siswa Li Yu, ia datang untuk belajar private. Li Yu langsung menutup pintu dan berusaha bertahan mengatakan pada Li Yu yang seharusnya menepati janjinya seperti seorang pria. LI Yu mengatakan ia tak pernah berjanji seperti itu. Li Yu berusaha terus mendorong Cheng Cheng dan Cheng Cheng bertahan di pintu, ia bahkan mengancam jika Li Yu tak mengizinkannya masuk, ia akan masuk ke rumah Li Yu melalui balkon HAHAAHHAAHHAH.
Li Yu hanya bisa terdiam dan akhirnya melepaskan tangannya, ia membiarkan Cheng Cheng masuk. Cheng Cheng tersenyum menang.

Yang Xi baru pulang dari rumah nenek Hua Biao, ia kehujanan. Ia sedang mengelap sepedanya saat Li Yu dan Cheng Cheng turun dari rumah LI Yu karena sudah menyelesaikan pelajaran mereka. Li Yu mengatakan pada Yang Xi kalau hari sepertinya akan hujan dan melarangnya untk keluar. Yang Xi kelihatannya masih marah pada Li Yu karena masalah membatalkan janji waktu itu dan ia bahkan tak melihat ke arah Li Yu saat ia mengatakan kalau ia baru saja pulang dari luar. Li Yu terdiam dan pergi dari sana Cheng Cheng mengejarnya.

Cheng Cheng dan Li Yu membeli sesuatu, bubur kacang merah dan Li Yu meminta penjual untuk tidak memasukkan gula. Cheng Cheng bertanya kenapa, karena bubur kacang merah enaknya pake gula. LI Yu tidak menjawab.
Li Yu memesan 2 porsi dan Cheng Cheng mengatakan pada Li Yu untuk memakannya disana baru pulang. Tapi LI Yu mengatakan Cheng Cheng bisa makan sendiri disana, ia akan pulang. Cheng Cheng bingung. Li Yu membawa 2 porsi bubur kacang merahnya saat Cheng Cheng menghentikannya dan bertanya Li Yu membelikan itu untuk siapa?
Li Yu tanpa ragu mengatakan nama Yang Xi, Yang Xi menyukai bubur kacang merah dan pasti makan 2 porsi. Cheng Cheng terkejut dan mendekati Li Yu, kau jauh-jauh membelikan untuknya bukan untukmu sendiri? Ada apa dengan dirimu?
Li Yu menjelaskan kalau ia menjaga Cheng Cheng selama ini murni karena ia merasa bersalah telah melukai Cheng Cheng waktu itu, tidak lebih. Ia berharap Cheng Cheng tidak salah paham karena hal itu. Cheng Cheng menahan air matanya dan mengatakan kalau ia tidak salah paham.
Li Yu menambahkan kalau ia tidak akan mengajarkan Cheng Cheng seperti hari ini lagi, karena ini benar-benar menggangunya.

Cheng Cheng mengatakan ia mengerti dan meminta Li Yu untuk berhenti menghindarinya mulai dari sekarang. Cheng Cheng mengatakan kalau ia menyukai Li Yu dan hal itu bukanlah hal yang menakutkan sehingga Li Yu harus sampai menghindarinya.
Li Yu mengingatkan Cheng Cheng kalau ia sudah menyukai orang lain dan Cheng Cheng mengatakan ia tahu akan hal itu, tapi hal itu tidak akan mempengaruhinya.
Li Yu menegaskan kalau ia tidak akan pernah menyukai Cheng Cheng. Cheng Cheng menahan air matanya dan meminta Li Yu pergi. Ia memberikan payungnya untuk Li Yu karena sepertinya akan hujan. Li Yu tidak menerimanya dan meninggalkan Cheng Cheng.
Cheng Cheng menatap kepergian Li Yu sambil mengatakan pada dirinya sendiri untuk tidak menangis karena hal ini bukan apa-apa, Li Yu bisa melakukan apapun dan ia akan tetap menyukai Li Yu. Setelah Cheng Cheng merasa tenang, ia kembali ke penjual bubur kacang merah dan meminta satu porsi dengan banyak gula. Awwwwww, sedih banged sama Cheng Cheng T_T

Li Yu ke rumah YAng Xi untuk memberikannya bubur kacang merah, tapi Yang Xi menolaknya, meminta Li Yu makan sendiri saja. Tapi Li Yu tetap memaksa, ia mengatakan Yang Xi pasti kedinginan setelah kehujanan, jadi harus makan makanan yang hangat. Yang Xi mengatakan kalau dia nggak selemah itu dan akhirnya tetap menerima bubur kacang merah itu. IA meminta Li Yu menunggu sebentar dan Yang Xi masuk ke kamarnya.
Ia keluar membawa sesuatu, kaset Li Min yang sebelumnya diberikan Li Yu untuk Yang Xi, Yang Xi mengembalikannya. Yang Xi mengatakan pada Li Yu untuk tidak menghabiskan uang untuk hal-hal seperti ini lagi, ibu Li Yu pasti kesulitan bekerja di Jepang dan ayah Li Yu juga. Ia belum membuka kaset itu, jadi Li Yu bisa meminta refund. Li Yu hanya diam saja, Yang Xi memaksa memberikan kaset itu dan meninggalkan Li Yu.
Li Yu terdiam cukup lama di posisi yang sama.

"Aku mengatakan padamu bahwa hubunganku dan Master Li adalah kami berdua punya banyak pengalaman, tanpa kata-kata ekstra, dan tak ada yang bisa menggantikannya." __YAng Xi

"Karena kami ingin menjaganya, jadi kami tidak berani punya keinginan lebih. Karena kami tak ingin kehilangan, kami tidak berani untuk berubah. Untuk menjaga hubungan berharga ini, aku melakukannya dengan caraku sendiri. Aku tidak pernah menyadari kalau aku membuatnya semakin menjauh." __ Li Yu

Karena ujian tengah semester semakin dekat, siswa kelas 3 tidak akan ada pelajaran olah raga lagi dan jam makan siang akan menjadi 30 menit, mereka akan mendapat jam tambahan belajar sendiri dan kelas malam.
Ujian kali ini mereka akan menggunakan soal ujian dari SMA HuiYing, sepertinya pengawasnya juga dari SMA Hui Ying. Wali kelas sebenarnya bersemangat karena ini kesempatan bagi mereka untuk mengalahkan Hui Ying.
Saat jam makan siang, Yang Xi menjaga Hua Biao dengan baik, memberikan sebagian makan siangnya untuk Hua Biao, ia bahkan meminta Hua Biao mengatakan apa yang ingin ia makan, ia akan meminta ibunya untuk memasak karena ibunya pintar memasak.
Li Yu tahu Yang Xi tidak suka wortel dan memberikannya pada Er Tiao, Er Tiao kesal sekali. Saat Er Tiao ingin mengambil lauk Li Yu, Li Yu tidak membiarkannya, ia bahkan tidak membuka makanannya.

Saat mereka bicara, He Mei keceplosan memanggil Hua Biao dengan Chen Ming dan membuat semuanya terdiam. Er Tiao bertanya siapa Chen Ming dan keduanya terdiam. Er Tiao kesal lagi kenapa mereka selalu punya rahasia dan tidak memberitahukannya. He Mei mengatakan kalau ia punya tutor baru yang bernama Chen Ming dan ia hanya salah panggil nama.
Yang Xi terus memberikan makanannya untuk Hua Biao dan Hua Biao memintanya berhenti. Yang Xi mengatakan kalau ia tidak suka wortel. Hua Biao mengatakan bagaimana jika mereka melakukan permainan, ia akan makan sesendok dan YAng Xi sesendok, tapi saling suap dan yang disuapi harus menutup mata. Yang Xi awalnya ragu karena Hua Biao pasti akan menyuapkan wortel padanya. Tapi akhirnya ia setuju dan benar saja, Hua Biao memberikan wortel pada Yang Xi. Begitu wortel masuk mulut, Yang Xi langsung tahu dan berteriak, Hua Biao mencoba menutup mulut Yang Xi agar ia tidak membuangnya lol.
Keduanya berakhir dengan kejar-kejaran di kelas. Er Tiao masih berusaha mengambil lauk milik Li Yu tapi Li Yu tetap nggak mau membuka bekalnya. Saat Er Tiao berhasil membukanya, isinya adalah bakso daging. Er Tiao terkejut karena Li Yu sangat jarang membuat bakso, terakhir kali adalah tahun lalu. Li Yu menutup bekalnya. Er Tiao protes dan menebak kalau Li Yu membuatkannya untuk Hua Biao. Li Yu membenarkan. Er Tiao kesal banged karena Hua Biao udah dapat banyak makanan tapi mereka nggak pernah memberikannya lebih HAHAHHAHAHA.

Saat jam pelajaran, Hua Biao diam-diam melompat pagar sekolah dan bertemu temannya dari Hui Ying. Temannya itu sudah menghubungi ibu He Mei untuk mengganti tutor tapi ibu He Mei menyukai Chen Ming dan tidak mau menggantinya hAHHAHHAHAH. Hua Biao khawatir banged, bahkan meminta temannya mengatakan kalau Chen Ming meninggal karena kecelakaan lol.
Temannya memberikan uang gaji Hua Biao karena mengajari He Mei tapi Hua Biao menolak karena ia tak mau menerima uang dari temannya.  Tapi temannya tetap memaksa.  Hua Biao terpaksa mengambil uang itu karena kepala sekolah tiba-tiba muncul disana, ia langsung menyembunyikan amplop berisi uang itu dan membelakangi kepala sekolah, tapi mata kepala sekolah tajam banged, dia tahu itu adalah Hua Biao.
Hua Biao langsung membuat alasan kalau ia akan ke game center untuk memeriksa apakah ada siswa disana, inspeksi mendadak gitu. Untungnya kepala sekolah percaya pada Hua Biao dan bahkan memuji kalau dia ada peningkatan sebagai ketua kelas lol.
Mata kepala sekolah tajam banged saat ia melihat brosur les private tertempel di pagar dinding sekolah dan bertanya pada Hua Biao apakah belakangan Hua Biao melihat orang menempel brosur les private disana. Hua Biao tentu saja pura-pura nggak tahu.

Setelah kepala sekolah pergi dan Hua Biao merasa aman, Hua Biao langsung memukul temannya karena ia tahu yang menempelkannya adalah temannya.
Temannya mengaku, karena kalau mereka tidak menempelkannya, nggak akan ada klien yang mendatangi mereka. Temannya itu kemudian memberikan sesuatu pada Hua Biao, kumpulan materi/soal yang digunakan untuk tes tahun lalu, ia tahu kalau tahun ini sekolah Hua Biao akan menggunakan soal dari sekolah mereka. Hua Biao seneng banged.
Di rumah Hua Biao mengerjakan soal yang diberikan oleh temannya dari Hui Ying itu, kemudian menelpon Li Yu dan meminta Li Yu mengumpulkan geng mereka besok.

Keesokan harinya, demi kerahasiaan, mereka berlima berkumpul di taman, naik perahu HAHAAAHAHA. Pinter sih, jadi nggak akan ada yang nguping. Mereka belajar di perahu itu hHAHHAHHAA.
Tapi Er Tiao juga punya kabar bagus, ia akan pergi ke konser seseorang setelah ujian minggu depan. Yang Xi awalnya sibuk makan, tapi saat Hua Biao mengeluarkan kertas kisi-kisi itu, ia bersemangat, tapi lebih bersemangat lagi dengan konser lol. Hua Biao kesal dan meminta Yang Xi fokus pada kertas dan belajar. Er Tiao kesal karena Hua Biao menganggu kesenangannya dan meminta Hua Biao jangan menyalahgunakan kekuasaan, karena diluar sekolah Hua Biao bukan ketua kelas. Hua Biao sendiri mengingatkan kalau mereka terlalu memandang rendah Hui Ying, jika mereka gagal dalam tes kali ini, mereka akan dipermalukan.
Gagal meyakinkan Yang Xi dan Hua Biao, Er Tiao beralih pada Li Yu, tapi Li Yu mah nggak semangat. Er Tiao beralih lagi pada Hua Biao. Pokoknya kalau ada yang mau ikut dengannya, Er Tiao akan membayarkan tiketnya. Tapi Hua Biao tidak tertarik, ia lebih fokus pada ujian tengah semester mereka, ia berencana mengcopy kisi-kisi itu ada semua ketua kelas agar mereka bisa membagikan pada siswa yang lain. Yang Xi kayaknya nggak tertarik pada siswa lain, ia hanya ingin Hua Biao fokus mengajarkannya dan He Mei LOL.

Er Tiao kesal sekali karena dia dicuekin, mereka bahkan menyuruhnya turun dari perahu kalau nggak mau belajar. Er Tiao mengatakan ia akan bertanya untuk terakhir kalinya, apakah mereka ikut atau tidak, semuanya tidak menjawab dan fokus ke kertas.
Er Tiao kesal karena ia diabaikan, ia mengatakan ia akan memberi mereka waktu 3 detik atau ia akan melompat dari perahu. Tidak ada yang mendengarkan. Er Tiao beneran kesal dan serius melompat dari perahu HAHAHAHAHAHAHAHA.
Yang lain langsung panik dan akan menolong, tapi untungnya air kolam itu nggak dalam  HAHHHAAHAHA, kalau Er Tiao berdiri tegap, airnya hanya setinggi dada. Er Tiao masih saja menuntut diperhatikan karena tidak ada yang mau menyelamatkannya wkkwkkwwkkw.
Yang lain malah tertawa karena ternyata kolamnya dangkal.

Seminggu sebelum ujian, para siswa belajar dengan keras, baik itu saat pelajaran individu, kelas malam, maupun kelas private. Yang Xi mendapatkan pelajaran khusus sepulang dari kelas malam di rumah Hua Biao. Hua Biao mengawasinya dengan baik, tidak membiarkannya tidur.
Li Yu juga belajar dengan baik di rumahnya sambil sesekali mengingat Yang Xi. Sementara He Mei belajar dengan tidak tenang, karena banyak hal yang tidak ia pahami + ketakutan akan orang tuanya, karena ibunya mengatakan sikap ayah dan ibu pada He Mei tergantung pada pencapaian yang ia dapatkan.

Hari H.
Sebelum masuk ke area sekolah, seluruh siswa diperiksa oleh kepala sekolah, untuk melihat apakah mereka punya catatan tersembunyi di tubuh mereka (biasanya di tangan).  He Mei kelihatan takut banged karena ia menyembunyikan secarik kertas, ia tak boleh melakukan kesalahan lagi, kalau sampai nilainya jelek, orang tuanya akan sangat marah padanya. Yang Xi meminta He Mei untuk tidak nervous. He Mei dan Yang Xi berhasil melewati pemeriksaan kepala sekolah. Yang Xi mengatakan pada He Mei kalau mereka sudah mereview kisi-kisi dari Hui Ying dengan baik, tidak mungkin nilai mereka kali ini lebih buruk dari tes sebelumnya. Yang Xi kelihatan cukup percaya diri.
Sementara itu di barisan belakang, Li Yu mengantri bersama Hua Biao. Hua Biao bingung karena ia tidak melihat Er Tiao beberapa hari ini. Mereka menduga kalau Er Tiao serius pergi ke konser Li Ming dan meminta tanda tangannya. Tapi mereka nggak yakin juga sih karena ini adalah ujian mid semester, nggak mungkin Er Tiao melewatkannya.

Tapi begitu mereka memasuki kelas, tempat duduk di acak, Er Tiao benar-benar nggak kelihatan. Tapi mereka nggak punya banyak waktu memikirkan hal itu karena ujian akan segera di mulai.
Kertas dibagikan dan ujian akan dimulai. Hua Biao kelihatan tidak kesulitan mengerjakannya. Li Yu tampak serius. Yang Xi biasa aja. He Mei adalah yang paling panik saat mengerjakan soal. Ia ketakutan, nervous karena teringat kata-kata ibunya yang mengancamnya kalau nilainya nggak bagus, sikap ibu dan ayah akan berbeda padanya.
Hua Biao menyelesaikan ujian dengan cepat, He Mei memohon pada Hua Biao untuk memperlihatkan jawabannya. Hua Biao tak bisa menolak dan memberitahu jawaban pada He Mei, tapi bahaya banged karena He Mei hampir tidak mengetahui semua jawaban soal ujian kali itu.
YAng Xi mengkhawatirkan He Mei akan ketahuan kalau ia terus melihat ke arah Hua Biao dan mencoba memanggil He Mei. Guru pengawas sebenarnya menyadari hal itu, makanya ia datang ke meja Hua Biao dan mengatakan kalau mereka para guru tahu kecepatan Hua Biao dalam mengerjakan soal, ia tahu Hua Biao sudah selesai dan meminta Hua Biao mengumpulkan jawaban ke depan.
Hua Biao akhirnya nggak bisa tetap di kelas dan keluar.

He Mei makin bingung, ia ketakutan. Yang Xi kasihan melihat He Mei dan berbisik pada He Mei untuk melihat jawabannya meskipun ia nggak yakin jawabannya benar atau tidak.
He Mei tak punya pilihan dan mulai mencontek jawaban Yang Xi. Guru pengawas melihat mereka dan memarahi He Mei, ia mengatakan ini peringatan terakhir.
He Mei hampir menangis, karena ia panik duluan jadi ia tidak bisa mengerjakan soal, tangannya bahkan gemetaran. Waktu terus berlalu, He Mei makin ketakutan, terus teringat kata-kata ibunya, nilai He Mei lah yang akan menentukan sikap orang tuanya padanya, kalau nilainya nggak bagus dia nggak boleh makan dll.
15 menit sebelum waktu habis, He Mei makin panik, karena ia ketakutan nilainya akan jelek, He Mei kemudian mengambil paksa kertas jawaban Li Yu yang duduk dibelakangnya. Li Yu kaget dan nggak bisa melakukan apapun. Guru pengawas tentu saja melihatnya dan merampas kertas He Mei, ia marah besar pada Li Yu dan He Mei. Ia mendiskualifikasi ujian mereka berdua.
He Mei shock mendengar hal itu. Seluruh siswa di kelas menatap He Mei. Yang Xi juga menatap He Mei karena nggak biasanya He Mei begitu panik. He Mei ketakutan, kepalanya pusing dan ia pingsan. Seluruh siswa langsung panik, Hua Biao masuk dan menggendong He Mei ke UKS, diikuti oleh Li Yu dan Yang Xi.

Kepala sekolah marah besar karena Yang Xi dkk selalu membuat masalah. Hua Biao yang memberi contekan pada He Mei, Yang Xi yang bahkan nilainya nggak bagus juga memberi contekan dan parahnya lagi He Mei merampas lembar jawaban Li Yu.
Wali kelas mengatakan kalau sepertinya terjadi sesuatu pada He Mei tapi wali kelas nggak mau mendengarkan. Ia sangat marah dan memminta wali kelas bicara pada wali murid dan khusus He Mei, orang tuanya harus menjemputnya hari ini.
Hari itu, ibu He Mei menjemputnya ke sekolah dan ibu sangat marah. Ia tak mengerti kenapa He Mei melakukan hal seperti itu padahal ia tahu ia akan menyesalinya. Ia bahkan mengatakan pada He Mei untuk berhenti sekolah saja. He Mei menangis.
Ia mengeluarkan kertas yang ia bawa pagi tadi, ternyata itu bukan kertas berisi contekan. Itu hanya kertas berisi tulisan penyemangat diri, analisis pelan-pelan, selesaikan dengan baik, tinggalkan yang tidak kau mengerti, hal itu akan membuat nilaimu bagus, Fighting!

"Karena ketakutan, kami kesulitan untuk menghilangkan gangguan dengan cara yang bodoh."

Di rumah, Hua Biao mencuci rambut neneknya. Nenek bingung kenapa tiba-tiba mereka melakukan hal itu. Nenek curiga Hua Biao menyembunyikan sesuatu darinya. Hua Biao mengatakan ia tidak menyembunyikan apapaun, tapi sepertinya besok nenek harus datang ke sekolah.
Nenek bertanya apakah Hua Biao bertengkar lagi. Hua Biao mengatakan ia tidak bertengkar hanya saja sesuatu terjadi. Hua Biao berbisik pada neneknya yang membuat nenek marah pada Hua Biao dan mengejarnya untuk memukulnya.

Di rumah Yang Xi, ibu dan Yang Xi bertengkar. Berawal dari suara ibu yang keras banged mengatakan kalau ia dan ayah bisa mengganti nama mereka menjadi Li dan meminta Yang Xi berhenti mengatakan hal aneh. Ia mengatakan kalau perusahaan sedang dalam keadaan tidak bagus dan paman Li sedang sibuk, jadi mereka akan menggantikan ayah Li Yu untuk pergi ke sekolah karena orang tua murid dipanggil.
Ibu bingung karena mereka selalu melakukan hal itu, kenapa tiba-tiba tahun ini Yang Xi protes. Yang Xi kesal dan mengatakan pada ibu kalau mereka bukan anak-anak lagi, teman sekelasnya selalu mengejeknya karena hal itu, mengatakan kalau mereka pasangan (karena ortu Yang Xi selalu menggantikan ortu Li Yu kalau ada pertemuan orang tua murid).
Ibu mengatakan teman-teman Yang Xi itu hanya bercanda. Ia bingung kenapa Yang Xi tiba-tiba begini dna bertanya apakah Yang Xi sekarang sedang masuk masa puber, apakah Yang Xi menyukai Li Yu?
Yang Xi kesal banged karena ia tak percaya ibunya akan mengatakan hal seperti itu, ia mengatakan ibunya harusnya ada dipihaknya. Ibu mengatakan sepertinya ia benar kalau Yang Xi menyukai Li Yu karena itu sekarang Yang Xi tiba-tiba jadi malu wkwkwkkwkw.
Yang Xi kesal banged karena ia sama sekali tidak menyukai Li Yu dan saking marahnya YAng Xi bahkan memanggil nama ibunya, ibu shock. HAHAHAHA.

Yang Xi dan ibu terus bertengkar karena masalah itu saat ayah menerima telpon dari ayah Li Yu. Ayah menjelaskan kalau Li Yu nggak mencontek dan ia akan pergi ke sekolah besok untuk mendengarkan cerita detailnya.
Ayah Li Yu mendengar teriakan ibu dan Yang Xi tapi ayah mengatakan kalau tidak ada yang bertengkar, itu hanya suara TV HAHAHAHAHAAHA.
Setelah ayah menutup telpon, pembicaraan ibu dan Yang Xi ternyata sudah sampai dimana ibu menuduh Yang Xi mencontek tapi Yang Xi berteriak kalau ia tidak mencontek. ibu nggak percaya.
YAng Xi menjelaskan ia tidak melihat jawaban siapapun, ia memikirkan jawabannya sendiri dengan baik. Ia juga kesal karena ibu dan ayah besok akan datang sebagai perwakilan ortu Li Yu, jadi artinya ia dan Li Yu akan sama-sama ikut pertemuan orang tua dan guru dan dia tidak mau.
Keduanya terus bertengkar tanpa tahu kalau Li Yu mendengarkan hal itu dibalik pintu.

Keesokan harinya, ayah dan ibu Yang Xi datang ke sekolah. Yang Xi masih ngambek. Kepala sekolah menemui mereka di kelas dan ibu memperkenalkan dirinya, ia akan menjadi wakil Yang Xi sementara ayah Yang Xi akan menjadi wakil Li Yu. Tapi ternyata Li Yu yang mendengar pertengkaran kemarin mengatakan kalau ia berterima kasih, tapi ia akan ikut pertemuan orang tua dan guru sendirian.
Kepala sekolah bicara pada YAng Xi karena menuduh Yang Xi mencontek saat ujian, tapi Yang Xi tetap pada pendiriannya, ia tidak mencontek. Ia meminta kepala sekolah mengadakan ujian ulang untuknya untuk membuktikan ia tidak mencontek jika kepala sekolah tidak percaya padanya.
Kepala sekolah tidak percaya pada Yang Xi karena kepala sekolah tidak menyukai Yang Xi dan geng-nya yang terus membuat masalah. Ia yakin demi He Mei, Li Yu dan Hua Biao sengaja mencontekkan jawaban, berdasarkan nilai YAng Xi yang dulu, ia tak yakin Yang Xi mencontekkan jawaban, ia yakin Yang Xi ikut mencontek.
Yang Xi sangat kesal dan mengatakan ia tidak mencontek. Ia melihat ke arah ibu dan ayahnya, keduanya tidak mengatakan apapun. Yang Xi sangat kecewa dan meninggalkan mereka.

Sementara itu di ruang guru, ibu Cheng Cheng dan Cheng Cheng sedang bicara pada wali kelas. Ibu marah pada wali kelas karena puterinya yang baru 17 tahun, innocent, selalu bersikap baik tiba-tiba memintanya untuk meminta kelonggaran karena seorang siswa yang didiskualifikasi karena mencontek. (Jadi, sepertinya Cheng Cheng meminta ibunya membantu Li Yu gitu, meyakinkan wali kelas kalau Li Yu nggak mencontek).
Cheng Cheng mengatakan pada ibunya kalau LI Yu tidak mencontek, dia pintar dalam pelajaran, He Mei-lah yang tiba-tiba mengambil kertas Li Yu. Ibu mengatakan kalau siswa bernama Li Yu itu harusnya beranggung jawab, bagaimana mungkin dia meminta seorang gadis untuk membantunya seperti ini.
Cheng Cheng mengatakan pada ibunya kalau ini semua adalah keinginannya, Li Yu tak pernah memintanya melakukannya. Ibu penasaran sekali dengan anak laki-kali itu, ia ingin memberi peringatan keras pada Li Yu.
Wali kelas sebenarnya sejak tadi diam saja, dia nggak tahu mau bicara apa karena ibu dan Cheng Cheng sahut sahutan terus.

Li Yu masuk ke ruang guru dan ibu terkejut melihat Li Yu yang tampan, pintar. Hanya dengan melihat wajah Li Yu ia bisa tahu Li Yu pasti siswa yang baik dan punya nilai bagus. Ibu yang tadinya ingin memberi pelajaran pada Li Yu malah memujinya HAHAHAHAHA.
Ia bahkan meminta Li Yu untuk membantu puterinya dalam pelajaran HAHAHAHAHA. Emak sama anak seleranya sama wkkwkwkwkwkwk. Cheng Cheng puas banged karena ibunya menyukai Li Yu.
Ibu berterima kasih pada wali kelas karena ia jadi lega setelah mendengarkan wali kelas. Wali kelas cuma bisa mengerutkan keningnya karena ia sama sekali tidak mengatakan apapun HAHAHAHHAAHA.

Cheng Cheng dan Li Yu mengantar ibu Cheng Cheng ke gerbang dan ibu sekali lagi meminta Li Yu membantu Cheng Cheng.
Setelah ibu pergi, Li Yu baru mulai bicara. Ia mengatakan pada Cheng Cheng sepertinya ia sudah cukup tegas mengingatkan Cheng Cheng untuk tidak mencampuri urusannya. Ia mengatakan kalau tadi itu sangat menyebalkan.
Cheng Cheng mengatakan kalau Li Yu sangat keterlaluan, ia tidak melakukan hal buruk pada Li Yu, ia tidak akan pernah melakukannya. Apa yang ia lakukan setidaknya itu tidak menyakiti Li Yu.
Cheng Cheng mengatakan kalau Yang Xi bahkan menyakiti Li Yu dengan mengatakan di tempat umum kalau ia tak mau berbagi orang tua dengan Li Yu. Itu pasti membuat li Yu malu.
Cheng Cheng tidak mengerti kenapa Li Yu bersifat berbeda pada Yang Xi.
Li Yu mengatakan kalau Cheng Cheng tidak akan pernah bisa menang dari Yang Xi. Cheng Cheng bertanya kenapa dan Li Yu mengatakan karena begitulah sejak awal. Waktu. Ia tumbuh bersama Yang Xi, mereka menghabiskan banyak waktu bersama, tidak akan ada yang bisa mengalahkan waktu yang mereka habiskan bersama-sama. Cheng Cheng tidak akan bisa, tidak akan ada yang bisa.
Cheng Cheng terdiam. Li Yu meninggalkannya.

"Kita bisa mengabaikan apapun, untuk seseorang yang kita sukai, bahkan melakukan hal konyol sekalipun. Tapi kita bisa dikalahkan dengan mudah, hanya dengan kata-katanya." __YAng Xi

Saat Li Yu akan kembali ke kelas, ia berselisih dengan Hua Biao yang akan menunggu neneknya di gerbang. Hua Biao bertanya apakah wali kelas dan kepala sekolah mengatakan hal yang kejam dan Li Yu menjawab mereka hanya bersikeras kalau mereka mencontek saat ujian.
Jam 5 sore, Hua Biao tiba di gerbang sekolah menunggu neneknya.

Sementara itu di ruang guru, seseorang menemui wali kelas. Pria itu membawa tas besar, badannya gemuk, pakaiannya norak, pake cincin emas, kalung emas, jam emas dan mengatakan demi datang ke sekolah ia harus menyerah akan rtemuan bisnis dengan orang rusia.
Wali kelas ternganga melihat pria itu karena ia tidak mengenalinya. Pria itu ternyata adalah ayah Er Tiao  dan wali kelas langsung terkejut dan menyalaminya.
wali kelas langsung bertanya apakah ayah tahu dimana Er Tiao dan ayah Er Tiao bingung.
Dan seperti dugaan, Er Tiao ada di suatu tempat, puas dengan apa yang ia lakukan setelah mendapatkan tanda tangan Li Ming untuk dipamerkan pada teman-temannya.

"Kita melakukan sesuatu yang kita pikir itu adalah sesuatu yang besar tanpa tahu kalau hal itu akan membawa masalah besar bagi kita. Tapi tidak apa-apa, begitulah masa muda bekerja. Cobalah dan jangan menyesalinya."

Jam 6.30 sore, nenek Hua Biao masih tidak muncul. Hua Biao bingung.
Tiba-tiba Xiao Lan, pemilik salon datang sambil berlari menemui Hua Biao dan bertanya apakah Hua Biao melihat nenek.  Hua Biao bingung karena ia sedang menunggu nenek tapi nenek tidak muncul. Xiao Lan mengatakan kalau nenek tadi izin dari pertemuan untuk pergi ke sekolah dan berjanji akan kembali pada jam 5.30.
Hua Biao tentu saja terkejut dan segera berlari mencari neneknya.

-To Be Continued-

Komentar:
Kira-kira kemana nenek Hua Biao pergi? Aku harap tidak terjadi sesuatu yang gawat pada nenek. Well, dramanya udah tamat dan aku sudah cek sedikit endingnya, nenek masih baik-baik saja sampai ending jadi tidak perlu terlalu khawatir.

Karena aku nggak pernah dipaksa untuk belajar, untuk mendapatkan nilai segini, diancam dan tidak dipercayai begitu, jadi aku nggak akan bisa mengerti bagaimana perasaan YAng Xi dan He Mei yang sebenarnya. Mereka pasti merasa sakit banged, karena saat Yang Xi benar-benar berusaha menyelesaikan soal ujian sendirian, ia malah dituduh mencontek.
Untuk He Mei, rasa gugup dan ketakutan, ancaman orang tua membuat otaknya kosong dan bahkan melakukan sesuatu yang menurutku udah parah banged. Dia merebut jawaban Li Yu. Li Yu yang awalnya nggak bersalah malah masuk dalam masalah mereka. Untungnya Li Yu baik dan nggak menyalahkan temannya.
Orang tua He Mei parah banged sih sama anaknya sendiri, tapi aku lihat di drama china tentang sekolahan pasti ada aja ortu yang gini, di My Huckleberry Friends juga ada waktu itu.
Anaknya jadi trauma gitu, ketakutan dan nggak tahu mau ngapain T_T

Di episode ini kayaknya aku jadi yakin kalau Yang Xi memang nggak ada rasa sama Li Yu. Melihat reaksinya saat ortunya akan mewakili Li Yu lagi, Yang Xi nggak suka karena orang jadi salah paham dengan hubungan mereka.
Li Yu selama ini hanya bertepuk sebelah tangan. Kasihan sih tapi aku juga sebal sama Li Yu dari caranya memperlakukan Cheng Cheng. Tapi setidaknya Li Yu ini tegas sama Cheng Cheng, gue nggak suka sama lu dan Cheng Cheng adalah tipe yang nggak menyerah meski tersakiti, membuat hubungan mereka berdua sebenarnya jadi makin menarik makin kesini.
Aku malah jadi makin nungguin momen mereka berdua melebihi Yang Xi dan Hua Biao wkwkkwkkwkw.

Banyak sebenarnya yang kecewa dengan ending drama ini, tapi setelah aku cek endingnya nggak buruk kok. Aku nggak akan kasih spoiler supaya aku lebih asik bikin sinopsisnya. Aku akan berusaha menyelesaikan sinopsisnya meski dramanya udah tamat :))

Share:

2 comments:

  1. Lnjut min..jangan lama2 ya...pgen liat hua biao am yang xi yg moment manisnyaπŸ˜„πŸ˜ƒ

    ReplyDelete
  2. Thanks for reviewnya.

    Min..aku saranin nonton well intended love tahun ini dramanya.

    ReplyDelete

Follow by Email

Translate

NOTE:

DILARANG RE-UPLOAD / COPY PASTE TULISAN DI BLOG INI!

JIKA INGIN SHARE, CUKUP LINK KE POSTINGANNYA SAJA, BUKAN ISINYA!


SUPPORT US

[Trivia] Japanese Movie Recommendations List

Karena ada banyak yang menanyakan rekomendasi untuk J-Movie, jadi aku memutuskan untuk membuat list rekomendasi Japanese Movi...

Recent Posts

Recent Posts Widget

Popular Posts This Week

Actor / Actress

Airi Matsui Ando Sakura Anna Ishii Aoi Miyazaki Aoi Morikawa Aoi Wakana Aoi Yu Aom Sushar Araki Yuko Ayase Haruka Bebe Tanchanok Chen Duling Chiba Yudai Chinen Yuri Choi Ara Dai Lu Wa Daiki Shigeoka Darren Wang Dori Sakurada Eikura Nana Eita Elaiza Ikeda Fujiki Naohito Fuka Koshiba Fukagawa Mai Fukuchi Momoko Fukushi Sota Fuma Kikuchi Fumi Nikaido Furuhata Seika Gao Zhi Ting Go Kyung Pyo Gong Yoo Gou Ayano Hamano Kenta Han Seung Yeon Han Yeri Hana Sugisaki Haru Kuroki Haruka Fukuhara Haruma Miura Haruna Kawaguchi Hasegawa Hiroki Hashimoto Ai Hashimoto Kanna Hayami Akari Hayato Isomura Higa Manami Hikari Mitsushima Hirano Sho Hiroki Narimiya Hirose Alice Hirose Suzu Honoka Yahagi Horii Arata Hou Ming Hao Hu Yi Tian Hwang Jung Eum Hyeri Igawa Haruka Imada Mio Inoue Mao Ishihara Satomi Jang Se Hyun Ji Soo Ji Woo Joo Won Jun Shison Jung So Min Kaku Kento Kamiki Ryunosuke Kaname Jun Kanichiro Kanjiya Shihori Kasumi Arimura kawakami juria Kei Tanaka Kengo Kora Kentaro Kento Hayashi Kento Nagayama Kim Go Eun Kim Ji Won Kim Min Suk Kim So Hyun Kim Soo Hyun Kim Tae Ri Kim Woo Bin Kim Yoo Bin Kim Yoo Jung Kim Yoo Mi Kinami Haruka Kiritani Kenta Kitamura Takumi Kiyohara Kaya Kiyohara Sho Komatsu Nana Koseki Yuta Kou Shibasaki Kubota Sayu Kudo Asuka L Lee Bo Young Lee Chung Ah Lee Dong Hwi Lee Dong Wook Lee Gi Kwang Lee Jong Suk Lee Joon Lee Soo Hyuk Lee Yoo Jin Li Lan Di Lily Franky Mackenyu Mahiro Takasugi Maika Yamamoto Maki Horikita Mamiya Shotaro Marie Itoyo Masahiro Higashide Masaki Okada Masaki Suda Masataka Kubota Matsumoto Jun Matsushima Nanako Mayu Matsuoka Mei Nagano Mikako Tabe Mike D angelo Min Do Hee Minami Hamabe Minami Sara Mio Yuki Mirai Moriyama Mirai Shida mirai suzuki Mitsuki Takahata Mitsushima Shinnosuke Miwa Miyu Yoshimoto Mizuki Yamamoto Moe Arai Moka Kamishiraishi Mone Kamishiraishi Mugi Kadowaki Nadine Lustre Nagasawa Masami Nakajima Kento Nakamura Tomoya Nao Nao Matsushita Nijiro Murakami Nounen Rena Okada Kenshi Osamu Mukai Otani Ryohei Park Bo Gum Park Eun Bin Park Hae Jin Park Seo Joon Park Shin Hye Pattie Ungsumalynn Phan Pagniez Reina Visa Rena Matsui Riho Yoshioka Rina Kawaei Ryo Ryusei Ryo Yoshizawa Ryoma Takeuchi Ryota Katayose Ryu Hwa Young Ryu Jun Yeol Sagara Itsuki Sairi Itoh Saito Takumi Sakaguchi Kentaro Sakuma Yui Sakurako Ohara Sato Kanta Satoshi Tsumabuki Seino Nana Seo Hyun Jin Seto Koji Shen Yue Shim Eun Kyung Shimon Okura Shin Hyun Soo Shirota Yuu Shohei Miura Shono Hayama Shuhei Nomura Shunya Shiraishi sometani shota Son Seung Won Song Ha Yoon Suga Kenta Sun Woong Suzuki Ryohei Suzy Taiga Taishi Nakagawa Takahashi Issei Takanori Iwata Takayuki Yamada Takeru Sato Takuya Kusakawa Tamaki Hiroshi Tao Phiangphor Tasuku Emoto Tomita Miu Tomoshita Yamashita Tori Matsuzaka Toyokawa Etsushi Tsubasa Honda Tsuchiya Tao Uchida Rio Ueno Juri Wan Peng Yamazaki Kento Yamoto Yuma Yo Oizumi Yoo In Na Yoo Seung Ho Yook Sung Jae Yoon Park Yoon So Hee Yoshine Kyoko Yosuke Sugino Yu Aoi yua shinkawa Yui Aragaki Yuina Kuroshima Yuki Furukawa Yuki Izumisawa Yuki Yamada Yukino Kishii Yuko Oshima Yuna Taira Yuriko Yoshitaka Yuta Hiraoka Yuya Matsushita Yuya Yagira Zhang Yao

Drama / Movie

3A 99.9 A Love So Beautiful A Story of Yonosuke Age of Youth 2 Always Sunset on Third Street amachan Anikoma Anohana Anone Ao Haru Ride Arbitratily Fond Asa ga Kita Ashi Girl At Cafe 6 Beppin-San Biscuit Teacher and Star Candy Bittersweet Boku Dake ga Inai Machi Boku no Ita Jikan Boukyaku no Sachiko Bubblegum Cafe Waiting Love Carnation Chia Dan Chihayafuru Chugakusei Nikki Churasan Crybaby Pierrot's Wedding Crying Out Love in the Center of the World Daily Lives of High School Boys Dating DNA Departures Eulachacha Waikiki Evergreen Love Father is Strange Fight Fleet of Time Forever Young Frankenstein no Koi From Five to Nine Gakko no Kaidan Gegege no Nyobo Gochisousan God Gift Good Morning Call Good Morning Call 2 Goon Ju Hana and Alice Hana Nochi Hare Hanako to Anne Hanbun Aoi Haruchika Hirunaka no Ryuusei Hirune Hime Hiyokko Honey and Clover Hot Road Hyouka I Love You in Tokyo I Want to Eat Your Pancreas If We Were A Season Itakiss LIT Itakiss LIT S2 Itakiss Movie Kahogo no Kahoko Kakegurui Kaze no Haruka Keiji Yugami Kidnap Tour Kiki Delivery Service Kimi no Na Wa Kingyo Club Kiss Me Thailand Koe no Katachi Koinaka Kuragehime Linda Linda Linda Little Forest Love Letter Lucky Romance Ma Boy Man From The Stars Manpuku March Comes in Like a Lion Mare Massan May Who? Meteor Garden 2018 Moriyamachu Driving School My Huckleberry Friends My Husband Can Not Work My Little Sweet Pea My Old Classmate Nagi no Asukara Narratage Natsuzora Nodame Cantabile Oboreru Knife Ohisama Omotesando On The Wings of Love One Million Yen Girl One Week Friends Operation Love Orange Orange Days Ore Monogatari Our Little Sister Our Times Peach Girl Pinocchio Princess Hours Thailand Rage Rainbow Song ReLIFE Reply 1988 Romance Full of Life Sannin No Papa she was pretty Shigatsu wa Kimi no Uso Sing Salmon Sing Solanin Sound of Your Heart Splish Splash Love Ssam My Way Strobe Edge Sukina Hito ga Iru Koto Teiichi no Kuni Tenno no Ryoriban The 100th Love The Anthem of the Heart The Best Hit The Great Passage The Left Ear The Woodsman and The Rain The World of Us Today's Kira-kun Todome no Kiss Toki wo Kakeru Shojo Tokyo Tarareba Girls Tomorrow Cantabile Tonari no Kaibutsu-kun Toto Nee Chan Twenty Years Old Twilight Saya in Sasara Uchiage Hanabi Under the Hawthorn Tree Unnatural Wakamonotachi Warotenka We All Cry Differently What A Wonderful Family When We Were Young While You Were Sleeping Wise Prison Life Wood Job Yellow Elephant Yesterday Once More Your Lie in April Youth Over Flowers

Blog Archive

Recent Comments

Random Posts