Thursday, 10 October 2019

[Sinopsis] Natsuzora Week 26: Episode 154-156 FINAL

Akhirnya kita sampai di sinopsis 3 episode terakhir dari NHK asadora ke-100, Natsuzora. Ini adalah episode terakhir dan postingan mengenai Natsuzora terakhirku. Di episode akhir ini 90% stage-nya adalah Tokachi dan aku senang karena Natsuzora kembali membahas mengenai peternakan sapi keluarga Shibata. Kakek yang lemas dan tidak bersemangat kembali menemukan semangatnya. Kakek sudah tidak keras kepala lagi, itu-lah yang aku lihat dari episode ini. Dan untuk pertama kalinya kakek tertawa lepas membuat aku lega karena kakek baik-baik saja. Meski drama ini berakhir, tapi ini adalah awal dari perjalanan kehidupan Natsu yang selanjutnya.

Sinopsis Natsuzora Week 26 FINAL: Natsu yo, Appare Tokachibare!
-Natsu, It's Sunny Tokachi-

Musim panas 1975, Natsu, Chiharu, Kazuhisa, Chinatsu dan Yuu-chan datang ke Tokachi, Hokkaido untuk menghabiskan liburan disana. Mereka tiba di rumah saat Fujiko dan Sara-san sedang memasak, keduanya menyambut mereka. Setelah itu, Natsu dan Chiharu pergi ke kandang sapi karena kakek ada disana. Mereka menyapa kakek dan kakek tidak mengatakan apapun, ia hanya berjalan mendekati mereka dan memeluk Chiharu. Air mata kakek menetes saat itu. Ia mengucapkan selamat datang pada Natsu dan Chiharu. Kazuhisa dan anak-anak datang kemudian, Chiharu memperkenalkan puterinya Chinatsu. Kakek mebelai rambut Chinatsu dan juga Yuu-chan. Kazuhisa juga menyapa kakek, tapi kakek cuma bilang 'hmm' trus meninggalkan mereka hAHAHAAHHAHAHA. Poor Kazuhisa.
Setelah itu, seperti yang dijanjikan, Chinatsu dan Yuu belajar memerah susu sapi. Chinatsu dan Yuu melakukannya dengan baik pada percobaan pertama mereka. Kazuhisa juga ingin mencoba tapi Natsu menolaknya HAHAHHAHAHHA.

Saat makan malam, Natsu mengkhawatirkan kakek karena saat semuanya mengobrol sampai tertawa, kakek diam saja. Natsu akhirnya mengajak kakek bicara, bertanya apakah kakek menonton animasi yang mereka buat dan bertanya bagaimana pendapat kakek. Kakek diam saja, Takeo menggantikan kakek menjawab kalau mereka menontonnya setiap malam. Tiba-tiba kakek mengatakan kalau ia kelelahan dan langsung kembali ke kamar setelah ia selesai makan. Natsu khawatir dan bertanya pada ibu apakah kakek baik-baik saja. Fujiko mengatakan kalau kakek baik-baik saja, dia memang selalu begitu belakangan ini, habis makan langsung ke kamar. Mereka meminta Natsu jangan mengkhawatirkan kakek.
Natsu, Chiharu, Chinatsu dan Yuu tidur di kamar yang sama. Saat anak-anak sudah tidur, NAtsu dan Chiharu masih mengobrol. Natsu mengatakan melihat anak mereka tidur seperti sekarang jadi mengingatkannya pada masa lalu mereka tapi Chiharu mengatakan ia tidak punya kenangan masa kcil tidur di futon. Natsu mengerti, karena masa kecil yang mungkin paling diingat Chiharu adalah mereka yang tidur dibawah kolong jembatan bersama kakaknya dan Nobu-san. Natsu mengatakan dulu karena ada Chiharu, ia bisa bersemangat menjalani hidupnya meski kenangan mereka penuh dengan kenangan menyedihkan. Chiharu mengatakan ada saatnya ia bersyukur menjadi yatim piatu, karena ia bisa bertemu dengan banyak orang. Ia berterima kasih pada kakaknya karena hidup dengan baik dan Natsu juga mengatakan ia beterima kasih karena Chiharu hidup dengan baik.
Natsu dan Chiharu saling tersenyum. Kazuhisa yang baru selesai mandi lewat di kamar mereka dan diam-diam mendengarkan pembicaraan keduanya.

Keesokan harinya, mereka jalan-jalan ke kedai baru Fujiko dan Sara yang menyajikan es krim. Patung pahatan ayah Sara juga dipajang disana, siapa tahu ada yang mau membeli oleh-oleh.
Ibu menyajikan es krim khusus kedai mereka, es krim vanilla, strawberry dan kacang merah. Es krim itu gimanapun memang enak banged, favorit HAHHAHAHAHA.
Natsu kemudian bertanya bagaimana dengan bisnis ini, apakah ada pembeli yang datang. Sara dan Fujiko ragu-ragu mengatakan tentu saja. Tapi Yumiko tiba-tiba muncul dan mengatakan nggak mungkin ada yang datang ke tempat seperti ini, tempatnya terpencil, nggak ada yang tahu juga, jadi mereka masih belum punya pelanggan. Fujiko mengatakan itu karena dia baru pulang dari Tokyo, makanya belum sempat promosi. Lagian yang membuat ini adalah Yumiko dan Sara, karena saat itu ia ada di Tokyo.
Natsu meminta mereka berdua jangan bertengkar dan memperkenalkan adiknya Chiharu pada Yumiko. Itu adalah pertemuan pertama Yumiko dan Chiharu, keduanya bersalaman. Tapi dimomen itu, Kazuhisa malah mengacaukannya karena dia makan es krim nggak rapi, sampai kena baju. Natsu hanya bisa mendesah HAHAHAHHAA.

Kemudian mereka jalan-jalan ke Setsu-Getsu dan disana mereka makan-makan lagi. Mereka juga membicarakan mengenai anime buatan Natsu dan Kazuhisa, animenya populer, banyak yang datang ke Hokkaido dan karena itu Setsu Getsu juga bisnisnya lancar. Ada yang dari luar negeri juga datang dan membeli oleh-oleh dari mereka, pembungkus makanan buatan Tenyo sudah sampai disana. Natsu juga senang mendengarnya, awal mula kisah Sora juga dari gambar yang dibuat oleh Tenyo. Mereka yakin Tenyo bahagia dialam sana.
Nenek kemudian bertanya apakah Natsu dan kakek sudah bicara mengenai kakek yang tersentuh dengan anime Sora. Natsu tidak tahu akan hal itu, jadi nenek menceritakan bagaimana kakek tersentuh dengan pemandangan matahari terbit di animasi Sora yang mengingatkan kakek pada masa mudanya, setiap kali ia melihat matahari terbit itu, matahari itu seolah menyemangatinya untuk tidak menyerah disana.
Natsu baru tahu akan hal itu dan terharu mendengarnya. Nenek meminta Natsu untuk sedikit lebih lama bersama kakek, Natsu mengerti.

Pulang dari Obihiro, hujan deras turun. Yumiko mengantar mereka dengan mobil dan ia tak bisa kembali ke Obihiro karena berbahaya. Saat itu Takeo dan Teruo sedang membicarakan sesuatu, mereka sepertinya berencana untuk merombak tempat pemerahan susu sapi menjadi lebih besa lagi. Saat itu tiba-tiba hujan turun makin deras, petir menyambar. Kakek keluar dari kamarnya dan melihat cuaca, sepertinya akan terjadi badai besar.
Mereka melanjutkan pembicaraan mengenai pembangunan peternakan. Natsu bertanya apakah kakek sudah tahu mengenai Teruo yang akan mengubah peternakan dan Teruo mengatakan kakek sudah menyerahkan semuanya padanya, makanya kali ini ia melakukan sendiri tanpa mendiskusikan dengan kakek. Ia ingin membuat peternakan mereka menjadi nomor 1 di Jepang, makanya ia ingin memperluas peternakan. Ibu protes karena itu akan butuh banyak uang, yang lain juga kelihatannya ragu. Fujiko bertanya apakah kakek setuju Teruo akan mengubah peternakan, karena kakek kan biasanya menolak hal seperti ini. Kazuhisa sendiri punya pemikiran lain, Teruo ingin peternakan mereka diperbesar dan dengan begitu nanti investasi yang mereka tanamkan akan kembali, tapi Kazuhisa merasa nggak semudah itu, karena kalau peternakan makin besar, biaya juga makin besar, balik modal bahkan keuntungan nggak akan semudah itu memperolehnya. Natsu meminta Kazuhisa jangan mengatakan halhla yang sulit.
Kakek akhirnya bicara mengatakan kalau ia sudah menyerahkan semuanya pada Teruo, terserah Teruo mau melakukan apap, kalau Teruo punya keberanian melakukannya, maka lakukan saja. Teruo senang karena kakek mendukungnya, jadi semuanya nggak bisa mengatakan apapun lagi.

Malam itu benar-benar terjadi badai, hujan lebat, angin berhembus kencang, petir menyambar. Kakek terbangun dan merasakan firasat buruk, ia menyalakan lampu tapi listrik mati. Ia ke dapur dan Fujiko & Takeo sedang sibuk. Kakek bertanya ini jam berapa dan mereka mengatakan ini hampir jam 7. Teruo kembali dari peternakan dan mengatakan mereka tidak bisa memerah susu sapi karena mati listrik. Sekarang peternakan Shibata menggunakan energi listrik semuanya, termasuk alat pemerah susu sapi, jadi kalau listrik mati begini ya nggak bisa bekerja. Sapi perah, kalau susunya nggak diperah setiap pagi hari maka sapinya akan sakit, makanya kakek terlihat khawatir.
Natsu dan yang lain bangun pagi itu dan bertanya kenapa mereka berkumpul begini. Teruo menjelaskan apa yang terjadi dan Natsu khawatir bagaimana dengan sapi-sapi. Kikusuke dan yang lain sedang menjaganya, mereka bisa menunggu sampai sore, ia yakin listrik akan segera hidup. Natsu nggak yakin apakah tidak apa-apa membiarkan sapi nggak diperah pagi harinya, meski di peternakan Shibata belum pernah terjadi tapi Teruo pernah mendengar kalau sapi-sapi akan baik-baik saja.
Teruo mencoba menghubungi PLN, tapi sepertinya listrik nggak akan menyala dalam waktu dekat. Kakek marah karena Teruo terlihat santai dan berteriak pada teruo untuk tidak meninggalkan sapi-sapi itu, apakah Teruo tidak mendengar sapi-sapi itu menangis? Kakek mengatakan kalau Teruo harusnya memerah susu sapi pada waktunya apapun yang terjadi, karena sapi-sapi itu mempercayai mereka dan memberikan mereka susu tang terbaik. Teruo harusnya tidak main-main dengan pekerjaannya, Teruo masih punya tangan untuk melakukannya, kenapa Teruo malah terlalu tergantung pada listrik.
Natsu juga setuju dengan kakek, kalau mereka tidak segera memerah susu sapi, sapi-sapi bisa sakit. Kakek memegang bahu Teruo dan meminta Teruo untuk menyelamatkan sapi-sapi itu. Teruo mengerti dan segera pergi. Kakek juga menyuruh yang lain untuk bersiap-siap. Tapi Takeo harus ke koperasi, karena ia yakin banyak peternak yang kesulitan.

Kakek dan Natsu segera pergi ke kandang sapi. Kikusuke, Sara-san dan anak sulung Teruo sedang mencoba memerah susu sapi sebisa mereka. Yumiko, Kazuhisa dan Ibu juga datang membantu. Yumi dan Kazuhisa meminta kakek mengajari mereka agar mereka bisa membantu, tapi tidak ada waktu untuk mengajari mereka, kakek meminta mereka melihat untuk belajar. Mereka mengerti.
Yukichi yang sudah pensiun juga datang untuk membantu di peternakan. Semuanay sibuk memerah susu sapi, yang penting sekarang adalah menyelamatkan sapi-sapi itu, masalah susu yang sudah diperah itu bisa dibicarakan nanti. Penyimpanan susu sapi segar mereka sekarang sepertinya juga menggunakan tenaga listrik untuk pendinginnya, makanya nggak bisa digunakan. Teruo kemudian mengatakan mereka harus menggunakan tempat penyimpanan susu yang lama, yang tempatnya sudah dijadikan kedai es krim oleh ibu dan Sara. Jadi mau nggak mau mereka membongkar kedai itu lagi. Untungnya tempat penyimpanan susu masih ada disana, ibu dan Sara membuatnya menjadi meja, jadi masih bisa dicongkel papan penutupnya.
Kazuhisa belum pernah sekalipun memerah susu sapi, jadi meski belajar sekarang juga belum tentu bisa, makanya Natsu menyuruh Kazuhisa bekerja untuk menyaring susu sapi saja. Jadi susu sapi yang sudah diperah, disaring menggunakan kain saat dipindahkan ke tempat susu segar.
Hari itu semuanya bekerja dengan penuh semangat untuk melakukan yang terbaik.

Hujan badai berhenti, semua sapi sudah berhasil diperah dan mereka bersyukur bisa menyelamatkan para sapi. Kakek mengatakan kalau Teruo sudah melakukan yang terbaik, tapi Teruo mengatakan kalau ia ternyata belum apa-apa. Kakek mengatakan itu tidak benar, Teruo sudah melakukan yang terbaik. Hal yang penting disaat seperti ini bukan-lah berapa banyak kamu bekerja atau berapa banyak yang kamu hasilkan, tapi kenyataan bahwa sapi-sapi itu masih hidup. Teruo mengerti. Kakek juga mengatakan semuanya sudah melakukan dengan baik. Natsu tersenyum melihat kakek.

Keesokan harinya, Natsu dan kakek pergi ke ladang kentang keluarga Yamada. Yasue-san dan anak-anaknya sedang ada disana dan senang melihat kakek dan Natsu. Ladang Tenyo juga terkena dampat bada semalam, tanaman kentangnya harus segera di panen. Ayah dan ibu Tenyo tidak ada di ladang karena sibuk dengan rumah mereka yang juga kena dampak badai semalam. Mereka berhasil menyelamatkan lukisan terakhir Tenyo.
Natsu dan kakek membantu panen kentang dan teringat bagaimana awalnya mereka mengolah tanah untuk ladang itu. Mereka bekerja bersama-sama dengan masyarakat Tokachi dan keluarga Yamada, mengolah tanah tandus menjadi ladang.
Kakek mengatakan pada Natsu, jika ia mati nanti, Natsu tidak perlu bersedih. Natsu meminta kakek jangan mengatakan hal seperti itu. Kakek mengatakan ia sama seperti Tenyo, jiwanya akan selalu ada di Tokachi, meresap ke dalam tanah Tokachi. Jika suatu hari nanti Natsu merasa sedih dan kesepian atau merindukannya, Natsu bisa pulang kapanpun dan berkeliling di tanah Tokachi. Natsu tersenyum dan mengerti. Kakek melanjutkan, dan lagi ia akan selalu ada dalam diri Natsu, ia akan terus hidup dalam hati Natsu. Natsu mengerti. Kakek juga mengatakan kalau Natsu melakukannya dengan baik, Natsu berhasil melakukan apa yang ia impikan selama ini. Natsu bisa kembali ke Tokyo dengan tenang, karena ia akan selalu ada dalam diri Natsu. Natsu tersenyum sambil berkaca-kaca dan mengatakan kalau ia sangat menyukai kakek. Kakek kaget karena tiba-tiba Natsu mengatakan hal itu, ia terpeleset dan jatuh. Natsu terkejut dan bertanya apakah kakek baik-baik saja. Kakek hanya tertawa dan tertawa, untuk pertama kalinya setelah sekian lama kakek tertawa lepas seperti itu. Natsu juga ikutan tertawa dan keduanya tiduran di ladang kentang Tenyo. (Awwwww, suka banged sama adegan ini, diiringi oleh musik favoriteku di Natsuzora dan ini adalah adegan terakhir Natsuzora yang syuting di Hokkaido).

Hari itu, Kazuhisa mendapat telpon dari Mako-san di Tokyo. Mako-san bertanya kapan mereka akan kembali ke Tokyo, karena ia sudah menemukan tema untuk animasi baru mereka dan ia ingin segera berdiskusi dengan Kazuhisa. Kazuhisa mengatakan ia masih belum tahu kapan mereka kembali, tapi dalam waktu dekat ia harap mereka bisa mendiskusikannya. Mako mengerti.
Fujiko yang sedang menjemur pakaian bertanya apakah itu masalah pekerjaan dan Kazuhisa membenarkan. Tapi mereka tidak akan segera pulang karena ia ingin Natsu benar-benar liburan kali ini tanpa memikirkan pekerjaan. Fujiko tersenyum dan mengatakan pada Kazuhisa untuk menjaga Natsu seterusnya. Kazuhisa mengerti.

Di kedai es krim, Teruo dan Sara sedang bekerja. Mengenai pembangunan kembali peternakan Shibata sepertinya ditunda dulu, karena mereka harus memikirkan mengenai hal-hal seperti ini untuk kedepannya. Tempat penyimpanan susu sapi perah yang lama digunakan kembali, karena itu kedai es krim harus ditutup. Sara mengatakan kalau ia pasti akan membuka kedai es krim suatu hari nanti bersama ibu, dan kali ini mereka akan memikirkan lebih matang mengenai lokasi dan promosi sebelum memulainya.
Pada akhirnya Sara dan Teruo mendapat pelajaran kalau mereka masih belum apa-apa, mereka masih harus banyak belajar. Teruo meminta sara menjaganya terus mulai dari sekarang dan Sara juga mengatakan hal yang sama. Yoroshiku onegaishimasu~

Keesokan harinya, Chiharu dan Chinatsu pulang ke Tokyo. Mereka pulang lebih awal dari keluarga Sakaba, karena Chiharu nggak bisa libur lama-lama dari restoran.
Keluarga Shibata meminta mereka untuk datang lagi tahun depan, datang kapan saja. Chiharu mengerti dan ia juga berterima kasih pada kakek. Kakek meminta mereka hati-hati di jalan.
Natsu dan Fujiko mengantar mereka sampai ke jembatan dan melambaikan tangan pada Chiharu dan Chinatsu yang ada dalam mobil. Yumiko yang mengantarkan mereka ke stasiun.

Di Tokyo, saitaro juga sibuk dengan pekerjaannya. Mereka nggak ada libur karena anime sedang booming banged dan permintaan seiyuu terus meningkat. Pekerjaan para aktor dan aktris yang berada dibawah agensi Saitaro lancar jaya. Hari itu pekerjaan selanjutnya mereka sudah ditetapkan dan untuk merayakannya, mereka akan makan oden di kedai oden baru milik Ayami-san. Tentu saja sacho Saitaro yang mentraktir.

Suatu hari, Natsu, Kazuhisa dan Yuu-chan main ke padang rumput (tempat dimana Natsu biasanya melukis, tempat dimana Natsu dan Nobu-san bertemu di episode 1).
Saat itu Kazuhisa mengatakan suatu hari nanti ia ingin membuat animasi tentang Okuhara bersaudara, animasi tentang yatim piatu korban perang, anak-anak yang tidak kehilangan harapan meski kerasnya cobaan. Ia ingin membuat sesuatu yang real seperti itu. Natsu bertanya dalam bentuk TV Animasi? dan Kazuhisa mengatakan kali ini ia ingin membuatnya dalam bentuk film animasi.
Dan pembicaraan mengenai rencana itu benar-benar terwujud 12 tahun kemudian. Natsu dan Kazuhisa membuat sebuah film animasi tentang anak yatim piatu korban perang, animasinya ada di episode 1 drama ini, saat Natsu diselamatkan oleh Nobu-san. OMG!
(Seperti yang kalian mungkin sudah tahu, model Natsu dan Sakaba adalah Okuyama Reiko dan Isao Takahata, keduanya bekerja sama dalam film animasi ghibli, Hotaru no Naka atau Grave of the Firefly, tentang kakak beradik yatim piatu korban perang yang berusaha bertahan hidup. Bagi pencinta animasi pasti sudah pernah menonton film itu dan bagi yang belum tonton deh, dijamin nangis nangis).

Saat itu kakek ada di padang rumput dekat peternakan, ia merasakan angin sepoi-sepoi dan memutuskan untuk tiduran di rumput merasakan kehangatan angin Tokachi.

Natsu dan Kazuhisa menatap pemandangan indah Tokachi dan mengatakan kalau mulai dari sini akan dimulai lagi perjalanan hidup mereka. Natsu mengatakan kalau ia ingin sekali lagi menapaki jalan yang tidak ada apa-apanya (mungkin maksudnya jalan baru yang belum pernah ditempuh oleh siapapun, kan temanya perintis nih, jadi merintis sesuatu lagi).
Kazuhisa tersenyum dan mengatakan kalau ia tidak bertemu dengan Natsu, mungkin yang ada dihadapannya hanya jalan yang membosankan. Natsu tertawa dan mengatakan kalau Kazuhisa mengatakan hal yang bagus. Natsu juga mengatakan jika ia tidak bertemu dengan Kazuhisa, mungkin jalan hidupnya tidak akan menyenangkan seperti sekarang ini. Kenangan-kenangan Natsu dan Kazuhisa diperlihatkan, sejak awal mereka bertemu sampai mereka bersatu menjadi pasangan suami istri dan diberikan seorang anak gadis yang lucu seperti Yuu.
Kazuhisa senang punya keluarga seperti Natsu dan Yuu. Natsu mengatakan mulai dari sekarang, sedikit demi sedikit, selembar demi selembar, seperti animasi mereka akan menggambar impian keluarga mereka. Kazuhisa mengatakan mungkin kedepannya kesulitan akan menunggu mereka disana. Natsu tertawa dan mengatakan meskipun begitu, mereka bisa memulai lagi dari awal. Kazuhisa mengerti.

Yuu-chan sejak tadi diam saja melihat ayah dan ibunya dan akhirnya ia berkomentar kalau ayah dan ibunya terlihat seperti Sora dan Rei. Natsu dan Kazuhisa tertawa dan agar terlihat seperti Sora dan Rei, Kazuhisa sengaja menggenggam tangan Natsu.
Yuu kemudian protes mengatakan kalau ia juga ingin ikut, ia berdiri diantara Natsu dan Kazuhisa kemudian menggenggam tangan keduanya. Mereka bertiga tertawa bersama-sama dan berjalan pulang sambil bergandengan tangan.

-THE END-

Komentar:
HUWAAAAAAAAAAAA, Natsuzora akhirnya berakhir juga. Ada rasa sedih karena berpisah dengan para tokoh yang sudah menemani selama 6 bulan dan ada rasa bahagia karena perjalanan hidup Natsu berakhir dalam drama ini tapi tetap lanjut meski nggak diperlihatkan lagi.
Yuu mengatakan papa dan mama mirip Rei dan Sora, HAHAHAAAAHAH. Tapi aku kurang setuju sih, kecuali kalau papa adalah Tenyo atau Nobu, baru mirip Sora wkwkkwkwkwkwkw (sampai akhir ya tetap diungkit, gomen).

Di 3 episode terakhir ini, aku pikir pemeran Tokyo nggak akan kelihatan lagi, ternyata muncul meski cuma sedikit dan mereka yang penting aja. Sebenarnya 3 episode terakhir ini sangat seru dan sangat menyentuh, aku meneteskan air mata berkali-kali, terutama saat adegan kakek.
Saat kakek memeluk Chiharu, duh, terasa banged sedih dan harunya. Saat peternakan Shibata menghadapi masa sulit, saat dikebun Tenyo, saat kakek sendirian di ending. Mantap sih 3 episode terakhir ini dan aku sangat menikmatinya.

Adegan saat peternakan Shibata menghadapi masalah sumpah seru banged, lari ke sana kemari menyelamatkan para sapi. Memerah susu sapi dengan cepat, kerja nggak banyak omong pokoknya gimana biar sapi selamat. Makanya pekerjaan seperti ini nggak boleh mengandalkan listrik sepenuhnya, harus punya persiapan kalau listriknya mati masa sapinya mau dibiarkan, bisa sakit.
Tapi ini menjadi pelajaran berharga bagi Teruo yang akan meneruskan peternakan, meski teknologi berkembang pesat, jangan melupakan cara mereka bekerja saat teknologi belum ada, karena pasti berguna suatu hari nanti. Dan jangan panik juga disaat seperti itu, karena akal bisa hilang dan nggak tahu harus bagaimana.
Aku senang melihat kakek menemukan semangatnya kembali setelah kejadian itu. Aku rasa selama ini kakek terlihat lemah dan nggak bersemangat karena merasa dia tidak bisa melakukan apapun lagi.

Aku juga menyukai adegan Natsu dan kakek di kebun Tenyo, mereka memabntu Yasue untuk panen. Kakek untuk pertama kalinya tertawa lepas disana. Selama ini kakek sering tersenyum tapi biasa aja, nggak pernah tertawa lepas seperti itu, jadi memang sangat mengagetkan.
Itu semuanya karena Natsu yang tiba-tiba mengatakan kalau ia menyukai kakek. Sejak kecil, Natsu memang menyukai kakek, suka dalam artian rasa suka terhadap keluarga. Meski semua orang dikeluarga Shibata menyayangi Natsu, tapi kakek berbeda, kakek punya tempat spesial di hati Natsu.
Kira-kira jika Natsuzora bukan tentang animasi melainkan cerita puteri peternak, akan dibawa kemana kisahnya ya?

Di akhir episode semua orang berbahagia. Setelah melalui berbagai kesulitan dalam hidup mereka, Okuhara bersaudara bersatu dan menemukan kebahagiaan mereka di tempat yang berbeda. Mereka bertiga dilahirkan oleh orang tua yang sama, tapi dibesarkan oleh keluarga yang berbeda. Selain ayah dan ibu kandung, mereka punya orang tua angkat yang menyayangi mereka. Mereka hidup dan dibesarkan dengan baik oleh keluarga baru mereka sampai akhirnya mereka bertiga dipertemukan kembali.
Seperti kata Chiharu, jika mereka tidak yatim piatu, mereka tidak akan bertemu dengan orang-orang yang ada dikehidupan mereka sekarang ini. Meski pasti banyak kesulitan yang mereka hadapi selama ini, tapi kebahagiaan lebih banyak lagi.

Natsuzora adalah cerita tentang perintis, karena itu ada banyak ilustrasi perintis disini. Dimulai dari kakek yang datang ke Hokkaido saat berusia 18 tahun, sendirian merintis tanah tandus Hokkaido. Mendapat kekuatan dari matahari terbit setiap pagi agar tidak menyerah disana.
Natsu juga menjadi perintis dengan caranya sendiri, perintis animator wanita yang tidak menyerah meski sudah menikah dan punya anak. Natsu, Kazuhisa dan teman-temannya juga merintis film animasi pertama yang memperlihatkan kehidupan real, bukan cuma untuk hiburan saja. Merintis jalan baru yang mungkin awalnya tidak diterima oleh orang banyak, tapi yang namanya pembuka jalan pasti menghadapi banyak kesulitan tapi akhirnya jalan itu akan banyak dilalui oleh orang-orang.
Dalam hal animasi, Natsu dan Kazuhisa suka membuat sesuatu yang orang lain belum pernah membuatnya, karena itulah mereka perintis.

Awalnya aku menebak animasi terakhir dalam drama ini kemungkinan adalah Grave of the Firefly, karena itu adalah film animasi terkenal dari Okuyama Reiko dan Isao Takahata. Tapi pada akhirnya animasi terakhir mereka adalah Sora, The Girl on the Prairie. Meski di episode 156 mereka berencana membuat anime tentang anak yatim korban perang dan sekilas diperlihatkan seperti apa animasinya yang ternyata adalah animasi yang muncul di episode pertama. Nobu dan Natsu.
Meskipun itu bukan Grave of the Firefly, tapi mirip banged, jadi anggap aja modelnya adalah Grave of the Firefly. Yang belum menonton animenya, aku sangat merekomendasikan anime Grave of the Firefly, sangat sangat sangat sedih. Berkali-kali aku menontonnya, nggak pernah gagal membuatku menangis. Makanya aku sangat ingin anime itu muncul di drama ini, tapi ternyata cuma muncul kilasannya aja.

Natsuora diawali dengan kisah Nobu dan Natsu, tapi dipertengahan awal diwarnai dengan kisah Natsu dan Tenyo, tapi berakhir dengan kisah Natsu dan Kazuhisa. Kisah seorang anak yatim piatu yang berusaha menjadi keluarga bersama keluarga yang merawatnya, menemukan impiannya menjadi seorang animator dan berjuang dijalan yang ia impikan itu.
156 episode menemani musim semi dan musim panas 2019, kehidupan Natsu sejak ia berusia 9 tahun sampai Natsu berusia 38 tahun. Perjalanan panjang Natsu masih akan terus berlanjut meski drama ini sudah berakhir. Natsuzora memulai syuting pada musim panas 2018 dan berakhir pada musim panas 2019. Syutingnya 1 tahun 3 bulan, syuting terpanjang dalam asadora sejauh ini yang aku tahu, karena biasanya asadora cuma syuting 10 bulan-an.
Spin-off drama ini juga sudah diumumkan, akan ada 2 episode spesial tapi fokusnya adalah pada keluarga Obata Setsu-Getsu. Aku lupa kapan tayangnya. LOL.

Dengan berakhirnya sinopsis Natsuzora minggu ke-26 ini, maka berakhir pula postingan Natsuzora di blog ini. Ini mungkin akan menjadi sinopsis asadora terakhir di blog ini (padahal cuma 3 tuh HAHAHHAHA), aku tidak berencana untuk membuat sinopsis asadora berikutnya, tapi siapa tahu rencana berubah ya XD
Pengganti Natsuzora adalah asadora Scarlet yang dibintangi oleh Toda Erika yang mulai tayang pada 30 September 2019 lalu dan kalau aku lihat sih sangat menarik, semoga ada yang membuat subtitlenya~

Share:

3 comments:

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  2. I almost forgot their ages in this drama, can't believe that Natsu's already 38 (well Suzu and Taishi looks so young considering that they're only 21 in real life haha). So I realized, it took them like a decade before getting in a relationship/marriage. Thank you for your synopsis, been watching raw, and you really help me understand what I had watched haha. I love Natsuzora. My second fave Asadora next to Amachan! I never really thought that Taishi x Suzu will finally happen in this drama, always thought Tenyo(Ryo) will be the one. Whoever decided to cast Taishi as Sakaba, he made a good job haha! And the casts were all great! Gonna miss this.

    ReplyDelete

Follow by Email

Translate

NOTE:

DILARANG RE-UPLOAD / COPY PASTE TULISAN DI BLOG INI!

JIKA INGIN SHARE, CUKUP LINK KE POSTINGANNYA SAJA, BUKAN ISINYA!


SUPPORT US

[Trivia] Japanese Movie Recommendations List

Karena ada banyak yang menanyakan rekomendasi untuk J-Movie, jadi aku memutuskan untuk membuat list rekomendasi Japanese Movi...

Recent Posts

Recent Posts Widget

Popular Posts This Week

Actor / Actress

Airi Matsui Ando Sakura Anna Ishii Aoi Miyazaki Aoi Morikawa Aoi Wakana Aoi Yu Aom Sushar Araki Yuko Ayase Haruka Bebe Tanchanok Chen Duling Chiba Yudai Chinen Yuri Choi Ara Dai Lu Wa Daiki Shigeoka Darren Wang Dori Sakurada Eikura Nana Eita Elaiza Ikeda Fujiki Naohito Fuka Koshiba Fukagawa Mai Fukuchi Momoko Fukushi Sota Fuma Kikuchi Fumi Nikaido Furuhata Seika Gao Zhi Ting Go Kyung Pyo Gong Yoo Gou Ayano Hamano Kenta Han Seung Yeon Han Yeri Hana Sugisaki Haru Kuroki Haruka Fukuhara Haruma Miura Haruna Kawaguchi Hasegawa Hiroki Hashimoto Ai Hashimoto Kanna Hayami Akari Hayato Isomura Higa Manami Hikari Mitsushima Hirano Sho Hiroki Narimiya Hirose Alice Hirose Suzu Honoka Yahagi Horii Arata Hou Ming Hao Hu Yi Tian Hwang Jung Eum Hyeri Igawa Haruka Imada Mio Inoue Mao Ishihara Satomi Jang Se Hyun Ji Soo Ji Woo Joo Won Jun Shison Jung So Min Kaku Kento Kamiki Ryunosuke Kaname Jun Kanichiro Kanjiya Shihori Kasumi Arimura kawakami juria Kei Tanaka Kengo Kora Kentaro Kento Hayashi Kento Nagayama Kim Go Eun Kim Ji Won Kim Min Suk Kim So Hyun Kim Soo Hyun Kim Tae Ri Kim Woo Bin Kim Yoo Bin Kim Yoo Jung Kim Yoo Mi Kinami Haruka Kiritani Kenta Kitamura Takumi Kiyohara Kaya Kiyohara Sho Komatsu Nana Koseki Yuta Kou Shibasaki Kubota Sayu Kudo Asuka L Lee Bo Young Lee Chung Ah Lee Dong Hwi Lee Dong Wook Lee Gi Kwang Lee Jong Suk Lee Joon Lee Soo Hyuk Lee Yoo Jin Li Lan Di Lily Franky Mackenyu Mahiro Takasugi Maika Yamamoto Maki Horikita Mamiya Shotaro Marie Itoyo Masahiro Higashide Masaki Okada Masaki Suda Masataka Kubota Matsumoto Jun Matsushima Nanako Mayu Matsuoka Mei Nagano Mikako Tabe Mike D angelo Min Do Hee Minami Hamabe Minami Sara Mio Yuki Mirai Moriyama Mirai Shida mirai suzuki Mitsuki Takahata Mitsushima Shinnosuke Miwa Miyu Yoshimoto Mizuki Yamamoto Moe Arai Moka Kamishiraishi Mone Kamishiraishi Mugi Kadowaki Nadine Lustre Nagasawa Masami Nakajima Kento Nakamura Tomoya Nao Nao Matsushita Nijiro Murakami Nounen Rena Okada Kenshi Osamu Mukai Otani Ryohei Park Bo Gum Park Eun Bin Park Hae Jin Park Seo Joon Park Shin Hye Pattie Ungsumalynn Phan Pagniez Reina Visa Rena Matsui Riho Yoshioka Rina Kawaei Ryo Ryusei Ryo Yoshizawa Ryoma Takeuchi Ryota Katayose Ryu Hwa Young Ryu Jun Yeol Sagara Itsuki Sairi Itoh Saito Takumi Sakaguchi Kentaro Sakuma Yui Sakurako Ohara Sato Kanta Satoshi Tsumabuki Seino Nana Seo Hyun Jin Seto Koji Shen Yue Shim Eun Kyung Shimon Okura Shin Hyun Soo Shirota Yuu Shohei Miura Shono Hayama Shuhei Nomura Shunya Shiraishi sometani shota Son Seung Won Song Ha Yoon Suga Kenta Sun Woong Suzuki Ryohei Suzy Taiga Taishi Nakagawa Takahashi Issei Takanori Iwata Takayuki Yamada Takeru Sato Takuya Kusakawa Tamaki Hiroshi Tao Phiangphor Tasuku Emoto Tomita Miu Tomoshita Yamashita Tori Matsuzaka Toyokawa Etsushi Tsubasa Honda Tsuchiya Tao Uchida Rio Ueno Juri Wan Peng Yamazaki Kento Yamoto Yuma Yo Oizumi Yoo In Na Yoo Seung Ho Yook Sung Jae Yoon Park Yoon So Hee Yoshine Kyoko Yosuke Sugino Yu Aoi yua shinkawa Yui Aragaki Yuina Kuroshima Yuki Furukawa Yuki Izumisawa Yuki Yamada Yukino Kishii Yuko Oshima Yuna Taira Yuriko Yoshitaka Yuta Hiraoka Yuya Matsushita Yuya Yagira Zhang Yao

Drama / Movie

3A 99.9 A Love So Beautiful A Story of Yonosuke Age of Youth 2 Always Sunset on Third Street amachan Anikoma Anohana Anone Ao Haru Ride Arbitratily Fond Asa ga Kita Ashi Girl At Cafe 6 Beppin-San Biscuit Teacher and Star Candy Bittersweet Boku Dake ga Inai Machi Boku no Ita Jikan Boukyaku no Sachiko Bubblegum Cafe Waiting Love Carnation Chia Dan Chihayafuru Chugakusei Nikki Churasan Crybaby Pierrot's Wedding Crying Out Love in the Center of the World Daily Lives of High School Boys Dating DNA Departures Eulachacha Waikiki Evergreen Love Father is Strange Fight Fleet of Time Forever Young Frankenstein no Koi From Five to Nine Gakko no Kaidan Gegege no Nyobo Gochisousan God Gift Good Morning Call Good Morning Call 2 Goon Ju Hana and Alice Hana Nochi Hare Hanako to Anne Hanbun Aoi Haruchika Hirunaka no Ryuusei Hirune Hime Hiyokko Honey and Clover Hot Road Hyouka I Love You in Tokyo I Want to Eat Your Pancreas If We Were A Season Itakiss LIT Itakiss LIT S2 Itakiss Movie Kahogo no Kahoko Kakegurui Kaze no Haruka Keiji Yugami Kidnap Tour Kiki Delivery Service Kimi no Na Wa Kingyo Club Kiss Me Thailand Koe no Katachi Koinaka Kuragehime Linda Linda Linda Little Forest Love Letter Lucky Romance Ma Boy Man From The Stars Manpuku March Comes in Like a Lion Mare Massan May Who? Meteor Garden 2018 Moriyamachu Driving School My Huckleberry Friends My Husband Can Not Work My Little Sweet Pea My Old Classmate Nagi no Asukara Narratage Natsuzora Nodame Cantabile Oboreru Knife Ohisama Omotesando On The Wings of Love One Million Yen Girl One Week Friends Operation Love Orange Orange Days Ore Monogatari Our Little Sister Our Times Peach Girl Pinocchio Princess Hours Thailand Rage Rainbow Song ReLIFE Reply 1988 Romance Full of Life Sannin No Papa she was pretty Shigatsu wa Kimi no Uso Sing Salmon Sing Solanin Sound of Your Heart Splish Splash Love Ssam My Way Strobe Edge Sukina Hito ga Iru Koto Teiichi no Kuni Tenno no Ryoriban The 100th Love The Anthem of the Heart The Best Hit The Great Passage The Left Ear The Woodsman and The Rain The World of Us Today's Kira-kun Todome no Kiss Toki wo Kakeru Shojo Tokyo Tarareba Girls Tomorrow Cantabile Tonari no Kaibutsu-kun Toto Nee Chan Twenty Years Old Twilight Saya in Sasara Uchiage Hanabi Under the Hawthorn Tree Unnatural Wakamonotachi Warotenka We All Cry Differently What A Wonderful Family When We Were Young While You Were Sleeping Wise Prison Life Wood Job Yellow Elephant Yesterday Once More Your Lie in April Youth Over Flowers

Blog Archive

Recent Comments

Random Posts