Sunday, 30 April 2017

[Sinopsis] Frankenstein no Koi Episode 1 - Part 1


Karena Goblin jadi aku malas menulis sinopsis drama korea lagi. Karena Goblin blog aku di hapus, aku sedihnya bukan main. Saat menulis sinopsis inilah aku tahu blog aku di hapus. Kan akunya shock T_____T
Sepertinya aku akan lari ke dorama. Drama Korea membuat aku trauma.
Kali ini dari salah satu drama yang sedang aku tunggu-tunggu, Frankenstein no Koi. Aku cukup penasaran dengan drama ini karena ini Fantasy Romance. Ada Gou Ayano & Yuya Yagira :))

Sinopsis Frankenstein's Love Episode 1

Drama ini dimulai dengan seorang wanita yang berlari di hutan. Ia ngos-ngosan. Seseorang mengejarnya.
Seseorang dengan tangan bercahaya. Sang wanita tak sanggup lagi melarikan diri pada akhirnya tertanggap. Wanita itu berteriak saat pria itu mendekatinya.
Pria dengan tangan bersinar itu menempelkan sinar itu di wajah si wanita. Si wanita berteriak dan pingsan.
Tiba-tiba tempat itu bersinar dan ada sesuatu seperti abu bersinar beterbangan.

Para penduduk desa mencari si wanita yang hilang, bernama Saki itu dan akhirnya menemukan si wanita. Kakak si wanita itu memastikan apakah itu adiknya dan ia yakin itu adiknya. Tapi ada yang aneh dengan wajah wanita itu.
Wajahnya ditumbuhi jamur dan jamurnya bersinar. Serbuk jamur bahkan beterbangan, serbuk itu bersinar.
Kakak si wanita menangis melihat adiknya, ia bertanya apakah adiknya di bunuh dan penduduk mengatakan mereka belum tahu.

120 tahun kemudian, di sebuah  restoran, seorang gadis sedang mabuk. Wajah gadis itu sama dengan wajah wanita yang dikejar pria yang tangannya bersinar tadi. Gadis itu Tsugumi Tsugaru minum bersama 3 pria yang sepertinya memaksanya untuk terus minum padahal ia sudah mabuk berat.
Saat ia akan muntah, ia permisi ke toilet dan menelpon kakaknya, Haruka. Ia meminta kakaknya menyelamatkannya dan tentu saja kakaknya terkejut.
Tsugumi mengatakan kalau ia ditipu, ia pikir mereka adalah mahasiswa kedokteran, ia ikut dengan mereka karena berfikir ia akan mendapat informasi tapi ia yakin mereka punya niat tidak baik padanya.
Tsugumi tampak ketakutan. Kakaknya menasehatinya untuk segera kabur kalau ada kesempatan, pokoknya Tsugumi jangan sampai tertidur karena mabuk.

Para pria itu membawa Tsugumi ke mobil mereka dan begitu ada kesempatan, Tsugumi kabur.Tsugumi cukup mabuk dan ia lari sangat lambat, tapi baginya ia sudah berlari sekuat tenaga. Para pria itu tentu saja mengejarnya.
Haruka permisi dari rumah sakit tempat ia bekerja dan segera menyelamatkan adiknya. Sepertinya tadi ia meminta Tsugumi menyalakan GPS HP Tsugumi, jadi ia mudah melacaknya. Dan mereka juga janjian ketemu di suatu tempat.
Tsugumi terus berlari dan berlari melewati orang-orang, padahal ramai banged disana, kenapa dia nggak minta tolong gitu ya?
Saat ia tiba di tempat janjian dengan kakaknya, ia sudah melihat kakaknya dan hendak memanggil, tapi mobil para pria itu datang dan jelas saja TSugumi tertangkap. omoooo O_0
Mereka menyeret Tsugumi masuk ke mobilnya.
Kakak Tsugumi tidak melihatnya karena ia sibuk melihat GPS. Saat melihat lokasi Tsugumi bergerak menjauh dengan cepat, ia menyadari kalau adiknya dibawa pergi.

Para pria itu benar-benar punya niat yang jelek. Tsugumi berteriak di dalam mobil, meminta seseorang menyelamatkannya. Tapi percuma saja, para pria itu membawa Tsugumi ke daerah pegunungan dimana tidak ada rumah penduduk disana, alias rumah penduduk jauh dari sana.
Keadaan makin bahaya, karena mereka masuk makin ke dalam hutan. Tiba-tiba sesuatu tampak bersinar, serbuk yang bersinar.
Tsugumi terus berteriak meminta pertolongan di dalam mobil, ia menangis sementara para pria itu tertawa mendengarnya. Keadaan semakin gawat karena Tsugumi mulai kehilangan penglihatannya karena alkohol, ia mabuk.
Sementara mobil terus melaju, Tsugumi pusing. Tiba-tiba mobil menabrak sesuatu, seseorang dan mobil berhenti. Para pria terkejut.

Mereka keluar dari mobil karena merasa menabrak seseorang, tapi tidak ada siapa-siapa disana. Mereka ketakutan dan mengatakan mereka harus segera pergi. Tsugumi menggunakan kesempatan itu untuk kabur sementara para pria itu bertengkar.
Ia diam-diam keluar dari mobil dan masuk ke dalam hutan. Tapi para pria itu menyadarinya tak lama kemudian dan mengejarnya.
Tsugumi berusaha lari menaiki bukit tapi ia terlalu lemah dan terjatuh. Para pria itu menangkapnya dan marah padanya. Mereka akan berbuat sesuatu pada Tsugumi saat serbuk bersinar itu muncul lagi dan dengan mengejutkan seseorang melompat dari atas di hadapan mereka. Beneran serem ih HAHAHHAHA aku kaget.

Para pria itu ketakutan dan bertanya siapa dia. Tsugumi masih tergeletak di tanah, ia terlalu lemah. Sementara orang tadi mendekat dan mendekati si preman 3 orang itu yang mundur ketakutan/
Tapi salah satu dari mereka berani melawan. Ia menggunakan kayu dan memukul orang itu. Orang itu tidak terluka dan malah berhasil menangkap kayu itu. Tiba-tiba sesuatu yang aneh terjadi, serbuk beterbangan, ada seperti asap disekitar kayu yang disentuh pria itu dan ada sinar aneh juga disana.
Si pria jahat itu terlihat ketakutan, dan kita melihat di wajahnya muncul sesuatu, seolah itu jamur yang tiba-tiba tumbuh dan para pria yang lain jatuh pingsan. Hmmmm, itu apa ya? jamur beracun kah?
Tsugumi yang berusaha melihat apa yang terjadi, melihat sinar itu dan serbuk bercahaya itu. Tangan si pria bersinar persis seperti pria yang mengejar si wanita dulu.
Tsugumi kemudian pingsan.

Pria penyelamat itu perlahan mendekatu Tsugumi yang kehilangan kesadarannya. Ia menggendong gadis itu dengan lengannya dan perlahan kita melihat wajah pria itu, seorang pemuda tampan dengan luka di wajahnya.
Sementara itu di kayu yang dipegang orang itu tadi, tumbuh jamur, awalnya jamur itu bersinar, tapi setelah si pria itu pergi, jamurnya menjadi jamur biasa.

Keesokan harinya, Tsugumi membuka matanya. Ia ada di tempat pemberhentian bus. Tsugumi masih kebingungan dan mencoba mengembalikan ingatannya saat kakaknya Haruka yang masih mencarinya sejak semalam melihatnya. Kakaknya segera berlari saat melihat adiknya itu, Haruka menangis.
Tsugumi bertanya ini dimana dan kakaknya tentu saja mengatakan ia yang seharusnya menanyakan itu, kenapa Tsugumi ada disana.
Tsugumi mencoba mengingat yang terjadi semalam, ia ingat ia dipaksa masuk ke mobil dan ia kabur ke hutan. Haruka memeluk adiknya dan mengatakan untuk pergi ke rumah sakit dan melapor ke polisi, ia akan bersama adiknya.
Tsugumi mengatakan kakaknya salah paham karena kakaknya mengira Tsugumi di perkosa. Tsugumi mengatakan ia selamat, mereka tak melakukan apapun padanya. Kakaknya terkejut, ia tak mengerti. Tsugumi mengatakan kalau ia baik-baik saja.

saat Tsugumi membuka tas-nya, sesuatu terjatuh, sebuah jamur berwarna merah. Tsugumi memungutnya dan menatap itu, lalu 1 detik kemudian ia berteriak, membuat kakaknya shock.
Tsugumi memperlihatkan jamur itu pada kakaknya, kakaknya tentu tidak mengerti.
Tsugumi kemudian tersenyum senang melihat jamur itu.

Tsugumi adalah seorang mahasiswi. Pagi itu ia langsung berangkat ke kampus. Ia kelihatan masuk ke sebuah ruangan di kampus itu, untuk menemui profesor-nya, Prof. Tsurumaru (Aku nggak yakin sih dia prof atau enggak, tapi karena dia sensei-nya Tsugumi di univ, jadi aku panggil Prof aja), karena ia menemukan jamur langka, atau mungkin spesies baru.
Tapi saat ia masuk ke dalam, prof malah asik menonton acara komedi bersama salah satu mahasiswanya, Seiya Inaniwa. Mereka sepertinya sedang melakukan penelitian mengenai tingkat stress, bagaimana mengurangi tingkat stres dengan menonton acara komedi dan prof bicara panjang lebar mengenai ini dan itu LOL.
Setelah prof selesai bicara, Tsugumi segera memperlihatkan jamur temuannya.
Sepertinya itu memang jamur langka, Akanarikami. Tapi sedikit berbeda karena Akanarikami kepala jamurnya orange, sedangkan itu merah. Makanya Tsugumi juga merasa neh.  Ia sempat adu mulut dengan Seiya mengenai spesies jamur, tapi saat ditanya dimana Tsugumi menemukannya, Tsugumi malah bingung mau jawab dimana. Tapi Tsugumi yakin kalau jamur itu bukan Akanarikami, maka ia menemukan spesies baru yang tumbuh di hutan di sekitar kota.
Seiya memujinya sebagai gadis jamur, mungkin itu ejekan juga ya karena Tsugumi suka banged sama jamur HAHAHHAHAHHA.

Saat itu siaran di TV memberitakan ada 3 pria 20 tahunan yang ditemukan di gunung dan Tsugumi mengenali 3 pria itu yang menculiknya semalam. Para pria pingsan karena katanya mereka menyentuh satu jenis jamur yang menyebabkan mereka alergi.
Karena Seiya tiba-tiba mematikan TV, Tsugumi memintanya menyalakannya lagi. TSugumi memperhatikan berita di TV dan mereka memperlihatkan gunung tempat pria itu di temukan. Tsugumi sekarang tahu kalau itu gunung dimana ia dibawa semalam dan langsung meninggalkan ruangan prof.
Seiya mengejarnya dan bertanya ada apa, kenapa Tsugumi pergi begitu saja, apakah sesuatu terjadi. Tsugumi berkata kalau ia baik-baik saja.

Tapi Seiya tidak percaya begitu saja, ia menggoda Tsugumi dan bertanya apakah 3 pria di berita tadi kenalan Tsugumi dan Tsugumi langsung menjawab tidak. Tsugumi terus berjalan dan Seiya terus mengikutinya, ia menawarkan bantuan mencari lokasi jamur itu tapi Tsugumi menolak, ia bisa sendiri.
Seiya memaksa, karena sulit mencari lokasi jamur itu kalau Tsugumi tidak punya mobil. Tapi Tsugumi mengatakan ia baik-baik saja, ia juga punya kendraan kesana. Seiya berkata lagi Tsugumi tidak tahu gunung yang mana, pasti sulit mencarinya sendiri. Tsugumi berkata kalau ia sudah tahu dan Seiya terkejut, bagaimana bisa? HAHAHAHAHAHA
Tsugumi tiba di tempat ia memarkir sepeda dan mengambil sepedanya. Ia berkata ia baik-baik saja dan bisa mencarinya sendiri.
Keduanya sempat berdebat karena Tsugumi selalu tidak mau meminta bantuan jika melakukan sesuatu. Seiya mengatakan Tsugumi jangan selalu berusaha sendiri, minta bantuanlah padanya. Ia tidak suka orang yang tidak bekerja keras, tapi ia tidak bisa melihat seseorang yang bekerja terlalu keras sendirian. Tsugumi mengatakan kalau tidak semua orang yang bergantung pada Seiya itu bekerja terlalu keras.
Pada akhirnya Tsugumi meninggalkannya. Seiya hanya bisa melihat Tsugumi yang pergi dengan sepedanya itu. Jelas sih 100% Seiya ini suka sama Tsugumi.

Tsugumi mengayuh sepedanya menuju gunung tempat ia dibawa semalam dan ia benar-benar kesana menggunakan sepeda, wow, lumayan jauh lho.
Disekitar gunung dimana 3 pria itu ditemukan ada mobil polisi dan beberapa orang berkumpul disana. Tsugumi masuk ke hutan dari jalan lain. Ia mulai menyusuri hutan mencari jamur langka itu. Setiap menemukan jamur ia akan memotretnya dan melihat dengan seksama. Ia masuk semakin dalam ke hutan. Tsugumi kelihatannya benar-benar sangat menyukai jamur, ia fokus pada jamurnya dan tidak sadar kalau sejak tadi ia diintip oleh seseorang.
Matahari semakin tinggi, Tsugumi melihat jam dan sudah waktunya ia  minum obat. Ia mengambil sebuah pil dan minum obat disana.
Tiba-tiba Tsugumi merasakan sesuatu yang aneh, kita mleihat serbuk beterbangan lagi. Tsugumi mendengar suara dari balik sebuah pohon besar dan bertanya siapa itu.

Tiba-tiba seseorang keluar, itu adalah pria yang menyelamatkan Tsugumi semalam. Serbuk beterbangan lagi.
Pria itu menatap tsugumi dan bertanya siapa Tsugumi. Kenapa Tsugumi kesana, apakah Tsugumi masih hidup, Apakah dia tidak mati dan si pria mengungkit 120 tahun lalu.
Tsugumi bingung.  Pria itu terus mendekat dan menanyainya dan membuat Tsugumi takut dan terus berjalan mundur. Karena merasa pria itu aneh, Tsugumi segera pergi. Tiba-tiba pria itu mengatakan sesuatu padanya kalau ia tidak melakukan apa-apa, ia hanya disini saja selama ini. Tsugumi bingung. Ia menatap pria itu.
Pria itu berkata, aku bukanlah manusia.
Tsugumi terkejut. Pria itu meminta Tsugumi melupakan tempat ini. Ia berjalan meninggalkan Tsugumi.

Pria itu berjalan dan Tsugumi mengikutinya diam-diam karena penasaran. Nggak diam-diam juga sih, karena Tsugumi tidak bersembunyi.
Pria itu sadar dia diikuti. Ia panik dan segera mengambil jalan yang sulit, ia kabur menuruni lembah yang curam. Ia melarikan diri dari Tsugumi dengan cepat.
Saat merasa aman, tiba-tiba terdengar suara teriakan Tsugumi. Ternyata Tsugumi benar-benar berniat mengikuti ptia itu, ia menuruni jurang yang agak curam itu dan terjatuh. Ia kesakitan.
Ia terus berusaha berjalan menuju si pria tadi yang diam menatapnya.

Ia bertanya kenapa Tsugumi mengikutinya.
Tsugumi mengatakan ia adalah calon peneliti, meski ia masih mahasiswa sekarang, karenanya ia tidak percaya dengan apa yang dikatakan pria itu. Ia juga tidak akan bisa melupakan tempat ini dan pertemuan mereka karena ia sudah melihat si pria.
Pria itu menatap Tsugumi dan bertanya, apakah kau benar-benar tidak mengenalku?
Tsugumi mengatakan kalau ia tidak mengenal pria itu, karenanya ia ingin mengenal pria itu sekarang. Pria itu terkejut. Tsugumi mengatakan ia ingin tahu hal-hal yang tidak ia ketahui. Dan ia tidak ingin mati tanpa tahu hal-hal yang tidak ia ketahui.
Pria itu sedikit tersenyum, senyuman sedih. Ia mengatakan kalau ia sangat iri. Tsugumi tidak mengerti.
Pria itu meminta Tsugumi jangan mengikutinya lagi.

Pria itu meninggalkan Tsugumi dan terus berjalan ke tengah hutan.
Kita kemudian melihat sesuatu seperti baling-baling disana dan sebuah rumah. Itu adalah rumah si pria itu.
Pria itu menatap ke belakang, Tsugumi tidak mengikutinya lagi. Ia terlihat agak sedih. Ia melanjutkan perjalanan, tiba-tiba ia mendengar suara. Ternyata Tsugumi masih terus mengikutinya, Tsugumi kesulitan karena hutan itu cukup sulit dilalui.
Pria itu tentu saja terkejut karena Tsugumi berhasil mengikutinya, Tsugumi cuma tertawa saja melihat si pria itu. Ia melihat rumah disana dan bertanya itu apa.
Pria itu menjawab kalau itu adalah rumahnya. Tsugumi terdiam sebentar, ia masih mengatur nafasnya kemudian ia bertanya apakah ia boleh menganggu / bertamu ke rumah itu. Si pria terkejut.

Pada akhirnya si pria memperbolehkan Tsugumi bertamu ke rumahnya. sebuah rumah yang unik, bahkan ada listriknya juga, sepertinya sih tenaga buatan sendiri ya.
Tsugumi mengagumi rumah itu, bertanya apakah pria itu tinggal sendiri dan membahas hal-hal lain yang tidak dimengerti pria itu, karena Tsugumi membahas drama, ia mengatakan ia pernah melihat rumah seperti itu di drama.
Pria itu mengatakan kalau ia tinggal sendiri. Sepertinya ia punya keluarga, ayah kalau nggak salah. Tsugumi berkata di rumah si pria tidak ada TV jadi mungkin si pria tidak pernah nonton drama dan pria itu mengatakan ia tidak pernah melihat TV / ia tidak tahu TV itu apa.
Tsugumi rasa ingin tahunya memang gede, dia terus bertanya dan bertanya. Saat ia bertanya sejak kapan pria itu tinggal disana, pria itu menjawab sejak 120 tahun lalu dan Tsugumi meminta pria itu menjawab dengan serius.
Pria itu diam saja.

Tsugumi kemudian bertanya lagi apa yang dimakan si pria selama tinggal di hutan. Si pria tidak menjawab dan melihat ke arah dapurnya. Tsugumi langsung excited karena melihat ada banyak jamur disana, jamur yang dikeringkan. Ia meminta satu. Pria itu berkata ia tidak tahu apakah manusia bisa memakannya atau tidak. Tsugumi mengambilnya satu untuk dibawa pulang dan ia meminta si pria jangan mengatakan hal-hal aneh. LOL.
Tsugumi masih penasaran dengan pria itu dan bertanya kenapa si pria tinggal di hutan dan apa yang di lakukan si pria sebelum tingga disana. Si pria tidak menjawab. Tsugumi mengatakan ia akan menjaga rahasia si pria itu, ia tidak akan mengatakan pada siapapun. Bahkan jika si pria ada alah kriminal.
Si pria menatap Tsugumi dan bertanya, kau.... apakah aku tidak takut padaku?
Tsugumi mengatakan ia tidak takut, karena ia tidak mau membawa mati sesuatu yang tidak ia ketahui. Karena ia adalah orang yang selalu penasaran akan sesuatu.

Tiba-tiba Tsugumi berjalan mendekati si pria dengan jarak yang cukup dekat, membuat pria itu berjalan mundur. Tsugumi menatap langsung ke mata si pria dan berkata, tolong beritahu aku tentangmu.
Si pria tidak kuat berdekatan lama-lama dengan Tsugumi, ia gemetaran dan mengalihkan pandangan, ia menjauh dari Tsugumi sambil memegang dadanya. Ia kelihatan agak sesak.
Tsugumi bingung dan bertanya ada apa?

Pria itu memunggungi Tsugumi dan berkata kalau ia dilahirkan dari ayahnya. Ia tidak punya ibu. Ia mengatakan ayahnya adalah seorang dokter dan berkata kalau sebenarnya dirinya sudah mati.
Tsugumi terkejut. Pria itu mengatakan ayahnya membuatnya hidup kembali setelah kematiannya. Tsugumi meminta si pria jangan bercanda dengannya, karena kalau memang benar apa yang dikatakan si pria itu, maka pria itu adalah Fankenstein.
Si pria diam saja. Tsugumi meminta maaf. Pria itu berjalan mendekatinya, Tsugumi agak takut dan berjalan mundur. Pria itu mengatakan kamar ayahnya ada di bawah tanah dan ia tidak berbohong.
Pria itu berjalan ke lantai bawah.  Ia menatap Tsugumi memberi isyarat untuk mengikutinya. Tsugumi memberanikan ditinya.

Tsugumi masuk ke lantai bawah, ruangan yang berdebu dan agak menyeramkan. Tiba-tiba Tsugumi melihat tengkorak duduk di sebuah kursi dan Tsugumi berteriak sambil mengepalkan tinjunya.
Pria itu mengatakan kalau itu adalah ayahnya. Tsugumi terkejut.
Pria itu menceritakan 120 tahun yang lalu ia dilahirkan disini. Tsugumi tidak mengerti tapi ia berusaha memahami. Ia melihat sebuah buku di bawah yangan tengkorak itu, Fukashi Kentaro. Pria itu mengatakan itu adalah nama ayahnya.
Tsugumi bertanya siapa nama si pria itu dan pria itu mengatakan ia tidak punya nama, karena ia bukan manusia, karena itu ia selalu ada di hutan ini, di rumah ini.

Pria itu mengatakan ia mempelajari basic tentang manusia dari ayahny. Setelah ayahnya meninggal, ia menemukan radio dan belajar dari sana. Tapi ia tidak bisa hidup dengan manusia.
Tsugumi mengatakan bagaimanapun ia melihatnya, pria itu terlihat seperti manusia. Ia bertanya apakah pria itu tidak kesepian, selalu ada di tempat seperti ini sendirian.
Pria itu mengatakan hutan adalah tempatnya dan ayahnya menyuruhnya hidup seperti hutan ini.
Tapi Tsugumi bertanya, kau ingin mengetahui tentang manusia kan?
Si pria tidak menjawab. Ia melihat sesuatu, sepertinya jam. Dan ia naik ke lantai atas lagi.

Disana ada radio, si pria menyalakan radio. Ada sebuah acara yang baru di mulai dan si pria bahkan hafal lagu tema dari acara itu. WOW. Sepertinya ia pendengar setia siaran radio itu.
Ia menatap Tsugumi sambil tersenyum, seolah ia memberikan jawabannya, kalau ia bisa mengetahui manusia dari siaran radio itu. Tsugumi mengerutkan keningnya melihat pria itu. Mungkin kasihan juga kali ya.

Pria itu mengantar Tsugumi kembali keluar dari dalam hutan, mereka tiba di jalan setapak.
Ia bertanya apakah si pria tidak berniat keluar dari hutan ini, si pria mengatakan kadang ia turun gunung saat malam hari. Tsugumi tahu si pria ingin bertemu manusia tapi takut. Tapi menurutnya pria itu hanya butuh pengalaman untuk terbiasa dengan manusia.
Tsugumi tahu kalau pria itu selalu ingin menjadi manusia, mencoba menjadi manusia normal. Jadi ia mengajak pria itu mengikutinya ke kota. Si pria ragu, meski ia mau tapi ia tidak bisa.
Tsugumi berkata semuanya akan baik-baik saja, karena dia akan bersama pria itu.
Si pria terkejut. Mataya terlihat berkaca-kaca gitu, sepertinya ia memang sangat ingin berinteraksi dengan manusia. Tsugumi mengajak pria itu untuk mengikutinya.

Akhirnya si pria benar-benar mengikuti Tsugumi. Mereka tiba di tempat Tsugumi parkir sepeda dan sepertinya si pria tertarik dengan sepeda Tsugumi. Mereka berdua terus berjalan dan berjalan sampai mereka tiba di jalan besar. Pria itu kelihatan kagum melihat sebuah bus yang lewat.
Tsugumi tahu kalau pria itu yang menyelamatkannya malam itu. Meski si pria tidak menjawab dan lebih tertarik pada sepeda Tsugumi. Tsugumi menyuruhnya mencoba jika ia mau. Tapi pria itu tak yakin, ia belum pernah anik sepeda sebelumnya. Meskipun begitu, ia tertarik. Tsugumi meyakinkan si pria itu.
Akhirnya si pria menyentuh sepeda untuk pertama kalinya. Tsugumi mengajarinya bagaimana menggunakan sepeda. Si pria itu beneran kaku dan takut naik sepeda, tapi lucunya ia tidak jatuh dan bahkan saat di turunan ia melaju dengan sangat cepat.
Tsugumi berteriak agar si pria mengerem sepedanya, tapi tentu saja pria itu nggak tahu yang namanya rem.

Dan si pria itu terus melaju dengan kecepatan penuh, karena jalan di pegunungan itu menurun sampai ke kota HAHAHAHAHAHAAHHA
Tsugumi berusaha mengejarnya. Si pria masih di atas sepeda melaju dengan kencang, bahkan sudah memasuki perumahan penduduk. Ia berteriak disepedanya, tapi lama-lama ia malah merasa nyaman dan bahkan sudah bisa mengayuh sepedanya begitu ia masuk ke perkotaan. Tapi ia tidak tahu cara mengerem, ia terus melaju di antara toko-toko, menyeberangi jalan (untung ga ketabrak) dan ia sampai di pusat perbelanjaan.
Disana ia melihat ada banyak manusia yang ia kagumi, dimana ia selalu penasaran akan manusia, sebuah pemandangan yang indah baginya.
Cukup menakjubkan karena si pria ini nggak jatuh-jatuh dari sepedanya HAHAHAAHHAHAHA.

Tsugumi akhirnya sampai di kota dan mencari si pria itu.
Ia akhirnya melihat pria itu di seberang jalan, masih dengan sepedanya.
Ia berteriak memanggil si pria itu dan pria itu akhirnya melihatnya. Tsugumi sibuk menyuruh pria itu mengerem tapi si pria tidak mengerti dan malah tersenyum pada Tsugumi HAHAAHHAHHA.
Ia tidak memperhatikan jalan dan BRUK! si pria itu terjatuh ke tangga penyeberangan bawah tanah HAHAHAHAHAHHAHA.

Tsugumi berlari dengan khawatir menemui si pria itu. Ia bertanya apakah pria itu baik-baik saja. Si pria tergeletak di lantai, tidak terluka sedikitpun. Ia mengatakan ia baik-baik saja.
Sementara itu Tsugumi melihat sepedanya sudah rusak, kursi penumpang bahkan lepas.
Si pria itu menatapnya dengan perasaan bersalah.

Share:

2 comments:

  1. Naik sepeda aja keliatan bahagia banget apalagi kalo naik mobil ato pesawat .. Hahaha

    Lucu liat Monster Fungus lagi senyum dengan wajah datar .. Hihihi

    ReplyDelete

Translate

Follow by Email

NOTE:

DILARANG RE-UPLOAD / COPY PASTE TULISAN DI BLOG INI!

JIKA INGIN SHARE, CUKUP LINK KE POSTINGANNYA SAJA, BUKAN ISINYA!


Follow Clover Blossoms on Twitter

[Trivia] Japanese Movie Recommendations List

Karena ada banyak yang menanyakan rekomendasi untuk J-Movie, jadi aku memutuskan untuk membuat list rekomendasi Japanese Movi...

Recent Posts

Recent Posts Widget

Popular Posts This Week

Actor / Actress

Airi Matsui Anna Ishii Aoi Miyazaki Aoi Wakana Aom Sushar Araki Yuko Bebe Tanchanok Chen Duling Chiba Yudai Choi Ara Dori Sakurada Eikura Nana Eita Fukushi Sota Fuma Kikuchi Fumi Nikaido Gao Zhi Ting Go Kyung Pyo Gong Yoo Gou Ayano Han Seung Yeon Han Yeri Hana Sugisaki Haruka Fukuhara Haruma Miura Haruna Kawaguchi Hashimoto Ai Hashimoto Kanna Hayato Isomura Hikari Mitsushima Hirano Sho Hiroki Narimiya Hirose Alice Hirose Suzu Honoka Yahagi Horii Arata Hu Yi Tian Hwang Jung Eum Hyeri Inoue Mao Ishihara Satomi Jang Se Hyun Jeon Ji Hyun Ji Soo Ji Woo Joo Won Jun Shison Jung Ryu Won Jung So Min Kamiki Ryunosuke Kasumi Arimura kawakami juria Kei Tanaka Kengo Kora Kentaro Kento Hayashi Kento Nagayama Kim Go Eun Kim Ji Won Kim So Hyun Kim Soo Hyun Kim Tae Ri Kim Woo Bin Kim Yoo Bin Kim Yoo Jung Kim Yoo Mi Kitamura Takumi Komatsu Nana Kubota Sayu Kudo Asuka L Lee Bo Young Lee Chung Ah Lee Dong Hwi Lee Dong Wook Lee Gi Kwang Lee Jong Suk Lee Joon Lee Soo Hyuk Lee Yoo Jin Mackenyu Mahiro Takasugi Maika Yamamoto Maki Horikita Marie Itoyo Masahiro Higashide Masaki Suda Masataka Kubota Mayu Matsuoka Mei Nagano Mikako Tabe Mike D angelo Min Do Hee Minami Hamabe Mirai Moriyama Mirai Shida mirai suzuki Mitsuki Takahata Miwa Miyu Yoshimoto Moe Arai Mone Kamishiraishi Nadine Lustre Nagasawa Masami Nao Nijiro Murakami Nounen Rena Osamu Mukai Park Bo Gum Park Eun Bin Park Hae Jin Park Seo Joon Park Shin Hye Pattie Ungsumalynn Phan Pagniez Reina Visa Rina Kawaei Ryo Ryusei Ryo Yoshizawa Ryoma Takeuchi Ryota Katayose Ryu Hwa Young Ryu Jun Yeol Sakaguchi Kentaro Sakuma Yui Sakurako Ohara Sato Kanta Satoshi Tsumabuki Seo Hyun Jin Seto Koji Shen Yue Shim Eun Kyung Shimon Okura Shin Hyun Soo Shirota Yuu Shohei Miura Shono Hayama Shuhei Nomura Shunya Shiraishi sometani shota Son Seung Won Song Ha Yoon Sun Woong Suzuki Ryohei Suzy Taishi Nakagawa Takanori Iwata Takeru Sato Takuya Kusakawa Tao Phiangphor Tasuku Emoto Tori Matsuzaka Tsubasa Honda Tsuchiya Tao Yamazaki Kento Yamoto Yuma Yoo In Na Yoo Seung Ho Yook Sung Jae Yoon Park Yoon So Hee Yoshine Kyoko Yosuke Sugino Yu Aoi yua shinkawa Yui Aragaki Yuina Kuroshima Yuki Furukawa Yuki Izumisawa Yuki Yamada Yuko Oshima Yuna Taira Yuriko Yoshitaka Yuta Hiraoka Yuya Matsushita Yuya Yagira

Drama / Movie

A Love So Beautiful A Story of Yonosuke Age of Youth 2 Always Sunset on Third Street Anikoma Anohana Anone Ao Haru Ride Arbitratily Fond Asa ga Kita Ashi Girl At Cafe 6 Beppin-San Biscuit Teacher and Star Candy Bittersweet Boku Dake ga Inai Machi Boku no Ita Jikan Boukyaku no Sachiko Bubblegum Cafe Waiting Love Carnation Chia Dan Chihayafuru Crybaby Pierrot's Wedding Crying Out Love in the Center of the World Daily Lives of High School Boys Dating DNA Departures Eulachacha Waikiki Evergreen Love Father is Strange Fleet of Time Forever Young Frankenstein no Koi From Five to Nine Gakko no Kaidan Gegege no Nyobo Gochisousan God Gift Good Morning Call Good Morning Call 2 Goon Ju Hana and Alice Hana Nochi Hare Hanako to Anne Hanbun Aoi Haruchika Hirunaka no Ryuusei Hirune Hime Hiyokko Honey and Clover Hot Road Hyouka I Love You in Tokyo I Want to Eat Your Pancreas If We Were A Season Itakiss LIT Itakiss LIT S2 Itakiss Movie Kahogo no Kahoko Kaze no Haruka Kidnap Tour Kiki Delivery Service Kimi no Na Wa Kingyo Club Kiss Me Thailand Koe no Katachi Koinaka Kuragehime Linda Linda Linda Little Forest Love Letter Lucky Romance Ma Boy Man From The Stars March Comes in Like a Lion Mare Massan May Who? Moriyamachu Driving School My Huckleberry Friends My Husband Can Not Work My Little Sweet Pea My Old Classmate Nagi no Asukara Narratage Natsuzora Nodame Cantabile Oboreru Knife Ohisama Omotesando On The Wings of Love One Million Yen Girl One Week Friends Operation Love Orange Orange Days Ore Monogatari Our Little Sister Our Times Pinocchio Princess Hours Thailand Rage Rainbow Song ReLIFE Reply 1988 Romance Full of Life Sannin No Papa she was pretty Shigatsu wa Kimi no Uso Sing Salmon Sing Solanin Sound of Your Heart Splish Splash Love Ssam My Way Strobe Edge Sukina Hito ga Iru Koto Teiichi no Kuni The 100th Love The Anthem of the Heart The Best Hit The Great Passage The Left Ear The Woodsman and The Rain The World of Us Today's Kira-kun Todome no Kiss Toki wo Kakeru Shojo Tokyo Tarareba Girls Tomorrow Cantabile Tonari no Kaibutsu-kun Toto Nee Chan Twenty Years Old Twilight Saya in Sasara Under the Hawthorn Tree Wakamonotachi Warotenka We All Cry Differently What A Wonderful Family While You Were Sleeping Wise Prison Life Wood Job Yellow Elephant Yesterday Once More Your Lie in April Youth Over Flowers

Blog Archive

Recent Comments

Random Posts