Sunday, 3 December 2017

[Sinopsis] A Love So Beautiful Episode 9-1


Episode 9 ini adalah episode patah hati Bo Song, aku nggak kuat melihat dia murung dan bersedih, pokoknya dia hampir ga ada senyum tapi sekali senyum, senyumannya itu menyakitkan banged.
Sementara Jiang Chen episode ini manis banged, dia mulai berani sekarang dan lebih terbuka, meski dia nggak bilang dia suka sama Xiao Xi, tapi dia nggak tahan karena gemas melihat Xiao Xi HAHHAHAHAHHAHA.
Hatiku benar-benar terbagi dua, disatu sisi aku bahagia karena Xiao Xi bahagia tapi sedih karena bo Song juga T_T

To Our Pure Little Beauty Episode 9

Bo Song ada di kolam renang malam itu, ia menghabiskan waktunya dengan latihan dan latihan, berharap ia tak kepikiran mengenai Xiao Xi dan Jiang Chen. Saat ia naik ke darat, ia mengambil kertas yang ia dapatkan saat menginap bersama teman-temannya waktu itu.
Itu adalah kertas yang ditulis oleh Xiao Xi. Xiao Xi menulis 'Aku menyukai seseorang, tapi aku tidak akan mengatakan siapa orangnya ha ha ha'.
Bo Song menatap kertas itu dengan penuh pikiran dikepalanya. Karena ia tahu siapa orang yang disukai Xiao Xi itu.

Sementara Xiao Xi ada di kamarnya. Ia juga galau menatap 2 kertas dihadapannya, 'Aku menyukai Xiao Xi' yang ditulis Bo Song dan 'Aku tidak ingin bermain permainan ini' yang ditulis Jiang Chen.
Ia pusing memikirkan apa yang harus ia lakukan. Ia tak tahu kalau Bo Song menyukainya sementara ia menyukai Jiang Chen dan Bo Song & Jiang Chen adalah teman.

Pagi harinya, Xiao Xi bertemu dengan Jiang Chen di parkiran sepeda. Xiao Xi menyapa Jiang Chen yang sedang membuka kunci sepedanya.
Jiang Chen menatap Xiao Xi dan mengomentari kalau Xiao Xi sudah menjadi panda. Xiao Xi terdiam, bagian bawah matanya mengitam karena ia tak bisa tidur semalam.
Jiang Chen mengatakan sepertinya Xiao Xi mencuri sesuatu semalam dan Xiao Xi membantah, ia membuat alasan kalau ia belajar semalaman.
Jiang Chen mengerti dan mengatakan kalau begitu pagi ini Xiao Xi tidak membutuhkan contekan untuk PR mereka.
Xiao Xi panik dan mengatakan tentu saja ia butuh. Jiang Chen mengayuh sepedanya dan meninggalkan Xiao Xi sambil tersenyum.
Xiao Xi panik dan cepat-cepat membuka kunci sepedanya.

Di kelas, Lu Yang menatap kursi Bo Song dan berkomentar kalau hari ini Bo Song tidak datang ke sekolah lagi. Ia iri karena menjadi seorang atlet sangat enak, boleh tidak datang ke sekolah.
Jing Jing masuk ke kelas dan Lu Yang mengulurkan tangannya memberikan sebotol susu, tapi Jing Jing melewatinya begitu saja. Ia masih marah pada Lu Yang masalah uang itu. Lu Yang bertanya kapan Jing Jing akan berhenti marah padanya.
Jing Jing tak peduli.

Wali kelas masuk dan memberikan pengumuman kalau minggu depan pemilik sekolah akan datang dan mereka berencana membuat acara, wali kelas sudah mendaftarkan kelas mereka untuk mengikuti kompetisi debat. wali kelas sudah menyerahkan list pada ketua kelas dan bertanya apakah Li wei sudah menanyakan pada mereka.
Li Wei mengatakan ia dan teman sebangkunya, Qiao LU (ternyata cewek cerewet itu namanya Qiao Lu, harus inget nih, suka lupa soalnya HAHAHAHA) akan ikut kompetisi tapi belum menanyakan pada Jiang Chen dan Zhao Jin Han.
Jiang Chen menghela nafas karena dia diikutsertakan tanpa persetujuan lagi. Xiao Xi menatapnya. Tapi Jiang Chen tidak punya pilihan lain dan kana ikut debat itu.
Wali kelas bertanya apakah ada diantara siswa lain yang ingin ikut dan Jing Jing menyuruh Xiao Xi untuk mengangkat tangannya, ini kesempatan Xiao Xi ada di grup yang sama dengan Jiang Chen.
Tapi Xiao Xi ragu, dia ingin ikut tapi tak percaya diri. wali kelas meminta anak yang ingin ikut untuk mendaftar pada Li Wei.

Xiao Xi dan Jing Jing sedang bersama saat jam istirahat. Jing Jing bertanya ada apa dengan Xiao Xi hari ini, karena Xiao Xi tidak banyak bicara seperti biasanya. Ia bertanya apakah kencan akhir pekan Xiao Xi gagal?
Xiao Xi mengatakan bukan itu. Ia ternyata salah sangka. Ia memberikan kertas miliknya pada Jing Jing dan mengatakan kalau awalnya ia pikir yang menulis 'Aku menyukai Xiao Xi' adalah Jiang Chen, tapi ia baru tahu kemarin kalau itu tulisan Wu Bo Song.
Jing Jing melihat kertas itu dan sedikit mengejek Xiao Xi, Xiao Xi protes karena ia sedang bingung. Jing bertanya apa yang akan dilakukan Xiao Xi mengenai ini dan Xiao Xi mengatakan ia tak tahu.
Jing Jing kemudian berfikir untuk membantu Xiao Xi tapi tiba-tiba Xiao Xi panik dan bersembunyi di belakang Jing Jing.

Jing Jing kaget dan bertanya kenapa. Xiao Xi mengintip dari balik punggung JIng Jing, mengatakan kalau ada Bo Song disana. Jing melihat ke arah depan dan Bo Song sedang latihan lari.
Jing bertanya apakah Xiao Xi berencana akan bersembunyi terus begini setiap kali melihat Bo Song?
Ia mengingatkan Xiao Xi adalah teman sekelas Bo Song, meski Xiao Xi berusaha bersembunyi, mereka akan tetap bertemu di kelas.
Xiao Xi mendesah dan mengatakan kalau ia mengatakan yang sebenarnya pada bo Song, mereka tak akan bisa berteman lagi.
Jing Jing malah punya ide lain, btw kenapa kau tidak bersamanya saja? Coba lihat Wu Bo Song,  dia kan tidak buruk. Badannya bagus, dia juga sudah punya penghasilan sendiri, dia bahkna menghasilkan 10 juta setiap kompetisi, kau tahu kan 10juta itu sebanyak apa? Kau bisa menggunakan itu untuk membeli toko cemilan di sekolah. Satu kompetisi setara dengan satu toko cemilan.
Xiao Xi kesal mendengarnya, Apa kau pikir aku orang yang seperti itu?
Jing Jing meninggalkan Xiao Xi dan Xiao Xi mendesah mengatakan kalau JIang Chen sudah seperti supermarket baginya.
HAHHAHAHAHHAHAAHHAHAAHA Gitu ya, toko cemilan dan supermarket XD

Xiao Xi terbangun dari tidurnya saat kelas berakhir lol. Jing Jing meninggalkannya duluan.
Xiao Xi masih ngantuk-ngantuk dan mendekati Jiang Chen, ia menepuk lengan Jiang Chen mengajaknya pulang bersama.
Jiang Chen mengatakan kalau Li Wei sudah menunggunya di aula. Xiao Xi terkejut.
Jiang Chen kemudian menjelaskan supaya Xiao Xi tidak salah paham, kalau mereka akan berdiskusi mengenai debat.
Xiao Xi mengerti dan mengatakan ia akan pulang duluan. Ia kemudian mendesah dan bergumam, kau bahkan tidak tahu aku sudah menyerah akan toko cemilan demi dirimu.
Jiang Chen mendengarnya dan menatap kepergian Xiao Xi.
LOL. Aku ngakak banged gara-gara toko cemilan ini XD

Xiao Xi ternyata belum pulang. Ia masih ada di gedung dan melihat kepergian Jiang Chen dan Li wei dari lantai atas.
Xiao Xi benar-benar sedih dan tiba-tiba Jing Jing datang mengajaknya pulang bareng.
Xiao Xi mengeluh karena supermarket-nya pergi bersama orang lain.
Jing Jing mengatakan kalau Jiang Chen dan Li wei sungguh pasangan yang cocok. Xiao Xi kesal mendengarnya, katakan sekali lagi dan aku akan menendangmu.
JIng Jing tertawa dan mengatakan kalau sepertinya pemilik supermarket sudah berubah. Xiao Xi kesal banged. Jing Jing kabur dan Xiao Xi mengejarnya.

Bo Song di kolam renang dan terus latihan. Salah satu seniornya bertanya kenapa belakangan ini gaya renang Bo Song memburuk?
Bo Song diam saja. Seniornya bercanda, apa kau bertengkar dengan pacarmu?
Bo Song tidak menjawab. Awwwww T_T

Keesokan harinya, Xiao Xi ingin bicara pada Jiang Chen tapi tak jadi karena Li Wei datang dan menyerahkan draft JIang Chen yang ketinggalan. Xiao Xi cemberut lagi. Apalagi saat keduanya terus membicarakan debat dan debat.
Xiao Xi menyandarkan badannya pada Jing Jing yang sibuk belajar. Xiao Xi mengeluh karena sudah lama ia tak pulang bareng Jiang Chen, karena sepulang sekolah Jiang Chen sibuk dengan latihan debatnya.
Jing Jing mengatakan kalau Xiao Xi kesal dengan itu seharusnya Xiao Xi ikut kelompok debat mereka.
Xiao Xi mengatakan kalau ia tak bisa berdebat, ia bahkan tak bisa menang kalau adu mulut dengan orang lain. Jing Jing membalas, kalau begitu kau kan bisa membantu mereka dibelakang panggung, menyediakan teh misalnya. Setidaknya Jiang Chen bisa melihatmu kalau ia membalikkan wajahnya.
Xiao Xi tersenyum mendengar ide itu, keduanya saling pandang dan merasa itu bukan ide yang buruk HAHAHHAHA.

JIng Jing kemudian bertanya pada Jiang Chen dan Li Wei apakah kelompok debat mereka kekurangan orang untuk membantu menyediakan teh (membantu membelikan makanan dan minuman).
Qiao Lu mendengar itu dan mengatakan tidak. Jing Jing kesal dan mengatakan ia tak bicara pada Qiao Lu. JIng Jing meminta Li Wei untuk memasukkan Xiao Xi dalam kelompok debat mereka, alasannya adalah untuk pengalaman karena Xiao Xi belum pernah berdebat sebelumnya dan penasaran mengenai kerja dibalik layar sebuah kompetisi debat.
Li Wei orangnya tidak bisa menolak dan akhirnya memperbolehkan Xiao Xi bergabung.
Xiao Xi menahan senyumannya menatap Jiang Chen. Jing Jing bertanya pada Jiang Chen apakah dia masalah jika Xiao Xi bergabung dan Jiang Chen mengatakan tak masalah.
JIng Jing juga meminta izin pada Jin Han dan memperbolehkan Xiao Xi bergabung. Xiao Xi dan Jing Jing sangat senang, karena satu-satunya yang menolak adalah Qiao Lu.
Sementara itu, Jiang Chen senyum diam-diam HAHHAAHAHAHAHHAHAHAHA. Seneng lu ya XD

Dan begitulah, Xiao Xi bergabung menjadi anggota ke-5 kelompok debat kelas mereka.
QIao Lu masih terus berusaha membully Xiao Xi. Ia tahu Xiao Xi tidak akan mengerti masalah debat dan meminta Xiao Xi menyampaikan opini-nya. Xiao Xi bingung sendiri.
Li Wei kemudian mempunyai ide dan mengatakan opininya, membuat Xiao Xi minder karena ia tak bisa seaktif Li Wei. Tim Li Wei dkk akan menjadi tim yang menentang, jadi mereka harus bisa mempertahankan pendapat bahwa meski nilai akademik penting, tapi kepribadian dan bakat jauh lebih penting. Li Wei memberi contoh seolah penulis dari lingkungan mereka, yang nilai akademiknya rendah tapi tak menghalanginya menjadi penulis sukses.
Xiao Xi membenarkan opini Li Wei dan mengatakan kalau ia punya contoh lainnya. Misalnya adalah Wu Bo Song teman sekelas mereka yang baru saja memenangkan kompetisi.
Mata Jiang Chen menyala saat Xiao Xi menyebut nama Wu Bo Song HAHHAHAAHHAHAHAHAHAHAHAHA.
Xiao Xi tidak tahu akan hal itu terus menceritakan bagaimana Wu Bo Song hanya mendapat nilai 9 saat tes matematika tapi Bo Song tetap juara nasional renang. Jin Han mengatakan kalau contoh Xiao Xi tidaklah buruk.
Xiao Xi makin bersemangat mengatakan kalau Bo Song juara nasional yang sangat sukses, yang artinya ia tak perlu khawatir dengan masa depannya karena ia pikir masa depan Bo Song akan mulus dan sukses.

Jiang Chen kesal banged karena Xiao Xi terus membicarakan dan memuji Bo Song, matanya menyala karena kesal, ia terus melirik Xiao Xi dan bukunya bergantian. Tapi lama-lama Jiang Chen malas mendengarkan Xiao Xi yang terus membicarakan Bo Song dan memutuskan untuk pulang lebih awal hari ini. HAHAHHAHAHAHHAHAHA.
Xiao Xi terkejut melihat Jiang Chen pulang dan berteriak meminta Jiang Chen menunggunya. Ia dengan panik mengambil tasnya dan mengejar Jiang Chen HAHHAHAHAHAHAHA.
Sebenarnya yang lain juga berkerut kenapa Xiao Xi terus membicarakan Bo Song dan makin lama makin ngawur lol. Mereka juga bingung kenapa keduanya tiba-tiba pulang HAHAHAAHAHAHAHHAH. NGAKAK!

Jiang Chen dan Xiao Xi berjalan bersama. Jiang Chen memasang wajah marahnya dan Xiao Xi menatapnya dengan khawatir. Ia bertanya apakah Jiang Chen marah padanya?
Jiang Chen membantah. Xiao Xi bertanya lagi, apakah karena aku membicarakan Wu Bo Song, makanya kau marah?
Jiang Chen menghentikan langkahnya dan berfikir, sepertinya ia baru menyadari alasan kenapa ia marah, tapi ia membantah lagi dan meninggalkan Xiao Xi.

Di rumah, Xiao Xi menemani ayahnya menonton TV. Xiao Xi kalau ada maunya akan bersikap baik pada ayahnya. Ia bahkan mengambilkan minum untuk ayahnya.
Xiao Xi ingin meminta saran mengenai debat dari ayahnya, ia bertanya apakah ayah pernah ikut debat saat sekolah dulu.
Ayah berfikir dan kemudian mulai sombong bagaimana dulu ia terkenal dalam debat. Yang diinginkan Xiao Xi adalah senjata rahasia mengikuti debat dan ayah terdiam berfikir. IA kemudian mengatakan senjata rahasianya adalah menyejutkan lawan.
Xiao Xi siap mencatat dan bertanya langkah keduanya. Ayah bingung lagi dan mencoba mencari jawaban. ayah kemudian mengatakan kita harus mempunyai kharisma dan menguasai lawan.
Xiao Xi merasa tak ada gunanya bertanya pada ayahnya dan ia mendesah kembali ke kamarnya. Padahal ayah udah siap-siap menjelaskan panjang lebar lol.

Keesokan harinya, Xiao Xi membongkar lemari mencari kaos kakinya. Ia tak bisa menemukan pasangan kaos kakinya dan memanggil ibunya. Ibu berteriak dari luar menyuruhnya cepat berangkat karena ia sudah terlambat. Ia menyuruh Xiao Xi memakai kaos kaki yang mana saja.

Sore harinya, Li Wei dkk kembali latihan debat. Sepertinya kepala Xiao Xi sudah panas, ia pusing sendiri dan mengacak rambutnya. Ia juga mengantuk dan tak konsentrasi.
Jiang Chen sendiri terus memperhatikan Xiao Xi dari ujung, ia menahan senyumannya karena Xiao Xi sangat cute. Awwwww Jiang Chen benar-benar menikmati harinya bersama Xiao Xi, meski dalam diam HAHAHHAHAHAHHHA.

Setelah selesai debat, Xiao Xi dan Jiang Chen bersama-sama ke tempat parkir sepeda. Xiao Xi terkejut saat melihat Bo Song disana. Ia panik dan memutuskan kabur meninggalkan Jiang Chen.
Jiang Chen sendiri bingung kenapa Xiao Xi lari. Saat ia akan membuka kunci sepedanya, ia melihat bo Song disana. Bo Song sedang murung, ia hanya menunduk kebawah dengan tatapan kosong.
Jiang Chen menyapanya dan bertanya apakah Bo Song belum pulang?
Bo Song melihat Jiang Chen dan mengatakan kalau ia akan pulang. Ia kemudian pergi dan Jiang Chen juga bingung apa yang terjadi pada Bo song.

Xiao Xi pulang jalan kaki, karena ia meninggalkan sepedanya di parkiran tadi. Jiang Chen datang menyusulnya dan bertanya apakah Xiao Xi akan pulang dengan meninggalkan sepedanya di parkiran?
Xiao Xi membenarkan dan akan pergi. Jiang Chen menghentikannya. Ia bertanya apakah Xiao Xi merasa ingin pergi ke suatu tempat?
Xiao Xi senang mendengarnya dan mengatakan kalau ia ingin ke tepi laut. Jiang Chen setuju dan menyuruh Xiao Xi naik. Xiao Xi senang banged omg, dia langsung berlari ke sepeda Jiang Chen.

Jiang Chen mengayuh sepedanya dengan Xiao Xi dibelakangnya. Xiao Xi tak bisa menghentikan senyumannya. Ia bertanya apakah Jiang Chen akan latihan debat besok dan Jiang chen mengatakan tidak.
Xiao Xi bertanya kenapa dan Jiang Chen menjawab bukan apa-apa/nggak ada alasannya.
Xiao Xi senyam senyum. Jiang Chen kemudian memanggil nama Xiao Xi dan menyuruhnya pegangan yang kuat. Jiang Chen menambah kecepatan sepedanya. Xiao Xi sangat bahagia OMGGGGGGGG!!!!!!!!!! Bersepeda aja bisa semanis ini OMG *my heart!*
Jiang Chen kemudian bertanya apakah Xiao Xi bisa membonceng orang lain dan Xiao Xi mengatakan ia bisa. Jiang Chen kemudian berkata, lain kali kau harus memboncengku.
Xiao Xi ragu, kakimu sangat panjang, aku akan kesulitan memboncengmu.
Jiang Chen tersenyum mendengarnya. Ia terus mengayuh sepedanya. Xiao Xi senyam senyum dibelakang dan Jiang Chen menambah kecepatannya lagi. Xiao Xi pegangan yang kuat.
Keduanya benar-benar menikmati bicycle date mereka, Jiang Chen nggak menyembunyikan senyumannya lagi, ia kadang melirik Xiao Xi dibelakang, Xiao Xi menikmati angin yang berhembus dan tidak memperhatikan Jiang Chen.
Awwwwwwwwwwww. romantis deh XD


Mereka tiba di tempat tujuan. Xiao Xi turun dari sepeda dan berlari sambil berteriak, aku datang, laut!
Jiang Chen mengingatkan kalau ini adalah sungai HAHAHAHAHHAAH.
Keduanya duduk dipinggur sungai. Xiao Xi bersiap membuka sepatunya, karena ia ingin main air. Tapi kemudian ia ingat ada masalah dengan kaos kakinya. Xiao Xi tidak jadi membuka sepatunya.
Jiang Chen bertanya ada apa dan Xiao Xi mengatakan setelah dipikir-pikir lagi bukan ide yang bagus untuk bermain air.
Jiang Chen tahu ada yang salah dengan kaos kaki Xiao Xi dan sengaja menarik sepatu Xiao Xi dan membuangnya HAHAHAHAAHHAHAA.

Xiao Xi terkejut dan panik. Jiang Chen terdiam melihat kaki Xiao Xi. Ternyata Xiao Xi menggunakan kaos kaki yang bolong ujungnya HAHHAHHAHAHAHHAHHAHAHA.
Jiang Chen berusaha terlihat tidak peduli. Xiao Xi malu banged wkwkwkwkwkwk.
Mereka berdua terdiam beberapa saat dan akhirnya Jiang Chen bertanya kenapa kaos kaki Xiao Xi bolong?
Xiao Xi mengatakan kalau ia tak bisa menemukan pasangan kaos kakinya yang bagus pagi ini, karena itu ia tak jadi membuka sepatunya tadi.
Jiang Chen sepertinya ingin tertawa tapi dia menahannya dan menatap ke arah lain.

Keduanya terdiam lagi dan Xiao Xi mulai bersin. Jiang Chen diam saja.
Xiao Xi melihat Jiang Chen tanpa reaksi dan ia memperbaiki rambutnya kemudian bersin lagi.
JIang Chen masih diam, ia sepertinya menahan ingin tersenyum gitu omg!!!!
Xiao Xi masih belum menyerah dan bersin lagi HAHAHAHHAHHAHAHAAHAHHAAHA. Jiang Chen benar-benar nggak peduli.
Xiao Xi akhirnya menyerah dan protes, kalau Jiang Chen sangat keterlaluan. Ia mengatakan, seorang pria yang gentleman seharusnya memberikan jaketnya pada seorang gadis yang kedinginan.
Jiang Chen terdiam. Xiao Xi menunggu reaksi Jiang Chen. Jiang Chen akhirnya mengalah dan berdiri, ia membuka jaketnya dan memberikan pada Xiao Xi. Xiao Xi senang banged dan langsung memakainya, tentu saja jaketnya kebesaran dan Xiao Xi mengatakan kalau tangannya hilang. Xiao Xi manis banged, dia berputar-putar dihadapan Jiang Chen saking bahagianya.

Jiang Chen tersenyum melihatnya awwwww, Jiang Chen beneran udah jatuh cinta nih XD
Xiao Xi kemudian bertanya kenapa Jiang Chen diam saja dan terus menatapnya. Jiang Chen sadar kalau dia sudah kelepasan 'terpesona pada Xiao Xi' dan ia kembali ke sikap Cool-nya. Ia mengerjai Xiao Xi dengan mengikat lengan jaket Xiao Xi dan berlari meninggalkannya HAHAAHAAHAHHA.
Xiao Xi panik dan mengejarnya, Jiang Chen udah mau kabur aja dengan sepedanya HAHAHHAHAHHA.

Malam harinya, Xiao Xi mengumpulkan semua pemberian Bo Song di atas tempat tidurnya. Ia berfikir keras dan sudah membuat keputusan mengenai hal ini.

Xiao Xi ke kolam renang keesokan harinya mencari Bo Song. Bo Song yang melihatnya mencoba bersikap biasa dan Xiao Xi yang awalnya ingin bersikap biasa ternyata nggak bisa melakukannya. Saat ia mendengar suara Bo Song, ia malah tak yakin harus menemuinya dan akan pergi. Bo Song berusaha mengejarnya tapi ia tersandung dan jatuh ke lantai.
Xiao Xi panik melihatnya dan membantu Bo Song berdiri. Meski Bo Song mengatakan ia tak apa-apa, Xiao Xi memaksa membawanya ke UKS.

Dokter mengatakan kalau tak ada masalah, tapi Xiao Xi khawatir karena dalam beberapa hari Bo Song akan ada pertandingan. Dokter mengatakan Bo Song hanya terbentur ringan, tidak akan ada masalah.
Xiao Xi lega mendengarnya. Dokter menyuruh mereka kembali ke kelas dan meninggalkan mereka. Bo Song tahu ada yang aneh dengan Xiao Xi. Ia terus menatap Xiao Xi.
Saat mereka tinggal berdua, suasana menjadi awkward, mereka hanya diam dan Xiao Xi memutuskan kembali ke kelas duluan, tapi Bo Song menahannya.
Xiao Xi merasa tak enak dan mengatakan kalau ia sudah tahu apa yang ditulis Bo Song di kertas waktu itu, ia meminta maaf dan mengatakan ia tak bisa menerima perasaan Bo Song.
Bo Song terdiam dan melepaskan tangannya dari tangan Xiao Xi.
Xiao Xi menunduk dan mengatakan kalau ia mengerti Bo Song akan membencinya. Bo Song yang mendengarkan terlihat sedih dan menunduk seperti akan menangis.
Xiao Xi khawatir dan meminta Bo song jangan seperti itu. Xiao Xi ingin menyentuh Bo Song tapi kemudian Bo Song mengangkat kepalanya dan tertawa, Kau tidak berfikir aku serius saat menulis itu kan?

Xiao Xi terkejut. Bo Song mengatakan kalau ia hanya main-main saja. Memangnya siapa yang akan main permainan seperti itu dengan serius? Kau tidak tahu, setiap kompetisi berakhir, aku mendapat banyak hadiah dari fans-ku.
Xiao Xi tiba-tiba merasa lega dan tertawa, ia memukul Bo Song dan mengatakan kalau Bo Song sudah menakutinya. Bo Song protes dengan sikap Xiao Xi, apakah sebegitu buruknya jika aku menyukaimu?
Xiao Xi mengatakan kalau fans Bo Song akan membunuhnya jika Bo Song benar-benar menyukainya. Bo Song mengatakan kalau ia akan melindungi Xiao Xi dan tidak akan membiarkan mereka menganggu Xiao Xi.
Bo Song mengacak rambut Xiao Xi dengan gemas dan Xiao Xi menepis tangan Bo Song untuk tidak menyentuh rambutnya, keduanya tertawa.
Bo Song meminta Xiao Xi jangan khawatir, karena Xiao Xi selamanya akan menjadi bos-nya. Xiao Xi senang mendengarnya, keduanya high five dan Xiao Xi meninggalkan Bo Song denagn perasaan lega,
Bo Song sendiri terdiam di UKS dan patah hati.
HUWAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA T__________T sedih banged! Berbohong demi hubungan mereka, agar nggak berubah T_T


Share:

0 comments:

Post a Comment

Translate

NOTE:

Karena banyaknya autoblogger yang mengcopy-paste isi blog ini, mulai sekarang saya akan post 'postingan kosong' terlebih dahulu dan akan saya edit isinya paling lambat 30 menit setelah di post. Jadi harap dimaklumi.

Bagi autoblogger atau blog yang mengcopy-paste tulisan orang lain, termasuk yang suka copy-paste di facebook, tolong hargai tulisan orang lain, apa sulitnya untuk share-link saja ke blog ini. Lihat blog kumpulan sinopsis bahkan lebih populer dari blog yang membuat sinopsis itu sendiri, tapi setidaknya mereka tidak mengcopy-paste tapi membuat link ke blog yang menulis sinopsis.
Menulis sebuah post itu tidaklah mudah, meskipun isinya kalian lihat hanya 3 paragraf. Apalagi sinopsis, coba deh bikin sinopsis sendiri dan merasakan bagaimana sulitnya menulis.

Follow by Email

[Trivia] Japanese Movie Recommendations List

Karena ada banyak yang menanyakan rekomendasi untuk J-Movie, jadi aku memutuskan untuk membuat list rekomendasi Japanese Movi...

Recent Posts

Recent Posts Widget

Popular Posts

Actor / Actress

Ahn Jae Hong Ahn Woo Yeon Airi Matsui Anna Ishii Aoi Miyazaki Aoi Wakana Aom Sushar Bae Min Jung Bebe Tanchanok Chen Duling Chiba Yudai Choi Ara Dori Sakurada Eikura Nana Eita Fukushi Sota Fuma Kikuchi Fumi Nikaido Gao Zhi Ting Go Kyung Pyo Gong Yoo Gou Ayano Han Seung Yeon Han Yeri Hana Sugisaki Haruka Fukuhara Haruma Miura Haruna Kawaguchi Hashimoto Ai Hikari Mitsushima Hiroki Narimiya Hirose Alice Hirose Suzu Horii Arata Hu Yi Tian Hwang Jung Eum Hyeri Inoue Mao Ishihara Satomi Jang Se Hyun Jeon Ji Hyun Ji Soo Ji Woo Joo Seung Woo Joo Won Jun Shison Jung Ryu Won Jung So Min Kamiki Ryunosuke Kasumi Arimura kawakami juria Kei Tanaka Kengo Kora Kentaro Kento Hayashi Kento Nagayama Kim Go Eun Kim Ji Won Kim So Hyun Kim Soo Hyun Kim Woo Bin Kim Yoo Bin Kim Yoo Jung Kim Yoo Mi Komatsu Nana Kubota Sayu L Lee Bo Young Lee Chung Ah Lee Dong Hwi Lee Dong Wook Lee Gi Kwang Lee Jong Suk Lee Joon Lee Soo Hyuk Lee Yoo Jin Mackenyu Mahiro Takasugi Maki Horikita Marie Itoyo Masahiro Higashide Masaki Suda Masataka Kubota Mayu Matsuoka Mei Nagano Mikako Tabe Mike D angelo Min Do Hee Minami Hamabe Mirai Moriyama Mirai Shida mirai suzuki Mitsuki Takahata Miwa Miyu Yoshimoto Moe Arai Mone Kamishiraishi Nadine Lustre Nagasawa Masami Nijiro Murakami Nounen Rena Osamu Mukai Park Bo Gum Park Eun Bin Park Hae Jin Park Seo Joon Park Shin Hye Pattie Ungsumalynn Phan Pagniez Reina Visa Ryo Ryusei Ryo Yoshizawa Ryoma Takeuchi Ryoo Hye Young Ryota Katayose Ryu Hwa Young Ryu Jun Yeol Sakaguchi Kentaro Sakuma Yui Sakurako Ohara Sato Kanta Satoshi Tsumabuki Seo Hyun Jin Shen Yue Shim Eun Kyung Shimon Okura Shin Hyun Soo Shirota Yuu Shohei Miura Shono Hayama Shuhei Nomura Shunya Shiraishi sometani shota Son Seung Won Song Ha Yoon Sun Woong Suzuki Ryohei Suzy Taishi Nakagawa Takanori Iwata Takeru Sato Takuya Kusakawa Tao Phiangphor Tasuku Emoto Tori Matsuzaka Tsubasa Honda Tsuchiya Tao Yamazaki Kento Yoo In Na Yoo Seung Ho Yook Sung Jae Yoon So Hee Yoshine Kyoko Yosuke Sugino yua shinkawa Yui Aragaki Yuina Kuroshima Yuki Furukawa Yuki Izumisawa Yuki Yamada Yuko Oshima Yuriko Yoshitaka Yuta Hiraoka Yuya Matsushita Yuya Yagira

Drama / Movie

A Love So Beautiful Age of Youth 2 Anikoma Anohana Ao Haru Ride April Fools Arbitratily Fond Asa ga Kita Ashi Girl At Cafe 6 Beppin-San Biscuit Teacher and Star Candy Bittersweet Boku Dake ga Inai Machi Boku no Ita Jikan Bubblegum Cafe Waiting Love Chia Dan Chihayafuru Crybaby Pierrot's Wedding Crying Out Love in the Center of the World Daily Lives of High School Boys Dating DNA Departures Eien no Zero Evergreen Love Father is Strange Fleet of Time Forever Young Frankenstein no Koi From Five to Nine Gegege no Nyobo Gochisousan God Gift Gomen Aishiteru Good Morning Call Good Morning Call 2 Goon Ju Hana and Alice Hanako to Anne Hanbun Aoi Haruchika Her Love Boils Bathwater Himitsu no Akko Chan Hirunaka no Ryuusei Hiyokko Honey and Clover Hot Road Hyouka I Love You in Tokyo I Want to Eat Your Pancreas If We Were A Season Isshukan Friend Itakiss LIT Itakiss LIT S2 Itakiss Movie Kahogo no Kahoko Kidnap Tour Kiki Delivery Service Kimi no Na Wa Kingyo Club Kiss Me Thailand Koe no Katachi Koinaka Linda Linda Linda Love Letter Lucky Romance Ma Boy Man From The Stars Mare May Who? My Husband Can Not Work My Little Sweet Pea My Old Classmate Nagi no Asukara Narratage Natsuzora Nodame Cantabile Oboreru Knife Ohisama Omotesando On The Wings of Love One Million Yen Girl One Week Friends Operation Love Orange Orange Days Ore Monogatari Our Little Sister Our Times Pinocchio Princess Hours Thailand Rage Rainbow Song ReLIFE Reply 1988 Romance Full of Life Sakurada Reset Sannin No Papa she was pretty Shigatsu wa Kimi no Uso Sing Salmon Sing Solanin Sound of Your Heart Splish Splash Love Ssam My Way Strobe Edge Sukina Hito ga Iru Koto Teiichi no Kuni The 100th Love The Anthem of the Heart The Best Hit The Great Passage The Left Ear The World of Us Today's Kira-kun Toki wo Kakeru Shojo Tokyo Tarareba Girls Tomorrow Cantabile Tonari no Kaibutsu-kun Toto Nee Chan Twenty Years Old Twilight Saya in Sasara Under the Hawthorn Tree Wakamonotachi Warotenka We All Cry Differently What A Wonderful Family While You Were Sleeping Wood Job Yellow Elephant Your Lie in April Youth Over Flowers

Blog Archive

Recent Comments

Random Posts