Wednesday, 21 June 2017

[Sinopsis] Princess Hours Thailand Episode 16 - Part 1


 
Masa-masa dimana akhirnya Inn mendapatkan simpati aku dimulai, dan diawali pula dengan masa-masa dimana aku mulai membenci Khaning HAHAHHAHAHAHA.
Khaning mulai dipengaruhi oleh Nakhun untuk mengungkit mengenai perceraian, sementara masalah baru muncul lagi karena foto Khaning berselingkuh menyebar luas di SNS.

Sinopsis Princess Hours Thailand Episode 16 Bagian 1


Inn menemui ayahnya untuk memberika laporan hasil kerja selama ayahnya berlibur, tapi Raja tidak puas. Ia marah pada Inn karena tidak mampu mengerjakan tugas sederhana, bagaimana dia bisa mempercayakan negara Bhutin pada Inn jika Inn tidak kompeten seperti ini.
Raja benar-benar tidak puas dengan Inn dan Inn juga tidak membalas, ia diam saja.

Khaning masuk ke kamar Inn untuk memajang hasil fotonya dan Inn, kencan malam itu. Ia sudah membingkainya dengan cantik dan meletakkan di meja dekat tempat tidur.
Karena Inn tidak ada, Khaning usil melihat-lihat buku dan sebuah kotak di sana. Ia membukanya dan terkejut melihat kotak itu berisi foto Minnie dan sebuah pin.
Khaning hanya bisa mendesah melihat benda itu, disimpan dalam kotak dengan baik, di letakkan disamping tempat tidur, itu sudah menunjukkan kalau hal itu adalah barang berharga bagi Inn.

Khaning kembali ke kamarnya dan memukuli boneka Inn. Khaning sangat kesal dan meninju-ninju boneka Inn.
Khaning lelah dan duduk, menatap boneka Inn dan bicara padanya, ia senang karena Inn mengambil foto dirinya menggunakan kamera Inn, tapi ia kecewa karena Inn masih menyimpan foto-foto lama, foto-foto Minnie.
Khaning berkata, kau sudah mengambil foto baru, tapi kau masih menyimpan foto lama, sebenarnya apa maumu?!
Khaning berteriak kesal pada boneka Inn. Khaning menganggap Inn belum bisa merelakan Minnie meski sudah membuka hati untuknya.

Keesokan harinya di sekolah, Minnie menemui Inn.
Inn bertanya apakah tangan Minnie baik-baik saja dan Minnie mengatakan kalau ia sudah baikan. Minnie berencana untuk kembali latihan panahan, ia akan kembali menjadi atlet dan berencana ikut berpartisipasi pada kompetisi tahun depan. Setidaknya itu adalah satu hal yang tersisa untuknya.
Inn senang mendengar Minnie sudah kembali seperti dulu. Minnie meminta Inn menyemangatinya dan Inn mengatakan kalau ia yakin Minnie pasti bisa melakukannya.
Minnie berkaca-kaca.
Inn kemudian mengeluarkan kotak tempat ia menyimpan foto Minnie selama ini, ia ingin mengembalikannya pada Minnie.
Minnie bertanya apa maksudnya ini. Ia melihat pin hati dengan sebuah panah, selama ini mereka menganggap panah itu adalah perasaan Minnie dan hati itu adalah hati Inn, perasaan mereka berdua yang menyatu.
Minnie menangis, jika Inn mengembalikan ini padanya maka ini hanya berarti satu hal. Inn tidak menjawab, karena Minnie sudah tahu jawabannya, kalau Inn sudah tidak lagi mencintai Minnie.
Minnie mengerti dan ia meminta sebuah pelukan perpisahan. Minnie memeluk Inn dan menangis, ia akhirnya bisa merelakan cintanya.

Dan hal itu dilihat oleh Khaning yang lewat disana, Khaning sedang mencari Inn untuk pulang bersama.
Tentu saja Khaning langsung salah paham. Khaning hanya bisa terdiam sampai Nakhun datang dan Khaning mencoba terlihat baik-baik saja.
Ia meminta Nakhun mengantarnya pulang, ia tidak ingin bertemu Inn hari ini.
Nakhun melihat hal itu dan tentu saja ia mengerti maksud Khaning, jadi ia setuju untuk membawa Khaning pulang.

Malam harinya, Khaning menghilang lagi. Inn masih belum pulang karena ia terus mencari Khaning, bisa gawat kalau dia pulang sendiri, sementara Khaning tidak bisa dihubungi.
Pengawal juga terus mencari Khaning, tapi kemudian mereka mendapat telpon dari istana.

Ternyata Khaning dan Nakhun sudah kembali ke istana dan ratu memergoki mereka pulang berdua. Ratu marah pada Nakhun karena dia berani membawa pulang puteri mahkota tanpa putera mahkota. Karena tentu saja kalau ada yang melihat dan berita ini tersebar, maka akan menjadi bahan gosip.
Nakhun meminta maaf, karena ini adalah kesalahannya, dan ia tidak tahu kalau ini akan menjadi masalah besar. Sementara itu Khaning merasa tidak enak dan diam saja. Ratu juga memarahi Khaning karena Khaning harsnya tahu sudah menjadi peraturan di istana kalau dia tidak boleh terlihat berduaan selain putera mahkota. Ratu marah karena Khanings udah cukup lama di istana dan belajar peraturan istana tapi Khaning masih saja tidak mengerti, apalagi ini adalah hal yang seharusnya Khaning tahu. Bersikap seperti ini, Khaning tidak akan cocok menjadi Ratu. Khaning diam saja.
Ratu kemudian menyuruh Nakhun untuk pulang dan Nakhun permisi.
Saat ia tiba di pintu, kebetulan Inn masuk. Keduanya saling menatap dengan penuh kebencian.

Inn menghormat pada ibunya dan duduk.
Ratu bertanya kenapa Inn membiarkan puteri pulang bersama Nakhun. Apa yang Inn lakukan sampai tidak bisa menjaga istrinya.
Inn menjawab singkat, meminta ratu untuk menanyakan alasannya pada Khaning.
Ratu tidak ingin ikut campur urusan rumah tangga mereka dan menyuruh keduanya untuk menyelesaikan masalah mereka sendiri sebelum interview selanjutnya. Karena ia tidak ingin timbul masalah lainnya, image dari kerajaan mereka ada ditangan mereka berdua, karena interview selanjutnya adalah interview yang akan disiarkan secara langsung.

setelah ratu pergi, Khaning masih bad mood dan akan pergi tapi Inn menghalanginya, ia menahan Khaning, Khaning menyuruh Inn melepaskannya.
Inn marah pada Khaning karena ia sengaja posting di IG mengatakan ia akan menunggu Khaning, tapi Khaning malah pulang duluan bersama Nakhun. Ia tidak mengerti kenapa Khaning seolah-olah sengaja membuatnya marah karena bersama Nakhun.
Khaning kesal pada Inn, ia mengatakan kalau itu karena ia tidak ingin menunggu sampai urusan Inn dan Minnie selesai. Karena itu sepertinya urusan yang penting.
Inn terdiam. Ia melepaskan Khaning dan membenarkan kalau itu adalah urusan penting. Khaning sudah menduganya dan mengatakan pada akhirnya ia tetaplah menjadi orang yang tidak penting bagi Inn. Karena itu ia pulang bersama seseorang yang menyadari kalau dirinya adalah orang yang penting. Nakhun tidak pernah membuatnya sedih.
Khaning terlihat sedih + marah dan Inn terlihat terluka. Khaning berkata ia pernah berfikir kalau ia harus menanggung semuanya untuk bersama Inn di istana ini, tapi semakin lama ia makin tidak tahan dengan semua ini.
Khaning meninggalkan Inn yang masih terdiam.
*Kata orang sih, orang yang pernah membuatmu sedih adalah orang yang pernah membuatmu bahagia. Inget itu.

Malam itu, Khaning dan Inn di kamar masing-masing.
Khaning membuka instagramnya dan melihat foto yang ia ambil bersama Inn saat kencan mereka kemarin. Khaning terlihat galau, ia sedih sekaligus marah, kenapa Inn melakukan ini padanya.
Sementara Inn juga menatap ponselnya, ia mengirim pesan melalui instagram pada Khaning, ia meminta maaf.

Keesokan harinya, Khaning curhat pada P'Ratree.
IA yakin semua orang kecewa pada tindakannya kemarin. Ratree meminta Khaning jangan terlalu memikirkannya, karena semua orang menyemangati Khaning.
Tapi Khaning tetap saja terlihat sedih. Ratree duduk disamping Khaning dan bertanya apakah terjadi sesuatu antara Khaning dan Inn. Ratree mengatakan kalau Khaning bisa menceritakan padanya jika terjadi masalah.
Khaning menatap Ratree dan bertanya, menurutmu, apakah aku pantas menjadi Ratu? Bagaimana aku bisa tinggal di istana ini sementara Putera Mahkota masih mencitai gadis lain?
Ratree hanya bisa menghela nafas dan memeluk Khaning. Khaning memeluk Ratree dengan erat, ia menangis lagi.

Inn sendiri merenung di istana hutan mengenai masalahnya dan Khaning.
Kakaknya, puteri Leelawadee datang menyapa adiknya yang sedang galau itu. Ia bertanya apa bagusnya tempat itu, kenapa semua pangeran Bhutin selalu kesana kalau sedang bersedih?
Inn bingung, pangeran mana lagi?
Kakak menjawab ayah mereka juga sering kesana kalau sedang bersedih, nenek yang menceritakan padanya. Puteri berfikir kalau Inn mirip dengan ayah mereka saat ia kecil.
Inn tidak begitu suka dimirip-miripkan dengan ayahnya. Ia berdiri dan kembali befikir, kakaknya bertanya apa masalah Inn, apakah Inn tidak mau menceritakan padanya.
Inn mengatakan kalau masalahnya ada pada dirinya sendiri. Ia tidak tahu bagaimana membuat puteri mengerti akan perasaannya yang sebenarnya (NGOMONG DONKKKK~).

Puteri bertanya, Tunjukkan perasaanmu, apakah itu terlalu sulit?
Inn mengatakan kalau ia sudah mencobanya, tapi itu terlalu sulit bagi orang sepertinya. Sejak kecil ia sudah dilatih untuk tidak menunjukkan perasaan yang sebenarnya, jangan sensitif, jangan terlihat lemah dan jangan menyerah.
Puteri mengatakan itu karena Inn berfikir seperti ini, makanya sulit bagi Inn menunjukkannya, semakin Inn menginginkan Khaning, maka Inn harus mencoba untuk memperlihatkan perasaannya pada Khaning, karena kalau tidak Inn bisa kehilangan Khaning suatu hari nanti.
Puteri ingin Inn memikirkan hal itu baik-baik. Inn terdiam melihat kakaknya meninggalkannya.
*Hmmmmm, kok aku jadi simpati pada Inn ya. Sebenarnya di versi Korea juga mulai tahap ini juga aku simpati sama Shin dan jadi benci sama Chae Kyeong HAHAHHHAHAHAHA.

 
Inn masuk ke ruang gelap dimana ia biasanya mencetak foto.
Kita melihat foto-foto Minnie disana sudah berganti menjadi foto Khaning awwwwww.
Inn kemudian melihat ke lemari dan menemukan kamera lama disana, juga film lama. Ia memutuskan menghabiskan waktu mencuci foto di film lama itu dan hasilnya sangat mengejutkan.
Ternyata film lama itu berisi foto Ayahnya dan Ibu Nakhun saat pacaran dulu.

Khaning bersama Nakhun berdoa di gereja. Khaning berterima kasih karena Nakhun selalu ada disisinya, kalau Nakhun tidak ada ia tidak tahu akan bertahan sampai dimana.
Ibu Nakhun masuk kesana dan tidak suka melihat anaknya bersama Khaning. Tapi Kemudian Inn masuk dan bahkan tidak menyapa ibu Nakhun, melewatinya begitu saja membuat ibu Nakhun berkomentar, meskipun Inn adakah putera mahkota, itu bukan sikap seorang anak muda pada yang lebih tua.
Inn menatap ibu Nakhun dengan tajam, ia mengatakan ibu Nakhun adalah orang dewasa yang tidak berperilaku baik tapi tetap ingin di hormati.
Mendengar ibunya dihina, Nakhun marah dan menyuruh Inn menjaga mulutnya,  Khaning khawatir mereka bertengkar lagi dan berusaha menghentikan Nakhun.

Melihat Nakhun dan Khaning, Inn berkomentar lagi, sepertinya di istana ini orang-orang berperilaku tidak baik dalam banyak hal, sebuah hubungan yang seharusnya tidak terjadi tapi tetap terjadi. Inn menyinggung ibu Nakhun dengan perkataan itu, sebuah fakta yang baru saja ia tahu kalau Ibu Nakhun dulu punya hubungan dengan ayahnya.
Khaning yang tidak tahu apa-apa tentu saja marah pada Inn karena mengatakan hal seperti itu. Sementara itu Inn terus menyinggung ibu Nakhun dengan sengaja menatap Ibu Nakhun sambil mengatakan, kau pasti tahu dengan baik siapa yang melakukan hal itu.
Inn meninggalkan mereka bertiga. Ibu Nakhun terlihat gemetar, karena ia tahu betul siapa yang Inn bicarakan, sementara Khaning kecewa dengan sikap Inn berlari keluar ke arah pintu yang berbeda, Nakhun mengejarnya.

Inn ada di kamarnya menatap foto ayahnya dan ibu Nakhun. Ia sangat marah dan menggenggam foto itu kemudian merobeknya, Inn terlihat sangat emosi dan sepertinya ia ingin menangis sambil menggertakkan giginya, tapi ia tak bisa berbuat apa-apa.
*kalau di versi Korea kayaknya Shin tahu hubungan ayah dan ibu Yul itu sudah lama, bukan baru2 seperti di versi ini, jadi rasa sakit Shin kayaknya lebih dalam karena ia menyimpannya dalam hati lama banged, iya kan? Aku lupa, udah lama ga nonton Goong HAHAHAHHA.

Malam harinya, Nakhun dan Khaning jalan-jalan di luar istana menggunakan mobil, karena Khaning sangat sedih, jadi Nakhun membawanya keluar. Mereka berhenti di tempat sepi. Khaning bertanya apakah Nakhun masih punya balon, karena ia sudah tidak tahan ingin meneriakkan perasaannya saat ini.
Nakhun mengatakan sebaiknya Khaning berteriak lepas, karena menurutnya perasaan Khaning saat ini, tidak ada balon yang mampu menampungnya.
Khaning terdiam. Ia kemudian melangkah keluar mobil dan mulai berteriak sekencang-kencangnya, Aku ingin meninggalkan tempat ini!! Aku tidak ingin tinggal disini! Aku ingin pergi! Kenapa putera mahkota Inn sangat kejam padaku?! Kenapa kau sangat kejam padaku?! KENAPA?!
Nakhun keluar dari mobil dan mendekatinya, melihat Khaning begitu terluka, Nakhun mengatakan kalau ia hanya butuh satu kata dari Khaning, maka ia bersedia membawa Khaning kemanapun.
Khaning menangis karena ia tidak bisa melakukan hal itu. Melihat gadis yang ia cintai sangat rapuh, Nakhun memeluk Khaning. Khaning menangis di pelukan Nakhun.

Keduanya tidak menyadari kalau mereka diam-diam diikuti sejak tadi, ibu Nakhun sengaja mengambil foto Khaning dan Nakhun yang berpelukan.
Ia mulai tersenyum menyeramkan karena ia punya rencana lainnya.

Dan tentu saja keesokan harinya foto itu mulai menyebar di sosial media, mengenai puteri mahkota yang terlihat bersama laki-laki lain, berselingkuh.
Sekolah Khaning heboh pagi itu, terutama 3 teman Khaning yang shock melihat foto itu, karena wajah Khaning jelas sekali, sementara wajah si pria tidak jelas, jadi tidak ada yang tahu kalau itu adalah Nakhun.

Khaning di istana juga melihat foto itu tersebar dan ia bingung untuk menghadapinya. Inn medekatinya sekaligus menggodanya, mengatakan kalau puteri mahkota pergi keluar tengah malam bersama seorang pria yang bukan suaminya. Ia bertanya pada Khaning apa yang orang lain akan pikirkan tentang hal ini? Kau juga memikirkan hal yang sama bukan, apa artinya ini?
Khaning kesal, tapi ia tidak bisa menjawab, karena tentu saja orang-orang akan berfikir kalau ia berselingkuh.
Inn bertanya siapa pria itu. Khaning kesal karena Inn tahu orangnya tapi masih bertanya. Inn sengaja mendekatkan wajahnya ke arah Khaning dan mengatakan ia ingin mendengarnya langsung dari mulut Khaning.
Khaning makin kesal dan berdiri menghindar, Aku pergi dengan Nakhun, dia mengkhawatirkan aku dan mengikutiku, tidak lebih dari itu. Kau tidak percaya padaku kan
Inn tidak terlalu peduli karena ia juga tahu sejak awal kalau itu adalah Nakhun, Inn berkata, apakah aku percaya atau tidak padamu, itu bukan hal penting, hal ini sudah menyebar sejauh ini, kau harus mempersiapkan jawabanmu pada Yang Mulia.

Dan benar saja, dayang kemudian menemui keduanya, mengatakan kalau Raja ingin bertemu dengan Khaning.
Khaning mengerti ia harus menyelesaikan masalah ini dan ia akan pergi tapi Inn menghalanginya, ia menyuruh Khaning tinggal dan ia yang akan menemui Raja.
Khaning menghentikannya dan bertanya, jika kau tidak mempercayaiku, kenapa kau perlu melindungiku? Aku yang membuat masalah ini, aku akan menyelesaikannya sendiri.
Khaning akan melangkah pergi tapi Inn menahan tangannya, Inn menatap Khaning dengan kesal, apa yang akan kau katakan? Mengatakan hal sebenarnya kalau pria itu adalah Nakhun? Jika kau melakukan itu, Nakhun dan aku akan mendapatkan masalah.
Khaning kesal karena Inn pada akhirnya hanya mengkhawatirkan dirinya sendiri, Kau hanya mengkhawatirkan tentang itu? Jangan khawatir, aku akan mengatasi semuanya sendiri.
Khaning menepiskan tangan Inn dan meninggalkan Inn yang menatap Khaning dengan khawatir.

Ibu Suri, Raja, Ratu dan Puteri berkumpul untuk bertanya pada puteri mahkota apa yang sebenarnya terjadi.
Ibu Suri menganggap ini mungkin salah paham dan berfikir positif kalau pria itu adalah Inn. Tapi Khaning mengatakan kalau itu bukan Inn dan membuat semuanya khawatir.
Ratu bertanya siapa pria itu dan Khaning dengan hati-hati menjawab kalau pria itu adalah ayahnya, ayah datang untuk mengunjunginya jadi ia datang menemuinya.
Puteri bertanya kenapa Khaning bertemu di luar seperti itu. Khaning mencoba menjawab kalau ada banyak peraturan di istana, ia sedang ada masalah jadi ingin bertemu dengan ayahnya, tapi karena ayahnya datangnya lama, jadi ia kesana menemuinya sendiri.
Ratu kecewa meski Khaning tahu peraturan istana tapi Khaning tetap melakukan hal itu, seorang puteri mahkota tidak boleh keluar malam sendirian dan Khaning masih melanggarnya. Aku sudah mengajarkan banyak hal padamu, apakah semua itu tertinggal di kepalamu?
Khaning diam saja. Nenek sendiri lega karena hal sebenarnya tidak sesuai dengan yang diberitakan. Ia meminta Khaning jangan melakukan hal seperti ini lagi lain kali.
Raja juga mempercayai puteri mahkota, jadi ia meminta sekretaris kerajaan merilis pernyataan kalau pria itu adalah ayah sang puteri mahkota.

RAja marah pada Inn karena belakangan banyak sekali masalah, pertama tentang Inn dan sekarang puteri mahkota.
Inn meminta maaf karena masalah puteri mahkota. Raja meminta Inn menjaga istrinya dan jangan biarkan maslah seperti ini terjadi lagi. Jika tidak maka ia tak bisa memberikan posisi putera mahkota pada Inn lagi.
Inn diam saja saat Raja meninggalkannya.
Kasian banged liat Inn, sumpah T__T

Inn kemudian menghubungi pengawalnya untuk mencari tahu siapa penyebar berita itu secepatnya.

Share:

2 comments:

  1. Lagi komentarku seputar perbandingan antara goong korea dan princess hours thai, aku walaupun udah nntn tetep baca kesini jg krn ada pandangan pribadi penulis.
    Si nakhun loh dibanding sama yul aktingnya... Aduh, kok kayaknya krg pengahayatan yah, apalagi di scene yt dia ngilu hate ngeliat si khaning prefer ke inn. Kalo yul kayaknya perih beneran biarpun sambil senyum juga.
    Trus trus khaning disini ya, kayaknya krg tanggung jwbnya dibanding chae kyung. Ada mslh dikit ngilang dan jg krg berani ngadepin minnie dibanding chae kyung. Aahhh entah kenapa tokoh yg aku sukain disini cuma si ibu suri, hahaha... Male n female mc serta second mcnya krg menarik hati. Despite their good looking appearance.

    ReplyDelete

Translate

Follow by Email

NOTE:

DILARANG RE-UPLOAD / COPY PASTE TULISAN DI BLOG INI!

JIKA INGIN SHARE, CUKUP LINK KE POSTINGANNYA SAJA, BUKAN ISINYA!


Follow Clover Blossoms on Twitter

[Trivia] Japanese Movie Recommendations List

Karena ada banyak yang menanyakan rekomendasi untuk J-Movie, jadi aku memutuskan untuk membuat list rekomendasi Japanese Movi...

Recent Posts

Recent Posts Widget

Popular Posts This Week

Actor / Actress

Airi Matsui Ando Sakura Anna Ishii Aoi Miyazaki Aoi Morikawa Aoi Wakana Aoi Yu Aom Sushar Araki Yuko Bebe Tanchanok Chen Duling Chiba Yudai Chinen Yuri Choi Ara Daiki Shigeoka Dori Sakurada Eikura Nana Eita Elaiza Ikeda Fukushi Sota Fuma Kikuchi Fumi Nikaido Furuhata Seika Gao Zhi Ting Go Kyung Pyo Gong Yoo Gou Ayano Han Seung Yeon Han Yeri Hana Sugisaki Haru Kuroki Haruka Fukuhara Haruma Miura Haruna Kawaguchi Hasegawa Hiroki Hashimoto Ai Hashimoto Kanna Hayami Akari Hayato Isomura Hikari Mitsushima Hirano Sho Hiroki Narimiya Hirose Alice Hirose Suzu Honoka Yahagi Horii Arata Hu Yi Tian Hwang Jung Eum Hyeri Igawa Haruka Imada Mio Inoue Mao Ishihara Satomi Jang Se Hyun Jeon Ji Hyun Ji Soo Ji Woo Joo Won Jun Shison Jung Ryu Won Jung So Min Kaku Kento Kamiki Ryunosuke Kaname Jun Kanichiro Kasumi Arimura kawakami juria Kei Tanaka Kengo Kora Kentaro Kento Hayashi Kento Nagayama Kim Go Eun Kim Ji Won Kim Min Suk Kim So Hyun Kim Soo Hyun Kim Tae Ri Kim Woo Bin Kim Yoo Bin Kim Yoo Jung Kim Yoo Mi Kinami Haruka Kitamura Takumi Kiyohara Kaya Kiyohara Sho Komatsu Nana Koseki Yuta Kou Shibasaki Kubota Sayu Kudo Asuka L Lee Bo Young Lee Chung Ah Lee Dong Hwi Lee Dong Wook Lee Gi Kwang Lee Jong Suk Lee Joon Lee Soo Hyuk Lee Yoo Jin Mackenyu Mahiro Takasugi Maika Yamamoto Maki Horikita Mamiya Shotaro Marie Itoyo Masahiro Higashide Masaki Okada Masaki Suda Masataka Kubota Matsumoto Jun Mayu Matsuoka Mei Nagano Mikako Tabe Mike D angelo Min Do Hee Minami Hamabe Mio Yuki Mirai Moriyama Mirai Shida mirai suzuki Mitsuki Takahata Mitsushima Shinnosuke Miwa Miyu Yoshimoto Mizuki Yamamoto Moe Arai Mone Kamishiraishi Mugi Kadowaki Nadine Lustre Nagasawa Masami Nakajima Kento Nakamura Tomoya Nao Nao Matsushita Nijiro Murakami Nounen Rena Osamu Mukai Otani Ryohei Park Bo Gum Park Eun Bin Park Hae Jin Park Seo Joon Park Shin Hye Pattie Ungsumalynn Phan Pagniez Reina Visa Rena Matsui Riho Yoshioka Rina Kawaei Ryo Ryusei Ryo Yoshizawa Ryoma Takeuchi Ryota Katayose Ryu Hwa Young Ryu Jun Yeol Sagara Itsuki Sairi Itoh Saito Takumi Sakaguchi Kentaro Sakuma Yui Sakurako Ohara Sato Kanta Satoshi Tsumabuki Seino Nana Seo Hyun Jin Seto Koji Shen Yue Shim Eun Kyung Shimon Okura Shin Hyun Soo Shirota Yuu Shohei Miura Shono Hayama Shuhei Nomura Shunya Shiraishi sometani shota Son Seung Won Song Ha Yoon Suga Kenta Sun Woong Suzuki Ryohei Suzy Taiga Taishi Nakagawa Takahashi Issei Takanori Iwata Takayuki Yamada Takeru Sato Takuya Kusakawa Tamaki Hiroshi Tao Phiangphor Tasuku Emoto Tomoshita Yamashita Tori Matsuzaka Toyokawa Etsushi Tsubasa Honda Tsuchiya Tao Ueno Juri Yamazaki Kento Yamoto Yuma Yo Oizumi Yoo In Na Yoo Seung Ho Yook Sung Jae Yoon Park Yoon So Hee Yoshine Kyoko Yosuke Sugino Yu Aoi yua shinkawa Yui Aragaki Yuina Kuroshima Yuki Furukawa Yuki Izumisawa Yuki Yamada Yukino Kishii Yuko Oshima Yuna Taira Yuriko Yoshitaka Yuta Hiraoka Yuya Matsushita Yuya Yagira

Drama / Movie

99.9 A Love So Beautiful A Story of Yonosuke Age of Youth 2 Always Sunset on Third Street amachan Anikoma Anohana Anone Ao Haru Ride Arbitratily Fond Asa ga Kita Ashi Girl At Cafe 6 Beppin-San Biscuit Teacher and Star Candy Bittersweet Boku Dake ga Inai Machi Boku no Ita Jikan Boukyaku no Sachiko Bubblegum Cafe Waiting Love Carnation Chia Dan Chihayafuru Chugakusei Nikki Churasan Crybaby Pierrot's Wedding Crying Out Love in the Center of the World Daily Lives of High School Boys Dating DNA Departures Eulachacha Waikiki Evergreen Love Father is Strange Fight Fleet of Time Forever Young Frankenstein no Koi From Five to Nine Gakko no Kaidan Gegege no Nyobo Gochisousan God Gift Good Morning Call Good Morning Call 2 Goon Ju Hana and Alice Hana Nochi Hare Hanako to Anne Hanbun Aoi Haruchika Hirunaka no Ryuusei Hirune Hime Hiyokko Honey and Clover Hot Road Hyouka I Love You in Tokyo I Want to Eat Your Pancreas If We Were A Season Itakiss LIT Itakiss LIT S2 Itakiss Movie Kahogo no Kahoko Kakegurui Kaze no Haruka Keiji Yugami Kidnap Tour Kiki Delivery Service Kimi no Na Wa Kingyo Club Kiss Me Thailand Koe no Katachi Koinaka Kuragehime Linda Linda Linda Little Forest Love Letter Lucky Romance Ma Boy Man From The Stars Manpuku March Comes in Like a Lion Mare Massan May Who? Meteor Garden 2018 Moriyamachu Driving School My Huckleberry Friends My Husband Can Not Work My Little Sweet Pea My Old Classmate Nagi no Asukara Narratage Natsuzora Nodame Cantabile Oboreru Knife Ohisama Omotesando On The Wings of Love One Million Yen Girl One Week Friends Operation Love Orange Orange Days Ore Monogatari Our Little Sister Our Times Peach Girl Pinocchio Princess Hours Thailand Rage Rainbow Song ReLIFE Reply 1988 Romance Full of Life Sannin No Papa she was pretty Shigatsu wa Kimi no Uso Sing Salmon Sing Solanin Sound of Your Heart Splish Splash Love Ssam My Way Strobe Edge Sukina Hito ga Iru Koto Teiichi no Kuni Tenno no Ryoriban The 100th Love The Anthem of the Heart The Best Hit The Great Passage The Left Ear The Woodsman and The Rain The World of Us Today's Kira-kun Todome no Kiss Toki wo Kakeru Shojo Tokyo Tarareba Girls Tomorrow Cantabile Tonari no Kaibutsu-kun Toto Nee Chan Twenty Years Old Twilight Saya in Sasara Uchiage Hanabi Under the Hawthorn Tree Unnatural Wakamonotachi Warotenka We All Cry Differently What A Wonderful Family When We Were Young While You Were Sleeping Wise Prison Life Wood Job Yellow Elephant Yesterday Once More Your Lie in April Youth Over Flowers

Blog Archive

Recent Comments

Random Posts