Friday, 30 June 2017

[Sinopsis] Princess Hours Thailand Episode 19 - Part 1

Akhirnya episode dimana ada banyak adegan OTP datang juga, tapi kenapa terasa sangat menyakitkan?
Padahal ini adalah momen yang ditunggu-tunggu, tapi karena kita tahu keduanya akan berpisah, itu lebih terasa sebagai kebahagiaan yang sesaat. Selain itu, di episode 19 ini ada banyak sekali adegan mesra yang di cut oleh tim produksi, pengen rasanya lempar sesuatu, HAHHAHHAHAHA.



Sinopsis Princess Hours Thailand Episode 19 Part 1

Peristiwa pembakaran istana hutan menambah masalah bagi keluarga kerajaan. Pihak polisi datang ke istana dan menunjukkan foto tempat kejadian pada Raja dan mengatakan mengenai detail kejadian, dimana mereka menemukan bukti kalau tindakan pembakaran itu dilakukan dengan sengaja karena mereka menemukan bensin tak jauh dari istana hutan. Berdasarkan bukti yang ada, putera mahkota menjadi tersangka utama kasus ini.
Sekretaris meminta pihak kepolisian untuk tidak mengatakan hal seperti itu kalau belum ada bukti yang kuat. Tapi putera mahkota memang ada di sana saat kejadian dan jejak kali putera mahkota ada di semua tempat disana, tujuan pembakaran juga bisa dihubungkan dengan permintaan putera mahkota baru-baru ini untuk merenovasi istana hutan.
Ratu sangat khawatir akan hal ini. Raja mengatakan ia mengetahui mengenai Inn dan Inn tidak akan melakukan hal-hal yang menyalahi aturan seperti ini.
Tapi pihak kepolisian mengatakan  berdasarkan investigasi, itu adalah sebuah motif yang bisa membuat Inn melakukan tindakan kriminal, meskipun mereka perlu melakukan penyelidikan lebih lanjut, tapi Inn akan berada dalam pengawasan polisi. Inn bisa tinggal di istana sampai mereka menemukan bukti lainnya dan juga menunggu keputusan parlemen. Mereka akan menunjuk orang untuk mengawasi putera mahkota.

Ratu hampir menangis mendengar semua itu, puteranya akan disalahkan karena kejadian ini, ia yakin kalau Inn dijebak, Inn tidak akan pernah melakukan hal seperti itu.
Raja juga berfikir hal yang sama, ia mulai merasa aneh kenapa belakangan hal-hal serius terjadi secara kebetulan di istana.
Tapi mereka tidak bisa melakukan apapun mengenai hal itu, yang bisa mereka lakukan adalah mencari bukti kalau Inn tidak bersalah, kalau tidak kepolisian dan parlemen tidak akan mempercayai mereka.
Raja meminta sekretaris kerajaan memanggil orang dalam istana untuk melakukan penyelidikan menemukan bukti kalau Inn tidak bersalah.

Pengawal pribadi Inn tergesa-gesa ke kediaman puteri mahkota, membuat para dayang terkejut karena pria dilarang masuk ke kediaman puteri, tapi pengawal mengatakan ia sudah mendapat izin dari putera mahkota.
Ia meminta bicara berdua dengan Khaning, karena ini masalah yang penting. Jadi para dayang meninggalkan mereka.
Khaning terlihat sangat khawatir dan bertanya apa yang terjadi dengan Inn, apa Inn terluka dab bla bla bla.
Khaning mengatakan mengenai istana hutan, ia yakin itu kesalahpahaman, Inn tidak mungkin melakukan hal seperti itu. Pengawal mengatakan ia datang menemui Khaning karena masalah ini. Ia menjelaskan pada Khaning kalau alasan kenapa Inn pergi ke sana malam itu adalah karena Khaning meminta bertemu dengan Inn.

Khaning yang tidak tahu apa-apa tentu saja bingung, ia tidak merasa membuat janji dengan Inn, ia tinggal di istana dan menunggu selama ini.
Pengawal mengatakan ia melihat dengan jelas kalau Khaning adalah pengirim pesan pada Inn untuk bertemu melalui LINE.
Khaning makin bingung dan mengecek ponselnya, ia tidak menemukan pesan apapun, Pengawal juga mengeceknya dan tidak ada pesan disana yang meminta bertemu Inn di istana hutan.
Pengawal mengatakan yang bisa memegang ponsel Khaning pasti orang yang dekat dengannya. Ia meminta Khaning mengingat dimana Khaning meninggalkan ponselnya.
Khaning berfikir dan ia yakin ia selalu membawa ponselnya dan tidak pernah meninggalkannya.
Pengawal mengerti, ia meminta Khaning memberitahunya jika Khaning mengingat sesuatu.

Di rumah keluarga Khaning, Khanong panik mengenai berita Inn yang membakar istana hutan.
ayah dan ibu juga kelihatan sangat khawatir.

Pihak Lady Krissana juga menonton berita itu di TV dan merasa puas karena sebenta lagi hari kemenangan mereka akan tiba.

Puteri Leelawadee juga melakukan sesuatu mengenai masalah ini, ia memanggil sekretaris kerajaan, mengatakan kalau tim investigasi dari New York akan datang besok. Katanya pihak itu adalah temannya dan yang ada di pihak mereka hanya sekretaris dan pengawal pribadi Inn.
Ia mengingatkan kalau ini adalah rahasia mereka, mereka tidak punya banyak waktu untuk membantu Inn.
*Hmmmmmm, sepertinya puteri melakukan penyelidikan sendiri. Menarik, karena tiba-tiba kok kakak Inn kayak senyum gitu ya?

Nakhun juga melihat berita mengenai Inn di rumah sakit.
Nakhun terlihat khawatir. Ia kemudian mendapat telpon dari ibunya, dan seperti dugaannya ini perbuatan ibunya.
Ibunya terlihat puas dengan berita yang menyebar dan mengatakan kalau ini adalah hadiah karena Nakhun akan keluar dari rumah sakit besok. Ia akan mengirimkan mobil menjemput Nakhun.
Nakhun masih ingin bicara tapi ibunya menutup telpon dengan cepat. Nakhun mengerutkan keningnya, ia tak menyangka ibunya sampai melakukan semua ini.

Keesokan harinya, pihak parlemen datang untuk memberikan keputusan mengenai puteri mahkota. Inn dan Raja ada disana mendengarkan keputusannya.
Mereka awalnya membicarakan masalah pembakaran itu, tapi tidak ada bukti kuat kalau Inn adalah pelaku utama, jadi pihak kerajaan menolak menjadikan Inn tersangka. sekretaris kerajaan yakin kalau ada pihak lain yang mengkambing hitamkan Inn.
Karena pihak kerajaan meminta waktu, jadi parlemen memberi izin selama 72 jam untuk membuktikan Inn tidak bersalah, meski begitu Inn masih tetap dalam pengawasan pihak kepolisian.
Intinya gitu deh, aku nggak ngerti masalah beginian, jadi aku menulis gimana mudahnya aja *mianhae

Kemudian mereka beralih pada masalah selanjutnya, yaitu mengenai puteri mahkota. Kasus puteri mahkota ini tidak pernah terjadi di Bhutin sebelumnya, jadi ini akan mencoreng nama baik Bhutin, dan rakyat serta parlemen juga mengkhawatirkan hal itu.
Berdasarkan hukum di Bhutin, maka jabatan puteri mahkota akan dicabut, puteri mahkota akan dikeluarkan dari istana, dimana setelah dikeluarkan, akan ada larangan nahwa puteri mahkota tidak boleh bertemu dengan putera mahkota lagi (untuk selamanya, kayaknya sih begitu).

Dan begitulah, keputusan parlemen dan sudah disetujui oleh raja, puteri mahkota akan dikeluarkan dari istana besok.
Mereka memberitahu pengumuman itu langsung ke kediaman puteri mahkota.
Khaning hanya bisa diam saja sementara para dayang tampak khawatir.

Inn sendiri ada di ruangannya di istana utama, ia stress mengenai semua masalah yang ada.
Untuk pertama kalinya kita melihat Inn berteriak sekencang-kencangnya karena ia tidak bisa melakukan apa-apa untuk melindungi orang yang ia cintai.
Inn benar-benar tampak terluka.
*pengen deh meluk Inn, aktingnya Tao keren banged di adegan ini huhuhuhuhuhuhu.

Malam harinya, Khaning ada di luar, menatap langit malam dan menangis. Ia meminta maaf dan meminta maaf pada Inn atas apa yang sudah ia lakukan.
seseorang memperhatikan Khaning dari belakang dan Khaning tidak menyadari saat orang berpakaian serba hitam mendekatinya dan membekapnya.

Orang itu membawa Khaning dengan paksa, Khaning meronta dan mencoba berteriak tapi orang itu menenangkannya.
Orang itu membuka penutup wajahnya dan ternyata itu adalah Inn. Khaning terkejut sekaligus bahagia melihat Inn ada di hadapannya, setelah kejadian itu Khaning dan Inn dilarang bertemu, jadi Khaning sangat merindukan Inn.
Khaning bahkan tidak percaya kalau Inn benar-benar ada di hadapannya, ia menyentuh wajah Inn. Inn menatapnya.
Khaning menangis di pelukan Inn dan meminta maaf pada Inn. Inn mencoba menenangkan Khaning dan mengatakan semuanya baik-baik saja. Khaning terus menangis memeluk Inn dengan sangat erat, seolah takut kehilangan Inn.

Khaning terus meminta maaf jadi Inn meminta Khaning berhenti mengatakan hal itu. Ia menyentuh wajah Khaning yang menangis dan menatap ke dalam mata gadis yang ia cintai itu. Inn mengecup kening Khaning. Khaning menutup matanya dan merasakan ketulusan Inn.
Inn mengatakan ia datang untuk membawa Khaning pergi dari sana, Khaning terkejut, tapi ia menuruti Inn.

Inn dan Khaning menghabiskan malam di sepeda motor berdua.
Inn membawa kabur Khaning dari istana.
Khaning bertanya kemana mereka akan pergi dan Inn menjawab kemana saja, ia akan membawa kemanapun yang Khaning inginkan. Khaning tersenyum dan mengatakan ia akan memikirkannya.
Khaning dan inn terlihat bahagia malam itu. Inn menyentuh tangan Khaning yang memeluknya dari belakang, keduanya menikmati dinginnya malam di atas sepeda motor, pergi sejauh yang mereka inginkan.

Pagi harinya, Inn dan Khaning tiba di tepi pantai. Khaning masih tertidur di punggung Inn. Inn tersenyum dan mencoba membangunkannya.
Khaning membuka matanya dan terkejut melihat dimana mereka berada, sebuah pantai yang indah. Khaning sangat menyukainya, ia membuka helm-nya dan segera berlari ke pantai.
Inn menatapnya sambil tersenyum. Khaning menikmati angin pantai pagi itu dan mengatakan kalau Inn membawanya ke tempat yang benar.
Inn agak menyombong mengatakan, tentu saja, aku kan pangeranmu. *EAAAAAAAAAAAA.

Inn berjalan mendekati Khaning. Khaning tersenyum dan mengatakan, Ya, Yang Mulia. Tapi aku tidak hanya tidur. Aku tidur sambil menyemangatimu.
Inn tersenyum dan keduanya saling pandang dengan senyuman di wajah mereka.
Inn memeluk Khaning dari belakang, keduanya menikmati pemandangan pagi itu dalam diam. Keduanya sangat bahagia.
*MEREKA SKIP KISSING SCENE DI ADEGAN INI!!!!!!!!!!!!!!!!!!! AAAAAAAACCKKKKKKKK!!!!!!! WHY? WHY? WHY? WHY? WHY? WHY? WHY?!!!!

Share:

1 comment:

Translate

Follow by Email

NOTE:

DILARANG RE-UPLOAD / COPY PASTE TULISAN DI BLOG INI!

JIKA INGIN SHARE, CUKUP LINK KE POSTINGANNYA SAJA, BUKAN ISINYA!


Follow Clover Blossoms on Twitter

[Trivia] Japanese Movie Recommendations List

Karena ada banyak yang menanyakan rekomendasi untuk J-Movie, jadi aku memutuskan untuk membuat list rekomendasi Japanese Movi...

Recent Posts

Recent Posts Widget

Popular Posts This Week

Actor / Actress

Airi Matsui Ando Sakura Anna Ishii Aoi Miyazaki Aoi Morikawa Aoi Wakana Aoi Yu Aom Sushar Araki Yuko Bebe Tanchanok Chen Duling Chiba Yudai Chinen Yuri Choi Ara Daiki Shigeoka Dori Sakurada Eikura Nana Eita Elaiza Ikeda Fukushi Sota Fuma Kikuchi Fumi Nikaido Furuhata Seika Gao Zhi Ting Go Kyung Pyo Gong Yoo Gou Ayano Han Seung Yeon Han Yeri Hana Sugisaki Haru Kuroki Haruka Fukuhara Haruma Miura Haruna Kawaguchi Hasegawa Hiroki Hashimoto Ai Hashimoto Kanna Hayami Akari Hayato Isomura Hikari Mitsushima Hirano Sho Hiroki Narimiya Hirose Alice Hirose Suzu Honoka Yahagi Horii Arata Hu Yi Tian Hwang Jung Eum Hyeri Igawa Haruka Imada Mio Inoue Mao Ishihara Satomi Jang Se Hyun Jeon Ji Hyun Ji Soo Ji Woo Joo Won Jun Shison Jung Ryu Won Jung So Min Kaku Kento Kamiki Ryunosuke Kaname Jun Kanichiro Kasumi Arimura kawakami juria Kei Tanaka Kengo Kora Kentaro Kento Hayashi Kento Nagayama Kim Go Eun Kim Ji Won Kim Min Suk Kim So Hyun Kim Soo Hyun Kim Tae Ri Kim Woo Bin Kim Yoo Bin Kim Yoo Jung Kim Yoo Mi Kinami Haruka Kitamura Takumi Kiyohara Kaya Kiyohara Sho Komatsu Nana Koseki Yuta Kou Shibasaki Kubota Sayu Kudo Asuka L Lee Bo Young Lee Chung Ah Lee Dong Hwi Lee Dong Wook Lee Gi Kwang Lee Jong Suk Lee Joon Lee Soo Hyuk Lee Yoo Jin Mackenyu Mahiro Takasugi Maika Yamamoto Maki Horikita Mamiya Shotaro Marie Itoyo Masahiro Higashide Masaki Okada Masaki Suda Masataka Kubota Matsumoto Jun Mayu Matsuoka Mei Nagano Mikako Tabe Mike D angelo Min Do Hee Minami Hamabe Mio Yuki Mirai Moriyama Mirai Shida mirai suzuki Mitsuki Takahata Mitsushima Shinnosuke Miwa Miyu Yoshimoto Mizuki Yamamoto Moe Arai Mone Kamishiraishi Mugi Kadowaki Nadine Lustre Nagasawa Masami Nakajima Kento Nakamura Tomoya Nao Nao Matsushita Nijiro Murakami Nounen Rena Osamu Mukai Otani Ryohei Park Bo Gum Park Eun Bin Park Hae Jin Park Seo Joon Park Shin Hye Pattie Ungsumalynn Phan Pagniez Reina Visa Rena Matsui Riho Yoshioka Rina Kawaei Ryo Ryusei Ryo Yoshizawa Ryoma Takeuchi Ryota Katayose Ryu Hwa Young Ryu Jun Yeol Sagara Itsuki Sairi Itoh Saito Takumi Sakaguchi Kentaro Sakuma Yui Sakurako Ohara Sato Kanta Satoshi Tsumabuki Seino Nana Seo Hyun Jin Seto Koji Shen Yue Shim Eun Kyung Shimon Okura Shin Hyun Soo Shirota Yuu Shohei Miura Shono Hayama Shuhei Nomura Shunya Shiraishi sometani shota Son Seung Won Song Ha Yoon Suga Kenta Sun Woong Suzuki Ryohei Suzy Taiga Taishi Nakagawa Takahashi Issei Takanori Iwata Takayuki Yamada Takeru Sato Takuya Kusakawa Tamaki Hiroshi Tao Phiangphor Tasuku Emoto Tomoshita Yamashita Tori Matsuzaka Toyokawa Etsushi Tsubasa Honda Tsuchiya Tao Ueno Juri Yamazaki Kento Yamoto Yuma Yo Oizumi Yoo In Na Yoo Seung Ho Yook Sung Jae Yoon Park Yoon So Hee Yoshine Kyoko Yosuke Sugino Yu Aoi yua shinkawa Yui Aragaki Yuina Kuroshima Yuki Furukawa Yuki Izumisawa Yuki Yamada Yukino Kishii Yuko Oshima Yuna Taira Yuriko Yoshitaka Yuta Hiraoka Yuya Matsushita Yuya Yagira

Drama / Movie

99.9 A Love So Beautiful A Story of Yonosuke Age of Youth 2 Always Sunset on Third Street amachan Anikoma Anohana Anone Ao Haru Ride Arbitratily Fond Asa ga Kita Ashi Girl At Cafe 6 Beppin-San Biscuit Teacher and Star Candy Bittersweet Boku Dake ga Inai Machi Boku no Ita Jikan Boukyaku no Sachiko Bubblegum Cafe Waiting Love Carnation Chia Dan Chihayafuru Chugakusei Nikki Churasan Crybaby Pierrot's Wedding Crying Out Love in the Center of the World Daily Lives of High School Boys Dating DNA Departures Eulachacha Waikiki Evergreen Love Father is Strange Fight Fleet of Time Forever Young Frankenstein no Koi From Five to Nine Gakko no Kaidan Gegege no Nyobo Gochisousan God Gift Good Morning Call Good Morning Call 2 Goon Ju Hana and Alice Hana Nochi Hare Hanako to Anne Hanbun Aoi Haruchika Hirunaka no Ryuusei Hirune Hime Hiyokko Honey and Clover Hot Road Hyouka I Love You in Tokyo I Want to Eat Your Pancreas If We Were A Season Itakiss LIT Itakiss LIT S2 Itakiss Movie Kahogo no Kahoko Kakegurui Kaze no Haruka Keiji Yugami Kidnap Tour Kiki Delivery Service Kimi no Na Wa Kingyo Club Kiss Me Thailand Koe no Katachi Koinaka Kuragehime Linda Linda Linda Little Forest Love Letter Lucky Romance Ma Boy Man From The Stars Manpuku March Comes in Like a Lion Mare Massan May Who? Meteor Garden 2018 Moriyamachu Driving School My Huckleberry Friends My Husband Can Not Work My Little Sweet Pea My Old Classmate Nagi no Asukara Narratage Natsuzora Nodame Cantabile Oboreru Knife Ohisama Omotesando On The Wings of Love One Million Yen Girl One Week Friends Operation Love Orange Orange Days Ore Monogatari Our Little Sister Our Times Peach Girl Pinocchio Princess Hours Thailand Rage Rainbow Song ReLIFE Reply 1988 Romance Full of Life Sannin No Papa she was pretty Shigatsu wa Kimi no Uso Sing Salmon Sing Solanin Sound of Your Heart Splish Splash Love Ssam My Way Strobe Edge Sukina Hito ga Iru Koto Teiichi no Kuni Tenno no Ryoriban The 100th Love The Anthem of the Heart The Best Hit The Great Passage The Left Ear The Woodsman and The Rain The World of Us Today's Kira-kun Todome no Kiss Toki wo Kakeru Shojo Tokyo Tarareba Girls Tomorrow Cantabile Tonari no Kaibutsu-kun Toto Nee Chan Twenty Years Old Twilight Saya in Sasara Uchiage Hanabi Under the Hawthorn Tree Unnatural Wakamonotachi Warotenka We All Cry Differently What A Wonderful Family When We Were Young While You Were Sleeping Wise Prison Life Wood Job Yellow Elephant Yesterday Once More Your Lie in April Youth Over Flowers

Blog Archive

Recent Comments

Random Posts