Saturday, 9 June 2018

[Recap] Hanbun, Aoi Week 10 (Episode 55-60)

Minggu ke-10 ini menjawab kecurigaan aku kenapa aku merasa nggak nyaman banged sama Ito Saya. Saat Suzume bersama Maa-kun, aku tetap mendukung mereka berdua tapi dengan Ito Saya, entah kenapa liat mukanya itu fake banged dan semuanya terjawab di minggu ke-10 ini.
Aku nggak tahu sih apa karena mereka masih muda atau gimana, tapi Ito Saya cemburunya itu berlebihan banged. Dia ingin memonopoli Ritsu tapi dengan cara yang uhmmmmm, padahal ya baru dekat beberapa bulan ughhhhhhhhhhh bikin panas. Trus si Ritsu juga aduh percaya aja sama si fake ughhh KESAL!!!!

Ini adalah minggu terakhir dimana Masato akan tampil. Belum tahu apakah dia akan muncul atau tidak diminggu-minggu berikutnya. Tapi walaupun akan muncul lagi, kayaknya nggak akan panjang sih. Jadi sedih banged pisah sama Maa-kun dan kucing imutnya Milaine T_______T

Half, Blue Episode 10: Iki ga Shitai!
-I want to breath!-

Hubungan Ritsu dan Ito Saya sangat lancar, sepertinya mereka berdua sudah mulai berpacaran. Ritsu dengan setia selalu menunggu Saya menyelesaikan jadwal kuliahnya setiap hari. Oia, Saya kuliah di jurusan sastra.
Mereka kayaknya jarang kencan di luar, mereka lebih banyak menghabiskan waktu di apartemen Ritsu, mengobrol atau melakukan sesuatu. Hari itu Saya memakai cat kuku berwarna ungu muda dan Ritsu mengomentari kalau warnanya cantik. Jadi Saya mengeluarkan cat kuku dari tasnya dan mengecat kuku jari manis Ritsu. Hanya 1 jari saja.
Saya sudah lama penasaran dengan foto yang tertempel di lemari Ritsu, foto Fukurokai dan ia sepertinya terganggu dengan Suzume yang ada disamping Ritsu di foto itu.  Saat Saya bertanya mengenai foto itu, Ritsu mengatakan kalau itu adalah sahabatnya dan Suzume adalah temannya sejak masih kecil.
Ritus juga menceritakan kalau Suzume menggambar wajah Saya saat Saya datang ke sekolah mereka dulu dan Ritsu menunjukkan lukisan yang dibuat oleh Suzume. Kalau Ritsu lagi nggak melihat ke arahnya, pandangan Saya menunjukkan kalau ia tidak menyukai Suzume.

Saat mereka mengobrol, ibu Suzume menelpon Ritsu. Ibu Suzume masih di Tokyo dan ia ingin membeli gorden baru untuk Suzume. Tapi karena ia tak tahu dimana membelinya, ia menelpon Ritsu untuk menanyakan alamat. Ia melakukannya karena ia tak bisa mengganggu Suzume yang sedang sibuk bekerja.
Ritsu seperti biasa sangat ramah pada ibu Suzume. Saya menatap Ritsu dengan pandangan kesal. Setelah Ritsu menutup telponnya, Saya bertanya siapa itu dan Ritsu mengatakan kalau itu adalah ibu Suzume. Saya berkomentar sepertinya Ritsu sangat dekat dengan Suzume bahkan dengan keluarganya. Ritsu tahu kalau Saya cemburu dan itu membuatnya senang.
Saya kemudian mulai bersikap manja dan memeluknya, Ritsu membalas pelukannya.

Suzume sedang fokus bekerja saat ibu datang membawakan cemilan onigiri untuk mereka semuanya. Ibu rencananya masih ingin tinggal lebih lama di Tokyo, tapi sepertinya kedai mereka di Gifu mendapat masalah jadi ibu harus segera pulang.
Ibu sudah membeli gorden baru untuk Suzume, warna biru tua dan sangat cocok untuk kamar Suzume. Itu adalah malam terakhir ibu di Tokyo jadi ia benar-benar memastikan semuanya sudah rapi, termasuk foto yang Suzume tempel di kamarnya. Ibu tak suka melihat fotonya ada dibawah dan sementara foto ayah ada diatas, jadi ibu sengaja menutupi foto ayah dengan fotonya wkkwkkwkwkw.
Malam itu, Bokute dan Yuko menemui ibu dan memberikan hadiah pada ibu sebagai ucapan terima kasih karena sudah membersihkan apartemen mereka dan membuatkan mereka makanan. Itu adalah tiket untuk makan di sebuah restoran Italia, mereka ingin ibu dan Suzume menghabiskan waktu berdua diluar sebelum ibu pulang.
Awalnya ibu menolak karena sepertinya itu sangat mahal, tapi Bokute dan Yuko tetap memaksa.
Malam itu ibu memberitahukan mengenai hadiah Bokute dan Yuko pada Suzume tapi Suzume menyipitkan matanya karena ia sudah ada janji besok. Besok ia akan kencan bersama MAsato.
Karena ingin pergi dengan Masato, jadi Suzume berbohong mengatakan kalau besok ia harus kerja, jadi ia tak bisa pergi dengan ibu. Ibu mengerti.

Keesokan harinya, hari dimana ibu akan pulang ke Gifu. Ibu sudah bersiap-siap dan membangunkan Suzume yang masih tidur. Ia mengingatkan Suzume kalau Suzume harus segera bekerja. Suzume bangun dan bersiap-siap, tentu saja untuk kencan, bukan untuk bekerja.
Ibu mengatakan pada Suzume kalau ia akan tetap ke restoran Italia itu, karena merasa nggak enak menyia-nyiakan pemberian Bokute dan Yuko, ibu akan pergi sendiri, setelah itu barulah ibu pulang ke Gifu.
Karena hal itu, selama kencan dengan Masato, Suzume tidak bisa berkonsentrasi. Ia terus kepikiran pada ibunya yang makan sendirian di restoran Italia, mengingat ibunya belum pernah ke restoran mahal, jadi ia takut nanti ibunya kesulitan.
Masato menyadari Suzume sama sekali tidak konsentrasi dan bertanya ada masalah apa. Awalnya Suzume ragu untuk menceritakannya tapi Masato ingin Suzume jangan segan padanya. Akhirnya Suzume menceritakan yang sebenarnya pada Masato. Ia mengatakan kalau ia sangat menantikan kencan mereka hari ini dan sampai berbohong pada ibunya, tapi ia terus kepikiran pada ibunya.
MAsato mendesah dan mengatakan pasa Suzume harusnya Suzume mengatakan hal seperti itu sejak awal padanya. Ia kemudian menggenggam tangan Suzume dan mengajaknya ke restoran dimana ibu sedang makan.

Dan ternyata, ibu nggak sendirian. Ibu bersama Ritsu. Jadi sebelum ibu berangkat, kebetulan Ritsu menelpon ibu untuk menanyakan gorden kamar Suzume, apakah ibu berhasil membelinya. Saat ibu mengatakan kalau ia akan pulang ke Gifu dan akan singgah ke restoran Italia, ia mengajak Ritsu kalau Ritsu ada waktu dan kebetulan Ritsu memang nggak ada jadwal hari itu wkkwkwkwkw.
Tiket yang diberikan oleh Bokute dan Yuko, ternyata Akikaze sensei turut berpartisipasi, jadi ia yang membelikan tiket itu dan bahkan menelpon manager restoran untuk melayani ibu dengan baik.
Saat Suzume tiba di restoran, Suzume terkejut karena melihat ibu tidak sendirian. Ibu juga kaget kenapa Suzume ada disana, apalagi bersama seorang laki-laki. Masato kemudian memperkenalkan dirinya pada ibu dan ibu cukup kaget karena Masato ternyata ganteng + baik dan sopan wkwkwkkwkw.
Suzume kelihatan malu banged karena akhirnya ibu bertemu dengan Masato, MAsato dan Suzume hanya saling pandang sementara Ritsu menatap mereka dengan senyuman hmmmm, senyuman tulus tapi kok kayaknya nggak tulus wkkwkwkw.

Ibu dan Ritsu selesai makan, saat mereka keluar dari Restoran ibu sempat mengajak Suzume bicara berdua, ibu kelihatannya sangat menyukai Masato. Suzume meminta maaf karena sudah berbohong pada ibunya, tapi ibu mengerti karena setiap remaja pasti punya masa-masa seperti itu.
Masato menawarkan diri mengantar ibu ke stasiun meski awalnya ibu menolak, tapi Masato merasa nggak enak kalau ibu ke stasiun sendirian. Mereka juga mengajak Ritsu untuk ikut, tapi Ritsu tidak mau menganggu kebersamaan keluarga mereka, jadi ia langsung pulang.
Di rumah, Ritsu entah kenapa kelihatan nggak semangat, apalagi mengingat Masato dan Suzume tadi. Ritsu merasa kalau Suzume sekarang sudah punya seseorang yang bisa diandalkan selain dirinya. Ritsu sejak dulu nggak berubah, kalau galau sama Suzume dia pasti akan sibuk dengan Furansowa, seperti memberinya makan dan menatap Furansowa HAHHHAHAHAA.
Setelah mengatar ibu ke stasiun, Suzume dan Masato akan makan malam, mereka menelpon Ritsu untuk mengajaknya. Tapi Ritsu menolak untuk ikut.
* Ya iya lah, mana enak jadi obat nyamuk wkwkkwkwkkw.

Selesai makan malam, Suzume dan Masato menghabiskan waktu mengobrol di taman. Masato selalu berada disamping kanan Suzume jika mereka sedang berdua dan Suzume baru sadar kalau itu karena MAsato tahu mengenai telinganya dan itu membuat Suzume tersentuh.
Sebenarnya aku pikir Suzume dan MAsato ini udah pacaran, tapi aku baru sadar kalau mereka belum pernah menyatakan perasaan masing-masing. JAdi malam itu untuk pertama kalinya Suzume menyatakan perasaannya pada Masato. Ia mengatakan ia menyukai MAsato.
Tapi ternyata Masato menolak Suzume dan itu membuat Suzume terkejut. Ternyata selama ini Masato tidak pernah berfikir untuk pacaran dengan Suzume.
Suzume tidak menyerah dan tetap mengatakan ia menyukai Masato bahkan memanggilnya Maa-kun, tapi Masato tidak mau Suzume memanggilnya begitu. Karena Suzume tidak mau melepaskan tangan Masato, Masato mendorongnya dan membuat Suzume terjatuh.
Suzume sangat shock karena ditolak dan didorong. Masato merasa bersalah dan mengulurkan tangannya, tapi Suzume langsung berlari dan menangis meninggalkan MAsato.

Suzume menangis hebat saat ia tiba di apartemen dan membuat Bokute & Yuko sangat khawatir. Mereka juga terkejut mendengar cerita Suzume, karena mereka yakin Masato juga menyukai Suzume. Memang sih, dari cara Masato memperlakukan Suzume, Masato kelihatan menyukai Suzume dan itu juga yang membuat Suzume shock, ia tak percaya kalau selama ini ia salah paham.
Suzume menangis dan menangis, Bokute & yuko berusaha menenangkannya. Suzume punya kebiasaan yang menurutku harus diubah, jika dia sedih, dia selalu mencari Ritsu dan saat itu Suzume mengatakan kalau ia ingin bertemu dengan Ritsu.
Yuko tak punya pilihan selain menelpon Ritsu untuk menceritakan mengenai masalah Suzume, karena ia kasihan banged sama Suzume yang terus menangis karena patah hati.
Ritsu yang tahu kalau Suzume ditolak tentu saja kaget, karena ia berfikir hubungan keduanya sangat harmonis dan menjanjikan.

Ritsu akhirnya menemui Masato yang sedang berkemas-kemas di kamarnya.  Ia bertanya kenapa Masato menolak Suzume padahal ia yakin kalau Masato menyukai Suzume. Ia yakin hubungan mereka terlihat baik-baik saja tapi kenapa tiba-tiba begini. Masato mengakui kalau ia bersama Suzume lebih lama dia benar-benar akan jatuh cinta pada Suzume.
Jadi dari penjelasannya, aku bisa menangkap kalau Masato ini nggak siap untuk berpacaran atau berkomitmen. Dia memang menyukai Suzume, tapi tidak mau berpacaran dengannya karena ia menyukai wanita. Intinya sih dia nggak mau menyakiti Suzume karena dia menyadari sifatnya yang menyukai banyak wanita. Aku baru ingat kalau Masato memang sejak pertama muncul begini, saat pertama kali Ritsu ketemu Milaine kan ada cewek yang menangis karena Masato, mungkin nasib gadis itu sama seperti Suzume.
Masato sepertinya sangat yakin kalau Ritsu menyukai Suzume, ia mengatakan kalau Ritsu adalah teman pertamanya di Tokyo dan ia sangat menyukai Ritsu, jadi ia tidak mau berpacaran dengan gadis yang disukai temannya.
Ritsu benar-benar tidak mengerti kenapa Masato selalu mengatakan hal seperti itu padanya, padahal ia sudah mengatakan ia tidak menyukai Suzume lebih dari teman. Ia mengingatkan Masato kalau ia sudah punya Ito Saya dan meminta Masato jangan sok tahu mengenai hubungannya dan Suzume.
Tapi Masato masih mencoba meyakinkan Ritsu, apakah benar Ritsu tidak menyukai Suzume. Ia yakin Ritsu hanya belum menyadarinya saja.

Malam itu, Suzume menelpon ibunya untuk memberitahukan kalau Masato menolaknya. Ia mencoba menahan air matanya saat menelpon ibunya, untuk memperlihatkan kalau ia baik-baik saja. Ibu sedikit kecewa karena ia pikir MAsato anak yang baik dan ia menyukai Masato.
Saat Suzume sedang menelpon, seseorang datang ke apartemen mereka, dia adalah Ritsu. Awwwwwww.
Suzume meminta Ritsu menggantikannya bicara dengan ibunya dan ia masuk ke kamar, memangis lagi. Poor Suzume.

Setelah Ritsu selesai bicara dengan ibu, ia masuk ke kamar Suzume dan Suzume masih menangis. Suzume benar-benar menyukai Masato dan air matanya tidak tertahankan karena Masato menolaknya. Ia meminta Ritsu meminjamkan punggungnya padanya dan Ritsu setuju.
Suzume bersandar di punggung Ritsu, air matanya masih menetes. Ia mengatakan kalau punggung Ritsu selalu hangat dan ia nyaman kalau bercerita dengan Ritsu. Suzume teringat kenangan masa kecil mereka, ia selalu menahan air matanya dihadapan keluarganya tapi selalu menangis dihadapan Ritsu, termasuk saat ia kehilangan pendengaran di telinga kirinya.
Ritsu kemudian berkata sejak lahir sepertinya begitu, karena mereka lahir di hari dan rumah sakit yang sama, mereka sudah bertemu sebelum mereka memiliki nama, ia yakin dia sering mendengar tangisan Suzume saat itu.
Curhat pada Ritsu membuat hati Suzume sedikit tenang, ia sudah bisa tersenyum, tapi hatinya tetap sakit karena patah hati untuk pertama kalinya.
*Saay bersama KObayan kayaknya itu cuma cinta monyet deh, karena Suzume nggak menangis sama sekali saat mereka berhenti bertemu.

Setelah perasaan Suzume sedikit tenang, Suzume baru menyadari ada sesuatu yang berbeda dengan Ritsu. Ia melihat ada cat kuku ungu di jari manis Ritsu. Ritsu mengatakan kalau Saya yang mengecat kukunya dan itu membuat perasaan Suzume sedikit tidak tenang. Entah kenapa, melihat jari manis Ritsu yang berwarna ungu, Suzume tidak menyukainya.
Ia menyadari kalau Saya sangat berbeda dengannya padahal umur mereka sama. Ia bahkan tak pernah berfikir untuk berdandan dan mengecat kukunya.

Kamar Masato sudah kosong. Ritsu bermain untuk terakhir kalinya dengan Milaine *AKU BAKAL KANGEN MILAINE T_T*
Ritsu dan Masato mengobrl berdua untuk terakhir kalinya. Masato masih mencoba untuk menyakinkan Ritsu mengenai perasaannya pada Suzume, apakah Ritsu yakin kalau itu bukan cinta.
Ritsu kemudian menjelaskan pada Masato, kalau diibaratkan dengan manga Doraemon, baginya Suzume adalah Doraemon, bukan Shizuka. Tidak ada kisah cinta antara Nobita dan Doraemon, mereka hanya bersahabat.
Masato kemudian mengingatkan pada Ritsu kalau dalam manga Doraemon, tokoh utamanya adalah Doraemon dan Nobita tidak bisa hidup tanpa Doraemon.
Masato akhirnya mengerti, jika memang perasaan Ritsu pada Suzume seperti itu, yang Masato yakini hanya satu, yaitu ia yakin Suzume dan Ritsu adalah dua orang yang tidak akan pernah bisa dipisahkan.
Ritsu hanya terdiam.

Patah hati bukan alasan untuk bolos kerja, jadi Suzume tetap bekerja besoknya. Suzume mengenakan masker dimana ada penampung air matanya, karena Suzume tetap menangis dan menangis, ia masih belum bisa sembuh dari patah hatinya.
Akikaze sendiri bingung melihat Suzume seperti itu dan ia mencoba menggoda Suzume. Tapi Suzume hanya menatap Akikaze dengan air mata mengalir dipipinya. Akikaze memberi kode pada Bokute, bertanya kenapa Suzume seperti itu. Bokute keceplosan mengatakan kalau Suzume baru ditolak dan entah kenapa Akikaze malah senang mendengarnya wkwkkwkwkwk.
Suzume menatap Bokute dengan tatapan kesal. Sepertinya Suzume meminta hal itu dirahasiakan dari Akikaze karena Suzume sudah menebak Akikaze akan menertawakan hal itu lol.

Di kampus, Ritsu terus mengkhawatirkan Suzume. Saat ia bersama Saya, ia bahkan terus kepikiran Suzume. Ritsu mengajak Saya ke klub robot dan berkenalan dengan profesor disana. Profesor menjelaskan pada Saya mengenai robotnya sementara pikiran Ritsu sama sekali tidak disana dan Saya menyadari hal itu.

Malam harinya, Suzume masih bersedih dengan penolakan dari Masato dan saat seseorang datang mengetuk kamarnya, Suzume langsung tahu kalau itu adalah Ritsu.
Malam itu Ritsu memasak sesuatu untuk Suzume, ternyata Ritsu cukup pintar memasak, Yuko sampai kagum padanya. Suzume sangat menyukai masakan Ritsu, sepertinya Suzume memang nggak ada selera makan sejak kemarin jadi ia makan dengan lahap dan bahkan minta tambah.
Suzume kemudian menyadari kalau Ritsu menutup jari manisnya dengan plester dan bertanya kenapa Ritsu melakukannya. Aku lupa jawaban Ritsu nih, tapi kayaknya dia malu dengan kukunya yang dicat, makanya dia menutupnya.

Keesokan harinya, Suzume bekerja seperti biasa dan sepertinya patah hatinya sudah tidak separah 2 hari kemarin. Ia sudah tidak menangis lagi dan melakukan pekerjaannya dengan serius. Yuko dan Bokute lega melihatnya.
Meski Suzume sudah terlihat baikan, tapi Yuko dan Bokute tahu Suzume belum sembuh dari patah hatinya, jadi mereka berdua berusaha untuk membuat Suzume tetap sibuk dan tidak memikirkan Masato.
Saat jam istirahat, mereka bertiga menghabiskan waktu bermain bersama di halaman apartemen, mereka juga membuat kakikori sendiri dan karaoke di ruang bermain Akikaze. Pokoknya Yuko dan Bokute benar-benar sangat perhatian pada Suzume.

Saat mereka bertiga makan di cafe, Ritsu datang ke sana bersama Saya. Itu adalah pertama kalinya Suzume bertemu dengan Saya di Tokyo. Saya dan Suzume saling menatap dalam diam.
Suzume kemudian menyapa Saya dan memperkenalkan dirinya, begitu juga dengan Saya yang menyapanya dengan ramah. Yuko dan Bokute juga memperkenalkan diri mereka.
Ini adalah pertama kalinya Saya bertemu dengan Suzume secara langsung, karena dulu saat SMA hanya Suzume yang memperhatikan Saya.
Yuko kelihatan nggak terlalu menyukai Saya dan sengaja bicara pada Ritsu, ia berterima kasih karena masakan Ritsu yang waktu itu, ia mengatakan kalau itu itu sangat enak. Saya bingung, ia tidak tahu apa-apa dan Yuko sengaja menjelaskan kalau Ritsu tempo hari datang ke apartemen mereka memasak untuk Suzume LOL.
Bokute berusaha menegur Yuko, tapi Yuko memang sengaja melakukannya, ia tidak peduli. HAHHHAHAHHA.

Ritsu mengajak Saya duduk di bangku yang agak jauh dari mereka bertiga. Saya protes karena ia sama sekali tidak tahu kalau Ritsu bisa memasak. Ritsu mengatakan kalau masakan sederhana ia bisa memasaknya.
Saya menuntut dia ingin Ritsu juga memasak untuknya. Saya ini benar-benar bisa menjaga mukanya dihadapan Ritsu, tapi kalau Ritsu nggak liat wajahnya itu bikin aku kesal!
Dia benar-benar menunjukkan rasa nggak sukanya sama Suzume, penuh dendam gitu.

Jam pelajaran para asisten bersama Akikaze Haori. Kali ini Akikaze meminta mereka untuk menceritakan suasana hati mereka dan Suzume sama sekali tidak mendengarkan. Ia terus kepikiran Ito Saya.
Saat tiba gilirannya, ia mengatakan kalau sekarang ada sesuatu yang mengganjal dalam hatinya. Itu adalah mengenai jari manis Ritsu, cat kuku berwarna ungu sama seperti kuku Saya yang seolah-olah menunjukkan kalau 'dia adalah milikku'.
Selama seminggu, hati Suzume dipenuhi dengan kesedihan karena Masato dan ia tidak terlalu peduli dengan hal lain, tapi satu yang menarik perhatiannya adalah jari manis Ritsu. Sebelum melihat itu, ia bahkan tak pernah berfikiran untuk mengecat kuku, tapi setelah melihat itu ia mulai berfikir untuk melakukan itu.
*Bagian ini aku nggak terlalu ngerti nih, butuh sub, tapi intinya sih Suzume sangat terganggu dengan jari manis Ritsu yang berwarna ungu.

Di rumah Ritsu, Saya sedang sendirian menatap foto Fukurokai yang ditempel Ritsu di lemari kecil miliknya. Saya menatap Suzume yang ada disamping Ritsu dan ia mendekati foto itu, ia mencoret wajah Suzume dengan jarinya, menunjukkan ketidaksukaannya pada Suzume.
Saat Ritsu kembali, ia menyadari Ritsu menutup jarinya dengan plester dan Ritsu terkejut karena ia juga baru sadar ia belum melepasnya. Saat Saya bertanya kenapa Ritsu melakukannya, Ritsu berbohong mengatakan kalau ia takut warnanya rusak, makanya saat memasak untuk Suzume waktu itu ia menutupnya.
Saya sepertinya percaya aja sama Ritsu. Saya mengatakan pada Ritsu kalau jari manis Ritsu yang berberwana ungu itu adalah jari ke-11 miliknya. Hmmmmmmmmmm.
Tapi entah kenapa Ritsu kok diam aja ya, dia sedikit tersenyum sih tapi kok kalem banged gitu, apakah karena sifatnya memang gitu wkkwkwkwkwkw.

7 Juli 1990, Tanabata.
Akikaze dan para asisten melakukan pesta di taman di depan apartemen Suzume dkk, tentu saja dengan hiasan tanabata. Suzume, Yuko dan Bokute menulis sesuatu di kertas untuk digantung di pohon bambu.
Dua pembantu Akikaze sudah menyiapkan banyak makanan untuk pesta itu. Akikaze tahu kalau tanabata bertepatan dengan ulang tahun Suzume, jadi mereka juga ingin merayakannya. Ia meminta Suzume dan Yuko pergi memilih cake dan mengajak Ritsu & Masato untuk datang.
Bokute dan Yuko segera memperingatkan Akikaze untuk tidak menyebut nama Masato, tapi sudah terlambat lol. Suzume memang sudah kelihatan baik-baik saja, tapi ia tetap terluka HAHAHAHAHA.

Suzume dan Yuko pulang dari membeli cake, mereka melewati apartemen Ritsu. Hari ini adalah hari ulang tahun Ritsu, jadi Suzume berfikir kalau Ritsu pasti merayakan bersama Saya.
Setiap tahun, meski mereka tidak merayakan ulang tahun bersama-sama lagi, Suzume dan Ritsu pasti saling mengucapkan selamat ulang tahun, jadi tahun ini Suzume ingin melakukan hal yang sama.
Saat tiba dibawah apartemen Ritsu, Suzume meniup peluitnya dan memanggil nama Ritsu, kemudian mengucapkan selamat ulang tahun. Ia tahu Ritsu tak ada di rumah, jadi rencananya setelah itu mereka akan langsung pulang.
Tapi ternyata seseorang keluar dari kamar Ritsu, Ito Saya.

Saya menatap Suzume dengan wajah tidak suka, tapi ia masih mencoba ramah dan mengajak keduanya untuk naik ke atas. Awalnya Suzume dan Yuko akan menolak, tapi Saya tetap memaksa.
Jadinya, Suzume dan yuko ada di apartemen Ritsu, dimana mereka berdua duduk dengan tegang saat Saya menyajikan minuman. Suasana sangat awkward karena Ritsu nggak ada disana jadi Suzume berfikir sebaiknya mereka pergi. Saya menahannya, ia mengatakan ada yang ingin ia bicarakan pada Saya.
Yuko bertanya apakah mereka berdua tinggal bersama dan Saya membantahnya. Ia datang hari itu karena ulang tahun Ritsu, ia ingin merayakan bersama-sama, tapi berakhir dengan pertengkaran.
Saya mengatakan ia tidak suka melihat foto fukurokai yang tertempel di dinding lemari dan meminta Ritsu mencabutnya. Ritsu menolak, makanya mereka bertengkar.  Suzume terdiam.

Saya mulai mengatakan kalau ia tidak menyukai masa-masa dimana ia tidak mengenal Ritsu, jadi ia tak ingin hubungan mereka berdua ada sesuatu yang tidak ia ketahui, karena itu membuatnya terganggu.
Saya menyinggung perasaan Suzume dan Suzume menatapnya dengan tajam. Saya bahkan akan mengambil foto fukurokai dan Suzume menghalanginya.
Saya dan Suzume saling menatap tajam. Suzume mengatakan kalau foto itu diambil oleh ayah Ritsu dan merupakan foto yang sangat berharga bagi mereka, karena itu adalah kenangan masa SMA mereka, lagi pula difoto itu adalah Nao dan Butcha.
Saya mengatakan ia sangat tidak menyukai Suzume, ia tidak suka Suzume yang terus memanggil Ritsu dengan peluit dan ia tak tahu siapa itu Maguma Taishi, ia muak dengan Suzume dan berharap Suzume menghilang saja. Suzume tidak mau kalah dan mengatakan kalau Saya-lah yang merebut Ritsu darinya.
Keduanya mulai bertengkar hebat, saling jambak dan Yuko berusaha melerai mereka berdua. Saya mendorong Suzume dan Suzume tak sengaja bertahan dilemari dan membuat foto mereka sobek. Saya yang melihatnya tertawa dan mengatakan pada akhirnya Suzume-lah yang merobeknya.
Suzume menangis.

Akikaze dan yang lain masih menunggu Suzume dan Yuko. Bokute melihat tulisan di pohon bambu, ia menatap tulisan Suzume.
Akikaze bertanya apa yang Bokute tulis disana dan Bokute mengatakan ia hanya menulis seperti biasa, berharap ia segera debut.
Sepertinya Suzume menulis sesuatu yang tidak biasa dan itu membuat Bokute sempat tertegun. Aku penasaran apa yang Suzume tulis, karena nggak dilihatin semuanya.
Akikaze kemudian bertanya-tanya kenapa keduanya lama sekali. Bokute berfikir mereka berdua lama karena mereka pasti sibuk memilih cake-nya.

Saat Ritsu kembali ke rumah, ia terkejut melihat keadaan yang awkward disana. Suzume, Yuko dan Saya duduk dalam diam. Setelah bertengkar dengan Saya tadi, ternyata Ritsu ke luar memebli cake yang baru untuk perayaan ulang tahunnya.
Suzume hanya menatap cake itu dan kemudian mengajak Yuko untuk pulang. Sebelum pergi, Suzume menatap Ritsu dan mengucapkan selamat ulang tahun.
Ritsu tidak tidak mengerti apa yang terjadi disana. Setelah Suzume dan Yuko pulang, Saya memeluk Ritsu dengan erat.
UGHHHH, I HATE THIS GIRL!

Suzume kembali ke apartemen dan ia melihat kiriman dari ibunya dan Nao. Ibu memberikan hadiah boneka untuknya, Nao memberikan hadiah tas buatannya. Suzume juga mendapatkan ucapan selamat ulang tahun dari Butcha.
Suzume merayakan ulang tahunnya bersama Akikaze, Bokute, Yuko, wakana, 2 asisten senior dan 2 maid yang bekerja untuk Akikaze. Mereka menyanyikan lagu selamat ulang tahun dan Suzume meniup lilinnya.
Suzume kemudian teringat saat ia masih merayakan ulang tahun bersama dengan Ritsu, tahun 1979, tahun dimana mereka berdua merayakan ulang tahun bersama-sama dengan bahagia.
Tahun 1981, pertama kalinya mereka tidak merayakan ulang tahun bersama-sama, Suzume selalu datang ke rumah Ritsu dan mengucapkan selamat ulang tahun. Ritsu juga memberikan kejutan balon untuk mengucapkan selamat ulang tahun pada Suzume.
Tahun 1988, ulang tahun ke-17 keduanya, Suzume datang ke rumah Ritsu mengucapkan selamat ulang tahun, tahun itu adalah pertama kalinya Ritsu lupa akan ulang tahunnya.

Tahun 1980, aku rasa itu saat dimana Ritsu dan Suzume bertengkar karena Suzume meniup lilin milik Ritsu dan terakhir kalinya mereka merayakan ulang tahun bersama-sama.
Keduanya bertemu di sungai dan Ritsu memberikan hadiah pada Suzume, sebuah peluit. Ternyata peluit Maguma Taishi yang selama ini sering ditiup Suzume adalah hadiah dari Ritsu.
Suzume sangat menyukai itu dan mengatakan kalau mulai dari sekarang dia akan memanggil Ritsu dengan peluit itu. Disana Suzume juga mengatakan kalau Ritsu adalah pahlawannya, dan itu membuat Ritsu agak malu.

Suzume tidak bisa menahan air matanya mengingat semua kenangannya bersama Ritsu saat ulang tahun mereka. Selama ini mereka selalu mengucapkan selamat ulang tahun dengan senyuman diwajah dan ini pertama kalinya mereka tidak mengucapkan selamat ulang tahun dengan bahagia.
Bokute tidka tahu apa yang terjadi, jadi ia pikir Suzume menangis karena terharu pada perayaan ini. KArena Suzume sudah nggak tahan lagi, ia berlari ke dalam rumah dan Yuko berusaha menahan mereka yang ingin mengejar Suzume. Ia mengatakan ia akan menjelaskan apa yang terjadi nanti.
Saat Suzume di rumah, telpon berdering. Suzume mengangkat telpon itu dan itu adalah telpon dari Ritsu yang mengucapkan selamat ulang tahun padanya.

To Be Continued...

Komentar:
UGHHHHHHHH!!!! Sumpah deh, aku nggak suka banged sama Ito Saya.
Aku selalu berusaha memaklumi sifat para tokoh yang masih kekanak-kanakan disini, mengingat mereka masih remaja, belum 20 tahun.
Semua orang pernah lebay kayak Suzume, mudah marah, bersikap egois, berbohong pada orang tua, karena mereka masih remaja, karena itu ibu Suzume memaklumi puterinya.
Tapi sifat Ito Saya itu aku nggak bisa memakluminya, sebel banged.

Dia itu egois banged dan ingin memonopoli Ritsu. Dia nggak suka Ritsu punya temen cewek dan hanya ingin Ritsu menatap padanya. Dia khawatir dengan keberadaan Suzume artinya dia sama sekali nggak percaya pada Ritsu. Jika dia percaya pada Ritsu, dia nggak akan cemburu buta begitu.
Bagaimanapun, masalah kenangan, harusnya dia sadar kalau dia nggak akan bisa menang dari Suzume. Dia dan Ritsu baru bersama-sama selama beberapa bulan, tapi Suzume dan Ritsu sudah bersama-sama selama 18 tahun. Dia nggak bisa terima ada cewek yang lebih dekat dengan Ritsu yang tahu lebih banyak tentang Ritsu, makanya dia memusuhi Suzume. Aku sebenarnya paling benci sama tipe yang mengekang pasangan yang nggak boleh berteman dengan lawan jenis HAHHHAHAHAH.
Tatapan Saya sejak awal memang sudah membuat aku nggak nyaman sih, mulutnya itu manis banged, tapi hatinya aduhhh, muka dua. -_-

Ritsu merasa kalau Saya adalah orang yang ia sukai dan ia tak punya perasaan apapun pada Suzume, tapi ia tetap mengkhawatirkan Suzume. Ritsu juga salah sih karena dia nggak bisa membuat Saya percaya padanya dan membuat Saya bimbang, terlebih lagi dia berbohong pada Saya, makanya Saya makin khawatir. Tapi Saya udah keterlaluan banged. Aku shock saat dia tertawa begitu melihat Suzume merobek foto Fukurokai ck ck ck.
Di preview minggu selanjutnya sepertinya Ritsu memilih Saya dan akan berpisah dari Suzume. Aku harap Ritsu nggak perlu muncul dulu untuk beberapa minggu karena suer, aku kesal banged sama dia HAHHHAHAHA.
Suzume akan fokus ke manga-nya dan aku harap dia bisa cepat move on dari Masato dan juga Ritsu.

 
Aku suka banged sama Masato, tapi cara penolakan Masato pada Suzume memang keterlaluan sih, itu juga karena Suzume maksa-maksa Masato gitu. Jadi serba salah semuanya. Padahal aku  pikir Masato yang akan jadi sama Suzume, tapi sepertinya bukan ya.
Masato itu sebenarnya baik, tapi dia nggak mau melukai Suzume karena dia tahu kalau dia tipe playboy. Dia bisa aja sih serius sama Suzume, tapi dia kan tipe cowok mulut manis yang banyak disukai cewek-cewek, jadi kalau dia jadian sama Suzume, Suzume hanya akan terluka. Dia juga nggak mau berpacaran dengan orang yang disukai oleh Ritsu, temannya. Meski Ritsu terus meyakinkan kalau dia dan Suzume nggak ada apa-apa.
Ritsu ini nyadarnya lumayan lama sih, padahal dia sendiri nggak enak gitu pas liat Suzume dan Masato saat datang menemui ibu, trus dia juga jadi termenung sendiri di kamar dan kayaknya dia menang nggak nyada apa yang membuat dia begitu. Sama seperti saat Suzume kencan dengan Kobayan, dia uring-uringan di rumah sampai membuat ibunya kesal HAHAHAHAHA..

Aku punya feeling nanti saat Ritsu akhirnya sadar, semuanya sudah sangat terlambat. Bisa jadi Suzume sudah benar-benar menemukan seseorang yang ia sukai dan akan menikah dengannya. Seperti yang aku bilang sejak awal drama ini, Suzume nanti akan menikah dengan 'seseorang' dan orang itu bukan Ritsu. Tapi pernikahan Suzume tidak lancar dan akhirnya ia bercerai, kemudian ia bertemu dengan Ritsu lagi.
Nah, selama itu aku harap Ritsu nggak sama Ito Saya. Aku berharap ada seorang tokoh yang baru muncul dalam kehidupan Ritsu, soalnya aku sama Ito Saya ini nggak banged HAHHAHHAHA.
BTW, 'seseorang' ini, aku belum yakin siapa. Awalnya aku yakin itu Masato, tapi semakin kesini kayaknya bukan dia. Kandidat yang paling memungkinkan adalah Mamiya Shotaro, tapi ada rumor yang bilang kalau suami Suzume nanti itu adalah Saito Takumi HAHAHAHAHA. Entah siapaun itu, aku harap seseorang yang membuat aku baper hohohoho.

Minggu depan fokus dramanya sepertinya ke Bokute. Aku penasaran perkembangan apa yang akan terjadi antara Bokute, Suzume dan Yuko. Aku berharap mereka bertiga terus berteman. Sebenarnya menurutku screentime mereka kurang banyak, lebih baik banyakin Yuko dari pada si snake Saya HAHAHAHAHHAHAHAHHA.
Aku baca komentar netizen untuk minggu ke 10 ini, sepertinya semuanya juga shock dengan sifat sebenarnya Saya. Netizen memang nggak menyukai Suzume karena menurut mereka terlalu kekanakan (padahal dia masih anak-anak menurutku) tapi lebih nggak suka lagi sama Saya.
Tapi tentu saja yang pada akhirnya disalahkan adalah penulis drama ini. Memang sih, menurutku perkembangan cerita drama ini kurang jika dibanding dengan asadora lain, tapi masih menarik untuk diikuti :)

Nggak sabar nih sama episode minggu depan dan aku juga nggak sabar dengan para tokoh baru, aku harap mereka segera muncul. Tapi katanya para tokoh baru akan muncul di paruh kedua drama ini, artinya episode 80an, jadi masih lama huhuhuhu.
Aku akan sangat merindukan Masato dan Milaine, jadi plissssss nanti semoga Masato kembali muncul XD

Share:

0 comments:

Post a Comment

Translate

Follow by Email

NOTE:

DILARANG RE-UPLOAD / COPY PASTE TULISAN DI BLOG INI!

JIKA INGIN SHARE, CUKUP LINK KE POSTINGANNYA SAJA, BUKAN ISINYA!


Follow Clover Blossoms on Twitter

[Trivia] Japanese Movie Recommendations List

Karena ada banyak yang menanyakan rekomendasi untuk J-Movie, jadi aku memutuskan untuk membuat list rekomendasi Japanese Movi...

Recent Posts

Recent Posts Widget

Popular Posts This Week

Actor / Actress

Airi Matsui Anna Ishii Aoi Miyazaki Aoi Wakana Aom Sushar Araki Yuko Bebe Tanchanok Chen Duling Chiba Yudai Choi Ara Dori Sakurada Eikura Nana Eita Fukushi Sota Fuma Kikuchi Fumi Nikaido Gao Zhi Ting Go Kyung Pyo Gong Yoo Gou Ayano Han Seung Yeon Han Yeri Hana Sugisaki Haruka Fukuhara Haruma Miura Haruna Kawaguchi Hashimoto Ai Hashimoto Kanna Hayato Isomura Hikari Mitsushima Hirano Sho Hiroki Narimiya Hirose Alice Hirose Suzu Honoka Yahagi Horii Arata Hu Yi Tian Hwang Jung Eum Hyeri Inoue Mao Ishihara Satomi Jang Se Hyun Jeon Ji Hyun Ji Soo Ji Woo Joo Won Jun Shison Jung Ryu Won Jung So Min Kamiki Ryunosuke Kasumi Arimura kawakami juria Kei Tanaka Kengo Kora Kentaro Kento Hayashi Kento Nagayama Kim Go Eun Kim Ji Won Kim So Hyun Kim Soo Hyun Kim Tae Ri Kim Woo Bin Kim Yoo Bin Kim Yoo Jung Kim Yoo Mi Kitamura Takumi Komatsu Nana Kubota Sayu Kudo Asuka L Lee Bo Young Lee Chung Ah Lee Dong Hwi Lee Dong Wook Lee Gi Kwang Lee Jong Suk Lee Joon Lee Soo Hyuk Lee Yoo Jin Mackenyu Mahiro Takasugi Maika Yamamoto Maki Horikita Marie Itoyo Masahiro Higashide Masaki Suda Masataka Kubota Mayu Matsuoka Mei Nagano Mikako Tabe Mike D angelo Min Do Hee Minami Hamabe Mirai Moriyama Mirai Shida mirai suzuki Mitsuki Takahata Miwa Miyu Yoshimoto Moe Arai Mone Kamishiraishi Nadine Lustre Nagasawa Masami Nao Nijiro Murakami Nounen Rena Osamu Mukai Park Bo Gum Park Eun Bin Park Hae Jin Park Seo Joon Park Shin Hye Pattie Ungsumalynn Phan Pagniez Reina Visa Rina Kawaei Ryo Ryusei Ryo Yoshizawa Ryoma Takeuchi Ryota Katayose Ryu Hwa Young Ryu Jun Yeol Sakaguchi Kentaro Sakuma Yui Sakurako Ohara Sato Kanta Satoshi Tsumabuki Seo Hyun Jin Seto Koji Shen Yue Shim Eun Kyung Shimon Okura Shin Hyun Soo Shirota Yuu Shohei Miura Shono Hayama Shuhei Nomura Shunya Shiraishi sometani shota Son Seung Won Song Ha Yoon Sun Woong Suzuki Ryohei Suzy Taishi Nakagawa Takanori Iwata Takeru Sato Takuya Kusakawa Tao Phiangphor Tasuku Emoto Tori Matsuzaka Tsubasa Honda Tsuchiya Tao Yamazaki Kento Yamoto Yuma Yoo In Na Yoo Seung Ho Yook Sung Jae Yoon Park Yoon So Hee Yoshine Kyoko Yosuke Sugino Yu Aoi yua shinkawa Yui Aragaki Yuina Kuroshima Yuki Furukawa Yuki Izumisawa Yuki Yamada Yuko Oshima Yuna Taira Yuriko Yoshitaka Yuta Hiraoka Yuya Matsushita Yuya Yagira

Drama / Movie

A Love So Beautiful A Story of Yonosuke Age of Youth 2 Always Sunset on Third Street Anikoma Anohana Anone Ao Haru Ride Arbitratily Fond Asa ga Kita Ashi Girl At Cafe 6 Beppin-San Biscuit Teacher and Star Candy Bittersweet Boku Dake ga Inai Machi Boku no Ita Jikan Boukyaku no Sachiko Bubblegum Cafe Waiting Love Carnation Chia Dan Chihayafuru Crybaby Pierrot's Wedding Crying Out Love in the Center of the World Daily Lives of High School Boys Dating DNA Departures Eulachacha Waikiki Evergreen Love Father is Strange Fleet of Time Forever Young Frankenstein no Koi From Five to Nine Gakko no Kaidan Gegege no Nyobo Gochisousan God Gift Good Morning Call Good Morning Call 2 Goon Ju Hana and Alice Hana Nochi Hare Hanako to Anne Hanbun Aoi Haruchika Hirunaka no Ryuusei Hirune Hime Hiyokko Honey and Clover Hot Road Hyouka I Love You in Tokyo I Want to Eat Your Pancreas If We Were A Season Itakiss LIT Itakiss LIT S2 Itakiss Movie Kahogo no Kahoko Kaze no Haruka Kidnap Tour Kiki Delivery Service Kimi no Na Wa Kingyo Club Kiss Me Thailand Koe no Katachi Koinaka Kuragehime Linda Linda Linda Little Forest Love Letter Lucky Romance Ma Boy Man From The Stars March Comes in Like a Lion Mare Massan May Who? Moriyamachu Driving School My Huckleberry Friends My Husband Can Not Work My Little Sweet Pea My Old Classmate Nagi no Asukara Narratage Natsuzora Nodame Cantabile Oboreru Knife Ohisama Omotesando On The Wings of Love One Million Yen Girl One Week Friends Operation Love Orange Orange Days Ore Monogatari Our Little Sister Our Times Pinocchio Princess Hours Thailand Rage Rainbow Song ReLIFE Reply 1988 Romance Full of Life Sannin No Papa she was pretty Shigatsu wa Kimi no Uso Sing Salmon Sing Solanin Sound of Your Heart Splish Splash Love Ssam My Way Strobe Edge Sukina Hito ga Iru Koto Teiichi no Kuni The 100th Love The Anthem of the Heart The Best Hit The Great Passage The Left Ear The Woodsman and The Rain The World of Us Today's Kira-kun Todome no Kiss Toki wo Kakeru Shojo Tokyo Tarareba Girls Tomorrow Cantabile Tonari no Kaibutsu-kun Toto Nee Chan Twenty Years Old Twilight Saya in Sasara Under the Hawthorn Tree Wakamonotachi Warotenka We All Cry Differently What A Wonderful Family While You Were Sleeping Wise Prison Life Wood Job Yellow Elephant Yesterday Once More Your Lie in April Youth Over Flowers

Blog Archive

Recent Comments

Random Posts