Sunday, 30 September 2018

[Recap] Hanbun, Aoi Week 26 FINAL (Episode 150-156)

Akhirnya, memasuki minggu terakhir dari asadora Hanbun, Aoi. Perjalanan hidup Suzume dalam drama ini akan berakhir di episode 156 minggu ke-26 ini. Akhir seperti apakah yang menunggu Suzume. Ia kehilangan pendengaran di telinga kirinya saat ia masih kecil, tiba-tiba menemukan impiannya menjadi seorang mangaka, berangkat ke Tokyo sendirian saat ia berusia 18 tahun. Ia berjuang dengan keras tapi hal itu tidak bekerja untuknya, ia gagal. Ia menemukan belahan jiwanya dan menikah dengan orang yang ia cintai, tapi berakhir dengan perceraian. Ia kembali ke kampung halamannya dan menemukan titik balik kehidupannya disana bersama teman masa kecilnya. Lalu bagaimanakah akhir kisah kehidupan Suzume yang setengah biru ini?

Sinopsis Half, Blue Week 16 FINAL: Shiawase ni Naritai!
-I want to be happy!-

3 hari pasca gempa dan tsunami Tohoku, Yuko masih tidak bisa dihubungi. Suzume sangat mengkhawatirkannya dan ia tidak bisa berkonsentrasi bekerja. Saat pertemuan terakhir mereka, Yuko mengatakan ia ingin bekerja disebuah rumah sakit yang bisa melihat pantai. Keluarga Yuko tinggal di Sendai dan Sendari juga terkena dampak tsunami Tohoku.
Ritsu yang juga mengkhawatirkan Suzume mengatakan ia yakin kalau Yuko akan baik-baik saja dan meminta Suzume jangan terlalu khawatir. Tapi bagaimana pun juga Suzume tidak bisa berhenti mengkhawatirkan Yuko. Di rumah ia terus mengecek ponselnya dan mencoba menghubungi Yuko. Melihat ibunya yang khawatir, Kan-chan juga khawatir.
Suzume tidak mau menonton TV yang ada berita tsunaminya, jadi saat Kan-chan memasang TV, Suzume mematikannya. Kan-chan tidak terlalu mengerti mengenai tsunami dan apa yang terjadi, tapi ia tahu ibunya mengkhawatirkan Yuko. Suzume memeluk puterinya itu.

Keesokan harinya, Bokute menelpon Suzume dan mengatakan kalau ia mendapat kabar dari keluarga Yuko, keluarga Yuko juga tidak bisa menghubungi Yuko dan tidak ada yang tahu kabar Yuko. Mereka masih terus berusaha menghubunginya dan ia meminta Suzume untuk tidak khawatir. Bokute berusaha untuk yakin kalau Yuko pasti baik-baik saja.
Meskipun Suzume ingin mempercayai itu, tapi Suzume tetap sangat khawatir. Ritsu yang mengerti kegundahan hati Suzume kemudian memeluknya dan mencoba menenangkan Suzume.

Suatu hari, Kan-chan tiba-tiba menolak pergi ke sekolah dan membuat Suzume terkejut karena Kan-chan biasanya tidak seperti itu. Suzume kemudian menemui wali kelas Kan-chan dan wali kelas mengatakan kalau belakangan ini ada masalah dengan Kan-chan. Saat Suzume menemui wali kelas, Kan-chan dititipkan di rumah Ritsu dan Kan-chan menceritakan hal yang sama pada Ritsu.
Ada kejadian di kelas dimana Kan-chan pipis dicelana. Kan-chan berusaha menyembunyikan dari teman-temannya tapi salah satu anak laki-laki melihatnya dan mulai mengejek Kan-chan. Kan-chan punya teman perempuan yang membelanya dan memukul anak laki-laki itu karena mengejek Kan-chan. Anak perempuan itu sangat kuat.
Aku nggak mengerti kejadian selanjutnya apa, mungkin anak itu pindah sekolah atau bagaimana, tapi kemudian Kan-chan mulai dicuekin di kelas, tidak ada yang mau berteman dengannya lagi.
Suzume tentu saja terkejut mendengar hal itu, karena Kan-chan sama sekali tidak pernah menceritakan kalau ia dibully di sekolah.

Suzume kemudian bicara 4 mata dengan Kan-chan. Tapi Kan-chan memang sepertinya nggak mau cerita pada ibunya dan Suzume juga nggak memaksa. Ia kemudian bertanya apakah Kan-chan mau pindah sekolah saja. Kan-chan tentu saja terkejut dengan perkataan ibunya. Kan-chan kelihatan nggak terlalu suka ide itu, tapi ia tidak memperlihatkan hal itu pada ibunya. Ia mengatakan ia setuju tapi ia memikirkan sesuatu yang lain.
Saat Suzume pergi keluar untuk membeli sesuatu, ia meninggalkan Kan-chan sendirian dan wajah Kan-chan tampak berubah sedih. Saat Suzume kembali ke rumah, Kan-chan sudah tidak ada disana.

Suzume kemudian mendapat telpon dari Mitsue-san dan mengatakan kalau Kan-chan ada di rumah mereka, Kan-chan baik-baik saja. Suzume lega mendengarnya. Mitsue kemudian mengatakan kalau Kan-chan mengatakan padanya ia ingin bertemu dengan ayahnya dan bertanya apakah Suzume memperbolehkannya. Suzume terkejut mendengarnya karena selama ini Kan-chan tidak pernah mengatakan ingin bertemu dengan ayah padanya. Suzume tidka punya pilihan selain memperbolehkannya.
Ritsu kemudian berkunjung ke rumah Suzume karena ia tahu Suzume pasti khawatir akan Kan-chan. Suzume bertanya pada Ritsu apakah ia tidak menjadi ibu yang baik bagi Kan-chan. Ia tidak mengerti kenapa Kan-chan tidak mau menceritakan masalahnya padanya dan ingin bertemu dengan Ryoji. Ia bertanya-tanya apakah ia menjadi ibu yang tidak bisa diandalkan bagi Kan-chan. Apakah ia tidak bisa mengurus Kan-chan sendirian.
Ritsu mengatakan bukan seperti itu. Sebelum ke ruamh San-oba, Kan-chan sebenarnya datang ke rumah Ritsu terlebih dahulu, tapi Ritsu nggak ada di rumah. Ritsu tahu karena ia melihat peluit maguma taishi tergantung di gagang pnintu rumahnya, Kan-chan yang menggantungnya. Artinya Kan-chan memilih Ritsu terlebih dahulu, karena Ritsu nggak ada jadi Kan-chan ke rumah san-oba.
Suzume mengatakan tetap saja Kan-chan tidak mau menceritakan masalah padanya tapi menceritakan pada Ritsu. Ritsu mengatakan kalau belakangan ini Suzume selalu memasang wajah khawatir, pikirannya penuh dengan Yuko, ia yakin Kan-chan merasakannya. Kan-chan tidak mau membuat ibu makin khawatir makanya Kan-chan tidak mau menceritakan masalah itu pada ibunya.
Suzume baru menyadari hal itu dan ia akhirnya mengerti salahnya. Ia mengatakan ia tak boleh terus begini, ia jadi melupakan puterinya karena terus kepikiran Yuko. Ritsu mengatakan pada Suzume untuk tidak menanggung semuanya sendirian, karena Suzume bisa bergantung padanya. Ia akan selalu ada disisi Suzume.

Kan-chan dan Ryoji bertemu untuk pertama kalinya sejak Suzume dan Ryoji bercerai. Kan-chan langsung lari ke pelukan ayahnya dan Ryoji menangis karena ia sangat merindukan puterinya.
Keduanya kemudian mengobrol setelah sekian lama. Kan-chan menceritakan masalahnya pada Ryoji dan mengatakan ia akan pindah sekolah. Tapi sebelum pindah, ia ingin memberikan sesuatu pada temannya yang menolongnya waktu itu.
Saat Suzume menikah, ibu memberikan sebuah bros gambar burung hantu dan Suzume mengatakan ia akan memberikan itu pada Kan-chan kalau Kan-chan menikah nanti. Kan-chan mengatakan kalau suatu hari nanti itu akan menjadi miliknya jadi ia boleh memilikinya sekarang dan ingin memebrikan bros itu pada temannya.
Ryoji sebenarnya kurang setuju karena itu bros berharga milik ibunya. San-oba yang melihat bros itu terkejut karena itu adalah permata/berlian asli yang sangat mahal. Kalau nggak salah Meari mengatakan mereka bisa membeli mobil dengan bros itu.
Kan-chan terkejut karena ternyata bros itu sangat mahal dan tidak jadi memberikan pada temannya.

Malam harinya, Suzume datang ke rumah san-oba untuk menjemput Kan-chan. Kan-chan sudah tidur. Suzume bertemu dengan Ryoji dan Ryoji membicarakan masalah penting pada Suzume dihadapan san-oba.
Ryoji meminta Suzume kembali padanya, ia ingin kembali hidup bersama Suzume dan Kan-chan. Ryoji sangat serius kali ini. Suzume berterima kasih, ia sudah memaafkan Ryoji tapi ia tidak bisa melakukan hal itu. Ryoji mengerti.

Malam itu, Suzume bertanya pada Kan-chan apakah Kan-chan ingin ibu dan ayah kembali bersama dan Kan-chan tidak mengerti pertanyaan ibunya. Ibu meminta maaf dan mengatakan kalau sebenarnya ibu baru menyadari kalau ia punya orang yang penting baginya. Lebih tepatnya selama ini ia sudah menyadarinya dan baru yakin sekali belakangan ini.
Kan-chan mengatakan kalau ia tahu. Suzume terkejut dan bertanya apakah Kan-chan tahu siapa orangnya. Kan-chan mengatakan kalau orang itu adalah Ritsu dan Suzume benar-benar shock karena Kan-chan ternyata orangnya peka banged HHAHAHHAHAHAHA. Siapapun pasti tahu lah lol.

Keesokan harinya, Ryoji datang ke Sparrow Rhythm untuk bertemu dengan Ritsu. Ritsu berterima kasih karena Ryoji sudah membantu presentasi mereka wkatu itu dan berfikir kalau Ryoji datang untuk melihat-lihat dan bertemu Suzume. Tapi Ryoji mengatakan ia datang untuk bertemu Ritsu.
Ryoji meminta Ritsu menjaga Suzume dan puterinya. Ritsu terkejut. Ryoji mengatakan ia sudah berusaha meminta Suzume kembali tapi ditolak, meski Suzume tidak mengatakan apapun, tapi ia tahu kalau sekarang Suzume punya Ritsu disisinya.
Ritsu benar-benar kelihatan terkejut karena malam sebelumnya, ia berfikir kalau Suzume mungkin akan kembali pada Ryoji, ia tidak menyangka kalau Suzume menolak Ryoji.

Suzume mendapat telpon dari suami Yuko. Mereka masih belum mendapat kabar dari Yuko dan mereka berharap kalau Yuko akan baik-baik saja, karena Yuko adalah wanita yang kuat.
Bokute juga datang menemui Suzume dan mereka minum-minum bersama membicarakan Yuko. Mereka berdua sama-sama meyakinkan diri kalau Yuko baik-baik saja, 3 serangkai asisten Akikaze pasti akan baik-baik saja.
Itu adalah apa yang mereka harapkan. Tapi keesokan harinya, Suzume menerima panggilan telpon dari Bokute, mereka akhirnya mendapat kabar dari Yuko dan itu bukan kabar yang baik.

Yuko meninggal dunia saat tsunami terjadi, Suzume sangat shock seolah-olah dunianya menjadi setengah karena ia tak menyangka Yuko akan pergi begitu cepat meninggalkannya di dunia ini.
Suzume yang shock kembali ke kampung halamannya untuk menenangkan diri. Butcha dan NAo datang untuk menghibur Suzume tapi Suzume tidak bisa menutupi kesedihannya. Meskipun ia tertawa mendengar lelucon Butcha, tapi air matanya mengalir dengan deras.
Ia menyendiri di kamar dan ibu sangat mengkhawatirkannya. Ibu duduk disamping Suzume dan Suzume menyandarkan kepalanya di bahu ibu. Mungkin saat itu mereka mengingat kenangan terakhir mereka bersama Yuko.

Ritsu sendiri sibuk dengan syokaze senpuki atau nama resminya sekarang adalah soyokaze fan. Tsumagari juga sibuk untuk mengurus masalah produksi, berunding dengan pemilik pabrik membicarakan ini dan itu.
Suzume tidak bekerja selama beberapa hari dan Tsumagari bertanya apakah Ritsu yakin tidak mau menghibur Suzume. Ritsu mengatakan kalau yang bisa ia lakukan saat ini adalah mewujudkan impian mereka mengenai soyokaze fan.
Ia yakin Suzume butuh waktu untuk sendirian, makanya ia tidak menemui Suzume. Ia mengenal Suzume sejak dulu dan ia sudah menunggunya selama lebih dari 20 tahun. Ia yakin Suzume akan menemukan jalan keluarnya sendiri.

Suzume berkunjung ke rumah ayah Ritsu bersama Kimika sensei. Suzume mengatakan pada ayah Ritsu kalau ia sekarang mengerti bagaimana sakitnya kehilangan seseorang dan ia berfikir ayah Ritsu sangat kuat karena bisa bertahan selama ini. Ayah Ritsu bahkan sekarang trelihat baik-baik saja.
Ayah Ritsu mengatakan karena hanya itu yang bisa ia lakukan. Ia hidup demi istrinya, hidup dengan baik. Tapi tentu saja disaat-saat tertentu air mata tetap akan menetes. Meskipun waktu berlalu, rasa sakit dan rasa rindu akan selalu ada dalam dirinya, ia tak akan bisa melupakannya.
Suzume terdiam dan berfikir aklau ia juga tidak boleh terus seperti ini.

Suzume memutuskan untuk pergi menemui Yuko. Ia berangkat ke Sendai hari itu untuk menemui Yuko. Suzume tiba di rumah keluarga Yuko dan ia disambut oleh Yoji, suami Yuko. Yuko menatap altar Yuko, foto Yuko tersenyum seperti biasa dan tempat abu disamping foto itu.
Suzume tidak bisa menahan kesedihannya  dan memeluk kotak abu milik Yuko setelah mendapat izin dari suami Yuko. Suzume benar-benar tidak menyangka semua ini akan terjadi, ia selama ini masih tidak percaya Yuko sudah tidak ada di dunia ini lagi, tapi sekarang ia sudah bisa memastikannya, Yuko yang selalu tersenyum itu sudah tidak bersamanya lagi.

Masato berkunjung ke Sparrow Rhythm untuk menemui Ritsu. Saat itu ada pak pos datang mengirim surat untuk Ritsu dan Suzume. Surat itu adalah surat dari Akikaze sensei.
Akikaze sensei tahu kalau Suzume dan Ritsu pasti sangat terpukul karena kehilangan Yuko, jadi ia menulis surat untuk memberikan semangat pada mereka. Inti suratnya sih, jangan menyerah dan teruslah hidup dengan baik. Mereka punya kekuatan untuk hidup, untuk melihat mimpi, sesulit apapun hidup.

Masato bertanya apakah tidak apa-apa Ritsu membiarkan Suzume menemui Yuko sendirian. Ritsu mengatakan hubungan Suzume dan Yuko adalah hubungan yang tidak boleh dicampuri olehnya, jadi ia merasa nggak boleh ada disana. Ia pikir sebaiknya Suzume menghadapi Yuko sendirian agar Suzume bisa melangkah kedepan. Masato mengerti.
Ritsu mengatakan mungkin bagi Suzume Yuko bukan hanya seorang sahabat, tapi ada hubungan yang lebih erat dari itu yang tidak mereka ketahui. Sesuatu yang special. Masato mengatakan Ritsu selalu seperti itu, selalu melindungi Suzume diam-diam.
Ritsu mengatakan sejak ia dilahirkan dihari yang sama dengan Suzume, ia sudah merasa kalau ia ditakdirkan untuk melindungi Suzume. Masato tertarik dan mendekati Ritsu, kau tidak mengatakan hal itu pada Suzume?
Ritsu mengatakan ia tidak mengatakannya dan meminta Masato untuk tidak mengatakannya pada Suzume. Masato mengerti.
*BTW Masato ini menyimpan rahasia percintaan Suzume dan Ritsu, dua-duanya curhat sama MAsato wkkwkwkwwkkw. MAstao pasti gatel banged pengen ngomong HAHAHHAHAHA

Suzume masih di rumah Yuko, suami Yuko memperlihatkan foto yang terakhir diambil Yuko, foto Yuko mengenakan pakaian perawat. Ia tersenyum dengan bahagia.
Suami Yuko menceritakan kalau Yuko sebenarnya bisa saja selamat dari tsunami itu, tapi dia memutuskan untuk menyelamatkan pasien terlebih dahulu menjalankan tugasnya sebagai seorang perawat. Yuko bahkan sempat merekam dengan ponselnya saat ia masih hidup, mungkin ia tahu kalau hidupnya sudah tidak lama lagi. Ia meninggalkan pesan untuk suaminya, anaknya, Bokute dan Suzume. Pesannya untuk Suzume adalah untuk terus hidup, terus menggapai impian demi dirinya. Suzume berfikir kalau air matanya sudah mengering tapi ia menangis lagi mendengarkan rekaman itu.

Sebelum kembali ke Tokyo, Suzume singgah di pinggir pantai, tempat dimana ia menghabiskan waktu bernyanyi bersama Yuko dan Bokute saat ia pindah drai rumah Akikaze sensei setelah ia menyerah akan impiannya.
Ia merenung sejenak disana sebelum memutuskan untuk melangkah lagi. Ia kembali ke Sparrow Rhythm dan menemui Ritsu. Suzume mengatakan pada Ritsu mereka harus berhasil membuat soyokaze fan.

Waktu berlalu sejak saat itu, 7 Juli 2011, hari tanabata, hari ualng tahun Suzume dan Ritsu, Fukurocho akan melakukan perayaan di rumah keluarga Nireno. Kalau nggak salah sih perayaan suksesnya soyokaze fan.
Hari itu, Suzume akan melakukan wawancara dengan seorang reporter surat kabar dan orang itu adalah Kobayan. Suzume sangat terkejut bertemu dengan Kobayan lagi setelah sekian lama. Kobayan adalah crush pertama Suzume, teman kencan pertama Suzume.
Suzume terkejut karena KObayan benar-benar menjadi seorang reporter karena dulu Kobayan mengatakan impiannya adalah menjadi reporter.
Saat wawancara, Kobayan menanyakan banyak hal mengenai soyokaze fan dan alasan Suzume membuat soyokaze fan adalah demi ibunya. Suzume menjelaskan sambil menatap ibunya dan kemudian ia menemukan ide lain.
Suzume langsung menghubungi Ritsu dan mengatakan pada Ritsu bagaimana jika mereka mengubah nama soyokaze fan menjadi 'mother' dan Ritsu ternyata menyukai ide itu.
Dan begitulah, merk kipas angin sparrow rhythm yang awalnya adalah soyokaze fan berubah menjadi mother.
Ritsu harus berusaha lagi meyakinkan Tsumagari agar mau mengubah nama produk mereka.

Acara kemudian dimulai di Gifu, dihadiri oleh masyarakat Fukurocho, Masato dan Bokute juga datang. Aku sebenarnya nggak ngerti inti acaranya apa, kayak slametan atas berhasilnya soyokaze fan + memberikan kipas pertama pada ibu.
Saat acara itu, ibu juga memberikan pidatonya. Ritsu datang tidak lama kemudian dan memberikan pidatonya juga. Ia membicarakan mengenai ibunya, jika ibunya masih hidup ia juga akan memberikan satu untuk ibunya. Ritsu juga membicarakan mengenai Yuko yang meninggal dunia dan mengatakan kalau Suzume juga berusaha keras agar soyokaze fan/mother berhasil demi Yuko.
Ritsu mengatakan orang yang sudah meninggal tidak ada disamping mereka lagi, tapi ia yakin perasaan mereka tersampaikan, begitulah perasaan mereka saat membuat mother. Suzume menangis saat ia memberikan pidato terakhirnya dan berterima kasih pada semua orang yang sudah mendukungnya selama ini.
Semuanya kemudian hening dan tiba-tiba Butcha memecah keheningan tersebut dengan berteriak kampai. Nao kesal sekali padanya, karena pembicaraan sedang serius.
Kimika sensei juga mengajak mereka bersulang karena sekarang bertepatan dengan hari ulang tahun Suzume dan Ritsu, mereka akan merayakannya sekaligus.

Malam harinya, sebelum Ritsu pulang ke rumah, Ritsu memberikan hadiah ulang tahun untuk Suzume. Sebuah payung. Suzume bingung kenapa sebuah payung.
Ritsu mengatakan itu adalah payung yang membuat suara hujan terdengar indah. Suzume terkejut mendengarnya. Saat ia dan Ritsu baru lulus, Suzume pernah meminta Ritsu membuatkan payung yang mengeluarkan suara indah saat hujan dan Ritsu berjanji membuatkannya untuk Suzume.
Ritsu menepati janjinya sekarang. Suzume jadi kehilangan kata-kata dan mengatakan kalau ia tidak menyiapkan hadiah apa-apa. Ritsu mengatakan ia sudah mendapatkan hadiahnya, lebih tepatnya ia mencurinya. Suzume terkejut.
Ritsu menunjukkan sebuah kertas tanabata. Suzume menulis sesuatu di kertas tanabata dan kebetulan Ritsu membacanya, jadi dia mengambilnya.
Kertas itu bertuliskan: Aku berharap aku bisa selamanya berada disamping Ritsu.
Suzume jadi malu.

Ritsu bertanya pada Suzume apakah Suzume yakin dia boleh berada disamping Suzume selamanya?
Suzume mengatakan kalau bukan Ritsu tidak bisa. Baginya hanya ada satu Ritsu dan itu hanya itu Ritsu. Suzume kemudian memberi kode agar Ritsu memeluknya dan Ritsu masuk ke pelukan Suzume, memeluknya dengan erat.
Ritsu bertanya apakah ia boleh mengatakan apa harapannya dan Suzume mengangguk. Ritsu mengatakan ia berharap ia bisa membahagiakan Suzume. Mata Suzume berkaca-kaca dan ia tersenyum bahagia. Ritsu juga tersenyum.

Sejak malam itu, Suzume menunggu hujan turun untuk mencoba payungnya. Tapi hujan tidak turun. Suzume hanya bisa membayangkan suara apa yang kira-kira keluar dari payung buatan Ritsu saat hujan turun dan membayangkan hal itu saja sudah membuatnya bahagia.
Suzume menatap langit dan berkata dalam hati Ritsu selalu memberikan kebahagiaan yang tidak pernah ia ketahui.

Suatu hari di musim panas tahun itu, hujan akhirnya turun. Hujan yang sangat ditunggu-tunggu oleh Suzume. Suzume langsung mengambil payung pemberian Ritsu dan berdiri dibawah hujan. Kan-chan yang melihat ibunya ikut masuk ke bawah payung, begitu juga dengan ibu Suzume.
Mereka bertiga menutup mata dan menikmati suara hujan yang terdengar dari payung pemberian Ritsu. Suara rintik hujan yang terdengar seperti melodi indah. Ame no Melody.

-THE END-

Komentar:
HUWAAAAAAAAA. Nggak percaya nih Hanbun, Aoi benar-benar berakhir! It's over! 156 episode! Aku berhasil menyelesaikan recap asadora HAHHAHAHA.

Aku sudah menduga ending Hanbun, Aoi akan seperti ini, berakhir dengan payung yang bisa mengeluarkan suara indah saat hujan turun. BAgaimana suaranya? HArus nonton sih, karena suara nggak bisa dijelaskan, yang penting itu adalah sebuah melodi yang indah.
Suzume dan Ritsu akhirnya bersatu dengan menyatakan perasaan masing-masing, keduanya saling mencintai dan ingin berbahagia. TApi apakah keduanya menikah?
Dari wawancara Nagano Mei, dia juga nggak tahu apakah Suzume dan Ritsu menikah karena dinaskah tidak dijelaskan. Tapi menurut pendapatnya sebagai heroine, Suzume dan Ritsu akan tetap saling mendukung sampai akhir tanpa ikatan pernikahan.

Sebenarnya minggu ke-26 atau minggu terakhir ini terasa terlalu buru-buru. Alangkah lebih baik kematian Yuko dibahas diminggu ke-25, jadi diminggu ke-26 fokus pada soyokaze fan. Aku cukup kaget karena nama soyokaze fan udah bagus tapi diganti dengan mother, rasanya agak gimana gitu. Memang sih, mungkin karena Suzume membuatnya sambil memikirkan ibunya.
Selain itu, kita masih belum tahu apakah soyokaze fan ini sukses dipasaran atau tidak, karena sampai ending, soyokaze fan masih dalam tahap produksi. Ritsu masih punya banyak hutang lho, di bank dan kartu kreditnya, sementara harga soyokaze fan itu mahal. Kalau nggak berhasil mereka bisa bangkrut kan? Jadi menurutku endingnya kurang jelas untuk bagian perusahaan mereka.
Aku juga sebenarnya nggak ngerti kenapa Suzume ada di Gifu saat hujan turun, jadi sejak ulang tahunnya dia terus di Gifu? Kan-chan nggak sekolah apa ya? Atau Kan-chan pindah ke Gifu? HAHHHAHAHAHAHAH. Nggak tahu deh.

Suzume sangat terpukul karena kematian Yuko menurutku agak gimana gitu. Saat kakeknya meninggal, Suzume terlihat baik-baik saja. Apakah karena Yuko adalah sahabat wanita satu-satunya di Tokyo?
Meski menurutku ikatan mereka kurang diperlihatkan di drama, tapi setidaknya kita tahu kalau Yuko adalah sahabat wanita pertama Suzume di Tokyo, mereka berjuang bersama-sama sebagai mangaka meski gagal dan saat mereka gagal, mereka berdua menyemangati satu sama lain.
Yuko mengorban dirinya demi para korban tsunami, ia memilih menjalankan tugasnya dari pada menyelamatkan diri demi suami dan puteranya. Tapi pesan Yuko di ponselnya itu, kenapa nggak ada untuk ayah dan ibunya ya?

Aku sedih banged karena Akikaze sensei dan Hishimoto-san tidak ada di minggu terakhir. Biasanya di minggu terakhir itu semua cast akan berkumpul, sayang banged nggak bisa melihat wajah Akikaze sensei lagi. Setidaknya aku mendengar suaranya di surat yang ia kirim untuk Ritsu. Hanbun, Aoi ini untuk pengembangan karakter selain tokoh utama memang kurang banged. Biasanya satu per satu tokoh yang muncul pasti dibahas kalau di asadora lain, setidaknya meski yang dibahas sedikit tapi ada kesan tersendiri, tapi di asadora ini beberapa tokoh terasa hanya numpang lewat saja. Atau mungkin karena memang apa yang ditulis penulis terlalu sederhana jadi kurang berkesan? hmmmmm.

Hanbun, Aoi adalah asadora dengan script yang lemah dan karakter heroinenya tidak terlalu aku sukai. Tapi aku berhasil menonton sampai akhir, artinya aku cukup menikmati dramanya. Mungkin karena Nagano Mei dan Satih Takeru makanya aku berhasil menontonnya sampai akhir.
Aku sungguh tidak puas dengan penulis drama ini karena naskahnya terasa dipaksakan terutama setelah pertengahan drama. Sejak penulis membuat Suzume tiba-tiba menikah dan bercerai, aku udah mulai malas menontonnya sih HAHAHAHAHAHA.
Jika kalian menonton asadora lain, kalian akan mengerti kalau asadora ini bukan asadora yang akan direkomendasikan ke orang lain, kecuali dia fansnya Mei Nagano dan TAkeru Satoh HAHAHAHAHAHA. Aku nggak akan merekomendasikan sih dan aku sepertinya nggak akan menonton asadora ini untuk kedua kalinya.
Awalnya aku berencana nonton lagi setelah subtitlenya rilis, tapi sepertinya aku nggak akan menontonnya lagi dalam waktu dekat.

Aku menaruh banyak sekali harapan pada asadora ini, awalnya asadora ini menjanjikan. Castnya oke, tema awalnya ala-ala shoujo manga juga menarik perhatianku, Opening songnya juga bagus. Pokoknya awalnya menjanjikan banged. Tapi sayang sekali ya, semuanya tergantung naskahnya, kalau naskahnya nggak bagus, jadinya malas menonton.
Rating asadora ini masih tinggi, tapi tingkat kepuasan penontonnya rendah. Untuk masalah akting, aku rasa akting para tokohnya sudah bagus. Menurutku yang menjadi masalah utama asadora ini memang adalah naskahnya. Aku sangat kecewa.
TApi aku yakin, ada juga yang tetap menyukai asadora ini. Itu diatas hanya pendapat pribadi aku aja sih. Aku sudah menonton banyak asadora sebelumnya dan memang kalau diminta membandingkan dengan asadora lainnya, Hanbun, Aoi ini lemah banged.
Aku berharap asadora selanjutnya lebih bagus dari drama ini ^^~

Terima kasih bagi yang sudah mengikuti Hanbun, Aoi bersama saya di blog ini ataupun yang mengikuti recapnya di twitter. Meskipun banyak hal yang tidak memuaskan tapi Hanbun, Aoi tetap memberikan kesan dalam bagiku sebagai asadora pertama yang sukses aku buat recapnya dari episode 1-156 HAHHAHAHAH. Nagano Meiadalah salah satu aktris muda yang aku harap menjadi heroine asadora dan akhirnya harapan itu terkabul melalui Hanbun, Aoi ini.  Dedek Mei sudah melakukan perannya dengan baik sebagai heroine asadora (meskipun aku nggak terlalu suka karakter Suzume) dan aku berharap suatu saat nanti dia akan tampil di asadora lainnya meskipun bukan sebagai heroine. Otsukaresama deshita untuk seluruh cast.

Dan aku menantikan asadora selanjutnya, Manpuku yang temanya adalah tentang makan ~

Share:

5 comments:

  1. Yey selamat kak, krna berhasil menyelesaikan recap asadora yg episodenya heemmmmm, puanjang.. 😂😂😂
    Q tggu recap2 slnjutnya.. Semangat..

    ReplyDelete
  2. Terima kasih sudah merekap drama ini...
    awalnya semangat ngikuti... Tapi akhir-akhir malah agak males.. mungkin karena terlalu bertele-tele ceritanya...
    Apalagi setelah ada Gibo to musume no blues...
    malah lebih tertarik nonton yang ini...
    meskipun di awal Satoh Takeru munculnya cuma sekilas saja... Tapi semua terjawab di paruh kedua drama ini...
    Ceritanya makin seru saat Satoh Takeru "menggantikan" peran utama pria...
    buktinya ratingnya semakin naik... bahkan mencapai 19,2% di episode terakhir... Rekomended banged deh...

    ReplyDelete
  3. Otsukaresamadeshita...
    Terimakasih ya, recap ini udah gebantu banget untuk memahami jalan ceritanya.

    Setelah nonton dari awal sampe akhir, dalam beberapa hal aku setuju banget sama kamu, script cerita ini lemah , jadi kayak melebar kemana mana. Atau karena tema nya "idea" yah? Awalnya kupikir suzume bakal balik ke gifu dan melakukan sesuatu hal yg besar, tapi ternyata turning back point nya ngga se wah perkiraanku..dia nyoba ini itu,jadinya ga fokus..

    Dan karakter heroine nya agak gimana gitu. Dari awal suzume cepet banget jatuh cinta sama cowok, terlalu cpt mengambil keputusan. Akhirnya gagal. Tp ternyata cinta sejati dia memang cuma Ritsu.

    Aku ngarep Ritsu dan suzume udh bisa bersatu sejak Ritsu balik ke gifu krn wako san sakit. Taunya Ritsu statusnya masih suami orang. Bahkan masih harus nunggu bbrp tahun kemudian baru deh mereka ketemuan lagi Wkwkwk..
    Aku tadinya berharap ada lebih banyak adegan romantis nya ritsu dan suzume, tapi dikit banget lah. Dari dialog terakhir mereka berdua di eps 156 sih seharusnya mereka berdua berujung menikah ya.


    ReplyDelete
  4. aduh aku ketelatan baca nyaa... thanks ya udah bikin recap se bagus ini sangat membantu <3 <3

    ReplyDelete
  5. Bagus mbak, makasih sinopsis y,d tunggu sinopsis lain y.

    ReplyDelete

Translate

Follow by Email

NOTE:

DILARANG RE-UPLOAD / COPY PASTE TULISAN DI BLOG INI!

JIKA INGIN SHARE, CUKUP LINK KE POSTINGANNYA SAJA, BUKAN ISINYA!


Follow Clover Blossoms on Twitter

[Trivia] Japanese Movie Recommendations List

Karena ada banyak yang menanyakan rekomendasi untuk J-Movie, jadi aku memutuskan untuk membuat list rekomendasi Japanese Movi...

Recent Posts

Recent Posts Widget

Popular Posts This Week

Actor / Actress

Airi Matsui Ando Sakura Anna Ishii Aoi Miyazaki Aoi Morikawa Aoi Wakana Aoi Yu Aom Sushar Araki Yuko Bebe Tanchanok Chen Duling Chiba Yudai Chinen Yuri Choi Ara Daiki Shigeoka Dori Sakurada Eikura Nana Eita Elaiza Ikeda Fukushi Sota Fuma Kikuchi Fumi Nikaido Furuhata Seika Gao Zhi Ting Go Kyung Pyo Gong Yoo Gou Ayano Han Seung Yeon Han Yeri Hana Sugisaki Haru Kuroki Haruka Fukuhara Haruma Miura Haruna Kawaguchi Hasegawa Hiroki Hashimoto Ai Hashimoto Kanna Hayami Akari Hayato Isomura Hikari Mitsushima Hirano Sho Hiroki Narimiya Hirose Alice Hirose Suzu Honoka Yahagi Horii Arata Hu Yi Tian Hwang Jung Eum Hyeri Igawa Haruka Imada Mio Inoue Mao Ishihara Satomi Jang Se Hyun Jeon Ji Hyun Ji Soo Ji Woo Joo Won Jun Shison Jung Ryu Won Jung So Min Kaku Kento Kamiki Ryunosuke Kaname Jun Kanichiro Kasumi Arimura kawakami juria Kei Tanaka Kengo Kora Kentaro Kento Hayashi Kento Nagayama Kim Go Eun Kim Ji Won Kim Min Suk Kim So Hyun Kim Soo Hyun Kim Tae Ri Kim Woo Bin Kim Yoo Bin Kim Yoo Jung Kim Yoo Mi Kinami Haruka Kitamura Takumi Kiyohara Kaya Kiyohara Sho Komatsu Nana Koseki Yuta Kou Shibasaki Kubota Sayu Kudo Asuka L Lee Bo Young Lee Chung Ah Lee Dong Hwi Lee Dong Wook Lee Gi Kwang Lee Jong Suk Lee Joon Lee Soo Hyuk Lee Yoo Jin Mackenyu Mahiro Takasugi Maika Yamamoto Maki Horikita Mamiya Shotaro Marie Itoyo Masahiro Higashide Masaki Okada Masaki Suda Masataka Kubota Matsumoto Jun Mayu Matsuoka Mei Nagano Mikako Tabe Mike D angelo Min Do Hee Minami Hamabe Mio Yuki Mirai Moriyama Mirai Shida mirai suzuki Mitsuki Takahata Mitsushima Shinnosuke Miwa Miyu Yoshimoto Mizuki Yamamoto Moe Arai Mone Kamishiraishi Mugi Kadowaki Nadine Lustre Nagasawa Masami Nakajima Kento Nakamura Tomoya Nao Nao Matsushita Nijiro Murakami Nounen Rena Osamu Mukai Otani Ryohei Park Bo Gum Park Eun Bin Park Hae Jin Park Seo Joon Park Shin Hye Pattie Ungsumalynn Phan Pagniez Reina Visa Rena Matsui Riho Yoshioka Rina Kawaei Ryo Ryusei Ryo Yoshizawa Ryoma Takeuchi Ryota Katayose Ryu Hwa Young Ryu Jun Yeol Sagara Itsuki Sairi Itoh Saito Takumi Sakaguchi Kentaro Sakuma Yui Sakurako Ohara Sato Kanta Satoshi Tsumabuki Seino Nana Seo Hyun Jin Seto Koji Shen Yue Shim Eun Kyung Shimon Okura Shin Hyun Soo Shirota Yuu Shohei Miura Shono Hayama Shuhei Nomura Shunya Shiraishi sometani shota Son Seung Won Song Ha Yoon Suga Kenta Sun Woong Suzuki Ryohei Suzy Taiga Taishi Nakagawa Takahashi Issei Takanori Iwata Takayuki Yamada Takeru Sato Takuya Kusakawa Tamaki Hiroshi Tao Phiangphor Tasuku Emoto Tomoshita Yamashita Tori Matsuzaka Toyokawa Etsushi Tsubasa Honda Tsuchiya Tao Ueno Juri Yamazaki Kento Yamoto Yuma Yo Oizumi Yoo In Na Yoo Seung Ho Yook Sung Jae Yoon Park Yoon So Hee Yoshine Kyoko Yosuke Sugino Yu Aoi yua shinkawa Yui Aragaki Yuina Kuroshima Yuki Furukawa Yuki Izumisawa Yuki Yamada Yukino Kishii Yuko Oshima Yuna Taira Yuriko Yoshitaka Yuta Hiraoka Yuya Matsushita Yuya Yagira

Drama / Movie

99.9 A Love So Beautiful A Story of Yonosuke Age of Youth 2 Always Sunset on Third Street amachan Anikoma Anohana Anone Ao Haru Ride Arbitratily Fond Asa ga Kita Ashi Girl At Cafe 6 Beppin-San Biscuit Teacher and Star Candy Bittersweet Boku Dake ga Inai Machi Boku no Ita Jikan Boukyaku no Sachiko Bubblegum Cafe Waiting Love Carnation Chia Dan Chihayafuru Chugakusei Nikki Churasan Crybaby Pierrot's Wedding Crying Out Love in the Center of the World Daily Lives of High School Boys Dating DNA Departures Eulachacha Waikiki Evergreen Love Father is Strange Fight Fleet of Time Forever Young Frankenstein no Koi From Five to Nine Gakko no Kaidan Gegege no Nyobo Gochisousan God Gift Good Morning Call Good Morning Call 2 Goon Ju Hana and Alice Hana Nochi Hare Hanako to Anne Hanbun Aoi Haruchika Hirunaka no Ryuusei Hirune Hime Hiyokko Honey and Clover Hot Road Hyouka I Love You in Tokyo I Want to Eat Your Pancreas If We Were A Season Itakiss LIT Itakiss LIT S2 Itakiss Movie Kahogo no Kahoko Kakegurui Kaze no Haruka Keiji Yugami Kidnap Tour Kiki Delivery Service Kimi no Na Wa Kingyo Club Kiss Me Thailand Koe no Katachi Koinaka Kuragehime Linda Linda Linda Little Forest Love Letter Lucky Romance Ma Boy Man From The Stars Manpuku March Comes in Like a Lion Mare Massan May Who? Meteor Garden 2018 Moriyamachu Driving School My Huckleberry Friends My Husband Can Not Work My Little Sweet Pea My Old Classmate Nagi no Asukara Narratage Natsuzora Nodame Cantabile Oboreru Knife Ohisama Omotesando On The Wings of Love One Million Yen Girl One Week Friends Operation Love Orange Orange Days Ore Monogatari Our Little Sister Our Times Peach Girl Pinocchio Princess Hours Thailand Rage Rainbow Song ReLIFE Reply 1988 Romance Full of Life Sannin No Papa she was pretty Shigatsu wa Kimi no Uso Sing Salmon Sing Solanin Sound of Your Heart Splish Splash Love Ssam My Way Strobe Edge Sukina Hito ga Iru Koto Teiichi no Kuni Tenno no Ryoriban The 100th Love The Anthem of the Heart The Best Hit The Great Passage The Left Ear The Woodsman and The Rain The World of Us Today's Kira-kun Todome no Kiss Toki wo Kakeru Shojo Tokyo Tarareba Girls Tomorrow Cantabile Tonari no Kaibutsu-kun Toto Nee Chan Twenty Years Old Twilight Saya in Sasara Uchiage Hanabi Under the Hawthorn Tree Unnatural Wakamonotachi Warotenka We All Cry Differently What A Wonderful Family When We Were Young While You Were Sleeping Wise Prison Life Wood Job Yellow Elephant Yesterday Once More Your Lie in April Youth Over Flowers

Blog Archive

Recent Comments

Random Posts