Sayaka membawa Mone ke hutan Tome dan di sana ada sebuah pohon yang sangat besar diantara pohon-pohon lainnya. Itu adalah pohon Hiba (Hiba tree) yang sudah berusia 300 tahun. Pohon Hiba disebut juga Hiba cemara atau Asunaro. Di dunia perkayuan, pohon Hinoki cemara amatlah populer, tumbuhnya juga cepat. Sayaka mengatakan pohon Hiba juga berharap jadi Hinoki cemara tapi tumbuhnya lambat. Karena itu namanya Asunaro, berharap jadi pohon hinoki suatu hari nanti (asu=tomorrow,, naro=menjadi). Mone tidak mengerti apa maksudnya. Sayaka mengatakan sekeras apapun mencoba, pohon Hiba yang lahir di Tome tidak akan bisa jadi Hinoki. Tapi karena pertumbuhannya lambat dalam waktu yang lama pohonnya menghadapi hujan, angin, salju jadi kayunya kuat dan tahan terhadap serangga dan kelembaban udara. Sayaka mengatakan pohon Hiba benar-benar pohon yang bagus. Jadi tidak perlu terburu-buru dan nikmati waktu yang ada. Sebenarnya Sayaka ini menyinggung Mone yang sedang mencari tahu apa yang ingin ia lakukan dimasa depan. Sayaka juga meminta Mone mencium aroma disekitar pohon Hiba, aromanya berbeda dengan aroma laut yang biasa dicium Mone. Mone mencium aromanya, ia mengatakan aromanya sangat manis (mungkin lebih tepatnya aroma fresh kali ya).
Mone kembali ke Koperasi Kehutanan. Saat itu cafe sedang sangat ramai dan pelayan sibuk banged, jadi dia meminta tolong pada Mone untuk mengantarkan makan siang pada dokter klinik. Mone membawa makan siang dokter dan mengetuk pintu dengan hati-hati. Mone tidak dekat dengan dokter Suganami Kotaro (Sakaguchi Kentaro), dan Suganami juga adalah tipe yang kelihatannya sulit didekati. Mone takut menganggu jadi bertanya apakah dokter akan makan disana, kalau nggak dia bisa membawa makanannya keluar lagi. Suganami meminta maaf dan meminta Mone meletakkan makanannya di meja saja. Mone mengerti dan keluar dari klinik. Mone menghela nafas lega setelah di luar, ia bergumam kalau ia sangat gugup.
Mone kemudian bergabung dengan Sasaki-san dan Kawakubo-san untuk makan siang di cafe. Sedang ada ramalan cuaca yang dibawakan oleh Asaoka Satoru yang populer, mengatakan kalau akhir pekan ini cuacanya nggak bagus. Sasaki-san khawatir karena itu adalah hari dimana ada penampilan Noh, padahal ia sudah sangat menunggunya. Mone bertanya apakah acara Noh itu dilakukan di dalam atau luar ruangan. Sasaki-san kaget karena Mone ternyata belum pernah ke sana, jadi ia mengajak Mone kesana karena besok dia ada pertemuan disana.
Keesokan harinya Mone dan Sasaki-san datang ke panggung Noh Tome, Mone kagum melihat tempat itu. Tapi kekagumannya itu nggak lama, ternyata Sayaka juga ada disana dan sedang berdiskusi dengan Kawakubo-san dan ada seorang pria lagi. Sepertinya Kawakubo-san sedang mencoba meyakinkan Sayaka untuk menebang pohon Hiba 300 tahun itu. Sayaka tentu saja menolak, sebelum ia mati ia tidak akan memotong pohon itu. Kawakubo mengingatkan kalau pohon juga punya usia hidup, Sayaka pasti tahu hal itu. Jadi sebelum pohon itu menua dan tumbang sendiri, mereka harus membuat pohonnya tetap hidup. Kawakubo menjelaskan kalau ia ingin kayu pohon Hiba digunakan untuk memperbaharui panggung Noh. Ia yakin kayu Hiba itu akan bertahan sampai 50 tahun lagi. Sayaka terdiam dan mengatakan kalau ia butuh waktu untuk mempertimbangkannya. Ia kemudian meninggalkan tempat itu dan berselisih dengan Mone yang hanya terdiam.
Malam harinya saat makan malam, Mone mengatakan kalau ia tahu alasan Sayaka tidak ingin memotong pohon Hiba itu, karena pohon Hiba itu adalah sesuatu yang penting di hutan Tome dan Sayaka sangat menyayanginya. Saat mereka sedang bicara, ada telpon masuk dari ibu Mone. Mone selama ini selalu menolak mengangkat telpon dari ayahnya, tapi kalau dari ibunya, dia pasti mengangkatnya. Ternyata ibunya ingin memberitahu Mone kalau adiknya Michi akan tampil di acara TV. Mone tentu saja terkejut dan langsung menyalakan TV. Di Kameshima seluruh keluarga juga heboh, ayah Mone bahkan mengambil hp-nya untuk memotret Michi yang muncul di TV. Michi sepertinya ikut penelitian makanan laut gitu, membuat saus ikan, dan saat reporter menanyakan apa yang ingin Michi lakukan dimasa depan, Michi dengan yakin menjawab kalau ia ingin menjadi peneliti dan menemukan cara mengembangkan industri pengolahan perikanan Jepang secara ilmiah. Mone terdiam mendengar kata-kata sang adik. Sayaka hanya tersenyum menatap Mone yang mengubah ekspresinya.
Malam itu, Ayah Mone diam di kamar Mone yang gelap. Saat Michi melihat ayahnya, ia mengatakan kalau ayahnya seram banged diam di kamar anak perempuan gelap-gelapan. Ayahnya meminta maaf dan mengatakan kalau dia hanya mencari sesuatu disana. Sebenarnya Michi juga tahu kalau ayahnya masih kepikiran pada Mone yang tiba-tiba ingin meninggalkan pulau.
Malam yang sama, Mone bermimpi saat ia masih kecil, kakeknya membawanya dan adiknya ke gunung/bukit di Kameshima, mereka menahan pohon. Kakeknya mengatakan kalau daun-daun pegunungan memberi makan lautan. Gunung-gunung terhubung dengan laut. Meskipun terlihat nggak ada hubungannya, tapi sebenarnya terhubung. Banyak hal di dunia ini yang kelihatan tidak berhubungan tapi sebenarnya berguna satu sama lain. Mone kecil berubah menjadi Mone remaja dan bertanya pada kakeknya, jadi apakah kita bisa menjadi seseorang yang berguna bagi orang lain?
Keesokan harinya, Mone kembali membawakan makan siang untuk dokter Suganami. Suganami saat itu bekerja di komputernya dengan serius dan Mone menatapnya, seolah ingin mengatakan sesuatu. Tanpa melihatpun, Suganami tahu kalau Mone menatapnya, jadi ia bertanya ada apa. Mone ragu akan menanyakan sesuatu, dan ia memutuskan pergi. Tapi sebelum ia membuka pintu, Suganami mengatakan kalau Mone pergi begitu saja tanpa menyelesaikan pertanyaannya, itu tandanya Mone ingin ditanya balik, jadi Suganami bertanya ada apa. Mone juga jadi nggak enak dan akhirnya memberanikan diri bertanya alasan Suganami menjadi dokter, kenapa Suganami memutuskan menjadi dokter. Suganami agak terkejut dan mengatakan itu bukan pertanyaan yang biasa ditanyakan oleh seseorang secara tiba-tiba, apalagi ia dan Mone jarang bicara. Intimya bukan sesuatu yang bisa ia share pada seseorang yang nggak dekat. Mone meminta maaf lagi dan akan keluar. Tapi Suganami tetap menjawabnya, ia mengatakan alasan kenapa ia menjadi dokter adalah karena ia ingin menyelamatkan nyawa orang lain. Ia mengatakan itu adalah alasan yang sederhana dan nggak menarik, ia malah meminta maaf pada Mone. Mone terdiam.
Bibi Kantin tiba-tiba masuk ke dalam dan menarik Mone keluar dari klinik. Di luar sudah heboh. Ternyata Peramal cuaca populer Asaoka Satoru datang ke koperasi kehutanan Tome, para ibu sudah minta foto disana. Mone juga ikutan heboh karena itu pertama kalinya ia melihat langsung seseorang yang sering muncul di TV.
***
Mone masih belum mengetahui apa yang ingin ia lakukan dimasa depan, ia masih bingung dan itu adalah salah satu alasan kenapa ia ada di Tome. Makanya saat ia melihat siaran TV dimana adiknya tampil, ia terkejut karena Michi bahkan sudah punya tujuan hidup, apa yang ingin ia lakukan. Mungkin Mone berfikir kenapa sih orang-orang mudah banged menemukan tujuan hidup sementara dia masih kesulitan memikirkan apa yang ingin ia lakukan. Sayaka tahu akan hal itu, karena itu saat Sayaka membawa Mone melihat pohon Hiba, Sayaka mengatakan kalau nggak apa pelan-pelan dan lambat, nikmati waktu yang ada.
Mone sedang mencari jawaban dari pertanyaannya dan ia tidak akan menemukannya dengan mudah. Sama seperti kita yang juga bingung besok kalau udah dewasa mau kerja apa, ujung-ujungnya banyak yang mengikuti arus. TApi ada banyak juga yang memang sudah punya tujuan sejak awal. Pasti ngerasa sih gimana rasanya tertinggal dari yang lain kok kita belum menemukan cita-cita kita pengen jadi apa, atau pengen kerja dibidang apa. Disini belum dijelaskan sih, tapi menurut sinopsisnya, Mone ini bukan anak yang pintar dalam pelajaran dan olah raga, dia anak yang biasa-biasa saja, gitu. Dan karena suatu hal, impiannya sejak kecil dulu harus ia lupakan. Ya, Mone sebenarnya punya impian dulunya, tapi entah kenapa dia berhenti. Belum dijelaskan alasannya disini.
Aku sebenarnya berencana menulis spoilernya di blog ini, karena sudah ada spoiler sampai minggu ke-11 (episode 50an) tapi aku masih ragu, aku tulis nggak ya? HAHHAHAHA. Kalau di twitter sih sudah aku ringkas spoilernya dalam sebuah thread.
Hiks ingin baca spoilernya 😭
BalasHapusMau baca spoiler'a...
BalasHapus