Wednesday, 7 June 2017

[Sinopsis] Princess Hours Thailand Episode 12 - Part 2


---------------------------------------------------------------------------------------

Sinopsis Princess Hours Thailand Episode 12 - Part 2


Keesokan harinya, Nakhun mengirim pesan pada Khaning, meminta maaf pada Khaning mengenai kejadian itu, karena itu hanya cerita lama. Khaning membalas Nakhun tidak perlu mengkhawatirkan hal itu.
Khaning masih berusaha mengirim pesan pada Inn, tapi Inn masih tidak membalasnya, meski Inn jelas-jelas membaca pesan itu. Khaning benar-benar kesepian.
Nakhun kemudian datang menemui Khaning dan berusaha menghibur Khaning, mengatakan kalau inn mungkin sibuk makanya tidak sempat membalasnya.
Nakhun bertanya apakah Khaning sedih tidak bisa ikut bersama Inn, dan Khaning mengatakan bukan begitu, ia hanya merasa bosan di istana setiap hari.
Nakhun tersenyum dan mengajak Khaning jalan-jalan, tapi Khaning mengatakan percuma Nakhun bilang begitu, mereka tak bisa keluar istana. Nakhun mengatakan ada banyak tempat bagus di istana, mereka bisa pergi kesana. Akhirnya Khaning setuju.

Khaning dan Nakhun jalan-jalan berdua disekitar istana. Nakhun membicarakan mengenai ayahnya yang sering mengajaknya bermain disekitaran sana.
Nakhun terus bicara sementara Khaning kelihatannya pikirannya masih pada Inn, ia tak mendengarkan Nakhun jadi Nakhun harus memanggilnya dulu dan mengingatkan kalau ia sedang membicarakan matahari terbenam disana sangat cantik. Ia bertanya apakah Khaning mau kesana.
Khaning beneran kelihatan tak bersemangat, tapi karena ia juga tak punya kerjaan akhirnya ia mengikuti Nakhun. Keduanya berjalan-jalan disekitaran istana, terlihat menyenangkan.

Khaning dan Inn singgah di tempat membuat parfum.  Nakhun mengatakan kalau Inn sudah punya parfum pribadinya yang dibuat oleh Khaning tapi Khaning mengatakan kalau Inn tidak menyukai parfum buatannya karena aromanya aneh. Nakhun tertawa.
Nakhun berkata kalau itu dia, apapun aromanya, ia akan terus memakainya. Ratree dan 2 dayang lain juga ada disana dan mereka mengatakan kalau Inn selalu menggunakan parfum itu setiap hari, Inn tidak pernah komplain.
Tentu saja Khaning tidak percaya karena Inn pasti terpaksa memakainya. Khaning kemudian bertanya apakah Nakhun ingin mencium aroma parfum buatannya dan ia mengambilkan parfum itu dan Nakhun mencium aromanya.
Khaning bertanya apakah Nakhun menyukainya dan Nakhun mengatakan kalau aroma itu milik Inn, ia tak boleh memakainya.
Mendengar itu Khaning punya ide dan mulai membuat parfum aroma lain untuk Nakhun. Nakhun tersenyum melihatnya. Tapi Ratree mengingatkan Khaning kalau Khaning tidak boleh membuatkan orang lain parfum, selain untuk suaminya. Meski Khaning bersikeras, nakhun menolak, Nakhun setuju dengan Ratree karena kalau orang lain melihat ini, mereka bisa salah paham. Nakhun mengatakan kalau ia senang ia punya aroma parfum sendiri dan ada yang membuatkan untuknya, itu cukup baginya. Ia mengembalikan parfum itu pada Khaning.
Khaning mengerti.

Keesokan harinya, Khaning masih menunggu pesan dari Inn, tapi Inn benar-benar kejam karena ia tak juga membalas pesan Khaning.
Khaning bahkan saking kangennya sudah punya sebuah boneka dengan wajah Inn disana. Khaning kesal menatap boneka itu dan berkata, Kau tahu, kau membaca pesanku tapi tidak memalasnya, itu lebih menyakitkan dari pada kau tidak membacanya.
Khaning kemudian mendapat telpon dan ia pikir itu dari Inn, sayang sekali itu dari Nakhun dan Khaning seikit kecewa. Nakhun menelpon untuk mengajak Khaning kesuatu tempat karena ia tahu Kahning bosan di istana.

Nakhun mengajak Khaning ke sebuah danau di istana. Khaning menyukai tempat itu, sangat indah.
Nakhun mengatakan ia selalu datang kesana saat ia merasa sedih, ini seperti tempat rahasia baginya.
Kahning mengerti, ini sama seperti Inn yang selalu ke rumah hutan kalau ia sedang sedih/gelisah.
Khaning iri pada mereka yang punya tempat menyendiri kalau sedang sedih, sementara ia tidak punya.
Nakhun kemudian menawarkan tempat itu untuk Khaning, Khaning terkejut tapi kemudian tersenyum. Ia berterima kasih pada Nakhun dan Nakhun tersenyum padanya.
Keduanya menikmati pemandangan danau itu, tanpa tahu ibu Nakhun sedang memperhatian mereka.

Ibu Nakhun tidak menyukai Nakhun dekat dengan Kahning, saat Nakhun kembali ke rumah, ia mengajak Nakhun bicara.
Ibu bertanya pada Nakhun jika seseorang memberikan sesuatu yang penting pada Nakhun tapi ibu tak menyukainya, apa Nakhun masih tetap akan mengambilnya, dan Nakhun menjawab tentu saja tidak.
Ibu bertanya lagi, jika hal penting itu adalah sesuatu yang sangat kau inginkan tapi ibu tak membiarkanmu memilikinya, apa kau akan tetap mengambilnya?
Nakhun terdiam, ia menunduk dan akhirnya mengatakan ia tak akan mengambilnya. Ibu menyukai jawaban Nakhun dan memeluknya, ia tahu kalau puteranya sangat mencintainya.

Hari berikutnya, Khaning benar-benar bosan di istana, kali ini ia bahkan meminta 3 dayangnya untuk berpose lucu dan ia melukis mereka, tapi ia tetap tak bersemangat.
Ternyata hari itu adalah hari kepulangan Inn, dan Inn sudah masuk ke dalam, dibelakang para dayang dan dayang nggak tahu Inn disana.
Khaning yang melihat Inn menyuruh Inn berhenti dan para dayang berfikir kalau Khaning bicara pada mereka LOL. Tapi pada akhirnya mereka sadar kalau Kahning tidak bicara pada mereka saat Khaning membahas mengenai Inn yang tak pernah menelponnya.
Inn menatap para dayang dengan satu tatapan dan dayang mengerti kalau Inn meminta mereka pergi.

Inn berjalan mendekati Khaning dan berkata, suamimu pulang ke rumah, kau pasti merasa senang kan?
Khaning mencoba cuek. Inn melanjutkan, Aku tahu. Kau sedang menungguku disini.
Khaning menatap Inn dengan kesal dan ber 'cih' kemudian meninggalkan Inn, seolah ia sedang berusaha marah. Inn mengikutinya dari belakang saat Khaning naik tangga, Khaning mempercepat langkahnya dan masuk ke kamarnya, ia mengunci pintu. Di kamar, Khaning nervous banged LMAO, karena ia ketahuan sedang menunggu.

 
Inn di depan pintu kamar Khaning mencoba mengetuk, tapi Khaning tidak membukanya. Inn akhirnya berkata, lain kali, kita pergi bersama-sama.
Mendengar hal itu, kemarahan Khaning langsung memudar. Ia tersenyum senang, ia mendengar langkah kaki Inn berjalan menjauh dan ia membuka pintu, ia berlari ke arah Inn dan memeluk Inn dari belakang.
Ia meminta Inn berjanji padanya, Inn menjawab dengan menyentuh tangan Khaning dan tersenyum. Inn berjanji. Awwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwww.
Hal itu dilihat oleh Nakhun.

Keesokan harinya, Khaning sedang main ponsel saat Inn datang mendekatinya dan duduk disampingnya. Suasana agak canggung, tapi kita bisa melihat masing-masing tersenyum dalam hati #EEEAAAA.
Khaning bertanya lagi untuk meyakinkan, apakah Inn benar-benar berjanji padanya mengenai masalah kemarin. Inn tersenyum dan dengan yakin mengatakan kalau ia janji.
Khaning bahagia mendengarnya. Khaning mencoba mengalihkan pembicaraan tempat apa saja yang dikunjungi Inn dan Inn memperlihatkan ponselnya, Inn membuat akun instagram dan mengupload foto disana. Khaning terkejut karena Inn membuat akun IG, padahal dulunya Inn tidak ingin membuatnya. Inn mengatakan kalau manusia harus belajar untuk berubah ke arah yang lebih baik HAHAHHAHAH.
Khaning kemudian mengecek username Inn dan mengejeknya karena username Inn adalah @inndyyy_
Inn kesal dan mengambil ponselnya kembali. Khaning juga mengambil ponselnya dan meminta pertemanan pada Inn. Dan Inn menerimanya awwww. Khaning adalah satu-satunya follower dan following Inn ^^
Inn kemudian mengubah pembicaraan mengenai parfum, ia mengatakan parfumnya sudah habis dan itu adalah tugas Khaning untuk membuatkannya lagi dan Khaning mengerti, ia akan mengambilkannya. Khaning bahkan berusaha terlihat anggun di hadapan Inn HAHHAHAHAHAHA.

Tapi saat Khaning akan pergi, Ratree datang memberitahukan Khaning kalau ibu suri memanggilnya. Khaning terkejut kenapa tiba-tiba, ia takut ada masalah lagi.
Tapi ternyata ada drama korea baru yang rilis dan Ibu Suri memanggil Khaning untuk menonton bersama HAHAHHAHAHAHAHAHAHAHAHA. *Jadi ingat dulu di Princess Hours Ibu Suri nonton My Lovely Samsoon sambil ngakak XD
Inn tertawa mendengarnya, ia mengatakan pada Khaning untuk pergi, ia akan mengambil parfumnya sendiri. Khaning mengerti dan meninggalkan Inn, tapi Khaning berjalan sambil masih melihat ke belakang, Inn tersenyum melihatnya XD
*Inn ini jarang senyum, jadi sekali senyum rasanya berharga banged XD

Nakhun datang ke kediaman Inn dan Khaning, tepat saat Inn turun dengan botol parfum di tangannya. Nakhun melihat hal itu. Khaning sendiri kembali ke kediamannya karena dia lupa membawa snack, dan ia terkejut melihat Inn memegang botol parfum yang ia buat untuk Nakhun.
Khaning terkejut dan meminta Inn jangan khawatir, ia tak tahu kalau ia tak boleh membuatkan parfum untuk orang lain, tapi ia sudah terlajur membuatnya. Inn terlihat kesal sih, ia menatap Nakhun sambil menyerahkan parfum itu pada Khaning, ia mengatakan pada Khaning kalau ia tak maslaah dengan hal itu.
Inn meninggalkan Khaning, Khaning berusaha memanggilnya, tapi Inn tidak mendengarkan.

Nakhun akan kembali ke kediamannya saat Inn memanggilnya.
Keduanya bicara, saling menatap, Inn bertanya apakah Nakhun sangat menginginkan parfum itu?
Nakhun membenarkan, dengan alasan kalau ia menyadari betapa berharganya itu.
Inn mengatakan pada Nakhun kalau Nakhun tidak akan pernah mendapatkannya, tidak akan pernah.
Inn meninggalkan Nakhun dan Nakhun menatapnya dengan tatapan dendam, Nakhun benar-benar kesal pada Inn.
*hmmmmmm, ini mereka ngomongin parfum sekalian refers nya ke Khaning nih XD

Inn masih marah di kamarnya. Khaning diam-diam membuka pintu dan melihat apa yang dilakukan Inn.
Inn membaca buku. Para dayang gemas melihat Khaning dan mendorong Khaning masuk, Khaning shock. Ia tak bisa kabur karena dayang mengunci pintu. Inn diam saja.
Khaning akhirnya mendekati Inn dan menjelaskan tentang parfum itu, ia membuatnya hanya sebagai hadiah saja, ia tak punya tujuan lain, apalagi membuat Inn marah.
Inn menutup bukunya dengan keras dan Khaning makin khawatir karena Inn masih marah.

Inn akan pergi dan Khaning berlari menahannya, meminta Inn jangan marah lagi padanya. Inn diam saja, Khaning kemudian bertanya, apa kau cemburu? Kau cemburu?
Khaning malah kesenangan karena Inn diam saja, Khaning menggoyangkan badannya dengan manja dan Inn jadi kesal, cemburu? aku tidak cemburu! Kau bisa melakukan apapun yang kau inginkan.
Khaning masih merasa Inn marah dan meminta Inn jangan marah lagi, ia memberikan jari kelingkingnya, mungkin supaya Inn berjanji jangan marah padanya. tapi Inn diam saja, Khaning kesal dan menyuruh Inn tersenyum, ia bahkan menarik pipi Inn untuk membuat wajah Inn tersenyum HAHHAAHAHA. Kata si Khaning sih, senyuman seperti ini bisa membuatmu jauh lebih tampan.

Inn memegang tangan Khaning dan mengingatkan Khaning kalau ia tak marah.
Khaning mengatakan ia tahu Inn marah, karena tergambar jelas di wajahnya. Inn makin kesal.
Khaning menjelaskan kalau ia tahu aturannya begitu sejak awal, dia tak akan membuatnya. Ada 5000 peraturan di istana dan peraturan parfum itu mungkin no.3761 sementara ia hanya membaca 30 peraturan saja HAHAHHAHAHAHA.
Inn malas berdebat dengan Khaning lagi jadi ia akan pergi, tapi Khaning memegang tangannya dan menahannya, meminta Inn memaafkannya. Ia menggoyang-goyangkan tangan Inn dengan manja.
Inn akhirnya menatap Khaning lagi, kalau begitu kau akan tidur disini malam ini?
Khaning terdiam. Tapi kemudian ia menjawab, kalau kau memaafkanku aku akan pergi (Khaning nggak punya niat tidur di kamar Inn).
Inn tiba-tiba menarik Khaning ke pelukannya, ia mulai menggoda Khaning lagi, ia mendekatkan wajahnya ke wajah Khaning dan Khaning jadi panik dan berusaha melepaskan diri. Khaning menyadari kalau tempat itu berbahaya dan mengatakan kalau Inn nggak mau memaafkannya malam ini ia akan lanjut minta maaf besok, Khaning kemudian kabur HAHAHHAHA.
Tapi tentu saja ia tak bisa, karena pintu dikunci dari luar oleh para dayang. Khaning panik dan meminta dayang membuka pintu. Inn tersenyum melihatnya.

Dan pada akhirnya, mau tak mau Khaning harus menghabiskan malam di kamar Inn. Khaning sudah tiduran dan Inn bersiap tiduran juga. Khaning berusaha mengamankan wilayahnya.
Inn sengaja memeluk boneka Khaning yang menjadi pembatas mereka dan bergeser mendekat ke arah Khaning. Khaning panik dan bergeser menjauh. Inn tidak menyerah dan mendekat lagi, bahkan akan tidur menghadap ke Khaning, Khaning menyerangnya dengan boneka Inn, menyuruhnya menjauh darinya. Ia mengingatkan Inn batas mereka di tempat tidur.
Inn sengaja membuat boneka Khaning melewati batas dan Khaning memukulnya, Inn tak peduli dan terus melewati batas dan Khaning terus memukulnya.
Pada akhirnya mereka bermain lempar-lemparan boneka, saling memukul dan tersenyum sepanjang malam.
Khaning tentu saja kalah melawan Inn.

-The End-

Komentar:

CIEEHHHHHH!!!!!
Perang bantal nih yeeee~
Inn udah mulai jujur nih ya, nggak nahan-nahan lagi, meski ada beberapa bagian yang dianya masih jaim.
Tapi aku kaget karena sebagai syarat dimaafkan, khaning harus tidur disana, nggak nyangka Inn bakal bilang begitu, HAHAHAHAHA.
Padahal kalau mereka tidur bareng Inn juga ga bisa ngapa-ngapain. Tapi Khaning emang cute banged sih, siapa coba yang nggak akan jatuh cinta sama dia hehhehheheeh.

Nakhun juga udah mulai berani nih mengatakan perasaan pada Khaning, tapi untung Khaning masih menyadari posisinya sebagai istri Inn dan dia juga kayaknya nggak menganggap Nakhun lebih dari teman. Tapi sepertinya sih Khaning tahu kalau Nakhun mungkin ada rasa sama dia. Aku takut kalau Ratu tahu kedekatan Nakhun dan Kahning, takutnya dia nyalahin Khaning, tanpa tahu gimana anaknya diluar sana.
Inn nyebelin banged sumpah, kenapa dia mau-mau aja kencan sama Minnie gitu, masa hatinya masih bimbang sih, jelas dia cemburu sama Nakhun tapi hatinya masih sama Minnie kan aneh. Inn pinter tapi agak bego kalau soal cinta atau gimana sih HAHAAHHAHAHA.
Minnie ini juga, udah nyerah aja, laki orang masa mau diembat, dia itu cantik banyak yang suka, kenapa harus Inn sih -__-

Aku berharap penulis segera mengakhiri kissu Minnie ini, gila aja tiap dia muncul kok kerjaannya nyosor aja.
Kalau kita dikasi kissu real OTP sih nggak masalah, masa Minnie jatahnya lebih banyak dari Khaning, kan rasanya aneh gitu.
Aku baca komentar-komentar sih udah ada yang banyak drop ini drama gegara porsi Minnie lebih banyak HAHAHHHAA.
Kayaknya di versi Korea Min Hyo Rin meski jahat masih bermartabat gitu, jadi meski dia ngejar-ngejar Shin, masih terasa dia itu bukan wanita rendahan gitu. Kalau Minnie gue angkat tangan deh HAHAHHAHAHAHA.

Pemandangan Bhutin memang cantik banged deh, semoga lebih sering syuting diluarnya untuk selanjutnya, aku suka pemandangan disekitar istana. Meski ini drama pre-produce sih HAHAHHAHAHA.
Aku suka remake thailand ini karena mereka nggak setengah-setengah, kemewahannya juga terasa banged. Meski masih banyak kekurangan disana sini jika dibandingkan dengan versi aslinya, tapi versi ini nggak mengecewakan kok, cukup menghibur. Karena Khaning cute banged XD
Inn juga bikin baper sih, meski nyebelin XD
Share:

8 comments:

  1. Yeaayyy makasih mbk udah mau update sinopsis buat drama ini :3

    ReplyDelete
  2. Unnie episode 13 nya
    Dipercepat yaa nggk sabar liat inn sama khaning

    ReplyDelete
  3. Aku suka drama remake versi Thailand ini dari yang korea.
    Yang jadi pangeran Inn ganteng banget hahaha :D

    ReplyDelete
  4. Sama... aq juga sebel, minni lebih banyak porsinya daripada khaning, mana klo sama minnie adegannya msti romantis atau gak msti adegan ciuman mulu 😑😏

    ReplyDelete
  5. Fighting unni ,thanks atas sinopsisnya kalau bisa di percepat ya unni sinopsis nya benar2 gk sabar

    ReplyDelete
  6. Terima kasih rin...
    Episode 13 juga donk...

    ReplyDelete
  7. sama aku juga kesel si Minnie nyosor mulu ih kayak rendahan gitu..
    tapi kalo di versi korea, shin nd hyorin jalan2 berdua itu adalah jalan2 terakhirnya sama hyorin, semoga di versi ini juga gitu deh nantinya..

    ReplyDelete
  8. Cerita perang bantal nya, kayak komentator sepak bola, ya di dorong lagi je kiri, ke kanan Goooool
    Wkwkwk

    ReplyDelete

Translate

Follow by Email

[Trivia] Japanese Movie Recommendations List

Karena ada banyak yang menanyakan rekomendasi untuk J-Movie, jadi aku memutuskan untuk membuat list rekomendasi Japanese Movi...

Recent Posts

Recent Posts Widget

Popular Posts

Actor / Actress

Ahn Jae Hong Airi Matsui Anna Ishii Aoi Miyazaki Aoi Wakana Aoi Yu Aom Sushar Bae Min Jung Bebe Tanchanok Cha Tae Hyun Chiba Yudai Choi Ara Dori Sakurada Eikura Nana Eita Fukushi Sota Fuma Kikuchi Fumi Nikaido Go Kyung Pyo Gong Yoo Gou Ayano Han Seung Yeon Han Yeri Haruma Miura Haruna Kawaguchi Hashimoto Ai Hayashi Kento Hayato Isomura Hikari Mitsushima Hiroki Narimiya Hirose Alice Hirose Suzu Honoka Miki Horii Arata Hyeri Inoue Mao Ishihara Satomi Ito Risako Jang Se Hyun Jeon Ji Hyun Ji Soo Joo Seung Woo Joo Won Jun Shison Jung Ryu Won Jung So Min Kamiki Ryunosuke Kasumi Arimura kawakami juria Kei Tanaka Kengo Kora Kenichi Matsuyama Kento Hayashi Kento Nagayama Kim Go Eun Kim Ji Won Kim Min Jae Kim Seul Gi Kim So Hyun Kim Soo Hyun Kim Tae Ri Kim Woo Bin Kim Yoo Bin Kim Yoo Jung Kim Yoo Mi Komatsu Nana L Lee Bo Young Lee Chung Ah Lee Da In Lee Dong Hwi Lee Dong Wook Lee Gi Kwang Lee Jong Suk Lee Joon Lee Se Young Lee Soo Hyuk Mackenyu Marie Itoyo Masahiro Higashide Masaki Suda Masataka Kubota Mayu Matsuoka Mei Nagano Mikako Tabe Mike D angelo Min Do Hee Mirai Shida mirai suzuki Mitsuki Takahata Miyu Yoshimoto Mone Kamishiraishi Nadine Lustre Nagasawa Masami Nijiro Murakami Nishikido Ryo Nounen Rena Osamu Mukai Park Bo Gum Park Eun Bin Park Hae Jin Park Seo Joon Park Shin Hye Pattie Ungsumalynn Phan Pagniez Reina Visa Ryo Ryusei Ryo Yoshizawa Ryoma Takeuchi Ryoo Hye Young Ryota Katayose Ryu Jun Yeol Sakaguchi Kentaro Sakuma Yui Sakurako Ohara Sato Kanta Satoshi Tsumabuki Seo Hyun Jin Shim Eun Kyung Shimon Okura Shin Hyun Soo Shuhei Nomura sometani shota Son Seung Won Song Ha Yoon Takuya Kusakawa Tao Phiangphor Tasuku Emoto Tori Matsuzaka Tsubasa Honda Tsuchiya Tao Yamazaki Kento Yoo In Na Yoo Seung Ho Yook Sung Jae Yoon So Hee yua shinkawa Yuina Kuroshima Yuki Furukawa Yuki Izumisawa Yuki Yamada Yuko Oshima Yuta Hiraoka Yuya Yagira

Drama / Movie

A Story of Yonosuke Age of Youth Age of Youth 2 amachan Anikoma Anohana Ao Haru Ride April Fools Arbitratily Fond At Cafe 6 Beppin-San Biscuit Teacher and Star Candy Bittersweet Blindly in Love Boku Dake ga Inai Machi Boku no Ita Jikan Bubblegum Cafe Waiting Love Chihayafuru Crybaby Pierrot's Wedding Daily Lives of High School Boys Dating DNA Departures Eien no Zero Evergreen Love Father is Strange Fleet of Time Forever Young Frankenstein no Koi From Five to Nine Gegege no Nyobo Gochisousan God Gift Gomen Aishiteru Good Morning Call Goon Ju Hana and Alice Her Love Boils Bathwater Himitsu no Akko Chan Hirunaka no Ryuusei Hiyokko Honey and Clover Hot Road Hyouka I Love You in Tokyo I Want to Eat Your Pancreas Isshukan Friend Itakiss LIT Itakiss LIT S2 Itakiss Movie Kahogo no Kahoko Kidnap Tour Kiki Delivery Service Kimi no Na Wa Kingyo Club Kiss Me Thailand Koe no Katachi Koinaka Linda Linda Linda Love Letter Lucky Romance Ma Boy Man From The Stars March Comes in Like a Lion Mare May Who? My Husband Can Not Work My Little Sweet Pea My Old Classmate Nagi no Asukara Nodame Cantabile Oboreru Knife Omotesando On The Wings of Love One Million Yen Girl One Week Friends Operation Love Ore Monogatari Our Little Sister Our Times Pinocchio Princess Hours Thailand Rage Rainbow Song ReLIFE Reply 1988 Romance Full of Life Sakurada Reset Sannin No Papa she was pretty Shigatsu wa Kimi no Uso Sing Salmon Sing Solanin Sound of Your Heart Splish Splash Love Ssam My Way Strobe Edge Sukina Hito ga Iru Koto Teiichi no Kuni The 100th Love The Anthem of the Heart The Best Hit The Great Passage The Left Ear The World of Us Today's Kira-kun Toki wo Kakeru Shojo Tokyo Tarareba Girls Tomorrow Cantabile Tonari no Kaibutsu-kun Toto Nee Chan Twenty Years Old Twilight Saya in Sasara Under the Hawthorn Tree Wakamonotachi Warotenka We All Cry Differently What A Wonderful Family Yellow Elephant Youth Over Flowers

Blog Archive

Recent Comments

Random Posts