Thursday, 6 December 2018

[Sinopsis] When We Were Young Episode 5

Di episode ini makin banyak momen yang tidak terduga terutama beberapa menit sebelum ending ya ampun, aku teriak nggak jelas gara-gara itu wkwkkwkkw. Drama WWWY ini sumpah bikin gemes dan aku suka karena nggak ada antagonisnya. Di episode 5 ini aku mulai galau karena aku nggak bisa milih antara Li Yu dan Hua Biao, mereka berdua sama-sama manis ya ampuuuuun.
Aku ketawa ngakak saat salah satu adegan iconic Jung Hwan dipake sama Li Yu wkwkkwkwkwkkw.

Sinopsis When We Were Young Episode 5

Pagi itu, Yang Xi diam-diam masuk ke kamar ibunya untuk mengambil gorden dan memasukkan ke dalam tasnya. Yang Chao baru pulang dari toko buku setelah berjuang untuk membeli buku rahasia lulus ujian masuk universitas lol.
Ibu memuji Yang Chao dan mengatakan pada Yang Xi & Li Yu betapa baik Yang Chao pada mereka, karena dari pada main bola di akhir pekan, Yang Chao memilih membelikan buku itu untuk Yang Xi dan Li Yu yang akan ujian masuk universitas. BTW kayaknya toko buku itu agak jauh dan Yang Chao rebutan dengan siswa + orang tua murid lain, bukunya sangat populer.
Ibu mengatakan kalau buku itu adalah hadiah ulang tahun untuk Yang Xi dan Li Yu. Yang Xi sama sekali tidak tersentuh dengan hal itu. Saat Yang Xi akan memasukkan buku ke tas Yang Xi, ibu terkejut karena tas Yang Xi ada gorden yang ia buat. Yang Xi langsung mengambil tasnya dan kabur dari rumah. Li Yu bingung melihat Yang Xi.

Sebelum berangkat ke sekolah, Yang Xi dan He Mei singgah di rumah Hua Biao. Hua Biao sedang memperbaiki rumahnya saat mereka tiba disana. Yang Xi dan He Mei masuk dan terkejut karena rumah Hua Biao sudah hampir selesai diperbaiki. Yang Xi bertanya apakah Hua Biao melakukannya sendiri dan Hua Biao mengatakan ia hanya mengerjakan setengahnya, selain itu dibantu oleh para tetangga.
Yang Xi khawatir karena Er Tiao meminta Hua Biao membelikan sesuatu di Hong Kong sementara Hua Biao tidak jadi ke Hong Kong, alasan apa yang akan dibuat oleh Hua Biao nanti. Hua Biao mengatakan ia sudah menelpon Er Tiao dan memberikan alasan kalau acara belajar itu tidak memperbolehkan siswanya pergi belanja jadi mereka tidak perlu khawatir.
YAng Xi masih meminta Hua Biao untuk mengatakan hal sebenarnya agar yang lain bisa membantu tapi Hua Biao tidak mau merepotkan orang lain.

Yang Xi dan He Mei membantu memasangkan gorden di kamar Hua Biao. Hua Biao yang kelelahan tertidur di kursi. Yang Xi melihat Hua Biao, ada banyak semen ditangan dan bahkan pipi Hua Biao karena Hua Biao tadi sedang mmemperbaiki sesuatu. Yang Xi diam-diam membersihkan tangan Hua Biao dengan kain lap, ia melakukannya sangat berhati-hati karena ia tidak mau Hua Biao terbangun. Manis banged pokoknya. He Mei yang melihat hal itu hanya tersenyum.
Setelah gorden selesai, Yang Xi membangunkan Hua Biao tapi menutup mata Hua Biao dengan tangannya, mereka ingin memberikan kejutan gorden itu.
TARAAAA, saat Yang Xi melepaskan tangannya dari mata Hua Biao, Hua Biao terkejut melihat gorden baru, ia terdiam. Gordennya warna kuning dan ada bunga-bunganya.
Hua Biao terdiam, ia kemudian menyadari hal lain, tangannya sudah tidak kotor lagi dan noda di pipinya juga sudah tidak ada. Ia melihat tak jauh dari sana ada baskom berisi air dna kain lap. Hua Biao langsung mengerti apa yang terjadi.
Karena Hua Biao tidak ada reaksi, He Mei dan Yang Xi berfikir Hua Biao tidak menyukai gorden itu karena terlalu feminin tapi kemudian Hua Biao tersenyum mengatakan ia menyukainya, gorden itu cocok dengan kamarnya. Yang Xi dan He Mei jadi lega mendengarnya.

Er Tiao dan Li Yu main basket dilapangan dan melihat Hua Biao, Yang Xi dan He Mei datang bersama-sama ke sekolah. Er Tiao mengatakan pada Li Yu kalau Li Yu harus lebih hati-hati sekarang, sejak Hua Biao pindah ke sekolah mereka, Hua Biao sudah mencuri setengah para gadis yang biasanya mengelilingi Li Yu. Li Yu terdiam.
Er Tiao memanggil Hua Biao dan Hua Biao meninggalkan Yang Xi dan He Mei, ia pergi ke lapangan basket. Li Yu bertanya apakah mereka datang bersama-sama dan Hua Biao berbohong mengatakan ia bertemu Yang Xi dan He Mei ditengah jalan.
Li Yu memperhatikan seragam Hua Biao yang agak kotor dan saat Hua Biao mengambil bola basket dari tangan Li Yu, Hua Biao menabrak Li Yu sedikit dan menyisakan noda di baju Li Yu. Li Yu melihat ada pasir-pasir gitu dan penasaran apa yang terjadi.

Yang Xi dan He Mei melihat kalau kelas 1-3 akan menampilkan pertunjukan sulap untuk festival musim gugur dan He Mei jadi khawatir karena mereka juga akan menampilkan itu. Yang Xi kesal karena saat rapat kelas 1 sama sekali tidak mengatakan ide itu dan tiba-tiba sekarang kelas 1 mencuri ide kelas mereka.
Yang Xi menemui ketua kelas kelas 1-3 dan protes karena saat rapat kelas 1-3 tidak mendaftar untuk pertunjukan sulap, ia meminta kelas 1-3 mengganti pertunjukan karena kelas 3-3 sudah lama mempersiapkan pertunjukan sulap. Ketua kelas 1-3 mengatakan kalau perwakilan kelas 3-3 meminta mereka bertukar pertunjukan karena kelas 3-3 punya penari solo yang bagus. Jadi awalnya kelas 1-3 itu pertunjukan tari dan kelas 3-3 sulap, dan seseorang dari kelas 3-3 meminta mereka bertukar.
Ketua kelas 1-3 juga mengatakan kalau kelas Yang Xi sudah bantu ketua kelas makanya ia tidak merasa perlu melaporkan hal itu pada Yang Xi. Yang Xi baru ingat kalau dia bukan ketua kelas lagi HAHAHAHAAH. Karena hal itu kelas 1-3 bahkan harus belajar trik sulap dan mengatakan kalau kelas 3-3 selalu berubah-ubah. Yang Xi tentu saja kesal mendengar hal itu tapi ia sudah tahu siapa pelakunya.

Yang Xi yang kesal kembali ke kelas 3-3 dan langsung menarik di pelaku yang tak lain adalah Huang Cheng Cheng (btw entah kenapa di sub episode 5 ini nama Cheng Cheng berubah jadi Deng Deng HAHAHAAAHA.)
YAng Xi seram banged, dia langsung emnari rambut Cheng Cheng, menyeretnya ke kamar mandi. Ia kesal karena Cheng Cheng mengubah penampilan kelas mereka tanpa izin. Keduanya bertengkar hebat di kamar mandi, mereka saling jambak-jambak rambut HAHAAAHHA.
Hua Biao, Er Tiao dan Li Yu masih di lapangan dalam perjalanan ke kelas, He Mei berlari memberitahu mereka kalau Yang Xi bertengkar dengan Cheng Cheng. Hua Biao nggak bergitu khawatir karena ia yakin Yang Xi nggak akan terluka. Er Tiao mengatakan pada Hua Biao yang harus mereka khawatirkan bukan Yang Xi melainkan Cheng Cheng HAHHAHAAHAAHHA.

Dalam waktu singkat, pertengkaran Yang Xi dan Cheng Cheng jadi tontonan para siswa, mereka udah nggak di kamar mandi lagi, tapi di tangga wkkkwkkwkw.
Yang Xi dan Cheng Cheng sama-sama nggak mau kalah, mereka saling melawan, jambak ini, jambak itu. Nggak ada yang berani menghentikan mereka karena bisa-bisa yang terluka malam yang mencoba menghentikan. Ganas pokoknya.
Hua Biao, Er Tiao dan Li Yu tiba di lokasi dan Hua Biao masih sempat-sempatnya kagum pada Yang Xi yang ternyata jago berkelahi. Li Yu berusaha menghentikan Yang Xi, ia menarik Yang Xi dari Cheng Cheng sementara Hua BIao menarik Cheng Cheng dari Yang Xi. Tapi mata YAng Xi dan Cheng Cheng masih belum menyerah untuk bertengkar, mereka masih mencoba saling menggapai. Para siswa yang lain malah tertawa menikmati pertengkaran itu. Lucu banged memang.
Wali kelas sampai datang untuk melerai tapi dia malah menjadi korban karena dia berdiri di tengah HAHHAAHAHA. Wali kelas sepertinya baru kali itu merasakan pertengkaran antara perempuan dan dia takut banged HAHAHAAAHHA.

Yang Xi menenangkan pikirannya di lapangan olah raga, ia kesal sekali pada Cheng Cheng. Li Yu menemaninya dan Yang Xi mulai mengeluh kenapa ia sangat tidak beruntung, semuanya gagal, ia terluka saat mempersiapkan kompetisi lari, kehilangan jabatannya sebagai ketua kelas, ia ingin melakukan pertunjukan terakhir saat festival musim gugur tapi kali ini direbut orang lain. Yang Xi penasaran kenapa semua itu terjadi padanya.
Li Yu mengatakan sebenarnya menjadi penonton jauh lebih berkesan, lagi pula yang dilakukan Yang Xi hanya meng-copy acara TV Jepang (Masquerade, tahu kan?).
Yang Xi kesal mendengarnya, ia mengatakan mereka berempat tidak pernah tampil bersama dan ini kesempatan terakhir mereka, meskipun pertunjukannya mungkin gagal, tapi setidaknya mereka punya kesempatan berfoto bareng. Karena Li Yu seolah membela Cheng Cheng, Yang Xi jadi curiga kalau Li Yu ada dipihak Cheng Cheng. Li Yu meminta Yang Xi untuk tidak melampiaskan kemarahan padanya.
Yang Xi berdiri dan mengatakan kalau ia tidak melampiaskan kemarahannya pada Li Yu. Ia hanya kesal Cheng Cheng selalu memperlakukannya dengan buruk karena Li Yu. Dia mengacaukan acara itu karena dia tidak mau aku ada dipanggung yang sama denganmu, kau benar-benar tidak punya hati! Di rumah kau jarang bicara dengan ayahmu, Er Tiao sangat baik padamu tapi kau tidak pernah memujinya, Hua Biao sudah bersikap bersahabat sejak awal tapi kau pura-pura tidak mneyadarinya. Banyak gadis yang mengirimkan surat cinta padamu tapi kau tidak pernah membalasnya, termasuk Huang Cheng Cheng/ Seluruh dunia tahu kalau dia menyukaimu, tapi kau bahkan tidak memberikannya kesempatan untuk berteman denganmu! Kau selalu merasa dirimu yang laing baik!

Yang Xi benar-benar melimpahkan semuanya pada Li Yu sampai dia ngos-ngosan dan Li Yu hanya menerima semuanya. Li Yu kemudian menyadari kalau di baju Yang Xi ada noda yang sama dengan di baju Hua Biao tadi pagi.
Ia bertanya kemana Yang Xi tadi pagi sebelum berangkat ke sekolah dan Yang Xi mengatakan kalau itu bukan urusan Li Yu, bahkan jika ia mati disini, itu juga bukan urusan Li Yu. Li Yu mengerti dan menyuruh Yang Xi melakukan apapun yang ingin ia lakukan.
Li Yu kemudian meninggalkan Yang Xi sendirian dan Yang Xi berteriak kesal pada Li Yu, ia mengatakan Li Yu hewan berhati dingin HAHHAHAHAH. Ya ampun Yang Xi.

Li Yu kepikiran pada Yang Xi dan Hua Biao yang punya noda yang sama di baju, artinya tadi pagi mereka berdua bersama-sama. Saat Li Yu duduk di kelas, salah seorang teman sekelasnya mengatakan ada yang mencari Li Yu di gerbang sekolah. Li Yu menemui siswa itu disana, siswa dari sekolah lain.
Pria itu adalah mantan teman sekelas Hua Biao dari SMA Hui Ying, SMA Hua Biao dulu. Li Yu pikir siswa itu mencari Hua Biao tapi siswa itu mengatakan ia tidak mencari Hua Biao. Saat kompetisi Fisika, Hua Biao dan Li Yu sama-sama ikut, jadi ia hanya mengenal Li Yu dari kelas yang sama dengan Hua Biao.
Ia ingin bertanya pada Li Yu mengenai Hua Biao, apakah belakangan ini Hua Biao menghadapi masalah. Li Yu mengatakan kalau Hua Biao baru pulang dari Hong Kong minggu lalu. Siswa itu mengatakan tidak mungkin, karena minggu lalu Hua Biao meminjam uang pada mereka. LI Yu bingung.

Saat pulang sekolah, Li Yu diam-diam mengikuti Hua Biao. Ia melihat Hua Biao bertemu dengan seorang pria mencurigakan dan teringat kata-kata siswa tadi kalau Hua Biao tidak pernah meminjam uang dari mereka sebelumnya. Tiba-tiba Hua Biao meminjam cukup banyak karena itu mereka khawatir, Hua Biao tidak mau menjawab untuk apa saat mereka menanyakannya. Siswa itu mengatakan kalau ia dan Hua Biao berteman baik, mereka tidak peduli pada uangnya, tapi mereka khawatir sesuatu terjadi pada Hua Biao.
Li Yu yang mengikuti Hua Biao dan menemukan Hua Biao bekerja di suatu tempat. Hua Biao juga terkejut melihat Li Yu. Li Yu tidak mengatakan dan menanyakan apapun saat melihat Hua Biao, ia hanya membuka bajunya dan membantu pekerjaan Hua Biao. Hua Biao masih bingung kenapa Li Yu ada disana dan Li Yu meminta Hua Biao cepat bekerja agar pekerjaan selesai. Keduanya menyelesaikan pekerjaan dalam diam.

Hua Biao dan Li Yu pulang bersama-sama, membawa genteng di sepeda mereka. Li Yu bertanya apa yang Hua Biao lakukan belakangan ini karena tubuh Hua Biao penuh luka dan kotor. Hua Biao mengatakan bukan apa-apa, semuanya akan baik-baik saja dalam beberapa hari kedepan. Hua Biao berkomentar mereka mengikuti kompetisi bersama-sama, hari ini mereka bersama-sama, sepertinya mereka bisa melakukan sesuatu di masa depan jika mereka bersama-sama.
Hua Biao pulang ke rumahnya dan Li Yu membantu mengangkat genteng ke atas atap. Mereka berdua duduk istirahat di atas atap, Sepertinya sih Li Yu sudah menyadari apa yang terjadi. Li Yu bertanya kenapa Hua Biao melakukannya sendirian. Hua Biao tidak menjawab, ia mengatakan rumah mereka mungkin kelihatan kecil, tapi butuh banyak uang untuk memperbaiki ini itu, jadi meminjam uang dari teman sekelasnya dulu adalah pilihan terakhirnya. Hua Biao membantu pekerjaan tukang genteng dan ia mendapatkan genteng gratis, hal itulah yang ia lakukan tadi.
Li Yu bertanya kenapa Hua Biao tidak meminjam uang dari teman sekelas mereka saja, apakah karena Hua Biao malu?
Hua Biao menatap Li Yu dan mengatakan mungkin benar begitu, tapi alasan utamanya adalah karena ia tidak mau merepotkan. Li Yu berkomentar tapi pada akhirnya Hua Biao merepotkan teman sekelasnya yang dulu.
Hua Biao mengatakan kalau ia lebih dekat pada mereka dibandingkan dengan Li Yu dkk karena ia sudah sekelas dengan teman sekelasnya yang lama beberapa tahun sementara dengan Li Yu dkk baru beberapa bulan. Hua Biao juga mengatakan kalau ia membuat kaki Yang Xi terluka, mengambil posisi ketua kelas, ia menyadari kalau dia sebenarnya menyebalkan.
Li Yu bertanya lagi, jadi kapan kau akan menerima bantuan kami? Hari ini?
Hua Biao tidak menjawab dan mengatakan pada Li Yu kalau dengan membantu orang lain, ia bisa memperbaiki rumahnya. Tapi tiba-tiba atap yang mereka duduki rapuh dan mereka berdua terjatuh ke dalam rumah. Hua Biao mengkhawatirkan Li Yu, untung saja mereka baik-baik saja.

Nenek memanggil Hua Biao untuk meminta Hua Biao mengajak Li Yu makan siang. Li Yu terkejut karena suara mereka jatuh dari genteng cukup besar tapi nenek Hua Biao tidak mendengarnya. Hua Biao mengatakan ia pikir nenek bahkan tidak mendengar suara dari ledakan dari panci presto waktu itu. Hua Biao mengatakan kalau ia punya 2 tugas, memperbaiki rumahnya dan membelikan neneknya alat bantu pendengaran.
Hua Biao bertanya bagaimana keadaan Yang Xi setelah pertengkaran itu dan Li Yu mengatakan mungkin Yang Xi sedang memikirkan cara bersaing dengan pertunjukan sulap kelas 1. Li Yu memutuskan untuk segera pulang tapi kemudian ia tak sengaja melihat foto ayah dan ibu Hua Biao dan ia sadar kalau ayah dan ibu Hua Biao sudah meninggal dunia.

Ibu meminta Yang Xi untuk memberikan sepatu milik Li Yu yang sudah ia cuci tapi Yang Xi menolak dan malah menyibukkan diri menyusun mangkok di meja. Ibu tidak peduli dan meminya Yang Xi berhenti menyusun mangkok dan pergi ke kamar Li Yu. Yang Xi menolak tapi ibu memaksanya.
Li Yu di kamar sedang menelpon ayahnya untuk bertanya apakah ayahnya punya kenalan yang bekerja di pabrik genteng. Saat mereka berbicara, Yang Xi dengan cepat membuka pintu dan melempar sepatu Li Yu kemudian meninggalkan rumah Li Yu lol. Karena Li Yu sedang bicara di telpon dengan ayahnya, ia tak bisa mengejar Yang Xi. Li Yu meminta bantuan ayahnya karena temannya sedang butuh genteng.

Satu minggu kemudian, Yang Xi dan Li Yu masih bertengkar. Yang Xi selalu mengecek ruang makan sebelum ia keluar dari kamar karena ia tidak mau bertemu Li Yu. Hari itu ia mengintip dari pintu kamarnya dan ayah mengatakan kalau Li Yu tidak ada di rumah mereka. Yang Xi malah mengatakan kalau ia tidak peduli.
Ayah berkomentar kalau Yang Xi dan Li Yu sudah tidak bertemu selama seminggu, ia bertanya apakah mereka bermain petak umpet HHAHAHAAH. Yang Xi tidak menjawab dan bertanya dimana ibu. Ayah mengatakan kalau ibu mengganti jadwal dance-nya menjadi pagi hari karena partner dancenya sangat menyebalkan  kalau malam hari, tapi ayah menebak ibu pasti ingin melihat wajah partnernya dengan jelas saat siang hari dibawah sinar matahari.
Yang Xi berkomentar kalau sepertinya seseorang sedang cemburu wkkwkwkwkw. Ayah tidak membalas komentar itu, ia bertanya kenapa belakangan YAng Xi jarang naik sepeda ke sekolah. Yang Xi membuat alasan kalau ia tidak mau membuang-buang tiket bulanan untuk naik bus.
Ayah sebenarnya sudah curiga, ia bertanya apakah Yang Xi dan Li Yu bertengkar lagi. Yang Xi menunjukkan wajah mencurigakan meski ia mengatakan mereka tidak bertengkar.

Yang Xi diam-diam turun dari tangga gedung apartemen, ia mengecek disetiap sudut untuk memastikan kalau Li Yu tidak ada disana. Setelah yakin kalau Li Yu tidak ada di sekitar, Yang Xi dengan tenang berangkat ke sekolah naik bis.
Tapi tiba-tiba Li Yu masuk ke dalam bus dan Yang Xi membuang muka, menunjukkan wajah marahnya. Saat di dalam bis, ada pria menyebalkan dibelakang Yang Xi, Yang Xi merasa sangat terganggu. Li Yu kemudian datang dan mendorong pria itu. Li Yu berdiri di belakang Yang Xi dan melindunginya. Yang Xi diam-diam menatap Li Yu dan tersenyum. *TIDAAAAAAAAAAAKK, kenapa adegan Jung Hwan direbut huhuhuhuhuuhuhu
Saat mereka jalan berdua menuju sekolah, Yang Xi menendang kaki Li Yu, Li Yu memukul bahu Yang Xi, Yang Xi memukul kepala Li Yu dan Li Yu membalas. Mereka balas-balasan gitu trus Yang Xi akhirnya melompat ke punggung Li Yu dan Li Yu membawanya lari. Awwwwwww. Manis banged lho adegannya, gimana proses mereka berdua berbaikan.
Tapi adegan JUng Hwan tu T_T

Ketua kelas Hua Biao membuat keputusan kalau kelas mereka tetap akan menampilkan tarian solo Cheng Cheng dan pertunjukan sulap Yang Xi. Jadi pertujukan dari kelas mereka akan dimodifikasi agar bisa menampilkan keduanya. Meski awalnya Yang Xi dan Cheng Cheng sama-sama keberatan tapi mereka harus menerima keputusan itu.
He Mei akan bertugas sebagai narator dan ia sudah menyiapkan narasinya. Di rumah, Hua Biao menyiapkan sepeda  untuk pertunjukan mereka, ia juga menyiapkan sesuatu, jadi sepedanya dihubungkan dengan tali, saat sepeda dikayuh nanti talinya imut bergerak dan Hua Biao menempelkan sesuatu di tali itu dan ikut bergerak gitu. Nggak tahu apa namanya, tapi Hua Biao puas dengan ide itu.

Wali kelas masih menggunakan festival musim gugur sebagai penyemangat siswa kelas 3-3 untuk mendapat nilai bagus. Ia akan membiarkan mereka tampil jika nilai mereka bagus pada tugas yang ia berikan. Demi pertunjukan itu, Yang Xi belajar di rumah, tapi Yang Xi selalu mengantuk tiap kali melihat buku dan ia tidak bisa berkonsentrasi. Ia bahkan mencubit pipinya agar tidak mengantuk, tapi nggak ada gunanya.
Li Yu datang ke rumah Yang Xi membawakan jeruk dan bertanya pada ibu dimana Yang Xi. Ibu memanggil Yang Xi kalau Li Yu datang dan Yang Xi keluar dengan pakaian bagus dan tas, ia siap pergi dari rumah.  Li Yu bertanya kemana Yang Xi akan pergi dan Yang Xi mengatakan teman sekelasnya akan membantunya mengerjakan PR, ia akan ke rumah teman sekelas itu.
Ibu protes pada Yang Xi yang akan keluar rumah lagi dan mengatakan kalau Li Yu bisa membantu Yang Xi belajar, tapi Yang Xi menolak dan ia meninggalkan rumah. Ibu heran dengan sikap Yang Xi belakangan ini dan bertanya pada Li Yu apakah Yang Xi sudah berhenti curhat pada Li Yu? (Biasanya kalau ada apa-apa Yang Xi pasti ke Li Yu duluan gitu).
Li Yu tidak menjawab dan meminta ibu Yang Xi untuk mencoba jeruk yang dibawakan oleh keluarganya. Ibu mengatakan pada Li Yu kalau Li Yu tahu seluruh keluarga alergi pada jeruk kecuali Yang Xi. Li Yu terdiam HAHAHAHHAHAHAHAHHAAHHA.

Hua Biao sedang mandi sambil nyanyi dengan tenang saat Yang Xi masuk ke dalam rumahnya dan mencari-cari Hua Biao. Saat ia Yang Xi ke belakang rumah, Hua Biao kaget banged karena ia cuma pake boxer HHAHAHAHHAAH. Hua Biao kesal pada Yang Xi yang harusnya mengetuk sebelum masuk. Yang Xi yang membelakangi Hua Biao bertanya kenapa Hua Biao tidak mengenakan pakaian dan Hua Biao membalas semua orang juga ga pakai baju kalau mandi wkwkwkwkw.
Hua Biao meminta Yang Xi keluar tapi Yang Xi malah berbalik dan sempat-sempatnya bertanya dimana nenek. Hua Biao udah kesulitan menutup tubuhnya dengan handuk kecil tapi Yang Xi slow aja wkkwkwkkw.

Yang Xi datang ke rumah Hua Biao karena Hua Biao pernah janji akan menaikkan nilainya 20 poin, jadi ia datang untuk belajar pada Hua Biao. Hua Biao hanya bisa menggeleng saat tahu Yang Xi lebih khawatir pada pertunjukan dari pada nilainya sendiri. Yang Xi tidak bisa membantah karena alasannya belajar kali ini memang demi pertunjukan.
Yang Xi mengatakan kalau ini bukan demi show, tapi demi 20 poin. Hua Biao berfikir dan kemudian mengatakan Yang Xi tidak boleh menyalahkannya kalau nanti Yang Xi menyerah ditengah-tengah. Yang Xi mengatakan Ok karena ia tahu Hua Biao akan menyemangatinya, ia hanya meminta Hua Biao tidak berteriak padanya. Hua Biao tertawa.

Lalu dimulailah sesi belajar private Hua Biao dan Yang Xi. Hua Biao kesulitan karena YAng Xi ternyata lebih bodoh dari yang ia bayangkan dan Yang Xi juga kesulitan karena Hua Biao lebih kejam dari yang ia bayangkan.
Hua Biao terus berteriak pada Yang Xi kalau Yang Xi melakukan kesalahan, ia tak percaya Yang Xi tak bisa berhitung, ia mengejek apakah otak Yang Xi otak manusia HAHAHHAHA. Hua Biao menjelaskan berulang-ulang tapi Yang Xi cepat banged lupa, Yang Xi selalu meminta Hua Biao untuk sabar mengajarinya tapi Hua Biao kehilangan kesabaran karena mengajari Yang Xi lebih melelahkan dari apapun yang pernah ia lakukan. Ia bahkan menyerah dan mengatakan tak mau mengajari Yang Xi lagi, atau ia akan kena serangan jantung karena YAng Xi. Tapi Yang Xi berusaha untuk merayunya dan meletakkan tangannya di dada Hua Biao. Hua Biao bertanya apa yang dilakukan Yang Xi dan Yang Xi mengatakan ia melakukan pertolongan pertama pada Hua Biao yang kena serangan jantung wkkwkwkwkwkwkw. Yang Xi menanyakan sebuah soal lagi dan Hua Biao shock karena Yang Xi sudah melupakannya padahal ia baru menjelaskan. Hua Biao benar-benar nggak bisa mengajari Yang xi lagi dan meninggalkan Yang Xi. Yang Xi berteriak agar Hua Biao tidak menyerah akan dirinya wkkwkkw.
Meski Hua Biao sering mengatakan ia tak bisa mengajari Yang Xi lagi, tapi ia tetap setia mengajari Yang Xi. Kalau Yang Xi udah ketiduran saat belajar, Hua Biao bersiap dengan alat pemukulnya, ia memukul meja dan membuat Yang Xi terbangun. Hua Biao punya target apapun yang terjadi Yang Xi harus menyelesaikan PR-nya hari ini.
Yang Xi kemudian mengajak Hua Biao istirahat sebentar, ia mendengar kalau Hua Biao ingin membelikan neneknya alat bantu pendengaran dan ia mengajak Hua Biao untuk membelinya karena Yang Xi mengatakan ia punya pengalaman membeli itu.
Hua Biao berfikir kalau Yang Xi sedang mencari alasan untuk menyerah tapi ia juga ingin tahu detail mengenai alat bantu pendengaran.

Pada akhirnya, Yang Xi dan Hua Biao pergi membeli alat bantu pendengaran untuk nenek dan melihat-lihat modelnya. Saat penjual bertanya jenis apa yang mereka inginkan, YAng Xi dan Hua Biao sama-sama nggak tahu.
Harga alat bantu pendengaran juga sangat mahal dan Hua Biao bertanya mana yang paling murah di toko tersebut. Tapi harganya juga tetap mahal. Yang Xi melihat gerakan Hua Biao, sepertinya Hua Biao tidak punya uang yang cukup tapi ia tak tahu bagaimana cara untuk mengatakan ia tak jadi membelinya.
Yang Xi menyadari hal itu dan sengaja memegang tangan Hua Biao mengajaknya untuk keluar membeli marshmallow karena penjual marshmallow akan tutup sebentar lagi, Yang Xi juga mengatakan pada pemilik toko kalau mereka akan singgah nanti.

Yang Xi menarik tangan Hua Biao dan Hua Biao heran karena tidak ada yang menjual marshmallow disana, arahnya berlawanan dengan tempat penjual marshmallow. Yang Xi mengatakan kalau ia sudah tidak mau lagi, Hua Biao bingung.
Yang Xi mengatakan pada Hua Biao kalau tahun lalu ayahnya membelikan nenek alat bantu pendengaran dan tidak berfungsi dengan baik karena neneknya alergi pada bahan alat bantu pendengaran tersebut. Orang-orang ketergantungan pada itu, jadi menurutya lebih baik tidak memakainya.
Hua Biao hanya terdiam, aku rasa Hua Biao tahu apa yang dimaksud oleh Yang Xi adalah untuk membantunya, ia kemudian tersenyum pada Yang Xi. Hua Biao menarik tangan Yang Xi dan mengajaknya beli marshmallow. Aaaawwwwwwwwww gemeeeees!!!!

Li Yu ada di depan rumah Hua Biao menunggu Hua Biao dan ia melihat Hua Biao datang bersama Yang Xi, mereka berdua bercanda sambil pukul-pukulan gitu. Setelah YangXi melihat Li Yu, Yang Xi pura-pura sibuk sendiri gitu. Li Yu mengatakan kalau ia haus dan ingin Yang Xi mengambilkannya segelas air di rumah Hua Biao. Hua Biao meminta Yang Xi mengambilkan segelas untuknya juga, Yang Xi mengerti.

Setelah Li Yu memastikan Yang Xi masuk ke rumah Hua Biao, Li Yu bicara pada Hua Biao. Ia memperlihatkan genteng yang ia bawa dalam gerobak, Hua Biao terkejut tapi ia menolaknya. Li Yu mengatakan kalau ia akan menjelaskan ini dengan singkat, atau Hua Biao akan malu jika Yang Xi mendengarnya. Li Yu mengatakan kalau genteng tu adalah sisa dari pabrik teman ayahnya, jika Hua Biao tidak butuh itu juga akan menjadi genteng yang terbuang. Li Yu juga mengeluarkan sebuah amplop dan memberikan pada Hua Biao. Hua Biao melihat isinya, ada sejumlah uang. Ia mendesah dan mengatakan kalau ia menerima niat baik Li Yu tapi ia mengembalikan uangnya.
Li Yu belum menyerah, ia memanggil Hua Biao. Aku sudah menjelaskan ini pada ayahku dan dia sudah mengetahuinya. Kau bisa membayar teman-temanmu dengan uang ini. Aku akan meletakkan uangnya disini, bahkan jika uangnya hilang kau tetap harus membayarnya padaku.
Li Yu meletakkan uang itu di gerobak.

Tak lama kemudian Yang Xi datang membawa dua gelas berisi air. YAng Xi kayaknya masih marah sama Li Yu, dia bahkan nggak berani melihat ke arah Li Yu. Li Yu minum air pemberian Yang Xi, tapi cuma dikit banged.
Li Yu bertanya apakah Yang Xi akan pulang. Yang Xi melihat jam dan mengatakan kalau ia akan pulang, ia kemudian pamit pada Hua Biao. Li Yu memberikan gelasnya pada Hua Biao dan mengatakan hati-hati karena airnya panas HAHHAAHAHA.
Hua Biao masih diam dan tidak mengatakan apapun. Ia hanya menatap amplop berisi uang pemberian Li Yu kemudian tersenyum.

Yang Xi dan Li Yu pulang bersama. Yang Xi jalan duluan dan bertanya apakah ibunya meminta Li Yu untuk mengawasinya lagi. Li Yu memanggi Yang Xi. Yang Xi menghentikan langkahnya dan dengan wajah cemberut ia berbalik. Li Yu mengeluarkan sesuatu dari sakunya dan melempar pada Yang Xi. Yang Xi menangkapnya. Sebuah jeruk. Li Yu tersenyum, Yang Xi menahan senyumnya, ia melemparkan jeruk kembali pada Li Yu sambil meminta Li Yu membukanya. Li Yu tertawa dan melempar balik menyuruh Yang Xi membukanya sendiri. Yang Xi gemes gemes kesal dan melemparnya lagi menyuruh Li Yu mengupasnya. Li Yu mengatakan tangannya kotor dan melempar lagi.  Yang Xi melempar balik dan mengatakan kalau ia tak peduli. Ia tersenyum dan meninggalkan Li Yu, Li Yu mengikutinya sambil mengupas jeruk lalu menyuapkan pada Yang Xi. Yang Xi kagum karena jeruknya enak. Yang Xi minta satu lagi, Li Yu akan memberikannya tapi begitu Yang Xi menganga, ia menjauhkan jeruknya. Yang Xi tidak menyerah dan akhirnya Li Yu menyuapkannya.
Awwwwwwww. KACAU KACAU KACAU KACAU, kok Li Yu bukin baper juga sih HAHAHHAHAHAH

Kelas 3-3 berhasil dengan tugas mereka dan diperbolehkan mengikuti festival musim gugur. Para siswa sangat bersemangat dan berlari ke gedung.
Li Yu sedang memperbaiki sepeda yang akan mereka gunakan dalam pertujukan dan ia kekurangan sekrup gitu, trus dia mengambil sekrup dari kursi yang ada disana.
Cheng Cheng sudah bersiap dengan pakaian balerina-nya karena ia akan memperlihatkan tarian solonya. Ia bertanya pada Li Yu apakah Li Yu akan menontonnya tapi Li Yu mengatakan ia tak akan menonton (karena ia harus bersiap di belakang panggung.
Cheng Cheng kecewa, Li Yu bahkan cuek padanya saat ia meminta jabat tangan (?). Cheng Cheng kemudian mencoba untuk latihan dan ia berdiri diatas jursi tanpa tahu kalau kursi itu bautnya hilang satu karena sekrupnya diambil Li Yu.
Cheng Cheng terjatuh dan Li Yu terkejut. Kaki Cheng Cheng sepertinya terkilir, tidak ada siapa-siapa disana dan Li Yu harus membawa Cheng Cheng sendirian ke rumah sakit terdekat.
Li Yu menggendong Cheng Cheng sambil berlari dan mengkhawatirkan penampilan mereka, tapi disaat seperti itu Cheng Cheng masih sempat bertanya apakah Li Yu akan menyukainya HAHAHHAHAHAHA. Li Yu kesal dan meminta Cheng Cheng berhenti menanyakan hal seperti itu disituasi seperti ini HAHHAHHAHHA.

Pertunjukan kelas 3-3 dimulai tanpa Li Yu dan Cheng Cheng. He Mei bertugas sebagai narator.Li Yu seharusnya menjadi pasangan Yang Xi dalam pertunjukan itu, tapi karena Li Yu tidak ada, Hua Biao menggantikannya.
Ceritanya tentang seorang pemuda yang jatuh cinta pada seorang gadis tapi gadis itu sangat jauh di bulan. Dewa cinta kemudian membuat penghubung agar keduanya bisa bertemu. Si pemuda menggunakan sepeda, berkelana diantara awan untuk bertemu dengan sang gadis sementara sang gadis terbang bersama angin untuk menemui pemuda itu. Mereka berdua kemudian bertemu, pemuda mengulurkan tangannya pada sang gadis dan sang gadis menyambutnya. Sang gadis duduk di belakang si pemuda, bersepeda bersama-sama di langit malam. Judul pertunjukan kelas mereka adalah "Flourishing under the moonlight".
Ada gambar bulan besar di panggung, saat Yang Xi dan Hua Biao bersepeda sampai ke belakang panggung, seiring menghilangnya mereka dari panggung, ada gambar pemuda dan si gadis bersepeda dibulan, intinya sih bayangan mereka terlihat di bulan gitu. Er Tiao bertugas untuk menyirami kelopak bunga di panggung. Pertunjukan mereka singkat tapi seluruh siswa menyukainya.

Sementara itu di belakang panggung, Hua Biao masih mengayuh sepeda sementara Yang Xi masih duduk di belakang. Karena tadi Li yu buru-buru membawa Cheng Cheng ke rumah sakit, ternyata dia nggak sempat mengokohkan baut sepeda itu.
Bautnya terlepas, Yang Xi dan Hua biao terjatuh dari sepeda itu DAN............. Bibir mereka bersentuhan OMG!!!!!!!!!!
Hua Biao dan Yang Xi sama-sama kaget dan saling pandang setelah itu. Unexpected!!!

Malam harinya, Hua Biao dan Yang Xi sama-sama gelisah di kamar masing-masing. Hua Biao ingin menelpon Yang Xi tapi ia ragu padahal ia sudah menekan nomor telponnya tapi ia menutupnya lagi. Yang Xi juga ingin menelpon tapi ia ga tau mau bilang apa.
Keduanya sama-sama mengumpulkan keberanian mereka untuk menelpon, pada akhirnya Hua Biao yang menelpon Yang Xi duluan.
Keduanya sama-sama gugup dan nggak tahu mau bilang apa. Awkward banged! Awalnya mengucapkan salam, selamat festival musim gugur. Hua Biao bertanya apakah Yang Xi sudah menyiapkan PR untuk besok, kalau ada yang nggak mengerti Yang Xi bisa bertanya padanya. Yang Xi dengan panik mejawab kalau ia bingung dan ada yang ingin ia tanyakan, lalu ia sadar kalau guru tidak memberi mereka PR hari ini karena ada festival dan Hua Biao jadi ketahuan paniknya wkkwkkwkwkkwkw.
Hua Biao kembali membuat alasan dan mengingatkan kalau besok guru akan memberi PR, ia meminta Yang Xi belajar, ia bertanya apakah Yang Xi punya soal yang tidak dimengerti. Hua Biao mengatakan 'Yang Xi pasti punya' karena gugup, kemudian menggantinya dengan 'Yang Xi mungkin punya' HAHAHAHAH. (Soal yang tidak dimengerti).

Yang Xi mencoba ke pembicaraan sebenarnya, ia tahu apa yang akan dibicarakan oleh Hua Biao, tapi memang pasti sulit mengatakannya jadi Yang Xi nanya duluan apakah Hua Biao ingin mengatakan sesuatu padanya.
Hua Biao menahan nafas, hari ini....
Yang Xi langsung mengatakan kalau ia tahu, itu adalah kesalahan dari sepeda. Hua Biao setuju, itu kesalahannya karena tidak memeriksa sepedanya duluan karena ia buru-buru menggantikan peran Li Yu. Hua Biao meminta maaf.
Yang Xi mengatakan kalau itu bukan salah Hua Biao, itu hanya kecelakaan dan itu bukan masalah besar. Hanya kecelakaan bibir HAHAHAHAHHAHAHAHAHAHHAHA.
Mereka berdua sama-sama berusaha menganggap kalau hal itu bukan masalah besar karena mereka berdua adalah teman baik LOL.
Setelah menutup telpon, Hua Biao menarik nafas panjang sementara Yang Xi senyam senyum sendiri di kamarnya. Awwwwwwwww. Hua Biao memasang poker face gitu, dia nggak senyum, pokoknya wajahnya biasa aja sampai aku pikir ini anak kenapa nggak ada reaksi gitu malah wajahnya kelihatan khawatir Yang Xi bakalan salah paham.
Tapi kemudian Hua Biao memasang tape miliknya dan mulai menari-nari sendiri BUWHAHAHAHHAHAHAAHAHAHAHAHAHHAHAAA. Lagunya Michael Jackson dan Hua Biao menirukan tariannya, NGAKA GUE PASTI Hua Biao SENANG BANGED WKWKWKWKKWKWW.

Flashback.
Hari saat sepeda Yang Xi hilang dan ia mengejar pencurinya ke sebuah sekolah sambil menaiki sepedanya sendiri, Hua Biao sedang di labroratorium melakukan percobaan. Melihat Yang Xi yang nggak menyerah untuk mendapatkan sepedanya memang membuat Hua Biao tidak bisa melepaskan matanya dari Yang Xi saat itu. Ia tersenyum melihat Yang Xi dan tidak sengaja menuangkan cairan ke bubuk apa gitu, trus api muncul dan meledak.
Hua Biao sempat mengecek Yang Xi ke bawah saat Er Tiao dan Li Yu membawa YAng Xi buru-buru ke rumah sakit. Hua Biao terlihat merasa sangat bersalah. Sepertinya setiap malam setelah kejadian itu, Hua Biao berkeliling untuk mencari sepeda Yang Xi. Awwwwwww boy.

Bersambung...

Komentar:
GYAAAAAAAAAAAH, aku benar-benar nggak menyangka kalau di episode ini akan ada kissu HAHAHHAHAHAHA. Reaksi Yang Xi dan Hua Biao juga manis banged ya ampun. Mereka malu sih, tapi nggak menghindari kenyataan gitu wkwkkwkkwkw. Aku suka bagaimana setelah kejadian mereka memang berencana menelpon gitu, supaya nggak canggung kali ya kalau ketemu nanti.
Thanks to Li Yu , OTP akhirnya Kissu wkwkwkwkwk. BTW adegan di opening pas Hua Biao menari ternyata karena excited HAHAHHAHHAHA.
Tapi Yang Xi dan Hua Biao kayaknya sih masing menganggap satu sama lain nyaman, belum ke perasaan suka. Mungkin semuanya akan berubah setelah kissu itu? Atau mereka akan melupakannya?

Hubungan Li Yu dan Yang Xi juga manis banged menurutku, penulisnya pinter memperlihatkan hubungan mereka yang sebenarnya menarik dan nggak menganggu hati shipper Hua Biao juga. Intinya sih dua-duanya bikin baper.
Aku suka bagaimana saat Li Yu dan Yang Xi bertengkar, Li Yu jadi pendengar setia dan membiarkan Yang Xi melampiaskannya. Bagaimana mereka baikan, saat di bus dan dalam perjalanan ke sekolah juga. Dan saat saling melempar jeruk hehehhhehe
Apakah mereka akan lebih dari teman masa kecil? Karena kalau aku lihat sih, Yang Xi kayaknya nggak ada perasaan special sama Li Yu ya, karena saat Cheng Cheng ngejar2 Li Yu dia biasa aja gitu. Tapi siapa tahu sih ya.

Aku sebenarnya masih sulit menebak kepribadian Hua Biao ini bagaimana. Dia itu seperti orang yang mudah didekati, mudah diajak berteman tapi kadang terlihat jaga jarak gitu. Dia nggak mau orang lain tahu kelemahannya, menolak dibantu juga. Dia juga segan minta bantuan karena tidak mau merepotkan.
Dia kayaknya juga sulit menolak sesuatu gitu, soalnya pas beli alat bantu pendengaran itu kok kayaknya bilang nggak jadi itu susah gitu, apakah karena ada Yang Xi ya? Tapi untung Yang Xi cepat menyadarinya dan membantu Hua Biao.
Li Yu kayaknya udah mulai tahu sifat Hua Biao makanya ia menyuruh Yang Xi mengambil minuman agar ia bisa bicara dengan Hua Biao, soalnya Li Yu bilang ayo bicara sebelum Yang Xi muncul nanti Hua Biao bisa malu. Artinya Li Yu tahu kalau sebenarnya Hua Biao ini jaga image di depan Yang Xi? Padahal selama ini kayaknya Hua Biao terbuka gitu sama Yang Xi. Aku bingung HAHAHAHAAHHA.

Aku senang karena aku nggak salah pilih drama. Belakangan drama-drama banyak yang membosankan, serunya cuma sampai episode 3 trus mulai bosan dan akhirnya drop. Semoga drama ini tetap seru sampai akhir HAHAHAHAAA.

Share:

2 comments:

Translate

Follow by Email

NOTE:

DILARANG RE-UPLOAD / COPY PASTE TULISAN DI BLOG INI!

JIKA INGIN SHARE, CUKUP LINK KE POSTINGANNYA SAJA, BUKAN ISINYA!


Follow Clover Blossoms on Twitter

[Trivia] Japanese Movie Recommendations List

Karena ada banyak yang menanyakan rekomendasi untuk J-Movie, jadi aku memutuskan untuk membuat list rekomendasi Japanese Movi...

Recent Posts

Recent Posts Widget

Popular Posts This Week

Actor / Actress

Airi Matsui Ando Sakura Anna Ishii Aoi Miyazaki Aoi Morikawa Aoi Wakana Aoi Yu Aom Sushar Araki Yuko Bebe Tanchanok Chen Duling Chiba Yudai Chinen Yuri Choi Ara Daiki Shigeoka Dori Sakurada Eikura Nana Eita Elaiza Ikeda Fukushi Sota Fuma Kikuchi Fumi Nikaido Furuhata Seika Gao Zhi Ting Go Kyung Pyo Gong Yoo Gou Ayano Han Seung Yeon Han Yeri Hana Sugisaki Haru Kuroki Haruka Fukuhara Haruma Miura Haruna Kawaguchi Hasegawa Hiroki Hashimoto Ai Hashimoto Kanna Hayami Akari Hayato Isomura Hikari Mitsushima Hirano Sho Hiroki Narimiya Hirose Alice Hirose Suzu Honoka Yahagi Horii Arata Hu Yi Tian Hwang Jung Eum Hyeri Igawa Haruka Imada Mio Inoue Mao Ishihara Satomi Jang Se Hyun Jeon Ji Hyun Ji Soo Ji Woo Joo Won Jun Shison Jung Ryu Won Jung So Min Kaku Kento Kamiki Ryunosuke Kaname Jun Kanichiro Kasumi Arimura kawakami juria Kei Tanaka Kengo Kora Kentaro Kento Hayashi Kento Nagayama Kim Go Eun Kim Ji Won Kim Min Suk Kim So Hyun Kim Soo Hyun Kim Tae Ri Kim Woo Bin Kim Yoo Bin Kim Yoo Jung Kim Yoo Mi Kinami Haruka Kitamura Takumi Kiyohara Kaya Kiyohara Sho Komatsu Nana Koseki Yuta Kou Shibasaki Kubota Sayu Kudo Asuka L Lee Bo Young Lee Chung Ah Lee Dong Hwi Lee Dong Wook Lee Gi Kwang Lee Jong Suk Lee Joon Lee Soo Hyuk Lee Yoo Jin Mackenyu Mahiro Takasugi Maika Yamamoto Maki Horikita Mamiya Shotaro Marie Itoyo Masahiro Higashide Masaki Okada Masaki Suda Masataka Kubota Matsumoto Jun Mayu Matsuoka Mei Nagano Mikako Tabe Mike D angelo Min Do Hee Minami Hamabe Mio Yuki Mirai Moriyama Mirai Shida mirai suzuki Mitsuki Takahata Mitsushima Shinnosuke Miwa Miyu Yoshimoto Mizuki Yamamoto Moe Arai Mone Kamishiraishi Mugi Kadowaki Nadine Lustre Nagasawa Masami Nakajima Kento Nakamura Tomoya Nao Nao Matsushita Nijiro Murakami Nounen Rena Osamu Mukai Otani Ryohei Park Bo Gum Park Eun Bin Park Hae Jin Park Seo Joon Park Shin Hye Pattie Ungsumalynn Phan Pagniez Reina Visa Rena Matsui Riho Yoshioka Rina Kawaei Ryo Ryusei Ryo Yoshizawa Ryoma Takeuchi Ryota Katayose Ryu Hwa Young Ryu Jun Yeol Sagara Itsuki Sairi Itoh Saito Takumi Sakaguchi Kentaro Sakuma Yui Sakurako Ohara Sato Kanta Satoshi Tsumabuki Seino Nana Seo Hyun Jin Seto Koji Shen Yue Shim Eun Kyung Shimon Okura Shin Hyun Soo Shirota Yuu Shohei Miura Shono Hayama Shuhei Nomura Shunya Shiraishi sometani shota Son Seung Won Song Ha Yoon Suga Kenta Sun Woong Suzuki Ryohei Suzy Taiga Taishi Nakagawa Takahashi Issei Takanori Iwata Takayuki Yamada Takeru Sato Takuya Kusakawa Tamaki Hiroshi Tao Phiangphor Tasuku Emoto Tomoshita Yamashita Tori Matsuzaka Toyokawa Etsushi Tsubasa Honda Tsuchiya Tao Ueno Juri Yamazaki Kento Yamoto Yuma Yo Oizumi Yoo In Na Yoo Seung Ho Yook Sung Jae Yoon Park Yoon So Hee Yoshine Kyoko Yosuke Sugino Yu Aoi yua shinkawa Yui Aragaki Yuina Kuroshima Yuki Furukawa Yuki Izumisawa Yuki Yamada Yukino Kishii Yuko Oshima Yuna Taira Yuriko Yoshitaka Yuta Hiraoka Yuya Matsushita Yuya Yagira

Drama / Movie

99.9 A Love So Beautiful A Story of Yonosuke Age of Youth 2 Always Sunset on Third Street amachan Anikoma Anohana Anone Ao Haru Ride Arbitratily Fond Asa ga Kita Ashi Girl At Cafe 6 Beppin-San Biscuit Teacher and Star Candy Bittersweet Boku Dake ga Inai Machi Boku no Ita Jikan Boukyaku no Sachiko Bubblegum Cafe Waiting Love Carnation Chia Dan Chihayafuru Chugakusei Nikki Churasan Crybaby Pierrot's Wedding Crying Out Love in the Center of the World Daily Lives of High School Boys Dating DNA Departures Eulachacha Waikiki Evergreen Love Father is Strange Fight Fleet of Time Forever Young Frankenstein no Koi From Five to Nine Gakko no Kaidan Gegege no Nyobo Gochisousan God Gift Good Morning Call Good Morning Call 2 Goon Ju Hana and Alice Hana Nochi Hare Hanako to Anne Hanbun Aoi Haruchika Hirunaka no Ryuusei Hirune Hime Hiyokko Honey and Clover Hot Road Hyouka I Love You in Tokyo I Want to Eat Your Pancreas If We Were A Season Itakiss LIT Itakiss LIT S2 Itakiss Movie Kahogo no Kahoko Kakegurui Kaze no Haruka Keiji Yugami Kidnap Tour Kiki Delivery Service Kimi no Na Wa Kingyo Club Kiss Me Thailand Koe no Katachi Koinaka Kuragehime Linda Linda Linda Little Forest Love Letter Lucky Romance Ma Boy Man From The Stars Manpuku March Comes in Like a Lion Mare Massan May Who? Meteor Garden 2018 Moriyamachu Driving School My Huckleberry Friends My Husband Can Not Work My Little Sweet Pea My Old Classmate Nagi no Asukara Narratage Natsuzora Nodame Cantabile Oboreru Knife Ohisama Omotesando On The Wings of Love One Million Yen Girl One Week Friends Operation Love Orange Orange Days Ore Monogatari Our Little Sister Our Times Peach Girl Pinocchio Princess Hours Thailand Rage Rainbow Song ReLIFE Reply 1988 Romance Full of Life Sannin No Papa she was pretty Shigatsu wa Kimi no Uso Sing Salmon Sing Solanin Sound of Your Heart Splish Splash Love Ssam My Way Strobe Edge Sukina Hito ga Iru Koto Teiichi no Kuni Tenno no Ryoriban The 100th Love The Anthem of the Heart The Best Hit The Great Passage The Left Ear The Woodsman and The Rain The World of Us Today's Kira-kun Todome no Kiss Toki wo Kakeru Shojo Tokyo Tarareba Girls Tomorrow Cantabile Tonari no Kaibutsu-kun Toto Nee Chan Twenty Years Old Twilight Saya in Sasara Uchiage Hanabi Under the Hawthorn Tree Unnatural Wakamonotachi Warotenka We All Cry Differently What A Wonderful Family When We Were Young While You Were Sleeping Wise Prison Life Wood Job Yellow Elephant Yesterday Once More Your Lie in April Youth Over Flowers

Blog Archive

Recent Comments

Random Posts