Friday, 21 December 2018

[Sinopsis] When We Were Young Episode 8

When We Were Young udah tamat nih dengan 24 episode dan kalau aku lihat dari spoiler sih nggak mengecewakan lah. Jadi semangat bikin sinopsisnya meski mungkin agak lambat nih prosesnya HAHAHAHHAHA. Di episode 8 ini mengangkat tema musim hujan di usia 18 tahun. Menurutku episode ini perkembangannya sangat lambat, lebih lambat dari episode sebelumnya lol.

Episode 8: The Rainy Season at Age of 18

Yang Xi masih marah pada Li Yu karena membatalkan janji mereka tiba-tiba saat akhir pekan tanpa penjelasan. Yang Xi benar-benar tidak mengerti kenapa Li Yu melakukan itu. Li Yu mengajaknya karena janji nonton bioskop waktu itu tidak terpenuhi dan kali ini Li Yu membatalkan tiba-tiba. Li Yu sama sekali tidak menjawab saat Yang Xi bertanya alasannya.
Malam sebelum Li Yu membatalkan janjinya, ia masih memikirkan mengenai Hua Biao yang menyukai Yang Xi. Karena tidak bisa tidur ia memutuskan menelpon ibunya yang ternyata sedang tinggal di Jepang. Mereka mengobrol cukup lama dan setelah Li Yu menutup telponnya, ia langsung membuat keputusan untuk membatalkan janjinya dan Yang Xi. Ia menulis di secarik kertas kalau ia ada janji lain sambil melihat 2 tiket promo pizza hut ditangannya. Ternyata LI Yu juga ingin mengajak Yang Xi ke pizza hut.

Yang Xi masih menunggu jawaban kenapa LI Yu membatalkan janji mereka tapi kemudian kakak laki-laki Yang Xi bergabung dengan mereka dan Li Yu tak jadi membicarakan hal itu.
Kakak laki-laki Yang Xi memperhatikan mereka berdua dan berkomentar kalau mereka harus mengenakan pakaian yang ebih tebal lagi karena sudah mulai musim hujan. Bahkan hari ini ramalan cuaca mengatakan akan ada badai jam 3 sore. Kakak Yang Xi bertanya apa mereka kalau ada badai apa yang akan mereka lakukan?
Li Yu menjawab kalau mereka akan berteduh tapi kakak Yang Xi mengatakan itu jawaban yang salah. Harusnya mereka mengumpulkan ait hujan dan digunakan sebagai energi agar berkontribusi untuk negara dan bla bla bla.
Yang Xi sama sekali nggak tertarik dan terus cemberut karena kakaknya memang selalu seperti itu, aneh. Kemudian kakaknya mengeluarkan penemuan barunya, sebuah payung penampung air hujan wkkwkwkwkkwkw. Yang Xi menatap kakaknya dengan kesal.

Hua Biao sedang happy melihat uang di amplop-amplop miliknya. Masih misteri dari mana dia mendapatkan uang itu. Kemudian ada telpon dari mantan teman sekelasnya Yang Ming yang meminta sesuatu pada Hua Biao. Ia mengatakan alamatnya, Yang Ming di telpon mengatakan kalau uangnya untuk Hua Biao karena hari itu ia ada ujian jadi nggak bisa datang. Hua Biao mengerti.
Pagi hari sebelum berangkat sekolah, Hua Biao biasanya membantu neneknya di kedai kecil mereka di pinggir jalan. Nenek Hua Biao menjual sarapan pagi gitu, roti isi kacang kalau nggak salah.
Hari itu, Yang Xi dkk makan disana, Hua Biao sangat perhatian pada Yang Xi, memintanya makan pelan-pelan dan jangan keselek. Yang Xi mengajak Hua Biao untuk ikut sarapan bersama mereka tapi Hua Biao mengatakan ia tak bisa, ia harus segera pergi untuk mengganti tabung gas. Ia meminta pada Yang Xi untuk membawakan tasnya dan kalau ada guru yang nanya bilang aja dia ke toilet karena ia berencana absen di jam pelajaran pertama.
Yang Lian bingung dan hanya menatap Hua Biao yang sudah pergi dengan sepedanya sementara nenek mengeluh karena Hua Biao tidak membawa tabung gas kosong padahal katanya mau isi ulang.

Er Tiao mulai bergosip kalau siswa dari Hui Ying, si Yang Ming belakangan sering mencari Hua Biao. Li Yu yang juga menyadari itu bertanya bukankah mereka sering ketemu dibawah pohon. Er Tiao membenarkan, Yang Ming sering datang sepulang sekolah, ia sering melihatnya tapi ia yakin Yang Ming datang bukan dengan niat uruk atau mencari masalah dengan Hua Biao. Er Tiao mengatakan mereka bicara dan tertawa, kemudian saling menukar tas kertas gitu. Er Tiao penasaran apa yang ada di dalamnya. Li Yu menebak kalau itu mungkin uang.
Yang Xi yang mendengarkan dengan seksama kemudian mulai bergumam itu sebabnya Hua Biao punya uang untuk mentraktirnya Pizza Hut. Er Tiao dan He Mei yang mendengarnya terkejut, mereka serentak bertanya, dia membawamu ke Pizza Hut?!
Yang Xi terkejut karena ia keceplosan, ia mengalihkan pandangannya tapi akhirnya ia membenarkan dan malah bingung kenapa mereka kaget begitu. He Mei dan Er Tiao saling pandang. Li Yu ikutan bertanya, kalian ke Pizza Hut bersama-sama?
Yang Xi tidak menjawab karena Er Tiao mulai kesal mereka selalu meninggalkan dirinya, ia bahkan membalas dendam pada pria yang membohongi Hua Biao tentang alat bantu pendengaran, tapi kenapa Hua Biao tidak membawanya ke Pizza Hut?
Yang Xi nggak peduli lol.

Cheng Cheng datang tidak lama kemudian, membeli 3 pangsit dan langsung duduk disamping Li Yu, tentu saja Cheng Cheng sangat perhatian pada LI Yu, ia memberikan pangsit tambahan untuk Li Yu. Li Yu seperti biasa menolak mengatakan kalau dia sudah kenyang tapi Cheng Cheng tak peduli.
Cheng Cheng mengatakan kalau ia punya permintaan pada Li Yu, karena kelompok belajar mereka terlalu banyak orang, ia ingin Li Yu mengajarinya sendiri dan ia akan datang ke rumah Li Yu untuk itu. Li Yu menolak dengan mengatakan yang perlu Cheng Cheng lakukan adalah mendengarkan saat jam pelajaran dan ia pikir mereka tak perlu melakukan itu (belajar berdua) karena sebelumnya juga tak ada yang pernah melakukannya.
Cheng Cheng mengatakan kenapa tidak, ia melihat kalau Yang Xi juga melakukan belajar sendiri di rumah Hua Biao. Li Yu langsung melihat ke arah Yang Xi sementara YAng Xi berpura-pura sibuk dengan pangsit miliknya lol.

Di sekolah, Yang Xi ketiduran saat jam pelajaran saat kepala sekolah masuk ke kelas mereka dan mencari petugas piket hari itu. Hari itu yang piket adalah Yang Xi dan Hua Biao, Li Yu dan He Mei berusaha membangunkan Yang Xi yang ketiduran lol.
Kepala sekolah ingin mereka membersihkan sesuatu dan bertanya kemana teman sebangku Yang Xi yang juga piket hari itu. Yang Xi ingin  membuat alasan kalau Hua Biao ke toilet tapi untung saja Hua Biao tiba di kelas tepat waktu. Hua Biao langsung membuat alasan kalau ia baru saja dari toilet.
Kepala sekolah hanya mendesah dan meminta mereka jangan lupa apa yang ia minta. Hua Biao duduk di bangkunya, ia kelihatan lelah banged dan langsung tersenyum pada Yang Xi, Yang Xi juga tersenyum pada Hua Biao.

Sepulang sekolah, Yang Xi dan Hua Biao membersihkan pegangan tangga sambil mengeluh pada kepala sekolah. Kemudian mereka berdua main-main, membersihkan pegangan tangga dengan cara cepat yaitu meletakkan sapu tangan di sana dan mendudukinya, kemudian meluncur ke bawah. Yang Xi dan Hua Biao melakukannya bersama-sama, mereka bahkan taruhan siapa yang paling cepat tiba di bawah.
Sesampainya dibawah mereka malah main 'Saint Seiya', jadi berpose gitu memperagakan adegan di anime tersebut dengan bersemangat dan tak menyadari kalau kepala sekolah melihat mereka. Akhirnya keduanya di hukum karena main-main saat jam bersih-bersih.
Yang Xi dan Hua Biao dihukum di halaman sekolah, tangan keatas dengan baskom penuh air. Kepala sekolah terus menasehati mereka dan mendikte kesalahan mereka selama ini terutama Hua Biao yang sebenarnya udah buruk di mata kepala sekolah karena dia dikeluarkan dari Hui Ying.
Kepala sekolah ingin mereka diposisi itu selama 20 menit karena Hua Biao tertawa saat ia bicara. Hua Biao meminta kepala sekolah untuk membiarkan ia untuk melakukan hukuman Yang Xi tapi kepala sekolah menolak. Ia akan kembali dalam 30 menit, kalau ada air yang jatuh ke tanah, ia akan mendambah hukuman mereka menjadi 30 menit.

Setelah kepala sekolah pergi, Yang Xi mulai kesulitan, tangannya sakit karena terus ke atas memegang baskom. Hua Biao meminta Yang Xi untuk menuangkan air ke baskom miliknya tapi Yang Xi mengatakan kalau baskom Hua Biao sudah penuh air. YAng Xi heran kenapa cuaca kok jadi pengap dan lembab dan tiba-tiba air mulai jatuh dari langit. Hujan deras seperti yang diramalkan oleh kakak Yang Xi.
Yang Xi dan Hua Biao sangat senang karena hujan turun, meski mereka menjatuhkan air dari baskom nggak akan ketahuan. Mereka berdua bersama-sama menyiram diri mereka dengan air hukuman di baskom itu. Hua Biao dan Yang Xi beneran bahagia karena hujan turun di tengah hukuman mereka, mereka berteriak di lapangan dan saling tertawa.
Tapi tiba-tiba Hua Biao kehilangan keseimbangan dan pingsan. Yang Xi terkejut. Ia berusaha membangunkan Hua Biao dan berteriak meminta pertolongan.

Hua Biao dibawa ke UKS dan ia terbangun tepat sesaat sebelum bokongnya disuntik oleh dokter HAHHAHAHAH. Hua Biao takut pada jarum suntik, ia langsung menangkap tangan dokter dan berteriak ia tidak amu disuntik. Dokter mengatakan kalau Hua Biao demam dan harus disuntik tapi Hua Biao menolak, ia menggeliat untuk menghindari suntikan pokoknya kayak anak kecil banged HHAHAHAHAHAHAHA.
Yang Xi ternyata masih ada disana dan menikmati reaksi kekanak-kanakan Hua Biao. Hua Biao malah dengan suara hampir menangis memanggil Yang Da Ben dan mengadu kalau dokter itu akan menyuntiknya. Hua Biao udah kayak baby-nya Yang Xi aja, karena ia ketakutan kayak anak-anak sementara Yang Xi menenangkannya seperti seorang ibu.
Ia menepuk Hua Biao dan mengatakan kalau Hua Biao nggak akan disuntik kalau Hua Biao jadi anak baik dan mengajaknya pulang. Hua Biao beneran takut dan memeluk Yang Xi dengan mata waspada pada dokter dan jarum suntiknya wkkwkwkwkkwwkw.
Yang Xi menyuruh Hua Biao memakai sepatunya tapi mata Hua Biao terus ke arah dokter dengan wajah marah (njir lucu banged) dan Yang Xi dengan tangannya meminta Hua Biao untuk tidak melihat dokter dan memasang sepatunya, ia akan mengawasi dokter agar tidak menyuntik tiba-tiba.
Hua Biao percaya pada Yang Xi dan segera memasang sepatunya, YAng Xi meminta Hua Biao melakukannya pelan-pelan saja.
Setelah YAng Xi yakin Hua Biao sibuk dengan sepatunya, Yang Xi segera memberi kode pada dokter untuk langsung menyuntik bokong Hua Biao dan dokter passionate banged menancapkan jarum suntik di bokong Hua Biao HAHHAHAHAHAHHAHAHA. Hua Biao yang awalnya nunduk langsung berdiri karena kesakitan, Yang Xi menikmati reaksinya sampai saat dokter mencabut jarum itu, Hua Biao berteriak kencang dan tangannya langsung meremas sesuatu karena ia kesakitan banged hHAHAHAHAHAHAHAHA.
Yang Xi langsung terdiam dan wajahnya berubah saat menyadari sesuatu, Hua Biao juga baru menyadari kalau tangannya ada di dada Yang Xi HAHAHHAHAHAHA. Keduanya sama-sama berteriak karena kaget HAHAHHAHAHHAAHAHHAHHAHAHAHHAHAHAHAHHA. BAhkan setelah Hua Biao melepaskan tangannya keduanya masih aja teriak LOL.

Keluar dari UKS, Yang Xi langsung jalan cepat banged tanpa melihat Hua Biao di belakang, dia malu banged. Sementara Hua Biao juga jadi nggak enak sama YAng Xi.
Li Yu datang membawakan jaket Yang Xi dan YAng Xi menyuruh Li Yu memberikannya pada Hua Biao saja karena Hua Biao demam. Yang Xi kemudian segera kabur HAHAHAHAHAH.
Li Yu memberikan jaket pada Hua Biao dan bertanya apakah Hua Biao masih demam, ia meletakkan tangannya di dahi Hua Biao untuk mengecek suhu badan. Hua Biao nggak bisa melihat ke arah Li Yu mengatakan kalau suhu tubuhnya memang sedikit tinggi wkkwkwkwkwk (bukan karena demam lagi GAHAHAAHHA).
Li Yu bertanya kemana Hua Biao pergi pagi ini tapi Hua Biao mengatakan bukan apa-apa. Li Yu curiga karena Hua Biao absen hampir di semua pelajaran, ia bertanya apakah belakangan terjadi sesuatu. Hua Biao membuat alasan kalau sepertinya demamnya tinggi jadi ia nggak ingat kalau ia absen bukan hanya di jam pertama seperti yang ia katakan pagi itu. Hua Biao juga mengatakan pagi ini ia main game sampai lupa waktu.

Yang Xi dan He Mei di kamar mandi, He Mei membantu Yang Xi mengeringkan badannya. YAng Xi bertanya apakah He Mei tidak merasa kepanasan pake jaket dan memintanya meminjamkan jaket. Tapi He Mei menolak dengan alasan dia tidka mau Yang Xi memakai jaket kotor. Yang Xi mengatakan ia tak bisa kembali ke kelas dengan pakaiannya yang sekarang karena basah jadi tembus pandang. He Mei kemudian mengatakan ia akan meminjamkan untuk Yang Xi.
Saat He Mei akan pergi, Yang Xi menahannya karena harusnya He Mei tinggal meminjamkan jaketnya, Yang Xi merasa He Mei merahasiakan sesuatu padanya. Saat Yang Xi menghentikan He Mei, tangan Yang Xi tak sengaja menyentuh dada He Mei dan Yang Xi jadi mengerti apa yang dirahasiakan He Mei darinya. He Mei malu banged. Yang Xi malah dengan polos bertanya sejak kapan dada He Mei jadi besar gitu wkwkkwkwkwkw. He Mei kesal dan kabur karena malu.
Yang Xi sendiri mengecek miliknya dan mendesah karena perbedaannya sangat nyata HAHAHHAHAHA..

Para siswi melakukan pemeriksaan badan di UKS. Karena usia mereka sudah masuk masa pertumbuhan, jadi sepertinya memang ada kelas khusus untuk itu. Saat mereka mengukur lingkar dada, Cheng Cheng hanya 75, Yang Xi standar dengan 80 sementara He Mei 92. Yang Xi dan Cheng Cheng kagum pada He Mei sementara He Mei tampak malu. Teman-teman yang lain bahkan mengeluarkan suara saat mendengar itu dan dokter menegur mereka. Ia mengingatkan kalau mereka sudah 17 tahun dan adalah sesuatu yang normal kalau tubuh mereka tumbuh berbeda, ia mengingatkan mereka untuk meminta bra dewasa pada orang tua mereka.
Selama ini ternyata He Mei menutupi dadanya dengan sesuatu agar nggak kelihatan besar dan dokter memintanya untuk tidak melakukan itu lagi karena tidak bagus bagi kesehatan. Ia juga mengatakan hal yang sama pada semuanya karena itu bukan sesuatu yang memalukan, mereka tak perlu menyembunyikannya.

Saat para siswi belajar mengenai pertumbuhan tubuh mereka, para siswa malah sibuk dengan pertumbuhan mereka sendiri. Di toilet, Er Tiao, Hua Biao dan Li Yu sedang tertarik dengan masa puber pria. Seorang pria dewasa pasti punya buku kaki dan mereka melihat teman mereka saat di toilet bulu kakinya sudah tumbuh. Mereka terkejut dan mengecek kaki mereka sendiri. Mulus HAHHAHAHAHAH.
Di rumah, Li Yu sedang nonton bola bersama ayahnya tapi ia tidak fokus karena sebenarnya ia ingin meminta sesuatu pada ayahnya. ayah tahu kalau Li Yu ingin mengatakan sesuatu dan bertanya ada apa.
Li Yu kemudian meminta beberapa obat dari pabrik ayahnya, ayah menatap Li Yu dengan bingung. LI Yu mengatakan kalau kepala sekolah yang memintanya. Ayah tidak percaya karea kepala sekolah sudah mendapatkan transplantasi rambut LOL.
LI Yu membuat alasan lagi kalau ini untuk anak kepala sekolah.

Keesokan harinya, hari libur, Er Tiao dan Li Yu datang ke rumah Hua Biao. Ayah Li Yu benar-benar memberikan semacam obat dan aku nggak tahu itu namanya apa. Kayaknya untuk menyuburkan rambut? HAHHAHAHAHAAH.
Mereka bertiga menatap obat itu dengan sangat sangat serius. Black. Long. Straight. HAHAHHAHHAHAHAHAHA. Kayaknya mereka nggak tau itu obat untuk apa, mereka juga bingung cara pakainya karena dosisnya beda tiap orang. Er Tiao sih mengambil kesimpulan makin banyak makin bagus lol.
Mereka kemudian memutuskan mengikuti Er Tiao, mengambil obatnya dan mengoleskan ke kaki mereka masing-masing HAAHAHAAHAH. Kemudian mereka ke atap agar obarnya cepat meresap saat terkena sinar matahari. Cahaya matahari akan membantu pertumbuhan rambut di kaki mereka. Mereka bertiga polos banged mempercayai hal itu sampai tiba-tiba kok kaki mereka terasa gatal banged.
Mereka sibuk menggaruk kaki yang gatal banged dan bingung kenapa hal itu terjadi, saat mereka udah nggak tahan mereka lari ke kamar mandi tapi nggak ada air. berlari sambil garuk-garuk kaki, mengenakan celana kemudian berlari lagi mencari air HAHHAHAHAAHHA.

Pada akhirnya mereka bertiga tiba di kolam renang dan menyeburkan diri ke dalam, mereka menikmati mandi di kolam renang, main air.
Er Tiao mengatakan kalau ia dengar guru cantik dari Hui Ying tinggal di sekitar kolam renang itu. Hua Biao memuji Er Tiao karena mengetahui semua hal. Li Yu juga setuju kalau Er Tiao tahu semua gadis cantik di kota mereka.
Er Tiao kemudian mengatakan, bicara soal gadis cantik, menurutku Li Yan dari kelas 1 paling cantik di sekolah kita. Hua Biao dan Li Yu setuju.
Er Tiao kemudian mengatakan yang nomor 2 adalah Huang Cheng Cheng sambil menunjuk dengan tatapan mengejek ke arah Li Yu dan Li Yu protes kenapa Er Tiao melihat ke arahnya. Awwwww. Li Yu kok kayaknya senyum malu gitu, so dia mengakuinya?
Er Tiao kemudian mengatakan urutan ketiga adalah Yang Xi. Kali ini Hua Biao mengatakan kalau Er Tiao pasti bercanda. Hua Biao dan Er Tiao mulai siram-siraman air. HAHAHAHAHAAAH.
(Heeeeee, bukannya ini mirip sama Reply 1988 saat 4 sekawan mabuk dan mengatakan kalau Deok Sun belakangan makin cantik? hahaha).

Yang Xi dan He Mei menghabiskan liburan berdua, shopping. Yang Xi beli bra baru, sepertinya He Mei membantunya memilih. Yang Xi lucu banged saat baru pertama pake hehhehehehhe.
Yang Xi mengatakan belakangan dia mengerti kenapa He Mei populer dikalangan para pria dan sering dapat surat cinta. YAng Xi menatap ke arah dada He Mei dan mengatakan kalau He Mei berbeda dengan mereka. He Mei kesal dan menurup dadanya dengan tas, ia meminta Yang Xi berhenti menggodanya dengan itu.
Yang Xi mengambil tasnya dari tangan He Mei dan mengatakan ia tidak mengejek He Mei, justru dia iri. Yang Xi bertanya-tanya kenapa tidak ada yang menyukainya. He Mei mengatakan kalau pria di apartemen no 303 menyukai Yang Xi (Li Yu tinggal di apartemen no 303).
Yang Xi meminta He Mei berhenti bercanda mengenai hal itu. He Mei bertanya, apa kau ingin tahu alasan kenapa tidak ada yang mengirim surat cinta padamu?
YAng Xi tertarik, ia bertanya kenapa, apakah karena ia tidak bagus dalam pelajaran? Tidak lemah lembut? atau karena ia tidak cantik?
He Mei berbisik pada Yang Xi, Itu karena pria di apartemen no 303 yang sudah menunjukkan pada semuanya kalau kau adalah miliknya.
Yang Xi kesal pada He Mei karena He Mei selalu mengatakan hal seperti itu. Yang Xi ini dense juga ya, atau karena memang ia sudah terbiasa dengan Li Yu jadi nggak menyadarinya? hmmmmm.

"Pertumbuhan mengatakan, diusia kami kau akan tertawa karena hal kecil dan akan menangis bahkan karena daun berguguran. Gelisah dan sensitif setiap detik. Usia 18 kami adalah masa dimana kami tidak bisa diulangi lagi. 18, musim yang mekar."

Saat hari sudah gelap, anak cowok masih bersama-sama pulang dari kolam renang. Mereka melewati sebuah toko yang memutar sebuah film romantis. Mereka singgah dan menontonnya.
Saat menonton itu. Hua Biao berbisik pada Li Yu apakah ia harus mengatakannya pada Yang Xi. Awalnya Li Yu tidak mengerti maksud Hua Biao sampai Hua Biao mengatakan tentang dirinya yang menyukai Yang Xi.
Li Yu terdiam. Ia menatap Hua Biao. Li Yu teringat masa kecilnya saat ibunya meninggalkannya. Saat ia bertanya pada ibuny apakah ibu akan kembali, ibu mengatakan mereka akan bertemu lagi satu hari nanti di tempat yang berbeda. Ibu meninggalkan Li Yu kecil yang berteriak memanggil ibunya untuk tidak meninggalkannya.
Kembali ke masa sekarang, Li Yu menjawab pertanyaan Hua Biao dengan 'yes' artinya ia pikir Hua Biao harus mengatakannya pada Yang Xi. Hua Biao tersenyum karena hal itu.
Di saat yang sama berita di TV mengatakan kalau penyanyi favorite YAng Xi, Li Min akan mulai konser nasionalnya dan kota pertama yang akan disinggahinya adalah Yiyang City, kota tempat tinggal Yang Xi dkk.
Er Tiao sangat bersemangat akan hal itu, ia langsung mengajak mereka untuk menonton konser Li Min, ia bahkan nggak peduli kalau ia harus menanggung biaya tiketnya, yang penting mereka pergi sama-sama.

"Apakah benar setiap orang yang sangat aku cintai akan meninggalkanku suatu hari nanti? Dalam tawa malam itu, ada hujan deras dalam diriku."

Di kelas, Yang Xi dan Er Tiao benar-benar melakukan persiapan matang untuk konser Li Min. Yang Xi mengubah gaya rambutnya sedangkan Er Tiao mewarnai rambutnya. Mereka menutupi wajah dengan buku agar nggak ketahuan, tapi wali kelas langsung tahu mereka berdua menyembunyikan sesuatu.
Ia menyuruh mereka berdua berdiri, Er Tiao berdiri masih dengan buku menutupi wajahnya. Wali kelas meminta Er Tiao menurunkan bukunya tapi Er Tiao mengatakan kalau ia melakukannya nanti wali kelas bisa marah besar. Wali kelas kesal dan meninggikan suara meminta mereka menurunkan buku, dan saat mereka berdua melakukannya wali kelas benar-benar shock HAHAHHAHAH. Seisi kelas bahkan mulai tertawa. Hua Biao mengejek gaya rambut Yang Xi.
Wali kelas mengatakan kalau mereka berdua sejenis monster baru dan menyuruh mereka mengembalikan rambut seperti semula, tapi Er Tiao memohon karena ini demi konser Li Min. Yang Xi mengatakan kalau ia mencuci rambutnya, akan kembali ke bentuk semula, ia hanya melakukan ini demi Li Min.
wali kelas kehabisan kata-kata dan ia mulai menyanyikan lagu Li Min, yang lain malah ikutan nyanyi dengan wali kelas, bahkan lebih bersemangat darinya.
Wali kelas kesal lagi dan memukul papan tulis, membuat mereka terdiam. Wali kelas mengatakan kalau ia juga fans Li Min dan ia tak akan melarang mereka pergi ke konser, tapi mereka seharusnya tidak mengubah gaya rambut begitu karena mereka masih sekolah dan sekolah ini ada peraturannya. Wali kelas mengatakan kalau sampai kepala sekolah tahu mereka akan kesulitan.

Pada akhirnya, Yang Xi mengembalikan rambutnya seperti semua saat ia mengantri tiket konser bersama Hua Biao. Hua Biao mengatakan kalau Yang Xi keluar dengan gaya rambut tadi pagi, ia mungkin akan pura-pura tidak mengenali Yang Xi lol.
Yang Xi kesal karena yang jualan tiket lama banged menghitung tiketnya. Yang Xi mengatakan bahkan ia bisa lebih cepat dari itu meski ia tak pintar matematika. Hua Biao mengatakan pada Yang Xi untuk sabar, karena mereka juga nggak bisa protes demi tiket.
Yang Xi sebenarnya nggak sabar karena ia sudah sangat lapar, ia datang ke sana sebelum makan siang karena takut tiketnya habis. Hua Biao tampak baik-baik saja dan Yang Xi bertanya apakah Hua Biao tidak lapar. Hua Biao mengatakan kalau dia baik-baik saja, tidak masalah baginya tidak makan siang karena tubuhnya sehat.
Tapi kemudian perut Hua Biao bunyi dan YAng Xi berkomentar, sepertinya perutmu tidak setuju dengan kata-katamu barusan. Hua Biao hanya tertawa. YAng Xi menatap Hua Biao dan bertanya kenapa Hua Biao kelihatan pucat?
Hua Biao mengatakan kalau ia selalu seperti ini. Yang Xi nggak curiga lagi deh karena tiketnya akhirnya selesai dihitung.

Saat mereka akan pergi, ada yang jualan pancake disana. Yang Xi langsung mendekati penjual tapi saat menyadari kalau ia nggak punya uang, ia mengatakan ia cuma lihat-lihat saja. Hua Biao mendekatinya dan meminta dibungkuskan 2 pancake tapi Yang Xi mengatakan kalau ia hanya lihat-lihat saja, Hua Biao tak perlu membelikannya. Hua Biao meminta YAng Xi diam saja, karena ia tahu YAng Xi ngiler melihat pancake itu.
Penjual memberikan 2 pancake pada mereka dan Hua Biao memberikan keduanya pada Yang Xi. Yang Xi mengambil satu dan memberikan satunya pada Hua Biao tapi Hua Biao mengatakan ia tak suka makanan manis. Yang Xi khawatir karena tadi ia mendengar suara perut Hua Biao, ia yakin Hua Biao pasti lapar. Hua Biao menyuruh Yang Xi berhenti bicara dan makan saja. Tapi Yang Xi nggak enak makan sendiri dan memaksa Hua Biao menerima satu pancake tapi Hua Biao menolak dan menyuruh Yang Xi makan dua-duanya.
Yang Xi memaksa membagi miliknya tapi Hua Biao membuat alasan lagi Yang Xi sudah menggigitnya dan ia tak mau makan. Yang Xi mengatakan ia akan membersihkannya. Tiba-tiba Hua Biao kehilangan keseimbangan lagi dan hampir pingsan. Yang Xi terkejut dan mendekatinya. Penjual pancake membantu YAng Xi membawa Hua Biao.

Nenek Hua Biao dipanggil ke sekolah. Wali kelas mengatakan pada nenek kalau sekolah hanya menyediakan makanan untuk malam hari saat para siswa belajar ekstra dan itu hanya susu + telur satu butir. Jadi di rumah, siswa harus makan lebih banyak dan membawa bekal ke sekolah. Nenek tidak tahu akan hal itu karena Hua Biao ternyata berbohong padanya. Hua Biao selama ini tidak membawa bekal ke sekolah karena Hua Biao mengatakan pada nenek aklau sekolah menyediakan makan siang dan makan malam. Nenek tidka tahu kalau selama ini cucunya tidak pernah makan siang dan hanya sarapan dan makan malam dengan susu dan telur itu.
wali kelas mengatakan ia akan mengawasi Hua Biao dan meminta nenek jangan merasa bersalah. Hua Biao masih muda, ia yakin Hua Biao akan sembuh dengan cepat jika ia makan makanan bernutrisi.
Hua Biao didiagnosis mengalami anemia parah. Li Yu mengantar nenek ke UKS dan meminta nenek jangan khawatir, mulai sekarang ia akan berbagi makanannya dengan Hua Biao, ia tak akan membiarkan hal seperti ini terjadi lagi. Nenek berterima kasih pada Li Yu.
Li Yu bertanya apa makanan kesukaan Hua Biao dan nenek mengatakan Hua Biao menyukai daging, semua anak laki-laki suka daging.

Yang Xi tidak berani masuk ke UKS ia hanya melihat dari jauh. YAng Xi merasa bersalah pada Hua Biao karena Hua Biao membelikannya pancake sementara Hua Biao tidak makan. Tidak hanya sekali, Hua Biao pingsan 2 kali karena dirinya. Yang Xi mengatakan ia tak bisa menatap nenek dan membenarkan kata-kata ibunya selama ini kalau ia adalah pembuat masalah. Semua orang pasti kena masalah jika bersama dengannya.
YAng Xi mengatakan saat masih kecil, jika ia membuat masalah ia bisa berlari menghindarinya, tapi sekarang ia tak bisa melakukan itu lagi. Yang Xi mengeluh pada dirinya sendiri, ia tak mencapai apapun dan hanya bisa makan. He Mei ikut-ikutan melo mengatakan ia juga sama dengan Yang Xi, ia tidak bisa mencapai apapun dan ia bertanya-tanya kenapa ia masih hidup.
Yang Xi mengatakan He Mei tidak sama dengannya, setidaknya He Mei cantik. He Mei meminta YAng Xi jangan mengatakan hal seperti itu lagi. He Mei menceritakan bagaimana ibunya mengatakan penampilan luar itu tidak ada artinya dibandingkan dengan pengetahuan. Tak peduli seberapa cantik dirimu, kecantikan akan menghilang seiring berjalannya waktu, tapi pengetahuan akan bertambah seiring berjalannya waktu.
YAng Xi mengatakan pada He Mei jika nanti ibunya mengatakan hal itu lagi, lawan saja. He Mei mengatakan ia tak bisa bertengkar dengan orang tuanya di rumah, suasana di rumah mereka terasa seperti di rumah es, orang tuanya selalu menatapnya, tidak boleh melawan. Tidak ada hujan atau angin, juga tidak ada sinar matahari.
Yang Xi mendesah, apakah tidak ada jalan hidup lain selain belajar dengan baik?
He Mei betanya, bagaimana jika kita tidak bisa belajar dengan baik?
Yang Xi mengerutkan keningnya dan mengatakan mereka mungkin akan menjadi pengemis.

Saat sedang membicarakan tentang hidup dengan serius, Li Yu keluar dari UKS bersama nenek Hua Biao. Li Yu melihat mereka dari jauh. Yang Xi menyuruh He Mei menemui mereka untuk bertanya apakah Hua Biao baik-baik saja tapi He Mei menyuruh Yang Xi saja yang tanya, karena nenek pasti nggak akan marah pada Yang Xi.
Yang Xi menolak karena ia masih marah pada Li Yu. Li Yu menatap YAng Xi sambil berjalan bersama nenek dan Yang Xi memalingkan wajahnya.

Yang Xi akhirnya menjenguk Hua Biao sendirian di UKS. Hua Biao masih tidur, Yang Xi mengecek keadaan Hua Biao dengan mendekatkan wajahnya dan Hua Biao tiba-tiba membuka mata dengan menjulurkan lidah, membuat wajah aneh. Yang Xi shock HAHHAHAHAAHA.
Hua Biao tertawa dan bertanya apakah Yang Xi berfikir kalau dia mati?
YAng Xi menjadi serius dan meminta maaf pada Hua Biao karena ia merasa ini semua adalah salahnya. Jika ia memberikan pancake pada Hua Biao, Hua Biao pasti tidak akan pingsan.
Hua Biao mengatakan ia baik-baik saja, ia hanya lapar, kalau ia makan nanti ia akan kembali seperti semula. Hua Biao pura-pura kuat lagi, ia bahkan berdiri dan mencabut infusnya. Yang Xi melarangnya keluar dan memintanya tetap di tempat tidur untuk istirahat.
Yang Xi bersikap baik pada Hua Biao, ia bahkan menyelimuti Hua Biao dan memintanya berbaring. Hua Biao terdiam menatap YAng Xi dan tersenyum.
(PLisssss jangan sering-sering menatap Yang Xi dengan mata seperti itu kalau nanti Yang Xi sama Li Yu aku patah hati jadinya T________T)

Hari konser Li Min, terjadi sesuatu di kelas. Wali kelas tidak bisa mengawasi mereka saat jam belajar sendiri dan meminta kepala sekolah menggantikannya. HAri itu, para siswa harus mengerjakan soal-soal dengan benar dan tidak ada toleransi kesalahan karena mereka sudah sering latihan soal-soal itu.
Er Tiao nggak tenang dan terus melihat jam dinding. Konser Li Min dimulai jam 19.30 dan sekarang sudah jam 20.00. Er Tiao benar-benar ingin ke konser Li Min jadi ia memotivasi dirinya agar bisa menjawab semua pertanyaan.
Para siswa yang lain juga kelihatan serius saat membahas soal bersama Hua Biao dan Li Yu, kemudian latihan mengerjakan soal lagi. Membahas soal, mengerjalan lagi soal yang sama. Waktu terus berjalan.

Tepat pukul 21.00, kepala sekolah memberikan soal terakhir, mereka harus menjawab pertanyaan itu dengan benar agar bisa pulang. Para siswa mengerjakan dengan serius.
Pukul 21.15, kepala sekolah akan memeriksa jawaban mereka. IA hanya akan memilih 3 siswa dan kalau jawaban mereka benar, kelas 3-3 boleh pulang. Siswa yang dipilih adalah Er Tiao, Yang Xi dan satu lagi teman sekelas mereka.
Mereka bertiga maju ke depan memberikan lembar jawaban mereka. YAng Xi berbisik pada Er Tiao menanyakan jawabannya. Er Tiao mengatakan jawabannnya 1/24. YAng Xi terkejut karena ia menjawab 1/14. Teman mereka satu lagi mengatakan kalau jawabannya sama dengan Yang Xi, 1/14.
Er Tiao mendesah karena kayaknya dia salah. Dia sudah nggak semangat.

Kepala sekolah mengatakan jawaban mereka bertiga dan bertanya pada Er Tiao jawaban siapa yang benar. Er Tiao berfikir sambil melihat teman sekelas yang lain untuk mendapatkan petunjuk dan dari Hua Biao Er Tiao jadi tahu kalau jawabannya adalah jawaban yang benar. Er Tiao senang banged.
Kepala sekolah bertanya bagaimana Er Tiao mengerjakannya dan Er Tiao jujur banged, ia mengatakan ia menghafal semua langkah yang dijelaskan Li Yu dan Hua Biao, jadi dia cuma menulisnya apa yang ia hafal tanpa mencoba mengerti HAHAHAHHAHAHAHAHAHHAHA.
Kepala sekolah mengatakan Yang Xi dan temannya satunya salah di dua langkah terakhir, apakah mereka tahu salahnya dimana. Yang Xi mengatakan ia tahu dan akan memperbaikinya tapi kepala sekolah menyuruh mereka memperbaiki di rumah saja dan membawanya besok.

Dan yang ditunggu-tunggu oleh seluruh siswa pun tiba. Mereka semuanya sudah bersiap dengan tas ditangan, mereka menahan nafas. Saat kepala sekolah mengumumkan kelas berakhir, seluruh siswa langsung berteriak kegirangan, nggak peduli pada kepala sekolah yang masih mau mengatakan sesuatu, mereka mengambil tas dan menghilang dari dalam kelas HAHHAAHHAHAAHHA.
Seluruh siswa kelas 3-3 berlari keluar gedung sekolah, mereka menuju bus terakhir, menyanyi lagu Li Min dengan bahagia. Mereka semuanya akan pergi ke konser Li Min.
Semuanya bersemangat saat mereka berlari ke tempat konser tapi terkejut karena tidak ada orang, pagarnya tutup, sampah dimana-mana.

Mereka meminta satpam membuka pagar karena mereka punya tiket. Tapi Satpam mengatakan karena hujan deras, konser dihentikan. Sudah tidak ada siapapun di dalam dan meminta mereka untuk segera pergi.
Tapi mereka tidak percaya, mereka memohon ingin masuk, setidaknya ingin melihat wajah Li Min. Satpam meninggalkan mereka. Er Tiao merasa kalau satpam tidak bohong, lampu di arena konser juga sudah mati, sepertinya memang tidak ada siapa-siapa disana.
Dengan perasaan kecewa, para siswa meninggalkan tempat konser itu. Yang Xi yang masih disana sempat berteriak, Li Min, Aku mencintaimu!

"Aku gagal menghindari musim hujan, gagal melihat konser Li Min. Tapi jika kami bisa kembali ke masa lalu, kami akan tetap menaiki bus terakhir dan pergi ke konser Li Min. Sekali, dua kali, bahkan tiga kali. Kami ingin mengatakan pada Li Min bahwa malam ini kami ada disini. Karena itu adalah hal yang hanya akan kau lakukan saat kamu berusia 18 tahun."

Suatu hari yang cerah, pemilik salon memijamkan kaset Li Min pada Hua Biao. Ia akan merekam lagu dalam kaset itu dan menulis ulang liriknya di kertas. Ia melakukannya sambil senyam senyum sendiri. Sementara itu di sebuah toko kaset, Li Yu sedang memilih kaset Li Min, berbeda dari yang dipinjam Hua Biao.

Di rumah, Yang Xi mendapat dua hadiah dari Hua Biao dan Li Yu, kaset Li Min. Yang Xi menatap dua kaset itu dengan serius.
Ia berfikir cukup lama dan kemudian mengambil pemberian Li Yu, memasukkan ke dalam laci. Sementara pemberian Hua Biao, Yang Xi mengambilnya dan mendengarkannya dengan walkman miliknya. Yang Xi menikmati lagu Li Min sambil senyam senyum.

Yang Xi kemudian bangkit dan berteriak pada ibunya apakah mereka masih punya daging sapi. Lalu Yang Xi terlihat mengayuh sepedanya menuju rumah Hua Biao. Yang Xi bertemu nenek di depan rumah. Yang Xi membawakan Hua Biao dan nenek daging sapi yang dimasak oleh ibunya.
Nenek menyukai aromanya dan mengajak Yang Xi masuk untuk mengobrol karena Hua Biao sedang tidak ada di rumah.

Malam itu, He Mei sedang di kamar saat ibunya memintanya untuk keluar karena guru akan datang sebentar lagi. He Mei bingung. Ibu ternyata menyewa tutor untuk mengajari He Mei mulai dari malam ini. He Mei tidak bisa menolak, ia keluar dari kamar dan membuka pintu saat ada yang mengetuk. Seorang pria berkaca mata berdiri di hadapan He Mei dan He Mei terkejut karena ia mengenal wajah pria itu.
Itu adalah Hua Biao.

-To Be Continued-

Komentar:
Akhirnyaaaa bagaimana cara Hua Biao mendapatkan uang terungkap di ending episode 8 ini. Untunglah bukan hal yang buruk. Aku sudah menduga kalau dia ada pekerjaan sambilan, tapi aku pikir kerjaan apa gitu, nggak nyangka jadi tutor HAHHAHAHA. Iya juga sih, dia kan pinter, jadi harus dimanfaatkan.
Aku yakin Hua Biao punya uang lebih dari kerja sambilannya, tapi kenapa dia selalu menahan selera ya, nggak makan gitu, padahal untuk usia 18 tahun, makanan bergizi itu penting banged. Aku sedih banged karena melihat nenek sedih menyalahkan dirinya sendiri saat Hua Biao pingsan. Hua Biao kamu harus jaga kesehatan, jangan bikin nenek sedih.

Hua Biao ini baik banged sama Yang Xi, aku suka itu, tapi aku nggak mau dia terus berkorban demi Yang Xi kalau nanti Yang Xi ga sama Hua Biao HAHHAHAHHAHA. Rasanya sakit banged meskipun pastinya di ending mereka akan tertawa bahagia, tapi hati yang menonton ini yang nggak bisa move on HAHAHAHAHHA.
Drama ini makin lama makin mirip Reply 1988 and I hate that?!
Apaan itu saat mereka membicarakan siapa yang tercantik, kan jadi inget pas 4 sekawan mabuk, trus pake bilang Yang Xi juga cantik, Hua Biao udah kayak Jung Hwan aja menyangkal.
Trus mengenai kaset ya ampun, pas nonton aku beneran jadi inget sarung tangan Deok Sun di Reply 1988. Deok Sun kan bingung juga tuh milih make yang mana. Aku lupa pas itu dia akhirnya milih punya siapa, tapi saat Deok Sun nerima hadiah Jung Hwan, dia sempat make itu sarung tangan dan itu ekspresinya persis kayak Yang Xi yang milih kaset dari Hua Biao dan mendengarkan lagunya sambil senyam senyum.
Aku nggak tahu kenapa feeling aku nggak enak di episode 8 ini.

Aku memang sangat menghidari spoiler karena aku nggak mau mood nonton jadi berkurang. Tapi karena aku mengikuti akun weibo WWWWY ini demi video behind the scene, mereka sering upload cut scene jadi aku kadang penasaran dan nonton. Drama ini baru tamat pada 20 desember lalu dan aaku seidkit sudah mengecek endingnya HAHAHAHAHA. Rencana sih mau siap-siap perasaan kalau kalau patah hati lagi, tapi sepertinya sih nggak mengecewakan endingnya XD XD
Oia aku baru tau kalau di weibo Cheng Cheng dan Li Yu populer banged wkwkwkkwkwk

Share:

3 comments:

  1. Kak, makasih banget uda rekomendasiin drama ini 😍😆, awalnya ragu mau nonton ini apa gak, akhirnya nyoba 1 ep, eh keterusan. tiap episodenya pasti bawa pesan yg maknanya dalem banget 😭 uda nonton sampe ep 20, dan makin lama makin sayaang banget sama drama ini, sama karakter-karakternya juga. Semogaa happy endiing 🙏

    ReplyDelete

Translate

Follow by Email

NOTE:

DILARANG RE-UPLOAD / COPY PASTE TULISAN DI BLOG INI!

JIKA INGIN SHARE, CUKUP LINK KE POSTINGANNYA SAJA, BUKAN ISINYA!


SUPPORT US

Follow Clover Blossoms on Twitter

[Trivia] Japanese Movie Recommendations List

Karena ada banyak yang menanyakan rekomendasi untuk J-Movie, jadi aku memutuskan untuk membuat list rekomendasi Japanese Movi...

Recent Posts

Recent Posts Widget

Popular Posts This Week

Actor / Actress

Airi Matsui Ando Sakura Anna Ishii Aoi Miyazaki Aoi Morikawa Aoi Wakana Aoi Yu Aom Sushar Araki Yuko Bebe Tanchanok Chen Duling Chiba Yudai Chinen Yuri Choi Ara Dai Lu Wa Daiki Shigeoka Dori Sakurada Eikura Nana Eita Elaiza Ikeda Fukushi Sota Fuma Kikuchi Fumi Nikaido Furuhata Seika Gao Zhi Ting Go Kyung Pyo Gong Yoo Gou Ayano Hamano Kenta Han Seung Yeon Han Yeri Hana Sugisaki Haru Kuroki Haruka Fukuhara Haruma Miura Haruna Kawaguchi Hasegawa Hiroki Hashimoto Ai Hashimoto Kanna Hayami Akari Hayato Isomura Hikari Mitsushima Hirano Sho Hiroki Narimiya Hirose Alice Hirose Suzu Honoka Yahagi Horii Arata Hou Ming Hao Hu Yi Tian Hwang Jung Eum Hyeri Igawa Haruka Imada Mio Inoue Mao Ishihara Satomi Jang Se Hyun Ji Soo Ji Woo Joo Won Jun Shison Jung So Min Kaku Kento Kamiki Ryunosuke Kaname Jun Kanichiro Kasumi Arimura kawakami juria Kei Tanaka Kengo Kora Kentaro Kento Hayashi Kento Nagayama Kim Go Eun Kim Ji Won Kim Min Suk Kim So Hyun Kim Soo Hyun Kim Tae Ri Kim Woo Bin Kim Yoo Bin Kim Yoo Jung Kim Yoo Mi Kinami Haruka Kitamura Takumi Kiyohara Kaya Kiyohara Sho Komatsu Nana Koseki Yuta Kou Shibasaki Kubota Sayu Kudo Asuka L Lee Bo Young Lee Chung Ah Lee Dong Hwi Lee Dong Wook Lee Gi Kwang Lee Jong Suk Lee Joon Lee Soo Hyuk Lee Yoo Jin Li Lan Di Mackenyu Mahiro Takasugi Maika Yamamoto Maki Horikita Mamiya Shotaro Marie Itoyo Masahiro Higashide Masaki Okada Masaki Suda Masataka Kubota Matsumoto Jun Mayu Matsuoka Mei Nagano Mikako Tabe Mike D angelo Min Do Hee Minami Hamabe Mio Yuki Mirai Moriyama Mirai Shida mirai suzuki Mitsuki Takahata Mitsushima Shinnosuke Miwa Miyu Yoshimoto Mizuki Yamamoto Moe Arai Mone Kamishiraishi Mugi Kadowaki Nadine Lustre Nagasawa Masami Nakajima Kento Nakamura Tomoya Nao Nao Matsushita Nijiro Murakami Nounen Rena Osamu Mukai Otani Ryohei Park Bo Gum Park Eun Bin Park Hae Jin Park Seo Joon Park Shin Hye Pattie Ungsumalynn Phan Pagniez Reina Visa Rena Matsui Riho Yoshioka Rina Kawaei Ryo Ryusei Ryo Yoshizawa Ryoma Takeuchi Ryota Katayose Ryu Hwa Young Ryu Jun Yeol Sagara Itsuki Sairi Itoh Saito Takumi Sakaguchi Kentaro Sakuma Yui Sakurako Ohara Sato Kanta Satoshi Tsumabuki Seino Nana Seo Hyun Jin Seto Koji Shen Yue Shim Eun Kyung Shimon Okura Shin Hyun Soo Shirota Yuu Shohei Miura Shono Hayama Shuhei Nomura Shunya Shiraishi sometani shota Son Seung Won Song Ha Yoon Suga Kenta Sun Woong Suzuki Ryohei Suzy Taiga Taishi Nakagawa Takahashi Issei Takanori Iwata Takayuki Yamada Takeru Sato Takuya Kusakawa Tamaki Hiroshi Tao Phiangphor Tasuku Emoto Tomoshita Yamashita Tori Matsuzaka Toyokawa Etsushi Tsubasa Honda Tsuchiya Tao Ueno Juri Wan Peng Yamazaki Kento Yamoto Yuma Yo Oizumi Yoo In Na Yoo Seung Ho Yook Sung Jae Yoon Park Yoon So Hee Yoshine Kyoko Yosuke Sugino Yu Aoi yua shinkawa Yui Aragaki Yuina Kuroshima Yuki Furukawa Yuki Izumisawa Yuki Yamada Yukino Kishii Yuko Oshima Yuna Taira Yuriko Yoshitaka Yuta Hiraoka Yuya Matsushita Yuya Yagira Zhang Yao

Drama / Movie

3A 99.9 A Love So Beautiful A Story of Yonosuke Age of Youth 2 Always Sunset on Third Street amachan Anikoma Anohana Anone Ao Haru Ride Arbitratily Fond Asa ga Kita Ashi Girl At Cafe 6 Beppin-San Biscuit Teacher and Star Candy Bittersweet Boku Dake ga Inai Machi Boku no Ita Jikan Boukyaku no Sachiko Bubblegum Cafe Waiting Love Carnation Chia Dan Chihayafuru Chugakusei Nikki Churasan Crybaby Pierrot's Wedding Crying Out Love in the Center of the World Daily Lives of High School Boys Dating DNA Departures Eulachacha Waikiki Evergreen Love Father is Strange Fight Fleet of Time Forever Young Frankenstein no Koi From Five to Nine Gakko no Kaidan Gegege no Nyobo Gochisousan God Gift Good Morning Call Good Morning Call 2 Goon Ju Hana and Alice Hana Nochi Hare Hanako to Anne Hanbun Aoi Haruchika Hirunaka no Ryuusei Hirune Hime Hiyokko Honey and Clover Hot Road Hyouka I Love You in Tokyo I Want to Eat Your Pancreas If We Were A Season Itakiss LIT Itakiss LIT S2 Itakiss Movie Kahogo no Kahoko Kakegurui Kaze no Haruka Keiji Yugami Kidnap Tour Kiki Delivery Service Kimi no Na Wa Kingyo Club Kiss Me Thailand Koe no Katachi Koinaka Kuragehime Linda Linda Linda Little Forest Love Letter Lucky Romance Ma Boy Man From The Stars Manpuku March Comes in Like a Lion Mare Massan May Who? Meteor Garden 2018 Moriyamachu Driving School My Huckleberry Friends My Husband Can Not Work My Little Sweet Pea My Old Classmate Nagi no Asukara Narratage Natsuzora Nodame Cantabile Oboreru Knife Ohisama Omotesando On The Wings of Love One Million Yen Girl One Week Friends Operation Love Orange Orange Days Ore Monogatari Our Little Sister Our Times Peach Girl Pinocchio Princess Hours Thailand Rage Rainbow Song ReLIFE Reply 1988 Romance Full of Life Sannin No Papa she was pretty Shigatsu wa Kimi no Uso Sing Salmon Sing Solanin Sound of Your Heart Splish Splash Love Ssam My Way Strobe Edge Sukina Hito ga Iru Koto Teiichi no Kuni Tenno no Ryoriban The 100th Love The Anthem of the Heart The Best Hit The Great Passage The Left Ear The Woodsman and The Rain The World of Us Today's Kira-kun Todome no Kiss Toki wo Kakeru Shojo Tokyo Tarareba Girls Tomorrow Cantabile Tonari no Kaibutsu-kun Toto Nee Chan Twenty Years Old Twilight Saya in Sasara Uchiage Hanabi Under the Hawthorn Tree Unnatural Wakamonotachi Warotenka We All Cry Differently What A Wonderful Family When We Were Young While You Were Sleeping Wise Prison Life Wood Job Yellow Elephant Yesterday Once More Your Lie in April Youth Over Flowers

Blog Archive

Recent Comments

Random Posts