Monday, 3 December 2018

[Sinopsis] When We Were Young Episode 4

Aku pikir rasa iri Li Yu pada Hua Biao akan bertahan lama tapi ternyata selesai di episode 4 ini. Aku suka bagaimana ia tidak menyukai Hua Biao bukan hanya karena Hua Biao makin dekat dengan Yang Xi, juga karena kenyataan bahwa Hua Biao lebih pintar darinya dan mengambil posisi pertama darinya (aku punya pengalaman seperti itu dan aku tahu bagaimana rasanya huhuhuhu).
Hua Biao dan Yang Xi makin lama makin dekat, manis banged, tapi aku kasihan juga sama Li Yu. Kemarin aku bilang aku nggak kasihan kan ya HAHAHAHAH, tapi ternyata sedih juga ya jadi Li Yu. Aku berusana nggak membandingkan drama ini dengan Reply 1988, tapi selalu kebayang karena karakternya mirip T_T
Oia, ini bukan remake Reply 1988 ya HAHHAHAHAHAHA

Sinopsis When We Were Young Episode 4

Kaki Yang Xi yang terluka sudah sembuh, ia sudah bisa berjalan dengan lancar. Pagi itu Yang Xi sangat excited karena ia akan berangkat ke sekolah untuk pertama kalinya dengan sepedanya sendiri. Tapi ibu tidak memperbolehkan Yang Xi mengendarai sepeda sendirian karena Yang Xi masih dalam masa pemulihan meski kakinya tidak sakit lagi. Yang Xi kesal karena ibunya tidak mau memberinya kunci.
Yang Xi kemudian mendekati ayahnya dan merayu sang ayah. Ia tahu kunci sepeda ada di saku ayahnya dan diam-diam mengambilnya. Ayah tentu saja tahu dan membiarkannya asal Yang Xi menjaga rahasia dari ibu. Tapi begitu Yang Xi mendapat kunci sepedanya, ia memamerkan pada ibu dan langsung berlari keluar. Ibu yang melihat hal itu memarahi ayah karena memberikan kunci pada Yang Xi tapi ayah mengatakan ia tak memberikannya, Yang Xi yang mengambilnya sendiri wkwkkwkwkw.
Terjadi pertengkaran suami istri pagi itu gara-gara sepeda. Li Yu yang ikut sarapan bersama mereka hanya diam menatap ayah dan ibu Yang Xi yang bertengkar, tapi karena sepertinya pertengkaran akan semakin menjadi-jadi, Li Yu memutuskan kabur dari sana HHAHAHAAHHA.

Tiba di sekolah Er Tiao mengajak He Mei, Yang Xi dan Li Yu nongkrong gitu sepulang sekolah. Li Yu dan Yang Xi membicarakan mengenai Yang Xi yang bisa kembali ke klub lari setengah bulan, tapi Yang Xi tidak bersemangat karena dalam setengah bulan itu kompetisi sudah selesai. Tentu saja ia tidak mau latihan kalau nggak ikut kompetisi.
Saat itu mereka melewati lapangan olah raga dan ada seorang junior dari klub lari berhenti dan mengajak Yang Xi untuk bicara.

Saat jam pelajaran sendiri, para siswa dibiarkan belajar dengan bebas. Yang Xi tidak tertarik belajar dan sibuk membaca novel, begitu juga dengan Hua Biao dan Er Tiao. Bahkan wali kelas yang harusnya mengawasi mereka malah terlarut dalam novel yang ia baca di atas buku pelajaran HAHAHAHAAHHA.
Hua Biao sekarang kalau memanggil Yang Xi selalu dengan panggilan Yang Da Ben dan ia sering mengganggu Yang Xi. Ia sering mengajak Yang Xi bercanda dan kalau Li Yu melihatnya Li Yu pasti terdiam gitu. Saat kelas mulai ribut karena candaan Hua Biao pada Yang Xi, wali kelas mulai mengingatkan mereka untuk kembali belajar tapi Yang Xi dan Hua Biao terlarut dalam dunia mereka sendiri.
Li Yu menghela nafas dan datang ke meja wali kelas, wali kelas sampai shock dan panik karena takut ketahuan ia sedang membaca novel HAHAHAHAHHAHA.

Li Yu ingin bicara pada wali kelas. Jadi ceritanya untuk membantu belajar para siswa kelas 3-3, wali kelas membagi mereka menjadi dua kelompok, kelompok Hua Biao yang fokus pada pelajaran sains dan kelompik Li Yu yang sepertinya fokus pada IPS gitu. Yang Xi masuk ke kelompok Hua Biao, dan Li Yu ingin meminta guru membiarkan ia untuk mengajari Yang Xi. Karena ia dan Yang Xi berteman sejak kecil, rumah mereka juga berdekatan, ayahnya dan ibu Yang Xi bekerja ditempat yang sama.
Wali kelas bingung, karena dalam pelajaran Geografi, Yang Xi ada di kelompok Li Yu, tapi maksud Li Yu adalah ia ingin mengajarkan Yang Xi semua pelajaran gitu. Wali Kelas sepertinya mulai mengerti alasan kenapa Li Yu meminta hal seperti itu, tapi ia sudah membuat kelompok belajar ini dengan harapan rata-rata nilai kelas 3-3 naik. Ia mengatakan kalau Hua Biao bagus dalam pelajaran Sains, apalagi dia adalah pindahan dari sekolah ternama di daerah mereka, ia yakin Hua Biao bisa membuat nilai Yang Xi meningkat.
wali kelas menolak permintaan Li Yu dan Li Yu tak bisa berbuat apa-apa.

Di kelas, Hua Biao mulai serius mengajarkan Yang Xi mengenai pelajaran gaya. Kayaknya sih tentang gaya gaya seimbang dan gaya interaksi (udah lupa ya ampun, pelajaran SMA). Yang Xi tidak bisa membedakan antara gaya seimbang dan gaya interaksi. Bahkan setelah Hua Biao memberikan contoh langsung, Yang Xi nggak bisa membedakan dan membuat Hua Biao gemas sendiri.
Mereka bahkan sampai bertengkar hebat di kelas gara-gara Hua Biao mencontohkan dengan memukul Yang Xi. Hua Biao kemudian membawa Yang Xi menemui para preman waktu itu untuk memperlihatkan contoh nyata.
Jadi, Hua Biao meminta A memukul B, kemudian A dan C memukul B dan seterusnya. Intinya kasihan si B dipukul terus, beneran dipukul gitu dan yang lain malah menikmatinya tapi Yang Xi tetap nggak ngerti. Si B sampai nangis kenapa Yang Xi nggak ngerti juga padahal dia yang ngak belajar aja mengerti. Ia mencontohkan dengan bola bilyar dan Yang Xi baru mengerti, ia menyalahkan Hua Biao yang harusnya sejak awal mencontohkan dengan bola bilyar saja HAHAHHAAAHHAAH. Kasihan si B.

Yang Xi mengatakan Hua Biao tidak perlu mengajarinya dengan keras, karena ia sudah tidak membutuhkan 10 poin tambahan dari nilai. Hua Biao bingung.
Yang Xi mengatakan tadi junior dari klub lari mengatakan padanya kalau kompetisi lari ditunda dan Yang Xi bisa mengikuti kompetisi itu. Yang Xi tentu saja sangat senang, harapan untuk masuk universitasnya terbuka lagi. Yang Xi mengatakan pada Hua Biao kalau kakinya sudah hampir sembuh dan ia akan ikut kompetisi, ia yakin dia akan memenangkannya.
Hua Biao senang mendengar hal itu. Yang Xi juga bahagia dan ia kasihan pada preman yang dipukul, ia kemudian mentraktir mereka makan sesuatu.

Li Yu pulang sekolah dan Cheng Cheng mengikutinya. Cheng Cheng bertanya apakah ia boleh menelpon Li Yu malam ini untuk bertanya mengenai pelajaran, tapi Li Yu menolak, ia ingin mengerjakan PR dan mengatakan akan mengajarkan Cheng Cheng besok di sekolah.
Tapi Cheng Cheng masih berusaha agar ia bisa menelpon Li Yu dengan alasan ia mungkin tak bisa mengerjakan PR mereka dan Li Yu mengatakan ia akan mengajarkan Cheng Cheng besok pagi-pagi sekali.
Cheng Cheng menghentikan Li Yu dan bertanya, bukankah selama ini kau mengetahuinya (perasaanku)? Itu sebabnya Li Yu berusaha menjaga jarak dari Cheng Cheng.
Li Yu mengatakan kalau ia tidak tahu, tapi Cheng Cheng yakin Li Yu tahu. Li Yu mengatakan kalau ia tidak tahu berkali-kali dan Cheng Cheng membalas kalau Li Yu tahu. (they are so cute).
Cheng Cheng mengatakan kalau Li Yu tahu ia menyukai Li Yu dan akhirnya Li Yu mengaku kalau ia tahu. Cheng Cheng tersenyum dan Li Yu mengalihkan pandangannya, ia menyuruh Cheng Cheng pulang karena sudah sangat larut.
Cheng Cheng masih sangat senang karena LI Yu tahu, kemudian ia mengatakannya lagi, apa kau tahu ini? Aku akan membiarkanmu tahu kalau aku menyukaimu. Li Yu tidak mengatakan apapun dan meninggalkan Cheng Cheng. Cheng Cheng hanya senyam senyum melihat Li Yu. Awwwwww. I swear they are so cute HAHHHHAHA.

Li Yu menemui Yang Xi yang sedang berkumpul bersama Hua Biao dan para preman. Yang Xi mengajaknya Li Yu bergabung, tapi LI Yu mengatakan mereka harus pulang karena sudah larut. Hua Biao memberikan sebotol limun pada Li Yu, tapi Li Yu tidak menerimanya. Yang Xi melihat ekspresi Li Yu dan memutuskan untuk pulang saja. Yang Xi kemudian permisi pada semuanya dan aku baru nyadar kalau Yang Xi sekarang memanggil Hua Biao dengan Sang Biao HAHAAHAAH.
Saat sampai di rumah mereka, Li Yu meminta Yang Xi singgah ke rumahnya untuk membantunya menuliskan surat untuk ibunya. Yang Xi mengeluh karena Li Yu selalu melakukan itu, Li Yu selalu meminta Yang Xi menuliskan surat untuk ibunya karena tulisan tangan Yang Xi lebih bagus darinya. Yang Xi mengeluh kenapa tulisan tangan Li Yu sangat jelek padahal semua hal dari Li Yu selalu lebih baik darinya lol.

Yang Xi masuk ke kamar Li Yu dan mulai menulis, Li Yu yang mendiktekan apa yang harus ditulis oleh Yang Xi. Li Yu ingin menceritakan pada ibunya kalau hari ini Yang Xi memperlajari perbedaan gaya dan Yang Xi langsung menatap Li Yu sambil meminta Li Yu untuk tidak membahas itu dalam suratnya. Li Yu mengatakan kalau ini hal menarik untuk di ceritakan karena Yang Xi pasti akan lupa saat tidur nanti. Yang Xi kesal dan menyikut Li Yu.
Yang Xi kesal dan akan meninggalkan kamar Li Yu tapi Li Yu menahannya, ia mengakui kesalahannya.

Yang Xi mulai menulis lagi dan kemudian Li Yu penasaran kenapa Yang Xi memanggil Hua Biao dengan Sang Biao. Yang Xi mengatakan Hua Biao selalu memanggilnya dengan Yang Da Ben dan sekarang seluruh teman sekelas memanggilnya dengan nama itu, jadi ia ingin balas dendam dengan membuatkan nama panggilan juga untuk Hua Biao dan ia memanggil Hua Biao dengan Sang Biao. Tapi Yang Xi sebenarnya nggak puas, bukannya kesal Hua Biao malah menyukai nama panggilan itu HAHAHAHAHAHAHAHA. Hua Biao banged sih.
YAng Xi bertanya-tanya apa sebenarnya yang ada dikepala Hua Biao. Li Yu terdiam mendengarkan Yang Xi dan Yang Xi bingung karena LI Yu terus menatapnya tanpa mengatakan apapun. Li Yu kemudian mengatakan kalau yang ada masalah di kepala iu adalah YAng Xi, kenapa Yang Xi mau bermain dengan Hua Biao. Yang Xi tersenyum mengejek Li Yu dan bertanya apakah Li Yu kepikiran karena ia berteman baik dengan Hua Biao?
Li Yu mengalihkan pandangannya dan mengatakan kalau itu bukan urusannya dan ia masih tidak bisa berteman dengan Hua Biao. Yang Xi hanya tersenyum mengejek dan mulai menulis kalau Li Yu bingung apakah ia harus mulai berteman dengan ketua kelas yang baru. Li Yu menghentikan Yang Xi dan Yang Xi melarikan diri bersama kertas surat.
Mereka berdua rebutan kertas surat dan tak sengaja terjatuh ke tempat tidur wkkkwkkwkwk. Keduanya sempat pandang-pandangan bentar banged tapi Yang Xi langsung menunjukkan wajah aneh dan mendorong Li Yu lalu kabur ke pintu, ia dengan wajah serius mengatakan pada Li Yu kalau kompetisi lari ditunda dan ia akan ikut berpartisipasi.
Yang Xi menari-nari bahagia dan memberikan kertas surat pada Li Yu dengan lucu kemudian meninggalkan rumah Li Yu.

Dan... sebuah rahasia terungkap kalau selama ini ternyata Li Yu meminta Yang Xi menulis surat untuk ibunya itu hanya alasan saja, ia tidak pernah mengirimkan surat-surat yang ditulis Li Yu pada ibunya. Li Yu menulis suratnya sendiri dan dalam suratnya kali ini Li Yu menceritakan pada ibunya kalau Yang Xi akan ikut kompetisi lari dan sangat bahagia akan hal itu. Ia juga mengatakan pada ibunya, berkat Yang Xi, kemampuan memasaknya mengalami peningkatan, bagaimana Yang Xi mengerti perbedaan gaya seimbang dan interaksi gaya, tapi ia akan lupa keesokan harinya.
Li Yu mengatakan pada ibunya ia sebenarnya nggak enak selalu meminta Yang Xi menulis surat untuk ibu padahal ia tak pernah mengirimkannya. Tapi itu karena ia ingin Yang Xi selalu ada disampingnya, ia tak tahu apa yang harus ia lakukan.
Awwwwwwww. Gawat nih, pesona Li Yu HAHAHAAHAHA. Seandainya penulis R88 memperlihatkan sisi Taek yang seperti ini kan aku nggak terlalu sakit hati banged HAHAHHHAHAHAH.

1/2 bulan kemudian, Yang Xi kembali ke tim lari. Ia latihan setiap hari. Tapi karena sudah lama tidak berlari, stamina Yang Xi menurun, ia yang biasanya bisa keliling lapangan berkali-kali tanpa lelah, kali ini ia sudah ngos-ngosan padahal baru beberapa putaran.
Hua Biao ada di lapangan basket dan melihat Yang Xi berlari. Saat Yang Xi berhenti karena kelelahan, Hua Biao meminta Yang Xi fokus pada bola basket di tangannya dan mengikuti bola itu.
Yang Xi kemudian mulai berlari lagi dan Hua Biao berlari di lapangan basket mengikutinya. Yang Xi mengikuti bola basket Hua Biao dan keduanya berlari bersama-sama di lapangan.
Yang Xi tidak menyadari wajah lelahnya perlahan berganti dengan senyuman karena Hua Biao berlari bersamanya.
Li Yu melihat hal itu dan menatap keduanya dari pinggir lapangan lari. Hua Biao melihatnya dan mengajaknya bergabung, tapi Li Yu diam saja.

Guru mengumumkan kalau mereka akan ada ujian Fisika dalam waktu dekat dan meminta para siswa fokus pada pelajaran Fisika yang diajarkan Hua Biao saat jam belajar sendiri dan melupakan pelajaran lain untuk sementara waktu.
Yang Xi nggak semangat karena Fisika termasuk kelmahannya. Ia kemudian bicara serius pada ketua kelas apakah mereka harus duduk acak saat ujian nanti dan Hua Biao mengatakan mereka tidak akan melakukan itu. Yang Xi lega mendengarnya, karena kalau tempat duduk tidak pindah, ia akan ada di samping Hua Biao yang pintar Fisika dan ada Li Yu juga di samping kanannya HAHAHAHAHA. Intinya sih, Yang Xi mengharapkan contekan.
Hua Biao tertawa mendengar itu dan bertanya apakah Yang Xi ingin mencontek jawabannya. Yang Xi kesal karena Hua Biao terlalu percaya diri, ia tidak bilang akan mencontek jawaban Hua Biao, ia membuat alasan kalau pindah tempat duduk ia jadi nervous, makanya ia khawatir lol.
Yang Xi mengingatkan kalau ia tidak butuh skor tambahan karena ia akan memenangkan kompetisi lari, jadi nilai ujian tak akan berpengaruh padanya, tapi ia harus tetap mendapatkan nilai yang bisa memuaskan ibunya HAHAHHAHAHA.
Meski Yang Xi membantah, ia sebenarnya sangat mengharapkan contekan Hua Biao dan Hua Biao bertanya apa yang akan Yang Xi lakukan jika ia membiarkan Yang Xi mencontek jawabannya. Yang Xi hanya senyam senyum karena artinya Hua Biao memperbolehkannya mencontek.

Yang Xi melakukan segala sesuatu untuk melayani Hua Biao agar diperbolehkan mencontek saat ujian. Ia membawakan Hua Biao air hangat tapi malah menjatuhkan ke baju Hua Biao LOL. Ia bahkan memompa sepeda untuk Hua Biao tapi Hua Biao cuek padanya. Saat Hua Biao pulang, Yang Xi bahkan menawarkan diri mengantar Hua Biao pulang, karena ia akan sekalian latihan lari wkkkwkwkwkw.

Li Yu menemui Wali kelas untuk meminta wali kelas membiarkannya mengikuti kompetisi Fisika. Tapi wali kelas tidak mengizinkan karena masih banyak kompetisi yang bisa diikuti Li Yu, termasuk kompetisi bahasa Inggris, Li Yu jago bahasa Inggris. Li Yu mengatakan ia belum pernah ikut kompetisi Fisika di kota dan ia ingin mencoba kemampuannya.
Wali kelas menjelaskan kalau di kompetisi Fisika ini setidaknya Li Yu harus berada di posisi Top 3  sebanyak 3 kali agar bisa mendapatkan rekomendasi masuk ke universitas terkenal. Li Yu tetap memaksa, meski ia tidak menang ia masih bisa masuk ke universitas terkenal, ia hanya ingin membuktikan dirinya melalui kompetisi ini.
Sebenarnya alasan utama LI Yu ingin ikut kompetisi Fisika adalah karena Hua Biao adalah salah satu perwakilan sekolah mereka. Ia ingin mengalahkan Hua Biao atau membuktikan kalau ia tidak kalah pada Hua Biao.
Hua Biao saat itu juga ada di ruang guru karena ia harus belajar khusus untuk kompetisi, ia mendengar permintaan Li Yu dan meminta wali kelas mengikutsertakan Li Yu karena semakin banyak siswa SMA mereka yang ikut, semakin besar kesempatan untuk mendapatkan posisi TOP 3.
Wali kelas akhirnya menyerah dan memberikan formulir pendaftaran pada Li Yu.

Dan dumulai-lah malam-malam Li Yu yang dihabiskan dengan belajar dan belajar. Li Yu sangat rajin.
Sementara Hua Biao gue banged, ia menghabiskan waktu dengan membaca manga dan ketawa-ketawa di kamarnya. Ia tidak begitu kepikiran dengan ujian.
Saat Li Yu belajar tiap malam, Hua Biao baru membuka buku di malam terakhir sebelum kompetisi. Itupun dia nggak belajar, hanya membuka soal-soal dan mencoba menyelesaikannya diluar kepala. Cuma sebentar, kemudian ia langsung tidur HAHAHAHHAHA. CAN RELATE!!!!
(BTW adegan ini aku nggak yakin apakah dilakukan berhari-hari atau cuma semalam aja, aku sengaja membuatnya beberapa malam karena kalau semalam aja kok rasanya tergesa2 banged LI Yu minta ikut kompetisi padahal besoknya udah acara lol.)

Hari kompetisi Fisika. Banyak siswa yang mengikuti kompetisi itu.
Li Yu tampak tidak tenang mengerjakan karena dia selalu melihat ke arah Hua Biao, Li Yu tidak peduli pada kompetisi, yang penting ia nggak mau kalah pada Hua Biao.
Hua Biao sendiri mengerjakan soal-soal itu kayak main-main gitu, dia nggak terlalu serius dan nggak terlalu banyak berfikir. Ia juga menjadi siswa pertama yang mengumpulkan jawabannya. Sementara itu Li Yu menjadi siswa terakhir yang mengumpulkan jawaban.
Saat Li Yu akan pulang, Hua Biao menunggu Li Yu di lapangan dan mengajaknya main basket. Li Yu saat itu bertanya pada Hua Biao jawaban 2 soal terakhir, apakah lebih kecil dari 25 meter. Hua Biao berfikir dan ia tidak mengatakan apapun, tapi Li Yu sudah mengerti arti tatapan itu dan meninggalkan Hua Biao. Awww T_T

Hua Biao berhasil mendapatkan beasiswa dari kompetisi Fisika itu karena ia memenangkan hadiah pertama. Seluruh siswa kelas 3-3 bertepuk tangan untuknya.
Li Yu hanya terdiam menatap Hua Biao dan Yang Xi kemudian memperhatikan ekspresi Li Yu.
Para siswa sibuk dengan Hua Biao dan meminta Hua Biao mengatakan sepatah dua patah kata, sementara Yang Xi mendekati Li Yu. He Mei yang melihatnya berbisik pada temannya dari hal ini mereka bisa melihat bagaimana dekatnya hubungan Yang Xi dan Li Yu.
Yang Xi mencoba menghibur Li Yu dan mengatakan kalau itu bukan masalah besar, karena Li Yu masih punya kompetisi bahasa Inggris, li Yu tak bisa dibandingkan dengan siapapun dalam hal bahasa Inggris.
Karena Li Yu masih murung, Yang Xi berusaha membuatnya tertawa dengan memainkan jarinya diwajah Li Yu dan memintanya tertawa. Li Yu akhirnya tersenyum. Awwww.

Wali kelas masuk ke kelas dan memperlihatkan jawaban sempurna dari kompetisi Fisika yang diikuti oleh Hua Biao. Ia juga mengumumkan Hua Biao mendapatkan hadiah untuk belajar di Hong Kong selama seminggu karena sudah masuk dalam Top 3 kompetisi. Sepertinya itu hal yang membahagiakan dan Hua Biao sangat senang. Yang Xi kesal mendengarnya karena ia juga mau ke Hongkong lol. Er Tiao sibuk meminta teman sekelas menuliskan list apa yang harus dibawa pulang oleh Hua Biao nanti alias oleh-oleh wkwkkwkwkkwkw.

Saat kelas sepi, Li Yu menatap jawaban Hua Biao yang ditempel di papan pengumuman dan ia terdiam. Li Yu kemudian menemui Hua Biao di lapangan basket dan mengatakan kalau ia kagum pada Hua Biao. Li Yu dengan tulis mengucapkan selamat pada Hua Biao. Li Yu mengulurkan tangannya untuk pertama kalinya pada Hua Biao dan Hua Biao menyambutnya.
Li Yu bernarasi, 'Momen ini, aku kehilangan posisi nomor satuku di kelas tapi aku memperoleh sebuah pertemanan yang berharga'.

Ujian Fisika untuk kelas 3-3. Wali kelas membuat pengumuman yang mengejutkan kalau Hua Biao yang memperoleh nilai sempurna saat kompetisi Fisika tidak akan ikut serta dalam ujian kali ini. Hua Biao membuat V dengan tangannya, tentu saja ke arah Yang Xi yang mengharapkan contekan HAHAHAAAH. Meski Hua Biao tidak ikut ujian, tapi ia menawarkan diri membantu wali kelas menjadi pengawas ujian. Yang Xi punya harapan besar, karena ia harap Hua Biao tidak akan terlalu kejam padanya dan membiarkannya mencontek.
Sebelum soal dibagikan, Hua Biao berjalan mendekati Yang Xi dan pura-pura memperbaiki tali sepatunya dekat Yang Xi dan berbisik kalau pada tes ini ia akan mengawasi Yang Xi. Yang Xi tentu saja kesal mendengar hal itu apalagi saat Hua Biao mengatakan ini adalah hal paling membahagiakan dalam hidupnya LOL.

Saat ujian berlangsung, Yang Xi tidak bisa berkonsentrasi karena ia tidak tahu jawabannya. Harapan satu-satunya adalah melihat jawaban Li Yu. Li Yu tidak pernah menutup jawabannya untuk Yang Xi, jadi ia membiarkan Yang Xi mencontek, hanya saja Hua Biao selalu lewat di dekat Yang Xi dan Li Yu, jadi Yang Xi kesulitan melihat jawaban Li Yu HAHAHAHAHHAHA.
Hua Biao memang sengaja, dia terus berdiri di samping Yang Xi, berjalan bolak balik disana. Yang Xi sangat sangat kesal. Yang Xi mendapatkan nilai 25 dalam ujian Fisikanya. Yang Xi bergumam apakah semester ini dia bisa pulang atau tidak, karena ibunya pasti akan membunuhnya.
He Mei juga khawatir karena nilai Yang Xi kali ini lebih rendah dari ujian sebelumnya. Yang Xi mengatakan saat ujian, Hua Biao berjalan disampingnya sepanjang waktu, bagaimana mungkin dia bisa mendapatkan nilai yang bagus.
Hua Biao sudah libur sekolah sejak hari ini karena harus mempersiapkan diri untuk berangkat ke Hongkong. Yang Xi yang kesal pada Hua Biao memikirkan bagaimana caranya membalas Hua Biao.

Hua Biao sedang mempersiapkan barang bawaannya saat nenek masuk ke kamar. Nenek diam-diam memasukkan uang ke tas Hua Biao tapi Hua Biao melihatnya dan mengembalikan pada nenek. Hua Biao mengatakan kalau makan dan penginapan ditanggung oleh pihak sana, jadi ia tak perlu uang. Meski begitu nenek yakin Hua Biao pasti akan butuh uang disana. Hua Biao kemudian mengeluarkan tabungannya dan memperlihatkan pada nenek kalau ia punya simpanan. Itu hanya uang receh dan Hua Biao mengatakan ia tak butuh uang banyak disana. Nenek akhirnya mengerti dan mengatakan ia akan pergi keluar dan meminta Hua Biao melihat kacang hijau yang sedang ia panaskan di kompor. Hua Biao mengerti.
Setelah nenek pergi, Hua Biao mengambil kembali tabungannya dan menyimpannya ke bawah bantalnya, ia tidak membawa uang itu.
Telpon berbunyi tak lama kemudian, Hua Biao mengangkat telpon dan di seberang, terdengar suara He Mei yang sedang ketakutan, ia mengatakan kalau ia dan Yang Xi ada di gang Nang Liang dan dirampok oleh Wang Lao Wu, Wang Lao Wu ada dendam pada Hua Biao karena ia ditangkap polisi karena ulang Hua Biao dan Hua Biao juga melakukan sesuatu pada adiknya. Si Wang Lao Wu ini sekarang menawan Yang Xi, jika Hua Biao tidak datang Yang Xi daam bahaya.
Kemudian seorang pria mengambil telpon dan He Mei dan dengan nada mengancam ia meminta Hua Biao datang sendirian, tanpa membawa apapun dan harus datang hanya menggunakan baju dalam dan boxer HAHAHAHAHAHHA. Sebenarnya dari kata-kata itu aja aku udah nebak kalau ini ulah Yang Xi.

Dan bener aja, ternyata YAng Xi yang merencanakan semua itu, ia meminta tolong pemilik toko untuk pura-pura jadi Wang Lao Wu. He Mei sebenarnya sangat khawatir karena mereka keterlaluan pada Hua Biao. Yang Xi nggak peduli, karena ia kesal Hua Biao sudah membodohinya, ia hanya ingin menggoda Hua Biao.
Hua Biao benar-benar percaya akan hal itu dan dengan panik ia berlari menuju gang yang dimaksud, hanya menggunakan baju dalam dan boxer wkwkkwwkkw. Ia datang sambil berteriak agar mereka menyerahkan Yang Xi. Yang Xi dan He Mei bersembunyi di balik dinding dan begitu Hua Biao datang, mereka keluar dari persembunyian dan tertawa.
Saat Hua Biao melihat ke arah Yang Xi, Hua Biao lega dan tertawa pada Yang Xi, ia memuji Yang Xi kali ini Yang Xi hebat dengan kebohongannya.
Tiba-tiba ada suara ledakan dari jauh dan mereka penasaran rumah siapa yang meledak. Tapi penasaran cuma sebentar saja karena Hua Biao dan Yang Xi sibuk membicarakan mengenai nilai ujian. Hua Biao mengatakan Yang Xi terlalu kejam padanya padahal ia melakukan itu demi Yang Xi, agar Yang Xi dapat nilai tambahan 10 dalam ujian. Yang Xi dengan sombong mengatakan ia pasti akan dapat tambahan 10 poin dengan kompetisi lari.

Yang Xi dipanggil ke ruang guru dan sepertinya ia mendapat kabar buruk. Yang Xi ternyata tidak diikutsertakan dalam kompetisi lari. Sekolah memutuskan untuk membatalkan keikutsertaan Yang Xi dalam kompetisi lari karena ia sudah lama tidak latihan dan menggantinya dengan siswi kelas 2.
Yang Xi berjalan keluar gedung sekolah menuju lapangan dan melihat klub lari sedang latihan. Yang Xi hanya menatap mereka dengan perasaan kecewa dalam hatinya, sepertinya ia ingin menangis.
Yang Xi bernarasi, 'Dimasa mudamu, Kau punya sesuatu yang menjadi satu-satunya kebanggaamu tapi kau harus memasukkannya dalam sakumu diam-diam'.

Yang Xi tidak berssemangat saat pulang sekolah. Li Yu hanya mengikutinya dalam diam dibelakang, ia tidak mengatakan apapun.
Di rumah, Yang Xi juga tidak bersemangat, ia hanya duduk diam di meja belajarnya. Ia kemudian mendengar suara lonceng tanda ada pesan dari Li Yu.
Yang Xi mengambil pesan itu, bertanya apakah Yang Xi mau menyegarkan pikirannya jalan-jalan di luar?
Yang Xi hanya menghela nafas. Kemudian ia mendapatkan telpon dari He Mei, He Mei memberitahu Yang Xi kalau hari dimana mereka mengerjai Hua Biao, ada ledakan dan ternyata ledakan itu berasal dari rumah Hua Biao. Yang Xi terkejut.

Yang Xi segera lari ke lantai 1, mengambil sepedanya dan mengayuh sekuat tenaga ke rumah Hua Biao. Yang Xi menangis dalam perjalanan kesana.
Yang Xi masuk ke dalam rumah dan mencari Hua Biao karena He Mei mengatakan Hua Biao sepertinya tidak jadi ke Hong Kong.
Saat Yang Xi masuk, ia melihat rumah Hua Biao sangat berantakan karena ledakan dan Hua Biao sedang membersihkan dapur. Hua Biao terkejut melihat Yang Xi.
Yang Xi menangis meminta maaf pada Hua Biao, ia selalu membuat masalah pada Hua Biao, ia tak bisa melakukan apapun dengan baik. Hua Biao hanya tersenyum dan mengatakan kalau ini tidak ada hubungannya dengan Yang Xi.
Tapi Yang Xi mengatakan ia sudah membohongi Hua Biao saat itu dan hal ini terjadi. Hua Biao mendekati Yang Xi dan menghapus air mata gadis itu, dengan lembut ia mengatakan kali ini, ini bukan tanggung jawab Yang Xi.

Flashback hari dimana Hua Biao akan menolong Yang Xi dan He Mei, ia masih sempat mematikan kompor sebelum ia pergi. Tapi saat itu nenek kembali ke rumah untuk mengambil sesuatu dan melihat kompor mati padahal kacang hijaunya belum matang. Nenek memasang kompor kembali dan berfikir kalau Hua Biao masih di rumah, ia berteriak pada Hua Biao agar melihat kacang hijau mereka di kompor. Dan begitulah ledakan terjadi.
Karena rumah mereka tidak bisa ditempati, nenek tinggal di rumah tukang potong rambut di lingkungan mereka. Hua Biao mengatakan ia akan menemukan cara memperbaiki rumah secepatnya. Mengenai masalah Hong Kong, Hua Biao mengatakan ia sebenarnya tidak terlalu ingin pergi ke sana, karena ia bisa pergi tahun depan.
Yang Xi tetap merasa bersalah dan Hua Biao meminta Yang Xi untuk tidak mengkhawatirkannya karena ini bukan masalah besar. Hua Biao kemudian bertanya bagaimana Yang Xi mengetahui hal ini. Yang Xi mengatakan He Mei melihat berita di koran. Hua Biao tampak mengubah ekspresinya dan meminta Yang Xi merahasiakan hal ini dari teman-teman lain tapi Yang Xi mengatakan teman-teman lain mungkin akan membantu Hua Biao jika mereka mengatakannya.
Hua Biao mengatakan pada Yang Xi untuk tidak mengatakan pada siapapun, ia hanya ingin meninggalkan hal baik dalam ingatan teman-temannya dan hidup dengan baik dengan neneknya tanpa dikasihani.
Yang Xi mengerti.

Flashback setelah ledakan, nenek merasa sedih karena panci presto yang meledak itu adalah peninggalan ibu Hua Biao. Nenek sudah mengingatkan Hua Biao berkali-kali untuk memperhatikan kacang hijau mereka di kompor tapi Hua Biao sangat ceroboh.
Hua Biao hanya bisa tersenyum dan menggenggam tangan neneknya, ia mengatakan kalau ini adalah kesalahannya dan memeluk neneknya.

Bersambung....

Komentar:
Episode ini sedih bangedn T_T
Baik dari sisi Yang Xi, Li Yu dan Hua Biao. Awalnya aku pikir Li Yu nggak suka sama Hua Biao cuma karena Hua Biao deket sama Yang Xi seolah-olah merebut teman masa kecilnya, tapi alasannya ternyata bukan cuma itu. Hua Biao lebih pintar darinya dan Li Yu yang terbiasa ada diposisi satu harus tersingkir karena si siswa pindahan + Yang Xi yang biasanya bergantung padanya mengenai pelajaran mulai bergantung pada Li Yu. Mungkin keberadaan Hua Biao pada awalnya adalah ancaman bagi Li Yu karena merebut 2 hal yang menjadi kebanggaannya.
Yang Xi hanya punya satu kebanggaan dalam dirinya, larinya yang cepat. Itu harapan satu-satunya untuk masuk universitas, saat hal itu terbuka kembali, tapi takdir berkata lain. Yang Xi harus menyerah pada kompetisi terakhirnya di SMA.
Sementara itu Hua Biao punya masalah lain. Sepertinya Hua Biao ini tipe yang tidak ingin dikasihani, ia tak ingin orang lain tahu kelemahannya, makanya ia tidak ingin Yang Xi mengatakan pada siapapun. Hua Biao mungkin tampak selalu tersenyum tapi aku melihat dari matanya kalau dia menyimpan banyak hal yang tidak pernah ia ceritakan pada orang lain. Jujur saja, ini membuat aku punya feeling buruk akan Hua Biao, aku merasa penulis akan melakukan sesuatu pada Hua Biao T______T

Yang Xi jahat banged memang ya HAHAHAHAHHA. Setelah apa yang terjadi pada Hua Biao saat ia membohong Hua Biao, aku pikir dia sudah jera, ternyata dia melakukannya lagi. Dan kali ini, efeknya lebih besar dari yang dulu.
Aku berharap untuk berikutnya, Yang Xi tidak melakukan hal seperti ini lagi, aku kasihan pada Hua Biao yang serius mengkhawatirkan mereka. Hua Biao juga baik banged masih bisa tersenyum pada Yang Xi. Aku nggak sabar untuk melihat kedekatan mereka berdua selanjutnya.

Li Yu benar-benar menyukai Yang Xi, aku kaget sih saat Li Yu ternyata meminta Yang Xi menuliskan surat untuk ibunya meski aku tahu alasannya kalau Li Yu ingin bersama Yang Xi.
Tapi aku lebih kaget lagi karena Li Yu ternyata nggak pernah mengirim surat-surat itu, artinya dia menyimpannya di suatu tempat?
Hubungan Li Yu dan Cheng Cheng juga menarik nih, aku menunggu kelanjutan hubungan mereka, bagaimana cara Cheng Cheng bisa memenangkan hati Li Yu. Aku berharap Cheng Cheng tidak berubah jadi nenek sihir ya. Aku pengen dia tetap jadi dia yang sekarang, percaya diri dan nggak menyerah mengejar Li Yu.

Drama ini cukup menarik dan semakin menarik menurutku. Semoga aku bisa menyelesaikan sinopsisnya. Aku lega karena udah ada yang upload raw-nya, jadi nggak repot harus streaming HAHAHHAHA. Aku memang bukan tipe yang suka streaming sih XD

Share:

3 comments:

  1. Lnjutt kakk..hwaiting๐Ÿ’ช๐Ÿ’ช๐Ÿ’ช

    ReplyDelete
  2. Ceritanya bagus , dan aku masih tetap tidak menemukannya di yt, Author ku harap kan author menulisnya hingga akhir,, terimakasih lanjut teruss

    ReplyDelete
  3. Ceritanya baguss bgt kak. Tiap kamis dan jumat aq selalu streaming di youtube. Udah ad eng syb nya jg. Tapi ttp aja aq nunggu tulisan kakak. Fightinggg kak, sinopsis sampe akhir ya kak. Thank u ๐Ÿ’•๐Ÿ’•

    ReplyDelete

Translate

Follow by Email

NOTE:

DILARANG RE-UPLOAD / COPY PASTE TULISAN DI BLOG INI!

JIKA INGIN SHARE, CUKUP LINK KE POSTINGANNYA SAJA, BUKAN ISINYA!


Follow Clover Blossoms on Twitter

[Trivia] Japanese Movie Recommendations List

Karena ada banyak yang menanyakan rekomendasi untuk J-Movie, jadi aku memutuskan untuk membuat list rekomendasi Japanese Movi...

Recent Posts

Recent Posts Widget

Popular Posts This Week

Actor / Actress

Airi Matsui Ando Sakura Anna Ishii Aoi Miyazaki Aoi Morikawa Aoi Wakana Aoi Yu Aom Sushar Araki Yuko Bebe Tanchanok Chen Duling Chiba Yudai Chinen Yuri Choi Ara Daiki Shigeoka Dori Sakurada Eikura Nana Eita Elaiza Ikeda Fukushi Sota Fuma Kikuchi Fumi Nikaido Furuhata Seika Gao Zhi Ting Go Kyung Pyo Gong Yoo Gou Ayano Han Seung Yeon Han Yeri Hana Sugisaki Haru Kuroki Haruka Fukuhara Haruma Miura Haruna Kawaguchi Hasegawa Hiroki Hashimoto Ai Hashimoto Kanna Hayami Akari Hayato Isomura Hikari Mitsushima Hirano Sho Hiroki Narimiya Hirose Alice Hirose Suzu Honoka Yahagi Horii Arata Hu Yi Tian Hwang Jung Eum Hyeri Igawa Haruka Imada Mio Inoue Mao Ishihara Satomi Jang Se Hyun Jeon Ji Hyun Ji Soo Ji Woo Joo Won Jun Shison Jung Ryu Won Jung So Min Kaku Kento Kamiki Ryunosuke Kaname Jun Kanichiro Kasumi Arimura kawakami juria Kei Tanaka Kengo Kora Kentaro Kento Hayashi Kento Nagayama Kim Go Eun Kim Ji Won Kim Min Suk Kim So Hyun Kim Soo Hyun Kim Tae Ri Kim Woo Bin Kim Yoo Bin Kim Yoo Jung Kim Yoo Mi Kinami Haruka Kitamura Takumi Kiyohara Kaya Kiyohara Sho Komatsu Nana Koseki Yuta Kou Shibasaki Kubota Sayu Kudo Asuka L Lee Bo Young Lee Chung Ah Lee Dong Hwi Lee Dong Wook Lee Gi Kwang Lee Jong Suk Lee Joon Lee Soo Hyuk Lee Yoo Jin Mackenyu Mahiro Takasugi Maika Yamamoto Maki Horikita Mamiya Shotaro Marie Itoyo Masahiro Higashide Masaki Okada Masaki Suda Masataka Kubota Matsumoto Jun Mayu Matsuoka Mei Nagano Mikako Tabe Mike D angelo Min Do Hee Minami Hamabe Mio Yuki Mirai Moriyama Mirai Shida mirai suzuki Mitsuki Takahata Mitsushima Shinnosuke Miwa Miyu Yoshimoto Mizuki Yamamoto Moe Arai Mone Kamishiraishi Mugi Kadowaki Nadine Lustre Nagasawa Masami Nakajima Kento Nakamura Tomoya Nao Nao Matsushita Nijiro Murakami Nounen Rena Osamu Mukai Otani Ryohei Park Bo Gum Park Eun Bin Park Hae Jin Park Seo Joon Park Shin Hye Pattie Ungsumalynn Phan Pagniez Reina Visa Rena Matsui Riho Yoshioka Rina Kawaei Ryo Ryusei Ryo Yoshizawa Ryoma Takeuchi Ryota Katayose Ryu Hwa Young Ryu Jun Yeol Sagara Itsuki Sairi Itoh Saito Takumi Sakaguchi Kentaro Sakuma Yui Sakurako Ohara Sato Kanta Satoshi Tsumabuki Seino Nana Seo Hyun Jin Seto Koji Shen Yue Shim Eun Kyung Shimon Okura Shin Hyun Soo Shirota Yuu Shohei Miura Shono Hayama Shuhei Nomura Shunya Shiraishi sometani shota Son Seung Won Song Ha Yoon Suga Kenta Sun Woong Suzuki Ryohei Suzy Taiga Taishi Nakagawa Takahashi Issei Takanori Iwata Takayuki Yamada Takeru Sato Takuya Kusakawa Tamaki Hiroshi Tao Phiangphor Tasuku Emoto Tomoshita Yamashita Tori Matsuzaka Toyokawa Etsushi Tsubasa Honda Tsuchiya Tao Ueno Juri Yamazaki Kento Yamoto Yuma Yo Oizumi Yoo In Na Yoo Seung Ho Yook Sung Jae Yoon Park Yoon So Hee Yoshine Kyoko Yosuke Sugino Yu Aoi yua shinkawa Yui Aragaki Yuina Kuroshima Yuki Furukawa Yuki Izumisawa Yuki Yamada Yukino Kishii Yuko Oshima Yuna Taira Yuriko Yoshitaka Yuta Hiraoka Yuya Matsushita Yuya Yagira

Drama / Movie

99.9 A Love So Beautiful A Story of Yonosuke Age of Youth 2 Always Sunset on Third Street amachan Anikoma Anohana Anone Ao Haru Ride Arbitratily Fond Asa ga Kita Ashi Girl At Cafe 6 Beppin-San Biscuit Teacher and Star Candy Bittersweet Boku Dake ga Inai Machi Boku no Ita Jikan Boukyaku no Sachiko Bubblegum Cafe Waiting Love Carnation Chia Dan Chihayafuru Chugakusei Nikki Churasan Crybaby Pierrot's Wedding Crying Out Love in the Center of the World Daily Lives of High School Boys Dating DNA Departures Eulachacha Waikiki Evergreen Love Father is Strange Fight Fleet of Time Forever Young Frankenstein no Koi From Five to Nine Gakko no Kaidan Gegege no Nyobo Gochisousan God Gift Good Morning Call Good Morning Call 2 Goon Ju Hana and Alice Hana Nochi Hare Hanako to Anne Hanbun Aoi Haruchika Hirunaka no Ryuusei Hirune Hime Hiyokko Honey and Clover Hot Road Hyouka I Love You in Tokyo I Want to Eat Your Pancreas If We Were A Season Itakiss LIT Itakiss LIT S2 Itakiss Movie Kahogo no Kahoko Kakegurui Kaze no Haruka Keiji Yugami Kidnap Tour Kiki Delivery Service Kimi no Na Wa Kingyo Club Kiss Me Thailand Koe no Katachi Koinaka Kuragehime Linda Linda Linda Little Forest Love Letter Lucky Romance Ma Boy Man From The Stars Manpuku March Comes in Like a Lion Mare Massan May Who? Meteor Garden 2018 Moriyamachu Driving School My Huckleberry Friends My Husband Can Not Work My Little Sweet Pea My Old Classmate Nagi no Asukara Narratage Natsuzora Nodame Cantabile Oboreru Knife Ohisama Omotesando On The Wings of Love One Million Yen Girl One Week Friends Operation Love Orange Orange Days Ore Monogatari Our Little Sister Our Times Peach Girl Pinocchio Princess Hours Thailand Rage Rainbow Song ReLIFE Reply 1988 Romance Full of Life Sannin No Papa she was pretty Shigatsu wa Kimi no Uso Sing Salmon Sing Solanin Sound of Your Heart Splish Splash Love Ssam My Way Strobe Edge Sukina Hito ga Iru Koto Teiichi no Kuni Tenno no Ryoriban The 100th Love The Anthem of the Heart The Best Hit The Great Passage The Left Ear The Woodsman and The Rain The World of Us Today's Kira-kun Todome no Kiss Toki wo Kakeru Shojo Tokyo Tarareba Girls Tomorrow Cantabile Tonari no Kaibutsu-kun Toto Nee Chan Twenty Years Old Twilight Saya in Sasara Uchiage Hanabi Under the Hawthorn Tree Unnatural Wakamonotachi Warotenka We All Cry Differently What A Wonderful Family When We Were Young While You Were Sleeping Wise Prison Life Wood Job Yellow Elephant Yesterday Once More Your Lie in April Youth Over Flowers

Blog Archive

Recent Comments

Random Posts